Anda di halaman 1dari 22

Sajian kasus Kepada

Yth,
Selasa, 23 Februari 2010

DR.Dr. Effek Alamsyah,


SMPH, Sp.A

Transient tachypnea of the


newborn

T
ransient tachypnea of the newborn (TTN) adalah salah satu self-
limited disease tidak umum pada bayi di seluruh dunia dan ditemukan
pada bayi baru lahir. Bayi dengan transient tachypnea of the newborn
di dalam jam pertama kehidupan muncul dengan tachypnea,
meningkatnya kebutuhan oksigen, dan arterial blood gas (ABG) yang
tidak mereflek retensi karbon dioksida.
Tujuan sajian kasus ini adalah untuk mengingatkan kembali
diagnosis dan tatalaksana transient tachypnea of the newborn (TTN).

KASUS
Seorang bayi laki-laki, By.NK, umur 3 hari, berat badan 4100gr
(Bayi MACROSEMIA) beresiko untuk terjadinya CPD, panjang badan
49 cm. Pada tanggal pada tanggal 5 februari 2010 dibawa ke ruang
HCB karena takipneu dan ikterik beberapa menit setelah lahir.

1
Pada anamnesis kehamilan ibu didapatkan Ibu usia 20th
mengandung anak pertama. Tidak ada riwayat hipertensi dan DM,
ataupun alergi dan asma. Riwayat kehamilan sekarang dengan HIS
lemah dan gagal induksi.
Diagnosa obstetri:
Ibu : CPD (Cephalopelvic Disproportion) G1
Janin : tunggal, hidup, intrauterine.

Pada pemeriksaan fisik ibu hamil pada tanggal 2 februari 2010


dapat dilihat keadaan umum compos mentis, dengan frekuensi nafas
20x/menit, nadi 80x/menit, tekanan darah 120/70 mmHg, suhu 36 0C.
Pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil : hemoglobin 10,7 %,
hematokrit 33%, leukosit 9400/m3, trombosit 222.000/mm3,
protrombin time 11 detik, HbsAg (-), Gula darah sewaktu 96 mg/dl.
Riwayat persalinan ibu persalinan diantarkan memalui operatif
sesarea, tanggal 5 februari 2010 jam 19.55, letak janin memanjang
punggung kiri, sesarea et causa gagal induksi. Operasi dipimpin oleh
dokter, lamanya persalinan kala II selama 1 jam, air ketuban dengan
volume normal, warnanya jernih.
Bayi dilahirkan tunggal hidup, lahir di Rumah Sakit Islam
Jakarta. Dengan keadaan waktu lahir : apgar score menit pertama
jantung 1, nadi 1, tonus 1, reflex 1, warna 1, dengan jumlah apgar
score 5. Menit ke 3 apgar score menjadi 10. Tidak diperlukan
resusitasi.
Diagnosa bayi lahir dengan : Neonatus cukup bulan, berat masa
kehamilan, sesarea, ikterik, dengan takipneu.
Pada pemeriksaan klinis bayi pada tanggal 10 februari 2010,
jam 10.30 terlihat keadaan umum bayi aktif, compos mentis, menangis
kuat, dengan pulsasi nadi 130x/menit kuat angkat, isi cukup,
frekuensi nafas 67 x/menit, suhu 36,7 0C, dengan berat badan bayi
4040gr, panjang badan bayi 41 cm. Pemeriksaan kepala didapatkan :

2
tidak ada trauma lahir, moulding (-), pupil hitam, sklera tidak ikterik,
tidak ada sekret, rooting reflex (+), sucking reflex (+), cuping hidung
(-), fontanela rata, denyut (+). Pemeriksaan leher tidak ditemukan
pembesaran kelenjar getah bening. Pada pemeriksaan thorak :
gerakan dada simetris, tidak ada retraksi, interval nafas <5 detik.
Pemeriksaan abdomen : bising usus (+), talipusat tidak hiperemis.
Genitalia : testis lengkap turun ke scrotum. Extrimitas : akral hangat,
tidak ditemukan sianosis.
Hasil pemeriksaan laboratorium :
AGD
 Ph 64,8 mmHg
 pCO2 25.5 mmHg ↓
 pO2 64.8 mmHg
 Na+ 153 mmol/L ↑
 K+ 5.60 mmol/L ↑
 Cl- 111 mmol/L ↑
 HCO3act 15.7 mmol/L
 HCO3 std 18.7 mmol/L
 BE (ecf) -9.0 mmol/L
 BE (b) -7.0 mmol/L
 ctCO2 16.5 mmol/L
 O2 sat 93.3 %

3
4
5
6
7
Kesimpulan : dari pemeriksaan penunjang (foto torak)
mendukung TTN (Transient takipneu of the newborn). Dengan
diagnosa kerja TTN yang termasuk dalam Respiratory distress.

