Anda di halaman 1dari 89

DOKUMEN RANCANGAN AKHIR

RENCANA KERJA (RENJA)

RENCANA KERJA (RENJA)

RENCANA KERJA (RENJA)
RENCANA KERJA (RENJA)
RENCANA KERJA (RENJA)
RENCANA KERJA (RENJA)
RENCANA KERJA (RENJA)
RENCANA KERJA (RENJA)
DOKUMEN RANCANGAN AKHIR RENCANA KERJA (RENJA) 2019 d i s k e p a n g
DOKUMEN RANCANGAN AKHIR RENCANA KERJA (RENJA) 2019 d i s k e p a n g
DOKUMEN RANCANGAN AKHIR RENCANA KERJA (RENJA) 2019 d i s k e p a n g

2019

d i s k e p a n g . r i a u . g o . i d

J a

l a

n

K u a n t a n

R a y a

N o .

2 7

P e k a n b a

J a l a n K u a n t a n R a y a

r u

T e l p

/

F a x .

( 0

7 6 1 )

2 0 8 2 0

KATA PENGANTAR

Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) merupakan

acuan perencanaan SKPD selama satu tahun dan merupakan penjabaran per

tahun dari RPJMD. Adapun penyusunan Renja SKPD merupakan amanat dari

Undang-Undang No. 25 Tahun 2005 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan

Nasional. Sedangkan aturan secara rinci diacu dari Permendagri Nomor 86 Tahun

2017.

Rencana Kerja Tahun 2019 disusun sebagai implementasi dari tahapan

perencanaan tahunan. Penyusunan Rencana Kerja (RENJA) merupakan faktor

mendasar guna lebih mengarahkan tujuan serta sasaran perencanaan

pembangunan daerah yang berkesinambungan dan dapat dipertanggung

jawabkan. Diharapkan penyusunan Rencana ini dapat memberikan

arah/pedoman untuk rencana tindak kegiatan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi

Riau Tahun 2019.

Namun demikian, disadari bahwa hasil yang dicapai masih jauh dari

sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran terhadap materi dan substansi pokok

RENJA tersebut sangat diharapkan, sehingga terjadi peningkatan kualitas rencana

yang berkelanjutan. Akhirnya, kepada semua pihak yang membantu penyusunan

Renja ini kami ucapkan terima kasih, semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati

dan melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Amin.

Pekanbaru, 20 September 2018

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau

Amin. Pekanbaru, 20 September 2018 Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau Ir. DARMANSYAH NIP. 195902071985 03 1

Ir. DARMANSYAH NIP. 195902071985 03 1 009

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

i

DAFTAR ISI

ii

BAB I

1

PENDAHULUAN

1

1.1 Latar Belakang

1

1.2 Landasan Hukum

5

1.3 Maksud dan Tujuan

7

1.4 Sistematika Penulisan

8

BAB II

9

HASIL EVALUASI RENJA PERANGKAT DAERAH TAHUN 2017

9

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah Tahun 2017 dan Capaian

Renstra Perangkat Daerah

9

2.2 Analisis Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah

31

2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah

46

2.4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD

52

2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

60

BAB III

63

TUJUAN DAN SASARAN PERANGKAT DAERAH

63

3.1 Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional

63

3.2 Tujuan dan Sasaran Renja Perangkat Daerah

67

3.3 Program dan Kegiatan

70

BAB IV

74

RENCANA KERJA DAN PENDANAAN PERANGKAT DAERAH

74

BAB V

80

PENUTUP

80

DAFTAR TABEL

Tabel 2. 1

Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah dan

Pencapaian Pencapaian Renstra Perangkat Daerah s.d. Tahun 2018

23

Tabel 2. 2

Pencapaian Kinerja Pelayanan Daerah Dinas Ketahanan Pangan Provinsi

Riau

34

Tabel 2. 3

Kebutuhan Pangan Tahun 2014 - 2017

35

Tabel 2. 4

Produksi Komoditas Pangan Provinsi Riau Tahun 2014 - 2017

36

Tabel 2. 5

Pasokan Komoditas Pangan Provinsi Riau Tahun 2014 2017

36

Tabel 2. 6

Ketersediaan (Produksi + Pasokan) Tahun 2014 - 2017

37

Tabel 2. 7

Rasio Produksi dan Konsumsi Komoditas Beras dan Jagung Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Riau Tahun 2017

39

Tabel 2. 8

Perkembangan Rasio Produksi dan Konsumsi Komoditi Sayur-sayuran

dan Buah-buahan di Provinsi Riau Tahun 2013-2017

39

Tabel 2. 9

Rasio Produksi dan Konsumsi Komoditas Sayur-sayuran dan Buah-

buahan Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Riau Tahun 2017

40

Tabel 2. 10

Rasio Produksi dan Konsumsi Daging Ruminansia dan Unggas Menurut

Kabupaten/Kota Provinsi Riau Tahun 2017

41

Tabel 2. 11

Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Konsumsi Menurut Kabupaten/Kota di

Provinsi Riau Tahun 2012 2017

41

Tabel 2. 12

Skor PPH Ketersediaan Tahun 2013 - 2017

42

Tabel 2. 13

Konsumsi Energi Penduduk di Provinsi Riau Tahun 2012 2017

42

Tabel 2. 14

Konsumsi Protein Penduduk di Provinsi Riau Tahun 2012 2017

43

Tabel 2. 15

Ketersediaan Pangan utama Beras Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Riau Tahun 2012-2017

43

Tabel 2. 16

Pemetaan Permasalahan untuk Penentuan Prioritas dan Sasaran

Pembangunan Daerah

47

Tabel 2. 17

Review terhadap Rancangan Awal RKPD Tahun 2019

54

Tabel 2. 18 Tabel 3. 1

Usulan Program dan Kegiatan dari Pemangku Kepentingan Tahun 2019 Target Kinerja Program (IKP) Badan Ketahanan Pangan Tahun

