Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH MANAJEMEN FARMASI

“ENTREPENEUR”
Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Managemen Farmasi

Dosen Pembimbing:
Dra. Lili M, MSi.Apt.
Ainun wulandari, Msc, Apt

Disusun Oleh:
KELOMPOK 8 (DELAPAN

Hervi Rozalia, S.farm 16340036

Ade Ayu Septiyani, S.farm 16340037

Zen Retno Ariani, S.farm 16340038

Pierda Tasiklola, S.farm 16340039

Dini Nur Aulia Solihin, S.farm 16340040

PROGRAM STUDI APOTEKER


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
JAKARTA
2016
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Entrepreneur/Wirausaha adalah suatu kemampuan untuk mengelola


sesuatu yang ada pada diri kita untuk dimanfaatkan dan ditingkatkan agar lebih
optimal, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup kita. Entrepeneur pertama kali
muncul pada abad 18 diawali dengan penemuan-penemuan baru seperti mesin
uap, mesin pemintal, dll. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan
organisasi melalui inovasi dan kreatifitas. Keuntungan dan kekayaan bukan tujuan
utama.

Pada dasarnya manusia membutuhkan makan, minum, pakaian, dan


sebagainya. Kebutuhan itu akan semakin meningkat seiring dengan kemajuan
zaman yang menuntun manusia untuk melakukan kegiatan konsumtif.
Pengangguran yang semakin meningkat kalau tidak ditanggulangi akan membuat
manusia berpotensi ke arah negatif. Oleh karena itu, dibutuhkan jiwa
kewirausahaan bagi setiap manusia sehingga menekan jumlah pengangguran
.
1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud entrepreneur?


2. Bagaimana karakteristik dari seorang entrepreneur yang baik?
3. Bagaimana manfaat dari entrepreneur?
4. Masalah-masalah apa saja yang dihadapi entrepreneur?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Mengetahui dan memahami defenisi entrepreneur


2. Mengetahui dan memahami karakteristik seorang entrepreneur yang baik
3. Mengetahui dan memahami manfaat dari entrepreneur
4. Mengetahui dan memahamimasalah yang dihadapi entrepreneur
BAB II

ISI DAN PEMBAHASAN

2.1 Pengertian interpreuner / wirausaha

Istilah wirausaha berasal dari kata Entrepreneur (bahasa Perancis) yang


kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan arti between taker atau
go-between (Perantara). Secara Harfiah Wira artinya beranisedangkan Usaha
adalah Daya Upaya.

Kewirausahaan/Entrepreneurship adalah hal-hal yang berhubungan


dengan keberanian seseorang dalam menjalankan kegiatan bisnisnya.

Entrepreneur/Wirausaha adalah suatu kemampuan untuk mengelola


sesuatu yang ada pada diri kita untuk dimanfaatkan dan ditingkatkan agar lebih
optimal, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup kita.

Pengertian menurut para ahli :

1. Syamsudin Suryana

Wirausaha adalah seseorang yang memiliki karakteristik percaya diri,


berorientasi pada tugas dan hasil, pengambil resiko yang wajar,
kepemimpinan yang lugas, kreatif menghasilkan inovasi, serta
berorientasi pada masa depan.

2. Kathleen

Wirausaha adalah orang yang mengatur, menjalankan, dan menanggung


risiko bagi pekerjaan-pekerjaan yang dilakukannya dalam dunia usaha.

3. Menurut Ahli Ekonomi

Wirausaha adalah: seorang/sekelompok orang yg mengorganisir faktor-


faktor produksi, alam, tenaga, modal & skill utk tujuan berproduksi.
4. Menurut Ahli Psychologis

Wirausaha adalah seorang yg memiliki dorongan kekuatan dari dalam


untuk memperoleh sesuatu tujuan, suka mengadakan eksperimen atau
untuk menampilkan kebebasan dirinya di luar kekuasaan orang lain.

5. Menurut Bisnisman

wirausaha merupakan: ancaman, pesaing baru, bisa juga partner,


pemasok, konsumen / orang yg bisa diajak kerjasama.

