Anda di halaman 1dari 82

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL …………………………………………………………….0

HALAMAN PERSETUJUAN………………………………………………… i

ABSTRAK……….…………………………………………………………….... ii

KATA PENGANTAR………………………………….……………………… iii

DAFTAR ISI…………………...………………………………………………. iv

DAFTAR TABEL ……………………………………………………………… v

DAFTAR GAMBAR ………………………………………………………… iv

BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………………………………3

A. Latar Belakang Masalah .....……………………………………………………………………….3

B. Identifikasi Masal………………………………………………………………………………………….5

C. Perumusan dan Pemecahan Masalah………………………………………………………..5

a. Rumusan masalah……………………………………………………….5

b. Bentuk tindakan…………………………………………………………5

D. Tujuan penelitian…………………………………………………………………………………………..6

E. Manfaat Penelitian………………………………………………………………………………………..6

BAB II KAJIAN PUSTAKA………………………………………………………………………………….7

A. Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery)………………………………………….7

B. Motivasi…………………………………………………………………..10
C. Kemampuan .................................................................................................... 16

D. Penelitian Sebelumnya .................................................................................. 16

BAB III METODE PENELTIAN ...................................................................19

A. SETING PENELITIAN .............................................................................. 199

B. PERSIAPAN PENELITIAN ..................................................................... 199

C. REKAYASA MASALAH ........................................................................... 199

D. INSTRUMEN PENELITIAN .................................................................... 209

E. DESAIN PENELITIAN ............................................................................ 2120

F. ANALISIS DATA........................................................................................... 21

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ........................................................ 24

A. Deskripsi Umum Penelitian ..................................................................... 2422

B. Siklus I .......................................................................................................... 2422

C. Siklus II........................................................................................................... 296

D. Pengamatan Pembelajaran ........................................................................ 328

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................ 340

A. Kesimpulan ...................................................................................................... 34

B. Saran ............................................................................................................. 3531

LAMPIRAN-LAMPIRAN
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sesuai dengan permendikbud no. 81A tahun 2013 bahwa dalam kurikulum

2013 proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik (scientific

approach) dengan metode pembelajaran project based learning, Problem based

learning dan Discovery learning.

Pada proses pembelajaran produktif kejuruan TKJ khususnya dikelas X TKJ

menunjukkan bahwa banyak Siswa dalam melaksanakan praktikum kompetensi

dasar Merakit komputer terkadang merasa jenuh. Beberapa faktor yang menjadi

alasan kejenuhan mereka yaitu pada saat melakukan instalasi sistem operasi,

waktu yang dibutuhkan oleh kernel sistem operasi untuk mendeteksi komponen

hardware komputer, menunggu proses loading, hingga tahap menyelesaikan

proses instalasi cenderung lama dan beberapa proses dalam menginstalasi yang

terkesan konvensional dan kurang menantang, dimana Siswa hanya dihadapkan

oleh beberapa alternative penyelesaian masalah, seperti menekan tombol next,

back, atau cancel.

Hal ini kemudian berpengaruh pada motivasi dan tingkah laku Siswa dalam

kegiatan praktikum Merakit komputer. Berdasarkan pengamatan di kelas, mereka

mengisi waktu dengan berbagai kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan

pembelajaran, seperti berkomunikasi dengan teman kelompok, mengerjakan tugas

mata pelajaran lain, dan beberapa kegiatan lain yang tidak linear dengan kegiatan
mata pelajaran Teknik Komputer dan Jaringan. Terkadang guru harus menegur

siswa karena aktivitasnya dalam kelas yang mengganggu proses pembelajaran.

Bahkan yang paling memprihatinkan motivasi siswa dalam mengikuti pelajaran

pada kompetensi Merakit komputer Dasar berkurang sehingga berpengaruh pada

nilai akhir siswa.

Ada dugaan bahwa rendahnya motivasi belajar siswa tersebut disebabkan

karakteristik Standar Kompetensi Merakit komputer Dasar yang tidak sesuai

dengan karakteristik siswa yang senang mengutak-atik komputer, mencari sesuatu

lewat browsing, dan suka tantangan.

Siswa ingin berbuat sesuatu dan bertindak lebih jauh tanpa dibatasi oleh

model dan cara menginstalasi yang konvensional pada kompetensi tersebut. Siswa

cenderung proaktif dan mudah berbagi pada siswa yang lain tentang hasil temuan

mereka, sehingga membangun semangat mereka untuk lebih bereksplorasi dalam

menajamkan kompetensi mereka.

Berdasarkan temuan dan karakteristik tersebut, alternatif pemecahannya

dengan cara melibatkan siswa secara aktif dalam menerapkan suatu metode

pembelajaran yang diharapkan dapat mengatasi rendahnya motivasi belajar siswa

Teknik Komputer dan jaringan siswa kelas X TKJ melalui metode discovery

menggunakan pendekatan saintifik. Metode pembelajaran ini dipilih agar siswa

terbiasa menemukan, mencari, mendikusikan sesuatu yang berkaitan dengan

pengajaran. (Siadari, 2001: 4). Dalam metode pembelajaran discovery siswa lebih

aktif dalam memecahkan untuk menemukan sedang guru berperan sebagai

pembimbing atau memberikan petunjuk cara memecahkan masalah itu.


B. Identifikasi Masalah

a. Rendahnya motivasi belajar siswa dalam mengikuti mata pelajaran Teknik

Komputer dan Jaringan khususnya pada Kompetensi Dasar Merakit

komputer Dasar.

b. Rendahnya kemampuan siswa pada Kompetensi Dasar Merakit komputer

yang berakibat pada siswa.

C. Perumusan dan Pemecahan Masalah

a. Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang akan diangkat:

1. Apakah dengan model pembelajaran Discovery pada mata pelajaran

Produktif Teknik Komputer dan Jaringan dapat meningkatkan

motivasi belajar Siswa Kelas X TKJ SMKN 2 MAKASSAR Tahun

pelajaran 2019/2020?

2. Apakah dengan model pembelajaran discovery learning pada mata

pelajaran Produktif Teknik Komputer dan Jaringan dapat

meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas X TKJ SMK Negeri 2

Makassar dalam Merakit komputer ?

b. Bentuk tindakan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka bentuk tindakan yang

akan di ambil adalah penerapan pendekatan saintifik dengan model

pembelajaran Discovery. Rencana tindakan akan dilaksanakan sebanyak 2


(dua) siklus yang mana setiap siklusnya diadakan pertemuan sebanyak dua

kali.

D. Tujuan penelitian

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan

motivasi belajar siswa dan kemampuan siswa dalam Merakit komputer dengan

model pembelajaran discovery mata pelajaran Produktif Teknik Komputer dan

Jaringan pada Siswa Kelas X TKJ SMK NEGERI 2 MAKASSAR Tahun

pelajaran 2019/2020.

E. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada guru, siswa dan

pihak sekolah yaitu:

1) Guru

Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan materi

Teknik Komputer dan Jaringan.

2) Siswa

Meningkatkan prestasi pada mata pelajaran Teknik Komputer dan Jaringan.

3) Sekolah

Memberikan masukan bagi sekolah sebagai pedoman untuk mengambil kebijakan

di sekolah tersebut.
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery)

Metode pembelajaran discovery (penemuan) adalah metode mengajar yang

mengatur pengajaran sedemikian rupa sehingga anak memperoleh pengetahuan

yang sebelumnya belum diketahuinya itu tidak melalui pemberitahuan, sebagian

atau seluruhnya ditemukan sendiri. Dalam pembelajaran discovery (penemuan)

kegiatan atau pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat

menemukan konsep-konsep dan prinsip-prinsip melalui proses mentalnya sendiri.

Dalam menemukan konsep, siswa melakukan pengamatan, menggolongkan,

membuat dugaan, menjelaskan, menarik kesimpulan dan sebagainya untuk

menemukan beberapa konsep atau prinsip.

Metode discovery diartikan sebagai prosedur mengajar yang mementingkan

pengajaran perseorang, memanipulasi objek sebelum sampai pada generalisasi.

Sedangkan Bruner (dalam Herdian) menyatakan bahwa anak harus berperan aktif

didalam belajar. Lebih lanjut dinyatakan, aktivitas itu perlu dilaksanakan melalui

suatu cara yang disebut discovery.Discovery yang dilaksanakan siswa dalam

proses belajarnya, diarahkan untuk menemukan suatu konsep atau prinsip.

Selanjutnya Roestiyah (1991) menguraikan bahwa Metode discovery adalah

metode mengajar yang menggunakan teknik penemuan dan merupakan proses

mental (misalnya mengamati, menggolong-golongkan, membuat dugaan,

menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan, dan sebagainya) dimana siswa


menyesuaikan suatu konsep atau prinsip. Dalam teknik ini siswa dibiarkan

menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri, guru hanya

membimbing dan memberikan instruksi.

Dari beberapa pendapat di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa

metode discovery dalam pembelajaran adalah metode pengajaran yang

menitikberatkan pada aktifitas siswa dalam belajar. Dalam proses pembelajaran

dengan metode ini, guru hanya bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator yang

mengarahkan siswa untuk menemukan konsep, dalil, prosedur, dan semacamnya.

