Anda di halaman 1dari 10

Makalah

Optimalisasi Pelayanan Dokumen Kependudukan yang Handal Dan Prima Tahun 2022
Kabupaten Bombana

OPTIMALISASI PELAYANAN DOKUMEN KEPENDUDUKAN YANG


HANDAL DAN PRIMA

Disusun sebagai persyaratan seleksi Pada Dinas Kependudukan Dan Catatan Sispil Kabupaten Bombana

Oleh : Annisa Sri Prihatin, M.Si

1.1 Pemahaman Tugas


Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah
Daerah, Peraturan Daerah Nomor 12 tahun 2008 tentang Pembentukan Lemtekda dan
sebagai penjabaran dari RPJPD dan RPJMD yang telah mengaarhkan visi, misi tujuan dan
sasaran yang telah ditetapkan maka untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan tersebut
Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kabupaten Bombana akan melaksanakan sejumlah
program dan kegiatan pembangunan dengan memperhatikan tingkat kinerja yang akan
dicapai serta kemampuan keuangan daerah yang telah dialokasikan dalam APBD Kabupaten
Bombana.
Untuk menentukan arah yang tepat dalam melaksanakan program dan kegiatan perlu dibuat
Optimalisasi dokumen kependudukan dan catatan sipil Kabupaten Bombana berdasarkan
program dan kegiatan yang ingin dicapai dalam tahun anggaran 2017-2022. Hal ini juga dapat
dijadikan sebagai acuan bagi Renja Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kabupaten Bombana
ataupun SKPD lainnya pada Tahun 2018 yang merupakan tolok ukur bagi para pemegang
kegiatan agar lebih terarah dan terkendali dalam pelaksanaannya sehingga terbangun sinergi
terhadap pemangku pembangunan Daerah lainnya.
Kegiatan Optimalisasi dokumen kependudukan dan catatan sipil Kabupaten Bombana
secara khusus membahas konsep rencana pembangunan yang akan dilaksanakan, sehingga
akan berfungsi sebagai wahana untuk menyamakan persepsi, membangun komitmen
bersama dan memaduserasikan langkah-langkah dalam mengatasi permasalahan
pembangunan baik yang berskala nasional maupun berskala daerah.
Secara umum, Optimalisasi dokumen kependudukan dan catatan sipil Kabupaten Bombana
memuat kerangka rencana pembangunan dan kerangka anggaran yang dirinci menurut
alokasi pendanaan/pagu indikatif yang akan digunakan. Undang- Undang Nomor 25 tahun
2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mengamanatkan adanya
penyempurnaan sistem perencanaan, baik pada aspek proses dan mekanisme maupun
tahapan pelaksanaan musyawarah perencanaan di tingkat pusat dan daerah wajib menyusun
dokumen perencanaan.

Seleksi Pada Dinas Kependudukan Dan Catatan Sispil Kabupaten Bombana 1-1
Makalah
Optimalisasi Pelayanan Dokumen Kependudukan yang Handal Dan Prima Tahun 2022
Kabupaten Bombana

Masalah kependudukan adalah hal yang sudah umum dihadapi oleh setiap negara. Meski
setiap negara memiliki masalah kependudukan, tapi masalah kependudukan di masing -
masing negara bisa berbeda. Masalah kependudukan di Indonesia pun juga khas.

Indonesia sebagai suatu negara memiliki masalah kependudukan yang cukup berat serta
perlu segera ditangani. Jika masalah kependudukan dapat diatasi dengan baik, maka masalah
pembangunan dan kemakmuran penduduk berikutnya juga akan bisa ditangani dengan lebih
baik.
Masalah kependudukan ini secara umum dapat dibedakan dalam dua hal umum, yakni
berdasarkan kuantitas dan kualitas penduduk. Untuk mengetahui data kualitas serta
kuantitas penduduk, suatu negara dapat melakukan berbagai cara, seperti dengan
menggunakan metode sensus, registrasi, dan survei penduduk.
Ketika data penduduk sudah diketahui, maka berikutnya suatu negara dapat melakukan
pemetaan dan menentukan strategi yang tepat untuk mengatasi masalah kependudukan
tersebut. Masalah kependudukan di Indonesia tersebut secara singkat akan diuraikan
berikut.

