Anda di halaman 1dari 41

i

PENGARUH PROSEDUR PEMINJAMAN REKAM MEDIS RAWAT


JALAN TERHADAP MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH
SAKIT X

TUGAS AKHIR

Untuk memenuhi sebagian syarat kelulusan Mata Kuliah Metodologi Penelitian


(Teknik Penulisan) Program Diploma III Program Studi Rekam Medis dan
Informasi Kesehatan

Disusun Oleh:

SUCI AMALIYA

NPM. 17.303.183

POLITEKNIK

PIKSI GANESHA BANDUNG

2019
i

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim

Asalamu’alaikum Wr. Wb

Alhamdulillah segala Puji dan syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SWT, yang
selalu memberikan Rahmat dan Karunia-Nya kepada penulis, karena atas kuasa dan kehendak-
Nya segala sesuatu terjadi sehingga penulis dapat menyelesaika tugas akhir ini dengan judul
“PENGARUH PROSEDUR PEMINJAMAN REKAM MEDIS RAWAT JALAN
TERHADAP MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT X”.

Tugas akhir ini disusun untuk memenuhi persyaratan Kelulusan Mata Kuliah
Metodologi Penelitian Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan di
POLITEKNIK PIKSI GANESHA BANDUNG.

Dengan segala keterbatasan kemampuan penulis menyadari bahwa dalam penyajian tugas
akhir ini masih terdapat kekurangan dan jauh dari kata kesempurnaan. Oleh karena itu penulis
ingin menyampaikan rasa hormat dan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya
kepada:

1. Dr. H K. Prihartono AH., Drs., S. Sos., S, kom., MM., selaku Direktur Politeknik Piksi
Ganesha Bandung.
2. Sali Setiatin, A.Md. Perkes., S.ST., M.M. selaku Ketua Prodi Rekam Medis dan
Informasi Kesehatan Politeknik Piksi Ganesha Bandung.
3. Iis Saidah S. PT., M. IKOM selaku Dosen Mata Kuliah Metodologi Penelitian (Teknik
Penulisan) Politeknik Piksi Ganesha Bandung.
4. Seluruh dosen Jurusan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dan seluruh staf serta
karyawan Politeknik Piksi Ganesha Bandung.
5. Ayah dan ibu tercinta yang selalu mendukung dan memberikan doa serta kasih saying
yang amat berarti bagi keberhasilan penulis
6. Teman-teman kelas RMIK-R33/17 yang telah bersama-sama berjuang serta berbagi
semangat.
7. Semua pihak yang telah membantu yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu.

Akhir kata penulis terhadap Tugas Akhir ini dapat bermanfaat dan menjadi bekal bagi
penulis maupun pihak-pihak yang memerlukan sebagai bahan pertimbangan utnukpenulisan
ii

yang lebih baik lagi. Semoga Allah selalu melimpahkan berkah dan Rahmat-Nya serta ilmu
yang bermanfaat bagi kita semua, Amin.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Bandung, Mei 2019

Penulis
iii

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................................... i

DAFTAR ISI............................................................................................................................iii

BAB I ......................................................................................................................................... 1

PENDAHULUAN .................................................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang Penelitian ............................................................................................. 1

1.2 Pokok Permasalahan ..................................................................................................... 2

1.3 Pertanyaan Penelitian .................................................................................................... 3

1.4 Tujuan Penelitian ........................................................................................................... 3

1.5 Kegunaan Penelitian ...................................................................................................... 3

BAB II ....................................................................................................................................... 5

KERANGKA PEMIKIRAN DAN METODOLOGI PENELITIAN .................................. 5

2.1 Kajian Ilmiah .................................................................................................................. 5

A. Konsep Rumah Sakit ................................................................................................ 5

B. Konsep Rekam Medis ............................................................................................... 6

C. Konsep Peminjaman Rekam Medis....................................................................... 15

D. Fasilitas Fisik Ruangan Penyimpanan .................................................................. 16

E. Dasar Prosedur Peminjaman Rekam Medis ........................................................ 17

F. Prosedur dan Penjelasan Penerimaan Pasien Rawat jalan Baru dan Lama..... 19

G. Pengembalian Rekam Medis (Retrival) ................................................................. 20

H. Konsep Mutu Pelayanan Kesehatan ...................................................................... 25

I. Pengertian Pengaruh............................................................................................... 28

J. Pengertian Prosedur ............................................................................................... 28

K. Pengertian Pasien .................................................................................................... 28

L. Konsep Rawat jalan ................................................................................................ 29

2.2 Hipotesis Penelitian ................................................................................................. 30

2.3 Metodologi Penelitian dan Teknik Pengumpulan data ....................................... 31


iv

A. Metodologi Penelitian ............................................................................................. 31

B. Definisi Operasional Variabel ................................................................................ 31

C. Populasi dan Sampel Penelitian ............................................................................. 33

D. Teknik Pengumpulan Data ..................................................................................... 35

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 36


1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

Sehat merupakan keinginan semua orang. Sehat adalah keadaan sejahtera baik fisik,

mental dan social dan tidak terbatas pada keadaan bebas dari penyakit atau cacat menurut

World Health Organization (WHO). Sebagaimana tertera dalam Undang-Undang No.33 tahun

2004 tentang kesehatan. Untuk mewujudkan keadaan sehat tersebut, maka perlu

diselenggarakan sarana pelayanan kesehatan, salahsatunya adalah Rumah Sakit.

Dimana Rumah Sakit adlah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan

pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap,

rawat jalan dan gawat darurat.

Mengingat begitu pentingnya peranan Rumah Sakit dalam pelayanan kesehatan maka

diperlukan penunjangan pelayanan yaitu salah satunya tertib Administrasi sesuai dengan

Menkes RI No 269/Menkes/Per/III/2008 dijelaskan bahwa Rumah Sakit berkewajiban untuk

menyelenggarakan Rekam Medis.

Penyelenggaraan Rekam Medis merupakan proses kegiatan yang dimulai pada saat

diterimanya pasien duRumah Sakit, diteruskan kegiatan pencatatan medik pasen selama pasien

itu mendapat pelayanan medis yang meliputi penyelenggaraan penyimpanan serta

pengeluaraan berkas dari tempat penyimpanan untuk melayani permintaan atau peminjaman

apabila dari pasien atau keperluan lainnya.

