Anda di halaman 1dari 30

DAFTAR ISI

I. MENGENAL ADOBE ILLUSTRATOR


II. MENGENAL FLAT DESIGN
III. MEMBUAT DAN MENGATUR DOKUMEN BARU
IV. MEMBUAT DESAIN OBJEK
I. MENGENAL ADOBE ILLUSTRATOR
Adobe Illustrator adalah program editor grafis vertor terkemuka, dikembangkan dan dipasarkan
oleh Adobe System. Adobe Illustrator (AI) pertama kali dikembangkan untuk komputer Apple Macintosh
pada Desember 1986 dan dirilis pada Januari 1987. Pada waktu itu Adobe Illustrator adalah produk
pendamping dari Adobe Photoshop.
Walaupun dulu hanya sebagai produk pendamping, tapi kini Adobe Illustrator sudah berkembang
dan menjadi aplikasi yang bisa diandalkan sebagai aplikasi pengolah gambar berjenis gambar vektor.
Proses waktu pengembangan aplikasi Adobe Illustrator tidaklah sebentar, dalam proses pengembangan,
dilakukan juga upgrade versi dari Adobe Illustrator.

Logo Adobe Illustrator

Berikut ini adalah tabel sejarah versi dari Adobe Illustrator (urut berdasarkan tanggal rilis) :

