Anda di halaman 1dari 15

USM

LAPORAN INDIVIDU MAHASISWA KKN PPM USM


ANGKATAN XIX SEMESTER GENAP
TAHUN AKADEMIK 2018/2019

PEMANFAATAN SISA LAHAN UNTUK RUANG PENGHIJAUAN

Desa/Kelurahan : Kelurahan Gemah


Kecamatan : Pedurungan
Kabupaten/Kota : Kota Semarang

Penyusun

Nama : Afif Fahrudin


NIM : C.131.16.0019
Fakultas/Jurusan : Fakultas Teknik/ Teknik Sipil

KKN PPM Universitas Semarang Angkatan XIX


Semester Genap Tahun Akademik 2018/2019
HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Individu Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat


Mahasiswa Universitas Semarang Angkatan XIX Semester Genap Tahun
Akademik 2018/ 2019 yang dilaksanakan mulai tanggal 15 Juli s/d 16 Agustus
2019 di Desa/Kelurahan Manyaran Kecamatan Semarang Barat Kabupaten/Kota
Semarang dari tanggal 15 Juli 2019 sampai dengan tanggal 16 Agustus 2019
telah diseujui dan disahkan oleh :

Camat Pedurungan Supervisi KKN PPM USM


Kota Semarang Kecamatan Pedurungan

DR.Drs.H.Kukuh Agus Muldiyanto,ST,MT.


Sudarmanto,S.Sos.,S.H.,M.M.ST,MT
Pembina Tingkat 1 NIDN 0622028901
NIP : 196207141986031017 NIS. 06557003102041
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang
telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan Laporan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan
Masyarakat (KKN PPM) dengan judul “Pemanfaatan Sisa Lahan untuk Ruang
Penghijauan” sesuai dengan jadwal yang di tentukan.
Laporan ini penulis buat sebagai bukti akhir telah dilaksanakannya program
kerja individu selama Kuliah Kerja Nyata berlangsung. Laporan ini nantinya
dapat menjadi panduan atau referensi kegiatan-kegiatan setelahnya.
Pada kesempatan ini penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih atas
segala bantuan serta bimbingan, kepada :
1. Bapak Andy Kridasusilla, SE, MM, selaku rektor Universitas Semarang.
2. Bapak Iswoyo, S.Pt.,M.P. selaku Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada
Masyarakat (LPPM) Universitas Semarang.
3. Bapak Camat Kecamatan Semarang Barat beserta staffnya
4. Bapak Ta’at. S.Sos, selaku Lurah Kelurahan Manyaran beserta staffnya
5. Warga Kelurahan Manyaran yang telah menerima mahasiswa dan memberi
ijin untuk ikut serta dalam setiap kegiatan yang warga lakukan
6. Warga Rw 07 yang telah menyediakan posko dan ikut membantu pelaksanaan
program kerja
7. Teman-teman mahasiswa KKN Kelurahan Manyaran yang telah bekerja sama
dalam pelaksanaan KKN
Dalam penulisan ini penulis menyadari masih banyak kekurangan karena
keterbatasan pengetahuan dan kemampuan diri penulis, untuk itu penulis sangat
mengharapkan dan menghargai kritik dan saran yang membangun demi
penyempurnaan penulisan laporan Kuliah Kerja Nyata ini.

Semarang, 14 Agustus 2019

Penulis
DAFTAR ISI

Halaman Judul
Halaman Pengesahan
Kata Pengantar ...................................................................................................... i
Daftar Isi ............................................................................................................... ii
BAB I Gambaran Lokasi
1. Kondisi Geografis ............................................................................................
2. Potensi Sumber Daya Alam dan Keadaan Perekonomian ...............................
3. Keadaan Sosial dan Masalah Lingkungan .......................................................
BAB II Masalah yang dihadapi
1. Analisis Potensi dan Kebutuhan ......................................................................
2. Perumusan Masalah .........................................................................................
BAB III Pelaksanaan Kegiatan
1. Nama Kegiatan ................................................................................................
2. Tujuan Kegiatan ..............................................................................................
3. Tolok Ukur Keberhasilan ................................................................................
4. Lokasi ..............................................................................................................
5. Khalayak Sasaran ............................................................................................
6. Waktu Pelaksanaan ..........................................................................................
7. Biaya dan Sumber ...........................................................................................
8. Kerja Sama ......................................................................................................
9. Hasil dan Manfaat ...........................................................................................
BAB IV Masalah dan Kendala .............................................................................
BAB V Kesimpulan dan Saran ............................................................................
LAMPIRAN .........................................................................................................
BAB I
GAMBARAN UMUM LOKASI

