Anda di halaman 1dari 382

01/JUKNIS-300.01.

01/II/2019
1 Februari 2019
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT, untuk yang


keempat kali buku panduan dalam bentuk Petunjuk Teknis untuk kegiatan
Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) ini dapat diterbitkan. Buku ini
merupakan rangkaian perubahan dan penyempurnaan terhadap Petunjuk
Teknis Pengukuran dan Pemetaan Bidang Tanah Sistematik Lengkap yang
telah terbit sebelumnya. Petunjuk Teknis ini disusun sebagai pedoman bagi
satuan kerja Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan
Nasional, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi dan Kantor
Pertanahan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia dalam melaksanakan
kegiatan PTSL.

Beberapa hal yang perlu disampaikan dengan terbitnya buku ini


adalah :

1. Penyempurnaan buku didasarkan pada temuan hambatan,


kendala dan masalah untuk ditemukan solusi terbaik demi menjaga
kualitas hasil dari PTSL.
2. Pelaksanaan PTSL harus menerapkan sistematis lengkap berdasarkan
roadmap 2025 terpetakan lengkap yang telah disusun masing-
masing satker.
3. Harus ada persamaan persepsi terhadap pelaksanaan PTSL secara
utuh, bahwa selain menambah jumlah bidang tanah bersertipikat
harus juga membenahi data bidang tanah yang sudah sertipikat.
4. Antisipasi perkembangan teknologi, inovasi pelayanan elektronik
dan penyelesaian produk PTSL juga melatari perubahan buku ini.

Dalam menyikapi perkembangan teknologi dan kebijakan


pertanahan yang terjadi, kami tentu menyadari Petunjuk Teknis ini masih
belum sempurna, oleh karena itu kritik, saran, dan masukan dari semua pihak
masih terbuka untuk menjadikan Petunjuk Teknis ini lebih baik di kemudian
hari. Namun kiranya semoga terbitnya buku ini bisa meyakinkan kita semua
bahwa pencapaian target PTSL harus memenuhi kuantitas dan menjaga
kualitas data yang akurat.
Dengan terbitnya Petunjuk Teknis Pengukuran dan Pemetaan Bidang
Tanah Sistematik Lengkap Ini, maka Petunjuk Teknis Pengukuran dan

i
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Pemetaan Bidang Tanah Sistematik Lengkap Tahun 2018 (Nomor 01/JUKNIS-


300/I/2018 Tanggal 8 Januari 2018) dinyatakan tidak berlaku lagi. Terima kasih
kepada tim yang telah mewujudkan terbitnya Petunjuk Teknis ini, semoga
apa yang telah kita lakukan merupakan cerminan dari pelaksanaan tugas
dan fungsi kita dan mudah-mudahan tercatat sebagai sebagai ibadah dari
Allah SWT. Aamiin ya Robbal alamin

Jakarta, 1 Februari 2019


Direktur Jenderal Infrastruktur Keagrariaan

Ir. R. Muhammad Adi Darmawan, M.Eng.Sc


NIP. 19611226 199203 1 001

ii
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................... i


DAFTAR ISI ............................................................................. iii
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................... v
I. DASAR................................................................................ 1
1. Peraturan ........................................................................ 1
2. Teknis Pengukuran dan Pemetaan ........................... 2
3. Ketentuan Umum ......................................................... 2
4. Mekanisme Pelaksanaan Kegiatan ........................... 5
5. Dukungan Instansi Pemerintah Terkait
dan Partisipasi Masyarakat .......................................... 5
a. Dukungan Instansi Pemerintah Terkait
dan tokoh masyarakat ......................................... 5
b. Masyarakat ............................................................. 7
c. Gerakan Bersama Pemasangan Tanda Batas
Bidang Tanah .......................................................... 7

II. PELAKSANAAN KEGIATAN ................................................... 8


1. Perencanaan ................................................................ 8
2. Persiapan ........................................................................ 8
a. Penetapan Lokasi ................................................. 8
b. Persiapan Administrasi........................................... 9
c. Persiapan dan Analisis Data Bidang Tanah ...... 9
d. Pembaruan Data Bidang Tanah Terdaftar (K4) 12
e. Alokasi Penggunaan Anggaran ......................... 17
3. Penyuluhan ..................................................................... 17
4. Akses Aplikasi dan Entri Data Awal ........................... 19
a. Akses Aplikasi KKP................................................... 19
b. Entri Data Awal ....................................................... 19
5. Pengukuran dan Pemetaan Bidang Tanah ............ 20
a. Metode .................................................................... 20
1) Metode Teristris ................................................ 20
2) Metode Fotogrametris ................................... 20
3) Metode Pengamatan Satelit ....................... 21
4) Metode Kombinasi ......................................... 22
b. Pelaksana dan Kewenangannya ....................... 22
c. Target dan Realisasi ............................................... 22
d. Pelaksanaan Pekerjaan Lapangan .................... 23
1) Persiapan data lapang ................................ 24
2) Pemasangan dan penunjukan tanda batas 24
3) Penetapan batas .......................................... 24

iii
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

4) Pelaksanaan Pengukuran ............................ 25


6. Pengkartiran dan Pemetaan ...................................... 30
7. Kendali Mutu Hasil Pekerjaan ....................................... 31
8. Pencetakan Peta Bidang Tanah (PBT) ....................... 33
9. Revisi PBT setelah Pengumuman ................................. 34
10. Pencetakan Surat Ukur .................................................. 35
11. Penyerahan Output Kegiatan ..................................... 36

III. MONITORING, EVALUASI DAN KENDALI MUTU ............... 38


1. Kendali Mutu Kegiatan Persiapan ......................... 38
2. Kendali Mutu Pengukuran dan Penggambaran 39
3. Kendali Mutu Pemetaan dan Validasi Data KKP 39
4. Kendali Mutu Produk Pengukuran dan Pemetaan 40

IV. PENUTUP ................................................................................. 40

iv
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Alur Pelaksanaan Kegiatan Pengukuran


dan Pemetaan ............................................... 41
Lampiran 2 Contoh Inventarisasi Data
untuk Penetapan Lokasi ................................ 42
Lampiran 3 Contoh Unduh Data GeoKKP ....................... 43
Lampiran 4 Contoh Unduh Data KKP Daftar Tanah
Dan Kualitas Data .......................................... 44
Lampiran 4a Contoh Unduh Data Daftar Tanah
Dari KKP ............................................................ 44
Lampiran 4b Contoh Daftar Kualitas Data
Bidang Tanah ................................................. 45
Lampiran 5 Contoh Tanda Terima Data KKP .................. 46
Lampiran 6 Contoh Surat Pernyataan
Tidak Menyalahgunakan Data .................... 49
Lampiran 7 Diagram Alir Pembaruan Data
Bidang Tanah Terdaftar (K4) ......................... 50
Lampiran 8 Diagram Alir PTSL (A) ...................................... 51
Lampiran 9 Diagram Alir PTSL (B) ....................................... 52
Lampiran 10 Contoh Gambar Ukur ................................... 53
Lampiran 10a Contoh Penulisan Cover Album
Gambar Ukur .................................................. 53
Lampiran 10b Contoh Gambar Ukur (DI 107) PTSL –
Metode Teristris ................................................ 54
Lampiran 10b1 Contoh Gambar Ukur (DI 107) PTSL
(Hal 1) ................................................................ 54
Lampiran 10b2 Contoh Gambar Ukur (DI 107) PTSL
(Hal 2) ................................................................ 55
Lampiran 10b3 Contoh Kartiran Gambar Ukur (DI 107)
PTSL (hal 3)........................................................ 56
Lampiran 10b4 Contoh Daftar Data Lapangan
Gambar Ukur (DI 107) PTSL (Hal 4) ............... 57
Lampiran 10c Contoh Gambar Ukur (DI 107) PTSL –
Metode Fotogrametri..................................... 58
Lampiran 10c1 Contoh Gambar Ukur (DI 107) PTSL
(Hal 1) ................................................................ 58
Lampiran 10c2 Contoh Identifikasi & Penetapan
Batas Bidang Tanah dari Peta Kerja
Foto Udara/CSRT dan Contoh Pengukuran
Suplesi PTSL ...................................................... 59
Lampiran 10c3 Contoh Kartiran Gambar Ukur
(DI 107) PTSL - (Hal 3) ...................................... 61

v
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Lampiran 10c4 Contoh Daftar Data Lapangan


Gambar Ukur (DI 107) PTSL – (Hal 4) ............. 62
Lampiran 10d Contoh Penyajian Data Lapangan
Menggunakan Peta Kerja dengan
Alat Ukur Elektronis
(data mentah disertakan) ............................. 63
Lampiran 10e Contoh Print-Out Penyajian Penyajian
Data Lapangan Elektronik
GPS (Geodetik, RTK, CORS) ........................... 64
Lampiran 10f Contoh GU hasil Perbaikan
Kendali Mutu .................................................... 65
Lampiran 10f1 Contoh Revisi Gambar Ukur (DI 107)
PTSL (Hal 2) ........................................................ 65
Lampiran 10f2 Contoh Revisi Kartiran Gambar Ukur
(DI 107) PTSL (Hal 3) ......................................... 66
Lampiran 10g Tatacara Pengisian Gambar Ukur ................ 67
Lampiran 11 Contoh Peta Bidang Tanah ........................... 71
Lampiran 11a Contoh Format PBT dalam Rangka
Klarifikasi untuk PTSL
Satgas Fisik ASN/Swakelola ............................ 71
Lampiran 11b Contoh Format PBT dalam Rangka
Klarifikasi untuk PTSL
Satgas Fisik PT/KJSKB ........................................ 72
Lampiran 11c Contoh Format PBT untuk PTSL
Satgas Fisik ASN/Swakelola ............................ 73
Lampiran 11d Contoh Format PBT untuk PTSL
Satgas Fisik PT/KJSKB ........................................ 74
Lampiran 12 Contoh Blangko SU PTSL (Hal 4) .................... 75
Lampiran 13 Contoh Berita Acara Serah Terima
Produk Satgas Fisik PTSL .................................. 76
Lampiran 14 Form Kendali Mutu
(Monitoring dan Evaluasi) PTSL ...................... 78
Lampiran 15 Form Petunjuk
Pelaksanaan Kendali Mutu ............................ 84

vi
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

I. DASAR
1. Peraturan
a. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1960
tentang Peraturan Dasar Pokok Pokok Agraria;
b. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2011
tentang Informasi Geospasial;
c. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 tahun
1997 tentang Pendaftaran Tanah;
d. Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2015 tentang Kementerian
Agraria dan Tata Ruang;
e. Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2015 tentang Badan
Pertanahan Nasional;
f. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah;
g. Peraturan Menteri Negara Agraria/ Kepala Badan Pertanahan
Nasional Nomor 3 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan
Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang
Pendaftaran Tanah;
h. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan
Pertanahan Nasional Nomor 8 Tahun 2015 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan
Pertanahan Nasional;
i. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan
Pertanahan Nasional Nomor 33 Tahun 2016 tentang Surveyor
Kadaster Berlisensi jo.Peraturan Menteri Agraria dan Tata
Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 11 Tahun
2017 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Agraria dan
Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 33
Tahun 2016 tentang Surveyor Kadaster Berlisensi.
j. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan
Pertanahan Nasional Nomor 6 Tahun 2018 tentang
Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap.

1
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

2. Teknis Pengukuran dan Pemetaan


Pengukuran dan pemetaan bidang tanah sistematis lengkap
dalam rangka pendaftaran tanah dilaksanakan dengan metode
terestris, fotogrametris, pengamatan satelit dan kombinasi dari
ketiga metode tersebut. Pemilihan dan penentuan metode
pengukuran dan pemetaan di lapangan sepenuhnya menjadi
tanggung jawab setiap Kantor Pertanahan. Sebelum pelaksanaan
pengukuran dan pemetaan bidang tanah harus disediakan Peta
Kerja yang bersumber dari :
a. Peta Dasar Pendaftaran sesuai dengan standar yang berlaku
(sesuai Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 dan Peraturan
Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional
No.3 Tahun 1997). Peta Dasar Pendaftaran berasal dari peta
foto udara atau CSRT. Peta Dasar Pendaftaran dapat
dipergunakan untuk pengukuran dan pemetaan bidang
tanah dengan metode fotogrametris.
b. Data mentah CSRT (raw data) dan/atau peta foto udara dari
wahana pesawat udara nirawak (Unmanned Aerial Vehicle).
Data mentah CSRT (raw data) dan/atau peta foto udara
tersebut perlu dikoreksi secara geometrik terlebih dahulu,
sehingga dapat digunakan untuk pengukuran dan pemetaan
dengan metode fotogrametris sesuai dengan kondisi wilayah
pada setiap Kantor
Pertanahan atau Kantor
Wilayah. Apabila tidak
dilakukan koreksi geometri CSRT dan/atau peta foto udara
sebelumnya maka tidak dapat digunakan untuk metode
dapat digunakan untuk fotogrametris hanya jika telah
dikoreksi geometri
pengukuran dan pemetaan
bidang tanah dengan
metode fotogrametris.

3. Ketentuan Umum
a. Peta Dasar Pendaftaran adalah peta yang memuat titik-titik
dasar teknik dan unsur-unsur geografis, seperti sungai, jalan,
bangunan dan batas fisik bidang-bidang tanah;
b. Pengukuran bidang tanah secara sistematis adalah proses
pemastian letak batas bidang-bidang tanah yang terletak
dalam satu atau beberapa desa/kelurahan atau bagian dari
desa/kelurahan atau lebih dalam rangka penyelenggaraan
pendaftaran tanah secara sistematis;

2
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

c. Pemetaan bidang tanah adalah kegiatan pengolahan data


dan penggambaran hasil pengukuran bidang-bidang tanah
dengan suatu metode tertentu pada media tertentu sehingga
letak, bentuk dan ukuran bidang tanahnya dapat diketahui;
d. Peta Kerja adalah peta yang digunakan sebagai acuan untuk
mengidentifikasi, mendeliniasi dan atau memetakan batas
bidang tanah yang sudah terdaftar maupun bidang tanah
yang belum terdaftar. Peta kerja dapat berupa :
- peta Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT);
- peta foto udara yang dicetak pada skala paling kecil 1:5000;
e. Peta foto adalah peta yang menggambarkan detail
lapangan dari citra foto dengan skala tertentu. Peta foto
sudah melalui proses pemetaan fotogrametri oleh karena itu
ukuran-ukuran pada peta foto sudah benar dengan demikian
detail-detail yang ada di peta foto dan dapat diidentifikasi di
lapangan mempunyai posisi sudah benar di peta;
f. Tanda Batas adalah tanda-tanda yang dibuat dan atau
dipasang oleh pemilik tanah pada setiap sudut batas tanah.
Apabila dianggap perlu oleh petugas yang melaksanakan
pengukuran, pemilik tanah juga membuat/memasang tanda
batas pada titik-titik tertentu sepanjang garis batas bidang
tanah tersebut. Tanda batas dapat berupa patok atau
benda-benda yang terpasang secara tetap seperti pagar
beton, pagar tembok atau pojok penguat pagar, pematang
sawah, pematang tambak;
g. Identifikasi bidang tanah secara fotogrametrik adalah
penentuan lokasi dan batas bidang tanah secara visual
berdasarkan kenampakan batas-batas fisik di peta kerja;
h. Deliniasi adalah penarikan garis batas-batas bidang tanah
yang terlihat secara visual pada Peta Kerja. Deliniasi dapat
digunakan untuk mengidentifikasi batas-batas bidang tanah
dan dapat digunakan sebagai metode pengukuran
fotogrametris dengan syarat teknis :
i. Peta kerja yang digunakan telah dikoreksi geometris
ii. Dilakukan verifikasi terhadap kesesuaian batas-batas fisik
di lapangan oleh petugas ukur, pemilik dan tetangga
batas
iii. Satu sisi batas bidang tanah dilakukan pengecekan
panjang ukuran di lapangan di saat verifikasi;
i. Gambar ukur adalah dokumen tempat mencantumkan
gambar satu bidang tanah atau lebih dan situasi sekitarnya
serta data hasil pengukuran bidang tanah baik berupa jarak,
sudut, azimuth, sudut jurusan ataupun koordinat batas bidang
tanah baik dalam bentuk elektronik atau non elektronik;

3
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

j. Komputerisasi Kegiatan Pertanahan yang selanjutnya disingkat


KKP adalah aplikasi utama dalam menunjang pelaksanaan
kewenangan, tugas dan fungsi Kementerian Agraria dan Tata
Ruang/Badan Pertanahan Nasional berbasis teknologi
informasi dan komunikasi yang dibangun dan dikembangkan
mengacu kepada alur persyaratan,waktu, biaya, dan
kewenangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan;
k. Peta bidang tanah adalah hasil pemetaan 1 (satu) bidang
tanah atau lebih pada lembaran kertas dengan suatu skala
tertentu yang batas-batasnya telah ditetapkan oleh pejabat
yang berwenang dan digunakan untuk pengumuman data
fisik;
l. Daftar tanah adalah dokumen dalam bentuk daftar yang
memuat identitas bidang tanah dengan suatu sistem
penomoran;
m. Surat ukur adalah dokumen yang memuat data fisik suatu
bidang tanah dalam bentuk peta dan uraian;
n. Objek PTSL meliputi seluruh bidang tanah tanpa terkecuali,
baik bidang tanah yang belum ada hak atas tanahnya
maupun bidang tanah hak yang memiliki hak dalam rangka
memperbaiki kualitas data pendaftaran tanah.
o. Kluster 4 (K4) yaitu bidang tanah yang objek dan subjeknya
sudah terdaftar dan sudah bersertipikat Hak atas Tanah, baik
yang belum dipetakan maupun yang sudah dipetakan namun
tidak sesuai dengan kondisi lapangan atau terdapat
perubahan data fisik, wajib dilakukan pemetaannya ke dalam
Peta Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap.
Kluster 4 (K4) yang dapat dipertanggungjawabkan
keuangannya adalah bidang tanah terdaftar yang belum
terpetakan (Kualitas Kw 4, 5, 6) sebelum tahun 2017).

4
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

4. Mekanisme Pelaksanaan Kegiatan


Pelaksanaan kegiatan pengukuran dan pemetaan bidang tanah
dalam rangka PTSL dilakukan dalam dua mekanisme yaitu secara
Swakelola dan Pihak Ketiga. Secara swakelola dilakukan petugas
ukur ASN dan atau SKB perorangan, sedangkan secara Pihak
Ketiga dilaksanakan oleh KJSKB atau Perusahaan (Badan Hukum
Perseroan) di bidang industri survei, pemetaan dan informasi
geospasial.

Pengukuran
dan Pemetaan
PTSL

Swakelola Pihak Ketiga

Perusahaan
Petugas Ukur SKB (Survei,
KJSKB
ASN Perorangan Pemetaan,
dan IG)

Gambar 1. Mekanisme Pelaksanaan


Kegiatan Pengukuran dan Pemetaan

5. Dukungan Instansi Pemerintah Terkait dan Partisipasi


Masyarakat
Koordinasi aktif dan komunikasi dengan semua pihak terkait
sangat diperlukan dalam mendukung percepatan pelaksanaan
PTSL di lapangan, baik dengan aparat pemerintah setempat,
tokoh masyarakat maupun dengan masyarakat.

a. Dukungan Instansi Pemerintah Terkait dan Tokoh Masyarakat.


Koordinasi dengan Instansi Pemerintah yang terdiri
Bupati/Walikota, Komandan Korem, Kapolres, Kepala
Kejaksanaan Negeri dan Ketua DPRD sangat diperlukan untuk
mendukung kelancaran kegiatan lapangan. Surat Keputusan
3 Menteri (Menteri ATR/BPN, Menteri Dalam Negeri dan Menteri
PPDT) akan meminimalkan timbulnya pungutan-pungutan
yang tidak resmi. Keterlibatan aparat pemerintah dan tokoh
masyarakat merupakan faktor utama pendukung

5
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

pelaksanaan pengumpulan data fisik dan yuridis. Aparat


pemerintah dan tokoh masyarakat mulai dari tingkat provinsi,
kabupaten/kota, dan desa/kelurahan harus berpartisipasi
secara aktif.
Untuk partisipasi aparat pemerintah dan tokoh masyarakat
ditingkat desa/kelurahan (kepala desa/lurah, perangkat desa,
ketua RT/RW, tokoh adat) dalam pengumpulan data fisik
berperan antara lain :
- Memastikan kondisi sosial dalam masyarakat mendukung
pekerjaan pengukuran
- Mendampingi/menyaksikan kegiatan pengukuran bidang
tanah.
- Dapat menjadi penunjuk batas apabila pemilik
tanah/tetangga batas tidak hadir pada saat pengukuran
- Menjadi mediator dan fasilitator dalam penyelesaian
sengketa batas
- Mengkoordinir terlaksananya gerakan pemasangan
tanda batas pada batas bidang tanah yang dianggap
perlu.
- Dapat memberikan pernyataan/informasi terhadap
bidang-bidang tanah yang belum dapat diidentifikasi
pemiliknya.
- Membantu mengidentifikasi dan mendeliniasi batas
bidang tanah pada peta kerja terhadap bidang tanah
belum terdaftar maupun sudah terdaftar.
- Membantu/mengkoordinir pengumpulan bukti identitas
pemilik berupa fotokopi/foto KTP.

Untuk efisiensi dalam koordinasi dan komunikasi mewujudkan


peran tersebut di atas, Kepala Desa/Lurah dapat membentuk
Kelompok Masyarakat (PokMas) dalam lingkungan yang
terkecil, misalnya RT atau dusun.

Terkait dengan koordinasi sudah diterbitkan Surat Keputusan


Bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Menteri
Dalam Negeri dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 25.SKB/V/2017, 590-3167A
Tahun 2017, 34 Tahun 2017 tentang Pembiayaan Persiapan
Pendaftaran Tanah Sistematis yang dapat menjadi rujukan
bagi Pemerintah Daerah setempat untuk mengalokasikan
anggaran daerah yang tidak diakomodir dalam kegiatan
PTSL. Koordinasi Kepala Kantor Wilayah, Kepala Kantor
Pertanahan, dan Aparat Pemerintah terkait dengan jalur

6
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

koordinasi di masing-masing level diharapkan dapat terwujud


pada tahap persiapan, sehingga potensi keterlambatan
dalam pelaksanaan di lapangan dapat diminimalkan.

b. Masyarakat
Partisipasi masyarakat dalam pendaftaran tanah merupakan
gerakan bersama semua warga yang menguasai dan atau
memiliki bidang tanah yang berada di lokasi kegiatan untuk
mendukung kegiatan.
Kegiatan percepatan PTSL khususnya dalam pengumpulan
data fisik dapat dioptimalkan melalui kegiatan pemetaan
partisipatif. Masyarakat dianggap mengetahui secara jelas
akan keberadaan lokasi tanah mereka sendiri beserta
tetangga di sekitarnya sekaligus dapat memberikan kontribusi
untuk memetakan bidang-bidang tanah terdaftar yang belum
terpetakan.

c. Gerakan Bersama Pemasangan Tanda Batas Bidang Tanah


Sebelum dilaksanakan pengukuran bidang tanah, masyarakat
diwajibkan memasang tanda batas. Pemasangan tanda
batas tersebut dengan persetujuan tetangga berbatasan
yang akan menjadi acuan petugas Satgas Fisik untuk
menetapkan batas bidang tanah. Untuk mendorong
kesadaran masyarakat melaksanakan kewajiban tersebut,
Kepala Kantor Pertanahan dengan dukungan Instansi
Pemerintah terkait dapat melakukan Gerakan Bersama
Pemasangan Tanda Batas Bidang Tanah.

7
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

II. PELAKSANAAN KEGIATAN PENGUKURAN DAN PEMETAAN


1. Perencanaan
Tahapan perencanaan
merupakan rangkaian kegiatan
meliputi penghimpunan dan
pembuatan rekapitulasi data. Penyiapan peta kerja dilakukan
sebelum kegiatan lapangan
Kegiatan perencanaan dimulai
dilakukan pada T-1 meliputi
inventarisasi dan penyiapan :
a. Sebaran jumlah bidang terdaftar dalam satu
kecamatan/kabupaten/kota
b. Cakupan peta dasar pendaftaran per desa/kelurahan
c. Rencana Penetapan Lokasi PTSL sampai dengan beberapa
tahun ke depan dengan berpedoman pada prioritas jumlah
bidang terdaftar minimum per desa/kelurahan
d. Kualitas bidang tanah terdaftar per desa/kelurahan
e. Jumlah target pembaharuan data bidang tanah kluster 4 (K4)
per desa/kelurahan
f. Peta Kerja dalam satu/beberapa desa/kelurahan, apabila
cakupan peta dasar tidak tersedia
g. Alokasi kegiatan yang memungkinkan dilaksanakan secara
swadaya atau pihak ketiga sesuai dengan ketersediaan SDM.

2. Persiapan
Persiapan adalah tahapan kegiatan sebelum Tim Ajudikasi PTSL
melaksanakan kegiatan lapangan.
a. Penetapan Lokasi
Pedoman menentukan lokasi dengan mempertimbangkan :
1) Diutamakan pada lokasi yang sudah tersedia Peta Kerja
dalam bentuk peta foto/citra satelit resolusi tinggi.
Apabila tidak/belum tersedia Peta Kerja, maka sebelum
dilakukan pengukuran bidang sudah dibuat Peta Kerja,
misalnya dengan memanfaatkan pemetaan dengan
UAV.
2) Peta batas wilayah administrasi desa/kelurahan (definitif
maupun indikatif) yang ditunjuk menjadi lokasi PTSL
(dilampirkan dalam SK Penetapan Lokasi).
3) Bidang tanah yang terdaftar masih minimum, mengacu
pada data elektronik (database KKP) maupun data fisik
(Buku Tanah dan Surat Ukur).
4) Pengukuran dan atau pemetaan satu desa/kelurahan
atau nama lainnya yang setingkat secara lengkap.

8
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

5) SK Penetapan Lokasi harus direvisi apabila setelah


pelaksanaan di lapangan ditemukan jumlah bidang
tanah belum terdaftar lebih dari jumlah yang ditetapkan
dalam SK Penetapan Lokasi sebelumnya.

b. Persiapan Administrasi
- Pelaksanaan PTSL oleh Swakelola meliputi:
Pembuatan Surat Keputusan Penetapan Lokasi PTSL, SK
dan pengambilan sumpah Panitia Ajudikasi PTSL, dan
Satgas oleh Kepala Kantor.
- Pelaksanaan PTSL oleh Pihak Ketiga meliputi:
Penandatanganan kontrak, pembuatan Surat Perintah
Mulai Kerja oleh Pejabat Pembuat Komitmen, SK Panitia
Ajudikasi PTSL dan Satgas oleh Kepala Kantor, serta Surat
Tugas pengukuran dari Wakil Ketua Bidang Fisik (atas
nama Ketua Panitia Ajudikasi PTSL).

c. Persiapan dan Analisis Data Bidang Tanah


Target pengukuran dan atau pemetaan pada kegiatan PTSL
yaitu pengukuran dalam rangka pendaftaran pertama dan
pengambilan kelengkapan data informasi serta validasi
kualitas data spasial bidang tanah yang sudah terdaftar
(dikenal dengan nama bidang K4). Dalam rangka
perencanaan kegiatan lapangan, Kantor Pertanahan
menyiapkan data sebagai berikut :
1) Peta Sebaran Bidang Tanah Terdaftar hasil unduhan dari
Aplikasi KKP pada lokasi rencana PTSL (Lampiran 3).
2) Daftar Tanah, hasil unduhan dari Daftar Isian di Aplikasi KKP
yaitu : NIB, Nomor Surat Ukur, luas, alamat, jenis dan Nomor
Hak (Lampiran 4a).
3) Daftar Kualitas Data Bidang Tanah (Daftar KW 1,2,3,4,5,
dan 6) hasil unduhan dari Aplikasi KKP (Lampiran 4b).
4) Fotokopi Surat Ukur (sesuai kondisi dan permintaan secara
resmi).
5) Daftar data fisik Surat Ukur, Gambar Ukur, Gambar Situasi,
Peta Gambar Situasi Khusus (jika ada).

9
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

6) Data lain, misalnya peta Batas Kawasan Hutan, peta


Kawasan Konservasi, Peta PBB, peta batas administrasi,
peta LP2B atau data pendukung lainnya (jika ada).

Peta Dasar
Peta Sebaran Bidang (K4)
Peta Batas Administrasi
Peta Kawasan Hutan
Peta PBB
Peta LP2B
CRST / Foto Udara
Peta Kerja

Gambar 2. Data dalam


Pembuatan Peta Kerja
7) Rencana aksi sebagai panduan dalam pelaksanaan
kegiatan dengan mengacu pada Inventarisasi Data untuk
Penetapan Lokasi (Lampiran 2). Rencana aksi dibuat
dalam bentuk tabel kegiatan, waktu dan petugas
lapangan beserta nomor alat komunikasi.

Data nomor 1, 2, 3, 5, dan 6 diserahkan oleh Pejabat Struktural


Kantor Pertanahan kepada Satgas Fisik sebagai bahan untuk
analisis kesesuaian kuantitas dan kualitas data bidang tanah
tekstual dan spasial. Data nomor 4 diperlukan jika tidak
ditemukan data dari pemilik di lapangan. Data tersebut dapat
digunakan untuk pembuatan peta kerja yaitu dengan meng-
overlay-kan Peta Dasar dan Peta Sebaran Bidang Tanah
Terdaftar (K4) dan peta-peta lain misalnya Peta Batas
Administrasi, Peta Kawasan Hutan, Peta PBB, Peta LP2B.

Peta Kerja
Peta Kerja digunakan untuk identifikasi dan validasi akurasi
posisi bidang tanah (K4) dan pengukuran bidang tanah belum
terdaftar di lapangan. Peta kerja mencantumkan informasi
tentang :
 Nomor peta kerja sesuai penomoran indeks lembar
dalam satu desa/kelurahan

10
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

 Jenis peta, misalnya Peta Foto, Peta CSRT, Peta Foto


Drone, Peta Garis atau yang lain
 Kualitas dan Skala/Resolusi Peta, misalnya Peta Foto
skala 1 : 5000, CSRT resolusi, 0,3 meter
 Tahun
pembuatan,
misalnya 2010 Peta kerja mencantumkan
 Asal peta, informasi: nomor peta kerja, jenis
misalnya peta, kualitas peta, tahun
ATR/BPN, Kantah pembuatan, asal peta
Kabupaten
Lombok Barat

Penyerahan data tersebut dilengkapi dengan Tanda Terima


(Lampiran 5). Khusus untuk pekerjaan pengukuran dan
pemetaan yang dilaksanakan oleh SKB/KJSKB/Badan Hukum
Perseroan dilengkapi dengan Surat Pernyataan Tidak
Menyalahgunakan Data (Lampiran 6).

Dalam kondisi tertentu apabila pemetaan dan identifikasi


lapangan terhadap bidang-bidang tanah terdaftar yang
belum terpetakan memerlukan daftar nama pemilik, maka
Satgas Fisik (ASN/SKB/KJSKB/Badan Hukum Perseroan) dapat
mengajukan permintaan tertulis kepada Kepala Kantor
Pertanahan.

Dari data yang diperoleh pada tahap persiapan kemudian


dilakukan analisis data tekstual dan data spasial bidang tanah
terdaftar.

Contoh hasil analisis data yang perlu di tindak lanjuti antara


lain : jika lokasi yang ditetapkan merupakan pemekaran dari
desa/kelurahan/ kecamatan lain, dilakukan perubahan nama
administrasi terlebih dulu oleh Kantor Pertanahan.

Dari hasil analisis data digunakan untuk membuat Rencana


Aksi, antara lain pembuatan jadwal pelaksanaan kegiatan
pengukuran di lapangan dengan pertimbangan kemudahan
akses, komunikasi dengan masyarakat dan kemampuan
kapasitas petugas lapangan.

11
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

d. Pembaruan Data Bidang Tanah Terdaftar (K4)


Kondisi bidang tanah terdaftar hasil unduh dari aplikasi KKP
yang belum terpetakan. Terhadap kondisi tersebut dilakukan
verifikasi, dengan tahap-tahap tindak lanjut sebagai berikut :
Bidang Belum Terpetakan pada Sistem KKP
Dalam status link-up data elektronik, bidang tanah ini termasuk
kualitas bidang KW 4, 5 dan 6. Kondisi ini disebabkan dua hal
yaitu sertipikat tidak ada Gambar Situasi (GS) dan sertipikat
dengan GS/SU belum/tidak dipetakan pada Sistem KKP.

Bidang Tanah GS/SU


Kelas GS/SU Spasial Buku Tanah
Terpetakan Tekstual
KW 1 Ada Ada Ada Ada
KW 2 Ada Tidak Ada Ada Ada
KW 3 Ada Tidak Ada Tidak Ada Ada
KW 4 Tidak Ada Ada Ada Ada
KW 5 Tidak Ada Tidak Ada Ada Ada
KW 6 Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Ada

a) Sertipikat tidak ada Gambar Situasi.


Terhadap kondisi bidang tanah seperti ini perlu
dilakukan beberapa langkah sebagai berikut :
1. Inventarisasi Buku Tanah di arsip Kantah.
2. Buat daftar beserta jenis, nomor hak, nama dan
luasnya. Pada tahap penyuluhan, daftar
tersebut sudah disampaikan pada masyarakat.
3. Identifikasi di lapangan dengan berkoordinasi
dan komunikasi dengan melibatkan
masyarakat setempat. Identifikasi lapangan
meliputi dua hal : subyek yang tercantum di
sertipikat dan keberadaan posisi bidang tanah
secara fisik.
4. Hasil identifikasi lapangan akan ditemukan
beberapa kemungkinan, yaitu :
 Pertama, subyek belum ditemukan, bidang
tanah tidak ditemukan (s0b0).
 Kedua, subyek ditemukan, bidang tanah
tidak/belum ditemukan (s1b0).
 Ketiga, subyek ditemukan, bidang tanah
ditemukan (s1b1). Kemungkinan bidang
tanahnya tumpang tindih (s1b1x) atau tidak
tidak tumpang tindih (s1b10).
 Keempat, subyek belum ditemukan, bidang
tanah ditemukan (s0b1). Kemungkinan

12
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

bidang tanahnya tumpang tindih (s0b1x)


atau tidak tumpang tindih (s0b10).
5. Terhadap kondisi tersebut dilakukan langkah-
langkah sebagai berikut:
 Kondisi s0b0, dibuat Berita Acara sebagai
dasar blokir internal pada aplikasi KKP.
Kondisi K4 seperti ini tidak dapat
dipertanggungjawabkan keuangannya
(tidak boleh dicairkan).
 Kondisi s1b0, dilakukan penelitian lebih
lanjut. Apabila semua bidang tanah sudah
terdata dalam satu wilayah area tertentu
(desa, kelurahan atau kecamatan),
memungkinan ada bidang tanah
ditemukan. Jika bidang tidak ditemukan,
maka dibuatkan Berita Acara dibuat Berita
Acara sebagai dasar blokir internal pada
aplikasi KKP. Kondisi K4 seperti ini tidak
dapat dipertanggungjawabkan keuangan
nya (tidak boleh dicairkan).
 Kondisi s1b1, dilakukan pemastian posisi
dengan melakukan cek lapangan dengan
melibatkan pihak-pihak yang terkait. Hasil
cek lapangan terhadap bidang tanah
yang ditemukan:
 Tumpang tindih dengan bidang lain
(s1b1x), dilakukan :
- Mediasi kepada pemilik bidang
yang berbatasan dan dibuatkan
Berita Acara Mediasi.
- Jika dicapai kesepakatan,
dilakukan pengukuran ulang yang
hasilnya dituangkan dalam Berita
Acara Pengukuran Ulang, dan
dapat diterbitkan PBT.
- Peta Bidang Tanah ini digunakan
sebagai kelengkapan proses
pemeliharaan data dalam rangka
Ganti Blangko (karena perubahan
data) pada pelayanan rutin di
Kantor Pertanahan, sesuai dengan
ketentuan.
- Jika tidak terjadi kesepakatan,
maka dibuatkan Berita Acara yang

13
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

menjadi evidence yang akan


diserahkan di Kantor Pertanahan.
- Tidak dapat dilakukan mediasi
karena pemilik yang bersebelahan
tidak diketahui keberadaannya,
dibuatkan Berita Acara yang
menjadi evidence yang akan
diserahkan di Kantor Pertanahan
 Tidak tumpang tindih (s1b10), plot dan
validasi.
 Kondisi s0b1, dilakukan pemastian posisi
dengan melakukan cek lapangan dengan
melibatkan pihak-pihak yang terkait. Hasil
cek lapangan terhadap bidang tanah
yang ditemukan.
 Tumpang tindih dengan bidang lain
(s0b1x), tidak dapat dilakukan mediasi
karena pemilik yang bersebelahan
tidak diketahui keberadaannya,
dibuatkan Berita Acara yang menjadi
evidence yang akan diserahkan di
Kantor Pertanahan
 Tidak tumpang tindih (s0b10), plot dan
validasi, kemudian dibuatkan Berita
Acara yang menjadi evidence yang
akan diserahkan di Kantor Pertanahan
6. Plotting/pemetaan terhadap bidang-bidang
tanah yang terukur.
7. Penerbitan Nomor Identifikasi Bidang.
8. Link-up data spasial (bidang/persil) dengan
data tekstual.

b) Sertipikat ada Gambar Situasi/Surat Ukur.


Terhadap bidang tanah terdaftar yang mempunyai
GS/SU namun belum terpetakan pada Sistem KKP
dapat terjadi karena beberapa kemungkinan,
antara lain peta dasar pendaftaran (fisik) belum
tersedia, salah dalam plotting (human error), sudah
ter-plotting tetapi peta pendaftaran (fisik) hilang
(tidak termigrasi ke geodatabase) dan lain-lain.
Beberapa langkah yang harus dilakukan yaitu :

14
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

1. Buat daftar inventarisasi Surat Ukur/Gambar


Situasi
2. Terhadap kondisi Surat Ukur yang ditemukan
dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
 Kartir/penggambaran digital terhadap
GS/SU yang ditemukan;
 Pemetaan/plotting dengan cara
mengidentifikasi di kantor terhadap posisi
relatif dan informasi yang ada terhadap
bidang-bidang tanah di sekitarnya;
 Jika identifikasi di kantor tidak ditemukan,
dilakukan pengecekan lapangan;
 Cek lapangan dapat dilakukan dengan
melakukan stake-out dari salah satu atau
beberapa batas bidang tanah terhadap
situasi di sekitarnya;
 Cek lapangan dilakukan dengan koordinasi
dan komunikasi dengan melibatkan
masyarakat setempat;
 Hasil stake-out lapangan terdapat dua
kemungkinan, bidang tanah tumpang
tindih (bx) dan tidak tumpang tindih (b0);
 Kondisi bidang yang tumpang tindih (bx),
dilakukan mediasi dan dibuatkan Berita
Acara Mediasi;
 Jika terjadi kesepakatan dilakukan
pengukuran ulang, hasilnya dituangkan
dalam Berita Acara Pengukuran Ulang dan
dapat diterbitkan PBT revisi. Peta Bidang
Tanah ini dimungkinkan untuk digunakan
sebagai kelengkapan proses pemeliharaan
data dalam rangka Ganti Blangko pada
pelayanan rutin di Kantor Pertanahan,
sesuai dengan ketentuan;
 Jika tidak terjadi kesepakatan terhadap
bidang tanah yang tumpang tindih maka
dibuatkan Berita Acara yang merupakan
evidence yang diserahkan ke Kantor
Pertanahan.
3. Plotting/pemetaan terhadap bidang-bidang
tanah yang terukur.
4. Link-Up data spasial (bidang/persil) dengan
data tekstual.

15
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Jika jumlah Buku Tanah elektronik (dari KKP) yang aktif lebih
kecil dari data Buku Tanah fisik yang ‘hidup’, dilakukan
inventarisasi terhadap bidang-bidang tanah yang belum ada
database-nya dan selanjutnya dilakukan entri data oleh
Kantor Pertanahan. Jika jumlah Buku Tanah elektronik (dari
KKP) yang aktif lebih besar dari data Buku Tanah fisik yang
‘hidup’, dilakukan validasi data elektronik terhadap Buku
Tanah Fisik. Dari hasil penyesuaian tersebut jumlah data Buku
Tanah elektronik (aktif) di KKP menjadi sama dengan jumlah
Buku Tanah fisik pada arsip dokumen.

Jika terdapat pemekaran atau perubahan administrasi dari


desa/kelurahan/ kecamatan lain terhadap bidang tanah
yang sudah terdaftar selain tercatat dan ter-update pada
Aplikasi KKP, maka dilakukan perubahan/perbaikan nama
administrasi secara fisik pada Buku Tanah dan Surat Ukur
terlebih dulu oleh Kantor Pertanahan.

Dalam rangka pencairan pembiayaan Kegiatan


Pembaharuan Bidang Tanah Terdaftar (K4), dokumen
kelengkapan yang harus dilampirkan adalah :
i. Hasil Inventarisasi dokumen pertanahan dalam
format hardcopy dan unduhan Peta Pendaftaran,
Rekapitulasi Kualitas Data, Daftar Tanah serta Surat
Ukur dari aplikasi KKP pada desa/kelurahan
bersangkutan langsung setelah penetapan lokasi
dan setelah masa pengumuman PTSL;
ii. Gambar Ukur dan Peta Bidang Tanah baru hasil
perbaikan sesuai dengan tata cara yang
tercantum dalam Petunjuk Teknis;
iii. Rekapitulasi Daftar Tanah Bidang (K4) yang akan
dicairkan, dengan syarat : Bidang-bidang tanah
yang dapat dikategorikan sebagai K4 dan dapat
dipertanggungjawabkan pencairannya adalah
bidang-bidang tanah terdaftar yang belum
terpetakan sebelumnya (KW 4, 5, dan 6 dalam
rekapitulasi kualitas data bidang tanah terdaftar
KKP) yang Sertipikatnya terbit sebelum 1Januari
2017.

16
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

e. Alokasi Penggunaan Anggaran


Untuk kegiatan yang dilaksanakan secara swakelola,
penggunaan anggaran yang tertuang di DIPA perlu dirinci
sesuai dengan kebutuhan yang ada di masing-masing kantor,
antara lain Belanja Bahan dan Biaya Pengukuran, misalnya :
 Penggunaan anggaran Belanja Bahan untuk pencetakan
peta kerja, cetak DI 107 PTSL, fotokopi SU/GU,
perlengkapan lapangan petugas ukur dan ATK dan lain-
lain;
 Penggunaan anggaran Biaya Pengukuran untuk
Koordinator, Petugas Ukur, Petugas Pemetaan (Non ASN),
petugas entri (Non ASN), pembantu ukur/tenaga lokal
(RT/RW/Aparat Desa/Kelurahan).

3. Penyuluhan
Penyuluhan adalah kegiatan sosialisasi untuk memberikan
informasi lengkap tentang kegiatan PTSL. Kehadiran pada
kegiatan ini merupakan langkah awal bentuk partisipasi
masyarakat dalam mendukung kegiatan PTSL di wilayah tersebut.
Tujuan kegiatan ini antara lain adalah :

a. Memastikan masyarakat memahami


hak dan kewajiban dalam kegiatan
ini.
b. Mendorong partisipasi aktif
masyarakat dengan menunjukkan,
mengidentifikasi, dan memasang
tanda batas pada bidang tanahnya.
c. Terjalin komunikasi diantara petugas,
pembantu ukur, dan masyarakat
sehingga kegiatan dapat berjalan
lancar.

Penyuluhan dilakukan oleh Kantor Pertanahan beserta Panitia


Ajudikasi PTSL (Satgas Fisik dan Satgas Yuridis), termasuk dengan
SKB jika pekerjaan pengukuran dilaksanakan oleh Pihak Ketiga.
Target penyuluhan semua masyarakat yang mempunyai/
menguasai bidang tanah di wilayah desa/kelurahan tersebut, baik

17
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

yang belum bersertipikat maupun yang sudah bersertipikat. Data


yang harus disiapkan antara lain daftar nominatif (misalnya data
DHKP/Sppt PBB, DI 203, Peta Kerja dan Jadwal Kegiatan Lapang.
Informasi yang disampaikan dalam kegiatan penyuluhan yaitu:
a. Tujuan dari kegiatan PTSL dan arti pentingnya sertipikat untuk
masyarakat;
b. Pengenalan para petugas pelaksana PTSL, termasuk tim dari
Pihak Ketiga pelaksana pengukuran dan pemetaan;
c. Tahap Kegiatan;
d. Jadwal kegiatan, harus disepakati antara petugas pelaksana
PTSL dengan masyarakat untuk memastikan tahapan
kegiatan berjalan dengan efektif dan efisien. Jadwal
Kegiatan disusun per desa/RW/RT/blok sesuai analisis rencana
kegiatan, dengan mencantumkan nama petugas lapangan
dan petugas pendamping serta nomor kontak masing-
masing petugas;
e. Proses kegiatan di lapangan;
f. Daftar bidang tanah K4 yang belum terpetakan;
g. Kewajiban masyarakat yang harus dilaksanakan, antara lain:
 memasang tanda batas;
 menandatangani Gambar Ukur;
 melengkapi dan menyerahkan fotokopi bukti-bukti
kepemilikan (jika ada), menyerahkan dokumen
administrasi yang diperlukan (fotokopi KTP/Kartu Keluarga
dan surat pernyataan penguasaan fisik bidang tanah).
Untuk bidang tanah yang bersertipikat, pemilik diminta
untuk menunjukkan sertipikat atau menyerahkan
fotokopi;
 hadir dan menunjukkan batas-batasnya pada saat
pelaksanaan pengukuran, menyetujui atau tidak
menyetujui hasil pengukuran bidang tanah yang
diumumkan oleh Tim Ajudikasi PTSL;
 Melakukan identifikasi dan deliniasi batas bidang tanah
pada peta kerja dengan dipandu oleh Satgas Fisik.
Identifikasi batas dan kepemilikan bidang tanah
dilakukan dengan mencantumkan nomor berkas pada
batas deliniasi bidang tanah pada Peta Kerja.
Selanjutnya peta ini dapat digandakan dan dipakai
sebagai acuan Satgas Fisik dan Yuridis dalam
melaksanakan tugas di lapangan.

18
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

4. Akses Aplikasi KKP dan Entri Data Awal

a. Akses Aplikasi KKP


Proses tahap-tahap kegiatan PTSL menggunakan aplikasi KKP.
Setiap petugas pelaksana yang mempunyai kewenangan
pada tahap kegiatan tersebut, mempunyai profil dan akses ke
aplikasi.
Bagi Satgas Fisik ASN yang belum mempunyai profil di KKP,
mengajukan profil untuk mendapatkan akun pada admin KKP
Kantor Pertanahan berdasarkan SK Pelaksana Kegiatan PTSL.
Sedangkan Satgas Fisik oleh Pihak Ketiga harus melakukan
verifikasi data SKB pada Aplikasi Mitra
(https://mitra.atrbpn.go.id).
Akun dan password akan diberikan melalui aplikasi tersebut.
Akun dan password bersifat rahasia dan sepenuhnya menjadi
tanggung jawab pribadi yang bersangkutan. Akses untuk
menggunakan aplikasi disesuaikan dengan diagram alir
kegiatan (Lampiran 9).

b. Entri Data Awal


Sebelum kegiatan lapangan dilaksanakan admin KKP Kantor
Pertanahan melakukan entri data pada aplikasi KKP dari data
Surat Keputusan Pelaksana dan Penetapan Lokasi dan
Kontrak/Surat Perintah Kerja (jika pengukuran dilaksanakan
Pihak Ketiga), antara lain :
 Lokasi Wilayah
 Nama Kegiatan
 Nama Satgas Fisik/ Yuridis
 Pada saat awal, Satgas Fisik memasukkan target
pengukuran jumlah bidang tanah belum terdaftar dalam
satu wilayah desa/kelurahan sebagaimana pada SK
Penetapan Lokasi.
Data ini akan digunakan Satgas Fisik untuk akses aplikasi KKP
sesuai tahap kegiatan. Lihat Buku Panduan Aplikasi KKP untuk
PTSL.
Untuk memastikan pelaksanaan PTSL secara sistematik
lengkap, terhadap bidang tanah yang belum selesai proses
sertipikasinya (K2 dan K3) pada desa tersebut, dapat dilakukan
pada tahun berikutnya dengan mekanisme pembiayaan
PNBP atau dibiayai melalui mekanisme PTSL (untuk tahapan
kegiatan yang belum dilaksanakan) dengan terlebih dahulu
ditetapkan sebagai lokasi PTSL pada tahun berikutnya.

19
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

5. Pengukuran dan Pemetaan Bidang Tanah

a. Metode
Metode pelaksanaan kegiatan pengukuran dan pemetaan
bidang tanah sistematis lengkap yaitu terestris, fotogrametris,
pengamatan satelit dan kombinasi ketiganya.
1) Metode Terestris
Pengukuran bidang tanah dengan metode terestris
adalah pengukuran secara langsung di lapangan dengan
cara mengambil data ukuran sudut dan jarak, yang
dikerjakan dengan teknik-teknik pengambilan data
trilaterasi (jarak), triangulasi (sudut) atau triangulaterasi
(sudut dan jarak) dengan menggunakan alat pita ukur,
distometer, theodolit, dan total station.
2) Metode Fotogrametris
Metode fotogrametris dapat digunakan sebagai metode
pengukuran dan pemetaan dengan syarat apabila peta
kerja yang digunakan telah memenuhi syarat teknis atau
dikoreksi geometris. Metode ini hanya dapat dilaksanakan
apabila peta kerja yang digunakan sudah dilakukan
koreksi geometrik, dan hanya untuk daerah terbuka
dengan topografi relatif datar, non-pemukiman, non-
komersial, non-industri. Untuk garis batas bidang tanah
yang tidak dapat diidentifikasi dilakukan dengan
pengukuran lapangan (suplesi).
Tahapan dalam pengukuran dengan metode
fotogrametris antara lain:
a. Masyarakat/penunjuk batas melakukan identifikasi
lapangan pada peta kerja. Identifikasi batas bidang-
bidang tanah dilakukan dengan menggunakan Peta
Kerja dari peta foto udara hasil pemotretan wahana
pesawat udara berawak, nirawak (UAV/drone)
maupun CSRT dengan menarik garis ukur (deliniasi)
panjangan batas bidang tanah yang dapat
diidentifikasi dan secara visual terlihat jelas di atas
peta foto udara dan atau CSRT contoh pada
Lampiran 10c2;
b. Peta kerja yang telah diidentifikasi bidang tanah oleh
masyarakat, dibawa ke lapangan oleh petugas ukur;
c. Petugas ukur dengan pemilik tanah/penunjuk batas
mengidentifikasi dan menetapkan batas bidang
tanah pada peta kerja di lapangan;
d. Identifikasi bidang tanah dilakukan dengan cara :

20
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

- Untuk setiap patok batas diberikan tanda di atas


peta kerja berupa titik batas;
- Titik-titik batas dihubungkan menjadi garis batas
dan membentuk bidang tanah contoh pada
Lampiran 10c2;
e. Untuk batas bidang tanah yang tidak dapat
diindentifikasi pada peta foto dilakukan pengukuran
suplesi;
f. Hasil identifikasi dan penetapan batas langsung
ditandatangani pemilik tanah/penunjuk batas;
g. Jika dalam satu nomor gambar ukur tidak dilakukan
pengukuran suplesi maka petugas ukur harus
membuat kontrol dengan mengukur panjangan salah
satu sisi blok secara terestris.

 Pengukuran terestris tetap wajib dilaksanakan sebagai


pengukuran suplesi untuk batas bidang tanah yang
tidak dapat diidentifikasi secara visual pada peta
kerja untuk pengukuran dengan cara fotogrametris.
 Dalam rangka verifikasi lapangan diperlukan
pengukuran panjangan sisi bidang tanah, minimal 1
(satu) sisi bidang tanah untuk pekerjaan dengan skala
peta kerja paling kecil skala 1:2.500 (misalnya skala
1:2.500, skala 1:1.000, skala 1:500).
 Apabila dalam pengukuran bidang tanah ditemukan
adanya bidang-
bidang tanah
yang sudah
terdaftar dan Apabila peta kerja kerja yang
belum digunakan belum dikoreksi
terpetakan, geometrik/belum direktifikasi dan
maka bidang- atau skala petanya lebih kecil dari
1 : 2.500, maka pengukuran
bidang tersebut bidang tanah hanya dapat
diukur posisi dilakukan secara terestris.
koordinatnya
dan dipetakan
pada Peta Kerja.
3) Metode Pengamatan Satelit
Pengukuran bidang tanah dengan metode pengamatan
satelit adalah pengukuran dengan menggunakan sinyal-
sinyal gelombang elektromagnetik yang dipancarkan dari
minimal 4 satelit menggunakan alat GPS/GNSS geodetik.

21
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Pengukuran bidang tanah dengan GPS/GNSS dapat


dilakukan dengan metode RealTime Kinematik (RTK),
CORS, Post-Processing maupun Stop and Go.

4) Metode kombinasi terestris, fotogrametris, dan


pengamatan satelit pengukuran bidang tanah yang
merupakan perpaduan dari pengukuran terestris,
fotogrametris dan/atau pengamatan satelit.

b. Pelaksana dan Kewenangannya


Petugas pelaksana kegiatan pengukuran dan pemetaan
bidang tanah dalam rangka pengumpulan data fisik
dilaksanakan oleh satgas fisik, berupa :
1) Petugas Ukur Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan
Pertanahan Nasional (ASN); atau
2) Surveyor Kadaster Berlisensi (SKB);atau
3) Kantor Jasa Surveyor Kadaster Berlisensi (KJSKB); atau
4) Perusahaan (Badan Hukum Perseroan) di bidang industri
survei, pemetaan dan informasi geospasial.

Sebagai petugas pelaksana pengukuran dan pemetaan


bidang tanah, SKB perorangan maupun yang tergabung
dalam KJSKB/Badan Hukum Perseroan yang telah divalidasi
melalui Aplikasi Mitra diberikan kewenangan tertentu akses ke
Aplikasi KKP sebagai Petugas Ukur dan Pemetaan.