Takdir (2012:70) menyebutkan beberapa kebaikan metoda discovery di

antaranya:

1. Membantu siswa mengembangkan dan meningkatkan belajar dan

mengontrol keterampilan kognitif dan proses belajar, sehingga mereka

belajar bagaimana belajar,

2. Pengetahuan yang diperoleh melalui Discovery, mempunyai

kekuatan dalam pendalaman pengertian, resensi dan transfer,

3. Dapat menimbulkan rasa puas dalam diri siswa,

4. Memungkinkan siswa menempuh cara terbaik sesuai dengan

kemampuannya,

5. Menyebabkan siswa terarah dalam belajarnya, terlihat dalam

kegiatan sehingga mereka termotivasi,

6. Membantu siswa dalam mencapai konsep diri dan percaya akan

kemampuan dirinya,

7. Memberikan kesempatan siswa dan guru berpartisipasi aktif,


8. Membantu perkembangan skeptisme yang sehat tentang kebenaran

yang final dan ultimate,

9. Siswa berpartisipasi aktif dalam pelajaran yang disajikan,

10. Siswa berkemampuan untuk menstransfer pengetahuannya dalam

berbagai konteks,

11. Materi yang dipelajari lebih lama terkesan dan bila lupa dapat

ditemukan / diangkat kembali,

12. Menimbulkan interaksi antar siswa. Dengan demikian siswa

terlatih menggunakan bahasa yang baik dan benar,

13. Siswa berkemampuan melihat dan memecahkan permasalahan,

14. Siswa termotivasi dan bersikap ingin tahu,

Beberapa keunggulan metode penemuan juga diungkapkan oleh Suherman, dkk

(2001: 179) sebagai berikut:

1. Siswa aktif dalam kegiatan belajar, sebab ia berpikir dan menggunakan

kemampuan untuk menemukan hasil akhir;

2. Siswa memahami benar bahan pelajaran, sebab mengalami sendiri proses

menemukannya. Sesuatu yang diperoleh dengan cara ini lebih lama

diingat;

3. Menemukan sendiri menimbulkan rasa puas. Kepuasan batin ini

mendorong ingin melakukan penemuan lagi sehingga minat belajarnya

meningkat;

4. Siswa yang memperoleh pengetahuan dengan metode penemuan akan

lebih mampu mentransfer pengetahuannya ke berbagai konteks;


5. Metode ini melatih siswa untuk lebih banyak belajar sendiri.

Langkah-Langkah Pelaksanaan Model Pembelajaran Discovery Learning

1. Langkah Persiapan

Langkah persiapan model pembelajaran penemuan (discovery learning)

adalah sebagai berikut:

 Menentukan tujuan pembelajaran

 Melakukan identifikasi karakteristik siswa (kemampuan awal, minat,

gaya belajar, dan sebagainya)

 Memilih materi pelajaran.

 Menentukan topik-topik yang harus dipelajari siswa secara induktif (dari

contoh-contoh generalisasi)

 Mengembangkan bahan-bahan belajar yang berupa contoh-contoh,

ilustrasi, tugas dan sebagainya untuk dipelajari siswa

 Mengatur topik-topik pelajaran dari yang sederhana ke kompleks, dari

yang konkret ke abstrak, atau dari tahap enaktif, ikonik sampai ke

simbolik

 Melakukan penilaian proses dan hasil belajar siswa

2. Pelaksanaan

a. Stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan)

Pertama-tama pada tahap ini pelajar dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan

kebingungannya, kemudian dilanjutkan untuk tidak memberi generalisasi, agar

timbul keinginan untuk menyelidiki sendiri. Disamping itu guru dapat memulai

kegiatan PBM dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan


aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah.

Stimulasi pada tahap ini berfungsi untuk menyediakan kondisi interaksi belajar

yang dapat mengembangkan dan membantu siswa dalam mengeksplorasi bahan.

b. Problem statement (pernyataan/identifikasi masalah)

Setelah dilakukan stimulasi langkah selanjutya adalah guru memberi

kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-

agenda masalah yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya

dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara atas

pertanyaan masalah)

c. Data collection (Pengumpulan Data)

Ketika eksplorasi berlangsung guru juga memberi kesempatan kepada para

siswa untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya yang relevan untuk

membuktikan benar atau tidaknya hipotesis (Syah, 2004:244). Pada tahap ini

berfungsi untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya

hipotesis, dengan demikian anak didik diberi kesempatan untuk mengumpulkan

(collection) berbagai informasi yang relevan, membaca literatur, mengamati

objek, wawancara dengan nara sumber, melakukan uji coba sendiri dan

sebagainya.

d. Data Processing (Pengolahan Data)

Menurut Syah (2004:244) pengolahan data merupakan kegiatan mengolah

data dan informasi yang telah diperoleh para siswa baik melalui wawancara,

observasi, dan sebagainya, lalu ditafsirkan. Semua informai hasil bacaan,

wawancara, observasi, dan sebagainya, semuanya diolah, diacak, diklasifikasikan,


ditabulasi, bahkan bila perlu dihitung dengan cara tertentu serta ditafsirkan pada

tingkat kepercayaan tertentu

e. Verification (Pembuktian)

Pada tahap ini siswa melakukan pemeriksaan secara cermat untuk

membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan tadi dengan temuan

alternatif, dihubungkan dengan hasil data processing (Syah, 2004:244).

Verification menurut Bruner, bertujuan agar proses belajar akan berjalan dengan

baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk

menemukan suatu konsep, teori, aturan atau pemahaman melalui contoh-contoh

yang ia jumpai dalam kehidupannya.

f. Generalization (menarik kesimpulan/generalisasi)

Tahap generalisasi/ menarik kesimpulan adalah proses menarik sebuah

kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian

atau masalah yang sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi (Syah,

2004:244). Berdasarkan hasil verifikasi maka dirumuskan prinsip-prinsip yang

mendasari generalisasi

Penilaian Pada Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning)

Dalam Model Pembelajaran Discovery Learning, penilaian dapat dilakukan

dengan menggunakan tes maupun non tes. Penilaian yang digunakan dapat

berupa penilaian kognitif, proses, sikap, atau penilaian hasil kerja siswa. Jika

bentuk penialainnya berupa penilaian kognitif, maka dalam model pembelajaran

discovery learning dapat menggunakan tes tertulis. Jika bentuk penilaiannya


menggunakan penilaian proses, sikap, atau penilaian hasil kerja siswa maka

pelaksanaan penilaian dapat dilakukan dengan pengamatan.

B. Motivasi

Motivasi adalah daya dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk

melakukan sesuatu, atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkan-

kesiapan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan.

Sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi

perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan,

atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya

untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu (Usman, 2000: 28).

Sedangkan menurut Djamarah (2002: 114) motivasi adalah suatu pendorong yang

rnengubah energi dalam diri seseorang kedalam bentuk aktivitas nyata untuk

mencapai tujuan tertentu. :Dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan sebab

seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin

melakukan aktivitas belajar. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Nur

(2001: 3) bahwa siswa yang termotivasi dalam belajar sesuatu akan menggunakan

proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu, sehingga siswa itu

akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik. Jadi motivasi

adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam

mencapai tujuan tertentu.

Macam-macam Motivasi Menurut jenisnya motivasi dibedakan menjadi

dua, yaitu:
1. Motivasi Intrinsik

Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam individu, apakah karena

adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi

yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar (Usman, 2000:

29). Sedangkan menurut Djamarah (2002: 115), motivasi instrinsik adalah motif-

motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar,

karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.

Menurut Winata (dalam Erriniati, 1994: ]05) ada beberapa strategi dalam

mengaiar untuk membangun motivasi intrins.k. Strategi tersebut adalah sebagai

berikut:

1. Mengaitkan tujuan belajar dengan tujuan siswa.

2. Memberikan kebebasan dalam memperluas materi pelajaran sebatas

yang pokok.

3. Memberikan banyak waktu ekstra bagi siswa untuk mengerjakan tugas

dan memanfaatkan surnber belajar di sekolah.

4. Sesekali memberikan penghargaan pada siswa atas pekerjaannya.

5. Meminta siswa untuk menjelaskan hasil pekerjaannya. Dari uraian

diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi instrinsik adalah motivasi

yang timbul dari dalam individu yang berfungsinya tidak perlu

dirangsang dari luar. Seseorang yang merniliki motivasi intrinsik

dalam darinya maka secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang

tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya.


2. Motivasi Ekstrinsik

Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah

karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan

kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. Misalnya

seseorang mau belajar karena ia disuruh oleh orang tuanya agar mendapat

peringkat pertama di kelasnya (Usman, 2000: 29). Sedangkan menurut Djamarah

(2002: 117), motivasi ekstrinsik adalah kebalikan dari motivasi intrinsik. Motivasi

ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang

dari luar. Beberapa cara membangkitkan motivasi ekstrinsik dalam menumbuhkan

motivasi instrinsik antata lain:

1. Kompetisi (persaingan): guru berusaha menciptakan persaingan di antara

siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki

hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya dan mengatasi prestasi orang

lain.

2. Pace Making (membuat tujuan sementara atu dekat): Pada awal kegiatan

belajar mengajar guru, hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada

siswa TPK yang akan dicapai sehingga dengan demikian siswa berusaha

untuk mencapai TPK tersebut.

3. Tujuan yang jelas: Motif mendorong individu untuk mencapai tujuan.

Makin jelas tujuan, makin besar ni]ai tujuan bagi individu yang

bersangkutan dan makin besar pula motivasi dalam melakuakan sesuatu

perbuatan.
4. Kesempurnaan untuk sukses: Kesuksesan dapat menimbulkan rasa puas,

kesenangan dan kepercayaan terhadap diri sendiri, sedangkan kegagalan

akan membawa efek yang sebaliknya. Dengan demikian, guru hendaknya

banyak memberikan kesempatan kepada anak untuk meraih sukses dengan

usaha mandiri, tentu saja dengan bimbingan guru.

5. Minat yang besar: Motif akan timbul jika individu memiliki minat yang

besar.

6. Mengadakan penilaian atau tes. Pada umumnya semua siswa mau belajar

dengan tujuan memperoleh nilai yang baik. Hal ini terbukti dalam

kenyataan bawa banyak siswa yang tidak belajar bila tidak ada ulangan.

