Anda di halaman 1dari 5

SOP PELAKSANAAN PEKERJAAN ERECTION TOWER TRANSMISI

T/L 150 kV LUWUK – PLTMG LUWUK

Pekerjaan Erection Tower dalam pelaksanaanya dibagi atas beberapa item pekerjaan yakni :
1. Sortir Material
2. Mobilisasi Material
3. Melangsir Material
4. Erection Tower
5. Final Chek
Dalam penjabarannya kami akan berusaha semaksimal mungkin menjelaskannya sesuai
pangalaman kami dalam melaksanakan pekerjaan erection tower ini.
Adapun peralatan yang diperlukan dalam melaksanakan pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
1. Steling dari Besi Pipa/Bambu Derek
2. Blok Roll/Scape 1,5T
3. Tali Tambang
4. Sling
5. Kunci set (tool kit)
6. Sarung tangan
7. Topi Pengaman (Helmet)
8. Sepatu Kerja
9. Sabuk Pengaman, (Fullbody Harness)
Untuk kelancaran Mobilisasi baik tenaga maupun Material dibutuhkan kendaraan Truk ,
Kendaraan Pick Up dan Motor.

1. Sortir Material
Pekerjaan persiapan yang dilakukan sebelum men-sortir material tower ini adalah
menyiapkan gambar-gambar kerja, packing list dan daftar list materil per set tower.
Material disortir dimulai dari material yang paling bawah (Basic) tower, disortir sesuai dengan
jumlah dan jenis untuk setiap set tower. Material tower disusun satu tumpuk, plate juga disusun
dalam satu tumpukan demikian juga halnya dengan baut, mur dan ring, sebagai pedoman dalam
mensortir material digunakan daftar (list) material per set tower yang delah disiapkan terlebih
dahulu. Dikarenakan banyak dan ragamnya jenis material tower yang akan disortir, guna
memudahkan dalam pelaksanaan penyortiran setiap tumpukan tower ditandai sesuai dengan nomor
material.
Umumnya material digudang ditumpuk sesuai dengan daftar packing list (untuk nomor dan
jenis yang sama ditumpuk dalam satu tumpukan. Inilah tujuan dari menyortir, dari setiap tumpukan
diambil sesuai jumlah untuk satu set tower dan dikumpulkan sehingga membentuk tumpukan yang
baru, yang isi nya satu set tower. Tumpukan set tower ini akan dichek kembali pada saat dinaikkan
ke truk untuk dikirim ke lapangan.

2. Mobilisasi Material
Material yang telah disortir, diangkat ke-truk, disusun sedemikian rupa, sesuai dengan
ukurannya, Plate, Baut sedang, Mur dan ring dimasukkan kedalam wadah. Setelah sampai ketitik
yang diantar, materialpun diturunkan (dibongkar) dengan cara memisahkan Baut, Mur dan Ring
serta Plate ditumpukkan dibagian bawah kemudian ditimpa dengan material yang besar. Ini
dilakukan disamping untuk keamanan juga memudahkan pekerjaan pada saat pelangsiran material
ketitik tower.

3. Langsiran Material
Material yang telah ditumpuk dipinggir jalan kemudian dilangsir ketitik tower, banyak cara
yang dilakukan untuk melangsir material Ketitik tower, tergantung medan yang akan dilalui, khusus
propolsal ini yang kita uraikan adalah melangsir material dengan menggunakan tenaga manusia.
Material diangkat (dipikul) sampai ketitik tower, perletakan material disebar dan ditumpuk sesuai
nomor dan jenisnya, untuk peletakan material ini diatur dan diawasi oleh seorang mandor (tenaga
Ahli) yang mengerti mana material yang akan dipasang terlebih dahulu, selama pelangsiran material
terus di chek sesuai daftar pengiriman (List Material).
Demikian hal ini dilakukan sampai semua material sampai ke titik tower dan bila pada hari
yang sama belum dapat dilakukan pekerjaan Erection tower, material tower yang dilapangan dijaga
baik malam maupun siang hari.

4. Erection tower
Erection tower adalah pekerjaan merangkai besi-besi bagian dari tower yang dimulai dari
bawah keatas secara bertahap sehingga terbentuk satu set tower
Dalam pelaksanaan pengawasan/supervisi erection atau mendirikan tower perlu mengenal
minimal garis besar jenis atau ragam dari material tower utnuk tegangan tinggi.
4.1. Peralatan Erection Tower
Dalam melaksanakan pekerjaan erection atau mendirikan tower diperlukan peralatan
memudahkan pelaksanaan dilapangan, dibawah ini diuraikan perelatan erection tower terdiri
dari peralatan utama dan peralatan bantu.
Peralatan utama, antara lain :
- Winch and Bond
- Bamboo derrick (3 buah, panjang 14 m dengan diikat menyatu setiap interval 0,75 m),
dengan cara ikatan : salah satu ujung terdiri dari ujung besar 2 buah dan ujung kecil satu
buah.
- Spanners
- Derrick guys
- Stakes
- Snatck blocks
- Nylon rope
- Pullifts
Peralatan Bantu, antara lain :
- Kunci tangent
- Kunci pas
- Hammer karet