Dalam melaksanakan tugasnya Satgas Fisik dapat dibantu


oleh Petugas Pembantu Ukur yang berasal dari masyarakat
atau kelompok masyarakat. Ketentuan mengenai mekanisme
pelibatan kelompok masyarakat melalui Petugas Pengumpul
Data Pertanahan (Puldatan) diatur dalam Petunjuk Teknis
tersendiri.

c. Target dan Realisasi


1) Target kegiatan pengukuran dan pemetaan kegiatan PTSL
adalah terpetakannya bidang-bidang tanah baik yang
belum terdaftar maupun bidang tanah yang sudah
terdaftar, dalam satu wilayah desa/kelurahan/atau yang
setingkat secara lengkap. Obyek bidang tanah yang
belum terdaftar meliputi tanah perorangan, tanah Badan
Hukum dan tanah Negara, baik yang tercatat atau
belum/tidak tercatat di BMN/BMD. Tanah Negara dapat

22
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

berupa tanah perkantoran, non perkantoran, sempadan


sungai, sempadan danau, danau, jalan dan lain-lain.
2) Jumlah bidang tanah yang dihitung sebagai realisasi dan
dapat dipertanggungjawabkan keuangannya adalah
bidang tanah hasil pekerjaan pengukuran, pemetaan,
pembaharuan data bidang tanah terdaftar (K4), dan
penerbitan PBT. Sedangkan penerbitan Surat Ukur
merupakan bagian dari penerbitan sertipikat dan bukan
merupakan bagian dari pekerjaan pengumpulan data
fisik PTSL.
3) Apabila terdapat sisa anggaran yang disebabkan oleh
kurangnya jumlah target bidang tanah yang diukur dari
yang direncanakan, maka dilakukan optimalisasi
anggaran dengan menambah target pengukuran bidang
PTSL di lokasi lain.

d. Pelaksanaan Pekerjaan Lapangan


Prinsip dasar pengukuran bidang tanah dalam rangka
penyelenggaraan pendaftaran tanah harus memenuhi
kaidah-kaidah teknis pengukuran dan pemetaan sehingga
bidang tanah yang diukur dapat dipetakan dan dapat
diketahui letak, batas dan luas di atas peta serta dapat
direkonstruksi batas-batasnya di lapangan.
Objek pengukuran dan atau pemetaan adalah seluruh
bidang tanah yang belum terdaftar maupun telah terdaftar
yang ada dalam satu atau bagian dari desa/ kelurahan
secara lengkap sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Tahapan pengukuran dan pemetaan meliputi persiapan data
lapangan, pemasangan dan penunjukan tanda batas,
penetapan batas, dan pelaksanaan pengukuran seperti
gambar berikut:

Pemasangan
Persiapan
dan Penetapan Pelaksanaan
Data
Penunjukan Batas Pengukuran
Lapangan
Tanda Batas

Gambar 3. Tahapan Pengukuran dan Pemetaan

23
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

1) Persiapan data lapangan


a. Persiapan administrasi berupa Surat Tugas dari Wakil
Ketua Bidang Fisik bagi Satgas Fisik SKB (SK dan ASK
Pihak Ketiga);
b. Inventarisasi sebaran Titik Dasar Teknik (TDT) atau
base station (jika menggunakan metode CORS)
sebagai titik pengikatan;
c. Inventarisasi bidang tanah terdaftar dan/atau belum
terdaftar;
d. Koordinasi dan sosialisasi dengan instansi lain,
perangkat desa, dan masyarakat;
e. Inventarisasi ketersediaan data pendukung;
f. Penyiapan peralatan pengukuran dan pemetaan
bidang tanah DI 107 PTSL (Gambar Ukur); atau
g. Penyiapan peta kerja.
2) Pemasangan dan penunjukkan tanda batas
a. Tanda batas dapat berupa titik/patok batas
sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri
Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional
(PMNA/KaBPN) Nomor 3 Tahun 1997 tentang
Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah
Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah
atau dapat berupa pagar, pematang sawah,
pematang tambak atau tanda batas tetap lainnya
yang dapat diidentifikasi di lapangan dan di peta;
b. Pemasangan dan atau penunjukkan tanda batas
dilakukan oleh pemilik tanah atau perangkat
desa/kelurahan/kampung atau ketua RT, RW, kepala
dusun atau nama lainnya yang memahami dan
mengetahui batas-batas kepemilikan bidang di
wilayah administrasinya;
c. Dalam rangka percepatan, pemasangan tanda
batas dilaksanakan sebelum pengukuran, misalnya
dengan pencanangan Gerakan Bersama
Pemasangan Patok Batas Bidang Tanah.

3) Penetapan batas
Batas bidang tanah ditetapkan oleh panitia ajudikasi atau
SKB atas penunjukan pemilik tanah/kuasanya atau
perangkat desa (RT, RW, atau Tokoh Masyarakat).

24
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

4) Pelaksanaan Pengukuran
 Melakukan pengukuran batas bidang tanah yang
sudah disepakati oleh pemilik dan pihak-pihak lain
yang berbatasan;
 Mengumpulkan data:
- Fotokopi identitas pemilik misalnya KTP/KK;
- Fotokopi alas hak (jika ada); dan atau
- Fotokopi sertipikat/GS/SU (jika ada) untuk bidang
tanah terdaftar/ bersertipikat.
Jika tidak memungkinkan dalam bentuk fotokopi,
data tersebut difoto.
Nomor Induk Kependudukan (NIK) merupakan
identitas subjek/calon subyek hak yang harus di-
entri pada
kegiatan
Satgas Fisik, Jika NIK masih dalam proses
secara otomatis pembuatan, maka digunakan
tervalidasi KTP Lama/KK/Surat
Keterangan dari aparat
dengan setempat. Softcopy-nya
database diunggah pada aplikasi KKP
kependudukan
nasional.
 Pengukuran dan atau pemetaan bidang-bidang
tanah dilakukan terhadap :
- Bidang tanah belum terdaftar;
- Bidang tanah sudah terdaftar yang belum dapat
terpetakan (Kw 4, 5, 6) dan yang terpetakan di
luar desa/kelurahan (Kw 1, 2, 3);
 Memberi nomor berkas dan atau Nomor Urut Bidang
(NUB) pada bidang-bidang tanah terukur atau
terpetakan;
 Melaksanakan pengukuran menggunakan metode
yang sesuai dengan kondisi lapangan.
 Mencatat informasi bidang tanah; untuk bidang
tanah belum terdaftar diisi sesuai format Gambar Ukur
(Lampiran 10).

25
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Jenis data yang di catat diantaranya :

No Jenis Informasi Keterangan


1 Identitas pemilik/NIK NIK tercatat di GU dan entri di KKP
2 Alamat bidang tanah Tercatat di GU & entri di KKP
3 Toponimi Tercatat di GU & Peta
4 Keadaan Tanah Tercatat di GU dan entri di KKP
5 Tanda Batas Tercatat di GU dan entri di KKP
6 Sket Lokasi Bidang Tanah Tercatat di GU
7 Nama Wilayah Baru Jika terjadi pemekaran wilayah
8 Lembar/Zone Peta Bidang K4 yang berkoordinat lokal
 Terhadap bidang tanah yang tidak diketahui
subyek-nya, maka dilakukan hal-hal sebagai
berikut :
a) Dipastikan kepemilikannya oleh tetangga,
tokoh masyarakat atau aparat terkait. Diberi
keterangan pada GU terkait keberadaan
subjeknya.
b) Untuk bidang tanah yang batasnya dapat
dipastikan, sedangkan pemiliknya tidak
diketahui keberadaannya, maka penulisan
NIK dapat diganti dengan NIK penunjuk
batas/aparat setempat dilengkap Surat
Keterangan. Penggunaan NIK sementara ini
agar dicatatkan pada daftar tanah dan
diinformasikan kepada Satgas Pengumpul
Data Yuridis (Puldadis) untuk ditindaklanjuti.
c) Jika batas-nya sementara/ tidak permanen,
pada GU diberi tanda strip.
d) Untuk batas sempadan danau, sungai, jalan
diukur berdasarkan ketentuan yang berlaku
dan diberi tanda strip Gambar Ukur.

 Untuk bidang tanah terdaftar (bidang K4) lihat


Bab II.1.d.
 Ketentuan Gambar Ukur :
a) Gambar
Ukur wajib
diselesaikan Gambar Ukur wajib dibuat oleh
setiap petugas ukur pada hari
pada hari yang sama dengan pengukuran
yang sama lapangan.

26
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

dengan pengukuran lapangan oleh setiap


petugas ukur. Gambar ukur dapat memuat
satu atau beberapa bidang tanah dalam
satu formulir Gambar Ukur. Catatan-catatan
pada Gambar Ukur harus dapat digunakan
sebagai data rekonstruksi batas bidang
tanah.
b) Format Gambar Ukur adalah DI 107 PTSL,
dengan ketentuan khusus untuk halaman 2
dapat berupa :
- Hasil cetakan (print out) peta kerja (peta
foto) dengan ukuran A1, A2, A3 atau A4
yang dapat memuat beberapa bidang
tanah. Lembar peta kerja ini dilampirkan
pada Gambar Ukur menjadi satu
kesatuan yang tidak terpisahkan.
- Mencetak sebagian peta kerja dengan
penampilan menyesuaikan, tidak
menyulitkan dalam penulisan maupun
pembacaan (angka ukur, nomor-nomor
titik-titik batas/ ikatan, toponimi) di
lapangan.
c) Informasi bidang tanah yang diperoleh dapat
ditulis pada kolom yang tersedia di format GU
halaman 4 atau berupa daftar pada lembar
tersendiri dan menjadi bagian dari GU.
d) Gambar Ukur mencantumkan data sebagai
berikut :
- Halaman 1 mencantumkan data
administrasi penomoran dan letak
bidang-bidang tanah terukur dan
terpetakan serta keterangan dan tanda
tangan petugas pelaksana pengambilan
data lapangan. Dicantumkan jenis alat
dan nomor seri alat ukur.

27
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Untuk halaman 2 dan 3 disediakan dua


opsi yang dapat dilaksanakan di
lapangan.

OPSI 1 OPSI 2

Halaman 2 Halaman 2 dan 3 menyajikan


mencantumkan data sketsa pengukuran di lapangan
dan informasi dengan menggunakan Peta
pengambilan data Kerja yang dicetak pada
lapangan halaman tersebut (Lampiran 10
d), atau menggunakan lembar
Halaman 3 tersendiri (menjadi bagian tak
mencantumkan hasil terpisahkan dari lembar DI. 107
pengkartir- PTSL). Gambar Ukur yang telah
an/penggambaran memuat sketsa pengukuran
data dan informasi lapangan dengan jelas, tidak
lapangan dari hasil perlu lagi dilakukan perkartiran.
perhitungan/komputasi Apabila beberapa GU
software dan menggunakan satu lembar Peta
hardware. Kerja, maka GU lain dapat diberi
catatan merujuk pada GU yang
terdapat peta kerja.

Data koordinat geografis (TM3)


titik ikatan dan pencatatan
informasi perlu dilakukan untuk
mengatasi kesulitan dalam
pelayanan pengembalian batas
di waktu yang akan dating. Titik-
titik ikat dapat berupa
bangunan, tembok, tiang listrik
atau bangunan lainnya

- Halaman 4 mencantumkan informasi


NUB, nomor berkas, nama pemilik, nomor
KTP/NIK, alamat bidang tanah, tanda
batas, keadaan tanah, dan tanda
tangan pemilik/penunjuk batas.

28
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

e) Apabila pengambilan data lapangan


menggunakan GNSS RTK/Total Station,
penyajian data lapangan dapat dibuat sket
manual dengan informasi nomor titik-titik
berdiri alat/target disertai dengan data
mentah (raw data) dari peralatan yang
digunakan. Data mentah (raw data),
softcopy atau hardcopy merupakan bagian
dari Gambar Ukur. Data mentah tersebut
disimpan dalam bentuk ZIP file atau RAR file,
diberi nama sesuai dengan nomor Gambar
Ukur dan diunggah pada KKP.
f) Penyimpanan Gambar Ukur fisik berdasarkan
nomor Gambar Ukur secara urut per tahun.
Lembar-lembar Gambar Ukur digabung dan
disimpan dalam bentuk album/bendel
dengan jumlah menyesuaikan dengan
ketebalan album. Pada halaman depan
album/bendel supaya dicantumkan daftar
nomor Gambar Ukur, NIB yang dicantumkan
di Gambar Ukur tersebut (Lampiran 10a).
Pada kegiatan PTSL, Gambar Ukur yang
tercantum selain bidang terukur untuk proses
pendaftaran tanah, dicantumkan juga NIB
bidang tanah terdaftar/bidang K4 (jika ada).
Jika dalam album/bendel terdapat Gambar
Ukur yang bidang-bidangnya masih dalam
proses/belum selesai atau terjadi sengketa,
diberi catatan pada kolom yang tersedia.
Catatan tersebut dicoret jika Gambar Ukur
tersebut sudah selesai atau sudah tidak ada
sengketannya dan dibubuhi paraf petugas
penerima dan petugas yang menyerahkan
beserta tanggal. Jika terjadi perubahan data
terhadap bidang tanah terdaftar dan
dilampiri Berita Acara, ditulis “BA” dalam
tanda kurung setelah NIB (Lampiran 10a).
Gambar Ukur yang dibuat SKB dibendel

29
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

dalam album tersendiri dengan warna yang


berbeda, pada cover album dicantumkan
nama SKB dan nomor lisensinya.
g) Secara detil cara pengisian dan penulisan
Gambar Ukur dapat dilihat pada Lampiran
10g dan contohnya pada Lampiran 10b dan
10c.
h) Gambar Ukur dapat dibuat dan disajikan
dalam format Gambar Ukur Elektronik
menggunakan aplikasi yang dibuat/disetujui
Pusat Data dan Informasi Pertanahan, Tata
Ruang dan Lahan Pertanian Pangan
Berkelanjutan Kementerian ATR/BPN.

6. Pengkartiran dan Pemetaan


 Kantor Pertanahan menyerahkan file data bidang-
bidang tanah (persil) yang terpetakan (pada KKP)
dalam bentuk file *.dwf yang ber-georeference
kepada Satgas Fisik.
 Satgas Fisik melakukan pengkartiran hasil pengukuran
berdasarkan (layout) file tersebut.
 Pengkartiran menggunakan Aplikasi CAD.
 Penggunaan layer, atribut, dan format menggunakan
standar pada KKP.
 Cakupan pengkartiran disesuaikan dengan ukuran
lembar Gambar Ukur.
 Informasi bidang tanah dientri data pada aplikasi KKP.
 File kartir bidang tanah yang diserahkan untuk
verifikasi dalam bentuk file *.dxf. Untuk memudahkan
pencarian file, penamaan file menggunakan
gabungan nama desa dan nomor Gambar Ukur.
 Peta Kerja yang sama digunakan oleh Satgas Fisik dan
Satgas Yuridis sebagai pedoman dalam proses
pencocokan data fisik dan alas/ berkas hak fisik (data
fisik) sebagai data yuridis, yang di dalamnya sekurang-
kurangnya mencantumkan informasi :
a) Hasil pemetaan bidang-bidang tanah terukur

30
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

b) NIB atau nomor berkas atau nomor urut bidang


per bidang tanah terukur/terpetakan
c) Daftar obyek bidang tanah dengan informasi
nomor urut,
d) Nomor Berkas dan atau Nomor Urut Bidang (NUB),
luas sementara (jika sudah dihitung), nama
(sementara), informasi bidang tanah
Dengan catatan data tersebut belum ada NIB-nya,
karena belum dilakukan Kendali Mutu
 Khusus untuk yang dilaksanakan oleh KJSKB atau
Badan Hukum Perseroan, sebelum dikirim ke petugas
ASN Kantor Pertanahan, data tersebut di atas harus
sudah melalui proses Kendali Mutu internal.
 Yang dikirim ke petugas ASN Kantor Pertanahan
dalam rangka verifikasi eksternal (Kendali Mutu) :
a) Upload data file draft PBT (dxf file) melalui Aplikasi
KKP atau flashdisk.
b) Gambar Ukur (DI 107).
c) Daftar Obyek PTSL dan informasi bidang tanah.
d) Foto Copy Surat Ukur yang diperoleh dari pemilik
untuk bidang tanah bersertipikat (K4).

7. Kendali Mutu Hasil Pekerjaan


 Kendali Mutu merupakan salah satu tahap kegiatan
Satgas Fisik yang akan memastikan bahwa output
kegiatan pengukuran dan pemetaan bidang tanah
telah memenuhi syarat teknis.
 Kendali mutu dilakukan oleh ASN. Untuk
membantu/mempercepat pelaksanaan kegiatan
pengukuran yang dilaksanakan oleh Pihak Ketiga,
kendali mutu dapat dibantu oleh Pihak Ketiga kontrol
kualitas yang ditunjuk.
 Proses kendali mutu dilakukan terhadap :
a) Data bidang tanah dalam bentuk hardcopy
maupun softcopy.
b) Posisi bidang-bidang tanah terpetakan secara
online, baik bidang-bidang belum terdaftar
maupun yang sudah terdaftar.

31
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

c) Informasi bidang tanah, antara lain: lokasi


(desa/kelurahan), tanggal, nomor berkas,
nama petugas lapangan, informasi bidang
tanah.
d) Setiap bidang yang disetujui (lolos Kendali Mutu)
diberi tanda (checklist) pada Gambar Ukur.
Sedangkan bidang yang tidak disetujui (tidak
lolos verifikasi) diberikan catatan.
e) Bidang yang lolos verifikasi dapat diterbitkan
NIB.

Khusus untuk pengukuran yang dilaksanakan oleh Pihak


Ketiga
 Hasil pengukuran dan pemetaan diserahkan untuk
dilakukan proses kendali mutu oleh ASN, harus sudah
lolos verifikasi oleh Pihak Ketiga Kontrol Kualitas.
 Paling lambat dua hari sejak penyerahan tanda
terima hasil pengukuran, petugas verifikasi (ASN
Satgas Fisik) harus menyelesaikan verifikasi dan
menyerahkan kembali kepada Satgas Fisik (SKB)
untuk diperbaiki atau diteruskan pada proses
selanjutnya.
 Proses kendali mutu yang melewati batas
waktu/lebih dari dua hari, maka status di dalam
GeoKKPnya akan diberikan catatan sebagai
tunggakan.
 Petugas Kendali Mutu mengirim ke Satgas Fisik (SKB)
hasil verifikasi meliputi :
a) Data file PBT hasil verifikasi melalui Aplikasi KKP
yang telah diberi NIB untuk bidang tanah yang
lolos kendali mutu dan bidang tanah yang harus
diperbaiki.
b) Gambar Ukur (DI 107) yang sudah disetujui.
c) Daftar Obyek PTSL dan informasi bidang tanah.
 Tanda terima pengembalian elektronik dari KKP yang
dicetak dan ditandatangani oleh pihak-pihak yang
menyerahkan dan menerima.

32
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

 Bidang-bidang tanah yang lolos verifikasi diberikan


NIB untuk keperluan pencetakan Peta Bidang Tanah.
 Revisi hasil Kendali Mutu terhadap bidang-bidang
yang belum lolos pada sebelumnya dicetak pada
lembar kertas tersendiri, diberi stempel dan menjadi
bagian dari Gambar Ukur.
Contoh stempel seperti di bawah.

REVISI KONTROL KUALITAS BIDANG TANAH


(bagian dari GU No. )
NUB : …….., .….…, ………
NO. BERKAS.

Gambar 4. Stempel Kendali Mutu di GU

 Stempel persetujuan Kendali Mutu hasil revisi :


KENDALI MUTU

NUB./ No.Berkas :
Paraf/Tgl. :

Gambar 5. Stempel persetujuan Kendali Mutu Hasil revisi

8. Pencetakan Peta Bidang Tanah (PBT)


 Pencetakan PBT
dilakukan dari
Aplikasi KKP,
Satu lembar Peta Bidang Tanah
dengan tampilan
memuat satu atau lebih bidang
semua bidang tanah.
tanah dalam satu
hamparan baik bidang tanah yang sudah terdaftar
(K4) dan bidang belum terdaftar.
 Penandatanganan PBT oleh Satgas Fisik (ASN atau
Surveyor Kadaster Berlisensi).
 Untuk keperluan lampiran pengumuman, PBT yang
sudah ditandatangani oleh Ketua Satgas Fisik
selanjutnya dicap, diparaf dan diberi tanggal sesuai
tanggal diterima oleh Panitia Ajudikasi. Jika
pelaksanaan secara swakelola penandatangan PBT

33
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

adalah Ketua Satgas Fisik selaku Wakil Ketua


Ajudikasi, sedangkan pelaksanaan oleh pihak ketiga
adalah Surveyor Kadaster Berlisensi.
 Untuk kegiatan oleh pihak ketiga, Peta Bidang Tanah
untuk proses pengumuman merupakan produk Tata
Usaha Negara, sehingga legalitasnya selain
ditandatangi oleh Surveyor Kadaster Belisensi dalam
rangka pembuatannya, maka dalam rangka
penggunaannya harus ditandatangani oleh Wakil
ketua Ajudikasi Bidang Fisik.
 Pada Peta Bidang Tanah dicantumkan pernyataan
“Apabila Peta Bidang Tanah ini tidak ditindaklanjuti
permohonan hak atas tanahnya dan atau batas-
batas bidang tanahnya berubah, maka wajib
dilakukan pengukuran ulang”.
 Format Peta Bidang Tanah dapat dilihat pada
Lampiran 11c dan Lampiran 11d.
 Peta Bidang Tanah dicetak sebanyak tiga rangkap
terdiri dari :
o Untuk pengumuman (asli)
o Untuk Panitia Ajudikasi (salinan)
o Untuk Arsip (salinan)
 Peta Bidang Tanah harus diklarifikasi kepada
masyarakat dengan cara diumumkan selama tiga
hari kalender. Format Peta Bidang Tanah untuk
klarifikasi pada Lampiran 11a dan Lampiran 11b.

9. Revisi PBT setelah Pengumuman


 Jika terdapat sanggahan/keberatan terhadap
bidang tanah hasil pengukuran dan atau pemetaan
harus diverifikasi oleh Panitia Ajudikasi.
 Sanggahan/keberatan tersebut dapat berupa letak,
bentuk, batas, luas bidang tanah, nama subyek
maupun informasi lainnya yang tercantum.
 Keberatan disampaikan secara tertulis dari yang
bersangkutan atau kuasanya kepada Panitia
Ajudikasi.

34
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

 Apabila terdapat perubahan bentuk, letak, luas


bidang tanah, perubahan nama pemilik, atau NIB,
maka perbaikan Peta Bidang Tanah cukup dicoret
hal-hal yang diperbaiki dan diparaf (disertai tanggal)
oleh Ketua Panitia/Waka Puldasik, dan Peta Bidang
Tanah harus dicetak kembali.

10. Pencetakan Surat Ukur


 Surat Ukur adalah
dokumen yang
memuat data fisik
Informasi nomor Gambar Ukur
suatu bidang tanah disajikan pada kolom lain-lain di
dalam bentuk peta Surat Ukur
dan uraian. Surat
Ukur dapat berupa kutipan/salinan gambar bidang
tanah dari Peta Pendaftaran atau dari Peta Bidang
Tanah.
 Surat Ukur yang dimaksud menyajikan informasi
tekstual tentang lokasi bidang tanah dan informasi
geografis tentang bidang tanah tersebut.
 Pembuatan Surat Ukur dilakukan secara digital
dengan menggunakan Aplikasi KKP.
 Surat Ukur ditandatangani oleh Wakil ketua Bidang
Fisik atas nama Kasi Infrastruktur Pertanahan Wakil
Ketua Bidang Fisik (Lampiran 12).
 Untuk pelaksana oleh Pihak Ketiga, pada kolom
Penunjukkan dan Penetapan Batas, supaya ditulis
Nama SKB dan Nomor Lisensinya.
 Pembuatan Surat Ukur dapat dilakukan setelah Peta
Bidang Tanah dicetak.
 Penyesuaian tanggal pada Surat Ukur, antara lain :
tanggal penomoran Surat Ukur sama dengan
tanggal pembuatan nomor Surat Ukur, tanggal Surat
Ukur sama dengan tanggal DI 307, dan tanggal Surat
Ukur untuk Sertipikat sama dengan tanggal DI 208.

35
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

11. Penyerahan Output Kegiatan


Output kegiatan selain digunakan sebagai data
pendukung pencairan keuangan, juga sebagai
arsip/warkah yang secara bertahap diserahkan kepada
Kantor Pertanahan dalam bentuk softcopy (CD) maupun
hardcopy, yaitu :

a) Kegiatan Pengukuran
- Gambar Ukur. Untuk pekerjaan oleh Pihak ketiga,
sebelum diserahkan Gambar Ukur di-scan dan
dicetak dan diberi stempel seperti contoh di
bawah. Print out GU merupakan minute dan
menjadi bagian dari protokol KJSKB yang
bersangkutan.

Gambar 7. Stempel Peta Bidang Tanah arsip


Pihak ketiga
b) Kegiatan Pemetaan :
- Daftar Tanah (DI 203 PTSL), untuk semua bidang
tanah terukur/ terpetakan, dalam semua kategori
bidang tanah.
- Peta Bidang Tanah Klarifikasi
- Peta Bidang Tanah (DI 201C untuk PTSL)
c) Untuk bidang tanah K4 dilengkapi dengan rekapitulasi
kualitas data bidang tanah terdaftar sebelum dan
sesudah dilakukan pengumuman.

d) Laporan (khusus untuk pelaksanaan oleh Pihak Ketiga)


- Laporan awal
- Laporan bulanan
- Laporan akhir

36
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Sebagai data pendukung untuk keperluan pencairan


keuangan, data-data realisasi bidang-bidang tanah
yang diunduh dari KKP.

Penyerahan hasil tersebut disertai dengan Berita Acara


yang sebelumnya telah dilakukan supervisi seperti contoh
terlampir (Lampiran 13).

37
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

III. MONITORING EVALUASI DAN KENDALI MUTU


Kendali Mutu kegiatan PTSL dilakukan untuk memastikan setiap
tahapan kegiatan dapat berjalan sesuai dengan Petunjuk Teknis
Pengukuran PTSL. Evaluasi yang rutin dan berkesinambungan
diperlukan agar kesalahan/penyimpangan dapat diperbaiki, sehingga
output setiap tahapan kegiatan memenuhi standar keluaran baik
kuantitas maupun kualitasnya.
Secara garis besar mekanisme kendali mutu kegiatan pengukuran dan
atau pemetaan PTSL digambarkan pada diagram berikut :

Gambar 8. Diagram Kendali Mutu & Monev PTSL

Kendali Mutu dilakukan oleh SKB dan atau ASN terhadap setiap
tahapan kegiatan Pelaksanaan dan pada output/produk yang
dihasilkan. Kendali Mutu terhadap tahap kegiatan dilakukan oleh
Kantor Pertanahan, Kantor Wilayah dan atau Kementerian ATR/BPN.
Kendali Mutu dilakukan terhadap data fisik dan data elektronik.
Kendali Mutu terhadap output berupa GU dan PBT data elektronik
berdasarkan data pada Aplikasi KKP yang mencerminkan data fisik.
Secara detil kegiatan kendali mutu pengukuran dan pemetaan
sistematis lengkap meliputi:

1. Kendali Mutu Kegiatan Persiapan


a. Pengecekan kelengkapan administrasi mulai dari penyiapan
jadwal pengukuran, surat tugas petugas ukur/Surveyor
Kadastral Berlisensi.

38
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

b. Pengecekan penggunaan peta dasar pendaftaran atau peta


kerja.
c. Pengecekan bahwa basecamp terletak di lokasi PTSL.
d. Pengecekan peralatan pengukuran sesuai dengan spesifikasi
teknis.
e. Pengecekan metode pengukuran bidang tanah per tim
pengukuran.

2. Kendali Mutu Pengukuran dan Penggambaran


a. Pengukuran bidang tanah
1) Memastikan bahwa Identifikasi dan deliniasi dilakukan
dengan memeriksa hasil deliniasi di atas peta kerja yang
dibawa ke lapangan. Peta kerja harus memuat garis
deliniasi dan informasi nama pemohon.
2) Pengecekan secara sampling pemasangan tanda batas
di lapangan.
b. Penggambaran bidang tanah
1) Memastikan proses penggambaran bidang tanah sampai
proses topologi.
2) Memastikan layer-layer sesuai standar
3) Setiap bidang tanah harus mempunyai koordinat dengan
sistem koordinat nasional TM3° (geo-reference)
4) Memastikan informasi (bentuk, ukuran, luasan) bidang
tanah pada Peta digital sesuai dengan Gambar Ukur, Peta
Kerja Digital dan GeoKKP
5) Kontrol bidang tanah hasil pengukuran dan
penggambaran dengan cara meng-overlay-kan dengan
data KKP, kawasan hutan RTRW, data lainnya.
6) Untuk bidang tanah yang masih belum benar harus diberi
catatan dan tidak boleh dilanjutkan ke proses pemetaan
(tidak lolos Kendali Mutu)
c. Memastikan terkumpul bukti identitas (Fotokopi KTP/Paspor/KK)
subjek bidang tanah, kemudian data tersebut harus terentri
dalam KKP.

3. Kendali Mutu Pemetaan dan Validasi Data KKP


a. Memastikan bahwa bidang tanah ter-plot dengan benar
pada Aplikasi KKP;

39
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

b. Penerbitan NIB sebagai hasil plotting bidang tanah pada


Aplikasi KKP;
c. Memastikan NIB telah tercatat pada Gambar Ukur;
d. Memastikan bidang tanah sudah link dengan nomor berkas/
data tekstual pada KKP.

4. Kendali Mutu Produk Pengukuran dan Pemetaan


a. Memastikan informasi yang terdapat dalam Gambar ukur
sesuai dengan ketentuan dalam Petunjuk Teknis Pengukuran
dan Pemetaan Bidang Tanah Sistematik Lengkap.
b. Memastikan bahwa data lapangan tersaji sesuai dengan
kondisi di lapangan.
c. Memastikan bahwa Peta Bidang Tanah sesuai dengan
Petunjuk Teknis Pengukuran Bidang Tanah Sistematik Lengkap
dalam hal : material/bahan, layout, isi dan informasi di
dalamnya.
d. Peta Bidang Tanah telah menggambarkan seluruh bidang
tanah pada satuan wilayah yang telah ditentukan.
e. Validasi terhadap hasil entri data berkas permohonan
pengukuran dan data tekstual serta data spasial hasil
penggambaran bidang tanah
f. Memastikan bahwa Daftar Tanah dicetak dan menjadi
lampiran Peta Bidang Tanah.

Hasil pelaksanaan kendali mutu di dokumentasikan dalam form


sebagaimana tercantum pada Lampiran 14.

IV. PENUTUP
Petunjuk teknis ini merupakan panduan, pedoman bagi semua pihak
(pelaksana, pengawas, pemeriksa) dalam memastikan apakah
prosedur setiap tahap tahap kegiatan dilaksanakan dengan benar.
Output yang diperoleh dengan mekanisme dan tahap yang tidak
benar berdampak pada kualitas dan sangat berpotensi cacat
administrasi, bahkan cacat yuridis.

40
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Lampiran 1
Alur Pelaksanaan Kegiatan Pengukuran dan Pemetaan

41
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Lampiran 2
Contoh Inventarisasi Data untuk Penetapan Lokasi

Inventarisasi Data Bidang Tanah untuk Perencanaan Lokasi PTSL 2019 (Contoh)
Kabupaten Mantang
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Lampiran 3 : Contoh Unduh Data GeoKKP


Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019
Lampiran 4
Contoh Unduh Data KKP Daftar Tanah dan Kualitas Data

Lampiran 4a :
Contoh Unduh Data Daftar Tanah dari KKP

DAFTAR TANAH
KABUPATEN PURWAKARTA
KECAMATAN KIARA PEDES

NIB Desa Surat Ukur Hak Luas


242 Taringgul Landeuh SU.00107/2017 M.245 715,0
234 Taringgul Landeuh SU.00103/2015 M.243 131,0
233 Taringgul Landeuh SU.00102/2015 M.242 96,0
173 Taringgul Landeuh SU.00041/2014 M.161 110,0
214 Taringgul Landeuh SU.00082/2014 M.143 730,0
132 Taringgul Landeuh SU.00101/2014 M.240 1942,0
193 Taringgul Landeuh SU.00061/2014 M.218 646,0
227 Taringgul Landeuh SU.00095/2014 M.228 89,0
136 Taringgul Landeuh SU.00004/2014 M.193 1636,0
139 Taringgul Landeuh SU.00007/2014 M.216 477,0
140 Taringgul Landeuh SU.00008/2014 M.149 550,0

44
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Lampiran 4b : Contoh Daftar Kualitas Data Bidang Tanah

DAFTAR KUALITAS DATA BIDANG TANAH


KABUPATEN PURWAKARTA
KECAMATAN KIARA PEDES
KELURAHAN TARINGGUL LANDEUH

NIB Desa Surat Ukur Hak Luas KW


242 Taringgul Landeuh SU.00107/2017 M.245 715,0 KW2
234 Taringgul Landeuh SU.00103/2015 M.243 131,0 KW2
233 Taringgul Landeuh SU.00102/2015 M.242 96,0 KW2
173 Taringgul Landeuh SU.00041/2014 M.161 110,0 KW2
214 Taringgul Landeuh SU.00082/2014 M.143 730,0 KW2
132 Taringgul Landeuh SU.00101/2014 M.240 1942,0 KW1
193 Taringgul Landeuh SU.00061/2014 M.218 646,0 KW2
227 Taringgul Landeuh SU.00095/2014 M.228 89,0 KW1
136 Taringgul Landeuh SU.00004/2014 M.193 1636,0 KW2
139 Taringgul Landeuh SU.00007/2014 M.216 477,0 KW2
140 Taringgul Landeuh SU.00008/2014 M.149 550,0 KW2

45
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Lampiran 5 : Contoh Tanda Terima Data KKP

TANDA TERIMA
DATA FISIK KEGIATAN PENGUKURAN DAN PEMETAAN PENDAFTARAN TANAH
SISTEMATIK LENGKAP (PTSL)

NOMOR :

Pada hari ini, ………... tanggal ….. bulan ………….. tahun …….… (….-
….-……), yang bertanda tangan dibawah ini :

1. ……………………… : (Pejabat Struktural Kantor Pertanahan)


yang selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

2. ……………………… : Satgas Fisik (ASN/SKB/KJSKB/


Badan Hukum Perseroan)
yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

Kedua belah pihak dengan ini menerangkan hal-hal sebagaimana


dijelaskan dalam pasal-pasal berikut ini :
Pasal 1
PIHAK PERTAMA telah menyerahkan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA
menyatakan telah menerima dari PIHAK PERTAMA seluruh data-data
kelengkapan bidang tanah terdaftar dengan perincian sesuai dengan
lampiran yang menjadi satu kesatuan dengan Berita Acara ini.
Pasal 2
(1) PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh terhadap data yang diperoleh
dari PIHAK PERTAMA.
(2) PIHAK KEDUA tidak akan memberikan data kepada pihak lain dan
menjaga kerahasiaan data yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA.
(3) PIHAK KEDUA bersedia menerima sanksi baik perdata maupun pidana
apabila menyalahgunakan data tersebut.

46
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Pasal 3
PIHAK KEDUA berkewajiban untuk menginformasikan dan menyerahkan data
bidang tanah terdaftar beserta dokumen pendukungnya yang diperoleh di
lapangan di luar data yang diperoleh pada pasal 1 kepada PIHAK PERTAMA,
untuk selanjutnya diteliti oleh PIHAK PERTAMA

Demikian Berita Acara ini dibuat agar dipergunakan sebagaimana mestinya.

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA


....................................... .......................................

....................................... .......................................

47
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

LAMPIRAN BERITA ACARA SERAH TERIMA DATA FISIK KEGIATAN PENGUKURAN


DAN PEMETAAN PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIK LENGKAP (PTSL)
BERITA ACARA SERAH TERIMA NOMOR :

Desa Daftar
Peta Daftar
No Kecamatan / Peta Kerja Copy SU BT/SU/GU
Bidang Tanah
Kel Fisik
s s s s s
h ….. lb h ….. lb h ….. lb h ….. lb h ….. lb

s s s s s
h ….. lb h ….. lb h ….. lb h ….. lb h ….. lb

s s s s s
h ….. lb h ….. lb h ….. lb h ….. lb h ….. lb

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA


....................................... .......................................

....................................... .......................................

48
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Lampiran 6 : Contoh Surat Pernyataan Tidak Menyalahgunakan Data

SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini,

Nama :
Jabatan : Surveyor Kadaster Berlisensi/ Asisten
Surveyor Kadaster Berlisensi*)
Nomor Lisensi :
Nomor Penugasan :
Lokasi Penugasan :

Menyatakan bahwa :

1. Bertanggungjawab penuh dan menjaga kerahasiaan serta tidak


menyebarluaskan terhadap data-data bidang tanah yang diberikan
kepada saya.
2. Menggunakan data tersebut semata-mata untuk kegiatan Satgas Fisik
pada Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) di lokasi
penugasan.
3. Jika terjadi penyalahgunaan data untuk keperluan lain, saya bersedia
memberikan klarifikasi dan keterangan lain yang diperlukan, serta
menerima sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Demikian Surat Pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya untuk


dapat digunakan sebagaimana mestinya.

*) coret yang tidak perlu

...………………………., ……………………..
Yang Membuat Pernyataan,

Materai Rp. 6000

(Nama SKB/ASKB)
Nomor Lisensi ………….…

49
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Lampiran 7 : Diagram Alir Pembaruan Data Bidang Tanah Terdaftar (K4)


Download Data
KKP/GeoKKP
KKP

Belum Terpetakan

Sertipikat Tidak Ada Sertipikat Ada GS/


GS SU

BT/SU/Peta Dasar Inventarisasi &


Pendaftaran Koordinasi

Cek Lapangan

Bidang Tidak Subyek Tidak


Bidang Ditemukan
Ditemukan Ditemukan

Tidak Tumpang Tidak Dapat


Tumpang Tindih
Tindih Dikonfirmasi

Mediasi
Penelitian
Lanjutan

Tidak Sepakat Sepakat

Pengukuran Ulang

BA Pengukuran
Ulang

Berita Acara

Plot & Valid

Tercatat &
Ter-update

50
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Lampiran 8 : Diagram Alir PTSL (A)

51
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019
Lampiran 9 : Diagram Alir PTSL (B)

52
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Lampiran 10. Contoh Gambar Ukur


Lampiran 10a) Contoh Penulisan Cover Album Gambar Ukur

53
Lampiran 10b)
Petunjuk Contoh
Teknis Gambar
PTSL Tahun 2019 Ukur (DI 107) PTSL – Metode Teristris
Lampiran 10b1 : Contoh Gambar Ukur (DI 107) PTSL – (Hal 1)

54
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Lampiran 10b2 : Contoh Gambar Ukur (DI 107) PTSL - (Hal 2)

55
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019
Lampiran 10b3 :
Contoh Kartiran Gambar Ukur (DI 107) PTSL - (Hal 3)

56
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Lampiran 10b4 : Contoh Daftar Data Lapangan


Gambar Ukur (DI 107) PTSL - (Hal 4)

57
10c) Petunjuk
ContohTeknis
Gambar Ukur2019
PTSL Tahun (DI 107) PTSL –
Metode Fotogrametri
Lampiran 10c1 : Contoh Gambar Ukur (DI 107) PTSL - (Hal 1)

58
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019
Lampiran 10c2 :
Contoh Identifikasi dan Penetapan Bidang Tanah Peta Kerja Foto
Udara/CSRT

59
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Contoh Pengukuran Suplesi PTSL

60
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019
Lampiran 10c3 :
Contoh Kartiran
Gambar Ukur (DI 107) PTSL - (Hal 3)

61
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Lampiran 10c4 :
Contoh Daftar Data Lapangan Gambar Ukur (DI 107) PTSL - (Hal 4)

62
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Lampiran 10d) : Contoh penyajian data lapangan menggunakan


peta kerja dengan alat ukur elektronis (data mentah disertakan)

63
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Lampiran 10e) : Contoh print-out penyajian data lapangan dari


peralatan elektronik GPS (Geodetik, RTK, CORS)

64
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Lampiran 10f) Contoh GU hasil Perbaikan Kendali Mutu


(hasil revisi bidang tanah yang tidak lolos Kendali Mutu)
Lampiran 10f1 : Contoh Revisi Gambar Ukur (DI 107) PTSL - Hal 2

65
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Lampiran 10f2 :
Contoh Revisi Kartiran Gambar Ukur (DI 107) PTSL - Hal 3

66
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Lampiran 10g : Tata Cara Pengisian Gambar Ukur

Tata Cara Pembuatan Gambar Ukur

HALAMAN 1
 Nama Kabupaten/Kota : sudah jelas
 Nomor Gambar Ukur :
- Untuk Gambar Ukur ASN dan swakelola : diberikan nomor
dengan format nomor dan tahun;
- Untuk Gambar Ukur SKB : diberikan nomor dengan format
nomor lisensi / nomor / tahun.
I. Penomoran, ditulis nomor yang terkecil sampai dengan nomor yang
tertinggi dalam satu GU.
a. Nomor Urut Bidang (NUB), ditulis urutan nomor bidang-bidang
yang terukur
b. Nomor Berkas, jika sebelum ke lapangan sudah melakukan
booking nomor berkas dari KKP, ditulis nomor terendah sampai
dengan nomor tertinggi pada bidang-bidang tanah yang
terukur dalam satu GU, misalnya 3104/2017 sd 3113/2017.
c. NIB, diperoleh setelah proses integrasi dari dari KKP, ditulis nomor
terendah s/d tertinggi pada bidang-bidang tanah yang
terpetakan, misalnya 00086, 00245 sd 00253.
Pemberian nomor-nomor di atas sesuai dengan tahap kegiatan
dalam seluruh proses pengukuran dan pemetaan bidang.
II. Lokasi, ditulis data lapangan lokasi wilayah bidang-bidang tanah
terukur dan lembar-lembar peta bidang-bidang tersebut
dipetakan/diidentifikasi.
a. Kecamatan, sudah jelas
b. Desa/Kelurahan atau nama lokal yang identik dengan nama
desa/kelurahan, sudah jelas.
c. Nomor Peta Pendaftaran, ditulis zone TM3o letak-letak bidang
tanah terukur.
d. Nomor Peta Kerja, digunakan untuk GU yang berasal dari
citra(CSRT), ditulis nomor sesuai dengan jumlah lembar peta
kerja yang digunakan dalam satu wilayah tersebut.
III. Tanda Batas dan Informasi Bidang, data lapangan yang digunakan
sebagai informasi yuridis dalam pemetaan dan pengembalian batas
(jika terjadi sengketa batas dikemudian hari). Karena informasi yang
dibutuhkan dalam bidang per bidang, secara rinci disiapkan tabel
per bidang untuk diisi data lapangan.
IV. Keterangan Pengukuran, untuk memastikan petugas pelaksana
yang melakukan pengukuran dengan peralatan yang digunakan.
a. Nama Petugas Lapangan, sudah jelas.

67
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

b. Status, dipilih petugas (ASN) atau SKB, baik perorangan


maupun firma.
c. Nama KSKB atau Perusahan yang telah ditugaskan oleh
KATR/BPN.
d. NIP/Nomor Lisensi, supaya ditulis Nomor Identitas Pegawai
atau nomor lisensi SKB yang bertugas.
e. Nomor dan tanggal Surat Tugas, sudah jelas
f. Alat ukur yang digunakan, dipilih sesuai yang digunakan, bisa
dipilih lebih dari satu.
V. Sket Lokasi, menunjukan gambaran lokasi bidang tanah terukur
terhadap lokasi sekitar yang memudahkan untuk identifikasi dan
pengembalian batas, misalnya kantor-kantor pelayanan publik,
tempat-tempat ibadah dan lain-lain.

HALAMAN 2
 Halaman kedua merupakan data lapangan yang diambil dari
pelaksanaan pengukuran, identifikasi, penggambaran dan pencatatan
pada DI 107 atau peta kerja dari peta foto. Karena outputnya data
lapangan, maka penyajian data spasialnya baik itu berupa bidang
tanah, situasi sekitar maupun angka ukurnya menggunakan tulisan
tangan.
 Untuk pengambilan data menggunakan alat ukur elektronik sehingga
data tersimpan dalam bentuk file dijital, print-out data mentah (raw
data) dan data hitungan harus dilampirkan dan menjadi bagian yang
tak terpisahkan dari GU tersebut.
 Mencantumkan arah utara pada sisi atas
 Untuk memudahkan koordinasi dan penyimpanan data, pembuatannya
per blok/RT/RW
 Dibuat pada saat di lapangan berdasarkan urutan bidang yang terukur.
 Pemberian NUB/NomorBerkas pada bidang-bidang terukur/teridentifikasi
per GU, dimulaidari bidang yang terletak di sisi utara barat, menuju ke
arah timur, mengikuti pola spiral. Untuk bidang-bidang tanah
bersertipikat dicantumkan jenis dan Nomor Hak serta NIB nya.
 Untuk bidang-bidang bersertipikat, identifikasi bidang dilakukan dengan
memastikan salah satu atau lebih batas bidang. Memastikan batas
bidang (stake-out) dengan mengidentifikasi bidang-bidang sekitarnya.
 Penulisan angka ukur mengikuti ketentuan sebagai berikut :
- Angka ukuran ditulis tangan (bukan komputer) menggunakan tinta
warna biru apabila angka ukuran diperoleh dari deliniasi Peta Citra
Resolusi Tinggi (CSRT) dan atau Foto Udara

68
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

- Angka ukuran ditulis tangan (bukan komputer) menggunakan tinta


warna hitam apabila angka ukuran diperoleh dari pengukuran di
lapangan.
- Penulisan angka ukuran menggunakan tinta yang tidak mudah
luntur
 Nomor-nomor titik batas bidang tanah sebagai titik sasaran alat ukur
dicantumkan pada batas bidang yang dibidik.
 Hal yang sama untuk titik-titik bantu pengukuran poligon, jika ada.
 Toponimi yang perlu dicantumkan antara lain nama jalan, nama blok,
nama sungai/saluran, nama-nama kantor pelayanan publik, bangunan-
bangunan penting (gardu listrik, tower) dan lain-lain.
 Penggunaan peta foto sebagai GU (pengganti DI 107 halaman 2 ) untuk
identifikasi bidang-bidang tanah yang akan diukur supaya
memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Prik pada titik-titik batas bidang tanah;
2. Mengukur minimal satu sisi bidang tanah;
3. Menghubungkan antar titik titik sehingga membentuk sisi bidang
tanah. Garis yang menghubungkan antar titik batas menggunakan
tinta berwarna merah yang tidak mudah luntur;
 Untuk batas-batas bidang yang belum ditetapkan, penggambaran garis
ukur berupa strip-strip.

HALAMAN 3
 Halaman ketiga merupakan proses pengolahan dan penyajian data
lapangan, sehingga data dan informasi yang tersaji merupakan print-
out komputer.
- Arah utara di sisi atas dengan skala
- Grid beserta koordinat TM-3 ° disesuaikan dengan lokasi bidang-
bidang tanah yang terpetakan
- Koordinat TM-3° pada satu-dua titik batas batas bidang
 Batas-batas bidang yang belum ditetapkan, pencetakan panjangan
sisinya berupa strip-strip. Sehingga luas yang diperoleh belum fix
(perkiraan).
 Angka hitung hasil pengkartiran tercetak pada sisi-sisi bidang dengan
warna biru (jika diperoleh dari deliniasi peta foto) atau warna hitam (jika
dari pengukuran lapangan).
 Pada setiap bidang tanah tercantum NUBdan luas (m2), sedangkan
bidang bersertipikat disertakan juga Nomor Hak.
 Toponimi yang tercantum pada sket data lapangan (GU halaman 2).
 Kolom persetujuan supervisi, dengan menyajikan informasi bidang-
bidang tanah yang disetujui untuk diterbitkan PBT dan yang tidak
disetujui (perlu direvisi).

69
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

HALAMAN 4
 Berisi hasil pendataan/ identifikasi lapangan, yaitu nama pemohon atau
pemilik tanah (beserta No.KTP), alamat tanahnya, tanda batas, dan
keadaan tanahnya.
 Pada kolom terakhir harus ditanda tangani persetujuan batas setiap
pemohon/pemiliktanah, untuk batas-batas bidang tanah yang belum
ditetapkan pada kolom tersebut diberikan informasi “BatasBelum
Ditetapkan”
Untuk bidang tanah bersertipikat, pada kolom NUB dicantumkan juga jenis
nomor sertipikatnya.

70
Lampiran 11 : Contoh Peta Bidang Tanah Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019
Lampiran 11a : Contoh Format PBT dalam Rangka Klarifikasi untuk PTSL Satgas Fisik ASN/Swakeloka

71
Lampiran
Petunjuk Teknis 11
PTSL: Tahun
Contoh2019Peta Bidang Tanah
Lampiran 11b : Contoh Format PBT dalam Rangka Klarifikasi untuk PTSL Satgas Fisik PT/KJSKB

72
Lampiran 11 : Contoh Peta Bidang Tanah Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019
Lampiran 11b : Contoh Format PBT untuk PTSL Satgas Fisik ASN/Swakelola

73
Lampiran
Petunjuk Teknis 11
PTSL: Tahun
Contoh2019Peta Bidang Tanah
Lampiran 11b : Contoh Format PBT untuk PTSL Satgas Fisik PT/KJSKB

74
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019
Lampiran 12
Blangko Surat Ukur PTSL (Hal 4)

75
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Lampiran 13
Contoh Berita Acara Serah Terima Produk Satgas Fisik PTSL

BERITA ACARA
BERITA ACARA SERAH TERIMA PRODUK SATGAS FISIK PTSL
NOMOR :

Pada hari ini, ………... tanggal ….. bulan ………….. tahun …….…
(….-….-……), yang bertanda tangan dibawah ini :

1. ……………………… : Satgas Fisik (ASN/SKB/KJSKB/ Badan Hukum


Perseroan) yang selanjutnya disebut
PIHAK PERTAMA.

2. ……………………… : Panitia Ajudikasi yang selanjutnya disebut PIHAK


KEDUA.

Kedua belah pihak dengan ini menerangkan hal-hal sebagaimana


dijelaskan dalam pasal-pasal berikut ini :
Pasal 1
PIHAK PERTAMA telah menyerahkan kepada PIHAK KEDUA, dan PIHAK
KEDUA menyatakan telah menerima dari PIHAK PERTAMA seluruh hasil
kegiatan pengukuran dan atau pemetaan kegiatan PTSL dengan perincian
sesuai dengan lampiran yang menjadi satu kesatuan dengan Berita Acara
ini.

Pasal 2
Sampai dengan ditandatanganinya Berita Acara ini, PIHAK PERTAMA dan
PIHAK KEDUA tidak bertanggungjawab apabila di kemudian hari terdapat
permasalahan/klaim/tuntutan terhadap hasil pekerjaan pengukuran dan
atau pemetaan ini.

Demikian Berita Acara ini dibuat agar dipergunakan sebagaimana


mestinya.

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

....................................... Diana Wisnu Wardani, S.T., M.T.


NIP. 198207142006042004

76
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

BERITA ACARA SERAH TERIMA PRODUK SATGAS FISIK PTSL

Pada hari ini, ………………. tanggal ……………….………………., Pihak Pertama menyerahkan sejumlah produk
pengukuran dan Pemetaan Bidang Tanah (data bidang tanah) kegiatan PTSL kepada Pihak Kedua.
Data tersebut meliputi :
No Kecamatan Desa/kel Peta Kerja GU Daftar Tanah PBT Peta Indeks Peta Dasar
Pendaftaran Pendaftaran

s s s s s s
h ….. lb h ….. lb h ….. lb h ….. lb h ….. lb

s s s s s s
h ….. lb h ….. lb h ….. lb h ….. lb h ….. lb

s s s s s s
h ….. lb h ….. lb h ….. lb h ….. lb h ….. lb

Catatan Beri tanda  pada  yang tersedia, S = softcopy, h= hardcopy, lb= lembar

Demikian Berita Acara ini dipergunakan untuk sebagaimana mestinya.

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA,


SKB/KJSKB/PT KANTOR PERTANAHAN
…………………………………... KABUPATEN PURWAKARTA

(…………………………………………..) Diana Wisnu Wardani, S.T., M.T.


NIP. 198207142006042004
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Lampiran 14
Form Kendali Mutu (Monitoring dan Evaluasi ) PTSL

Form Kendali Mutu

Kabupaten/Kota :
Petugas Monitoring :

A. Persiapan Kegiatan
1. Apakah sudah terbentuk Tim Ajudikasi ? (Lampirkan SK Tim !)
 Sudah  Belum

2. Apakah sudah terbit SK Penetapan Lokasi PTSL ?


 Sudah  Belum
Jumlah Kecamatan : ………………
Jumlah desa/kelurahan : ………………
Luas Wilayah (m2) : ………………
(Lampirkan SK Penetapan Lokasi !)

3. Apakah sudah ada penyuluhan ke lokasi PTSL ?


 Sudah  Belum
(Lampirkan dokumentasi, jadwal penyuluhan, jumlah peserta !) …… desa

4. Apakah sudah dibuat draft POK ? Lampirkan !


 Sudah  Belum
Apakah sudah dibuat Time Schedule Pekerjaan ? Lampirkan !
 Sudah  Belum

5. Apakah sudah survei basecamp ? Dimana ? (difoto dgn geotagging)


 Sudah Belum
Lokasi Basecamp:............................................................
6. Bagaimana persiapan belanja bahan & mobilisasi ? UM atau LS ?
 Sudah  Belum
 UM
 LS
7. Apakah sudah melakukan konsolidasi dengan SKB
 Sudah  Belum
yang sudah ditetapkan Kanwil ?

78
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

8. Apakah sudah dibuat jadwal kegiatan detil ?


 Sudah  Belum
Waktu, nama2 petugas dan vol. target serta peralatannya per desa/kel ?

9. Apakah sudah download bidang tanah pada GeoKKP ? Lampirkan !


 Sudah  Belum
i. Bidang Tanah Terdaftar
- Sudah Terpetakan Valid …….. bidang tanah
- Terpetakan Belum valid …….. bidang tanah
- Belum Terpetakan …….. bidang tanah
ii. Bidang Tanah Belum Terdaftar …….. bidang tanah

10. Alat Ukur yg digunakan


i. Pita Ukur …………. buah
ii. Distometer …………. buah
iii. Theodolite …………. buah
iv. Total Station …………. buah
v. GPS Geodetik …………. buah
vi. GNSS CORS …………. buah
11. Apakah sudah mencetak peta kerja ? (peta kerja difoto)
 Sudah  Belum
Berapa jumlah lembar peta kerja ? ..... Lembar
Apakah sudah diberi label ?  Sudah  Belum
a. Ukuran :  Ukuran A0  Ukuran A3
 cetak di DI107
b. Bahan peta kerja :  Kertas foto Kertas Manila  Kertas biasa
c. Asal :  Peta Foto Peta Citra Raw Data
 CSRT  lainnya....
d. Skala :
e. Tahun pembuatan :
f. Jumlah Lembar :
g. Kualitas peta kerja :
 Baik/clear, bisa diidentifikasi dengan jelas
 Buram, yang bisa diidentifikasi hanya  sawah  darat
 kebun ...tidak ada
 Tidak bisa diidentifikasi, dilakukan pengukuran teristris
 Daftar koordinat ICP (lampirkan foto ICP dengan geotagging!)

79
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

12. Apakah sudah inventarisasi BT/SU/GU ? (Lampirkan daftarnya !)


Buku tanah?  Sudah  Belum
Surat Ukur?  Sudah  Belum
Gambar Ukur?  Sudah  Belum

13. Apakah data tsb (12) sudah di copy ? (Lampirkan contoh!)


 Sudah  Belum

14. Apakah sudah mencetak DI 107 (Format PTSL) ?


 Sudah  Belum
Berapa jumlah yang dicetak ? .....lembar

15. Apakah ada daftar nama/id peserta PTSL? (Lampirkan daftarnya!)


 Sudah  Belum

16. Apakah petugas pelaksana sudah punya akun/user name Aplikasi KKP ?
 Sudah  Belum

17. Apakah entri data sudah dilaksanakan ?


 Sudah  Belum

B. Pelaksanaan Kegiatan di Lapangan


1. Bagaimana partisipasi masyarakat (peserta) desa dalam menunjukan
batas ?
 >80% hadir  50-80 hadir  <50% hadir

2. Apa alasan ketidakhadiran peserta dalam menunjukkan batas ?


 Tidak bertempat tinggal di tempat ± …... %
 Bekerja di luar wilayah desa ± ... %
 Tidak berminat ± ..... %
 Tidak tau pemiliknya ....... %
 Tidak tahu ± ..... %

3. Base camp :
a. Dimana ?
 di salah satu ruang kantor Desa  di rumah penduduk  tidak ada

80
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

b. Perlengkapan yang ada :


 Meja kerja ... buah Kursi .... buah
 Kamar mandi  Kamar istirahat
 Listrik .......... VA
 Modem
 Sinyal hp/internet, tingkat statusnya :  kuat  lemah  tidak tentu
 Operator yang bagus sinyalnya : ................
 Komputer/notebook ... unit  Printer ..... unit

c. Penjaga basecamp :  Ada ...orang  Tidak ada


d. Petugas Administrasi :  Tidak ada  Ada ...... orang,
Nama : ................ Hp .................