A. Masalah Jumlah Penduduk yang Besar


Penduduk adalah faktor terpenting bagi suatu negara dalam program pelaksanaan
pembangunan. Sebab, peran penduduk adalah untuk menggerakan pembangunan itu sendiri
sekaligus hasil pembangunan juga ditujukan untuk kepentingan penduduk.
Indonesia sendiri adalah negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar, yakni mencapai
angka 203.456.000 jiwa berdasarkan sensus penduduk tahun 2000, serta sekitar 260 juta jiwa
di tahun 2016. Dengan jumlah penduduk yang demikian besar, Indonesia bisa mendapatkan
manfaat yang besar, tapi sekaligus angka penduduk yang besar ini juga bisa menjadi masalah.

Manfaat jumlah penduduk yang besar sendiri, dapat berupa :


 Ketersediaan tenaga kerja dalam mengolah sumber daya alam lebih banyak
 Sumber tenaga untuk dimanfaatkan dalam melaksanakan pembangunan lebih banyak.
 Penduduk dapat ikut mempertahankan keutuhan negara dari ancaman negara atau
bangsa lain.
Dapat dikatakan bahwa jumlah penduduk besar ini adalah modal dasar dari pembangunan.
Hanya saja, hal ini berlaku ketika sumber daya manusia yang ada memiliki kualitas yang
memadai. Apabila sumber daya manusia yang berkualitas jumlahnya terbatas, maka jumlah
penduduk yang banyak ini justru bisa menjadi kendala dalam proses pembangunan.
Masalah yang dapat ditimbulkan dari jumlah penduduk yang besar ini terutama dalam hal
sosial ekonomi, yang dapat meliputi :

Seleksi Pada Dinas Kependudukan Dan Catatan Sispil Kabupaten Bombana 1-2
Makalah
Optimalisasi Pelayanan Dokumen Kependudukan yang Handal Dan Prima Tahun 2022
Kabupaten Bombana

 Upaya penyediaan kebutuhan hidup penduduk secara layak, seperti sandang,


pangan, papan, pendidikan, kesehatan serta fasilitas sosial lain yang harus lebih
besar.
 Persaingan dunia kerja yang ketat, sehingga lapangan kerja jadi lebih sempit.
Artinya, penyediaan lapangan kerja harus lebih luas.
 Penyediaan jaminan keamanan, ketentraman serta kesejahteraan yang harus tinggi.
 Kebutuhan akan berbagai fasilitas sosial meningkat.
 Angka pengangguran meningkat, terutama bagi mereka yang tidak mampu bersaing
dalam dunia kerja.
 Angka kriminalitas yang meningkat.
Lalu, jika kita menemui masalah kependudukan di Indonesia yang seperti ini, ada beberapa
upaya penanggulangan yang bisa dilakukan, seperti berikut :
 Melalui program Keluarga Berencana (KB) sebagai gerakan nasional
 Menetapkan Undang-Undang Perkawinan untuk mengatur dan menetapkan batas
usia nikah.
 Membatasi tunjangan anak bagi PNS atau ABRI hanya sampai anak kedua.

B. Masalah Pertumbuhan Penduduk yang Tinggi


Pertumbuhan penduduk di Indonesia secara nasional terbilang tinggi. sekali pun ada
kecenderungan menurun, tetapi nilainya masih cenderung tinggi tiap tahunnya. Sebagai
contoh, di tahun 1961 – 1971, pertumbuhan penduduk per tahun rata -rata adalah 2,1 %, lalu
di tahun 1971 hingga 1980, pertumbuhan penduduk rata -rata per tahun adalah 2,32 %, dan
di tahun 1980 hingga 1990 sebesar 1,98 %, sedangkan periode 1990 hingga 2000 sebesar 1,6
% per tahun.
Persentase pertumbuhan penduduk yang menurun adalah prestasi luar biasa bagi Indonesia.
Sebab, kebanyakan negara berkembang cenderung terus mengalami peningkatan
pertumbuhan penduduk. Di Indonesia, penurunan pertumbuhan penduduk ini banyak
dipengaruhi oleh keberhasilan program KB di seluruh tanah air.
Dampak masalah pertumbuhan penduduk yang tinggi ini dari tahun ke tahun dapat
menimbulkan masalah sosial ekonomi, seperti :
 Kebutuhan berbagai fasilitas sosial meningkat
 Persaingan dunia kerja yang semakin meningkat sehingga mempersempit lapangan
dan peluang kerja
 Angka pengangguran meningkat, terutama bagi mereka yang tidak mampu bersaing
 Angka kriminalitas meningkat.
Dampak atau masalah ini dapat ditanggulangi dengan berbagai upaya, seperti :

 Mencanangkan program Keluarga Berencana (KB) sebagai gerakan nasional.