8
Tgl Subjective Objective Assessment Planing

Reaksi (+) Bb : 4100 gr


08 Sianosis (+) Suhu : 36,6o C Cek ulang bilirubin
Dd : - RDS (TTN)
02 Dehidrasi (-) Pb : 49 cm Terapi sinar
- Ikterik
10 Tangis kuat Hr : 131 x/mnt Oksigenasi
Ikterik (+) Rr : 73 x/mnt

Reaksi (+) Bb : 4100 gr Suhu :


09 Sianosis (-) 37o C
02 Dehidrasi (-) Pb : 49 cm Obs RD (TTN) Oksigenasi
10 Tangis kuat Hr : 130 x/mnt
Ikterik (-) Rr : 70 x/mnt

Reaksi (+) Bb : 4040 gr Suhu :


10 Sianosis (-) 36,7o C
02 Dehidrasi (-) Pb : 49 cm Obs RD(TTN) RR N à Pulang…
10 Tangis kuat Hr : 130 x/mnt
Ikterik (-) Rr : 67 x/mnt

Reaksi (+) Bb : 4040 gr Suhu :


11 Sianosis (-) 36,5o C
Gejala klinik
02 Dehidrasi (-) Pb : 49 cm Pulang !!!!
membaik
10 Tangis kuat Hr : 100 x/mnt
Ikterik (-) Rr : 63 x/mnt

9
DISKUSI

Transient tachypnea of the newborn (TTN)


Transient tachypnea of the newborn (TTN) adalah satu self-
limited disease umum pada bayi di seluruh dunia dan ditemukan pada
bayi baru lahir.. Bayi dengan transient tachypnea of the newborn di
dalam jam pertama kehidupan dengan tachypnea, meningkatnya
kebutuhan oksigen, dan ABGs yang tidak mereflek retensi karbon
dioksida. Ketika mengelola tachypnea of the newborn, mengamati
gejala klinik dari pengesampinan klinis yang mengarah diagnosa lain
dan untuk pengembangan kelelahan pernapasan adalah penting.

PATOFISIOLOGI
Non infeksi akut respiratory disease yang berkembang sekitar
1% dari semua kelahiran bayi yang masuk ke NICU. TTN adalah
adanya cairan paru neonates yang tertunda menghilang. Di masa lalu,
respiratory distress terpikir sebagai permasalahan dari defisiensi
surfactant relatif tetapi saat ini ditandai oleh airspace-fluid burden
kedua pada ketidakmampuan untuk menyerap cairan paru.
Dari percobaan in vivo telah di demonstrasikan bahwa secret
epitel paru CL- dan cairan amnion, tetapi perkembangan kemampuan

