Anda di halaman 1dari 17

METODE PELAKSANAAN

PEKERJAAN : PEMBANGUNAN MASJID TAHAP II LPMP

LOKASI : MAJENE

TAHUN ANGGARAN : 2015

I. PEKERJAAN PERSIAPAN & PEMBERSIHAN

1. Pembersihan Lahan

Sebelum melaksanakan pekerjaan, segala persiapan berupa peralatan kerja yang


digunakan pada pelaksanaan pekerjaan ini terlebih dahulu disiapkan, seluruh peralatan
sudah harus berada pada lokasi pekerjaan (direksi keet/gudang), setelah seluruh
peralatan telah siap maka dilakukanlah pembersihan pada lokasi pekerjaan, lokasi –
lokasi yang telah ditetapkan pada gambar kerja dibersihkan dari semak belukar serta
pohon – pohon yang dapat mengganggu jalannya pelaksanaan pekerjaan ini,
pembersihan dilakukan pada lokasi – lokasi yang telah ditetapkan pada gambar kerja
serta sesuai dengan petunjuk dari direksi. Untuk pelaksanaan pekerjaan pembersihan
akhir, dilaksanakan setelah seluruh pelaksanaan pekerjaan telah terlaksana, lokasi –
lokasi pekerjaan dibersihkn dengan sedemikian rupa sesuai dengan gambar kerja serta
petunjuk dari direksi teknik.

2. Uitzet & Bouwplank

Sebelum melakukan pemasangan bouwplank terlebih dahulu pembersihan


dilakukan pada lokasi pekerjaan, tempat yang ingin dibangun harus bersih dari semak –
semak, akar, rerumputan serta segala sesuatu yang nantinya dapat menjadi kendala
pada saat proses pelaksanaan pekerjaan berlangsung, setelah pembersihan pada lokasi
pembangunan telah selesai maka, dilakukanlah pemasangan bouwplank. Pekerjaan ini
biasanya dilakukan seiring atau setelah pekerjaan pengukuran dilakukan. Pemasangan
bouwplank dilaksanakan bersama pihak proyek, direksi/pengawas.

Dalam pembuatan papan bouwplank, kayu yang digunakan adalah kayu kelas II.
Bouwplank terbuat dari papan yang bagian atasnya dipakukan pada patok kayu persegi
5/7cm yang tertanam dalam tanah cukup kuat. Untuk menentukan ketinggian papan
bouwplank secara rata, bagian atas papan bouwplank harus di waterpas, sedangkan
untuk mengukur dari titik As ke As antar ruangan, digunakan meteran. Setiap titik
pengukuran ditandai dengan paku dan di cat, cat yang digunakan adalah cat yang tidak
mudah luntur akibat perubahan iklim, jarak papan bouwplank minimal 1,5 m dari garis
bangunan terluar untuk mencegah kelongsoran terhadap galian tanah.
3. Pembuatan Direksi Keet & Gudang Material

Pekerjaan pembuatan gudang material dan direksi keet ini dilakukan dengan
membuat bangunan sementara sesuai dengan izin yang diberikan pihak pemilik proyek,
direksi keet ini merupakan kantor sementara untuk melakukan koordinasi dengan
pihak terkait, sedangkan gudang material merupakan tempat penyimpanan material –
material yang nantinya digunakan pada saat proses pelaksanaan pekerjaan ini
berlangsung.

Untuk direksi keet minimal berisi buku tamu, gambar kerja dan perlengkapan
sederhana yang dapat menunjang penerimaan tamu.

4. Listrik dan Air Kerja

Pelaksanaan pekerjaan ini dilakukan pada awal – awal pelaksanaan pekerjaan,


listrik serta air kerja merupakan hal terpenting dalam menunjang kelancaran pekerjaan
ini, sebelum melakukan pemasangan listrik dan air kerja terlebih dahulu dimintai
persetujuan dari direksi.

Pemasangan listrik berfungsi untuk membantu pekerjaan pemotongan keramik,


pemotongan besi, pompa air, penerangan kerja serta power untuk mengoperasikan alat
bantu kerja lainnya. Pengadaan listrik kerja dengan membuat meteran listrik baru
dengan pengajuan ke PLN atau dari Genset tergantung dari efisiensinya terhadap
pelaksanaan pekerjaan.

Untuk pengadaan air kerja diperlukan satu buah mesin pompa untuk distribusi
air kerja. Pemasangan pompa air dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan
pemantekan untuk mendapatkan sumber air, kemudian dilakukan pemasangan pipa dan
kran air. Air untuk keperluan kerja ditampung dalam tangki air atau drum air. Air kerja
dapat juga diperoleh dari sumber existing yang ada dengan penyambungan dan
membayar sejumlah biaya yang telah ditentukan.

5. Pembongkaran Pondasi Lama

Pembongkaran bagian bangunan lama dilakukan pada bagian tertentu saja,


sesuai dengan yang ditunjukkan oleh gambar rencana, pembongkaran dilakukan setelah
mendapat persetujuan dari direksi teknik/pengawas teknik, dalam melakukan
pembongkaran, pekerja akan diarahkan untuk selalu hati – hati dalam pelaksanaannya,
pembongkaran dilakukan pada bagian pondasi lama dalam melakukan pembongkaran,
pembongkaran harus dilakukan dengan berhati - hati karena ada beberapa bagian
bangunan yang nantinya akan digunakan kembali, dan apabila terjadi pembongkaran
yang mengakibatkan kerusakan di bagian yang tidak ditunjukkan dalam gambar kerja,
maka kerusakan ini akan menjadi bagian dari tanggung jawab kami.
II. PEKERJAAN TANAH

1. Pelaksanaan pekerjaan urugan tanah meliputi pelaksanaan pekerjaan :


 Urugan Tanah (Pematangan Lahan) (area teras, wudhu)

 Urugan Levelling lantai gedung wudhu = 0,25 m

 Urugan Tanah Untuk Taman

pekerjaan urugan tanah ini dilakukan pada titik – titik yang telah ditetapkan
pada gambar kerja, yakni pematangan lahan (area terass, wudhu), lantai gedung wudhu,
serta urugan tanah untuk taman, dalam pelaksanaannya beberapa pekerja akan
diarahkan untuk melakukan penghamparan tanah pada lokasi yang telah ditetapkan
pada gambar kerja, setelah tanah telah dihampar maka, dilanjutkan dengan pekerjaan
pemadatan, sebelum pemadatan dilakukan terlebih dahulu dilakukan penyiraman pada
tanah yang telah dihampar, tanah yang telah dihampar disiram dengan sedemikian rupa
hingga tanah mencapai kelembaban yang optimum, setelah tanah mencapai kelembaban
optimum, maka dilakukanlah pemadatan, pemadatan dilakukan lapis demi lapis hingga
urugan tanah mencapai ketebalan yang disyaratkan

2. Urugan Pasir Bawah Pondasi Tbl. 10 cm

Pelaksanaan pekerjaan ini dilakukan sebelum pasangan pondasi dilaksanakan,


metode pelaksanaan pekerjaan ini dengan menimbun pasir pada permukaan galian,
pasir ini dipadatkan dengan penyiraman air, sehingga mencapai kepadatan optimum.
Terlebih dahulu pekerja akan diarahkan untuk membersihkan daerah yang akan diurug
dari kotoran/bahan organik misalnya sampah, sisa – sisa kayu, humus dan lain-lain.

