Anda di halaman 1dari 8

Halaman 1/8

Formulir No. SHE/08/F-003

ANALISIS KESELAMATAN KERJA (JOB SAFETY ANALYSIS)/PROSEDUR JSA

Nomor dan Nama 034 & Mengoperasikan


Tanggal 12 Desember 2018 No JSA : JSA/SHE/034
Pekerjaan Dumptruck Produksi
Nomor dan Nama
Production Operator Disusun Oleh Tanda tangan No Revisi 0
Jabatan
Seksi/Departemen Production Diperiksa Oleh Tanda tangan Direview SHE
Jabatan Superior Production Group Leader Disetujui Oleh Tanda tangan Tanda tangan

Alat Pelindung Diri Yang Harus Dipakai : Lokasi Kerja : Quarry Area
1. Wajib digunakan: Helm, sepatu pelindung, kacamata, rompi reflektor,
masker debu, ear plugs, sarung tangan.
2. Disarankan untuk digunakan: --
Risiko yang terkait
Urutan Dasar Langkah Kerja Tindakan atau Prosedur Pencegahan yang
direkomendasikan

Identifikasi Risiko yang berhubungan


Uraikan pekerjaan tersebut menjadi Gunakan kedua kolom tadi sebagai pembimbing, tentukan
dengan tiap-tiap langkah kerja
beberapa langkah kerja dasar tindakan apa yang perlu diambil untuk menghilangkan atau
tersebut terhadap kemungkinan
memperkecil Risiko yang dapat menimbulkan kecelakaan,
terjadinya kecelakaan
cidera atau penyakit akibat kerja
1 Periksa dan pakai Alat Pelindung 1.1 Membentur, terbentur 1.1.1 Operator harus menyesuaikan dengan Ikrar
Diri (APD) Keselamatan terutama kegiatan pertama. APD dipakai
untuk mengurangi risiko cidera.
1.1.2 APD tersebut harus diperiksa dan dipastikan baik serta
dipakai dengan baik saat bekerja
1.1.3 Orang yang bekerja harus dalam keadaan sehat
jasmani dan rohani, sudah ditraining khusus
mengoperasikan alat dan memiliki izin
mengoperasikan alat dan memakai kartu izin
mengoperasikan alat yang berlaku.

ANALISIS KESELAMATAN KERJA (JOB SAFETY ANALYSIS)/PROSEDUR JSA


Halaman 2/8
Formulir No. SHE/08/F-003

Risiko yang terkait


Urutan Dasar Langkah Kerja Tindakan atau Prosedur Pencegahan yang
direkomendasikan

2 Lakukan Pemeriksaan dan 2.1 Terbentur 2.1.1 Hati-hati saat melihat dibagian bawah, pakai helm dan
Perawatan Harian (P2H) kaca mata
2.1.2 Pastikan unit diparkir secara aman di lingkungan yang
aman pula.
2.2 Terjatuh 2.2.1 Perhatikan tempat berjalan dan pijakan kaki waktu
berkeliling dan naik / turun, berdirilah di tempat yang
stabil, usahakan berpegangan.
2.2.2 Bersihkan lantai dari sisa grease, ceceran oli atau air
sebelum dinaiki.
2.3 Terkilir 2.3.1 Saat membuka / menutup cabin perhatikan jari,
tangan dan keseimbangan.
2.4 Terjepit 2.4.1 Saat memeriksa mesin, perhatikan posisi jari dan
tangan, hati-hati di bagian sempit dan yang bisa
berputar, jangan sampai terjepit.
2.5 Terkena suhu panas 2.5.1 Hati-hati pada bagian mesin yang panas (turbo,
saluran buang, radiator)
2.5.2 Saat memeriksa radiator, Periksa ketinggian air pada
reservoirnya. Jika tidak dilengkapi reservoir, periksa
radiator jika mesin sudah dingin. gunakan majun
waktu membuka / menutup tutup radiator, putar
sedikit dan tahan, biarkan tekanan dalam radiator
hilang, baru buka tutupnya. Jangan membuka radiator
2.6 Aki meledak 2.6.1 dengan kaki.
Waktu memeriksa elektrolit baterai, lakukan dengan
hati-hati, gunakan senter, jangan memakai api terbuka
2.7 Menabrak 2.7.1 (korek api, pemantik rokok dsb)
Saat melakukan test, perhatikan kondisi sekitar,
tranmisi harus netral, klakson 1x, tunggu 15 detik,
atur bukaan gas rendah, hidupkan mesin. Periksa
panel-panel indikator dan uji fungsi alat-alat kerja.