Akan tetapi, bila guru mengatakan bahwa lusa akan diadakan ulangan

lisan, barulah siswa giat belajar dengan menghafal agar ia mendapat nilai

C. Kemampuan

Kemampuan/kompetensi adalah kemampuan bersikap, berfikir dan

bertindak secara konsistensi sebagai perwujudan dari pengetahuan,sikapdan

keterampilan yang dimiliki. Didalam kamus bahasa

Indonesia,kemampuanberasal dari kata “mampu”yangberarti kuasa (bisa,

sanggup,melakukan sesuatu,dapat,berada, kaya,mempunyaiharta

berlebihan).Kemampuan adalah suatu kesanggupan dalam melakukansesuatu.

Seseorangdikatakan mampu apabila ia bisa melakukan sesuatu yang harus

ialakukan.Menurut Chaplin ability (kemampuan,

kecakapan,ketangkasan,bakat,kesanggupan)merupakan tenaga (daya


kekuatan)untuk melakukan suatuperbuatan. Sedangkan menurut Robbins

kemampuan bisa merupakan kesanggupan bawaan sejak lahir,atau merupakan

hasil latihan atau praktek.

Adapula pendapat lain menurut Akhmat Sudrajatmenghubungkan

kemampuan dengan kata kecakapan.Setiap individu memiliki kecakapan yang

berbeda-beda dalam melakukan suatu tindakan.Kecakapaninimempengaruhi

potensiyang ada dalam diri individu tersebut. Proses pembelajaran mengharuskan

siswa mengoptimalkan segala kecakapan yang dimiliki.

Menurut Mohammad Zain dalam Milman Yusdi (2010:10) mengartikan

bahwa Kemampuan adalah kesanggupan, kecakapan, kekuatan kita berusaha

dengan diri sendiri. Sedangkan Anggiat M.Sinaga dan Sri Hadiati (2001:34)

mendefenisikan kemampuan sebagai suatu dasar seseorang yang dengan

sendirinya berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan secara efektif atau sangat

berhasil. Pendapat lain, Davis (2002; 121) mendefinisikan kemampuan sebagai

karakteristik stabil yang berkaitan dengan kemampuan maksimum phisik dan

mental seseorang.

Sementara itu, Robbin (2007:57) kemampuan berarti kapasitas seseorang

individu unutk melakukan beragam tugas dalam suatu pekerjaan. lebih lanjut

Robbin menyatakan bahwa kemampuan (ability) adalah sebuah penilaian terkini

atasapa yang dapat dilakukan seseorang. Pada dasarnya kemampuan terdiri atas

dua kelompok faktor (Robbin,2007:57)yaitu:1.kemampuan intelektual (intelectual

ability) yaitu kemampuan yang dibutuhkanuntuk melakukan berbagai aktifitas

mental-berfikir,menalar danmemecahkanmasalah2. kemampuan fisik (physical


ability) yaitu kemampuan melakukan tugas-tugas yang menuntut stamina,

keterampilan, kekuatan, dan karakteristik serupa.

Berikut adalah Lima dimensi kemampuanintelektual (Robbins;2006;53):

a. Kecerdasan numerik (Kemampuan untuk berhitung dengan cepat dan

tepat).

b. Pemahaman Verbal (Kemampuan memahami apa yang dibaca atau

didengarserta hubungan kata satu sama lain).

c. Penalaran induktif (Kemampuan mengenali suatu urutan logis dalam

suatu masalah dan kemudian memecahkan masalah itu)

d. Penalaran deduktif (Kemampuan mengenakan logika dan menilai

implikasi dari suatu argumen).

e. Ingatan(Kemampuan menahan dan mengenang kembali pengalaman

masa lalu).

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kemampuan

(Ability)adalah kecakapan atau potensi seseorang individu untuk menguasai

keahlian dalam melakukan atau mengerjakan beragam tugas dalam suatu

pekerjaan atau suatu penilaian atas tindakan seseorang.


BAB III

METODE PENELITIAN

A. SETING PENELITIAN

Penelitian akan dilaksanakan di SMKN 2 MAKASSAR Mata Diklat Teknik

Komputer dan Jaringan. Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X

TKJ tahun pelajaran 2019/2020 dengan jumlah siswa sebanyak 29 orang.

B. PERSIAPAN PENELITIAN

Persiapan ini merupakan tindakan kelas ( Action Research Classroom )

karena penelitian ini bertujuan menganalisis atau memecahkan suatu masalah

yang nyata dalam pendidikan. Hal – hal yang perlu dipersiapkan sebelum

melakukan penelitian adalah memilih model pembelajaran yang dinilai sesuai

dengan materi yang akan disampaikan. Dalam hal ini penelititan memilih metodel

pembelajaran Discoveri dengan pendekatan saintifik, yang kemudian membuat

satuan pelajaran, rencana pelajaran dan perangkat pembelajaran dll.

C. REKAYASA MASALAH

Dalam melaksanakan tindakan pada tiap siklus, penulis membuat rekayasa

masalah dengan mensetting komputer sehingga tidak dapat digunakan karena

sistem operasinya rusak. Siswa diminta untuk melakukan perbaikan dengan cara

menginstalasi ulang sistem operasi sampai komputer tersebut dapat berfungsi

kembali dengan normal.


D. INSTRUMEN PENELITIAN

Instrumen yang diperlukan dalam penelitian ini adalah :

a. Lembar Tes

Dalam penelitian ini post tes digunakan untuk mengetahui sejauh mana

ketuntasan belajar yang dapat dicapai dengan menggunakan model

pembelajaran CTL. Berdasarkan GBPP SMK Tahun 2006 : bahwa siswa

akan tuntas belajar bila ia telah memperoleh skor 65% (nilai 65) atau

sesuai dengan KKM yang sudah ditentukan. Tuntas dalam hal ini adalah

siswa telah berhasil belajar pada materi Mengoperasikan Software

Pengolah Kata.

b. Lembar Observasi

Lembar Observasi yang dipergunakan berupa lembar pengamatan

pengelolaan pembelajaran oleh rekan guru dan observasi aktifitas siswa

dikelas yang dilakukan penulis, apakah kegiatan pembelajaran tersebut

membuat siswa termotivasi dan berminat.


E. DESAIN PENELITIAN

Kondisi Awal

Perencanaan

Refleksi Tindakan Siklus 1

Observasi

Perencanaan

Yang direvisi
Refleksi Tindakan Siklus 2

Observasi

STOP

Gambar 3.1. Desain Penelitian Tindakan Kelas

F. ANALISIS DATA

a) Metode Pengumpulan Data

1. Observasi

Observasi penelitian ini dilakukan secara langsung pada saat pembelajaran

dikelas X TKJ pada kompetensi dasar “ Merakit komputer “.


2. Metode Tes

Dalam penelitian ini digunakan tes setelah mendapat perlakuan untuk

mengetahui sejauh mana tingkat ketuntasan belajar siswa terhadap materi

yang disampaikan melalui model pembelajaran Discoveri dengan

pendekatan saintifik,

b) Metode Analisis Data

Dalam penelitiaan ini analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif

kualitatif. Data yang dianalisis ini adalah nilai tes tertulis dan praktik pada

kompetensi dasar “Merakit komputer“. Analisis data yang dipergunakan

adalah sebagai berikut :

1. Data hasil ketuntasan belajar siswa.

Secara individual, siswa telah tuntas belajar jika mencapai skor 65 % atau nilai 65

dengan perhitungan sebagai berikut ( Depdikbud, 1994 )

Skoryangdiperoleh
Skor Siswa = x 100%
Skormaksimum

Suatu kelas dinyatkan tuntas belajar jika terdapat  85 % dari jumlah siswa telah

tuntas belajar. Perhitungan untuk menyatakan ketuntasan belajar siswa secara

klasikal

jumlahsiswayangtuntas
Skor Siswa = x 100%
jumlahsiswakeseluruahan
2. Data hasil observasi pengamatan kegiatan guru dan keaktifitas siswa

Observasi terhadap guru dilakukan oleh rekan guru dan observasi terhadap siswa

dilakukan oleh peneliti yang dilakukan selama pembelajaran berlangsung.


BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Umum Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan selama 2 siklus, dimulai pada minggu ke-2

September s.d. minggu ke-2 Desember 2019. Siswa atau subjek tindakan di kelas

X TKJ.

Tingkat kehadiran (presensi) siswa selama pembelajaran, terutama dalam

pelaksanaan tindakansangat baik. Berdasarkan data pada buku daftar hadir siswa,

rata-rata kehadiran siswa selama 2 siklus adalah 98%.

B. Siklus I

Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 15 September 2019, hari senin

jam pelajaran ke-1 dan ke-4.Langkah-langkah pembelajaran dimulai dari Pre

Activities; yaitu guru memasuki kelas dan mengucapkan salam setelah itu

bersama-sama dengan siswa membaca doa,guru mengabsen kehadiran siswa.

Setelah ituguru menjelaskan tujuan pembelajaran dan teknis belajar. Kompetensi

dasarnya adalah Merakit komputer. Tujuan dari pembelajaran ini adalah

diharapkan siswa tahu gejala kerusakan pada sistem operasi dan penyebab

kerusakan tersebut. Materi pembelajaran permasalahan yang terjadi pada sistem

operasikomputer Sedangkan metode pembelajaran menggunakan penerapan

pendekatan saintifik dengan model pembelajaran discovery learning. Pada

kegiatan intiguru merekaya masalah dengan menghapus sistem operasi sebuah


komputer dan meminta siswa untuk mengamati komputer tersebut. Guru

memberikan pertanyaan kepada siswa tentang kasus rekayasa yang telah

diberikan. Guru menjelaskan kepada siswa tentang kasus yang telah direkayasa

tersebut. Pada akhir kegiatan guru menyimpulkan materi yang telah disajikan dan

memberikan kesempatan untuk bertanya.Guru meminta siswa mencari informasi

melalui media internet untuk memecahkan masalah yang telah direkayasa

tersebut.

Pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 29 September 2019, hari senin,

jam pelajaran ke-1 dan ke-4. Langkah-langkah pembelajaran dimulai dari Pre

activities; yaitu guru memasuki kelas dan mengucapkan salam setelah itu

bersama-sama dengan siswa membaca doa,guru mengabsen kehadiran siswa.

Setelah ituguru menjelaskan tujuan pembelajaran dan teknis belajar. Tujuan dari

pembelajaran ini adalah diharapkan siswa dapat memahami penyebab dari

kerusakan sistem operasi dan cara mengatasinya. Materi pembelajaran penyebab

kerusakan sistem operasi windows. Pada kegiatan inti Guru menjelaskan

beberapa kasus kerusakan sistem operasi windows dan cara mengidentifikasi

kerusakannya. Pada akhir kegiatan, guru memberikan tugas kepada siswa untuk

mencari informasi tentang materi yang telah diberikan di internet sebagai materi

tambahan.

membagi siswa menjadi 6 kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 5

sampai enam orang siswa. Guru memberikan tugas kepada masing masing

kelompok untuk membuat paper/makalah tentang langkah-langkah instalasi sistem

operasi windows 7 serta menyimpulkan materi pembelajaran.


Pertemuan ketiga dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober 2019, hari Senin, jam

pelajaran ke-1 dan 4. Kompetensi dasarnya sama dengan pertemuan 1 dan ke 2

dengan indikator siswa memahami SOP instalasi sistem operasi. Langkah-langkah

pembelajaran dimulai dari Pre activities; guru memasuki kelas dan mengucapkan

salam setelah itu bersama-sama dengan siswa membaca doa,guru mengabsen

kehadiran siswa. Setelah ituguru menjelaskan tujuan pembelajaran dan teknis

belajar. Tujuan dari pembelajaran ini adalah diharapkan siswa dapatmemahami

SOP instalasi sistem operasi. Pada kegiatan inti; Siswa diminta untuk menonton

tayangan cara Merakit komputer windows7. Selama tayangan guru memberikan

penekanan hal-hal yang penting dalam pelaksanaan instalasi sistem operasi

windows7.

Berdasarkan hasil pelaksanaan selama siklus I,diperoleh data sebagai berikut.

Table 4.1. Rata-rata Skor Hasil Observasi Terhadap Motivasi Belajar Siswa

Pada Siklus I

PENILAIAN

NO ASPEK YANG DINILAI 0 1 2 3 4


Mendengarkan/ memperhatikan

1 penjelasan guru
Giatmelakukantugas-tugas

2 kelompok
Mengajukanpertanyaan/

3 menanggapi pertanyaan
Dapatbekerjasama dalam

4 kelompok

5 Giatmembacabuku/modul
Dapatberdiskusitentangmateri

6 padamodul
Senangmengerjakantugas di

7 modul

8 Membuatlaporanportofolio

Jumlah 8 12

Keterangan

SkalaPenilaian

0 :Tidakmelakukan

1 : Dilakukankurangbaik

2 : Dilakukancukupbaik

3 : Dilakukandenganbaik

4 : Dilakukansangatbaik

10-16 :Tidakberminat

17-24 :Kurangberminat

25-32 :Berminat

33-40 :SangatBerminat

Kesimpulan:Jumlahskor 20,berarti siswakurangberminat

Table 4.2. Hasil Tes Siswa pada Akhir Siklus I


Banyak Siswa Banyak Siswa Banyak

No. Jenis Kelamin Tuntas Tidak Tuntas Siswa

Belajar Belajar Seluruhnya

1 Laki-laki 14 8 22

2 Perempuan 5 2 7

Jumlah 19 (65,5%) 10 (34,5%) 29 (100%)

Dari hasil tes akhir siklus I bahwa ada 10 siswa yang tidak tuntas belajar.

Siswa yang tidak tuntas sudah mengikuti program remedial berupa pemberian

tugas secara mandiri dan diakhiri dengan tes ulang. Hasilnya tiga orang sudah

mencapai ketuntasan sedangkan satu orang masih belum tuntas sehingga

kepadanya diberikan program remedial yang kedua.

Grafik Hasil Tes Siswa Siklus I


16
14
14
12
10
8
8
6 5
4
2
2
0
Banyak Siswa Tuntas Belajar Banyak Siswa Tidak Tuntas Belajar

Series1 Series2

Gambar 4.1 Grafik Hasil Tes Siklus I


Analisis data hasil tes akhir siklus I menggunakan Kriteria Ketuntasan

Minimal (KKM) sebesar 34,5%Siswa yang belum mencapai KKM harus

mengikuti program perbaikan (remedial). 65,5% Siswa yang sudah mencapai atau

melampaui KKM diberikan program pengayaan.

C. Siklus II

Berdasarkan hasil pengamatan selama siklus II, diperoleh data sebagai

berikut. Selama pembelajaran rata-rata skor hasil observasi terhadap aktivitas

belajar siswa. Dapat dilihat pada table 3 berikut ini.

Table 4.3. Rata-rata Skor Hasil Observasi Terhadap Aktivitas Belajar Siswa

Pada Siklus II

PENILAIAN

NO ASPEK YANG DINILAI 0 1 2 3 4


Mendengarkan/ memperhatikan

1 penjelasan guru
Giatmelakukantugas-tugas

2 kelompok
Mengajukanpertanyaan/

3 menanggapi pertanyaan
Dapatbekerjasama dalam

4 kelompok

5 Giatmembacabuku/modul
Dapatberdiskusitentangmateri

6 padamodul
Senangmengerjakantugas di

7 modul

8 Membuatlaporanportofolio

Jumlah 15 12
Keterangan

SkalaPenilaian

0 :Tidakmelakukan

1 : Dilakukankurangbaik

2 : Dilakukancukupbaik

3 : Dilakukandenganbaik

4 : Dilakukansangatbaik

10-16 :Tidakberminat

17-24 :Kurangberminat

25-32 :Berminat

33-40 :SangatBerminat

Kesimpulan:Jumlahskor 27,berarti siswa berminat

Tabel 4.4 Hasil Tes Siswa Pada Akhir Siklus II

Banyak Siswa Banyak Siswa Banyak

No. Jenis Kelamin Tuntas Tidak Tuntas Siswa

Belajar Belajar Seluruhnya

1 Laki-laki 20 2 22

2 Perempuan 6 1 7
Jumlah 26 (89,6%) 3 (10,4%) 29 (100%)

Dari hasil tes akhir pada siklus II menunjukkan bahwa masih ada siswa yang

belum tuntas. Bagi yang belum tuntas akan mendapat remedial dan tes ulang

sedangkan yang telah mencapai ketuntasan selanjutnya akan diberikan program

pengayaan.

Grafik Hasil Tes Siswa Siklus II


25

20
20

15

10
6
5
2
1
0
Banyak Siswa Tuntas Belajar Banyak Siswa Tidak Tuntas Belajar

Series1 Series2

Gambar 4.2 Grafik Hasil Tes Siklus II

Analisis data hasil tes akhir siklus II menggunakan Kriteria Ketuntasan

Minimal (KKM) sebesar 89.6%Siswa sudah mencapai atau melampaui KKM dan

selanjutnya akan diberikan program pengayaan. Dan sisanya 10.4% yang belum

tuntas dan akan diberikan program remedial.


Disini dapat dilihat bahwa dengan perlakuan pada siklus kedua, hampir 90%

siswa sudah melampaui KKM dan kemampuan siswa dalam Merakit komputer

sudah meningkat.

D. Pengamatan Pembelajaran

Hasil Pengamatan terhadap pengelolaan pembelajaran pada setiap siklus

menggunakan instrumen pengelolaan pembelajaran yang rinci. Adapun hasil

pengamatannya dapat dilihat pada lampiran.

Adapun aspek yang dinilai dapat dilihat pada tabel berikut:

PENILAIAN

NO ASPEK YANG DINILAI 1 2 3 4


Perencanaan:
1 MembuatRP
2 Menyesuakanbahan ajar
3 Merumuskantujuan( indikator )
4 Mengorganisasi materi
5 Memilihmedia yangtepat
6 Memilihsumber belajar
7 Menyusun alat ukur
Jumlah 28
Pelaksanaan:
1 Memotivasi
2 Membentuk kelompok
3 Memberiinformasi / menjelaskan
Membantusiswayang mengalami

45 kesulitan
Membantusiswa dalambelajar
Membantusiswa dalam membuat

76 kesimpulan
Membuatevaluasi
Jumlah 6 20
Keterangan SkalaPenilaian

1:Tidakdilakukan

2: Dilakukancukupbaik

3: Dilakukandengan baik

4: Dilakukansangatbaik

Kesimpulan:Nilai 54/14= 3,8berarti gurutelahmembuatPerencanaaan dan

PelaksanaanPembelajarankategori"sangatbaik"
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang diuraikan sebelumnya,

dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran melalui metode discovery

menggunakan pendekatan saintifikdalam penerapannya harus dibuatkan rekayasa

masalah, sehingga anak memperoleh pengetahuan yang sebelumnya belum

diketahui tidak melalui pemberitahuan tetapi melalui proses penemuan

(Discovery), sehingga dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan siswa dalam

belajar dan berdampak pada meningkatnya hasil belajar siswa.

B. Saran

Setelah mengadakan penelitian tindakan kelas pada siswa kelas X TKJ SMK

Negeri 2 Makassar maka disarankan beberapa hal berikut. Bagi siswa, dengan

hasil penelitian tindakan kelas ini untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil

belajar siswa agar lebih baik. Hasil penelitian ini untuk menjadi bahan informasi

bagi guru dalam meningkatkan motivasi dan kemampuan siswa dalam belajar.

A.