 Menetapkan Undang-Undang Perkawinan untuk mengatur serta menetapkan
tentang batas usia nikah.

Seleksi Pada Dinas Kependudukan Dan Catatan Sispil Kabupaten Bombana 1-3
Makalah
Optimalisasi Pelayanan Dokumen Kependudukan yang Handal Dan Prima Tahun 2022
Kabupaten Bombana

 Membatasi pemberian tunjangan anak bagi PNS/ABRI hanya sampai anak kedua.

C. Masalah Persebaran atau Kepadatan Penduduk yang Tidak Merata


Persebaran penduduk di Indonesia ini erat kaitannya dengan tingkat hunian atau kepadatan
penduduk. Di Indonesia, kondisi persebaran penduduknya tidak merata, baik persebaran
yang terjadi antar pulau, antar provinsi, kabupaten maupun antara pedesaan dan perkotaan.
Kebanyakan masyarakat Indonesia, menempati pulau Jawa. Untuk pulau Jawa dan Pulau
Madura saja, dengan luas yang hanya sekitar 7% dari total wilayah daratan Indonesia,
terdapat hingga sekitar 60% penduduk yang tinggal di sini. Ini berarti, sekitar 40% nya
menyebar secara tidak merata di pulau lain atau dengan kata lain, hanya sedikit yang tinggal
di luar pulau Jawa dan Madura, yang luas wilayahnya saja, mencapai lebih dari 90% wilayah
daratan Indonesia.
Akibat ketidakmerataan persebaran penduduk ini, dapat terjadi banyak masalah
kependudukan dan juga sosial ekonomi. Misalnya saja berakibat pada luas lahan pertanian
yang semakin sempit di Pulau Jawa, karena lahan pertanian banyak dijadikan sebagai
pemukiman dan lahan industri.
Sebaliknya, kondisi di wilayah luar Pulau Jawa, seperti di pulau Kalimantan, Sulawesi,
Sumatera dan Papua, terdapat lahan kosong yang belum bisa banyak dimanfaatkan sebagai
lahan pertanian atau lahan perkebunan secara optimal karena sumber daya manusia di sana
yang minim.
Dengan berbagai tantangan tersebut, maka ke depannya Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil Kabupaten Bombana harus menmpatkan perannya secara optimal dengan
mengarahkan tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang
Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan menyelenggarakan fungsi :
1. Perumusan kebijakan teknis Kependudukan dan Pencatatan sipil.
2. Penyelenggaraan unsur pemerintahan dan pelayanan umum di bidang
Kependudukan dan Pencatatan sipil.
3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang kependudukan dan pencatatan sipil.
4. Pelaksanaan tugas lain yang diamanatkan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan
fungsinya.

1.2 Isu Strategis Bidang Kependudukan


Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bombana, adalah perwujudan dan
tindak lanjut dari lahirnya Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2014 khususnya Pasal 12 ayat
(2) huruf f yang berbunyi Urusan Pemerintahan Wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan
dasar meliputi : f. Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan Undang-Undang
Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan sebagaimana telah dirubah
dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 juga mengamanahkan “bahwa untuk

Seleksi Pada Dinas Kependudukan Dan Catatan Sispil Kabupaten Bombana 1-4
Makalah
Optimalisasi Pelayanan Dokumen Kependudukan yang Handal Dan Prima Tahun 2022
Kabupaten Bombana

memberikan perlindungan hukum, pengakuan, penentuan status pribadi dan status hukum
setiap peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh penduduk Indonesia
dan Warga Negara Indonesia diluar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia perlu
dilakukan pengaturan tentang Administrasi Kependudukan.”
Mulai tahun 2014 sesuai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013, personalisasi KTP
berbasis NIK Nasional dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab/Kota
efektif dimulai sejak APBN-P Tahun 2014.
Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019, salah satu Agenda
pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah adalah Peningkatan Kepemilikan Akte
Kelahiran sebagai perwujudan Nawa Cita pertama Pemerintah saat ini untuk menghadirkan
Negara yang bekerja, memberikan rasa aman dan melindungi melalui pelayanan pencatatan
sipil. Untuk itu Satuan Kerja Perangkat Daerah mempercepat penerbitan akta kelahiran
dikalangan anak.
Administrasi Kependudukan adalah rangkaian kegiatan penataan dan penertiban dokumen
dan data kependudukan melalui pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, pengelolaan
informasi administrasi kependudukan, penyusunan profil kependudukan serta
pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan publik dan pembangunan sektor lain

