Anda di halaman 1dari 7

KERANGKA ACUAN / TERM OF REFERENCE (TOR)

PROGRAM PENYULUH KESEHATAN MASYARAKAT


RUMAH SAKIT KUSTA SUMBERGLAGAH

1. LATAR BELAKANG

Menurut Ralph Linton (1968), masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang hidup
dan bekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalam
kehidupan bersama dan mereka menganggap sebagai satu kesatuan sosial. Kesehatan adalah
kondisi optimal dari pikiran dan fisik seseorang yang memungkinkan orang tersebut dapat
menjalani hidup yang berkualitas dan produktif baik secara sosial maupun ekonomi. Kesehatan
berorientasi pada upaya memaksimalkan potensi individu baik secara fisik, intelektual,
emosional, sosial, spiritual dan lingkungan. Kesehatan adalah hak asasi manusia dan
merupakan investasi, juga merupakan karunia Tuhan, oleh karenanya perlu dipelihara dan
ditingkatkan kualitasnya. Promosi kesehatan sangat efektif untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan tersebut. Faktor perilaku dan lingkungan mempunyai peranan sangat
dominan dalam peningkatan kualitas kesehatan.
Masalah perilaku menyangkut kebiasaan, budaya, dan masalah-masalah lain yang tidak
mudah diatasi. Untuk itu semua perlu peningkatan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk
hidup sehat, perlunya pengembangan kemitraan dan pemberdayaan masyarakat, dan untuk itu
diperlukan peningkatan upaya promosi kesehatan. Sementara itu Promosi Kesehatan telah
ditetapkan sebagai salah satu program unggulan, sehingga perlu digarap secara sungguh-
sungguh dengan dukungan sumber daya yang memadai. Promosi Kesehatan adalah proses
pemberdayaan masyarakat agar dapat memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Salah satu
upaya promosi kesehatan yang relevan dilakukan untuk promosi kesehatan dilingkungan
rumah sakit diantaranya dengan penyuluhan kesehatan masyarakat.

Penyuluhan kesehatan adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan dengan cara


menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan, sehingga masyarakat tidak saja sadar, tahu dan
mengerti, tetapi juga mau dan bisa melakukan suatu anjuran yang ada hubungannya dengan
kesehatan. Penyuluhan kesehatan adalah gabungan berbagai kegiatan dan kesempatan yang
berlandaskan prinsip-prinsip belajar untuk mencapai suatu keadaan, dimana individu, keluarga,
kelompok atau masyarakat secara keseluruhan ingin hidup sehat, tahu bagaimana caranya dan
melakukan apa yang bisa dilakukan, secara perseorangan maupun secara kelompok dan
meminta pertolongan (Effendy, 1998).
Gambaran pelaksanaan program Penyuluhan Kesehatan secara garis besar adalah
Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatannya
sehingga dapat mengidentifikasi masalah kesehatannya, mencarikan solusi serta menjalankan
perilaku hidup bersih dan sehat sehingga derajat kesehatannya semakin meningkat.
2. TUJUAN
Tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga dan masyarakat dalam membina
dan memelihara perilaku sehat dan lingkungan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan
derajat kesehatan yang optimal terutama di wilayah kerja Rumah Sakit Kusta Sumberglagah.

3. DASAR HUKUM
1) Undang –Undang No 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan pembangunan
Nasional
2) Undang-Undang No 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan Daerah
3) Undang-undang No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
4) Peraturan pemerintah Tentang Standar Pelayanan Minimal
5) Peraturan Menteri Kesehatan RI No.741 Tahun 2008 Tentang Standar Pelayanan
Minimal Bidang Kesehatan Kabupaten/Kota
6)

4. SASARAN
Masyarakat di Wilayah Kerja Rumah Sakit Kusta Sumberglagah yang terdiri dari
Individu, keluarga, karyawan, pelajar, kelompok atau golongan, serta masyarakat umum
lainnya

5. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

1. Promosi kesehatan dalam gedung

1. Melakukan komunikasi interpersonal dan konseling (KIP/K)


2. Penyuluhan kelompok oleh petugas di dalam gedung
3. Pembinaan PHBS di Instansi kesehatan (dalam gedung Puskesmas)

1. Promosi kesehatan luar gedung

1. Pembinaan PHBS di tatanan Rumah Tangga


2. Pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan kelompok oleh petugas di masyarakat
3. Pembinaan UKBM (Posyandu, Posbindu, UKS, dan kelompok UKBM lainnya)
4. Pembinaan dan pemberdayaan masyarakat melalui desa siaga
5. Pemberdayaan dan pembinaan individu / keluarga melalui kunjungan rumah

 CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

 Promosi kesehatan dalam gedung

 Melakukan komunikasi interpersonal dan konseling (KIP/K)


1. Kegiatan pemberdayaan kepada individu oleh petugas puskesmas melalui proses pembelajaran
pemecahan masalah (Konseling) sebagai tentang Gizi, P2M, sanitasi, PHBS dan lain-lain sesuai
kondisi/masalah pengunjung Puskesmas.

 Penyuluhan kelompok oleh petugas di dalam gedung

1. Penyampaian informasi kesehatan oleh petugas kesehatan kepada masyarakat pengunjung


Puskesmas (5-30 orang) di tempat khusus/ ruang tunggu/ tempat tidur (bed seat teaching),
dengan waktu ± 10-15 menit dengan materi sesuai issu aktual / masalah kesehatan setempat
dengan didukung alat bantu / media penyuluhan

 Pembinaan PHBS di Instansi kesehatan (dalam gedung Puskesmas)

1. Pengkajian dan pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tatanan institusi
kesehatan (Puskesmas dan jaringannya) dengan melihat 6 indikator PHBS ( menggunakan air
bersih, menggunakan jamban, membuang sampah pada tempatnya, tidak merokok di institusi
pelayanan kesehatan, tidak meludah sembarangan, memberantas jentik nyamuk) yang telah
dilakukan

 Promosi kesehatan luar gedung

 Pembinaan PHBS di tatanan Rumah Tangga

 Pengkajian dan pembinaan PHBS di tatanan Rumah tangga dengan melihat 10 indikator perilaku
di rumah tangga, yaitu :

1. Persalinan dengan Tenaga Kesehatan


2. Memberi ASI Eksklusif
3. Menimbang bayi dan Balita setiap bulan
4. Menggunakan air bersih
5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
6. Menggunakan jamban sehat
7. Memberantas jentik di rumah
8. Makan sayur dan buah setiap hari
9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
10. Tidak merokok di dalam rumah

 Pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan kelompok oleh petugas di masyarakat

1. Penyampaian informasi kesehatan oleh petugas kesehatan kepada masyarakat (5-30 orang) di
tempat khusus/tempat pertemuan masyarakat, dengan waktu ± 10-15 menit dengan materi sesuai
issu aktual/ masalah kesehatan setempat dengan didukung alat bantu/ media penyuluhan

 Pembinaan UKBM (Posyandu, Posbindu, UKS, dan kelompok UKBM lainnya)


1. Pembinaan yang dilakukan oleh petugas kesehatan yang dilaksanakan secara terpadu melalui
Pokja UKBM yang ada di desa/kelurahan dengan tujuan agar posyandu dan UKBm lainnya
dapat menyelenggarakan kegiatannya dan mencapai tujuan yang diharapkan

 Pembinaan dan pemberdayaan masyarakat melalui desa siaga

1. Pembinaan yang dilakukan oleh petugas terhadap desa di wilayah kerja Puskesmas
Palabuhanratu agar penduduknya dapat mengakses dengan mudah pelayanan kesehatan Desa
(Poskesdes) atau sarana kesehatan yang ada di wilayah tersebut, seperti Puskesmas Pembantu,
Puskesmas atau sarana kesehatan lainnya (UKBM). Selain itu penduduknya mampu
mengembangkan UKBM dan melaksanakan survailans berbasis masyarakat (meliputi
pemantauan penyakit, kesehatan ibu dan anak, gizi, lingkungan sehingga masyarakatnya
menerapkan PHBS

 Pemberdayaan dan pembinaan individu / keluarga melalui kunjungan rumah

1. Kegiatan yang di lakukan oleh petugas kesehatan sebagai tindak lanjut upaya promosi kesehatan
di dalam gedung puskesmas yang telah di lakukan kepada pasien/keluarga atau dilakukan
terhadap keluarga yang karena masalahnya memerlukan pembinaan.

 JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

1. Promosi kesehatan dalam gedung

1. Melakukan komunikasi interpersonal dan konseling (KIP/K)


2. Setiap hari jam kerja

 Proyek : 5% dari pengunjung Puskesmas

1. Penyuluhan kelompok oleh petugas di dalam gedung


2. Setiap hari senin dan kamis

 Proyek : 96 kali/Tahun

1. Pembinaan PHBS di Instansi kesehatan (dalam gedung Puskesmas)


2. Setahun 2 kali

1. Promosi kesehatan luar gedung


1. Pembinaan PHBS di tatanan Rumah Tangga
2. Setiap Bulan

 Proyek : 65% Rumah Tangga berPHBS

1. Pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan kelompok oleh petugas di masyarakat


2. Setiap Bulan

 Proyek : 12 kali/tahun

1. Pembinaan UKBM (Posyandu, Posbindu, UKS, dan kelompok UKBM lainnya)


2. Setiap bulan

 Proyek : 65% UKBM Purnama dan Mandiri

1. Pembinaan dan pemberdayaan masyarakat melalui desa siaga


2. Setahun 2 kali, Bulan Juni dan November
3. Pemberdayaan dan pembinaan individu / keluarga melalui kunjungan rumah
4. Setiap bulan

 Proyek : 50% dari pengunjung klinik khusus/sasaran Puskesmas.

 KELUARAN (OUTPUT) KUANTITATIF YANG DIHARAPKAN

Dengan mengacu kepada KAK seluruh kegiatan PROMKES dapat diselenggarakan secara
efektif dan efisien oleh TIM penyelenggara PROMKES Puskesmas Palabuhanratu.

 HASIL (OUT-COME) KUANTITATIF YANG DIHARAPKAN

Dengan diselenggarakannya kegiatan PROMKES secara efektif dan efisien diharapkan dapat
meningkatkan kinerja yang tinggi, serta dapat terus bersinergi dengan program program lain di
Puskesmas Palabuhanratu yang pada akhirnya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
secara optimal, serta PROMKES dapat berjalan dengan maksimal dan bermanfaat sebesar-
besarnya untuk masyarakat.

 LOKASI PELAKSANAAN PEKERJAAN


Kegiatan ini dilaksanakan di dalam gedung dan diluar gedung puskesmas di 5 (lima) desa
wilayah kerja Puskesmas Palabuhanratu.

 RENCANA RINCI PEKERJAAN

Secara rinci program kerja PROMKES Puskesmas Palabuhanratu adalah sebagai berikut :

 Penyusunan KAK dan RAB


 Penyusunan jadwal kegiatan PROMKES
 Pelaksanaan kegiatan PROMKES
 Pencatatan dan pelaporan

 DURASI DAN WAKTU

 Durasi : Januari sampai desember


 Jadwal : diselenggarakan setiap bulan sesuai jenis kegiatan

 DOKUMEN PENDUKUNG

Dokumen pendukung penyelenggaraan PROMKES di puskesmas Palabuhanratu adalah :

 SK Kepala Puskesmas Palabuhanratu Tahun 2014 tentang pelaksanaan UPK Puskesmas


Palabuhanratu
 Catatan dan pelaporan, setiap bulan
 SOP Kegiatan

Palabuhanratu, ……………………

Mengetahui Pelaksana kegiatan

Kepala UPTD Puskesmas Palabuhanratu Petugas Promosi kesehatan

H. Andi Rahman, SKM,MM Ns. Heri Zuniar Nugraha, S.Kep.


NIP. 19690506 199103 1 001