Anda di halaman 1dari 39

NADIA ROHMATUL LAILI

FUNGSI KULIT
 Barrier dari infeksi
 Mempertahankan kelembaban (fluid
electrolite homeostatis)
 Regulasi suhu
 Imunitas
 Sensasi
 Menyerap sinar UV untuk sistesis vitamin
LUKA BAKAR DAPAT MENGGANGGU ATAU BAHKAN
MENGHILANGKAN FUNGSI FUNGSI TERSEBUT
LUKA BAKAR
 Kerusakan atau kehilangan jaringan
yang disebabkan kontak dengan sumber
panas seperti api, air panas, bahan
kimia, listrik, dan radiasi
 Morbiditas dan mortalitas tinggi 
memerlukan penatalaksanaan khusus
ETIOLOGI
 Paparan api (Flame atau benda panas)
 Air panas
 Uap panas
 Gas panas
 Aliran listrik
 Zat kimia
 Radiasi
 Sunburn
 Cold Injury (frostbite)
KLASIFIKASI
 Diklasifikasikan menurut kedalaman dan
luas luka bakar
 1. superficial (derajat satu)
2. deep (derajat dua)
3. full thickness (derajat tiga)
4/1/2011 6
Pembagian Luas Luka Bakar
1. Luka Bakar Berat
• Derajat II-III >20% pada pasien di berusia di
bawah 10 tahun atau di atas 50 tahun
• Derajat II-III >25% pada kelompok usia selain
disebutkan pada butir pertama
• Luka bakar pada muka, telinga, tangan, kaki, dan
perineum
• Adanya cedera pada jalan nafas (cedera inhalasi)
tanpa memperhitungkan luas luka bakar
• Luka bakar listrik tegangan tinggi
• Disertai trauma lainnya
• Pasien-pasien dengan resiko tinggi
2. Luka Bakar Sedang
• Luka bakar dengan luas 15-25 % pada dewasa,
dengan luka bakar derajat III kurang dari 10%
• Luka bakar dengan luas 10-20 % pada anak
usia < 10 tahun atau dewasa > 40 tahun,
dengan luka bakar derajat III kurang dari 10 %
• Luka bakar dengan derajat III < 10 % pada
anak maupun dewasa yang tidak mengenai
muka, tangan, kaki, dan perineum
3. Luka Bakar Ringan
• Luka bakar dengan luas < 15% pada dewasa
• Luka bakar dengan luas < 10% pada anak dan
usia lanjut
• Luka bakar dengan luas < 2% pada segala usia
(tidak mengenai muka, tangan, kaki, dan
perineum)
PATOFISIOLOGI
FASE LUKA BAKAR
FASE AKUT/ FASE FASE SUB AKUT FASE LANJUT
SYOK
Berlangsung
Gangguan pada Terjadi Systemic setelah penutupan
saluran nafas akibat Inflammatory luka sampai terjadi
eskar yang melingkar Response Syndrome maturasi jaringan.
di dada atau trauma (SIRS) dan Multi- Masalah yang
multipel di rongga system Organ dihadapi adalah
toraks; dan gangguan Dysfunction penyulit dari luka
sirkulasi seperti Syndrome (MODS) bakar seperti parut
keseimbangan cairan dan sepsis hipertrofik,
dan elektrolit, syok kontraktur dan
hipovolemik deformitas lain
FIRST AID/PRE HOSPITAL
1. STOP Burning Process
2. Cooling
- Lepas perhiasan dan baju yang menghalangi
luka bakar
- Gunakan air mengalir/semprot air dengan
suhu 15°C sekurang-kurangnya 20 menit
- JANGAN gunakan es
- WASPADA HIPOTERMI  STOP jika
temperatur <35°C
3. Estimasi luas luka bakar (%TBSA)
4. Transport