Versi Nama kode Tanggal rilis Platform


1.0 Picasso Januari 1987 Mac OS

1.1 Inca 19 Maret 1987 Mac OS

88 - Maret 1988 Mac OS

2.0 Pinnacle Januari 1989 Windows

3 Desert Moose Oktober 1990 Mac OS, NeXT, Unixes lainnya

3.5 - 1991 IRIX

4 Kangaroose Mei 1992 Windows

3.5 - 1993 Solaris

5 Saturn Juni 1993 Mac OS

5.5 Janus Juni 1994 Mac OS dan Solaris

5.5.1 - 1995 IRIX

6 Mac OS Februari 1996 Mac OS

5.1 Pavel 1996 Windows

7 Simba Mei 1997 Mac dan Windows


8 Elvis September 1998 Mac dan Windows

9 Matisse Juni 2000 Mac dan Windows

10 Paloma November 2001 Mac dan Windows

CS (11) Pangaea/Sprinkles Oktober 2003 Mac dan Windows

CS2 (12, 12.0.1) Zodiac 27 April 2005 Mac dan Windows

CS3 (13) Jason April 2007 Mac dan Windows

CS4 (14) Sonnet Oktober 2008 Mac dan Windows

CS5 (15, 15.0.1, 15.0.2) Ajanta Mei 2010 Mac dan Windows

CS6 (16, 16.0.2) Ellora Mei 2012 Mac dan Windows

CC (17) - Juni 2013 Mac dan Windows

CC (18) - 2014 Mac dan Windows

Lembar kerja Adobe Illustrator

Menu Bar &


Control Bar
Lembar Kerja
Tools

Palet

Zoom

Gambar tampilan Adobe Illustrator CC


Toolbox Adobe Illustrator

Keterangan gambar:
1. Selection Tool (V), Tool yang digunakan untuk memilih/menyeleksi satu atau banyak objek.
2. Direct Selection Tool (A), Untuk menyeleksi titik atau ruas kurva didalam objek.
3. Magic Wand Tool (Y), Untuk memilih/menyeleksi satu atau banyak objek secara bebas.
4. Lasso Tool (Q), Untuk menyeleksi titik atau ruas kurva secara laso di dalam objek.
5. Pen Tool (P), Digunakan untuk menggambar garis lurus ata garis lengkung (kurva)
6. Type Tool (T), Digunakan untuk menulis huruf.
7. Line Segment Tool (\), Untuk menggambar bidang garis.
8. Elipse Tool (L), Untuk menggambar lingkaran
9. Paintbrush Tool (B), Untuk menggambar sesuai pilihan brush yang sedang aktif
10. Pencil Tool (N), Untuk menggambar garis bebas dan mengedit garis.
11. Blob Brush Tool (Shift+B), Untuk menggambar bebas seperti melukis.
12. Eraser Tool (Shift+E), Untuk menghapus bidang objek.
13. Rotate Tool (R), Untuk memutar objek atau gambar dengan besar angka tertentu.
14. Scale Tool (S), Untuk merubah ukuran dimensi objek dengan angka tertentu.
15. Warp Tool (Shift+R), Untuk melakukan distorasi terhadap garis maupun bentuk kurva.
16. Free Transform Tool (E), Untuk langsung mengubah dimensi, memutar atau memiringkan (skew)
objek setelah diseleksi.
17. Symbol Sprayer Tool (Shift+S), Untuk menggambar bebas berdasarkan symbol yang sedang aktif.
18. Column Grapth Tool (J), Untuk menggambar grafik statistik.
19. Mesh Tool (U), Digunakan untuk membuat objekyang mempunyai beragam warna gradasi yang
dibuat dengan mengatur titik-titik mesh.
20. Gradien Tool (G), Digunakan untuk membuat warna gradasi.
21. Eyedropper Tool (I), Untuk mengambil contoh warna dari sebuah objek.
22. Blend Tool (W), Digunakan untuk mencampur warna (blend) objek.
23. Live Paint Bucket Tool (K), Untuk mengisi warna fill pada objek yang terpilih/terseleksi.
24. Live paint selection Tool (Shift+L), Untuk menyeleksi warna fill pada sebuah objek.
25. Artboard Tool (Shift+O), Untuk menyeleksi, menggeser, merubah posisi artboard (lembar kerja).
26. Slice Tool (Shift+K), Digunakan untuk mengiris atau memotong objek.
27. Hand Tool (H), Digunakan untuk mggeser lembar kerja.
28. Zoom Tool (Z), Digunakan untuk memperbasar tampilan gambar.
29. Fill (X), Digunakan untuk memilih warna dalam.
30. Stroke (X), Digunakan untuk memilih warna garis.
31. Color (<), Untuk mengaktifkan palet color.
32. None (/), Menyatakan tidak ada warna sama sekali.
33. Change Screen Mode (F), Untuk memilih tampilan layar.
34. Gradient (>), Untuk mengaktifkan palet gradient

Palet Illustrator
1. Navigator dan Info

Palet Navigator, untuk memudahkan navigasi pada lembar kerja.


Palet Info, menyampaikan informasi yang berhubungan dengan tool yang sedang terpilih.
2. Color dan Color guide

Palet Color, tempat melakukan pemilihan warna.


Palet Color Guide, untuk memberi warna garis tepi.

3. Stroke, Gradient, dan Transparency

Palet Stroke, digunakan untuk mengedit garis, seperti menambah atau mengurangi ukuran,
bentuk garis, dll.
Palet Gradient, untuk memberikan dan mengedit warna gradasi.
Palet Transparency, untuk mengatur tingkat transparan sebuah objek.

4. Swathces, Brushes, dan Symbol

Palet Swatches, digunakan untuk menyimpat warna untuk dipakai kembali.


Palet Brushes, digunakan untuk memilih dan mengedit macam brsh.
5. Layers, Action, dan Links

II. MENGENAL FLAT DESIGN


Flat Design adalah Desain yang mengusung bentuk simple dengan membuang segala bentuk effect
gradasi, bayangan, glossy dan lain-lain. Sehingga yang tampil adalah bentuk flat simple dan perpaduan
warna yang enak dilihat.
Contoh penggunaan Flat Design adalah windows 8 dan windows 10.

Tampilan windows 8
III. MEMBUAT DAN MENGATUR DOKUMEN BARU
Langkah – langkah membuat dan mengatur dokumen baru pada Adobe Illustrator adalah sebagai berikut :
1. Jalankan Aplikasi Adobe Illustrator CS5/CS6/CC.
2. Tekan ctrl + N pada keyboard atau pilih menu File  New, lalu berinama file misal. FlatDesign1
Ukuran kertas 30 cm x 30 cm ( jangan lupa ubah satuan menjadi Centimeters)
Color Mode RGB
Lalu klik OK dan akan tampil halaman awal seperti gambar 3

3. Tekan ctrl + r pada keyboard untuk menampilkan Ruler/Garis bagian atas dan samping lembar kerja,
4. Buatlah Guide vertical untuk memudahkan penempatan nantinya dengan klik ruler bagian samping
kiri tahan klik mouse dan geser kekanan tepat pada angka 15 (ditengah) lakukan yang sama pada
Guide horizontal

5. Buat background dengan menggunakan Rectangle Tool atau tekan huruf M pada keyboard

6. Ukuran background sama dengan lembar kerja yaitu 30 cm x 30 cm


7. Beri warna biru #6AC9CD pada background

8. Buka menu Layers, ganti nama layer Rectangle dengan nama Background agar nantinya karya
tersusun dengan baik.

Lock/kunci layer Background dan Guide agar tidak bisa diedit sementara selama pembuatan
komponen lain.

