Anda di halaman 1dari 14

MATERI BAHAN AJAR

VARIASI DAN KOMBINASI GERAK SPESIFIK SENI BELADIRI

Satuan Pendidikan : SMP N 1 TAMBAKREJO KAB. BOJONEGORO


Mata Pelajaran : PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan)
Kelas/Semester : IX / Ganjil
Materi Pokok : Variasi dan Kombinasi Gerak Spesifik Seni Beladiri
Alokasi Waktu : 3 x 40 Menit ( 1 X Pertemuan )
Tujuan : Siswa dapat menemukan kebutuhan belajar yang belum
terpenuhi dan mengetahui macam-macam variasi dan kombinasi gerak spesifik
seni beladiri.

A. Kompetensi Dasar, dan Indikator Pencapaian Kompetensi


INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
(IPK)
3.4 Memahami variasi dan 3.4.1 Menjelaskan variasi dan kombinasi kuda –
kombinasi gerak spesifik seni kuda dengan pukulan
beladiri **) 3.4.2 Menjelaskan variasi dan kombinasi kuda –
kuda, pukulan dengan tendangan
3.4.3 Menjelaskan variasi dan kombinasi kuda –
kuda, langkah dengan tangkisan
3.4.4 Menjelaskan variasi dan kombinasi kuda –
kuda, pukulan , tangkisan, tendangan dan
elakan
4.4 Mempraktikkan variasi dan 4.4.1 Mempraktikkan variasi dan kombinasi gerak
kombinasi gerk spesifik seni spesifik bela diri ( kuda – kuda dengan
beladiri **) pukulan, kuda – kuda, pukulan dengan
tendangan, kuda – kuda langkah dengan
tangkisan, kuda – kuda, pikulan, tangkisan,
tendangan dan elakan )

B. Materi Ajar
A. Pengertian dan Sejarah Pencak Silat
 Pengertian Pencak Silat
Pengertian Pencak silat secara umum adalah merupakan metode bela diri yang diciptakan
untuk mempertahankan diri dari bahaya yang dapat mengancam keselamatan dan
kelangsungan hidup. Sedangkan di dalam kamus bahasa Indonesia, pengertian pencak silat
diartikan sebagai suatu permainan /keahlian dalam mempertahankan diri dengan
kepandaian menangkis, menyerang dan membela diri dengan atau tanpa senjata. Ada juga
yang mengatakan bahwa pencak silat adalah gerak bela diri tingkat tinggi yang disertai
dengan perasaan sehingga penguasaan gerak efektif dan terkendali.

 Sejarah Pencak Silat

Asal mula ilmu bela diri di nusantara ini kemungkinan juga berkembang dari keterampilan
suku-suku asli Indonesia dalam berburu dan berperang dengan menggunakan parang, perisai,
dan tombak, misalnya seperti dalam tradisi suku Nias yang hingga abad ke-20 relatif tidak
tersentuh pengaruh luar.

Silat diperkirakan menyebar di kepulauan nusantara semenjak abad ke-7 masehi, akan tetapi
asal mulanya belum dapat ditentukan secara pasti. Kerajaan-kerajaan besar, seperti Sriwijaya
dan Majapahit disebutkan memiliki pendekar-pendekar besar yang menguasai ilmu bela diri
dan dapat menghimpun prajurit-prajurit yang kemahirannya dalam pembelaan diri dapat
diandalkan.
Pencak silat telah dikenal oleh sebagian besar masyarakat rumpun Melayu dalam berbagai
nama. Di semenanjung Malaysia dan Singapura, silat lebih dikenal dengan nama alirannya
yaitu gayong dan cekak. Di Thailand, pencak silat dikenal dengan nama bersilat, dan di
Filipina selatan dikenal dengan nama pasilat.

Sejarah silat dikisahkan melalui legenda yang beragam dari satu daerah ke daerah lain.
Legenda Minangkabau, silat (bahasa Minangkabau: silek) diciptakan oleh Datuk Suri Diraja
dari Pariangan, Tanah Datar di kaki Gunung Marapi pada abad ke-11. Kemudian silek dibawa
dan dikembangkan oleh para perantau Minang ke seluruh Asia Tenggara. Demikian pula
cerita rakyat mengenai asal mula silat aliran Cimande, yang mengisahkan seorang perempuan
yang mencontoh gerakan pertarungan antara harimau dan monyet.

