Anda di halaman 1dari 12

KONSEP DAN RUANG LINGKUP SPM

OLEH:

YUYUN ANGGRAENI (A031171016)

NUR ALIZAH (A031171026)

RISKA PUTRI UTAMI (A031171035)

RIFKI KURNIAWAN (A031171302)

A. MUH. SYAHDILARAMA W.S (A031171524)

JAMALUDDIN (A031171702)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada tuhan yang maha kuasa atas segala limpahan-Nya,
sehingga kami dapat menyusun makalah dengan judul “KONSEP DAN RUANG
LINGKUP SPM” untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Pengendalian
Manajemen.

Semoga tugas ini dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman yang


lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan
kekurangan, kami mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun demi
makalah ini kedepannya terima kasih.

Makassar, 30 Agustus 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................... ii

DAFTAR ISI ........................................................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1

A. LATAR BELAKANG.................................................................... 1
B. RUMUSAN MASALAH................................................................ 1
C. TUJUAN PEMBAHASAN ............................................................ 1

BAB II PEMBAHASAN .................................................................................... 2

A. SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN ............................. 2


B. KONSEP – KONSEP DASAR ...................................................... 3
C. BATAS-BATAS PENGENDALIAN MANAJEMEN................. 4
D. HAKEKAT PENGENDALIAN MANAJEMEN ........................ 5

BAB III PENUTUP ............................................................................................. 8

KESIMPULAN ..................................................................................... 8

DARTAS PUSTAKA .......................................................................................... 9

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Kegiatan pengendalian dapat diklasifikasikan dalam dua jenis yaitu,
pengendalian manajemen (management control) dan pengendalian
operasional (operational control). Pengendalian manajemen mengarah pada
pengendalian kegiatan secara menyeluruh demi mendapatkan keyakinan
bahwa strategi perusahaan telah dijalankan secara efektif dan efisien.
Sedangkan pengendalian operasional hanya menyangkut tugas-tugas
tertentu yang telah dilaksanakan secara efektif dan efisien.
Dalam kaitannya dengan fungsi manajemen, pengendalian manajemen
merupakan penerapan semua fungsi manajemen. Dikatakan demikian,
karena dalam pelaksanaan pengendalian manajemen meliputi kegiatan
perencanaan operasional perusahaan, pengorganisasian kegiatan, koordinasi
kegiatan, pengendalian kegiatan dan pembinaan pelaksanaan kegiatan.
Konsep system pengendalian manajemen juga diartikan sebagai manajemen
secara keseluruhan. System pengendalian manajemen adalah system yang
menyeluruh ke semua spek kegiatan perusahaan. Dalam proses
pengendalian manajemen terdapat beberapa bagian kegiatan, yaitu :
penyusunan program, penyusunan anggaran, pelaksanaan dan pengukuran
kegiatan, serta pelaporan dan analisis kegiatan. Sedangkan dalam struktur
perusahaan terdapat beberapa hal yaitu: struktur organisasi, aliran
organisasi, pusat pertanggungjawaban dan pelimpahan wewenang, serta
tolak ukur prestasi dan motivasi.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu sistem pengendalian manajemen?
2. Bagaimana konsep – konsep dasar dalam SPM?
3. Apa saja batas-batas pengendalian manajemen didalam SPM?
4. Apa hakekat pengendalian manajemen?

C. TUJUAN PEMBAHASAN
1. Untuk memahami sistem pengendalian manajemen
2. Untuk mengetahui konsep – konsep dasar dalam SPM
3. Untuk mengetahui batas-batas pengendalian manajemen didalam SPM
4. Memahami apa hakekat pengendalian manajemen

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN


Pada dasarnya, sistem ini berisi tuntutan kepada kita mengenai cara
menjalankan dan mengendalikan perusahaan/organisasi yang “dianggap baik”
berdasarkan asumsi-asumsi tertentu. Tujuan dari sistem ini adalah untuk
meningkatkan keputusan-keputusan kolektif dalam organisasi. Untuk memahami
sebuah sistem dibutuhkan suatu pengetahuan tentang lingkungan dimana sistem
itu berada. Dua unsur penting dalam sistem pengendalian manajemen adalah
lingkungan pengendalian dan proses pengendalian.

Beberapa definisi sistem pengendalian manajemen:


Edy Sukarno menyatakan : “Sistem pengendalian manajemen adalah suatu
sistem terintegrasi antara proses, strategi, pemrograman, penganggaran,
akuntansi, pertanggungjawaban, yang hakikatnya untuk membantu orang
dalam menjalankan organisasi atau perusahaan agar hasilnya optimal.”

