Anda di halaman 1dari 2

TELUK BENOA

 Teluk Benoa adalah perairan lintas kabupaten dan kota yaitu antara Kota Denpasar
dan Kabupaten Badung,dan juga meliputi tiga kecamatan yaitu Denpasar
Selatan,Kuta dan Kuta Selatan.
 Perairan di Teluk ini dikelilingi oleh 12 desa/kelurahan, yaitu ada 6 desa berada di
Kota Denpasar, dan juga 6 desa lainnya berada di Kabupaten Badung.
 Teluk Benoa juga memiliki peran sebagai Daerah Aliran Sungai atau DAS.
 Teluk Benoa merupakan daerah tangkapan air dari 5 (lima) sub DAS: Daerah Aliran
Sungai Badung,Daerah Aliran Sungai Mati, Daerah Aliran Sungai Tuban,Daerah Aliran
Sungai Sama,Daerah Aliran Sungai Bualu.
 Teluk Benoa sisi luar bagian utara yang merupakan sungai yang berasal dari alur
rawa. Sungai Tukad Loloan,Tukad Ngenjung,Tukad Punggawa,Tukad Buaji.
 Di kawasan ini terdapat keanekaragaman ekosistem yang tinggi dan lengkap yaitu;
Ekosistem Mangrove, Terumbu Karang (coral reefs), Padang Lamun (segarass beds),
dan Dataran Pasang Surut (tidal flats).
 konservasi alam, memiliki nilai produksi dan pariwisata.
 Mangrove Teluk Benoa mempunyai peranan penting dalam sistem tata lingkungan
perkotaan sebagai paru-paru kota mengingat letaknya yang strategis di daerah
perkotaan.
 Fauna yang terdapat diekosistem mangrove merupakan perpaduan antara fauna
daratan, peralihan dan perairan.
 kawasan sekitar Teluk Benoa (Sanur, Serangan, Tanjung Benoa dan Nusa
Dua)merupakan daya tarik wisata yang menopang industri wisata diving (scuba
diving, snorkeling dan hookah).
 Salahkan pemerintah membangun jalan tol, TPA, pelabuhan laut Benoa dan
menempatkan pipa yang berada di dalam laut kawasan Teluk Benoa.
 Rencana reklamasi yang digadang-gadang untuk membersihkan sampah dari Teluk
Benoa.
 Persoalan Sampah menjadi pertimbangan reklamasi teluk benoa.

 SK Gubernur Bali 26 Desember 2012 tentang izin pemanfaatan kawasan pesisir dan
pulau pulau kecil untuk direklamasi.
 SK Gubernur Bali 16 Agustus 2012 tentang pencabutan izin pemanfaatan kawasan
pesisir dan pulau pulau kecil untuk direklamasi (namun dalam hal ini hanya berupa
revisi dari SK sebelumnya).

 Keluarnya Perpres No.51 tahun 2014 yang berisi tentang penghapusan kawasan
teluk Benoa dari daftar kawasan konservasi (Zona L3) pada pasal 55 ayat 5 huruf b,
penambahan pasal baru 63 A yang menyatakan teluk benoa sebagai zona penyannga
(Zona P) dan pasal 101 A yang berisi peraturan zonasi untuk zona penyangga, huruf
d point 6 menyatakan pada kawasan teluk melalui kegiatan revitalisasi dapat
diselenggarakan upaya reklamasi paling luas 700 ha.
 Dengan tujuan meningkatkan pariwisata, pemerintah Bali berencana untuk
mereklamasi Teluk Benoa dan Pulau Pudut yang akan dijadikan kawasan marina dan
kawasan wisata terpadu.
 Penyelamatan Pulau Pudut yang berada di sekitar Teluk Benoa perlahan-lahan
tenggelam.
 tujuan Pemerintah melakukan reklamasi teluk benoa ini untuk membetuk
destinasi wisata baru di Bali.
 reklamasi nanatinya bertujuan untuk memberikan bantuan konservasi pelestarian
lingkungan di Teluk Benoa.
 SK Gubernur 16 Agustus 2013 tentang pencabutan SK sebelumnya namun hanya
berupa revisi.
 Prediksi oleh conversational international reklamasi akan berdampak dan menjadi
salah satu penyebab banjir, dikarenakan pengaruh luas reklamasi akan berdampak
terhadap ketinggian air.

 Urgensi Teluk Benoa,urgensi revitalisasi Teluk Benoa menurut Prof. Dr. Ir.
Dietrich Geoffrey Bengen DEA , yang menjabat sebagai Ketua Tim Ahli KKP
(Kementrian Kelautan dan Perikanan)
 Sehatnya Hutan Mangrove
 Tercegahnya Banjir
 Bertambahnya Ruang Terbuka Hijau
 Meningkatnya Aktivitas Sosial Budaya Dan Ekonomi Masyarakat
 Terpulihkannya Kawasan Konservasi Pulau Pudut
https://news.detik.com/advertorial-news-block/2675577/inilah-alasan-urgensi-revitalisasi-
teluk-benoa