1. Kondisi Geografis
Manyaran merupakan salah satu keluarahan yang berada di Kecamatan
Semarang Barat. Kantor kelurahan Manyaran berada di Jl. Simongan No.200,
Manyaran, Semarang Barat. Kelurahan Manyaran memiliki luas wilayah ± 150
H, dengan luas pekarangan dan bangunan 130 h, Luas tegal dan kebun 15,25
H, lapangan olah raga dan rekreasi masing-masing seluas 0,5H, dan luas lahan
pemakaman 3,75 H.
Lokasi kelurahan ini berbatasan dengan wilayah kelurahan dan kecamatan
lain. Seperti di sebelah utara berbatasan dengan kelurahan Gisikdrono dan
kelurahan Kalibanteng Kidul, sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan
Ngaliyan dan kelurahan Kalipancur, sebelah barat berbatasan dengan kelurahan
Kembanga Arum dan kecamatan Ngaliyan, dan sebelah timur berbatasan
dengan kelurahan Ngemplak Simongan.
Secara geografis kelurahan Manyaran berada di daerah rendah hingga
tinggi. Ketinggian tanah dari permukaan laut ±5-10 mdpl. Daerah ini memiliki
curah hujan rata-rata 200 mm/th dan suhu rata-rata 32ᵒC. Dengan keadaan
geografis seperti itu menjadikan kondisi masyarakatnya beragam.

2. Keadaan dan Potensi Sumber Daya Alam


Kelurahan Manyaran memiliki topografi dataran rendah dan dataran
tinggi. Daerah kelurahan Manyaran memiliki jenis tanah yang kering, sehingga
kurang tepat jika di manfaatkan sebagai lahan persawahan melainkan cocok
untuk tegal/kebun serta pemukiman. Tanaman yang biasa di tanam di kebun
warga yaitu pisang, singkong, ketela rambat dan beberapa tanaman besar
seperti mangga, nangka dan jambu.
3. Keadaan Sosial dan Masalah Lingkungan
Peningkatan jumlah penduduk yang terhitung cepat dan di tambah lagi
jumlah pendatang yang terus bertambah di Kelurahan Manyaran menyebabkan
lahan untuk perumahan mulai menipis. Seringkali di temui satu rumah di huni
2-4 kepala keluarga. Keadaan tersebut membuat kondisi Kelurahan Manyaran
menjadi lingkungan padat penduduk.
Lokasi Kelurahan Manyaran yang berdekatan dengan beberapa pabrik
besar dan kawasan industri membuat sebagian besar warganya bekerja sebagai
karyawan pabrik dengan jumlah mencapai 5626 orang. Selain itu penduduk
Kelurahan Manyaran sebagian besar mempunyai mata pencaharian Pedagang,
Pengangkutan, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pensiunan ABRI/PNS.
Namun, ada sebagian warga yang juga memiliki usaha industri rumah tangga,
antara lain usaha pembuatan krupuk,ceriping, roti basah dan kering tempe,
bandeng presto, telur asin, dll. Jumlah penduduk dengan beberapa pekerjaan
lain seperti :
1. Nelayan : 18 orang
2. Pengusaha : 46 orang
3. Pengrajin : 1382 orang
4. Buruh Bangunan : 446 orang
5. Pedagang : 110 orang
6. Pengangkutan : 25 orang
7. PNS : 473 orang
8. ABRI/POLISI : 104 orang
9. Pensiunan : 141 orang
Kelurahan Manyaran merupakan salah satu kelurahan yang memiliki
jumlah tempat pembelajaran cukup banyak, diantaranya yaitu :
PAUD : 6 buah, dengan 160 siswa dan 15 pengajar
TK : 6 buah, dengan 176 siswa dan 25 pengajar
SD Negeri : 3 buah, dengan 1450 siswa dan 68 pengajar
SD Swasta : 1 buah, dengan 65 siswa dan 10 pengajar
SMP Negeri : 1 buah, dengan 797 siswa dan 42 pengajar
SMP Swasta : 1 buah dengan 75 siswa dan 13 pengajar
SMK : 1 buah, dengan 65 siswa dan 8 pengajar
Perguruan Tinggi Swasta : 1 buah, dengan 300 mahasiswa dan 30 pengajar

Dengan keadaan topografi kelurahan Manyaran yang berada di daratan


rendah dan tinggi serta lokasi yang berdekatan dengan daerah industri dan jalan
tol menyebabkan tingkat polusi di daerah cukup tinggi. Polusi yang terdapat di
kelurahan ini yaitu polusi udara dan suara. Polusi udara berasal dari asap
kendaraan yang melewati jalan tol dan kegiatan industri, sedangkan polusi
suara berasal dari suara kendaraan yang berlalu lalang di jalan tol dan
kendaraan yang menuju dan keluar dari kawasan industri.
Selain polusi masalah kesadaraan masyarakat terhadap lingkungan juga
cukup menjadi perhatian. Banyak masyarakat yang kurang peduli terhadap
kebersihan lingkungan membuat beberapa lokasi di kelurahan ini menjadi
terlihat kumuh. Masih banyak saluran air yang tertutup sampah dan tersumbat
sehingga air tidak bisa mengalir dan tergenang. Hal tersebut menyebabkan
perkembangbiakan nyamuk menjadi cepat dan menimbulkan bahaya wabah
demam berdarah.
Dibidang kemasyarakatan masalah yang ada di lingkungan Kelurahan
Manyaran tepatnya di RW 7 yaitu seringnya terjadi hamil di luar nikah,
penyebaran HIV, demam berdarah dan kurang tertibnya dalam administrasi
kependudukan.
BAB II
MASALAH YANG DIHADAPI