Sedangkan Anthony and Govindarajan dalam bukunya Management Control


System mengungkapkan : “Management control is the process by which
managers influence other members of the organization to implement the
organization’s strategies.”

Sistem pengendalian manajemen mempunyai beberapa ciri penting, yaitu :


1. Sistem pengendalian manajemen digunakan untuk mengendalikan seluruh
organisasi, termasuk pengendalian terhadap seluruh sumber daya (resources)
yang digunakan, baik manusia, alat-alat dan teknologi, maupun hasil yang
diperoleh organisasi, sehingga proses pencapaian tujuan organisasi dapat
berjalan lancar.
2. Pengendalian manajemen bertolak dari strategi dan teknik evaluasi yang
berintegrasi dan menyeluruh, serta kurang bersifat perhitungan yang pasti
dalam mengevaluasi sesuatu.
3. Pengendalian manajemen lebih berorientasi pada manusia, karena
pengendalian manajemen lebih ditujukan untuk membantu manager
mencapai strategi organisasi dan bukan untuk memperbaiki detail catatan.

2
3

Unsur-unsur SPM :
1. Perencanaan Strategis
2. Pembuatan anggaran
3. Alokasi Sumber daya
4. Pengukuran
5. Evaluasi
6. Penghargaan atas kinerja
7. Alokasi Harga Transfer
Pengendalian manajemen merupakan keharusan dalam suatu organisasi
yang menpraktikkan desentralisasi. Salah satu pandangan berargumentasi bahwa
sistem pengendalian manajemen harus sesuai dengan strategi perusahaan. Ini
menyiratkan bahwa strategi pertama kali dikembangkan melalui proses formal dan
rasional, dan strategi ini kemudian menentukan desain sistem manajemen
perusahaan. Satu perspektif alternatif mengatakan bahwa strategi muncul melalui
eksperimentasi yang dipengaruhi oleh sistem manajemen perusahaan. Menurut
pandangan ini, sistem pengendalian manajemen dapat mempengaruhi
perkembangan strategi. Kedua sudut pandang ini akan dibahas, beserta
implikasinya dalam hal desain operasi sistem pengendalian manajemen.

B. KONSEP – KONSEP DASAR


Suatu sistem merupakan suatu cara tertentu dan bersifat repetitif untuk
melaksanakan suatu atau sekelompok aktivitas.
Pengendalian Manajemen merupakan proses dengan para manajer
mempengaruhi anggota organisasi lainnya untuk mengimplementasikan strategi
organisasi. Unsur-unsur sistem pengendalian manajemen meliputi perencanaan
strategis, pembuatan anggaran, alokasi sumber daya, pengukuran, evaluasi dan
penghargaan atas kinerja, alokasi pusat tanggung jawab dan penetapan harga
transfer.
Elemen-elemen Sistem Pengendalian :
1. Pelacak (detector) atau sensor : suatu perangkat yang mengukur apa
yang sesungguhnya terjadi dalam proses yang sedang dikendalikan.
2. Penilai (assessor) : suatu perangkat yang menentukan signifikan dari
peristiwa actual dengan cara membandingkan dengan beberapa
standar atau ekspektasi dari apa yang seharusnya terjadi.
3. Effector : suatu parangkat (yang sering disebut ”umpan balik”) yang
mengubah perilaku jika assessor mengindikasikan kebutuhan untuk
melakukan hal tersebut.
4. Jaringan komunikasi : perangkat yang meneruskan informasi antara
detector dan assessor dan antara assessor dan sffector.
4

C. BATAS-BATAS PENGENDALIAN MANAJEMEN


Pengendalian manajemen merupakan proses dengan mana para manajer
mempengaruhi anggota organisasi lainnya untuk mengimplementasikan strategi
organisasi. Kegiatan Pengendalian Manajemen :
1. Merencanakan apa yang seharusnya dilakukan organisasi.
2. Mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas dari beberapa bagian
organisasi.
3. Mengomunikasikan informasi.
4. Mengevaluasi informasi.
5. Memutuskan tindakan apa yang seharusnya diambil jika ada.
6. Mempengaruhi orang-orang untuk mengubah perilaku mereka.