ANALISIS KESELAMATAN KERJA (JOB SAFETY ANALYSIS)/PROSEDUR JSA


Halaman 3/8
Formulir No. SHE/08/F-003

Risiko yang terkait


Urutan Dasar Langkah Kerja Tindakan atau Prosedur Pencegahan yang
direkomendasikan

3 Naik/turun 3.1 Terpeleset jatuh 3.1.1 Bersihkan dulu anak tangga dan pegangan tangga dari
lumpur, grease atau kotoran penyebab licin lainnya.
3.1.2 Tubuh harus menghadap unit saat naik / turun,
berpegangan dan gunakan teknik kontak tiga titik.

4 Operasikan unit kosongan 4.1 Tangan terjepit 4.1.1 Hanya operator yang memiliki izin yang boleh
mengoperasikan truk produksi
4.1.2 Agar tangan / kaki tidak terjepit waktu menutup pintu,
usahakan gunakan satu tangan untuk menarik handle
pintu dan tangan yang lain berpegangan pada kursi,
pastikan kedua kaki sudah berpijak di lantai kabin,
jangan membanting pintu kabin, tutuplah dengan
perlahan namun pasti.
4.2 Terjatuh 4.2.1 Selama berada dalam kabin, sabuk pengaman harus
selalu dipakai, demikian juga helm jika perlu. Atur
posisi kursi agar nyaman.
4.3 Tabrakan 4.3.1 Sebelum pekerjaan dimulai, pastikan operator
mengetahui lokasi dan pekerjaan yang harus
dilakukan. Diskusikan dengan pengawas.
4.4 Unit terguling 4.4.1 Jika daerah operasi merupakan daerah baru buat
operator, maka jika perlu dilakukan pemeriksaan
terlebih dulu, diskusikan dengan pengawas.
4.5 Bersenggolan 4.5.1 Pada truk produksi dengan kemudi sebelah kiri dan
berjalan di jalur kiri, operator harus lebih hati-hati
terutama waktu berpapasan, kurangi kecepatan.
Kecepatan maksimum adalah 35 km/jam dalam
keadaan normal.
4.6 Menabrak mundur 4.6.1 Tata cara penggunaan klakson harus diikuti: (1) Satu
kali panjang sebelum menghidupkan mesin (2) Dua
kali pendek sebelum bergerak maju (3) Tiga kali
pendek sebelum mundur, atau gunakan alarm mundur
(4) Perhatikan spion sebelum mundur, jika terlalu gelap
hentikan manuver.
ANALISIS KESELAMATAN KERJA (JOB SAFETY ANALYSIS)/PROSEDUR JSA
Halaman 4/8
Formulir No. SHE/08/F-003

4.7 Unit rusak 4.7.1 Pilih tempat berjalan yang stabil, hindari roda-roda
berputar slip dengan mengatur transmisi dan
kecepatan.
4.7.2 Jangan mengemudi dengan mengubah kecepatan atau
arah yang mendadak
4.7.3 Ikuti petunjuk pengoperasian alat dengan benar.
4.7.4 Jika pandangan terhalang atau cuaca buruk, hentikan
unit, parkirlah di tempat yang aman, ikuti instruksi
pengawas.
4.8 Menabrak 4.8.1 Jika mengoperasikan unit malam hari, harus
perhatikan: (1) Semua lampu operasi harus dalam
keadaan baik dan dinyalakan. (2) Hati-hati karena
tinggi relatif obyek di atas tanah malam hari bisa
berbeda dibandingkan dengan siang hari.

