Anda di halaman 1dari 50

LAPORAN RANCANGAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR PROFESI APARATUR SIPIL NEGARA

MENGOPTIMALKAN PEMBERIAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA


PASIEN ANAK DENGAN METODE FUN GAME

Oleh:
Ns. Dara Puspita Sari, S.Kep
NIP: 199407232019022007

KERJASAMA ANTARA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA


MANUSIA PROVINSI LAMPUNG DAN
BADAN KEPEGAWAIAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KABUPATEN PRINGSEWU
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN V
2019
LEMBAR PERSETUJUAN

JUDUL : Mengoptimalkan Pemberian Asuhan Keperawatan


di Ruang Anak RSUD Pringsewu

NAMA : Ns. Dara Puspita Sari, S.Kep

NIP : 19940723 201902 2 007

UNIT KERJA : RSUD Pringsewu

Telah disetujui berdasarkan seminar laporan Hasil Aktualisasi

Pada hari Jumat, tanggal 05 Juli 2019

DISETUJUI OLEH:

COACH MENTOR

Aris Supriyanto, SOS., MM Ns. Devi Ashari, S. Kep


NIP. 196905081999031006 NIP.197221221997031005

i
LEMBAR PENGESAHAN

RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS

NAMA : Ns. Dara Puspita Sari, S.Kep

NIP. : 19940723 201902 2 007

UNIT KERJA/MAGANG : RSUD Pringsewu

Telah disahkan berdasarkan seminar laporan Hasil Aktualisasi

Pada hari Jumat, tanggal 5 Juli 2019

COACH Penguji

Aris Supriyanto, SOS., MM Ir. Ahmad Alwi Siregar


NIP. 196905081999031006 NIP.195909191985031011

ii
KATA PENGANTAR

Tiada kata yang lebih indah dan pantas terucap selain Alhamdulillah
hanya milik Allah swt karena hanya dengan rahmat, karunia dan petunjuk-Nya
sehingga penulis mampu menyelesaikan rangkaian rancangan Aktualisasi
Nilai-Nilai Dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam bentuk Rancangan
aktualisasi yang berjudul “Mengoptimalkan Pemberian Asuhan
Keperawatan Pada Pasien Anak Dengan Metode Fun Game”. Shalawat
dan salam tercurah kepada junjungan Rasulullah SAW, keluarga, sahabat dan
para pengikut sunnahnya hingga hari kiamat.
Penulisan rancangan aktualisasi ini merupakan salah satu tugas
Latihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan V. Dalam rancangan ini terdapat
berbagai kegiatan yang telah penulis susun dengan menerapkan nilai-nilai
dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi atau biasa disingkat “ANEKA”.
Penulisan rancangan ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari
berbagai pihak, baik secara moril maupun materil. Untuk itu pada kesempatan
ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Kepala Badan Pelatihan Kesehatan Provinsi Lampung yang telah
memberikan kesempatan kepada Penulis untuk mengikuti prajabatan di
Badan Pelatihan Provinsi Lampung.
2. Bapak Aris Supriyanto, SOS., MM selaku Coach yang telah meluangkan
banyak waktu dan kesempatan untuk memberikan bimbingan, arahan dan
masukan sehingga laporan ini dapat terselesaikan.
3. Bapak Ns. Devi Ashari, S. Kep selaku Kepala Seksi Pelayanan
Keperawatan RSUD Pringsewu sekaligus Mentor yang telah banyak

iii
membantu memberikan arahan, saran dan kemudahan selama penulis
malaksanakan aktualiasi di tempat tugas.
4. Seluruh Widyaiswara yang telah memberikan materi dan bimbingan
sehingga proses prajabatan dan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN ini
berjalan lancar.
5. Segenap panitia dan pengasuh yang telah membimbing dan melatih kami
selama menjadi peserta diklat prajabatan.
6. Rekan-rekan diklat prajabatan golongan III angkatan V yang telah banyak
mengukir kisah serta kenangan dalam rangkaian metamorfosa menjadi
Aparatur Sipil Negara (ASN). Saling berbagi banyak informasi dan
pengalaman sehingga aktualisasi nilai-nilai dasar ASN ini dapat berjalan
lancar.
Akhirnya secara khusus penulis haturkan sembah dan sujud kepada
Ayahanda Alm. Suryadi dan ibu Sri Eliana tersayang yang telah merawat dan
membesarkan penulis, berkat do’a dan dorongan moral maupun materil
memberikan motivasi terbesar dalam menyelesaikan laporan ini. Serta kepada
semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan namanya satu persatu yang
telah memberi sumbangsih penulis mengucapkan banyak terima kasih. Tiada
daya dan upaya melainkan atas kehendak-Nya, semoga segala bantuan yang
diberikan memperoleh pahala disisi-Nya.
Penulis menyadari bahwa rancangan ini masih memerlukan banyak
perbaikan, olehnya itu penulis memohon maaf atas segala kesalahan dan
kekhilafan selama proses Latihan Dasar, dan penulisan rancangan ini seraya
mengharapkan sumbangan pemikiran berupa saran dan kritik konstruktif untuk
perbaikan selanjutnya.

iv
Semoga rancangan ini dapat memberikan gambaran hasil pemahaman
penulis terhadap materi-materi yang telah diberikan selama prajabatan dalam
rangka aktualisasi nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN). Serta
penerapannya kelak pasca prajabatan. Amin ya Robbal Alamin

Bandar Lampung, 4 Juli 2019


Penulis

Ns. Dara Puspita Sari, S.Kep


NIP. 19940723 201902 2 007

v
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL …………………………………………………………….

LEMBAR PERSETUJUAN …………………………………………………… i

LEMBAR PENGESAHAN.…………………………………………………… ii

KATA PENGANTAR …………………………………………………………. iii

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………. vi

BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………. 1

A. Latar Belakang ………………………………………………………… 1

B. Tujuan dan Manfaat …………………………………………………… 2

C. Ruang Lingkup ………………………………………………………… 4

D. Deskripsi Organisasi ………………………………………………….. 5

1. Profil Organisasi …………………………………………………… 5

2. Visi, Misi, Nilai-Nilai Organisasi ………………………………….. 6

3. Tupoksi ……………………………………………………………… 8

E. Deskripsi Isu ……………………………………………………………. 11

F. Analisis Isu ……………………………………………………………… 12

G. Argumentasi Terhadap Core Issue Terpilih ………………………… 14

BAB II PROSES PEMAHAMAN NILAI-NILAI ASN………………………… 15

A. Nilai-Nilai PNS ………………………………………………………… 15

vi
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI ……………………………………….. 21

A. Profil Lembaga ………………………………………………………... 21

B. Identifikasi Permasalahan ……………………………………………. 26

C. Rencana Kegiatan Aktualisasi ………………………………………. 27

D. Matrix Rancangan Aktualisasi ………………………………………. 31

E. Jadwal Kegiatan ………………………………………………………... 40

BAB IV PENUTUP …………………………………………………………..... 41

A. Kesimpulan...... ………………………………………………………... 41

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………….. 42

vii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia adalah Negara kesatuan yang terdiri dari ribuan pulau dengan
berbagai suku bangsa yang bernaung dalam bentuk Negara kesatuan Republik
Indonesia. Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang
melimpah, potensi sumber daya manusia, peluang pasar yang besar dan
demokrasi yang relatif stabil. Untuk dapat mengelola sumber daya alam yang
melimpah diharapkan Sistem Pemerintahan Negara Indonesia mempunyai
suatu sistem birokrasi dengan SDM nya yang berkualitas, yaitu PNS Profesional
yang saat ini dikenal dengan istilah ASN (Aparatur Sipil Negara).
Dalam UU No. 5 Tahun 2014 dijelaskan bahwa Aparatur Sipil Negara
(ASN) adalah Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian
Kerja yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas
dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi tugas Negara lainnya dan digaji
berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pembinaan terhadap ASN sangat
diperlukan dalam rangka menciptakan ASN yang mempunyai SDM yang
berkualitas.
Pendidikan dan pelatihan dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk
meningkatkan kualitas dan dan profesionalisme PNS. Peraturan lembaga
administrasi negara republik indonesia nomor 12 tahun 2018 tentang pelatihan
dasar calon pegawai negeri sipil yang profesional seperti tersebut di atas adalah
bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 34 ayat (7) Peraturan Pemerintah
Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, perlu
menetapkan Peraturan Lembaga Administrasi Negara tentang Pelatihan Dasar
Calon Pegawai Negeri Sipil.

