Anda di halaman 1dari 17

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT

YAYASAN PENDIDIKAN IGASAR PINDAD


SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN IGASAR PINDAD
TERAKREDITASI “A” (AMAT BAIK)
Jalan Cisaranten kulon Nomor 17 Bandung 40293 Telp. (022) 7800587

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN (RPP)


Sekolah : SMK IGASAR PINDAD
Mata pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : XI/4
Materi Pokok : Peluang kejadian
Alokasi Waktu : 8 x 45 menit (4x pertemuan)

A. Kompetensi Inti (KI)


KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang
pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif sesuai dengan
bidang dan lingkup kajian Matematika pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan
kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari
keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan
internasional.
KI 4 : Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai
dengan bidang kajian Matematika`
Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang
terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif,
kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan,
gerak mahir, menjadikan gerak alam dalam ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar
3.26 Menentukan peluang kejadian
4.26 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peluang kejadian

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


3.26.1 Menghitung nilai peluang kejadian
3.26.2 Menentukan nilai peluang kejadian
4.26.1 Menghitung masalah yang berkaitan dengan peluang kejadian
4.26.2 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peluang kejadian
D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menghitung nilai peluang kejadian
2. Siswa dapat menentukan nilai peluang kejadian
3. Siswa dapat menghitung masalah yang berkaitan dengan peluang kejadian
4. Siswa dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peluang kejadian

E. Materi Pembelajaran
Ruang sampel
Pada suatu percobaan ruang sampel merupakan banyaknya data maksimal kemungkinan
percobaan seluruhnya.
Misal
Percobaan pelemparan 1 buah dadu, ruang sampelnya 6
Percobaan pelemparan 2 buah dadu, ruang sampelnya 36
Percobaan pelemparan 1 buah koin, ruang sampelnya 2
Percobaan pelemparan 2 buah koin, ruang sampelnya 4
Percobaan pelemparan 3 buah koin, ruang sampelnya 8

Frekuensi Harapan
Fh = n x P(A)
Peluang Komplemen Suatu Kejadian
P(A)c = 1 – P(A)

Peluang kejadian majemuk saling lepas


P( A  B)  P( A)  P( B)

Peluang kejadian majemuk yang saling bebas


P( A  B)  P( A).P( B)

F. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan pembelajaran : Scientific
2. Model Pembelajaran : Problem Based Learning
3. Metoda Pembelajaran : Diskusi/tanya jawab