61

20152019

65

Tabel 3. 2 Tabel 3. 3

Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Kebijakan Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Dinas Ketahanan

68

Pangan Provinsi Riau

70

Tabel 3. 4 Rumusan Rencana Program dan Kegiatan Perangkat Daerah Tahun 2019 .71

75

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Undang-undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) mengamanatkan setiap daerah harus menyusun rencana pembangunan daerah secara sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh dan tanggap terhadap perubahan, dengan jenjang perencanaan yaitu perencanaan jangka panjang, perencanaan jangka menengah maupun perencanaan tahunan. Selanjutnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 yang pedoman pelaksanaannya diatur pada Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 yang diperbaharui dengan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 menjelaskan langkah-langkah dalam penyusunan produk perencanaan pembangunan yang mencakup Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra Perangkat Daerah), Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Kebijakan Umum Anggaran/Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA/PPAS) serta Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja Perangkat Daerah). Secara hierarki penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah merupakan produk dasar bagi penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah yang merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, diserasikan dengan Rencana Kerja Pemerintah dan menjadi pedoman dalam penyusunan Rencana Anggaran Pembangunan Belanja Daerah (RAPBD). Karenanya, sebagai dokumen perencanaan daerah, Renja Perangkat Daerah mempunyai kedudukan yang strategis, yaitu menjembatani antara perencanaan strategis jangka menengah dengan perencanaan dan penganggaran tahunan yang dilaksanakan oleh Perangkat Daerah. Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau merupakan suatu lembaga yang berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Riau memiliki tugas pokok dan fungsi untuk membantu Gubernur dalam melaksanakan tugas di bidang ketahanan pangan. Pencapaian Ketahanan Pangan dilakukan dengan berlandaskan pada Kemandirian Pangan dan Kedaulatan Pangan. Kemandirian pangan diartikan bahwa pangan yang beraneka

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

ragam harus dapat dipenuhi dari kemampuan dalam negeri dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, sosial, ekonomi, dan kearifan lokal secara bermartabat. Sedangkan kedaulatan pangan menekankan hak negara dan bangsa yang secara mandiri menentukan kebijakan Pangan yang menjamin hak atas Pangan bagi rakyat dan yang memberikan hak bagi masyarakat untuk menentukan sistem Pangan yang sesuai dengan potensi sumber daya lokal. Implementasi kebijakan dan program pembangunan ketahanan pangan dilaksanakan dengan memperhatikan sub-sistem ketahanan pangan, yang mencakup: (1) Sub-sistem ketersediaan pangan; (2) Sub-sistem keterjangkauan pangan; serta (3) Sub- sistem konsumsi pangan dan gizi. Dengan demikian, kebijakan dan program pembangunan ketahanan pangan diarahkan untuk mengusahakan pencapaian ketahanan pangan bagi negara hingga tingkat perseorangan dengan berlandaskan pada kemandirian dan kedaulatan pangan. Berdasarkan kerangka pikir diatas, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah menyusun Dokumen Rancangan Akhir Rencana Kerja Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau tahun 2019. Dokumen Rancangan Akhir Rencana Kerja ini disusun dengan mengacu pada RPJMD dan RKPD Provinsi Riau serta Revisi Rencana Strategis (Renstra) Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 2015 - 2019. Sebagaimana Visi Gubernur Riau, yaitu : “Terwujudnya Provinsi Riau yang

maju, masyarakat sejahtera, berbudaya melayu dan berdaya saing tinggi, menurunnya kemiskinan, tersedianya lapangan kerja, serta Pemantapan

Aparatur . Visi tersebut merupakan cita-cita untuk mewujudkan Provinsi Riau yang mempunyai pemerintah dan masyarakat yang tangguh, unggul, menerapkan nilai-nilai budaya melayu, dan memiliki kemampuan untuk tumbuh dan berkembang, sarana prasarana yang baik, berkualitas dan berteknologi tinggi, masyarakatnya makmur, tersedianya lapangan pekerjaan, terhapusnya kemiskinan dan profesionalisme aparatur. Dalam rangka pencapaian visi yang telah ditetapkan dengan memperhatikan kondisi dan permasalahan yang ada, tantangan ke depan, serta memperhitungkan peluang yang

dimiliki, maka ditetapkan 9 (sembilan) misi RPJMD Provinsi Riau 2014 - 2019, sebagai berikut :

1. Meningkatkan pembangunan infrasturktur

2. Meningkatkan mutu pendidikan

3. Meningkatkan pelayanan kesehatan

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

4.

Memberantas kemiskinan

5.

Mewujudkan pemerintah yang handal dan terpecaya serta pemantapan kehidupan politik

6.

Pembangunan masyarakat yang berdaya melayu, beriman dan bertaqwa

7.

Memperkuat pembangunan pertanian dan perkebunan

8.

Meningkatkan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta pariwisata

9.

Meningkatkan peran swasta dalam pembangunan

Pembangunan ketahanan pangan merupakan perwujudan misi yang ke-7 yaitu “Memperkuat Pembangunan Pertanian dan Perkebunan”. Misi ini diarahkan untuk Meningkatnya pembangunan sektor pertanian (tanaman pangan, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan), dengan kebijakan pengalokasian anggaran yang proporsional dan pembangunan yang berkeadilan. Afirmasi pelaksanaan misi melalui kemudahan akses permodalan, dukungan teknologi dan informasi, jaminan ketahanan pangan, kemandirian energi, peningkatan kesejahteraan pekerja, mewujudkan keadilan gender dan perlindungan anak, perluasan akses dan kualitas pelayanan dasar, penciptaan dan perluasan lapangan kerja, peningkatan produktivitas industri dan nilai investasi yang didukung reformasi agraria. Merujuk pada misi tersebut, tujuan pembangunan ketahanan pangan sangat berkaitan dengan pencapaian tujuan mewujudkan kemandirian desa melalui kedaulatan pangan dengan sasaran meningkatkan ketersediaan, distribusi, keterjangkauan, kualitas, keamanan pangan berbasis sumber daya lokal dan penanganan rawan pangan serta penyediaan cadangan pangan pemerintah dan masyarakat. Adapun bagan alir tahapan penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah dapat dilihat pada bagan berikut ini :