15
Manajemen di Rumah Sakit

 Cek kembali ABCDE


 Ganti cairan yang hilang (pasang IV line
dua jalur)
 Perawatan luka
 Manajemen nyeri
 Monitor kemungkinan terjadinya komplikasi
 Dukungan psikososial dan spiritual
ABCDE
AIRWAYS BREATHING
 Hilangkan paparan luka bakar  Auskultasi suara nafas,
(bahan kimia, bedak, dll) kedalaman, rate
 Periksa edema pada kepala  Berikan oksigen
dan leher
 Pasang oksimetri
 Inspeksi oropharynx 
Waspada Cedera Inhalasi  Pertimbangkan
(carbonaceus sputum, hipoxia, keracunan CO
hoarseness)  intubasi
 Luka bakar yang mengenai
dada akan mengganggu
ventilasi dan memerlukan
escharotomy.
ABCDE
CIRCULATION EXPOSURE
 Pasang akses vaskular (2  Lepas baju dan semua
jalur) perhiasan
 Pasang kateter urin  Pertahankan agar
 Monitor HR dan tekanan temperatur normal 
darah ganti dressing basah
 Kaji perfusi: dengan yang kering dan
a. Cek pulsasi steril
b. CRT  Selimuti pasien dan
c. Haluaran urin berikan cairan hangat
DISABILITY  Jaga temperatur ruangan
 Deteksi penurunan kesadaran sekitar 34°C
dan defisit neurologis lain
Jika Terjadi Cedera Inhalasi
Ciri:
 Api dalam ruang tertutup
 Luka bakar daerah mulut, wajah, alis dan
rambut, hidung terbakar
 Suara srak, batuk, stridor
 Bercak jelaga bersama sputum
A-B pada Cedera Inhalasi
 Intubasi krn edema laring
 Krikotiroidotomi
 Oksigen 100%
 Terapi inhalasi
 Rehabilitasi pernafasan
 Suction secara berkala
 Bilasan bronkoalveolar
 Eskarotomi pada dinding toraks 
memperbaiki compliance paru
RESUSITASI CAIRAN
 Kaji %TBSA , kedalaman dan klasifikasikan luka
bakar
 Resusitasi JIKA luka bakar >20% TBSA (dewasa)
dan >10% (anak-anak)
 Tujuan: mempertahankan perfusi jaringan
 PENTING untuk mengetahui WAKTU kejadian
kebakaran
 Pemeriksaan laboratorium (DL, BGA, Urea dan
elektrolit, Faal koagulasi, Gula darah, urin, B-HCG)
Menentukan Luas Luka Bakar
Rule of Nine

 Head & Neck = 9%


 Each upper extremity (Arms) = 9%
 Each lower extremity (Legs) = 18%
 Anterior trunk= 18%
 Posterior trunk = 18%
 Genitalia (perineum) = 1%
Rule of Nine
LUAS LUKA BAKAR

PALM OF HAND

Satu telapak
tangan
menggambarkan
luas permukaan
tubuh sebesar 1%.

Gunakan Ukuran
TANGAN PASIEN
RESUSITASI CAIRAN
 Tujuan  mempertahankan perfusi
jaringan sampai ke organ dan kulit
 Rehidrasi oral boleh untuk luka bakar
ringan
 Rekomendasi Crystalloid (RL atau
RA)
 Pertahankan urin 0,5-1 ml/kgBB/jam
WASPADA OVERLOAD CAIRAN
RESUSITASI CAIRAN
Cara Evans
Volume NaCl 0,9% : Luas luka bakar (%) x BB (Kg) x 1 mL +
Volume Plasma : Luas luka bakar (%) x BB (Kg) x 1 mL +
Hari ke-1

2000 ml glukosa

1/2 1/2
8 jam pertama
Hitung dari saat kejadian 16 jam ke dua
ke-2

½ hari 1
ke-3

½ hari 2
RESUSITASI CAIRAN
Cara Baxter-Parkland
Volume RL/RA/NaCl 0,9% :
Hari ke-1

