Anda di halaman 1dari 25

BAB I

SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA

Pertemuan Pertama
Tujuan Pembelajaran:
1. Siswa dapat mengidentifikasikan organ-organ penyusun sistem ekskresi pada manusia
2. Siswa dapat memahami fungsi organ-organ ekskresi pada manusia

Ekskresi merupakan salah satu proses pengeluaran zat dari tubuh. Jadi Ekskresi adalah proses
pengeluaran sisa metabolisme tubuh. Zat tersebut diserap dan diangkut oleh darah dan dikeluarkan
bersama urine, keringat dan pernapasan.
Sistem ekskresi pada manusia melibatkan alat-alat ekskresi yaitu ginjal, kulit, paru-paru, dan
hati. Ginjal mengeluarkan urine, kulit mengeluarkan keringat, paru-paru mengeluarkan
karbondioksida, dan hati mengeluarkan zat warna empedu.

A. Alat Ekskresi pada Manusia

1. Ginjal
Ginjal manusia bentuknya seperti biji kacang merah. Terletak di dalam rongga perut bagian
belakang, di sebelah kanan kiri tulang pinggang, sehingga sering disebut buah pinggang.

Gambar 1.1 Letak ginjal di dalam rongga perut bagian belakang di sebelah kanan kiri tulang
pinggang

Apabila sebuah ginjal dipotong secara melintang maka akan tampak tiga lapisan. Bagian luar
disebut korteks atau kulit ginjal, di bawahnya ada medula atau sumsum ginjal dan di bagian
dalam berupa rongga yang disebut pelvis renalis atau rongga ginjal (lihat Gambar 1.2).
kulit ginjal

sumsum ginjal

rongga ginjal

vena

arteri

ureter

Gambar 1.2 Potongan melintang ginjal


Tubulus kontortus Tubulus Tubulus
Arteri renalis proksimal kontortus kolektivus
distal

glomerulus

Simpai bowman
kapiler

lengkung
Vena henle
renalis

Gambar 1.3 Nefron adalah satuan struktural dan fungsional ginjal


Pada bagian korteks atau kulit ginjal terdapat glomerulus dan simpai Bowman. Glomerulus
dan simpai Bowman membentuk kesatuan yang disebut Badan Malpighi. Pada bagian inilah
proses penyaringan darah dimulai. Badan malpighi merupakan awal dari nefron. Nefron adalah
satuan struktural dan fungsional ginjal (lihat Gambar 1.3). Tiap ginjal tersusun oleh kira-kira 1
juta nefron. Dari badan Malpighi terbentuk saluran yang menuju bagian medula (sumsum ginjal).
Medula (sumsum ginjal) tersusun atas saluran-saluran yang merupakan kelanjutan badan malphigi
dan saluran yang ada di bagian korteks. Pelvis renalis atau rongga ginjal berupa rongga yang
berfungsi sebagai penampung urine sementara sebelum dikeluarkan melalui ureter.
Fungsi ginjal adalah menyaring darah sehingga dihasilkan urine, melalui tiga tahapan.
Tiga tahap pembentukan urine tersebut adalah:
1) Filtrasi (Penyaringan)
Darah dari aorta melalui arteri ginjal menuju ke badan malphigi. Di bagian glomerulus darah
disaring.. Zat berupa urea, glukosa, air, ion-ion anorganik (natrium kalium, kalsium, dan klor)
disaring & ditampung oleh simpai Bowman. Darah dan protein tetap tinggal di dalam kapiler
darah karena tidak dapat menembus pori–pori glomerulus. Hasil penyaringan itu disebut urine
primer (filtrat glomerulus).
2) Reabsorbsi (Penyerapan Kembali)
Dari kapsul Bowman urine primer menuju ke tubulus kontortus proksimal. Dalam
perjalanannya terjadi reabsorpsi zat yang masih berguna bagi tubuh seperti glukosa, air, asam
amino. Setelah direabsorpsi kadar urea dalam tubulus semakin tinggi, sehingga terbentuklah
urine sekunder (filtrat tubulus).
3) Augmentasi (Pengeluaran zat)
Urine sekunder dari tubulus kontortus proksimal menuju ke tubulus distal. Disini melalui
pembuluh kapiler darah melepaskan zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh kedalam urine
sekunder. Selain itu juga terjadi penyerapan air. Selanjutnya, terbentuklah urine
sesungguhnya. Yang kemudian disalurkan ke rongga ginjal. Urine yang sudah terbentuk dan
terkumpul di rongga ginjal dibuang keluar tubuh melalui ureter, kandung kemih dan uretra.
Secara garis besar, proses pembentukkan urine dapat dilihat pada skema berikut ini:
Glomerulus (filtrasi) tubulus kontortus proksimal (reabsorpsi) tubulus kontortus distal
(augmentasi) tubulus kolektivus rongga ginjal ureter kandung kemih
uretra urine keluar tubuh.

2. Kulit
Pada permukaan kulit terdapat kelenjar keringat yang mengekskresikan zat-zat sisa. Zat-zat
sisa yang dikeluarkan melalui pori-pori kulit berupa keringat. Keringat tersusun dari air dan
garam-garam mineral terutama garam dapur (NaCl) yang merupakan hasil metabolisme protein.
Kulit terdiri atas tiga lapisan yaitu epidermis, dermis dan jaringan ikat bawah kulit.
1. Epidermis (Kulit Ari)
Epidermis tersusun oleh sejumlah lapisan sel yang pada dasarnya terdiri atas dua lapisan yaitu:
a. Lapisan tanduk
Merupakan lapisan epidermis paling luar. Pada lapisan ini tidak terdapat pembuluh darah
dan serabut saraf, karena merupakan sel-sel mati dan selalu mengelupas.
b. Lapisan malpighi
Lapisan ini terdapat di bawah lapisan tanduk. Sel-selnya terdapat pigmen yang menentukan
warna kulit.

2
2. Dermis (Kulit Jangat)
Merupakan lapisan kulit di bawah epidermis, di dalam lapisan ini terdapat beberapa jaringan
yaitu:
a. Kelenjar keringat, yang berfungsi untuk menghasilkan keringat. Keringat tersebut bermuara
pada pori-pori kulit.
b. Kelenjar minyak, yang berfungsi untuk menghasilkan minyak guna menjaga rambut tidak
kering. Kelenjar ini letaknya dekat akar rambut.
c. Pembuluh darah, yang berfungsi untuk mengedarkan darah ke semua sel atau jaringan
termasuk akar rambut.
d. Ujung-ujung saraf. Ujung saraf yang terdapat pada lapisan ini adalah ujung saraf perasa dan
peraba.
3. Jaringan Ikat Bawah Kulit
Di bagian ini terdapat jaringan lemak (adiposa). Fungsinya antara lain untuk penahan suhu
tubuh dan cadangan makanan.
Permukaan kulit
Kulit luar (epidermis) Organ Meissner

Kulit jangat (dermis) Jaringan ikat

Jaringan lemak
Korpus Ruffini
Organ Pacini
Saraf
Kelenjar keringat
Pembuluh darah
Gambar 1.4 Struktur anatomi kulit
Dengan adanya berbagai jaringan yang terdapat di dalamnya, maka kulit dapat berfungsi sebagai:
1. Indra peraba
2. Pelindung tubuh terhadap luka dan kuman
3. Tempat pembentukan vitamin D dari provitamin D dengan bantuan sinar ultraviolet cahaya
matahari
4. Penyimpan kelebihan lemak
5. Pengatur suhu tubuh.

3. Hati
Hati merupakan kelenjar terbesar pada manusia, warnanya merah tua, dan beratnya sekitar 2
kg pada orang dewasa. Hati dapat dikatakan sebagai alat sekresi dan ekskresi. Mengapa hati dapat
dikatakan sebagai alat sekresi? Hati menghasilkan empedu. Oleh karena itu, hati sebagai alat
sekresi. Hati dikatakan sebagai alat ekskresi karena empedu yang dikeluarkan mengandung zat
sisa yang berasal dari sel darah merah yang rusak dan dihancurkan di dalam limpa.
Di dalam hati, sel-sel darah merah akan dipecah menjadi hemin dan globin. Hemin akan
diubah menjadi zat warna empedu, yaitu bilirubin dan biliverdin. Zat warna empedu keluar
bersama feses dan urine, dan akan memberi warna pada feses dan urine manjadi berwarna kuning.
Selain berfungsi sebagai alat pengeluaran, hati juga mempunyai fungsi lain yang berguna bagi
tubuh antara lain:
 menyimpan gula dalam bentuk glikogen
 menawarkan racun
 membuat vitamin A yang berasal dari provitamin A
 mengatur kadar gula dalam darah
 membuat fibrinogen serta protombin
 menghasilkan zat warna empedu
 tempat pembentukan urea.

4. Paru-paru
Paru-paru adalah organ yang bertindak sebagai alat pernapasan. Selain itu paru-paru juga
bertindak sebagai alat ekskresi dengan mengeluarkan karbondioksida dan uap air. Kedua zat ini
harus dikeluarkan supaya tidak mengganggu fungsi tubuh. Paru-paru terletak di dalam rongga
dada dan bagian bawahnya menempel pada diafragma.

3
Pertemuan kedua
Tujuan pembelajaran:
1. Mendata contoh kelaianan dan penyakit pada sistem ekskresi yang biasa dijumpai dalam
kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya.
2. Menyadari pentingnya menjaga kesehatan organ sistem ekskresi.

Kelainan dan Penyakit pada Sistem Ekskresi


1. Gangguan pada ginjal
1) Gagal Ginjal
Gagal ginjal adalah kelainan ginjal yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya (sebagai alat
penyaring darah). Disebabkan oleh keracunan dan infeksi oleh bakteri. Ada dua macam
gagal ginjal yaitu gagal ginjal yang bersifat sementara dan gagal ginjal tetap. Penderita gagal
ginjal sementara dapat ditolong dengan cuci darah secara berkala. Penderita gagal ginjal
tetap dapat ditolong dengan mencangkok ginjal.
2) Batu Ginjal
Batu ginjal terjadi karena adanya endapan garam kalsium dalam ginjal sehingga
menghambat keluarnya urine dan menimbulkan nyeri. Bagaimana cara mengatasi penyakit
ini? Penyakit ini dapat diatasi dengan pembedahan dan sinar laser. Tujuan dari pembedahan
untuk membuang endapan garam kalium. Tujuan menggunakan sinar laser untuk
memecahkan endapan garam kalsium.
3) Nefritis/Radang ginjal
Nefritis adalah peradangan pada nefron terutama glomerulus. Penyebabnya adalah infeksi
bakteri Streptococcus. Penderita nefritis bisa disembuhkan dengan cangkokan ginjal atau
cuci darah secara rutin. Cuci darah biasanya dilakukan sampai penderita mendapatkan
donor ginjal yang memiliki kesesuaian jaringan dengan organ penderita.
4) Diabetes Insipidus
Diabetes insipidus adalah suatu penyakit yang penderitanya mengeluarkan urine terlalu
banyak. Penyebab penyakit ini adalah kekurangan hormon ADH (Anti Diuretic Hormone),
yaitu hormon yang mempengaruhi proses reabsorbsi cairan pada ginjal.agar tidak
mengalami dehidrasi (kekurangan cairan) fatal, penderita harus banyak minum air segar
untuk menggantikan hilangnya air dari tubuh.
5) Diabetes melitus/kencing manis
Penyebabnya adalah kekurangan hormon insulin sehingga kadar gula dalam darah
meningkat. Cara pengobatannya dengan memberikan suntikan insulin secara teratur.
6) Albuminuria
Penyakit karena terjadinya kerusakan pada alat filtrasi dalam ginjal sehingga ditemukannya
albumin dan protein dalam urine. Penyebabnya karena luka pada membran glomerulus
sebagai akibat penyakit, kenaikan tekanan darah, dan iritasi sel-sel ginjal oleh zat-zat.
7) Hematuria
Keberadaan sel-sel darah merah didalam urine. Penyebabnya adalah radang organ-organ
sistem urin karena penyakit atau iritasi oleh batu ginjal.
8) Anuria
Kegagalan ginjal menghasilkan urine.disebabkan oleh kurangnya tekanan untuk melakukan
filtrasi/radang glomerulus, sehingga plasma darah tidak bisa masuk ke dalam glomerulus.