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019 Gambar 1.1 Bagan Alir Tahapan Penyusunan Renja OPD Provinsi Riau

Gambar 1.1 Bagan Alir Tahapan Penyusunan Renja OPD Provinsi Riau

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau

4

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Penyusunan Renja dilakukan dengan memperhatikan keterpaduan dan sinkronisasi antar kegiatan dalam satu program maupun antar program yang ditetapkan, serta memperhatikan keselarasan program pemerintah pusat melalui kementerian terkait dengan menghimpun usulan dari kabupaten/kota di dalam proses perencanaan pembangunan Ketahanan Pangan. Untuk memperoleh keterpaduan dan sinkronisasi pelaksanan program dan kegiatan yang telah direncanakan, telah dilalui tahapan dan mekanisme perencanaan tingkat daerah seperti Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan, Forum Perangkat Daerah Provinsi Riau, dan tahapan Musrenbang guna merumuskan perencanaan tahun 2019.

1.2 Landasan Hukum

Penyusunan Rencana Kerja Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau Tahun 2019 menggunakan landasan yang dijadikan sebagai acuan dalam penyusunannya antara lain:

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);

3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan;

4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Rebublik Indonesia Tahun 2014 Nomor 204, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5587); sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82);

6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817) ;

7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah ;

8. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014;

9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis dalam Penyusunan dan atau Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah ( Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 994);

10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;

11. Peraturan Menteri Pertanian No.43/Permentan/OT.010/8/2016 tentang Pedoman Nomenklatur, Tugas dan Fungsi Dinas Urusan Pangan dan Dinas Urusan Pertanian Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota;

12. Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 2 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Pemerintahan Daerah Provinsi Riau (Lembaran Daerah Provinsi Riau Tahun 2008 Nomor 2);

13. Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Pembentukan Dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Riau (Lembaran Daerah Provinsi Riau Tahun 2016 Nomor 4);

14. Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 12 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 9 Tahun 2009 tentang Rencana

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Riau Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Provinsi Riau Tahun 2016 Nomor 12);

15. Peraturan Gubernur Riau Nomor 73 Tahun 2016 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta tata Kerja Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau;

16. Peraturan Gubernur Riau Nomor 82 Tahun 2017 Tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Pada Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau;

17. Rencana Strategis (Revisi) Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau Tahun 2014-

2019.

1.3 Maksud dan Tujuan

Maksud

Maksud penyusunan Dokumen Rancangan Akhir Renja Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau Tahun 2019 adalah sebagai pedoman penyusunan perencanaan anggaran program dan kegiatan pembangunan Ketahanan Pangan yang selanjutnya dituangkan dalam RKA Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau.

Tujuan

Adapun tujuan kegiatan penyusunan Dokumen Rancangan Akhir Renja Perangkat Daerah Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau adalah:

1. Sebagai acuan pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2019 pada Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau;

2. Untuk memberikan arahan dan pedoman dalam pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan Ketahanan Pangan untuk mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan;

3. Sebagai acuan dalam melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan Ketahanan Pangan.

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

1.4 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan Dokumen Rancangan Akhir Rancangan Kerja Dinas Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2019 ini mengacu pada Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 dengan sistematika sebagai berikut :

BAB I.

Pendahuluan

1.1. Latar Belakang

1.2. Landasan Hukum

1.3. Maksud dan Tujuan

1.4. Sistematika Penulisan

BAB II.

Hasil Evaluasi Renja Perangkat Daerah Tahun 2017

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah Tahun 2017 dan Capaian Renstra Perangkat Daerah

2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah

2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah

2.4. Review Terhadap Rancangan Akhir RKPD

2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

BAB III. Tujuan dan Sasaran Perangkat Daerah

3.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional

3.2. Tujuan dan Sasaran Renja Perangkat Daerah

3.3. Program dan Kegiatan

BAB IV. Rencana Kerja dan Pendanaan Perangkat Daerah

BAB V.

Penutup

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

BAB II

HASIL EVALUASI RENJA PERANGKAT DAERAH TAHUN

2017

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah Tahun 2017 dan Capaian Renstra Perangkat Daerah

Ketahanan

Pangan ditujukan untuk mengidentifikasi kemampuan Dinas Ketahanan Pangan dalam melaksanakan program dan kegiatannya, mengidentifikasi realisasi capaian target kinerja program dan kegiatan Renstra Dinas Ketahanan Pangan serta hambatan dan permasalahan yang terjadi.

telah

disusun dapat dilihat dari laporan kinerja dan laporan keuangan. Laporan kinerja merupakan ikhtisar yang menjelaskan secara ringkas dan lengkap tentang capaian kinerja yang disusun berdasarkan rencana kerja yang ditetapkan dalam rangka pelaksanaan APBD.

Kegiatan evaluasi hasil

pelaksanaan

Rencana

Kerja

Dinas

Tercapai

tidaknya

pelaksanaan

program

dan

kegiatan

yang

Rencana

Kerja

Pemerintahan

Daerah

(RKPD)

Dinas

Ketahanan

Pangan

Provinsi Riau

Tahun

2019

merupakan

pelaksanaan

Rencana

Pembangunan Jangka

Menengah

Daerah

(RPJMD)

Provinsi

Riau

Adapun penyusunan Renja Dinas Ketahanan Pangan

Provinsi

yang merupakan dasar evaluasi yang akan dilakukan pada masa mendatang,

sebagai berikut :

pokok

Tahun 2014-2019 (Revisi).