Kesimpul

an

Berdasarkanhasilpenelitianyang telahdilaksanakandapatdisimpulkansebagai

berikut;

1. Kesimpulan Umum
Adapunkesimpulanumumyang dapatpenuliskemukakanadalah“bahwa

peningkatan hasilbelajar siswa pada pembelajaranproduktif TKJ

materiMelakukan instalasi sistem operasi

omputermelaluimetodediscovery Learning diSMK Negeri 2

Makassarternyata dapat ditingkatkan”

2. Kesimpulan Khusus

Adapunkesimpulan khususdapatpenulistentukanbeberapa kesimpulan

sebagai berikut :

a.PerencanaanpelaksanaanpembelajaranIPA materibentukdaundan

fungsinyamelaluimetodediscovery learningdikelasIVSDN03Sungai

Ambawang dapatditingkatkanyang ditunjukkandengan hasilpenilaian

yang dilakukanolehgurumitrayaitu padasiklusIsebesr

78,72dansetelah siklusIImeningkat menjadi 97,76

b.

Pelaksanaanpembelajaranbentukdanfungsinyamelaluimetodediscover

y padapembelajaran IPAdikelasIVSDN03SungaiAmbawangdapat

ditingkatkanyaitupadasiklusI dengannilai75dansetelahmelalui

perbaikan padasiklusIIterjadi peningkatan sebesar 95

c. Penerapan metode discovery learning pada pembelajaran IPA materi

bentukdaundanfungsinyadi kelasIVSDN03SungaiAmbawang dapat

meningkatkanhasilbelajar 65,55 padasiklusIdan


setelahperbaikanpada

siklusIIterjadipeningkatanmenjadi75,55.Makaterjadipeningkatkan

hasilbelajar sebesar 10%.


Adapun saranyangdapatdi ajukan dalam penelitian iniadalah sebagai berikut :

1.Perluadanyapenerapanmetodediscovery learningpadasetiapmateri

pembelajaransehinggasiswa mampumeningkatkanpemahaman

danmengerti akan fungsi daun bagi kehidupan sehari hari

2.Perluadanyaupayauntukmengembangkanmetode pembelajarandalam

pelaksanaanpembelajaranagarsiswalebihtertarikdanterangsang sehingga

dapat meningkatkan motivasi belajar

3. Perluadanyapenelitianlebihlanjutmengenaimetodemetodedalam

pembelajaranIPAsesuaikarakteristiksiswa danmateriajarsehingga

pembelajaranyangdi berikan lebih efektif dan berkualitas

Lampiran Hasil Tes Siklus I dan II :

TES AKHIR SIKLUS I


Rubrik /Pedoman Penilaian:

No Pertannyaan Skor

1. 1 10

2. 2 20

3. 3 20

4. 4 25

5. 5 25

TOTAL 100

KKM: 75

1. Daftar Nilai Tes Akhir Siklus I (tes tertulis Essay)

Nomor Soal Ketunta


No Nama Jml
4 s
. Siswa 1 2 3 5 Nilai
an

Ahnaf 15
1. 10 20 20 15 80 Tuntas
Faruki

Anesenda 15 Tidak
2. 10 10 10 15 60
Padana Tuntas

3. Armezi 10 20 20 15 15 80 Tuntas

4. Artika 10 10 10 15 15 60 Tidak
Tuntas

Ayu 15
5. 10 10 20 20 75 Tuntas
Wahyuni

6. Bobi Tamzil 10 20 20 15 15 80 Tuntas

Carles 15 Tidak
7. 10 10 10 15 60
Nopriadi Tuntas

Deni 25
8. 10 20 20 15 90 Tuntas
Febriansyah

15 Tidak
9. Desi Pratiwi 10 10 10 15 60
Tuntas

Epriyon 15
10. 10 20 15 20 80 Tuntas
Yupizo

Erwin 25
11. 10 15 20 15 85 Tuntas
Iswanto

Herly 25
12. 10 15 20 15 85 Tuntas
Firmansyah

Ihza 15
Tidak
13. Oktavio 10 10 10 15 60
Tuntas
Akbar

14. Ilham Lutfi 10 15 20 25 15 85 Tuntas

15. Irvan 10 15 20 25 15 85 Tuntas

15 Tidak
16. 10 10 10 15 60
Jeri Pratama Tuntas
17. Jupita arnas 10 15 20 25 15 85 Tuntas

Martin 15 Tidak
18. 10 10 10 15 60
Saputra Tuntas

Monas 15
19. 10 10 20 20 75 Tuntas
Tandean

Nining 25
20. 10 15 20 15 85 Tuntas
Askurnia

21. Okta Fanny 10 15 20 25 15 85 Tuntas

Putri 15
22. 10 10 20 20 75 Tuntas
Monica

Riko 15 Tidak
23. 10 10 10 15 60
Revaldo Tuntas

15 Tidak
24. 10 10 10 15 60
Rio Candra Tuntas

Sander 25
25. 10 15 20 15 85 Tuntas
Shaksena

Septa Egi 25
26. 10 15 20 15 85 Tuntas
Sumantri

Wahyu 25
27. 10 15 20 15 85 Tuntas
Febrianto

Wendi 15 Tidak
28. 10 10 10 15 60
Pratamaa Tuntas

29. Wiwin 10 15 20 25 15 85 Tuntas


Mengetahui, Lais, Oktober 2014
Kepala SMK Neger1 1 Lais Peneliti,

Dra. AMROH, MM Firdaus, S.Kom


NIP. 19621115 199003 2 004 NIP. 190975 200902 1 001
TES AKHIR SIKLUS II

Lembar Kerja siswa

Disediakan sebuah komputer yang sudah di kondisikan (rusak) tidak dapat

digunakan karena sistem operasinya rusak.

Tugas siswa:

Lakukan identifikasi kerusakan dan perbaiki computer tersebut hingga bisa

digunakan dan beroperasi dengan normal.

Rubrik /Pedoman Penilaian:

No Aspek yang Dinilai Skor

1. K3 10

2. Persiapan 20

3. Langkah kerja 40

4. Hasil Instalasi 30

TOTAL 100

KKM = 75

2. Daftar Nilai Tes Praktik Akhir Siklus II

No Nama Aspek yg Dinilai Jml Ketunta


. Siswa Langk Nilai s
Persiapa
K3 ah Hasil an
n
Kerja

Ahnaf
1. 10 16 30 30 86 Tuntas
Faruki

Anesenda
2. 10 15 25 25 75 Tuntas
Padana

3. Armezi 10 17 26 18 87 Tuntas

4. Artika 10 15 25 25 75 Tuntas

Ayu
5. 10 20 30 20 80 Tuntas
Wahyuni

6. Bobi Tamzil 10 20 30 20 80 Tuntas

Carles Tidak
7. 10 15 20 15 60
Nopriadi Tuntas

Deni
8. 10 20 30 20 80 Tuntas
Febriansyah

Tidak
9. Desi Pratiwi 10 15 15 15 55
Tuntas

Epriyon
10. 10 20 30 20 80 Tuntas
Yupizo

Erwin
11. 10 20 30 20 80 Tuntas
Iswanto

12. Herly 10 20 30 20 80 Tuntas


Firmansyah

Ihza

13. Oktavio 10 20 30 20 80 Tuntas

Akbar

14. Ilham Lutfi 10 20 30 20 80 Tuntas

15. Irvan 10 20 30 20 80 Tuntas

16. Jeri Pratama 10 15 25 25 75 Tuntas

17. Jupita arnas 10 20 30 20 80 Tuntas

Martin
18. 10 15 25 25 75 Tuntas
Saputra

Monas
19. 10 20 30 25 85 Tuntas
Tandean

Nining
20. 10 20 30 25 85 Tuntas
Askurnia

21. Okta Fanny 10 20 30 30 90 Tuntas

Putri
22. 10 20 30 20 80 Tuntas
Monica

Riko Tidak
23. 10 15 15 15 55
Revaldo Tuntas

24. Rio Candra 10 15 25 25 75 Tuntas

Sander
25. 10 20 35 30 95 Tuntas
Shaksena

26. Septa Egi 10 15 25 25 75 Tuntas


Sumantri

Wahyu
27. 10 15 25 25 75 Tuntas
Febrianto

Wendi
28. 10 15 25 25 75 Tuntas
Pratamaa

29. Wiwin 10 20 20 30 80 Tuntas

Mengetahui, Lais, Desember 2014


Kepala SMK Neger1 1 Lais Peneliti,

Dra. AMROH, MM Firdaus, S.Kom


NIP. 19621115 199003 2 004 NIP. 190975 200902 1 001

Lampiran 5.

ANGKET MINAT

SISWA TERHADAP

PELAJARANKKPI
SKALA

No Pernyataan
1 Sayasenangmengikuti Selalu Sering Jarang Tidak

2 pelajaran bila
Sayarugi KKPI tidak

3 mengikutipelajaranKKPI
Sayamerasapelajaran

4 KKPIbermanfaat
Sayamenyerahkantugas

5 KKPItepatwaktu
Saya berusaha memahami

pelajarangeografi
Saya bertanyajikakurang

6
7 Sayamengerjakansoal-
jelas
8 soal latihandi rumah
Sayamendiskusikanmateri

9 pelajaran
Saya berusaha memiliki

Modulberusaha
Saya KKPI mencari

10 bahan diperpustakaan Jumlah 16 12

Keterangan

Selalu :4

Sering :3

Jarang :2

Tidak :1
10-16 :Tidakberminat

17-24 :Kurangberminat

25-32 :Berminat

33-40 :SangatBerminat

Kesimpulan:skor jumlah28:Berminat,siswamemilikiminatpadamata

pelajaran KKPI
Daftar Pustaka

Djamarah. (2002). Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta

Erriniati. (1994). Penerapan Strategi Motivasi Belajar Siswa dalam Proses Belajar

Menajar Fisika Pokok Bahasan Listrik Statis Kelas VII B Cawu III Tahun

Pelajaran 1996/1997 di SLT PN 23 Surabaya . Skripsi yang tidak

dipublikasikan. Universitas Negeri Surabaya.