2. Gangguan pada kulit


1) Biduran
Biduran disebabkan oleh udara dingin, alergi makanan, dan alergi bahan kimia. Biduran
ditandai dengan timbulnya bentol-bentol yang tidak beraturan dan terasa gatal. Pengobatan
dapat dilakukan dengan menggunakan resep obat yang diberikan oleh dokter.
2) Ringworm
Ringworm adalah sejenis jamur yang menginfeksi kulit. Infeksi ini ditandai dengan
timbulnya bercak lingkaran di kulit. Pencegahan penyakit ini dilakukan dengan menjaga
agar kulit tetap kering dan tidak lembab. Pengobatannya dilakukan dengan mengkonsumsi
obat anti jamur.
3) Psoriasis
Psoriasis belum dapat disembuhkan secara total, tetapi pengobatan teratur dapat menekan
gejala menjadi tidak nampak. Gejala yang ditimbulkannya adalah kulit kemerahan yang
dapat terjadi di kulit kepala, sikut, punggung, dan lutut. Apa penyebab psoriasis?
Penyebabnya adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Ada dua tipe sel darah putih
yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh kita, yaitu sel limfosit T dan limfosit B. Pada

4
psoriaris terjadi aktivasi limfosit T yang tidak normal di kulit. Ini menyebabkan kulit
menjadi meradang secara berlebihan.
4) Kanker kulit
Penyakit kanker kulit disebabkan oleh penerimaan sinar matahari yang berlebihan. Penyakit
ini lebih sering menyerang orang yang berkulit putih atau terang, karena warna kulit tersebut
lebih sensitif terhadap sinar matahari. Pencegahan dapat dilakukan dengan tabir surya atau
menghindari kontak dengan sinar matahari yang terlalu banyak.

3. Gangguan pada hati


Penyakit hati bisa disebabkan oleh infeksi virus, tidak bekerjanya hati dan empedu.
1) Hepatitis
Hepatitis adalah radang hati yang disebabkan oleh virus. Virus hepatitis ada beberapa
macam, misalnya virus hepatitis A dan hepatitis B. Hepatitis yang disebabkan oleh virus
hepatitis B lebih berbahaya daripada hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis A.
Pencegahannya dengan melakukan vaksinasi.
2) Penyakit kuning
Penyakit kuning disebabkan oleh tersumbatnya saluran empedu yang mengakibatkan cairan
empedu tidak dapat dialirkan ke dalam usus dua belas jari, sehingga masuk ke dalam darah
dan warna darah menjadi kuning.
3) Sirosis
Dapat menyebabkan guratan pada hati sehingga hati menjadi tidak berfungsi. Sirosis dapat
menimbulkan komplikasi seperti mengumpulnya cairan dalam perut, pandarahan yang tidak
normaldan meningkatnya tekanan pembuluh darah yang menuju ke hati.

4. Gangguan pada paru-paru


1) Asma/sesak napas
Disebabkan oleh bronkospasme. Asma merupakan penyempitan saluran pernapasan utama
pada paru-paru. Gejala penyakit ini ditandai dengan susah untuk bernapas atau sesak napas.
Penyakit ini tidak menular dan bersifat menurun.
2) Tuberculosis (TBC)
TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Sebagian
besar orang yang terinfeksi oleh bakteri tuberculosis menderita TBC tanpa mengalami
gejala, hal ini disebut latent tuberculosis. Apabila penderita latent tuberculosis tidak
menerima pengobatan maka akan berkembang manjadi active tuberculosis. Active
tuberculosis adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh tidak mampu untuk melawan
bakteri tuberculosis yang terdapat dalam tubuh, sehingga menimbulkan infeksi terutama
pada bagian paru-paru. TBC dapat di atasi dengan terapi. Terapi TBC yang dapat dilakukan
adalah sebagai berikut:
1) Pengguna vaksin BCG (Bacille Calmette-Guerin). Vaksin BCG diberikan mulai dari bayi.
2) Pengobatan pada pasien latent tuberculosis.
3) Pengobatan pada active tuberculosis dengan menggunakan antibiotik selama kurang lebih
6 bulan tidak boleh putus.
3) Pneumonia
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur yang menginfeksi paru-paru
khususnya di alveolus. Penyakit ini menyebabkan oksigen susah masuk karena alveolus
dipenuhi oleh cairan.
4) Kanker paru-paru
Disebabkan olek kebiasaan merokok, menghirup debu asbes, kromium dan radiasi ionisasi.
5) Emphysema
Penyakit pembengkakan paru-paru karena pembuluh darah di paru-paru terisi udara.

5
BAB 2
SISTEM REPRODUKSI PADA MANUSIA

Pertemuan pertama
KD : mendeskripsikan sistem reproduksi dan penyakit yang berhubungan dengan sistem
reproduksi.
Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat menyebutkan macam organ penyusun sistem reproduksi pada manusia.
2. Siswa dapat mengidentifikasikan dan memahami fungsi bagian-bagian alat reproduksi
pada manusia.
Reproduksi adalah cara makhluk hidup untuk menghasilkan individu baru yang memiliki
sifat yang sama dengan induknya. Sistem reproduksi pada manusia akan mulai berfungsi ketika
seseorang mencapai kedewasaan (pubertas) atau masa akil balik.
A. Organ-organ Penyusun Sistem Reproduksi Manusia
1. Sistem Reproduksi Pria
Organ reproduksi pada pria berfungsi untuk menghasilkan sperma.
Organ-organ yang menyusun sistem reproduksi pada pria terdiri atas:
a. Testis (buah zakar)
Jumlah 1 pasang, terdapat dalam kantong pelindung yang disebut skrotum dan terletak
di luar dan di bawah rongga pelvis. Testis berfungsi menghasilkan sel kelamin jantan
(spermatozoa) dan hormon testosteron. Hormon testosteron berfungsi untuk
menimbulkan tanda-tanda kelamin sekunder pada pria, di antaranya: tumbuhnya kumis,
suara membesar, dada tumbuh bidang dan lain-lain. Testis terdiri atas saluran-saluran
tubulus seminiferus. Saluran ini sebagai tempat untuk pembentukan sperma.
b. Skrotum
Merupakan kantong kulit pelindung testis dan berfungsi mengatur suhu testis agar
sesuai dengan kehidupan sperma.
c. Saluran reproduksi
Saluran reproduksi pada pria terdiri atas:
1) Epididimis, merupakan tempat pematangan dan penyimpanan sperma.
2)Vas deferens (saluran sperma), merupakan kelanjutan dari saluran epididimis,
berfungsi menyalurkan sperma dari epididimis ke kantong sperma.
3) Saluran ejakulasi, berfungsi menyalurkan sperma matang dari vesikula seminalis ke
uretra.
4) Uretra, berfungsi untuk menyalurkan sperma keluar dan merupakan saluran urine dari
kandung kemih menuju ke luar. Saluran ini memanjang hingga ke penis.
e. Penis
Merupakan alat kelamin luar, berfungsi untuk alat kopulasi, yaitu untuk memasukkan
sperma ke dalam saluran reproduksi pada wanita.
f. Kelenjar yang terdapat pada pria
1) Vesikula seminalis/kantong sperma
Berfungsi untuk menampung sperma. Dindingnya menghasilkan zat makanan bagi sel
sperma.
2) Kelenjar prostat
Merupakan kelenjar penghasil cairan semen untuk memberi nutrisi dan mempermudah
gerak sperma. Sel sperma bersama cairan dari kelenjar-kelenjar (kelenjar prostat,
cowper, dan vesikula seminalis) dikenal dengan semen/air mani.
3) Kelenjar bulbourethralis/cowper
Kelenjar ini terdapat di sepanjang uretra, berfungsi mensekresi cairan lendir bening
yang menetralkan cairan urine yang bersifat asam yang tertinggal pada uretra. Dan
berfungsi sebagai pelumas pada saat koitus(persetubuhan).

Saluran ejakulasi

kandung kemih vas deferens

Kelenjar prostat
Penis
Kelenjar cowper
epididimis
Skrotum Testis Uretra
Vesikula Seminalis Gambar 2.1 Sistem reproduksi pada pria

6
2. Sistem Reproduksi Wanita
Organ yang menyusun sistem reproduksi pada wanita terdiri atas:
a. Ovarium (indung telur)
Jumlahnya 1 pasang, terletak di dalam rongga perut, berfungsi untuk pembentukan sel telur
dan menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Pembentukan sel telur terjadi melalui
pembentukan folikel. Hormon estrogen berfungsi untuk menimbulkan tanda-tanda kelamin
sekunder pada wanita, di antaranya: payudara membesar, suara semakin tinggi, kulit
semakin halus, panggul membesar dan lain-lain.
b. Saluran reproduksi, terdiri atas:
1) 1 pasang corong infundibulum/fimbria, berfungsi untuk menangkap sel telur dari
ovarium.
2) 1 pasang tuba falopii atau oviduk, merupakan saluran telur, berfungsi sebagai tempat
terjadinya fertilisasi (pembuahan) dan sebagai jalannya ovum dari ovarium menuju
uterus.
3) Uterus (rahim), berfungsi sebagai tempat perkembangan dan pertumbuhan janin.
Rahim terdiri atas 3 lapisan, yaitu:
☯Lapisan parametrium, merupakan lapisan paling luar dan yang berhubungan dengan
rongga perut.
☯Lapisan miometrium merupakan lapisan yang berfungsi mendorong bayi keluar pada
proses persalinan (kontraksi).
☯Lapisan endometrium merupakan lapisan dalam rahim tempat menempelnya sel telur
yang sudah dibuahi. Lapisan ini terdiri atas lapisan kelenjar yang berisi pembuluh
darah
4) Serviks/leher rahim merupakan bagian dasar rahim yang menyempit.
5) Vagina, organ untuk kopulasi dan melahirkan.
6) Alat kelamin luar, umumnya dinamakan vulva, terdiri atas labia mayora, labia minora dan
klitoris.
indung telur tuba fallopi

infundibulum/fimbria
Rahim vagina telur yang berkembang
Serviks
Gambar 2.2 Sistem reproduksi pada wanita
B. Proses Pembentukkan Sel Kelamin (gamet)
Proses pembentukan dan pemasakan sel kelamin (gamet) disebut gametogenesis. Proses
pembentukan dan pemasakan sperma disebut spermatogenis. Sedangkan proses pembentukan
dan pemasakan sel kelamin wanita disebut oogenesis.
a. Spermatogenesis
Spermatogenesis berlangsung didalam testis. Proses pembentukan spermatozoa (sel
sperma) dipengaruhi oleh kerja beberapa hormon. Aktifnya hormon-hormon tersebut
dipengaruhi oleh kelenjar hipofisis. Spermatogenis terjadi di tubulus seminiferus testis.
Dalam tubulus tersebut terdapat sel sperma, yang disebut spermatogonium. Spermatogonium
kemudian membelah secara mitosis menghasilkan spermatogonium yang haploid.
Spermatogonium ini kemudian membesar membentuk spermatosit primer. Spermatosit
primer seterusnya akan membelah secara meiosis I untuk menghasilkan dua spermatosit
sekunder yang haploid. Kemudian setiap spermatosit sekunder akan membelah secara
meiosis II untuk menghasilkan dua spermatid yang hapolid. Sel-sel spermatid akan
berdiferensiasi menjadi spermatozoa atau sperma.
(n) (n)
(n) D
I
(2n) (2n) M M F
E E E
I I R
O O E
S S N
Spermatosit I I S
Spermatogonium S I
primer S
II A
I Spermatosit S
I
Sekunder
Spermatid sperma
Gambar 2.3 Skema spermatogenesis

7
b. Oogenesis
Pembentukan ovum diawali dengan pembelahan mitosis lapisan luar ovarium untuk
membentuk oogonium yang diploid. Tahukah kamu bahwa setiap oogonium dilapisi oleh
sel folikel? Keseluruhan struktur ini disebut folikel primer. Ketika folikel tumbuh, oosit
primer membelah secara meiosis I menghasilkan satu oosit sekunder dan badan kutub.
Oosit sekunder kemudian berkembang menjadi ovum haploid yang siap untuk dibuahi oleh
sperma.