Luas Luka Bakar (%) x BB (Kg) x 4 mL

1/2 1/2
8 jam pertama
Hitung dari saat kejadian 16 jam ke dua
ke-2

½ hari 1
ke-3

½ hari 2
Cairan Rumatan
 Pasien mengalami edema dan terlalu
banyak natrium  Ganti cairan Cristaloid
dengan Hipotonic Solution (D5½NS)
 Pemberian cairan rumatan:
Berat badan 10 Kg pertama diberikan 100 ml/KgBB
Berat badan 10 Kg kedua diberikan 50 ml/KgBB
Berat badan selanjutnya diatas 20 Kg diberikan 20 ml/KgBB
Indikator Hidrasi Cukup
 Mean arterial pressure > 60 mmHg,
 Heart rate <120 bt/min
 Adequate tissue perfusion
- Diuresis 0.5 mL/kg/hr (adult), 1 mL/kg/hr in
paediatric patients
- Near normal pH and base excess
- Near normal lactate levels
Haemodynamic Support
Restore and maintain Maintain Fluid and
adequate oxygen delivery Avoid Excess stress
Electrolyte Balance
 Replace RBC losses to
 Replace  Avoid excess
maintain hematocrit at
increased water temperature
more than 30%
losses  Avoid excess heat
 Maintain serum
loss
albumin 2,5g/dL or (evaporative and
higher  Avoid excess pain
urinary) and anxiety
 Maintain cardiac index
 Replace  Ensure adequate
 If Lactic acidosis is
present, increase
electrolyte loses rest
oxygen delivery
 Keep arterial oxygen
saturation greater than
90%
WOUND CARE
 If more than 10 percent of the patient’s TBSA is
affected, cover with a clean, dry sheet or dressings.
 If more than 20 percent of the patient’s TBSA is
injured, cover with a clean dry sheet or dressings, and
remember to keep the patient warm with blankets or
by increasing the room temperature to 90 degrees.
 If less than 10 percent of the patient’s TBSA is
affected, saline moistened sterile dressings may be
applied.
 Wet and dirty clothes should be removed
 Do not use ointments (Salep), powders or complicated
bandages as these have to be removed upon
admission to allowadequate cleaning and assessment.
MANAJEMEN NYERI DAN
KECEMASAN
 Tutup luka bakar, hangatkan pasien,
elevasikan ekstremitas yang terkena
innjury
 Analgesik  Menjaga ventilasi, berikan
ketamine/morphine kadang diperlukan
sedasi
 Kecemasan dapat dikontrol dengan obat
jenis benzodiazepines.
Psychososial and Spiritual
Support
People with burn injuries may report:
 Feeling sad, anxious or irritable,
 Feeling helpless,
 Feeling hopeless,
 Feeling alone,
 Being concerned about potential changes in lifestyle,
appearance, physical limitations, etc.,
 Feeling sad or angry about the loss of property, loved
ones.

PENTING UNTUK MEMBERIKAN DUKUNGAN


PSIKOSOSIAL DAN SPIRITUAL
ASUHAN KEPERAWATAN
Primary Survey
• Airway: apakah jalan napas bebas?
Jangan lupa C-Spine control
• Breathing: apakah adekuat?
• Circulation: lakukan stabilisasi
• Disability: apakah ada patah tulang, dll
RIWAYAT KEJADIAN
 Apakah kecelakaan terjadi di ruang
tertutup, rumah, atau jala raya?
 Apakah ada ledakan atau kebakaran?
 Bagaimana penderita menyelamatkan
diri? Melompat atau jatuh dari
ketinggian?
 Apakah penyebab luka bakar?
 Adakah riwayat alergi?
 dll
PEMERIKSAAN FISIK DAN
PENUNJANG
 Review of System (B1-B6)
 Pemeriksaan laboratorium
 Pemeriksaan radiologis
 EKG
MASALAH KEPERAWATAN
 Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
 Defisit Volume Cairan
 Nyeri Akut
 Gangguan Elektrolit
 Kerusakan Integritas Kulit
 Resiko Infeksi
THANK YOU