IV. MEMBUAT DESAIN OBJEK

Balon1 BalonIndonesia BalonInggris BalonAmerika BalonAfrika Awan


Pegunungan Pohon

Dataran

Balon Udara 1
1. Buat lingkaran, pilih menu Elipse Tool (gambar 9)
atau dengan tekan tombol L pada keyboard. Agar
lingkaran bulat sempurna tekan tombol shift
sambil membentuk lingkaran.

Gambar 9

2. Ubah warna lingkaran menjadi biru kode #1C75BC


atau yang hampir sama seperti gambar 10.

Gambar 10
3. Gunakan Pen Tool (gambar 11), buat trapesium
seperti gambar agar terbentuk sepeti balon udara
(gambar 12)

Gambar 11

4. Select/pilih lingkaran dan trapesium lalu


Gambar 12
gabungkan dengan klik Pathfinder  Shape Mode
 Unite.
Lalu akan menjadi satu bentuk balon udara seperti
gambar 14.
Catatan :
Gambar 13
Jika belum tersedia menu Pathfinder, tampilkan
Pathfinder dengan cara pilih menu Windows 
pilih Pathfinder

Gambar 14

5. Gambar pulau di dunia seperti gambar 15 dengan


menggunakan Pen Tool.
(sudah disediakan)

Gambar 15
6. Buat trapesium warna hijau seperti gambar
dengan menggunakan pen tool. (gambar 16)

Gambar 16

7. Gunakan Rectangle Tool untuk membuat


keranjang dibawah Balon Udara seperti gambar 17

Gambar 17

Gambar 18

8. Gunakan Direct Selection Tool (gambar 18) untuk


membentuk trapesium keranjang.

9. Klik titik ujung kanan bawah dan kiri bawah


persegi, lalu Tarik sampai membentuk trapesium
seperti gambar 19

Gambar 19
Gambar 20
10. Gunakan Line Segment Tool / Pen Tool (gambar
20) untuk membuat list garis pada keranjang
seperti gambar 21.

Gambar 21

11. Buat tali Balon Udara seperti gambar 22 dan


gambar 23 dibawah dengan menggunakan Line
Segment Tool / Pen Tool .
Catatan:
- untuk membuat garis lurus tekan tombol shift
Gambar 22
dan buat garis dengan line tool/pen tool secara
bersama-sama)
- Buat garis seperti gambar 22 yaitu garis
trapesium, baru buat seperti gambar 23

Gambar 23

Gambar 24
12. Buat Pemberat yang terdiri dari lingkaran dan
persegi.
Gunakan Elipse Tool dan Rectangle Tool untuk
membentuk pemberat seperti gambar 24. Gambar 25

13. Buat Lingkaran dan persegi sejajar seperti


gambar 25.

14. Isi warna dengan warna putih dengan menu


seperti gambar 26. Gambar 26

Gambar 27

15. Dengan keadaan lingkaran dan persegi deselect,


lalu klik Pathfinder  Unite seperti gambar 27
Gambar 28
agar lingkaran dan persegi bersatu.
16. Copy (ctrl + c) dan Paste (ctrl + v) menjadi 5
seperti gambar 28.
Group 5 objek tersebut, dengan tekan tombol
ctrl + G pada keyboard
17. Susun seluruh objek menjadi balon udara yang
utuh seperti gambar 29, lalu select seluruh balon
udara dan group dengan tekan ctrl + G
18. Tekan ctrl + F untuk Copy in Place yaitu objek
yang di copy akan ditempatkan sama seperti Gambar 29
objek asli (menumpuk).
19. Ganti warna objek Balon udara yang menumpuk
objek asli balon udara menjadi warna hitam
seperti gambar 30.
20. Potong secara vertical gambar 30 menjadi 2
bagian sama besar. Gunakan Rectangle Tool
untuk membagi, letakkan persegi di salah satu
sisi yang akan dipotong seperti gambar 31.