M M
Ovum (n)
E E
I Oosit sekunder (n) I
O O
S S Badan kutub (n)
I I
Oogonium (n) Oosit primer (n) S S
I II
Badan kutub (n)
Badan kutub (n)

Badan kutub (n)


Gambar 2.5 Skema Oogenesis
Ovum yang telah masak, siap dikeluarkan oleh wanita pada masa puber. Keluarnya ovum
dari ovarium disebut ovulasi. Ketika dikeluarkan ovum, akan ditangkap oleh fimbriayang terdapat
pada ujung oviduk dan dimasukkan dalam uterus melalui oviduk.
Bersamaan dengan keluarnya ovum dari ovarium, dinding rahim akan menebal untuk
persiapan perkembangan janin. Akan tetapi, dinding rahim dan ovum akan meluruh dan diikuti
pendarahan apabila tidak terjadi pembuahan. Peristiwa ini dikenal dengan menstruasi. Menstruasi
yang terjadi secara teratur setiap bulan membentuk suatu siklus. Pada umumnya siklus menstruasi
berlangsung selama 28 hari. Siklus tersebut terdiri atas 4 fase, yi sbb:
1) Fase menstruasi, terjadi pada hari ke-1 hingga ke-5 dari siklus mentruasi. Pada fase ini
dinding rahim yang semula menebal akan meluruh yang disertai pendarahan.
2) Fase reparasi, terjadi pada hari ke 6-10. Fase ini merupakan tahap penyembuhan
pembuluh-pembuluh darah yang pecah pada saat terjadinya menstruasi. FSH (Follike
Stimulating Hormon) mulai diproduksi guna memacu pematangan ovum di ovarium. Pada
saat yang sama estrogen juga dihasilkan untuk memacu penebalan dinding rahim.
3) Fase proliferasi, terjadi pada hari ke 11-17 setelah hari pertama menstruasi. Fase ini
dikenal dengan masa subur. Karena pada fase tersebut terjadi pelepasan ovum dari
ovarium. Ovum dapat bertahan hidup selama 24-28 jam dan berjalan disepanjang oviduk
menuju ke uterus. Pada saat ini hormon Lutein (LH) diproduksi oleh hipofisis.
4) Fase Sekresi, terjadi pada hari ke 18-28 setelah menstruasi. Pada fase ini terjadi penebalan
dinding rahim karena aktivitas progesteron. Apabila terjadi pembuahan, produksi
progesteron & estrogen dilanjutkan. Hormon-hormon ini berperan dalam proses
implantasi embrio. Produksi progesteron dihentikan jika tidak terjadi pembuahan.
C. Fertilisasi dan Perkembangan Embrio
Pembuahan atau fertilisasi merupakan peristiwa meleburnya sel sperma dan ovum. Jika sel
telur pada ovarium telah masak, akan dilepaskan dari ovarium. Pelepasan telur dari ovarium
disebut ovulasi. Setelah ovulasi sel telur ditangkap oleh infundibulum dan segera menuju ke
saluran fallopi, di saluran inilah terjadi pembuahan. Setelah terjadi peleburan akan terbentuk
zigot. Zigot membelah secara mitosis menjadi 2, 4, 8, 16, dstnya. Pada saat 32 sel disebut
morula. Didalam morula terdapat rongga yang disebut blastosoel yang berisi cairan yang
dikeluarkan oleh tuba fallopi. Bentuk ini kemudian disebut blastosit. Lapisan terluar blastosit
disebut tropoblas yang berfungsi untuk menyerap makanan dan merupakan calon tembuni
atau ari-ari (plasenta). Sementara itu, massa didalamnya disebut simpul embrio yang
merupakan calon janin. Blastosit ini bergerak menuju uterus untuk mengadakan implantasi
(pelekatan dengan dinding uterus). Plasenta dan tali pusat merupakan penghubung antara
embrio dengan ibu, fungsinya untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu ke embrio
dan menyalurkan zat sisa dari embrio ke darah ibu. Di dalam rahim, embrio berada di dalam
amnion. Amnion adalah kantong yang berfungsi untuk melindungi embrio dari benturan.
Amnion berisi cairan yang disebut cairan amnion atau air ketuban. Bila bayi sudah berumur
kira-kira 9 bulan dan siap dilahirkan maka otot-otot pada rahim berkontraksi secara teratur

8
dan mendorong bayi keluar dari rahim melalui vagina. Hormon estrogen dan progesteron
merangsang pertumbuhan kelenjar air susu. Hormon prolaktin selanjutnya merangsang
produksi air susu setelah terjadi persalinan.

D. Penyakit Pada Sistem Reproduksi


Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia, yaitu antara lain:
1) Gonorhoe/GO (kencing nanah)
Disebabkan oleh bakteri Neisseria goorrhoea. Penyakit ini ditandai hal-hal berikut:
 Keluar nanah dari saluran kencing sehingga saat buang air kecil akan terasa sakit.
 Alat kelamin terasa sakit atau gatal
 Pada perempuan, nyeri di perut bagian bawah & disertai keputihan dengan bau tidak
sedap.
GO dapat disembuhkan dengan antibiotik. Apabila terlambat diobati, GO dapat
mengakibatkan kemandulan. Penyakit ini dapat diturunkan kepada bayi dari orang tua yang
mengidap GO.
2) Klamidia (klamidiasis)
Disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Bakteri ini menyerang leher rahim. Secara
umum gejalanya mirip GO, tetapi biasanya lebih ringan. Pada infeksi kronis dapat terjadi
penyebaran ke saluran telur yang dapat mengakibatkan kehamilan diluar
kandungan/kemandulan. Pada laki-laki akan keluarnya nanah dari penis saluran urine yang
menyebabkan infeksi pada testis.
3) Sifilis (raja singa)
Disebabkan oleh Treponema pallidium. Gejalanya sbb:
 Timbul luka pada alat kelamin, rectum, lidah, atau bibir tetapi terasa tidak sakit
 Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di seluruh tubuh.
 Timbul bercak kemerahan terutama ditelapak tangan dan kaki.
Serangan penyakit ini dapat merusak otak dan organ-organ tubuh penting lainnya. Bahkan,
sifilis dapat mengakibatkan kebutaan. Penularan sifilis melalui kontak langsung antara luka
dikulit dengan selaput lendir/cairan tubuh (air mani, darah, & cairan vagina) selama
berhubungan seksual. Penularan bisa melalui transfusi darah , atau dari ibu hamil yg
terinfeksi pada bayi yang dikandungnya.
4) Herpes genitalis (dhab)
Disebabkan virus Herpes Simplek tipe 2 (HSV-2). Ditandai dengan gejala-gejala berikut:
 Timbul bintil-bintil berisi cairan dan terasa sakit. Bintil-bintil timbul di alat kelamin,
dubur, atau mulut.
 Alat kelamin terasa gatal dan panas
5) Candidiasis vaginalis (keputihan)
Disebabkan oleh jamur Candida albicans. Penyakit ini ditandai dengan keputihan berwarna
putih susu dan bergumpal, timbul rasa gatal, panas, serta kemerahan pada organ kelamin dan
sekitarnya.
6) Vaginosis bakterial
Disebabkan oleh bakteri Garnerella vaginalis. Penyakit ini ditandai dengan keputihan yang
berwarna abu-abu, lengket dan berbau amis.
7) AIDS
AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome), Acquired berarti diperoleh, Immuno
Deficiency berarti kekebalan yang rapuh dan Syndrom berarti penyakit, sehingga pengidap
AIDS mudah sekali terserang penyakit yang berbahaya.
a. Penyebab AIDS
AIDS disebabkan oleh virus, yang diberi nama HIV (Human Immuno Deficiency Virus),
virus ini menyerang sel darah putih tertentu, dimana sel darah putih berfungsi sebagai
sistem kekebalan tubuh yaitu menangkal infeksi atau serangan penyakit terhadap tubuh.
b. Penularan AIDS
Penularan AIDS tidak menyebar melalui udara, atau karena berjabat tangan dengan
penderita AIDS juga tidak menular melalui peralatan makan penderita AIDS. Tetapi virus
HIV dapat menular masuk ke tubuh orang lain melalui transfusi darah (donor darah
seseorang yang terinfeksi HIV) atau melalui alat-alat yang menyebabkan luka, seperti
jarum suntik, jarum infus, dapat juga melalui kontak seksual.
c. Pencegahannya
1) Menggunakan jarum suntik yang steril dan jarum yang sekali pakai lalu dibuang.
2) Memeriksa darah sebelum transfusi darah, sehingga darah dapat dipastikan tidak
terinfeksi virus HIV.
3) Hanya melakukan kontak seksual dengan pasangannya yang sah.

9
BAB 3
SISTEM KOORDINASI DAN ALAT INDRA PADA MANUSIA
Dalam sistem koordinasi diperlukan tiga komponen agar fungsi koordinasi dapat berlangsung, yaitu
reseptor, konduktor, dan efektor.
1. Reseptor
Reseptor adalah bagian tubuh yang berfungsi sebagai penerima rangsangan. Bagian yang berfungsi
sebagai penerima rangsangan tersebut adalah indra.
2. Konduktor
Konduktor adalah bagian tubuh yang berfungsi sebagai penghantar rangsangan. Bagian tersebut adalah
sel-sel saraf (neuron) yang membentuk sistem saraf. Sel-sel saraf ini ada yang berfungsi membawa
rangsangan ke pusat saraf ada juga yang membawa pesan dari pusat saraf.
3. Efektor
Efektor adalah bagian tubuh yang menanggapi rangsangan, yaitu otot dan kelenjar (baik kelenjar
endokrin dan kelenjar eksokrin).
Sistem koordinasi terdiri atas sistem saraf dan sistem hormon.
A. Sistem Saraf
Sebagai sistem koordinasi, sistem saraf mempunyai fungsi:
1. Pengendalian kerja alat-alat tubuh agar bekerja serasi.
2. Alat komunikasi antara tubuh dengan lingkungan di luar tubuh, yang dilakukan oleh ujung saraf pada
indra, dan lingkungan dalam tubuh.
3. Pusat kesadaran, kemauan, dan pikiran.
 Untuk melaksanakan fungsi tersebut maka sistem saraf tersusun oleh berbagai sel-sel saraf.
1. Sel Saraf (neuron)
Neuron berperan dalam menghantarkan impuls (rangsangan). Sebuah sel saraf terdiri tiga bagian
utama yaitu badan sel, dendrit dan neurit (akson). Lihat Gambar 3.1