Silat lalu berkembang dari ilmu beladiri dan seni tari rakyat, menjadi bagian dari pendidikan
bela negara untuk menghadapi penjajah asing. Dalam sejarah perjuangan melawan penjajah
Belanda, tercatat para pendekar yang mengangkat senjata, seperti Panembahan Senopati,
Sultan Agung, Pangeran Diponegoro, Teuku Cik Di Tiro, Teuku Umar, Imam Bonjol, serta
para pendekar wanita, seperti Sabai Nan Aluih, Cut Nyak Dhien, dan Cut Nyak Meutia.

Pada tanggal 18 Mei 1948, terbentuklah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kini IPSI
tercatat sebagai organisasi silat nasional tertua di dunia. Pada 11 Maret 1980, Persatuan
Pencak Silat Antarbangsa (Persilat) didirikan atas prakarsa Eddie M. Nalapraya (Indonesia),
yang saat itu menjabat ketua IPSI. Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari
Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Keempat negara itu termasuk Indonesia,
ditetapkan sebagai pendiri Persilat.

B. Unsur-Unsur Pencak Silat


Berikut ini terdapat beberapa unsur-unsur pencak silat, yakni sebagai berikut:
1. Olahraga
2. Kesenian
3. Bela diri
4. Pendidikan mental kerohanian
5. Persaudaraan menuju persatuan
C. Tujuan Pencak Silat
Berikut ini terdapat beberapa tujuan dari pencak silat, yakni sebagai berikut:

 Sebagai tempat bagi generasi yang memiliki hobi olahraga khususnya beladiri untuk
menyalurkan bakat dan minatnya.
 Membentuk masyarakat “Berjiwa Sehat, Berpikir Cerdas, Berprestasi”.
 Membentuk dan mendidik kader-kader bangsa agar memiliki sikap ksatria, berani membela
kebenaran dan keadilan, disiplin yang tinggi serta tanggung jawab lahir dan batin.
 Mendorong dan menggerakkan masyarakat agar lebih memahami dan menghayati langsung
hakikat dan manfaat olahraga Pencak Silat sebagai kebutuhan hidup.
 Mendidik generasi mudah agar tidak terjerumus pergaulan bebas, pengguna obat terlarang.

D. Perlengkapan dan Gelanggang Pada Pencak Silat


 Perlengkapan Bertanding Pencak Silat
Berikut ini terdapat beberapa perlengkapan dalam bertanding pencak silat, antara lain:

1. Pakaian, menggunakan pakaian pencak silat warna hitam sabuk putih, badge IPSI di
sebelah kiri.
2. Perlindungan badan (body protector) warna hitam sesuai standar IPSI.

3. Pesilat putra menggunakan pelindung kemaluan (genetile protector).

4. Gum shil

5. Perlindungan sendi.

 Gelanggang Bertanding Pencak Silat


Berikut ini terdapat beberapa bagaian gelanggang dalam bertanding pencak silat, antara lain:

1. Gelanggang dapat di lantai dan dilapisi matras setebal 5 cm, ukuran 10 m x 10 m warna
dasar hijau terang dan garis putih setebal 5 cm, bidang berbentuk lingkaran diameter 8
m, lingkaran tengah diameter 3 m.
2. Meja dan kursi pertandingan.
3. Meja dan kursi wasit.
4. Formulir pertandingan dan alat tulis.
5. Jam pertandingan, gong, dan bel.
6. Lampu babak.
7. lampu isyarat berwarna merah,biru, dan kuning.
8. Bendera kecil berwarna merah dan biru.
9. Timbangan
10. Lain-lain sesuai perlengkapan yang dibutuhkan.
E. Teknik Dasar dalam Pencak Silat
Berikut ini terdapat beberapa teknik dasar dalam pencak silat, yakni sebagai berikut:
1. Sikap Kuda-Kuda
Posisi kuda-kuda dalam gerakan pencak silat memiliki peran penting untuk memperkokoh
atau memperkuat posisi badan saat melakukan pertandingan. Posisi ini mempermudah kita
untuk melakukan penyerangan maupun tangkisan yang dilancarkan oleh lawan.