4. Metoda pengukuran yang dilakukan


 teristris  fotogramteris  pengamatan satelit (CORS)  kombinasi

5. Apakah peta kerja sudah dideliniasi? (Lampirkan contoh fotonya!)


 Sudah  Belum

6. Apakah setiap pengukuran bidang tanah ada foto geotagging?


 Sudah  Belum
(Lampirkan contoh!)

7. Apakah ploting bidang tanah pada Peta Dasar sesuai?


 Sudah  Belum
(Lampirkan screenshot!)

8. Apakah sudah dilakukan topology dan standar layer?


 Sudah  Belum

C. Produk Pengukuran dan Pemetaan


1.Apakah sudah mencetak Peta Bidang Tanah ? (Lampirkan contoh!)
 Sudah  Belum
Berapa jumlah yang dicetak ? .....lembar

2. Apakah sudah mencetak DI203 ? (Lampirkan daftarnya!)


 Sudah  Belum

81
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

D. DIM selama pelaksanaan pekerjaan


Teknis :
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………...

Non teknis :
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………

E. Realisasi Kegiatan

TIM ......... TIM ………


No Kegiatan
ASK1... ASK2... ASK3... ASK1... ASK2... ASK3...
1 Deliniasi
2 Pengukuran
Ikatan
3 Pengukuran
Bidang
4 Tanda
Tangan
5 Kartir
6 Pemetaan
7 Import
8 PBT
9 SU

Target : Bidang terdaftar : ………… Belum terdaftar :....................

82
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

F. Catatan

…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………

Petugas Monitoring

………………………….…

83
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

Lampiran 15

Form Petunjuk Pelaksanaan Kendali Mutu

Petunjuk Tata Cara Melaksanakan Kendali Mutu

1. Materi (output/produk) yang harus dilakukan Kendali Mutu :


a. Gambar Ukur (data hardcopy)
b. Bidang Tanah Terpetakan (digital)
2. Cek-list pelaksanaan Kendali Mutu :
a. Gambar Ukur
1) Kelengkapan GU antara lain :
 Surat Tugas
 Peta Kerja yang berfungsi sebagai GU halaman 2, data hitungan
koordinat/poligon,
 Daftar lembar informasi bidang tanah & tanda tangan penunjuk
batas (jika pada GU halaman 4 tidak tercantum)
 Surat kuasa penunjukan batas

2) Apakah semua data yang tersedia GU halaman 1 sudah terisi


semua ?
 Nomor GU  NUB  Nomor Berkas
 NIB  Nama Kecamatan  Nama Desa/Kel.
 Nomor Peta Dasar Nomor Peta Kerja
 Nama Petugas Lapangan Tanda TanganStatus
 NIP/No.Lisensi  Nama KJSKB  Nomor/Tgl.Surat Tugas
 Alat Ukur yang digunakan  Gambar Denah Lokasi

3) Tata Cara Pengambilan Data Lapangan


(disesuaikan dengan metoda-nya)
 Metoda Pengambilan Data  Penggambaran Sket Bidang
Tanah
 Penulisan Angka Ukur  Kelengkapan Toponimi
 Penulisan Titik-titik Ikatan  Penulisan Titik-titik Batas Bidang
 Status Panunjukan Batas  Arah Utara
 Lampiran Hitungan Poligon  Lampiran Data Mentah
 Penulisan NUB/No.Berkas

84
Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2019

4) Tata cara pengkartiran


 Arah Utara  Angka Skala
 Status Batas Bidang  Angka hitung sisi-sisi Bidang Tanah
 Pencantuman No.Hak/NIB  Kelengkapan Toponimi
 Kontrol Hitungan Luas
5) Kelengkapan informasi bidang tanah & Penandatangan GU
 Informasi per Bidang  Penandatangan per Bidang,
kecuali bid. bersertipikat
 Luas per Bidang

b. Bidang Tanah (softcopy) :


1) Kesesuaian Bidang Tanah pada Peta Dasar dengan GU
(Jumlah semua bidang terpetakan, bentuk dan posisi bidang per
bidang)
2) Topology dan standar layer
3) Luas per bidang
3. Output :
a. Bidang terintegrasi dengan peta GeoKKP
b. Bidang ber-NIB
c. Persetujuan Kendali Mutu (paraf pada GU halaman 3).

85
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL
DIREKTORAT JENDERAL INFRASTRUKTUR KEAGRARIAAN
Jalan Kuningan Barat I Nomor 1 Mampang Prapatan, Jakarta Selatan 12710
Telp. 021-5202328 : www.atrbpn.go.id
KEGIATAN PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIK LENGKAP
BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT (PTSL+PM)
D

C
D

B
C
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

KATA PENGANTAR

Kebutuhan data yang lengkap adalah keniscayaan. Data bidang tanah (parcel based)
adalah informasi mendasar yang menjadi landasan overlay semua informasi tematik dalam
menunjang informasi yang komprehensif, berkelanjutan dan akurat.

Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap (PTSL) sebagai program strategis nasional


merupakan salah satu konsep membangun data bidang tanah baru dan sekaligus
meningkatkan kualitas data bidang tanah yang ada menjadi rangkaian data yang lengkap
dan akurat. Namun dalam pelaksanaannya, apabila ditemui loksi yang telah mempunyai
data bidang tanah bersertipikat sudah dominan, maka ditemui kendala tersendiri dalam hal
menambah data bidang tanah baru yang sporadis namun data eksisting yang dibenahi juga
sangat banyak. Oleh Karena itu, pengolahan dan penanganan kegiatan PTSL untuk daerah-
daerah yang bidang tanah terdaftarnya maksimum harus mendapat perhatian khusus, baik
pra, selama maupun pasca kegiatan.

Syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, kami dapat
menyelesaikan buku Petunjuk Teknis untuk Kegiatan Pendaftaran Tanah Lengkap untuk
Kota/Kabupaten. Petunjuk Teknis ini disusun sebagai pedoman bagi satuan kerja
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Kantor Wilayah Badan
Pertanahan Nasional Provinsi dan Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia
untuk mewujudkan Pendaftaran Tanah Lengkap untuk Kota/Kabupaten.

Beberapa hal yang perlu disampaikan dengan terbitnya buku ini adalah :
1. Harus menjadi komitmen bersama untuk membangun data bidang tanah terdaftar
terpetakan KW1 dan valid serta akurat posisinya mulai dari desa, kecamatan,
kota/kabupaten.

i
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

2. Setelah dicapai tujuan data bidang tanah lengkap, maka harus dipastikan setiap
Satker bekerja dan memelihara data base bidang tanah tersebut.
3. Memastikan orientasi pelayanan kepada pelayanan elektronik untuk memudahkan
dan mempercepat bagi setiap Satker setelah dicapai data bidang tanah lengkap.

Dalam menyikapi perkembangan teknologi dan inovasi yang ada di masyarakat serta
mempertimbangkan kebijakan yuridis, kami tentu menyadari Petunjuk Teknis ini masih
belum sempurna dan dapat diperbaiki di kemudian hari. Namun kiranya semoga buku
Petunjuk Teknis ini dapat membantu tercapainya data bidang tanah lengkap dan menjaga
kualitas datanya bagi Satker pelaksana daerah. Terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan dalam penyusunan Petunjuk Teknis ini. Semoga pemikiran dan kerja keras
dilakukan dengan penuh keikhlasan.

Jakarta, 1 Februari 2019


Direktur Jenderal Infrastruktur Keagrariaan

Ir. R. Muhammad Adi Darmawan, M.Eng.Sc


NIP. 19611226 199203 1 001

ii
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………. .................................................................................... i


DAFTAR ISI......................................................................................................................... iii
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................................... iv
1. UMUM ......................................................................................................................... 1
2. TUJUAN ........................................................................................................................ 1
3. KONDISI DATA PENDAFTARAN TANAH ......................................................................... 1
3.1. Kuantitas Data .......................................................................................................... 2
3.2. Kualitas Data ............................................................................................................ 3
3.2.1. Data Spasial ................................................................................................... 3
3.2.1.1. Data Analog ..................................................................................... 3
3.2.1.2. Data Elektronik ................................................................................ 4
3.2.2. Data Tekstual ................................................................................................ 5
3.2.2.1. Data Analog ..................................................................................... 5
3.2.2.2. Data Elektronik ................................................................................ 5
3.2.3. Link-Up Data Spasial dan Tekstual ................................................................ 5
4. PERENCANAAN ............................................................................................................. 8
4.1. Pengumpulan Data .................................................................................................. 8
4.2. Peralatan dan Material ............................................................................................ 9
4.3. Pembentukan Tim .................................................................................................... 9
4.3.1. Tim Teknis ..................................................................................................... 9
4.3.2. Kelompok Masyarakat .................................................................................. 9
4.4. Pelatihan Teknis Kelompok Masyarakat.................................................................. 9
5. SYARAT PENETAPAN LOKASI ....................................................................................... 10
6. PELAKSANAAN KEGIATAN ........................................................................................... 10
6.1. Persiapan dan Mekanisme Pelaksanaan ................................................................. 10
6.2. Sosialisasi dan Penyuluhan ...................................................................................... 11
6.3. Pembaruan Data Bidang Tanah terdaftar (K4) ........................................................ 11
6.4. Pengukuran dan Pemetaan Bidang Tanah
(Pendaftaran Tanah Pertama Kali) .......................................................................... 31
6.5. Pengumuman ........................................................................................................... 31
7. KENDALI MUTU ........................................................................................................... 32
7.1. Kendali Mutu Persiapan........................................................................................... 32
7.2. Inventarisasi ............................................................................................................. 32
7.3. Dijitalisasi Dokumen ................................................................................................ 33
7.4. Analisis Data ............................................................................................................. 33
7.5. Pengukuran Cek Data Random ................................................................................ 33
8. OUTPUT KEGIATAN ..................................................................................................... 34
9. LAPORAN .................................................................................................................... 35
10. PEMBIAYAAN .............................................................................................................. 35
11. DEKLARASI .................................................................................................................. 37
12. TINDAK LANJUT PASCA KOTA/KABUPATEN LENGKAP……………………………………….……….. 38
13. PENUTUP .................................................................................................................... 38

iii
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Konsep Kota/Kabupaten Lengkap...................................................... 39


Lampiran 2 Diagram Pembaruan Data Bidang Terdaftar (K4) ............................... 40
Lampiran 3 Diagram Tahap Kegiatan Kota/Kabupaten Lengkap ........................... 41
Lampiran 4 Rekapitulasi Kualitas Jumlah Bidang Terdaftar ................................. 42
Lampiran 5 Contoh Permasalahan Data dan Solusinya (1) ................................... 43
Lampiran 6 Contoh Permasalahan Data dan Solusinya (2) ................................... 44
Lampiran 7 Format Berita Acara Deklarasi ……………………………….. ........................ 49
Lampiran 8 Contoh Berita Acara Deklarasi ……………………………….. ........................ 50

iv
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

PETUNJUK TEKNIS
PENDAFTARAN TANAH LENGKAP UNTUK KOTA/KABUPATEN

1 UMUM
Salah satu pertimbangan pemilihan lokasi PTSL adalah jumlah kondisi bidang tanah
terdaftar dalam satu wilayah administrasi desa/kelurahan. Semakin banyak jumlah
bidang tanah terdaftar, semakin sulit memetakan bidang-bidang tanah tersebut.
Demikian sebaliknya. Hal ini disebabkan beberapa hal antara lain, keberadaan GU,
kualitas GU, kelengkapan informasi GU dan ketersediaan peta dasar pendaftaran.
Pengukuran dan pemetaan PTSL merupakan salah satu konsep yang komprehensif
dalam menata dan memetakan semua bidang tanah, baik yang akan dipetakan (baca:
diukur untuk keperluan sertipikasi atau persiapan sertipikasi) maupun yang akan ditata
dan dipetakan kembali (baca: bidang tanah yang bersertipikat/K4), karena semua bidang
tanah dalam satu kawasan/blok/zona disapu bersih untuk dipetakan. Oleh karena itu,
disarankan untuk memilih prioritas bidang tanah K4 yang minimum untuk pemilihan
lokasi PTSL. Namun demikian pada saat tertentu, pada wilayah-wilayah perkotaan yang
sebagian besar bidang-bidang tanahnya sudah terpetakan, tetap harus dipilih dan
dilaksanakan dalam rangka melaksanakan pendaftaran tanah lengkap.
Untuk kondisi tersebut, diperlukan adanya Petunjuk teknis tersendiri mengingat
karakteristik data dan pengolahan serta pengelolaannya berbeda.

2 TUJUAN
Membangun data bidang tanah terdaftar yang terpetakan dengan kwalitas KW1, valid
serta sesuai dengan kondisi senyatanya di lapangan serta melakukan pendaftaran tanah
pertama kali untuk bidang-bidang tanah yang belum terdaftar dalam suatu wilayah
administrasi, dimulai dari desa  kecamatan  kota/kabupaten  provinsi.

3 KONDISI DATA PENDAFTARAN TANAH


Data Pendaftaran Tanah terdiri dari Peta Pendaftaran, Surat Ukur, dan Buku Tanah. Peta
Pendaftaran sebagai media pemetaan bidang tanah terdaftar atau obyek yang
menggambarkan posisi relatif suatu bidang tanah dan posisi absolut yang bersifat unik.
Peta pendaftaran yang digunakan untuk proses layanan pertanahan ditinjau dari dua
aspek : kuantitas dan kualitas.

1
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

3.1. Kuantitas Data


Secara kuantitas data bidang tanah terdaftar dapat diunduh dari KKP. Data
tersebut memiliki kualitas berbeda-beda (KW6 – KW1) sebagai acuan awal untuk
mengidentifikasi prosentase jumlah bidang yang harus ditata ulang baik posisi
relatif dan absolutnya, maupun link data nya.
Terhadap data bidang tanah yang ada, perlu dilakukan pengecekan untuk
memastikan bahwa :
 Semua dokumen fisik (Buku Tanah dan Surat Ukur/Gambar Ukur) sudah
tersimpan dengan lengkap sesuai dengan sertipikat aktif.
 Data Buku Tanah (fisik) sudah dalam bentuk data elektronik, baik yang aktif
maupun yang non aktif. Apabila masih terdapat BT yang belum ada data
elekronik-nya, supaya dilakukan entri data terlebih dulu.
 Ada tidaknya pemekaran wilayah desa. Apabila terdapat pemekaran supaya
dilakukan inventarisasi dan ganti wilayah dari aplikasi, tanpa mengganti data
yang ada di sertipikat (yang dipegang pemilik atau bank penjamin Hak
Tanggungan).
 Tersedianya peta pendaftaran tanah di lokasi kegiatan yang meliputi semua
wilayah administrasi.
 Masih adanya peta pendaftaran tanah yang menggunakan koordinat lokal.

Kelengkapan data elektronik tergantung dari kelengkapan data fisik, sehingga


untuk memenuhi kelengkapan tersebut perlu dilakukan langkah-langkah seperti
tabel di bawah :
Tabel Ketersediaan Dokumen Fisik dan Solusi Penyelesaian
Ketersediaan Dokumen Fisik
No BT GU SU Peta TM3 Sertipikat Alternatif Solusi

1      Bisa di-plotting/petakan
a. Jika peta menggunakan sistem koordinat lokal,
dilakukan transformasi
2      b. Jika SU masih koordinat lokal, dilakukan
pengukuran dua titik batas
c. Bisa di-plotting
a. Dibuatkan SU pengganti (salinan dari pemilik)
3      dengan Berita Acara (BA)
b. Bisa di-plotting
a. Jika peta sistem koordinat lokal, dilakukan
transformasi
4      b. Jika GU masih lokal, dilakukan pengukuran titik
sekutu
c. Bisa di-plotting
a. Bisa di-plotting
5      b. Pembuatan GU baru pada saat pemeliharaan
data
a. Bisa di-plotting
    
b. Pembuatan GU baru pada saat pemeliharaan
2
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

data
c. Dibuatkan SU pengganti (salinan dari pemilik)
dengan BA
a. Pengukuran ulang
b. Pembuatan GU baru dengan BA
7     
c. Dibuatkan SU pengganti (salinan dari pemilik)
dengan BA
a. Analisis Hasil Penelitian Data Yuridis dan Fisik
dari warkah dan di lapangan. Jika sertipikat
diyakini asli, dilakukan kegiatan b,c,d. Jika
8      tidak, sertipikat tsb tidak terdaftar
b. Pengukuran ulang
c. Pembuatan GU baru dengan BA
d. Dibuatkan BT/SU pengganti dengan BA
9      Prosedur ganti blangko karena hilang
10      Ditetapkan sebagai lokasi ajudikasi

3.2. Kualitas Data


Kualitas data yaitu kondisi data suatu bidang tanah, baik data spasial dan data
yuridis dalam bentuk data analog maupun dijital. Secara kualitas, kondisi data
bidang tanah dibedakan berdasarkan jenis datanya, yaitu :
3.2.1. Data Spasial.
Data spasial yaitu data yang menyajikan informasi berupa gambar, peta
(Surat Ukur, Gambar Ukur, Peta Pendaftaran, Peta Kerja, Peta Dasar dan
peta-peta lain) atau dokumen (Surat Ukur, Gambar Ukur).
3.2.1.1. Data Analog
Data analog merupakan data hardcopy yang tersimpan di Arsip
Kantor Pertanahan merupakan data primer yang harus didijitalkan
ke dalam data elektronik.
Beberapa contoh kondisi data analog sebagai berikut:
 Buku Tanah (BT)
 Pencatatan perubahan, seharusnya pemisahan tertulis
pemecahan dan sebaliknya
 BT belum dimatikan
 Pencatan BT pada proses peningkatan hak tanpa ganti
blangko (dengan stempel), hanya dicoret di buku tanah
dan no hak berubah sehingga satu SU mempunyai 2 Hak
 BT tidak ada peta/gambar
 Gambar Ukur/Surat Ukur
 Tidak terpetakan pada posisi yang sebenarnya
 Dipetakan pada sistem koordinat lokal
 Informasi bidang tanah dan toponimi tidak lengkap
 Tidak ada sket lokasi
 Tidak ada NIB

3
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

 GU/SU tidak ada


 Peta Dasar/ Pendaftaran
 Tidak tersedia peta dasar
 Tersedia peta citra tetapi belum diorthorektifikasi
 Tersedia peta citra tetapi pada skala yang tidak ideal (lebih
kecil dari skala 1:5000)
 Bidang tanah terpetakan tidak standar, misalnya digambar
dengan pensil, informasi tidak lengkap (tidak ada
NIB/No.SU), tidak bisa diindetifikasi (tidak terbaca)
 Tidak terdapat nomor identitas apa pun
 Nomor identitas yang tercantum salah
 Dokumen pertanahan (GU, SU atau BT) statusnya telah
dimatikan
 Informasi yang dituliskan pada dokumen pertanahan
kurang lengkap
 Data dijital (hasil scan) dokumen pertanahan belum
lengkap untuk seluruh bidang tanah
 Tahun pengukuran yang berbeda antara bidang yang
bersebelahan

3.2.1.2. Data Elektronik


Data elektronik sangat tergantung pada kondisi data analog
sebagai sumber data sebelum dilakukan konversi ke data dijital.
Kegiatan konversi data yang dilakukan dengan kendali mutu yang
tidak optimal mengakibatkan kualitas data elektronik yang tersaji
pada KKP menjadi tidak lengkap dan diragukan validitasnya.

Kondisi tersebut berpengaruh pada kualitas data bidang tanah,


sehingga diperlukan analisis terhadap kualitasnya yang dimulai
dengan proses identifikasi dan inventarisasi data.

Kondisi kualitas elektronik yang ada antara lain :


 Konversi data persil/bidang tanah dari peta dasar pendaftaran
(analog) yang belum valid/akurat;
 Pemecahan/ pemisahan bidang tidak terpetakan, sehingga
kondisi bidang /NIB dan Nomor SU tidak sesuai lagi;
 Atribut No. Hak sudah mati/tidak aktif, sehingga tidak bisa di-
link-kan.

4
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

3.2.2. Data Tekstual


3.2.2.1. Data analog
Data analog tekstual berupa Surat Ukur dan Buku. Sama dengan
kondisi data spasial (analog), kualitas data tekstual antara lain :
 Surat Ukur dan Buku Tanah tidak ada
 Warkah tidak ada
 Informasi tidak lengkap, data pendaftaran tanah dan
perubahan data pendaftaran tanah-nya
 Informasi yang tercatat tidak standar, misalnya dengan pensil
tidak ada paraf.
 BT dan sertipikat tidak ditandatangani oleh pejabat yang
berwenang

3.2.2.2. Data Elektronik


Data elektronik kualitasnya tergantung : kondisi data yang ada,
mekanisme proses dijitalisasi dari data analog, dan ketaatan
petugas pelaksana pada saat menjalankan aplikasi pada proses
pelayanan di Kantor Pertanahan.

Beberapa contoh kondisi kualitas data elektronik yang ada antara


lain :
 Isi data tidak lengkap karena entri data tidak lengkap atau
karena perubahan data yang di entri pada kolom yang tidak
semestinya
 BT masih aktif, data fisik sudah dimatikan atau sebaliknya
 BT (nomor hak) sudah terbit tetapi sertipikat belum bisa
diserahkan (karena tidak ditandatangi oleh pejabat yang
berwenang)

3.2.3. Link-Up Data Spasial dan Tekstual


Data elektronik pendaftaran tanah merupakan dijitalisasi data analog
bidang tanah yang berupa Bidang Tanah (persil) yang dipetakan di Peta
Pendaftaran, Surat Ukur, Buku Tanah. Pada masing-masing data analog
tersebut tercantum data penghubung (adjoining data) yang menyebabkan
adanya ikatan sebagai satu kesatuan yaitu berupa Nomor. Terdapat 3 (tiga)
alternatif nomor yang menjadi data penghubung yaitu NIB atau Nomor
SU/GS atau Nomor Hak. Hubungan antara ketiga data tersebut dapat dilihat
pada gambar di bawah :

5
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

Gambar Link-Up antara Data Tekstual dan Data Spasial

Hubungan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :


 Untuk setiap Bidang Tanah terpetakan :
 diberikan identitas NIB dan Nomor SU yang berhubungan dengan
dokumen SU tekstual
 diberikan Tipe dan Nomor Hak Atas Tanah (HAT) yang berhubungan
dokumen Buku Tanah.
 Untuk setiap SU spasial yang terbit :
 diberikan identitas NIB yang berhubungan dengan Bidang Tanah
terpetakan
 diterbitkan Nomor SU yang berhubungan dengan SU Tekstual.
 Untuk setiap SU tekstual yang terbit :
 diberikan identitas Nomor SU dan NIB yang berhubungan dengan
Bidang Tanah terpetakan dann SU spasial
 diberikan Tipe dan Nomor HAT yang berhubungan dengan Buku
Tanah.
Dari gambar di atas keberadaan Bidang Tanah (persil) sebagai data spasial
tidak dapat diabaikan (harus ada), karena sertipikat sebagai bukti yuridis
hak atas tanah mencakup dua hal yaitu kepastian subyek (Buku Tanah) dan
kepastian posisi obyek (Bidang Tanah/persil) di peta.

Secara elektronik, keempat media tersebut (BT-SU tekstual-SU spasial dan


Bidang Tanah) disimpan dalam bentuk tabel-tabel di database. Khusus
untuk data spasial dalam bentuk geodatabase yang ber-georefference.
Karena data elektronik adalah representasi dari data fisik, maka
persyaratan hubungan diantaranya harus dipenuhi juga. Ketidaklengkapan
data identitas data penghubung pada tabel database karena
ketidakcermatan dalam kegiatan entri data, digitasi atau data fisik kurang
lengkap, menyebabkan kualitas database harus diperbaiki. Kesalahan
karena ketidakcermatan operator (human error) atau kurang lengkapnya

6
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

database dapat dilakukan dengan melakukan inventarisasi kesalahan,


digitalisasi data dan dilanjutkan dengan validasi/editing serta integrasi data
tekstual dan spasial. Sedangkan kesalahan karena data fisik juga
salah/kurang, harus dilakukan proses yuridis baik administrasi maupun
teknis di lapangan.

Persyaratan utama agar kedua jenis data (data spasial dan tekstual)
tersebut berkorelasi maka dilakukan proses integrasi, yaitu link data tektual
dan data spasial dengan menggunakan data penghubung berupa: NIB,
Nomor SU atau Nomor Hak. Ketiadaan data penghubung pada masing-
masing tabel database berakibat pada kualitas data (KW) bidang tanah
tersebut. Analisis hasil proses integrasi tersebut mendapatkan tingkat
kualitas data setiap bidang tanah seperti tabel berikut :

Bidang SU SU Buku
KW
Tanah Spasial Tekstual Tanah
1    
2    
3    
4    
5    
6    
Link-Up Data Spasial dan Data Tekstual

Data kualitas masing-masing bidang tanah tergantung dari keberadaan


nomor-nomor sebagai data penghubung yang dipengaruhi oleh berbagai
faktor, antara lain ketidaklengkapan maupun kesalahan data fisik atau
kesalahan entri data sehingga data yang di entri juga salah, penomoran
ganda dan lain-lain. Sehingga status kwalitas suatu bidang tanah harus
di’validasi’ juga kebenarannya.

Terdapat dua kelompok data spasial yaitu bidang-bidang terdaftar yang


belum dipetakan (disebut dengan KW 4,5,6) dan bidang tanah sudah
dipetakan (disebut dengan KW1,2,3). Jenis kualitas bidang tanah yang
terakhir dibedakan menjadi dua, yang sudah valid (posisinya secara visual)
dan belum valid. Untuk melakukan suatu data valid dilakukan dengan
dengan menganalisis kebenaran dan akurasi data bidang yang
bersangkutan.

7
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

4 PERENCANAAN
Beberapa tahap kegiatan yang perlu dilakukan di dalam perencanaan yaitu :
4.1. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan terhadap dua jenis data, yaitu data fisik analog dan
data elektronik (yaitu BT, GU/SU dan Peta-peta).
4.1.1. Data Analog
Data analog meliputi :
 Jumlah BT dalam bentuk tabel (Daftar Nama) per desa/kelurahan
 Jumlah GU/SU dalam bentuk tabel (daftar Tanah) per desa/ kelurahan.
Dicantumkan juga status keberadaan masing-masing GU dan SU.
 Peta Dasar Pendaftaran per desa/kelurahan beserta cakupannya dalam
satu wilayah administrasi serta keberadaan jumlah peta-peta tersebut
dalam satu wilayah administrasi.
Perlu diinformasikan bahwa pada masa-masa lalu, output suatu
kegiatan Pendaftaran Tanah adalah Peta Dasar Pendaftaran, sehingga
apabila dalam satu wilayah desa/kelurahan menjadi target lokasi
kegiatan pada tahun yang berbeda, kemungkinan besar dalam satu
wilayah tersebut mempunyai lebih dari satu peta pendaftaran. Kondisi
tersebut berpotensi terjadinya pemetaan bidang tumpang tindih
(overlap).
 Scan dokumen BT/SU/GU dalam bentuk *.pdf
Pemberian nama file berdasarkan nomor hak (14 dijit) untuk Buku
Tanah, NIB (13 dijit) untuk Surat Ukur, nomor GU atau nomor DI 302
atau nomor lain yang tercantum untuk Gambar Ukur.
 Pendokumentasian SU (fisik).
Kesulitan menghimpun SU untuk melakukan scanning akan ditemukan
pada sistem pendokumentasian SU berdasarkan tahun penerbitan,
sehingga pendokumentasian ulang perlu dilakukan berdasarkan wilayah
administrasi dan dijadikan satu bendel dengan dokumen BT. Demikian
juga SU sudah tersimpan dalam satu wilayah administrasi tetapi masih
terdokumentasi dalam bendel tersendiri (belum dijadikan satu bendel
dengan BT).
 Scan dokumen Peta Pendaftaran atau peta lain untuk memastikan bahwa
bidang-bidang terpetakan pada data analog sudah terkonversi secara
elektronik pada database KKP. Cleansing secara offline terhadap kondisi
data dijital yang berpotensi tumpang tindih maka perlu standarisasi layer
sebelum import ke aplikasi KKP.

8
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

4.1.2. Data Elektronik


 Unduh Daftar Tanah dan Daftar Nama dari aplikasi KKP
 Unduh Data Kwalitas dan Validasi data bidang tanah pada aplikasi KKP
 Unduh persil/bidang-bidang tanah terpetakan pada aplikasi KKP
Masing-masing data diunduh per desa/kelurahan

4.2. Peralatan dan Material


Peralatan dan material yang digunakan meliputi :
 Scanner untuk melakukan scan data analog (BT, GU, SU dan Peta-peta)
 Aplikasi pengolah data spasial (CAD) dan perangkat lunak SIG untuk delineasi
dan standarisasi layer
 Aplikasi KKP untuk entri data, link-up data dan sinkronisasi data tekstual/spasial
 Aplikasi pemetaan partisipatif berbasis OS Android untuk identifikasi lapangan
 Peta kerja analog/dijital untuk deliniasi sebagai bahan identifikasi
 Peralatan lapangan untuk pengukuran bidang( RTK, CORS, TS, distometer,
meteran) dan non pengukuran
 Daftar bidang tanah K4 (daftar nama dan daftar tanah)

4.3. Pembentukan Tim Pelaksana Kegiatan


Dalam mendukung kegiatan perlu dibentuk tim pelaksana yang terdiri dari tim
teknis dan Kelompok Masyarakat (Pokmas).
4.3.1. Tim Teknis
Tim teknis terdiri dari Tim Kantor Pertanahan dan/atau pihak ketiga
(Surveyor Kadaster Berlisensi). Tim Kantor Pertanahan terdiri dari tim di
bidang fisik (Seksi Infrastruktur Pertanahan) dan yuridis (Seksi Hubungan
Hukum Pertanahan). Tim tersebut bertugas memastikan validitas data
primer yang terkumpul dari lapangan.

4.3.2. Kelompok Masyarakat (Pokmas)


Untuk memudahkan koordinasi dan komunikasi, dimungkinkan untuk
membentuk Kelompok masyarakat (pokmas) yang secara aktif membantu
pelaksana untuk memastikan kebenaran subyek dan letak obyek bidang-
bidang tanah di lokasi kegiatan.

4.4. Pelatihan Teknis


Pelatihan teknis perlu dilakukan kepada Tim Pokmas untuk memastikan bahwa
tugas-tugas yang dibebankan sesuai standar yang ditentukan, sekaligus agar Tim
Pokmas mempunyai kemampuan standar minimum dalam pelaksanaan pekerjaan.
Materi pelatihan teknis singkat yang perlu diberikan antara lain :
 Pengenalan dan membaca peta (analog dan dijital)
 Identifikasi detil (alamiah dan buatan) pada peta

9
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

 Deliniasi batas bidang tanah pada peta


 Informasi dan toponimi
 Konsep batas bidang tanah, penunjukan dan penetapan batas
 Persyaratan teknis dan yuridis pendaftaran tanah
 Pengumpulan data yuridis
 Pengenalan sistem operasi, aplikasi pengolahan data (MS Office), pemetaan
partisipasi (misalnya; Mapit GIS, Map Maker dan yang sejenisnya)

5 SYARAT PENETAPAN LOKASI


Untuk menentukan suatu wilayah administrasi desa/kecamatan sebagai lokasi kegiatan
diperlukan :
1. Jumlah bidang tanah terdaftar minimum 80% (telah di-entri dalam KKP)
Jumlah tersebut dihitung mengacu kepada jumlah seluruh bidang tanah menurut
data BPS/PBB/perhitungan luas administrasi atau data lain yang dapat
dipertanggungjawabkan dan telah diverifikasi dengan data di kantor pertanahan.
2. Tersedianya peta dasar/peta kerja (skala maksimum 1 : 5.000) yang mencakup
seluruh kota/kabupaten.
3. Sudah dilakukan validasi Buku Tanah dan Surat Ukur.

Apabila suatu wilayah administrasi (desa/kecamatan) sudah ditetapkan menjadi lokasi


Pendaftaran Tanah Lengkap untuk Kota/Kabupaten maka tidak dapat dialokasikan
kembali menjadi lokasi PTSL di tahun berikutnya.

1. Pembaruan Data
Penetapan Penyiapan Peta
2. Pendaftaran Tanah
Lokasi Kerja Pertama Kali

Peta Pendaftaran
Kendali Mutu
Tanah Lengkap

6 PELAKSANAAN KEGIATAN

6.1 Persiapan dan mekanisme pelaksanaan


Beberapa hal yang perlu disiapkan dalam kegiatan ini antara lain :

10
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

 Penerbitan Surat Keputusan Kepala Kantor Pertanahan tentang Penetapan


Lokasi (dan revisinya jika diperlukan) dan Surat Keputusan Pembentukan Tim
Teknis.
 Pencetakan peta kerja dan data pendukung dari hasil kegiatan perencanaan
 Jadwal Kegiatan
 Materi dan bahan sosialisasi dan penyuluhan.
 Pengadaan peralatan lapangan
 Persiapan peralatan
 Mobilisasi SDM
Pelaksanaan kegiatan Pendaftaran Tanah Lengkap untuk Kota/Kabupaten harus
dilaksanakan mulai dari unit wilayah administrasi desa, lanjut ke tingkat kecamatan
sampai seluruh wilayah kota/kabupaten menjadi lengkap.

6.2 Sosialisasi dan Penyuluhan


Sosialisasi diperlukan dalam rangka koordinasi dan sinergitas tugas dengan instansi
lain. Sedangkan penyuluhan, harus dilakukan kepada masyarakat calon subyek
kegiatan. Strategi penyuluhan dapat dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan
sasaran subyek (per RT, RW, desa).

6.3 Pembaruan Data Bidang Tanah Terdaftar (K4)


1. Inventarisasi
Inventarisasi dilakukan untuk menghimpun data bidang tanah (tekstual maupun
spasial, data analog maupun data dijital),peta kerja dan batas administrasi.
i. Data Analog
 Daftar Buku Tanah, Surat Ukur/Gambar Ukur
 Peta pendaftaran, peta PBB, DHKP dan lain-lain

ii. Data Dijital


 Unduh Daftar Nama, Daftar Tanah, Daftar Kwalitas Data (KW), Daftar
Validasi Data data KKP
 Unduh data BT yang mati
 Dari kedua data tersebut diperoleh data BT yang aktif. Data ini
merupakan acuan jumlah BT yang mendekati jumlah sebenarnya.
 Unduh bidang-bidang terpetakan dari KKP.

iii. Delineasi Batas Administrasi


 Batas wilayah administrasi digunakan untuk memastikan bahwa bidang
tanah mempunyai kepastian letak terutama yang berkaitan dengan
keabsahan bukti formal yuridis. Selain itu, dalam satuan wilayah
administrasi yang lebih kecil, misalnya batas RW/RT, sangat membantu
dalam identifikasi bidang-bidang tanah.

11
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

 Untuk wilayah desa / kecamatan hasil pemekaran sedapat mungkin


dipastikan batas administrasinya secara definitif maupun indikatif untuk
memastikan letak bidang tanah ter-update sesuai dengan
desa/kelurahan yang baru.
 Dalam proses delineasi batas administrasi, diperlukan partisipasi
Pokmas untuk mengenali kondisi dan informasi di wilayahnya.

2. Overlay Peta Pendaftaran Tanah (offline) dan Unduh data KKP


 Peta Kerja berasal dari hasil overlay peta dasar pendaftaran offline
dengan peta bidang tanah hasil unduhan KKP.
 Hasil overlay kedua peta dimungkinkan tidak saling bertampalan
(terdapat pergeseran). Perbedaan tersebut karena beberapa diantaranya
menggunakan datum pengukuran (lokal), sistem proyeksi pemetaan,
konversi dari data analog ke data dijital dan sebagainya. Dari kondisi
tersebut ditentukan peta kerja berdasarkan jumlah maksimum bidang
tanah yang terpetakan. Contoh di bawah, pergeseran hasil overlay dua
peta pendaftaran. Dari gambar terlihat arah pergeseran tidak sistimetis.

Contoh overlay bidang tanah data analog dengan data KKP

 Untuk perencanaan pengukuran bidang-bidang tanah baru, dapat


dilakukan overlay (kolaborasi data) dari peta lain, misalnya peta
PBB.
 Pada daerah-daerah tertentu yang masih kosong dapat
diindikasikan sebagai lokasi bidang-bidang tanah belum terdaftar,
selanjutnya menjadi obyek pengukuran dan pemetaan bidang tanah
pendaftaran pertama kali.

12
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

3. Pengecekan Informasi Atribut Bidang Tanah


Pada peta bidang tanah dan daftar kualitas data bidang tanah memiliki 3
nomor identitas yang sama, yaitu nomor hak, nomor Surat Ukur dan NIB.
Dengan adanya 3 nomor identitas ini, kedua data tersebut dapat
diintegrasikan atau disebut juga proses join data (misalnya menggunakan
perangkat lunak Ms.Excel). Proses join data ini dimaksudkan untuk
menambahkan informasi tekstual pada data spasial bidang tanah, sehingga
setiap bidang tanah dapat diidentifikasi nomor identitasnya. Namun,
terdapat masalah yang dapat menyebabkan tidak berhasilnya proses join
data tersebut, antara lain:
a. Informasi SU dan NIB tidak lengkap (terdapat nomor identitas yang
kosong). Permasalahan ini sebenarnya dapat diselesaikan dengan
melakukan cek satu per satu pada dokumen fisik BT dan SU yang terdapat
pada Kantah. Namun, proses cek dengan dokumen ini akan
membutuhkan banyak waktu, sehingga menjadi tidak efesien dan efektif.
Contoh data lengkap seperti tabel di bawah.

Contoh informasi atribut bidang tanah tidak lengkap (kotak merah)

Berdasarkan pertimbangan untuk mengefektifkan dan mengefisiensikan


proses yang dilakukan, maka solusi yang dipilih adalah melakukan proses
join data berdasarkan ketiga nomor identitas secara berurutan, dengan
urutan sebagai berikut : a). No.hak (sebagai informasi yang paling
lengkap pada daftar kualitas data bidang tanah) b). No.SU dan c). NIB.
Apabila dengan No.hak tidak dapat terintegrasi, maka dapat terintegrasi
dengan no.SU atau NIB. Dengan proses join data berdasarkan ketiga
nomor identitas secara berurutan ini diharapkan dapat meningkatkan
jumlah bidang tanah yang terintegrasi dengan daftar kualitas data bidang
tanah.

b. Duplikasi data (terdapat dua nomor hak yang sama, namun nomor identitas
lainnya berbeda). Pada tabel di bawah baris 1131 dan 1132 no.BT dan no.SU
sama tetapi NIB berbeda, sehingga data tersebut menjadi duplikat.

13
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

Contoh informasi atribut bidang tanah tidak lengkap (kotak merah)

Sama seperti permasalahan pertama (data tidak lengkap), permasalahan


duplikasi ini sebenarnya dapat diselesaikan dengan melakukan cek satu per
satu pada dokumen fisik BT dan SU yang terdapat pada Kantor Pertanahan.
Namun, untuk efisiensi dilakukan proses join data selanjutnya dilakukan query
secara otomatis (misalnya menggunakan Ms.Query) sehingga permasalahan
duplikasi ini dapat diselesaikan.

Contoh hasil joint data spasial dan tekstual

4. Dijitalisasi Dokumen
Buku Tanah (BT) dan Surat Ukur (SU) adalah dua dokumen yang salinannya
disertakan dalam sertipikat. Backup data dijital kedua data tersebut
14
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

disimpan dalam bentuk basisdata yang terintegrasi dengan aplikasi KKP.


Untuk mengelola data tersebut digunakan aplikasi Sloka Etnik (Sistem
Pengelolaan Arsip Elektronik) yang diterbitkan oleh Pusdatin. Dijitalisasi yang
dilakukan dengan melakukan scan SU pada hardcopy pada arsip tersebut.
a. Scan BT/SU/GU
Proses Scan dapat menggunakan dua metode yaitu photo scanner atau
flatbed scanner. Masing-masing mempunyai keunggulan, dengan flatbed
scanner lebih rapi, jelas dan sesuai ukuran kertas. Sedangkan, hasil scan
dengan photo scanner gambarnya sedikit buram dan ukurannya tidak
sesuai kertas (kurang rapi). Berdasarkan hasilnya, flatbed scanner lebih
unggul karena hasil rapi, jelas dan sesuai ukuran kertasnya, sehingga lebih
mudah pada saat digunakan pada kegiatan selanjutnya yaitu digitasi
bidang tanah berdasarkan SU. Namun, photo scanner memiliki beberapa
kelebihan lain, diantaranya proses scan lebih cepat, serta langsung
tersimpan dan dikelola dalam server. Hasil scan berupa file pdf.

Contoh Hasil Scan SU dari Flatbag Scanner

Setelah dilakukan scan, pada SU/BT fisik diberi stempel dan tanggal scan
seperti contoh terlampir.

b. Entri dan Validasi Data Informasi Tekstual


Data dijital hasil scan (pada proses perencanaan) dintegrasikan dengan
aplikasi KKP serta aplikasi SlokaEtnik (Sistim Pengelolaan Arsip
Elektronik). Validasi dilakukan dengan menekan menu Validasi pada
aplikasi KKP, setelah terlebih dahulu memastikan bahwa content data
elektronik sama dengan data fisik, misalnya nomor SU/GS pada data fisik
tidak tercantum, memastikan nomornya dengan mengecek dari BT atau
sebaliknya. Apabila terdapat data bidang tanah yang tidak ada NIB, dapat
di Pemberian, dicatat pada lembar SU yang dimaksud.
Setalah dilakukan cek kebenaran isi data elektronik dan data fisik, pada
SU/BT fisik diberi stempel seperti contoh terlampir.
15
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

Halaman penambahan dan validasi informasi tekstual SU pada KKP

c. Unggah Dokumen/Arsip Dijital


Untuk memudahkan kontrol dan cek database dengan dokumen dijital hasil
scan file pdf Buku Tanah dan Surat Ukur diunggah pada aplikasi Sloka Etnik,
dengan tahapan sebagai berikut :
 Masuk ke aplikasi Sloka Etnik dengan akun admin Kantah.
 Mencari hasil entri SU yang telah dilakukan pada KKP berdasarkan nama
kabupaten, nama kecamatan, nama kelurahan dan no.SU.
 Mengunggah dokumen SU dijital satu per satu sesuai dengan no.SU nya.

Pencarian hasil entri SU pada aplikasi Sloka Etnik

16
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

Jendela unggah dokumen SU pada aplikasi Sloka Etnik

5. Identifikasi dan Pembaruan Data


Identifikasi dan Pembaruan Data yaitu serangkaian kegiatan untuk mengetahui
kondisi berbagai data yang ada di Kantor Pertanahan dengan melakukan analisis,
sehingga dapat menghasilkan data yang mempunyai kwalitas link-up data KW1,
valid, akurat dan sesuai senyatanya di lapangan serta status Buku Tanah masih
AKTIF.
Sarana untuk melakukan analisis yaitu peta kerja overlay dari berbagai data
spasial. Overlay peta pendaftaran, Unduh data KKP, peta deliniasi bidang tanah,
peta administrasi wilayah, peta PBB dan lain-lain (sesuai kondisi wilayah
setempat). Peta Kerja sebaiknya menggunakan peta CSRT atau peta foto udara
UAV/drone skala besar, sehingga memudahkan identifikasinya secara visual.

6. Analisis Kualitas Data


Hasil unduhan kwalitas data KKP akan diperoleh informasi link-up masing-
masing bidang tanah antara data spasial dan data tekstual, sehingga dapat
diklasifikasikan menjadi 6 kwalitas.
Tujuan kegiatan ini adalah : a) mendapatkan bidang tanah KW1 b) tidak ada
nomor ganda yang berakibat satu bidang tanah mempunyai status KW lebih dari
satu, dan c). mendapatkan daftar bidang tanah KW 4 yang dikerjakan di studio
dan bidang tanah KW 4,5,6 yang memerlukan verifikasi lapangan.

17
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

KRITERIA
Bidang Tanah KW 4 – Bidang Tanah KW 4, 5 6 – Verifikasi Lapangan
Studio
Gambar Situasi/Surat Ukur - Bidang tanah KW 4 dan KW 5 yang tidak
tersedia dan didukung tersedia Gambar Situasi
informasi yang lengkap - Bidang tanah KW 4 dimana Gambar
sehingga dapat dilakukan Situasi/Surat Ukur memiliki koordinat
pemetaan dalam sistem lokal sehingga perlu dilakukan
koordinat TM3 tanpa perlu pengukuran titik sekutu agar bidang
pengecekan ke lapangan. tanah tersebut memiliki koordinat TM3.

Adapun terhadap bidang-bidang tanah dengan kwalitas belum KW1 harus


melakukan beberapa tahapan kegiatan seperti tabel di bawah :

Klasifikasi Kwalitas Data (KW)


No Tahapan Kegiatan
1 2 3 4 5 6
1 Entri Data
a. Buku Tanah
b. Surat Ukur   
2 Dijitalisasi/Scanning
a. Surat Ukur     
b. Gambar Ukur     
c. Standarisasi Layer     
3 Validasi BT/SU (tekstual)      
4 Pemetaan (off-line)    
5 Unggah Data (on-line/KKP)

a. Surat Ukur (spasial)     
b. Bidang Tanah   
Tabel Tahap Kegiatan untuk Menghasilkan Bidang Tanah KW1

7. Analisis Validitas Data


Selain kualitas hasil link-up data, kualitas data bidang tanah elektronik harus
valid, yaitu memenuhi aspek kebenaran letak, bentuk, luas dan standar
penomoran. Berdasarkan overlay berbagai peta dijital dan hasil unduhan data
bidang-bidang tanah pada KKP, baik data tekstual maupun data spasial,
merupakan material dasar serta data awal untuk dapat mengidentifikasi
sekaligus menganalisis dan memastikan kebenaran data spasial dan tekstual
terhadap bidang tanah bersertipikat. Kelengkapan data akan semakin
meyakinkan kebenaran informasi yang dihasilkan. Tetapi di sisi lain data berlebih
dapat mengakibatkan keraguan dalam memastikan suatu posisi, untuk itu

18
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

diperlukan identifikasi di lapangan berdasarkan informasi tambahan lain,


misalnya kesaksian.
a. Kriteria Data Valid
Kriteria data valid adalah sebagai berikut :
 Kesesuaian posisi berdasarkan batas bidang tanah bersebelahan (utara,
timur, selatan dan barat). Dalam hal ini minimal 2 (dua) tetangga
bersebelahan telah sesuai posisinya. Untuk bidang-bidang tanah
bersebelahan yang belum bersertipikat dapat dilakukan pengecekan pada
GU.
 Perbedaan luas bidang pada dokumen SU dan luas peta pendaftaran /
kerja ≤ 5%, dengan rumus perhitungan toleransi perbedaan sebagai
berikut :

[ luas peta – luas SU]


Toleransi (%) = ------------------------------------ x 100%
Luas SU

 Apabila dibandingkan secara spasial, bentuk geometri bidang tanah pada


peta kerja mirip dengan SU spasial atau GU.
 Nomor SU, Nomor Hak dan NIB pada peta kerja dan dokumen fisik sesuai
dengan data KKP dan masih aktif.
 Surat Ukur atau Gambar Ukur fisik ada. Untuk bidang-bidang tanah yang
terbit sertipikat tanpa gambar dilakukan identifikasi lapangan untuk
mengetahui kebenaran subyek dan obyek (lihat diagram terlampir). Hasil
identifikasi lapangan dilengkapi dengan Berita Acara.
 Tidak tumpang tindih

Beberapa langkah berikut dilakukan untuk memenuhi kriteria di atas :


 Dilakukan scan dan digitasi on screen untuk SU/GU pada bidang tanah
yang belum ada databasenya ataupun bentuk dan luasnya tidak
sesuai.
 Crosscheck pada peta analog apabila data yuridis pada peta kerja tidak
lengkap. Dilakukan penelusuran riwayat apabila data yuridis yang
tercatat tidak sesuai antara peta kerja dan dokumen pertanahan
(SU/GU/BT).
 Dilakukan penelusuran riwayat pada bidang tanah tersebut atau pada
bidang tanah tetangga apabila batas bidang tanah (utara, timur,
selatan, barat) tidak sesuai antara peta kerja dan SU/GU.
 Terhadap nomor hak / BT yang tidak diketahui lokasinya (unresolved
certificates) ditelusuri riwayatnya untuk menemukan lokasinya.
Apabila sulit ditemukan dapat dikonfirmasi dengan Kantah.
 Terhadap nomor hak / BT yang teridentifikasi sudah tidak aktif/mati
dilaporkan ke Kantah untuk dibuatkan berita acara dan dimatikan.

19
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

b. Kesesuaian Data Elektronik dan Data Fisik


Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk melakukan pengecekan pada data
fisik yaitu :
 Cek nomor identitas yang ada (nomor SU, nomor hak, NIB, nama
kelurahan dan luas SU).
 Membandingkan bentuk geometri bidang tanah dengan peta pendaftaran
yang terdapat pada SU.
 Membandingkan luas bidang pada peta kerja dan SU. Perbedaan luas
harus ≤ 5%.
 Membandingkan tetangga bidang tanah (utara, timur, selatan, barat)
antara peta kerja dan SU, minimal 2 tetangga harus sesuai. Apabila tidak
sesuai dapat ditelusuri dengan KKP, karena kemungkinan tetangga pada
SU sebenarnya sudah mati dan digantikan oleh hak yang baru.

8. Klasifikasi Bidang Tanah Hasil Identifikasi dan Analisis Data


Dari analisis data yang ada, klasifikasi jenis data dibagi lima kelas, yaitu :
 Class 1 (C1) : Bidang tanah bersertipikat memenuhi empat kriteria. Bidang
tanah ini dapat langsung diposisikan di atas citra tanpa perlu penggambaran
ulang/didigitasi. Bidang tanah yang telah diposisikan langsung dapat
dianggap sebagai Bidang Tanah Kwalitas 1 (KW 1)
 Class 2 (C2) : Bidang tanah bersertipikat tidak memenuhi pada kriteria luas /
bentuk bidang. Dilakukan penggambaran(kartir) ulang, dipetakan pada
pekerja/citra dan dianggap sebagai Bidang Tanah Kwalitas 1 (KW 1)
 Class 3 (C3) : Bidang tanah bersertipikat tidak memenuhi kriteria luas dan
dua tetangga berbatasan sehingga perlu dilakukan penelusuran lebih detil,
misalnya melihat warkah pendaftaran tanah. Apabila pada akhirnya bidang
ini dapat memenuhi empat kriteria, dilakukan sama dengan klasifikasi C1.
 Class 4 (C4) : Sisa dari bidang tanah C3 yang telah ditelusuri namun tetap
tidak memenuhi empat kriteria. Bidang tanah ini telah tergambar di peta,
namun informasi riwayatnya tidak jelas atau informasi tidak lengkap
sehingga tidak dapat ditingkatkan menjadi Bidang Tanah KW 1.Bidang
tanah ini akan menjadi residu yang perlu dikonfirmasi ke masyarakat saat
pemetaan partisipatif.
 Class 5 (C5) : Sisa bidang tanah yang tidak bersertipikat dan tidak memiliki
informasi apa pun dapat dimasukkan dalam kelas bidang tanah belum
bersertipikat. Untuk memastikannya dapat dikonfirmasi ke masyarakat saat
pemetaan partisipatif.

9. Identifikasi Sertipikat yang belum terpetakan (Unresolved Certificates)


Pada juknis PTSL 2019 dijelaskan bahwa adanya ketidasesuaian jumlah BT pada
KKP dan peta pendaftaran. Jika jumlah Buku Tanah elektronik (dari KKP) yang
20
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

aktif lebih kecil dari data Buku Tanah fisik (aktif), dilakukan inventarisasi
terhadap bidang-bidang tanah yang belum ada database-nya dan selanjutnya
dilakukan entri data oleh Kantor Pertanahan. Sebaliknya, jika jumlah Buku Tanah
elektronik aktif lebih besar dari data Buku Tanah fisik yang aktif, dilakukan
validasi data elektronik terhadap Buku Tanah Fisik. Sehingga hasil dari evaluasi
data tersebut akan dijumpai jumlah data Buku Tanah elektronik (aktif) di KKP
sama dengan jumlah Buku Tanah fisik pada arsip dokumen sama dengan jumlah
bidang bersertipikat pada peta.

Kondisi Ideal

Namun kenyataan akan muncul fakta bahwa jumlah BT aktif pada KKP lebih
banyak dari jumlah bidang bersertipikat pada peta. Kelebihan BT/sertipikat
tersebut menunjukkan bahwa terdapat sertipikat yang belum dapat dipetakan
atau unresolved certificates, yaitu hak/buku tanah yang belum diketahui
lokasinya pada peta (masih melayang). Unresolved certificates ini berupa daftar
link hak, SU dan NIB teridentifikasi hidup pada KKP yang lokasinya belum
diketahui.

Kondisi adanya Unresolved Certificates

10. Solusi unresolved certificates


Data yang terdapat pada unresolved certifates adalah Buku Tanah dan atau
Sertipikat. Langkah-langkah yang perlu dilakukan terhadap unresolved
certificates antara lain :

21
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

 Pastikan data BT fisik masih aktif baik data analog maupun KKP (tidak ada
catatan apapun)
 Inventarisasi warkah BT dan mencari lagi peta-peta lama yang terbit
bersamaan terbitnya sertipikat tanah tersebut.
 Konfirmasi ke aparat desa dan masyarakat dengan mekanisme pemetaan
partisipatif.
 Hasil yang diperoleh :
 BT ditemukan dan mati. Cek perubahan haknya dan dilakukan perubahan
status data di KKP.
 BT ditemukan dan masih aktif, peta tidak ditemukan tetapi bidang tidak
dapat diidentifikasi. Cek ke aparat dan masyarakat dengan mekanisme
pemetaan partisipatif .
 BT dan peta peta ditemukan dan BT masih aktif, bidang tanah dapat
diidentifikasi posisinya pada peta pendaftaran. Dilakukan dijitalisasi,
pemberian NIB, entri dan import data, sehingga diperoleh data KW1.
 BT tidak ditemukan, dibuat Berita Acara dan data KKP dimatikan

11. Identifikasi di Lapangan


Bidang tanah dengan status unresolved certificated yang tidak dapat
diselesaikan di kantor harus dilakukan pengecekan di lapangan. Untuk
memudahkan pelaksanaannya sebaiknya melibatkan partisipasi masyarakat.
Semua informasi yang tersedia perlu disampaikan kepada masyarakat (dapat
melalui Pokmas) diantaranya
Peta hasil identifikasi di kantor (seperti gambar di bawah) beserta daftar
sertipikat yang belum diketahui obyeknya.

a. Persiapan Data
Hasil identifikasi di kantor tidak semuanya dapat ditemukan posisi bidang
tanahnya, sehingga diperlukan cek lapangan. Dengan bantuan Pokmas dan
penguatan partisipasi masyarakat dalam hal pengecekan dari sumber primer,
diharapkan bidang-bidang tanah unresolved certificates menjadi resolved
certificates. Data yang disiapkan adalah peta kerja hasil unggah terakhir
beserta daftar bidang tanah yang status unresolved dan bidang-bidang tanah
sudah terpetakan tetapi masih memerlukan konfirmasi tambahan.