Sejalan dengan hal tersebut diatas, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten
Bombana mempunyai tugas menyelenggarakan secara operasional sebagian kewenangan
Pemerintah Kabupaten Bombana dibidang Kependudukan dan Catatan Sipil, disamping
tugas–tugas tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bombana juga
mempunyai fungsi merumuskan kebijakan teknis, penyusunan program, pengendalian,
pembinaan dan pengawasan dibidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Untuk mengimplementasikan seluruh rangkaian program dan kegiatan mendasar, maka
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil berkewajiban menyusun Rencana Strategik Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bombana untuk kurun waktu 5 (lima) Tahun
kedepan (2017-2022), sebagai konsekuensi dari Peraturan pemerintah Nomor 41 Tahun
2007.
Oleh sebab itu dalam penyusunan Rencana Strategik Dinas Kependudukan dan Pencatatan
Sipil Kabupaten Bombana Tahun 2012–2022, maka dipandang perlu memperhatikan dan
mempertimbangkan baik mengenai kondisi dan potensi serta prospek, perkembangan
sebagai kekuatan untuk menentukan kunci keberhasilan, maupun aspek yang menyangkut
hambatan, kendala serta resiko yang akan muncul sebagai kelemahan dan tantangan yang
harus ditanggulangi dan dicarikan jalan keluarnya. Beberapa tantangan kependukan di
Kabupaten Bombana antara lain :
 Banyaknya pengajuan/permohonan pelayanan dokumen administrasi
kependudukan baik pindah datang, pindah keluar, data penduduk yang masih

Seleksi Pada Dinas Kependudukan Dan Catatan Sispil Kabupaten Bombana 1-5
Makalah
Optimalisasi Pelayanan Dokumen Kependudukan yang Handal Dan Prima Tahun 2022
Kabupaten Bombana

kosong, perekaman KTP-el, permohonan Akta-akta Catatan sipil maupun peristiwa


penting lainnya.
 Belum tersimpannya arsip dokumen kependudukan dengan baik yang sesuai dengan
standar kearsipan nasional.
 Belum maksimalnya pemanfaatan Akta Kematian sebagai persyaratan Pengalihan
Hak Waris dan Pencatatan Perkawinan (status cerai mati).
 Belum ada pengembangan jaringan aplikasi Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan
Sipil secara menyeluruh di tingkat desa/keluarahan.
 Faktor teritorial geografis wilayah Kabupaten Bombana yang luas belum
memungkinkan dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan dan Pencatatan
Sipil untuk dapat dilaksanakan dengan cepat, mudah dan murah.
 Keterbatasan tersedianya aparatur PNS untuk mendukung kelancaran kinerja
perkantoran.

1.3 Visi dan Misi


Sehubungan dengan hal tersebut diatas maka perlu ditetapkan visi Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil Kabupaten Bombana yang menggambarkan tentang keadaan yang
diinginkan dimasa depan yang didasarkan pada pemahaman secara tepat tentang
situasi/lingkungan yang dapat mempengaruhi, yaitu “Optimalisasi Pelayanan Dokumen
Kependudukan yang Handal Dan Prima Tahun 2022”. Berangkat dari visi inilah diharapkan
mampu melahirkan dan menyatukan berbagai gagasan strategis dilingkungan Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bombana , sehingga tumbuh komitmen dan
motivasi dari seluruh personil untuk dapat mewujudkannya menjadi kenyataan.
Selanjutnya untuk mendukung visi tersebut, maka penting untuk diusulkan misi dan tujuan
serta indikator kinerja tujuan sebagai berikut :
1. Misi :”Meningkatkan pelayanan Administrasi Kependudukan yang handal dan
prima”.
2. Tujuan : Meningkatnya kualitas pelayanan Dokumen Kependudukan;
3. Dengan Indikator Kinerja tujuan sebagai berikut :
 Pelayanan KTP-el sesuai SOP;
 Pelayanan Akta Kelahiran sesuai SOP.
Perwujudan visi dan misi dapat maksimal, bila didukung dengan struktur organisasi yang
efektif dan efisien, oelh karenanya diusulkan model organisasi yang dapat menjalankan tugas
secara profesional seperti pada gambar 1.