Riau

Tahun

2019,

memperhatikan

beberapa

unsur

a. Masalah yang

dihadapi

dan

sumberdaya

digunakan serta pengalokasiannya;

b. Tujuan yang dikehendaki; dan

c.

Sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya.

yang

akan

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Selain hal terurai diatas, penyusunan Renja Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau Tahun 2019 juga memperhatikan hal sebagai berikut :

a. Hasil evaluasi capaian kinerja tahun 2017 sebagai entry point dalam penyusunan perencanaan tahun 2019; dan b. Memperhatikan keberlanjutan (sustainable development) untuk menjaga stabilitas dan konsistensi pembangunan.

Alokasi anggaran yang diterima oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau menurut DPPA Tahun 2017 adalah sebesar Rp.11.666.090.260,- Dari keseluruhan kegiatan yang terdiri dari 8 program dan 50 kegiatan. Sedangkan Alokasi Anggaran 2018 yang diterima Dinas Ketahanan Pangan menurut DPA 2018 adalah sebesar Rp. 8.777.726.980,00 yang terdiri dari 6 Program dan 30 kegiatan. Dalam evaluasi pelaksanaan Renja Tahun 2017 terdapat keunikan karena adanya perbedaan program dan kegiatan dengan program dan kegiatan tahun 2018, sehingga tidak dapat benar-benar disandingkan capaian program dan kegiatannya. Hal ini disebabkan karena dokumen perencanaan tahun 2017 disusun mengacu pada dokumen rencana strategis periode 2009-2014. Sementara untuk tahun 2015-2019 telah mengacu pada dokumen perencanaan strategis periode 2015-2019 yang nomenklatur program dan kegiatan dirumuskan sesuai dengan Visi dan Misi Kepala Daerah terpilih dan kebutuhan organisasi, sehingga apabila dibandingkan dengan Tahun 2017 akan muncul perbedaan nomenklatur program, kegiatan dan juga indikator kinerja. Namun demikian, core business Dinas Ketahanan Pangan sebagai organisasi perencana tidak berubah, sehingga meskipun terjadi perubahan nomenklatur program dan kegiatan maka dalam evaluasi pelaksanaan Renja Tahun 2017 masih dapat disandingkan sebagaimana disajikan dalam tabel 1 (Tabel T-C.29, Lampiran

Permendagri 86 Tahun 2017).

Dari Hasil Rekapitulasi Evaluasi Pelaksanaan Renja 2017 dan Pencapaian Renstra Dinas Ketahanan Pangan s/d Tahun 2018 lampiran Tabel 1 (Tabel T-C.29, Lampiran Permendagri 86 Tahun 2017) kegiatan yang tidak memenuhi target, kegiatan yang

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

memenuhi target dan kegiatan yang melebihi target sebanyak 0 (nol) kegiatan (tidak ada kegiatan yang melebihi target). Dengan rincian sebagai berikut :

Apabila dikaitkan dengan pencapaian target RENSTRA perangkat daerah berdasarkan realisasi program dan kegiatan pelaksanaan RENJA pada tahun 2017 terdapat 8 program dan 50 Kegiatan yang telah memenuhi target kinerja hasil/keluaran pada tahun 2017 terealisasi pada masing-masing kegiatan sebanyak 100 % seperti terlihat pada tabel 1 (Tabel T-C.29, Lampiran Permendagri 86 Tahun 2017) dibawah (terlampir). Selanjutnya jika dikaitkan dengan pencapaian target RENSTRA perangkat daerah sampai dengan tahun berjalan yakni tahun 2018 ada 36 kegiatan yang tidak memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan sebagaimana berikut :

1. Kegiatan Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air Dan Listrik dengan target 36 bulan terealisasi sebanyak 24 bulan atau 66,67 % kegiatan ini berupa pembayaran Rekening telepon, rekening listrik, internet dan pembayaran TV berlangganan yang merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 12 bulan hal ini juga menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran target tersebut.

2. Kegiatan Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor dengan target 36 bulan terealisasi sebanyak 24 bulan atau 66,67 % kegiatan ini berupa pembayaran Honor tenaga kebersihan yang bertanggung jawab terhadap kebersihan 2 (dua) gedung kantor (Depan dan Belakang) dan juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 12 bulan, hal ini juga menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran target tersebut.

3. Kegiatan Penyediaan Alat Tulis Kantor dengan target 36 bulan terealisasi sebanyak 24 bulan atau 66,67 % kegiatan ini berupa rentang waktu penyediaan alat tulis kantor yang terdiri dari 41 unit alat tulis kantor dan juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 12 bulan, hal ini juga menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran target tersebut.

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

4. Kegiatan Penyediaan Barang Cetakan Dan Penggandaan dengan target 36 bulan terealisasi sebanyak 24 bulan atau 66,67 % kegiatan ini berupa rentang waktu penyediaan barang cetakan dan penggandaan selama 1 tahun melayani kebutuhan administrasi kantor dan juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 12 bulan, hal ini juga menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran target tersebut.

5. Kegiatan Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor dengan target 36 bulan terealisasi sebanyak 24 bulan atau 66,67 % kegiatan ini berupa rentang waktu penyediaan Komponen Instalasi Listrik selama 1 tahun yang terdiri dari 22 jenis dan juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 12 bulan, hal ini juga menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran target tersebut.

6. Kegiatan Penyediaan Bahan Bacaan Dan Peraturan Perundang-Undangan dengan target 36 bulan terealisasi sebanyak 24 bulan atau 66,67 % kegiatan ini berupa rentang waktu penyediaan Bahan Bacaan Dan Peraturan Perundang-Undangan selama 1 tahun yang terdiri dari 3 media cetak, 10 buku dan 5.220 penggandaan peraturan perundang-undangan sekaligus merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 12 bulan, hal ini juga menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran target tersebut.