Penyelenggaraan rekam medis di Rumah Sakit X untuk penyimpanan rekam medis

dilakukan dengan sistem komputerisasi. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah proses

peminjaman yang ada pada bagian peminyimpanan rekam medis dimana penyimpanan rekam
2

medis menggunakan system sentralisasi, dimana informasi mengenai pasien disalurkan melalui

satu arsip yang disimpan pada lokasi sentral, artinya bahwa rekam medis rawat jalan, rawat

inap dan gawat darurat disimpan pada lokasi sentral. Adapun sistem penyimpanan menurut

penjajaran yaitu dengan cara angka akhir (terminal digit) karena dengan menggunakan sistem

ini petugas dapat lebih mudah dalam melakukan pencarian dan penyimpanan berkas rekam

medis, yang mana ruangan penyimpanan berkas rekam medis di Rumah Sakit X berkamar-

kamar dan berjumlah sangat banyak sehingga memerlukan waktu yang tidak sedikitutnuk

prises pengambilan rekam medis. Diketahui bahawa pelaksanan peminjaman rekam medis

rawat jalan di Rumah Sakit X masih ditemukan maslah yang diantaranya rekam medis rawat

jalan sering terjadi keterlambatan pengembalian rekam medis setelah pelayanan. Keterbatasan

SDM di Rumah Sakit X dan sering terjadinya human error pada saat penyimpanan. Hal ini

menyebabkan pelayanan kepada pasien yeng melakukan kunjungan ulang (kontrol) menjadi

lebih lama, karena petugas tidak menemukan rekam medis berada pada raknya. Maka petugas

rekam medis menggunakan petunjuk keluar atau tracer sebagai alat yang penting untuk

mengawasi penggunaan rekam medis. Selain itu dapat berguna unuk melacak apabila dokumen

rekam medis itu hilang, karena didalamnya berisi kapan, siapa, dimana dan untuk apa rekam

medis digunakan.

Dari masalah yang ada dari tempat peminjaman Rekam Medis Rawat Jalan, maka

penulias tertarik mengangkat bahasan judul “PENGARUH PEMINJAMAN REKAM

MEDIS RAWAT JALAN TERHADAP MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI

RUMAH SAKIT X”

1.2 Pokok Permasalahan


Dari latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka penulis mengambil pokok

permasalahan tentang Bagaimana Prosedur Peminjaman Rekam Medis Rawat Jalan terhadap

Peningkatan Pelayanan Rekam Medis di Rumah Sakit X


3

1.3 Pertanyaan Penelitian


A. Bagaimana prosedur peminjaman rekam medis rawat jalan di Rumah Sakit X?

B. Bagaimana mutu pelayanan rekam medis di Rumah Sakit X?

C. Apa pengaruh antara prosedur peminjaman terhadap mutu pelayanan rekam medis di

Rumah Sakit X?

D. Maslah apa saja yang timbul dalam hal prosedur peminjaman rekam medis guan

menunjang mutu pelayanan rekam medis di Rumah Sakit X?

E. Upaya-upaya apa saja yang dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut?

1.4 Tujuan Penelitian


A. Adapun tujuan dari pembuatan laporan ini adalah:

1. Tujuan Umum

Untuk memperoleh gambaran tentang prosedur peminjaman rekam medis rawat

jalan terhadap eningkatan pekayanan kesehatan di Rumah Sakit X.

2. Tujuan Khusus

a. Mengidentifikasi prosedur/ketentuan mengenai prosedur peminjaman rekam

medis rawat jalan di Rumah Sakit X

b. Untuk mengetahui mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit X.

c. Untuk mengetahui hubungan antara prosedur peminjaman rekam medis

terhadap mutu pelayanan rekam medis di Rumah Sakit X.

d. Untuk mengetahui masalah apa saja yang ada dalam prosedur peminjaman

rekam medis terhadap peningkatan pelayanan kesehatan di Rumah sakit X?

e. Untuk mengethaui upaya apa sja yang dilakukan untuk mengatasi masalah-

maslah tersebut

1.5 Kegunaan Penelitian


1. Bagi Rumah Sakit
4

Dapat memberikan sumbangan saran yang dapatdijadikan bahan pertimbangan bagi

phak Rumah Sakit X dalam upaya menyempurnakan penyelengaraan rekam medis.

2. Bagi Akademik

Hasil penelitian dapat dijadika sebagai sumber informasi bagi perkembangan ilmu

rekam medis an informasi kesehatan serta menambah kepustakaan rekam medis dalam

rangka memeperkaya pengetahuan wawasan.

3. Bagi Penulis

Menambah pengetahuan dan memperdalam ilmu pengetahuan di bidang rekam medis

serta dpat membandingkan antara teori rekam medis yang penulis peroleh di tempat

kuliah dengan di lapangan.


5

BAB II

KERANGKA PEMIKIRAN DAN METODOLOGI PENELITIAN

2.1 Kajian Ilmiah

A. Konsep Rumah Sakit

1. Pengertian Rumah Sakit

Menurut Undang-undang nomor 44 tahun 2009, “rumah Sakit adalah institusi Pelayan

Kesehatan yang menyeleggarakan pelayanan kesehatan peroragan secara paripurna yang

menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat”. Yang dimaksud pelayanan

kesehatan paripurna dalam pengertian rimah sakit menurut Undang-undang nomo 44 tahun

2009 adalah pelayanan kesehatan yang meliputi promotif (peningkatan), prefentif

(pencegahan), kuratif (pengobatan) dan rehabilitative (pemulihan).

2. Fungsi Rumah Sakit

Untuk menjelaskan tugasnya seperti yang dimaksud oleh undang-undang nomor

44 tahun 2009. Rumah Sakit mempunyai fungsi:

a. Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai dengan

standar pelayangan rumah sakit.

b. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatanperorangan melalui pelayanan kesehatan

yang paripurna tingkat kedua dan tingkat ketiga sesuai dengan kebutuhan medis.

c. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam rangka

peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan kesehatan.

d. Penyeleggaraan penelitian dan pengembangan serta teknologi bidang kesehatan.

3. Jenis-jenis Rumah Sakit

Menurut Permenkes RI No.304/Menkes/Per/III/2010 yaitu:


6

a. Rumah Sakit kelas A

Rumah Sakit Kelas A mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medic paling

sedikit 4 (empat) Pelayanan Medik Spesialis Dasar, 5 (lima) Pelayanan Spesialis

Penunjang, 8 (delapan) Pelayanan Spesialis Lain dan 12 (dua belas) Pelayanan Medik

Subspesialis Dasar dan 13 (tiga belas) Pelayanan Medik Subspesialis.

b. Rumah Sakit Kelas B

Rumah Sakit Kelas A mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling

sedikit 4 (empat) Pelayanan Medik Spesialis Dasar, 4 (empat) Pelayanan Spesialis

Penunjang Medik dan 8 (delapan) Pelayanan Spesialis Lain dan 2 (dua) Pelayanan

Medik Subspesialis dasar.

c. Rumah Sakit Kelas C

Rumah Sakit Kelas A mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling

sedikit 4 (empat) Pelayanan Medik Spesialis Dasar dan 4 (empat) Pelayanan Spesialis

Penunjang Medik.

d. Rumah Sakit Kelas Khusus

e. Rumah sakit Kelas Khusus adalah “Rumah Sakit yang memberikan pelayanan

utama pada satu bidang atau satu jenis penyakit tertentu, berdasarkan disiplin ilmu,

golongan umur, organ atau jenis penyakit”.

Jenis Rumah Sakit Khusus adtara lain Rumah Sakit ibu dan anak. Jantung, kanker,

Orthopedi, paru, jiwa, kust, mata, ketergantugan obat, stroke, penyakit infeksi, bersalin,

gigi dan mulut, rehabilitasi medic, telinga, dan tenggorokkan (THT), bedah, ginjal, kulit

dan kelamin.

