Anda di halaman 1dari 9

KELOMPOK 3

HUBUNGAN ILMU ADMINISTRASI DENGAN ILMU-ILMU LAIN

2.1 Tinjauan Pustaka

a. Pengertian Ilmu Administrasi

Administrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan pokok


yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam kerja sama mencapai tujuan tertentu. (The
Liang Gie, 1980)

Administrasi adalah keseluruhan proses pelaksaan kegiatan yang dilakukan oleh dua
orang atau lebih yang terlibat dalam suatu bentuk usaha kerja sama demi tercapainya tujuan
yang ditentukan sebelumnya. (Sondang P. Siagian, 1980)

Administrasi (lat. Administrare), meliputi segala proses pelaksanaan tindakan kerja sama
sekelompok manusia untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan. (Ensiklopedia
Indonesia, 1980)

Administrasi adalah keseluruhan proses dari aktivitas-aktivitas pencapaian tujuan secara


efisien dengan dan melalui orang lain. (Stephen P. Robbins, 1983)

Administrasi adalah suatu daya upaya manusia yang kooperatif, yang mempunyai tingkat
rasionalitas tinggi. (Dwight Waldo, 1971)

b. Pengertian Ilmu Politik

Ilmu politik adalah cabang ilmu sosial yang membahas teori dan praktik politik serta
deskripsi dan analisis sistem politik dan perilaku politik. Ilmu ini berorientasi akademis, teori,
dan riset. (Wikipedia, 2018)

c. Pengertian Ilmu Ekonomi

Ilmu Ekonomi mempelajari perilaku individu dan masyarakat dalam menentukan pilihan
untuk menggunakan suber daya-sumber daya yang langka (dengan dan tanpa uang), dalam
upaya meningkatkan kkualitas hidupnya.

1
d. Pengertian Ilmu Psikologi

Psikologi merupakan salah satu bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan tentang
perilaku, fungsi mental, dan proses mental manusia secara ilmiah. Menurut asal katanya,
psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno Psychē yang berarti jiwa dan -logia yang artinya
ilmu, sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari
tentang jiwa. (Wikipedia, 2018)

e. Pengertian Sosiologi

Sejarah sosiologi berasal dari Ilmu Filsafat (master scientiarium) yang lahir pada saat-saat
terakhir perkembangan ilmu pengetahuan. Sosiologi menjadi ilmu yang berdiri sendiri karena
meningkatnya perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat dan perubahan yang terjadi di
masyarakat. Sosiologi, menurut Auguste Comte, harus dibentuk berdasarkan pengamatan
terhadap masyarakat bukan mengenai spekulasi.

Sosiologi jelas merupakan ilmu sosial yang objeknya adalah masyarakat. Sosiologi
merupakan ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri karena telah memenuhi segenap unsur-
unsur ilmu pengetahuan.

f. Pengertian Antropologi

Antropologi adalah ilmu tentang manusia. Antropologi berasal dari kata Yunani
anthropos yang berarti "manusia" atau "orang", dan logos yang berarti "wacana" (dalam
pengertian "bernalar", "berakal") atau secara etimologis antropologi berarti ilmu yang
mempelajari manusia. Dalam melakukan kajian terhadap manusia, antropologi
mengedepankan dua konsep penting yaitu: holistik dan komparatif. Karena itu kajian
antropologi sangat memperhatikan aspek sejarah dan penjelasan menyeluruh untuk
menggambarkan manusia melalui pengetahuan ilmu sosial ilmu hayati (alam), dan juga
humaniora. (Wikipedia, 2018)

g. Pengertian Ilmu Hukum

Sejumlah pendapat yang mencoba untuk memberikan gambaran tentang apa


sesungguhnya ilmu hukum itu (Curzon, 1979 : 7):

1. “Ilmu hukum adalah pengetahuan mengenai masalah yang bersifat surgawi dan
manusiawi, pengetahuan tentang apa yang benar dan apa yang tidak benar” (Ulpian).