7. Kegiatan Penyediaan Makanan Dan Minuman dengan target 15.146 box terealisasi sebanyak 7.658 box atau 50,56 % kegiatan ini berupa jumlah makanan dan minuman yang telah diberikan selama 1 tahun untuk keperluan rapat bulanan, mingguan, makan tamu dan snack tamu sekaligus merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan diusulkan pada tahun 2019 sebanyak 7.488 box, hal ini juga menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran target tersebut.

8. Kegiatan Rapat-Rapat Koordinasi Dan Konsultasi Ke Luar Daerah dengan target 192 kali terealisasi sebanyak 124 kali atau 64,58 % kegiatan ini berupa frekwensi rapat koordinasi dan konsultasi kedalam dan luar daerah yang telah dilaksanakan selama 1 tahun untuk keperluan perjalanan dinas dalam dan luar daerah sekaligus merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan diusulkan pada tahun 2019 sebanyak 68 kali, hal ini juga menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran target tersebut.

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

9. Kegiatan Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor dengan target 24 unit terealisasi sebanyak 17 unit atau 70,83 % kegiatan ini berupa jumlah perlengkapan gedung kantor yang diadakan yang telah dilaksanakan sekaligus merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target telah diusulkan pada tahun 2019 sebanyak 7 unit tetapi pada saat pembahasan di Bappeda kegiatan ini ditiadakan sehingga sasaran target tidak akan tercapai ditahun 2019.

10. Kegiatan Pengadaan Meubelur dengan target 93 unit terealisasi sebanyak 43 unit atau 46,24 % kegiatan ini berupa jumlah penggandaan mebeleur yang diadakan sekaligus merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target telah diusulkan pada tahun 2019 sebanyak 50 unit tetapi pada saat pembahasan di Bappeda kegiatan ini ditiadakan sehingga sasaran target tidak akan tercapai ditahun 2019.

11. Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Mobil Jabatan dengan target 6 unit terealisasi sebanyak 4 unit atau 66,67 % kegiatan ini berupa jumlah mobil jabatan yang dipelihara sekaligus merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari targetkan diusulkan pada tahun 2019 sebanyak 2 unit yaitu mobil kepala dinas dan sekretaris. Keterbatasan anggaran yang diterima juga menjadi factor penyebab pengalokasian anggaran terhadap kegiatan ini.

12. Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor dengan target 22 unit terealisasi sebanyak 14 unit atau 63,64 % kegiatan ini berupa jumlah mobil jabatan yang dipelihara sekaligus merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari targetkan diusulkan pada tahun 2019 sebanyak 8 unit, hal ini juga menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran target tersebut.

13. Kegiatan Pemeliharaan rutin/berkala peralatan dan perlengkapan kantor dengan target 22 unit terealisasi sebanyak 12 unit atau 54,55 % kegiatan ini berupa jumlah Pemeliharaan rutin/berkala peralatan dan perlengkapan kantor yang dipelihara sekaligus merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target telah diusulkan pada tahun 2019 sebanyak 10 unit, hal ini juga menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran target tersebut.

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

14. Kegiatan Penyediaan Jasa Keamanan Kantor dengan target 36 bulan terealisasi sebanyak 24 bulan atau 66,67 % kegiatan ini berupa pembayaran Honor tenaga keamanan yang bertanggung jawab terhadap keamanan kantor (Depan dan Belakang) dan juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 12 bulan, hal ini juga menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran target tersebut. 15. Kegiatan Pembinaan Fisik dan Mental Aparatur dengan target 400 orang terealisasi sebanyak 320 orang atau 80 % kegiatan ini berupa penyediaan makanan dan minuman untuk senam untuk 80 orang x 3 minggu x 11 bulan dan juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 80 orang, hal ini juga menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran target tersebut. 16. Kegiatan Pendidikan Dan Pelatihan Formal dengan target 36 orang terealisasi sebanyak 15 orang atau 50 % kegiatan ini berupa pendidikan dan pelatihan yang dan juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 21 orang, hal ini juga menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran target tersebut. 17. Kegiatan Pemantauan dan Analisis Akses Harga Pangan Pokok dengan target 250 kali terealisasi sebanyak 102 kali atau 40,80 % kegiatan ini berupa pengumpulan data dan pemantauan terhadap harga yang beredar dipasar yang dilakukan oleh Enumerator terutama di hari-hari besar keagamaan diprovinsi dan 12 Kab/Kota meliputi data ketersediaan, harga pasokan dan akses pangan hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 148 kali, hal ini juga menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran target tersebut.

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

18. Kegiatan Pengembangan Desa Mandiri Pangan dengan target 72 kelompok terealisasi sebanyak 48 kelompok atau 66,67 % kegiatan ini berupa penyerahan barang kepada kelompok masyarakat diantaranya berupa alat pengolahan pangan, Alat pengiris pisang, alat pengering kripik, kompor gas dan tungku, kuali besi/Stanlis No. 26, Serok besar, Alat pengiris singkong, periuk besi besar, mesin penepung, mesin pengaduk adonan, ampia, pengempres plastic dan alat pembuatan tepung beras. Alat yang diberikan sesuai dengan keperluan kelompok yang sudah dikoordinasikan ditahun sebelumnya, hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 24 kelompok. 19. Kegiatan Penguatan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah Riau dengan target 200 ton terealisasi sebanyak 22,51 ton atau 11,26 % kegiatan ini berupa bantuan pangan pokok beras hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 177,49 ton, pelaksanaan bantuan ini bekerja sama dengan Bulog dalam hal penyimpanan beras yang telah dibeli, ssat ini stok beras dari cadangan pangan pemerintah yang ada digudang adalah sebanyak 305.7 ton, penumpukan beras belum disalurkan karena belum terjadi bencana, hal ini juga menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran target tersebut. 20. Kegiatan Analisis Ketersediaan Pangan Wilayah dengan target 9 buku terealisasi sebanyak 7 buku atau 77,78 % kegiatan ini berupa pengumpulan data prognosa ketersediaan pangan sub round dan Neraca Bahan Makanan yang dilakukan oleh Enumerator terutama di hari-hari besar keagamaan diprovinsi dan 12 Kab/Kota hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 2 buku, tetapi pada saat pembahasan dengan TAPD dan Bappeda anggaran utk kegiatan ini ditiadakan, hal ini juga menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran target tersebut.