22
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

Contoh peta kerja dalam kegiatan validasi lapangan.

No Status Bidang Tanah Kelas Legenda Keterangan


Bidang tanah C1 Bidang tanah dari overlay peta-peta(Peta
1
perlu konfirmasi Kerja)
Bidang tanah C2 dan Bidang tanah dilakukasi dijitasi & sudah
2
bersertipikat C3 dikonfirmasi Kantor Pertanahan
Bidang tanah C4 Bidang tanah perlu konfirmasi dan validasi
3
perlu konfirmasi (Kantah dan cek lapangan)
Bidang tanah C5 Bidang tanah yang telah dipetakan
4
belum bersertipikat namun belum bersertipikat.
Bidang tanah tidak bisa Bidang tanah bersertipikat telah
5
unggah dan validasi dipetakan (C1-C3), namun terdapat
permasalahan saat unggah/validasi.
Tabel legenda bidang-bidang pada Peta Kerja

b. Cek lapangan
Untuk memastikan obyek bidang tanah unresolved, perlu dilakukan cek
lapangan. Identifikasi data di sekitar lokasi dengan berpedoman pada data
yang tersaji pada GU, pada kasus-kasus ini biasanya data lapangan tersebut
tidak ada, yang ada hanya berupa peta. Sehingga informasi berupa kesaksian
menjadi sangat penting. Seandainya bidang tanah ditemukan, harus
dipastikan bahwa keberadaannya tidak menimbulkan masalah dengan
23
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

bidang-bidang di sekitarnya. Untuk lebih memastikan, pengukuran ulang


merupakan solusi yang harus dilakukan.
Hasil identifikasi lapangan, yaitu :
i. Pertama, subyek belum ditemukan, bidang tanah tidak ditemukan (s0b0).
ii. Kedua, subyek ditemukan, bidang tanah tidak/belum ditemukan (s1b0)
iii. Ketiga, subyek ditemukan, bidang tanah ditemukan (s1b1). Kemungkinan
bidang tanahnya tumpang tindih (s1b1x) atau tidak tumpang tindih
(s1b10).
iv. Keempat, subyek belum ditemukan, bidang tanah ditemukan (s0b1).

c. Evaluasi Data Lapangan


Terhadap kondisi tersebut dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
i. Pada kondisi s0b0, dibuat Berita Acara sebagai dasar blokir internal pada
aplikasi KKP. Kondisi K4 seperti ini tidak dapat dipertanggungjawabkan
keuangannya (tidak boleh dicairkan).
ii. Pada kondisi s1b0, dilakukan penelitian lebih lanjut. Apabila semua
bidang tanah sudah terdata dalam satu wilayah area tertentu (desa,
kelurahan atau kecamatan), memungkinan subyek ditemukan. Jika bidang
tidak ditemukan, maka dibuatkan Berita Acara sebagai dasar blokir
internal pada aplikasi KKP. Kondisi K4 seperti ini tidak dapat
dipertanggungjawabkan keuangannya (tidak boleh dicairkan).
iii. Pada kondisi s1b1, dilakukan pemastian posisi dengan melakukan
pengukuran ulang dengan melibatkan pihak-pihak yang terkait.
Hasil cek lapangan terhadap bidang tanah yang ditemukan :
 tumpang tindih dengan bidang lain (s1b1x), dilakukan :
 Mediasi kepada pemilik bidang yang berbatasan dan dibuatkan
Berita Acara Mediasi
 Jika dicapai kesepakatan, hasil pengukuran bidang tanah tersebut
dituangkan dalam Berita Acara Pengukuran Ulang (contoh
terlampir), dan dapat diterbitkan Gambar Ukur baru dan PBT.
 Peta Bidang Tanah ini digunakan sebagai kelengkapan proses
pemeliharaan data dalam rangka Ganti Blangko (karena
perubahan data) pada pelayanan rutin di Kantor Pertanahan,
sesuai dengan ketentuan.
 Jika tidak terjadi kesepakatan, pada GU dilampirkan BA Mediasi
dan batas-batas bidang-nya diberi tanda strip( stripel) pada sisi-
sisi yang belum disepakati.
 Tidak dapat dilakukan mediasi karena pemilik yang bersebelahan
tidak diketahui keberadaannya, dibuatkan Berita Acara Hasil
Pengukuran Ulang dan dilampirkan pada GU dan PBT. Batas-batas
bidangnya diberi tanda strip (stripel).

24
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

 tidak tumpang tindih (s1b10), dipetakan.


iv. Pada kondisi s0b1, dilakukan pemastian posisi dengan melakukan cek
lapangan dengan melibatkan pihak-pihak yang terkait. Hasil cek lapangan
terhadap bidang tanah yang ditemukan.
 Tumpang tindih dengan bidang lain (s0b1x), tidak dapat dilakukan
mediasi karena pemilik yang bersebelahan tidak diketahui
keberadaannya, dibuatkan Berita Acara yang menjadi evidence yang
akan diserahkan di Kantor Pertanahan.
 Tidak tumpeng tindih (s0b10), plot dan validasi, kemudian
dibuatkan Berita Acara yang menjadi evidence yang akan
diserahkan di Kantor Pertanahan.

d. Tindak Lanjut Identifikasi Data Lapangan


Hasil kegiatan identifikasi lapangan yang dapat ditentukan posisinya,
selanjutnya dilakukan proses identifikasi kembali di kantor. Proses
identifikasi meliputi :
 pengecekan kesalahan ganda, kesalahan format penomoran,
topologi, standar layer
 Pemberian NIB, dan
 Unggah data serta dilakukan validasi data.

12. Unggah dan Validasi Bidang Tanah


Untuk melakukan proses ini diperlukan akses dan pengenalan aplikasi KKP dan
aplikasi data spasial ArcGIS, yang meliputi beberapa tahap kegiatan :
a. Cek Data Tekstual Ganda
Data tekstual perlu dilakukan cek untuk menghilangkan nomor-nomor
ganda, baik nomor hak, NIB maupun SU. Tools untuk cek data tekstual
ganda pada KKP di AutoCAD ada di menu Quality Control (QC). Namun,
untuk mempermudah pencarian dan pengurutan nomor-nomor tersebut
lebih mudah menggunakan ArcGIS, selanjutnya dilakukan edit terhadap
nomor-nomor tersebut, misalnya salah penulisan, dobel record dan
seterusnya.
b. Cek Luas Bidang Tanah
Setiap bidang tanah yang akan diunggah harus memenuhi toleransi
perbedaan luas peta dan luas tekstual SU sebesar ≤ 5%. Jika belum
terpenuhi dapat dilakukan editing atau digitasi ulang SU-nya.

c. Topologi tahap I
Data spasial bidang tanah yang telah dipetakan dilakukan cek topologi.
Fungsi cek topologi adalah untuk menghilangkan kesalahan-kesalahan

25
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

teknis misalnya sliver polygon yang diakibatkan karena adanya tumpang


tindih (overlap) dan celah (gaps) pada batas antar bidang.
Pada tools KKP di AutoCAD Map, tools topologi ini juga sudah ada, namun
kesalahannya harus dicek satu per satu (tidak otomatis ditunjukkan).
Sedangkan dengan menggunakan tools topologi perangkat lunak ArcGIS,
kesalahan topologi langsung dapat ditunjukkan. Untuk mempercepat
perbaikan topologi, maka dilakukan cek topologi pada perangkat lunak
ArcGIS terlebih dahulu. Kesalahan overlaps dan gaps pada batas antar
bidang dilakukan editing, sehingga keberadaan sliver polygon dapat
diminimalisir.

d. Pemberian NIB
Sertipikat lama yang terbit sebelum terbitnya PMNA 3/1997 dan sudah
terpetakan tidak mempunyai NIB, sehingga perlu diberikan dengan cara
pemberian NIB pada aplikasi dan mencantum pada data fisik dan entri
pada data tekstual elektronik. Untuk bidang-bidang yang terdeliniasi dan
belum sertipikat, misalnya pada kegiatan IP4T, dapat diberikan NIB sesuai
dengan Juknis PTSL.

Menu Pemberian NIB

e. Unvalidasi Data (penurunan status kualitas data bidang tanah)


Sebelum unggah data pada aplikasi secara online, bidang tanah yang
sudah tervalidasi harus dibuka status valid-nya untuk sementara.
Kewenangan tersebut ada pada Kepala Seksi Infratruktur Pertanahan
setempat.

Entri informasi setelah Pemberian NIB

26
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

f. Standarisasi Layer.
Tahap selanjutnya adalah melakukan pemrosesan data pada AutoCAD
dengan tools KKP. Data spasial dari ArcGIS dikonversi terlebih dahulu
menjadi format DWG AutoCAD. Kemudian, dilakukan pemrosesan
data, antara lain standarisasi layer, penyesuaian format penomoran,
topologi dan kontrol kualitas data tekstual. Salah satu proses awal
yang penting dalam pemrosesan data pada AutoCAD adalah
standarisasi layer. Masing-masing data harus berada pada layer yang
benar. Apabila berada pada layer yang tidak sesuai maka data tidak
dapat diproses. Contoh daftar standar layer yang digunakan adalah
sebagai berikut :
 Batas bidang tanah (layer : 020100)
 NIB (layer : 080201)
 Nomor SU (layer : 080202)
 Nomor hak (layer : 080203)

g. Penyesuaian Format Penomoran .


Setelah berada pada layer yang benar, format penomoran NIB, Nomor
Hak dan SU juga harus sesuai dengan standar aplikasi. Sebelum
pengaturan format data, informasi nomor hak, NIB dan SU harus
dilakukan explode terlebih dahulu agar teksnya dapat terbaca oleh
tools KKP. Selanjutnya, format data dapat dilakukan secara otomatis
dengan perintah format hak, format NIB dan format SU.

h. Topologi tahap II.


Pada tahap ini, batas bidang tanah dilakukan pengecekan topologi
dengan menggunakan tools KKP di AutoCAD, seperti yang dilakukan
pada tahap sebelumnya. Pengecekan topologi di AutoCAD tidak hanya
untuk mengecek kesalahan sliver polygon, tetapi juga dapat
mengecek kesalahan posisi nomor bidang (NIB, no.SU, no.hak berada
di luar batas bidang tanah). Karena sebelumnya telah dilakukan
pengecekan topologi pada ArcGIS maka kesalahan sliver polygon
biasanya sudah tidak ada, kalaupun masih ada sudah minimal/sedikit.

Topologi lapis data spasial

27
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

i. Kendali Mutu dan Unggah.


Sebelum proses unggah, harus dilakukan Kontrol Kualitas/Kendali
Mutu (QC) terhadap kesalahan ganda dan penulisan format
penomoran. Aplikasi KKP sudah menyediakan menu untuk melakukan
cek terhadap data-data dari kesalahan-kesalahan tersebut.

Kontrol Kualitas cek data tektual ganda

Setelah proses QC, data spasial siap untuk dilakukan unggah pada
aplikasi secara online.Unggah dapat dilakukan per desa/kelurahan
atau per RT/RW dengan menggunakan tools pemetaan persil pada
aplikasi KKP dan dilakukan secara paralel antara petugas satu dengan
yang lain.
Bidang tanah yang berhasil di-unggah, ditandai dengan bintang
berwarna merah pada setiap bidang yang berhasil unggah di peta
pendaftaran aplikasi KKP.

Menu Pempers

28
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

Unggah data masif per kelurahan

Hasil Unggah dengan tanda Bintang Merah Peta Pendaftaran

Hasil Unggah pada GeoKKP


29
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

j. Validasi Data Final


Dilakukan tahapan sebagai berikut :
 Menyamakan informasi tekstual antara bidang tanah yang
terunggah dengan peta pendaftaran sebelum unggah, terutama
pada 4 (empat) hal yaitu : posisi, bentuk, luas dan data yuridis.
Apabila belum sesuai maka perlu dilakukan penelusuran ulang.
 Apabila berbeda maka perlu dilakukan crosscheck pada dokumen
SU apakah bentuk dan informasinya telah sesuai.
 Bentuk dan informasi sesuai, dilakukan crosscheck apakah hak-
nya masih aktif atau tidak.
 Bentuk dan informasi tidak sesuai : perlu dilakukan
penelusuran ulangdan dilakukan unggah dan lakukan validasi
pada aplikasi KKP.
 Terhadap bidang yang tumpang tindih, dilakukan pengecekan
mengenai informasinya (NIB, No Hak atau No.SU). Selanjutnya
dilakukan perbaikan/editing, unggah ulang.
 Kemungkinan bidang tanah gagal ter-unggah bisa terjadi, karena
beberapa sebab yang lain. Sehingga harus dilakukan pengecekan
ulang lebih teliti sehingga solusi dapat diselesaikan dan dilakukan
unggah ulang.
 Simulasi sebagaimana dijelaskan dalam gambar berikut :

BANDINGKAN
INFORMASI
HAK, SU DAN NIB

Hasil unggah Bidang tanah siap unggah


Pada peta pendaftaran KKP (AutoCAD)

Cek data bidang tanah terunggah (online) dengan peta pendaftaran (offline)

30
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

13. Analisis Visual


Yaitu memastikan bidang-bidang terdaftar dan terpetakan dengan benar
dalam satu blok/kawasan. Overlay hasil unduhan bidang tanah KKP sebelum
dan sesudah kegiatan ini, dapat menggambarkan kualitas bidang tanah yang
lebih baik. Bidang-bidang yang terpetakan dengan bentuk yang tidak lazim,
seperti overlap melintang dapat terdeteksi. Sehingga perlu analisis lanjutan
untuk di cek ulang data-data yang ada atau dilakukan identifikasi/cek
lapangan karena keterbatasan data yang ada.

6.4 Pengukuran dan Pemetaan Bidang Tanah (Pendaftaran Tanah Pertama Kali)
Untuk memenuhi kriteria sebagai kota/kabupaten lengkap, maka untuk bidang-
bidang yang belum terdaftar (maksimal 20% dari total bidang tanah) dilakukan
pengukuran dan pemetaan bidang tanah sesuai dengan ketentuan di dalam
Petunjuk Teknis Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Tahun 2019.

6.5 Pengumuman
Pengumuman untuk memenuhi asas publisitas dan memberikan kesempatan
kepada warga masyarakat, pemilik tanah atau pihak lain yang berkepentingan
untuk mengajukan sanggahan mengenai nama kepemilikan, luas, letak dan
bentuk bidang tanah. Apabila terdapat sanggahan pada saat pengumuman
berdasarkan penelitian Panitia Ajudikasi terdapat kekeliruan mengenai hasil
ukuran bidang tanah yang tercantum pada peta bidang tanah, maka dilakukan
perubahan pada peta bidang tanah dan peta pendaftaran.

31
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

7 KENDALI MUTU
Kendali Mutu dilakukan untuk memastikan setiap tahapan kegiatan dapat berjalan
sesuai dengan Petunjuk Teknis. Evaluasi yang rutin dan berkesinambungan diperlukan
agar kesalahan/penyimpangan dapat diperbaiki, sehingga output setiap tahapan
kegiatan memenuhi standar keluaran baik kuantitas maupun kualitasnya. Secara garis
besar mekanisme kendali mutu digambarkan pada diagram berikut :

Diagam alir monitoring & evaluas Pendaftaran Tanah Lengkap Kota / Kabupaten

7.1 Kendali Mutu Persiapan


 Pengecekan kelengkapan administrasi mulai, misalnya dari penyusunan jadwal
pengukuran, surat tugas petugas ukur/Surveyor Kadastral Berlisensi, SK
Penetapan Lokasi, SK Tim, Pokmas.
 Pengecekan penggunaan peta dasar pendaftaran, peta kerja dan pta lain.
 Pengecekan peralatan komputer (hardware dan software pengolah data
spasial), pengukuran sesuai dengan spesifikasi teknis.
 Pengecekan materi sosialisasi, penyuluhan, pelatihan teknis dan lain-lain.

7.2 Inventarisasi
 Memastikan semua dokumen BT aktif sudah di-entri
 Memastikan semua dokumen SU sudah di-entri
 Memastikan peta pendaftaran hardcopy sudah dijital, dalam satu sistim
proyeksi peta
 Memastikan foto/CSRT tegak sebagai peta kerja
 Memastikan overlay peta pendaftaran dengan data bidang tanah terdaftar (SU)
 Memastikan lokasi kegiatan sudah terdeliniasi batas administrasinya dan
toponiminya

32
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

 Memastikan software pengolah data spasial dan hardware dijitalisasi dokumen


sesuai dengan SDM
 Memastikan Unduh data tekstual dan data spasial di wilayah lokasi kegiatan
 Memastikan content data elektronik sesuai dengan data fisik
 Memastikan data terdokumen dengan baik

7.3 Dijitalisasi Dokumen


 Memastikan dokumen fisik (BT,SU,GU) yang akan di dijitalisasi
 Memastikan content dokumen hasil dijitalisasi terbaca dengan jelas
 Memastikan manejemen penyimpanan file dokumen
 Memastikan entri data pada KKP seusai dengan data fisik, misal penomoran
pada NIB, Nomor SU dan Nomor Hak, alamat bidang tanah
 Memastikan file dokumen ter-unggah dan ter-link dengan data KKP
 Memastikan data terdokumen dengan baik.

7.4 Identifikasi dan Analisis Data


 Memastikan luas dan NIB/No.SU/No.Hak setiap bidang tanah memenuhi syarat
untuk lolos validasi
 Memastikan bentuk dan tetangga berbatasan sesuai dengan data yang ada
 Memastikan bidang tanah KW 4, 5, 6 terdijitasi dan siap diidentifikasi/
dipetakan
 Memastikan data ter-unggah dan tervalidasi
 Memastikan data tidak tervalidasi ditindaklanjuti dengan analisis lanjutan,
identifikasi dan cek lapangan
 Memastikan data unresolved certificates sebagai bagian dari output kegiatan
yang sebagai bahan untuk evaluasi Kantor Pertanahan
 Memastikan pengukuran sample random mewakili karakteristik wilayah yang
beragam, sesuai kondisi lapangan
 Memastikan GU bidang tanah adanya perubahan data fisik memuhi kaidah
pengukuran dan pemetaan bidang tanah
 Memastikan perubahan data fisik, ketidaksepakatan batas dan perubahan data
lain dibuata Berita Acara dan merupakan bukti otentik sebagai bagian dari
dokumen lapangan/GU
 Memastikan hasil identifikasi lapangan dilakukan unggah ulang

7.5 Pengukuran Cek Data Random


 Pengukuran random bertujuan untuk menguji hasil identifikasi pemetaan di
kantor sesuai dengan data lapangan pada tingkat ketelitian yang
dipersyaratkan.

33
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

 Pemilihan bidang dilakukan secara random di wilayah desa lokasi kegiatan


dengan acuan topografi wilayah dan klasifikasi identifikasi data bidang tanah
(C1, C2, C3, C4 dan C5).
 Jumlah sampel miniman 5% dari jumlah bidang tanah KW 4,5 dan 6.
 Selain panjang-an sisi bidang tanah, sampel juga dilakukan terhadap panjang-
an blok.

8 OUTPUT KEGIATAN

Output Kegiatan Output Kegiatan


Kegiatan Pendaftaran
Pembaruan Data Bidang Pembaruan Data
Tanah Pertama Kali
Tanah Terdaftar K4- Bidang Tanah Terdaftar
(K1, K2, atau K3)
identifikasi lapangan K4-studio

Berita acara perubahan


data bidang tanah yang
Gambar Ukur BT / SU / GU Digital ditandatangani oleh
pemilik bidang tanah
/kepala desa.
Hasil unduh bidang-bidang
Surat Ukur tanah KKP sebelum dan
sesudah kegiatan
Daftar bidang tanah
Peta Bidang Tanah terbaharui dan terpetakan
(online via KKP dan offline)
Berita Acara yang memuat
informasi mengenai :
- bidang-bidang tanah
tidak dapat terpetakan
(Unresolved
Certificated),
Sertipikat Hak atas tanah
- dipetakan tetapi
(K1)
terjadi perubahan data
- masing-masing beserta
Lampirannya
GU bidang-bidang tanah
K4 yang ada perubahan
data fisik

34
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

9 LAPORAN
Laporan dibuat berdasarkan progres pekerjaan yang terdiri dari laporan awal, laporan
tengah dan laporan akhir. Dalam setiap laporan, harus dilampirkan:
a. Daftar Tanah hasil Unduh KKP (sebelum dan sesudah kegiatan)
b. Daftar Nama hasil Unduh KKP (sebelum dan sesudah kegiatan)

c. Daftar Link-Up Data dan Validasi Data KKP (sebelum dan sesudah kegiatan)
d. Rekapitulasi Unggah dan Validasi
Bentuk dan form dibuat tersendiri sesuai kebutuhan.

10 PEMBIAYAAN
Pembiayaan Kegiatan Pendaftaran Tanah Lengkap untuk Kota/Kabupaten ini dapat
dibagi menjadi 2 (dua), yaitu :
a. Untuk bidang-bidang tanah yang telah terdaftar (K4) melalui Kegiatan Pembaruan
Data Bidang Tanah terdaftar. Kegiatan ini terbagi dalam dua kategori yaitu :
i. Pembaruan Data Bidang Tanah K4-Studio
Untuk sertipikat yang memiliki Gambar Situasi / Surat Ukur digolongkan sebagai
KW 4 dapat dilakukan pembaharuan data di studio. Pembaharuan data di studio
dilakukan apabila Gambar Situasi / Surat Ukur tersedia dan didukung informasi
yang lengkap sehingga dapat dilakukan pemetaan dalam sistem koordinat TM3
dan menjadi data bidang tanah kwalitas 1 dan valid. Informasi yang dimakud
dapat berupa GU / Peta Bidang Tanah yang menggambarkan detail atau situasi
sekitar sebagai acuan pemetaan. Terhadap kondisi ini diberikan perlakuan sesuai
dengan yang tercantum di dalam Juknis PTSL.
Pembiayaan untuk bidang tanah KW 4 yang hanya memerlukan pengolahan data
di studio disyaratkan hanya untuk pekerjaan yang dikerjakan oleh PPNPN yang
diberikan tugas khusus untuk kegiatan Pembaharuan Data Bidang Tanah
Terdaftar yang dikerjakan di studio dengan detil pembiayaan sebagai berikut :

SATUAN BIAYA (PEKERJAAN STUDIO)


KATEGORI SATUAN PER
BIDANG (RUPIAH)
KATEGORI I (Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur,
30.894
Maluku, Maluku Utara)

KATEGORI II (Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi


Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Kepulauan Riau, 29.112
Bangka Belitung)

35
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

SATUAN BIAYA (PEKERJAAN STUDIO)


KATEGORI SATUAN PER
BIDANG (RUPIAH)

KATEGORI III (Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan,


Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Aceh, Sumatera 27.384
Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, Gorontalo)

KATEGORI IV (Kalimantan Selatan, Riau, Jambi,


27.491
Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung)
KATEGORI V (Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa
23.654
Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali)
KATEGORI VI (Kepulauan) 38.882
KATEGORI VII (Terpencil) 54.190

ii. Untuk sertipikat tidak ada Gambar Situasi dapat digolongkan sebagai KW 5 dan
KW 6 diperlukan identifikasi di lapangan. Pekerjaan identifikasi lapangan
meliputi dua hal yaitu subyek yang tercantum di sertipikat dan keberadaan
posisi bidang tanah secara fisik. Untuk bidang tanah KW 4 diperlukan
identifikasi di lapangan ketika Gambar Situasi / Surat Ukur memiliki koordinat
lokal sehingga perlu dilakukan pengukuran titik sekutu agar bidang tanah
tersebut memiliki koordinat TM3.Hasil temuan terhadap identifikasi tersebut
diberikan perlakuan sesuai dengan yang tercantum di dalam Juknis PTSL.
Detil besaran satuan biaya untuk kategori tersebut adalah sebagai berikut
SATUAN BIAYA K4 (IDENTIFIKASI LAPANGAN)
SATUAN PER BIDANG
KATEGORI (RUPIAH)
KATEGORI I (Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara
156.000
Timur, Maluku, Maluku Utara)
KATEGORI II (Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah,
Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, 130.500
Kepulauan Riau, Bangka Belitung)
KATEGORI III (Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan,
Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Aceh,
106.500
Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan
Tengah, Gorontalo)

KATEGORI IV (Kalimantan Selatan, Riau, Jambi,


79.000
Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung)

36
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

SATUAN BIAYA K4 (IDENTIFIKASI LAPANGAN)


SATUAN PER BIDANG
KATEGORI (RUPIAH)

KATEGORI V (Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa


53.000
Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali)

KATEGORI VI (Kepulauan) 268.000

KATEGORI VII (Terpencil) 482.300

b. Pembiayaan bidang-bidang tanah belum terdaftar


Besarnya biaya untuk pengukuran bidang-bidang tanah yang belum terdaftar adalah
sama dengan satuan biaya Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

11 DEKLARASI
Komitmen bersama bagi pengelola data pertanahan dengan kualitas yang ideal dalam
rangka pelayanan di Kantor Pertanahan. Profesional dalam menjamin kontinuitas
pengelolaan data merupakan tantangan sekaligus kewajiban. Sebagai benchmark
pengelolaan selanjutnya perlu di-deklarasikan wilayah yang sudah ideal kondisi datanya,
baik kuantitas maupun kualitasnya. Selanjutnya pengolahan dan dan pengelolaan semua
pelayanan rutin akan menggunakan data elektronik sebagai data tunggal.

Mengingat kondisi data di setiap wilayah berbeda, deklarasi dapat dilakukan berjenjang
mulai dari per kelurahan/desa, kecamatan dan kabupaten/kota. Deklarasi dibuat dalam
bentuk Berita Acara yang ditandatangani oleh Kepala Kantor, Pejabat Struktural yang
bertanggungjawab terhadap pelayanan dan pengelolan arsip. Format dan contoh
terlampir.

Adapun prosedur penentuan suatu kota/kabupaten untuk dapat melaksanakan


Pendaftaran Tanah Lengkap untuk Kota/Kabupaten adalah sebagai berikut :
a. Mengajukan permohonan pelaksanaan kegiatan Pendaftaran Tanah Lengkap untuk
Kota/Kabupaten kepada Direktur Jenderal Infrastruktur Keagrariaan dan Direktur
Jenderal Hubungan Hukum Keagrariaan pada T-1.
b. Tim Direktorat Jenderal Infrastruktur Keagrariaan dan Direktorat Jenderal
Hubungan Hukum Keagrariaan melakukan verifikasi terhadap persyaratan dan
kesiapan Kantor Pertanahan yang mengajukan permohonan pelaksanaan kegiatan
Pendaftaran Tanah Lengkap untuk Kota/Kabupaten.

37
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

c. Tim Direktorat Jenderal Infrastruktur Keagrariaan dan Direktorat Jenderal


Hubungan Hukum Keagrariaan memberikan persetujuan atau penolakan (disertai
alasan penolakan) terhadap permohonan pelaksanaan kegiatan Pendaftaran Tanah
Lengkap untuk Kota/Kabupaten.

12 TINDAK LANJUT PASCA KOTA/KABUPATEN LENGKAP


Setelah dicapai hasil Pendaftaran Tanah Lengkap Kota / Kabupaten, Kantor Pertanahan
wajib menggunakan data hasil Pendaftaran Tanah Lengkap Kota / Kabupaten sebagai
dasar seluruh kegiatan pertanahan, termasuk tidak terbatas untuk :
- Pelayanan Elektronik;
- Pemeliharaan Data Pendaftaran Tanah;
- One Map Policy;
- Penataan Ruang;
- Sensus Pajak;
- Pembangunan Sistem Informasi berbasis Bidang Tanah;
- Data sharing dengan instansi terkait yang membutuhkan;
- dan kegiatan pelayanan lainnya.

13 PENUTUP
Petunjuk Teknis ini digunakan untuk membangun data bidang tanah yang valid dan
terkini untuk meningkatkan layanan di bidang pertanahan menuju Sistem Administrasi
Pertanahan Modern.

--------SELAMAT BEKERJA-------

38
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

LAMPIRAN 1
LAMPIRAN KONSEP KOTA/KABUPATEN LENGKAP

 Klarifikasi Cek
Lapangan
Analisa  Pengukuran
Kwalitas Sample Random
&
Validitas
 Pengukuran
dan Pemetaan
Bidang Tanah

Pembaruan Data + Pendaftaran


Tanah Pertama Kali = Kota
Lengkap

39
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

LAMPIRAN 2
LAMPIRAN DIAGRAM PEMBARUAN DATA BIDANG TANAH TERDAFTAR (K4)

40
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

LAMPIRAN 3
DIAGRAM ALUR KEGIATAN PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

41
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

LAMPIRAN 4
LAMPIRAN REKAPITULASI KUALITAS JUMLAH BIDANG TERDAFTAR

Inventarisasi Data Bidang Tanah untuk Perencanaan Lokasi Kabupaten Lengkap


Kabupaten Taliti
1. Kecamatan Mandau
Jumlah Bidang Pelaksana & Jumlah
Kondisi Peta Pendaftaran/Kerja & Skala #)
Terdaftar Target
No Desa/Kel Belum
Semua *) Kwalitas Data Jml Kw Pihak Swa
Jml Kw 1-6 Terdaftar Peta Foto CSRT Peta Garis Citra Drone
KW1 KW2 KW3 KW4 KW5 KW6 4,5,6 Ke3 kelola
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10(7+8+9) 11(4+...+9) 12 (3-11) 13 14 15 16 17 18
1 Taliabu 1.934 254 125 354 245 145 136 526 1259 675  R 1:2500
2 Branti 1.245 125 23 327 24 56 126 206 681 564  R 1:2500
3 Pareangirang 1.524 324 241 174 65 87 91 243 982 542  NR 1:2500
4 Wangun 688 21 43 1 34 32 125 191 256 432  NR 1:2500
5 Parit Ujung 645 23 45 21 46 89 76 211 300 345  NR:1000
6 Lagua 605 32 34 21 55 76 87 218 305 300  R 1:2500
7 Tinowali 632 32 87 12 54 34 123 211 342 290  R 1:5000
8 Kedaton 793 32 35 12 98 145 214 457 536 257  R 1:5000
9 Sukahati 765 210 12 2 235 45 23 303 527 238  R 1:2500
10 Mantang 1.101 65 34 56 23 567 121 711 866 235  R 1:2500
11 Sambi 1.026 89 76 32 123 345 126 594 791 235  R 1:2500
12 Tegalgendu 584 89 54 123 76 88 9 173 439 145  R 1:2500
13 Menjangan 392 22 54 12 121 2 56 179 267 125  R 1:2500
14 Genteng 1.360 164 501 421 45 71 93 209 1295 65  R 1:2500
15 Jampang 305 12 23 4 35 75 121 231 270 35  NR 1:2500
Jumlah 13.599 1.494 1.387 1.572 1.279 1.857 1.527 4.663 9.116 4.483 4.483
Keterangan *) data diambil dari DHKP Kabupaten Taliti #)
R=Rektifikasi NR=BelumRektifikasi

42
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

LAMPIRAN 5
CONTOH PERMASALAHAN DATA DAN SOLUSINYA (1)

Identifikasi
No Kemungkinan Alternatif Solusi
Masalah
1 Tumpang tindih  Keterbatasan teknologi  Cek Lapangan
hanya di Peta peralatan  Pengukuran ulang
 Ketersediaan Peta Dasar  Perbaikan ploting
2 Tumpang tindih  Tidak ada peta tunggal  Penelitian ulang data & warkah
peta dan di  Regulasi lama  Cek lapangan
lapangan  Itikad tidak baik  Mediasi
 Sengketa
3 GU/SU tidak sesuai  Keterbatasan teknologi  Identifikasi & analisa data yang ada
dengan kondisi saat peralatan  Cek dan Pengukuran Ulang, Penetapan Ulang
ini  Ketersediaan Peta Dasar  Dibuat Berita Acara Perubahan Data
 Ganti Blangko sertipikat dengan perubahan data
bidang tanah
4 Posisi fisik dalam  Nama obyek /subyek dari  Identifikasi subyek/obyek
satu kawasan tidak Instansi terkait tidak sesuai  Sosialisasi
sesuai dengan Peta antara perencanaan dan  Konsolidasi dan penataan ulang
Pendaftaran pelaksanaan di lapangan
(contoh lokasi
transmigrasi)
5 Sertipikat berada di  Sertipikat terbit sebelum ada  Enclave dari kawasan
kawasan hutan penetapan kawasan  Pembatalan sertipikat
 Batas kawasan tidak jelas dan
tidak ada yang bisa
dikonfirmasi
6 Penomoran ganda  Proses pelayanan manual  Inventarisir BT.SU & Warkah yang bernomor
(Nomor hak, nomor  Human error ganda
SU, NIB)  Bidang tanah terdaftar terakhir dirubah
penomoran dengan nomor terakhir+1 (counter
KKP)
 Dibuat berita Acara perubahan
 Coret nomor yang salah diganti dengan nomor
baru
 BA digabung dengan dokumen fisik masing-
masing
 Pembetulan sertipikat pada saat pemeliharaan
data
7 Data pertanahan  Pemekaran wilayah  Memastikan terjadinya pemekaran wilayah
belum mutakhir administrasi  Pembuatan wilayah baru pada KKP (koordinasi
 Peralihan yang belum ke Pusdatin)
didaftarkan  Mengindentifikasi peta dan mendeliniasi batas
administrasi yang baru dan cek lapangan
 Menginventarisir BT/SU yang terjadi perubahan
wilayah
 Buat penomoran baru sesuai dengan kode
wilayah. Catatan pada data KKP
 Coret nomor lama dan tulis dengan nomor yang
baru
 Dibuatkan Berita Acara Perubahan
 BA digabung dengan dokumen fisik masing-
masing
 BA digabung dengan dokumen fisik masing-

43
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

LAMPIRAN 6
CONTOH PERMASALAHAN DATA DAN SOLUSINYA (2)

1. DATA ENTRIAN KKP TIDAK LENGKAP


a. Data di peta pendaftaran analog/peta kerja :
 Bidang terletak di Kelurahan Panularan, Kecamatan Laweyan
 Nomor hak M.106 dan GS.03220/1990
 Bidang berasal dari sebagian Persil 367
b. Data berdasarkan SU tetangga : seluruh SU tetangga menunjukkan bidang tanah ini
merupakan M.106.
c. Data dari aplikasi KKP :
 Query hak di Kel.Panularan dengan nomor M.106 tidak ditemukan (belum dientri)
 Status Kwalitas Data : Tidak termasuk KW mana pun karena belum dientri
 Status Peta Pendaftaran : Belum terpetakan
 Status Validitas Data : Belum validasi
d. Data SU fisik :
 GS.03220/1990 merupakan SU untuk Kelurahan Mojosongo
 Bentuk, posisi dan luas pada SU fisik tidak sesuai dengan peta kerja.
SOLUSI
a. Cek BT fisik dengan nomor M.106, hasilnya ;
 Menunjuk ke Kelurahan Panularan
 Tidak ada informasi nomor SU (belum pernah dilakukan pengukuran)
 Masih aktif
b. Cek data lapangan :
 Jika subyek dan obyek ditemukan dan tidak overlap, dilakukan pengukuran ulang
dengan persetujuan pemilik dengan dasar nama kegiatan (sebutkan MAK-nya), atau
jika dilaksanakan pihak ketiga berdasarkan SPK.
 Dilakukan penetepan baru, dibuat GU baru
 Dibuat Berita Acara untuk melengkapi arsip.
c. Kegiatan pasca lapangan (kegiatan kantor)
 Kartir data GU, Pemberian NIB dan SU
 Entri dokumen pada KKP : melakukan entri nomor hak (nomor hak M.106)
 Integrasi/link data spasial dan tekstual pada KKP : melinkkan nomor hak, nomor SU
dan NIB
 Menambahkan informasi nomor hak pada peta kerja offline AutoCAD.
 Import/unggah bidang tanah dari peta kerja.

44
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

Data yang Ada Data Setelah Direvisi

2. KESALAHAN ENTRI CATATAN PENDAFTARAN KKP


a. Data di peta pendaftaran analog/peta kerja :
 Bidang terletak di Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari
 Nomor hak M.17
b. Data berdasarkan SU tetangga : seluruh SU tetangga menunjukkan bidang tanah ini
merupakan M.17.
c. Data dari aplikasi KKP :
 Query hak di Kel.Keprabon dengan nomor M.17 ditemukan
 M.17 terlink dengan SU.00316/1968 dan NIB 00258, luas = 154 m 2.
 Dipecah sempurna menjadi hak M.504-M.507 (sudah tidak aktif).
 Status Kwalitas Data : KW2
 Status Peta Pendaftaran : Terpetakan namun tidak tampil (hak sudah tidak aktif)
 Status Validitas Data : Belum validasi
d. Data SU fisik :
 SU.00316/1968 (untuk M.17) : SU fisik tidak ditemukan di Kantah.
 SU untuk M.504-M.507 : bentuk dan posisinya tidak sesuai dengan peta kerja. Sudah
dipetakan dilokasi lain (masih di Kelurahan Keprabon). Alas hak M.504-M.507 dari
M.19 bukan dari M.17. Total luas M.504-M.507 sebesar 829 m2.

Data Luas pada M17 Data Luas pada M19

SOLUSI
a. Cek BT fisik dengan nomor M.17, M.19, dan M.504-M.507 ;
 M.17 : menunjuk ke Kelurahan Keprabon. Masih aktif (tidak dipecah). Tidak terdapat
informasi SU.

45
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

 M.19 : menunjuk ke Kelurahan Keprabon. Dipecah sempurna menjadi hak M.504-


M.507. Tidak terdapat informasi SU. Luas = 829 m2.
 M.504-M.507 : menunjuk ke Kelurahan Keprabon. Masih aktif. Asal hak M.19.
b. Melakukan analisis berdasarkan data yang ada :
 M.17 masih aktif ditunjukkan dengan catatan pendaftaran BT fisik.
 M.19 dipecah menjadi M.504-M.507 ditunjukkan dengan catatan pendaftaran BT fisik
dan alas hak pada SU fisik.
 Luas M.19 sesuai dengan total luas M.504-M.507 (829 m2)

Sehingga dapat disimpulkan bahwa :


 M.17 seharusnya masih aktif.
 M.19 seharusnya dipecah menjadi M.504-M.507 (tidak aktif).
 Catatan pendaftaran M.17 dan M.19 tertukar di KKP.
c. Memperbaiki catatan pendaftaran M.17 dan M.19 :
 M.17 : menghilangkan catatan pendaftaran pemecahan sempurna. Mengaktifkan hak
kembali.
 M.19 : menambahkan catatan pendaftaran pemecahan sempurna menjadi M.504-
M.507. Hak ini secara otomatis tidak aktif di KKP.
d. Untuk bidang M19 :
 Integrasi/link data spasial dan tekstual pada KKP : melinkkan nomor hak, nomor SU
dan NIB sesuai BT fisik.
 Menambahkan informasi nomor hak, nomor SU dan NIB pada peta kerja offline
AutoCAD.
e. Untuk bidang M17 :
 Dilakukan kegiatan lapangan dan paska lapangan seperti pada contoh di atas.

46
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

Catatan Perubahan pada M17 (revisi) Catatan Perubahan pad M19 (revisi)

3. INFORMASI PERUBAHAN HAK PADA KKP TIDAK LENGKAP (TERUTAMA UNTUK HAK GUNA
BANGUNAN)
a. Data di peta pendaftaran analog/peta kerja :
 Bidang terletak di Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari
 Nomor hak B.21 dan GS.00235/1975
b. Data berdasarkan SU tetangga : seluruh SU tetangga menunjukkan bidang tanah ini
merupakan B.21.
c. Data dari aplikasi KKP :
 Query hak di Kel.Keprabon dengan nomor B.21 ditemukan
 Catatan pendaftaran terakhir B.21 menunjukkan bahwa hak ini berakhir pada tanggal
10/10/2015 (sudah tidak aktif). Tidak dituliskan hak penggantinya.
 Status Kwalitas Data : KW2
 Status Peta Pendaftaran : Terpetakan namun tidak tampil (hak sudah tidak aktif)
 Status Validitas Data : Belum validasi
d. Data SU fisik : SU fisik GS.00235/1975 tidak ditemukan di Kantah.
SOLUSI
a. Cek BT fisik dengan nomor B.21, hasilnya ;
 Menunjuk ke Kelurahan Keprabon
 Sudah tidak aktif (diganti menjadi B.60).
b. Cek BT fisik dengan nomor B.60, hasilnya ;
 Menunjuk ke Kelurahan Keprabon
47
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

 Aktif sampai tanggal 12/02/2036.


 Memiliki nomor GS.07577/1994.
 Alas hak : B.21.
c. Data dari aplikasi KKP :
 Query hak di Kel.Keprabon dengan nomor B.60 ditemukan
 B.60 terlink dengan GS.07577/1994 dan NIB 01148
 Catatan pendaftaran terakhir B.60 menunjukkan bahwa hak ini masih aktif.
 Status Kwalitas Data : KW4
 Status Peta Pendaftaran : Belum terpetakan
 Status Validitas Data : Belum validasi
 Alas hak : tidak dituliskan
d. Data SU fisik GS.07577/1994 (B.60) : bentuk dan posisi bidang tanah pada SU sesuai
dengan peta kerja.
e. Perubahan catatan pendaftaran KKP :
 B.21 : menambahkan catatan pendaftaran “Hak ini dimatikan dan diganti menjadi
B.60”.
 B.60 : menambahkan informasi alas hak yaitu B.21.
f. Integrasi/link data spasial dan tekstual pada KKP : melinkkan nomor hak, nomor SU dan
NIB sesuai BT fisik.
g. Menambahkan informasi nomor hak, nomor SU dan NIB pada peta kerja offline
AutoCAD.
h. Import/unggah bidang tanah dari peta kerja dan dilakukan validasi.
i. Hasil : B.21 diganti menjadi B.60. Lokasi B.60 diketahui, dapat terpetakan dan divalidasi.
Setelah ditata kwalitas bidang tanah B.60 meningkat dari KW4 menjadi KW1. Alasan
terjadi peningkatan kwalitas karena pada awalnya B.60 memiliki informasi yuridis yang
lengkap (nomor hak, SU tekstual dan SU fisikl), namun belum dipetakan/tidak terdapat
data spasial (KW4). Setelah dilakukan penataan, data spasial B.60 dapat diunggah ke KKP
dan diintegrasikan dengan data yuridisnya, sehingga menjadi KW1.

B.21
B.60

Data awal Data setelah ditata


48
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

LAMPIRAN 7
FORMAT BERITA ACARA DEKLARASI
BERITA ACARA DEKLARASI
KEGIATAN PENDAFTARAN TANAH LENGKAP UNTUK KOTA / KABUPATEN LENGKAP
KOTA / KABUPATEN …………..
PROVINSI ………………….
TAHUN ANGGARAN ……

Nomor : …………………………………

Pada hari ini ………., tanggal ……………. bulan …………… tahun ……………., kami yang bertanda tangan di bawah ini :

1. ………………………………………………… : Kepala Kantor Pertanahan

2. ..………………………………………….. : Kepala Seksi Infrastruktur Pertanahan

3. ………..…………………………………….. : Kepala Seksi Hubungan Hukum Pertanahan

Menerangkan bahwa :
Kota / Kabupaten …………………… telah melaksanakan kegiatan Pendaftaran Tanah Lengkap dengan
hasil sebagai berikut :
a. Bidang tanah terdaftar sejumlah ……… bidang.
- Bidang tanah terdaftar K4 studio sejumlah ……….. bidang dan,
- bidang tanah terdaftar K4 identifikasi lapangan sejumlah …………….. bidang.
b. Pendaftaran bidang tanah pertama kali (PTSL) sejumlah ………… bidang.
Dengan ini menyatakan bahwa Pendaftaran Tanah di Kota / Kabupaten …………. telah mencapai 100% dan
merupakan Kota/Kabupaten Lengkap serta siap untuk menindaklanjuti deklarasi ini sebagai dasar seluruh
kegiatan pertanahan, termasuk :
- Pelayanan Elektronik;
- Pemeliharaan Data Pendaftaran Tanah;
- One Map Policy;
- dan kegiatan pelayanan lainnya.
Demikian Berita Acara Deklarasi Kota / Kabupaten Lengkap ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana
mestinya.

Kasi Infrastruktur Pertanahan Kasi Hubungan Hukum Pertanahan

NIP. NIP.
Kepala Kantor Pertanahan Kota / Kabupaten ……

NIP.

49
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

LAMPIRAN 8
CONTOH BERITA ACARA DEKLARASI

BERITA ACARA DEKLARASI


KEGIATAN PENDAFTARAN TANAH LENGKAP UNTUK KOTA LENGKAP
KOTA BUNGA
PROVINSI VEGETASI
TAHUN ANGGARAN 2019

Nomor : 12/2378/2019

Pada hari in Jumat, tanggal 1. bulan Februari tahun 2019, kami yang bertanda tangan di bawah ini :

1. Didik Riswanto, S.T., M.S.P : Kepala Kantor Pertanahan

2. Duto Wijaya, S.T., M.Eng : Kepala Seksi Infrastruktur Pertanahan

3. Aditya Ginting, S.H., M.Kn : Kepala Seksi Hubungan Hukum Pertanahan

Menerangkan bahwa :
Kota Bunga telah melaksanakan kegiatan Pendaftaran Tanah Lengkap dengan hasil sebagai berikut :
a. Bidang tanah terdaftar sejumlah 5000 bidang.
- Bidang tanah terdaftar K4 studio sejumlah 1600 bidang dan,
- bidang tanah terdaftar K4 identifikasi lapangan sejumlah 2500. bidang.
b. Pendaftaran bidang tanah pertama kali (PTSL) sejumlah 900 bidang.
Dengan ini menyatakan bahwa Pendaftaran Tanah di Kota Bunga telah mencapai 100% dan merupakan
Kota/Kabupaten Lengkap serta siap untuk menindaklanjuti deklarasi ini sebagai dasar seluruh kegiatan
pertanahan, termasuk :
- Pelayanan Elektronik;
- Pemeliharaan Data Pendaftaran Tanah;
- One Map Policy;
- dan kegiatan pelayanan lainnya.
Demikian Berita Acara Deklarasi Kota / Kabupaten Lengkap ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana
mestinya.

Kasi Infrastruktur Pertanahan Kasi Hubungan Hukum Pertanahan

Duto Wijaya, S.T., M.Eng Aditya Ginting, S.H., M.Kn


NIP. 198506022003121002 NIP. 198210202002121002

Kepala Kantor Pertanahan Kota Bunga

Didik Riswanto, S.T, M.Sc.


NIP. 196902121997051003

50
PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN TANAH LENGKAP KOTA/KABUPATEN

KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG / BADAN PERTANAHAN NASIONAL


DIREKTORAT JENDERAL INFRASTRUKTUR KEAGRARIAAN
Jalan Kuningan Barat I No. 1, Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12710

51
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

KATA PENGANTAR

Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) sebagai


program strategis nasional menghasilkan produk data bidang
tanah baru dan sekaligus membenahi data bidang tanah yang
sudah sertipikat. Dengan volume yang sangat besar pada setiap
tahunnya, maka diperlukan mekanisme yang dapat digunakan
untuk menjaga kualitas hasil pekerjaan PTSL agar terhindar dari
masalah di kemudian hari.

Syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha


Kuasa, kami dapat menyelesaikan buku Petunjuk Teknis untuk
Pelaksanaan Kontrol Kualitas Pekerjaan Pengukuran dan
Pemetaan. Petunjuk Teknis ini disusun sebagai pedoman bagi
pihak ketiga atau aparatur sipil nasional selain pelaksana
pengukuran untuk melaksanakan pengawasan mutu atau kontrol
kualitas hasil pekerjaan pengukuran dan pemetaan sistematis
lengkap.

Beberapa hal yang perlu disampaikan dengan terbitnya


buku ini adalah :

1. Pelaksana kontrol kualitas harus berbeda dengan pelaksana


pengukuran dan pemetaan bidang tanah.
2. Pelaksana kontrol kualitas harus mempunyai pengetahuan,
pemahaman dan pengalaman dalam hal pengukuran dan
pemetaan bidang tanah.
3. Kontrol kualitas dilaksanakan sebelum kegiatan kendali mutu
oleh satgas fisik untuk memastikan produk pengukuran dan
pemetaan yang dilaksanakan telah memenuhi standar teknis
yang ditetapkan.

i
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

Semoga buku Petunjuk Teknis ini dapat menjadi pedoman


bagi pelaksana di daerah untuk menjaga kualitas hasil pengukuran
dan pemetaan PTSL valid dan akurat. Terima kasih kepada semua
pihak yang telah berperan dalam penyusunan Petunjuk Teknis ini.

Semoga pemikiran dan kerja keras dilakukan dengan


penuh keikhlasan.

Jakarta, 1 Februari 2019


Direktur Jenderal Infrastruktur Keagrariaan

Ir. R. Muhammad Adi Darmawan, M.Eng.Sc


NIP. 19611226 199203 1 001

ii
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

DAFTAR ISI
I. PENDAHULUAN .................................................................... 1
1.1 Dasar Peraturan .............................................................. 1
1.2 Ketentuan Umum ............................................................ 2
1.3 Deskripsi Petunjuk Teknis ................................................. 5
1.4 Latar Belakang, Maksud, dan Tujuan ................................. 5
II. PELAKSANAAN KEGIATAN ................................................... 6
2.1Pelaksana Pekerjaan ........................................................ 6
2.2Kewenangan Pelaksana Kontrol Kualitas ............................. 6
2.3Lingkup Kegiatan ............................................................. 8
2.4Tata Cara Pelaksanaan Kontrol Kualitas.............................. 9
2.4.1 Pemeriksaan Dokumen Administrasi ....................... 11
2.4.2 Kegiatan Pengukuran Sampel Bidang Tanah ........... 12
III. HASIL KEGIATAN ............................................................... 14
Lampiran I. Contoh Tabel Daftar Sampel Bidang Tanah ........ 16
Lampiran II. Tata Cara Pembuatan Gambar Ukur ................... 17
Lampiran III. Form Check List Kontrol Kualitas ....................... 21
Lampiran IV. Contoh Gambar Situasi Kontrol Kualitas ............ 23
Lampiran V. Contoh Tabel Perbandingan
Hasil Ukuran Kontrol Kualitas ............................ 24
Lampiran VI. Contoh Daftar Rekapitulasi
Bidang Tanah Kontrol Kualitas ........................... 25

iii
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

I. PENDAHULUAN
1.1 Dasar Peraturan
a. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun
1960 tentang Peraturan Dasar Pokok Pokok Agraria;
b. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24
tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah;
c. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 17
Tahun 2015 tentang Kementerian Agraria dan Tata
Ruang;
d. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 20
Tahun 2015 tentang Badan Pertanahan Nasional;
e. Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 16 tahun
2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
f. Peraturan Menteri Negara Agraria/ Kepala Badan
Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 tentang
Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor
24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah;
g. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala
Badan Pertanahan Nasional Nomor 8 Tahun 2015
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agraria
dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional;
h. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala
Badan Pertanahan Nasional Nomor 33 Tahun 2016
tentang Surveyor Kadaster Berlisensi jo.Peraturan
Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan
Pertanahan Nasional Nomor 11 Tahun 2017 tentang
Perubahan atas Peraturan Menteri Agraria dan Tata
Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 33
Tahun 2016 tentang Surveyor Kadaster Berlisensi.
i. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala
Badan Pertanahan Nasional Nomor 6 Tahun 2018
tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap.
j. Petunjuk Teknis Pendaftaran Tanah Sistematis
Lengkap Nomor: 01/JUKNIS-300.UK.01.01/2019
Tanggal 1 Februari 2019.

1
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

k. Petunjuk Teknis Pendaftaran Tanah Sistematis


Lengkap Partisipasi Masyarakat Nomor: 02/JUKNIS-
300.UK.01.01/2019 Tanggal 1 Februari 2019.
1.2 Ketentuan Umum
a. Peta Dasar Pendaftaran adalah peta yang memuat titik-
titik dasar teknik dan unsur-unsur geografis, seperti
sungai, jalan, bangunan dan batas fisik bidang-bidang
tanah.
b. Pengukuran bidang tanah secara sistematis adalah
proses pemastian letak batas bidang-bidang tanah
yang terletak dalam satu atau beberapa
desa/kelurahan atau bagian dari desa/kelurahan atau
lebih dalam rangka penyelenggaraan pendaftaran
tanah secara sistematis;
c. Pemetaan bidang tanah adalah kegiatan pengolahan
data dan penggambaran hasil pengukuran bidang-
bidang tanah dengan suatu metode tertentu pada
media tertentu sehingga letak, bentuk dan ukuran
bidang tanahnya dapat diketahui;
d. Peta Kerja adalah peta yang digunakan sebagai acuan
untuk mengidentifikasi, mendeliniasi dan atau
memetakan batas bidang tanah yang sudah terdaftar
maupun bidang tanah yang belum terdaftar. Peta kerja
dapat berupa peta Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT)
maupun peta foto udara yang dicetak pada skala paling
kecil 1:5000;
e. Peta foto adalah peta yang menggambarkan detail
lapangan dari citra foto dengan skala tertentu. Peta
foto sudah melalui proses pemetaan fotogrametri oleh
karena itu ukuran-ukuran pada peta foto sudah benar
dengan demikian detail-detail yang ada di peta foto dan
dapat diidentifikasi di lapangan mempunyai posisi
sudah benar di peta;
f. Tanda Batas adalah tanda-tanda yang dibuat dan atau
dipasang oleh pemilik tanah pada setiap sudut batas
tanah. Apabila dianggap perlu oleh petugas yang
melaksanakan pengukuran, pemilik tanah juga
membuat/memasang tanda batas pada titik-titik
tertentu sepanjang garis batas bidang tanah tersebut.