Sikap dasar yang biasa digunakan dalam dunia pencak silat ada tiga sikap, yaitu sikap kuda-
kuda, sikap berdiri tegak, dan sikap kangkang. Untuk sikap kuda-kuda sendiri ada enam
bentuk, yaitu posisi kuda-kuda depan, kuda-kuda belakang, kuda-kuda tengah, kuda kuda
samping, kuda – kuda silang depan, dan kuda – kuda silang.
A. Posisi kuda-kuda depan

 Kuda-kuda depan dibentuk dengan posisi kaki didepan ditekuk dan kaki belakang
lurus.
 Telapak kaki belakang serong ke arah luar.
 Berat badan ditumpukan pada kaki depan.
 Badan tegap dan pandangan kedepan.

B. Posisi kuda-kuda belakang


Posisi kuda-kuda belakang terbentuk dengan menitik beratkan berat badan pada kaki
bagian belakang, yakni :
 Berat badan bertumpu pada kaki belakang.
 Tumit yang dipakai sebagai tumpuan tegak dengan panggul.
 Badan agak condong ke depan.
 Kaki depan di injit.
 Menapak tumit atau ujung kaki.

C. Posisi kuda-kuda tengah

posisi kuda-kuda tengah dibentuk dengan kedua kaki yang ditekuk dan berat badan
dititik beratkan di bagian tengah.

D. Posisi kuda-kuda samping

Posisi kuda-kuda samping terbentuk dengan cara :


 Kaki ditekuk dan kaki yang lain lurus ke samping.
 Berat badan pada kaki yang ditekuk.
 Bahu sejajar atau segaris dengan kaki.
E. Posisi kuda-kuda silang depan

Posisi kuda-kuda silang depan terbentuk dengan :


 Menginjakkan 1 kaki ke depan atau kebelakang kaki yang lain.
 Berat badan ditumpukan pada 1 kaki.
 Kaki yang lain ringan sentuhan dengan ibu atau ujung jari kaki.
F. Posisi kuda-kuda silang belakang

Posisi kuda-kuda silang belakang yaitu posisi :


 Posisi kuda-kuda dengan salah satu kaki berada di belakang dengan keadaan
menyilang.
 Kaki di tumpukan ke belakang.
 Badan tetap lurus agar tidak jatuh saat melakukan gerakan.
2. Sikap Pasang dalam Teknik Dasar Pencak Silat
Dalam dunia persilatan, ada empat macam sikap pasang yang dikenal secara umun,
beberapa sikap pasang pencak silat yaitu sikap pasang satu, sikap pasang dua, sikap
pasang tiga, dan sikap pasang empat.
A. Sikap pasang satu

Sikap pasang satu yakni sikap badan tegak lurus dengan kedua tangan berada di
samping kanan dan kiri badan dalam keadaan siap, sedangkan kedua kaki dalam
posisi dibuka selebar baru yang memungkinkan bergerak setiap saat.

B. Sikap pasang dua

Sikap pasang dua yakni posisi badan dalam keadaan tegak, kedua tangan mengepal
yang diposisikan sejajar dengan pinggang, dan posisi kaki dibuka selebar bahu.
C. Sikap pasang tiga

Posisi badan dalam sikap pasang tiga dalam keadaan tegak lurus, tangan
mengepal diposisikan sejajar mata, dan posisi silang dengan kepalan tangan terbuka,
sedangkan kaki dalam keadaan terbuka selebar bahu.
D. Sikap pasang empat