6. Menurut Pemodal

Wirausaha adalah seorang yg menciptakan kesejahteraan tetapi orang lain


yg menemukan cara baru utk menggunakan sumber daya, mengurangi
pemborosan dan menciptakan lapangan kerja

2.2 Karakteristik Interpreuner

1. Mental ability, merujuk pada kemampuan berpikir dan kreativitas

2. Clear objective, selalu fokus pada profit

3. Bussiness secrecy, kemampuan dalam menjaga rahasia bisnis

4. Human relation ability, faktor yang penting terhadap kesuksesan seorang


pengusaha adalah kestabilan emosi, hubungan personal, pertimbangan, dan
kebijaksanaan. Seorang pengusaha harus memiliki hubungan yang baik
dengan pelanggannya.

5. Communication ability, komunikasi yang efektif berarti satu sama lain


saling mengerti dan memahami.

6. Technical knowledge, pengetahuan tekhnik merupakan suatu keahlian


seseorang yang menunjukkan bahwa telah mencoba sesuatu yang susah
atau lebih dari orang kebanyakan

7. Hard worker, seorang pekerja keras


8. Desire for high achievement, seorang pengusaha memiliki keinginan yang
kuat untuk mencapai tujuan yang tinggi dalam bisnis

9. Highly optimistic, pengusaha yang sukses tidak terganggu dengan masalah


yang dihadapinya. Ia optimis pada masa depan dan situasi yang akan
dihadapinya dalam bisnis dimasa yang akan dating.

10. Independence, salah satu pengusaha sukses juga tidak mengikuti tuntunan
orang lain atau rutinitasnya. Selalu percaya terhadap kemampuannya.

11. Good organizer, kemampuan membawa kepentingan bersama dalam


memulai suatu organisasi hingga menghasilkan akhir yang baik.

2.3 Fungsi Wirausaha

Fungsi pokok wirausaha yaitu:

a) Membuat keputusan-keputusan penting dan mengambil resiko tentang


tujuan dan sasaran perusahaan.

b) Memutuskan tujuan dan sasaran perusahaan.

c) Menetapkan bidang usaha dan pasar yang akan dilayani.

d) Menghitung skala usaha yang diinginkannya.

e) Menentukan modal yang diinginkan (modal sendiri atau modal dari


luar).

f) Memilih dsan mernetapkan kreteria pegawai/karyawan dan


memotivasinya.

g) Mengendalikan secara efektif dan efesien.

h) Mencari dan menciptakan cara baru.

i) Mencari terobosan baru dalam mendapatkan masukan atau input serta


mengelolahnya menjadi barang atau jasa yang menarik.
j) Memasarkan barang dan jasa tersebut untuk memuaskan pelanggan
dan sekaligus dapat memperoleh dan mempertahankan keuntungan
maksimal.

Fungsi tambahan wirausaha, yaitu:

a. Mengenali lingkungan perusahaan dalam rangka mencari dan


menciptakan peluang usaha.

b. Mengendalikan lingkungan ke arah yang menguntungkan bagi


perusahaan.

c. Menjaga lingkingan usaha agar tidak merugiakan masyarakat


mauoun merusak lingkungan akibat dari limbah usaha yang
mungkin dihasilkannya.

d. Meluangkan dan peduli atas CSR. Setiap pengusaha harus peduli


dan turut serta bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar

2.4 Manfaat Kewirausahaan

Dari berapa penelitian mengedintifikasi bahwa pemilik bisnis mikro, kecil,


atau percaya bahwa mereka cenderung bekerja lebih keras, menghasilkan lebih
banyak uang, dan lebih membanggakan daripada bekerja di suatu perusahaan
besar. Sebelum mendirikan usaha, setiap calon wirausaha sebaiknya
mempertimbangkan manfaatkepemilikikan bisnis mikro, kecil atau menengah.