1
Selain itu pendidikan dan pelatihan prajabatan merupakan pembekalan
komprehensif agar CPNS mempunyai pengetahuan, keterampilan dan
kemampuan untuk melaksanakan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara, sesuai
dengan peraturan kepala LAN –RI nomer 38 tahun 2014 tentang pedoman
penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan prajabatan CPNS golongan III, yang
menggunakan pola baru, peserta diklat mengikuti proses pembelajaran yang
mencakup nilai-nilai dasar profesi ASN yaitu ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika public, Komitmen mutu, Anti korupsi). Latihan dasar ini
dilaksanakan dalam rangka membentuk nilai-nilai dasar profesi ASN yang
nantinya akan diaktualisasikan di tempat tugas, sehingga nilai-nilai dasar profesi
ASN tersebut terpatri kuat dalam diri ASN.
Pada masa sekarang masyarakat semakin kritis terhadap segala aspek,
termasuk terhadap mutu pelayanan kesehatan yang berkualitas. Sejalan
dengan peningkatan pengetahuan dan tekhnologi, kebutuhan dan tuntutan
masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan semakin meningkat, baik
pelayanan yang bersifat preventif, promotif, maupun kuratif Hal ini menunjukkan
bahwa pandangan masyarakat terhadap kesehatan telah semakin meningkat,
terlihat dari kunjungan pasien ke RSUD Pringsewu. Maka dari itu perlu
pelayanan kesehatan yang tepat, cepat, dan akurat dengan berdasarkan nilai-
nilai ANEKA perlu dilaksanakan dengan baik.
Ruang anak RSUD Pringsewu merupakan salah satu ruang rawat inap
yang khusus untuk merawat pasien anak-anak. Selama proses perawatan, anak
dan orangtua dapat mengalami kejadian yang menurut beberapa penelitian
ditunjukan dengan pengalaman traumatic dan penuh dengan stress. Perasaan
yang sering muncul yaitu cemas, marah, sedih, takut, dan rasa bersalah
(Wulandari & Erawati, 2016). Dalam pemberian Asuhan Keperawatan masih
kurang optimal dan menyebabkan anak mengalami hospitalisasi dikarenakan
kurang optimalnya pemberian asuhan keperawatan. Oleh karena itu penulis
membuat rancangan aktualisasi yang berjudul “Mengoptimalkan Pemberian
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Anak Dengan Metode Fun Game”.

2
B. Tujuan dan Manfaat
1. Tujuan
a. Tujuan Umum
Peserta Diklat Prajabatan Golongan III diharapkan mampu
mengaktualisasikan nilai-nilai Dasar Profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS)
dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab di unit tempat bertugas,
yaitu RSUD Pringsewu.
b. Tujuan Khusus
Peserta Diklat Prajabatan Golongan III diharapkan mampu
mengaktualisasikan dengan kemampuan mengaktualisasikan lima nilai
dasar, yaitu:
1) Kemampuan mewujudkan akuntabilitas dalam melaksanakan tugas
jabatannya.
2) Kemampuan mengedepankan kepentingan nasional dalam
pelaksanaan.
3) Kemampuan menjunjung tinggi standar etika public dalam
pelaksanaan tugas jabatan.
4) Kemampuan berinovasi untuk peningkatan mutu pelaksanaan tugas
jabatan.
5) Kemampuan untuk tidak korupsi dan mendorong percepatan
pemberantasan korupsi di lingkungan instansi.
2. Manfaat
a. Peserta
1) Mampu menerangkan nilai-nilai akuntabilitas sehingga memiliki
tanggung jawab dan integritas terhadap tugas dan jabatan.
2) Mampu menerapkan nilai-nilai nasionalisme sehingga dapat bekerja
atas dasar semangat nilai-nilai Pancasila
3) Mampu menjunjung tinggi etika public dalam pelaksanaan tugas
dalam kehidupan sehari-hari

3
4) Mampu menerapkan nilai-nilai komitmen mutu sehingga
mewujudkan pelayanan yang prima di lingkungan kerja
5) Mampu menerapkan nilai-nilai anti korupsi didalam pelaksanaan
tugas di kehidupan sehari-hari
6) Mengaktualisasikan pelayanan public yang berkualitas sesuai
jabatannya kepada masyarakat/stakeholder yang dilayani.
b. Organisasi
1) Terwujudnya lingkungan kerja yang harmonis yang didasari nilai-
nilai ANEKA (akuntabilitas, nasionalisme, etika public, komitmen
mutu, dan anti korupsi)
2) Terwujudnya manajemen ASN yang baik yang dilakukan oleh
organisasi sehingga tersedia sumber daya aparatur sipil negara
yang unggul selaras dengan perkembangan zaman.

C. Ruang Lingkup Aktualisasi


Ruang lingkup Aktualisasi dan habituasi dilaksanakan dari tanggal 08 Juli 2019
hingga tanggal 19 Agustus 2019 yang bertempat di Ruang Anak RSUD
Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung.

D. Deskripsi Organisasi
1. Profil Organisasi

Pada awalnya RSUD Pringsewu adalah sebuah Poliklinik dengan


rawat tinggal yang mempunyai 10 tempat tidur, dan dikelola oleh Misi
Khatolik. RSUD Pringsewu telah mengalami perjalanan panjang dan telah
melampaui enam periode zaman pemerintahan yaitu Zaman Belanda,
Zaman Jepang, Kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru dan Reformasi,
menghantarkan embrio RSUD Pringsewu menjadi seperti sekarang ini.

Pada saat terjadi Agresi Belanda ke II tahun 1949 RSUD Pringsewu


di bumi hanguskan dan pada tahun 1952 dibangun kembali dengan 30 TT.

4
RSUD Pringsewu mulai berkembang dengan pesat mulai tahun 1990
setelah adanya penempatan dokter spesialis yaitu 4 (empat) bidang
spesialis dasar (Kebidanan, Bedah Umum, Kesehatan Anak, dan Penyakit
Dalam).

Pada tahun 1995 berdasarkan SK Menteri Kesehatan Republik


Indonesia nomor 106/Menkes/SK/I/1995 Rumah Sakit Umum Daerah
Pringsewu ditingkatkan kelasnya menjadi kelas C.

Hingga saat ini Manajemen Rumah Sakit terus berusaha untuk


meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan serta kepuasan pelayanan
melalui pengembangan organisasi, peningkatan sumber daya manusia,
pengembangan sarana dan prasarana pelayanan serta dengan peningkatan
pola pengelolaan keuangan yang sehat yang dapat menjadikan RSUD
Pringsewu sebagai institusi pemerintah yang profesional dan akuntabel.

Pada tanggal 16 Juni 2010 berdasarkan Peraturan Bupati Pringsewu


RSUD Pringsewu ditetapkan sebagai Instansi Pemerintah Daerah
Kabupaten Pringsewu yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan
Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD).

2. Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Organisasi


a. Visi RSUD Pringsewu:
Rumah Sakit Unggul dalam Pelayanan, Terwujudnya pelayanan prima di
RSUD Kabupaten Pringsewu
1) Meningkatkan perekonomian masyarakat yang berdaya saing dan
berwawasan gender.
2) Mempertahankan dan meningkatkan ketahanan pangan secara
berkualitas dan berwawasan lingkungan.
3) Penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang profesional dan
bersih dalam situasi yang kondusif.

