Anda di halaman 1dari 2

Lampiran 5

POLTEKKES KEMENKES No. Dokumen:


MALANG SOP. KDM. 024
STANDARD OPERASIONAL No. Revisi: 00
PROSEDUR
MEMBATASI ASUPAN CAIRAN Tanggal Terbit:
Halaman :
Unit: Laboratorium Keperawatan Petugas/pelaksa
na: perawat,
dosen, CI, Mhs.
Pengertian Suatu kegiatan yang dilakukan untuk membatasi asupan
dalam tubuh
Indikasi Pasien dengan gangguan keseimbangan cairan dan
elektrolit
Tujuan Membatasi asupan cairan pada pasien dengan
ketidakseimbangan cairan dan elektrolit (overhidrasi)
Persiapan tempat Baki berisi:
dan alat: 1. Formulir masukan dan keluaran cairan 24 jam dan alat
tulis
2. Ball point
3. Gelas ukur
4. Pot/ urinal
5. Handscoon
Persiapan pasien Memberitahu pasien/keluarga tentang tujuan dan
prosedur tindakan yang akan dilakukan
Persiapan Mengatur lingkungan yang aman dan nyaman
lingkungan
Pelaksanaan 1. Mencuci tangan
2. Memakai handscoon
3. Melihat jumlah output urin 24 jam pada kartu yang
tersedia di dekat pasien (jika terdapat kartu data
intake output pasien), jika tidak terdapat kartu, ukur
jumlah haluaran urine pasien selama 24 jam.
Lampiran 5

Sebelumnya keluarga diberitahu untuk tidak


membuang haluaran urin 24 jam.
4. Menghitung output abnormal (muntahan, drainase,
perdarahan, dll.)
5. Menghitung IWL pasien
IWL : ( 15 X BB )
24 JAM
6. Menghitung pembatasan cairan pada pasien
Intake = jumlah output 24 jam + IWL
Intake = jumlah output 24 jam + 600 ml
7. Catat hasil pembatasan cairan pada pasien.
8. Beritahu pada pasien atau keluarga bahwa cairan
yang boleh dikonsumsi yaitu berdasarkan hasil
perhitungan.
9. Beritahu bahwa tindakan sudah selesai
10. Melepas handscoon
11. Mencuci tangan
Sikap Sikap Selama Pelaksanaan:
1. Menunjukkan sikap sopan dan ramah
2. Menjamin privacy pasien
3. Bekerja dengan teliti
4. Mempertahankan body mekanisme
Evaluasi Tanyakan keadaan dan kenyamanan pasien setelah
tindakan