1. Analisis dan Potensi Kebutuhan


Sebelum pelaksanaan KKN mahasiswa melakukan observasi dengan cara
mewawancarai warga RW 10 dan RW 07 sebagai sample. Untuk program
kerja Pemanfaatan Sisa Lahan untuk Ruang Penghijauan di terapkan di RW 07
karena di lingkungan tersebut banyak warga yang kurang memanfaatkan lahan
sisa di pekarangan rumahnya. Biasanya lahan sisa dibiarkan kosong begitu saja
atau hanya di tanami beberapa tanaman dan pemanfaatannya masih kurang
maksimal. Padahal lahan sisa seperti itu bisa di manfaatkan sebagai ruang
penghijauan untuk lingkungan rumah.

2. Perumusan Masalah
Lingkungan RW 07 Kelurahan Manyaran merupakan lingkungan padat
penduduk yang lpemanfaatan lahan untuk bangunan lebih luas daripada
ketersediaan lahan terbuka hijau. Dengan keadaan yang demikian mahasiswa
merumuskan masalah bahwa lingkungan RW 07 memerlukan ruang terbuka
hijau untuk menyeimbangkan dengan jumlah bangunan yang ada. Solusi
pertama yang di dapat yaitu mengajak warga RW 07 untuk memanfaatkan sisa
lahannya untuk ruang terbuka hijau/ ruang penghijaun di lingkungan rumah.
BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN

Dari hasil wawancara dengan warga dan survei lapangan kegiatan


Pemanfaatan Sisa Lahan untuk Ruang Penghijauan di laksanakan di RW 07.
Kegiatan ini di lakukan mahasiswa KKN dan warga. Rincian kegiatan dapat di
uraikan sebagai berikut :
Koordinator : Afif Fahrudin – C.131.16.0019
Anggota : Mahasiswa KKN dan warga
Nama Kegiatan : Pemanfaatan Sisa Lahan untuk Penghijauan
Jenis : Tindakan
Maksud dan Tujuan : Melakukan penghijauan di tingkat lingkungan terkecil
(halaman rumah)
Manfaat : Mengajak warga untuk memanfaatkan lahan sisa sebagai
ruang terbuka hijau di lingkungan terkecil (rumah)
Sasaran : Warga Rw 07
Lokasi : Balai Rw 07/ Posko KKN
Waktu : 04 agustus 2019
Biaya : Rp. 200.000
Sumber : Uang kas KKN USM
Kerjasama : Mahasiswa KKN
Uraian kegiatan : Melakukan kegiatan penghijauan di ruang lingkup kecil.
Menyediakan ruang terbuka hijau untuk warga yang
beraktifitas di lingkungan balai RW dan mengajarkan
kepada warga untuk memanfaatkan lahan semaksimal
mungkin.
BAB IV
MASALAH DAN KENDALA

Terdapat beberapa kendala selama pelaksanaan program kerja, seperti :


1. Mahasiswa kurang bisa menyesuaikan waktu pelaksanaan
2. Kurangnya jumlah mahasiswa membuat pelaksanaan memerlukan waktu
sedikit lama
3. Masyarakat kurang menerima suatu hal yang baru
4. Keterbatasan waktu membuat kurangnya koordinasai antara masyarakat
dan mahasiswa

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Kegiatan Pemanfaatan Sisa Lahan untuk Ruang Penghijauan mendapat respon
baik walaupun sedikit susah untuk membiasakan suatu hal yang baru di
lingkungan masyarakat. Dengan adanya pelaksanaan kegaiatan ini masyarakat
mulai memperhatikan lingkungannya dan tergerak untuk bersama-sama
melakukan kegiatan penghijauan di lingkungannya.

Saran
Kegaiatan ini penting untuk di lakukan. Dan kebiasaan merawat lingkungan
serta melakukan penghijauan harus di mulai dari lingkup yang terkecil seperti
lingkungan perumahan/RT, selanjutnya ke lingkup RW, kemudian di teruskan ke
Kelurahan dan ke tingkat yang lebih tinggi setelahnya. Dengan adanya kegiatan
seperti warga ikut serta memelihara lingkungannya.
LAMPIRAN
FOTO-FOTO KEGIATAN PELAKSANAAN PROGRAM KERJA
`