Urugan dilakukan Pada tempat-tempat yang telah ditetapkan oleh direksi yang
menurut direksi perlu untuk ditimbun, maka kami akan segera melakukan penimbunan
sampai mencapai ketinggian yang disyaratkan.

3. Urugan Pasir Bawah Lantai Tbl. 10 cm

Pelaksanaan pekerjaan ini dilaksanakan sebelum pekerjaan lantai dilaksanakan,


dalam pelaksanaannya pekerja akan diarahkan untuk melakukan penghamparan pasir
pada lokasi yang telah ditetapkan pada gambar kerja, setelah penghamparan dilakukan,
maka dilakukanlah penyiraman pada pasir, hal ini bertujuan agar tanah mencapai
kelembaban optimum sehingga pada saat proses pemadatan yang dilakukan pada saat
penyiraman telah selesai, tanah dapat padat dengan sempurna, adapun ketebalan dari
urugan pasir yang dilaksanakan pada pelaksanaan pekerjaan ini yakni tebal 10 cm,
pelaksanaan pekerjaan ini nantinya akan diawasi langsung oleh direksi teknik dalam
proses pelaksanaannya.

4. Rabat Beton Lantai Tbl. 6 cm

Pelaksanaan pekerjaan rabat beton dilakukan setelah pekerjaan urugan pasir


bawah lantai telah terlaksana, pada pelaksanaannya terlebih dahulu dilakukan
penimbangan serta pemasangan benang kerja, benang kerja disesuaikan dengan ukuran
rabat beton yang disyaratkan pada pelaksanaan pekerjaan ini setelah penimbangan
serta pemasangan benang kerja telah terlaksana maka, selanjutnya dilakukan
pembuatan adukan campuran,perbandingan serta pembuatan adukan campuran
disesuaikan dengan spesifikasi yang telah ditetapkan, setelah adukan campuran telah
menyatu dengan baik maka, dilakukanlah pengecoran, pelaksanaan pekerjaan ini
disesuaikan dengan spesifikasi yang telah ditetapkan serta petunjuk dari direksi teknik.

5. Galian dan Urugan Kembali Pondasi

Dalam pelaksanaan pekerjaan ini, penggalian tanah dilakukan dengan metode


penyiapan tenaga kerja dan peralatan, penggalian ini desuaikan dengan ukuran yang
telah ditetapkan dalam rencana kerja, jika pada saat penggalian ditemukan Sesuatu yang
dapat merubah ukuran galian maka kami akan melakukan koordinasi dengan direksi
untuk dimintakan persetujuan.

Pekerja diarahkan untuk melakukan penggalian dengan dimensi galian minimal


sama dengan gambar atau maksimal sampai mencapai tanah dasar/keras. Namun jika
tanah dasar/keras melebihi dua kali dimensi yang telah ditentukan, maka akan segera
dilaporkan ke Direksi/Pengawas Teknik untuk mengambil kebijaksanaan khusunya
dalam merubah konstruksi dan atau dimensi tanpa mengurangi kekuatan. Guna menjaga
keamanan pekerjaan, pekerja diarahkan untuk membuang tanah galian sejauh mungkin
dari tepi lubang galian. Jika dalam penggalian terdapat air menggenang, maka pekerja
diarahkan untuk memompa keluar dengan menggunakan pompa air yang kami siapkan
di lokasi untuk digunakan. Semua tanah galian yang tidak dipakai akan diangkat keluar
lokasi pekerjaan.

Jika diketemukan terjadi kesalahan dalam penggalian tanah untuk dasar pondasi
sehingga dicapai kedalaman yang melebihi apa yang telah ditentukan dalam gambar,
maka kelebihan pada galian harus diurug kembali dengan pasir, biaya akibat pekerjaan
tersebut menjadi beban Kontraktor. Penyiapan tenaga kerja dan peralatan yang
memadai untuk melaksanakan pekerjaan ini dilakukan secara seksama, para pekerja
diarahkan untuk mengikuti patok yang telah ada dan menarik benang kerja sebagai
patokan dalam penggalian.

Untuk pelaksanaan pekerjaan urugan dilakukan setelah pekerjaan Pasangan


Pondasi selesai dilaksanakan, dilanjutkan dengan pekerjaan urugan tanah kembali,
Pekerjaan ini pada dasarnya sama dengan pekerjaan timbunan biasa, akan tetapi
sumber materialnya berasal dari tanah bekas galian yang menurut ketentuan dapat
digunakan untuk bahan timbunan, dengan metode pelaksanaan yakni dengan mengisi
sisi pondasi dengan tanah dari hasil galian, urugan tanah pada sisi pondasi ini dilakukan
secara lapis perlapis agar didapatkan kepadatan yang sempurna, urugan ini dilakukan
sedemikian rupa agar tidak mempengaruhi pasangan pondasi yang telah terpasang
sebelumnya.
III. PEKERJAAN PONDASI T. WUDHU

1. Galian Lubang Strous & Beton Strouss Dia 20. Cm H = 3 m

Sebelum melakukan penggalian untuk lubang strous, terlebih dahulu dilakukan


penentuan titik galian, setelah titik – titik galian lubang strous telah ditetapkan maka
dilakukanlah penggalian, selain dilakukan penggalian beberapa pekerja juga diarahkan
untuk melakukan fabrikasi besi, pekerja yang ahli pada bidang pembesian diarahkan
untuk melakukan perangkaian besi sesuai dengan spesifikasi serta petunjuk dari direksi,
untuk pelaksanaan Pekerjaan pengeboran strauss pile ,tanah dibor menggunakan bor
pile manual sedikit demi sedikit sampai dirasa penuh kemudian diangkat dan
dibuang,proses berlanjut sampai dengan kedalaman tanah keras. Setelah lubang siap,
besi tulangan dimasukan segera kedalam lubang bor pile,kemudian bisa dilanjutkan
dengan pengecoran beton menggunakan perbandingan adukan yang telah disyaratkan
dalam spesifikasi teknis Jika dilubang ada air yang levelnya sampai setengah badan
lubang keatas dianjurkan untuk memakai pipa penghantar atau tremi untuk
menyalurkan beton basah kedasar lubang. Setelah pengecoran telah dilakukan maka
dilakukan Pemasangan Pilecap yang dilanjutkan pengecoran Sloof

2. Lantai Kerja K – 125 Tbl. 5 cm

Sebelum melakukan pembuatan lantai kerja terlebih dahulu dilakukan


penimbangan serta pemasangan benang kerja, benang kerja disesuaikan dengan ukuran
lantai kerja yang disyaratkan pada pelaksanaan pekerjaan ini setelah penimbangan
serta pemasangan benang kerja telah terlaksana maka, selanjutnya dilakukan
pembuatan adukan campuran,perbandingan serta pembuatan adukan campuran
disesuaikan dengan spesifikasi yang telah ditetapkan, setelah adukan campuran telah
menyatu dengan baik maka, dilakukanlah pengecoran, pelaksanaan pekerjaan ini
disesuaikan dengan spesifikasi yang telah ditetapkan serta petunjuk dari direksi teknik.