2
2. “Ilmu yang formal tentang hukum positif” (Holland).

3. “Sintesis ilmiah tentang asas-asas yang pokok dari hukum” (Allen).

4. “Penyelidikan oleh para ahli hukum tentang tentang norma-norma, cita-cita dan
teknik-teknik hukum dengan menggunakan pengetahuan yang diperoleh dari
berbagai disiplin di luar hukum yang mutakhir” (Stone)

5. “Ilmu hukum adalah nama yang diberikan kepada suatu cara untuk mempelajari
hukum, suatu penyelidikan yang bersifat abstrak, umum, teoretis, yangn berusaha
untuk mengungkapkan asas-asas yang pokok dari hukum dan sistem hukum”
(Fitzgerald).

h. Pengertian Ilmu-ilmu Eksak

Bidang ilmu tentang hal-hal yang bersifat konkret yang dapat diketahui dan diselidiki
berdasarkan percobaan serta dapat dibuktikan dengan pasti. Selain itu, ilmu eksak dapat
diartikan juga sebagai ilmu yang berdasarkan ketepatan dan kecermatan dalam metode
penelitian dan analisis (Wikipedia, 2011)

2.2 Hubungan Ilmu Administrasi dengan Ilmu-Ilmu Lain

a. Ilmu Administrasi dengan Ilmu Politik

Ahli-ahli memberikan sumbangan dalam pengalokasian kekuasaan dan wewenang,dan


juga penyusunan pada konflik. Pandangan mereka yang paling diperhatikan adalah tentang
bagaimana seorang memanipulasi kekuasaan untuk kepentingan diri sendiri. Semakin banyak
kita mempelajari politik,kekuasaan,dan konflik merupalan realita dalam aktivitas organisasi
walaupun kurang di pedulikan dalam banyak perjanjian administrasi. Disamping itu
administrasi negara adalah bagian dari proses politik, dimana administrasi dalam
pemerintahan berhubungan dengan kehendak golongan atau partai politik dan program-
program politiknya dan ikut serta menentukan metode-metodenya bagaimana kebijaksanaan
negara dapat diselenggarakan.

Hal demikian itu dapat dipahami, karena administrasi negara berasal dari ilmu politik
atau dengan perkataan lain adanya hubungan yang erat antara ilmu politik dan administrasi
sebagai suatu disiplin ilmiah itu tersendiri. Kedua bidang itu sukar dibedakan, sebab
kebanyakan apa yang dilakukan oleh administrasi negara dimulai dengan konsep-konsep ilmu

3
politik,seperti pendekatan struktural deskriptifnya pfiffner yang berkaitan dengan struktur
biokratis yaitu sebagai pengaturan organisasi dan konsep-konsep ilmu politik.

b. Ilmu Administrasi dengan Ilmu Ekonomi

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan
menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara
kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya
terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan. Ekonomi juga
difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Fokus
analisa ekonomi adalah "pembuatan keputusan" dalam berbagai bidang dimana orang
dihadapi pada pilihan-pilihan.

Antara Ilmu Administrasi dengan Ilmu Ekonomi memperlihatkan hubungan yang sangat
erat, saling melengkapi dan bahkan kadang-kadang sering overloping (tumpang tindih) antara
yang satu dengan yang lain. Dilihat dari prinsip ekonomi dan prinsip administrasi, maka
keduanya adalah sama, yakni masalah efisiensi dan efektivitas. Seperti halnya administrasi
negara yang memiliki tujuan mencapai kesejahteraan umum. Kesejahteraan umum sangat
berkaitan dengan ekonomi. Bagaimana manusia berlomba-lomba untuk memenuhi
kebutuhannya dengan sumber daya/alat pemuas kebutuhan yang terbatas. (Drs. Ulbert
Silalahi, M.A, 1989)

Pada hakekatnya administrasi Negara berarti keterlibatan Negara dalam masyarakat. Di


sini terlihat bahwa pelaku administrasi Negara berusaha menciptakan pengaturan agar suatu
lembaga mampu menciptakan kemakmuran pada masyarakat tanpa menghasilkan kerugian
bagi lembaga itu sendiri.