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

21. Kegiatan Analisis Ketersediaan Pangan Wilayah dengan target 9 buku terealisasi sebanyak 7 buku atau 77,78 % kegiatan ini berupa pengumpulan data prognosa ketersediaan pangan sub round dan Neraca Bahan Makanan yang dilakukan oleh Enumerator terutama di hari-hari besar keagamaan diprovinsi dan 12 Kab/Kota hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 2 buku, tetapi pada saat pembahasan dengan TAPD dan Bappeda anggaran utk kegiatan ini ditiadakan, hal ini juga menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran target tersebut. 22. Kegiatan Pengembangan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) dengan target 39 peta terealisasi sebanyak 26 peta atau 66,67 % kegiatan ini berupa pembuatan peta daerah kerawanan pangan melalui buku SKPG yang diterbitkan hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 13 Peta, tetapi pada saat pembahasan dengan TAPD dan Bappeda anggaran dirasionalisasi sehingga output ikut berkurang dari target yg telah ditetapkan. 23. Kegiatan Pengembangan Kawasan Mandiri Pangan dengan target 20 kawasan terealisasi sebanyak 4 kawasan atau 20 % kegiatan ini berupa penyerahan bantuan ke kelompok. Kegiatan ini dulunya bernama Pengembangan Desa Mandiri Pangan, tetapi karena terjadi perubahan arah lokasi di tingkat pusat, yang saat ini lebih difokuskan ke daerah kawasan terutama daerah perbatasan/pesisir. hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 16 kawasan, tetapi pada saat pembahasan dengan TAPD dan Bappeda anggaran dirasionalisasi sehingga output ikut berkurang dari target yg telah ditetapkan. 24. Kegiatan Gerakan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) dengan target 39.120 orang terealisasi sebanyak 23.620 orang atau 60,38 % kegiatan ini berupa pemberian makan kepada anak sekolah melalui gerakan pangan lokal d 8 kab/kota, hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 15.500 orang, tetapi pada saat pembahasan dengan TAPD dan Bappeda anggaran dirasionalisasi sehingga output ikut berkurang dari target yg telah ditetapkan.

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

25. Kegiatan Lomba Cipta Menu B2SA Tingkat Provinsi dan Nasional dengan target 15 jenis pangan terealisasi sebanyak 6 jenis pangan atau 60,38 % kegiatan ini berupa perlombaan menu pangan local yang dilakukan mulai ditingkat kab/kota, tingkat provinsi dan tingkat nasional , hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 9 jenis pangan, tetapi pada saat pembahasan dengan TAPD dan Bappeda anggaran dirasionalisasi sehingga output ikut berkurang dari target yg telah ditetapkan. 26. Kegiatan Analisis Situasi Konsumsi Pangan Penduduk dengan target 45 jenis pangan terealisasi sebanyak 18 jenis pangan atau 40 % kegiatan ini berupa pengambilan data ke rumah tangga dengan metode survey dan wawancara perihal makanan yg dikonsumsi yang selanjutnya diolah dengan sistim analisis yang sudah tetapkan , hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 22 jenis, tetapi pada saat pembahasan dengan TAPD dan Bappeda anggaran dirasionalisasi sehingga output ikut berkurang dari target yg telah ditetapkan. 27. Kegiatan Pengelolaan Pemanfaatan Pekarangan/Peran Perempuan Dalam Ketahanan Pangan dengan target 7.456 KK pangan terealisasi sebanyak 4.456 KK atau 59,76 % kegiatan ini berupa Pola Pelatihan pemanfaatan pekarangan Model Veltikultur, hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 3.000 KK, tetapi pada saat pembahasan dengan TAPD dan Bappeda anggaran dirasionalisasi sehingga output ikut berkurang dari target yg telah ditetapkan. 28. Kegiatan Pengembangan Pangan Lokal dengan target 60 unit pangan terealisasi sebanyak 40 unit atau 66,67 % kegiatan ini berupa pemberian bantuan unit pengolahan pangan lokal, hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 20 unit, tetapi pada saat pembahasan dengan TAPD dan Bappeda anggaran dirasionalisasi sehingga output ikut berkurang dari target yg telah ditetapkan.