2
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

Tanda batas dapat berupa patok atau benda-benda


yang terpasang secara tetap seperti pagar beton, pagar
tembok atau pojok penguat pagar, pematang sawah,
pematang tambak;
g. Identifikasi bidang tanah secara fotogrametrik adalah
penentuan lokasi dan batas bidang tanah secara visual
berdasarkan kenampakan batas-batas fisik di peta
kerja.
h. Deliniasi adalah penarikan garis batas-batas bidang
tanah yang terlihat secara visual pada Peta Kerja.
Deliniasi dapat dilaksanakan untuk mengidentifikasi
batas-batas bidang tanah pada peta kerja dan dapat
digunakan juga sebagai metode pengukuran
fotogrametris dengan syarat teknis :
 Peta kerja yang digunakan telah dikoreksi
geometris
 Dilakukan verifikasi terhadap kesesuaian batas-
batas fisik di lapangan oleh petugas ukur, pemilik
dan tetangga batas
 Satu sisi batas bidang tanah dilakukan pengecekan
panjang ukuran di lapangan di saat verifikasi;

i. Gambar ukur (GU) adalah dokumen tempat


mencantumkan gambar satu bidang tanah atau lebih
dan situasi sekitarnya serta data hasil pengukuran
bidang tanah baik berupa jarak, sudut, azimuth, sudut
jurusan ataupun koordinat batas bidang tanah baik
dalam bentuk elektronik atau non elektronik;
j. Gambar Situasi Kontrol Kualitas adalah dokumen
tempat mencantumkan gambar satu bidang tanah yang
dibandingkan dengan bidang tanah pada Gambar Ukur
dari sampel pengukuran kontrol kualitas yang
dilaksanakan oleh Pelaksana Pengukuran dan
Pemetaan.
k. Komputerisasi Kegiatan Pertanahan yang selanjutnya
disingkat KKP adalah aplikasi utama dalam menunjang
pelaksanaan kewenangan, tugas dan fungsi
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan
Pertanahan Nasional berbasis teknologi informasi dan
komunikasi yang dibangun dan dikembangkan

3
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

mengacu kepada alur persyaratan, waktu, biaya, dan


kewenangan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan;
l. Peta bidang tanah adalah hasil pemetaan 1 (satu)
bidang tanah atau lebih pada lembaran kertas dengan
suatu skala tertentu yang batas-batasnya telah
ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan
digunakan untuk pengumuman data fisik;
m. Daftar tanah adalah dokumen dalam bentuk daftar
yang memuat identitas bidang tanah dengan suatu
sistem penomoran;
n. Surat ukur adalah dokumen yang memuat data fisik
suatu bidang tanah dalam bentuk peta dan uraian;
o. Objek PTSL meliputi seluruh bidang tanah tanpa
terkecuali, baik bidang tanah yang belum ada hak atas
tanahnya maupun bidang tanah hak yang memiliki hak
dalam rangka memperbaiki kualitas data pendaftaran
tanah.
p. Pelaksana Pengukuran dan Pemetaan adalah penyedia
jasa kegiatan pengukuran, pemetaan dan informasi
bidang tanah baik berupa KJSKB atau perusahaan
(Badan Hukum Perseroan) di bidang industri survei,
pemetaan dan informasi geospasial.
q. Pelaksana Kontrol Kualitas:
 Penyedia jasa yang melaksanakan kontrol kualitas
terhadap kegiatan pengukuran, pemetaan dan
informasi bidang tanah yang dilaksanakan oleh
pelaksana pengukuran dan pemetaan, baik berupa
KJSKB atau perusahaan (Badan Hukum Perseroan)
di bidang industri survei, pemetaan dan informasi
geospasial.
 Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kementerian
Agraria dan Tata Ruang yang bukan sebagai Satgas
Fisik pada Tim Ajudikasi PTSL di Kabupaten / Kota
tersebut.

4
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

1.3 Deskripsi Petunjuk Teknis


Petunjuk teknis ini membahas tata cara pelaksanaan
kontrol kualitas untuk pekerjaan pengukuran, pemetaan
dan informasi bidang tanah yang dilaksanakan oleh KJSKB
atau Perusahaan (Badan Hukum Perseroan) di bidang
industri survei, pemetaan dan informasi geospasial.

Kontrol kualitas dilaksanakan sebelum proses kendali mutu


oleh Kantor Pertanahan/satgas fisik untuk memastikan
hasil kegiatan pengukuran dan pemetaan telah memenuhi
kaidah teknis. Diharapkan dengan didahului kegiatan
kontrol kualitas, maka proses kendali mutu oleh satgas fisik
dapat terbantu dan berjalan lebih lancar (terhindar dari
potensi bottleneck).

1.4 Latar Belakang, Maksud, dan Tujuan


Kantor Pertanahan atau satgas fisik selain melaksanakan
proses kendali mutu kegiatan pengukuran dan pemetaan
oleh pelaksana pihak ketiga, juga mempunyai beban
tanggung jawab menyelesaikan kegiatan pengukuran dan
pemetaan yang dilaksanakan secara swakelola baik dalam
rangka PTSL, Redistribusi Tanah, maupun dalam rangka
layanan rutin. Memperhatikan hal tersebut maka sebagian
tugas kontrol kualitas dilimpahkan kepada pihak ketiga.

Tanggung jawab pelaksana kegiatan kontrol kualitas


meliputi seluruh tahapan proses serta produk pengukuran
dan pemetaan, antara lain kegiatan survei
pendahuluan/persiapan, verifikasi hasil pengukuran,
pemetaan dan informasi bidang tanah yang dilaksanakan
Pelaksana Pengukuran dan Pemetaan serta pembuatan
laporan.

Tujuan kegiatan kontrol kualitas adalah untuk memastikan:

a. Kegiatan pengukuran, pemetaan dan informasi bidang


tanah sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan
dan disetujui oleh Kepala Kantor Pertanahan sehingga
dapat dipergunakan untuk pendaftaran tanah.

5
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

b. Dokumen dan data yang dihasilkan dalam pelaksanaan


kegiatan pengukuran, pemetaan dan informasi bidang
dibuat dengan format dan standar yang telah ditetapkan
sehingga dapat diintegrasikan.

Apabila kualitas hasil pengukuran, pemetaan dan informasi


bidang tanah yang dihasilkan oleh penyedia jasa tidak
memenuhi syarat, maka hasilnya tidak dapat dilanjutkan ke
tahapan selanjutnya.

II. PELAKSANAAN KEGIATAN

2.1 Pelaksana Pekerjaan


Pelaksana kontrol kualitas terdiri dari tim KJSKB atau
Perusahaan (Badan Hukum Perseroan) di bidang industri
survei, pemetaan dan informasi geospasial. Tim Kontrol
Kualitas dipimpin oleh seorang Surveyor Kadaster
Berlisensi dan dibantu oleh Asisten Surveyor Kadaster
Berlisensi. Oleh karena tugasnya adalah melakukan kontrol
kualitas hasil pekerjaan pengukuran dan pemetaan, maka
tim kontrol kualitas harus mempunyai pengetahuan,
pemahaman, dan pengalaman yang cukup tentang
pengukuran dan pemetaan bidang tanah, terutama dalam
rangka PTSL.

2.2 Kewenangan Pelaksana Kontrol Kualitas


Setiap pelaksana kontrol kualitas bertanggung jawab dan
melaporkan secara langsung kepada Wakil Ketua Bidang Fisik
Tim Ajudikasi PTSL di lokasi pekerjaan. Kontrol Kualitas
dilakukan sebelum Perusahaan atau KJSKB pelaksana
pengukuran dan pemetaan mengajukan hasil pekerjaannya
ke tahap kendali mutu kepada Satgas Fisik.

Satu tim pelaksana kontrol kualitas dapat memeriksa hasil


pekerjaan beberapa tim puldasik dan melaporkan hasil
pekerjaannya kepada beberapa Wakil Ketua Bidang Fisik,

6
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

sesuai dengan jumlah bidang yang menjadi obyek


pemeriksaan kontrol kualitasnya.

Mekanisme kerja kontrol kualitas meliputi pelaksanaan di


lapangan dan kegiatan di kantor.

Kewenangan pelaksana kontrol kualitas :

a. Memeriksa dokumen administrasi yang meliputi:


pengecekan kesesuaian surat tugas, data, pelaksana, dan
peralatan yang tercantum pada kontrak dengan existing
di lapangan.
b. Memeriksa metodologi yang digunakan oleh
perusahaan/KJSKB dalam melakukan pengukuran dan
pemetaan, serta pengecekan hasil kegiatan lapangan.
Pemeriksaan metodologi dan hasil pengukuran
dilaksanakan terhadap sampel bidang tanah acak.

Pemilihan sampel bidang tanah untuk kontrol kualitas


dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
i. Obyek bidang tanah yang menjadi sampel mewakili
10% dari total bidang tanah yang diajukan
pembayarannya oleh pihak pelaksana pengukuran
dan pemetaan dengan sebaran yang merata.
ii. Sampel yang diambil, mewakili:
 Setiap desa yang diukur sesuai dengan SK
Penetapan Lokasi
 Setiap blok wilayah (secara spasial)
 Permukiman dan non permukiman
 Bidang tanah belum terdaftar dan bidang tanah
terdaftar (K4)
iii. Bidang tanah yang akan dijadikan sampel kontrol
kualitas ditentukan oleh Wakil Ketua Bidang Fisik.

Pemeriksaan metodologi dan hasil untuk kontrol kualitas


dilakukan dengan:

i. Melakukan pengukuran dan pemetaan batas bidang


tanah yang menjadi sampel.
ii. Hasil pengukuran poin di atas dibuat dalam bentuk
Gambar Situasi Kontrol Kualitas.

7
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

iii. Hasil Gambar Situasi Kontrol Kualitas dibandingkan


dengan GU bidang – bidang tanah yang
berkesesuaian hasil dari pengukuran oleh pihak ketiga
pelaksana pengukuran dan pemetaan.
iv. Jumlah bidang yang dilakukan pengukuran kontrol
kualitas sebanyak 10% dari jumlah total bidang tanah
yang dikerjakan oleh pihak ketiga pelaksana
pengukuran dan pemetaan.
v. Untuk setiap bidang tanah yang menjadi sampel,
perbandingan ukuran antara hasil kegiatan kontrol
kualitas dengan hasil pengukuran oleh pihak ketiga
tidak boleh melebihi ± 5% dari luas bidang tanah
yang pada GU.

c. Melaksanakan tugas-tugas lain sebagaimana yang


ditetapkan oleh Kepala Kantor Pertanahan atau Kepala
Satuan Kerja atau Pejabat Pembuat Komitmen yang
bersangkutan sehubungan dengan kegiatan kontrol
kualitas pengukuran, pemetaan dan informasi bidang
tanah.

2.3 Lingkup Kegiatan


Secara umum kegiatan kontrol kualitas meliputi:

a. Tahapan Pemeriksaan Administrasi, yaitu melakukan


pemeriksaan terhadap output data/dokumen dari
kegiatan pengukuran, pemetaan dan informasi bidang
tanah yang dilaksanakan oleh pihak ketiga pelaksana
pengukuran dan pemetaan dibandingkan dengan
kesesuaian administrasinya. Form Check List Kontrol
Kualitas dapat dilihat pada Lampiran III.
b. Tahapan Verifikasi Lapangan, yaitu melakukan
pemeriksaan terhadap hasil pengukuran dan pemetaan
bidang tanah yang dilaksanakan oleh pihak ketiga
pelaksana pengukuran dan pemetaan. Objek kontrol
kualitas dipilih secara acak oleh Wakil Ketua Bidang Fisik.
Jumlah Objek yang dikontrol kualitas mewakili 10% total
bidang tanah yang diajukan pembayarannya.
Verifikasi lapangan hasil pengukuran dan pemetaan
dilakukan dengan melakukan pengukuran dan pemetaan
lokasi bidang tanah yang menjadi obyek sampel. Hasil

8
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

pengukuran dan pemetaan obyek sampel ini berupa


Gambar Situasi Kontrol Kualitas.
Pelaksana kontrol kualitas membandingkan hasil
pengukuran dan pemetaan bidang tanah (Gambar Situasi
Kontrol Kualitas) dengan GU bidang tanah pada lokasi
yang sama.
Hasil perbandingan tersebut dilaporkan kepada Wakil
Ketua Bidang Fisik sesuai dengan Lampiran V.
c. Tahapan Pelaporan, yakni membuat laporan secara
tertulis terkait pelaksanaan kegiatan kontrol kualitas.
Penyampaian laporan dilakukan sekurang-kurangnya 3
(tiga) kali (awal-antara-akhir).
Lingkup kegiatan kontrol kualitas dapat dilihat pada gambar
berikut ini.

Pemeriksaan Dokumen Pengukuran Sampel Menghasilkan Gambar


Administrasi Bidang Tanah Situasi Kontrol Kualitas

Membandingkan
Gambar Situasi Hasil
Pelaporan
Kontrol Kualitas
dengan GU

Gambar 1. Lingkup Kegiatan Kontrol Kualitas

2.4 Tata Cara Pelaksanaan Kontrol Kualitas


Prosedur pemeriksaan oleh Tim Kontrol Kualitas tidak
terlepas dari prosedur pekerjaan Pengukuran, Pemetaan
dan Informasi Bidang Tanah. Pemeriksaan meliputi proses
pelaksanaan pekerjaan, produk yang dihasilkan,
koordinasi/komunikasi dengan pelaksana pengukuran dan
pemetaan, Panitia PTSL maupun Kantor Pertanahan, serta

9
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

kualitas yang memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan.


Diagram alir pelaksanaan kontrol kualitas pengukuran,
pemetaan dan informasi bidang tanah adalah sebagai
berikut:

Gambar 2. Alur Kegiatan Kontrol Kualitas Terhadap Kegiatan Pengukuran, Pemetaan Dan
Informasi Bidang Tanah

10
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

2.4.1 Pemeriksaan Dokumen Administrasi


 Pelaksana pengukuran dan pemetaan
mengajukan permohonan kontrol kualitas atas
hasil kegiatan pengukuran, pemetaan dan
informasi bidang tanah yang telah selesai dan
akan diajukan permohonan pembayarannya.

 Pengajuan permohonan disampaikan kepada


Wakil Ketua Bidang Fisik Tim Ajudikasi PTSL paling
lambat 2 minggu sebelum pengajuan
pembayaran.

 Pengajuan permohonan kontrol kualitas berupa


surat permohonan kontrol kualitas dengan
melampirkan :
o Data file spasial bidang tanah (*.dxf).
o Daftar Bidang Tanah PTSL dan informasi
bidang tanah.
o GU

 Wakil Ketua Bidang Fisik selanjutnya menentukan


sebaran bidang tanah sampel sebanyak 10% dari
total bidang tanah yang diajukan pembayarannya
oleh pelaksana pengukuran dan pemetaan,
dengan kriteria :
o Terdistribusi merata
o Mewakili per RT/RW/blok
o Maksimal 1 bidang dalam 1 lembar GU, untuk
setiap GU yang memuat paling banyak 5
bidang tanah.
o Maksimal 2 bidang dalam 1 lembar GU, untuk
setiap GU yang memuat 5 – 15 bidang tanah.
o Maksimal 3 bidang dalam 1 lembar GU, untuk
setiap GU yang memuat 15 – 25 bidang tanah.

 Penentuan sampel bidang tanah paling lambat 2


hari setelah pengajuan permohonan diterima.
Hasil penentuan sampel berupa Daftar Sampel

11
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

Bidang Tanah (lampiran I) yang ditetapkan oleh


Wakil Ketua Bidang Fisik .

 Wakil Ketua Bidang Fisik/Satgas Fisik selanjutnya


membuat salinan GU Bidang Tanah Sampel untuk
diberikan kepada Pelaksana Kontrol Kualitas.

 Pelaksana Kontrol Kualitas menerima Daftar


Sampel Bidang Tanah dan salinan GU bidang
tanah yang menjadi sampel dari Wakil Ketua
Bidang Fisik.

 Pelaksana Kontrol Kualitas melaksanakan


pemeriksaan administrasi terhadap kelengkapan
GU bidang tanah sampel dengan mengisi Form
Check List (Lampiran III).

 Pengisian dan penulisan GU secara detil dapat


dilihat pada Lampiran II.

2.4.2 Kegiatan Pengukuran Sampel Bidang Tanah


Kegiatan pengukuran sampel bidang tanah bertujuan
memastikan bahwa hasil pengukuran oleh pelaksana
pengukuran dan pemetaan telah memenuhi syarat
teknis dan sesuai dengan kondisi senyatanya di
lapangan.

Hal-hal yang harus diperhatikan oleh pelaksana


kontrol kualitas adalah sebagai berikut :
a. Bidang tanah yang diukur sesuai daftar sampel
bidang tanah yang ditetapkan oleh Wakil Ketua
Bidang Fisik.
b. Pengukuran dapat dilaksanakan dengan metode
terestris, pengamatan satelit atau kombinasi
keduanya.
c. Bidang tanah yang diukur dapat dipetakan dan
dapat diketahui letak, batas dan luas di atas peta,
serta dapat direkonstruksi batas-batasnya di
lapangan.

12
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

d. Sebelum dilaksanakan pengukuran bidang


sampel, pelaksana kontrol kualitas agar
berkoordinasi dengan perangkat desa untuk
penunjukkan batas di lapangan.
e. Hasil pengukuran sampel bidang tanah berupa
Gambar Situasi Kontrol Kualitas (Lampiran IV).
f. Pelaksana Kontrol Kualitas melakukan
perbandingan antara GU hasil pekerjaan
Pelaksana Pengukuran dan Pemetaan dengan
Gambar Situasi Kontrol Kualitas berupa :
i. panjangan sisi bidang tanah
ii. posisi bidang tanah
iii. bentuk geometri bidang tanah
iv. luasan bidang tanah
g. Hasil perbandingan dituangkan dalam Tabel
Perbandingan Hasil Pengukuran Kontrol Kualitas
(Lampiran V).
h. Toleransi perbedaan luas yang diperkenankan
tidak melebihi ±5% dari luas yang tertera pada
GU.
contoh:
Luas bidang sampel pada GU adalah 100m2. Jika
luas bidang sampel pada Gambar Situasi Kontrol
Kualitas adalah 104m2, maka luasan di terima.
Sebaliknya jika luas pada Gambar Situasi Kontrol
Kualitas adalah 109m2 maka luasan ditolak.

13
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

III. HASIL KEGIATAN


a. Hasil akhir kegiatan kontrol kualitas adalah :
1) Dokumen check list kelengkapan administrasi (Form check
list sebagaimana pada Lampiran III).
2) Gambar Situasi Kontrol Kualitas (sebagaimana pada
lampiran IV).
3) Laporan hasil kontrol kualitas (termasuk melampirkan tabel
sebagaimana pada Lampiran V).
4) Laporan Awal – Antara - Akhir hasil penyelesaian pekerjaan
kegiatan kontrol kualitas yang memuat informasi minimal:
o Judul Kegiatan,
o Dasar Pelaksanaan (kontrak),
o Jadwal Pelaksanaan,
o Kemajuan Pekerjaan,
o Kendala Pekerjaan
o Kesimpulan dan Saran, dan
o Lampiran.

b. Hasil kegiatan kontrol kualitas selanjutnya ditidaklanjuti oleh


Wakil Ketua Bidang Fisik dengan memverifikasi hasil kontrol
kualitas.
1) Wakil Ketua Bidang Fisik selanjutnya memutuskan bidang-
bidang tanah lolos atau tidak lolos dari proses kontrol
kualitas berdasarkan hasil verifikasi pekerjaan kontrol
kualitas.
2) Apabila terdapat bidang tanah sampel dalam satu lembar
Gambar Ukur dinyatakan tidak lolos kontrol kualitas maka
seluruh bidang tanah yang terpetakan dalam Gambar Ukur
tersebut dinyatakan tidak lolos kontrol kualitas.
3) Bagi bidang-bidang tanah yang tidak lolos kontrol kualitas,
Wakil Ketua Bidang Fisik meminta pelaksana pengukuran
dan pemetaan untuk melakukan pengukuran ulang
terhadap seluruh bidang tanah pada GU tersebut dan
dibuatkan GU baru.
4) Hasil pengukuran ulang selanjutnya diperiksa oleh Wakil
Ketua Bidang Fisik dan
diberikan stempel KENDALI MUTU

persetujuan Kendali NUB./ No.Berkas :

Mutu hasil revisi. Paraf/Tgl. :

14
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

c. Dalam rangka pengajuan pembayaran dan


pertanggungjawaban perkerjaan kontrol kualitas pelaksana
harus menyampaikan:
1) Laporan kemajuan pekerjaan yang dilampiri dengan
dokumen hasil pekerjaan kontrol kualitas sebagaimana
pada poin a.
2) Daftar Rekapitulasi Bidang Tanah pada Gambar Situasi
Kontrol Kualitas (Lampiran VI).
3) Dokumen lain yang dipersyaratkan pada kontrak.

15
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

Lampiran I.
Contoh Tabel Daftar Sampel Bidang Tanah

16
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

Lampiran II.
Tata Cara Pembuatan Gambar Ukur
HALAMAN 1

 Nama Kabupaten/Kota : sudah jelas


 Nomor Gambar Ukur :
- Untuk Gambar Ukur ASN dan swakelola : diberikan
nomor dengan format nomor dan tahun;
- Untuk Gambar Ukur SKB : diberikan nomor dengan
format nomor lisensi / nomor / tahun.
I. Penomoran, ditulis nomor yang terkecil sampai dengan nomor
yang tertinggi dalam satu GU.

a. Nomor Urut Bidang (NUB), ditulis urutan nomor bidang-


bidang yang terukur

b. Nomor Berkas, jika sebelum ke lapangan sudah melakukan


booking nomor berkas dari KKP, ditulis nomor terendah
sampai dengan nomor tertinggi pada bidang-bidang
tanah yang terukur dalam satu GU, misalnya 3104/2017 sd
3113/2017.

c. NIB, diperoleh setelah proses integrasi dari dari KKP, ditulis


nomor terendah s/d tertinggi pada bidang-bidang tanah
yang terpetakan, misalnya 00086, 00245 sd 00253.

Pemberian nomor-nomor di atas sesuai dengan tahap kegiatan


dalam seluruh proses pengukuran dan pemetaan bidang.

II. Lokasi, ditulis data lapangan lokasi wilayah bidang-bidang tanah


terukur dan lembar-lembar peta bidang-bidang tersebut
dipetakan/diidentifikasi.

a. Kecamatan, sudah jelas


b. Desa/Kelurahan atau nama lokal yang identik dengan
nama desa/kelurahan, sudah jelas.
c. Nomor Peta Pendaftaran, ditulis zone TM3o letak-letak
bidang tanah terukur.
d. Nomor Peta Kerja, digunakan untuk GU yang berasal dari
citra(CSRT), ditulis nomor sesuai dengan jumlah lembar
peta kerja yang digunakan dalam satu wilayah tersebut.
III. Tanda Batas dan Informasi Bidang, data lapangan yang
digunakan sebagai informasi yuridis dalam pemetaan dan
pengembalian batas (jika terjadi sengketa batas dikemudian

17
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

hari). Karena informasi yang dibutuhkan dalam bidang per


bidang, secara rinci disiapkan tabel per bidang untuk diisi data
lapangan.

IV. Keterangan Pengukuran, untuk memastikan petugas pelaksana


yang melakukan pengukuran dengan peralatan yang
digunakan.

a. Nama Petugas Lapangan, sudah jelas.


b. Status, dipilih petugas (ASN) atau SKB, baik perorangan
maupun firma.
c. Nama KSKB atau Perusahan yang telah ditugaskan oleh
KATR/BPN.
d. NIP/Nomor Lisensi, supaya ditulis Nomor Identitas Pegawai
atau nomor lisensi SKB yang bertugas.
e. Nomor dan tanggal Surat Tugas, sudah jelas
f. Alat ukur yang digunakan, dipilih sesuai yang digunakan,
bisa dipilih lebih dari satu.
V. Sket Lokasi, menunjukan gambaran lokasi bidang tanah terukur
terhadap lokasi sekitar yang memudahkan untuk identifikasi dan
pengembalian batas, misalnya kantor-kantor pelayanan publik,
tempat-tempat ibadah dan lain-lain.

HALAMAN 2

 Halaman kedua merupakan data lapangan yang diambil dari


pelaksanaan pengukuran, identifikasi, penggambaran dan
pencatatan pada DI 107 atau peta kerja dari peta foto. Karena
outputnya data lapangan, maka penyajian data spasialnya baik itu
berupa bidang tanah, situasi sekitar maupun angka ukurnya
menggunakan tulisan tangan.
 Untuk pengambilan data menggunakan alat ukur elektronik sehingga
data tersimpan dalam bentuk file dijital, print-out data mentah (raw
data) dan data hitungan harus dilampirkan dan menjadi bagian yang
tak terpisahkan dari GU tersebut.
 Mencantumkan arah utara pada sisi atas
 Untuk memudahkan koordinasi dan penyimpanan data,
pembuatannya per blok/RT/RW
 Dibuat pada saat di lapangan berdasarkan urutan bidang yang
terukur.
 Pemberian NUB/NomorBerkas pada bidang-bidang
terukur/teridentifikasi per GU, dimulaidari bidang yang terletak di sisi
utara barat, menuju ke arah timur, mengikuti pola spiral. Untuk bidang-

18
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

bidang tanah bersertipikat dicantumkan jenis dan Nomor Hak serta NIB
nya.
 Untuk bidang-bidang bersertipikat, identifikasi bidang dilakukan
dengan memastikan salah satu atau lebih batas bidang. Memastikan
batas bidang (stake-out) dengan mengidentifikasi bidang-bidang
sekitarnya.
 Penulisan angka ukur mengikuti ketentuan sebagai berikut :
- Angka ukuran ditulis tangan (bukan komputer) menggunakan
tinta warna biru apabila angka ukuran diperoleh dari deliniasi
Peta Citra Resolusi Tinggi (CSRT) dan atau Foto Udara

- Angka ukuran ditulis tangan (bukan komputer) menggunakan


tinta warna hitam apabila angka ukuran diperoleh dari
pengukuran di lapangan.
- Penulisan angka ukuran menggunakan tinta yang tidak mudah
luntur
 Nomor-nomor titik batas bidang tanah sebagai titik sasaran alat ukur
dicantumkan pada batas bidang yang dibidik.
 Hal yang sama untuk titik-titik bantu pengukuran poligon, jika ada.
 Toponimi yang perlu dicantumkan antara lain nama jalan, nama blok,
nama sungai/saluran, nama-nama kantor pelayanan publik,
bangunan-bangunan penting (gardu listrik, tower) dan lain-lain.
 Penggunaan peta foto sebagai GU (pengganti DI 107 halaman 2 )
untuk identifikasi bidang-bidang tanah yang akan diukur supaya
memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Prik pada titik-titik batas bidang tanah;
2. Mengukur minimal satu sisi bidang tanah;
3. Menghubungkan antar titik titik sehingga membentuk sisi bidang
tanah. Garis yang menghubungkan antar titik batas
menggunakan tinta berwarna merah yang tidak mudah luntur;
 Untuk batas-batas bidang yang belum ditetapkan, penggambaran
garis ukur berupa strip-strip.

HALAMAN 3

 Halaman ketiga merupakan proses pengolahan dan penyajian data


lapangan, sehingga data dan informasi yang tersaji merupakan print-
out komputer.
- Arah utara di sisi atas dengan skala
- Grid beserta koordinat TM-3 ° disesuaikan dengan lokasi bidang-
bidang tanah yang terpetakan
- Koordinat TM-3° pada satu-dua titik batas batas bidang
 Batas-batas bidang yang belum ditetapkan, pencetakan panjangan
sisinya berupa strip-strip. Sehingga luas yang diperoleh belum fix
(perkiraan).

19
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

 Angka hitung hasil pengkartiran tercetak pada sisi-sisi bidang dengan


warna biru (jika diperoleh dari deliniasi peta foto) atau warna hitam
(jika dari pengukuran lapangan).
 Pada setiap bidang tanah tercantum NUBdan luas (m 2), sedangkan
bidang bersertipikat disertakan juga Nomor Hak.
 Toponimi yang tercantum pada sket data lapangan (GU halaman 2).
 Kolom persetujuan supervisi, dengan menyajikan informasi bidang-
bidang tanah yang disetujui untuk diterbitkan PBT dan yang tidak
disetujui (perlu direvisi).

HALAMAN 4

 Berisi hasil pendataan/ identifikasi lapangan, yaitu nama


pemohon atau pemilik tanah (beserta No.KTP), alamat
tanahnya, tanda batas, dan keadaan tanahnya.
 Pada kolom terakhir harus ditanda tangani persetujuan batas
setiap pemohon/pemiliktanah, untuk batas-batas bidang
tanah yang belum ditetapkan pada kolom tersebut diberikan
informasi “BatasBelum Ditetapkan”
Untuk bidang tanah bersertipikat, pada kolom NUB dicantumkan
juga jenis nomor sertipikatnya.

20
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

Lampiran III.
Form Check List Kontrol Kualitas
1. Kelengkapan GU antara lain:

 Surat Tugas

 Peta Kerja yang berfungsi sebagai GU halaman 2, data hitungan koordinat/poligon,

 Daftar lembar informasi bidang tanah & tanda tangan penunjuk batas (jika pada

GU halaman 4 tidak tercantum)

 Surat kuasa penunjukan batas

2. Apakah semua data yang tersedia GU halaman 1 sudah terisi semua?

 Nomor GU  NUB  Nomor Berkas

 NIB  Nama Kecamatan  Nama Desa/Kel.

 Nomor Peta Dasar  Nomor Peta Kerja  Status

 Nama Petugas Lapangan  Tanda Tangan

 NIP/No.Lisensi Nama KJSKB  Nomor/Tgl.Surat Tugas

 Alat Ukur yang digunakan  Gambar Denah Lokasi

3. Tata Cara Pengambilan Data Lapangan (disesuaikan dengan metoda-nya):

 Metoda Pengambilan Data  Penggambaran Sket Bidang Tanah

 Penulisan Angka Ukur  Kelengkapan Toponimi

 Penulisan Titik-titik Ikatan  Penulisan Titik-titik Batas Bidang

 Status Panunjukan Batas  Arah Utara

 Lampiran Hitungan Poligon L ampiran Data Mentah


 Penulisan NUB/No.Berkas

4. Tata cara pengkartiran:

 Arah Utara  Angka Skala


 Status Batas Bidang  Angka hitung sisi-sisi Bidang Tanah
 Pencantuman No.Hak/NIB  Kelengkapan Toponimi
 Kontrol Hitungan Luas

21
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

5. Kelengkapan informasi bidang tanah & Penandatangan GU:

 Informasi per Bidang  Penandatangan per Bidang, kecuali bid. bersertipikat


 Luas per Bidang

22
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

Lampiran IV
Contoh Gambar Situasi Kontrol Kualitas

23
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

Lampiran V
Contoh Tabel Perbandingan Hasil Ukuran Kontrol Kualitas

24
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

Lampiran VI
Contoh Daftar Rekapitulasi Bidang Tanah Kontrol Kualitas

Daftar Rekapitulasi Bidang Tanah Kontrol Kualitas


Pekerjaan Kontrol Kualitas Paket: ….
Kantor Pertanahan: ….
Termin: …

Tim
No. Nomor GSKK NUB Desa/Kelurahan Kecamatan Ajudikasi
PTSL
1 1/2019 00010 Keluarga Cemara Tim I

2 1/2019 00013 Keluarga Cemara Tim I

3 2/2019 00052 Sahabat Cemara Tim III

4 Dst…

Surveyor Kadaster Berlisensi KJSKB SELAMET SIANG DAN REKAN

Widodo SELAMET SIANG


1-02454-69 1-01555-44

25
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL
DIREKTORAT JENDERAL INFRASTRUKTUR KEAGRARIAAN
Jalan Kuningan Barat I Nomor 1 Mampang Prapatan, Jakarta Selatan 12710
Telp. 021-5202328 : www.atrbpn.go.id
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah


SWT, yang telah memberikan taufik, nikmat dan karunia-Nya sehingga
Petunjuk Teknis Bidang Yuridis dapat diselesaikan. Untuk kesempatan
ini, tak lupa disampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya
atas kerja keras dan dedikasinya Bapak, Ibu dan Saudara/i dalam
Pelaksanaan Kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)
tahun 2018 dengan pencapaian hasil target yang sangat
menggembirakan.
Mengingat Pelaksanaan Kegiatan PTSL Tahun 2017 dan
2018 mengacu kepada Petunjuk Teknis Percepatan Pelaksanaan
Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Tahun 2017 Nomor
01/JUKNIS-400/XII/2016 yang masih perlu disempurnakan, maka
disusunlah Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL ini sebagai pedoman
untuk pelaksanaan kegiatan PTSL. Penyempurnaan Petunjuk Teknis
dan pengintegrasian beberapa Surat Edaran yang dikeluarkan selama
pelaksanaan PTSL, yang berdasarkan pada Peraturan Menteri Agraria
dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 6 Tahun
2018 tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap.
Diharapkan Petunjuk Teknis Bidang Yuridis ini dapat
menyamakan persepsi para pelaksana PTSL terhadap semua jenis
kegiatan yang dilakukan sesuai dengan tahapan yang diatur dalam
Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan
Nasional Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pendaftaran Tanah Sistematis
Lengkap, sehingga dapat mencapai target yang telah ditetapkan
dengan mengutamakan kualitas produk yang dihasilkan.

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .................................................................................... i


Daftar isi ............................................................................................. iii
Daftar Lampiran ................................................................................... v

I. PENDAHULUAN .........................................................................1
A. Umum ...................................................................................1
B. Dasar ...................................................................................2
C. Maksud dan Tujuan ..............................................................4
D. Ruang Lingkup ....................................................................5
E. Tata Urutan ..........................................................................6
II. PENGGOLONGAN ......................................................................6
III. PELAKSANA KEGIATAN PTSL ...................................................9
IV. TAHAPAN PELAKSANAAN PTSL .............................................. 14
A. Perencanaan ...................................................................... 14
B. Penetapan Lokasi ............................................................... 14
C. Persiapan ........................................................................... 15
D. Pembentukan dan Penetapan Panitia Ajudikasi PTSL
dan Satuan Tugas .............................................................. 16
E. Penyuluhan ........................................................................ 18
F. Pengumpulan dan Pengolahan Data Yuridis ....................... 18
G. Penelitian Data Yuridis untuk Pembuktian Hak ................... 20
H. Pengumuman Data Fisik dan Data Yuridis beserta
Pengesahannya .................................................................. 21
I. Penegasan Konversi, Pengakuan Hak dan
Pemberian Hak ................................................................... 22

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


iii
J. Penyelesaian Kegiatan PTSL ............................................. 24
K. Pendokumentasian dan penyerahan hasil kegiatan ............. 30
L. Pelaporan ........................................................................... 32
V. TINDAK LANJUT PENYELESAIAN PTSL .................................. 33
VI. TINDAK LANJUT DESA/KELURAHAN LENGKAP MENUJU
KABUPATEN/KOTA LENGKAP ………………………………........ 41
VII. DIGITALISASI WARKAH/BERKAS PTSL …………… ................. 42
VIII. PEMBENTUKAN TIM MONITORING DAN EVALUASI
PENGUMPULAN DATA YURIDIS .............................................. 44
IX. PENUTUP ................................................................................. 45

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


iv
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I ........................................................................................ 46
Lampiran II ........................................................................................ 47
Lampiran III ....................................................................................... 51
Lampiran IV.a .................................................................................... 52
Lampiran IV.b .................................................................................... 53
Lampiran IV.c .................................................................................... 54
Lampiran IV.d .................................................................................... 55
Lampiran IV.e .................................................................................... 56
Lampiran V ........................................................................................ 57
Lampiran VI........................................................................................ 59
Lampiran VII ...................................................................................... 64
Lampiran VIII ..................................................................................... 65
Lampiran IX ....................................................................................... 66
Lampiran X ....................................................................................... 67
Lampiran XI ........................................................................................ 68
Lampiran XII ....................................................................................... 69
Lampiran XIII.a .................................................................................. 70
Lampiran XIII.b .................................................................................. 71
Lampiran XIV .................................................................................... 72
Lampiran XV ..................................................................................... 73

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


v
PETUNJUK TEKNIS BIDANG YURIDIS
NOMOR : 1/JUKNIS-400.HR.01/III/2019

TENTANG
PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP

I. PENDAHULUAN
A. Umum
a. Berdasarkan Pasal 19 Undang-Undang Nomor 5 Tahun
1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA),
bahwa untuk menjamin kepastian hukum oleh Pemerintah
diadakan pendaftaran tanah di seluruh wilayah Republik
Indonesia;
b. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997
tentang Pendaftaran Tanah, bahwa penyelenggaraan
pendaftaran tanah ditugaskan kepada Pemerintah yang
merupakan sarana dalam memberikan jaminan kepastian
hukum yang salah satu mekanisme pelaksanaannya adalah
pendaftaran tanah secara sistematis;
c. Bahwa untuk percepatan pendaftaran tanah perlu
dilaksanakan pendaftaran tanah pertama kali secara massal
melalui percepatan pelaksanaan PTSL di seluruh wilayah
Indonesia untuk mendukung Proyek Strategis Nasional
sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor
2 Tahun 2018 tentang Percepatan Pendaftaran Tanah
Sistematis Lengkap di Seluruh Wilayah Republik Indonesia;

1
d. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2015
tentang Kementerian Agraria dan Tata Ruang, bahwa
Direktorat Jenderal Hubungan Hukum Keagrariaan
mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan
di bidang Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah;
e. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, diperlukan
Petunjuk Teknis Bidang Yuridis tentang Pendaftaran Tanah
Sistematis Lengkap yang merupakan pengganti dari
Petunjuk Teknis Percepatan Pelaksanaan Pendaftaran
Tanah Sistematis Lengkap Bidang Yuridis Nomor 1/Juknis-
400/XII/2016 tanggal 30 Desember 2016.

B. Dasar
1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan
Dasar Pokok-Pokok Agraria;
2. Undang–Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan
Ruang;
3. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak
Daerah dan Retribusi Daerah;
4. Undang–Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang
Administrasi Pemerintahan;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1996 tentang Hak
Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai Atas
Tanah;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang
Pendaftaran Tanah;

2
7. Peraturan Pemerintah Nomor 128 Tahun 2015 tentang Jenis
dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang
Berlaku pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan
Pertanahan Nasional;
8. Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2015 tentang
Kementerian Agraria dan Tata Ruang;
9. Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2015 tentang Badan
Pertanahan Nasional;
10. Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2018 tentang Percepatan
Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap di Seluruh Wilayah
Republik Indonesia;
11. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan
Nasional Nomor 3 Tahun 1997 tentang Ketentuan
Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997
tentang Pendaftaran Tanah sebagaimana diubah dengan
Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor
8 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri
Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor
3 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan
Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran
Tanah;
12. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan
Nasional Nomor 9 Tahun 1999 tentang Tata Cara Pemberian
dan Pembatalan Hak Atas Tanah Negara dan Hak
Pengelolaan;

3
13. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan
Pertanahan Nasional Nomor 8 Tahun 2015 tentang Struktur
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agraria dan Tata
Ruang/Badan Pertanahan Nasional;
14. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan
Pertanahan Nasional Nomor 38 Tahun 2016 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Badan
Pertanahan Nasional dan Kantor Pertanahan;
15. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan
Pertanahan Nasional Nomor 6 Tahun 2018 tentang
Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap;
16. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan
Pertanahan Nasional Nomor 1 Tahun 2019 tentang
Perubahan Atas Peraturan Menteri Agraria dan Tata
Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 8 Tahun
2015 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan
Nasional;
17. Petunjuk Teknis Percepatan Pelaksanaan Pendaftaran
Tanah Sistematis Lengkap Bidang Yuridis Nomor 1/Juknis-
400/XII/2016 tanggal 30 Desember 2016.

C. Maksud dan Tujuan


1. Petunjuk Teknis Bidang Yuridis ini dimaksudkan sebagai
pedoman dalam melaksanakan kegiatan PTSL bagi satuan
kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Hubungan Hukum
Keagrariaan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/
Badan Pertanahan Nasional, Kantor Wilayah Badan
Pertanahan Nasional dan Kantor Pertanahan;

4
2. Tujuan Petunjuk Teknis Bidang Yuridis ini disusun agar
terdapat standarisasi dan keseragaman pemahaman dalam
melaksanakan kegiatan PTSL bidang yuridis.

D. Ruang Lingkup
Petunjuk Teknis Bidang Yuridis Pendaftaran Tanah Sistematis
Lengkap (PTSL) ini meliputi:
1. Pelaksana PTSL;
2. Tahapan Pelaksanaan PTSL;
a. Perencanaan;
b. Penetapan lokasi;
c. Persiapan;
d. Pembentukan dan penetapan Panitia Ajudikasi PTSL dan
satuan tugas;
e. Penyuluhan;
f. Pengumpulan data fisik dan pengumpulan data yuridis;
g. Penelitian data yuridis untuk pembuktian hak;
h. Pengumuman data fisik dan data yuridis serta
pengesahannya;
i. Penegasan konversi, pengakuan hak dan pemberian hak;
j. Pembukuan hak;
k. Penerbitan sertipikat hak atas tanah;
l. Pendokumentasian dan penyerahan hasil kegiatan;
dan
m. Pelaporan.
3. Tindak lanjut penyelesaian PTSL;
4. Pengendalian PTSL.

5
E. Tata Urutan
Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL ini disusun sebagai berikut:
I. Pendahuluan;
II. Penggolongan;
III. Pelaksana Kegiatan PTSL;
IV. Tahapan Pelaksanaan PTSL;
V. Tindak Lanjut Penyelesaian PTSL;
VI. Tindak Lanjut Desa/Kelurahan Lengkap Menuju Kabupaten/
Kota Lengkap;
VII. Digitalisasi Warkah/Berkas PTSL;
VIII. Pembentukan Tim Kendali Monitoring dan Evaluasi
Pengumpulan Data Yuridis; dan
IX. Penutup.

II. PENGGOLONGAN
1. Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap yang selanjutnya
disingkat PTSL adalah kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama
kali yang dilakukan secara serentak bagi semua obyek
pendaftaran tanah di seluruh wilayah Republik Indonesia dalam
satu wilayah Desa/Kelurahan atau nama lainnya yang setingkat
dengan itu, yang meliputi pengumpulan data fisik dan data yuridis
mengenai satu atau beberapa obyek pendaftaran tanah untuk
keperluan pendaftarannya.
2. Panitia Ajudikasi PTSL adalah satuan organisasi yang dibentuk
oleh Kepala Kantor Pertanahan untuk melaksanakan kegiatan
PTSL.

6
3. Satuan Tugas Yuridis (Satgas Yuridis) adalah satuan organisasi
yang dibentuk oleh Kepala Kantor Pertanahan yang terdiri dari
unsur Aparatur Sipil Negara Kementerian, Pegawai Tidak
Tetap/Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri Kementerian,
calon PPAT yang sedang melaksanakan magang di Kantor
Pertanahan, Kepala Desa/Kelurahan, Ketua RT/RW/Lingkungan,
Organisasi Masyarakat, Bintara Pembina Desa (BABINSA),
Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat
(BHABINKAMTIBMAS) dan/atau unsur masyarakat lainnya
yang diketuai oleh Wakil Ketua Bidang Yuridis Panitia Ajudikasi
PTSL.
4. Data Yuridis adalah keterangan mengenai status hukum atau
status penguasaan bidang tanah dan satuan rumah susun yang
didaftar, pemegang hak atau pihak yang menguasai, dan hak
pihak lain serta beban-beban lain yang membebaninya.
5. Daftar Tanah adalah dokumen dalam bentuk daftar yang memuat
identitas bidang tanah dengan suatu sistem penomoran.
6. Subyek PTSL adalah orang atau badan hukum yang memenuhi
syarat sebagai peserta PTSL.
7. Obyek PTSL adalah semua obyek pendaftaran tanah yang
terdapat dalam suatu Desa/Kelurahan yang telah ditetapkan
dalam Penetapan Lokasi oleh Kepala Kantor Pertanahan.
8. Klusterisasi adalah pengelompokan jenis keluaran/output/hasil
kegiatan PTSL berdasarkan hasil penelitian terhadap data/
dokumen fisik dan yuridis yang terdiri dari Kluster 1 (K1),
Kluster 2 (K2), Kluster 3 (K3) dan Kluster 4 (K4).

7
9. Kluster 1 (K1) adalah bidang tanah yang data fisik dan data
yuridisnya memenuhi syarat untuk diterbitkan sertipikat hak atas
tanah.
10. Kluster (K2) adalah bidang tanah yang data fisik dan data
yuridisnya memenuhi syarat untuk diterbitkan sertipikat hak atas
tanah namun terdapat perkara di Pengadilan dan/atau sengketa.
11. Kluster (K3) adalah bidang tanah yang data fisik dan/atau data
yuridisnya tidak dapat dibukukan dan diterbitkan sertipikat hak
atas tanah karena subyek dan/atau obyek haknya belum
memenuhi persyaratan tertentu yang ditetapkan dalam Peraturan
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan
Nasional Nomor 6 Tahun 2018.
12. Kluster 3.1 (K3.1) adalah produk PTSL yang telah dilaksanakan
sampai dengan tahap pengumpulan data fisik dengan hasil
kegiatan Peta Bidang Tanah dan Daftar Tanah.
13. Kluster 3.2 (K3.2) adalah produk PTSL yang telah selesai
dilaksanakan sampai dengan tahap pengumpulan data fisik dan
pengumpulan data yuridis dengan hasil kegiatan Peta Bidang
Tanah, Daftar Tanah, dan Data Yuridis Bidang Tanah.
14. Kluster 3.3 (K3.3) adalah produk PTSL yang telah selesai
dilaksanakan sampai dengan tahap pengumpulan data fisik,
pengumpulan data yuridis dilanjutkan dengan kegiatan penelitian
data yuridis untuk pembuktian hak dan pengumuman data fisik
dan data yuridis dengan hasil kegiatan adalah Peta Bidang
Tanah, Daftar Tanah, Data Yuridis Bidang Tanah, Risalah
Penelitian Data Yuridis serta Berita Acara Pengesahan
Pengumuman Data Fisik dan Data Yuridis.

8
15. Kluster (K4) adalah bidang tanah yang obyek dan subyeknya
sudah terdaftar dan sudah bersertipikat, baik yang belum maupun
yang sudah dipetakan, namun tidak sesuai dengan kondisi
lapangan atau terdapat perubahan data fisik wajib dilakukan
pemetaannya ke dalam Peta PTSL dengan hasil kegiatan berupa
Peta Bidang Tanah yang sudah ditingkatkan kualitasnya.

III. PELAKSANA KEGIATAN PTSL


1. Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap bidang yuridis
dilaksanakan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota.
2. Pelaksana Kegiatan PTSL bidang yuridis dilaksanakan oleh
Kepala Kantor Pertanahan sebagaimana tersebut pada angka 1
di atas berada di bawah kendali dan koordinasi, pembinaan dan
pengawasan (monitoring evaluasi) Kepala Kantor Wilayah Badan
Pertanahan Nasional dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala
Badan Pertanahan Nasional c.q. Direktur Jenderal Hubungan
Hukum Keagrariaan.
3. Direktur Jenderal Hubungan Hukum Keagrariaan
mengkoordinasikan pelaksanaan monitoring, evaluasi dan
pembinaan bidang yuridis kegiatan PTSL di 33 provinsi di seluruh
Indonesia dan melaporkan hasilnya kepada Menteri Agraria dan
Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional.
4. Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian
Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional
melaksanakan monitoring dan evaluasi serta pembinaan
pelaksanaan kegiatan PTSL, dibantu oleh Pejabat Pimpinan
Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian Agraria dan

9
Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional untuk setiap Kantor
Wilayah Badan Pertanahan Nasional beserta Kantor Pertanahan
dalam wilayah kerjanya sesuai dengan Surat Keputusan tentang
Pejabat Pembina Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Kantor Wilayah
Badan Pertanahan Nasional dan Kantor Pertanahan yang telah
ditetapkan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan
Pertanahan Nasional.
5. Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional bertanggung
jawab terhadap keberhasilan pelaksanaan PTSL secara
keseluruhan di wilayah kerja Kantor Wilayah Badan Pertanahan
Nasional, mempunyai tugas :
a. Memimpin rapat koordinasi persiapan PTSL dengan seluruh
pejabat di lingkungan Kantor Wilayah Badan Pertanahan
Nasional dan Kantor Pertanahan, dan apabila diperlukan
dapat melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah
terkait dengan pelaksanaan PTSL dan sinkronisasi kegiatan
lintas sektor;
b. Memimpin rapat strategi pengelolaan sumber daya manusia
yang tersedia dan arahan lokasi yang akan ditetapkan untuk
pelaksanaan PTSL, termasuk memobilisasi sumber daya
manusia yang ada di lingkungan Kantor Wilayah Badan
Pertanahan Nasional;
c. Menandatangani Pakta Integritas dengan seluruh personil
yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan PTSL;
d. Melaksanakan bimbingan dan pembinaan kepada seluruh
pelaksana kegiatan PTSL;

10
e. Memantau dan mengevaluasi kemajuan kegiatan secara
berkala serta menyelesaikan hambatan yang ada;
f. Melaporkan permasalahan pelaksanaan kegiatan PTSL
yang dihadapi dalam dan langkah-langkah penyelesaiannya
kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan
Pertanahan Nasional c.q. Direktur Jenderal Hubungan
Hukum Keagrariaan sebagaimana format terlampir
(Lihat Lampiran I);
g. Melakukan penugasan pegawai dari satu Kantor Pertanahan
ke Kantor Pertanahan lain dengan memperhatikan dan
mempertimbangkan ketersediaan sumber daya manusia
yang ada di lingkungan Kantor Pertanahan dan Kantor
Wilayah Badan Pertanahan Nasional;
h. Menerbitkan Surat Keputusan tentang penugasan pegawai
yang diperbantukan untuk melaksanakan PTSL pada Kantor
Pertanahan yang ditunjuk sebagaimana format terlampir
(Lihat Lampiran II).
6. Kepala Bidang Hubungan Hukum Pertanahan selaku Koordinator
teknis bidang yuridis PTSL, mempunyai tugas:
a. Mengkoordinasikan persiapan teknis PTSL bidang yuridis
dengan seluruh pejabat di lingkungan Kantor Wilayah Badan
Pertanahan Nasional dan Kantor Pertanahan, dan apabila
diperlukan dapat melakukan koordinasi dengan Pemerintah
Daerah terkait dengan pelaksanaan kegiatan PTSL dan
sinkronisasi kegiatan lintas sektor;
b. Mengkoordinasikan kegiatan Panitia Ajudikasi PTSL, Satgas
Fisik dan Satgas Yuridis dalam pelaksanaan kegiatan PTSL;

11
c. Melakukan koordinasi dengan Kepala Bagian Tata Usaha
dalam rangka mobilisasi pegawai (sumber daya manusia)
dan anggaran yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan
PTSL;
d. Memberikan arahan, pembinaan teknis, kontrol kualitas
terhadap pengumpulan data yuridis dan pengelompokannya
ke dalam masing-masing kluster dalam pelaksanaan
kegiatan PTSL;
e. Melaksanakan monitoring dan evaluasi mengenai kemajuan
pengumpulan data yuridis secara berkala (harian, mingguan
dan bulanan);
f. Melaporkan permasalahan pelaksanaan kegiatan PTSL
dalam bidang yuridis yang dihadapi dan langkah-langkah
penyelesaiannya kepada Kepala Kantor Wilayah Badan
Pertanahan Nasional selaku Penanggung Jawab kegiatan
PTSL di lingkungan wilayah provinsi sebagaimana format
terlampir (Lihat Lampiran III).
7. Kepala Bagian Tata Usaha bertanggung jawab dalam :
a. Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan pengelolaan
arsip/warkah pada kegiatan PTSL;
b. Melaksanakan dan mengkoordinasikan pengelolaan
anggaran kegiatan PTSL;
c. Melaksanakan dan mengkoordinasikan pengelolaan sumber
daya manusia pegawai pelaksana kegiatan PTSL;
d. Melaksanakan dan mengkoordinasikan pengelolaan
pelaporan kegiatan PTSL.

12
8. Kepala Kantor Pertanahan, mempunyai tugas :
a. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan PTSL
di lingkungan Kabupaten/Kota pada wilayah kerjanya;
b. Melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan
Forum Komunikasi Pimpinan Daerah terkait dengan
pelaksanaan kegiatan PTSL dan sinkronisasi kegiatan lintas
sektor;
c. Menyusun dan menetapkan jadwal pelaksanaan dan
tahapan kegiatan di wilayah kerja Kantor Pertanahan;
d. Membentuk dan menetapkan susunan Panitia Ajudikasi
PTSL dan Satgas Yuridis;
e. Melaporkan pelaksanaan kegiatan PTSL kepada Kepala
Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional secara berkala;
f. Menandatangani Berita Acara Penerimaan Berkas dan
Warkah hasil kegiatan PTSL dari Panitia Ajudikasi PTSL
untuk disimpan sebagai arsip pada Kantor Pertanahan.
9. Kepala Seksi Hubungan Hukum Pertanahan pada Kantor
Pertanahan secara teknis bertanggung jawab terhadap :
a. Pelaksanaan kegiatan pendaftaran tanah bidang Yuridis
di Kabupaten/Kota wilayah administrasi Kantor Pertanahan;
b. Kontrol kualitas PTSL di lingkungan Kabupaten/Kota wilayah
kerja Kantor Pertanahan dan dalam pelaksanaannya
berkoordinasi dengan Kepala Bidang Hubungan Hukum
Pertanahan;
c. Melakukan koordinasi dengan Seksi-Seksi terkait
di lingkungan Kantor Pertanahan dalam rangka sinkronisasi
pelaksanaan kegiatan PTSL.

13
IV. TAHAPAN PELAKSANAAN PTSL
A. Perencanaan
Penentuan lokasi PTSL agar memperhitungkan seluruh faktor
yang menghambat dan mendukung kelancaran kegiatan PTSL.
1. Apabila dimungkinkan penyebaran penetapan lokasi PTSL
dikonsentrasikan ke beberapa Desa/Kelurahan/Kecamatan;
2. Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional dapat
melakukan perubahan usulan penetapan lokasi penyebaran
target PTSL yang diusulkan oleh Kepala Kantor Pertanahan,
apabila pada tingkat Desa/Kelurahan/Kecamatan terjadi
perubahan lokasi penyebaran target PTSL yang
dikonsentrasikan pada beberapa Kabupaten/Kota dalam satu
provinsi.
3. Apabila dibutuhkan Kepala Kantor Wilayah Badan
Pertanahan Nasional dapat memobilisasi sumber daya
manusia antar Kabupaten/Kota di wilayah kerjanya sesuai
kebutuhan.

B. Penetapan Lokasi
1. Setiap penetapan lokasi agar dilampirkan Peta Lokasi yang
dipakai sebagai Peta Kerja bagi pengumpul data fisik dan
pengumpul data yuridis.
2. Peta Kerja memuat bidang-bidang tanah baik yang terdaftar
maupun belum terdaftar yang dilengkapi dengan identifikasi
bidang-bidang tanah.
3. Peta Kerja dipakai sebagai dasar bersama bagi pengumpul
data fisik dan data yuridis dalam melakukan integrasi data
fisik dan data yuridis.

14
C. Persiapan
1. Untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan PTSL
Kepala Kantor Pertanahan menyiapkan:
a. Sarana dan prasarana pelaksanaan kegiatan PTSL;
b. Sumber daya manusia;
c. Kebutuhan transportasi;
d. Koordinasi dengan aparat pemerintah lainnya; dan
e. Alokasi anggaran.
2. Melakukan identifikasi tentang :
a. Potensi K4 yaitu berasal dari bidang-bidang tanah
terdaftar dengan kualitas data KW 4, KW 5 dan KW 6
dengan penjelasan sebagai berikut :
KW 4 : Bidang Tanah tidak terpetakan;
Gambar Situasi/Surat Ukur Spasial ada;
Gambar Situasi/Surat Ukur Tekstual ada;
Buku Tanah ada.
KW 5 : Bidang Tanah tidak terpetakan;
Gambar Situasi/Surat Ukur Spasial tidak ada;
Gambar Situasi/Surat Ukur Tekstual ada;
Buku Tanah ada.
KW 6 : Bidang Tanah tidak terpetakan;
Gambar Situasi/Surat Ukur Spasial tidak ada;
Gambar Situasi/Surat Ukur Tekstual tidak ada;
Buku Tanah ada.

b. Potensi K1, K2 dan K3 berasal dari bidang-bidang tanah


yang belum terdaftar.