G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


Pertemuan 1
No Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
1 Pendahuluan  Siswa diarahkan untuk berdoa menurut agama 10 menit
dan kepercayaan masing-masing.
 Siswa merespon salam dari guru
 Guru mengabsen siswa.
 Siswa menerima informasi tentang kompetensi,
ruang lingkup materi, tujuan, manfaat, langkah
pembelajaran, metode penilaian yang akan
dilaksanakan.
2 Inti Fase 1: Orientasi siswa pada masalah 60 menit
Mengamati
 Siswa diberikan masalah yang tertera pada
Lembar Kerja Siswa (LKS)
 Siswa mengamati (membaca) dan memahami
masalah secara individu dan mengajukan hal-
hal yang belum dipahami terkait masalah yang
disajikan.
 Jika ada siswa yang mengalami masalah, guru
mempersilahkan siswa lain untuk memberikan
tanggapan. Bila diperlukan, guru memberikan
bantuan secara klasikal.
 Siswa menuliskan informasi yang terdapat dari
masalah tersebut secara teliti dengan
menggunakan bahasa sendiri.
Fase 2: Mengorganisasikan siswa belajar
Menanya
 Siswa dibentuk kelompok heterogen (dari sisi
kemampuan, gender, budaya, maupun agama)
sesuai pembagian kelompok yang telah
direncanakan oleh guru terdiri dari 3 – 4 siswa.
 Siswa dibagikan Lembar Kerja Siswa (LKS)
yang berisikan masalah peluang kejadian
berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah.
 Guru berkeliling mencermati siswa bekerja,
mencermati dan menemukan berbagai kesulitan
yang dialami siswa, serta memberikan
kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-
hal yang belum dipahami.
 Siswa bekerja sama untuk menghimpun
berbagai konsep dan aturan matematika yang
sudah dipelajari serta memikirkan secara
cermat strategi pemecahan yang berguna untuk
pemecahan masalah.
 Mendorong siswa agar bekerja sama dalam
kelompok.
Fase 3: Membimbing penyelidikan individu dan
kelompok.
Mengeksplorasi
 Siswa melihat hubungan-hubungan berdasarkan
informasi/data terkait
Siswa melakukan penyelesaian masalah peluang
kejadian
Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil
karya
Mengasosiasi
 Siswa diminta menyiapkan laporan hasil
diskusi kelompok secara rapi, rinci, dan
sistematis.
 Siswa diberi dorongan untuk secara aktif
terlibat dalam diskusi kelompok serta saling
bantu untuk menyelesaikan masalah tersebut.
 Selama siswa bekerja di dalam kelompok, guru
memperhatikan dan mendorong semua siswa
untuk terlibat diskusi, dan mengarahkan bila
ada kelompok yang melenceng jauh
pekerjaannya.
 Guru berkeliling mencermati siswa bekerja
menyusun laporan hasil diskusi, dan memberi
bantuan, bila diperlukan.
Fase 5: Menganalisa dan mengevaluasi proses
pemecahan masalah.
Mengkomunikasikan
 Semua kelompok diminta bermusyawarah
untuk menentukan perwakilan anggota
kelompok yang mempresentasikan
(mengkomunikasikan) hasil diskusinya di
depan kelas secara runtun, sistematis, santun,
dan hemat waktu.
 Diberikan kesempatan kepada siswa dari
kelompok penyaji untuk memberikan
penjelasan tambahan dengan baik.
 Diberikan kesempatan kepada siswa dari
kelompok lain untuk memberikan tanggapan
terhadap hasil diskusi kelompok penyaji
dengan sopan.
 Siswa dan guru mengevaluasi jawaban
kelompok penyaji serta masukan dari siswa
yang lain dan membuat kesepakatan, bila
jawaban yang disampaikan siswa sudah benar.
 Jika waktu diskusi tidak cukup dilanjutkan
pertemuan berikutnya.
 Perwakilan siswa mengumpulkan semua hasil
diskusi tiap kelompok untuk menemukan
rumus (ide) umum.
 Dengan tanya jawab, guru mengarahkan semua
siswa pada kesimpulan mengenai permasalahan
tersebut.
3 Penutup 20 menit
 Siswa dan guru bersama-sama menyimpulkan
materi yang telah dipelajari.
 Guru menginformasikan tentang rencana
kegiatan pembelajaran untuk pertemuan
berikutnya.
 Pembelajaran diakhiri dengan berdoa bersama.