10
untuk penyerapan yang mengaktifkan kemampuan untuk dengan aktif
menyerap kembali Na+ hanya pada masa kehamilan. Pada kelahiran,
paru yang matang merubah dari Cl- aktif (fluida) disekresi menjadi
penyerapan Na+ aktif (fluida) yg direspon ke sirkulasi
catecholamines; pada baru-baru ini, bukti menyarankan
glucocorticoids berperanan pada pertukaran ini. Pertukaran tekanan
O2 meningkatkan kapasitas transport Na+ dari epithelium dan
meningkatkan gene expression untuk epithelial kanal Na+ (ENaC).
Ketidakmampuan dari paru yang belum matang untuk merubah
sekresi cairan ke absorbsi cairan, sebagian besar, dari ekspresi ENaC
yang belum matang, yang mungkin bisa dikendalikan oleh
glucocorticoids. Glucocorticoids mempengaruhi reabsorption Na+
mungkin sebagian besar melalui kanal EnaC pada masa gestasi epitel
alveoli paru neonates.
Kedua farmakologinya menghambat ENaC chanel dan
eksperimen genetik knockout menggunakan mencit pore-forming
subunit yang defisiensi ENaC telah mendemonstrasikan pentingnya
physiologic Na+ transport paru pada neonates . Ketika Na+ transport
tidak efektif, newborn animals develop respiratory distress;
hypoxemia; fetal lung liquid retention; dan, dalam kasus knockout
ENaC pada mencit. Penelitian bioelectrical bayi manusia' nasal
epithelia mendemonstrasikan yang kedua-duanya transient tachypnea
of the newborn and respiratory distress syndrome (RDS) mencakup
defek amiloride-sensitive Na+ transport.
Bayi baru lahir yang matur mempunyai transisi normal dari
janin ke postnatal telah mempunyai sistem surfactant dan epithelial
yang matur. Transient tachypnea of the newborn terjadi pada bayi
baru lahir dewasa dengan jalur matur surfactant dan dengan
perkembangan respiratory epithelial Na+ transport yang jelek,
sedangkan neonatus RDS terjadi pada bayi dengan keduanya, yaitu
premature surfactant pathways and immature Na+ transport.

11
Bayi yang dilahirkan secara sesarea lebih beresiko mempunyai
cairan paru yang berlebihan sebagai hasil tidak mempunyai langkah
pematangan dan kekurangan ketakolamin dalam jumlah besar, yang
menghasilkan low release of counter-regulatory hormones at delivery.
Hasil akhir adalah cairan pada alveoli bertahan dan menghalangi
pertukaran gas.

12
Prevalensi
Amerika Serikat

Kira-kira 1% dari bayi mempunyai respiratory distress itu tidak


berhubungan dengan infeksi. Respiratory distress meliputi kedua RDS
(dengan kata lain, kerusakan membran hyaline) dan transient
tachypnea of the newborn. Dari 1% ini, kira-kira 33-50% mempunyai
transient tachypnea of the newborn.

Mortality/Morbidity
Transient tachypnea of the newborn adalah secara umum
merupakan ketidakteraturan mobidity yang tidak signifikan.Transient
tachypnea of the newborn ditemukan pada periode antara 24 jam
sampai 72jam.
Ras
Tidak ada predileksi yang telah dilaporkan.
Seks
Sama pada pria dan wanita.
Umur
Secara klinis, transient tachypnea of the newborn sebagai
respiratory distress pada bayi full-term dan near term.

Klinis
Riwayat
Riwayat ibu pada bayi TTN dilahirkan pada keadaan sesarea
yang kurang baik.
Gejala dari respiratory distress (takipnea, nasal flaring,
grunting, retraksi, dan sianosis pada kasus yang gawat)
muncul tidak lama setelah kelahiran.
Kelainan seperti TTN ini biasanya terjadi 72 jam setelah
kelahiran.

13
Penyebab
Hasil kerusakan dari tertundanya pengiriman penyerapan
cairan paru. Transient tachypnea of the newborn pada umumnya
diobservasi pada bayi lahir secara sesarea.
Penyebab
Hasil kerusakan dari tertundanya pengiriman penyerapan
cairan paru. Transient tachypnea of the newborn pada umumnya
diobservasi pada bayi lahir secara cesarean delivery.
Sesarea
Penelitian menggunakan lung mechanic measurements
dilakukan pada bayi baru lahir dengan cesarean delivery atau vaginal
delivery. Milner et al mencatat rata-rata volume gas Thorak sekitar
32,7 ml/kg pada bayi vaginal delivery dan 19,7 ml/kg pada bayi
cesarean delivery. yang terpenting lingkar dada sama. Milner et al
mencatat bahwa bayi dilahirkan melalui cesarean mempunyai volume
interstitial dan cairan alveoli lebih tinggi dibanding vaginal delivery,
bahkan hubungan keseluruhan volume torak dan reference range.
Pelepasan Epinephrine menyebabkan penurunan cairan paru
bayi. In the face of elevated epinephrine levels, cloride pump
bertanggung jawab menghambat sekresi dari cairan paru, dan sodium
channels menstimulasi penyerapan cairan paru.