Posisi tangan dalam sikap pasang empat berada sejajar dengan mata dan posisi tangan
dalam keadaan silang dan kepalan tangan terbuka. Kemudian silangan tangan dibuka
kembali dan kepalan tangan dalam kodisi terbuka.
Untuk posisi kaki dibuka selebar dengan bahu.
3. Berlatih Kuda-kuda dengan Delapan Arah Mata Angin
Dalam berlatih kuda-kuda dengan delapan arah mata angin, gerakan dibagi menjadi dua
bagian, yaitu gerakan pertama sampai ke empat dan gerakan kelima sampai sampai ke
delapan.
Gerakan pertama sampai keempat dengan menggunakan kuda-kuda samping :
 Kaki kiri di depan, kaki kanan di belakang.
 Posisi badan dalam keadaan lurus.
 Kaki kiri di depan, kaki kanan di belakang.
 Posisi badan dalam keadaan serong ke kiri dan begitu juga sebaliknya.
Untuk gerakkan kelima sampai kedelapan dengan memposisikan :
 Kaki kanan di depan dan kaki kiri di belakang.
 Posisi badan agak sedikit condong dalam posisi kaki kiri di luruskan dan kaki kanan
ditekukkan dan begitu juga kebalikannya.
4. Pola Langkah dalam Teknik Dasar Pencak Silat

1. Pola langkah lurus


Pola langkah lurus merupakan pola gerakan pencak silat yang membentuk garis lurus,
baik gerakan maju maupun mundur. Gerakan dimulai dari posisi kuda-kuda tengah.
2. Pola langkah zig-zag
Pola langkah zig-zag yaitu gerak langkah dalam pencak silat yang membentuk pola zig-
zag seperti gergaji. Pola langkah zig-zag dimulai dari sikap pasang dengan pola langkah
menyerong.
3. Pola langkah huruf U atau lamda
Pola langkah huruf U atau lamba dimulai dari sikap awal tegak. Langkah-langkah
geraknya sebagai berikut :
 Gerakkan kaki kanan ke samping kanan.
 Kaki kiri mengikuti kaki kanan dan menutup atau merapat.
 Kemudian kaki kiri maju.
 Kaki kiri di tari lagi kemudian bergerak ke samping kiri.
 kaki kanan ditarik dan dirapatkan ke kaki kiri.
 Kemudian kaki kiri dilangkahkan kedepan.
 Kaki kanan ditarik kembali, merapat seperti sikap awal.

4. Pola langkah segi tiga


Pelaksanaan pola langkah segi tiga dimulai dari titik 0, langkah-langkahnya yaitu :
 Geser kaki kanan ke titik 1.
 Ikuti kaki kiri ke titik 2,.
 Lanjutkan ke titik 4.
 Lanjutkan juga ke titik 4 dan 5(berat badan di titik 5).
 Tarik kaki kanan ke titik 6.
 Kaki kanan ke titik 7 dengan kuda-kuda depan.
 Tarik kaki kanan ke posisi awal.
5. Pola langkah segi empat
Untuk lekukan gerakan pola langkah segi empat bisa dilakukan dengan
mengkobinasikan kuda-kuda tengah, samping, dan belakang.
6. Pola langkah huruf S
Pola langkah huruf S dilakukan dengan cara :
 Badan berdiri dengan posisi titik menghadap sesuai dengan arah yang di tunjukkan.
 Geser kaki kanan ke arah berat badan di kaki kanan degan mengikuti kaki kiri.
 Kaki kiri ke titik 3.
 Berat badan di kaki kiri.
 Cabut kaki kanan lewati kaki kiri sampai di titik 4.
 Kaki kanan yang di titik 4 di titik 5 putar di tempat.
 Kaki kiri yang ada di titik 3 jinjit.
 Gugus kaki kiri lewat tanda panah dengan jalur titik 6 sampai di titik.
5. Pukulan dalam Teknik Dasar Pencak Silat
a. Pukulan lurus

Pukulan lurus dilakukan dengan memukulkan tangan lurus ke depan mengincar dada
lawan, sedangkan tangan yang satunya menutupi titik poin yaitu dari perut ke atas.
b. Pukulan bandul

Pukulan bandul dilakukan dengan cara mengayunkan pukulan ke ulu hati lawan untuk
menjatuhkanya, sedangkan tangan yang satunya menutupi badan kita.
c. Pukulan tegak
Pukulan tegak ditujukan pada titik bahu kiri lawan (menggunakan tangan kanan atau
sebaliknya).
d. Pukulan melingkar