B. Konsep Rekam Medis

1. Pengertian Rekam Medis


7

Menurut PERMENKES No.209 tahun 2008 menyatakan bahwa yang dimaksud

dengan rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang

identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindaka dan pelayanan lain yang telah

diberikan kepada pasien.

Pengertian lain menurut Dirjen yanmed (2006:11) bahwa:

“Rekam Medis adalah keterangan baik yang tertulis maupun yang terekam

tentang identitas anamnesa, pemeriksaan fisik, laboratorium, diagnose, serta segala

pelayanan dan tindakan medis yang diberikan kepada pasien dan pengobatan baik yang

dirawat inap, rawat jalan maupun yang mendapatkan pelayanan gawat darurat”.

2. Falsafah Rekam Medis

Rekam Medis dapat dikatakan sebagai bukti tertulis prose pelayanan yang

diberikan dokter dan tenaga kesehatan lainnya kepada pasie. Hal ini merupakan

cerminan kerjasama antara lebih lebih dari satu orang tenaga kesehatan untuk

menyembuhkan pasien. Bukti tertulis pelayanan dilakukan segera setelah

pemeriksaan, pengobatan sehingga dapat dipertanggung jawabkan.

Dengan demikian menurut Dirjen Yanmed (2006:11) menyatakan bahwa “falsafah

dari rekam medis mengandung nilai-nilai “ALAFREDAIR”, yaitu:

Administrator = Administrasi

Legal = Hukum

Financial = Keuangan Riset = Penelitian

Education = Pendidikan

Doccumentation = Dokumentasi

Akurat = Informasi yang akurat

Informatif = Informasi
8

Responbility = Dapat dipertanggung jawabkan

3. Tujuan Rekam Medis

Menurut Dirjen Yanmed (2005:13), mengemukakan bahwa “tujuan

rekam medis adalah untuk menunjang tercapainya tertib administrasi dalam rangka

upaya peningkatan pelayanan kesehatan di Rumah sakit”. Maka tujuan utama rekam

medis adalah untuk mendukung terciptanya peningkatan pelayanan kesehatan

efektif dan efisien melalui pengelolaan rekam medis sejak penerimaan pasien

sampai rekam medis digunakan kembali dengan tertib da sesuai dengan ketentuan

yang telahditentukan sebelumnya sehingga adanya pengolahan data atau adalanya

informasi yang lengkap, akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.

4. Kegunaan Rekam Medis

Kegunaan Rekam Medis menurut Dirjen Yanmed (2006:13)

Dapat dilihat dari beberapa aspek, antara lain:

a. Aspek Administratif

Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai administrasi, karena isinya menyangkut

tindakan berdasarkan wewenang dan tanggung jawab sebagai tenaga medis dam

paramedic dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan.

b. Aspek Medis

Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai medis, karena catatan tersebut

dipergunaan sebagaidsar untuk merencanakan pengobatan/perawatan yang harus

diberikan kepada seseorang pasien.

c. Aspek Hukum
9

Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai hokum, jarena isinya menyangkut

maslah adanya jaminan kepastian hokum serta penyediaan bahan tanda bukti untuk

menegakkan keadilan.

d. Aspek Keuangan

Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai uang, karena mengandung data/

iformasi yang dapat dipergunakan sebagai aspek keuangan.

e. Aspek Penelitian

Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai penelitian, karena isinya

menyangkutdata/ informasi yang dapat dipergunakan sebaga aspek penelitian

dibidang kesehatan.

5. Dasar Hukum Penyelenggaraan Rekam Medis

Dasar hokum penyelenggaraan Rekam Medis di Rumah Sakit adalah:

a. Peraturan Rumah sakit nomor 10 tahun 1996, tentang wajib simpan rahasia

kedokteran.

b. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 034/birhub/1992, tentang perencanaan

dan pemeliharaan rumah sakit dimana antara lain diseutkan bahwa menunjang

terselenggaranya rencana induk yang baik, maka setiap rumah sakit diwajibkan:

1) Mempunyai dan merawat statistic yang up to date.

2) Membina rekam medis yang didasarkan ketentuan-ketentuan yang telah

ditetapkan.

3) Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 134/1978 tentang struktur organisasi

dan tata kerja rumah sakit umum dimana antar lain disebutkan bahwa salah

satu bagian adalah rekam medis.


10

4) Peraturan Menteri kesehatan Nomor 377/Mankes/SK/II/2007 tentang

standar profesi rekam medis dan informasi kesehatan Republik Indonesia

Nomor 269/MENKES/PER/III/1008 tentang rekam medis.

5) Peraturan Mneteri Kesehatan NO 55 Tahun 2013 tentang penyelengaraan

pekerjaan perekam medis.

6) Keputusan Dirjen Ynmed No. 78/Yanmed/RS.Dik/YNU/1991 tentang

pelaksanaan penyelenggaraan pekerjaan reka medis.

6. Isi Rekam Medis

Menurut Peraturan Mneteri Kesehatan repblik Indonesia

Nomor/269/MENKES/ER/III/2008 pasal 3 yaitu:

a. Isi rekam medis untuk pasien rawat jalan pada sarana pelayanan kesehatan

sekurang-kurangnnya memuat:

1) Indentitas pasien;

2) Tanggal dan waktu;

3) Hasil anamnesa, sekurang-kurangnya keluhan dan riwayat penyakit;

4) Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang medic;

5) Diagnosis;

6) Rencana penatalaksanaan;

7) Pengobatan dan atau tindakan;

8) Pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien;

9) Untuk pasien kasus gigi dilengkapi dengan odontogram klik; dan

10) Persetujuan tindakan bila diperlukan.

7. Tata Cara penyelenggaraan Rekam Medis

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor

269/MENKES/PER/III/2008 pasal 5, yaitu:


11

a. Setiap dokter atau dokter gigi dalam menjalankkan praktik kedokteran wajib

menbuat berkas rekam medis.

b. Rekam medis bagaiman dimakdus pada ayam (1) harud dibuat segera dan

dilengkapi stelah pasien menerima pelayanan.

c. Pembuatan rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan

melalui pencatatan dan pendokumentasian hasil pemeriksaan, penobatan,

tndakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien.

d. Setiap pencatatn rekam medis harus dibubuhi nama, waktu dan tanda tangan

dokter, dokter gigi atau tenaga kesehatan tertentu yang memberikan pelayanan

kesehatan secara langsung.

e. Dalam hal terjadinya kesalahan dalam melakukan pencatatan rekam medis

dapat dilakukan pembetulan.

f. Pembetulan sebagaimanadimaksud pada ayat (5) hanya dapat dilakukan dengan

cara pencoretan tanpa menghilangkan catatan yang dibetulkan dan dibubuhi

paraf dokter, dokter gigi atau tenaga kesehatan tententu yang bersangkutan.

8. Kegiatan Rekam Medis

Beberapa kegiatan rekam medis menurut Dirje Yanmed (2006:34)

A. Penerimaan Pasien

Tata cara penerimaan dan melayani pasien dapat dinilai baik bila mana

dilaksanakan oleh petugas dengan sikap yang ramah, sopan, tertib dan penuh

tanggung jawab.