Gambar 30

Gambar 31

21. Gunakan shape builder Tool ( tekan shift + M) (


gambar 32) untuk menghilangkan satu sisi objek
balon udara.
Gambar 32
22. Dengan Shape Build Tool pilih bagian yang akan
dihilangkan seperti gambar 33.

Gambar 33
23. Klik sembarang, lalu dengan Selection Tool
(panah hitam) pilih persegi hitam dan hapus
persegi tersebut, hasilnya akan seperti gambar
34.

Gambar 34
24. Ubah Transparansi/Opacity Objek Hitam menjadi
20%.
Select objek  pilih menu Transparency 
ubah Opacity menjadi 20% seperti gambar 35.
Hasilnya seperti gambar 36.
Gambar 35

Select semua objek balon udara, tekan ctrl + G


untuk Group objek.
Pembuatan Balon Udara pertama selesai.

25. Copy (ctrl+c) dan paste (ctrl+V) objek Balon


udara (gambar 36) sebanyak 4 kali.
Catatan:
4 objek balon udara untuk : 1 balon udara
Indonesia, balon udara Inggris, balon udara Gambar 36
Amerika dan balon udara Afrika Selatan.

26. Buka menu Layers, ubah nama Layer Objek-


objek menjadi seperti gambar 37, lalu klik OK.

CATATAN:
JANGAN LUPA SIMPAN DOKUMEN TERLEBIH Gambar 37
DAHULU, TEKAN CTRL + S
Balon Udara2 (BENDERA

INDONESIA)
1. Hilangkan gambar mata pada Layer Balon selain
BalonIndonesia seperti gambar 38. Gambar 37
Catatan:
Karena BalonIndonesia yang akan diedit, jadi
BalonIndonesia saja yang terlihat.

2. Ungroup (ctrl + u) hasil salinan Objek


BalonIndonesia.

Gambar 38

3. Pisahkan komponen balon tali dan keranjang


BalonIndonesia1 & hapus bentuk bumi hasilnya
akan seperti gambar 39.

Gambar 39
4. Buat bendera Indonesia dengan rectangle tool.
Buat 2 persegi dengan warna merah dan putih.
Letakkan bendera dibelakang balon seperti
gambar 40.
5. Select semua objek pada gambar 39, lalu klik
kanan  pilih Clipping Mask atau tekan ctrl + 7
seperti gambar 41.
Hasilnya seperti gambar 42.
6. Tambahkan trapezium ganti warna menjadi
white seperti gambar 43.
Gambar 40

Gambar 42

Gambar 41

7. Ganti warna objek dan susun objek seperti


gambar 44.
Group Objek dengan ctrl + g.
Ubah nama pada Layers menjadi BalonIndonesia.
8. Balon Udara Indonesia selesai.
Catatan:
SIMPAN DATA ( CTRL + S)

Gambar 43
Balon Udara3 (BENDERA

Inggris)
1. Visible Layer BalonInggris saja dengan munculkan
gambar mata pada layer, seperti gambar 45.

Gambar 44

2. Insert gambar bendera Inggris, ulangi langkah 2 –


6 pada pembuatan Balon Udara2 (Bendera
Indonesia).
3. Ganti warna objek dan susun objek seperti
gambar 46.
Group Objek dengan ctrl + g.
Ubah nama pada Layers menjadi BalonInggris.
4. Balon Udara Bendera Inggris selesai.
Gambar 45
Catatan :
SIMPAN (CTRL+S)

Balon Udara4 (BENDERA

amerika)
1. Visible Layer BalonInggris saja dengan munculkan
gambar mata pada layer, seperti gambar 47.

Gambar 46
2. Insert gambar bendera Amerika , ulangi langkah
2 – 6 pada pembuatan Balon Udara2 (Bendera
Indonesia).
3. Ganti warna objek dan susun objek seperti
gambar 48.
Group Objek dengan ctrl + g.
Ubah nama pada Layers menjadi BalonAmerika.
4. Balon Udara Bendera Amerika selesai.
Gambar 47
Catatan :
SIMPAN (CTRL+S)

Balon Udara5 (BENDERA

afsel)
1. Visible Layer BalonInggris saja dengan munculkan
gambar mata pada layer, seperti gambar 49.