5 Isi muatan 5.1 Tabrakan 5.1.1 Saat memasuki daerah pengisian muatan, perhatikan:
(1) Berikan klakson atau sinyal lampu pada alat
loading atau alat berat lain yang ada, pastikan
operatornya mengetahui keberadaan unit. (2)
Gunakan radio kontak untuk berkomunikasi dengan
operator alat loading. (3) Amati pula keberadaan orang
atau kendaraan ringan lainnya. (4) Operator harus bisa
mengamati seluruh kegiatan pemuatan dari depan. (5)
Jangan parkir untuk mengantri hingga tidak bisa
melihat alat loading. (6) Perhatikan titik pemuatan, jika
kurang rata atau membahayakan, minta lah alat
loading atau dozer untuk mempersiapkannya dahulu.
(7) Jika ada unit lain yang sedang diisi, antrilah pada
jarak dan lokasi yang aman. (8) Ikuti pola antrian dan
manuver pengisian.
Halaman 5/8
Formulir No. SHE/08/F-003

ANALISIS KESELAMATAN KERJA (JOB SAFETY ANALYSIS)/PROSEDUR JSA


5.2 Menabrak mundur 5.2.1 Jika truk di depan sudah selesai diisi, mulailah
5aneuver, mundurlah ke titik pemuatan, jika bucket
alat loading sudah siap menggantung dan operator
alat loading memberikan sinyal klakson. Mundurlah ke
titik pemuatan, sampai operator alat loading
memberikan sinyal klakson, atau dump body diisi
muatan oleh alat loading.
5.2.2 Sebelum bergerak mundur, amati keadaan di belakang
dengan melihat kaca spion, atau ikuti aba-aba
pemandu jika ada. Mundurlah dengan perlahan dan
hati-hati.
5.3 Unit terperosok 5.3.1 Usahakan truk dihentikan dalam keadaan serata
mungkin dan stabil.
5.4 Terjatuh 5.4.1 Pada saat unit sedang diisi, operator truk dilarang
keluar atau memasuki kabin operator

6 Operasikan unit membawa 6.1 Tabrakan 6.1.1 Sama dengan no. 4.3.1
muatan 6.2 Unit terguling 6.2.1 Sama dengan no. 4.4.1
6.3 Bersenggolan 6.3.1 Sama dengan no. 4.5.1
6.3.2 Unit dengan keadaan bermuatan akan mengakibatkan
titik berat unit naik ke atas, sehingga berkurang
kestabilannya. Karena itu pilih tempat berjalan yang
relatif rata (tidak miring kiri / kanan).
6.3.3 Kecepatan truk harus disesuaikan dengan kondisi
6.3.4 jalan.
Jangan membuntuti unit lain, jarak antrian minimum 4
6.3.5 x panjang unit dalam keadaan normal.
Jangan sekali-kali menuruni turunan dengan transmisi
6.3.6 netral.
Gunakan klakson atau isyarat lampu jika memasuki
tikungan, persimpangan atau alat berat lain. Kurangi
6.4 Menabrak 6.4.1 kecepatan.
Sama dengan no. 4.8.1

ANALISIS KESELAMATAN KERJA (JOB SAFETY ANALYSIS)/PROSEDUR JSA


Halaman 6/8
Formulir No. SHE/08/F-003

7 Tumpahkan muatan 7.1 Menabrak 7.1.1 Pada saat memasuki area penumpahan, operator
harus terlebih dulu mengamati daerah penumpahan,
terutama kabel yang menggantung. Jika ada,
perhatikan buldozer yang ada, berikan isyarat klakson
atau lampu hingga operator dozer / alat loaading
mengetahui keberadaan unit.
7.1.2 Ikuti pola penumpahan di area atau instruksi yang
diberikan pengawas atau pemandu jika ada.

7.2 Unit amblas terguling 7.2.1 Tata cara penumpahan harus sesuai dengan jenis
material yang dibawa
7.2.2 Manuver mundur harus dilakukan perlahan dan hati-
hati, operator harus mengamati kaca spion. Jangan
mundur tepat ke bibir tebing, atau melewati bundwall,
bundwall hanya berfungsi sebagai acuan bagi
operator. Bukan ganjal untuk berhenti.
7.2.3 Jika material yang dibawa berupa lumpur, material
tersebut harus di spread, dan tidak ditumpahkan di
satu tempat.
7.3 Unit rusak 7.3.1 Naikkan dump body untuk menumpahkan muatan
secukupnya.
7.3.2 Jika semua muatan sudah ditumpahkan, turunkan
dump body dalam keadaan unit berhenti. Hati-hati
terhadap kabel yang menggantung. Jika muatan
terhalang oleh tumpukan, majukan unit perlahan lurus
ke depan, jika muatan sudah ditumpahkan semua,
berhenti dan turunkan dump body. Jangan
menurunkan dump body saat unit berjalan karena
akan merusak mekanisme dump body.

