Anda di halaman 1dari 9

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN

END OF LIFE CARE (PERAWATAN MENJELANG AJAL)

MAKALAH

Untuk memenuhi tugas matakuliah

Keperawatan Dasar II

yang dibina oleh Bapak Ns. Tri Cahyo Sepdianto, M.Kep, Sp.MB

Oleh:

Nancy Elvidasari 1601300054

Nicesya Mariska 1601300061

Riska Rahmawati 1601300069

Binti Robiatul Asiah 1601300076

Dwi Ayuningtiyas 1601300083

Farid Suwarseno 1601300090

POTEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN MALANG


PRODI D III KEPERAWATAN BLITAR
Maret 2017
KATA PENGANTAR

Penulis mengucapkan syukur atas ke hadirat Allah SWT yang telah


melimpahkan taufiq, hidayah serta inayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis
dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Rencana Asuhan Keperawatan pada
Pasien Menjelang Ajal” dengan baik dan tepat pada waktunya.
Dalam menyelesaikan makalah penulis mengucapkan terimakasih kepada semua
pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan yaitu:
1. Bapak Ns. Tri Cahyo Sepdianto, M.Kep, Sp.MB selaku dosen matakuliah
Keperawatan Dasar II yang telah memberikan bimbingan, dukungan serta
masukannya.
2. Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang Prodi D-III Keperawatan Blitar
yang telah bersedia memberikan pinjaman buku kepada penulis sebagai bahan
rujukan dalam pembuatan makalah ini.
3. Orangtua, yang telah memberikan dukungan dan bantuan secara moral maupun
material.
4. Teman-teman yang telah memberikan semangat serta membantu penulis dalam
menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini jauh dari kata
sempurna, baik dari segi penyusunan, bahasan, ataupun penulisannya. Oleh karena
itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna
menjadi acuan dalam bekal pengalaman bagi penulis untuk lebih baik di masa
yang akan datang dalam menulis makalah. Semoga makalah ini dapat bermanfaat
untuk penulis dan para pembaca guna memperluas wawasan. Amin

Blitar, 2 Maret 2017

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...........................................................................................ii


DAFTAR ISI..........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang.................................................................................................1
1.2 Rumusan masalah............................................................................................1
1.3 Tujuan..............................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian end of life care...............................................................................3
2.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi end of life care.........................................3
2.3 Efek kematian bagi pasien...............................................................................3
2.4 Tahap-tahap menjelang ajal.............................................................................3
2.5 Peran perawat dalam mempersiapkan pasien menjelang ajal..........................4

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan......................................................................................................6
3.2 Saran................................................................................................................6
3.3 Lampiran Rencana Asuhan Keperawatan........................................................6

DAFTAR RUJUKAN............................................................................................30

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Semua orang tidak ada yang mengharapkan kematian. Namun itu adalah
salah satu dari dua peristiwa kehidupan yang dialami semua manusia, selain
kelahiran. Sekarat dianggap sebagai bagian normal dari siklus hidup. Hal ini
sering dianggap masalah medis yang harus ditangani oleh tenaga kesehatan,
utamanya perawat.
Menurut Ferrell, Grant, & Virani (1999:252) "Perawat menghabiskan lebih
banyak waktu dengan pasien yang menghadapi akhir kehidupan daripada anggota
lain dari tim perawatan kesehatan ". Sehingga perawatan yang tepat untuk orang
sekarat ini dikelola oleh perawat penyayang dan secara teknis kompeten serta
mampu menunjukkan kepedulian (Fundamental of Nursing:472).
Salah satu peran perawat menurut Potter dan Perry (2010) adalah peran
pemberi perawatan dimana perawat memfokuskan asuhan pada kebutuhan
kesehatan pasien secara holistik, meliputi upaya mengembalikan kesehatan emosi,
spiritual dan sosial. Sedangkan peran perawat dalam mempersiapkan pasien
menjelang ajal adalah sebagai pembimbing spiritual pasien, komunikator,
fasilitator, dan pemberi dukungan emosional keluarga.

1.1 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian dari end of life care ( perawatan menjelang ajal)?
2. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi end of life care (perawatan
menjelang ajal)?
3. Apa efek kematian bagi pasien?
4. Apa saja tahap – tahap menjelang ajal?
5. Apa peran perawat dalam mempersiapkan pasien menjelang ajal?

1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari end of life care ( perawatan menjelang
ajal).
2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi end of life care
(perawatan menjelang ajal).
3. Untuk mengetahui efek kematian bagi pasien.
4. Untuk mengetahui tahap – tahap menjelang ajal.
5. Untuk mengetahui peran perawat dalam mempersiapkan pasien menjelang
ajal.

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian end of life care ( perawatan menjelang ajal)


Perawatan akhir dari hidup yaitu istilah umum yang mengacu pada
perawatan yang diberikan pada tahap lanjut atau penyakit terminal.
Dying atau menjelang ajal adalah sebagai akibat dari kecelakaan (accident),
cedera (injury) atau sakit (illness) atau mungkin terjadi setelah pengalaman
berkepanjangan yang melemahkan penyakit (disease) seperti kanker, acquired
immuno deficiency sindrom (AIDS), atau penyakit Alzheimer. (Fundamental of
nursing, 2011).

2.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi end of life care (perawatan


menjelang ajal)
1. Seseorang yang telah divonis penyakit terminal dan mendapatkan
sertifikasi penyakit terminal dari dokter.
2. Harapan hidup 6 bulan/ kurang.
3. Kehadiran anggota keluarga atau pengaruh lainya di rumah ketika klien
sudah tidak mampu lagi beraktivitas secara mandiri.

