Anda di halaman 1dari 8

CLINICAL PATWAY DAN RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

PASIEN DENGAN PERITONITIS

Laporan Individu

disusun untuk memenuhi tugas KMB II

yang dibina oleh Ns. Dewi Rachmawati, M.Kep

Oleh:

ELYA ASASAL MAHFUDHOH

1601300080

III B

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MALANG

JURUSAN KEPERAWATAN

PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN BLITAR

AGUSTUS 2018
A. CLINICAL PATHWAY PERITONITIS

Invasi kuman ke lapisan Respons peradangan PERITONITIS


peritoneum oleh berbagai pada peritoneum dan
kelainan pada sistem organ didalamnya
gastrointestinal dan
penyebaran infeksi dari organ
di dalam abdomen atau
perforasi organ pascatrauma Penurunan aktivitas
Respon sistemik
abdomen fibrinolitik intra-abdomen

Peningkatan suhu tubuh


Pembentukan eksudat
fibrinosa atau abses pada
Hipertermia peritoneum

Penurunan kemampuan batuk Ketidakefektifan Bersihan


efektif Jalan Napas

Invasi bedah laparatomi Respon lokal saraf terhadap Distensi abdomen


inflamasi

Nyeri
Preoperative pascaoperatif

Resiko psikologis
misintepretasi perawatan & Port de entre pasca bedah Kerusakan jaringan pasca
penatalaksanan pengobatan bedah
Resiko Infeksi
Disfungsi Motilitas
Kecemasan pemenuhan Gastrointestinal
informasi Defisiensi pengetahuan
ketakutan

Resiko Ketidakefektifan Gangguan gastrointestinal Syok sepsis


Perfusi Gastrointestinal

Mual,muntah, kembung Respon kardiovaskuler


anoreksia

Curah jantung menurun


Intak nutrisi tidak adekuat
Ketidakseimbangan nutrisi Suplai darah ke otak
kehilangan cairan dan elektrolit
kurang dari kebutuhan menururun
Resiko ketidaksimbangan
elektrolit

Resiko ketidakefektifan Perubahan tingkat kesadaran


perfusi jaringan otak
B. ANALISA DATA
1. Data subyektif :
 Pasien mengatakan nyeri di abdomen
 Pasien mengeluh lemas
 Pasien mengatakan sulit BAB
 Pasien mengatakan merasa mual dan mutah

2. Data obyektif :
 Nyeri tekan pada abdomen
 Kelemahan, kesulitan ambulasi
 Takikardi, berkeringat, pucat, hipotensi (tanda syok)
 Distensi abdomen,
 Penurunan bising usus
 Ketidakmampuan defekasi dan flatus
 Anoreksia, muntah proyektil
 Demam
 Membran mukosa kering, turgor kulit buruk

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan inflamasi
2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
anoreksia, mual, muntah
3. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan sekunder, mual,
muntah akibat peritonitis
4. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan
5. Konstipasi berhubungan dengan penurunan peristaltik sekunder.
6. Resiko infeksi berhubungan dengan pertahanan primer tidak memadai, pertahanan
sekunder tidak memadai & prosedur invasif.

D. INTERVENSI KEPERAWATAN
No Tujuan Intervensi Rasional
dx
1 Setelah dilakukan asuhan - Kaji tingkat, lokasi, - Untuk memperoleh
keperawatan selama 2x24 frekuensi nyeri data yang akurat
jam nyeri berkurang sehingga dapat
sampai hilang dengan memberikan asuhan
kriteria hasil keperawatan yang
- Klien melaporkan tepat
- Posisi yang tepat dan
nyeri berkurang - Bantu klien mengatur
nyaman dapat
atau hilang posisi senyaman
- Tidak ada nyeri menurunkan nyeri
mungkin
- Pengalihan perhatian
tekan - Ajarkan teknik distraksi
dapat menurunkan
nyeri karena klien
terfokus pada hal lain
- Nafas dalam dapat
- Ajarkan teknik nafas
meningkatkan input
dalam
oksigen sehingga
otot-otot tidak tegang
dan nyeri berkurang
- Analgetik dapat
- Kolaborasi dengan
menurunkan nyeri
dokter dalam
pemberian analgetik
- Mencegah
- Kolaborasi dengan
peradangan lebih
dokter untuk tindakan
luas
pembedahan