Thomas W Zimmerer et al. (2005) merumuskan manfaat kewirausahaan adalah


sebagai berikut:
1. Memberi peluang dan kebebasan untuk mengendalikan nasib sendiri
memiliki usaha sendiri akan memberikan kebebasan dan peluang bagi
pebisnis untuk mencapai tujuan hidupnya. Pebisnis akan mencoba
memenangkan hidup mereka dan memungkinkan mereka untuk
memanfaatkan bisnisnya guna untuk untuk mewujudkan cita-citanya.
2. Memberi peluang melakukan perubahan
Semakin banyak bisnis yang memulai usahanya karena mereka dapat
menagkap peluang untuk melakukan berbagai perubahan yang menurut
mereka sangat penting. Mungkin berupa penyediaan perumahan sederhana
yang sehat dan layak pakai, dan mendirikan daur ulang limbah untuk
melestarikan sumber daya alam yang terbatas, pebisnis kini menemukan
cara untuk mengombinasikan wujud kepedulian mereka terhadap berbagai
masalah ekonomi dengan sosial dengan harapan untuk menjalani hidup
yang lebih baik.
3. Memberi peluang untuk mencapai potensi diri sepenuhnya
Banyak orang menyadari bahwa bekerja di suatu perusahaan seringkali
membosanka, kurang menantang dan tidak ada daya tarik. Hal ini tentu
tidak berlaku bagi seorang wirausahawan, bagi mereka tidak banyak
perbedaan antara bekerja atau menyalurkan hobi atau bermain, keduanya
sama saja. Bisnis-bisnis yang dimiliki oleh wirausahawan merupakan alat
untuk menyatakan aktualisasidiri. Keberhasilan mereka adalah suatu hal
yang ditentukan oleh kreativitas, antusias, inovasi, dan visi mereka sendiri.
Memiliki usaha atau perusahaan sendiri memberikan kekuasaan kepada
mereka, kebangkitan spiritual dan mampu mengikuti minat atau hobinya
sendiri.
4. Memiliki peluang untruk meraih keuntungan
Walaupun pada tahap awal uang bukan daya tarik utama bagi
wirausahawan, keuntungan berwirausahawan merupakan faktor motivasi
yang penting untuk mendirikan usaha sendiri, kebanyakan pebisnis tidak
ingin menjadi kaya raya, tetapi kebanyakan diantara mereka yang menang
menjadi berkecukupan. Hampir 75% yang termasuk dalam daftar orang
terkaya (Majalah Forbes) merupakan wirausahawan generasi pertama.
Menurut hasil penelitian, Thomas stanley dan William Danko, pemilik
perusahaan sendiri mencapai 2/3dari jutawan Amerika serika. “Orang-
orang yang bekerja memiliki perusahaan sendiri empat kali lebih besar
untuk menjadi jutawan daripada orang-orang yang bekerja untuk orang
lain (karyawan perusahaan lain).
5. Memiliki peluang untuk berperan aktif dalam masyarakan dan
mendapatkan pengakuan atas usahanya
Pengusaha atau pemilik usaha kecil seringkali merupakan warga
masyarakat yang paling dihormati dan dipercaya. Kesepakatan bisnis
berdasarkan kepercayaan dan saling merhormati adalah ciri pengusaha
kecil.Pemilik menyukai kepercayaan dan pengakuan yang diterima dari
pelanggan yang telah dilayani dengan setia selam bertahun-tahun. Peran
penting yang dimainkan dalam sistem bisnis dilingkungan setempat serta
kesadaran bahwa kerja memilki dampak nyata dalam melancarkan fungsi
sosial dan ekonomi nasional adalah merupakan imbalan bagi manajer
perusaan kecil.\
6. Memiliki peluang untuk melakukan sesuatu yang disukai dan

menumbuhkan rasa senang dalam mengerjakan. Hal yang didasarkan oleh

pengusaha kecil atau pemilik perusahaan kecil adalah bahwa kegiatan

usaha mereka sesungguhnya bukan kerja. Kebanyakan kewierausahawan

yang berhasil memilih masuk dalam bisnis tertententu, sebab mereka

tertarik dan mrenyukai pekerjaan tersebut. Mereka menyalurkan hobi atau

kegemaran mereka menjadi pekerjaan mereka dan mereka senang bahwa

mereka melakukannya. Wirausahawan harus mengikutu nasihat Harvey

McKey. Menurut McKey: “Carilah dan dirikan usaha yang anda sukai

dan anda tidak akan penrnah terpaksa harus bekerja sehari pun dalam

hidup anda” Hal ini yang menjadi penghargaan terbesar bagi

pebisnis/wirausahawan bukan tujuannya, melainkan lebih kepada proses

atau perjalanannya.
Dengan beberapa manfaat berkewirausahaan tersebut diatas jelas bahwa
menjadi usahawan lebih memiliki berbagai kebebasan yang tidak mungkin
diperoleh jika seseorang menjadi karyawan atau menjadi orang gajian atau
menjadi pekerja bagi para pemilik perusahaan.