Differential Diagnoses

Kerusakan paru direk Kerusakan paru indirek

TTN (transient takipneu of Diafragma : hernia parelise


the newborn) ( paralisis N phrenicus)

14
Pneumonia Intracranial : perdarahan

Metabolik : hipoglikemi, asidosis


Penyakit membran hyalin
metabolik

Workup
Laboratorium Studies
Indikasi transient tachypnea of the newborn (TTN) dari beberapa
penelitian
ABG
 An ABG assessment penting untuk memastikan derajat
pertukaran gas dan keseimbangan asam basa.
 dipertimbangkan untuk intraarterial cateter, seperti cateter
artery umbilikus, jika fraksi oksigen inspirasi bayi <40%.
 Hypoventilation adalah sangat jarang, dan tekanan karbon
dioksida parsial biasanya normal oleh karena tachypnea.
Bagaimanapun, peningkatan tekanan karbon dioksida pada
bayi dengan tachypnea mungkin saja satu tanda kelelahan
dan kegagalan pernapasan yang segera terjadi atau salah
satu komplikasi seperti pneumothorax.

Pulse oximetry
 memonitor bayi secara berkelanjutan dengan pulse oxymetri
untuk assessment oksigenasi.
 Pulse oximetry memungkinkan clinician untuk melakukan
penyesuaian oksigen support yang diperlukan untuk
memelihara saturasi normal.

15
Pencitraan
Rongent thorak
 Rongent thorak adalah standar diagnostik untuk transient
tachypnea of the newborn.
 Penemuan karakteristik meliputi prominent perihilar
streaking, yang menghubungkan dengan sistem limpatikum
dengan retained lung fluid, dan cairan pada fisura. Efusi
Pleural Kecil mungkin saja terlihat.

Follow-up Rongent thorak mungkin saja yang diperlukan jika


riwayat klinis menyarankan meconium aspiration syndrome atau
neonatal pneumonia atau jika status pernapasan bertambah buruk.

16
Treatment
Medical Care
 Perawatan medik transient tachypnea of the newborn (TTN)
adalah supportive. Ketika cairan paru-paru retensi diserap ke
sistem limpatikum bayi, status pulmonaris meningkat.
 Supportive care meliputi cairan intravena dan gavage
feedings sampai laju pernapasan menurun untuk
memungkinkan makanan oral. Oksigen Bersifat tambahan
untuk memelihara saturasi oksigen arteri yang cukup,
pemeliharaan dari thermoneutrality, dan lingkungan yang
baik merupakan terapi yang baik untuk bayi. Pengkajian ABG
harus yang secara periodik diulang, terutama jika kondisi
bayi bertambah buruk. Dengan cara sama, Foto thorak harus
diulangi jika decompensation.
 Bayi dengan transient tachypnea of the newborn mungkin
mempunyai tanda dari beberapa jam sampai beberapa hari.
Jarang, satu bayi mengembangkan satu gambaran
pemburukan dari kesulitan pernapasan setelah beberapa

17
hari. Hal ini dapat memerlukan dukungan yang lebih agresif
termasuk penggunaan continuous positive airway pressure
(CPAP) atau ventilasi mekanik.

Sebuah uji klinis itu menguji peran epinephrine inhalasi untuk


penanganan transient tachypnea of the newborn ditemukan tidak ada
perbaikan baik ketika epinephrine inhalasi diberikan pada bayi full
term dengan moderate sampai severe transient tachypnea of the
newborn. Maka pengobatan inhalasi epinephrine tidak dianjurkan
pada transient tachypnea of the newborn.

Konsultasi
 Bayi dengan transient tachypnea of the newborn adakalanya
memerlukan konsultasi oleh neonatologist.
 Pertimbangkan konsultasi ini jika fraksi oksigen >40%, jika
acidosis metabolik atau acidosis respiratorik muncul, jika
CPAP atau ventilasi mekanik ada, jika bayi mulai untuk
menampilkan fatigue (periodic breathing or apnea), atau jika
bayi gagal meningkat pada usia 48-72 jam.

Makanan (diet)
 Bayi dengan transient tachypnea of the newborn secara
umum didukung oleh cairan intra vena.
 Bayi dengan distress signifikan mempunyai motilitas usus
lemah dan memerlukan jalur intra vena.
 Makanan oral ditahan sampai pernapasan telah membaik.