5
b. Misi RSUD Pringsewu:
1) Memberikan pelayanan kesehatan yang prima dan berkualitas.
2) Meningkatkan profesionalisme Sumber Daya Manusia dan berakhlak
mulia.
3) Mengembangkan sistem keuangan, informasi dan pemasaran
Rumah Sakit Umum Daerah.
c. Tujuan RSUD Pringsewu:
Tujuan Strategis RSUD Pringsewu:
1) Tercapai nya pelayanan prima untuk kepuasan pelanggan.
2) Tersedia nya sumber daya manusia yang berkompoten dan
berkomitmen tinggi.
3) Kemandirian sistem keuangan informasi dan meejemen serta
promosi kesehatan rumah sakit.
d. Nilai-Nilai Organisasi
RSUD Pringsewu mempunyai nilai-nilai organisasi yaitu CERIA (Cepat,
Efisien, Ramah, Inovatif, Aman)

6
3. STRUKTUR ORGANISASI

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PRINGSEWU


KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2019

DIREKTUR
dr. Teddy, Sp. PD
NIP. 19710902 200212 1
006

Kelompok Jabatan KA. BAG. TATA USAHA


Fungsional Ns. Faseh Rahman, S.Kep, MM
NIP. 19770410 200312 1 004
1. SPI
2. KOMITE MEDIK
3. KOMITE
PENINGKATAN KA. SUB BAG KA. SUB BAG INFO MEDIK KA. SUB BAG UMUM & RT
MUTU DAN KEPEGAWAIAN Anita Yulvina, SKM, MKM Sulaksono, SKM
KESELAMATAN Darli Yonhas, Amd. Kep NIP. 19720706 199503 2 NIP. 19750523 199703 1
PASIEN 003 004
4. KOMITE FARMASI
DAN TERAPI
5. KOMITE
KEPERAWATAN
6. KOMITE TENAGA KA. BID. PERENCANAAN DAN KA. BID. PELAYANAN KA. BID. KEPERAWATAN
KESEHATAN LAIN KEUANGAN dr. Herman Syahrial Pujiharno, S.Kep
7. KOMITE PPI Imanda Amin Abri, SKM, MM NIP. 19690927 200212 1 003 NIP. 19671010 198802 1
8. KOMITE NIP. 19640117 198903 1 006
KOORDINASI
PENDIDIKAN
9. KOMITE ETIK DAN KASI PERENCANAAN & KASI PELAYANAN MEDIS KASI KEPERAWATAN
HUKUM PENGEMBANGAN Ledawati Yuhelmida Zainal Abidin, SKM
Suprianto, S.ST NIP. 19610412 198301 2 004 NIP. 19700112 199403 1 007
NIP. 19750923 199502 1 001
KASI KEUANGAN KASI PENUNJANG KASI PELAYANAN
Dian Fansuri, S.Kep, MPH PELAYANAN MEDIK KEPERAWATAN
NIP. 19740711 199703 1 002 Muhammad Yusuf Al-Aziz, Ns. Devi Ashari, S.Kep, M.Kes
SKM NIP. 19721221 199703 1 005
NIP. 19800508 200604 1 012

INSTALASI

7 Ruang/Poli/IGD/Unit
4. Tupoksi

URAIAN TUGAS PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP


a. Nama Jabatan : Perawat Pelaksana Ruang Rawat Inap

b. Pengertian : Seorang tenaga keperawatan


profesional yang diberi wewenang dan
ditugaskan untuk mengatur sekelompok
tenaga keperawatan dalam melakukan
asuhan keperawtan pada sekelompok
pasien di ruang perawatan

c. Persyaratan 1) Berijazah Ners minimal D3


Keperawatan
2) Jenjang Perawat Minimal Pra PK
3) Mempunyai bakat, minat, iman, dan
jujur
4) Berdedikasi tinggi
5) Dapat berkerja sama dengan bagian
lain
6) Cepat tanggap dan bertanggung
jawab
7) Sehat jasmani dan rohani
8) Sertifikat pelatihan BTCLS/BHD,
Komunikasi efektif, APAR,
manajemen nyeri dan hand higiene

d. Uraian Tugas 1) Melaksanakan serah terima pada


petugas pengganti
2) Secara lisan maupun tertulis, pada
saat pergantian dinas sesuai waktu
yang berlaku

8
3) Mengikuti pre dan post confrence
4) Menerima pasien baru sesuai dengan
prosedur dan ketentuan yang berlaku
5) Mempersiapkan dan memelihara
kebersihan ruang rawat dan
lingkungan
6) Memelihara peralatan perawatan dan
medis agar selalu dalam keadaan siap
pakai
7) Melaksanakan asuhan keparawatan
sesuai rincian kewenangan klinis yang
dimiliki
8) Menciptakan hubungan kerjasama
yang baik dengan pasien dan keluarga
9) Melaksanakan tugas pagi, sore,
malam dan hari libur secara bergilir
sesuai jadwal dinas
10) Menciptakan dan memeihara suasana
kerja yang baik antar psien dan
keluarga sehingga tercipta
ketenangan
11) Mengikuti pertemuan berkala yang di
adakan oleh kepala ruangan/ kepala
bidang keperawatan
12) Meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan bidang keperawatan
antara lain dengan pertemuan ilmiah
dan penataran
13) Melaksanakan system pencatatan dan
pelaporan asuhan keperawatan yang

9
tepat benar, sehingga tercipta system
informasi rumah sakit yang dapat di
percaya
14) Memegang teguh rahasia jabatan
15) Mengisi loog book

e. Tanggung Jawab : Dalam melaksanakan tugasnya perawat


pelaksana di ruang bertanggung jawab
kepada ketua tim dan kepada kepala
ruangan terhadap hal hal berikut
1) Kebenaran dan ketepatan dalam
memberikan asuhan keperawatan
sesuai standar
2) Kebenaran dan ketepatan dalam
mendkumentasikan asuhan
keperawatan yang dilakukan
f. Wewenang 1) Meminta asuhan dan petunjuk kepada
atasan
2) Memberikan asuhan keperawatan
kepada pasien sesuai kemampuan dan
batas kewenangan

10
E. Deskripsi Isu
Sebagaimana yang telah ditetapkan dalam UU No. 5 Tahpengun 2014,
tentang tugas ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik dan
sebagai perekat dan pemersatu bangsa, seorang ASN yang memiliki nilai-nilai
dasar, sesuai dengan standar kompetensi jabatannya. Oleh sebab itu, dalam
rancangan aktualisasi ini, penulis mengangkat beberapa isu antara lain
1. Kurang optimalnya pemberian asuhan keperawatan pada pasien anak
Masih belum optimalnya peran perawat dalam pemberian asuhan
keperawatan pada pasien anak yang menyebabkan anak mengalami
hospitalisasi. Untuk itu diperlukan pengoptimalan asuhan keperawatan pada
anak untuk mengurangi hospitalisasi
2. Komunikasi terapeutik perawat kepada pasien dan keluarga pasien
masih kurang efektif
Komunikasi yang terjalin antara perawat dan klien maupun keluarga sudah
berjalan cukup baik namun peningkatan tetap di perlukan
3. Komunikasi perawat dengan tenakes lain dalam tatalaksana asuhan
keperawatan masih kurang efektif
Komunikasi perawat dengan tenakes lain yang sudah terjalin sejauh ini
sudah cukup baik namun masih perlu peningkatan agar tercapainya
kesembuhan pasien yang optimal
4. Kurang optimalnya penggunaan alat pelindung diri (APD) pada
petugas kesehatan
Dalam melakukan tindakan medis petugas kesehatan sering tidak
menggunakan alat pelindung diri (APD)