1. Kebebasan Finansial
Hal yang paling diidam-idamkan semua orang adalah kebebasan finansial.
Dengan menjadi entrepreneur maka kesempatan itu terbuka sangat lebar
karena semua Anda tentukan sendiri. Mulai dari target, cara memperoleh,
kapan, hingga seberapa banyak semuanya terserah Anda selaku
pelaksananya.
2. Kebebasan Waktu
Apabila Anda menjalankan bisnis dengan tepat dan telah berhasil
membangun sistem “auto pilot” dalam bisnis Anda, maka kebebasan
waktu niscaya dapat Anda miliki. Jangan pernah bangga menjadi orang
super sibuk, tapi berbanggalah menjadi orang punya banyak waktu untuk
berbagi ke sesama.
3. Membuka Lapangan Kerja
Ini sudah jelas,dengan Anda melakukan wirausaha pasti banyak membantu
negara kita mengurangi angka pengangguran.
4. Kemandirian
Dengan menjadi entrepreneur semua aktivitas, baik hasil maupun
resikonya ada di tangan Anda.
5. arana Mewujudkan Ide yang Ekstrem
Ide ide yang kita miliki dapat kita salurkan atau kita wujudkan dimana
Anda selaku pelaku usaha tersebut.

6. Solusi Anti PHK

Dengan menjadi entrepreneur tentu saja Anda tidak perlu khawatir untuk
kena PHK, kecuali tentu saja Anda mem-PHK diri Anda sendiri.
7. Kesempatan Masih Luas

Pertumbuhan penduduk di negara kita tiap tahun makin meningkat. Maka


tentu saja peluang untuk melakukan usaha kita makin besar dan
luas. Yang penting kita kreatif, mau bekerja keras, dan tidak gengsi maka
sebetulnya hampir tidak ada alasan untuk tidak bisa membuat usaha yang
sukses.

8. Untuk Semua Orang dan Bisa Dipelajari

Entrepreneurship tidak identik dengan suatu suku atau ras tertentu.Dimana


ada kemauan di situ terbuka jalan yang lebar. Tetap semangat
pantangmenyerah.

2.5 Kelebihan Dan Kelemahan Wirausaha

Kelebihan Wirausaha :

1. Terbuka peluang untuk mencapai tujuan yang dikehendaki sendiri.

2. Terbuka peluang untuk mendemonstrasikan potensi seseorang secara


penuh.

3. Terbuka peluang untuk memperoleh manfaat dan keuntungan yang


maksimal.

4. Terbuka peluang untuk membantu masyarakat dengan usaha-usaha


konkrit.

5. Terbuka kesempatan untuk menjadi bos

Kelemahan Wirausaha :

a. Memperoleh pendapatan yang tidak pasti, memikul berbagai resiko.

b. Bekerja keras dan waktu jam kerja panjang.


c. Kualitas kehidupannya masih rendah sampai usahanya berhasil,karena
harus berhemat.

d. Tanggung jawabnya sangat besar,banyak keputusan yang harus dibuat

Pada umumnya, ada beberapa tantangan ataupun masalah yang dihadapi


dalam menjalankan suatu usaha, diantaranya :

1. Ketidakmampuan Manajemen

Dalam kebanyakan UKMK, kurangnya pengalaman manajemen atau


lemahnya kemampuan pengambilan keputusan merupakan masalah
utama dari kegagalan usaha.Pemiliknya kurang mempunyai jiwa
kepemimpinan dan pengetahuan yang diperlukan untuk membuat
bisnisnya berjalan.