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

29. Kegiatan Pengembangan Pangan Lokal dengan target 60 unit pangan terealisasi sebanyak 40 unit atau 66,67 % kegiatan ini berupa pemberian bantuan unit pengolahan pangan lokal, hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 20 unit, tetapi pada saat pembahasan dengan TAPD dan Bappeda anggaran dirasionalisasi sehingga output ikut berkurang dari target yg telah ditetapkan. 30. Kegiatan Penyusunan Peraturan Daerah (PERDA) Ketahanan Pangan Provinsi Riau dengan target 2 Ranperda terealisasi sebanyak 1 ranperda atau 50 % kegiatan ini berupa pembuatan Ranperda regulasi ketahanan pangan, hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. tetapi pada saat pembahasan dengan TAPD dan Bappeda anggaran dirasionalisasi sehingga kegiatan ditiadakan. 31. Kegiatan Penghargaan Adikarya Pangan Nusantara dengan target 3 kali terealisasi sebanyak 2 kali atau 66,67 % kegiatan ini berupa pelaksanaan kegiatan Dewan Ketahanan Pangan tetapi pada tahun 2018 terjadi pergeseran output menjadi pelaksanaan seminar sagu, hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. tetapi pada saat pembahasan dengan BKAD terjadi pergeseran. 32. Kegiatan Pengawasan Keamanan Pangan dengan target 96 sampel terealisasi sebanyak 48 sampel atau 50 % kegiatan ini berupa pengujian residu pestisida di lokasi kebun buah dan sayur , hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 48 sampel, tetapi pada saat pembahasan dengan TAPD dan Bappeda anggaran dirasionalisasi sehingga output ikut berkurang dari target yg telah ditetapkan. 33. Kegiatan Sertifikasi Pangan Segar (Buah dan Sayur) dengan target 40 orang pelaku usaha terealisasi sebanyak 20 pelaku usaha atau 50 % kegiatan ini berupa pengujian residu pestisida di lokasi kebun buah dan sayur dan pengeluaran sertifikat prima 3 , hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 20 pelaku usaha, tetapi pada saat pembahasan dengan TAPD dan Bappeda anggaran dirasionalisasi sehingga output ikut berkurang dari target yg telah ditetapkan.

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

34. Kegiatan Partisipasi Dalam Pelaksanaan Pameran Tahunan dengan target 5 event terealisasi sebanyak 4 event atau 80 % kegiatan ini berupa pelaksanaan pameran meliputi sewa stand, isi stand, hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 1 event pameran Riau expo. 35. Kegiatan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Ketahanan Pangan dengan target 5 sistem terealisasi sebanyak 2 sistem atau 40 % kegiatan ini berupa pelaksanaan perawatan jaringan dan pembuatan system informasi ketahanan pangan berupa data-data ketahanan pangan yang diupload oleh tim yang telah ditunjuk sebagai penanggung jawab, hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 3 sistem.

Terkaitkan dengan pencapaian target RENSTRA perangkat daerah sampai dengan tahun berjalan yakni tahun 2018 ada 19 kegiatan (Penyediaan Jasa Surat Menyurat, Penyediaan Jasa Administrasi kantor, Penyusunan Laporan Capaian Kinerja Dan Ikhtisar Realisasi Kinerja OPD, Penyusunan Pelaporan Prognosis Realisasi Anggaran, Penyusunan Rencana Kerja OPD, Rapat Koordinasi pada setiap OPD, Penyusunan Penetapan Kinerja (PENJA), Rencana Kinerja Tahunan (RKT), Laporan, Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), Pengembangan dan Pemberdayaan Cadangan Pangan Masyarakat, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Ketahanan Pangan, Koordinasi dan Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan Ketahanan Pangan, Kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Operasional Pengembangan Kelembagaan Dewan Ketahanan Pangan, Penanganan Daerah Rawan Pangan (PDRP), Pemberdayaan Gapoktan dalam Penyedia Pangan Masyarakat se Provinsi Riau, Pengembangan dan Pemberdayaan Ketersediaan Pangan Sagu sebagai Pangan Alternatif, Penguatan Jaringan Ketersediaan dan Distribusi Pangan antar Wilayah (Lokal dan Regional), Peningkatan Kompetensi SDM Keamanan Pangan dan kegiatan Penyusunan Statistik Pangan) yang telah memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan dengan realisasi 100 %. Beberapa kegiatan juga tidak dapat disandingkan karena pada tahun 2018 tidak lagi dialokasi kan akibat rasionalisasi dengan Tim TAPD dan Bappeda dapat dilihat pada tabel 1 (Tabel T-C.29, Lampiran Permendagri 86 Tahun 2017) dibawah ini (terlampir).

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Capaian tertinggi (melampaui)/melebihi target kinerja program dan kegiatan terdapat pada Kegiatan Pengadaan Peralatan Gedung Kantor dengan target 63 jenis terealisasi sebanyak 64 jenis atau 101,59 % kegiatan ini berupa jumlah perlengkapan gedung kantor yang diadakan yang telah dilaksanakan sekaligus merupakan indikator dari kegiatan ini. Dan Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor dengan target 6 jenis terealisasi sebanyak 16 jenis atau 266,67 % kegiatan ini berupa jumlah gedung kantor yang dipelihara yang sekaligus juga merupakan indikator dari kegiatan ini.

Faktor-faktor yang menyebabkan tidak tercapainya / rendahnya target adalah

karena:

1. Masih ada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang lamban dalam penyerahan SPJ ke Bendahara Pengeluaran sehingga terlambatnya pengajuan GU berikutnya;

2. Lambatnya dalam pencairan keuangan kegiatan;

3. Kurang memadainya sarana dan prasarana (peralatan komputer) sehingga mengganggu kelancaran pelaksanaan tugas;

4. Masih rendahnya Sumber Daya Manusia Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau untuk menunjang pencapaian kinerja pada Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau;

5. Perencanaan kegiatan 2018 dan 2019 belum dilaksanakan, sehingga target pada akhir Renstra belum sepenuhnya tercapai.

6. Ada nya perubahan program dan kegiatan yang berbeda sehingga tidak dapat disandingkan realisasi program/kegiatannya.

7. Perubahan indikator setiap tahun anggaran juga menjadikan sulit untuk disandingkan.

8. Rasionalisasi anggaran menyebabkan beberapa program dan kegiatan ditiadakan dengan alesan skala prioritas.

9. Belum adanya koordinasi yang baik dari perangkat daerah terkait dengan pelaksanaan/kegiatan yang diselenggarakan untuk kabupaten/kota,

10. Masih kurangnya pemahaman tentang kegiatan/program yang akan diselenggarakan baik Kabupaten/kota,

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

11. Sering terjadinya beberapa kegiatan diambil alih oleh perangkat daerah terkait pada pertengahan tahun anggaran berjalan, sehingga pagu anggaran yang sudah kita rancang di kabupaten/kota tidak bisa direalisasikan/kembali ke kas daerah.