4.2. Keselamatan Kerja


Semua pekerjaan dilaksanakan harus memperhatikan keselamatan kerja (K2), maka
pengawas perlu mengontrol peralatan kerja yang digunakan, seperti :
- Helm pelindung
- Sarung tangan
- Sabuk pengaman (safety belt).
Dalam hal ini pengawas harus memperhatikan kelayakan sarana keselamatan kerja yang
digunakan dan memberi peringatan jika tidak menggunakan peralatan keselamatan kerja,
seperti dalam beberapa hal pekerja harus :
- Memakai perlengkapan keamanan yang disediakan.
- Memeriksa bahwa kawat earthing tower telah disambung.
- Melakukan pemeriksaan peralatan setiap hari dan segera mengganti bagian yang rusak.
- Berhenti bekerja bila hujan turun.
- Tidak pernah menaikkan tower jika pondasi belum ditimbun kembali.
- Tidak bekerja di malam hari kecuali ada sesuatu yang khusus harus dikerjakan.
- Semua hook pengangkat harus dilengkapi dengan lidah pengaman (safety catch).
- Seluruh jenis steel wire rope dan tali nylon harus ditest beban sebelum digunakan.
- Setiap 3 kali pemakaian tower, derrick bamboo harus dicheck terhadap keretakan
bamboo dan kekencangan tali.
- Pasak harus menggunakan anchor drill atau bahan sejenisnya yang kuat.
- Bila belum yakin dengan satu pasak (misal : daerah berbatu), harap dipasang pasak
cadangan (2 buah) di belakangnya.
- Kapasitas angkat maximum untuk bamboo derrick adalah 400 kg.
- Kapasitas angkat maximum untuk aluminium derrick 110 ft adalah 150 kg.
- Kapasitas angkat maximum untuk derrick aluminium 25 m model nomer FAL 320 yang
sudah dimodifikasi adalah 1000 kg.
- Kapasitas angkat maximum untuk derrick lattice steel 21 m adalah 1000 kg.

4.3. Proses/Pelaksanaan Erection Tower


Seperti lazimnya suatu pekerjaan bahwa erection/mendirikan tower terdiri dari tahapan-
tahapan tertentu, maka dibawah ini secara garis besar akan diuraikan tahapan pekerjaan
erection tower sebagai berikut :
1. PEKERJAAN PERSIAPAN
- Menyiapkan gambar referensi yang diperlukan.
Gambar detail tower per bagian tower disipkan terlebih dahulu, dalam hal ini pengawas
dapat mengontrol kelengkapan dan kebenaran gambar yang dipakai sebagai referensi.
- Memerikasa/cek kondisi pekerjaan bagian bawah (ground work)
a. Pondasi tower harus ditimbun ulang sebelum pekerjaan pendirian tower dimulai.
b. Kabel earthing tower harus dipasang sesuai dengan gambar
c. Yakinkan bahwa tower earthing sudah dipasang sebelum erection.
d. Tower earthing dapat diukur sesudah erection dengan menggunakan format pengukuran
- Mengangkut material tower dari gudang lapangan ke lokasi tower.
a. Bahan diangkut dari Gudang ke lokasi pendirian Tower dengan truk Hiab atau kendaraan
sejenis, Truk kecil bisa dipakai apabila jalan sangat sempit. Jika tidak terdapat lintasan
jalan masuk, bahan baja diangkut dari lokasi terdekat ke lokasi tower menggunakan
tenaga manusia atau hewan.
b. Pembongkaran bahan dilokasi tower harus diletakkan diatas kayu yang keras, untuk
memudahkan pengangkatan dan menjaga bahan tetap bersih(bahan yang kotor harus
dibersihkan atau disikat).
c. Semua bahan dilapisi galvanis dan harus dijaga dari kerusakan, cacat atau tergores.
Kerusakan yang terjadi pada galvanis harus segera dilaporkan.
d. Bahan baja harus digelar pada lahan sesuai dengan persyaratan pendirian tower. Jika
terjadi kerusakan bahan harus ditangani secara khusus. Cacat dapat diperbaiki dengan
“Cold Galvanis paint” sesuai persetujuan Koordinator Engineering. Bahan dengan
kerusakan yang berat harus diganti.
e. Semua bahan akan dikeluarkan dari gudang ke lokasi pendirian.
Prosedur dari penyimpanan, pengelompokan dan pengeluaran ke lokasi dijelaskan pada
Instruksi Kerja untuk Dokumen Gudang. Semua bahan harus diperiksa untuk mencocokkan
dengan spesifikasi sebelum keluar dari gudang.
- Mobilisasi peralatan dan personil (erection tim)
Group/crew erection dan peralatan supaya efektif harus bertempat/ditempatkan di dekat
lokasi tower untuk memudahkan dan kelancaran pekerjaan sekaligus pengamanan material
dan peralatan. Bila tidak tersedia rumah dapat mendirikan tenda hal ini sering dilakukan,
mengingat lokasi tower banyak terdapat di daerah yang terpencil (pelosok)