11
F. Analisis Isu
Berdasarkan deskripsi isu di atas, maka perlu dipilih isu prioritas yang
akan diselesaikan dalam pelaksanaan aktualisasi. Kepner dan Tragoe (1981)
menyatakan pentingnya suatu masalah dibandingkan masalah lainnya dapat
dilihat dari tiga aspek berikut:
1. Bagaimana gawatnya masalah dilihat dari pengaruhnya sekarang ini
terhadap produktivitas, orang, dan / atau sumber dana dan daya?
2. Bagaimana mendesaknya dilihat dari waktu yang tersedia?
3. Bagaimana perkiraan yang terbaik mengenai kemungkinan berkembangnya
masalah?
Pada penggunaan Matrix USG, untuk menentukan suatu masalah yang
prioritas, terdapat tiga factor yang perlu dipertimbangkan. Ketiga factor tersebut
adalah urgency, seriousness, dan growth.
Urgency berkaitan dengan mendesaknya waktu yang diperlukan untuk
menyelesaikan masalah tersebut. Semakin mendesak suatu masalah untuk
diselesaikan maka semakin tinggi urgency masalah tersebut.
Seriousness berkaitan dengan dampak dari adanya masalah tersebut
terhadap organisasi. Dampak ini terutama yang menimbulkan kerugian bagi
organisasi seperti dampaknya terhadap produktivitas, keselematan jiwa
manusia, sumber daya atau sumber dana. Semakin tinggi dampak masalah
tersebut terhadap organisasi maka semakin serius masalah tersebut.
Growth berkaitan dengan pertumbuhan masalah. Semakin cepat
berkembang masalah tersebut maka semakin tinggi tingkat pertumbuhannya.
Suatu masalah yang cepat berkembang tentunya semakin prioritas untuk diatasi
masalah tersebut.
Penilaian terhadap matrix USG sangat ditentukan oleh subyektivitas
pendapat ahli, sehingga untuk mengurangi tingkat subyektivitas dalam
menentukan masalah prioritas maka perlu menetapkan kriteria untuk masing-
masing unsur USG tersebut. Umumnya menggunakan skor dengan skala
tertentu. Misalnya menggunakan skor skala 1-5, disebut skala Likert. Semakin

12
tinggi tingkat urgensi, serius, atau pertumbuhan masalah tersebut, maka
semakin tinggi skor untuk masing-masing unsur tersebut.

SKOR
NO IDENTIFIKASI ISU TOTAL RK
U S G
1 Kurang optimalnya pemberian 5 4 4 13 1
asuhan keperawatan pada
pasien anak
2 Komunikasi terapeutik perawat 4 3 3 10 3
kepada pasien dan keluarga
pasien masih kurang efektif
3 Komunikasi perawat dengan 4 3 4 11 2
tenakes lain dalam tatalaksana
asuhan keperawatan masih
kurang efektif
4 Kurang optimalnya penggunaan 4 4 3 11 4
alat pelindung diri (APD) pada
petugas kesehatan
Tabel 1
Kriteria Penetapan skala Likert yaitu:
URGENCY SERIOUSNESS GROWTH
5 : Sangat Mendesak 5: Akibat yang ditimbulkan 5: Sangat berkembang
4: Mendesak sangat serius 4: Berkembang
3: Cukup mendesak 4: Akibat yang ditimbulkan 3: Cukup berkembang
2: Kurang mendesak serius 2: Kurang berkembang
1: Tidak mendesak 3: Akibat yang ditimbulkan 1: Tidak berkembang
cukup serius
2: Akibat yang ditimbulkan
kurang serius
1: Akibat yang ditimbulkan
tidak serius

Hasil analisis teknik USG tersebut menunjukkan bahwa skor isu yang
terbesar adalah isu nomor satu. Maka kesimpulan yang diperoleh mengarah
pada isu kurang optimalnya pemberian asuhan keperawatan pada pasien anak.
Berdasarkan hasil tersebut dapat dirumuskan gagasan pemecahan isu yaitu:
“Mengoptimalkan pemberian asuhan keperawatan pada pasien anak”.

13
G. Argumentasi Terhadap Core Issue Terpilih
Isu yang terpilih yaitu kurang optimalnya pemberian asuhan keperawatan
pada pasien anak. Hasil tersebut berdasarkan pertimbangan nilai skor USG
tertinggi. Analisis terhadap skor-skor tersebut adalah:
Pertama, factor urgency. Masalah yang paling cepat harus ditangani
adalah Mengoptimalkan pemberian asuhan keperawatan pada pasien anak.
Nilai masalah tersebut paling tinggi karena memiliki tingkat kepentingan sangat
tinggi diantara isu yang lain, yaitu memperoleh skor tertinggi 5. Isu tersebut akan
berdampak positif jika segera diatasi dengan mengoptimalkan pemberian
asuhan keperawatan pada pasien anak.
Kedua, factor seriousness. Berdasarkan factor seriousness maka isu
yang memiliki skor tertinggi adalah isu kurang optimalnya pemberian asuhan
keperawatan pada pasien anak. Isu tersebut memperoleh skor 4 yang memiliki
makna bahwa jika isu tersebut tidak diatasi maka akan berdampak serius.
Ketiga, factor growth. Skor tertinggi pada factor growth adalah isu kurang
optimalnya pemberian asuhan keperawatan pada pasien anak. Skor yang
diperoleh adalah 4, yaitu berkembang. Artinya isu ini akan berkembang jika tidak
segera diatasi.

14
BAB II
PROSES PEMAHAMAN NILAI-NILAI ASN

A. Nilai-Nilai ASN
Sesuai latar belakang pada bab pendahuluan bahwa ASN harus mampu
mengimplementasikan nilai-nilai dasar profesi PNS berikut penjelasan dari nilai-
nilai tersebut:
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas mengacu pada harapan implisist atau eksplisit bahwa
keputusan atau tindakan seorang akan di evaluasi oleh pihak lain dan hasil
evaluasinya dapat berupa reward atau punishment. Akuntabilitas yang
dlakukan oleh PNS tersebut mengalami permasalahan dalam transpransi dan
akses informasi, penyalahgunaan wewenang, penggunaan sumberdaya milik
negara dan konflikkepentingan, tidak terlibat dalam politik praktis, melayani
warga secara adil dan konsisten dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
(Lembaga Administrasi Negara, 2015).
PNS yang akuntabel adalah PNS yang mampu mengambil pilihan yang
tepat ketika terjadi konflik kepentingan, tidak terlibat dalam politik praktis,
melayani masyarakat secara adil dan konsisten dalam menjalankan tugas dan
fungsinya.
Terdapat beberapa aspek akuntabilitas, yaitu
a. Akuntabilitas adalah sebuah hubungan
Hubungan yang dimaksud adalah hubungan dua pihak antara
individu/kelompok/institusi dengan negara dan masyarakat
b. Akuntabilitas berorientasi pada hasil
Hasil yang diharapkan dari akuntabilitas adalah perilaku aparat pemerintah
yang bertanggung jawab, adil dan inovativ
c. Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan
Laporan kinerja adalah perwujudan dari akuntabilitas.
d. Akuntabilitas memerlukan konsekuen

15
Akuntabilitas adalah kewajiban menunjukan tanggung jawab dan
menghasilkan konsekuensi
e. Akuntabilitas memperbaiki kinerja
Tujuan utama akuntabilitas adalah untuk memperbaiki kinerja PNS dalam
memberikan layanan
2. Nasionalisme
Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap pegawai ASN. Bukan
sekedar wawasan saja tetapi kemampuan mengaktualisasikan nasionalisme
dalam menjalankan fungsi dan tugasnya merupakan hal yang lebih penting.
ASN yang memiliki nasionalisme yang kuat memiliki orientasi berpikir
mementingkan kepentingan publik, bangsa, dan negara, serta mampu
menerapkan nilai-nilai Pancasila dan semangat nasionalisme serta wawasan
kebangsaan dalam setiap pelaksanaan fungsi dan tugasnya sesuai bidangnya
masing-masing (Lembaga Administrasi Negara, 2015).
Nilai-nilai yang terkandung dalam nasionalisme pancasila diantaranya
adil dan tidak diskriminasi, profesional dan berintegritas, menjunjung tinggi
keadilan, disiplin. Untuk mewujudkan ASN dengan semangat nasionalisme
tinggi, beberapa indikator yang dilakukan untuk mencapai keberhasilan adalah
sebagai berikut :
a. Memiliki pemahaman tentang keragaman bangsa dilihat aspek sejarah,
budaya, dan tingkat kemajuan sosial ekonomi dan implikasinya terhadap
manajemen kebijakan dan pelayanan public
b. Mengenali nilai- nilai perjuangan kemerdekaan, keteladanan dari para
pendiri bangsa, dan menjadikannya sebagai sumber motivasi dan inspirasi
dalam penyelenggaraan pemerintahan
c. Menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai gotong royong dan
kebersamaan sebagai modal sosial dan kultural penyelenggaraan
kegiatan pemerintahan.