"Satu perkembangan yang mempererat hubungan ilmu ekonomi dengan ilmu administrasi
adalah penelaahan terhadap lembaga-lembaga ekonomi atau organisasi-organisasi perusahaan.
Keuangan negara, penganggaran, dan administrasi fiscal adalah telaahanilmu ekonomi dan
juga telaahan ilmu administrasi. Dalam bidang telaahan tersebut, antara ilmuadministrasi dan
ilmu ekonomi saling mengisi, melengkapi dan saling membantu. Anggaran adalahsuatu alat
pengendalian administrative yang utama, tetapi juga merupakan faktor utama
dalampengendalian sistem ekonomi." - Dwight Waldo

4
Contoh hubungan antara ilmu ekonomi dan ilmu administrasi dalam pemerintahan
Indonesia terjadi dalam penyusunan anggaran belanja suatu Negara. Di Indonesia disebut
APBN (Anggaran Pembiayaan dan Belanja Negara). Administrasi Negara berperan sebagai
pengambil kebijakan dalam rancangan dan persetujuan APBN. Begitu pula sebaliknya, ilmu
ekonomi menentukan para alat administrasi Negara dalam menentukan APBN karena APBN
harus dibuat berdasarkan keadaan ekonomi Negara dan kebutuhan-kebutuhan Negara, mulai
skala prioritas kecil sampai besar.

c. Ilmu Administrasi dengan Psikologi dan Psikologi Sosial

Pengertian psikologi menurut ahli :

a) Psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan


lingkungannya. (Dakir, 1993)
b) Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan
tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya
dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat
psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebgainya,
sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain
sebagainya. (Muhibbin,Syah,2001)

Sehingga dapat disimpulkan bahwa psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang


mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam hubungannya
dengan lingkungannya.

Administrasi sebagai proses kegiatan dan tindakan dalam kerja sama dari sekelompok
orang-orang dalam mencapai tujuan, juga dipengaruhi oleh tingkah laku sosial. Perilaku
individu yang melaksanakan kerja sama akan berpengaruh terhadap hasil yang dicapai.
Meskipun tujuan yang akan dicapai sudah direncanakan sedemikam rupa, termasuk cara-cara
untuk mencapainya, dengan sarana dan sumber yang lengkap, tetapi apabila tingkah laku
orang yang bekerja sama tidak baik, misalnya tidak disiplin, boros, maka hasil atau tujuan
yang dicapai tidak seperti yang diharapkan. Atau akan terjadi ineficiensy dan ketidakefektifan
pencapaian tujuan (Drs. Ulbert Silalahi M.A, 1989)

Objek ilmu psikologi sangat luas. Karena luasnya objek yang dipelajari psikologi, maka
dalam perkembangannya ilmu psikologi dikelompokkan dalam beberapa bidang salah

5
satunya psikologi sosial, yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam
berhubungan dengan masyarakat sekitarnya. Dalam organisasi terdapat sistem aktivitas
kooperatif antara dua orang atau lebih yang menerapkan prinsip-prinsip administrasi. Agar
terlaksananya aktivitas kerjasama maka perlu dipelajari tentang individu, baik aspek
psikologis maupun sosialnya, hakikat sistem kooperatif dan dinamika antara individu dan
organisasi.

d. Ilmu Administrasi dengan Sosiologi

Arti sosiologi menurut KBBI yaitu, pengetahuan atau ilmu tentang sifat, perilaku, dan
perkembangan masyarakat; ilmu tentang struktur sosial, proses sosial, dan perubahannya.

Sosiologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan
kelompok-kelompok (Roucek dan Warren). Dimana hubungan itu merupakan penelitian
secara ilmiah terhadap suatu interaksi sosial dan hasilnya adalah suatu organisasi sosial
(William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff).