Pada Pelaksanaan pekerjaan ini ada 2 macam sloof yang akan dibuat pada
pelaksanaannya :

 Beton Sloof S1

 Beton Sloof S2

Pekerjaan sloef beton bertulang siap dikerjakan apabila pondasi sudah selesai dikerja
dan kuat. Dalam pelaksanaan pekerjaan ini.

sebelum pelaksanaan pekerjaan ini dilakukan terlebih dahulu pekerja akan


diarahkan untuk membuat rangkaian besi sloef, pembuatan rangkaian besi sloef ini akan
disesuaikan dengan gambar kerja serta petunjuk dari direksi/pengawas, Setelah
pembuatan rangkaian besi sloef selesai maka selanjutnya, rangkaian besi diletakkan di
atas pondasi, pekerja akan diarahkan untuk memasang papan atau triplex disisi kiri dan
kanan rangkaian besi (papan bekisting), tahan papan bekisting dengan menggunakan
balok agar pada saat pengecoran berlangsung, bekisting tidak bergeser. Adapun
perbandingan yang digunakan dalam pekerjaan sloef yaitu 1Pc : 2Ps : 3Kr dengan mutu
beton sesuai yang disyaratkan, dalam pelaksanaan pembuatan adukannya, pekerja akan
diarahkan untuk melakukan pengadukan dengan menggunakan mesin moleng, hal ini
bertujuan agar adukan campuran dapat menyatu dengan baik sehingga mendapatkan
beton yang sempurna.

3. Pondasi Rollag

Sebelum melaksanakan pekerjaan pondasi Rollag dilaksanakan terlebih dahulu


seluruh bahan serta peralatan disiapkan dilokasi pelaksanaan pekerjaan, pondasi rollag
dilakukan setelah proses penggalian untuk pondasi telah selesai dengan sempurna,
untuk penggunahan bahan dalam membuat pondasi rollag Batu bata yang digunakan
harus baru, terbakar keras dan tidak patah-patah. Ukuran yang dianjurkan adalah 5, cm
x 11 cm x 22 cm dengan toleransi ukuran 0,5 cm. Adapun metode pelaksanaan
pekerjaan ini terlebih dahulu dilakukan penimbangan serta pemasangan alat bantu
yakni benang kerja, benang kerja yang digunakan sebagai alat bantu berfungsi sebagai
acuan agar pasangan bata pada pondasi rollag dapat terjaga kerataannya, untuk
perbandingan adukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini akan disesuaikan dengan
spesifikasi serta petunjuk dari direksi, dalam pembuatan adukan campuran digunakan
concrete mixer agar adukan dapat menyatu dengan sempurna.

IV. PEKERJAAN STRUKTUR T. WUDHU

1. Beton Kolom K2 (t. Wudhu) & Kolom Praktis 15/15 (t. Wudhu)

Dalam membuat suatu kolom pada tempat wudhu terlebih dahulu perangkaian
serta Pemasangan Besi Kolom Beton dilakukan bersamaan dengan saat Proses
Pekerjaan Pemasangan Besi Sloof, supaya ketika sloef sudah di cor dengan adukan beton
sambungan stek dari konstruksi kerangka pondasi bisa menyatu dengan sambungan
besi tulangan kolom beton. Pekerjaan Pemasangan Besi Kolom Beton harus menyiapkan
besi stek ke sisi kiri dan kanan guna pengait dinding bata ketika dipasang. besi stek yang
dipasang adalah besi ukuran 6 mm yang digunakan sebagai besi cincin/sengkang
dimasukan kedalam kerangka besi tulangan kolom tiang beton dengan sisa kekanan dan
kiri minimal 40 cm dengan kedua ujungnya sepanjang 2 cm dibengkokan. Setelah
seluruh pekerjaan perangkaian pembesian pada kolom telah terlaksana maka dibuatkan
bekisting untuk kolom, dalam pembuatan bekisting, bekisting harus dibuat kokoh
sehingga pada saat proses pengecoran dilakukan, bekisting tidak bergeser pada posisi
yang sebelumnya, adapun adukan serta mutu beton yang disyaratkan dalam
pelaksanaan pekerjaan ini nantinya disesuaikan dengan spesifikasi yang disyaratkan,
pengecoran dapat dilaksanakan setelah mendapat persetujuan dari direksi
teknik/pengawas teknik.

2. Beton Balok B2 (t. Wudhu)

Pelaksanaan pekerjaan balok dilaksanakan Setelah pekerjaan kolom telah


terlaksana, maka selanjutnya pekerjaan ringbalk beton. Tahap pertama dalam pekerjaan
ini adalah membuat rangkaian besi untuk balok beton, dalam pelaksanaannya pekerjaan
ini hampir sama dengan pekerjaan sloef. Pekerja akan diarahkan untuk membuat
rangkaian besi balok sesuai dengan gambar rencana. Rangkaian besi akan di letakkan
didalam bekisting yang telah dibuat dan beberapa balok akan menjadi penyangga, balok
penyangga ini berfungsi untuk menahan beban yang ada pada saat pengecoran
berlangsung. Setelah pengecoran selesai, pekerja akan merapikan hasil pengecoran.