Seleksi Pada Dinas Kependudukan Dan Catatan Sispil Kabupaten Bombana 1-6
Makalah
Optimalisasi Pelayanan Dokumen Kependudukan yang Handal Dan Prima Tahun 2022
Kabupaten Bombana

Gambar 1 Model Bagan Organisasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil


Kabupaten Bombana

1.4 Strategis Arah Kebijakan


Sebagaimana telah disebutkan visi dan misi dalam pelayanan kependudukan dan pencatatan
sipil Kabupaten Bombana. Terkait dengan usulan kewenangan, tugas dan fungsi SKPD Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bombana dalam mewujudkan Visi dan
Misinya memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat yaitu sebagai berikut :
1. Meningkatkan Kualitas pelayanan di bidang Administrasi Kependudukan yang selaras
dengan Standar Operasional Pelayanan (SOP);
2. Meningkatkan Kualitas pelayanan di bidang Pencatatan Sipil yang selaras dengan
Standar Operasional Pelayanan (SOP).
Dengan tujuan tersebut, maka strategi dan kebijakan dengan pencapaian Target yang
diarahkan bagi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bombana dengan
melaksanakan berbagai strategi dan kebijakan sebagai berikut :
1. Mengembangkan/mengimplementasikan Teknologi Informasi dalam pengolahan
Administrasi Kependudukan;
2. Membangun/menyediakan Data Base terintegrasi atau yang dapat mudah diakses
oleh pemangku kepentingan;
3. Menambah server, solfware maupun hardware agar konektivitas jaringan semakin
lancar;
4. Melaksanakan sosialisasi Undang-undang No.23 tahun 2006 tentang Administrasi
Kependudukan dan Undang-undang Nomor 24 tahun 2012 tentang Perubahan atas
UU No. 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, melalui talk show di
radio-radio, media cetak maupun dalam forum-forum rapat koordinasi di tingkat
Kecamatan.

Seleksi Pada Dinas Kependudukan Dan Catatan Sispil Kabupaten Bombana 1-7
Makalah
Optimalisasi Pelayanan Dokumen Kependudukan yang Handal Dan Prima Tahun 2022
Kabupaten Bombana

Untuk melaksanakan visi misi tersebut, maka kedepannya program di Dinas Kependudukan
dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bombana ada 4 Program dan 25 Kegiatan yaitu :
a. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran :
1. Kegiatan penyediaan jasa surat-menyurat ;
2. Kegiatan penyediaan jasa komunikasi sumber daya air dan listrik ;
3. Kegiatan penyediaan Jasa perkantoran ;
4. Kegiatan penyediaan alat tulis kantor ;
5. Kegiatan penyediaan barang cetakan dan penggandaan ;
6. Kegiatan penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor;
7. Kegiatan peralatan dan perlengkapan kantor ;
8. Kegiatan penyediaan peralatan rumah tangga ;
9. Kegiatan penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan
10. Kegiatan penyediaan makanan dan minuman ;
11. Kegiatan penyediaan bahan logistic kantor ;
12. Kegiatan rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah .

b. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur


1. Kegiatan Pengadaan Mebeleur ;
2. Kegiatan pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan kantor;
3. Kegiatan Pemeliharaan rutin/berkali kendaraan dinas/operasional;
4. Kegiatan Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor (Pengecatan);
5. Kegiatan Rehabilitasi sedang/berat gedung kantor (Relokasi gedung kantor);

c. Program Peningkatan Pengembangan System Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan


1. Kegiatan penyusunan pelaporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD.

d. Program Penataan Administrasi Kependudukan


1. Kegiatan Pengolahan dalam penyusunan laporan informasi kependudukan ;
2. Kegiatan peningkatan pelayanan publik dalam bidang kependudukan (Pelayanan KK
dan KTP-el);
3. Kegiatan Peningkatan pelayanan publik dalam bidang kependudukan ( Pelayanan
Akta –akta Pencatatan Sipil) ;
4. Kegiatan Peningkatan Pelayanan Publik dalam bidang kependudukan (Pameran
pembangunan dibidang kependudukan) ;
5. Kegiatan monitoring, evaluasi dan pelaporan ;
6. Kegiatan Pengembangan Sentral Data Kependudukan ;
7. Kegiatan Pengembangan Sentral Data Kependudukan (Penataan Arsip Kearsipan).

