Anda di halaman 1dari 8

BANK SOAL BAB IX BUKU JILID II

STATISTIKA UNTUK EKONOMI DAN KEUANGAN MODERN


OLEH: Dr. Ir. H. SUHARYADI DAN Ir. PURWANTO S.K.,MSi.

1. Berikut ini adalah data ekspor nonmigas pada tahun 2002 dan 2003 selama 10 bulan.
Dengan data tersebut, ujilah dengan uji tanda, apakah kondisi 2003 lebih baik dari tahun
2002.

Bulan Ekspor 2003 Ekspor 2002


1 3727 3222
2 3623 3366
3 3814 3523
4 3880 3747
5 3920 3717
6 4222 4105
7 4252 4033
8 3716 3884
9 3885 4034
10 3965 4182

Jawab:

Hipotesa : Ho : p = 0,5
: H1 : p > 0,5

Taraf Nyata () 0,05

Probabilitas Hasil Sampel

Ekspor 2003 Ekspor 2002 Tanda


3727 3222 +
3623 3366 +
3814 3523 +
3880 3747 +
3920 3717 +
4222 4105 +
4252 4033 +
3716 3884 -
3885 4034 -
3965 4182 -

Jadi tanda + berjumlah 7 dan tanda – ada 3, sehingga n= 10. Probabilitas hasil sampel:

P(3) = 10C3p3q10-3 = 0,1172

P(4) = 0,1172 dan > taraf nyata 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak
dan H1 diterima. Jadi kesimpulannya adalah bahwa ekspor tahun 2003 lebih baik daripada
tahun 2002.
2. PT PLN Persero mengirimkan 14 manajernya untuk training dalam menyusun job
analysis, untuk lebih mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya manusia yang ada.
Berikut adalah hasil tes dari manajer tersebut sebelum dan sesudah training. Ujilah dengan
uji tanda, apakah ada perbedaan antara sebelum dan sesudah training?

Nama Test awal Test Akhir


Waluyo 40 55
Jumadi 38 38
Nurhidayat 50 80
Makmun 85 65
Hardi 65 75
Joni 70 85
Mardiyani 25 65
Khofifah 55 90
Wulandari 90 95
Yono Suyono 20 65
Junaedi 80 80
Rachmat 65 75
Sri Anah 85 75
Zulfithri 90 85

Jawab:

Hipotesa : Ho : p = 0,5
: H1 : p > 0,5

Taraf Nyata () 0,05

Probabilitas Hasil Sampel

Test awal Test Akhir Tanda


40 55 +
38 38 0
50 80 +
85 65 -
65 75 +
70 85 +
25 65 +
55 90 +
90 95 +
20 65 +
80 80 0
65 75 +
85 75 -
90 85 -

Tanda + = 9; tanda - =3; tanda 0 = 2 jadi data yang relevan adalah = 12

P(3) = 12C3p3q12-3 = 0,0537


P(3) =0,0537 dan > taraf nyata 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak
dan H1 diterima. Jadi kesimpulannya adalah bahwa setelah training lebih baik daripada
sebelum training.

3. Teori SDM konsentrasi terhadap kesempatan untuk mendapatkan gaji yang sama antara
pria dan wanita. Berikut ini adalah data gaji karyawan prian dan wanita. Dengan
menggunakan uji jumlah peringkat wilcoxon, apakah benar bahwa gaji karyawan wanita
lebih rendah dibandingkan dengan kaum pria?

Wanita Gaji (jutaan) Pria Gaji (jutaan)


Augustina 1,4 Yadi 2,2
Farida 2,6 Purwo Handoko 1,7
Anik 1,6 Zulfithri 3,6
Sri Anah 1,3 Atep Afia 2,6
Yuni Astuti 1,1 Asep 1,4
Tati Barus 2,1 Utje 2,1
Afra 1,8 Hasan 1,1
Nani 1,5 Prapto 1,2

Jawab:

Sampel 1 adalah Wanita n1= 8, Sampel 2 Pria n2= 8

Hipotesa: Ho: Wanita  Pria


H1: Wanita < Pria

Taraf nyata 0,05, sehingga nilai Z kritis dengan probabilitas = 0,5 – 0,05 = 0,45 adalah
1,65.