3. Plat Kanopi Wudhu 10 cm & Plat Atap Tbl. 10 cm

Ada 2 macam plat yang nantinya akan dibuat pada pelaksanaan pekerjaan
tempat wudhu, yakni Plat kanopi serta plat atap dengan masing – masing memliki
ketebalan yang sama yakni 10 cm, pada pelaksanaannya, terlebih dahulu masing –
masing Plat dibuatkan bekisting dalam pembuatannya bekisting harus dibuat kokoh
agar bekisting mampu menahan beban dari besi serta adukan pada saat penuangan
adukan pada bekisting dilakukan, penggunaan scafolding juga akan digunakan pada
pelaksanaan pekerjaan ini sehingga kekuatan dari bekisting semakin kokoh, setelah
bekisting telah dibuat sesuai dengan ukuran ketebalan dari plat maka dilanjutkan
dengan pembuatan rangkaian besi pada masing – masing plat untuk pelaksanaan
pekerjaan pembesian plat kanopi dan plat atap, pembuatan rangkaian besinya
disesuaikan dengan spesifikasi serta gambar kerja yang telah ditetapkan, setelah
rangkaian besi telah selesai dan sesuai dengan gambar kerja maka dimintai persetujuan
dari pengawas teknik/direksi teknik untuk melakukan pekerjaan selanjutnya yakni
pengecoran, untuk perbandingan adukan yang digunakan pada pelaksanaan pekerjaan
ini yaitu perbandingan : 1 Pc : 2 Ps : 3 Krl dengan mutu beton yang disyaratkan sesuai
dengan spesifikasi teknis.

V. PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN

Pelaksanaan pekerjaan pasangan dinding meliputi pelaksanaan pekerjaan :

 Pasangan dinding bata merah 1 Pc : 4 Psr (1/2 bata)

 Pasangan dinding bata merah 1 Pc : 4 Psr (1 bata)

 Pasangan Trasram 1 Pc : 3 Psr

Pada pelaksanaan pekerjaan terdapat beberapa spesifikasi adukan sesuai


dengan fungsinya, ada yang menggunakan Adukan pasangan bata biasa adalah
perbandingan campurannya 1 PC : 4 Pasir, sedangkan untuk daerah kedap air (trasram)
menggunakan campuran 1 PC : 3 Pasir. Untuk pelaksanaan pasangan dinding bata
trasram dilaksanakan pada saat pembuatan septictank dan bak peresapan dilaksanakan

Batu bata yang digunakan harus baru, terbakar keras dan tidak patah-patah.
Ukuran yang dianjurkan adalah 5, cm x 11 cm x 22 cm dengan toleransi ukuran 0,5 cm.

Metode pelaksanaan pekerjaan ini adalah : Pasangan dinding batu bata


umumnya adalah 1/2 batu, kecuali Direksi/Pengawas Teknik memberikan petunjuk lain
seperti pelaksanaan pekerjaan ini yang juga menggunakan pasangan 1 Bata. Pekerja
yang melakukan Pemasangan diarahkan untuk memperhatikan kerataan dan tegaknya
pasangan, lajur penaikannya diukur tepat dengan tiang lot, kecuali bilamana tidak
diperlihatkan dalam gambar maka setiap ajur bata harus putus sambungan dengan
lajur dibawahnya. Selain itu pola ikatan pasangan harus terjaga baik diseluruh
pekerjaan. Sebelum bata dipasang terlebih dahulu di rendam dalam air sampai jenuh,
Bata-bata potongan tidak boleh dipakai/dipasang, terkecuali pada pertemuan-
pertemuan dengan kosen/kolom.

1. Plesteran 1 Pc : 4 Psr

Untuk pelaksanaan pekerjaan ini, Perbandingan adukan yang digunakan pada


pelaksanaan pekerjaan ini yakni 1 Pc : 4 Psr, dengan ketebalan yakni 1,5 cm. Dengan
metode pelaksanaan yakni setelah pasangan batu bata selesai dikerjakan. Pasangan
dinding yang akan diplester terlebih dahulu dibersihkan dan disiram air, kemudian
memulai memplester. tembok trasram, dan tembok biasa, Sebelum diplester. Dinding
batu bata disiram air agar. Adukan plesteran dapat melekat dengan baik pada bidang
yang akan diplester, setelah dinding telah disiram dengan air selanjutnya dilakukan
penimbangan serta pemasangan benang kerja hal ini bertujuan agar pada saat proses
pekerjaan plesteran berlangsung, pasangan plesteran dapat terjaga kerataannya,
pelaksanaan pekerjaan plesteran ini dilakukan pada titik – titik yang telah ditetapkan
pada gambar kerja, pelaksanaan pekerjaannya pun disesuaikan dengan spesifikasi serta
petunjuk dari direksi.

2. Acian

Pekerjaan acian dilakukan setelah plesteran telah selesai. Material acian harus
berkualitas baik. Pekerjaaan acian ini berfungsi untuk menutup pori – pori yang ada
pada saat pekerjaan plesteran telah selesai. Sebelum melakukan pekerjaan acian,
terlebih dahulu permukaan dinding dibersihkan serta dibasahi, Pekerja akan diarahkan
untuk melakukan acian dengan rapi dan ketebalan dari acian ini akan disesuaikan
dengan spesifikasi teknis yang telah di tetapkan.

VI. PEKERJAAN KERAMIK LANTAI & DINDING

Pelaksanaan pekerjaan keramik pada lantai meliputi pelaksanaan pekerjaan


pemasangan :

 Granite Tile 60 x 60 cm (gedung utama)

 Keramik Lantai 30 x 30 cm (T.wudhu)

 Keramik lantai KM/WC 25 x 25 cm ( Polos kasar )

Sebelum melakukan pemasangan keramik, terlebih dahulu penimbangan serta


pemasangan benang dilakukan, hal ini bertujuan agar pemasangan keramik ini dapat
terpasang dengan baik dan rata antara keramik satu dan keramik lainnya. pada
Pelaksanaan pekerjaan ini, untuk pekerjaan keramik lantai pada gedung utama
digunakan Granite tile berukuran 60 x 60 cm, untuk tempat wudhu digunakan keramik
berukuran 30 x 30 cm, sedangkan untuk keramik lantai KM/WC digunakan keramik
berukuran 25 x 25 cm. Dalam pemasangannya, pekerja akan diarahkan untuk melakukan
pemasangan dengan sedemikian rupa sesuai dengan gambar kerja serta petunjuk dari
direksi, pekerja juga harus lebih sering memperhatikan serta mengontrol kerataan dari
pasangan keramik, mengacu pada benang kerja serta penggunaan waterpass sangat
dianjurkan agar pasangan keramik tetap terjaga kerataannya.
Pelaksanaan pekerjaan keramik dinding meliputi pelaksaaan pekerjaan pemasangan :

 Keramik Dinding KM/WC 25 x 30 cm

 Granite Tile Dinding tempat wudhu 40 x 40 cm

Pekerjaan pasangan dinding keramik dilakukan, setelah pekerjaan plesteran


selesai dilaksanakan, pekerjaan ini hampir sama dengan pekerjaan pasangan keramik
pada lantai, yang pelaksanaannya, dilakukan penimbangan terlebuh dahulu, setelah itu
pekerja akan diarahkan untuk memasang alat bantu berupa benang kerja. Agar
pemasangan dinding keramik tetap terjaga kerataannya, penggunaan waterpass juga
sangat dianjurkan digunakan bagi pekerja, pekerja juga akan diarahkan agar selalu
mengacu serta memperhatikan benang kerja agar pada saat proses pemasangan
berlangsung, pasangan keramik tidak bergeser/keluar dari benang acuan yang telah
menjadi patokan. Pasangan dinding keramik dilakukan pada kamar mandi, dinding
KM/WC keramik yang digunakan berukuran 25 x 30 cm sedangkan untuk dinding tempat
wudhu digunakan Granite tempat wudhu 40 x 40 cm, pelaksanaan pekerjaan ini
disesuaikan dengan spesifikasi serta petunjuk dari direksi teknik.