16
3. Etika Publik
Etika publik merupakan refleksi tentang standar/norma yang
menentukan baik/buruk, benar/salah prilaku, tindakan dan keputusan untuk
mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab
pelayanan publik. Integritas publik menuntut para pemimpin dan pejabat publik
untuk memiliki komitmen moral dengan mempertimbangkan keseimbangan
antara penilaian kelembagaan, dimensi-dimensi pribadi, dan kebijaksanaan
didalam pelayanan publik (Haryatmoko, 2001).

Sementara itu, nilai-nilai dasar etika publik yaitu,


a. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila.
b. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan
Republik Indonesia 1945.
c. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
d. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
e. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
f. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
g. Mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.
h. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program
pemerintah.
i. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat,
akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun.
j. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
k. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
l. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
m. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
n. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai
perangkat sistem karir.

17
4. Komitmen Mutu
Mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yang diberikan
kepada pelanggan (costumer) sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya,
dan bahkan melampaui harapan. Mutu merupakan salah satu standar yang
menjadi dasar untuk mencapai hasil kerja. Mutu juga dapat digunakan sebagai
alat pembeda atau pembanding dengan produk/jasa sejenis lainnya, yang
dihasilkan oleh lembaga lain sebagai pesaing.
Dalam meningkatkan mutu terdapat 4 komponen yang harus dipenuhi, yaitu,
efektifitas, efisiensi, kreatifitas dan inovasi.
a. Efektifitas organisasi berarti sejauh mana organisasi dapat mencapai
tujuan yang ditetapkan, atau berhasil mencapai apapun yang
dikerjakannya. Efektivitas organisasi tidak hanya diukur dari performance
untuk mencapai target sesuai rencana baik dari aspek mutu, kuantitas,
ketepatan waktu, dan alokasi sumber daya, melainkan juga diukur dari
kepuasan dan terpenuhinya kebutuhan pelanggan (customers)
b. Efisiensi organisasi adalah jumlah sumber daya yang digunakan untuk
mencapai tujuan organisasional. Efisiensi dapat diukur dari ketepatan
realisasi penggunaan sumber daya dan bagaimana pekerjaan
dilaksanakan sehingga dapat diketahui ada tidaknya pemborosan sumber
daya, penyalahgunaan alokasi, penyimpangan prosedur, dan mekanisme
yang keluar alur (penghematan biaya, waktu, tenaga dan pikiran dalam
menyelesaikan kegiatan)
c. Berpikir kreatif adalah suatu cara berpikir dimana seseorang mencoba
menemukan hubungan-hubungan baru untuk memperoleh jawaban baru
terhadap suatu masalah. Kreativitas pada umumnya berkaitan dengan
kemampuan dan keuletan untuk berupaya menemukan ide-ide ataupun
hal-hal baru. Tuntutan globalisasi yang tengah melanda dunia di berbagai
sektor pelayanan publik menjadikan masyarakat semakin kritis untuk
mendapatkan pelayanan terbaik dari pemerintah. Oleh karena itu setiap
pelayanan harus diupayakan selalu dapat dicari pemecahan

18
permasalahan yang ada untuk dapat dicarikan solusi yang dapat segera
dikerjakan secara kreatif.
d. Inovasi adalah kegiatan yang meliputi seluruh proses menciptakan dan
menawarkan jasa atau barang baik yang sifatnya baru, lebih baik atau lebih
murah dibandingkan dengan yang tersedia sebelumnya. Sebuah inovasi
dapat berupa produk atau jasa yang baru, teknologi proses produksi yang
baru, sistem struktur dan administrasi baru atau rencana baru bagi anggota
administrasi (Richard L. Daft, 2010).

Nilai-nilai dasar dalam menjalankan komitmen mutu yaitu,


a. Adanya komitmen bagi kepuasan masyarakat
b. Pemberian layanan yang cepat, tepat dan senyum
c. Pemberian layanan yang dapat memberikan perlindungan kepada publik
d. Pendekatan ilmiah dan inovatif dalam pemecahan masalah
e. Upaya perbaikan secara berkelanjutan

5. Anti Korupsi
Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yang artinya
kerusakan, kebobrokan, dan kebusukan. Korupsi sering dikatakan sebagai
kejahatan luar biasa karena dampaknya yang luar biasa menyebabkan
kerusakan baik dalam ruang lingkup pribadi, keluarga, masyarakat, dan
kehidupan yang lebih luas yang tidak hanya berdampak buruk dalam kurun
waktu yang pendek, namun juga secara jangka panjang (Lembaga
Administrasi Negara, 2015).
Adapun nilai-nilai anti korupsi yang diidentifikasi oleh KPK yaitu jujur, peduli,
mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras sederhana, berani dan adil.

19
Agar prilaku anti korupsi dapat diwujudkan, maka terdapat beberapa indikator
keberhasilan, yaitu :
a. Mampu mengidentifikasi sikap dan perilaku yang mengarah dan atau
termasuk prilaku korupsi.
b. Mampu menjelaskan cara-cara menghindari prilaku korupsi.
c. Mampu menjelaskan risiko dari tindakan korupsi bagi dirinya, keluarga, dan
masyarakat secara keseluruhan.

20
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI

Unit Kerja : Rumah Sakit Umum Kabupaten Pringsewu


Identifikasi Isu :
1. Kurang optimalnya pemberian asuhan keperawatan
pada pasien anak
2. Komunikasi terapeutik perawat kepada pasien dan
keluarga pasien masih kurang efektif
3. Komunikasi perawat dengan tenakes lain dalam
tatalaksana asuhan keperawatan masih kurang efektif
4. Kurang optimalnya penggunaan alat pelindung diri
(APD) pada petugas kesehatan
Isu Yang Diangkat : Kurang optimalnya pemberian asuhan keperawatan pada
pasien anak
Gagasan Pemecahan Isu : Penggunaan metode fun game untuk mengoptimalkan
pemberian asuhan keperawatan pada pasien anak

Formulir 1.a : Rancangan Aktualisasi

Nama Peserta Ns. DARA PUSPITA SARI S.Kep

Tugas/Jabatan (sesuai formasi) PERAWAT AHLI PERTAMA

A. PROFIL LEMBAGA

A Nama Satuan Kerja RSUD KABUPATEN PRINGSEWU


Rumah Sakit Unggul dalam Pelayanan, Terwujud
B Visi Satuan Kerja
nya pelayanan prima di RSUD Kabupaten
Pringsewu
Misi RSUD pringsewu sebagai berikut :
C Misi Satuan Kerja
a. Memberikan pelayanan yang prima dan
berkulitas.
b. Meningkatkan propesionalisme sumber daya
manusia dan berahlak mulia.
21
c. Mengembangkan system keuanagan,
informasi dan pemasaran Rumah Sakit Umum
Daerah.

D Struktur Organisasi pada (terlampir)


Satuan Kerja
E Tugas Satuan Kerja Tujuan Strategis RSUD :
a. Tercapai nya pelayanan prima untuk kepuasan
pelanggan.
b. Tersedia nya sumber daya manusia yang
berkompoten dan berkomitmen tinggi.
c. Kemandirian sistem keuangan informasi dan
meejemen serta promosi kesehatan rumah
sakit.
Moto RSUD Pringsewu adalah :
C : Cepat
E : Efisien
R : Ramah
I : Inovatif
A: Aman
Bagian ketiga kedudukan,Tugas Pokok,dan Fungsi
Rumah Sakit,.
pasal 7
a. RSUD Pringsewu berkedudukan sebagai
rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten
Pringsewu yang merupakan unsur pendukung
tugas Bupati di bidang pelayanan kesehatan
yang di pimpin oleh seorang Direktur.
b. RSUD Pringsewu bersifat otonom dalam
peleyenggaraan tata kelola rumah sakit dan
tata kelola klinis serta menerapakanpola
pengelolaan keuangan badan layanan umum
daerah.
c. RSUD Pringsewu sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) dalam peleyengaraan tata kelola
rumah sakit dan tata kelola klinis dibina dan
bertanggung jawab kepada dinas yang
menyelenggarakan Urusan Pemerintahan di
bidang kesehatan.