Penerimaan pasien dikategprikan menjasi 3, yaitu:

1) Penerimaan pasien rawat jalan

2) Penerimaan pasien rawat inap

3) Penerimaan pasien gawat darurat


12

B. Proses pengolahan data menurut Dirjen Yanmed (2006:57)

1) Assembling (penataan berkas Rekam Medis) dibagi menjadi 2 yaitu:

a) Penataan berkas rekam medis rawat jalan

b) Penataan rekam medis rawat inap, yang dibagi menjadi rawat inap kasus

anak, kasus bedah, kasus kebidanan dan kasus bayi melahirkan.

Assembling berarti merakit atau mengurutkan satu halaman ke halaman lain

sesuai aturan yang berlaku, yaitu dimulai dari gawat darirat, rawat jalan dan

rawat inap. Selain itu, kegiatan Assembling juga mengecek kelengkapan

pengisian berkas rekam medis dan formulir yang harus ada pada berkas

rekam medis.

2) Pemberian Kode

Pemberian kode adalah penetapan kode dengan menggunakan huruf atau

angka atau kombinasi huruf dalam angka yang mewakili komponen data.

Kode klasifikasi WHO (World Health organization) bertujuan untuk

menyeragamkan nama dan golongan penyakit, cidera, gejala dan faktor

yang mempengaruhi kesehatan. Sejak tahun 1993 WHO mengharuskan

Negara anggotanya menggunakan klasifikasi penyakit revisi-10

(International Statistical Classification Deseasses and Health Problem)

3) Tabulasi (indeksing)

Indeksing adalah membuat tabulasi sesuai kode yang sudah dibuat kedalam

indeks-indeks (dapat menggunakan kartu indeks atau komputerisasi).

Didalam kartu indeks tidak boleh mwncantumkan nama pasien.

Jenis indeks biasa dibuat:

a) Indeks pasien

b) Ineks penyakit (diagnosa) dan operasi


13

c) Indeks obat-obatan

d) Indeks kematian

e) DLL

9. Proses Pengolahan Rekam Medis

Menurut Dirjen Yanmed (2006:57) terdiri dari:

1) Assembling (Penataan berkas rekam medis)

Assembling adlah salah satu kegiatan dalam pengolahan rekam medis untuk

mengorganisasikan, merakit, menata, menyusun, merapikan formulir-formulir

rekam medis baik utnuk rawat jalan, UGD maupun rawat inap, sehingga rekam

medis tersebut dapat terpelihara dan dapat siap pakai saat dibutuhkan.

Secara garis besar assembling dibagi menjadi dua kegiatan, yaitu:

1. Assembling sebelum rekam medis dipakai/ persiapan, yeitu kegiatan

merakit, menyusun formulir-formulir rekam medis yang kosng dan

menyimpannya ke sampul rekam medis, sehingga rekam medis tersebut siap

digunakan.

2. Assembling setelah rekam medis digunakan, yaitu menyusun kembali

formulir rekam medis sesuai dengan urutannya, merapikan dan

memperbaiki cover maupun formulir rekam medisnya, kemudian dilakukan

pemeriksaan kelengkapan pengisian rekam medis.

2) Coding

Coding adalah salah satu kegiatan pengolahan data rekam medis untuk

memberikan kode engan huruf atau dengan angka atau kombinasi huruf dan

angka yang mewakili komponen data.

3) Indexing
14

Menurut Dirjen Yanmed (2006:61) menyatakan bahwa indexing adalah

“membuat tabulasi sesuai dengan kode yang sudah dibuat kedalam indeks-

indeks (dapat digunakan kartu indeks atau komputerisasi)

4) Pelaporan

Menurut Dirjen Yanmed (2006:65) menyatakan bahwa pelaporan merupakan

suatu alat organisasi yang bertujuan untuk dapat menghasilkan laporan secara

cepat, tepat dan akurat

5) Koresponden Rekam Medis

Menurut Dirjen Yanmed (2007:71) menyatakan bahwa koresponden adlah

“surat menyurat yang berhubungan dengan Rekam Medis”.

6) Penyimpanan

Menurut Poerwadarminta (1996:942) penyimpanan berasal dari kata “simpan”

yang berarti menyimpan atau menaruh.

Penyimpanan berkas Rekam Medis menurut Dirjem Yanmed (2006:80),

penyimpanan rekam medis berdasarkan tempat dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Sentralisasi

Sentralisasi adalah penyimpanan rekam medis seseorang pasien dalam

satu kesatuan baik catatan-catatan kunjungan poliknik maupun catatam-

catatan selama so=eorang pasien dirawat.

2. Desentralisasi

Dengan cara desentralisasi terjadi pemisahan antara rekam medis

poliknik dengan rekam medis rawat jalan dan rawat inap disimpan

ditempat penyimpanan yang terpisah.

Penyimpanan Rekam Medis Berdasarkan nomor, Menurut Dirjen Yanmed

(2006:82) dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu:


15

1. Sistem Penomoran Nomor Langsung (Straight Numerical Filling

System), yaitu penyimpanan rekam medis secara berurut sesuai dengan

urutan nomornya, misalnya

765009, 765010, 765011

2. Sistem Penomoran Nomor Akhir (Terminal Digit Filling System), yaitu

menggunakan nomor-nomor dengan 6 angka yang dikelompokna

menjadi 3 kelompok, masing-masing terdiri dar 2 angka. Sistem

penomoran dengan cara ini lebih banyak digunakan karena lebih mudah,

efektik dan efisien. Misalnya:

56-42-03, 57-42-03, 58-42-03

3. Sistem penomoran Nomor Tengah (Middle Digit Filling System), yaitu

sama dengan penomoran nomor akhir namun berbeda letak angka

pertama, kedua dan ketiga-nya. Misalnya:

58-77-95, 58-77-96, 58-77-97

C. Konsep Peminjaman Rekam Medis

1. Pengertian Peminjaman

Berdasar kan kamus besar bahada Indonesia (2006:876) peminjaman adalah

proses, cara, pembuata meminjamkan barag untuk waktu tertentu (jika

sudah sampai waktunya arus dikembalikan).

2. Sarana dan Prasarana

a. Rekam medis Rawat jalan/inap

Sebagai catatan atau dokumen tentang biodata, anamnesa, dan hal lain

mengenai pasien.

b. Bon Peminjaman
16

Bon peminjaman dibuat tiga rangkap, keguanaannya satu untuk formulir

rekam medis, satu untuk out guide dan terakhir untuk ekspedisi.

c. Buku Peminjaman

Temoat untuk mencatat semua rekam medis yang dipinjam untuk

keperluan hokum dan visum ataupun keperluan lainnya.

d. Rak Terbuka untuk penyimpanan

Kegunaan rak terbuka yaitu supaya rekam medis tersusun rapi dan

terjaga kerahasiaannya. Sedangkan ketentuan penyimpanan rak yaitu,

dua buah rak untuk berjalan dianjurkan selebar 90cm, jika letaknya

saling berhadapan harus disediakan ruangan kosong paling tidak dengan

jaran 150cm.

e. Tangga

Sebagai sarana untuk memudahkan penyimpanan berkas rekam medis

yang tidak terjangkau atau terletak diatas.