M. Sinaga Anggiat dan Sri Hadiati. 2001. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia.

Jakarta: Lembaga Administarsi Negara Republik Indonesia

Nur. (2001). Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Roestiyah N.K. 2001.Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka

Cipta.Schoenherr, Palendeng. 2003.Strategi Pembelajaran Sains. Bandung:

PT Remaja Rosdakarya.

Siadari , 2001 . Teori Metode Pembelajaran , (Diakses) :

eprints.uny.ac.id/7544/1/P-023.pdf pada tanggal 2 September 2019 pukul

21.03 wib.
1
Suherman, dkk. (2001). Common TexBook Strategi Pembelajaran Matematika

Kontemporer. Bandung: Jurusan Pendidikan Matematika UPI Bandung.

Takdir Mohammad Ilahi. 2012. Pembelajaran Discovery Strategy & Mental

Vocational Skill. Jogjakarta: DIVA Press

Usman, M.U, 2005. Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja Rosda Karya

Yusdi Milman, 2010. Pengertian Kemampuan. blogspot.com/pengertian-

kemampuan.html (14 Maret 2013)

(1) MACAM-MACAM METODE DALAM MENGAJAR. Dunia Edukasi,


2010.
Lampiran RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

SMK Negeri 2 Makassar

Mata Pelajaran : Kompetensi Kejuruan

Kelas/Semester : X/III (Ganjil)

Pertemuan Ke : 1 -2

Alokasi Waktu : 8 x 45 menit

Standar Kompetensi : Melakukan instalasi sistem operasi berbasis

graphical user

interface (GUI) dan command line interface (CLI)

Kompetensi Dasar : Menjelaskan Langkah Instalasi Sistem Operasi

Berbasis GUI

(Graphical User Interface)

Kode Kompetensi : KK - TKJ 07

INDIKATOR :

1. Paket instalasi sistem operasi yang legal sudah disediakan dalam media

penyimpanan yang sesuai (CD, HD, DVD, dll)

2. Installation manual sistem operasi sudah disediakan dan dipahami

3. Perangkat komputer sudah dinyalakan dengan persyaratan hardware

sesuai dengan installation manual

4. Proses installation manual sudah dilaksanakan

5. Pada layar muncul pesan bahwa proses instalasi berhasil


6. Sistem operasi dijalankan dan diitutup tanpa error (kesalahan)

I. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Memilih system operasi yang diinstal secara teliti

2. Melaksanakan keamanan, keselamatan kerja dalam instalasi system

operasi

3. Mengecek hasil instalasi secara teliti dan tidak terburu-buru

4. Pengetahuan

5. Menjelaskan konsep dasar system operasi berbasis GUI

6. Mengidentifikasi jenis-jenis media penyimpanan yang sesuai untuk

instalasi system operasi berbasis GUI

7. Menjelaskan langkah-langkah instalasi sistem operasi

8. Menjelaskan langkah-langkah pengoperasian system operasi, termasuk

menjalankan dan menutup system operasi

9. Menjelaskan langkah-langkah penanganan terhadap troubleshooting

yang terjadi pada system operasi

II. MATERI PEMBELAJARAN

1. Menjelaskan konsep dasar sistem operasi berbasis GUI

2. Menyediakan perangkat komputer dengan konfigurasi hardware yang

sesuai untuk instalasi sistem operasi berbasis GUI

3. Mempersiapkan software dan hal-hal yang memperlancar proses

instalasi

4. Menjelaskan, file, folder konfigurasi pada system operasi berbasis GUI


5. Menjelaskan langkah-langkah instalasi system operasi

6. Menjelaskan langkah-langkah penanganan terhadap troubleshooting

yang terjadi pada system operasi

III. MODEL PEMBELAJARAN

MODEL DISCOVERY DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK

IV. METODE PEMBELAJARAN

 Penugasan

 Tanya Jawab

 Simulasi

 Praktikum di Lab. Komputer

 Pembuatan laporan

V. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

 Kegiatan Awal

 Berdoa dengan tujuan penanaman pembiasaan pada diri siswa bahwa

pengembangan diri hendaknya selaras antara imtaq dan iptek

 Melakukan presensi dan menyampaikan tujuan pembelajaran

 Guru memberi salam, tegur sapa, memberi motifasi dan informasi

target keterampilan yang akan dikuasai setelah selesai pembelajaran

Nilai PBKB yang diharapkan : Religius, disiplin, jujur, rasa ingin

tahu dan tanggung jawab.


 Kegiatan Inti

Eksplorasi

 Guru membagi siswa dalam tatanan pembelajaran kooperatif

jingsaw, setiap kelompok terdiri dari 5 – 6 siswa.

 Guru menggali pemahaman siswa tentang konsep dasar system

operasi berbasis GUI

 Guru menguraikan jenis-jenis media penyimpanan yang sesuai untuk

instalasi system operasi berbasis GUI

Nilai PBKB yang diharapkan : Rasa ingin tahu, mandiri, kreatif.

Elaborasi

 Guru mengawasi dan mengarahkan selama siswa melakukan praktek

dalam kelompok / individu.

 Guru menarik hasil pembuatan laporan siswa dan mendiskusikan

hasil praktek, kelompok lain diminta memberikan tanggapan.

Nilai PBKB yang diharapkan : Demokratis, komunikatif, disiplin.

Konfirmasi

 Guru memberikan umpan balik kepada siswa

 Guru menjelakan konsep dasar system operasi GUI

 Guru membantu dalam menjelaskan langkah-langkah instalasi

system operasi

Nilai PBKB yang diharapkan : Kerja keras, kreatif, komunikatif.

 Kegiatan Akhir
 Guru mereview kembali materi dari pertama

 Guru membuat kesimpulan/rangkuman materi dari hasil diskusi

 Guru memberikan tugas untuk dikumpulkan

 Guru menilai kemampuan siswa (Quis, postes)

 Guru memberikan penugasan untuk pertemuan yang akan datang

 Pembelajaran ditutup dengan do'a

Nilai PBKB yang diharapkan : Jujur, tanggung jawab, kreatif, rasa

ingin tahu, disiplin

VI. ALAT , BAHAN DAN SUMBER BELAJAR

1. Modul/bahan referensi

2. Bahan tayangan

3. Soal teori

4. Perangkat penilaian

VII. PENILAIAN

Post Test

Soal :

1. Apa yang dimaksud dengan Sistem operasi?

2. Sebutkan jenis-jenis sistem operasi berdasarkan layananan (interface)

terhadap pengguna, beserta contohnya!

Kunci Jawaban :
1. Sistem operasi adalah sistem yang mengatur kerja seluruh

komponen/perangkat sistem komputer sehingga dapat bekerja dengan

baik, dan sekaligus sebagai penghubung/interface antara sistem

komputer dengan pengguna (user)

2. Jenis-jenis sistem operasi berdasarkan layananan (interface) terhadap

pengguna

· Sistem operasi berbasis TEXT, contoh: MS DOS, UNIX, LINU

· Sistem operasi berbasis GUI (Graphical User Interface), contoh: MS

Windows

LINUX

Catatan: LINUX dapat berbasis TEX dapat pula berbasis GUI

Mengetahui MAKASSAR, Juli 2019

Kepala SMK N 2 MAKASSAR Guru Mata Pelajaran

Dra. Amroh, MM ELIA AMPULEMBANG

NIP. 19621115 199003 2 004 NIP.198509142010011012001


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

SMK Negeri 2 Makassar

Mata Pelajaran : Kompetensi Kejuruan

Kelas/Semester : X/III (Ganjil)

Pertemuan Ke :3–5

Alokasi Waktu : 10 x 45 menit

Standar Kompetensi : Melakukan instalasi sistem operasi berbasis

graphical user

interface (GUI) dan command line interface (CLI)

Kompetensi Dasar : Melaksanakan Instalasi Sistem Operasi Berbasis

GUI Sesuai Instalation Manual

Kode Kompetensi : KK - TKJ 07

INDIKATOR :

1. Memilih sistem operasi yang akan diinstall secara teliti.

2. Proses instalasi sistem operasi sesuai installation manual sudah

dilaksanakan.

3. Seluruh file, icon, folder dan konfigurasi telah ter-copy dan

terkonfigurasi.

4. Pada layar muncul pesan bahwa proses instalasi telah berhasil

dilaksanakan sesuai dengan installation manual.


I. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Siswa dapat memilih sistem operasi yang akan diinstall secara teliti.

2. Siswa dapat melakukan proses instalasi sistem operasi sesuai

installation manual sudah dilaksanakan.

3. Siswa dapat mengcopy dan mengkonfigurasi seluruh file, icon, dan

folder.

4. Siswa dapat memperlihatkan pada layar muncul pesan bahwa proses

instalasi telah berhasil dilaksanakan sesuai dengan installation manual.

II. MATERI PEMBELAJARAN

1. Konsep dasar sistem operasi

2. Jenis-jenis media penyimpan

3. Konfigurasi hardware

4. Setting BIOS

5. Konsep dasar instalasi sistem operasi berbasis GUI

6. Konsep dasar manajemen media penyimpan

7. Jenis-jenis sistem operasi berbasis GUI

III. MODEL PEMBELAJARAN

MODEL DISCOVERY DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK

IV. METODE PEMBELAJARAN


MENGGUNAKAN PENDEKATAN

 Presentasi

 Penugasan/pembuatan laporan

 Tanya jawab / diskusi

V. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

 Kegiatan Awal

 Berdoa dengan tujuan penanaman pembiasaan pada diri siswa bahwa

pengembangan diri hendaknya selaras antara imtaq dan iptek

 Melakukan presensi dan menyampaikan tujuan pembelajaran

 Guru memberi salam, tegur sapa, memberi motifasi dan informasi

target keterampilan yang akan dikuasai setelah selesai pembelajaran

Nilai PBKB yang diharapkan : Religius, disiplin, jujur, rasa ingin

tahu dan tanggung jawab.