22
d. Pembina tata kelola ruah sakit dan tata kelola
klinis serta pertanggung jawabkan
sebagaimana dimaksud pada ayat-ayat (3),di
laksanakan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan di bidang
kesehatan.
e. Rumah sakit sebagai unit organisasi sebagai
mana di aksud pada ayat (1) bersifat
fungsional dan unit layanan yang bekrja secara
propesional
f. Rumah sakit mempunyai tgas pokok
menyelengarakan pelayanan kesehatan
dengan upaya penyembuhan, pemulihan,
peningkatan, pencegahan pelayanan
rujukan,dan menyelenggarakan pendidikan
dan laithan,penelitian dan pengembangan
serta pengabdian masyarakat.
g. Untuk meleyenggarakan tugas pokok sebagai
mana yang di maksud pada ayat (3) rumah
sakit memunyi fungsi :
1) Perumusan kebijakan teknis di bidang
pelayanan kesahatan ;
2) Pelayanan penunjang dalam
menyelenggarakan pemerintahan daerah
di bidang pelayanan kesehatan.
3) Penyusunan rencana danprogram,
monitoring ,evaluasi serta pelaporan di
bidang pelayanan kesehatan.
4) Pelayanan medis.
5) Pelayanan penunjang medis dan non
medis.
6) Pelayanan keperawatan.
7) Pelayanan perujukan.
8) Pelaksanaan dan pendidikan pelataihan.
9) Pelaksanaan penelitian dan
pengembangan serta pengabdian
masyarakat.
10) Pengelolahan keuagan dan akuntasi.
11) Pengelolaan urusan kepegawaian ,hukum,
hubungan masyarakat, organisasi dan
tatalaksana, serta rumah tangga,
perlengkapan dan umum.
F Tugas Unit/Atasan Untuk melaksanakan rincian tugas Sub Bagian
Langsung/Mentor Kepegawaian mempunyai fungsi :

23
a. Pengelolaan Administrasi Kepegawaian
b. Pengelolaan Ketatausahaan Kepegawaian
c. Pembinaan dan Pengembangan SDM
d. Pelaksanaan Monitoring, evaluasi dan
pelaporan kegiatan di lingkup Sub Bagian
Kepegawaian RSUD Pringsewu
Untuk melaksanakan fungsi, Sebagai Kepala Sub
Bag Kepegawaian mempunyai rincian sebagai
berikut :
a. Menyusun rencana kegiatan dan rencana
anggaran bagian kepegawaian
b. Mendistribusikan tugas dan memberikan
petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan
c. Mengkoordinasikan kegiatan bawahan
d. Memantau kegiatan bawahan dalam rangka
tugas
e. Menyelenggarakan absensi untuk mengetahui
tingkat kedisiplinan pegawai
f. Membuat surat teguran atau peringatan
kepada pegawai yang tidak disiplin
g. Membuat daftar penilaian pelaksanaan kerja
setian tahun untuk mengetahui kinerja
pegawai
h. Mengusulkan surat cuti pegawai, karpeg,
karsu, taspen, di lingkungan RSUD Pringsewu
i. Mengusulkan prajabatan bagi calon pegawai
negeri sipil
j. Mengusulkan ujian dinas bagi pegawai yang
telah memenuhi syarat
k. Mengusulkan dan megirimkan kepegawaian
untuk melaksanakan atau mengikuti
pendidikan dan pelatihan
l. Membuat surat keputusan mutasi pegawai dari
satu unit ke unit lain
m. Mengusulkan SK kenaikan gaji berkala
n. Mengusulkan kenaikan pangkat bagi pegawai
yang sudah memenuhi syarat pengangkatan
o. Membuat rencana kebutuhan pegawai dan
mempertimbangkan standar yang di butuhkan
bedasarkan jumlah, pendidikan serta
persyaratan lainya agar pemenuhan tenaga
kesehatan dapt terencana dengan baik
p. Mendistribusikan tenaga kesehatan yang
tersedia dengan memperhatiakan rencana
24
kebutuhan dan jumlah tenaga yang sudah ada
pada suatu unit kerja agar menempatkan
tenaga tersebut agar sesuai dengan rencana
yang telah ditetapkan
G Rincian Tugas dan Tugas Pokok dan Fungsi:
Fungsi dan atau Tugas Fungsi pokok :
Tambahan, dan atau
Kegiatan Inisiatif Sendiri Melaksanakan asuhan keperawatan pada
dengan Persetujuan pasien dan keluarga.
Atasan a. melaksanakan serah terima kepada
petugas pengganti secara lisan maupun
secara tertulis,ada saat pergantian dinas
sesuai waktu yang berlaku.
b. mengikuti fre dan fre post comprerence.
c. menerima pasien baru sesuai dengan
prosedur yang berlaku.
d. Mempersiapkan dan memelihara
kebersihan ruang rawat dan lingkungan
nya.
e. Memelihara peralatan dan perawatan medis
agar selalu dalam keadaan siap pakai.
f. Melaksanakan Asuhan keperawatan sesuai
rincian kewenangan klinis yang di miliki.
g. Menciptakan hubungan kerja sama yang
baik (Therapaeutic Relation Shift) dengan
pasien dan keluraga nya.
h. Melaksnakan tugas pagi, sore ,malam ,dan
hari libur sesui jadwal dinas.
i. Menciptakan dan memelihara suasana
kerja yang baik antar pasien dan keluaraga
sehingga tercipta ketenangan.
j. Mengikuti pertemuan berkala yang di
adakan oleh kepala ruangan/kepala bidang
keperawatan.
k. Meningkatakan pengetahuan dan
keterampilan di bidang keperawatan
anatara lain: mealui pertemuan ilmiah dan
penataran.
l. Melaksanakan sistem pencatatan dan
pencatatan Asuhan keperawatan yang tepat
dan benar sehingga tercipta system
informasi rumah sakit yang dapat di percaya
(akurat).
m. Memegang teguh rahasia jabatan

25
Tugas Tambahan:
Melakukan tugas lain selain Tupoksi sesuai
perintah atasan
Inisiatif Sendiri dengan Persetujuan Atasan:
Melengkapi pengisian Rekam Medis

B. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DALAM PELAKSANAAN TUGAS DAN


ALTERNATIF SOLUSI

URAIAN TUGAS
NO PERMASALAHAN SOLUSI
(sesuai point 1G)
1 Kurang optimalnya Optimalisasi peningkatan pre
Mengikuti pre dan
pelaksanaan pre dan dan post conference
post conference
post conference
2 Mengukur tanda- Ketidakakuratan data Memaksimalkan
tanda vital pada yang di dapatkan pengumpulan data pasien
pasien secara akurat dan
didokumentasikan

3 Kurang adanya hiburan Melakukan metode fun game


Menyiapkan terapi
untuk anak untuk mengurangi
bermain untuk
hospitalisasi pada anak
pasien anak
4 Memberikan obat Kurangnya efektifitas Meningkatkan kehati hatian
pada pasien dalam menyiapkan perawat dalam pemberian
obat yang sesuai obat sesuai Standart
dengan SOP Operasional Prosedur (SOP)
serta melakukan
pendokumentasian

5 Membuat laporan Kurangnya bukti Meningkatkan keefektifan dan


asuhan setelah dilakukan efisiensi pendokumentasan
keperawatan tindakan keperawatan tindakan asuhan keperawatan