Formulasi strategis merupakan proses memutuskan tujuan organisasi dan


strategis untuk mencapai tujuan-tujuan ini. Strategis menetapkan secara umum
arah dan tujuan pengerakan organisasi yang diinginkan oleh manajemen senior.
Jadi formulasi strategis adalah proses pengambilan keputusan startegi baru,
sementara pengendalian menajemen adalah proses implemtasi strategi tersebut.
Pengendalian tugas adalah proses untuk memastikan bahwa tugas yang spesifik
dilaksanakan secara efektif dan efisien.
Pengendalian manajemen berada di tengah-tengah antara formulasi strategi
dan pengendalian tugas. Pengendalian manajemen merupakan proses yang mana
para manajer mempengaruhi anggota organisasi lain untuk mengimplementasikan
strategi organisasi.
Aspek pengendalian manajemen :
1. Kegiatan pengendalian manajemen
Kegiatannya meliputi merencanakan, menkoordinasi,
mengomunikasikan, mengevaluasi, memutuskan dan mempengaruhi.
Pengendalian manajemen melibatkan situasi masa depan sehingga jika
seorang manajer rencana yang lebih baik maka dapat melakukan
dengan cara tersebut, dan tidak menggunakan rencana awalanya.
2. Keselarasan tujuan
Keselarasan tujuan memungkinkan menggunakan tujuan
seorang anggota untuk mencapai tujuan organisasi asalkan tujuan
anggota tersebut konsisten dengan tujuan organisasi tersebut.
3. Perangkat penerapan strategi
Penegdalian manajemen merupakan perangkat menajer dalam
mengimplementasikan strategi yang diinginkan. Pengendalian tersebut
denga struktur organisasi yang memisahkan peranan, hubungan
pelaporan dan tanggung jawab.
5

4. Tekanan finansial dan nonfinansial


Sistem pengendalian manajemen mengukur kinerja finansial
yang fokus pada hasil- hasil moneter dst dan non finansial yang
meliputi mutu produk, pangsa pasar, kepuasan pelanggan dan
semangat kerja karyawan.
5. Bantuan dalam mengembangkan strategi baru
Informasi yang bersifat nonfinansial dapat memberikan dasar
pengambilan strategi baru yang disebut pengendalian interaktif.
Pengendalian ini mengundang perhatian manajemen pada
pengembangan baik negatif maupun positif dalam pengembangan
strategi baru.

Perbedaan antara pengendalian tugas dan pengendalian manajemen :


Banyak sistem pengendalian tugas bersifat ilmiah, sementara pengendalian
manajemen tidak dapat disederhanakan menjadi suatu ilmu. Dalam pengedalian
manajemen, para manajer berinteraksi dengan manager lainnya dalam
pengendalian tugas, manusia tidak terlbat sama sekali (sebagaimana dalam
beberapa proses produksi yang terotomartisasi) atau interaksinya adalah antara
seorang manajer dan non manajer.
Pengendalian manajemen berkaitan dengan aktivitas para manajer yang
didefinisikan secara luas dalam memutuskan apa yang harus dilakukan dalam
kendala strategis secara umum. Pengendalian tugas berhubungan dengan tugas-
tugas tertentu, yang sebagian besar membutuhkan sedikit atau tidak sama sekali
pertimbangan untuk melaksanakannya.

D. HAKEKAT PENGENDALIAN MANAJEMEN


Organisasi terdiri dari manajer dan karyawan harus dimotivasi dan dituntun
agar melakukan apa yang diinginkan pimpinannya dan harus dikoreksi jika
menyimpang dari arah pencapaian tujuan organisasi. Dasar dari semua proses
pengendalian adalah pemikiran untuk mengarahkan suatu variabel, atau
sekumpulan variabel, guna mencapai tujuan tertentu. Variabel dapat berupa
manusia, mesin, organisasi.
1. LINGKUNGAN PENGENDALIAN
Pengendalian manajemen merupakan suatu proses yang
dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Berikut ini diuraikan faktor
lingkungan yang berpengaruh terhadap pengendalian manajemen yang
meliputi perilaku organisasi dan pusat-pusat pertanggungjawaban.
a) Perilaku organisasi. Proses pengendalian manajemen
mempengaruhi terhadap pencapaian tujuan organisasi. Beberapa
karakteristik organisasi yang mempengaruhi proses tersebut,
6