 Kegiatan Inti

Eksplorasi

 Guru membagi siswa dalam tatanan pembelajaran kooperatif

jingsaw, setiap kelompok terdiri dari 5 – 6 siswa.

 Guru menggali pemahaman siswa tentang konsep dasar system

operasi berbasis GUI

 Guru menguraikan jenis-jenis media penyimpanan yang sesuai untuk

instalasi system operasi berbasis GUI


Nilai PBKB yang diharapkan : Rasa ingin tahu, mandiri, kreatif.

Elaborasi

 Guru mengawasi dan mengarahkan selama siswa melakukan praktek

dalam kelompok / individu.

 Guru menarik hasil pembuatan laporan siswa dan mendiskusikan

hasil praktek, kelompok lain diminta memberikan tanggapan.

Nilai PBKB yang diharapkan : Demokratis, komunikatif, disiplin.

Konfirmasi

 Guru memberikan umpan balik kepada siswa

 Guru menjelakan konsep dasar system operasi GUI

 Guru membantu dalam menjelaskan langkah-langkah instalasi

system operasi

Nilai PBKB yang diharapkan : Kerja keras, kreatif, komunikatif.

 Kegiatan Akhir

 Guru mereview kembali materi dari pertama

 Guru membuat kesimpulan/rangkuman materi dari hasil diskusi

 Guru memberikan tugas untuk dikumpulkan

 Guru menilai kemampuan siswa (Quis, postes)

 Guru memberikan penugasan untuk pertemuan yang akan datang

 Pembelajaran ditutup dengan do'a

Nilai PBKB yang diharapkan : Jujur, tanggung jawab, kreatif, rasa

ingin tahu, disiplin


VI. ALAT , BAHAN DAN SUMBER BELAJAR

1. Modul/bahan referensi

2. Bahan tayangan

3. Soal teori

4. Perangkat penilaian

VII. PENILAIAN

Post Test

Soal :

1. Hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum instalasi,sehingga

tidak menyebabkan kesalahan/error selama proses instalasi? Jelaskan

secara singkat!

2. Bagaimana cara melakukan booting dengan disket DOS?

Kunci Jawaban :

1. Hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum instalasi, sehingga tidak

menyebabkan kesalahan/error selama proses instalasi:

a. Menjalankan SCAN DISK untuk mengecek sekaligus

b. Memperbaiki jika ada problem pada hard disk yang akan

diinstalasi.

- Jalankan program antivirus untuk menghilangkan virus pada

hard disk
- Non aktifkan semua program antivirus yang berjalan di

komputer, karena dapat mengganggu proses instalasi.

c. Tutuplah semua program yang berjalan (running) selama setup

berlangsung

2. Cara melakukan booting dengan disket DOS:

a. Restart / reboot komputer anda.

b. Saat komputer melakukan booting tekan dan tahan tombol DEL,

hal ini akan membawa ke

c. menu SET UP BIOS C-MOS.

d. Pilih Advance BIOS.

e. Jadikan floppy disk sebagai first booting system.

f. Simpan dan keluar dari Set Up BIOS (pilih save & eXt).

g. Masukkan disket yang berisi DOS/start up ke dalam floppy disk.

h. Booting lagi dari awal.

Mengetahui MAKASSAR, Juli 2019

Kepala SMK N 2 MAKASSAR Guru Mata Pelajaran

Dra. Amroh, MM ELIA AMPULEMBANG

NIP. 19621115 199003 2 004 NIP.

198509142010011012001

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


SMK Negeri 2 Makassar

Mata Pelajaran : Kompetensi Kejuruan

Kelas/Semester : X/III (Ganjil)

Pertemuan Ke : 6-7

Alokasi Waktu : 8 x 45 menit

Standar Kompetensi : Melakukan Instalasi Sistem Operasi berbasis

Graphical User

Interface (GUI) dan command line interface (CLI)

Kompetensi Dasar : Menjelaskan langkah instalasi sistem operasi

berbasis CLI

(Command line interface)

Kode Kompetensi : KK - TKJ 07

INDIKATOR :

1. Paket instalasi sistem operasi yang legal sudah disediakan dalam media

penyimpanan yang sesuai (CD, HD, DVD, dll)

2. Installation manual sistem operasi sudah disediakan dan dipahami

3. Perangkat komputer sudah dinyalakan dengan persyaratan hardware

sesuai dengan installation manual

4. Proses installation manual sudah dilaksanakan

5. Pada layar muncul pesan bahwa proses instalasi berhasil

6. Sistem operasi dijalankan dan diitutup tanpa error (kesalahan)


I. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Siswa dapat memilih sistem operasi yang akan diinstall secara teliti.

2. Siswa dapat melakukan proses instalasi sistem operasi sesuai

installation manual sudah dilaksanakan.

3. Siswa dapat mengcopy dan mengkonfigurasi seluruh file, icon, dan

folder.

4. Siswa dapat memperlihatkan pada layar muncul pesan bahwa proses

instalasi telah berhasil dilaksanakan sesuai dengan installation manual.

II. MATERI PEMBELAJARAN

1. Konsep dasar sistem operasi

2. Jenis-jenis media penyimpan

3. Konfigurasi hardware

4. Setting BIOS

5. Konsep dasar instalasi sistem operasi berbasis CLI

6. Konsep dasar manajemen media penyimpan

7. Jenis-jenis sistem operasi berbasis CLI

III. MODEL PEMBELAJARAN

MODEL DISCOVERY DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK

IV. METODE PEMBELAJARAN


 Presentasi

 Penugasan/pembuatan laporan

 Tanya jawab / diskusi

V. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

 Kegiatan Awal

 Berdoa dengan tujuan penanaman pembiasaan pada diri siswa bahwa

pengembangan diri hendaknya selaras antara imtaq dan iptek

 Melakukan presensi dan menyampaikan tujuan pembelajaran

 Guru memberi salam, tegur sapa, memberi motifasi dan informasi

target keterampilan yang akan dikuasai setelah selesai pembelajaran

Nilai PBKB yang diharapkan : Religius, disiplin, jujur, rasa ingin

tahu dan tanggung jawab.

 Kegiatan Inti

Eksplorasi

 Guru membagi siswa dalam tatanan pembelajaran kooperatif

jingsaw, setiap kelompok terdiri dari 5 – 6 siswa.

 Guru menggali pemahaman siswa tentang konsep dasar system

operasi berbasis CLI

 Guru menguraikan jenis-jenis media penyimpanan yang sesuai untuk

instalasi system operasi berbasis CLI

Nilai PBKB yang diharapkan : Rasa ingin tahu, mandiri, kreatif.

Elaborasi
 Guru mengawasi dan mengarahkan selama siswa melakukan praktek

dalam kelompok / individu.

 Guru menarik hasil pembuatan laporan siswa dan mendiskusikan

hasil praktek, kelompok lain diminta memberikan tanggapan.

Nilai PBKB yang diharapkan : Demokratis, komunikatif, disiplin.

Konfirmasi

 Guru memberikan umpan balik kepada siswa

 Guru menjelakan konsep dasar system operasi CLI

 Guru membantu dalam menjelaskan langkah-langkah instalasi

system operasi

Nilai PBKB yang diharapkan : Kerja keras, kreatif, komunikatif.

 Kegiatan Akhir

 Guru mereview kembali materi dari pertama

 Guru membuat kesimpulan/rangkuman materi dari hasil diskusi

 Guru memberikan tugas untuk dikumpulkan

 Guru menilai kemampuan siswa (Quis, postes)

 Guru memberikan penugasan untuk pertemuan yang akan datang

 Pembelajaran ditutup dengan do'a

Nilai PBKB yang diharapkan : Jujur, tanggung jawab, kreatif, rasa

ingin tahu, disiplin

VI. ALAT , BAHAN DAN SUMBER BELAJAR


1. Modul/bahan referensi

2. Bahan tayangan

3. Soal teori

4. Perangkat penilaian

VII. PENILAIAN

Post Test

Soal :

1. Jelaskan langkah-langkah instalasi FreeBSD ?

2. Bagaimanakah keamanan FreeBSD jika dibandingkan dengan windows

Kunci Jawaban :

1. Langkah-langkah instalasi FreeBSD adalah…

1. Booting lewat cdrom > enter

2. Tampil sys install > pilih “Standard” > enter

3. Ok akan tampil fdisk untuk menyiapkan partisi FreeBSD pilih

kemudian tekan “C” Create slice.

4. Menentukan besar partisi FreeBSD tekan enter.

5. Telah terbentuk partisi FreeBSD tekan “Q” finish

6. Jika hanya ada FreeBSD pilih “standard”

7. Tekan “A” untuk membuat partisi secara otomatis untuk membuat

partisi sendiri tekan “C” Create, jika sudah selesai tekan “Q” finish
2. Keamanan crash pada linux jauh lebih rendah dibandingkan pada

windows, linux jauh lebih stabil dan dapat berjalan tanpa masalah

selama bertahun-tahun. Sistem keamanan di linux lebih baik

dibandingkan windows karena banyak virus yang menyerang Sistem

Operasi windows mulai dari spyware, malware hingga worm.

Mengetahui MAKASSAR, Juli 2019

Kepala SMK N 2 MAKASSAR Guru Mata Pelajaran

Dra. Amroh, MM ELIA AMPULEMBANG

NIP. 19621115 199003 2 004 NIP.