15
D. Pembentukan dan Penetapan Panitia Ajudikasi PTSL dan
Satuan Tugas
1. Panitia Ajudikasi PTSL
a. Panitia Ajudikasi PTSL dapat dibentuk lebih dari 1 (satu)
disesuaikan dengan jumlah target yang akan
diselesaikan.
b. Dalam rangka efektivitas dan efisiensi penugasan
Panitia Ajudikasi PTSL, dengan memperhitungkan jarak
dan/atau wilayah kerja.
c. Apabila dalam keadaan tertentu antara lain
keterbatasan SDM, minimnya Pelayanan Rutin, maka
Ketua Panitia Ajudikasi PTSL dapat dijabat oleh Kepala
Kantor Pertanahan dan pelaksanaan pelantikan sebagai
Ketua Panitia Ajudikasi PTSL dilakukan oleh Kepala
Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional setempat
sebagaimana format terlampir (Lihat Lampiran IV.a –
Lampiran IV.e)
2. Satuan Tugas Yuridis
a. Pembentukan Satgas Yuridis selain ASN, PPNPN juga
dapat melibatkan calon PPAT yang sedang
melaksanakan magang di Kantor Pertanahan,
unsur-unsur masyarakat antara lain RT/RW, Organisasi
Kepemudaan (Karang Taruna), Kelompok Masyarakat,
BABINSA, BHABINKAMTIBMAS serta berkerja sama
dengan perguruan tinggi yang ada di wilayahnya.
b. Jumlah Satgas Yuridis dapat dibentuk lebih dari 1 (satu)
dengan menyesuaikan target yang ditetapkan.

16
c. Dalam melaksanakan tugas Satgas Yuridis dapat
dibantu oleh Pengumpul Data Yuridis melalui tata cara
dan pembiayaan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
d. Pelaksanaan PTSL berbasis partisipasi masyarakat
dapat dibantu oleh Petugas Pengumpul Data
Pertanahan (Puldatan) yaitu kelompok masyarakat yang
diberi pembekalan dan ditugaskan untuk menjadi
fasilitator sekaligus pelaksana proses pengumpulan
data fisik dan pengumpulan data yuridis.
e. Puldatan yang berkaitan dengan pengumpulan data
yuridis mempunyai tugas antara lain membantu
melaksanakan pengumpulan data dengan cara
inventarisasi, identifikasi dan mendigitalisasikan
dokumen yuridis.
f. Puldatan dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala Kantor
Pertanahan.
g. Puldatan dibentuk dalam satuan Desa/Kelurahan.
h. Dalam melaksanakan tugasnya, Puldatan disupervisi
langsung oleh Satgas Fisik dan Satgas Yuridis yang
ditunjuk.
i. Anggota Puldatan yang melakukan pengumpulan data
yuridis adalah Perangkat Desa/Kelurahan, Perangkat
RT/RW/Lingkungan, Organisasi Masyarakat, BABINSA,
BHABINKAMTIBMAS dan/atau unsur masyarakat
lainnya termasuk calon PPAT yang sedang
melaksanakan magang di Kantor Pertanahan.

17
j. Anggota Puldatan yang melakukan pengumpulan data
yuridis tidak boleh merangkap jabatan menjadi Panitia
Ajudikasi dan Satgas Yuridis dalam pelaksanaan PTSL.
k. Jumlah Puldatan dapat dibentuk lebih dari 1 (satu)
dengan menyesuaikan target yang ditetapkan.

E. Penyuluhan
1. Penyuluhan dilakukan kepada masyarakat, baik yang sudah
maupun belum memiliki sertipikat yang ada dalam 1 (satu)
Desa/Kelurahan yang ditetapkan sebagai lokasi PTSL.
2. Penyuluhan dapat dilakukan kepada aparat Desa/Kelurahan/
Kecamatan/Pemerintah Daerah/aparat penegak hukum baik
TNI maupun Polri dan Kejaksaan serta tokoh-tokoh
masyarakat yang ada.
3. Penyuluhan kepada masyarakat dapat melibatkan
aparat Desa/Kelurahan/Kecamatan/Pemerintah Daerah/
aparat penegak hukum baik TNI maupun Polri dan
Kejaksaan serta tokoh-tokoh masyarakat yang ada.
4. Penyuluhan dapat dilakukan lebih dari 1 (satu) kali dengan
ketentuan peserta penyuluhan yang berbeda.

F. Pengumpulan dan Pengolahan Data Yuridis


1. Pengumpulan data yuridis dapat meliputi :
a. Status tanah dan alat bukti hak atas tanah;
b. Riwayat kepemilikan atau penguasaan tanah;
c. Hubungan hukum antara subyek dan obyek serta
hak-hak yang membebani di atasnya.

18
2. Kegiatan pengumpulan data yuridis harus dikoordinasikan
dengan Pemerintah Desa/Kelurahan dan dapat dilakukan
secara kolektif dengan melibatkan partisipasi masyarakat
di wilayah penetapan lokasi PTSL.
3. Kegiatan pengumpulan data yuridis sedapat mungkin
dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data fisik.
4. Kegiatan pengumpulan data yuridis sedapat mungkin
mengoptimalkan partisipasi masyarakat.
5. Pengumpulan data yuridis meliputi pengumpulan alat bukti
mengenai kepemilikan/penguasaan tanah, baik bukti tertulis,
keterangan saksi dan/atau pernyataan yang bersangkutan.
6. Hasil pengumpulan data yuridis sebagaimana pada angka 5
di atas berupa Daftar Rekapitulasi Data Inventarisasi dan
Identifikasi PTSL serta Risalah Penelitian Data Yuridis
(DI 201).
7. Jenis alat bukti dalam rangka pengumpulan data yuridis
antara lain meliputi :
a. Alas hak, misalnya bukti perpajakan yang dimiliki
sebelum tahun 1960;
b. Bukti peralihan hak, misalnya akta jual beli atau surat
pernyataan di bawah tangan;
c. Apabila peserta PTSL tidak dapat menyediakan bukti
kepemilikan baik yang berupa bukti tertulis maupun
bentuk lain yang dapat dipercaya, pembuktian hak
dapat dilakukan tidak berdasarkan bukti kepemilikan
melainkan berdasarkan bukti penguasaan fisik yang
dilakukan oleh pemohon dan pendahulunya.

19
G. Penelitian Data Yuridis Untuk Pembuktian Hak
1. Pelaksana kegiatan PTSL dalam melakukan penelitian data
yuridis untuk pembuktian hak dilaksanakan sebatas pada
kebenaran formal, sedangkan kebenaran materiil akan
menjadi tanggung jawab peserta PTSL.
2. Dalam hal bukti kepemilikan tanah yang diberikan dari
peserta tidak lengkap atau tidak ada sama sekali, maka
dapat dilengkapi dan dibuktikan dengan surat pernyataan
tentang kepemilikan dan/atau penguasaan fisik bidang tanah
dengan itikad baik oleh peserta PTSL.
3. Penggunaan surat pernyataan sebagai alat bukti dalam
rangka pelaksanaan kegiatan PTSL, digunakan setelah
dapat memastikan bahwa keadaan alat buktinya yang
diberikan ternyata tidak lengkap atau tidak ada sama sekali
(alternatif terakhir).
4. Penggunaan surat pernyataan sebagai alat bukti dalam
rangka pelaksanaan kegiatan PTSL yang sebelumnya
menggunakan 1 (satu) format Surat Pernyataan Penguasaan
Fisik Bidang Tanah berdasarkan ketentuan sebagaimana
tercantum dalam Lampiran VI Peraturan Menteri Agraria
dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor
6 Tahun 2018 tentang Pendaftaran Tanah Sistematis
Lengkap, sedangkan surat penyataan yang ada dalam
Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL ini terdapat
penambahan muatan materi sebagaimana format terlampir
(Lihat Lampiran V).

20
H. Pengumuman Data Fisik dan Data Yuridis beserta
Pengesahannya;
1. Rekapitulasi data yuridis yang sudah dituangkan di dalam
Risalah Penelitian Data Yuridis (DI 201) sebagaimana format
terlampir (Lihat Lampiran VI) mengenai bidang-bidang tanah
yang sudah dipetakan, dimasukan dalam Daftar Data Fisik
dan Data Yuridis Bidang Tanah.
2. Untuk memenuhi asas publisitas dalam pembuktian
kepemilikan tanah, maka data fisik dan data yuridis bidang
tanah serta peta bidang-bidang tanah diumumkan
dengan menggunakan format Pengumuman Data Fisik dan
Data Yuridis (DI 201 B) sebagaimana format terlampir
(Lihat Lampiran VII).
3. Daftar Data Fisik dan Data Yuridis Bidang Tanah (DI 201 C)
sebagaimana pada angka 1 di atas, dibuat sesuai dengan
format sebagaimana terlampir (Lihat Lampiran VIII).
4. Proses pengumuman data fisik dan data yuridis diberikan
selama 14 (empat belas) hari kalender yang dilaksanakan
di Kantor Panitia Ajudikasi PTSL dan Kantor Kepala
Desa/Kelurahan bagi peserta PTSL yang telah memenuhi
kelengkapan data fisik dan data yuridis.
5. Pihak yang berkepentingan diberikan kesempatan untuk
mengajukan keberatan mengenai pengumuman data fisik
dan data yuridis sebagimana dimaksud pada angka 2 di atas
selama jangka waktu pengumuman.
6. Apabila dianggap perlu, maka pengumuman data fisik dan
data yuridis dapat juga dilakukan di tempat lainnya yang
dinilai strategis di wilayah penetapan lokasi PTSL.

21
7. Setelah masa pengumuman data fisik dan
data yuridis berakhir, maka data fisik dan data yuridis
tersebut selanjutnya disahkan oleh Ketua Panitia Ajudikasi
PTSL yang dibuat dalam bentuk Berita Acara Pengesahan
Pengumuman Data Fisik dan Data Yuridis (DI 202)
sebagaimana format terlampir (Lihat Lampiran IX).

I. Penegasan Konversi, Pengakuan Hak dan Pemberian Hak


1. Penegasan Konversi : Apabila alat bukti kepemilikan
lengkap.
2. Pengakuan Hak : Apabila alat bukti kepemilikan
dan/atau penguasaan tidak
lengkap/tidak ada sama sekali.
3. Pemberian Hak : Apabila status tanahnya adalah
tanah negara.

Pemberian hak atas tanah Negara dapat diberikan dengan


mempedomani Pasal 26 huruf c dan Pasal 27 Peraturan
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan
Nasional Nomor 6 Tahun 2018 jo Pasal 66 Peraturan Menteri
Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3
Tahun 1997, yakni:
a. Dalam penyelesaian pemberian hak atas tanah Negara
oleh Kepala Kantor Pertanahan tidak dilakukan
pemeriksaan ulang oleh Panitia Pemeriksaan Tanah;

22
b. Ketua Panitia Ajudikasi PTSL mengusulkan secara
kolektif untuk bidang tanah yang merupakan tanah
Negara kepada Kepala Kantor Pertanahan dengan
menggunakan Daftar Lampiran Usulan Pemberian
Hak Milik/Hak Guna Bangunan/Hak Pakai (DI 310),
sebagaimana format terlampir (Lihat Lampiran X) yang
dilampiri dengan Risalah Penelitian Data Yuridis,
Pengumuman Data Fisik dan Yuridis, dan Daftar Data
Fisik dan Data Yuridis.
c. Kepala Kantor Pertanahan diberikan wewenang untuk
menetapkan pemberian Hak Milik, Hak Guna Bangunan
atau Hak Pakai atas tanah Negara. Penetapan pemberian
hak tersebut dikeluarkan secara kolektif dalam waktu
paling lama 5 (lima) hari kerja sejak diterimanya usul
pemberian hak tersebut dari Ketua Panitia Ajudikasi
PTSL;
d. Penetapan pemberian hak atas tanah untuk bidang tanah
yang merupakan tanah Negara, dengan mengusulkan
secara kolektif kepada Kepala Kantor Pertanahan dan
memberikan catatan pada halaman terakhir dalam
Daftar Lampiran Penetapan Keputusan Pemberian Hak
Milik/Hak Guna Bangunan/Hak Pakai sebagaimana
format terlampir (Lihat Lampiran XI) dan diberikan nomor
dan tanggal register Kantor Pertanahan serta diserahkan
kembali kepada Ketua Panitia Ajudikasi PTSL untuk
dijadikan sebagai dasar bagi pendaftaran hak atas tanah
Negara.

23
J. Penyelesaian Kegiatan PTSL
1. Penjelasan K1
Kluster 1 (K1) adalah bidang tanah yang data fisik dan data
yuridisnya memenuhi syarat untuk diterbitkan sertipikat hak
atas tanah (eviden Sertipikat).
Penyelesaian Kegiatan pada Tahun Anggaran Berjalan :
a. Hak Milik, Hak Guna Bangunan, Hak Pakai, dan Wakaf
yang telah didaftar dalam Buku Tanah dan memenuhi
syarat untuk diberikan tanda bukti haknya diterbitkan
sertipikat hak atas tanah.
b. Sertipikat yang telah diterbitkan dan dibukukan
sebagaimana huruf a di atas agar dicatat juga mengenai
pembatasan-pembatasan hak atas tanah, antara lain :
1) pembatasan dalam pemindahan hak : apabila
diperlukan izin atau tidak;
2) pembatasan dalam penggunaan tanah : menyangkut
garis sempadan pantai atau lainnya;
3) pembatasan lainnya menurut ketentuan perundang-
undangan.
c. Dokumen alat bukti yang dipakai sebagai dasar
penerbitan sertipikat agar dicoret silang dengan tinta
dengan tidak menyebabkan tidak terbacanya
tulisan/tanda yang ada atau diberi teraan berupa cap
atau tulisan yang menyatakan bahwa dokumen itu
sudah dipergunakan untuk penerbitan sertipikat,
sebelum disimpan sebagai warkah dan dianggap sudah
tidak berlaku lagi.

24
d. Penandatanganan sertipikat hak atas tanah hasil
pelaksanaan PTSL dilaksanakan oleh Ketua Panitia
Ajudikasi PTSL atas nama Kepala Kantor Pertanahan.
e. Sertipikat hak atas tanah diserahkan kepada pemegang
hak atau kuasanya, dan Sertipikat Wakaf diserahkan
kepada Nadzir.
f. Warkah atau berkas yang menjadi dasar penerbitan
sertipikat agar dilakukan proses digitalisasi.

2. Penjelasan Kluster 2
Kluster (K2) adalah bidang tanah yang data fisik dan data
yuridisnya memenuhi syarat untuk diterbitkan sertipikat hak
atas tanah namun terdapat perkara di Pengadilan dan/atau
sengketa (eviden Buku Tanah).
Penyelesaian Kegiatan pada Tahun Anggaran Berjalan :
a. Penegasan konversi dan pengakuan hak serta
penetapan keputusan pemberian hak (HM, HGB, HP,
dan/atau Wakaf) dibukukan dalam Buku Tanah.
b. Buku Tanah yang telah diterbitkan sebagaimana huruf a
di atas agar dicatat juga mengenai pembatasan-
pembatasan hak atas tanah, antara lain :
1) Pembatasan dalam pemindahan hak : apabila
diperlukan izin atau tidak;
2) Pembatasan dalam penggunaan tanah : menyangkut
garis sempadan pantai;
3) Pembatasan lainnya menurut ketentuan perundang-
undangan;

25
c. Penandatanganan Buku Tanah dilakukan oleh Ketua
Panitia Ajudikasi PTSL atas nama Kepala Kantor
Pertanahan;
d. Buku Tanah yang dihasilkan pembukuan haknya
dilakukan dengan mengosongkan nama pemegang
haknya;
e. Terhadap K2 yang disebabkan oleh perkara agar dicatat
dalam Buku Tanah mengenai nomor perkara peradilan
yang menanganinya;
f. Terhadap K2 yang disebabkan oleh sengketa yang
obyeknya Barang Milik Negara dan/atau sengketa
lainnya yang belum dapat diselesaikan, agar
diupayakan terlebih dahulu penyelesaiannya melalui
mediasi dan apabila belum dapat diselesaikan maka
dicatat dalam Buku Tanah mengenai para pihak yang
bersengketa.

3. Penjelasan Kluster 3
Kluster (K3) adalah bidang tanah yang data fisik dan/atau
data yuridisnya tidak dapat dibukukan dan diterbitkan
sertipikat hak atas tanah, karena subyek dan/atau obyek
haknya belum memenuhi persyaratan tertentu yang
ditetapkan dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata
Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 6 Tahun
2018 tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap
(eviden Peta Bidang Tanah, Daftar Tanah, dan Daftar Isian
Pendaftaran Tanah lainnya).

26
Penyelesaian Kegiatan pada Tahun Anggaran Berjalan :
a. K3 dapat diklasifikasi menjadi 3 kategori, yaitu :
1) K3.1 Hasil kegiatan berupa :
a) Peta Bidang Tanah;
b) Daftar Tanah.
2) K3.2 Hasil kegiatan berupa :
a) Peta Bidang Tanah;
b) Daftar Tanah;
c) Data Yuridis Bidang Tanah berupa :
(1) Bukti Pajak yang terbit sebelum tahun 1960;
(2) Akta Jual Beli;
(3) Surat Keterangan Garapan;
(4) Surat Keterangan Oper Garapan; dan
(5) Surat Pernyataan Penguasaan Fisik Bidang
Tanah.
3) K3.3 Hasil kegiatan berupa :
a) Peta Bidang Tanah;
b) Daftar Tanah;
c) Data Yuridis Bidang Tanah
d) Risalah Penelitian Data Yuridis;
e) Berita Acara Pengesahan Pengumuman Data
Fisik dan Data Yuridis.
b. Bidang tanah yang data fisik dan data yuridisnya tidak
dapat dibukukan dan diterbitkan sertipikat dalam hal:
1) Subyek merupakan Warga Negara Asing,
BUMN/BUMD/BHMN, Badan Hukum Swasta,
subyek tidak diketahui, subyek tidak bersedia
mengikuti kegiatan PTSL, subyek tidak bersedia
membuat Surat Pernyataan Terhutang BPHTB
dan/atau PPh;

27
2) Obyek PTSL merupakan tanah P3MB, Prk5,
Rumah Golongan III yang belum lunas sewa beli,
Obyek Nasionalisasi, Tanah Ulayat, Tanah
Absentee dan tanah kelebihan maksimum;
3) Obyek PTSL merupakan tanah obyek landreform,
transmigrasi dan konsolidasi tanah yang tidak
dapat diterbitkan sertipikat sesuai ketentuan;
4) Subyek tidak bersedia membuat Surat Pernyataan
Penguasaan Fisik Bidang Tanah, bagi obyek PTSL
yang merupakan tanah bekas milik adat; dan/atau
5) Dokumen obyek PTSL yang membuktikan
kepemilikan atas tanah tidak lengkap.
Terhadap K3 dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1) K3.1 Hanya dilakukan pengumpulan data fisik,
terhadap;
a) Subyek merupakan Warga Negara Asing;
b) BUMN/BUMD/BHMN, Badan Hukum Swasta;
c) Subyek tidak diketahui;
d) Subyek tidak bersedia mengikuti kegiatan
PTSL;
e) Tanah Transmigrasi yang tidak termasuk dalam
Pasal 13 ayat (3) huruf b Peraturan Presiden
Nomor 86 Tahun 2018 tentang Reforma
Agraria.
2) K3.2 Hanya dilakukan pengumpulan data fisik dan
data yuridis, terhadap;
a) P3MB, Prk5;
b) Rumah Golongan III yang belum lunas sewa
beli;
c) Obyek Nasionalisasi.

28
3) K3.3 Hanya dilakukan pengumpulan data fisik, data
yuridis, pengumuman dan dilanjutkan dengan
kegiatan penelitian data yuridis untuk pembuktian
hak, terhadap :
a) Tanah Ulayat;
b) Subyek tidak bersedia membuat surat
pernyataan terhutang BPHTB dan/atau PPh;
c) Tanah Absentee;
d) Tanah kelebihan maksimum;
e) Tanah obyek landreform;
f) Konsolidasi tanah yang tidak dapat diterbitkan
sertipikat sesuai dengan ketentuan.
4) Apabila hasil pengumpulan data fisik berupa Peta
Bidang Tanah akan dijadikan salah satu bentuk
produk PTSL yaitu K3, maka Peta Bidang Tanah
yang dimaksud harus dilengkapi dengan Daftar
Tanah dan juga merupakan wilayah lokasi yang
ditetapkan sebagai lokasi penetapan PTSL.

4. Penjelasan K4
Kluster (K4) adalah bidang tanah yang obyek dan subyeknya
sudah terdaftar dan sudah bersertipikat hak atas tanah,
baik yang belum maupun yang sudah dipetakan namun tidak
sesuai dengan kondisi lapangan atau terdapat perubahan
data fisik, maka wajib dilakukan pemetaannya ke dalam
Peta PTSL dengan hasil kegiatan berupa Peta Bidang Tanah
yang sudah ditingkatkan kualitasnya.

29
Penyelesaian Kegiatan pada Tahun Anggaran Berjalan :
a. Obyek yang bisa dijadikan potensi K4 adalah :
KW 4 : Bidang Tanah tidak terpetakan;
Gambar Situasi/Surat Ukur Spasial ada;
Gambar Situasi/Surat Ukur Tekstual ada;
Buku Tanah ada.
KW 5 : Bidang Tanah tidak terpetakan;
Gambar Situasi/Surat Ukur Spasial tidak ada;
Gambar Situasi/Surat Ukur Tekstual ada;
Buku Tanah ada.
KW 6 : Bidang Tanah tidak terpetakan;
Gambar Situasi/Surat Ukur Spasial tidak ada;
Gambar Situasi/Surat Ukur Tekstual tidak ada;
Buku Tanah ada.

b. Obyek K4 yang dilakukan peningkatan kualitas data


agar tidak merubah data tekstual berupa luas bidang
tanah. Hal ini sangat terkait dengan bidang tanah
tersebut apabila menjadi obyek Hak Tanggungan.

K. Pendokumentasian dan penyerahan hasil kegiatan


1. Panitia Ajudikasi PTSL melakukan pengumpulan,
pengelompokan, pengolahan, penyimpanan, dan
penyerahan data PTSL yang meliputi:
a. Dokumen data yuridis yang terdiri dari identitas
pemegang hak, alas hak/surat pernyataan, berita acara
yang dibuat panitia, bukti pengumuman, berita acara
pengesahan data fisik dan data yuridis serta penetapan
keputusan pemberian hak atas tanah;

30
b. Dokumen data fisik yang terdiri dari data pengukuran
dan perhitungan hasil pengukuran, Surat Ukur, Gambar
Ukur dan Peta Bidang Tanah;
c. Daftar Isian pendaftaran tanah dan hak atas tanah;
d. Buku Tanah;
e. Sertipikat hak atas tanah;
f. Bukti-bukti administrasi keuangan; dan
g. Data administrasi lainnya.
2. Warkah yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan PTSL
agar dilakukan proses digitalisasi.
3. Penyimpanan data hasil pelaksanaan kegiatan PTSL harus
dilakukan dalam bentuk elektronik.
4. Ketua Panitia Ajudikasi PTSL menyerahkan hasil
pelaksanaan kegiatan PTSL kepada Kepala Kantor
Pertanahan pada akhir kegiatan dan disertai dengan data
hasil pelaksanaan kegiatan PTSL.
5. Penyerahan hasil pelaksanaan kegiatan PTSL dibuat dalam
bentuk Berita Acara Serah Terima Berkas dan Warkah hasil
pelaksanaan kegiatan PTSL yang ditandatangani oleh Ketua
Panitia Ajudikasi PTSL dan Kepala Kantor Pertanahan.
6. Hasil pelaksanaan kegiatan PTSL, agar disimpan,
didokumentasikan dan diarsipkan oleh Kepala Kantor
Pertanahan.
7. Bentuk, cara penyimpanan, penyajian dan penghapusan
dokumen PTSL dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.

31
L. Pelaporan
1. Pelaporan hasil kegiatan PTSL dilaksanakan pada saat :
a. Khusus untuk pengumpulan data yuridis, dilaporkan
juga saat pelaksanaan PTSL berjalan yang dilakukan
secara berkala yaitu harian, mingguan dan bulanan;
b. Terjadi permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan
PTSL;
c. Pelaporan pada saat terjadi permasalahan dalam
pelaksanaan kegiatan PTSL sebagaimana dimaksud
pada huruf b dilakukan oleh Ketua Panitia Ajudikasi
PTSL kepada Kepala Kantor Pertanahan c.q. Direktur
Jenderal Hubungan Hukum Keagrariaan dan Kepala
Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional.
d. Laporan kemajuan pelaksanaan kegiatan PTSL selain
dilaksanakan melalui SKMPP Kementerian Agraria dan
Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dan secara
berkala dilaporkan kepada Menteri Agraria dan Tata
Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional c.q.
Direktur Jenderal Hubungan Hukum Keagrariaan dan
Direktur Jenderal Infrastruktur Keagrariaan.
e. Pelaporan pada saat pelaksanaan kegiatan PTSL
selesai dilaksanakan dan dilakukan secara berjenjang
dari Kepala Kantor Pertanahan kepada Kepala Kantor
Wilayah Badan Pertanahan Nasional dan dari
Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional
kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan
Pertanahan Nasional.

32
2. Penanggung jawab laporan :
a. Kepala Kantor Pertanahan, untuk tingkat
Kabupaten/Kota; dan
b. Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional,
untuk tingkat Provinsi.
3. Laporan pelaksanaan kegiatan PTSL ditandatangani oleh :
a. Kepala Kantor Pertanahan, untuk satuan kerja
Kantor Pertanahan;
b. Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional,
untuk satuan kerja Kantor Wilayah Badan Pertanahan
Nasional.

V. TINDAK LANJUT PENYELESAIAN PTSL


A. Pelaksanaan kegiatan PTSL diharapkan agar semua bidang
tanah dalam 1 (satu) Desa/Kelurahan dapat terdaftar
kepemilikannya. Oleh karena itu pelaksanaannya dilakukan
secara berkelanjutan. Dalam rangka mewujudkan terdaftarnya
semua bidang tanah dimaksud, kemudian lokasi yang telah
ditetapkan sebagai lokasi PTSL pada Tahun 2017 dan
Tahun 2018, dan hasil pelaksanaan kegiatannya belum dapat
diterbitkan sertipikat hak atas tanah, maka lokasi tersebut dapat
ditetapkan kembali sebagai wilayah penetapan lokasi PTSL pada
Tahun 2019 dalam rangka memberikan kepastian hukum
dan perlindungan hukum terhadap hak atas tanah yang dimiliki
oleh masyarakat.

33
Hal ini dimaksudkan untuk menyelesaikan obyek PTSL yang
dilakukan tahun sebelumnya. Mengingat bahwa pelaksanaan
kegiatan PTSL merupakan kegiatan pendaftaran sistematis yang
lengkap maka mekanisme pelaksanaannya untuk tahun yang
akan datang harus dilaksanakan dengan taat asas yaitu dengan
menggunakan mekanisme pelaksanaan kegiatan pendaftaran
sistematis lengkap, yang meliputi bidang-bidang tanah yang
ada dalam 1 (satu) Desa/Kelurahan sehingga dapat terdaftar
kepemilikannya. Adapun tindak lanjut hasil pelaksanaan kegiatan
PTSL adalah sebagai berikut :
1. Terhadap K1, tidak perlu ditindaklanjuti mengenai
pelaksanaan kegiatan PTSL dimaksud, karena bila dilihat
mengenai kualitas data fisik dan kualitas data yuridisnya
sudah memenuhi syarat-syarat dalam rangka pelaksanaan
kegiatan pendaftaran tanah.
2. Tindak Lanjut K2 menjadi K1 yaitu untuk diterbitkan sertipikat
adalah sebagai berikut :
a. Obyek terdapat perkara di Pengadilan
1) Penerbitan sertipikat hak atas tanah dilakukan setelah
adanya Putusan Pengadilan yang berkekuatan hukum
tetap, dan amar putusannya menyatakan salah satu
pihak sebagai pihak yang berhak dan dibuktikan dengan
Putusan Pengadilan.
2) Dalam hal Putusan Pengadilan yang telah berkekuatan
hukum tetap setelah tahun anggaran pelaksanaan PTSL
berakhir dan lokasinya tidak ditetapkan kembali sebagai
lokasi PTSL, maka sertipikatnya ditandatangani oleh

34
Kepala Kantor Pertanahan dan apabila masih dalam
tahun anggaran pelaksanaan PTSL, maka
ditandatangani oleh Ketua Panitia Ajudikasi PTSL.
3) Apabila tindak lanjut terhadap angka 1) di atas
dilakukan setelah pelaksanaan kegiatan PTSL yang
lokasinya tidak ditetapkan kembali sebagai lokasi PTSL,
maka biaya yang harus dibayar adalah sesuai dengan
tahapan kegiatan yang dilaksanakan sebagaimana
diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 128 Tahun
2015.
4) Penerbitan sertipikat dilakukan tanpa mengganti Buku
Tanah yang telah ditandatangani oleh Panitia Ajudikasi
PTSL.
b. Obyek terdapat sengketa:
1) Penerbitan sertipikat hak atas tanah dilakukan setelah
adanya penyelesaian sengketa baik yang dilaksanakan
dengan cara mediasi maupun cara lainnya yang sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku
yang dibuktikan dengan Berita Acara Penyelesaian
Sengketa.
2) Dalam hal sengketa diselesaikan setelah tahun
anggaran pelaksanaan kegiatan PTSL berakhir dan
lokasinya tidak ditetapkan kembali sebagai lokasi PTSL,
maka sertipikatnya ditandatangani oleh Kepala Kantor
Pertanahan dan apabila masih dalam tahun anggaran
pelaksanaan kegiatan PTSL, maka ditandatangani oleh
Ketua Panitia Ajudikasi PTSL.

35
3) Apabila tindak lanjut terhadap angka 1) di atas
dilakukan setelah pelaksanaan kegiatan PTSL yang
lokasinya tidak ditetapkan lagi sebagai lokasi PTSL,
maka biaya yang harus dibayar sesuai dengan tahapan
kegiatan yang dilaksanakan sebagaimana diatur dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 128 Tahun 2015.
4) Penerbitan sertipikat dilakukan tanpa mengganti Buku
Tanah yang telah ditandatangani oleh Panitia Ajudikasi
PTSL.
3. Tindak lanjut K3 menjadi K1 yaitu untuk diterbitkan sertipikat
adalah sebagai berikut :
a. Tindak lanjut K3.1 menjadi K1 (dapat diterbitkan sertipikat)
terlebih dahulu harus dilengkapi dengan Daftar Tanah
dengan ketentuan apabila :
1) Anggaran pada DIPA hanya menyediakan biaya
pengumpulan data fisik yaitu Peta Bidang Tanah :
a) Ditetapkan kembali menjadi lokasi PTSL pada
tahun berikutnya.
b) Tahapan dilakukan sebagaimana tahapan PTSL
yang diatur dalam Peraturan Menteri Agraria dan
Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional
Nomor 6 Tahun 2018 dengan pengecualian tidak
lagi dilakukan pengumpulan data fisik.
2) Anggaran pada DIPA tahun berjalan sudah disediakan
untuk semua kegiatan PTSL, namun kegiatannya hanya
dilakukan pengumpulan data fisik saja (PBT), maka
tindak lanjutnya untuk subyek/obyek sebagai berikut :

36
a) K3.1 pada angka 2) hanya dilakukan pengumpulan
data fisik terhadap:
(1) Subyek merupakan Warga Negara Asing.
(2) BUMN/BUMD/BHMN, Badan Hukum Swasta.
(3) Subyek tidak diketahui.
(4) Subyek tidak bersedia mengikuti PTSL.
(5) Tanah Transmigrasi yang tidak termasuk
dalam Pasal 13 ayat (3) huruf b Peraturan
Presiden Nomor 86 Tahun 2018 tentang
Reforma Agraria.
b) Tindak lanjut terhadap K3.1 untuk menjadi K1
sebagaimana angka 2 huruf a di atas, adalah:
(1) Subyek merupakan Warga Negara Asing,
BUMN/BUMD/BHMN dan Badan Hukum
Swasta, dengan tahapan :
(a) Apabila terdapat perubahan atau
penambahan data fisik, maka dilakukan
pengukuran ulang.
(b) Apabila terdapat perubahan atau
penambahan data yuridis, maka
dilakukan pemeriksaan tanah
sebagaimana Peraturan Kepala Badan
Pertanahan Nasional Republik Indonesia
Nomor 7 Tahun 2007.
(c) Penerbitan penetapan keputusan
pemberian hak atas tanah.
(d) Pendaftaran hak atas tanah.
(e) Biaya yang harus dibayar sesuai tahapan
kegiatan yang dilaksanakan sebagaimana
diatur dalam Peraturan Pemerintah
Nomor 128 Tahun 2015.

37
(2) Subyek tidak diketahui, Subyek tidak bersedia
mengikuti kegiatan PTSL dan tanah obyek
transmigrasi, dengan tahapan :
(a) Apabila terdapat perubahan atau
penambahan data fisik, maka dilakukan
pengukuran ulang.
(b) Apabila terdapat perubahan atau
penambahan data yuridis, maka
dilakukan pemeriksaan tanah
sebagaimana Peraturan Kepala Badan
Pertanahan Nasional Republik Indonesia
Nomor 7 Tahun 2007.
(c) Penerbitan penetapan keputusan
pemberian hak atas tanah/penegasan
hak/pengakuan hak.
(d) Pendaftaran hak atas tanah.
(e) Biaya yang harus dibayar sesuai tahapan
kegiatan yang dilaksanakan sebagaimana
diatur dalam Peraturan Pemerintah
Nomor 128 Tahun 2015.
(f) Tanah Transmigrasi yang tidak termasuk
dalam Pasal 13 ayat (3) huruf b Peraturan
Presiden Nomor 86 Tahun 2018 tentang
Reforma Agraria.
b. Tindak lanjut K3.2 (hanya dilakukan pengumpulan data fisik
dan data yuridis) untuk menjadi K1 terlebih dahulu harus
dilengkapi dengan Daftar Tanah sesuai ketentuan, apabila :

38
1) P3MB dan Prk5, dengan tahapan :
a) Sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang mengatur tentang P3MB/Prk5.
b) Biaya yang harus dibayar sesuai tahapan kegiatan
yang dilaksanakan sebagaimana diatur dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 128 Tahun 2015.
2) Rumah Golongan III yang belum lunas sewa beli,
dengan tahapan :
a) Penerbitan Surat Keputusan Konfirmasi.
b) Pendaftaran hak.
c) Biaya yang harus dibayar sesuai tahapan kegiatan
yang dilaksanakan sebagaimana diatur dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 128 Tahun 2015.
3) Obyek Nasionalisasi, dengan tahapan :
a) Apabila terdapat perubahan atau penambahan
data fisik, maka dilakukan pengukuran ulang.
b) Apabila terdapat perubahan atau penambahan
data yuridis, maka dilakukan pemeriksaan tanah
sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepala
Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia
Nomor 7 Tahun 2007.
c) Penerbitan penetapan keputusan pemberian hak
atas tanah.
d) Pendaftaran hak atas tanah.
e) Biaya yang harus dibayar sesuai tahapan kegiatan
yang dilaksanakan sebagaimana diatur dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 128 Tahun 2015.

39
c. Tindak lanjut K3.3 (dilakukan pengumpulan data fisik dan
data yuridis, pengumuman dan dilanjutkan dengan
kegiatan penelitian data yuridis untuk pembuktian hak) dan
untuk menjadi K1 terlebih dahulu harus dilengkapi dengan
Daftar Tanah sesuai ketentuan, apabila :
1) Subyek tidak bersedia membuat surat pernyataan
terhutang BPHTB dan/atau PPh, dengan tahapan :
Apabila Desa/Kelurahan letak tanah tidak ditetapkan
kembali sebagai lokasi PTSL:
a) Apabila terdapat perubahan atau penambahan
data fisik, maka dilakukan pengukuran ulang.
b) Apabila terdapat perubahan atau penambahan
data yuridis, maka dilakukan tahapan kegiatan
pengumpulan dan penelitian data yuridis.
c) Biaya yang harus dibayar sesuai tahapan kegiatan
yang dilaksanakan sebagaimana diatur dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 128 Tahun 2015.
d) Penerbitan penetapan keputusan pemberian hak
atas tanah/penegasan hak/pengakuan hak.
e) Pendaftaran hak atas tanah.
2) Tanah Ulayat, Tanah Absentee, Tanah Kelebihan
Maksimum, Tanah Obyek Landreform dan Konsolidasi
Tanah :
a) Tahapan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
b) Biaya yang harus dibayar sesuai tahapan kegiatan
yang dilaksanakan sebagaimana diatur dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 128 Tahun 2015.

40
B. Seluruh Produk PTSL yang masuk kedalam K2 dan K3 pada
tahun berjalan agar diberitahukan kepada masing-masing peserta
pada akhir tahun pelaksanaan kegiatan PTSL sebagaimana
format terlampir (Lihat Lampiran XII, XIII.a dan XIII.b)

VI. TINDAK LANJUT DESA/KELURAHAN LENGKAP MENUJU


KABUPATEN/KOTA LENGKAP
1. Perencanaan didukung dengan data dan Peta Kerja serta
mekanisme pelaksanaan kegiatan PTSL wajib dilakukan
sistematis dan tidak lagi sporadis.
2. Identifikasi Kabupaten/Kota yang bidang tanahnya terdaftar
sudah mencapai > 80%.
3. Hasil identifikasi jumlah bidang tanah untuk memastikan dapat
diselesaikan pendaftaran tanah lengkap tahun 2019 dengan
kriteria :
a. Apabila hasil identifikasi jumlah bidang tanahnya dapat
dipastikan selesai pada tahun 2019 maka menjadi prioritas;
b. Apabila hasil identifikasi jumlah bidang tanahnya belum
mencapai 80% namun berdasarkan pertimbangan tertentu
Kepala Kantor Pertanahan dan Kepala Kantor Wilayah
Badan Pertanahan Nasional dapat dipertimbangkan untuk
dapat menjadi Kabupaten/Kota lengkap.
4. Identifikasi bidang tanah yang sudah terdaftar harus
dapat melakukan pemisahan antara KW 1 s.d. KW 3 dan
KW 4 s.d. KW 6. Adapun KW 4 s.d. KW 6 merupakan potensi dari
K4. Sedangkan untuk tanah yang belum terdaftar merupakan
potensi K1 sampai dengan K3.

41
5. Melaksanakan sosialisasi/penyuluhan PTSL secara lebih
intensif dan ekstensif kepada masyarakat/stakeholder dengan
membangun posko (basecamp) di wilayah penetapan lokasi
PTSL.
6. Pemasangan tanda batas dan persiapan pengumpulan data
yuridis dilakukan serentak.
7. Meningkatkan kemampuan petugas baik fisik maupun yuridis
untuk meminimalisasi permasalahan.
8. Optimalisasi pemanfaatan aplikasi berbasis percepatan PTSL
seperti : Aplikasi Garmin Map, Mapit GIS, Meridia Collect, Smart
PTSL, Santri PTSL.
9. Satgas Yuridis dan Satgas Fisik bergerak secara bersamaan
dalam pelaksanaan kegiatan PTSL.
10. Kepala Kantor Pertanahan dan Kepala Kantor Wilayah Badan
Pertanahan Nasional berkoordinasi dengan Walikota/Bupati dan
instansi terkait mengenai pembebasan pajak/pengurangan pajak
dan apabila tidak memungkinkan maka menggunakan mekanisme
pajak terhutang.

VII. DIGITALISASI WARKAH/BERKAS PTSL


1. Panitia Ajudikasi PTSL melakukan pengumpulan,
pengelompokan, pengolahan, dan penyimpanan data PTSL, yang
meliputi:
a. Dokumen data yuridis yang terdiri dari identitas pemegang
hak, alas hak, berita acara yang dibuat panitia, bukti
pengumuman, Berita Acara Pengesahan Data Fisik dan Data
Yuridis dan penetapan keputusan pemberian hak atas tanah;

42
b. Dokumen data fisik yang terdiri dari data pengukuran dan
perhitungan hasil pengukuran, Surat Ukur, Gambar Ukur dan
Peta Bidang Tanah;
c. Daftar isian pendaftaran tanah dan hak atas tanah;
d. Buku tanah;
e. Sertipikat hak atas tanah;
f. Bukti-bukti administrasi keuangan; dan
g. Data administrasi lainnya.
2. Data PTSL yang telah dikelompokan dilakukan migrasi data dari
dokumen dalam bentuk analog menjadi dokumen dalam bentuk
digital dan disimpan dalam bentuk elektronik.
3. Dokumen yang tersimpan dalam bentuk analog diberikan cap dan
diberikan catatan bahwa dokumen tersebut sudah tidak dapat
dipergunakan kembali untuk kegiatan pendaftaran tanah.
4. Ketua Panitia Ajudikasi PTSL menyerahkan hasil kegiatan PTSL
pada akhir kegiatan dengan disertai data hasil kegiatan PTSL.
5. Hasil pelaksanaan kegiatan PTSL dibuat Berita Acara Serah
Terima Berkas dan Warkah yang ditandatangani oleh Ketua
Panitia Ajudikasi dan Kepala Kantor Pertanahan.
6. Hasil pelaksanaan kegiatan PTSL disimpan, didokumentasikan
dan diarsipkan oleh Kepala Kantor Pertanahan.
7. Bentuk, cara penyimpanan, penyajian dan penghapusan
dokumen PTSL dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
8. Hasil pelaksanaan kegiatan PTSL disampaikan juga kepada
Tim Percepatan Kebijakan Satu Peta guna memperkuat basis
data Kebijakan Satu Peta.

43
VIII. PEMBENTUKAN TIM MONITORING DAN EVALUASI
PENGUMPULAN DATA YURIDIS
1. Dalam rangka percepatan pengumpulan data yuridis dimaksud,
maka Kepala Bidang Hubungan Hukum Pertanahan, segera :
a. Membentuk Tim Monitoring dan Evaluasi Pengumpulan Data
Yuridis untuk memastikan tercapainya target harian/
mingguan/bulanan pengumpulan data yuridis;
b. Melaporkan pembentukan Tim Monitoring dan Evaluasi
Pengumpulan Data Yuridis sebagaimana huruf a kepada
Direktur Jenderal Hubungan Hukum Keagrariaan;
c. Melaporkan pelaksanaan monitoring dan evaluasi kepada
Tim Monitoring dan Evaluasi Direktorat Jenderal Hubungan
Hukum Keagrariaan sesuai dengan wilayah kerja tim
(Lihat Lampiran XIV) setiap hari dengan menggunakan
sebagaimana format terlampir (Lihat Lampiran XV)
dalam bentuk excel (.xls) dan tidak dalam bentuk image
(.jpeg, .png) dan adobe document (.pdf).
2. Apabila terdapat permasalahan yang tidak dapat diselesaikan
dalam pelaksanaan pengumpulan data yuridis dapat
berkoordinasi dengan Tim Monitoring dan Evaluasi Direktorat
Jenderal Hubungan Hukum Keagrariaan.
3. Pelaksanaan kegiatan PTSL, para Kepala Kantor Wilayah Badan
Pertanahan Nasional dan Kepala Kantor Pertanahan agar
sungguh-sungguh mempedomani Peraturan Menteri Agraria dan
Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 6
Tahun 2018 tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap.

44
Lampiran I :

KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/


BADAN PERTANAHAN NASIONAL
KANTOR WILAYAH BADAN PERTANAHAN NASIONAL
PROVINSI .....................................
Jl ....................................................

LAPORAN PERMASALAHAN PELAKSANAAN KEGIATAN


PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP

OBJEK LANGKAH –
NO SUBJEK (LOKASI, LUAS PERMASALAHAN LANGKAH KETERANGAN
DAN ALAS HAK) PENYELESAIAN

..................., ...........................
Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional
Provinsi .............,

............................
NIP. .............................................

Catatan :
1. Dilakukan rekapitulasi data setiap bulan
2. Dilaporkan setiap 3 (tiga) bulan

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


46
Lampiran II :
SURAT KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH
TENTANG PENUGASAN PEGAWAI YANG DIPERBANTUKAN
UNTUK MELAKSANAKAN PTSL PADA KANTOR PERTANAHAN

KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH


BADAN PERTANAHAN NASIONAL PROVINSI ....................................
NOMOR

KEPALA KANTOR WILAYAH BADAN PERTANAHAN NASIONAL,

Menimbang : a. bahwa untuk kepentingan dinas dalam rangka pendaftaran


tanah sistematis lengkap di seluruh wilayah Republik
Indonesia, dipandang perlu untuk memperbantukan
Pegawai Negeri Sipil;
b. bahwa untuk tertib administrasi, perbantuan pegawai
sebagaimana dimaksud dalam huruf a di atas, perlu
ditetapkan dengan Keputusan Kepala Kantor Wilayah
Badan Pertanahan Nasional Provinsi ...........

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur


Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5494);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang
Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1977 Nomor 11, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3098)
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2015 (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 123);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang
Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian
Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2003 Nomor 15, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4263) sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2009
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor
164);
4. Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2015 tentang
Kementerian Agraria dan Tata Ruang (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 18);

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


47
Lampiran II :

5. Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2015 tentang Badan


Pertanahan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2015 Nomor 21);
6. Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2018 tentang Percepatan
Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap di Seluruh Wilayah
Republik Indonesia;
7. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan
Pertanahan Nasional Nomor 38 Tahun 2016 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Badan
Pertanahan Nasional dan Kantor Pertanahan;
8. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan
Pertanahan Nasional Nomor 18 Tahun 2015 tentang Uraian
Jabatan Fungsional di Lingkungan Kementerian Agraria
dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 344);
9. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan
Pertanahan Nasional Nomor 6 Tahun 2018 tentang
Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 501);
10. Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik
Indonesia Nomor 11/KEP-3.3/I/2013 tentang Pemberian
Kuasa dan/atau Pendelegasian Wewenang Menandatangani
Keputusan, Salinan dan Petikan Keputusan di Bidang
Kepegawaian serta Nota Persetujuan Kepala Badan
Kepegawaian Negara/Regional Badan Kepegawaian Negara
kepada Pejabat di Lingkungan Badan Pertanahan Nasional
Republik Indonesia;

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH BADAN


PERTANAHAN NASIONAL PROVINSI TENTANG
.....................................

KESATU : Memberikan penugasan bekerja terhitung mulai tanggal


................ kepada Saudara ................ NIP ................ Pangkat
.................... golongan/ruang .......................... Jabatan
............................ dan kawan-kawan sebanyak ............... (....)
pegawai, yang namanya sebagaimana tercantum dalam lajur 2
(dua) ditugaskan dari Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota
................... sebagaimana tercantum dalam lajur 5 (lima)
ke Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota ..................
sebagaimana tercantum dalam lajur 6 (enam) Lampiran
Keputusan ini.

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


48
Lampiran II :

KEDUA : Selama ditugaskan hak-hak kepegawaian termasuk gaji


Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam Diktum
KESATU tetap dilaksanakan dan dibayarkan pada Kantor
Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi ...............
/Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota .................

KETIGA : Masa penugasan Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan


adalah selama melaksanakan kegiatan Pendaftaran Tanah
Sistematis Lengkap Tahun Anggaran …….....

KEEMPAT : Segala biaya yang timbul akibat perbantuan ini ditanggung


oleh DIPA Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota ......................

KELIMA : Apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam


Keputusan ini akan diadakan perbaikan sebagaimana
mestinya.

Ditetapkan di .................
pada tanggal

KEPALA KANTOR WILAYAH


BADAN PERTANAHAN NASIONAL PROVINSI,
......................................

...................................................
NIP.

Asli Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk
diketahui dan dipergunakan sebagaimana mestinya.
Tembusan Keputusan ini disampaikan kepada:
1. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, di Jakarta;
2. Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian Agraria dan Tata
Ruang/Badan Pertanahan Nasional u.p. Kepala Bagian Umum Kepegawaian,
di Jakarta;
3. Kepala Kantor Regional Badan Kepegawaian Negara yang bersangkutan;
4. Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi yang bersangkutan;
5. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi yang
bersangkutan;
6. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota yang bersangkutan;
7. Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang bersangkutan;
8. Kepala Kantor Cabang Utama/Cabang PT Taspen (Persero) yang bersangkutan.

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


49
Lampiran II :

LAMPIRAN KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH BADAN PERTANAHAN NASIONAL PROVINSI .....................
NOMOR :
TANGGAL :

Kantor Pertanahan
Pangkat/Golongan Jabatan/Staf Bidang/ Kantor Pertanahan Kantor Pertanahan
No. Nama/NIP
Ruang Seksi Kabupaten/Kota .................. Kabupaten/Kota ..................
(Asal) (Penugasan)
1 2 3 4 5 6

1.

2.

3.

Ditetapkan di .................
pada tanggal ..................

KEPALA KANTOR WILAYAH


BADAN PERTANAHAN NASIONAL
PROVINSI .........................,

................................................
NIP.

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


50
Lampiran III :

KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/


BADAN PERTANAHAN NASIONAL
KANTOR WILAYAH BADAN PERTANAHAN NASIONAL
PROVINSI .....................................
Jl ....................................................

LAPORAN PERMASALAHAN PELAKSANAAN KEGIATAN


PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP

SUBJEK OBJEK LANGKAH –


NO (PARA (LOKASI, LUAS PERMASALAHAN LANGKAH KETERANGAN
HAK) DAN ALAS HAK) PENYELESAIAN

..................., ...........................
Kepala Bidang Hubungan Hukum Pertanahan
Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi .............,

............................
NIP. .............................................

Catatan :
1. Dilakukan rekapitulasi data setiap bulan
2. Dilaporkan setiap 3 (tiga) bulan

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


51
Lampiran IV.a :
BERITA ACARA PENGANGKATAN SUMPAH
PANITIA AJUDIKASI PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP
DAN SATUAN TUGAS
A. AGAMA ISLAM

Pada hari ini ................... tanggal ................... tahun ................... Saya dengan Keputusan
Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi ................... Nomor ...................
tanggal ................... diangkat sebagai Panitia Ajudikasi PTSL dan Satuan Tugas Pengumpul
Data Yuridis ................... sumpah berikut :

“DEMI ALLAH SAYA BERSUMPAH”

1. Bahwa saya untuk diangkat pada jabatan ini, baik langsung maupun tidak langsung
dengan rupa atau dalih apapun juga, tidak memberi atau menyanggupi akan sesuatu
kepada siapapun juga;
2. Bahwa saya akan setia dan taat kepada Negara Republik Indonesia;
3. Bahwa saya akan memegang rahasia sesuatu yang menurut sifatnya atau menurut
perintah harus saya rahasiakan;
4. Bahwa saya tidak akan menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja dari
siapapun juga, yang saya tahu atau patut saya mengira, bahwa ia mempunyai hal yang
bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan saya;
5. Bahwa dalam menjalankan jabatan atau pekerjaan saya, saya senantiasa mementingkan
kepentingan Negara daripada kepentingan saya sendiri, seseorang, atau golongan;
6. Bahwa saya senantiasa akan menjunjung tinggi kehormatan Negara, pemerintah, dan
jabatan yang dipercaya kepada saya;
7. Bahwa saya akan berkerja dengan jujur, tertib dan semangat untuk kepentingan negara.

SUMPAH DIUCAPKAN DI HADAPAN YANG MENGUCAPKAN


KEPALA KANTOR WILAYAH SUMPAH
BADAN PERTANAHAN NASIONAL PROVINSI
................................

( ...................................................... ) ( ...................................................... )

YANG MENGUKUHKAN
SUMPAH ROHANIWAN,

( ...................................................... )

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


52
Lampiran IV.b :
B. AGAMA KRISTEN PROTESTAN

Pada hari ini ................... tanggal ................... tahun ................... Saya dengan Keputusan
Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi ................... Nomor ...................
tanggal ................... diangkat sebagai Panitia Ajudikasi PTSL dan Satuan Tugas Pengumpul
Data Yuridis ................... sumpah berikut :

“SAYA BERSUMPAH”

1. Bahwa saya untuk diangkat pada jabatan ini, baik langsung maupun tidak langsung
dengan rupa atau dalih apapun juga, tidak memberi atau menyanggupi akan sesuatu
kepada siapapun juga;
2. Bahwa saya akan setia dan taat kepada Negara Republik Indonesia;
3. Bahwa saya akan memegang rahasia sesuatu yang menurut sifatnya atau menurut perintah
harus saya rahasiakan;
4. Bahwa saya tidak akan menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja dari
siapapun juga, yang saya tahu atau patut saya mengira, bahwa ia mempunyai hal yang
bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan saya;
5. Bahwa dalam menjalankan jabatan atau pekerjaan saya, saya senantiasa mementingkan
kepentingan Negara daripada kepentingan saya sendiri, seseorang, atau golongan;
6. Bahwa saya senantiasa akan menjunjung tinggi kehormatan Negara, pemerintah, dan
jabatan yang dipercaya kepada saya;
7. Bahwa saya akan berkerja dengan jujur, tertib dan semangat untuk kepentingan negara;
8. “Kiranya Tuhan Menolong Saya”.

SUMPAH DIUCAPKAN DI HADAPAN YANG MENGUCAPKAN


KEPALA KANTOR WILAYAH SUMPAH
BADAN PERTANAHAN NASIONAL PROVINSI
................................

( ...................................................... ) ( ...................................................... )

YANG MENGUKUHKAN
SUMPAH ROHANIWAN,

( ...................................................... )

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


53
Lampiran IV.c :
C. AGAMA KRISTEN KATOLIK

Pada hari ini ................... tanggal ................... tahun ................... Saya dengan Keputusan
Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi ................... Nomor ...................
tanggal ................... diangkat sebagai Panitia Ajudikasi PTSL dan Satuan Tugas Pengumpul
Data Yuridis ................... sumpah berikut :

“SAYA BERJANJI”

1. Bahwa saya untuk diangkat pada jabatan ini, baik langsung maupun tidak langsung
dengan rupa atau dalih apapun juga, tidak memberi atau menyanggupi akan sesuatu
kepada siapapun juga;
2. Bahwa saya akan setia dan taat kepada Negara Republik Indonesia;
3. Bahwa saya akan memegang rahasia sesuatu yang menurut sifatnya atau menurut perintah
harus saya rahasiakan;
4. Bahwa saya tidak akan menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja dari
siapapun juga, yang saya tahu atau patut saya mengira, bahwa ia mempunyai hal yang
bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan saya;
5. Bahwa dalam menjalankan jabatan atau pekerjaan saya, saya senantiasa mementingkan
kepentingan Negara daripada kepentingan saya sendiri, seseorang, atau golongan;
6. Bahwa saya senantiasa akan menjunjung tinggi kehormatan Negara, pemerintah, dan
jabatan yang dipercaya kepada saya;
7. Bahwa saya akan berkerja dengan jujur, tertib dan semangat untuk kepentingan negara;
8. “Semoga Tuhan menolong saya”.

SUMPAH DIUCAPKAN DI HADAPAN YANG MENGUCAPKAN


KEPALA KANTOR WILAYAH SUMPAH
BADAN PERTANAHAN NASIONAL PROVINSI
................................