2.3 Efek kematian bagi pasien


Banyak pasien menyadari tanpa diberitahu bahwa mereka memiliki penyakit
terminal. Pasien mengambil pengetahuan ini dari komunikasi nonverbal antara
keluarga mereka dengan tenaga kesehatan.
Beberapa pasien yang sudah mengetahui keadaanya cenderung akan
menolak setiap tindakan medis atau pengobatan, karena menurutnya dilakukan
pengobatan atau tidak mereka juga tetap akan mati. Pasien tidak ingin membebani
keluarganya dengan biaya perawatan yang mahal. Namun ada juga pasien dan
anggota keluarga yang menerima perawatan untuk mencegah kematian.

2.4 Tahap – tahap menjelang ajal


Menurut Kubler-Ross, lima tahap sekarat, dengan reaksi umum berupa:
1. Penolakan (Denial): Pasien menyangkal realitas kematian dan mungkin
menekan apa yang dibahas. Pasien mungkin berpikir, "Mereka membuat

2
kesalahan dalam diagnosis. mungkin mereka bercampur catatan saya dengan
orang lain. "
2. Marah (Anger): Pasien mengekspresikan kemarahan dan permusuhan dan
mengadopsi "mengapa saya?" sikap: "Mengapa saya? saya berhenti merokok
dan aku menyaksikan apa yang saya makan. Mengapa ini terjadi untuk saya?"
3. Perundingan (Bargaining): Pasien mencoba untuk barter untuk lebih banyak
waktu: "Kalau aku bisa membuatnya untuk anak saya lulus saya akan puas.
Biarkan aku hidup sampai saat itu. "Banyak pasien menempatkan urusan
pribadi mereka dalam rangka, membuat surat wasiat, dan memenuhi
keinginan terakhir, seperti perjalanan, mengunjungi kerabat, dan seterusnya.
Hal ini penting untuk memenuhi keinginan tersebut, jika mungkin, karena
tawar membantu pasien pindah ke tahap selanjutnya dari sekarat.
4. Depresi(Depression): Pasien melewati periode kesedihan sebelum
kematiannya. Kesedihan sering ditandai dengan menangis dan tidak berbicara
banyak: "Saya menunggu semua initahun untuk melihat putri saya menikah.
Dan sekarang saya mungkin tidak berada di sini untuk melihatnya berjalan
menyusuri lorong. Saya tidak bisa menanggung pikiran untuk tidak berada di
pesta pernikahan dan tidak melihat cucu-cucu saya".
5. Penerimaan (Acceptance): Ketika tahap penerimaan tercapai, pasien merasa
tenang. Realitas kematian telah diterima dan pasien siap untuk mati. Pasien
mungkin berpikir, "Saya sudah diikat semua berakhir longgar: membuat akan,
membuat pengaturan untuk putri saya untuk hidup dengan kakek-neneknya.
Sekarang aku bisa pergi dengan tenang mengetahui semua orang akan baik-
baik saja. "

2.5 Peran perawat dalam mempersiapkan pasien menjelang ajal


Peran perawat dalam mempersiapkan pasien menjelang ajal adalah
pembimbing spiritual pasien, komunikator, fasilitator, dan pemberi dukungan
emosional keluarga.
1. Bimbingan spiritual yang dimaksudkan adalah bimbingan rohani, dengan
membimbing pasien membaca doa-doa sesuai dengan agamanya.
2. Sebagai komunikator perawat harus mampu berkomunikasi baik dengan
pasien, keluarga, dan dokter. Komunikasi yang dilakukan kepada keluarga
pasien untuk menjelaskan kondisi pasien dan memberikan dukungan
emosional.

3
3. Sebagai fasilitator adalah perawat memberikan waktu kunjungan yang lebih
lama bagi keluarga pasien menjelang ajal sehingga pasien dan keluarganya
memiliki lebih banyak kebersamaan.
4. Sebagai pemberi dukungan emosional bagi keluarga, perawat berperan
menjadi pendengar yang baik. Sehingga perawat senantiasa hadir
mendampingi keluarga dan memberikan dukungan melewati fase tersebut.

4
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Seseorang yang menghadapi kematian/kondisi terminal, dia akan menjalani
hidup, merespon terhadap berbagai kejadian dan orang disekitarnya sampai
kematian itu terjadi. Perhatian utama pasien terminal sering bukan pada kematian
itu sendiri tetapi lebih pada kehilangan kontrol terhadap fungsi tubuh, pengalaman
nyeri yang menyakitkan atau tekanan psikologis yang diakibatkan ketakutan akan
perpisahan, kehilangan orang yang dicintai.

3.2 Saran
Perawat harus memahami apa yang dialami klien dengan kondisi terminal,
tujuannya untuk dapat menyiapkan dukungan dan bantuan bagi klien sehingga
pada saat-saat terakhir dalam hidup bisa bermakna dan akhirnya dapat meninggal
dengan tenang dan damai.
Ketika merawat klien menjelang ajal atau terminal, tanggung jawab perawat
harus mempertimbangkan kebutuhan fisik, psikologis, dan social yang unik.
Perawat harus lebih toleran dan rela meluangkan waktu lebih banyak
dengan klien menjelang ajal, untuk mendengarkan klien mengekspresikan duka
citanya dan untuk mempertahankan kualitas hidup pasien.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini jauh dari kata
sempurna, baik dari segi penyusunan, bahasan, ataupun penulisannya. Oleh karena
itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna
menjadi acuan dalam bekal pengalaman bagi penulis untuk lebih baik di masa
yang akan datang dalam menulis makalah.

3.3 Lampiran Rencana Asuhan Keperawatan Pada Pasien End Of Life


( Perawatan Menjelang Ajal)

5
DAFTAR PUSTAKA

Jurnal Keperawatan Padjajaran . 2014.


Fundamental Of Nursing . 2011.
Murr, dkk. Nursing Care Plans, Edition 9.

30