Selain itu, menurut JA Van Doorn dan C.J. Lammers, sosiologi juga merupakan ilmu
pengetahuan yang mempelajari tentang struktur-struktur serta proses-proses kemasyarakatan
yang sifatnya stabil. Lebih lanjut lagi Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi menyatakan
bahwa sosiologi yang merupakan ilmu kemasyarakatan ini, selain mempelajari struktur sosial
dan proses sosial,juga mempelajari mengenai perubahan-perubahan sosial.

Drs. Ulbert Silalahi, M.A. (2017:89) mengemukan bahwa ahli sosiologi mempelajari
sistem kemasyarakatan di mana individu-individu melakukan peranannya. Dengan demikian
sosiologi mempelajari manusia dalam hubungannya dengan sesamanya, interaksi sosial,
status sosial, stratifikasi sosial, dan perubahan sosial.

Para ahli sosiologi telah memberikan sumbangan yang besar untuk perkembangan teori
administrasi melalui studinya tentang perilaku kelompok dalam organisasi, khususnya
organisasi informal dan kompleks. Dalam konsep-konsep administrasi dikenal dinamika
kelompok, teori organisasi formal, birokrasi, wewenang, komunikasi, kekuasaan dan konflik
yang kesemuanya merupakan input yang berharga dari konsep-konsep sosiologi. Konsep
birokrasi misalnya, merupakan telaahan bidang sosiologi yang juga menjadi konsep telaahan
ilmu administrasi di mana konsep tersebut ditransfer dan dikembangkan berdasarkan teori,
metode, pengertian, dan analisis Ilmu Administrasi. Proses kerja sama juga diwarnai oleh

6
latar belakang status sosial serta keadaan lingkungan (environment) individu atau manusia
dan hal tersebut menjadi konseptualisasi dalam bidang administrasi.

Para ahli sosiologi memiliki tanggapan terhadap ilmu administrasi publik yaitu, gejala-
gejala yang timbul dalam pelayanan dari satu kelompok orang yang menyelenggarakan
publik terhadap berbagai macam kelompok rakyat, banyak yang hanya diam dilayani,
dipandang sebagai suatu usaha penataan masyarakat.

Perlu diperhatikan bahwa para administrator sejauhmana mampu di dalam mengadakan


teknik pendekatan masyarakat, sebaliknya juga perlu dilihat sejauhmana yang diperintah
(rakyat) bersedia untuk dipimpin, diurus dan diatur dalam hubungan antar manusia pada
kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Jadi dalam hal ini pemerintah juga akan dianggap sebagai salah satu dari kelompok-
kelompok manusia. Perbedaannya adalah pemerintah merupakan kelompok masyarakat yang
memiliki kekuasaan untuk memerintah.

Pola kekuasaan ini dapat ditemukan pada suatu interaksi sosial antar manusia maupun
antar kelompok, karena memiliki beberapa unsure pokok seperti:

a) Adanya rasa takut;

b) Adanya rasa cinta;

c) Adanya pemujaan;

d) Adanya kepercayaan.

e. Ilmu Administrasi dengan Antropologi

KBBI, ilmu tentang manusia, khususnya tentang asal-usul, aneka warna bentuk fisik,
adat istiadat, dan kepercayaannya pada masa lampau;

Antropologi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari tentang
budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir atau muncul berawal dari
ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda
dari apa yang dikenal di Eropa.

7
Koentjaraningrat, Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada
umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang
dihasilkan.

Menyadari bahwa bagaimana kita berperilaku adalah suatu fungsi dalam kebudayaan kita
dan hal ini merupakan sumbangan para ahli antropologi untuk bidang administrasi. Seperti
kita lihat sebelumnya, perbedaan kebudayaan ada di dalam bangsa juga antarbangsa-bangsa.
Ada perbedaan dalam asas penilaian, sikap-sikap dan norma-norma dalam penerimaan
perilaku. Sistem penilaian yang bersifat individu - yang merupakan prioritas terhadap apa
yang penting - akan mempengaruhi sikap kita dan juga perilaku kita dalam kerja. Tambahan
lagi, kerja para ahli antropologi yang mereka lakukan terhadap binatang-binatang; khususnya
keluarga kera, adalah bernilai untuk menggambarkan generalisasi tentang tingkah laku
individu dan kelompok (Robbins,1980). Jadi, hubungan ilmu administrasi dengan antropologi
adalah sebagai berikut :