3. Orang Yang Berhak Meminjam Rekam Medis

Menurut PERMENKES No.269/MENKES/PER/XII/2008 Pihak yang

bertanggung jawab langsung terhadap pasien yang diberi wewenang untuk

menggunakan Rekam Medis (Petugas Rekam Medis, Staf medis) Pihak

ketiga diluar Rumah Sakit yang tidak langsung bertanggung jawab terhadap

pasien (ansuransi, penelitian, polisi).

D. Fasilitas Fisik Ruangan Penyimpanan

Fasiltas dan peralatan yang dibutuhkan pada bagian penyimpanan adalah

sebagai berikut:

1. Ruang penyimpanan
17

a. Ruang penyimpanan dan tempat peminjaman rekam medis harus

berdekatan agar pelayanan pasien tidak terlambat, memudahkan dan

mempercepat petugas dalam pengambilan dan pengembalian rekam

medis.

b. Ruang cukup cahaya (penerahan), didalam ruang penyimpanan

seharusnya ada jendela.

c. Ruang harus memperhatikan faktor keamanan, hal ni dipertegas dalam

peraturan pemerintahan tahun 1996 tentang wajib rahasia kedokteran.

Oleh karena itu ruangan penyimpanan rekam medis harus aman dan

hanya petugas tertentu saja yang bias memasuki ruangan penyimpanan.

E. Dasar Prosedur Peminjaman Rekam Medis

1. Prosedur Peminjaman Rekam Medis

Peminjaman/ pengembalian kembali berkas rekam medis termasuk kedalam

kegiatan pengolaha rekam medis seperti yang terdapat pasa SK Yanmed No.

YM .00.03.2.2.1296 tahun 1996, yang menyebutkan bahwa kegiatan rekam

medis adalah

a. Penerimaan pasien

b. Pencatatan

c. Pengolahan data medis

d. Penyimpanan rekam medis

e. Pengembalian kembali rekam medis

Standar prosedur peminjaman rekam medis menurut Dirjen Yanmed

(2006:137) adalah:

a. Persyaratan

1) Berkas Rekam medis


18

2) Formulir permintaan/ peminjaman rekam medis

3) Tracer

b. Sarana

1) Komputer PC Client

2) LAN system

3) Printer

c. Prasarana

1) Permenkes No.269/Menkes/Per/XII/2008

2) Petunjuk teknik penyelengaraan rekam medis

d. Prosedur

1) Peminjaman rekam medis dilaksanakan dengan pemesanan melalui

transaksi pendaftaran, penelfonan maupun perkurir.

2) Petunjuk ternik penyelengaraan rekam medis.

3) Pengembalian rekam medis menggunakan bon peminjaman.

4) Transaksi masuk dan keluar rekam medis dilaksanakan setiap ada

perubahan informasi rekam medis.

5) Tidak dibenarkan penyimpaan rekam medis diluar tempat

penyimpanan baik milik pribadi maupun milik pasien.

6) Selama rekam medis berada diluar ruangan rawat inap atau sedang

dipinjam, menjadi tanggung jawab perawat ruangan yang

meminjam.

7) Penanggung Tracer sebagai tanda bukti berkas rekam medis sedang

keluar.

2. Tujuan Peminjaman Rekam Medis


19

Menurut peraturan Menteri Kesehatan Nomor.269/MENKES/PER/III/2008

pasal 13 ayat 1, menyebutkan bahwa pemanfaatan rekam medis dapat

dipakai sebagai:

a. Pemeliharaan kesehatan

b. Alat bukti dalam proses penegakkan hokum, disiplin kedokteran,

kedokteran gigi dan penegak etik kedokteran dan etika kedokteran gigi.

c. Keperluan Pendidikan dan penelitian.

d. Dasar pembayaran niaya pelayanan kesehatan.

F. Prosedur dan Penjelasan Penerimaan Pasien Rawat jalan Baru dan Lama

a. Penerimaan Pasien Baru Rawat Jalan

1) Petugas pendaftaran rawat jalan menerima pasien

2) Petugas menanyakan, apakah pasien sebelumnya pernah berobat di

Rumah Sakit tersebut? Jika pertama kali maka petugas membuatkan

rekam medis dengan menggunakan bank nomor dan identitas pasien

dengan meminjam kartu identitas pasin atau dengan mewawancarai

pasien.

3) Tanyakan keluhan utama pasien atau poliknik yang dituju.

4) Buatkan KIB (kartu identitas berobat), ingatkan untuk selalu dibawa

setiapkali berobat ke Rumah Sakit tersebut.

5) Buatkan KIUP (kartu indeks utama pasien), selipkan dalam rekam medis

dan antarkan ke poliknik yang oleh petugas distribusi.

6) Catat identitas pasien di buku register TPPRJ (Temoat Pendaftaran

Pasien Rawat Jalan)

7) Setelah dokter selesai memeriksa dan mengisi setiap point di berkas

rekam medis, semua berkas disimpan dibagian filling (berkam Rekam


20

Medis disimpan berdasarkam nomer rekam medis sedangkan KIUP

berdasarkan abjad inisial nama pasien).

b. Prosedur Penerimaan Pasien Lama Rawat Jalan

1) Petugas pendaftaran menerima pasien.

2) Petugas menanyakan, apakah pasien sebelumnya pernah berobat di

Rumah sakit tersebut? Jika pernah, maka petugas meminta pasien

menunjukkan KIB-nya. Apabila lupa/hilang maka tanyakan nama dan

alamat untuk dicarikan nomor rekam medis pada komputer atau KIUP.

3) Membuat bon peminjaman dengan mencatat nama dan nomor rekam

medis pada tracer atau bon pemijaman kemudian diserahkan kepada

pihak filling untuk dicari berkas rekam medisnya.

4) Tanyakan apakah ada perubahan data identitas pasien. Jika ada

perubahan, maka tuliskan pada lembar rekam medis yang baru lalu

selipkan dibelakang lembar rekam medis yang lama.

5) Tanyakan keluhan utama pasien.

6) Catat identutas pasie dibuku register TPPRJ (trmpat pendaftara pasien

rawat jalan)

7) Setelah dokter selesai memeriksa dan mengisi setiap point di berkas

rekam medis, semua berkas disimpan dibagian filling (berkam Rekam

Medis disimpan berdasarkam nomer rekam medis sedangkan KIUP

berdasarkan abjad inisial nama pasien).

8) Petugas filling mengisi tanggal kembali pada bon peminjaman di buku

ekspedisi.

G. Pengembalian Rekam Medis (Retrival)


21

Menurut Dirjen Yanmed (2006:91), permintaan rutin terhadap rekam

medis yang datang dari poliknik, dari dokter yang melakukan riset haus

ditujukan ke bagian rekam medis setiap hari pada jam yang telah ditentukan.