26
C. RENCANA KEGIATAN AKTUALISASI SESUAI NILAI-NILAI DASAR PNS

NILAI DASAR YANG AKAN


KEGIATAN YANG AKAN DIAKTUALISASIKAN DALAM KEGIATAN:
NO
DILAKUKAN AKUNTABILITAS, NASIONALISME, ETIKA
PUBLIK, KOMITMEN MUTU, ANTI KORUPSI
1. Akuntabilitas
Mengikuti pre dan post
conference Tanggung jawab
Menyusun Asuhan Keperawatan dengan penuh
rasa tanggung jawab dan memperhatikan
kebutuhan dasar pasien dengan mengagacu
standar operasional
Nasionalisme
Musyawarah
Saya akan melakukan Koordinasi dengan
mentor secara musyawarah untuk menentukan
waktu dan rancanan pelaksanaan kegiatan
aktualisasi yang akan di lakukan di lingungan
tempat kerja
Etika public
Komunikasi dan kerjasama
Saya akan berkomunikasi dan bersikap sopan
saat melakukan diskusi
Komitmen Mutu
Saya akan bersikap ramah dan memberikan
pelayanan yang baik sehingga mentor dapat
memotivasi dalam perencanaan aktualisasi
Anti Korupsi
Saya akan berkonsultasi dengan mentor tanpa
melakukan gratifikasi dan suap
2 Mengukur tanda-tanda vital Akuntabilitas
pada pasien
Tanggung Jawab
Tanggug jawab penulisan hasil ttv dapat di
percaya karena saya akan melakukannya
secara aktual dan mencatat hasil pengukuran

27
Nasionalisme
Menghargai perbedaan
Dalam pelaksanaan kegiatan pengukuran TTV
saling menghargai dan tidak membedakan
agama, ras, suku
Etika publik
Ramah, sopan dan santun
Melaksanakan kegiatan dengan menggunakan
kalimat santun dan mudah dimengerti pasien
Komitmen Mutu
Inovatif
Pengukuran TTV menggunakan Metode
pengalihan perhatian merupakan inovasi dalam
kegiatan yang bertujuan agar pasien tidak takut
dan tetap tenang
Anti Korupsi
Disiplin
Melaksanakan jegiatan sesuai dengan disiplin
waktu yang telah ditetapkan dengan tidak
menunda.
3 Akuntabilitas
Menyiapkan terapi bermain
untuk pasien anak Kejelasan
Saya akan membuat materi fun game yang
akan dilakukan di dalam SAP dan Media
permainan dengan jelas sehingga mudah
dipahami
Nasionalisme
Menghargai perbedaan
Saya akan membuat materi di dalam SAP dan
Media permainan tidak mengandung unsur
yang menyinggung SARA (Suku, Adat, Ras,
Agama)

28
Etika publik
sopan dan santun
Saya akan membbuat materi SAP dan Media
permainan menggunakan kalimat santun dan
mudah dimengerti
Komitmen Mutu
Inovatif
Saya akan membuat Media permainan
semenarik mungkin sehingga anak tertarik
untuk melihatnya
Anti Korupsi
Saya akan membuat SAP dan Media
permainan dengan tidak meminta dana kepada
rumah sakit
4 Memberikan obat pada pasien Akuntabilitas
Tanggung Jawab
Memberikan obat pada pasien dengan penuh
tanggung jawab dengan prinsip 6 benar
Nasionalisme
Semua pasien berhak mendapat obat sesuai
kebutuhan, dan penjelasan tentang obat yang di
dapat
Etika publik
Ramah
Memberi obat kepda pasien dengan bahasa
yang mudah di pahami dan menggunakan
bahasa yang ramah
Komitmen Mutu
Efisiensi
Melakukan pemberian obat dengan cepat dan
tepat sesai dengan standar

29
Anti Korupsi
Jujur
Mmemberikan obat sesuai dengan dosisyang di
butuhkan tanpa mengurangi untuk kepentingan
pribadi
5 Membuat laporan asuhan Akuntabilitas
keperawatan
Tanggung Jawab
Kegiatan dilakukan sesuai dengan standar
operasional prosedur dan dengan tanggung
jawab
Nasionalisme
Adil
Mengisi dan melengkapi semua asuhan
keperawatan pasien tanpa membedakan sastu
sama lain
Etika publik
Ramah
Dalam pelaksanaan operan dinas, ronde
keperawatan dan menanyakan keadaan klien
dilakukan dengan ramah
Komitmen Mutu
Inovatif
Pada saat pelaksanaan kegiatan melakukan
komunikasi tidak hanya ke keluarga namun juga
pasien anak di ajak komunikasi
Anti Korupsi
Jujur
Dalam pelaksanaan kegiatan tidak meminta
pasien untuk membayar dan menyampaikan
bahwa penyuluhan juga merupakan tugas
perawat

30
D. Matrix Rancangan Aktualisasi

Form 1.b Rancangan Aktualisasi Nilai – Nilai Dasar

No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Nilai Dasar Kontribusi Penguatan


kegiatan Terhadap Visi-Misi Nilai-nilai
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1. Melakukan a) Melakukan Output kegiatan: Akuntabilitas : Kegiatan Operan Kegiatan
kegiatan pre konsultasi a) Rencana Tanggung jawab dinas untuk melakukan
dan post dengan mentor Asuhan Menyusun Asuhan menyusun asuhan operan dinas
conference tentang Keperawatan Keperawatan keperawatan memiliki
pemecahan isu Harian dengan penuh rasa mempunyai keterkaitan
Sumber b) Perawat b) Dokumentasi tanggung jawab keterkaitan dengan dengan nilai
kegiatan : Bersama KATIM foto kegiatan dan memperhatikan misi RSUD yaitu RSUD nilai
TUPOKSI dan KARU kebutuhan dasar Memberikan Efisien, Ramah,
Melakukan pre pasien dengan pelayanan Aman
confrence mengagacu standar kesehatan yang
c) Perawat operasional prima dan
bersama KATIM Nasionalisme: berkualitas.
dan KARU Musyawarah
melakukan Saya akan Serta mempunyai
operan dinas melakukan keterkaitan dengan
masing masing Koordinasi dengan misi Kabupaten
pasien dengan mentor secara Pringsewu yaitu
berkeliling ke musyawarah untuk peningkatan kualitas
setiap pasien menentukan waktu SDM yang sehat,
d) Perawat dan rancanan cerdas dan
Bersama KATIM pelaksanaan berkarakter melalui,

31
dan KARU kegiatan aktualisasi pendidikan,
melakukan Post yang akan di keagamaan dan
Confrence lakukan di sosial
lingungan tempat kemasyarakatan.
kerja
Etika Publik:
Komunikasi dan
kerjasama
Saya akan
berkomunikasi dan
bersikap sopan
saat melakukan
diskusi
Komitmen Mutu:
Saya akan bersikap
ramah dan
memberikan
pelayanan yang
baik sehingga
mentor dapat
memotivasi dalam
perencanaan
aktualisasi
Anti Korupsi:
Saya akan
berkonsultasi
dengan mentor
tanpa melakukan
gratifikasi dan suap

32
2. Mengukur a) Melakukan Output kegiatan: Akuntabilitas : Melaksanakan Kegiatan
Tanda Tanda konsultasi a) Catatan Hasil Tanggung Jawab pengukuran dengan pengukuran TTV
Vital dengan mentor TTV pasien Tanggug jawab prima dan akuntabel memiliki
dalam b) Dokumentasi penulisan hasil ttv keterkaitan dengan keterkaitan
Sumber pemecahan isu Foto dapat di percaya misi RSUD yaitu dengan nilai
kegiatan: b) Mempersiapkan karena saya akan Memberikan RSUD ’CERIA’’
TUPOKSI perlengkapan melakukannya pelayanan yaitu merupakan
yang di perlukan secara aktual dan kesehatan yang singkatan dari
c) Memeriksa mencatat hasil prima dan Cepat, Efisien,
perlengkapan pengukuran berkualitas. Ramah, Inovatif,
untuk melakukan Nasionalisme : Aman
TTV Menghargai
(Thermometer, perbedaan
Jam tangan) Dalam
d) Memakai alat pelaksanaan
pelindung diri kegiatan
(Handscoon, pengukuran TTV
Masker) saling menghargai
e) Berkeliling ke dan tidak
setiap pasien membedakan
dan melakukan agama, ras, suku
Verifikasi dengan Etika Publik :
menanyakan Ramah, sopan dan
nama dan usia santun
f) Mengukur suhu Melaksanakan
tubuh, Denyut kegiatan dengan
Nadi,Pernafasan menggunakan
pasien kalimat santun dan