1) Antropologi ialah ilmu yang mempelajari kebudayaan manusia pada masa lampau.
Kita sadar bahwa bagaimana kita berperilaku adalah bagian dari kebudayaan. Dari
sini maka sumbangan ilmu antropologi terhadap perkembangan ilmu administrasi
yaitu dalam mempelajari sikap atau perilaku manusia. Bahwa kenyataannya sikap
atau perilaku manusia itu berbeda-beda yang disebabkan oleh latar belakang budaya
yang berbeda. Perilaku yang berbeda ini mengakibatkan timbulnya perbedaan dalam
penilaian, sikap maupun perilaku antara manusia satu dengan manusia lainnya.
Adanya perbedaan dalam cara penilaian sangat berpengaruh pada sikap dan perilaku
dalam bekerja.

2) Di dalam ilmu administrasi negara, dikenal suatu konsep yaitu sistem administrasi
negara. Setiap negara pasti mempunyai sistem administrasi negara masing – masing.
Sistem ini tidaklah berdiri sendiri, tapi dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, termasuk
dari ilmu antropologi. dengan kata lain, antropologi mempengaruhi sistem
administrasi negara di sebuah negara.

3) Ilmu admisnistrasi pada umumnya akan mempelajari hal-hal yang hampir sama
dengan masalah-masalah yang dikaji dalam ilmu ekonomi. Misalnya saja tentang
agraria yang dibahas dalam administrasi, masalah ini dapat dikaji dengan penelitian
berdasarkan metode-metode antropologi.

8
f. Ilmu Administrasi dengan Ilmu Hukum

Ilmu hukum, yaitu suatu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari norma-norma dan
kaidah-kaidah yang hidup di dalam masyarakat. Kelangsungan hidup yang teratur serta
perkembangan yang dinamis dari administrasi, hanya dapat dijamin apabila ia taat pada
hukum tertulis atau tidak tertulis yang berlaku, sedangkan perumusan peraturan organisasi
merupakan konsep konsep yang diambil dari ilmu hukum.Salah satucabang ilmu hukum yang
mempererat hubungan antara administrasi dengan ilmu hukum ialahdalam disiplin ilmu
Hukum administrasi Negara. Terjadinya hubungan antara Hukum Administrasi Negara
dengan Hukum Perdata apabila :

1) saat atau waktu terjadinya adopsi atau pengangkatan kaidah hukum perdata menjadi
kaidah hukum Administrasi Negara

2) Badan Administrasi negara melakukan perbuatan-perbuatan yang dikuasasi olejh


hukum perdata .

3) Suatu kasus dikuasai oleh hukum perdata dan hukum administrasi negara maka kasus
itu diselesaikan berdasarkan ketentuan-ketentuan Hukum Administrasi Negara.

g. Ilmu Administrasi dengan Ilmu-ilmu Eksak

Para ahli matematik dan statistik telah menyumbang dan memperkaya teori administrasi,
yaitu dengan memberikan alat pembantu untuk memperbaiki pembuatan keputusan.
Keputusan yang diambil oleh para administrator harus harus tepat, praktis dan dapat
dilaksanakan dan memerlukan data-data eksak, lengkap dan up-to-datr serta tersusun secara
sistematis, yang dapat diperoleh melalui statistik.

Kenyataannya, para ahli ekonometrik dan para matematik ekonomi dua-duanya


menggunakan metode kuantitatif untuk membuat alokasi sumber daya yang optimum.
Sumbangan analisis kuantitatif untuk teori administrasi datang dari pekerja membuat
keputusan dengan resiko dan ketidakpastian, sistem pengawasan dan teknik keputusan yang
spesifik.