Anda di halaman 1dari 3

A.

SIMULASI

Simulasi secara sederhana dapat diartikan sebagai proses peniruan. Simulasi adalah
tiruan dari fasilitas atau proses dari suatu operasi, biasanya menggunakan
komputer. Simulasi adalah suatu proses peniruan dari sesuatu yang nyata beserta
keadaan sekelilingnya (state of affairs). Aksi melakukan simulasi ini secara umum
menggambarkan sifat-sifat karakteristik kunci dari kelakuan sistem fisik atau
sistem yang abstrak tertentu. Teknik simulasi adalah teknik untuk
merepresentasikan atau meniru kondisi real (suatu sistem nyata) dalam bentuk
bilangan dan simbol (dengan memanfaatkan program komputer), sehingga menjadi
mudah untuk dipelajari.

Menurut Prof. Olivier de Weck : Simulasi dari sebuah sistem adalah pengoperasian
dari sebuah model suatu sistem. Sebuah Model dapat dikonfigurasi dan dilakukan
percobaan, biasanya hal ini tidak mungkin terjadi. Karena mahalnya biaya dan tidak
praktis untuk dilakukan dalam sistem yang diwakilinya.

Simulasi digunakan sebelum sebuah sistem dibangun, untuk mengurangi


kemungkinan kegagalan, untuk menghilangkan kemacetan tak terduga, untuk
mencegah under atau over- pemanfaatan sumber daya, dan untuk mengoptimalkan
kinerja sistem. Sehingga simulasi dapat didefinisikan sebagai program yang
dibangun dengan model matematika berdasarkan pada sistem aslinya.

B. SIMULASI BISNIS

Simulasi bisnis (fiancial modeling) merupakan sebuah program komputer


terintegrasi yang disusun untuk membuat perencanaan bisnis dengan berbagai
kemungkinan perubahan kondisi bisnis yang akan dihadapi, baik kondisi internal
maupun eksternal. Perubahan kondisi yang akan dihadapi perusahaan tersebut
dinyatakan dalam bentuk asumsi-asumsi yang merupakan kuantifikasi dari faktor-
faktor yang memengaruhi perusahaan yang dimasukkan (diinputkan) kedalam
program. Program simulasi memungkinkan kita untuk mengukur sensitifitas setiap
asumsi terhadap target yang ingin dicapai perusahaan, misalnya seberapa sensitif
perubahan harga jual dan harga bahan baku tertentu terhadap laba bersih yang ingin
dicapai perusahaan.

Dengan mengetahui sensitifitas setiap asumsi, manajemen perusahaan dapat


memusatkan perhatiannya pada asumsi-asumsi yang sangat berpengaruh terhadap
laba bersih atau target lain yang ingin dicapai. Pada program yang lebih maju
(advance), dapat ditampung pergerakan setiap asumsi dalam rentang batas tertentu
(sesuai dengan fluktuasi aktualnya atau perkiraan) sehingga dapat diukur
probabilitas tercapainya suatu target yang ingin dicapai oleh manajemen
perusahaan, yaitu dengan menggunakan program Monte Carlo Simulation.

C. MANFAAT SIMULASI BISNIS

Memungkinkan kita untuk menjalankan proses dalam lingkungan virtual.


Sehingga, memungkinkan kita untuk menganalisis, meningkatkan dan
mengoptimalkan proses yang menghasilkan pendekatan yang efektif dan realistis
untuk manajemen proses bisnis.

1. Menghitung rata-rata biaya untuk mengeksekusi sebuah instance dari proses


bisnis. Selain itu untuk melihat biaya maksismum dan minimum yang
mungkin terjadi di sebuah instance dari proses.
2. Menghitung durasi waktu rata-rata untuk mengeksekusi sebuah instance
dari proses bisnis. Dan juga untuk melihat waktu maksimum dan minimum
yang mungkin terjadi di sebuah instance dari proses
3. Mengidentifikasi kemacetan (bottlenecks). Karena kapasitas antrian dapat
didefinisikan untuk suatu kegiatan dalam aliran proses, dengan simulasi
maka dapat membantu kita untuk memahami dan mengidentifikasi
hambatan yang dapat timbul dalam aliran proses dan dengan demikian kita
dapat mengambil langkah yang tepat untuk menghindari kemacetan.
4. Perencanaan sumber daya, hal ini membantu dan memandu kita untuk
menganalisa, memahami dan merencanakan penggunaan dan pemanfaatan
sumber daya dalam proses bisnis.
5. Memberikan analisis waktu, analisis orang yang lengkap dan analisis biaya
dari pelaksanaan proses bisnis. Hal ini memungkinkan kita untuk
memahami biaya maksimum dan minimum dan waktu yang terlibat dalam
menerapkan proses bisnis tanpa benar-benar mengimplementasikannya.

D. KEKURANGAN DAN KELEBIHAN SIMULASI

Kekurangan :

1. Simulasi tidak akurat. Teknik ini bukan proses optimisasi dan tidak
menghasilkan sebuah jawaban tetapi hanya menghasilkan sekumpulan
output dari sistem pada berbagai kondisi yang berbeda. Dalam banyak
kasus, ketelitiannya sulit diukur.
2. Model simulasi yang baik bisa jadi sangat mahal, bahkan sering dibutuhkan
waktu bertahun-tahun untuk mengembangkan model yang sesuai.
3. Tidak semua situasi dapat dievaluasi dengan simulasi, Hanya situasi yang
mengandung ketidak-pastian yang dapat dievaluasi dengan simulasi.
Karena tanpa komponen acak semua eksperimen simulasi akan
menghasilkan jawaban yang sama.
4. Simulasi menghasilkan cara untuk mengevaluasi solusi, bukan
menghasilkan cara untuk memecahkan masalah. Jadi sebelumnya perlu
diketahui dulu solusi atau pendekatan solusi yang akan diuji.

Kelebihan :

1. Dapat dipadukan dengan model numerik untuk menganalisa sistem yang


lebih kompleks.
2. Didukung data yang berhubungan langsung dengan angka acak, dengan tipe
data probabilistik.
3. Mudah beradaptasi dan mudah digunakan untuk berbagai masalah.