VII. PEKERJAAN KUSEN & ACCESSORIES

Pelaksanaan pekerjaan kusen dan accesories meliputi pelaksanaan pekerjaan


pemasangan :

 Pintu Jendela Type PJ1 ( Pintu & Kusen Allumium )

 Pintu Type P1 (KM/WC)

 Bovenlight BV 1 (KM/WC)

Sebelumnya kita siapkan bahan-bahan yang akan dipakai, antara lain: sealent,
semen atau mortar, rangka pintu atau jendela yang sudah siap dipasang, fischer,skrup,
isolasi plastic atau kertas, kusen aluminium yang mau dipasang. Setalah bahan
bangunan sudah tersedia, maka kita lanjutkan dengan menyiapkan peralatan
pemasangan, antara lain: obeng, bor tembak, baji kayu atau karet.

Proses pekerjaan kusen aluminium:

Pada saat pemasangan dinding baik itu batu bata atau gypsum maka harus kita
persiapkan lubang kusen agar kita tidak melakukan pembongkaran, ukuran lubang
disesuaikan dengan ukuran kusen ditambah 1 cm untuk tempat sealent. Lalu masukan
kusen kedalam lubang, mengatur agar posisi kusen tepat, dengan menggunakan alat
beji. Setelah posisi pas maka stel kelurusan kusen dengan dinding ketegakan dan
kedataran, sampai benar-benar bagus. Buat lubang untuk tempat skrup pada dinding
melalui lubang kusen dengan menggunakan alat bor, kemudian masukkan fischer
kedalam lubang bor yang telah kita buat, selanjutnya, kita ambil obeng untuk
mengencangkan fischer. siapkan daun pintu atau jendela yang sudah dirangkai penuh.
Daun pintu atau jendela tersebut kita masukan ke lubang kusen, kemudian lakukan
pemasangan aksesoris seperti engsel, handle, door closer dan yang lainnya.kemudian
lakukan finishing tembok dengan menggunakan bahan mortar/semen dan sealent.
Pengisian dilakukan sampai tertutup semua celah antara dinding dan kusen. Selama
proses pelaksanaan pembangunan berlangsung rawan terjadi goresan atau benturan
sehingga terjadi kerusakan kusen. Oleh karena itu kita buat pelindung dengan bahan
isolasi plastic atau kertas. Sedangkan pekerjaan penggantung dan lainnya dilakukan
setelah pekerjaan pasangan batu dan plesteran selesai dilaksanakan agar tidak terkena
campuran. Metode pelaksanaan dengan menyiapakan semua bahan yang akan dipasang,
peralatan penunjang kelancaran pekerjaan. Selanjutnya daun pintu dan jendela
dimasukkan kelubang kusen, jika sudah tepat maka dilakukanlah pemasangan engsel,
dan lainnya.

Pemasangan kusen pintu aluminium serta aksesoris dari pemasangan kusen,


disesuaikan dengan gambar kerja yang telah ditetapkan serta petunjuk dari direksi.
Sedangkan untuk pintu temper, dalam pelaksanaannya pekerjan yang ahli pada bidang
ini akan digunakan pada pelaksanaannya, pekerja akan diarahkan untuk memasang
pintu dengan sedemikian rupa sesuai dengan spesifikasi serta petunjuk dari direksi.

VIII. PEKERJAAN PLAFOND

1. Plafond Gypsum 9 mm + Rangka Hollow Galvalume, Plafond Gypsum 9 mm + Rangka


Hollow Galvalume ( Drop Celling ) dan List Plafond Kayu 1/4

Metode pelaksanaan pekerjaan ini terlebih dahulu menyiapkan material yang


akan digunakan dan tenaga kerja yang professional, kemudian mengerjakan lebih awal
memasang batang-batang penggantung yang berupa besi hollow sehingga membentuk
rangka plafond yang disesuaikan dengan bahan penutup plafond yang akan digunakan.
Pembagian petak - petak untuk setiap ruangan tidak harus dengan lembar yang utuh
sehingga diperlukan pemotongan bahan penutup dan ini disesuaikan dengan rangkanya.

Setelah rangka terpasang dengan kokoh dan tergantung dengan baik, maka
dilanjutkan dengan pasangan penutup plafond, penutup plafond yang digunakan pada
pelaksanaan pekerjaan ini yakni, plafond gypsum 9 mm,Dalam pelaksanaan pembuatan
rangka plafond dan penutup plafond disesuaikan dengan gambar kerja serta petunjuk
dari direksi teknik/pengawas teknik. Setelah penutup selesai, maka dilanjutkan dengan
pasangan list plafond kayu, list plafond yang digunakan pada pelaksanaan pekerjan
digunakan list plafond kayu 1/4, pekerjaan ini dilakukan secara seksama lurus dan rapih
serta benar-benar menyatu dengan plafond dan dinding.

2. Pengecatan Plafond

terlebih dahulu bidang yang ingin di cat dibersihkan dari zat yang dapat
merusak mutu dari cat yang akan digunakan pelaksanaan pekerjaan pengecetan pada
plafond dapat dilakukan apabila plafond sudah di compound dan pemukaaannya sudah
di gosok dengan rata, dengan terlebih dahulu bahan cat diaduk dengan rata, dalam
pelaksanaannya beberapa pekerja akan diarahkan untuk melakukan pengecetan dengan
sedemikian rupa sesuai dengan petunjuk direksi, pengecetan dilakukan dengan
menggunakan kuas atau roller, dilakukan 2 kali pengecetan hingga didapatkan warna
yang merata serta disetujui oleh pengawas teknik/direksi teknik.
IX. PEKERJAAN PENGECATAN

 Pengecatan dinding kubah dengan Cat Dinding putih ex.paragon (dasaran)

 Pengecatan dinding kubah dengan Cat Dinding merah marun (Luaran)

