Anda di halaman 1dari 4

PENANGANAN PASIEN GAWAT

DARURAT

No. Dokumen : SOP/UKP/RAWAT JALAN

Tanggal Terbit : … / / 201

No. Revisi : 01
SOP
Tanggal Revisi : ...

Mulai Berlaku : ...../ / 201

Halaman : 1 / ....

Puskesmas Fitrin Miadianti


Kembang

Penanganan pasien gawat darurat adalah suatu pertolongan yang


1.Pengertian
cepat dan tepat pada pasien untuk mencegah kematian maupun
kecacatan.
Sebagai acuan penerapan langkah dalam penanganan pasien gawat
2.Tujuan
darurat di Puskesmas Kembang.
Surat Keputusan Kepala UPT Puskesmas Kembang Nomor……
3.Kebijakan
Tahun 2018
4.Referensi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 47 Tahun
2016
5.Prosedur / 1. Persiapan Alat dan Bahan:
Langkah - a. Pita Triase
langkah b. Tensimeter
c. Termometer
d. Stetoskop
e. Peralatan emergensi
2. Petugas yang melaksanakan:
a. Tenaga Medis: Dokter
b. Tenaga Paramedis: Perawat
3. Langkah – langkah:
a. Petugas menerima pasien datang. (Amankan diri, amankan
pasien, amankan lingkungan).
b. Petugas cek respons: cek kesadaran dan respons (panggil
dan goncangkan badan)
c. Petugas call for help: memanggil teman untuk minta bantuan
(Kode Biru/ Blue code)
d. Petugas cek circulation, cek karotis jika tidak teraba lakukan

1
kompresi (compression) di ½ bagian bawah os sternum /
tulang dada sebanyak 30x, kecepatan minimal 100x/menit,
kedalaman minimal 5 cm (pada dewasa), 1/3 anterolateral
pada bayi/anak2, minimal interupsi serta tiap kompresi
pastikan dada recoil (kembali mengembang) dengan
sempurna.
e. Petugas memeriksa airway: bebaskan jalan nafas dengan
head tilt (kepala ditengadahkan) dan chin lift (dagu diangkat)
supaya lidah tidak menutup jalan nafas. Jika curiga patah
leher lakukan jaw thrust (membuka rahang) tanpa
menengadahkan kepala.
f. Petugas memeberikan breathing/ bantuan nafas. Beri 2
bantuan nafas dan sekali tiupan tidak lebih dari 1 detik
untuk menghindari hiperventilasi. Tutup hidung pasien saat
memberikan nafas dari mulut ke mulut, pastikan dada yang
mengembang saat nafas ditiupkan, bukan perut
g. Petugas mengulangi kompresi dan bantuan nafas dengan
perbandingan 30 kompresi: 2 bantuan nafas, dilakukan oleh
1 ataupun 2 orang penolong.
h. Petugas melakukan evaluasi bisa dilakukan minimal setelah
2 menit (5 siklus) dalam waktu tidak lebih dari 10 detik.
Evaluasi untuk mengecek apakah nadi pasien sudah teraba.
i. Petugas yang memeberikan RJP dapat dihentikan jika denyut
sudah teraba dan pasien sudah kembali bernafas spontan
atau jika penolong kelelahan atau keluarga menolak
dilakukan resusitasi, atau dokter sudah menyatakan pasien
meninggal dunia.
j. Petugas dapat merujuk pasien ke fasilitas kesehatan yang
lebih mampu apabila diperlukan dalam kondisi stabil.
k. Petugas mencatat kegiatan dalam rekam medis pasien.

6.Bagan Alir
Petugas menerima
pasien datang

2
Petugas cek respons

Petugas call for help

Petugas cek circulation

Petugas memeriksa
airway

Petugas memeberikan
breathing/ bantuan nafas

Petugas mengulangi
kompresi dan bantuan nafas
dengan perbandingan 30
kompresi: 2 bantuan nafas

Petugas melakukan
evaluasi

Petugas yang memeberikan RJP


dapat dihentikan jika denyut sudah
teraba dan pasien sudah kembali
bernafas spontan

Petugas dapat merujuk pasien ke


fasilitas kesehatan yang lebih
mampu apabila diperlukan dalam
kondisi stabil

Petugas mencatat kegiatan


dalam rekam medis pasien

3
7.Hal-hal yang 1.Observasi keadaan pasien ketika melakukan RJP.
perlu
diperhatikan
2.Apabila pasien keadaan umum jelek dan perlu dirujuk
mengikuti SOP persiapan rujukan.
1. Ruang Pelayanan Pendaftaran
8.Unit Terkait
2. Ruang Pelayanan Kesehatan Gawat Darurat
3. Ruang Pelayanan Laboratorium
1. Rekam Medis
9.Dokumen
2. Register Laboratorium
terkait
3. Formulir Rujukan

10.Rekaman historis No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai


perubahan diberlakukan

1 Komponen ……. ……………..2018


SOP
2. …….
KOP SOP
3. ………
Istilah