( ...................................................... ) ( ...................................................... )

YANG MENGUKUHKAN
SUMPAH ROHANIWAN,

( ...................................................... )

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


54
Lampiran IV.d :
D. AGAMA HINDU

Pada hari ini ................... tanggal ................... tahun ................... Saya dengan Keputusan
Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi ................... Nomor ...................
tanggal ................... diangkat sebagai Panitia Ajudikasi PTSL dan Satuan Tugas Pengumpul
Data Yuridis ................... sumpah berikut :

“OM ATAH PARAMAWISESA SAYA BERSUMPAH”

1. Bahwa saya untuk diangkat pada jabatan ini, baik langsung maupun tidak langsung
dengan rupa atau dalih apapun juga, tidak memberi atau menyanggupi akan sesuatu
kepada siapapun juga;
2. Bahwa saya akan setia dan taat kepada Negara Republik Indonesia;
3. Bahwa saya akan memegang rahasia sesuatu yang menurut sifatnya atau menurut perintah
harus saya rahasiakan;
4. Bahwa saya tidak akan menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja dari
siapapun juga, yang saya tahu atau patut saya mengira, bahwa ia mempunyai hal yang
bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan saya;
5. Bahwa dalam menjalankan jabatan atau pekerjaan saya, saya senantiasa mementingkan
kepentingan Negara daripada kepentingan saya sendiri, seseorang, atau golongan;
6. Bahwa saya senantiasa akan menjunjung tinggi kehormatan Negara, pemerintah, dan
jabatan yang dipercaya kepada saya;
7. Bahwa saya akan berkerja dengan jujur, tertib dan semangat untuk kepentingan negara;

SUMPAH DIUCAPKAN DI HADAPAN YANG MENGUCAPKAN


KEPALA KANTOR WILAYAH SUMPAH
BADAN PERTANAHAN NASIONAL PROVINSI
................................

( ...................................................... ) ( ...................................................... )

YANG MENGUKUHKAN
SUMPAH ROHANIWAN,

( ...................................................... )

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


55
Lampiran IV.e :
E. AGAMA BUDHA

Pada hari ini ................... tanggal ................... tahun ................... Saya dengan Keputusan
Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi ................... Nomor ...................
tanggal ................... diangkat sebagai Panitia Ajudikasi PTSL dan Satuan Tugas Pengumpul
Data Yuridis ................... sumpah berikut :

“DEMI SANG HYANG ADI BUDHA, SAYA BERSUMPAH”

1. Bahwa saya untuk diangkat pada jabatan ini, baik langsung maupun tidak langsung
dengan rupa atau dalih apapun juga, tidak memberi atau menyanggupi akan sesuatu
kepada siapapun juga;
2. Bahwa saya akan setia dan taat kepada Negara Republik Indonesia;
3. Bahwa saya akan memegang rahasia sesuatu yang menurut sifatnya atau menurut perintah
harus saya rahasiakan;
4. Bahwa saya tidak akan menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja dari
siapapun juga, yang saya tahu atau patut saya mengira, bahwa ia mempunyai hal yang
bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan saya;
5. Bahwa dalam menjalankan jabatan atau pekerjaan saya, saya senantiasa mementingkan
kepentingan Negara daripada kepentingan saya sendiri, seseorang, atau golongan;
6. Bahwa saya senantiasa akan menjunjung tinggi kehormatan Negara, pemerintah, dan
jabatan yang dipercaya kepada saya;
7. Bahwa saya akan berkerja dengan jujur, tertib dan semangat untuk kepentingan negara;

SUMPAH DIUCAPKAN DI HADAPAN YANG MENGUCAPKAN


KEPALA KANTOR WILAYAH SUMPAH
BADAN PERTANAHAN NASIONAL PROVINSI
................................

( ...................................................... ) ( ...................................................... )

YANG MENGUKUHKAN
SUMPAH ROHANIWAN,

( ...................................................... )

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


56
Lampiran V :

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama :
NIK :
Agama :
Usia :
Pekerjaan :
Alamat :

Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya serta dengan itikad baik


bahwa saya menguasai/memiliki sebidang tanah yang terletak di:
Jalan/RT/RW :
Desa/Kelurahan :
Kecamatan :
Kabupaten/Kota :
Penggunaan :
Tanah
Luas :

Dengan batas-batas sebagai berikut:


Utara :
Timur :
Selatan :
Barat :

Bahwa bidang tanah tersebut saya kuasai/miliki sejak tahun ....................


yang sampai saat ini terhadap bidang tanah dimaksud:
1. saya kuasai/miliki secara fisik dan terus-menerus;
2. tidak dijadikan jaminan sesuatu hutang;
3. tidak dalam keadaan sengketa atau keberatan dari pihak manapun;
4. bukan merupakan Aset Pemerintah/Pemerintah Provinsi/
Kabupaten/Kota/Desa/Kelurahan/BUMN/BUMD;
5. tidak berada/tidak termasuk dalam kawasan hutan;
6. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang dikenakan
atas perolehan hak atas tanah yang dimohon, menjadi tanggung jawab
saya sepenuhnya dan merupakan pajak atau bea terhutang bagi saya yang
wajib dan akan saya lunasi dengan nilai NJOP ............... (bila sudah ada
NJOP);

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


57
Lampiran V :

7. tanah tersebut saya peroleh melalui jual beli, waris, hibah, wasiat maka
Pajak Penghasilan (PPh) yang dikenakan atas perolehan hak atas tanah
saya menjadi tanggung jawab sepenuhnya dan merupakan pajak atau bea
terhutang bagi saya dan yang wajib dilunasi oleh saya;
8. di atas tanah yang dikuasai belum pernah diterbitkan sesuatu hak atas
tanah/sertipikat;
9. bahwa alat bukti hak atas tanah yang menjadi dasar pendaftaran PTSL ini
adalah betul-betul yang saya punyai dan apabila terdapat bukti
pemilikan/penguasaan atas tanah dimaksud setelah dibuatnya pernyataan
ini dan/atau telah diterbitkan sertipikat maka dinyatakan tidak berlaku;
10. ............................ (Pernyataan lain yang masih dianggap perlu).

Surat Pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dengan penuh


tanggung jawab baik secara perdata maupun secara pidana, dan apabila
di kemudian hari terdapat unsur-unsur yang tidak benar dalam pernyataan
ini, maka segala akibat yang timbul menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya
dan bersedia dituntut sesuai ketentuan hukum yang berlaku, serta tidak akan
melibatkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional,
dan saya bersedia atas sertipikat yang saya terima dibatalkan oleh pejabat
yang berwenang.

Demikian Surat Pernyataan ini saya buat di hadapan saksi-saksi:

1. Nama : 2. Nama :
NIK : NIK :
Agama : Agama :
Usia : Usia :
Pekerjaan : Pekerjaan :
Alamat : Alamat :

Dibuat di:
pada tanggal:

SAKSI-SAKSI, YANG MEMBUAT PERNYATAAN,

1. (...........................................) Materai Rp. 6.000,


nama jelas

2. (...........................................) (...........................................)
nama jelas nama jelas

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


58
Lampiran VI :

RISALAH PENELITIAN DATA YURIDIS


Desa/Kelurahan :
NIB :

I. IDENTIFIKASI BIDANG TANAH YANG BERKEPENTINGAN


1. BIDANG TANAH

LETAK TANAH
Jalan/blok : RT/RW:
2. YANG BERKEPENTINGAN
Nama : Perorangan/Badan Hukum
KTP/NIK (perorangan) : Tgl. Lahir :
Pekerjaan :
Tempat Tinggal :
Badan Hukum : Badan Hukum / Pemerintah Kab/Kota / Desa / Kelurahan / BUMN
Akta Pendirian : No. ......................................... tanggal ..................................
Didaftar di Pengadilan Negeri ..................................... Tanggal..................... No .................
Perhatian : Bila yang berkepentingan terdiri dari satu (1) orang, sehingga ruang ini tidak muat,
Dapat disertai lampiran. PERHATIAN LIHAT LAMPIRAN
II. DATA TENTANG KEPEMILIKAN DAN PENGUASAAN HAK ATAS TANAH
A KEPEMILIKAN/PENGUASAAN TANAH
1 Bukti-Bukti kepemilikan/Penguasaan :
a. Sertipikat :
Atas nama
b. Warisan
Nama Pewaris
Meninggal Tahun
Surat Keterangan Waris : Ada Tidak ada (Lengkapi dengan surat Keterangan Waris)
Surat wasiat : Ada Tidak ada (Lengkapi dengan surat Keterangan Waris)
c. Hibah/Pemberian
Dilakukan dengan : Surat di bawah tangan / Akta PPAT
Tanggal : ................................. No. Akta PPAT :
Nama PPAT : ..............................................................................
d. Pembelian
Dilakukan dengan : Surat di bawah tangan / Kwitansi / akta PPAT / Lisan
Tanggal : ................................. No. Akta PPAT :
Nama PPAT : ..............................................................................
e. Pelelangan : Risalah Lelang : Tahun ................... Tanggal ...............................
Tempat dan Nama Kantor Lelang : ................................................................................................

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


59
Lampiran VI :
f. Putusan Pemberian Hak :

Jabatan Pejabat yang memutuskan :


Surat Keputusan No .................................. Tanggal ...........................................
Persyaratannya : Telah Dipenuhi Belum Dipenuhi :
g. Perwakafan : Akta Pengganti Ikrar Wakaf No ..................................................
Tangal :
Nadzir/Nadzir Sementara :
(Apabila Nadzir sementara, maka mengacu pada Surat Edaran Menteri
ATR/KBPN Nomor 3/SE/X/2018 tanggal 9 Oktober 2018 tentang
Penandatanganan Buku Tanah dan Sertipikat dalam keadaan tertentu)
h. Lain – Lain sebutkan :
(Apabila bukti kepemilikan/penguasaan tidak lengkap atau tidak ada sama sekali, maka
dilengkapi dengan Surat Pernyataan Penguasaan/Kepemilikan bermeterai yang disaksikan
2 (dua) orang saksi)
2 Bukti Perpajakan Uraian
a. Petok D/Letter C, Girik, ketikir : Kantor yang menerbitkan :
Pajak Hasil Bumi Tahun/Tanggal :
b. Verponding Indonesia Kantor yang menerbitkan :
Tahun/Tanggal :
c. IPEDA / PBB / SPPT Kantor yang menerbitkan :
Tahun/Tanggal :
d. Lain – lain sebutkan : bukti dilampirkan Kantor yang menerbitkan :
Tahun/Tanggal :
Bukti Terlampir Surat Pernyataan / Keterangan Terlampir
3. Kenyataan Penguasaan dan Penggunaan Tanah :

a. Pada tahun .................... dikuasai/dimiliki oleh :


Berikutnya pada tahun .......................... oleh ...................................... diperoleh dengan cara
b. perolehhan ................................. dst (sampai dengan pemohon).
c. Penggunaan tanah : Sawah: Ladang: Kebun: Kolam Ikan: Perumahan:
Industri: Perkebunan : Dikelola Pengembang:
Lapangan Umum : Pengembalaan Ternak :
Lain – Lain : ......................................... (sebutkan)
4. Bangunan di Atas Tanah :
a. Jenisnya : Rumah Hunian : Gudang : Kantor : Bengkel : Toko :
Pagar : Rumah Ibadah : Lain-Lain : ............................... (sebutkan)
b. Tidak ada bangunan :
5. Status Tanahnya : Uraian
a. Tanah dengan Hak Adat Perorangan : Hak Milik Adat : Hak Gogol :
Hak Sanggan : Hak Yasan :
Hak Anggaduh : Hak Pekulen :
Hak Norowito :
Hak Lain : ................ (sebutkan)
b. Tanah Negara : HPL : Pemda Provinsi/Kabupaten/Kota :
Dikuasai Kementerian /Lembaga:
Dikuasai Secara Perorangan :
Lain-Lain sebutkan : ........................
c. Tanah bagi Kepentingan Umum : Tanah Kuburan : Tanah Pangonan :
Tanah Pasar : Tanah Lapang :
Tanah Kas Desa :
Lain-Lain sebutkan : ........................
d. Lain-lain sebutkan :

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


60
Lampiran VI :
6. Beban-beban Atas Tanah :

7. Bangunan Kepentingan Umum dan Sosial (kalau ada uraikan) :

8. Perkara/Sengketa Atas Tanah :


a. Sedang dalam Perkara (kalau ada uraikan) :
b. Sedang dalam Sengketa (kalau ada uraikan) :
B YANG MENGUMPUKAN DATA YANG BERKEPENTINGAN/KUASANYA
(SATGAS YURIDIS)

III. KESIMPULAN PANITIA AJUDIKASI PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP KANTOR


PERTANAHAN KABUPATEN/KOTA ...........................................
Berdasarkan pada penilaian atas fakta dan data yang telah dikumpulkan, maka dengan ini disimpulkan
bahwa :
1. Pemiliknya/yang menguasai tanah adalah :
2. Status tanahnya adalah :
a. Tanah Hak : Milik : HGU : HGB : Hak Pakai :
b. Bekas tanah adat perorangan : HMA : Gogol Tetap : Pekulen : Andarbeni :
c. Tanah Negara : Dikuasai langsung oleh Negara : BUMN :
Instansi Pemerintah Kabupaten/Kota : Badan Otorita : Desa/Kelurahan :
d. Lain-lain sebutkan :

Kepada yang memiliki/menguasai, yaitu .................................... dapat/tidak dapat diusulkan


untuk diberikan Hak Milik/Hak Guna Bangunan/Hak Pakai
3. Pembebanan atas tanah : Sedang diagunkan : Tidak diagunkan :
4. Alat bukti yang diajukan : Lengkap Tidak Lengkap : Tidak ada :

Demikian kesimpulan risalah penelitian data yuridis bidang tanah dengan :


NIB :
Dibuat di :
Tanggal :
Oleh :
KETUA PANITIA AJUDIKASI WAKIL KETUA BIDANG FISIK WAKIL KETUA BIDANG YURIDIS

(.......................................) (.......................................) (.......................................)


Anggota Panitia Ajudikasi PTSL : 1.

(............................................................)
2.

(............................................................)
3.

(............................................................)
4.
dst...
(............................................................)

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


61
Lampiran VI :
IV. SANGGAHAN/KEBERATAN
1. Uraian singkat perkara/sengketa/sanggahan :
a. Terdapat perkara/sengketa/sanggahan mengenai batas/pemilikan tanah antara yang
berkepentingan dengan (nama) ................................................... Gugatan ke Pengadilan telah
diajukan/tidak diajukan
b. Selama penumuman ada/tidak ada yang menyanggah
c. Nama Penyanggah : ............................................................................................................
Alamat : ........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
d. Alasan Penyanggah :
Beserta surat buktinya .......................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
(c dan d diisi bila ada yang menyanggah)
2. Penyelesaian perkara/sengketa/sanggahan :

V. KESIMPULAN AKHIR KETUA PANITIA AJUDIKASI PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP


1. Nama Pemilik/yang berkepentingan :
2. Status Tanah : Tanah Milik/Tanah Negara
3. Pertimbangan dalam hal status : a. Berdasarkan data fisik dan data yuridis yang
disahkan dengan Berita Acara Pengesahan
Pengumuman data fisik dan data yuridis tanggal
......... Nomor ......... hak atas tanah ini ditegaskan
/diakui konversinya menjadi Hak Milik dengan
pemegang haknya ............ K1)
b. Diproses melalui pemberian hak berupa
HM/HGB/HP…….. (K1)
c. Tanah dalam proses perkara/sengketa dengan
Nomor Perkara ............ tanggal................... (K2)
d. Tanah belum dapat dibukukan dan diterbitkan
sertipikat sehingga dibuat dalam daftar
tanah…….. (K3)
e. Dilakukan peningkatan kualitas data/bidang
tanah sudah terpetakan………. (K4)

Nama Kabupaten, tanggal bulan tahun

KETUA PANITIA AJUDIKASI PTSL


KABUPATEN/KOTA

NAMA
NIP.

Catatan : coret seluruh kata-kata no.3 bila tidak diperlukan

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


62
Lampiran VI :
VI. KEPUTUSAN KETUA PANITIA AJUDIKASI PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP
Mengingat Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2018 tentang Percepatan Pendaftaran Tanah
Sistematis Lengkap jo. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan
Nasional Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap dan Surat
Keputusan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota............ tanggal ………………………….
Nomor. ……………………………. Tentang Penetapan Lokasi PTSL di Kelurahan ...............,
Kecamatan........., Kabupaten/Kota .............. serta memperhatikan kesimpulan Panitia Ajudikasi
PTSL yang tercantum dalam RISALAH PENELITIAN DATA YURIDIS, maka :
1. Berdasarkan data fisik dan data yuridis yang disahkan dengan Berita Acara Pengesahan
Pengumuman data fisik dan data yuridis tanggal ….. Nomor .... (D.I. 202), Hak atas tanah
ini ditegaskan konversinya menjadi Hak Milik / diakui sebagai Hak Milik dengan
pemegang hak tanpa/dengan catatan ada keberatan (tidak ada keberatan/sedang
diproses di Pengadilan dengan/tanpa sita jaminan (K1)*)
2. Berdasarkan data fisik dan data yuridis yang disahkan dengan Berita Acara Pengesahan
Pengumuman data fisik dan data yuridis tanggal …. Nomor .… (D.I. 202), bidang tanah ini
statusnya adalah TANAH NEGARA.
Kepada yang menempati/menguasai, nama ………………………………. dapat/tidak dapat
diusulkan untuk diberikan Hak Milik/Hak Guna Bangunan/Hak Pakai (K1)*)
3. Berdasarkan data fisik dan data yuridis yang disahkan dengan Berita Acara Pengesahan
Pengumuman data fisik dan data yuridis tanggal ..…. Nomor ....… (D.I. 202), bidang tanah
yang diuraikan pada Risalah Penelitian Data Yuridis ini ada dalam
PERKARA/SENGKETA, sehingga proses sertipikatnya ditunda sampai diterbitkan
keputusan lembaga Peradilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap/hasil
musyarawah yang menentukan pihak yang berhak/mediasi. (K2)*)
4. Biaya Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) :
a. Lunas
b. Terhutang sesuai dengan Surat Pernyataan Nomor....... tanggal....... .
5. Pajak Penghasilan (PPh) :
a. Lunas
b. Terhutang sesuai dengan Surat Pernyataan Nomor..... tanggal........

Apabila dikemudian hari ternyata ada bukti yang lebih kuat dan sah yang telah dibuktikan
sesuai dengan peraturan perundang-undangan, maka keputusan ini dinyatakan tidak berlaku.

Ditetapkan di :
pada tanggal :

KETUA PANITIA AJUDIKASI PTSL


KABUPATEN/KOTA

NAMA
NIP.

Catatan :
- Berikan tanda lingkaran untuk nomor yang dipilih
*) Coret semua ketentuan yang tidak diperlukan.

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


63
Lampiran VII :

KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/


BADAN PERTANAHAN NASIONAL
KANTOR PERTANAHAN ..............................
Jl ....................................................

PENGUMUMAN DATA FISIK DAN DATA YURIDIS


Nomor : ...................................
Tanggal : ...................................

I. Untuk memenuhi ketentuan dalam Pasal 24 ayat (2) Peraturan Menteri Agraria dan Tata
Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pendaftaran Tanah
Sistematis Lengkap, dengan ini diumumkan hasil pengumpulan data fisik dan data yuridis atas
bidang tanah tersebut di bawah ini :

Peta Bidang Tanah Nomor ..........................................................................


Terletak di :
Jalan : .............................................................................................
RT/RW : .............................................................................................
Desa/Kelurahan : .............................................................................................
Kecamatan : .............................................................................................
Kabupaten/Kota : .............................................................................................

Yang berasal dari :


Tanah : .............................................................................................
Persil Nomor : .............................................................................................
Luas : .............................................................................................

II. Dalam waktu 14 (empat belas) hari sejak pengumuman ini, kepada pihak-pihak yang
berkepentingan terhadap bidang/bidang-bidang tanah dimaksud dalam pengumuman ini diberi
kesempatan untuk mengajukan keberatan-keberatan mengenai pengumuman ini kepada :
Kepala Kantor Pertanahan/Panitia Ajudikasi PTSL ........................................
Alamat ...................................................................................................

III. Apabila keberatan-keberatan dimaksud disampaikan lewat jangka waktu tersebut di atas tidak
dapat dilayani.

a.n. Kepala Kantor Pertanahan/


Ketua Panitia Ajudikasi PTSL
................................

(....................................................)
NIP.

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


64
Lampiran VIII :
KANTOR PERTANAHAN
........................................
DAFTAR DATA FISIK DAN DATA YURIDIS BIDANG TANAH
LAMPIRAN PENGUMUMAN
NOMOR : .......................
TANGGAL : .......................

Bidang Tanah Akan dibukukan pada Daftar Hak


Nomor
Letak Tanah Status Keterangan
Urut NIB Luas (M2) Nama Alamat

1 2 3 4 5 6 7 8

Keterangan : TN = Tanah Negara, TMA = Tanah Milik Adat, M = Milik, TD = Tanah Darat, TS = Tanah Sawah

......................., ................................

Kepala Kantor Pertanahan


....................................................

............................................................
NIP.

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


65
Lampiran IX :

KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/


BADAN PERTANAHAN NASIONAL
KANTOR PERTANAHAN ..............................
Jl ....................................................

BERITA ACARA
Pengesahan Pengumuman Data Fisik dan Data Yuridis
Nomor : ..........................

Memenuhi ketentuan dalam Pasal 24 ayat (4) Peraturan Menteri


Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 6
Tahun 2018 tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap, setelah
diumumkan selama 14 (empat belas) hari, dengan ini
Panitia Ajudikasi PTSL/Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota..................
di Desa/Kelurahan .............................. Kec ...........................................

MENGESAHKAN

Hasil Penelitian Data Fisik dan Data Yuridis yang telah diumumkan
di .............................. dengan nomor ..............................
tanggal ................................., dengan penjelasan sebagai berikut :

 Tidak ada keberatan ............................... bidang


 Ada keberatan dan sudah dapat diselesaikan melalui.......................
 Ada keberatan yang belum ada penyelesaiannya..........................
bidang

..................., ...........................
a.n. Kepala Kantor Pertanahan
.............................................
Ketua Panitia Ajudikasi PTSL
................................

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


66
Lampiran X :

KANTOR PERTANAHAN
.........................................

DAFTAR LAMPIRAN USULAN PEMBERIAN


HAK MILIK/HAK GUNA BANGUNAN/HAK PAKAI
(SISTEMATIS)

Penerima Hak Letak dan Luas Tanah Risalah


Berita Acara
a. Nama Alamat Penelitian Pengumuman
Pengumuman
No b. Tanggal Lahir a. Desa data fisik Tanggal dan Keterangan
Nomor Luas tanggal dan
NIB dan data Nomor
b. Kecamatan Peta Tanah Nomor
yuridis
c. Kabupaten
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Tanggal _________________
Ketua Panitia Ajudikasi PTSL
Desa/Kelurahan _____ Kecamatan ________
Kabupaten/Kota ____________________

____________________________
NIP.

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019

67
Lampiran XI :
KANTOR PERTANAHAN
.........................................

DAFTAR LAMPIRAN PENETAPAN KEPUTUSAN PEMBERIAN


HAK MILIK/HAK GUNA BANGUNAN/HAK PAKAI
(SISTEMATIS)

Penerima Hak Letak dan Luas Tanah Risalah


Berita Acara
a. Nama Alamat Penelitian Pengumuman
Pengumuman
No b. Tanggal Lahir a. Desa data fisik Tanggal dan Keterangan
Nomor Luas tanggal dan
NIB dan data Nomor
b. Kecamatan Peta Tanah Nomor
yuridis
c. Kabupaten
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

“Berdasarkan Pasal 66 ayat (2) Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan
Nasional Nomor 3 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor
24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah jo. Pasal 26 huruf c Peraturan Menteri Agraria dan
Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pendaftaran
Tanah Sistematis Lengkap dan memperhatikan DI 310 Nomor ....... tanggal ........, dengan ini
saya selaku Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota ......., memutuskan:

1. memberikan Hak Milik/Hak Guna Bangunan/ Hak Pakai dengan jangka waktu …….. tahun
kepada sdr …….……............. dkk atas bidang-bidang tanah yang mempunyai
NIB sebagaimana yang tercantum pada DI 310 nomor ...... tanggal .....…………………..
nomor urut ............ s/d ............
2. Hak Milik/Hak Guna Bangunan/Hak Pakai sebagaimana dimaksud pada angka 1 berlaku
sejak hak tersebut didaftar pada buku tanah.
3. Masing-masing penerima hak diwajibkan membayar BPHTB sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.

Nomor :_________________
Tanggal :_________________

Kepala Kantor Pertanahan


......................................

________________________
NIP.

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


68
Lampiran XII :
BUKTI K2

Nomor :
Sifat : Penting
Lampiran :
Hal : Pemberitahuan Penyelesaian Kegiatan Pendaftaran Tanah
Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun ………

Kepada Yth.
Nama .....................
Alamat ...................
di –
Kabupaten/Kota …

Sehubungan penyelesaian kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematik


Lengkap tahun ………… di Desa/Kelurahan .............. Kecamatan ..................,
kami sampaikan bahwa permohonan Saudara/i dengan :
Nomor Berkas : .............
NIB : .............
Letak Tanah : .............
belum dapat diterbitkan Sertipikat Hak Atas Tanahnya karena masih terdapat
perkara di Pengadilan dan/atau sengketa.
Penerbitan Sertipikat Hak Atas Tanah bidang tanah Saudara/i dapat
dilakukan setelah adanya putusan Pengadilan yang mempunyai kekuatan
hukum tetap terkait perkara dimaksud atau sengketa yang sudah dapat
diselesaikan.
Sehubungan dengan hal tersebut, berkas kami kembalikan untuk
kemudian dapat disampaikan kembali setelah dipenuhi persyaratan sesuai
ketentuan.
Demikian pemberitahuan ini untuk menjadi maklum.

Ketua Panitia Ajudikasi PTSL


Kabupaten/Kota ……. ,
ttd

……………………

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


69
Lampiran XIII.a :
BUKTI K3 UMUM
Nomor : 6
Sifat : Penting
Lampiran :
Hal : Pemberitahuan Penyelesaian Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap
(PTSL) Tahun ........

Kepada Yth.
Nama .....................
Alamat ...................
di –
Kabupaten/Kota …
Sehubungan penyelesaian kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematik
Lengkap tahun ......... di Desa/Kelurahan .................. Kecamatan ..................,
kami sampaikan bahwa permohonan Saudara/i dengan :
Nomor Berkas : .............
NIB : .............
Letak Tanah : .............
belum dapat dibukukan Buku Tanah dan diterbitkan Sertipikat Hak Atas
Tanahnya, karena :
1. Bidang tanah yang Saudara/i kuasai/miliki data fisik dan yuridis tidak
dapat dibukukan dan diterbitkan sertipikat hak atas tanah merupakan:
a. Subjek merupakan Warga Negara Asing, BUMN/BUMD/BHMN,
Badan Hukum Swasta,
b. Objek PTSL merupakan tanah P3MB, Prk 5, Rumah Golongan III yang
belum lunas sewa beli, Objek Nasionalisasi, Tanah Ulayat, Tanah
Absente dan tanah kelebihan maksimum;
2. Untuk bidang tanah tersebut di atas dapat dibukukan Buku Tanah dan
diterbitkan Sertipikat Hak Atas Tanahnya setelah :
a. Dipenuhinya persyaratan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundangan yang berlaku dan
b. Dimohon oleh pihak yang berhak dengan pembiayaan sendiri melalui
mekanisme Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai dengan
peraturan perundangan dan mendaftarkan permohonannya ke Kantor
Pertanahan.
3. Sehubungan dengan hal tersebut, berkas kami kembalikan untuk
kemudian dapat disampaikan kembali setelah dipenuhi persyaratan
sesuai ketentuan.
Demikian pemberitahuan ini untuk menjadi maklum.

Ketua Panitia Ajudikasi PTSL


Kabupaten/Kota ……. ,

TTD
……………………
catatan:
Lingkari yang sesuai.

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


70
Lampiran XIII.b :
BUKTI K3 KHUSUS UNTUK PERORANGAN
(BUKAN OBYEK P3MB/PRK.5 RUMAH GOLONGAN III YANG BELUM LUNAS SEWA
BELI, OBJEK NASIONALISASI)
Nomor : 6
Sifat : Penting
Lampiran :
Hal : Pemberitahuan Penyelesaian Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)
Tahun .......

Kepada Yth.
Nama .....................
Alamat ...................
di –
Kabupaten/Kota ….....

Sehubungan penyelesaian kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap


tahun .......... di Desa/Kelurahan .................. Kecamatan .................., kami sampaikan
bahwa permohonan Saudara dengan :
Nomor Berkas : .............
NIB : .............
Letak Tanah : .............
belum dapat dibukukan Buku Tanah dan dan diterbitkan Sertipikat Hak Atas Tanahnya
karena :
1. Subyek dan/atau obyek bidang tanah yang Saudara/i kuasai/miliki belum
memenuhi persyaratan tertentu, karena :
a. Subyek tidak bersedia membuat surat pernyataan penguasaan fisik bidang
tanah, subyek tidak diketahui, subyek tidak bersedia mengikuti kegiatan PTSL.
b. Subyek tidak bersedia membuat surat pernyataan terhutang BPHTB dan/atau
PPh bagi obyek bidang tanah PTSL yang merupakan tanah bekas milik adat.
c. Dokumen objek yang membuktikan kepemilikan atas bidang tanah Saudara/i
tidak lengkap, yaitu :
1) …
2) …
3) Dst.
d. Objek PTSL merupakan tanah obyek landreform, transmigrasi dan konsolidasi
tanah.
2. Dalam rangka menindaklanjuti untuk dibukukan Buku Tanah dan diterbitkan
Sertipikat Hak Atas Tanah, diminta Saudara/i untuk segera memenuhi persyaratan
yang ditetapkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan
mendaftarkan haknya ke Kantor Pertanahan dengan membayar Penerimaan Negara
Bukan Pajak (PNBP).
3. Sehubungan dengan hal tersebut, berkas kami kembalikan untuk kemudian dapat
disampaikan kembali setelah dipenuhi persyaratan sesuai ketentuan.
Demikian pemberitahuan ini untuk menjadi maklum.

Ketua Panitia Ajudikasi PTSL


Kabupaten/Kota ……. ,
TTD
……………………
catatan:
Lingkari yang sesuai.

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


71
Lampiran XIV :

Wilayah Kerja Tim Monitoring dan Evaluasi


Direktorat Jenderal Hubungan Hukum Keagrariaan

No. Wilayah Provinsi Penanggung Jawab Keterangan


1 Tim Wilayah 1. Aceh
Kepala Bagian Umum
1 2. Sumatera Barat 08118894567
dan Kepegawaian
3. Bengkulu
2 Tim Wilayah 1. Sumatera Utara Kepala Subdirektorat
2 2. Jambi Penetapan Hak Atas
08129620493
3. Kepulauan Bangka Ruang, Hak Komunal
Belitung dan Perpanjangan Hak
3 Tim Wilayah 1. Sumatera Selatan Kepala Subdirektorat
3 2. Lampung Fasilitasi dan Kerja 081284332222
3. Kalimantan Barat sama
4 Tim Wilayah 1. Riau Kepala Subdirektorat
4 2. Kepulauan Riau Pengembangan dan
08129943353
3. Kalimantan Tengah Diseminasi Model
Pemberdayaan
5 Tim Wilayah 1. Banten Kepala Subdirektorat
5 2. D.I. Yogyakarta Penetapan Hak Milik,
081932255599
3. Kalimantan Selatan Hak Guna Bangunan
dan Hak Pakai
6 Tim Wilayah 1. Jawa Barat
Kepala Bagian Hukum
6 2. Bali 08122163792
dan Program
3. Nusa Tenggara Barat
7 Tim Wilayah 1. Jawa Tengah Kepala Subdirektorat
7 2. Nusa Tenggara Timur Inventarisasi Potensi 087776234762
3. Sulawesi Barat dan Pendampingan
8 Tim Wilayah 1. Jawa Timur Kepala Subdirektorat
8 2. Gorontalo Penetapan Hak Guna 085747010800
3. Sulawesi Utara Usaha
9 Tim Wilayah 1. D.K.I Jakarta Kepala Subdirektorat
9 2. Sulawesi Tengah Pejabat Pembuat Akta 08155011441
3. Sulawesi Tenggara Tanah
10 Tim Wilayah 1. Sulawesi Selatan Kepala Subdirektorat
10 2. Maluku Pemeliharaan Data 081519378282
3. Maluku Utara Hak Tanah dan Ruang
11 Tim Wilayah 1. Kalimantan Timur Kepala Subdirektorat
11 2. Papua Pendaftaran Hak Tanah 08129282929
3. Papua Barat dan Ruang

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


72
Lampiran XV :

Laporan Monitoring dan Evaluasi Pengumpulan Data Yuridis

Realisasi Puldadis Rencana Target Realisasi Realisasi Puldadis


Kabupaten/ Target s.d. .... Puldadis Puldadis (Dashboard)
No. Keterangan
Kota 2018 Dashboard
Manual H M B H M B H M B
KKP
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

...

Keterangan :
1. H : Harian, M : Mingguan, B : Bulanan
2. “Target 2018” (kolom 3) adalah target yang ditentukan sesuai dengan anggaran yang ditetapkan dalam DIPA;
3. “Realisasi Puldadis s.d. ...” (kolom 4 dan 5) adalah realisasi yang dicapai pada saat pelaporan;
4. “Realisasi Puldadis s.d. ... Manual” (kolom 4) adalah realisasi yang dicapai secara manual pada saat pelaporan;
5. “Realisasi Puldadis s.d. ... Dashboard KKP (kolom 5) adalah realisasi yang dicapai sesuai data yang ada pada dashboard
KKP pada saat pelaporan;
6. “Rencana Target Puldadis” (kolom 6, 7 dan 8) adalah rencana target yang ingin dicapai baik harian, mingguan dan
bulanan yang dihitung dengan memperhitungkan pencapaian target yang ditetapkan;
7. “Realisasi Puldadis” (kolom 9, 10 dan 11) adalah realisasi pengumpulan data yuridis yang dicapai dari kolom 6, 7 dan 8;
8. “Realisasi Puldadis (Dashboard)” (kolom 12, 13 dan 14) adalah realisasi pengumpulan data yuridis sesuai data yang ada
pada Dashboard KKP.

Petunjuk Teknis Bidang Yuridis PTSL Tahun 2019


73
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)
-1-

PETUNJUK TEKNIS
NOMOR 2/Juknis-100.3.KU.01.01/II/2019 : / /2017

TENTANG
PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP
TAHUN 2019

I. PENDAHULUAN
A. Maksud
Maksud disusunnya Petunjuk Teknis Pelaksanaan Anggaran
Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) ini dalam rangka untuk
memberikan kemudahan dan kejelasan bagi seluruh pemangku
kepentingan dalam pelaksanaan dan monitoring anggaran kegiatan
PTSL baik satuan kerja daerah maupun satuan kerja Kantor Pusat
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

B. Tujuan
Agar terjadi keseragaman dalam pencatatan, pertanggungjawaban dan
pelaporan sesuai ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan anggaran
kegiatan PTSL.

C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup petunjuk teknis PTSL terdiri dari:
1. Organisasi dan Pelaksana PTSL;
2. Output;
3. Struktur Penganggaran;
4. Sumber Pembiayaan;
5. Pelaksanaan Anggaran dan Pertanggungjawaban Kegiatan;
6. Optimalisasi;
7. Revisi Anggaran;
8. Pelaporan.
-2-

II. PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP


A. Pengertian
Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) merupakan program
Prioritas Nasional. Kegiatan ini adalah kegiatan pendaftaran tanah
untuk pertama kali yang dilakukan secara serentak bagi semua objek
pendaftaran tanah di seluruh wilayah Republik Indonesia dalam satu
wilayah desa/kelurahan atau nama lainnya yang setingkat dengan itu.
Kegiatannya berupa pengumpulan data fisik dan data yuridis meliputi
seluruh bidang tanah tanpa terkecuali, baik bidang tanah yang belum
ada hak atas tanahnya maupun bidang tanah yang memiliki hak dalam
rangka memperbaiki kualitas data/informasi bidang tanah.
Pelaksanaan PTSL Tahun 2019 disamping dilaksanakan secara
Swakelola juga dilaksanakan oleh Pihak Ketiga, ASN dengan Partisipasi
Masyarakat, serta Pihak Ketiga dengan Partisipasi Masyarakat. PTSL
dengan Partisipasi Masyarakat ini merupakan pola baru yang belum
pernah diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya.
Partisipasi masyarakat ini diwujudkan dalam suatu tim yang disebut
Pengumpul Data Pertanahan (Puldatan) dengan tugas membantu
proses pengumpulan data fisik pengukuran dan pemetaan bidang
tanah dan pengumpulan data yuridis berupa dokumen alas hak bukti
kepemilikan tanah. Untuk melaksanakan tugas tersebut Tim Puldatan
wajib mengikuti pembekalan yang dilakukan oleh Kantor Pertanahan
setempat.

B. Organisasi dan Pelaksana PTSL


Organisasi PTSL terdiri dari Panitia Ajudikasi dan Kelembagaan
Pelaksana PTSL dengan Partisipasi Masyarakat.
1. Panitia Ajudikasi PTSL
Panitia Ajudikasi PTSL terdiri atas :
a. Ketua merangkap anggota;
b. Wakil Ketua bidang fisik merangkap anggota;
c. Wakil Ketua bidang yuridis merangkap anggota;
-3-

d. Sekretaris;
e. Kepala Desa/Kelurahan setempat atau Pamong Desa/Kelurahan
yang ditunjuknya; dan
f. Anggota dari unsur Kantor Pertanahan, sesuai kebutuhan.

2. Kelembagaan Pelaksana PTSL Berbasis Masyarakat


Kegiatan PTSL dapat dilakukan berbasis partisipasi masyarakat
yang diwujudkan dalam satu tim yang disebut Pengumpul Data
Pertanahan (Puldatan). Beberapa ketentuan tentang Tim Puldatan
antara lain sebagai berikut :
a. Tim Puldatan dibentuk dalam satuan desa beranggotakan
minimal 10 (sepuluh) orang, terdiri dari perangkat desa, Babinsa,
dan unsur pemuda/masyarakat.
b. Puldatan mempunyai tugas sebagai berikut :
1) Membantu melaksanakan pengumpulan, memvalidasi,
mendigitalisasikan, dan mengarsipkan dokumen yuridis;
2) Membantu melaksanakan pengumpulan data fisik
(identifikasi dan deliniasi batas RT/desa dan batas bidang
tanah, memverifikasi batas dan kesepakatan batas di
lapangan, membantu petugas ukur dalam melaksanakan
pengukuran terestris/GNSS/kombinasi);
3) Mendampingi masyarakat dalam memasang dan/atau
menunjukkan tanda batas;
4) Membantu membuat Gambar Ukur;
5) Membantu memediasi apabila ada sengketa bidang tanah;
6) Membantu pelaksanaan pengumuman.

C. Sumber Pembiayaan
Sumber anggaran PTSL Tahun 2019 terdiri dari Rupiah Murni (RM),
Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN) dan PNBP.
-4-

Tabel Sumber pembiayaan PTSL Tahun 2019


Sumber Asal Sumber Dana Keterangan

Rupiah Murni (RM) DIPA Satuan Kerja Telah tercantum dalam


DIPA Satuan Kerja sejak
disahkan.

Hibah Dalam Negeri a. APBD 1) Tata cara hibah


b. CSR BUMN/BUMD mengacu pada Surat
c. CSR Swasta Menteri ATR/Kepala
d. Masyarakat/Kelompok BPN Nomor 3262/3.3-
Masyarakat 100/VIII/2017 tanggal
28 Agustus 2017;
2) Menjadi target PTSL,
dapat berlanjut pada
tahun berikutnya
sesuai isi Naskah
Perjanjian;
3) Satuan biaya
sertipikat mengacu
pada biaya PTSL
tahun berjalan.

Pinjaman Luar Negeri Bank Dunia yang telah Programme to Accelerate


(PLN) tercantum dalam DIPA Satuan Agrarian Reform (One Map
Kerja Policy)
Di 7 (tujuh) Provinsi:
1. Riau
2. Jambi
3. Sumatera Selatan
4. Kalimantan Barat
5. Kalimantan Tengah
6. Kalimantan Selatan
7. Kalimantan Timur
Pertanggungjawaban dan
pelaporan berpedoman
pada petunjuk teknis
pencairan anggaran PHLN
-5-

PNBP*) Masyarakat 1) Penyelesaian Bidang


tanah K2 dan K3 tahun
sebelumnya menjadi K1
tahun berjalan;
2) Penyelesaian potensi
K3 tahun berjalan
menjadi K1 tahun
berjalan karena subjek
hak tidak memenuhi
kriteria berdasarkan
Pasal 30 Ayat (2)
Peraturan Menteri ATR
/Kepala BPN Nomor 6
Tahun 2018 seperti
Warga Negara Asing,
BUMN/ BUMD/BHMN,
dan lain-lain;
3) Tarif PNBP
berdasarkan PP Nomor
128 Tahun 2015 dan
pengelolaannya
dilaksanakan
berdasarkan ketentuan
pelaksanaan Anggaran
PNBP.

*) Keterangan:

Terhadap permohonan pensertipikatan tanah masyarakat yang


diajukan oleh Pemerintah Daerah dengan sumber dana APBD atau
diajukan oleh kelompok masyarakat dengan mekanisme sertipikat
massal swadaya (SMS) yang tidak melalui mekanisme hibah kepada
satuan kerja jajaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, hal
tersebut dilaksanakan dengan mekanisme PNBP. Mekanisme tersebut
dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:
-6-

1. Dilaksanakan berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK);


2. Tarif PNBP yang berasal dari Pemda/APBD mengacu pada Pasal 19,
sedangkan tarif yang berasal dari kelompok masyarakat (SMS)
mengacu pada Pasal 4 ayat (2) dan Pasal 7 ayat (2) PP Nomor 128
Tahun 2015;
3. Sertipikasi dengan sumber dana PNBP sebagaimana angka 1 dan
angka 2 tidak menjadi bagian dari target PTSL.

D. Output PTSL
1. Output PTSL berdasarkan Kluster
Output Kegiatan PTSL terdiri dari 4 Kluster:
a. Kluster 1 (K1) : Buku Tanah, Surat Ukur dan Sertipikat
b. Kluster 2 (K2) : Buku Tanah
c. Kluster 3 (K3)
K3.1 : PBT + Daftar Tanah
K3.2 : PBT + Daftar Tanah + Daftar Data Yuridis
dan Data Fisik Bidang Tanah
K3.3 : PBT + Daftar Tanah + Daftar Data Yuridis
dan Data Fisik Bidang Tanah+ Risalah
Penelitian Data Yuridis Panitia Ajudikasi
Percepatan + Berita Acara Pengesahan
Pengumuman Data Fisik dan Data Yuridis
d. Kluster 4 (K4) : Berita Acara Hasil Peningkatan Kualitas
Data/Informasi Bidang Tanah yang
dilampiri Daftar Nominatif Bidang Tanah K4

2. Output PTSL berdasarkan Tahapan Kegiatan


a. Kegiatan Pengukuran dan Pemetaan
Tahapan Output (Keluaran)
1. Partisipasi Masyarakat Berita Acara Hasil Pembekalan, Peta Bidang Tanah
Klarifikasi, Rekapitulasi Data Bidang Tanah
Kegiatan PTSL Berbasis Partisipasi Masyarakat*
2. Penyuluhan Berita Acara Penyuluhan
3. Pengukuran Bidang Tanah Gambar Ukur, Peta Bidang Tanah, Daftar Tanah,
Berita Acara Hasil Peningkatan Kualitas
Data/Informasi Bidang Tanah (dilampiri Daftar
Nominatif Bidang Tanah K4), Gambar Situasi
Kontrol Kualitas, Check List Kendali Mutu*
* Disesuaikan dengan Kategori Pelaksana Kegiatan
-7-

b. Kegiatan Penerbitan Sertipikat

Tahapan Output/Keluaran
1. Pengumpulan Data Yuridis Daftar Data Yuridis dan Data Fisik Bidang Tanah
(alat bukti hak/alas hak)
2. Pemeriksaan Tanah Risalah Penelitian Data Yuridis Panitia Ajudikasi
Percepatan
3. Penerbitan SK SK Hak Atas Tanah/Pengesahan Data Fisik Yuridis,
Hak/Pengesahan Data Fisik
Berita Acara Pengesahan Pengumuman Data Fisik
dan Yuridis
dan Yuridis
4. Penerbitan Sertipikat Buku Tanah, Surat Ukur dan Sertipikat
5. Pelaporan Pelaporan kegiatan PTSL mulai dari penyuluhan
sampai dengan Penerbitan Sertipikat dan
Penyerahan Sertipikat (total target tiap satker)*
* Lihat selengkapnya pada Bagian VIII

E. Struktur Anggaran PTSL


Skema penganggaran PTSL Tahun Anggaran 2019 telah
mengakomodasi pola keterlibatan masyarakat dalam PTSL sebagaimana
tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor
69/PMK.02/2018 tentang Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran
2019.
Struktur anggaran PTSL terbagi menjadi dua kategori berdasarkan
keluaran (output) yaitu output Peta Bidang Tanah (PBT) dan output
Sertipikat Hak Atas Tanah (SHAT).
Output PBT terdiri dari empat kategori pelaksana kegiatan, yaitu :
1. ASN (swakelola);
2. Pihak Ketiga;
3. ASN dengan Partisipasi Masyarakat;
4. Pihak Ketiga dengan Partisipasi Masyarakat.
Output SHAT terdiri dari dua kategori pelaksana kegiatan, yaitu :
1. ASN (swakelola);
2. ASN dengan Partisipasi Masyarakat.
-8-

Tabel Struktur Anggaran PTSL


PBT
Pihak Ketiga
PTSL ASN dengan
Pihak dengan
ASN Partisipasi
Ketiga Partisipasi
Masyarakat
Masyarakat

ASN √ √ - -

SHAT ASN dengan


Partisipasi - - √ √
Masyarakat
Keterangan :
1) Pada output PBT yang dilaksanakan oleh ASN dan Pihak Ketiga,
maka tahapan SHAT dilaksanakan melalui output SHAT ASN;
2) Pada output PBT yang dilaksanakan oleh ASN dengan Partisipasi
Masyarakat serta Pihak Ketiga dengan Partisipasi Masyarakat,
maka tahapan SHAT dilaksanakan melalui output SHAT ASN
dengan Partisipasi Masyarkat.

III. STANDAR BIAYA KELUARAN


Standar Biaya Keluaran (SBK) adalah besaran biaya yang ditetapkan
untuk menghasilkan keluaran (output)/sub keluaran (sub output). Dalam
rangka pelaksanaan anggaran, SBK berfungsi sebagai estimasi. Fungsi
estimasi merupakan prakiraan besaran biaya yang dapat dilampaui,
antara lain karena perubahan komponen tahapan dan/atau penggunaan
satuan biaya yang dipengaruhi harga pasar. Besaran biaya yang dapat
dilampaui memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. proses pengadaannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan;
b. ketersediaan alokasi anggaran; dan
c. prinsip ekonomis, efisiensi, dan efektifitas.
SBK Sertipikat berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik
Indonesia Nomor 69/PMK.02/2018 yang terdiri dari Peta Bidang Tanah
(PBT) dan Pensertipikatan Hak Atas Tanah (SHAT) yang dibedakan dalam
6 (enam) kategori berdasarkan zonasi kewilayahan sebagai berikut:
-9-

A. Struktur Anggaran untuk Output Peta Bidang Tanah dan Zonasi


PETA BIDANG TANAH
Pihak
ASN
Volume Ketiga
dengan
Kategori dan Pihak dengan
ASN Partisipasi Keterangan
(Zonasi) Satuan Ketiga Partisipasi
(Rp) Masyarakat
Ukur (Rp) Masyarakat
*)
*)
(Rp)
(Rp)
I 1 Bidang 332.200 575.216 371.380 646.799 Papua, Papua Barat, Nusa
Tenggara Timur, Maluku,
Maluku Utara
II 1 Bidang 282.140 487.333 325.160 557.501 Sulawesi Utara, Sulawesi
Tengah, Sulawesi Tenggara,
Nusa Tenggara Barat,
Kepulauan Riau, Kepulauan
Bangka Belitung
III 1 Bidang 233.520 399.867 280.780 469.185 Sulawesi Barat, Sulawesi
Selatan, Kalimantan Timur,
Kalimantan Barat, Aceh,
Sumatera Utara, Sumatera
Barat, Kalimantan Tengah,
Gorontalo
IV 1 Bidang 180.620 308.444 232.500 376.837 Kalimantan Selatan, Riau,
Jambi, Sumatera Selatan,
Bengkulu, Lampung
V 1 Bidang 129.140 219.645 185.520 287.138 Banten, DKI Jakarta, Jawa
Barat, Jawa Tengah, D.I.
Yogyakarta, Jawa Timur,
Bali
VI 1 Bidang 279.440 - 346.880 - Wilayah Kepulauan

*) termasuk biaya operasional yang harus dibayarkan kepada Tim Puldatan


sebesar Rp58.000,00/bidang
-10-

B. Struktur Anggaran untuk Output Sertipikasi Hak Atas Tanah dan


Zonasi
Volume SERTIPIKAT HAK ATAS
dan TANAH
Satuan ASN dengan
Kategori
Ukur Partisipasi Keterangan
(Zonasi) ASN
Masyarakat
(Rp)
*)
(Rp)
I 1 Bidang 249.400 205.400 Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur,
Maluku, Maluku Utara
II 1 Bidang 216.500 178.440 Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi
Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Kepulauan
Riau, Kepulauan Bangka Belitung
III 1 Bidang 184.540 152.260 Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan
Timur, Kalimantan Barat, Aceh, Sumatera Utara,
Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, Gorontalo
IV 1 Bidang 149.760 123.780 Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, Sumatera
Selatan, Bengkulu, Lampung
V 1 Bidang 115.920 96.060 Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah,
D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali
VI 1 Bidang 309.320 288.960 Wilayah Kepulauan

*) termasuk biaya operasional Puldadis dalam rangka Pengumpulan Data Yuridis


-11-

C. Pembayaran PTSL Berdasarkan Tahapan Kegiatan dan Output PTSL


Pembayaran berdasarkan tahapan kegiatan dan output PTSL sesuai Kluster K1, K2, K3 dan K4 dilakukan
sebagaimana bagan berikut:
No. Tahapan Kegiatan K1 K2 K3 K4 **) OUTPUT KETERANGAN
K3.1 K3.2 K3.3
A PETA BIDANG TANAH (PBT) K1, K2, K3, dan K4 dapat
1 Partisipasi Masyarakat *) - Berita Acara Hasil Pembekalan dicairkan sesuai tahapan
- Peta Bidang Tanah Klarifikasi yang diberi warna,
- Rekapitulasi Data Bidang Tanah sepanjang ada bukti
Kegiatan PTSL Berbasis Partisipasi pertanggung jawaban
Masyarakat *) Disesuaikan
2 Penyuluhan - Berita Acara Penyuluhan dengan Kategori
3 Pengukuran Bidang Tanah - Gambar Ukur, Peta Bidang Tanah dan Pelaksana
Daftar Tanah Kegiatan
- Berita Acara Hasil Peningkatan **) Kegiatan
Kualitas Data/ Informasi Bidang peningkatan
Tanah (dilampiri daftar nominatif Kualitas
bidang tanah K4) Data/Informasi
- Gambar Situasi Kontrol Kualitas Bidang Tanah
- Check List Kendali Mutu
B SERTIPIKAT HAK ATAS TANAH
(SHAT)
1 Pengumpulan Data Yuridis (alat - Daftar Data Yuridis dan Data Fisik
bukti hak/alas hak) Bidang Tanah
2 Pemeriksaan Tanah - Risalah Penelitian Data Yuridis Panitia
Ajudikasi Percepatan
3 Penerbitan SK Hak/Pengesahan - SK Hak Atas Tanah/Pengesahan Data
Data Fisik dan Yuridis Fisik Yuridis
- Berita Acara Pengesahan
Pengumuman Data Fisik dan Yuridis
4 Penerbitan Sertipikat - Buku Tanah, Surat Ukur dan
Sertipikat
5 Pelaporan - Laporan Kegiatan PTSL
-12-

Besaran anggaran yang dicairkan berdasarkan tahapan kegiatan dan


output PTSL sebagaimana pada bagan diatas, adalah sebagai berikut:

1. Pembayaran Kluster 1/K1


PBT SHAT
ASN dengan Pihak Ketiga ASN ASN dengan
Pihak Ketiga Partisipasi dengan (Rp) Partisipasi
URAIAN ASN
(Rp) Masyarakat Partisipasi Masyarakat
(Rp)
(Rp) Masyarakat (Rp)
(Rp)
Zona I 332.300 575.216 371.380 646.799 249.400 205.400
Zona II 282.140 487.333 325.160 557.501 216.500 178.440
Zona III 233.520 399.867 280.780 469.185 184.540 152.260
Zona IV 180.620 308.444 232.500 376.837 149.760 123.780
Zona V 129.140 219.645 185.520 287.138 115.920 96.060
Zona VI 279.440 - 346.880 - 309.320 288.960

2. Pembayaran Kluster 2/K2


Puldadis PBT Pemeriksaan Tanah
ASN ASN Pihak
Uraian dengan Pihak dengan Ketiga ASN ASN
ASN ASN
P.Msyrkt Ketiga P.Msyrkt dengan (Rp) dengan
(Rp) (Rp)
(Rp) (Rp) (Rp) P.Msyrkt P.Msyrkt
(Rp) (Rp)
Zona I 80.000 36.000 332.300 575.216 371.380 646.799 155.000 155.000
Zona II 68.100 30.040 282.140 487.333 325.160 557.501 134.000 134.000
Zona III 56.540 24.260 233.520 399.867 280.780 469.185 113.600 113.600
Zona IV 43.960 17.980 180.620 308.444 232.500 376.837 91.400 91.400
Zona V 31.720 11.860 129.140 219.645 185.520 287.138 69.800 69.800
Zona VI 81.120 60.760 279.440 - 346.880 - 213.800 213.800

Catatan:
1) Kegiatan penyuluhan tetap dapat dibayarkan, anggarannya
melekat pada kegiatan pengumpulan data fisik.
2) Jumlah tersebut hanya dapat dibayarkan bila didukung dengan
dokumen/evidence pertanggungjawaban.
3) Untuk Kluster 2/K2, apabila telah terdapat putusan hukum
yang tetap (inkracht) atau berita acara penyelesaian sengketa
yang ditandatangani oleh para pihak yang bersengketa pada
tahun setelah ditetapkan sebagai lokasi PTSL, maka pemenang
perkara/sengketa yang ingin mendapatkan sertipikat diwajibkan
membayar biaya sebagaimana diatur dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 128 Tahun 2015 yang meliputi biaya:
a. Pendaftaran Tanah;
b. Kutipan Surat Ukur.
-13-

3. Pembayaran Kluster 3/K3


Puldadis PBT Pemeriksaan Tanah
ASN ASN Pihak ASN
Uraian denganP. Pihak dengan Ketiga ASN (Rp) dengan
ASN
ASN (Rp) Masyrkt Ketiga P.Msyrkt denganP. P.Msyrkt
(Rp)
(Rp) (Rp) (Rp) Msyrkt (Rp)
(Rp)
Zona I 80.000 36.000 332.300 575.216 371.380 646.799 155.000 155.000
Zona II 68.100 30.040 282.140 487.333 325.160 557.501 134.000 134.000
Zona III 56.540 24.260 233.520 399.867 280.780 469.185 113.600 113.600
Zona IV 43.960 17.980 180.620 308.444 232.500 376.837 91.400 91.400
Zona V 31.720 11.860 129.140 219.645 185.520 287.138 69.800 69.800
Zona VI 81.120 60.760 279.440 - 346.880 - 213.800 213.800

Catatan:
1) Pada pelaksanaannya, PTSL dapat menghasilkan produk K3
dengan berbagai variasi, yaitu :
- K3.1 adalah produk PTSL yang telah dilaksanakan sampai
dengan tahap pengumpulan data fisik, output : PBT + Daftar
Tanah.
- K3.2 adalah produk PTSL yang telah selesai dilaksanakan
sampai dengan tahap pengumpulan data fisik dan
pengumpulan data yuridis, output : PBT + Daftar Tanah +
Daftar Data Yuridis dan Data Fisik Bidang Tanah.
- K3.3 adalah produk PTSL yang telah selesai dilaksanakan
sampai dengan tahap pengumpulan data fisik, pengumpulan
data yuridis, pemeriksaan tanah oleh panitia dan
pengumuman, output : PBT + Daftar Tanah + Daftar Data
Yuridis dan Data Fisik Bidang Tanah + Risalah Penelitian
Data Yuridis Panitia Ajudikasi Percepatan + Berita Acara
Pengesahan Pengumuman Data Fisik dan Data Yuridis.
2) Jumlah anggaran maksimal yang dapat dibayarkan untuk K3
adalah tiga tahapan (Puldadis, PBT dan Pemeriksaan Tanah)
yang didukung dengan dokumen pertanggungjawaban/evidence
masing-masing.
3) Mulai tahun 2019, desa yang ditetapkan sebagai lokasi PTSL,
tidak dapat ditetapkan lagi sebagai lokasi PTSL pada tahun-
tahun berikutnya, kecuali terhadap produk PTSL tahun 2019
yang target output nya berupa Peta Bidang Tanah dan Daftar
Tanah saja (K3.1) dan produk-produk K3 tahun-tahun
sebelumnya (2017 dan 2018).
-14-

4. Pembayaran Kluster 4/K4


053. Peningkatan kualitas data/informasi bidang tanah (K4 ASN)
053.
Peningkatan
521211 521219 kualitas
data/informasi
Uraian Satuan/bidang bidang tanah (K4
Peningkatan kualitas (Rp) Pihak III)
Belanja Bahan data/informasi bidang (Rp)
(Rp) tanah
(Rp)
Zona I 1.702 154.298 156.000 239.400
Zona II 1.220 129.280 130.500 202.200
Zona III 910 105.090 106.000 162.800
Zona IV 418 78.582 79.000 120.400
Zona V 138 52.862 53.000 83.500
Zona VI 1.948 266.052 268.000 -

- Terhadap bidang tanah yang sudah bersertipikat namun tidak


memerlukan peningkatan kualitas data/informasi bidang tanah (K4),
biaya tersebut tidak dibayarkan.
- Bidang tanah yang memerlukan peningkatan kualitas data/informasi
adalah bidang tanah dengan kualitas data Kw4, Kw5 dan Kw6 yang
NIBnya terbit sebelum tanggal 1 Januari 2017, sebagaimana diatur
dalam Petunjuk Teknis PTSL Bidang Fisik.
- Data Kw4, Kw5 dan Kw6 yang digunakan sebagai acuan penetapan
target untuk peningkatan kualitas data/informasi bidang tanah (K4),
dibatasi berdasarkan data per tanggal tanggal 1 April 2019.
Khusus K4, evidence untuk pencairan biayanya berupa Berita
Acara Hasil Peningkatan Kualitas Data/Informasi Bidang Tanah
yang dilampiri dengan :
a. Download data tekstual dan data spasial bidang tanah dari
aplikasi KKP per desa/kelurahan setelah tanggal penetapan
lokasi (softcopy);
b. Download data tekstual bidang dan data spasial bidang tanah
dari aplikasi KKP per desa setelah selesai masa pengumuman
(softcopy);
c. Hasil overlay data spasial dan identifikasi data tekstual kedua
data pada periode yang berbeda tersebut (a dengan b)
merupakan realisasi bidang tanah K4 (softcopy);
d. Daftar nominatif K4 sesudah pengumuman;
e. Berita Acara Pengukuran Ulang dan apabila ada Berita Acara
Mediasi.
-15-

IV. PELAKSANAAN ANGGARAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN KEGIATAN


PTSL
A. Jenis Belanja Kegiatan PTSL
Dalam rangka menyusun kegiatan PTSL, analisis penghitungan biaya
(SBK) kegiatan dilakukan berdasarkan jenis-jenis belanja, yaitu
belanja bahan, belanja honorarium dan belanja barang non
operasional lainnya dan belanja-belanja lain untuk keperluan
pelaksanaan kegiatan teknis yang dilakukan di lapangan oleh satgas
fisik dan satgas yuridis. Kegiatan administratif (kesekretariatan) yang
dilaksanakan oleh satgas administrasi dalam rangka membantu tugas
sekretaris panitia ajudikasi tidak menjadi bahan analisa sebab
kegiatan tersebut merupakan kegiatan kantor.
Berdasarkan analisa penghitungan SBK, maka pembayaran kegiatan
PTSL dipergunakan untuk :
1. Belanja Bahan Akun 521211: biaya konsumsi, dokumentasi,
spanduk, fotokopi;
2. Belanja Barang Persediaan Konsumsi Akun 521811: biaya ATK,
bahan cetakan, bahan penunjang komputer;
3. Belanja Honor Output Kegiatan Akun 521213: Honorarium
Penelitian Data Yuridis Panitia Ajudikasi Percepatan (Sidang
Panitia Ajudikasi), Honor Panitia Lelang dan Honor Penerima Hasil
Pekerjaan;
4. Belanja Barang Non Operasional Lainnya Akun 521219: Biaya
Pengukuran, Pengumpulan Data Yuridis (Puldadis), Pengumpulan
Data Pertanahan (Puldatan), Penyuluhan dan Kendali Mutu;
5. Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota Akun 524113: Transport
Lokal Narasumber;
6. Belanja Jasa Profesi Akun 522151: Honor Narasumber dalam
rangka pembekalan Tim Puldatan;
7. Belanja Jasa Lainnya Akun 522191: Kontrol Kualitas dan
Pengukuran, Pemetaan dan Informasi Bidang Tanah Pihak Ketiga;
8. Pada kategori pelaksana SHAT ASN, komponen 052 (Pengumpulan
Data) anggaran yang dialokasikan sudah termasuk biaya petugas
-16-

desa sebesar Rp10.000,00 per bidang, dengan menggunakan akun


521219.
Dalam hal sekretaris dibantu oleh satgas administrasi yang
melakukan pekerjaan hingga melebihi jam kerja dapat dibiayai dengan
belanja pegawai (512211) berupa uang lembur bagi pegawai ASN,
dengan ketentuan mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan dan
Standar Biaya Masukan.