 Lapisan Waterproofing

 Pengecatan dinding dalam KM/WC t.wudhu

 Pengecatan Mahkota Kubah Warna Emas

 Pengecatan lisplank dengan cat minyak

Pekerjaan ini dilakukan setelah pekerjaan acian telah terlaksana ,pekerjaan


pengecetan dilakukan pada dinding, beton, dan Lisplank, pelaksanaan pekerjaan
waterproof juga dilaksanakan pada pekerjaan ini.

terlebih dahulu bidang yang ingin di cat dibersihkan dari zat yang dapat
merusak mutu dari cat yang akan digunakan, pembersihan juga dapat dilakukan dengan
menggunakan amplas basah setelah permukaan telah bersih maka selanjutnya
dilakukan plamour setelah itu digosok dengan rata, kemudian dilakukan persiapan
pengecatan, untuk pengecetan pada lisplank digunakan cat minyak dalam
pelaksanaannya. Sebelum pengecetan dilakukan terlebih dahulu bahan cat diaduk
dengan rata, pengecetan dilakukan dengan menggunakan kuas atau roller, dilakukan
minimal 2 kali pengecetan hingga didapatkan warna yang merata. Pelaksanaan
pekerjaan pengecetan dilakukan pada bagian – bagian yang telah ditetapkan pada
gambar kerja, untuk pelaksanaan pekerjaan water proof, pelaksanaannya dilakukan
dengan sedemikian rupa sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan, Setelah semua
pekerjaan telah selesai dan telah dilakukan pemeriksaan secara seksama barulah
dilakukan pembersihan dengan memperhatikan sisa–sisa pekerjaan yang
mengakibatkan kurangnya nilai estetika. Adapun merk, warna atau bahan cat yang
nantinya digunakan akan disesuaikan dengan spesifikasi teknis serta petunjuk dari
direksi.

X. PEKERJAAN PASANGAN

1. Pasangan clading fiber cor semen di atas kusen (sor-soran), Pasangan clading metal di
atas sor-soran kusen (8 bh) & Pasangan kayu ukir jati di atas kusen (8 bh)

Sebelum melaksanakan pelaksanaaan pekerjaan Pemasangan Cladding fiber dan


pasangan cladding metal terlebih dahulu dilakukan penyiapan bahan serta peralatan
demi menunjang jalannya pelaksanaan pekerjaan, setelah bahan berupa besi hollow
serta caldding telah siap maka dilakukan pemasangan pembuatan rangka untuk clading,
metode pelaksanaan pekerjaan ini hampir sama dengan pelaksanaan pekerjaan plafond,
untuk pasangan clading, clading yang akan digunakan pada pelaksanaan pekerjaan ini
yakni clading fiber cor semen serta clading metal, pelaksanaan pekerjaan pemasangan
clading dilaksanakan tepat pada atas kusen bangunan, beberapa pekerja akan diarahkan
untuk membuat rangka untuk pemasangan clading, setelah pembuatan rangka clading
telah terpasang dengan kokoh dan sempurna maka dilakukanlah pemasangan clading,
pada pelaksanaannya pekerja akan diarahkan untuk melakukan pemasangan clading
dengan lurus dan rapih sesuai dengan spesifikasi serta petunjuk dari direksi, selain
pemasangan clading pada atas kusen, pasangan kayu ukir jati juga akan dilaksanakan
pada atas kusen, dalam pelaksnaannya pekerja yang ahli dalam bidang ini akan
digunakan dalam pelaksanaannya, pekerja akan diarahkan untuk melakukan
pemasnagan kayu ukir jati dengan sdemikian rupa sesuai dengan gambar kerja serta
petunjuk dari direksi.

XI. PEKERJAAN LISTRIK

Pelaksanaan pekerjaan listrik meliputi pekerjaan :

 Pemasangan Titik Lampu Downlight

 Pemasangan Titik Lampu Spotlight

 Pasangan instalasi daya stop kontak

 Pemasangan Saklar Ganda

 Pemasangan Saklar Tunggal

 Pasangan panel listrik

 Pasangan penyambung daya ke PLN

Pekerjaan instalasi ini dilakukan dengan langkah-langkah teknis sebagai berikut :

Untuk melakukan pemasangan instalasi ini, Pekerja yang ahli pada bidang
kelistrikan akan digunakan dalam pelaksanaannya.

Sebelum pelaksanaan pekerjan instalasi listrik ini dilakukan beberapa persiapan


akan dilakukan dangan Menyiapkan satu set lengkap gambar-gambar pelaksanaan yang
tepat pada lokasi dari seluruh jenis outlet, panel/cabinet, peralatan, perkabelan dan
seterusnya dengan mengambil pedoman pada as center kolom. Sistim Proteksi terhadap
hubung singkat pada panel daya kecuali ditunjukkan lain dari gambar kerja.

Untuk pemipaan pekerjaan instalasi ini, digunakan pipa Conduit, pemasangan


dalam pelaksanaannya dilakukan secara in bouw, di dalam dinding bata, di atas plafon
sehingga tidak terlihat mata, pekerja akan diarahkan untuk fokus dalam melakukan
pemasangan agar pasangan dapat rapi, tegak atau horizontal dan sejajar dengan
struktur bangunan, pelaksanaan pekerjaan ini disesuaikan dengan spesifikasi teknis
yang telah ditetapkan serta petunjuk dari direksi teknis.

Semua bagian yang terbuat dari bahan metal dari peralatan listrik harus di
grounded (hubungan ketanah) dan semua panel harus di G kan dengan electrode
terpisah sebagai pengaman dari sentuhan. Pemasangan sakelar dan Plug/Stop kontak
dilakukan secara seksama dengan senantiasa memperhatikan sambungan-sambungan
dan berfungsi dengan baik.

Untuk Pemasangan lampu Pelaksanaan pekerjaannya dilakukan setelah,


pelaksanaan pekerjaan instalasi listrik khususnya kabel, serta fitting telah terpasang
dengan baik, pekerja akan diarahkan untuk memasang lampu sedemikian rupa dengan
mengacu pada gambar kerja serta spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Untuk
pelaksanaan pekerjaan penyambung daya ke PLN, nantinya petugas PLN sendiri yang
akan melakukannya, dengan mengikuti tahapan - tahapan prosedur yang telah
ditetapkan pada instansi terkait.