33
g) Mendokumentasi mudah dimengerti
kan hasil pasien
pengukuran TTV Komitmen Mutu :
ke buku laporan Inovatif
Pengukuran TTV
menggunakan
Metode pengalihan
perhatian
merupakan inovasi
dalam kegiatan
yang bertujuan
agar pasien tidak
takut dan tetap
tenang
Anti Korupsi :
Disiplin
Melaksanakan
jegiatan sesuai
dengan disiplin
waktu yang telah
ditetapkan dengan
tidak menunda.
3. Menyiapkan a) Berkoordinasi Output kegiatan: Akuntabilitas : Kegiatan ini Menguatkan nilai
terapi bermain dengan Kepala a) SAP Kejelasan mempunyai inovatif dalam
untuk pasien ruangan b) Dokumentasi Saya akan keterkaitan dengan membuat media
anak b) Menentukan Foto membuat materi misi rumah sakit sosialisasi.
kerangka isi c) Media fun game yang yaitu Meningkatkan
Sumber bahan SAP permainan akan dilakukan di profesionalisme
kegiatan: (puzzle) dalam SAP dan sumber daya

34
TUPOKSI c) Menentukan Media permainan manusia dan
media dengan jelas berahlak mulia.
permainan sehingga mudah
dipahami
Nasionalisme :
Menghargai
perbedaan
Saya akan
membuat materi di
dalam SAP dan
Media permainan
tidak mengandung
unsur yang
menyinggung
SARA (Suku, Adat,
Ras, Agama)

Etika Publik :
sopan dan santun
Saya akan
membbuat materi
SAP dan Media
permainan
menggunakan
kalimat santun dan
mudah dimengerti

35
Komitmen Mutu :
Inovatif
Saya akan
membuat Media
permainan
semenarik
mungkin sehingga
anak tertarik untuk
melihatnya
Anti Korupsi :
Saya akan
membuat SAP dan
Media permainan
dengan tidak
meminta dana
4. Memberikan a) Melakukan Output kegiatan: Akuntabilitas : Kegiatan pemberian Kegiatan
obat konsultasi a) Dokumentasi Tanggung Jawab obat dengan prinsip pemberian obat
dengan mentor Foto Memberikan obat 6 benar sesuai denagn prinsip 6
Sumber tentang b) Dokumentasi pada pasien dengan misi rumah benar memiliki
kegiatan : pemecahan isu pada list pasien dengan penuh sakit yaitu keterkaitan
TUPOKSI b) Kegiatan tanggung jawab Memberikan dengan nilai-nilai
dilaksanakan dengan prinsip 6 pelayanan organisasi yaitu
perawat benar kesehatan yang Cepat, Efisien,
menindal lanjuti Nasionalisme : prima dan Ramah, Aman
intruksi dokter Adil berkualitas.
c) Membaca resep Semua pasien Serta mempunyai
obat pada list berhak mendapat keterkaitan dengan
pasien untuk obat sesuai misi Kabupaten
memeriksa kebutuhan, dan Pringsewu yaitu

36
apakah ada penjelasan tentang peningkatan kualitas
tambahan obat obat yang di dapat SDM yang sehat,
d) Menyiapkan obat Etika Publik : cerdas dan
yang tertulis di Ramah berkarakter melalui
resep dan Memberi obat pelayanan
menandai list kepda pasien kesehatan,
obat pasien dengan bahasa pendidikan,
e) Memeriksa yang mudah di keagamaan dan
kembali obat dan pahami dan sosial
memberikan obat menggunakan kemasyarakatan.
ke keluarga bahasa yang
pasien, dengan ramah
prinsip 6 benar ( Komitmen Mutu :
benar obat, Efisiensi
dosis, cara, Melakukan
waktu, pemberian obat
dokumentasi) dengan cepat dan
tepat sesai dengan
standar
Anti Korupsi :
Jujur
Mmemberikan
obat sesuai
dengan dosisyang
di butuhkan tanpa
mengurangi untuk
kepentingan
pribadi

37
5. Membuat a) Melakukan Output kegiatan: Akuntabilitas : Kegiatan membuat Kegiatan
laporan asuhan operan dinas Tanggung Jawab asuhan membuat
keperawatan 1. Asuhan Kegiatan dilakukan keperawatan asuhan
b) Melakukan ronde keperawatan sesuai dengan memiliki kesamaan keperawatan
Sumber keperawatan harian standar dengan misi rumah menguatkan
kegiatan : operasional sakit yaitu nilai-nilai
TUPOKSI 2. Dokumentasi prosedur dan Meningkatkan organisasi
c) Mencatat foto kegiatan dengan tanggung profesionalisme tentang “Efisien,
keadaan pasien jawab Sumber Daya Ramah, Inovatif
saat itu Nasionalisme : Manusia dan dan Aman”
Adil berakhlak mulia.
d) Mendokumentasi Mengisi dan
kan pada list pasien melengkapi semua Serta mempunyai
dan mengisi asuhan asuhan keterkaitan dengan
keperawatan keperawatan misi Kabupaten
pasien tanpa Pringsewu yaitu
membedakan peningkatan kualitas
sastu sama lain SDM yang sehat,
Etika Publik : cerdas dan
Ramah berkarakter melalui
Dalam pelayanan
pelaksanaan kesehatan,
operan dinas, pendidikan,
ronde keagamaan dan
keperawatan dan sosial
menanyakan kemasyarakatan.
keadaan klien
38
dilakukan dengan
ramah
Komitmen Mutu :
Inovatif
Pada saat
pelaksanaan
kegiatan
melakukan
komunikasi tidak
hanya ke keluarga
namun juga pasien
anak di ajak
komunikasi
Anti Korupsi :
Jujur
Dalam
pelaksanaan
kegiatan tidak
meminta pasien
untuk membayar
dan
menyampaikan
bahwa penyuluhan
juga merupakan
tugas perawat

39
E. Jadwal Kegiatan

Table Jadwal Kegiatan

Bulan Juli Bulan Agustus


No Kegiatan
1 2 3 4 1 2 3 4

1 Mengikuti pre dan post conference


2 Mengukur tanda-tanda vital pada pasien

3 Menyiapkan terapi bermain untuk pasien anak


4 Memberikan obat pada pasien

5 Membuat laporan asuhan keperawatan

40
BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Habituasi di tempat kerja akan dilaksanakan untuk


mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN yang termuat dalam ANEKA,
serta menerapkan peran dan kedudukan ASN dalam NKRI seperti
manajemen ASN, Whole of Government, dan Pelayanan Publik di
Ruang Anak Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu, Kabupaten
Pringsewu. Selain itu, aktualisasi dibuat untuk menerapkan solusi atas
isu mengenai sosialisasi kesehatan kepada keluarga tentang kebutuhan
nutrisi anak thalassemia.

Aktualisasi akan dilaksanakan pada tanggal 08 Juli 2019 sampai


dengan 19 Agustus 2019 di Ruang Anak Rumah Sakit Umum Daerah
Pringsewu. Pelaksanaan kegiatan aktualisasi sesuai rancangan yang
termuat dalam laporan ini, dibutuhkan dukungan dari mentor, coach,
maupun rekan sejawat. Dukungan yang diharapkan penulis terutama
adalah dukungan secara moril serta saran yang membangun dalam
upaya pelaksanaan aktualisasi nantinya.

41
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon


PNS: Akuntabilitas. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon


PNS: Wawasan Kebangsaan dan Nilai-Nilai Bela Negara.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon


PNS: Etika Publik. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon


PNS: Komitmen Mutu. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon


PNS: Anti Korupsi. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon


PNS: Whole of Government. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara

Lembaga Administrasi Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon


PNS: Pelayanan Publik. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara

Lembaga Administrasi Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon


PNS: Manajemen Aparatur Sipil Negara. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara

Wulandari D & Erawati. (2016). Buku Ajar Keperawatan Anak.


Yogyakarta : Pustaka Ajar

42

Anda mungkin juga menyukai