Bagan Keterkaitan Panitia Ajudikasi dan SBK Kegiatan PTSL

B. Pelaksanaan Anggaran dan Pertanggungjawaban Kegiatan PTSL


Dalam rangka pelaksanaan anggaran dan pertanggungjawaban
kegiatan PTSL yang telah dilakukan, baik output kegiatan PBT
maupun output kegiatan SHAT, berikut disajikan tabel yang berisi :
tahapan kegiatan, penggunaan biaya, bukti/evidence pencairan untuk
pertanggungjawaban, satuan output dalam RKAKL, pihak yang
menerima pencairan anggaran dan output kegiatan.
-17-

Tabel 1 : Matriks Dokumen Pertanggungjawaban Output Kegiatan Peta Bidang Tanah (PBT) Oleh ASN
Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output
/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
051 Penyuluhan Berita Acara
Penyuluhan

521211 Belanja Bahan


Bahan Belanja bahan pendukung - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
kegiatan (yang habis pakai), Kuitansi/SPK/Kontrak;
seperti: - Undangan (sebagai dasar
- Konsumsi/bahan makanan; perhitungan jumlah
- Dokumentasi; anggaran yang dicairkan);
- Spanduk; - Daftar Hadir (hanya
- Biaya Fotokopi. sebagai bukti kegiatan
penyuluhan telah
dilaksanakan).
521811 Belanja Barang
Persediaan Konsumsi
Barang Persediaan Belanja barang yang - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
Konsumsi menghasilkan persediaan Kuitansi/SPK/Kontrak.
barang konsumsi, seperti:
- ATK;
- Bahan cetakan;
- Bahan penunjang komputer;
- dll.
-18-

Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output


/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
521219 Belanja Barang Non
Operasional
Biaya Penyuluhan Biaya operasional penyuluhan - Surat Tugas; Bidang Petugas sesuai
dibayarkan 100% kepada - Berita Acara Penyuluhan; Surat Tugas
Petugas Penyuluh sebanyak - Daftar Nominatif
bidang yang telah ditentukan Pembayaran.
untuk dilakukan penyuluhan,
tanpa melihat jumlah
kehadiran peserta. Biaya
penyuluhan tidak dikenakan
PPh Pasal 21.
052 Pengukuran dan Output PBT :
Pemetaan Bidang - Gambar Ukur
Tanah - Peta Bidang
521811 Belanja Barang Tanah dan Daftar
Persediaan Konsumsi Tanah
Barang Persediaan Belanja barang yang - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
Konsumsi menghasilkan persediaan Kuitansi/SPK/Kontrak. Output K4 :
- Berita Acara Hasil
barang konsumsi, seperti:
Peningkatan
- ATK;
Kualitas Data/
- Bahan cetakan;
Informasi Bidang
- Bahan penunjang komputer;
Tanah yang
- dll.
dilampiri Daftar
Nominatif Bidang
Tanah K4
-19-

Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output


/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
521211 Belanja Bahan
Pencetakan Peta Kerja Belanja untuk kebutuhan - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
Pencetakan Peta Kerja. Kuitansi/SPK/Kontrak.
Pengukuran
521219 Belanja Barang Non Dibayar kepada petugas yang - Surat Tugas/SK; Bidang Petugas sesuai
Operasional ke lapang sesuai ST, dikalikan - Daftar Hasil Pengumpulan Surat Tugas
jumlah bidang yang Data Fisik yang dicetak
dikerjakan, tidak dikenakan dari aplikasi KKP Tata
PPh Pasal 21 (didalamnya Usaha dan ditandatangani
termasuk biaya pembantu oleh Kasi Infrastruktur
ukur). Pertanahan (pejabat yang
ditunjuk) yang memuat
NIB dan Informasi atas
data spasial bidang tanah;
- Berita Acara Hasil
Peningkatan Kualitas
Data/Informasi Bidang
Tanah beserta
lampirannya;
- Daftar Nominatif
Pembayaran.
-20-

Tabel 2 : Matriks Dokumen Pertanggungjawaban Output Kegiatan Peta Bidang Tanah (PBT) Oleh Pihak Ketiga
Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output
/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
051 Penyuluhan Berita Acara
Penyuluhan

521211 Belanja Bahan


Bahan Belanja bahan pendukung - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
kegiatan (yang habis pakai), Kuitansi/SPK/Kontrak;
seperti: - Undangan (sebagai dasar
- Konsumsi/bahan makanan; perhitungan jumlah
- Dokumentasi; anggaran yang dicairkan);
- Spanduk; - Daftar Hadir (hanya
- Biaya Fotokopi. sebagai bukti kegiatan
penyuluhan telah
dilaksanakan).
521811 Belanja Barang
Persediaan Konsumsi
Barang Persediaan Belanja barang yang - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
Konsumsi menghasilkan persediaan Kuitansi/SPK/Kontrak.
barang konsumsi, seperti:
- ATK;
- Bahan cetakan;
- Bahan penunjang komputer;
- dll.
-21-

Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output


/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
521219 Belanja Barang Non
Operasional
Biaya Penyuluhan Biaya operasional penyuluhan - Surat Tugas; Bidang Petugas sesuai
dibayarkan 100% kepada - Berita Acara Penyuluhan; Surat Tugas
Petugas Penyuluh sebanyak - Daftar Nominatif
bidang yang telah ditentukan Pembayaran.
untuk dilakukan penyuluhan,
tanpa melihat jumlah
kehadiran peserta. Biaya
penyuluhan tidak dikenakan
PPh Pasal 21.

052 Pengukuran dan Output PBT :


Pemetaan Bidang - Gambar Ukur
Tanah - Peta Bidang
A PERSIAPAN Tanah dan
521811 Belanja Barang Daftar Tanah
Persediaan Konsumsi

Output K4 :
Barang Persediaan Belanja barang yang - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
- Berita Acara
Konsumsi menghasilkan persediaan Kuitansi/SPK/Kontrak.
Hasil
barang konsumsi, seperti:
Peningkatan
- ATK;
Kualitas Data/
- Bahan cetakan;
Informasi
- Bahan penunjang komputer;
Bidang Tanah
- dll.
-22-

Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output


/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
521213 Honor Output Kegiatan yang dilampiri
- Honor Panitia Lelang Honorarium dibayar sejumlah - SK Panitia Lelang; Orang paket Petugas sesuai Daftar
- Honor Penerima Hasil orang dalam SK, dikenakan - Daftar Honorarium. SK Nominatif
Pekerjaan PPh Pasal 21. Bidang Tanah
B PENGUKURAN DAN K4
PEMETAAN BIDANG
TANAH
522191 Belanja Jasa Lainnya
Pengukuran, Pemetaan Kegiatan Pengukuran dan - SPK/Kontrak; Bidang Pihak Ke-3
dan Informasi Bidang Pemetaan yang dikerjakan - Daftar Hasil Pengumpulan
Tanah oleh Pihak Ke-3, dikenakan Data Fisik yang dicetak
PPN dan PPh Pasal 23. dari aplikasi KKP Tata
Usaha dan ditandatangani
oleh Kasi Infrastruktur
Pertanahan (pejabat yang
ditunjuk) yang memuat
NIB dan Informasi atas
data spasial bidang tanah;
- Berita Acara Serah Terima
Pekerjaan yang ditanda
tangani oleh Waka Fisik;
- Berita Acara Pembayaran
yang ditandatangani oleh
Pihak Ketiga;
- Dokumen Pendukung
-23-

Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output


/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
lainnya yang diperlukan;
- Berita Acara Hasil
Peningkatan Kualitas
Data/Informasi Bidang
Tanah beserta
lampirannya.
C KONTROL KUALITAS Gambar Situasi
522191 Belanja Jasa Lainnya Kontrol Kualitas merupakan - SPK/Kontrak; Bidang Pihak Ke-3 Kontrol Kualitas
kegiatan yang dilakukan oleh - Form Resume Laporan (1 Paket
Pihak ke-3 untuk memastikan Kontrol Kualitas yang untuk
data bidang tanah yang ditandatangani oleh Waka 10.000
dihasilkan dalam kegiatan Fisik; bidang
pengukuran bidang tanah - Berita Acara Serah Terima tanah)
sesuai dengan kualitas yang Pekerjaan yang ditanda
ditentukan. tangani oleh Waka Fisik;
Kegiatan kontrol kualitas - Berita Acara Pembayaran
yang dikerjakan oleh Pihak yang ditandatangani oleh
Ke-3 ini dikenakan PPN dan Pihak Ketiga;
PPh Pasal 23. - Dokumen Pendukung
lainnya yang diperlukan.
D KENDALI MUTU Check list Kendali
521811 Belanja Barang Mutu
Persediaan Konsumsi
Barang Persediaan Belanja barang yang - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
Konsumsi menghasilkan persediaan Kuitansi/SPK/Kontrak.
-24-

Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output


/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
barang konsumsi, seperti:
- ATK;
- Bahan cetakan;
- Bahan penunjang computer;
- dll.
521219 Belanja Barang Non
Operasional
Biaya Kendali Mutu Kendali Mutu merupakan - Surat Tugas; Bidang Petugas sesuai
kegiatan yang dilakukan oleh - Berita Acara Hasil Kendali Surat Tugas
Petugas/ASN untuk Mutu yang ditanda
memastikan bahwa kegiatan tangani oleh Waka Fisik;
pengukuran bidang tanah - Daftar Nominatif
telah dilakukan sesuai dengan Pembayaran.
alur/tahapan kegiatan yang
semestinya (Bussiness
Process).
Dibayarkan kepada
Petugas/ASN yang ke lapang
sesuai Surat Tugas, dikalikan
jumlah NIB yang dikendali
mutu dan tidak dikenakan
PPh Pasal 21.
-25-

Tabel 3 : Matriks Dokumen Pertanggungjawaban Output Kegiatan Peta Bidang Tanah (PBT) Oleh ASN dengan
Partisipasi Masyarakat
Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output
/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
051 Partisipasi Masyarakat Berita Acara Hasil
521211 Belanja Bahan Pembekalan
Bahan Belanja bahan pendukung - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
kegiatan (yang habis pakai), Kuitansi/SPK/Kontrak;
seperti: - Undangan;
- Konsumsi/bahan makanan; - Daftar Hadir.
- Dokumentasi;
- Spanduk;
- Biaya Fotokopi.
521811 Belanja Barang
Persediaan Konsumsi
- ATK Partisipatif Belanja barang yang - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
(pembekalan/training menghasilkan persediaan Kuitansi/SPK/Kontrak.
Puldatan) barang konsumsi, seperti:
- ATK Puldatan (untuk - ATK;
kegiatan - Bahan cetakan;
Pengumpulan data - Bahan penunjang komputer;
lapangan oleh - dll.
Puldatan)
-26-

Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output


/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
522151 Belanja Jasa Profesi
Narasumber (trainer Honorarium untuk - SK Narasumber; OJ ASN/SKB
Puldatan) pembekalan Puldatan, - Daftar Honorarium
dibayarkan kepada Narasumber;
Narasumber (ASN/SKB), - Berita Acara Pembekalan.
dikenakan PPh Pasal 21.
524113 Belanja Perjalanan
Dinas Dalam Kota
Transport Lokal Transport Lokal Narasumber - Daftar Nominatif OT ASN/SKB
(trainer Puldatan). Pembayaran.
521219 Belanja Barang Non - Peta Bidang
Operasional Tanah
Biaya Puldatan - Dibayarkan kepada Tenaga - Surat Tugas; Bidang Tenaga Klarifikasi
Puldatan, tidak dikenakan - Berita Acara Penyerahan Puldatan - Rekapitulasi
PPh Pasal 21; Hasil PBT Klarifikasi yang Data Bidang
- Dibayarkan sebanyak bidang ditandatangani oleh Waka Tanah Kegiatan
tanah dalam desa tersebut. Fisik; PTSL Berbasis
- Berita Acara Hasil Partisipasi
Pengumpulan Data Yuridis Masyarakat
yang ditandatangani oleh
Waka Yuridis;
- Daftar Nominatif
Pembayaran.
-27-

Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output


/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
052 Penyuluhan Berita Acara
Penyuluhan
521211 Belanja Bahan
Bahan Belanja bahan pendukung - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
kegiatan (yang habis pakai), Kuitansi/SPK/Kontrak;
seperti: - Undangan (sebagai dasar
- Konsumsi/bahan makanan; perhitungan jumlah
- Dokumentasi; anggaran yang dicairkan);
- Spanduk; - Daftar Hadir (hanya sebagai
- Biaya Fotokopi. bukti kegiatan penyuluhan
telah dilaksanakan).
521811 Belanja Barang
Persediaan Konsumsi
Barang Persediaan Belanja barang yang - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
Konsumsi menghasilkan persediaan Kuitansi/SPK/Kontrak.
barang konsumsi, seperti:
- ATK;
- Bahan cetakan;
- Bahan penunjang komputer;
- dll.
521219 Belanja Barang Non
Operasional
Biaya Penyuluhan Biaya operasional penyuluhan - Surat Tugas; Bidang Petugas sesuai
dibayarkan 100% kepada - Berita Acara Penyuluhan; Surat Tugas
Petugas Penyuluh sebanyak - Daftar Nominatif
-28-

Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output


/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
bidang yang telah ditentukan Pembayaran.
untuk dilakukan penyuluhan,
tanpa melihat jumlah
kehadiran peserta. Biaya
penyuluhan tidak dikenakan
PPh Pasal 21.

053 Pengukuran dan Output PBT :


Pemetaan Bidang - Gambar Ukur
Tanah - Peta Bidang
521811 Belanja Barang Tanah dan
Persediaan Konsumsi Daftar Tanah
Barang Persediaan Belanja barang yang - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
Konsumsi menghasilkan persediaan Kuitansi/SPK/Kontrak. Output K4 :
- Berita Acara
barang konsumsi, seperti:
Hasil
- ATK;
Peningkatan
- Bahan cetakan;
Kualitas Data/
- Bahan penunjang komputer;
Informasi
- dll.
Bidang Tanah
521211 Belanja Bahan yang dilampiri
Pencetakan Peta Kerja Belanja untuk kebutuhan - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3 Daftar
Pencetakan Peta Kerja. Kuitansi/SPK/Kontrak. Nominatif
Bidang Tanah
K4
-29-

Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output


/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
Pengukuran
521219 Belanja Barang Non Dibayar kepada petugas yang - Surat Tugas/SK; Bidang Petugas sesuai
Operasional ke lapang sesuai ST, dikalikan - Daftar Hasil Pengumpulan Surat Tugas
jumlah bidang yang Data Fisik yang dicetak dari
dikerjakan, tidak dikenakan aplikasi KKP Tata Usaha dan
PPh Pasal 21 (didalamnya ditandatangani oleh Kasi
termasuk biaya pembantu Infrastruktur Pertanahan
ukur). (pejabat yang ditunjuk) yang
memuat NIB dan Informasi
atas data spasial bidang
tanah;
- Daftar Nominatif
Pembayaran;
- Berita Acara Hasil
Peningkatan Kualitas
Data/Informasi Bidang
Tanah beserta lampirannya.
-30-

Tabel 4 : Matriks Dokumen Pertanggungjawaban Output Kegiatan Peta Bidang Tanah (PBT) Oleh Pihak Ketiga Dengan
Partisipasi Masyarakat
Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output
/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
051 Partisipasi Masyarakat Berita Acara Hasil
521211 Belanja Bahan Pembekalan
Bahan Belanja bahan pendukung - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
kegiatan (yang habis pakai), Kuitansi/SPK/Kontrak;
seperti: - Undangan, Daftar Hadir.
- Konsumsi/bahan makanan;
- Dokumentasi;
- Spanduk;
- Biaya Fotokopi.
521811 Belanja Barang
Persediaan Konsumsi
- ATK Partisipatif Belanja barang yang - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
(pembekalan/training menghasilkan persediaan Kuitansi/SPK/Kontrak.
Puldatan) barang konsumsi, seperti:
- ATK Puldatan (untuk - ATK;
kegiatan - Bahan cetakan;
Pengumpulan data - Bahan penunjang komputer;
lapangan oleh - dll.
Puldatan)
522151 Belanja Jasa Profesi
Narasumber (trainer Honorarium untuk - SK Narasumber; OJ ASN/SKB
Puldatan) pembekalan Puldatan, - Daftar Honorarium
-31-

Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output


/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
dibayarkan kepada Narasumber;
Narasumber (ASN/SKB), - Berita Acara Pembekalan.
dikenakan PPh Pasal 21.
524113 Belanja Perjalanan
Dinas Dalam Kota
Transport Lokal Transport Lokal Narasumber - Daftar Nominatif OT ASN/SKB
(trainer Puldatan). Pembayaran.
521219 Belanja Barang Non - Peta Bidang
Operasional Tanah
Biaya Puldatan - Dibayarkan kepada Tenaga - Surat Tugas; Bidang Tenaga Klarifikasi
Puldatan, tidak dikenakan - Berita Acara Penyerahan Puldatan - Rekapitulasi
PPh Pasal 21; Hasil PBT Klarifikasi yang Data Bidang
- Dibayarkan sebanyak bidang ditandatangani oleh Waka Tanah Kegiatan
tanah dalam desa tersebut. Fisik; PTSL Berbasis
- Berita Acara Hasil Partisipasi
Pengumpulan Data Yuridis Masyarakat
yang ditandatangani oleh
Waka Yuridis;
- Daftar Nominatif
Pembayaran.
-32-

Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output


/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
052 Penyuluhan Berita Acara
521211 Belanja Bahan Penyuluhan
Bahan Belanja bahan pendukung - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
kegiatan (yang habis pakai), Kuitansi/SPK/Kontrak;
seperti: - Undangan (sebagai dasar
- Konsumsi/bahan makanan; perhitungan jumlah
- Dokumentasi; anggaran yang dicairkan);
- Spanduk; - Daftar Hadir (hanya sebagai
- Biaya Fotokopi. bukti kegiatan penyuluhan
telah dilaksanakan).
521811 Belanja Barang
Persediaan Konsumsi
Barang Persediaan Belanja barang yang - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
Konsumsi menghasilkan persediaan Kuitansi/SPK/Kontrak.
barang konsumsi, seperti:
- ATK;
- Bahan cetakan;
- Bahan penunjang komputer;
- dll.
521219 Belanja Barang Non
Operasional
Biaya Penyuluhan Biaya operasional penyuluhan - Surat Tugas; Bidang Petugas sesuai
dibayarkan 100% kepada - Berita Acara Penyuluhan; Surat Tugas
Petugas Penyuluh sebanyak - Daftar Nominatif
bidang yang telah ditentukan Pembayaran.
-33-

Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output


/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
untuk dilakukan penyuluhan,
tanpa melihat jumlah
kehadiran peserta. Biaya
penyuluhan tidak dikenakan
PPh Pasal 21.
053 Pengukuran dan Output PBT :
Pemetaan Bidang - Gambar Ukur
Tanah - Peta Bidang
A PERSIAPAN Tanah dan
521811 Belanja Barang Daftar Tanah
Persediaan Konsumsi
Barang Persediaan Belanja barang yang - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3 Output K4 :
Konsumsi menghasilkan persediaan Kuitansi/SPK/Kontrak. - Berita Acara
barang konsumsi, seperti: Hasil
- ATK. Peningkatan
- Bahan cetakan. Kualitas Data/
- Bahan penunjang komputer. Informasi
- dll. Bidang Tanah
521213 Honor Output Kegiatan yang dilampiri
Daftar

- Honor Panitia Lelang Honorarium dibayar sejumlah - SK Panitia Lelang; Orang Petugas sesuai Nominatif

- Honor Penerima Hasil orang dalam SK, dikenakan - Daftar Honorarium. paket SK Bidang Tanah

Pekerjaan PPh Pasal 21. K4


-34-

Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output


/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
B PENGUKURAN DAN
PEMETAAN BIDANG
TANAH
522191 Belanja Jasa Lainnya
Pengukuran, Pemetaan Kegiatan Pengukuran dan - SPK/Kontrak. Bidang Pihak Ke-3
dan Informasi Bidang Pemetaan yang dikerjakan - Daftar Hasil Pengumpulan
Tanah oleh Pihak Ke-3, dikenakan Data Fisik yang dicetak dari
PPN dan PPh Pasal 23. aplikasi KKP Tata Usaha dan
ditandatangani oleh Kasi
Infrastruktur Pertanahan
(pejabat yang ditunjuk) yang
memuat NIB dan Informasi
atas data spasial bidang
tanah;
- Berita Acara Serah Terima
Pekerjaan yang
ditandatangani oleh Waka
Fisik;
- Berita Acara Pembayaran
yang ditandatangani oleh
Pihak Ketiga;
- Dokumen Pendukung
lainnya yang diperlukan;
- Berita Acara Hasil
Peningkatan Kualitas
Data/Informasi Bidang
Tanah beserta lampirannya.
-35-

Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output


/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
C KONTROL KUALITAS Gambar Situasi
522191 Belanja Jasa Lainnya Kontrol Kualitas merupakan - SPK/Kontrak; Bidang Pihak Ke-3 Kontrol Kualitas
kegiatan yang dilakukan oleh - Form Resume Laporan (1 Paket
Pihak ke-3 untuk memastikan Kontrol Kualitas yang untuk
data bidang tanah yang ditandatangani oleh Waka 10.000
dihasilkan dalam kegiatan Fisik; bidang
pengukuran bidang tanah - Berita Acara Serah Terima tanah)
sesuai dengan kualitas yang Pekerjaan yang
ditentukan. ditandatangani oleh Waka
Kegiatan kontrol kualitas Fisik;
yang dikerjakan oleh Pihak Ke- - Berita Acara Pembayaran
3, dikenakan PPN dan PPh yang ditandatangani oleh
Pasal 23. Pihak Ketiga;
- Dokumen Pendukung
lainnya yang diperlukan;
D KENDALI MUTU Check list Kendali
521811 Belanja Barang Mutu
Persediaan Konsumsi
Barang Persediaan Belanja barang yang - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
Konsumsi menghasilkan persediaan Kuitansi/SPK/Kontrak.
barang konsumsi, seperti:
- ATK;
- Bahan cetakan;
- Bahan penunjang komputer;
- dll.
-36-

Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output


/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
521219 Belanja Barang Non
Operasional
Biaya Kendali Mutu Kendali Mutu merupakan - Surat Tugas; Bidang Petugas sesuai
kegiatan yang dilakukan oleh - Berita Acara Hasil Kendali Surat Tugas
Petugas/ASN untuk Mutu yang ditandatangani
memastikan bahwa kegiatan oleh Waka Fisik;
pengukuran bidang tanah - Daftar Nominatif
telah dilakukan sesuai dengan Pembayaran.
alur/tahapan kegiatan yang
semestinya (Bussiness
Process).
Dibayarkan kepada
petugas/ASN yang ke lapang
sesuai Surat Tugas, dikalikan
jumlah NIB yang dikendali
mutu dan tidak dikenakan
PPh Pasal 21.
-37-

Tabel 5 : Matriks Dokumen Pertanggungjawaban Output Kegiatan Sertipikat Hak Atas Tanah (SHAT) oleh ASN
Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output
/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
052 Pengumpulan Data Daftar Data Yuridis
(alat bukti hak/alas dan Data Fisik Bidang
hak) Tanah

521811 Belanja Barang


Persediaan Konsumsi
Barang Persediaan Belanja barang yang - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
Konsumsi menghasilkan persediaan kuitansi/SPK/Kontrak.
barang konsumsi, seperti:
- ATK;
- Bahan cetakan;
- Bahan penunjang komputer;
- dll.

Pengumpulan Data
521219 Belanja Barang Non Dalam Biaya Pengumpulan - Surat Tugas/SK; Bidang Petugas
Operasional Data terdapat biaya petugas - Daftar Hasil Pengumpulan sesuai
desa sebesar Rp10.000,00/ Data Yuridis yang dicetak Surat
bidang, tidak dikenakan PPh dari aplikasi KKP Tata Tugas,
Pasal 21. Usaha; Petugas
- Daftar Nominatif Desa
Pembayaran.
-38-

Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output


/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
053 Pemeriksaan Tanah Risalah Penelitian
521811 Belanja Barang Data Yuridis Panitia
Persediaan Konsumsi Ajudikasi Percepatan
Barang Persediaan Belanja barang yang - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
Konsumsi menghasilkan persediaan Kuitansi/SPK/Kontrak.
barang konsumsi, seperti:
- ATK;
- Bahan cetakan;
- Bahan penunjang komputer;
- dll.
521211 Belanja Bahan
Bahan Belanja bahan pendukung - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
kegiatan (yang habis pakai), Kuitansi/SPK/Kontrak.
seperti:
- Konsumsi/bahan makanan;
- Dokumentasi;
- Spanduk;
- Biaya Fotokopi.
521213 Honor yang terkait
dengan Output Kegiatan
Honor Sidang Panitia Dibayar kepada petugas yang - SK; Bidang Petugas
Ajudikasi Percepatan melakukan sidang dikalikan - Berita Acara Hasil Sidang sesuai SK
jumlah bidang tanah yang Panitia Ajudikasi
disidangkan. Honor dikenakan Percepatan;
PPh Pasal 21. - Daftar Honorarium.
-39-

Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output


/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
Pemeriksaan Tanah
521219 Belanja Barang Non Dibayar kepada petugas yang - Surat Tugas; Bidang Petugas
Operasional ke lapang sesuai Surat Tugas, - Daftar Hasil Pemeriksaan sesuai
dikalikan jumlah bidang yang Tanah yang dicetak dari Surat
dikerjakan, tidak dikenakan aplikasi KKP Tata Usaha; Tugas
PPh Pasal 21. - Daftar Nominatif
Pembayaran.
054 Penerbitan SK Hak/ - SK Hak Atas
Pengesahan Data Fisik Tanah/Pengesahan
dan Yuridis Data Fisik Yuridis
521811 Belanja Barang - Berita Acara
Persediaan Konsumsi Pengesahan
Barang Persediaan Belanja barang yang - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3 Pengumuman Data
Konsumsi menghasilkan persediaan Kuitansi/SPK/Kontrak. Fisik dan Yuridis
barang konsumsi, seperti:
- ATK;
- Bahan cetakan;
- Bahan penunjang komputer;
- dll.
055 Penerbitan Sertipikat Surat Ukur, Buku
521811 Belanja Barang Tanah dan Sertipikat
Persediaan Konsumsi
Barang Persediaan Belanja barang yang - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
Konsumsi menghasilkan persediaan Kuitansi/SPK/Kontrak.
barang konsumsi, seperti:
-40-

Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output


/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
- ATK;
- Bahan cetakan;
- Bahan penunjang computer;
- dll.
521211 Belanja Bahan
Bahan Belanja bahan pendukung - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
kegiatan (yang habis pakai), Kuitansi/SPK/Kontrak.
seperti:
- Konsumsi/bahan makanan;
- Dokumentasi;
- Spanduk;
- Biaya Fotokopi.
(Rp2.000,00 adalah untuk
pencetakan SU karena output
pengukuran hanya sampai
PBT)
056 Pelaporan Laporan Kegiatan PTSL
521811 Belanja Barang
Persediaan Konsumsi
Barang Persediaan Belanja barang yang - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
Konsumsi menghasilkan persediaan Kuitansi/SPK/Kontrak.
barang konsumsi, seperti :
- ATK
- Bahan cetakan
- Bahan penunjang komputer
- dll
-41-

Tabel 6 : Matriks Dokumen Pertanggungjawaban Output Kegiatan Sertipikat Hak Atas Tanah (SHAT) Oleh ASN
Dengan Partisipasi Masyarakat
Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output
/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
052 Pengumpulan Data Daftar Data Yuridis
(alat bukti hak/alas dan Data Fisik Bidang
hak) Tanah

521811 Belanja Barang


Persediaan Konsumsi
Barang Persediaan Belanja barang yang - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
Konsumsi menghasilkan persediaan Kuitansi/SPK/Kontrak.
barang konsumsi, seperti:
- ATK;
- Bahan cetakan;
- Bahan penunjang komputer;
- dll.
Pengumpulan Data
521219 Belanja Barang Non Tidak terdapat biaya untuk - Surat Tugas/SK; Bidang Petugas
Operasional petugas desa, karena sudah - Daftar Hasil Pengumpulan sesuai
dialokasikan pada kegiatan Data Yuridis yang dicetak Surat
PBT ASN dengan Partisipasi dari aplikasi KKP Tata Tugas
Masyarakat, tidak dikenakan Usaha;
PPh Pasal 21. - Daftar Nominatif
Pembayaran.
-42-

Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output


/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
053 Pemeriksaan Tanah Risalah Penelitian
521811 Belanja Barang Data Yuridis Panitia
Persediaan Konsumsi Ajudikasi Percepatan.
Barang Persediaan Belanja barang yang - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
Konsumsi menghasilkan persediaan Kuitansi/SPK/Kontrak.
barang konsumsi, seperti:
- ATK;
- Bahan cetakan;
- Bahan penunjang komputer;
- dll.
521211 Belanja Bahan
Bahan Belanja bahan pendukung - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
kegiatan (yang habis pakai), Kuitansi/SPK/Kontrak.
seperti:
- Konsumsi/bahan makanan;
- Dokumentasi;
- Spanduk;
- Biaya Fotokopi.
521213 Honor yang terkait
dengan Output Kegiatan
Honor Sidang Panitia Dibayar kepada petugas yang - SK; Bidang Petugas
Ajudikasi Percepatan melakukan sidang dikalikan - Berita Acara Hasil Sidang sesuai SK
jumlah bidang tanah yang Panitia Ajudikasi
disidangkan. Honor dikenakan Percepatan;
PPh Pasal 21. - Daftar Honorarium;
-43-

Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output


/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
Pemeriksaan Tanah
521219 Belanja Barang Non Dibayar kepada petugas yang - Surat Tugas; Bidang Petugas
Operasional ke lapang sesuai ST, dikalikan - Daftar Hasil Pemeriksaan sesuai
jumlah bidang yang Tanah yang dicetak dari Surat
dikerjakan, tidak dikenakan aplikasi KKP Tata Usaha; Tugas
PPh Pasal 21. - Daftar Nominatif
Pembayaran.
054 Penerbitan SK - SK Pemberian Hak
Hak/Pengesahan Data Atas
Fisik dan Yuridis Tanah/Pengesahan
521811 Belanja Barang Data Fisik Yuridis;
Persediaan Konsumsi - Berita Acara
Barang Persediaan Belanja barang yang - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3 Pengumuman Data
Konsumsi menghasilkan persediaan Kuitansi/SPK/Kontrak. Fisik dan Data
barang konsumsi, seperti: Yuridis
- ATK;
- Bahan cetakan;
- Bahan penunjang komputer;
- dll.
055 Penerbitan Sertipikat Surat Ukur, Buku
521811 Belanja Barang Tanah dan Sertipikat
Persediaan Konsumsi
Barang Persediaan Belanja barang yang - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
Konsumsi menghasilkan persediaan kuitansi/SPK/Kontrak.
barang konsumsi, seperti:
-44-

Komponen Tahapan Kegiatan Penggunaan Dokumen Keterangan Output


/Akun Pertanggungjawaban Satuan Penerima
(evidence)
1 2 3 4 5 6 7
- ATK;
- Bahan cetakan;
- Bahan penunjang komputer;
- dll.
521211 Belanja Bahan
Bahan Belanja bahan pendukung - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
kegiatan (yang habis pakai), kuitansi/SPK/Kontrak.
seperti:
- Konsumsi/bahan makanan;
- Dokumentasi;
- Spanduk;
- Biaya Fotokopi;
(Rp2.000,00 adalah untuk
pencetakan SU karena
output pengukuran hanya
sampai PBT)
056 Pelaporan Laporan Kegiatan PTSL
521811 Belanja Barang
Persediaan Konsumsi
Barang Persediaan Belanja barang yang - Bukti Pembelian/ Paket Pihak Ke-3
Konsumsi menghasilkan persediaan kuitansi/SPK/Kontrak.
barang konsumsi, seperti:
- ATK;
- Bahan cetakan;
- Bahan penunjang komputer;
- dll.
-45-

V. KETENTUAN PERPAJAKAN
Pengenaan pajak untuk biaya kegiatan PTSL diatur sebagai berikut :
1. belanja bahan dan belanja barang persediaan konsumsi pada Akun
521211 dan 521811 dikenakan PPN dan PPh Pasal 22, dengan besaran :
1) Pengenaan pajak untuk nilai transaksi lebih dari Rp1.000.000,00
dikenakan PPN sebesar 10%; dan
2) Untuk nilai transaksi lebih dari Rp2.000.000,00 dikenakan PPN
sebesar 10% dan PPh Pasal 22 sebesar 1,5%. Apabila pihak
ketiga/rekanan tidak mempunyai NPWP dikenakan tarif PPh Pasal
22 sebesar 3%.
2. Penghasilan yang diperoleh para petugas yang berasal dari honor
penelitian data yuridis (sidang panitia ajudikasi percepatan) pada
kegiatan pemeriksaan tanah Akun 521213 (honor output kegiatan) dan
honor narasumber Akun 522151 (belanja jasa profesi) dikenakan PPh
Pasal 21.
3. Belanja non operasional lainnya Akun 521219 merupakan rangkaian
kegiatan yang dibayarkan sekaligus (lumpsum) dengan satuan bidang
tidak dikenakan PPh Pasal 21.
4. Kegiatan PTSL yang dilakukan oleh pihak ketiga untuk Belanja Jasa
Lainnya Akun 522191, dikenakan pengenaan PPN sebesar 10% dan PPh
Pasal 23 sebesar 2%.

VI. OPTIMALISASI ANGGARAN


Optimalisasi merupakan upaya untuk mengoptimalkan anggaran yang
sudah dialokasikan untuk memberikan manfaat/output yang sebesar-
besarnya dalam pelaksanaan PTSL. Penganggaran kegiatan PTSL
menggunakan satuan biaya per bidang dengan target output K1, namun
setelah dilakukan penelitian data yuridis dan data fisik, target K1 tersebut
bisa menjadi K1, K2, K3 maupun K4, karena tidak dapat dipastikan bahwa
seluruh bidang yang telah dilakukan pengukuran dapat diterbitkan
sertipikat. Sehingga akan terdapat sisa anggaran yang tidak terpakai.
Apabila ditemukan K2, K3 atau K4 wajib untuk dilakukan optimalisasi.
Selain hasil efisiensi dari selisih K1 dengan K2, K3 maupun K4, optimalisasi
anggaran dapat diperoleh dari sisa kontrak Peta Bidang Tanah dengan
-46-

Pihak Ketiga. Disamping itu terdapat potensi sumber optimalisasi anggaran


PTSL yang selengkapnya diuraikan sebagai berikut:
A. Sumber Optimalisasi
Optimalisasi anggaran PTSL dapat dilakukan dengan sumber dari:
1. Sisa Kontrak Pihak Ke III;
Kegiatan pengukuran dan pemetaan bidang tanah dapat dilaksanakan
oleh pihak ketiga melalui perjanjian kontrak kerja. Pada
kenyataannya, dari hasil lelang didapatkan sisa anggaran yang tidak
digunakan yang merupakan selisih besaran SBK dengan nilai kontrak
yang dihasilkan.
2. Efisiensi pelaksanaan PTSL yang dianggarkan dengan kenyataan yang
terjadi di lapangan. Efisiensi selisih pengganggaran ini dapat
dikategorikan menjadi 2, yaitu:
a. Tidak tercapainya output K1
1) Pada output Peta Bidang Tanah (PBT) dihasilkan dari selisih
antara anggaran K1 (PBT) dengan anggaran K4;
2) Sertipikat Hak Atas Tanah (SHAT) dihasilkan dari selisih
antara anggaran K1 (SHAT) dengan anggaran
K2/K3.1/K3.2/K3.3.
b. Terdapatnya peta bidang lama yang tidak perlu diukur kembali
(K3 tahun sebelumnya atau lokasi IP4T yang telah memenuhi
persyaratan Pemetaan Kadastral), biaya pengukuran tidak dapat
dibayarkan.
Hasil optimalisasi dapat digunakan untuk membiayai legalisasi aset pada:
1. Lokasi yang sudah tersedia PBT (K3 atau ex IP4T); atau
2. Lokasi Desa baru untuk seluruh tahapan kegiatan PTSL mulai
penyuluhan sampai dengan pelaporan;
3. Lokasi Desa lama untuk seluruh tahapan kegiatan PTSL mulai
penyuluhan sampai dengan pelaporan untuk memenuhi “satu desa
lengkap”.
Catatan:
Lokasi IP4T yang dijadikan lokasi PTSL apabila telah memenuhi
persyaratan Pemetaan Kadastral, biaya pengukurannya tidak dapat
dibayarkan, namun apabila hasil pemetaan IP4T telah mengalami
perubahan atau belum dilakukan Pemetaan secara Kadastral maka biaya
-47-

pengukurannya dapat dibayarkan, dengan dibuktikan pernyataan dari


Kepala Kantor Wilayah/Kepala Bidang Infrastruktur Pertanahan atau
Kepala Kantor Pertanahan/Kepala Seksi Infrastruktur Pertanahan.

B. Cara Pengajuan Optimalisasi


Optimalisasi anggaran PTSL dilakukan dengan proses pengajuan revisi
anggaran sebagaimana diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan
Republik Indonesia Nomor 206/PMK.02/2018 tentang Tata Cara Revisi
Anggaran Tahun Anggaran 2019 dan Peraturan lainnya yang mengatur
mengenai mekanisme revisi anggaran tahun anggaran 2019.

Bagan Optimalisasi
-48-

Contoh perhitungan optimalisasi (PTSL Kegiatan ASN) sebagai berikut :


Contoh Zona V DESA “B”
DESA “B” (5.250 bidang)
Zona V
K1 K2 K3 K4 Per Output/Keluaran
Tahapan
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp) Bidang (Keterangan)
(Rp)
SHAT
052 Pengumpulan Data Ya Ya Ya X 31.720 Daftar Data Yuridis dan
(alat bukti hak/alas Data Fisik Bidang Tanah
hak)
053 Pemeriksaan Tanah Ya Ya Ya X 69.800 Risalah Penelitian Data
Yuridis Panitia Ajudikasi
Percepatan
054 Penerbitan Surat Ya X X X 2.000 SK Hak Atas
Keputusan Tanah/Pengesahan Data
Hak/Pengesahan Data Fisik Yuridis, Berita
Fisik dan Yuridis Acara Pengesahan
Pengumuman Data Fisik
dan Yuridis
055 Penerbitan Sertipikat Ya X X X 10.400 Buku Tanah, Surat Ukur
dan Sertipikat
056 Pelaporan Ya X X X 2.000 Pelaporan kegiatan PTSL
(semua tahapan)
Sub jumlah yang di nihil 14.400 14.400 115.920 Sepanjang dilengkapi
saving bukti/dokumen
pertanggungjawaban

PBT
051 Penyuluhan Ya Ya Ya Ya 14.640 Berita Acara Penyuluhan

052 Biaya Pengukuran


Perlu peningkatan Ya Ya Ya Ya
Kualitas data (53.000 61.500 Rp114.500,00 - Rp53.000,00
K4 ASN) = Rp61.500,00
Optimalisasi :
400 x Rp61.500,00 =
Rp24.600.000,00
Tidak Perlu X 114.500 Optimalisasi :
Peningkatan Kualitas 100 x Rp114.500,00 =
data Rp11.450.000,00
Jumlah yang di Nihil 14.400 14.400 192.060/
saving/Optimalisasi atau
245.060 Saving utk yang perlu
peningkatan kualitas
data Rp192.060,00, yang
tidak perlu peningkatan
kualitas data
Rp245.060,00
-49-

Keterangan:
K1 : Terbit sertipikat (3.500 bidang)
K2 : Data yuridis dan subyek memenuhi syarat namun sengketa
(dicatat/dibukukan dalam buku tanah 750 bidang)
K3.3 : PTSL yang telah selesai dilaksanakan sampai dengan
Pengumpulan Data Fisik, Pengumpulan Data Yuridis, Pemeriksaan
Tanah oleh Panitia dan Pengumuman (500 bidang)
K4 : Bidang tanah sudah bersertipikat 500 bidang
Pembayaran K4 sertipikat yang belum terpetakan dan perlu penambahan
informasi bidang tanah sebesar Rp53.000,00 sisanya sebesar Rp61.500,00
(Rp114.500,00 - Rp53.000,00) dioptimalisasi.

Hasil Optimalisasi DESA “B” sebagai berikut :


Jumlah
Tarif / bidang
K Uraian Bidang Optimalisasi
(Rp)
(Rp)
K1 Terbit sertipikat (3.500 bidang) X X X
K2 Data yuridis dan subjek memenuhi 750 14.400 10.800.000
syarat namun sengketa
(dicatat/dibukukan dalam buku tanah
750 bidang)
K3.3 PTSL yang telah selesai dilaksanakan 500 14.400 7.200.000
sampai dengan Pengumpulan Data
Fisik, Pengumpulan Data Yuridis,
Pemeriksaan Tanah oleh Panitia dan
Pengumuman (500 bidang)

K4 bidang tanah sudah bersertipikat 500


bidang.
Update informasi bidang tanah 400 400 53.000 Digunakan
bidang,
jumlah saving 400 61.500 24.600.000
Tidak memerlukan update informasi 100 114.500 11.450.000
bidang tanah 100 bidang
Jumlah yang dioptimalisasi dari Desa B 54.050.000
-50-

Dari kondisi bidang tanah di Desa B jumlah optimalisasi sebesar


Rp54.050.000,00 dengan rincian sebagai berikut:
a. Untuk status K2 dan K3.3 maka yang dioptimalisasi per bidang
Rp14.400,00/bidang yaitu :
- Penerbitan Surat Keputusan Hak/Pengesahan Data fisik dan Yuridis
sebesar Rp2.000,00/bidang;
- Penerbitan Sertipikat sebesar Rp10.400,00 dan
- Pelaporan sebesar Rp2000,00/bidang.
b. Untuk status K4 yang memerlukan perbaikan informasi bidang tanah
dioptimalisasi sebesar Rp61.500,00/bidang, yang digunakan sebesar
Rp53.000,00/bidang.
c. Untuk status K4 yang tidak memerlukan perbaikan informasi bidang
tanah maka seluruhnya dioptimalisasi yaitu sebesar Rp114.500,00/
bidang
Untuk bidang-bidang yang belum terbit Surat Ukurnya maka biaya yang
belum dapat dipertanggungjawabkan/tidak dapat dibayarkan sebesar
Rp10.400,00/bidang.

VII. REVISI ANGGARAN KEGIATAN PTSL


Revisi anggaran kegiatan PTSL dapat dilakukan dalam rangka :
1. Perubahan volume dan anggaran antar satker dalam hal pagu berubah;
2. Perubahan volume dan anggaran dalam satu satker dalam hal pagu
tetap;
3. Optimalisasi.
Adapun proses revisi selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut :

Kewenangan
Persyaratan
No. Uraian Revisi Kanwil
DJA
PB
1 Perubahan volume a) Surat usulan Revisi Anggaran
dan anggaran antar √ yang dilampiri matriks perubahan
satker dalam hal (semula menjadi);
pagu berubah b) Surat Persetujuan Eselon I dari
pemilik kegiatan:
i. Untuk output PBT Dirjen
-51-

2 Perubahan volume √ Infrastruktur Keagrariaan;


dan anggaran tetap ii. Untuk output SHAT Dirjen
dalam 1 satker Hubungan Hukum

3 Optimalisasi √ Keagrariaan;
c) SPTJM bermaterai yang
ditandatangani oleh KPA,
ditandatangani oleh
Penanggungjawab
Kegiatan/Pimpinan Unit Eselon II;
d) ADK RKA-K/L DIPA Revisi;
e) RKA Satker;
f) Copy DIPA Terakhir; dan/atau
g) Dokumen pendukung terkait
(meliputi: TOR, RAB, Analisa
satuan biaya, Spesifikasi teknis,
dll);
h) Reviu APIP;
i) Persetujuan Eselon I (Khusus
revisi ke Kanwil PB).
(point a s/d h khusus untuk Revisi
Ke DJA )

VIII. PELAPORAN
Pelaporan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap, sebagaimana diatur
dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan
Nasional Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pendaftaran Tanah Sistematis
Lengkap, dilakukan sebagai berikut :
a. Panitia Ajudikasi PTSL menyampaikan laporan secara periodik dan
menyerahkan hasil kegiatan PTSL kepada Kepala Kantor Pertanahan
dalam bentuk Berita Acara Serah Terima berkas dan warkah hasil
kegiatan PTSL yang ditandatangani oleh Ketua Panitia Ajudikasi PTSL,
dimana laporan tersebut didapat secara berkala dari Wakil Ketua Bidang
Fisik dan Wakil Ketua Bidang Yuridis;
b. Kepala Kantor Pertanahan melaporkan hasil Kegiatan PTSL secara
berjenjang kepada Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional
sesuai Berita Acara Serah Terima berkas dan warkah hasil kegiatan
PTSL yang telah ditandatangani oleh Panitia Ajudikasi PTSL dan Kepala
-52-

Kantor Pertanahan, selanjutnya Kepala Kantor Wilayah Badan


Pertanahan Nasional Kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala
Badan Pertanahan Nasional;
c. Laporan kemajuan pelaksanaan kegiatan PTSL dilakukan juga melalui
Sistem Kendali Mutu Pelayanan Pertanahan (SKMPP), yang secara
berkala dilaporkan juga kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala
Badan Pertanahan Nasional c.q. Direktur Jenderal Infrastruktur
Keagrariaan dan Direktur Jenderal Hubungan Hukum Keagrariaan.

Pelaporan pelaksanaan kegiatan PTSL dilaksanakan pada saat:


a. terjadi permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan PTSL; dan
b. PTSL selesai dilaksanakan.

IX. PENUTUP
Demikian Petunjuk Teknis Pelaksanaan Anggaran Pendaftaran Tanah
Sistematis Lengkap ini dikeluarkan, sebagai pengganti Petunjuk Teknis
Nomor 1069/3.1-100/IV/2018 tentang Pelaksanaan Anggaran Pendaftaran
Tanah Sistematis Lengkap Tahun 2018, untuk menjadi Pedoman
Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap di lingkungan
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.
Hal-hal yang belum jelas akan diatur kemudian.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 28 Februari 2019
a.n. MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/
KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL
SEKRETARIS JENDERAL,

HIMAWAN ARIEF SUGOTO


LAMPIRAN PETUNJUK TEKNIS
NOMOR 2/Juknis-100.3.KU.01.01/II/2019
TANGGAL 28 Februari 2019

CONTOH FORMAT DAFTAR NOMINATIF KEGIATAN LAPANG BIAYA NON OPERASIONAL LAINNYA

DAFTAR : BIAYA NON OPERASIONAL LAINNYA


DALAM RANGKA PENYULUHAN / PENGUMPULAN DATA / PENGUKURAN DAN PEMETAAN
BIDANG TANAH / PEMERIKSAAN TANAH / KENDALI MUTU *)
BERDASARKAN : SURAT KEPUTUSAN KEPUTUSAN / SURAT TUGAS KEPALA KANTOR ………………….
NOMOR/TANGGAL : ……………………………..
KODE KEGIATAN, OUTPUT : ……………………………..
AKUN : 521219

NO NAMA JABATAN DALAM TIM GOL. JUMLAH BIDANG SATUAN JUMLAH DITERIMA TANDA TANGAN

1 1
2 2
3 3
4 4
5 5

dst

JUMLAH -

Jakarta, 20xx

Setuju Bayar, Lunas Bayar,


Pejabat Pembuat Komitmen Bendahara Pengeluaran

…………………………. ……………………………..
NIP. …………………………… NIP. ……………………………
Ket : *) Pilih salah satu

CONTOH FORMAT PENGAJUAN HONORARIUM

DAFTAR : DAFTAR PEMBAYARAN HONORARIUM


PANITIA LELANG / PENERIMA HASIL PEKERJAAN / NARASUMBER KEG. PBT PARTISIPASI MASYARAKAT /
SIDANG PANITIA AJUDIKASI PERCEPATAN *
BERDASARKAN : SURAT KEPUTUSAN KEPUTUSAN / SURAT TUGAS KEPALA KANTOR ………………….
NOMOR/TANGGAL : ……………………………..
KODE KEGIATAN, OUTPUT : ……………………………..
AKUN : 521213 / 522151 *)

DITERIMA DITERIMA
NO NAMA JABATAN DALAM TIM GOL. NPWP PAJAK TANDA TANGAN
BRUTO NETTO

1 1
2 2
3 3
4 4
5 5

dst

JUMLAH - - -

Jakarta, 20xx

Setuju Bayar, Lunas Bayar,


Pejabat Pembuat Komitmen Bendahara Pengeluaran

…………………………. ……………………………..
NIP. …………………………… NIP. ……………………………
Ket : *) Pilih salah satu