Pukulan melingkar adalah pukulan tangan yang ditujukan pada pinggang lawan.
6. Tendangan dalam Teknik Dasar Pencak Silat
a. Tendangan lurus ke depan, yakni tendangan yang dilakukan dengan menghentakkan
telapak kaki kita sejajar dengan bahu lawan.

b. Tendangan melingkar adalah tendangan yang dilakukan dengan menghentakkan


punggung kaki terhadap lawan.

c. Tendangan berbentuk huruf “T”, dilakukan dengan menendangkan kaki kita kearah
samping (posisi badan disesuaikan) ke arah lawan dengan menggunakan hentakan
telapak kaki.
d. Tendangan samping, yaitu dilakukan dengan menendang lawan menggunakan punggung
kaki kita.

7. Tangkisan dalam Teknik Dasar Pencak Silat


a. Tangkisan dalam, merupakan teknik yang dilakukan dengan membuat tangkisan
(pertahanan) dari luar ke dalam dengan posisi sejajar dengan bahu.

b. Tangkisan luar, teknik ini dilakukan dengan cara membuat tangkisan (pertahanan) tangan
dari dalam ke luar sejajar dengan bahu.

c. Tangkisan atas, dilakukkan dengan membuat tangkisan (pertahanan) tangan dari bawah
ke atas, tangkisan ini berfungsi melindungi kepala kita dari serangan lawan.
d. Tangkisan bawah, dilakukan untuk menghalau serangan lawan dengan cara membuat
tangkisan dari atas ke bawah.

F. Variasi dan Gabungan Teknik Pencak Silat


Berikut ini terdapat beberapa bagian dalam variasi dan gabungan teknik pencak silat, antara lain:
1. variasi dan kombinasi kuda – kuda dengan pukulan
a. Persiapan
Berdiri posisi awal, kedua lengan mengepal di depan dada dan kedua telapak kaki
membentuk sudut 90°.
b. Pelaksananan
1. Rendahkan kedua lutut ke samping bersamaan kedua lengan dipukulkan ke depan.
2. Langkahkan kaki kanan ke samping bersamaan lengan kanan menyikut ke samping,
lakukan dengan gerakan yang sama ke samping kiri.

2. variasi dan kombinasi kuda – kuda, pukulan dengan tendangan


a. Persiapan
Berdiri posisi awal, kedua lengan mengepal di depan dada, kedua tumit dirapatkan, dan
ujung-ujung jari kaki membentuk sudut 90°.
b. Pelaksananan
1. Kaki kanan dilangkahkan ke kanan bersamaan dengan memukulkan tangan kanan,
lengan lurus ke depan, disikukan ke belakang dan kembali dipukul ke depan.
2. Lakukan tendangan dan tangkisan menggunakan kaki kanan.
3. Kembali pada posisi awal.
3. variasi dan kombinasi kuda – kuda, langkah dengan tangkisan
1. Tangkisan luar
2. Tangkisan dalam
3. Tangkisan atas
4. Tangkisan bawah
5. Tangkisan siku dalam

Variasi gerak dasar tangkisan satu tangan dengan siku, langkah, dan kuda-kuda
Berikut adalah gambar dari variasi tangkisan menggunakan siku:

4. variasi dan kombinasi kuda – kuda, pukulan , tangkisan, tendangan dan elakan
a. Individual
Melakukan gerak rangkai, teknik dasar tangkisan, langkah, dan kudakuda secara
berpasangan atau kelompok dengan koordinasi yang baik
b. Secara berpasangan
 Persiapan
1. Berdiri saling berhadapan
2. Berdiri posisi awal kedua tumit dirapatkan dan ujung-ujung jari kaki membentuk
sudut 90° dan kedua tangan mengepal depan dada.

 Pelaksananan
1. Orang pertama melakukan tendangan depan dan yang lainnya melakukan
tangkisan tutup depan.
2. Lakukan tendangan dan tangkisan menggunakan kaki kanan dan kiri (bergantian).