Dendrit

Badan Sel
Akson Nodus Ranvier
Selubung mielin
Gambar 3.1 Struktur sel saraf
a. Dendrit
Dendrit adalah serabut sel saraf pendek dan bercabang-cabang. Dendrit merupakan perluasan dari
badan sel. Dendrit berfungsi untuk menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel.
b. Badan sel
Badan sel berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Pada
badan sel saraf terdapat inti sel, sitoplasma, mitokondria, sentrosom, badan golgi, lisosom, dan
badan nisel. Badan nisel merupakan kumpulan retikulum endoplasma tempat transportasi sintesis
protein.
c. Neurit (akson)
Neurit atau akson adalah serabut-serabut yang merupakan penjuluran sitoplasma yang panjang.
Sebuah neuron memiliki satu akson. Neurit berfungsi untuk membawa rangsangan dari badan sel
ke sel saraf lain. Neurit dibungkus oleh selubung lemak yang disebut myelin yang terdiri atas
perluasan membran sel Schwann. Selubung ini berfungsi untuk isolator dan pemberi makan sel
saraf. Antara neuron satu dengan neuron satu dengan neuron berikutnya tidak bersambungan
secara langsung tetapi membentuk celah yang sangat sempit. Celah antara ujung neurit suatu
neuron dengan dendrit neuron lain tersebut dinamakan sinapsis.
 Berdasarkan bentuk dan fungsinya neuron dibedakan menjadi tiga macam yaitu:
a. Neuron sensorik/Aferen
Neuron sensorik adalah neuron yang membawa impuls dari reseptor (indra) ke pusat susunan saraf
(otak dan sumsum tulang belakang).
b. Neuron motorik/Eferen
Neuron motorik adalah neuron yang membawa impuls dari pusat susunan saraf ke efektor (otot dan
kelenjar).
c. Neuron konektor/Penghubung
Neuron konektor adalah neuron yang membawa impuls dari neuron sensorik ke neuron motorik.
Tabel 3.1. Perbedaan sel saraf sensorik, penghubung, dan motorik
No Pembeda Sensorik Penghubung Motorik
1 Ukuran dendrit Panjang Pendek Pendek
2 Ukuran neurit Panjang Pendek Panjang
3 Fungsi dendrit Menerima Rangsangan Menerima dan Menerima rangsangan
dari reseptor merusak rangsangan dari sel saraf lain
4 Fungsi neurit Meneruskan rangsangan Menerima & Meneruskan
ke sel saraf lain meneruskan rangsangan ke efektor
rangsangan

10
2. Impuls
Impuls adalah rangsangan atau pesan yang diterima oleh reseptor dari lingkungan luar, kemudian
dibawa oleh neuron. Impuls yang diterima oleh reseptor dan disampaikan ke efektor akan menyebabkan
terjadinya gerakan atau perubahan pada efektor. Gerakan tersebut adalah sebagai berikut.
a. Gerak sadar
Gerak sadar atau gerak biasa adalah gerak yang terjadi karena disengaja atau disadari. Impuls yang
menyebabkan gerakan ini disampaikan melalui jalan yang panjang.
Bagannya adalah sebagai berikut:
Impuls Reseptor/indera Saraf sensorik Otak Saraf motorik Efektor/otot
b. Gerak refleks
Gerak refleks adalah gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari. Impuls yang menyebabkan
gerakan ini disampaikan melalui jalan yang sangat singkat dan tidak melewati otak. Bagannya
sebagai berikut:
Impuls Reseptor/ indera Saraf sensorik Sumsum tulang belakang Saraf
motorik Efektor/otot
3. Susunan Saraf Manusia
Sistem saraf manusia tersusun dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri
atas otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf somatis dan
sistem saraf otonom.
a. Sistem saraf pusat
sistem saraf pusat tersusun atas otak dan sumsum tulang belakang.
Tengkorak kepala
Korpus kolasum
maninges
Cerebrum/otakbesar

talamus
hipotalamus
Otak tengah
ponds
Otak kecil/serebelum
Medula oblongata

Sumsum tulang belakang

Gambar 3.2 bagian-bagian otak manusia


1) Otak
Otak terletak di rongga tengkorak dan dibungkus oleh tiga lapis selaput kuat yang disebut meninges.
Selaput paling luar disebut duramater, paling dalam adalah piamater dan yang tengah disebut
arachnoid. Di antara ketiga selaput tersebut terdapat cairan serebrospinal yang berfungsi untuk
mengurangi benturan atau goncangan. Peradangan yang terjadi pada selaput ini dinamakan
meningitis. Penyebabnya bisa karena infeksi virus.
 Otak manusia terbagi menjadi tiga bagian yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum)
dan batang otak.
1.1 Otak besar (cerebrum)
Otak besar manusia terletak di dalam tulang tengkorak. Otak besar memiliki permukaan
yang berlipat-lipat dan terbagi atas dua belahan. Belahan otak kiri melayani tubuh sebelah
kanan dan belahan otak kanan melayani tubuh sebelah kiri. Otak besar terdiri atas dua
lapisan. Lapisan luar berwarna kelabu disebut korteks, berisi badan-badan sel saraf. Lapisan
dalam berwarna putih berisi serabut-serabut saraf. Otak besar berfungsi sebagai pusat
kegiatan yang disadari seperti berpikir, mengingat, berbicara, melihat, mendengar, dan
bergerak.
1.2 Otak kecil (cerebellum)
Otak kecil terletak di bawah otak besar bagian belakang. Susunan otak kecil seperti otak
besar. Terdiri atas belahan kanan dan kiri serta terbagi menjadi dua lapis. Lapisan luar
berwarna kelabu dan bagian dalam berwarna putih. Belahan kanan dan kiri otak kecil
dihubungkan oleh jembatan Varol. Otak kecil berfungsi untuk mengatur keseimbangan
tubuh dan mengkoordinasi kerja otot otot ketika kita bergerak.
1.3. Batang otak
Batang otak terdiri atas Sumsum lanjutan (medula oblongata), jembatan varol (pons varole)
dan otak tengah (mesensefalon). Sumsum lanjutan membentuk bagian bawah batang otak
serta menghubungkan Pons Varoli dengan sumsum tulang belakang. Sumsum lanjutan
berfungsi mengatur refleks fisiologis seperti pusat pengendali pernapasan, menyempitkan
pembuluh darah, mengatur denyut jantung, mengatur suhu tubuh. Adapun otak tengah
terletak didepan otak kecil & pons varole. Otak tengah berperan dalam refleks mata dan
kontraksi dan kontraksi otot yang terus-menerus.

11
2). Sumsum tulang belakang (medulla spinalis)
Sumsum tulang belakang terdapat memanjang di dalam rongga tulang belakang, mulai dari ruas-ruas
tulang leher sampai ruas tulang pinggang ke dua. Sumsum tulang belakang juga dibungkus oleh
selaput meninges. Pada bagian yang berwarna putih banyak mengandung akson (neurit) yang
diselimuti myelin. Bagian ini untuk menghantarkan impuls menuju otak dan dari otak menuju
efektor. Sumsum tulang belakang berfungsi menghantarkan impuls dari dan ke otak, sebagai pusat
gerak refleks.
b. Sistem Saraf Tepi (Sistem Saraf Perifer)
Sistem saraf tepi tersusun dari semua saraf yang membawa pesan dari dan ke sistem saraf pusat.
Kerjasama antara sistem pusat dan sistem saraf tepi membentuk perubahan cepat dalam tubuh untuk
merespon rangsangan dari lingkunganmu. Sistem saraf ini dibedakan menjadi sistem saraf somatis
dan sistem saraf otonom.
1) Sistem saraf somatis/saraf sadar
Sistem saraf somatis meliputi saraf yang menghubungkan pusat saraf dengan otot rangka dan
kulit. Sistem saraf somatis terdiri dari 12 pasang saraf kranial dan 31 pasang saraf sumsum tulang
belakang. Kedua belas pasang saraf otak akan menuju ke organ tertentu, misalnya mata, hidung,
telinga, dan kulit. Saraf sumsum tulang belakang keluar melalui sela-sela ruas tulang belakang
dan berhubungan dengan bagian-bagian tubuh, antara lain kaki, tangan, dan otot lurik.
2) Sistem saraf otonom/saraf tak sadar
Sistem saraf otonom mengatur kerja jaringan dan organ tubuh yang tidak disadari atau yang
tidak dipengaruhi oleh kehendak kita. Jaringan dan organ tubuh diatur oleh sistem saraf otonom
adalah pembuluh darah dan jantung. Sistem saraf otonom terdiri atas sistem saraf simpatik dan
sistem saraf parasimpatik.
 Sistem saraf simpati disebut juga sistem saraf torakolumbar, karena saraf preganglion keluar
dari tulang belakang toraks ke-1 sampai dengan ke-12.
Fungsi dari sistem saraf simpatik adalah sebagai berikut.
􀂙 Mempercepat denyut jantung.
􀂙 Memperlebar pembuluh darah.
􀂙 Memperlebar bronkus.
􀂙 Mempertinggi tekanan darah
􀂙 Memperlambat gerak peristaltis.
􀂙 Memperlebar pupil.
 Sistem saraf parasimpatik disebut juga dengan sistem saraf kraniosakral, karena saraf
preganglion keluar dari daerah otak dan daerah sakral. Sistem saraf parasimpatik memiliki
fungsi yang berkebalikan dengan fungsi sistem saraf simpatik.

B. Sistem Hormon Manusia


Hormon adalah senyawa kimia organik yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin (kelenjar
butu). Kelenjar tersebut tidak memiliki saluran khusus sehingga hormon yang dihasilkan
langsung diedarkan oleh darah. Proses penyaluran hormon dari kelenjarnya disebut inkresi.
Secara umum fungsi hormon sbb:
1) Mengontrol pertumbuhan tubuh
2) Mengatur reproduksi yang meliputi perkembangan sifat kelamin sekunder
3) Mempertahankan homeostatis (keseimbangan antara keadaan dalam tubuh dan keadaan
sekelilingnya)
4) Mengintegrasikan dan mengkoordinasikan kegiatan antara sistem hormon dan saraf.
Berdasarkan letaknya, kelenjar endokrin dapat dibedakan menjadi:
1. Kelenjar Hipofisis
Menghasilkan beberapa hormon yang bertugas sebagai hormon pengatur beberapa
kelenjar lain. Itulah sebabnya hipofisis disebut master of gland. Beberapa hormon yang
dihasilkannya antara lain:
Tabel 3.1 Jenis-jenis hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis
Lobus Kelenjar
Hormon Fungsi
Hipofisis
a. lobus anterior  Thyroid stimulating hormone (TSH)  Merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi
tiroksin.
 Adenokortikotropin (ACTH)  Merangsang korteks adrenal untuk memproduksi
kortikosteroid
 Follicle stimulating hormone (FSH)  Memacu perkembangan tubulus seminiferus dan
spermatogenesis
 Luteinizing hormon (LH)  Menstimulasi estrogen
 Interstitial cell stimulating hormone  Menstimulasi testis untuk berkembang dan
(ICSH) menghasilkan testosteron
 Prolaktin (TH) / laktogen  Menstimulasi sekresi air susu oleh kelenjar susu
b. Intermedia  Somatotrof (STH)  Meransang pertumbuhan tulang
 Melanosit Stimulating Hormone  Mengatur penyuburan pigmen pada sel-sel
(MSH) melanofor kulit sehingga mempengaruhi
perubahan warna kulit