ANALISIS KESELAMATAN KERJA (JOB SAFETY ANALYSIS)/PROSEDUR JSA


Halaman 7/8
Formulir No. SHE/08/F-003

7.3.3 Area penumpahan biasanya amat berdebu, maka


manuver truk harus dilakukan dengan perlahan dan
hati-hati. Komunikasi yang baik dengan dozer dan truk
lain bisa dilakukan dengan isyarat klakson atau lampu.
7.3.4 Jika penumpahan dilakukan di crusher, maka
perhatikan: (1) Perhatikan area penumpahan di
crusher, terutama dari kemungkinan adanya orang
atau kendaraan ringan lain. (2) Ikuti prosedur
penumpahan di crusher yang berlaku, patuhi aturan
lalu lintas unit, amati lampu penuntun di crusher. (3)
Pada waktu mundur, periksa kedua kaca spion dengan
seksama, crusher biasanya dilengkapi dengan
stopping block, atur posisi unit hingga tepat tegak
lurus stopping block. (4) Naikkan dump body cukup
untuk menumpahkan seluruh muatan, setelah seluruh
muatan ditumpahkan, turunkan dump body sebelum
meninggalkan crusher. Amati lingkungan sekitar
sebelum manuver. Jika perlu, beritahu operator
crusher atau pengawas kalau lokasi penumpahan kotor
dan perlu dibersihkan.
8 Parkir dan manuver parkir 8.1 Menabrak 8.1.1
8.1.2 Carilah tempat yang datar dan aman .
Saat maneuver, perhatikan bagian belakang,
terutama daerah blind spot unit atau alat lain yang
8.1.3 parkir atau bangunan di kiri kanan unit.
Setelah berhenti sempurna dan lurus, aktifkan rem
parkir, biarkan mesin idle 5 menit dan matikan mesin,
8.1.4 cabut kunci kontak.
Jika parkir dilakukan tidak di lokasi yang ditentukan
(darurat) maka tempatkan rambu darurat 50 meter di
depan dan belakang unit. Lampu kecil harus
dihidupkan.

ANALISIS KESELAMATAN KERJA (JOB SAFETY ANALYSIS)/PROSEDUR JSA


Halaman 8/8
Formulir No. SHE/08/F-003

8.2 Terkilir 8.2.2 Hati-hati saat membersihkan unit, undercarriage


hendaknya dibersihkan dengan tongkat kayu
pembersih yang dipegang dengan kuat dan benar.
Perhatikan posisi tubuh selama bekerja.

9 Tangani keadaan darurat 9.1 Cidera fatal 9.1.1 Jika unit terguling, konsentrasikan pada kemudi,
jangan panik, jangan mencoba melepas seat belt atau
melompat keluar dari kabin.
9.1.2 Jika mesin mati saat di tanjakan, aktifkan parking dan
emergency brake
9.1.3 jika unit tetap bergerak, arahkan ke bundwall,
tabrakkan ban dengan kemiringan kecil (30 deg)
terhadap bundwall.
9.1.4 Jika unit amblas pada HD, maju sedikit, ayunkan
mundur, maksimum tiga kali, jika tidak berhasil minta
bantuan alat penarik lain.
9.1.5 Jika unit articulated amblas, coba kombinasi poros
9.1.6 unit.
Jika timbul api / asap, arahkan unit ke tempat aman,
jika mungkin, aktifkan rem parkir dan rem darurat.
Identifkasi sumber api, jika nyala api tidak terlalu
besar, gunakan APAR untuk memadamkan api dari
luar. Aktifkan segera sistem pemadam otomatis jika
tersedia. Ikuti tata cara penanganan keadaan darurat.

Anda mungkin juga menyukai