18
Pengobatan
Penggunaan pengobatan pada transient tachypnea of the
newborn (TTN) adalah minimal. Antibiotik Empiris adalah sering
digunakan untuk 48 jam setelah kelahiran, sampai dugaan sepsis
disingkirkan. Diuretics sudah tidak memperlihatkan keuntungan.

Antibiotik
Agen ini adalah digunakan ketika sepsis secara klinis ditemukan.
Antibiotik secara umum terdiri dari penisilin (biasanya ampicillin) dan
aminoglycoside (biasanya gentamicin). Aneka pilihan adalah berbasis
pada tumbuh-tumbuhan dan sensitivitas antibiotik lokal. Sejumlah
Dosis dan interval adalah berbasis pada postmenstrual age (PMA),
diukur berminggu-minggu, dan umur setelah kelahiran, diukur selama
berhari-hari.
Ampicillin (Omnipen-N)

19
Sebuah antibiotik penisilin dengan aktivitas melawan gram-positif dan
beberapa bakteri gram-negatif. Ampicillin berikatan untuk penicillin-
binding proteins (PBPs), menghambat pertumbuhan dinding sel
bakteri.

Pediatric
Dosage amount is 50 mg/kg/dose IV; dosage intervals are as follows:
PMA <29 wk and postnatal age 0-28 days: q12h
PMA <29 wk and postnatal age >28 days: q8h
PMA 30-36 wk and postnatal age 0-14 days: q12h
PMA 30-36 wk and postnatal age >14 days: q8h
PMA 37-44 wk and postnatal age 0-7 days: q12h
PMA 37-44 wk and postnatal age >7 days: q8h
PMA >45 wk and all postnatal ages: q6h

Gentamicin (Garamycin)
Gentamicin juga menyediakan aktivitas synergistic dengan penisilin
melawan bakteri gram-positif termasuk kelompok B Streptococcus
dan Enterococcus. Gentamicin menghalangi sintesa protein oleh
irreversibly berikatan dengan - 30S bakteri dan 50S ribosom.
Dengan infus IV dengan syringe pump lebih dari 30 min. Injeksi IM
adalah berhubungan dengan penyerapan bervariasi, terutama pada
bayi VLBW.
Pediatric
PMA <29 wk and postnatal age 0-7 days*: 5 mg/kg IV q48h
PMA <29 wk and postnatal age 8-28 days*: 4 mg/kg IV q36h
PMA <29 wk and postnatal age >28 days*: 4 mg/kg IV q24h
PMA 30-34 wk and postnatal age 0-7 days: 4.5 mg/kg IV q36h
PMA 30-34 wk and postnatal age >7 days: 4 mg/kg IV q24h
PMA >34 wk and all postnatal ages: 4 mg/kg IV q24h

20
*Use this dosage regimen in patients with significant asphyxia or PDA
or who are receiving treatment with indomethacin

Komplikasi
 Beberapa bayi dapat hypoxia, respiratory fatigue, dan
acidosis. Adakalanya, kebocoran udara (misalnya, satu
pneumothorax kecil atau pneumomediastinum) mungkin saja
terlihat pada bayi dengan retraksi.
 Bayi cesarean > 39 minggu' kehamilan dapat berkembang
menjadi hipertensi pulmonal dan memerlukan extracorporeal
membrane oxygenation (ECMO).

 Beberapa laporan meyakinkan transient tachypnea of the


newborn adalah faktor resiko untuk masa depan wheezing
syndromes pada masa kanak-kanak.

Prognosis
 Transient tachypnea of the newborn adalah self-resolving
disorder dengan prognosis baik sekali.
 Bagaimanapun, transient tachypnea of the newborn adalah
berhubungan dengan respiratory morbidity yang secara
signifikan meningkatkan resiko wheezing pada masa kanak-
kanak.

21
DAFTAR PUSTAKA

1. Umar Lubis Nuchsan, Penyakit membrane hialin, Cermin Dunia


Kedokteran No. 121, 1998.
2. http://www.uofmchildrenshospital.org/kidshealth/article.aspx?
artid=20827
3. Artikel dari ampletz children’s hospital (university of minnesota)
4. http://www.medicastore.com/pneumonia_pada_bayi_baru_lahir/arti
cle
5. http://www.emedicine.com/transient_takipneu_of_the_newborn/arti
cle

22