2. Kurang Pengalaman

3. Idealnya, calon wirausahawan harus memiliki keterampilan teknis


yang memadai (pengalaman kerja mengenai pengoperasian fisik bisnis
dan kemampuan konsep yang mencukupi); kemampuan
memvisualisasi, mengkoordinasi, dan mengintegrasikan berbagai
kegiatan bisnis menjadi keseluruhan yang sinergis.

4. Lemahnya Kendali Keuangan

Dalam hal ini ada dua kelemahan mendasar yang perlu digarisbawahi,
yaitu: kekurangan modal dan kelemahan dalam kebijakkan kredit
terhadap pelanggan. Banyak wirausahawan membuat kesalahan pada
awal bisnis dengan hanya “modal dengkul,” yang merupakan
kesalahan fatal.Wirausahawan cenderung sangat optimis dan sering
salah menilai uang yang dibutuhkan untuk masuk ke dalam bisnis.
Sebagai akibatnya, mereka memulai usaha dengan modal yang terlalu
sedikit dan tampaknya permodalan yang memadai tidak akan pernah
tercapai mengingat perusahaan mereka memerlukan semakin banyak
uang untuk mendanai pertumbuhannya. Selain itu, tekanan terhadap
UKMK untuk menjual secara kredit sangat kuat. Dimana, beberapa
manajer melihat peluang untuk mendapatkan keunggulan persaingan
terhadap pesaingnya dengan cara menawarkan penjualan kredit.
Apapun kasusnya, pemilik bisnis kecil harus mengendalikan penjualan
kredit secara hati-hati karena kegagalan mengendalikannya dapat
menghancurkan kesehatan keuangan bisnis kecil.

5. Gagal Mengembangkan Perencanaan Strategis.

Terlalu banyak wirausahawan yang mengabaikan proses perencanaan


strategis, karena mereka mengira hal tersebut hanya bermanfaat untuk
perusahaan besar saja. Namun, kegagalan perencanaan biasanya
mengakibatkan kegagalan dalam bertahan hidup dan ini berlaku untuk
keduanya usaha besar maupun usaha kecil.Sebab, tanpa suatu strategi
yang didefinisikan dengan jelas, sebuah bisnis tidak memiliki dasar
yang berkesinambungan untuk menciptakan dan memelihara
keunggulan bersaing di pasar.

6. Pertumbuhan Tak Terkendali

Pertumbuhan merupakan sesuatu yang alamiah, sehat, dan didambakan


oleh semua perusahaan, tetapi pertumbuhan haruslah terencana dan
terkendali.Pakar manajemen Peter Drucker menyatakan bahwa
perusahaan yang baru berdiri dapat diperkirakan mengalami
pertumbuhan terlalu pesat dibandingkan dengan basis modal mereka
apabila penjualan meningkat 40 sampai 50 persen.Idealnya,
perkembangan harus didanai dari laba ditahan atau dari tambahan
modal pemiliknya, tetapi sebagian besar bisnis mengambil pinjaman
paling tidak untuk sebagian investasi modalnya.

7. Lokasi yang buruk

Untuk bisnis apapun, pemilihan lokasi yang tepat untuk sebagian


merupakan suatu seni – dan untuk sebagian lagi ilmu.Sangat sering,
lokasi bisnis dipilih tanpa penelitian, pengamatan, dan perencanaan
yang layak.Beberapa wirausahawan memilih lokasi hanya karena ada
tempat kosong.Akibat ketidaktepanan lokasi ini, penjualan tidak
berkembang dan bisnis tersebut terancam gagal.

8. Pengendalian Persediaan yang Tidak Baik

Umumnya, investasi terbesar yang harus dilakukan manajer bisnis


kecil adalah dalam persediaan, namun pengendalian persediaan adalah
salah satu tanggung jawab manajerial yang paling sering diabaikan.
Tingkat persediaan yang tidak mencukupi akan mengakibatkan
kekurangan dan kehabisan stok, yang akhirnya mengakibatkan
pelanggan kecewa dan pergi.