Ketentuan peminjaman rekam medis merujuk pada Permenked

No.269/MENKES/PER/111/2008 tentang rekam medis, bahwa yang berhak

meminjam rekam medis hanya dokter yang merawat.

Menurut Dirjen Yanmed (2006:92) ketetuan pokok yang harus ditaati ditempat

penyimpanan adalah Rekam Medis tidak boleh keluar dari penyimpanan rekam

medis, tanpa/keluar/karu peminjaman rekam medis

a. Seseorang yang menerima/meminjam rekam medis, berkewajiban

mengembaliakan dalam keadaan baik, tepat waktu dan harus membuat

ketetuan lama jangka waktu peminjaman rekam medis, atau rekam medis

berada diluar penyimpanan harus kembali lagi pada akhir jam kerja selesai.

b. Dokter-dokter dan pegawai-pegawai rumah sakit yang berkepentingan

dapat meminjam rekam medis untuk dibawa keruangan rekam medis pada

akhir jam kerja.

c. Jika beberapa rekam medis akan digunakan selama beberapa hari, rekam

medis tersebut disimpan sementara diruang rekam medis.

d. Kemungkinan rekam medis dipergunakan oleh beberapa orang, apabila

berpindah dari satu orang ke orang lain, harus dilakukan dengan mengisi

“kartu pindah tangan” karena dengan cara ini rekam medis tidak perlu bolak

balik dikirim ke bagian rekam medis. Kartu pindah tangan tersebut berisi

tanggal, pindah tangan dari siapa kesiapa, untuk keperluan apa dan

digunakan oleh dokter siapa.


22

Sedangkan penggunaan atau pemakaian rekam medis adalah pihak-pihak

perorangan yang memasukan, memperivikasi, mengoreksi, menganalisis dan

memperoleh informasi baik rekaman, baik secara langsung maupun perantara.

(Gemalla R. Hatta.2008).

Penggunaan rekam medis perorangan (primer dan sekunder)

1) Penggunaan primer rekam medis, yaitu:

a) Para pemberi pelayanan (provider) yang termasuk kedalam keolompok

primer adalah pihak-pihak yang emmberikan pelayanan langsung kepada

pasien.

b) Para konsumen, yaitu pasien dan keluarganya yang memerlukan informasi

kesehatan dirinya untuk berbagi kepentingan.

2) Pengguna Sekunder Rekam Medis

a) Manajer pelayanan dan penunjang pasien, kelompok iniadalah pihak yang

menggunakan rekam medis perorangan secara sekunder.

b) Pihak pengganti baiya, kelompok ini akan menelaah sejauh apa pihak

diagnosis yang terkait dengan biaya perawatan.


23

Tabel 2.1

Penggunaan Rekam Medis Perorangan

Penggunaan Primer Penggunaan Sekunder

1. Pemberi pelayanan (Provider) 1. Manajer Pelayanan dan

a. Dokter penunjang Pasien

b. Dokter gigi a. Pemimpin Instansi

c. Ahli Gizi pelayanan kesehatan.

d. Teknisi Laboratorium b. Keuangan

e. Perawat c. Ketua Komite menjaga

f. Bidan mutu

g. Fisioterapi d. Profesional manajemen

h. Terapis Wicara Informasi Kesehatan

i. Psikolog e. Tenaga di unit pelayanan

j. Optometris f. Ketua pemogram telaah

k. Ahli farmasi utilisaasi

l. Psikolog g. Ketua program resiko

m. Radiografer pelayanan

n. Terapis lain

o. Pekerja sosal 2. Pengganti biaya perawatan

p. Petugas kamar jenazah a. Instansi penanggung

b. Ansuransi

2. Penerima Pelayanan

a. Pasien 3. Lainnya

b. keluarga a. Puhak yang berwenang


24

b. Pengacara

c. Riset pelayanan kesehatan

d. Wartawan bidang

pelayanan kesehatan

e. Pembuat kebijakan dan

hukum

Sumber: Gemalla R Hatta (2008:81)


25

Pencarian Rekam Medis yang Tidak ditemukan Ditempatnya

a. Sistem Pelacak Otomatis

1) Setiap pasien, nomor rekam medis, nama peminjam, tanggal peminjaman,

waktu pengembalian diinput ke dalam komputer.

2) Setap pemindahan peminajaman/ ruangan harus diinput ke dalam computer.

3) Untuk pelacakan tinggal klik nomor rekam medis atau nama pasien, maka akan

muncul posisi rekam medis terakhir.

b. Melihatn alat bantu pengendalian peminjaman rekam medis, seperti bon

peminjaman, buku register pelayanan, karena da kemumngkinana masih

dipinjam atau belum dikembalikan.

c. Alternarif pencarian rekam medis yang salah simpan atau tidak ditemukan di

tempatnya.

1) Cari posisi didalam masing-masing set angka dua digit, contoh: nomor 46-38-

83 bica dicari pada 46-38-38 atau 56-83-83.

2) Apabila rekam medis yang tidak ditemukan ada nomor 3 pada nomor rekam

medisnya, maka cari pada nomor 5 atau 8, karena angkanya mirip.

3) Periksa nomor tentu pada kelompok ratusan yang mendahului atau mengikuti

nomor tersebut. Contoh nomor 485 dapat dicari nomor 385 atau 585.

4) Periksa rekam medis yang berada tepat disebelah rekam medis tersebut, karena

bias saja terselip ada pelindung rekam medis lain.

5) Pemeriksaan rekam medis yang hilang di rak tepat diatas atau adibawah rekam

medis yang dicari tersebut.

H. Konsep Mutu Pelayanan Kesehatan

1. Pengertian Mutu
26

Menurut Vincent Gaspersz (2006:1) Mutu adalah segala sesuatu yang

mampu memenuhi keinginan atau kebutuhan pelanggan (meeting the needs

of costumer).

2. Pengertian pleyanan Kesehatan

Menurut Lavely dan lomba yang diikuti dalam buku Azwar (1996:35) yang

dimaksud dengan pelaynan kesehatan adalah setiap upaya yang

diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi

untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan.

3. Pengertian Mutu Pelayanan keehatan

4. Menurut AZWAR (1996:51) Mutu Pelayanan Ksehatan adalah yang

menunjukkan tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan, yang di satu phak

dapat menimbulkan kepuasan pada setiap pasien dengan tingkat kepuasan

rata-rata penduduk, serta dipihak lain tata cara penyelenggaraan nya sesuai

dengan kode etikdan standar pelayanan yang telah ditetapkan.

Syarat pokok mutu pelayanan kesehatan menurut Azrul Azar (1996:38)

adalah:

a. Tersedia dan Berkesinambungan

Syarat pertama pelayanan kesehatan yang baik adalah pelayanan

kesehatan tesebutharus tersedia dimasyarakat (avaible) serta bersifat

berkesinabungan (continuous) artinya semua jenis pelaynan kesehatan

yng dibutuhkan oleh masuarakat tidak sulit ditemukan, serta

keberadaannya dapat dengan mudah dotemukan pada saat dibutuhkan.

b. Dapat diterima dngan wajar


27

Yang dapat diterima (acceptable) oleh masyaralat serta bersifat wajar

(apporiate) artinya pelyanan kesehatan tersebut tidak bertentangan

dengan keyakinan dan kepercayaan masayarakat.