Mencari Z hitung. Untuk ini perlu membuat urutan nilai dari sampel 1 dan 2 lalu diperingkat.
Hasilnya dalah sebagai berikut:

Sumatera Peringkat Sul & Papua Peringkat


1,4 5,5 2,2 13
2,6 14,5 1,7 9
1,6 8 3,6 16
1,3 4 2,6 14,5
1,1 1,5 1,4 5,5
2,1 11,5 2,1 11,5
1,8 10 1,1 1,5
1,5 7 1,2 3
Jumlah W1 62 Jumlah W2 74

Nilai Z untuk uji jumlah peringkat wilcoxon adalah:

Z = W1 – [n1(n1 + n2 +1)]/2 = 62 – [8(8 + 8 +1)]/2 = - 0.63


[n1n2(n1 + n2 +1)]/12 [8.8(8 + 8 +1)]/12

atau anda dapat menggunakan W2 sehingga diperoleh

Z = W2 – [n2(n1 + n2 +1)]/2 = 74 – [8(8 + 8+1)]/2 = 0.63


[n1n2(n1+n2 +1)]/12 [8.8(8+8 +1)]/12
Nilai Z wilcoxon yaitu 0,63 atau –0,63 < dari 1,65, dengan demikian Ho diterima dan H 1
ditolak. Ini berarti bahwa untuk gaji karyawan wanita lebih besar atau sama dengan pria.
Dengan demikian konsen SDM tersebut telah mendekati berhasil.

4. Ada permintaan dari staf Bank Mandiri bagian penyelesaian kasus kredit, agar suasana
kerja diperbaiki, sehingga produktivitas meningkat. Manajemen memutuskan memberikan
tambahan fasilitas seperti AC, Telepon, Internet dan antar-jemput. Dengan menggunakan
uji wilcoxon, ujilah apakah ada perbedaan sebelum dan sesudah pemberian fasilitas
tersebut:

Nama Kasus Awal Kasus Akhir


Agus Mulyadharma 23 33
Nani 26 26
Suwito 24 30
Jose Hehamanua 17 25
Lucky 20 19
David Januaria 24 22
Hendro 30 29
Sisca Mardiana 21 25
Budi Oktavia 25 22
Santi K 21 23
Agustina 16 17
Farida 20 15
Utje Usman 17 9
Atep Afia 23 30

Jawab:

Ho : kasus sebelum ada fasilitas = kasus sesudah fasilitas.


H1 : kasus sebelum ada fasilitas  kasus sesudah ada fasilitas

Menentukan Nilai Kritis. Nilai observasi yang relevan adalah 13, taraf nyata 5% dan uji dua
arah, maka diperoleh nilai kritisnya adalah 17.

Menentukan Nilai Statistik, Perhatikan langkah kerja pada tabel berikut:

Sebelum Sesudah Selisih Peringkat tanpa Peringkat tanda Peringkat tanda


fasilitas fasilitas memperhatikan tanda positif negatif
23 33 10 13 13
26 26 0
24 30 6 9 9
17 25 8 11,5 11,5
20 19 -1 2 2
24 22 -2 4.5 4,5
30 29 -1 2 2
21 25 4 7 7
25 22 -3 6 6
21 23 2 4,5 4,5
16 17 1 2 2
20 15 -5 8 8
17 9 -8 11.5 11.5
23 30 7 10 10
Jumlah tanda positif dan negatif 57 34

Nilai statistik wilcoxon adalah nilai yang terkecil, jadi nilai statistik wilcoxon adalah 34.
Nilai statistik wilcoxon 34 > nilai kritis 17. Dengan demikian Ho diterima dan H 1 ditolak.
Dengan demikian sebelum dan sesudah adanya fasilitas penyelesaian kasus masih tetap
sama.

5. Pemerintah mengharapkan agar inflasi stabil setiap daerah. Berikut ini adalah inflasi 3
kota di tiga Pulau. Ujilah dengan menggunakan kruskal-wallis apakah inflasi di ketiga kota
dalam tiga pulau tersebut sama sesuai dengan harapan pemerintah?

Tahun Medan Surabaya Makasar


1999 13,10 9,11 8,20
2000 83,81 95,21 80,86
2001 1,68 0,24 1,64
2002 0,22 2,15 3,99

Jawab:

Hipotesa
H0 : im = is = im
H1 : im  is  im
Nilai kritis taraf nyata ditentukan 5% dan derajat bebas (df)= 2 yang diperoleh dari k= 3,
dan df= k - 1= 3 - 1= 2. Nilai chi-kuadrat adalah 5,99.

Menentukan nilai kruskal-wallis, berikut adalah tabel peringkatnya.

Medan Peringkat Surabaya Peringkat Makasar Peringkat


13,1 9 9,11 8 8,2 7
83,81 11 95,21 12 80,86 10
1,68 3 0,24 2 1,64 4
0,22 1 2,15 5 3,99 6
R1 24 R2 27 R3 27

Nilai statistik kruskal wallis adalah:

12 (R1)2 + (R2)2 + (Rk)2 - 3(N + 1)


H=
N (N+1) n1 n2 nk

12 (24)2 + (27)2 + (27)2 - 3(12 + 1)


H=
12(12+1) 4 4 4

H = 0,115

Nilai H (0,115) < Nilai kritis 5,99 dengan demikian Ho diterima dan H 1 ditolak. Jadi tidak ada
perbedaan inflasi antar kota.