12
c. Posterior  Oksitosin  Membantu meransang kontraksi otot pada uterus
 Vasopresin / Antiduretic Hormone  Mencegah kadar air dalam tubuh sehingga
(ADH) mencegah pembentukkan urine dalam jumlah
banyak
2. Kelenjar Gondok (Tiroid)
Kelenjar gondok terletak dileher bagian depan. Kelenjar gondok menghasilkan hormon
tiroksin dan kalsitonin. Hormon ini berfungsi mempengaruhi proses metabolisme dan
oksidasi sel-sel tubuh. Selain itu, hormon ini juga mempengaruhi pertumbuhan fisik,
perkembangan mental, kematangan kelamin serta distribusi air dan garam dalam tubuh.
Kekurangan hormon ini pada anak-anak menyebabkan kretinisme yang ditandai dengan
perubahan fisik dan mentalnya terlambat (kerdil).
Kelebihan hormon tiroksin mengakibatkan metabolisme berlebih, denyut jantung
meningkat dan badan agak kurus. Keadaan ini disebut kelainan basedowi. Kekurangan
hormon tiroksin dapat diatasi dengan menambahkan garam beryodium pada makanan atau
melalui air minum.
3. Kelenjar Anak Gondok (Paratiroid)
Kelenjar anak gondok menghasilkan parathormon. Hormon ini berfungsi mengatur kadar
kalsium dalam darah. Jika kadar kalsium dalam darah lebih rendah dari normal maka
parathormon disekresikan. Namun, hipersekresi dari hormon ini mengakhibatkan jumlah
kalsium dalam darah bertambah sehingga menyebabkan terjadinya pengendapan kalsium
diginjal yang dikenal sebagai batu ginjal. Adapun keadaan hiposekresi hormon ini dapat
menyebabkan tetani (kejang-kejang).
4. Kelenjar Timus
Kelenjar timus menghasilkan hormon timosin yang berperan dalam proses imunitas
tubuh dan pertumbuhan limfosit. Kelenjar ini hanya berfungsi pada massa pertumbuhan saja.
Setelah dewasa kelenjar ini tidak berfungsi.
5. Kelenjar Adrenal (Kelenjar Anak Ginjal)
Kelenjar adrenal menghasilkan beberapa hormon berikut :
 Hormon kortikoid berfungsi menyerap natrium dari darah dan mengatur reabsorpsi pada
ginjal
 hormon glukokortikoid berfungsi menaikkan kadar glukosa darah dengan mengubah
glikogen menjadi glukosa.
 Hormon androgen berfungsi menentukan sifat kelamin sekunder pada laki-laki.
 Hormon adrenalin berfungsi memudahkan dan mengurangi arus darah keotot dan otak
serta menaikkan tekanan darah
6. Kelenjar Pankreas (Langerhans)
Kelenjar pankreas menghasilkan hormon insulin. Hormon ini berperan menurunkan
kadar glukosa darah dengan mengubah glukosa menjadi glikogen. Kekurangan hormon ini
mengakhibatkan kencing manis. Kencing manis ditandai dengan naiknya kadar glukosa
dalam darah. Kekurangan hormon ini dapat diatasidengan memberi suntikkan insulin kepada
penderita. Selain insulin, kelenjar pankreas juga menghasilkan hormon glukagon. Hormon
glukagon berfungsi menaikkan kadar gula darah dengan mengubah glikogen menjadi
glukosa. Jadi hormon insulin dan glukagon berfungsi dalam pengaturan gula darah.
7. Kelenjar Kelamin (Gonad)
Kelenjar kelamin laki-laki disebut testis. Testis ini menghasilkan hormon testosteron
yang berfungsi mempengaruhi sifat kelamin sekunder laki-laki.
Kelenjar kelamin perempuan disebut ovarium. Ovarium menghasilkan hormon estrogen
dan progesteron yang berfungsi mempengaruhi sifat kelamin sekunder pada perempuan.

Hubungan Antara Sistem Saraf dan Sistem Hormon


Sistem saraf dan sistem hormon merupakan bagian dari sistem koordinasi. Didalam sistem
hormon terdapat kelenjar hipofisis. Kerja kelenjar ini mempengaruhi kelenjar endrokin
lainnyatetapi tidak bersifat otonom. Hal ini karena kerja kelenjar hipofisis dipengaruhi oleh
hipotalamus (bagian dari sistem saraf).

C. Sistem Indra Manusia


 Ada lima macam indra yang berfungsi sebagai penerima rangsangan yaitu:
1. Mata, sebagai penerima rangsang cahaya (fotoreseptor).
2. Telinga, sebagai penerima rangsang getaran bunyi (fonoreseptor) dan tempat beradanya
indra keseimbangan (statoreseptor).
3. Hidung, sebagai penerima rangsang bau berupa gas (kemoreseptor).
4. Lidah, sebagai penerima rangsang zat yang terlarut (kemoreseptor).
5. Kulit, sebagai penerima rangsang sentuhan (tangoreseptor) dan suhu (temperatur).

13
 Tiap indra akan berfungsi dengan sempurna apabila:
1. Indra tersebut secara anatomi tidak ada kelainan.
2. Bagian untuk penerima rangsang bekerja dengan baik.
3. Saraf-saraf yang membawa rangsang dari dan ke otak bekerja baik.
4. Pusat pengolahan rangsang di otak bekerja baik.
1. Mata
Mata dilindungi oleh:
a. Kelopak mata, berupa kulit tipis yang berfungsi untuk melindungi mata dari debu atau
sentuhan benda.
b. Bulu mata, untuk melindungi mata dari cahaya yang terlalu menyilaukan.
c. Alis, untuk melindungi mata dari aliran keringat dan air hujan.
d. Air mata yang dihasilkan oleh kelenjar air mata, untuk menjaga kelembapan mata dan
membersihkan mata dari debu dan bakteri.

Retina
Vitreus humor
Arteri dan vena retina
Kornea
Iris Koroid
Lensa Fovea
Pupil
Aqueous humor Saraf optik
Ligamen penggantung
Bintik buta
Otot
Sklera
Gambar 3.9 Bagian-bagian mata
 Bagian-bagian Mata tersebut terdiri atas otot, lapisan bola mata dan lensa mata.
1) Otot-otot mata
Mata dapat digerakkan karena adanya otot-otot mata. Terdapat 6 otot penggerak mata,
yaitu otot mata lurus, otot mata lurus bawah, otot mata lurus dalam, otot mata lurus
luar, otot mata miring atas, dan otot mata miring bawah. Jika salah satu atau lebih dari
otot lurus mata tidak berfungsi normal, maka nata akan menjadi juling.
2) Lapisan bola mata, terdiri atas 3 lapisan:
a. Lapisan sklera atau selaput putih
Merupakan lapisan paling luar berwarna putih sebagai pembungkus yang kuat
untuk melindungi bola mata dari kerusakan mekanis dan tempat melekatnya otot.
Di bagian depan lapisan ini membentuk kornea yang bening, untuk menerima
cahaya masuk ke dalam mata. Kornea ini selalu basah oleh air mata yang dihasilkan
oleh kelenjar air mata.
b. Lapisan koroid atau selaput hitam
Merupakan lapisan di bawah sklera dan lapisan tengah bola mata. Bagian ini
banyak mengandung melanin dan pembuluh darah. Berfungsi sebagai penyuplai
darah retina dan melindungi refleksi cahaya dalam mata. Di bagian depan mata,
koroid membentuk iris. Iris ini mengandung pigmen hitam, biru, hijau atau coklat,
sehingga dapat sebagai penentu warna mata dan juga mengatur jumlah cahaya yang
masuk ke mata dengan mengubah ukuran mata. Di bagian tengah iris terdapat pupil
yang merupakan celah (lubang), untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk
mata. Bila cahaya redup, otot-otot pupil berkontraksi untuk melebarkan pupil
sehingga cahaya yang masuk ke dalam mata lebih banyak. Sebaliknya, bila cahaya
terang lubang pupil menyempit.
c. Retina atau selaput pelangi
Retina adalah lapisan mata paling dalam. Pada lapisan ini terdapat bagian yang
paling peka terhadap cahaya yaitu bintik kuning (fovea). Selain itu pada retina juga
terdapat bintik buta, yaitu tempat keluarnya saraf mata. Pada retina terdapat sel-sel
batang (sel basilus) yang mampu menerima rangsang cahaya tidak berwarna dan
untuk melihat pada keadaan cahaya redup. Selain sel batang, pada retina juga
terdapat sel kerucut (sel konus) yang berfungsi menerima rangsang cahaya kuat
dan berwarna. Sel kerucut lebih banyak terdapat pada bagian bintik kuning (fovea
centralis). Jadi bila ingin melihat suatu benda dengan jelas, maka bayangan harus
jatuh di bagian ini. Di retina juga dijumpai daerah yang sama sekali tidak
mengandung sel batang ataupun sel kerucut. Bagian ini disebut bintik buta. Bila
cahaya jatuh di daerah ini, kita tidak bisa melihat apa-apa.

14
3) Lensa Mata
Terdapat di belakang iris, berbentuk cembung di kedua sisi yang diikat oleh ligamen
suspensori, transparan, sifatnya kenyal dan lentur. Lensa mata dapat berakomodasi
(kemampuan mencembung dan memipihnya lensa mata) untuk mengatur bayangan
benda agar tepat jatuh pada bintik kuning.
Lihat Gambar 3.10 yang memperlihatkan perubahan lensa mata.

Ligamen Ligamen
penggantung penggantung
Benda dekat Benda jauh
Otot kontraksi Otot relaksasi

a. Mata melihat benda dekat b. Mata melihat benda jauh


 Proses melihat
Proses mata melihat benda adalah sebagai berikut:
1) Cahaya yang dipantulkan oleh benda di tangkap oleh mata, menembus kornea dan
diteruskan melalui pupil.
2) Intensitas cahaya yang telah diatur oleh pupil diteruskan menembus lensa mata.
3) Daya akomodasi pada lensa mata mengatur cahaya supaya jatuh tepat di bintik kuning.
4) Pada bintik kuning, cahaya diterima oleh sel kerucut dan sel batang, kemudian
disampaikan ke otak.
5) Cahaya yang disampaikan ke otak akan diterjemahkan oleh otak sehinga kita bisa
mengetahui apa yang kita lihat.
 Gangguan pada mata
1. Miopi (Rabun Jauh)
Yaitu kelainan pada mata dimana bayangan yang dibentuk oleh lensa jatuh di depan
retina. Kelainan ini terjadi karena lensa mata terlalu cembung atau garis tengah mata
panjang. Kelainan ini dapat ditolong dengan menggunakan lensa negatif (cekung).
2. Hypermetropi (Rabun Dekat)
Yaitu kelainan mata dimana bayangan yang dibentuk oleh lensa jatuh di belakang
retina. Kelainan ini terjadi karena lensa mata terlalu pipih atau garis tengah mata
pendek. Kelainan ini dapat ditolong dengan menggunakan lensa positif (cembung).
3. Presbiopi
Yaitu kelainan pada mata karena tidak elastisnya lensa mata untuk berakomodasi.
Penderita kelainan ini biasanya menggunakan lensa ganda yaitu lensa positif dan lensa
negatif.
4. Rabun Senja
Karena defisiensi vitamin A. Akibatnya penderita kesulitan melihat benda saat terjadi
perubahan dari terang ke gelap atau saat senja. Orang yang menderita rabun senja harus
banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A.
5. Katarak
Yaitu mengeruhnya lensa mata, yang dapat disebabkan oleh kekurangan vitamin B atau
juga faktor usia. Kelainan mata ini dapat diatasi dengan operasi mata.
6. Buta warna
Buta warna adalah ketidakmampuan mata untuk membedakan warna. Penyakit ini
bersifat menurun.
7. Juling
Juling adalah kelainan mata yang disebabkan oleh ketidakserasian otot-otot mata. Jika
penderitanya masih anak-anak, maka dapat diperbaiki dengan jalan operasi.
8) Astigmatisme
Astigmatisme atau mata silindris adalah gangguan mata yang disebabkan oleh ukuran
lensa mata atau kornea tidak rata. Penderita gangguan ini tidak mampu melihat garis
vertikal dan horisontal. Gangguan mata ini dapat diatasi dengan menggunakan kaca
mata yang berlensa silindris.
2. Telinga
Telinga merupakan tempat beradanya indra pendengaran dan keseimbangan. Telinga
manusia terdiri atas tiga bagian yaitu telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam.
a. Telinga luar
Telinga luar terdiri atas:

15
1) Daun telinga, berfungsi untuk menampung atau mengumpulkan gelombang bunyi.
2) Liang telinga (saluran auditori), berfungsi untuk menyalurkan gelombang bunyi ke
selaput gendang telinga. Di sepanjang dinding liang telinga terdapat rambut halus,
kelenjar minyak dan kelenjar keringat, yang berfungsi menghalangi debu dan air yang
masuk.
3) Selaput gendang telinga (membran tymphani), yang membatasi telinga luar dan telinga
tengah. Berfungsi untuk menangkap getaran.
b. Telinga tengah
Telinga bagian tengah terdiri atas:
1)Tulang-tulang pendengaran (osikel), yaitu berupa tiga tulang kecil yang bersambung
dari selaput gendang telinga menuju telinga dalam. Ketiga tulang tersebut adalah
tulang martil (malleus), yang letaknya paling luar berhubungan dengan selaput
gendang telinga. Berikutnya adalah tulang landasan (inkus) yang menghubungkan
martil dan sanggurdi. Tulang paling dalam adalah tulang sanggurdi (stapes), yang
melekat dengan saluran rumah siput pada tingkap jorong. Tulang-tulang pendengaran
berfungsi untuk meneruskan gelombang suara ke jendela oval.
2) Saluran Eustachius, yaitu saluran sempit yang menghubungkan telinga tengah dengan
bagian belakang tenggorokan. Saluran ini terbuka saat kita mengunyah, menguap,
bersin atau membuka mulut. Fungsi saluran ini adalah untuk menjaga keseimbangan
tekanan udara sehingga tekanan udara di kedua gendang telinga sama dengan udara
di luar tubuh.
c. Telinga dalam
Telinga bagian dalam terdiri atas:
1) Tingkap jorong (jendela oval) dan tingkap bulat (jendela bulat), merupakan membran
yang terdapat pada pangkal saluran rumah siput (kokhlea). Tingkap jorong merupakan
membran berbentuk oval yang berhubungan dengan tulang sanggurdi. Sedangkan
tingkap bundar merupakan membran berbentuk bundar/ bulat. Tingkap jorong
berfungsi untuk menyalurkan getaran ke telinga dalam dan tingkap bulat sebagai
penyeimbang getaran.
2) Saluran rumah siput (kokhlea), yaitu saluran berbentuk spiral menyerupai rumah siput.
Di dalam kokhlea ( di bagian tengah) terdapat organ corti, yang berisi ribuan "sel
rambut" yang peka terhadap getaran. Impuls yang timbul di dalam sel rambut tersebut
diteruskan oleh saraf auditori ke otak
3) Tiga saluran setengah lingkaran (kanalis semi sirkularis), yaitu tiga buah saluran
setengah lingkaran. Pada ujung setiap saluran terdapat penebalan (menggelembung)
yang disebut ampulla dan bergabung dengan utrikulus dan sakulus.
Bagaimanakah kita dapat mendengar suatu bunyi?
Kita dapat mendengar suatu bunyi pada dasarnya dengan urutan sebagai berikut (lihat
Gambar 3.15).
1) Gelombang bunyi diterima daun telinga.
2) Gelombang bunyi disalurkan masuk oleh liang telinga.
3) Gelombang bunyi menggetarkan gendang telinga.
4) Getaran tersebut diteruskan oleh tulang-tulang. pendengaran (osikel).
5) Getaran diteruskan ke tingkat jorong dan menggetarkan cairan limfe di dalam
kokhlea.
6) Getaran cairan limfe di dalam kokhlea menggerakkan sel reseptor organ korti, yang
menghasilkan impuls untuk dihantarkan oleh saraf pendengar ke otak untuk
diartikan.
7) Getaran cairan limfe juga menggerakkan tingkap bulat bergerak keluar masuk untuk
mengatur tekanan udara di dalam agar seimbang dengan tekanan di luar.
 Proses Mendengar
Daun telinga menagkap getaran suara. Kemudian masuk ke dalam saluran telinga dan
menggetarkan gendang telinga sehingga menimbulkan getaran (vibrasi).getaran tersebut
diteruskan oleh tulang-tulang pendengaran ke tingkap jorong dan diteruskan ke rumah
siput. Didalam rumah siput terdapat cairan yang dapat bergetar jika ada getaran suara.
Getaran tersebut menyebabkan ransangan pada ujung-ujung saraf pendengar dan
menimbulkan impuls saraf yang kemudian diteruskan ke otak. Selanjutnya, otak
mengolahnya sehingga manusia dapat mendengar bunyi tersebut.
 Gangguan pada indra pendengaran a.l sbb:
1) Tuli hantaran; gangguan penyaluran bunyi ditelinga luar atau tengah koklea.
2) Tuli saraf;kerusakan sel rambut atau gangguan koklea
3) Presbikusis; penurunan pendengaran yang terjadi bertahap seiring dengan proses
penuaan.

16
Saluran setengah lingkaran
Jendela Oval

malleus
inkus Jendela bundar
Saraf pendengar
Daun telinga
koklea

Saluran telinga
Gendang telinga
stapes Saluran Eustachius

Gambar 3.11. Penampang Telinga pada Manusia


3. Lidah
Sebagian besar lidah terdiri atas dua kelompok otot, yaitu otot intrinsik yang melakukan
semua gerakan halus, dan otot ekstrinsik yang mengaitkan lidah pada bagian-bagian
sekitarnya & melaksanakan gerakan-gerakan kasar yang penting saat menguyah & menelan.
Selaput lendir (membran mukosa) lidah selalu lembab & berwarna merah jambu. Indra
pengecap terdapat di lidah karena lidah mempunyai kuncup pengecap (papila). Ada 3 jenis
papila yaitu:
1) Papila sirkumvalata, tersusun membentuk huruf V pada bagian pangkal lidah.
2) Papila fungiformis, berbentuk seperti jamur & menyebar pada permukaan ujung lidah &
sisi lidah.
3) Papila filiformis, menyebar pada seluruh permukaan lidah.
Kuncup pengecap memiliki kepekaan terhadap rasa tertentu dan dapat dibedakan atas
bagian-bagian berikut:
1) Ujung lidah untuk mengecap rasa manis
2) Pangkal lidah untuk mengecap rasa pahit
3) Tepi lidah bagian belakang untuk mengecap rasa asam
4) Tepi lidah bagian depan untuk mengecap rasa asin
Indra pengecap juga memiliki sel-sel reseptor yang peka terhadap zat-zat kimia yaitu
kemoreseptor. Adanya zat-zat kimia tersebut dapat merangsang sel-sel reseptor pada
permukaan lidah sehingga menimbulkan impuls-impuls saraf. Selanjutnya, impuls saraf
dikirim ke otak. Otak kemudian mengolah impuls tersebut sehingga kita dapat mengenal
rasa.
 Kelainan-kelainan pada indra pengecap a.l sbb:
1) Augesia, hilangnya daya pengecap
2) Hipogeusia, berkurangnya kepekaan pengecap
3) Disgeusia, distorsi daya pengecapan
4. Hidung
Hidung kita dapat mengenali bermacam bau. Di dalam rongga hidung bagian atas,
terdapat saraf-saraf pembau dengan sel-sel pembau diujungnya (sel olfaktori). Sel reseptor
ini membawa impuls saraf ke otak dan diartikan oleh otak sehingga kita bisa mencium
bermacam-macam bau.
 Kelainan-kelainan pada indra pembau a.l sbb:
1) Anosmia, hilangnya daya bau
2) Hiposmia, berkurangnya kepekaan membau
3) Disosmia, distorsi daya bau
5. Kulit
Pada kulit terdapat beberapa saraf sensorik yang disebut reseptor peraba. Reseptor pada
kulit yaitu:
 reseptor panas (korpuskula Ruffini)
 reseptor dingin (korpuskula Krause)
 reseptor tekanan kuat (korpuskula Pacini)
 reseptor tekanan sentuhan (korpuskula Meissner)
 reseptor rasa nyeri (ujung saraf tanpa selaput)

17
BAB 4
KELANGSUNGAN HIDUP MAKHLUK HIDUP

Pertemuan pertama
Indikator :
1. Mengaitkan perilaku adaptasi hewan tertentu dilingkungannya dengan kelangsungan hidup.
2. Memprediksikan punahnya beberapa jenis makhluk hidup akibat seleksi alam hubungannya dengan
kemampuan yang dimiliki.
3. Mendeskripsikan hubungan interspesifik (antar populasi) dengan seleksi alam.
A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan cara-cara makhluk hidup beradaptasi terhadap lingkungannya.
2. Siswa dapat mengidentifikasi macam-macam adaptasi pada makhluk hidup.
3. Siswa dapat menjelaskan bagaimana terjadinya adaptasi melalui seleksi alam.

Setiap makhluk hidup selalu berusaha untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dengan
demikian kelestarian jenisnya akan selalu terjaga. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi
kelangsungan hidup suatu makhluk hidup. Faktor-faktor tersebut antara lain kemampuan
beradaptasi, seleksi alam, dan perkembangbiakan.

A. Adaptasi
Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
secara garis besar adaptasi dibedakan menjadi 3 macam yaitu:
1. Adaptasi Morfologi
Adalah penyesuaian diri bentuk luar tubuh atau struktur alat-alat tubuh suatu
makhluk hidup terhadap lingkungannya. Adaptasi ini sangat mudah dikenali dan mudah
diamati karena tampak dari luar. Adaptasi morfologi terjadi baik pada hewan maupun pada
tumbuhan.
 Macam-macam adaptasi morfologi pada hewan:
a. Adaptasi morfologi pada bentuk paruh dan kaki pada burung
Bentuk paruh dan kaki pada burung beranekaragam disesuaikan dengan cara
mengambil dan memperoleh makanan, serta perbedaan jenis makanannya.
1) Paruh bebek, pada pangkalnya memiliki struktur seperti sisir yang berguna untuk
menyaring makanan dari air dan lumpur. Kakinya berselaput di antara ruas jarinya
untuk berenang dan berjalan di tanah lumpur.
2) Paruh burung kakaktua, bentuknya menyesuaikan dengan jenis makanannya yang
berupa biji-bijian & kacang-kacangan. Kakinya memiliki dua jari di depan & dua jari
di belakang untuk menyesuaikan dengan kebiasaannya memanjat.
3) Paruh burung elang, bentuknya runcing, agak panjang dengan ujung agak
membengkok sesuai dengan jenis makanannya yang berupa daging. Kakinya
berukuran pendek, cakar sangat kuat untuk mencengkeram mangsa atau daging.
4) Paruh burung pipit, bentuknya pendek, tebal dan runcing sesuai dengan jenis
makanannya yaitu untuk memecah biji-bijian dan tiga kaki ke depan satu ke
belakang untuk berjalan dan hinggap.
5) Paruh burung pelatuk, runcing agak panjang untuk memahat kayu pohon untuk
menangkap dan memakan serangga di dalamnya. Kakinya mempunyai dua jari ke
depan dan dua jari ke belakang untuk memanjat.
b. Adaptasi morfologi pada mulut serangga
Bentuk mulut serangga bermacam-macam disesuaikan dengan cara mengambil
makanannya.
1) Tipe mulut penggigit, mempunyai rahang atas dan rahang bawah yang kuat untuk
menggigit, misalnya: jangkrik, dan belalang.
2) Tipe mulut penghisap dan penjilat, memiliki bibir untuk menjilat, misalnya: lebah
madu dan lalat.
3) Tipe mulut penusuk dan penghisap, mempunyai rahang yang runcing dan panjang
untuk menusuk dan menghisap, misalnya: nyamuk.
4) Tipe mulut penghisap, mempunyai alat penghisap seperti belalai yang panjang dan
dapat digulung sehingga dapat menghisap madu yang terdapat jauh di dasar bunga,
misalnya kupu-kupu.
c. Adaptasi morfologi pada gigi mamalia
Bentuk dan susunan gigi mamalia menyesuaikan dengan jenis makanannya. Mamalia
pemakan daging (karnivora) (sapi, kerbau, kuda, kambing) memiliki gigi seri yang
tajam serta gigi taring yang panjang, besar dan runcing. Gigi gerahamnya yang

18
bergerigi tajam dapat mengunyah daging yang keras dan liat. Herbivora (harimau,
singa, anjing, kucing) hanya memiliki gigi seri pada rahang bawah untuk memotong
rumput/daun-daunan. Gigi gerahamnya berbentuk lebar dan berpermukaan datar
berfungsi untuk menggerus dan menghaluskan makanan. Mamalia pengerat (rodentia)
(kelinci, tikus, tupai), tidak mempunyai gigi taring tetapi hanya mempunyai gigi seri
dan gigi geraham. Gigi seri berukuran besar, berfungsi untuk mengerat makanan.
 Macam-macam adaptasi morfologi pada tumbuhan:
a. Adaptasi tumbuhan yang hidup di daerah kering (xerofit)
contohnya: kaktus dan kurma.
1) Daunnya tebal, sempit, kadang-kadang berubah bentuk menjadi bentuk duri, sisik
atau bahkan tidak mempunyai daun, dengan demikian penguapan melalui daun
menjadi sangat sedikit.
2) Seluruh permukaan tubuhnya termasuk bagian daun tertutup oleh lapisan kutikula
atau lapisan lilin yang berfungsi untuk mencegah terjadinya penguapan air yang
terlalu besar.
3) Batangnya tebal mempunyai jaringan spons untuk menyimpan air.
4) Akar panjang sehingga mempunyai jangkauan yang luas.
b. Adaptasi tumbuhan yang hidup di daerah lembap (higrofit)
contohnya: keladi dan paku-pakuan.
1) Mempunyai daun yang tipis dan lebar.
2) Permukaan daun mempunyai banyak mulut daun atau stomata sehingga dapat
mempercepat proses penguapan.
c. Adaptasi tumbuhan yang hidup di air (hidrofit)
Tumbuhan air yang terapung di atas air mempunyai rongga antar sel yang berisi udara
untuk memudahkan mengapung di air, daun lebar dan tangkai daun menggembung
berisi udara.
Contoh: enceng gondok, padi, teratai, Hydrilla,Vallisneria.