Pertemuan 2
No Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
1 Pendahuluan  Siswa diarahkan untuk berdoa menurut agama 10 menit
dan kepercayaan masing-masing.
 Siswa merespon salam dari guru
 Guru mengabsen siswa.
 Siswa menerima informasi tentang kompetensi,
ruang lingkup materi, tujuan, manfaat, langkah
pembelajaran, metode penilaian yang akan
dilaksanakan.
2 Inti Fase 1: Orientasi siswa pada masalah 60 menit
Mengamati
 Siswa diberikan masalah yang tertera pada
Lembar Kerja Siswa (LKS)
 Siswa mengamati (membaca) dan memahami
masalah secara individu dan mengajukan hal-
hal yang belum dipahami terkait masalah yang
disajikan.
 Jika ada siswa yang mengalami masalah, guru
mempersilahkan siswa lain untuk memberikan
tanggapan. Bila diperlukan, guru memberikan
bantuan secara klasikal.
 Siswa menuliskan informasi yang terdapat dari
masalah tersebut secara teliti dengan
menggunakan bahasa sendiri.
Fase 2: Mengorganisasikan siswa belajar
Menanya
 Siswa dibentuk kelompok heterogen (dari sisi
kemampuan, gender, budaya, maupun agama)
sesuai pembagian kelompok yang telah
direncanakan oleh guru terdiri dari 3 – 4 siswa.
 Siswa dibagikan Lembar Kerja Siswa (LKS)
yang berisikan masalah peluang kejadian
lanjutan berkolaborasi untuk menyelesaikan
masalah.
 Guru berkeliling mencermati siswa bekerja,
mencermati dan menemukan berbagai kesulitan
yang dialami siswa, serta memberikan
kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-
hal yang belum dipahami.
 Siswa bekerja sama untuk menghimpun
berbagai konsep dan aturan matematika yang
sudah dipelajari serta memikirkan secara
cermat strategi pemecahan yang berguna untuk
pemecahan masalah.
 Mendorong siswa agar bekerja sama dalam
kelompok.
Fase 3: Membimbing penyelidikan individu dan
kelompok.
Mengeksplorasi
 Siswa melihat hubungan-hubungan berdasarkan
informasi/data terkait
 Siswa melakukan penyelesaian masalah
peluang kejadian
Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil
karya
Mengasosiasi
 Siswa diminta menyiapkan laporan hasil
diskusi kelompok secara rapi, rinci, dan
sistematis.
 Siswa diberi dorongan untuk secara aktif
terlibat dalam diskusi kelompok serta saling
bantu untuk menyelesaikan masalah tersebut.
 Selama siswa bekerja di dalam kelompok, guru
memperhatikan dan mendorong semua siswa
untuk terlibat diskusi, dan mengarahkan bila
ada kelompok yang melenceng jauh
pekerjaannya.
 Guru berkeliling mencermati siswa bekerja
menyusun laporan hasil diskusi, dan memberi
bantuan, bila diperlukan.
Fase 5: Menganalisa dan mengevaluasi proses
pemecahan masalah.
Mengkomunikasikan
 Semua kelompok diminta bermusyawarah
untuk menentukan perwakilan anggota
kelompok yang mempresentasikan
(mengkomunikasikan) hasil diskusinya di
depan kelas secara runtun, sistematis, santun,
dan hemat waktu.
 Diberikan kesempatan kepada siswa dari
kelompok penyaji untuk memberikan
penjelasan tambahan dengan baik.
 Diberikan kesempatan kepada siswa dari
kelompok lain untuk memberikan tanggapan
terhadap hasil diskusi kelompok penyaji
dengan sopan.
 Siswa dan guru mengevaluasi jawaban
kelompok penyaji serta masukan dari siswa
yang lain dan membuat kesepakatan, bila
jawaban yang disampaikan siswa sudah benar.
 Jika waktu diskusi tidak cukup dilanjutkan
pertemuan berikutnya.
 Perwakilan siswa mengumpulkan semua hasil
diskusi tiap kelompok untuk menemukan
rumus (ide) umum.
 Dengan tanya jawab, guru mengarahkan semua
siswa pada kesimpulan mengenai permasalahan
tersebut.
3 Penutup 20 menit
 Siswa dan guru bersama-sama menyimpulkan
materi yang telah dipelajari.
 Guru menginformasikan tentang rencana
kegiatan pembelajaran untuk pertemuan
berikutnya.
 Pembelajaran diakhiri dengan berdoa bersama.

H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan


1. Instrumen dan Teknik Penilaian
Instrumen : soal tes tertulis, lembar tugas
Teknik Penilaian : Tes tertulis dan penugasan
2. Pembelajaran Remidial, dan Pengayaan
Remidial : Mengulang kembali materi yang belum tuntas
Pengayaan : Mengaitkan materi yang diajarkan dengan fakta kehidupan
(ket: instrument penilaian terlampir)

I. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Media : Power Point
2. Alat/Bahan : LCD, Lembar Penilaian, LKS
3. Sumber Belajar : Buku Matematika Kelas XI (Buku Siswa dan Buku Guru)
Serta buku referensi tentang peluang kejadian
Bandung, Juli 2018
a.n Kepala SMK IGASAR PINDAD Guru Mata Pelajaran
Wakasek Kurikulum

Dra. Tati Mulyani Yusi Nurhayati, S.Pd.


LAMPIRAN

Penilaian Pengetahuan dan Keterampilan

Bentuk
Kompetensi Dasar IPK Materi Indikator Soal No Soal
Soal

3.26 Menentukan peluang 3.26.1 Menghitung nilai Peluang kejadian  Siswa dapat menghitung Uraian 1
kejadian peluang kejadian nilai peluang kejadian
3.26.2 Menentukan nilai  Siswa dapat menentukan 2
peluang kejadian nilai peluang kejadian

4.20. Menyelesaikan 4.20.1. Menghitung Peluang kejadian  Siswa dapat menghitung Uraian 3
masalah yang masalah yang masalah yang berkaitan
berkaitan dengan berkaitan dengan dengan peluang kejadian
peluang kejadian peluang kejadian
 Siswa dapat menyelesaikan 4
4.20.2. Menyelesaikan masalah yang berkaitan
masalah yang dengan peluang kejadian
berkaitan dengan
peluang kejadian
Isntrumen/butir Soal Pengetahuan dan Keterampilan