6. Apakah ada hubungan antara inflasi dengan banyaknya turis? Berikut ini adalah data
inflasi dan turis yang ada di Bali. Dengan menggunakan korelasi spearman, ujilah apakah
ada hubungan antara inflasi dengan jumlah turis?
Inflasi Turis
14,02 112.241
0,82 134.153
4,07 124.841
3,60 143.306
1,98 146.859

Jawab:

Berikut adalah peringkat dari penghasilan dan IPK, dan selisihnya

Hasil IPK Rangking Hasil Rangking IPK Selisih Selisih Kuadrat

14,02 112.241 5 1 4 16
0,82 124.841 1 3 -2 4
4,07 146.859 4 2 2 4
3,60 143.306 3 4 -1 1
1,98 134.153 2 5 -3 9
 Di2 34

rs = 1 – 6  Di 2 = 1 – 6x34 = 1 – 1.7 = -0,7


n(n2-1) 5(52-1)

Jadi koefisien korelasi adalah –0,7 ini menunjukkan bahwa hubungan antara inflasi dan
jumlah turis adalah negatif, semakin banyak turin maka inflasi makin turun. Dan hubungan
antara inflasi dan jumlah turun relatif kuat.

7. Pembinaan usaha kecil selama ini terpecah menjadi beberapa departemen yaitu
Koperasi, Diknas dan Deperindag. Ada gagasan apabila hasil pembinaan dari ketiga
departemen tersebut sama maka akan digabungkan saja, sedangkan apabila berbeda
maka akan diteruskan. Berikut adalah data penghasilan usaha kecil dalam 1 tahun dalam
jutaan. Ujilah dengan kruskal-wallis apakah hasil antar pembinaan sama atau tidak,
dengan taraf nyata 5%.

Koperasi Diknas Deperindag


56 19 94
37 36 25
23 73 65
74 92 77
91 25 61
67 33 27

Jawab:

Hipotesa
H0 : pk = pd = pdag
H1 : pk  pd  pdag
Nilai kritis taraf nyata ditentukan 5% dan derajat bebas (df)= 2 yang diperoleh dari k= 3,
dan df= k - 1= 3 - 1= 2. Nilai chi-kuadrat adalah 5,99.

Menentukan nilai kruskal-wallis, berikut adalah tabel peringkatnya.


Koperasi Peringkat Diknas Peringkat Deperindag Peringkat
56 9 19 1 94 18
37 8 36 7 25 3,5
23 2 73 13 65 11
74 14 92 17 77 15
91 16 25 3,5 61 10
67 12 33 6 27 5
R1 61 R2 47,5 R3 62,5

Nilai statistik kruskal wallis adalah:

12 (R1)2 + (R2)2 + (Rk)2 - 3(N+1)


H=
N (N+1) n1 n2 nk

12 (61)2 + (47.5)2 + (62.5)2 - 3(18+1)


H=
18(18+1) 6 6 6

H = 0,798

Nilai H (0,798) < Nilai kritis 5,99 dengan demikian Ho diterima dan H 1 ditolak. Jadi tidak ada
perbedaan antarpembinaan departemen.

8. PT Bumi Aksara mempunyai keyakinan bahwa training salesmanship sangat diperlukan


untuk meningkatkan kinerja tenaga pemasaran. Semakin banyak training diharapkan dapat
menjual lebih banyak. Carilah hubungan antara penjualan dan training yang diterima
karyawan dengan metode spearman.

Nama Penjualan Training


Hasan Nawawi 310 3
Ricky Hartoyo 150 9
Hasto Anggoro 175 6
Anggun Sinta Dewi 460 1
Dyah Ayu 340 4
Devanka 300 10
Hadi Mulya 250 5
Wawan Hermawan 200 2
Warto 190 7
Rusmianto 300 8

Jawab:

Berikut adalah peringkat dari penjualan dan training, dan selisihnya

penjualan training Rangking Hasil Rangking IPK Selisih Selisih Kuadrat


310 3 8 3 5 25
150 9 1 9 -8 64
175 6 2 6 -4 16
460 1 10 1 9 81
340 4 9 4 5 25
300 10 6,5 10 -3,5 12,25
250 5 5 5 0 0
200 2 4 2 2 4
190 7 3 7 -4 16
300 8 6.5 8 -1.5 2.25
 Di2 245.5

rs = 1 – 6  Di 2 = 1 – 6 x 245.5 = 1 – 1,49 = -0,49


n(n2 - 1) 10(102-1)

Jadi koefisien korelasi adalah –0,49 ini menunjukkan bahwa hubungan antara penjualan
dan training adalah negatif, semakin banyak training maka penjualan makin turun.