terutama berkaitan dengan perilaku anggota dalam suatu


organisasi. Suatu organisasi mempunyai tujuan dan fungsi
pengendalian manajemen adalah mendorong anggota organisasi
mencapai tujuan. Disinilah perlunya faktor keselarasan tujuan
masing-masing anggota organisasi dalam pencapaian tujuan
organisasi. Struktur organisasi mempengaruhi bentuk sistem
pengendalian manajemen yang akan diterapkan. Perilaku
organisasi juga berkaitan dengan motivasi, kemampuan individu
itu sendiri dan pemahaman tentang perilaku yang diperlukan
dalam mencapai prestasi yang tinggi.
b) Pusat pertanggungjawaban. Suatu organisasi dibagi menjadi
beberapa pusat pertanggungjawaban. Adanya pusat
pertanggungjawaban adalah untuk memenuhi tujuan yang telah
ditetapkan manajemen puncak. Secara garis besar, pusat
pertanggungjawaban dibagi menjadi empat yaitu :
1) Pusat biaya. Pusat biaya dalah pusat pertanggungjawaban
dimana biaya diukur dalam unit moneter namun
outputnya tidak diukur dalam unit moneter.
2) Pusat pendapatan. Pusat pendapatan merupakan pusat
pertanggungjawaban dimana output-nya diukur dalam
unit moneter tetapi tidak dihubungkan dengan inputnya.
3) Pusat laba. Apabila suatu pestasi keuangan pusat
pertanggungjawaban diukur dengan dasar laba, maka
pusat pertanggungjawaban tersebut disebut pusat laba.
4) Pusat investasi. Pusat investasi adalah pusat
pertanggungjawaban yang prestasi manajernya diukur atas
dasar perbandingan antara laba dengan investasi yang
digunakan.
2. PROSES PENGENDALIAN MANAJEMEN
Suatu poses pengendalian manajemen melibatkan interaksi
antarmanajer dan manajer dengan bawahannya. Proses pengendalian
manajemen meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut yaitu:
a) Perencanaan strategi. Perncanaan strategi adalah proses
memutuskan program-program utama yang akan dilakukan
suatu organisasi dalam rangka implementasi strategi dan
menaksir jumlah sumber daya yang akan dialokasikan untuk
7

tiap-tiap program jangka panjang beberapa tahun yang akan


datang.
b) Penyusunan anggaran. Penyusunan anggaran adalah proses
pengoperasian rencana dalam bentuk pengkuantifikasian,
biasanya dalam unit moneter untuk kurun waktu tertentu.
c) Pelaksanaan. Selama tahun anggaran, manajer melakukan
program atau bagian dari program yang menjadi
tanggungjawabnya. Laporan yang dibuat hendaknya
menunjukkan dapat menyediakan informasi tentang anggaran
dan realisasinya baik itu informasi untuk mengukur kinerja
keuangan maupun nonkeuangan, informasi internal maupun
eksternal.

Evaluasi kinerja. Pestasi kerja bisa dilihat dari efisien atau


efektif tidaknya suatu pusat pertanggungjawaban menjalankan
tugasnya. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan antara
realisasi anggaran dengan anggaran yang telah ditetapkan
sebelumnya.
BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Beberapa definisi sistem pengendalian manajemen:


Edy Sukarno menyatakan : “Sistem pengendalian manajemen adalah suatu sistem
terintegrasi antara proses, strategi, pemrograman, penganggaran, akuntansi,
pertanggungjawaban, yang hakikatnya untuk membantu orang dalam
menjalankan organisasi atau perusahaan agar hasilnya optimal.”

Sedangkan Anthony and Govindarajan dalam bukunya Management Control


System mengungkapkan : “Management control is the process by which
managers influence other members of the organization to implement the
organization’s strategies.”

Elemen-elemen Sistem Pengendalian :


1. Pelacak (detector) atau sensor : suatu perangkat yang mengukur apa yang
sesungguhnya terjadi dalam proses yang sedang dikendalikan.
2. Penilai (assessor) : suatu perangkat yang menentukan signifikan dari
peristiwa actual dengan cara membandingkan dengan beberapa standar atau
ekspektasi dari apa yang seharusnya terjadi.
3. Effector : suatu parangkat (yang sering disebut ”umpan balik”) yang
mengubah perilaku jika assessor mengindikasikan kebutuhan untuk
melakukan hal tersebut.
4. Jaringan komunikasi : perangkat yang meneruskan informasi antara detector
dan assessor dan antara assessor dan sffector.

8
9

DAFTAR PUSTAKA

Halim, Abdul dkk. 2003. Sistem Pengendalian Manajemen Edisi Revisi.


Yogyakarta: UPP AMP YKPN.

Pella, Dian. 2014. Makalah Sistem Pengendalian Manajemen.

Suebahnur. 2013. Ruang Lingkup dan Kerangka Konseptual.

Anda mungkin juga menyukai