No Soal Kunci Jawaban Skor


Hitung nilai peluang muncul angka bilangan Ruang sampel dadu (S) = {1,2,3,4,5,6} maka n(S) = 6
prima pada kejadian sebuah dadu dilempar satu Muncul angka prima (K) = {2,3,5} maka n(K) = 3
1 kali! Sehingga peluang munculnya angka bilangan prima yaitu 10
n( K ) 3 1
P( K )   
n( S ) 6 2
Tentukan nilai peluang kejadian munculnya S = {1,2,3,4,5,6} n(S) = 6
mata dadu factor dari 6! Kemudian tentukan K : Faktor dari 6 = {1,2,3,6} n(A) = 4 10
frekuensi harapan jika dadu tersebut dilempar n = Banyaknya lemparan = 120 kali
sebanyak 120 kali! n( K ) 4 2
2 P( K )   
n( S ) 6 3
Sehingga frekuensi harapan muncul faktor 6 adalah : 10
2
Fh( K )  n  P( K )  120   80 kali
3
Perhatikan masalah berikut! Menentukan himpunan masing-masing kejadian:
Dalam sebuah kantong terdapat 10 kartu, Ruang sampel : S = {1,2,3,4,5,6,7,8,9,10} n(S) = 10
masing-masing diberi nomor yang berututan, Kejadian A : A = {2,4,6,8,10} n(A) = 5 10
sebuah kartu diambil dari dalam kantong secara n( A) 5
acak, missal A adalah kejadian bahwa yang P( A)  
n( S ) 10
terambil kartu bernomor genap dan B adalah Kejadian B : B = {3,5,7} n(B) = 3 10
kejadian terambil kartu bernomor ganjil.
n( B ) 3
a. Apakah kejadia A dan B saling lepas? P( B)   10
3 b. Hitunglah peluang kejadian A atau B! n( S ) 10
a. Ternyata kejadian A dan B tidak memiliki irisan. Artinya A dan B adalah kejadian
saling lepas
b. Menghitung peluang A  B
5 3 8 4
P( A  B)  P( A)  P( B)    
10 10 10 5
4
Jadi peluang terambil kartu genap atau prima ganjil adalah
5
Selesaikan masalah yang berkaitan dengan Menentukan anggota himpunan masing-masing: 5
peluang kejadian berikut! A = {(3,1),(3,2),(3,3),(3,4),(3,5),(3,6)},n(A) = 6
Dua buah dadau sisi enam dilemparkan sekali B = {(1,5),(2,5),(3,5),(4,5),(5,5),(6,5)}, n(B) = 6
secara serentak. Misalkan a adalah kejadian A  B  {( 3,5)}, n( A  B)  1 5
munculnya mata dadu pertama angka 3, dan B Menentukan peluang masing-masing:
adalah kejadian munculnya mata dadu kedua Ada dua dadu dilempar, sehingga n(S) = 62 = 36 5
angka 5. Apakah kejadian A dan B saling n( A) 6 1 5
bebas? P( A)   
n( S ) 36 6
n( B ) 6 1
P( B)    10
n( S ) 36 6
n( A  B ) 1
4 P( A  B)  
n( S ) 36

Apakah berlaku P( A  B)  P( A)  P( B) mari kita cek


P( A  B)  P( A)  P( B)
1 1 1
 
36 6 6
1 1

36 36
Karena berlaku P( A  B)  P( A)  P( B) maka kejadiannya saling bebas.

TOTAL SKOR 90

Pedoman Penskoran :

skor perolehan
Nilai  x100
skor maksimal
LEMBAR KERJA SISWA
(Materi: Peluang kejadian)
Diskusikan dengan kelompokmu!
Hari/Tgl :………………………………………
Kelompok :……………………………………..
Anggota : 1……………………………………
2……………………………………
3……………………………………
4……………………………………
Kelas :……………………………………..

Jelaskan pengertian
a. ruang sampel
b. rekuensi harapan
c. peluang komplemen suatu kejadian
d. peluang kejadian majemuk saling lepas
e. peluang kejadian majemuk yang saling bebas
LEMBAR KERJA SISWA
(Materi: frekuensi harapan)
Diskusikan dengan kelompokmu!
Hari/Tgl :………………………………………
Kelompok :……………………………………..
Anggota : 1……………………………………
2……………………………………
3……………………………………
4……………………………………
Kelas :……………………………………..