XII. PEKERJAAN INSTALASI AIR BERSIH & PEKERJAAN SANITAIR

Pelaksanaan pekerjaan instalasi air bersih dan sanitair meliputi pelaksanaan pekerjaan,
 Pasangan pipa PVC diameter 3/4 inci

 Pasangan pipa PVC diameter 3 inci

 Pasangan pipa PVC

 diameter 4 inci

 Accesoris lain (lem pipa, ampelas, sambungan, dll 10 % pipa)

 Pekerjaan septic tank dan resapan

 Pekerjaan Pasangan Pompa Air

 Pasangan penyambung air bersih ke PAM

 Pasangan Bak Kontrol

 Pasangan Tempat Sabun

 Pasangan Kloset duduk standart toto

 Bak mandi

 Pasangan Wastafel

 Pasangan kran air KM / WC

 Pasangan kran T.Wudhu

 Pasangan floor drain KM / WC & T.Wudhu

Tahapan pekerjaan ini dimulai dari mempersiapkan lubang pada pasangan batu
bata atau pada bagian pondasi untuk dilalui pipa air bersih maupun pipa air kotor,
termasuk lebih dahulu memasang pipa pada bagian ruangan yang akan dilalui aliran air,
sehingga dipasang sebelum dilantai. Setelah pemasangan pipa air bersih dan kotor telah
terlaksana maka dilanjutkan pemasangan alat – alat sanitasi lainnya berupa, closet
duduk, Bak Mandi, floor drain, Wastafel, tempat sabun dan Kran.

pekerja yang digunakan adalah tenaga ahli pada bidang plumbing, pekerjaan
pemasangan pipa ini akan disesuaikan dengan gambar kerja serta petunjuk dari direksi,
adapun bahan pipa PVC serta ukuran dari pipa air bersih dan kotor akan disesuaikan
dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Pemasangan pipa-pipa dibuat dengan
kemiringan 1% - 2% menuju ke arah pembuangan dan sambungan dilaksanakan dengan
menggunakan sambungan pipa serta lem PVC, untuk penyambungan pipa ulir /screwed,
terlebih dahulu ulir harus dilapisi dengan red lead cement atau memakai pintalan atau
pita khusus. Pemasangannya dilakukan dengan baik, tertutup/tidak kelihatan. Dalam
arah mendatar pipa-pipa tidak boleh membuat siku-siku ditempat-tempat percabangan
dan tiap jarak maksimum 12 meter pada pipa- pipa dibawah tanah dan harus dibuat bak
kontrol, Untuk pemasangan bak penampungan air dari fiber dibuat pada lantai 2,
pekerja akan diarahkan untuk melakukan pemasangan sesuai dengan titik/lokasi
pemasangan yang telah digambarkan pada gambar kerja, pekerja akan diarahkan
melakukan pemasangan dengan cara seksama serta sesuai dengan spesifikasi dan juga
petunjuk dari direksi.

Untuk Pelaksanaan Pekerjaan Septictank dan peresapan. Sebelum melakukan


pembuatan septictank dan peresapan, terlebih dahulu dilakukan penggalian untuk
septictank serta peresapan, setelah penggalian terlaksana maka dilanjutkan dengan
pelaksanaan pekerjaan urugan pasir bawah lantai, urugan dilakukan pada bawah
septictank, pada pelaksanaannya pekerja akan diarahkan untuk melakukan pengurugan
sesuai dengan ketebalan yang disyaratkan, Urugan kemudian dihampar setelah
dihampar dilakukan penyiraman terlebih dahulu, penyiraman dilaksanakan hingga pasir
mencapai kelembaban yang optimum, setelah tanah mencapai kelembaban yang
optimum maka dilakukanlah pemadatan. Untuk pelaksanaan pekerjaan lapisan kerikil
dilaksanakan pada bak peresapan, kerikil dihampar sesuai dengan ketinggian yang
disyaratkan pada spesifikasi, setalah kerikil dihampar maka dilanjutkan dengan
pemasangan ijuk, untuk pasangan ijuk, ijuk dipasang dengan sedemikian rupa sesuai
dengan petunjuk dari direksi.

Untuk pelaksanaan pekerjaan penyambung daya ke PAM, nantinya petugas PAM


sendiri yang akan melakukannya, dengan mengikuti tahapan - tahapan prosedur yang
telah ditetapkan pada instansi terkait.

XIII. PEKERJAAN TANGGA TAMAN

1. Pelat Cor Injakan & Tanjakan Tbl. 8 cm

Dalam pelaksanaan pembuatan plat cor injakan dan tanjakan terlebih dahulu
dilakukan pembuatan bekisting dan juga rangkaian besi, dalam melakukan pembuatan
rangkaian besi pada plat digunakan tenaga yang ahli pada bidang pembesian dalam
pelaksanaannya, perangkaian pembesian pada plat cor injakan dan tanjakan disesuaikan
dengan gambar kerja serta petunjuk dari direksi, untuk pembuatan bekisting pada
injakan dan tanjakan, bekisting yang dibuat harus kuat dan kokoh sehingga mampu
menahan beban pada saat penuangan adukan campuran dilakukan setelah pekerjaan
pembuatan besi serta bekisting telah selesai maka dilakukanlah pembuatan adukan
untuk pengecoran, perbandingan adukan yang digunakan pada pelaksanaan pekerjaan
ini yakni perbandingan 1Pc : 2Ps : 3 Krl dengan mutu beton yang disesuaikan dengan
spesifikasi serta petunjuk dari direksi, pada saat membuat adukan beton digunakan
concrete mixer/molen, sebelum melakukan pengecoran pada plat maka akan dimintai
persetujuan dari direksi agar pelaksanaan pengecoran dapat dilaksanakan.

2. Pasangan Batu Alam

Sebelum melakukan pelaksanaan pekerjaan ini terlebih dahulu dilakukan


pembersihan pada permukaan bidang yang akan dipasangkan batu alam, pembersihan
dilakukan pada zat – zat/kotoran – kotoran yang dapat mengganggu jalannya
pelaksanaan pekerjaan ini, setelah pembersihan dilakukan maka dilakukan
penimbangan serta pemasanngan benang kerja, pemasangan benang kerja, benang karja
berfungsi sebagai acuan dalam melakukan pelaksanaan pekerjaan pemasangan batu
alam, setelah benang acuan telah terpasang maka dilakukanlah pemasangan batu alam,
dalam pelaksanaannya pekerja akan diarahkan untuk melakukan pemasangan batu
alam dengan sedemikian rupa sesuai dengan gambar rencana serta petunjuk dari
direksi.