4.4. Prosedur Erection/Mendirikan Tower


Dalam pelaksanaan mendirikan tower peran pengawas sangat menentukan kesuksesan
pekerjaan tersebut, maka dalam hal ini dituntut lebih aktif mengontrol peralatan yang dipakai,
metode yang akan dilaksanakan, kelengkapan material, terutama pada saat start pemasangan
perbagian tower.
Adapun prosedur erection/mendirikan tower yang lazim dilaksanakan di lapangan adalah
sebagai berikut :
1. Perakitan/merangkai besi tower dilakukan per bagian tower seperti leg, body, common
portion, cross arm dan sterusnya.
2. Masing – masing bagian tower yang dirangkai terlebih dahulu adalah main member (besi
siku utama) baru kemudian disusul dengan pemasangan secondary member.
3. Bertahap dilakukan per bagian tower keatas dengan mengangkat member dengan bantuan
derek (gane pole, roller crane, dan pulllift).
4. Pada saat pemasangan besi per bagian tower pada awalnya disarankan untuk tidak
dikencangkan, setelah rangkaian bagian tower lengkap baru baut dikencangkan.
5. Untuk pemasangan cross arm, dipasang terlebih dahulu cross arm paling atas (peak cross
arm/earth wire cross arm), selanjutnya dipasang top cross arm, middle cross arm dan
selanjutnya lower cross arm.
6. Masing – masing cross arm terlebih dahulu dirangkai dibawah, baru kemudian diangkat
keatas dengan derek untuk disatukan dengan common part diposisinya.
7. Pada tahap awal derek (gane pole, roller crane, dan pulllift). dijalankan dengan manusia
pada posisi diatas chimney salah satu leg. Labrang dan tali kerekan dikencangkan.
8. Ujung labrang harus dikaitkan ke pasak seperti molex anchor (pasak ulir) atau concrete block
(balok semen) dengan jarak yang aman dari Derek. Foreman harus menentukan lokasi yang
sesuai dan memeriksa apakah labrang serta pasak tersebut telah terpasang dengan aman.
Tidak diperkenankan menggunakan pohon sebagai pasak. Kerekan harus dipatok ketanah
menggunakan patok atau pasak ulir (molex anchor) yang kuat.
9. Alat pengangkat (derek & gane pole) diangkat keatas sesuai dengan tahapan pemasangan
bagian tower. Titik tumpu gane pole adalah menggunakan kawat sling yang dikaitkan ke
main member/besi utama dan dipasang pula dengan gay wire (sling) juga dikaitkan ke main
member.
10. Kemiringan Derek tidak boleh melebihi batas miring 15° kearah tegak. Sepertiga bagian
Derek masih didalam tower yang sudah didirikan. Hook (kail) pengangkat harus dilengkapi
dengan lidah pengaman (safety catch).
11. Disarankan untuk dipasang guy wire pada keempat posisi sudut main member (besi utama)
dari tower yang sudah dipasang.
12. Pada saat winch bond tersangkut di bagian tower, pengangkatan harus dihentikan dan
tegangan harus dikurangi sebelum membebaskan bagian bond (sling) yang tersangkut.
13. Foreman bertanggungjawab untuk menerapkan prosedur erection dengan aman. Selain itu,
Banksman harus ditunjuk untuk meperhatikan dan mengarahkan proses pengangkatan
berkaitan dengan winch.

5. Final Chek
Pekerjaan Final Chek adalah pekerjaan yang dilakukan setelah Tower dierection, semua baut
dikencangkan sesuai dengan ukuran dari mulai basis pertama sampai dengan ke ujung tower, semua
material dibersihkan dan didata.
Untuk keamanan material dari orang-orang yang tak bertanggung jawab biasanya ujung baut
dirusak sehingga mur tidak dapat dibuka, atau semua baut dari basis pertama sampai dengan basis
ke dua di las.
Hambatan-hambatan yang selalu didapat dilapangan adalah material yang salah lobang,
material yang kepanjangan, untuk
mengatasinya material yang salah lobang dan material yang kepanjangan dimodifikasi langsung
dilapangan.

Demikian Methode Pekerjaan erection tower ini dibuat, sesuai dengan pengalaman kami
(Perusahaan) mengerjakan Pekerjaan Erection Tower.