2. Adaptasi Fisiologi
Adalah penyesuaian fungsi kerja alat-alat tubuh suatu makhluk hidup terhadap keadaan
lingkungannya. Adaptasi ini tidak mudah diamati seperti pada adaptasi morfologi, karena
menyangkut fungsi alat-alat tubuh dan proses kimia yang terjadi di dalam tubuh.
Macam-macam adaptasi fisiologi:
a. Hewan ruminansia, misalnya sapi, kambing, kerbau. Makanan hewan tersebut adalah
rumput-rumputan, di dalam saluran pencernaannya terdapat enzim selulase; enzim ini
berfungsi untuk mencerna selulose yang menyusun dinding sel tumbuhan. Dengan
enzim selulase maka makanan menjadi lebih mudah dicerna.
b. Teredo navalis, adalah mollusca yang biasa hidup pada kayu galangan kapal, kayu tiang-
tiang pelabuhan. Mollusca ini dapat merusak kayu karena makanannya berupa kayu. Di
dalam saluran pencernaan Teredo terdapat enzim selulase untuk membantu
menguraikan selulose yang ada pada kayu yang menjadi makanannya.
c. Manusia yang biasa hidup di dataran rendah
Daerah pantai dan dataran rendah mempunyai kadar oksigen lebih tinggi dari pada
dataran tinggi. Bila manusia harus berpindah ke dataran tinggi yang mempunyai kadar
oksigen rendah harus mampu menyesuaikan diri dengan memproduksi haemoglobin atau
eritrosit yang jumlahnya lebih banyak agar tetap dapat bertahan hidup.
 Cth lain dari adaptasi fisiologi pada tubuh manusia ialah adanya pembagian atau
pergantian kerja dalam sistem ekskresi. Pada waktu udara panas, alat ekskresi yang
aktif pada tubuh manusia ialah kulit. Pada waktu udara dingin, alat ekskresi yang
lebih aktif ialah ginjal.
 Mata manusia dapat menyesuaikan dengan intensitas cahaya yang diterimanya.
Ketika di tempat gelap, maka pupil kita akan membuka lebar. Sebaliknya di tempat
yang terang, pupil kita akan menyempit. Melebar atau menyempitnya pupil mata
adalah upaya untuk mengatur intensitas cahaya.
d. Ikan yang hidup di air laut, mempunyai tekanan osmosis lebih rendah dari tekanan
osmosis air laut. Ikan yang hidup di air laut banyak minum dan sedikit mengeluarkan
urine, dan urine yang dikeluarkan pun pekat. Sedangkan kelebihan garam yang turut
terminum akan dikeluarkan lagi ke dalam air laut melalui insang secara aktif.
e. Ikan yang hidup di air tawar, mempunyai tekanan osmosis lebih tinggi dari tekanan
osmosis air tawar, cara adaptasinya dengan sedikit minum air dan banyak
mengeluarkan urine dan menggunakan insangnya secara aktif untuk mengikat garam
yang terlarut dalam air.

19
f. Pada tumbuhan
Bau yang khas pada bunga dapat mengundang datangnya serangga untuk membantu
penyerbukan (ex: bunga mawar). Bunga jenis ini menghasilkan madu atau nectar (cthnya:
tumbuhan kembang sepatu), dan serbuk sarinya mudah melekat. Akar dan daun pada
tumbuhan tertentu dapat menghasilkan zat kimia yang berbau khas yang dapat
menghambat tumbuhan lain di dekatnya.

3. Adaptasi Tingkah Laku


Adalah penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya dalam bentuk tingkah laku.
 Macam-macam adaptasi tingkah laku pada hewan:
a. Cicak melakukan ototomi yaitu memutuskan ekornya untuk mengelabuhi musuhnya.
b. Mamalia yang hidup di air laut, misalnya lumba-lumba dan paus sering muncul ke
permukaan air untuk mengambil oksigen di udara, karena alat pernapasannya berupa
paru-paru yang tidak dapat mengikat oksigen yang terlarut dalam air.
c. Pada musim dingin banyak hewan berdarah panas membutuhkan energi tambahan untuk
menjaga suhu tubuhnya, tetapi makanan sangat langka untuk dapat bertahan hidup maka
beberapa hewan misalnya tikus, landak, beruang hitam dan lain-lain melakukan
hibernasi, yaitu tidur panjang pada musim dingin. Demikian pula untuk hewan yang
hidup di daerah gurun yang sangat panas pada musim kemarau mempunyai perilaku
tertentu yaitu melakukan estivasi yaitu tidur panjang pada musim kemarau supaya dapat
bertahan hidup di daerah gurun. Misalnya: kadal, katak, keong, dan lain-lain.
d. Rayap merupakan hewan yang menghancurkan kayu. Di dalam usus rayap terdapat
hewan Protozoa, yaitu Flagellata yang menghasilkan enzim selulase yang dapat
membantu rayap mencerna kayu. Secara periodik kulit rayap akan mengelupas, pada
saat mengelupas, usus bagian belakang yang ada Flagellatanya ikut terkelupas. Untuk
mendapatkan Flagellatanya kembali maka rayap memakan kembali kulitnya yang
mengelupas.

Rayap memakan kembali kulitnya yang mengelupas untuk mendapatkan Flagellatanya kembali
e. kerbau suka berkubang/mandi lumpur untuk mengurangi panas pada tubuhnya.

B. Seleksi Alam
Seleksi berarti pemilihan, dan alam berarti segala sesuatu yang ada di sekitar makhluk hidup.
Jadi, seleksi alam adalah pemilihan makhluk hidup yang dapat hidup terus dan tidak dapat
hidup terus yang dilakukan oleh lingkungan sekitar dan terjadi secara alamiah. Bisa juga
diartikan Seleksi alam adalah kemampuan alam untuk menyaring terhadap semua organisme
yang hidup di dalamnya, dimana hanya organisme yang mampu menyesuaikan diri terhadap
lingkungannya yang akan selamat, sedangkan yang tidak mampu menyesuaikan diri akan mati
atau punah.
Jadi di sini alam akan menyeleksi terhadap semua makhluk hidup di dalamnya melalui
berbagai faktor, misalnya dengan keterbatasan unsur-unsur yang diperlukan dalam kehidupan,
antara lain: makanan, cahaya, air, tempat hidup dan sebagainya. Untuk mendapatkan kebutuhan
hidup tersebut umumnya individu-individu harus melalui persaingan, dan hanya individu yang
mempunyai sifat sesuai dengan lingkungannya akan lolos dari seleksi dan selanjutnya dapat
meneruskan keturunannya (berkembangbiak), sedangkan individu yang tidak mampu
menyesuaikan diri terhadap lingkungannya akan mengalami kesulitan dan mati atau harus
berpindah mencari tempat yang baru yang lebih sesuai.
1. Punahnya Spesies Tertentu
Karena adanya seleksi alam maka individu yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan
lingkungan akan mati dan akhirnya punah. Berikut beberapa contoh organisme yang hampir
punah atau punah karena terseleksi oleh alam, yaitu:
a. Burung puyuh liar semakin punah
Hal ini disebabkan lingkungan hidup burung puyuh di daerah bebatuan dan bidang tanah
yang bergumpal-gumpal semakin langka. Pada lingkungan seperti itulah burung puyuh

20
liar akan lebih sesuai, sehingga sulit ditangkap pemangsanya. Karena lingkungan yang
demikian sudah kian langka maka jumlah burung puyuh pun menjadi langka juga.
b. Punahnya Dinosaurus kurang lebih 65 juta tahun yang lalu secara bersamaan
Menurut pendapat para ahli, kepunahan Dinosaurus disebabkan karena jatuhnya meteorit
raksasa ke bumi, yang menghamburkan awan debu sehingga menghalangi masuknya
sinar matahari. Tanpa adanya sinar matahari maka tumbuhan akan mati, demikian pula
Dinosaurus pemakan tumbuhan yang kemudian diikuti Dinosaurus pemakan daging.
2. Terbentuknya Spesies Baru
Adanya seleksi alam dan adaptasi menyebabkan terjadinya perubahan jenis makhluk hidup
dari generasi ke generasi. Jika proses tersebut berlangsung dalam waktu yang lama, maka
perubahan tersebut dapat mengarah kepada terbentuknya spesies baru. Peristiwa ini disebut
evolusi. Evolusi adalah suatu proses perubahan makhluk hidup yang terjadi secara perlahan-
lahan dalam jangka waktu yang sangat lama sehingga menimbulkan spesies baru.
Tokoh evolusi yang sangat terkenal adalah Charles Robert Darwin, Ia berpendapat bahwa:
1. Spesies yang hidup sekarang, berasal dari species yang hidup dimasa silam.
2. Evolusi terjadi karena seleksi alam. Pendapat ini didukung pengamatannya macam-
macam burung Finch yang hidup di kepulauan Galapagos. Menurut Darwin, bahwa
nenek moyang burung Finch di kepulauan Galapagos berasal dari Amerika Selatan. Oleh
karena suatu hal burung-burung Finch harus berpindah ke kepulauan Galapagos. Di
kepulauan Galapagos burung Finch tersebut berpencar dalam berbagai lingkungan yang
berbeda-beda akibatnya burung-burung tersebut harus menyesuaikan diri terhadap
lingkungannya masing-masing, adaptasi ini terjadi turun temurun dan akhirnya dihasilkan
variasi burung Finch yang banyak.

(a) Pemakan biji-bijian (b) Pemakan serangga (c) Pemakan rayap dan serangga

Gambar Bervariasi Burung Finch Akibat Evolusi

Pertemuan ke dua
Indikator :
1. Menjelaskan peran perkembangbiakan bagi kelangsungan hidup.
2. Mendiskripsikan cara perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan.

Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menganalisis manfaat perkembangbiakan bagi kelangsungan hidup makhluk hidup.
2. Siswa dapat menjelaskan cara perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan.