198509142010011012001

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

SMK Negeri 2 Makassar

Mata Pelajaran : Kompetensi Kejuruan

Kelas/Semester : X/III (Ganjil)

Pertemuan Ke : 7-8

Alokasi Waktu : 10 x 45 menit


Standar Kompetensi : Melakukan instalasi sistem operasi berbasis

graphical user

interface (GUI) dan command line interface (CLI)

Kompetensi Dasar : Melaksanakan instalasi sistem operasi berbasis text

sesuai

Instalation Manual

Kode Kompetensi : KK - TKJ 07

INDIKATOR :

1. Memilih sistem operasi yang akan diinstall secara teliti.

2. Proses instalasi sistem operasi sesuai installation manual sudah

dilaksanakan.

3. Seluruh file, icon, folder dan konfigurasi telah ter-copy dan

terkonfigurasi.

4. Pada layar muncul pesan bahwa proses instalasi telah berhasil

dilaksanakan sesuai dengan installation manual.

I. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Siswa dapat memilih sistem operasi yang akan diinstall secara teliti.

2. Siswa dapat melakukan proses instalasi sistem operasi sesuai

installation manual sudah dilaksanakan.

3. Siswa dapat mengcopy dan mengkonfigurasi seluruh file, icon, dan

folder.
4. Siswa dapat memperlihatkan pada layar muncul pesan bahwa proses

instalasi telah berhasil dilaksanakan sesuai dengan installation manual.

II. MATERI PEMBELAJARAN

1. Konsep dasar sistem operasi

2. Jenis-jenis media penyimpan

3. Konfigurasi hardware

4. Setting BIOS

5. Konsep dasar instalasi sistem operasi berbasis CLI

6. Konsep dasar manajemen media penyimpan

7. Jenis-jenis sistem operasi berbasis CLI

III. MODEL PEMBELAJARAN

MODEL DISCOVERY DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK

IV. METODE PEMBELAJARAN

 Presentasi

 Penugasan/pembuatan laporan

 Tanya jawab / diskusi

V. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

 Kegiatan Awal

a. Berdoa dengan tujuan penanaman pembiasaan pada diri siswa bahwa

pengembangan diri hendaknya selaras antara imtaq dan iptek

b. Melakukan presensi dan menyampaikan tujuan pembelajaran


c. Guru memberi salam, tegur sapa, memberi motifasi dan informasi

target keterampilan yang akan dikuasai setelah selesai pembelajaran

Nilai PBKB yang diharapkan : Religius, disiplin, jujur, rasa ingin

tahu dan tanggung jawab.

 Kegiatan Inti

Eksplorasi

a. Guru membagi siswa dalam tatanan pembelajaran kooperatif

jingsaw, setiap kelompok terdiri dari 5 – 6 siswa.

b. Guru menggali pemahaman siswa tentang konsep dasar system

operasi berbasis CLI

c. Guru menguraikan jenis-jenis media penyimpanan yang sesuai untuk

instalasi system operasi berbasis CLI

Nilai PBKB yang diharapkan : Rasa ingin tahu, mandiri, kreatif.

Elaborasi

a. Guru mengawasi dan mengarahkan selama siswa melakukan praktek

dalam kelompok / individu.

b. Guru menarik hasil pembuatan laporan siswa dan mendiskusikan

hasil praktek, kelompok lain diminta memberikan tanggapan.

Nilai PBKB yang diharapkan : Demokratis, komunikatif, disiplin.

Konfirmasi

 Guru memberikan umpan balik kepada siswa

 Guru menjelakan konsep dasar system operasi CLI


 Guru membantu dalam menjelaskan langkah-langkah instalasi

system operasi

Nilai PBKB yang diharapkan : Kerja keras, kreatif, komunikatif.

 Kegiatan Akhir

 Guru mereview kembali materi dari pertama

 Guru membuat kesimpulan/rangkuman materi dari hasil diskusi

 Guru memberikan tugas untuk dikumpulkan

 Guru menilai kemampuan siswa (Quis, postes)

 Guru memberikan penugasan untuk pertemuan yang akan datang

 Pembelajaran ditutup dengan do'a

Nilai PBKB yang diharapkan : Jujur, tanggung jawab, kreatif, rasa

ingin tahu, disiplin

VI. ALAT , BAHAN DAN SUMBER BELAJAR

1. Modul/bahan referensi

2. Bahan tayangan

3. Soal teori

4. Perangkat penilaian

VII. PENILAIAN

Post Test
Soal :

1. Jelaskan langkah-langkah instalasi linux UBuntu ?

2. Bagaimanakah keamanan linux UBuntu jika dibandingkan dengan

windows ?

Kunci Jawaban :

1. Langkah-Langkah instalasi linux UBuntu

1. Masukan CD Master linux Ubuntu

2. Bierikutnya diminta untuk menentukan bahasa yang digunakan selama

instalasi.

3. Selanjutnya adalah memilih Negara lokasi bermukim saat ini. Untuk

memilih Negara Indonesia pilih other – Asia – Indonesia.

4. Selanjutnya kita memilih keyboard yang akan digunakan

5. Installer ubuntu akan melakukan loading awal tool tool dan paket yang

diperlukan untuk melakukan pendektesian hardware sebelum melakukan

partisi.

6. Pertama kali, installer akan mencoba mendeteksi kartu jaringan yang

dimiliki. Isikan hostname yang diinginkan.

7. Menentukan time zone.

8. Selanjutnya kita masuk kepartisi

9. Jika tidak ada masalah selesailah proses instalasi UBuntu


2. Sistem keamanan dilinux lebih baik disbanding windows karena banyak

virus yang menyerang virus.

Mengetahui MAKASSAR, Juli 2019

Kepala SMK N 2 MAKASSAR Guru Mata Pelajaran

ELIA AMPULEMBANG

NIP. 198509142010011012001
Lampiran OBSERVASI MINATSISWA

Untukmendapatkan

informasilengkap

Tentang minat siswaselamabelajarKKPI

Pada siklus I

PENILAIAN

NO ASPEK YANG DINILAI 0 1 2 3 4


Mendengarkan/ memperhatikan

1 penjelasan guru
Giatmelakukantugas-tugas

2 kelompok
Mengajukanpertanyaan/

3 menanggapi pertanyaan
Dapatbekerjasama dalam

4 kelompok

5 Giatmembacabuku/modul KKPI
Dapatberdiskusitentangmateri

6 padamodul KKPI
Senangmengerjakantugas di

7 modul KKPI

8 Membuatlaporanportofolio

Jumlah 8 12

Keterangan

SkalaPenilaian

0 :Tidakmelakukan

1 : Dilakukankurangbaik
2 : Dilakukancukupbaik

3 : Dilakukandenganbaik

4 : Dilakukansangatbaik

10-16 :Tidakberminat

17-24 :Kurangberminat

25-32 :Berminat

33-40 :SangatBerminat

Kesimpulan:Jumlahskor 20,berarti siswakurangberminat

Pengamat

ELIA

AMPULEMBA

NG

NIP.

198509142010011012001

Lampiran OBSERVASI MINATSISWA

Untukmendapatkan

informasilengkap
Tentang minat siswaselamabelajarKKPI

Pada siklus II

PENILAIAN

NO ASPEK YANG DINILAI 0 1 2 3 4


Mendengarkan/ memperhatikan

1 penjelasan guru
Giatmelakukantugas-tugas

2 kelompok
Mengajukanpertanyaan/

3 menanggapi pertanyaan
Dapatbekerjasama dalam

4 kelompok

5 Giatmembacabuku/modul KKPI
Dapatberdiskusitentangmateri

6 padamodul KKPI
Senangmengerjakantugas di

7 modul KKPI

8 Membuatlaporanportofolio

Jumlah 15 12

Keterangan

SkalaPenilaian

0 :Tidakmelakukan

1 : Dilakukankurangbaik

2 : Dilakukancukupbaik

3 : Dilakukandenganbaik

4 : Dilakukansangatbaik
10-16 :Tidakberminat

17-24 :Kurangberminat

25-32 :Berminat

33-40 :SangatBerminat

Kesimpulan:Jumlahskor 27,berarti siswa berminat

Pengamat

ELIA AMPULEMBANG

NIP. 198509142010011012
001

LEMBAR

PENGAMATAN

RENCANADAN

KEGIATANPEMBELAJARAN
NamaSekolah : SMKNegeri 2 MAKASSAR

NamaGuru : ELIA AMPULEMBANG

MataPelajaran : TEK KOMPUTER DAN JARINGAN

: 2004/2015

TahunPelajaran
LEMBAR PENGAMATAN

RENCANADAN KEGIATANPEMBELAJARAN

NamaSekolah : SMK Negeri 2 Makassar

NamaGuru : ELIA AMPULEMBANG

MataPelajaran : KKPI / Kejuruan TKJ

TahunPelajaran : 2019-2015

Petunjukberitanda padakolomyangsesuaimenurutanda!

PENILAIAN
1 2 3 4
NO ASPEK YANG DINILAI
Perencanaan:
1 MembuatRP
2 Menyesuakanbahan ajar
3 Merumuskantujuan( indikator )
4 Mengorganisasi materi
5 Memilihmedia yangtepat
6 Memilihsumber belajar
7 Menyusun alat ukur
Jumlah 28
Pelaksanaan:
1 Memotivasi
2 Membentuk kelompok
3 Memberiinformasi / menjelaskan
Membantusiswayang mengalami

54 kesulitan
Membantusiswa dalambelajar
Membantusiswa dalam membuat

76 kesimpulan
Membuatevaluasi
Jumlah 6 20

Keterangan SkalaPenilaian
1:Tidakdilakukan

2: Dilakukancukupbaik

3: Dilakukandengan baik

4: Dilakukansangatbaik

Kesimpulan:Nilai 54/14= 3,8berarti gurutelahmembuatPerencanaaan dan

PelaksanaanPembelajarankategori"sangatbaik"

Pengamat

Romauli Finiarti, S.Pd.

MM

NIP. 19800801 200604 2

029

Anda mungkin juga menyukai