XIV. PEKERJAAN KOLAM IKAN

1. Galian Tanah Kolam (keliling masjid)

Sebelum melaksanakan pekerjaan penggalian pada tanah kolam terlebih dahulu


dilakukan penimbangan serta pemasangan alat bantu berupa benang kerja yang
dibentangkan tepat pada atas tanah yang nantinya akan digali, setelah benang kerja
telah terpasang serta benang yang dibentangkan ukurannya telah sesuai dengan gambar
kerja yang telah ditetapkan, maka dilakukanlah penggalian, dalam pelaksanaannya
pekerja akan diarahkan untuk melakukan penggalian dengan sedemikian rupa sesuai
dengan ukuran dan dimensi galian yang telah disyaratkan

2. Beton Lantai & Dinding Kolam t = 10 cm

Pelaksanaan pekerjaan beton lantai dan dinding kolam dilaksanakan setelah


pelaksanaan pekerjaan galian pada kolam telah terlaksana, dalam pelaksanaannya,
terlebih dahulu dilakukan pembuatan bekisting serta perangkaian pembesian, untuk
pembuatan bekisting, bekisting harus dibuat dengan kuat dan kokoh agar bekisting
mampu menahan beban agar tidak bergeser pada saat adukan pada lantai dan dinding
kolam dituang, sedangkan untuk pekerja yang ahli dalam bidang pembesian akan
digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan perangkaian pembesian untuk beton dan lantai
pada dinding kolam, perangkaian pembesian disesuaikan dengan spesifikasi serta
petunjuk dari direksi, dalam pelaksanaan untuk pembuatan adukan dalam membuat
beton pada lantai dan dinding kolam digunakan concrete mixer/molen dalam
pelaksanaannya, hal ini bertujuan agar pada saat adukan dibuat, adukan campuran betul
– betul menyatu dengan baik sehingga menghasilkan beton yang sempurna
3. Finishing Kolam keramik polos putih 25x25

Setelah pelaksanaan beton lantai dan dinding kolam telah terlaksana maka
dilanjutkan dengan pelaksanaan pekerjaan finishing pada kolam, untuk pelaksanaan
pekerjan finishing pada kolam dilakukan pemasangan keramik polos putih yang
berukuran 25 x 25 cm, dalam pelaksanaan pemasangan keramik terlebih dahulu
dilakukan pemasangan alat bantu berupa benang kerja sebagai acuan kerataan dari
pasangan keramik, setelah benang telah terpasang maka dilakukanlah pemasangan
keramik, pekerja akan diarahkan untuk melakukan pemasangan keramik dengan
sedemikian rupa sesuai dengan gambar kerja serta petunjuk dari direksi.

XV. PEKERJAAN LANSKAP

1. Penanaman rumput gajah mini

Sebelum dilakukan penanaman rumput gajah terlebih dahulu dilakukan


penggemburan tanah pada titik yang akan dipasangkan rumput gajah mini, setelah
penggemburan tanah dilakukan maka dilanjutkan dengan membenamkan rumput gajah
mini pada tanah yang telah digemburkan, setelah rumput gajah mini telah dibenamkan,
pukul rumput gajah mini dengan perlahan agar akar rumput gajah mini dapat mengikat
pada tanah, setelah seluruh rumput gajah mini telah terpasang maka dilakuak
pemberian pupuk serta penyiraman pada rumput gajah mini.

2. Pemasangan grass block & Pemasangan paving 10/20 K 500

Pada pelaksanaan pekerjaan ini terlebih dahulu dilakukan penimbangan serta


pemasangan benang kerja, hal ini bertujuan agar pada saat proses pemasangan grass
blok dan paving dilakukan, kerataan dari grass blok dan paving tetap terjaga dengan
mengacu pada benang kerja yang telah terpasang, setelah benang telah terpasang maka
dilanjutkan dengan pengurugan pasir di bawah grass blok dan paving, dalam melakukan
pemasangan grass blok dan paving pekerja akan diinstruksikan agar senantiasa
memperhatikan benang kerja yang menjadi acuan pada pelaksanaan pekerjaan dari
pemasangan grass blok dan paving, pemasangan grass blok dan paving blok
dilaksanakan pada titik – titik yang telah ditetapkan pada gambar kerja serta yang
ditunjuk oleh direksi.

3. Pemasangan plat cor taman tebal= 10 cm

Pada pelaksanaan pekerjaan ini terlebih dahulu dilakukan pembuatan bekisting


serta perangkaian pembesian, untuk pembuatan bekisting, bekisting harus dibuat
dengan kuat dan kokoh agar bekisting mampu menahan beban agar tidak bergeser pada
saat adukan plat dituang pada bekisting, pekerja yang ahli dalam bidang pembesian juga
akan digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan perangkaian pembesian untuk plat
taman, perangkaian pembesian disesuaikan dengan spesifikasi serta petunjuk dari
direksi, dalam pelaksanaan untuk pembuatan adukan pada plat taman digunakan
concrete mixer/molen dalam pelaksanaannya, hal ini bertujuan agar pada saat adukan
dibuat, adukan campuran betul – betul menyatu dengan baik sehingga menghasilkan
beton yang sempurna
4. Pemasangan kanstin taman

Sebelum melaksanakan pemasangan kanstein pra cetak terlebih dahulu


dilakukan penimbangan serta pemasangan benang kerja, hal ini bertujuan agar pada
saat kanstein dipasang, pasangan kanstein dapat terjaga kerataan dan kelurusannya,
setelah benang kerja terpasang maka dibuatlah adukan/campuran untuk kanstin, dalam
pembuatan adukan, adukan dibuat sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan, setelah
adukan dibuat maka dilakukanlah pemasangan kanstin, sebelum kanstin pracetak
dipasang terlebih dahulu diberi campuran/spesi pada dudukan untuk kanstin pracetak,
agar kanstin pracetak yang satu dengan yang lain dapat menyatu dengan baik maka
diberikan perekat/spesi pada pertemuan kanstin pracetak yang satu dengan kanstin
yang lain.

XVI. PEKERJAAN LAIN – LAIN

1. Pembersihan Lahan

Setelah seluruh pekerjaan telah terlaksana baik pekerjaan fisik maupun


pekerjaan finishing, maka dilakukanlah pembersihan akhir, pembersihan dilakukan
pada lokasi yang telah ditetapkan pada gambar kerja. Sisa – sisa dari pekerjaan di
bersihkan dan diangkut jauh dari lokasi pekerjaan.

Untuk pembuatan Laporan dan dokumentasi pelaksanaan pekerjaan ini, dimulai


sejak dari kegiatan persiapan hingga pada akhir pelaksanaan pekerjaan. Dokumentasi
dan pelaporannya di buat untuk semua jenis kegiatan pekerjaan dan diserahkan ke
pihak direksi, dan meminta kepada direksi untuk menurunkan tim PHO dan pada saat
pemeriksaan dan dinyatakan pekerjaan benar-benar telah mencapai pelaksanaan 100%,
maka dilakukanlah Penyerahan Pertama dan memasuki masa pemeliharaan. Pada masa
pemeliharaan ini, tetap dilakukan pengawasan dan melaksanakan pekerjaan-pekerjaan
yang timbul dan menjadi kekurangan pada saat masa pemeliharaan tersebut.

Apabila terdapat hal-hal yang tidak sesuai dengan rencana maka kami selaku
pelaksana akan segera memperbaiki.

Makassar, 27 Agustus 2015


CV. MAKASSAR STRUKTURINDO

ABDUL WAHID
Direktur