Pelayanan kesehatan yang bertetangan dengan adat istiadat,

kebudayaan, keyakinan dan kepercayaan masyarakat, serta bersifat

wajar, bukanlah suatu pelayanan yang baik.

c. Mudah dicapai (accessible)

Pengertian ketercapaian yang dimaksud disini terutama dari sudut

lokasi. Untuk dapat mewujudkan pelayanan kesehatan yang baik, meja

pengaturan distribusi sarana kesehatan sangat penting. Pelaynan

kesehatan yang terlalu terkonsentrasi didaerah perkotaan saja, sementara

didaerah pedesaan tidak di temukan, bukanlah pelayanan kesehatan

yang baik.

d. Mudah dijangkau (affordable)

Pengertian keterjangkauan yang dimaksud disini terutama dari sudut

pandang biaya. Untuk dapat mewujudkan keadaan seperti ini harus

dapat diupayakam biaya pelayanan kesehatan yang sesuai dengan

ekonomi masyaralat.

e. Bermutu (quality)

Yaitu menunjukkan padatingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan

yang diselenggarakan, yang disatu pihak menemukai para pemakai jasa

pelayanan, dan dipihak lain tata cara penyelenggaraannyasesuai kode

etik serta standar yang ditetapkan.


28

Dimensi Mutu Pelaynan oleh Parasuraman yang dikutip dari buku Handi Irawan

(2002:57) dimensi mutu pelayanan difokuskan menjadi 5 dimensi (ukuran)

kualitan jasa/pelayanan, yaitu:

a. Tangiable (berwujud)

b. Reability (keandalan)

c. Responsiveness (cepat tanggap)

d. Assurance (jaminan)

e. Empaty (empati)

I. Pengertian Pengaruh

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:849), pengarh adalah

daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentu

watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang.

Kesimpulan dari pengertian diatas adalah “Pengaruh adalah daya yang

timbul dari seseorang yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau pebuatan

seseorang.

J. Pengertian Prosedur

Menurut Serdamayanti (1996:85) Prosedur adalah rangkaian tata kerja yang

berkaitan satu sama lain sehingga menunjukkan suat urutan tahap tentang

pelaksanaan kerja harus ditempuh dalam rangka menyelesaikan suatu bidang

tugas.

K. Pengertian Pasien

Menurut undang-undang No.24/2009 Pasien aalah “setiap orang yang

melakukan konsultasi masalah kesehatannya untuk memperoleh pelayanan

kesehatan yang diperlukan baik secara langsung maupun tidak langsung di

Rumah Sakit”.
29

L. Konsep Rawat jalan

1. Pengertian Rawat Jalan

Menurut Azrul Azwar (1996:75) Rawat jalan adalah pelayanan

kedokteran yang disediakan untuk pasien tidak dalam bentuk rawat inap

“(hospitalization)”.

Isis rekam medis rawat jalan menurut pasa 3 ayat (1) Permenkes RI Nomor

269/MenkesPer/2008, isis rekam medis untuk rawat jalan pada sarana

pelayanan kesehatan sekurang-kurangnnya memuat identitas pasien

a. Tanggal dan waktu

b. Hasil anamnesa, mencauo sekurang-kurangnya keluhan dan riwayat

penyakit.

c. Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang medic

d. Diagnosa

e. Rencana penatalaksanaan

f. Pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien

g. Untuk pasien khusus gigi dilengkapi odontogram klinik

h. Persetujuan tindakan bila diperlukan

2. Standar Pelayanan Rawat Jalan

Berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/2008

tentang Standar Pelayanan minimal Rumah Sakit yaitu:

a. Dokter yang melayani pada poliklinik spesialis harus 100% spesialis

b. Rumah Sakit setidaknya harus menyediakan pelayanan klinik anak,

klinik penyakit dalam, klinik kebidanan dan klinik bedah

c. Jam buka pelayanan adalah 08:00-13:00 setiap hari kerja kecuali hari

jumat 08:00-11:00.
30

d. Waktu tunggu unuk rawat jalan tidak lebih dari 60 menit

e. Kepuasan pelanggan lebih dari 90%

2.2 Hipotesis Penelitian

Menurut HM. Sonny Sumarsono (2004) hipotesis adalah keterangan sementara dari

hubungan fenomena-fenomena yang kompleks. Dengan demikian hipotesis dapat

diartikan sebagai teori yang kurang sempurna, dapat pula dirumuskan dengan cara lain

hipotesis berarrti kesimpulan yang belum final karena belum diuji atau belum

dibuktikan kebenarannya. Hipotesis dapat diartikan sebagai dugaan sementara

pemecahan masalah, yang telah diuji mungkin benar atau mungkin salah.

Menurut Kerlinger (Nazir 2006:20) menyatakan bahwa hipotesis adalah pernyataan

yang bersifat terkaan dari hubungan antara dua variable atau lebih.

Ciri-ciri hipotesis yang baik menururt Furchan adalah:

1. Hipotesis harus mempunyai daya penjelas

2. Hipotesis harus menyatakan hubungan yang diharapka ada diantara variable-

variabel.

3. Hipotesis harus dapat diuji

4. Hipotesis hendaknya konsisten dengan pengetahuan yang sudah ada.

5. Hipotesis hendaknya dinyatakan sederhana dan seringkas mungkin.

6. Hipotesis statistic dirumuskan dengan symbol-simbol statistic, dan antara hipotesis

nol dan alternative selalu dipasangkan. Dengan dipasangkan ini maka dapat dibuat

keputusan dengan tegas, mana yang diteria dan mana yang ditolak.

Prosedur peminjaman Rekam Medis Rawat Jalan tidak berpengaruh terhadap Mutu

Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit X

Prosedur pemijaman Rekam Medis Rawat Jalan berpengauh terhadap Mutu Pelayanan

di Rumah Sakit X
31

2.3 Metodologi Penelitian dan Teknik Pengumpulan data

A. Metodologi Penelitian

Menurut Sugiono (2005:1), metode penelitian adalah “suatu pegkajian daam

mempelajari peraturan-peratutan yang terdapat dalam penelitian.”

Menurut penelitian yang digunakan penulis dalam membuat tugas akhir ini adalah

metode kuantitatif.

Menurut Sugiono (2003:1) “Data kuantitatif adalah daya yang dinyatakan dalam

bentuk kata, kalimat dan gambar chat”.

Menurut Sugiono (2003:1) metode deskriptif adalah suatu metode dengan

penelitian statistic sekelompok manusia atau setiap kondisi sistem pemikiran atau

satu kelas kelompok pasa masa sekarang dengan tujuan untuk member deskripsi

gambaran dan lukisan secara sistematis serta hubungan antara fenomena yang

diselidii”.

B. Definisi Operasional Variabel

Menurut Sugiono (2006), “Definisi operasional variable adalah suatu definisi

yang didasarkan pada karaketristik yang dapat diobservasikan dari apa yang sedang

didefinisikan atau mengubah konsep-konsep yang berupa kontruk dengan kata-kata

yang menggambarkan perilaku atau gejala yang dapat siamati dan yang dapat diuji

dan ditemukan kebenarannya oleh orang lain.”