9. Ketidakmampuan Membuat Transisi Kewirausahaan.

Berhasil melewati “tahap awal kewirausahan” bukanlah jaminan


keberhasilan bisnis. Setelah berdiri, pertumbuhan biasanya
memerlukan perubahan gaya manajemen yang secar drastis berbeda.
Kemampuan-kemampuan yang tadinya membuat seorang
wirausahawan berhasil seringkali mengakibatkan ketidakefektifan
manajerial.Pertumbuhan mengharuskan wirausahawan untuk
mendelegasikan wewenang dan melepaskan kegiatan pengendalian
sehari-hari – sesuatu yang tidak mampu dilakukan oleh banyak
wirausahwan.

Adapun prosedur dalam pemecahan masalah, langkah-langkahnya dapat


menggunakan metode ilmiah sebagai berikut:

1. Kenalilah persoalannya secara umum.

2. Identifikasikan problem-problem utama yang terkait.

3. Tentukan fakta-fakta dan data-data penting yang berkaitan dengan masalah

4. Carilah sebab-sebab problem tersebut,

5. Pertimbangkanlah pelbagai kemungkinan j alan keluar dari problem tersebut,


6. Pilihlah jalan keluar yang dapat dilaksanakan dengan baik,

7. Periksalah, apakah cara penyelesaian masalah tersebut sudah tepat.

Proses berpikir secara ilmiah dapat berlangsung dengan langkah-langkah yang


sistematis, Berorientasi kepada tujuan, serta menggunakan metode tertentu untuk
memecahkan masalah. Pada garis besarnya, pemikiran secara ilmiah dapat
berlangsung di dalam memecahkan masalah dengan langkah-langkah sebagai
berikut :

1. Merumuskan tujuan, keinginan, dan kebutuhan, baik untuk diri sendiri


maupun untuk orang lain.

2. Merumuskan permasalahan yang berhubungan dengan usaha untuk


mencapai tujuan.

3. Menghimpun fakta-fakta obyektif yang berhubungan dengan masalah yang


dipikirkan. Mengolah fakta-fakta dengan pola berpikir tertentu, baik secara
induktif maupun deduktif. Memilih alternatif yang dirasa paling tepat.

4. Menguji alternatif itu dengan mempertimbangkan hukum sebab akibat.

5. Menemukan dan meyakini gagasan.

6. Mencetuskan gagasan itu, baik secara lisan maupun tulisan.


BAB III
KESIMPULAN

Entrepreneur/Wirausaha adalah suatu kemampuan untuk mengelola sesuatu


yang ada pada diri kita untuk dimanfaatkan dan ditingkatkan agar lebih
optimal, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup kita.

Karakteristik Entrepreneur diantaranya adalah:

1. Creation menciptakan peluang bisnis dr peluang yg ada

2. Innovationmengembangkan inovasi dalam lingkup bisnisnya, meliputi


produk baru, proses, market, material atau organisasi

3. Risk Undertakesetiap entrepreneur menerima dan mengambil resiko


bahwa bisnis yang dijalankan mungkin akan mengalami kerugian atau
kegagalan.

4. General Managementpemilik bisnis harus dapat mengelolah dan


mengalokasikan sumber dayanya yang terbatas.

5. Performance intentionmenciptakan pertumbuhan yang tinggi dan


menghasilkan laba.

Manfaat dari berwirausaha sendiri diantaranya adalah

1. Memberi peluang dan kebebasan untuk mengendalikan nasib sendiri


memiliki usaha sendiri
2. Memberi peluang melakukan perubahan
3. Memberi peluang untuk mencapai potensi diri sepenuhnya
4. Memiliki peluang untruk meraih keuntungan
5. Memiliki peluang untuk berperan aktif dalam masyarakan dan
mendapatkan pengakuan atas usahanya
6. Memiliki peluang untuk melakukan sesuatu yang disukai dan
menumbuhkan rasa senang dalam mengerjakan
.
DAFTAR PUSTAKA

Anoraga, Panji. 2007. Pengantar Bisnis Pengelola Bisnis Dalam Era Globalisasi.
Jakarta: Rineka Cipta

Longenecker, Justin G & dkk. 2001. Kewirausahaan Manajemen Usaha Kecil


Buku I. Jakarta: Salemba Empat

Saiman, Leonardus. 2009. Kewirausahaan Teori, Praktek, dan Kasus-kasus.


Jakarta: Salemba Empat