C. Perkembangbiakan Makhluk Hidup (Reproduksi)


Adalah suatu cara untuk memperbanyak jenis (keturunan) sehingga makhluk hidup dapat
mempertahankan kelestarian jenisnya. Organisme yang mampu beradaptasi terhadap
lingkungan hidupnya akan tumbuh dan berkembangbiak.
 Macam-macam Cara Perkembangbiakan.
1. Perkembangbiakan vegetatif/Aseksual/Tak Kawin
Merupakan perkembangbiakan yang tidak melibatkan sel kelamin atau tidak terjadi
perkawinan.
Ada dua macam perkembangbiakan vegetatif, yaitu:
a) Vegetatif alami
Perkembangbiakan vegetatif alami terjadi apabila berlangsung sewajarnya tanpa
campur tangan manusia.
 Alat reproduksi vegetatif alami pada tumbuhan adalah sbb:
1) Tunas, adalah tumbuhan muda yang baru tumbuh di ujung batang atau ketiak daun.
Ada dua macam tunas, yaitu tunas adventif dan tunas biasa. Tunas adventif
adalah tunas yang keluar selain dari ujung batang dan ketiak daun. Contohnya:
cocor bebek, cemara, sukun, jambu biji, kersen dan kesemek. Sedangkan tunas

21
biasa adalah tunas yang tumbuh pada ketiak daun dan ujung batang; contohnya:
pisang & tebu, bambu.
2) Umbi lapis merupakan batang yang tertutup lapisan daun berdaging. Lapisan daun
berdaging merupakan cadangan makanan. Tumbuhan yang berkembangbiak dengan
umbi lapis adalah bawang merah, bawang putih, bawang bombai, bunga bakung &
bunga bakung.
3) Umbi Batang merupakan bagian batang yang tumbuh di dalam tanah dan
mengandung cadangan makanan. Umbi batang mempunyai tunas yang dapat
berkembang menjadi tumbuhan baru. Contohnya adalah kentang & ubi jalar.
4) Umbi Akar merupakan akar yang digunakan untuk menyimpan cadangan
makanan. Contohnya adalah singkong, bengkuang, ketela pohon & dahlia.
5) Rhizoma, adalah batang yang menjalar di bawah permukaan tanah. Contohnya
laos/lengkuas, kencur, kunyit, temulawak, kapulaga, jahe dan alang-alang.
6) Stolon, adalah batang yang menjalar di atas permukaan tanah. Contohnya pegagan
(kaki kuda), arbei, dan rumput teki.
7) Pembentukan spora. Lumut & paku dapat berkembangbiak dengan membentuk
spora.
 Alat reproduksi vegetatif alami pada tumbuhan adalah sbb:
1) Pembelahan diri, pemisahan induk menjadi dua individu baru atau lebih yang
ukurannya hampir sama. ex: Amoeba, Paramaecium, Euglena & dinoflagellata.
2) Fragmentasi, yaitu perkembangbiakan yang terjadi melalui pemutusan bagian
tubuh danselanjutnya masing-masing bagian tubuh tersebut tumbuh menjadi
individu baru. Contohnya Volvox sp., cacing planaria.
3) Pembentukan Tunas, contohnya ubur-ubur, hydra, & obelia.
4) Partenogenesis merupakan perkembangan sel kelamin betina menjadi individu
baru tanpa melalui fertilisasi. Contohnya kecoa & lebah.
b) Vegetatif buatan
Perkembangbiakan dengan cara vegetatif buatan sering dilaksanakan untuk
pembudidayaan tanaman. Misalnya:
 Mencangkok
Pembiakan tanaman tanpa menunggu tanaman induknya menghasilkan biji.
Keuntungan mencangkok yaitu pada tanaman buah, kualitas buahnya akan sama
dengan tanaman induknya. Dan tanaman barubhasil mengcangkok dapat berbuah
atau berbunga dalam waktu yang relatif singkat daripada menanam melalui bijinya.
Beberapa macam tanaman yang dapat dicangkok adalah jeruk, jambu, rambutan,
mangga, macam-macam tanaman hias, & tumbuhan lain yang termasuk tanaman
dikotil berkayu.
 Merunduk adalah cara reproduksi vegetatif pada tanaman dengan membengkokkan
batang atau cabang tanaman ke arah bawah sampai menyentuh tanah. Di bagian
yang menyentuh tanah dibuat goresan, kemudian ditimbuni tanah. Tanaman yang
dapat diperbanyak dengan cara merunduk, misalnya: apel, anyelir, alamanda, &
anggur.
 Menyambung/Mengeten/grafting
Tujuannya menggabungkan dua sifat tanaman agar mendapatkan dua sifat baik
dalam satu tanaman. Batang tumbuhan yang di sampung biasanya berasal dari
tumbuhan sejenis, Misalnya jeruk bali dengan jeruk keprok.
 Setek yaitu menumbuhkan bagian atau potongan tanaman sehingga menjadi tanaman
baru. Ada setek batang, etek akar , dan setek daun.
Tanaman yang diperbanyak dengan setek batang, antara lain ketela pohon, ketela
rambat, jambu air, kedondong, & anggur.
Beberapa jenis tanaman yang dapat diperbanyak dengan setek akar antara lain jambu
biji, sukun, kersen, & kesemek.
Setek daun merupakan cara mengembangbiakkan tanaman dengan menggunakan
potongan atau helaian daun. Contohnya adalah Begonia sp., & cocor bebek.
 Menempel/okulasi adalah menempelkan mata tunas dari suatu tanaman ke tanaman
lain yang sejenis. Contohnya, suatu jenis tanaman mangga yang memiliki batang &
akar yang kuat tetapi rasa buahnya masam, diokulasi dengan tanaman mangga
sejenis yang berbuah manis, tetapi batang & akarnya lemah. Jika okulasi berhasil,
tanaman mangga yang baru akan memiliki sifat berbatang & akar kuat serta berbuah
manis.
Tujuan dari okulasi adalah menggabungkan dua bagian tanaman yang masih sejenis
atau satu genus, tetapi berbeda sifatnya agar diperoleh dua sifat baik dalam satu
tanaman.

22
2. Perkembangbiakan secara generatif
Perkembangbiakan generatif disebut juga dengan perkembangbiakan seksual, karena
melibatkan sel-sel kelamin. Perkembangbiakan tersebut dimulai dengan peleburan sel
kelamin jantan dan sel kelamin betina yang kemudian menghasilkan zigot. Zigot
berkembang menjadi individu baru.
Beberapa macam cara perkembangbiakan generatif antara lain:
a. Perkembangbiakan dengan biji pada tumbuhan
b. Perkembangbiakan dengan bertelur atau ovipar, contohnya pada ayam.
c. Perkembangbiakan dengan beranak atau vivipar, ex: paus
d. Perkembangbiakan dengan menghasilkan telur yang sudah berkembang di dalam tubuh
induknya (ovovivipar). Ex: kadal
Pada beberapa organisme dapat berkembangbiak baik secara generatif maupun vegetatif
sekaligus, misalnya: Hydra; secara generatif dengan membentuk ovarium & testis, secara
vegetatif dapat membentuk tunas; lumut & tumbuhan paku, secara generatif dengan
mambentuk sperma & ovum, secara vegetatif dengan membentuk spora; tumbuhan biji
(mangga, jambu, & jeruk) secara generatif dengan membentuk biji, secara vegetatif dengan
cangkok.

D. Tingkat Reproduksi
Adalah kemampuan organisme untuk menghasilkan keturunan. Tingkat reproduksi dikatakan
tinggi bila organisme tersebut dapat menghasilkan keturunan yang jumlahnya banyak dalam
waktu singkat. Contoh: hewan Protozoa, serangga, bakteri, dan lain-lain. Sedangkan organisme
yang tingkat reproduksinya rendah bila keturunan yang dihasilkan dalam jumlah sedikit dan
dalam waktu yang lama. Contohnya: badak, gajah, banteng, orang utan, bunga Raflesia arnoldi,
dan lain-lain.
 Penyebab punahnya suatu organisme antara lain:
a. Tingkat reproduksinya yang rendah
b. Ulah manusia yang tidak bertanggung jawab, misalnya membakar dan menebang hutan
untuk lahan pertanian atau perumahan.
c. Perburuan liar, hampir semua tumbuhan dan hewan menjadi langka karena perburuan
untuk diambil bulu, kulit, tanduk dan lain-lain.

 Usaha-usaha pemerintah untuk melindungi hewan langka dari kepunahan antara lain:
a. Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa untuk membantu pelestarian tumbuhan
dan hewan langka di habitat alaminya.
b. Penangkaran hewan-hewan langka, para ahli menangkap hewan dari alam bebas,
merawatnya dan mengupayakan agar hewan-hewan tersebut dapat berkembangbiak
dalam kandang, kemudian anak-anak mereka dilepas atau ditempatkan di habitat yang
lebih cocok.
c. Membuat undang-undang yang mengatur perburuan.

 Contoh hewan yang langka di Indonesia, yaitu: harimau Jawa (Pantera tigris sondaicus),
macan kumbang (Pantera pardus), tapir (Tapirus indicus), komodo (Varanus
komodoensis), maleo (Macrocephalon maleo), banteng (Bos sondaicus), mandril (Nasalis
larvatus), cendrawasih (Paradisea minor), kanguru pohon (Dendrolagus ursinus), kakatua
raja (Probociger aterrimus), buaya muara (Crocodylus porosus). dan ular sanca hijau
(Chondrophyton vindis).

23
Tugas Rumah

Tulis jawaban pertanyaan di bawah ini di buku kerjamu.


1. Bagaimana adaptasi ikan air laut dalam kolam air tawar agar dapat bertahan hidup?
2. Apa bentuk adaptasi hewan-hewanyang hidup di padang pasir agar dapat bertahan hidup?
3. Mengapa beruang kutub dapat hidup di tempat hidupnya?
4. Apa perbedaan dari adaptasi dan seleksi alam yang terjadi pada makhluk hidup? Berikan
contohnya masing-masing.
5. Sebutkan ciri-ciri makhluk hidup yang tidak dapat melestarikan jenisnya.

Kegiatan 2

Hubungan Daya Berkembang Biak Makhluk Hidup dengan Kelestarian Hidup

 Alat dan bahan


 berbagai jenis makhluk hidup yang ada di sekitarmu!
 Cara kerja
1. Catat nama makhluk hidup yang kamu ketahui dan yang bisa kamu temukan di sekitarmu.
2. Diskusikan daya berkembang biak dan pengaruhnya pada kelestarian makhluk hidup
tersebut.
3. Buat kesimpulan dari data dan hasil diskusi dalam tabel berikut.
Tabel Daya berkembang biak pada makhluk hidup

Daya berkembang biak Kepunahan


No Makhluk hidup
Tinggi Rendah Sedang Cepat Rendah
1
2
3
4
5

Analisis dan diskusi


1. Adakah pengaruh daya berkembang biak dengan kelangsungan hidup makhluk hidup?
Jelaskan!
2. Adakah makhluk hidup yang tidak berkembang biak?
3. Makhluk hidup manakah menurutmu yang akan tetap lestari? Jelaskan!

24
BAB 5
PEWARISAN SIFAT

Setiap makhluk hidup mewariskan sifat-sifat yang dimiliki kepada keturunannya. Pewarisan sifat
dari induk kepada keturunannya disebut hereditas. Cabang biologi yang khusus mempelajari
tentang hereditas adalah genetika. Tokoh yang sangat berjasa dalam menemukan hukum-hukum
genetika adalah Gregor Johann Mendel dari Austria. Karena jasanya itu beliau dijuluki sebagai
Bapak Genetika.

A. MATERI GENETIS
Manusia, hewan dan tumbuhan mempunyai sifat-sifat yang berbeda. Sifat-sifat beda yang
terdapat pada makhluk hidup dikendalikan oleh materi genetis. Materi genetis ini berupa
substansi yang disebut gen. Jumlah gen sangat banyak untuk menyeimbangi banyaknya
makluk hidup. Kumpulan gen-gen tersebut disebut kromosom.
1. Kromosom
Kromosom adalah benang-benang halus yang berfungsi sebagai pembawa informasi
genetis kepada keturunannya.
2. Gen
B. ????????????????

25