1.5 Program Unggulan dan Indikator Kinerja

Seleksi Pada Dinas Kependudukan Dan Catatan Sispil Kabupaten Bombana 1-8
Makalah
Optimalisasi Pelayanan Dokumen Kependudukan yang Handal Dan Prima Tahun 2022
Kabupaten Bombana

Upaya pemecahan masalah yang dilaksanakan dan akan terus dikembangkan adalah sebagai
berikut :
 Meningkatkan kualitas petugas operator/entry data, verifikator ditingkat
desa/kelurahan, puskesmas dengan memberikan pelatihan dalam pelayanan
permohonan Administrasi Kependudukan dan peristiwa penting lainnya,
pendaftaran penduduk, permohonan Akta Kelahiran dengan Program Bayi Lahir
pulang bawa Akta (two in one) pemohon memperoleh 2 dokumen sekaligus yaitu
Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga yang baru.
 Menambah pengadaan Server, software dan hardware untuk meningkatkan kualitas
konektivitas jaringan semakin lancar.
 Melakukan sosialisasi undang-undang No. 24 Tahun 2012 tentang Perubahan
Administrasi Kependudukan berikut aturan pelaksanaannya secara luas kepada
penduduk, melalui talk show di Radio-radio, media cetak maupun dalam forum
rapat-rapat koordinasi Kecamatan.
 Dilakukan rehab berat / pembangunan gedung sebagai tempat ruang pelayanan yang
representatif, nyaman, aman dan tertib.
 Pengembangan jaringan aplikasi pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil secara
menyeluruh di tingkat desa / kelurahan..
Untuk mendukung pelayanan terhadap penduduk, maka program unggulan yang akan
dilaksanakan akan berbasisi pada beberapa indikator, meliputi :

 Rasio penduduk ber- KTP-el per satuan penduduk;


 Rasio bayi ber-akta kelahiran;
 Rasio pasangan ber-akta nikah;
 Kepemilikan KTP-el;
 Kepemilikan akta kelahiran per 1000 penduduk;
 Ketersediaan data base kependudukan skala propinsi;
 Penerapan KTP-el Nasional berbasis NIK.

1.6 Penutup
Pelayanan kependudukan menjadi salah satu tugas negara yang perlu diperhatikan. Untuk
mewujudkan visi, misi dan pengukuran indikator kinerja tersebut Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil Kabupaten Bombana perlu mempertimbangkan berbagai langkah strategis
dalam meningkatkan kapasitas pelayanan agar tingkat pencapaian kinerja semakin baik.
Dalam melaksanakan dan mewujudkan Visi dan Misi, tujuan, sasaran serta indikator kinerja
utama, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam meningkatkan kualitas pelayanan
bidang Administrasi Kependudukan dan kualitas pelayanan Pencatatan Sipil maupun
peristiwa penting lainnya masih diperlu dukungan anggaran yang memadai.

Seleksi Pada Dinas Kependudukan Dan Catatan Sispil Kabupaten Bombana 1-9
Makalah
Optimalisasi Pelayanan Dokumen Kependudukan yang Handal Dan Prima Tahun 2022
Kabupaten Bombana

Untuk mencapai tingkat keberhasil tersebut perlu juga didukung dengan kegiatan Sosialisasi
tentang Undang-undang Nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi kependudukan dan
Undang-undang Nomor 24 tahun 2012 tetang Perubahan atas UU nomor 23 tahun 2006
tentang Administrasi kependudukan.

DAFTAR PUSTAKA
Undang-undang Nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi kependudukan
Undang-undang Nomor 24 tahun 2012 tetang Perubahan atas UU nomor 23 tahun 2006
tentang Administrasi kependudukan

Seleksi Pada Dinas Kependudukan Dan Catatan Sispil Kabupaten Bombana 1-10