Gambar 48

2. Insert gambar bendera Afrika Selatan , ulangi


langkah 2 – 6 pada pembuatan Balon Udara2
(Bendera Indonesia).
3. Ganti warna objek dan susun objek seperti
gambar 50.
Group Objek dengan ctrl + g.
Gambar 49
Ubah nama pada Layers menjadi BalonAmerika.
4. Balon Udara Bendera Amerika selesai.
Catatan :
SIMPAN (CTRL+S)

Awan (cloud)
1. Invisible semua layer balon saja dengan
hilangkan gambar mata pada layer, seperti
gambar 51. Gambar 50

2. Bentuk awan dari perpaduan beberapa lingkaran,


gunakan Elipse Tool / langsung tekan tombol L
pada keyboard
3. Bentuk susun lingkaran seperti gambar 52 atau
sesuai keinginan.
4. Agar 3 objek lingkaran menjadi satu, select 3
Gambar 51
lingkaran  Pathfinder klik Unity
Hasilnya akan seperti gambar 54.

Gambar 52
Gambar 53

5. Buat gradasi warna, copy (ctrl+c) lalu paste in


place (ctrl+F).
6. Potong sama besar secara horizontal, dengan
rectangle tool seperti gambar 55.

Gambar 54

7. Select awan dan rectangle  Pathfinder 


Minus Front, ubah warna menjadi hitam
hasillnya seperti gambar 57.

Gambar 55

Gambar 56
8. Ubah Transparansi hitam menjadi 20%.
Transparency  Opacity : 20%.
Hasilnya seperti gambar 59.
9. Group semua objek awan (ctrl+g)

Gambar 57

Gambar 58
Pegunungan
Gambar 59
1. Buat segitiga dengan menggunakan Polygon Tool
seperti gambar 60

2. Buat Polygon menjadi segitiga, klik salah satu


titik polygon maka akan tampil seperti gambar 61
Gambar 60
dan isi sides : 3

3. Hapus Polygon dan ubah warna seperti gambar


62.
4. Copy (ctrl+c) dan paste (ctrl+v) segitiga dan buat
Gambar 61
menjadi segitiga yang lebih kecil.

5. Buat bagian putih ujung segitiga dengan


Gambar 62
menggunakan Pen,bentuk dan warnai seperti
gambar 63.
6. Group objek putih dengan segitiga, lalu copy dan
paste in place.
7. Hasil salinan tersebut jadikan satu, klik
Pathfinder  pilih Unity.
Gambar 63
8. Ubah warna menjadi hitam seperti gambar 64.

9. Potong segitiga hitam sama besar secara


horizontal dengan rectangle seperti gambar 65
lalu klik Pathfinder  pilih Minus Front. Gambar 64

10. Atur opacity menjadi 20% seperti gambar 66.


Lalu group dengan objek segitiga.
11. Untuk segitiga yang lain buat yang sama seperti Gambar 65

langkah diatas.

12. Lalu atur segitiga-segitiga menjadi seperti


gambar 67. Group semua objek.
Gambar 66

Gambar 67
Pohon
1. Buat segitiga seperti gambar 68

Gambar 68
2. Susun segitiga dan warnai seperti gambar 69

3. Untuk mengatur segitiga supaya berada didepan Gambar 69

atau dibelakang suatu objek gunakan klik kanan


 pilih Arrange  Pilih salah satu menu seperti
gambar 70. Atau dengan tekan tombol pada
keyboard sesuai keterangan gambar 70. Gambar 70

4. Buat batang pohon dengan rectangle tool seperti


gambar 71. Lalu group semua objek pohon.

Gambar 71
DATARAN
1. Dengan Rounded Rectangle Tool seperti gambar
72.
2. Buat 4 Rounded Rectangle Buat rangkaian dan
warnai seperti gambar 73.

Gambar 72

Gambar 73

LANDSCAPE
(PEMANDANGAN)
1. Susun Pegunungan,Pohon dan dataran menjadi
seperti gambar 74.

Gambar 74