2 Setelah dilakukan asuhan - Berikan makan dalam - Makanan hangat


keperawatan 3x24 jam keadaan hangat dapat meningkatkan
nutrisi terpenuhi dengan nafsu makan
- Meningktan intake
kriteria hasil: - Berikan klien makan
makanan
- Klien menunjukan dalam porsi kecil tapi
peningkatan nafsu sering
- Berikan informasi yang - Pengetahuan yang
makan
- Berat badan klien akurat tentang adekuat dpat
normal pentingnya nutrisi meningkatkan
kepatuhan klien
terhadap intervensi
- Dukungan dari orang
- Motivasi klien untuk
lain akan membuat
menghabiskan
klien merasa dihargai
makanannya
- Untuk mengetahui
- Timbang BB setiap hari
perkembangan klien
- Meningkatkan
- Pertahankan
kesejahteraan klien
kebersihan mulut yang
sehingga nafsu
baik sebelum dan makan meningkat
sesudah makan
- Mencegah
- Hindarkan klien dari kekurangan nutrisi
rangsangan yang lebih parah
membuat klien mual
dan muntah - Meningkatkan nafsu
- Kolaborasi dengan
makan
dokter untuk pemberian
multivitamin penambah
nafsu makan

3 Setelah dilakukan asuhan - Pantau berat badan, - Mengetahui


keperawatan 2x24 jam suhu tubuh, perkembangan
cairan terpenuhi dengan kelembaban pada kondisi klien
kriteria hasil rongga oral, volume
- Mukosa bibir dan konsentrasi urine
- Kaji yang disukai dan
lembab - Meningkatkan intake
- Memperlihatkan yang tidak disukai,
cairan
tidak adanya berikan cairan yang
tandan dan gejala disukai dalam batasan
dehidrasi diet
- Pantau masukan, - Mencegah dehidrasi
pastikan sedikitnya
1500 ml cairan per oral
setiap 24 jam
- Kaji pengertian individu
- Untuk menntukan
tentang alasan
metode pemenuhan
mempertahankan
cairan
hidrasi yang adekuat
dan metode-metode
untuk mencapai tujuan
masukan cairan

4 Setelah dilakukan asuhan - Periksa TTV - Untuk memantau


keperawatan 2x24 jam kondisi klien
- Untuk meningkatkan
pasien dapat mentoleransi - Berikan bantuan dalam
aktivitas klien klien
aktivitas dengan kriteria aktivitas perawatan diri
secara bertahap
hasil: sesuai indikasi
- Menyediakan
- Tingkatkan tirah baring
- Pasien melaporkan dan beri lingkungan ketenangan dan
badannya tidak yang nyaman energy untuk aktivitas
lemah lagi dan penyembuhan
- Makan, minum, - Untuk menentukan
- Evaluasi peningkatan
ganti baju pasien intervensi selanjutnya
toleran aktivitas
terpenuhi
5 Setelah dilakukan asuhan - Anjurkan klien untuk - Dapat meningkatkan
keperawatan selama 2x24 diet makanan yang produksi feses
jam konstipasi teratasi lembek dan berserat
- Monitor perkembangan
dengan kriteria hasil: - Data yang akurat
frekuensi, jumlah dan
- Klien BAB 1x dapat menentukan
warna feses
sehari intervensi yang tepat
- Konsistensi
- Tekankan kebutuhan dan benar
lembek, warna - Latihan regular dapat
terhadap latihan regular
kuning, bau normal meningkatkan
peristaltic usus
sehingga feses yang
terbentuk tidak keras

6 Setelah dilakukan asuhan - Monitor tanda dan - Mengetahui tanda


keperawatan selama 2x24 gejala infeksi secara infeksi.
jam tidak terjadi infeksi sistemik maupun lokal
- Rawat luka rutin pada
dengan kriteria hasil: - Mencegah timbulnya
luka bekas tindakan
- Tidak ada tanda- infeksi
invasif
tanda resiko infeksi
- Monitor hitung
granulosit, WBC - WBC dan granulosit
hasil pemeriksaan
menunjukan tanda

- Dorong masukan nutrisi infeksi


- Nutrisi cukup dapat
yang cukup
meningkatkan
kekebalan
- Berkolaborasi dengan - Antibiotik mencegah
dokter untuk antibiotik timbulnya infeksi
DAFTAR RUJUKAN

Carpenito, Lynda Juall. 2000. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. EGC. Jakarta.
Doenges, Marilynn; Moorhouse, M.F, Murr, A.C. Nurshing Care Plan Guidelines for
Individualizing Clinic Care Across the Life Span. Philadelpia: F.A Davis Company.
Heardman, Heather. 2015. Diagnosis Keperawatan Definisi & Klasifikasi 2015-2017. Jakarta:
EGC.
Nurarif, A.H, Kusuma H. 2016. Asuhan Keperawatan Praktis Berdasarkan Penerapan
Diagnosa Nanda, Nic, Noc dalam Berbagai Kasus Jilid 2. Jogjakarta: MediAction.
Tim Pokja SDKI DPP PPNI. 2017. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia Definisi dan
Indikator Diagnostik. Jakarta. Dewan Pengurus Pusat PPNI.
Santosa, Budi. 2005-2006. Panduan Diagnosa Keperawatan Nanda. Jakarta: Prima Medika