Adapun Definisi Operasional Variabel yang diambil penulis sesuai dengan judul

tugas akhir ini taiu “Pengaruh Peminjaman Rekam MedisnRawat Jalan Terhadap

Mutu Pelayanan Kesehatan Di Rumah Sakit X”. dimana definisi Operasional

Variabel bertujuan untuk menjelaskan makna variabel penelitian, indicator dan

variabel adalah gejala yang sama memiliki makna berbeda pula jika tidak dijelaskan
32

akan terjadi kesalahan dalam penetapan indicator, instrument dan data yang akan

dikumpulkan sehingga bobot atau isi menjadi kurang jelas.

Penelitian ini terdiri dari dua variasi yaitu variabel bebas (X) dan variabel (Y).

1. Prosedur peminjaman Rekam Medis Rawat Jalan sebagai Variabel independent/

bebas (variabel X)

2. Mutu Pelayanan Kesehatan sebagai Variabel dependen/ terikat (variabel Y)

Adapun masing-masng dari bentuk variabel anatara lain:

Variabel X: Prosedur Peminjaman Rekam Medis Rawat jalan.

Variabel Y: Mutu Pelayanan kesehatan

1. Peminjaman rekam medis rawat jalan (Variabel X)

Definisi: Suatu proses meminjam/ meminjamkan rekam medis. Peminjaman

digunakan utnuk keprluan kunjungan ke poliknik.

a. Syarat

Rekam medis pasien rawat jalan, formulir peminjaman/tracer, outguide dan

buku ekspedisi

b. Referensi

Permenkes No.269 Tahun 2008, petunjuk Teknik prosedur dan

penyelenggaraan Rekam Medis.

c. Sarana dan Prasarana

Ac, Exhouse dan lampu.

d. Prosedur

Rangkaian tata kerja.

2. Mutu Pelayanan Kesehatan (Variabel Y)


33

Definisi: derajat kesemurnaan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar

profesi dan standar pelayanan dengan menggnaakan potensi sumber daya yang

tersedia di Rumah sakit secara wajar, efisien dan efektif.

a. Bukti Fisik (Tangible)

penampilan fisik dari fasilitas, peralatan, karyawan dan alat-alat

komunikasi.

b. Daya Tanggap (Reponsif)

menekankan pada sikap dari penyedia jasa yang penuh perhatian, cepat tepat

dalam menghadapi permintaan, pertanyaan, keluhan dan masalah dari

pelayanan.

c. Keandalan (Reability)

d. Kemampuan dalam memberikan pelayanan dengan segera dan memuaskan

sesuai dengan yang telah dijanjikan.

e. Jaminan (Assurance)

Pengetahuan dan keramah tamahan para karyawan dan kemampuan mereka

untuk menimbulkan kepercayaan dan keyakinan, kesopanan dan sifat, bebas

dari bahaya, resiko atau keragu-raguan.

f. Empati

Pemahaman pemberian perhatan secara individual kepada pelangan,

kemudian dalam melakukan komunikasi yang baik dan memahami

kebutuhan pelanggan.

C. Populasi dan Sampel Penelitian

Penulis melakukan penelitian tersebut di instalasi rekam medis Rumah sakit X, data

yang diambil yaitu jumlah pengunjung bulan Mei 2019.

1. Populasi
34

Menurut Sugiono (2010:80), “Populasi adalah obyek/ subyek yang mempunyai

kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari

dan kemudian ditarik kesimpulannya”.

Adapun populasi dalam penelitian ini adalah rata-rata kunjungan rawat jalan

baik pasien baru atau pasien lama pada bulan Mei 2019 adalah 9.360 pasien

a. Rata-rata kunjungan per bulan 9.360 paien

b. Rata-rata kunjungan per hari = 9.630/20 hari

2. Sampel Penelitian

Menurut Sugiono (2009:118), sampel adalah bagian dari jumlah dan

karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebyt. Bila populasi besar dan

peneliti tidak mungkin mempelajari semua populasi yang ada pada populasi,

misalnya karena keterbatasan data, tenaga dan waktu penelitian dapat

menggunakan dari populasi”.

Teknik pengambilan sampel yang dipergunakan adalah probality samping yaitu

teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap

unsur anggota untuk dijadikan anggota sampel.

Bagian dari probality sampling yang dipergunakan adalah simpel random

sampling. Menurut Sugiono (2009:120), “Simple random sampling yaitu

pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa

memperlihatkan strata yang ada dalam populasi tersebut”. Cara demikian

dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen.


35

D. Teknik Pengumpulan Data

Pegumpulan data dalam penelitian ini ditujukan untuk memperoleh skor yang

berfungsi sebagai arah hubungan pengaru peminjaman rekam medis rawat jalan

terhadap mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit X.

Dalam tugas akhir ini, peneliti menggunakan beberapa Teknik pengumpulan data,

diantaranya:

1. Studi Pustaka

Untuk mendapatkan data dan informasi maka penulis membaca buku-buku

referensi atau mengambil literature-literature yang berhubungan dengan

penyusunan tugas akhir ini.

2. Observasi

3. Menurut Notoatmojo (2005:93), observasi adalah suatu prosedur yang

terencana, yang antara lain meliputi, melihat dan mencatat jumlah dan tarif

aktifitas tertentu yang ada hubungannya dengan maslah yang diteliti.

4. Wawancara

Menurut Arikunto (2002:132), bahwa wawancara adalah sebuah dialog yang

dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dan

terwawancara.

5. Kuisioner (Anket)

Yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan cara menyebarkan anket

kepada pasien dan yang berssangkutan erat hubungannya dengan permasalahan

yang akan dibahas.


36

DAFTAR PUSTAKA

A. DOKUMEN
1. Undang-Undang No.33 tahun 2004 Tentang Kesehatan.
2. Undang-undang Nomor 44 tahun 2009 Tentang Rumah Sakit.
3. PERMENKES RI No.269/MENKES/PER/III/2008 Tentang Rekam Medis
4. Permenkes RI No.519b/MENKES/PER/II/1998 Tentang Rumah Sakit
5. Permenkes RI No.340/MENKES/PER/III/1998 Tentang klasifikasi Rumah Sakit.
6. SK Direktorat Jendral Pelayanan Medik tahun 2006 Tentang Pedoman Penyelenggaraan
dan Prosedur Rekam Medis di Rumah Sakit.

B. BUKU ILMIAH

1. Hatta, Gemala R, (2011), Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan Di Sarana


Pelayanan Kesehatan, Edisi Revisi, Universitas, Indonesia, Jakarta
2. Notoatmojo Soekidjo (2010), Metodologi Penelitian Kesehatan, Renika Cipta, Jakarta.
3. Suharsaputra, Umar, (2014), Metode Penelitian Kuantitatif, Kualintatif dan
tindakan disi kedua, Refka aditama, Bandung.

Anda mungkin juga menyukai