1. Sebuah dadu dilempar sebanyak 120 kali. Berapakah frekuensi harapan munculnya:
a. mata dadu kurang dari 3?
b. mata dadu genap?
c. mata dadu yang habis dibagi3?

2. Seorang dokter menggunakan satu jenis obat untuk penyakit flu dengan peluang sembuh
0,7. Tentukan jumlah orang yang ia harap sembuh jika ia menggunakan obat tersebut
untuk penyakit flu pada 5000 pasien?
LEMBAR KERJA SISWA
(Materi: percobaan peluang kejadian)
Diskusikan dengan kelompokmu!
Hari/Tgl :………………………………………
Kelompok :……………………………………..
Anggota : 1……………………………………
2……………………………………
3……………………………………
4……………………………………
Kelas :……………………………………..

Percobaan melempar 2 buah dadu

Isilah tabel berikut dengan benar!


DADU 2
1 2 3 4 5 6
DADU 1
1
2
3
4
5
6
1. Ada berapa ruang sampel percobaan tersebut?
2. Sebutkan kejadian munculnya angka bilangan ganjil !
3. Sebutkan kejadian munculnya angka bilangan genap !
4. Sebutkan kejadian munculnya angka bilangan prima !
5. Sebutkan kejadian munculnya angka yang sama !
6. Sebutkan kejadian munculnya mata dadu berjumlah 5!
7. Sebutkan kejadian munculnya mata dadu berjumlah 12!

Percobaan melempar 3 buah uang logam


uang 1 A
G
uang 2 A
G
uang 3 A
G
KESIMPULAN (........) (........) (........) (........) (........) (........) (........) (........)

1. Ada berapa ruang sampel percobaan tersebut?


2. Sebutkan kejadian munculnya 2 angka dan 1 gambar!
3. Sebutkan kejadian munculnya 1 angka dan 2 gambar !
LEMBAR KERJA SISWA
(Materi: kejadian saling lepas dan saling bebas)
Diskusikan dengan kelompokmu!
Hari/Tgl :………………………………………
Kelompok :……………………………………..
Anggota : 1……………………………………
2……………………………………
3……………………………………
4……………………………………
Kelas :……………………………………..

1. Selesaikan masalah berikut!


Peluang terambilnya satu kartu diamond atau kartu berwarna hitam dari tumpukan satu
paket kartu remi tanpa joker adalah …

2. Selesaikan masalah berikut!


Dari pelemparan dua keeping uang logam yang dilemparkan satu kali, peluang munculnya
sisi gambar pada mata uang pertama da pada mata uang ke dua muncul sisi mata uang
yang sama adalah …
ULANGAN HARIAN NILAI:
Materi: Peluang kejadian

Nama : _______________________
Kelas : _______________________

Kerjakan soal berikut dengan benar!


1. Hitung nilai peluang muncul angka bilangan genap pada kejadian sebuah dadu dilempar
satu kali!
2. Tentukan nilai peluang kejadian munculnya mata dadu faktor dari 4! Kemudian tentukan
frekuensi harapan jika dadu tersebut dilempar sebanyak 150 kali!
3. Perhatikan masalah berikut!
Dalam sebuah kantong terdapat 10 kartu, masing-masing diberi nomor yang berututan,
sebuah kartu diambil dari dalam kantong secara acak, missal A adalah kejadian bahwa
yang terambil kartu bernomor genap dan B adalah kejadian terambil kartu bernomor ganjil.
a. Apakah kejadia A dan B saling lepas?
b. Hitunglah peluang kejadian A atau B!
4. Selesaikan masalah yang berkaitan dengan peluang kejadian berikut!
Dua buah dadau sisi enam dilemparkan sekali secara serentak. Misalkan a adalah kejadian
munculnya mata dadu pertama angka 3, dan B adalah kejadian munculnya mata dadu
kedua angka 5. Apakah kejadian A dan B saling bebas?

Remedial Tes
Mengulang kembali materi yang belum tuntas tentang peluang kejadian
ket: setiap siswa yang mempunyai nilai di bawah kkm melakukan remedial tes, soal yang
dikerjakan sesuai dengan kesalahan pada soal ulangan masing-masing siswa.

Pengayaan
Mengaitkan materi yang diajarkan dengan fakta kehidupan (mencari data di internet)
kegiatan dilakukan oleh siswa dibimbing oleh guru.

Anda mungkin juga menyukai