12. Belum adanya penetapan program/kegiatan yang pasti baik di Kabupaten/kota.

13. Kesalahan prediksi target dan tidak adanya tindak lanjut kegiatan juga menjadi faktor penyebab.

Implikasi yang timbul terhadap target capaian program Renstra Perangkat Daerah,

Implikasi merupakan dampak atau suatu kesimpulan dari target capaian Program Renstra Perangkat Daerah adalah sebagai berikut:

1. Terhadap program yang realisasinya telah memenuhi target sesuai Renstra Perangkat Daerah Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau berdampak positif bagi kelancaran administrasi perkantoran pada khususnya dan kepada masyarakat pada umumnya,

2. Terhadap program yang realisasinya belum memenuhi target sesuai Renstra Perangkat Daerah Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau berdampak pada laporan kinerja realisasi keuangan perangkat daerah.

3. Tidak tercapainya target kinerja program berimplikasi terhadap target kinerja sasaran dan kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD yang telah ditetapkan dalam RENSTRA.

4. Para perencanaan kegiatan harus melihat hasil dan dampak dari program kegiatan, dengan tidak melihat berapa besar anggaran yang akan disediakan untuk program kegiatan.

5. Tersedianya informasi/data yang memadai dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan ketahanan pangan di Provinsi Riau. Kebijakan yang harus dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan realisasi program

kegiatan untuk mencapai target kinerja pelayanan pada Dinas Ketahanan pangan Provinsi Riau :

1. Dilakukan pengendalian dan pengawasan dalam setiap tahapan/langkah pekerjaan untuk mengetahui apakah kegiatan telah sesuai dengan rencana dan aturan yang berlaku agar kualitas dan sasaran kegiatan sesuai dengan yang ingin dicapai;

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

2. Kasubbag Keuangan, Perlengkapan, dan Pengelolaan Barang Milik Daerah memerintahkan kepada Bendahara Pengeluaran untuk mengatur kembali teknis pencairan dana sesuai aliran kas yang tersedia;

3. Perlu adanya koordinasi yang lebih matang kepada para pelaksana Kegiatan (PPTK) yang menangani kegiatan,

4. Perlu adanya koordinasi kepada instansi terkait masalah pelimpahan kegiatan yang akan dilaksanakan di kabupaten/kota.

5. Kerjasama dengan pihak stakehoders maupun SKPD, terkait dengan data dan informasi yang dibutuhkan hendaknya lebih ditingkatkan, sehingga ketidaksesuaian data dan informasi dapat diminimalisir, yang selanjutnya perencanaan dan pengambilan kebijakan manajemen kepegawaian semakin tepat.

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Tabel 2. 1

(Tabel T-C.29, Lampiran Permendagri 86 Tahun 2017) Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah dan Pencapaian Renstra Perangkat Daerah s.d. Tahun 2018 (Tahun Berjalan) Provinsi Riau

Nama Perangkat Daerah : Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau

       

Realisasi

Target dan Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan Tahun 2017 (n-2)

 

Perkiraan Realisasi Capaian Target Renstra Perangkat Daerah s.d. tahun Berjalan

Target

Target

Kinerja

 

program

Hasil

     

dan

   

Urusan/ Bidang Urusan Pemerintah daerah dan program/ Kegiatan

Program

kegiatan

Indikator Kinerja Program (outcomes) /Kegiatan (output)

Target Kinerja Capaian Program (Renstra PD) Tahun 2019

dan

{Renja

Realisasi

Kode

Keluaran

Target

Realisasi

Perangkat

Capaian

 

Kegiatan

RKPD

RKPD

Tingkat

Daerah

Program dan

Kegiatan s.d.

Tingkat Capaian

Realisasi Target

   

s.d

Tahun 2017

Tahun 2017

Realisasi (%)

tahun 2018

Tahun

(Tahun n-2)

(Tahun n-2)

(n-1)}

Tahun 2018

Renstra (%)

2016

 

{Tahun berjalan

(Tahun

   

(n-1)}

n-3)

(1)

(2)

(3)

 

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)=(7)/(6)*100

(9)

(10)=(5)+(7)+(9)

(11)=(10)/(4)*100

 

Urusan Wajib

                   
 

Bidang Urusan

                   

Ketahanan Pangan

1.02.1.02.03.0

Program Pelayanan

Persentase layanan

100

%

             

1.01.

Administrasi

administrasi perkantoran yang baik

Perkantoran

1.02.1.02.03.0

Penyediaan Jasa

Rentang waktu penyediaan

36

bulan

0

12

12

100,00

12

24,00

66,67

1.01.002

Komunikasi, Sumber Daya Air Dan Listrik

jasa komunikasi, air, dan listrik

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau

23

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

1.02.1.02.03.0

Penyediaan Jasa

Rentang waktu penyediaan

36

bulan

0

12

12

100,00

12

24,00

66,67

1.01.008

Kebersihan Kantor

jasa kebersihan kantor

1.02.1.02.03.0

Penyediaan Alat Tulis

Rentang waktu penyediaan

36

bulan

0

12

12

100,00

12

24,00

66,67

1.01.010

Kantor

alat tulis kantor

1.02.1.02.03.0

Penyediaan Barang

Rentang waktu penyediaan

36

bulan

0

12

12

100,00

12

24,00

66,67

1.01.011

Cetakan Dan

barang cetakan dan pengadaan

Penggandaan

1.02.1.02.03.0

Penyediaan Komponen

Rentang waktu penyediaan

36

bulan

0

12

12

100,00

12

24,00

66,67

1.01.012

Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor

komponen instalasi listrik

1.02.1.02.03.0

Penyediaan Bahan

Rentang waktu penyediaan

36

bulan

0

12

12

100,00

12

24,00

66,67

1.01.015

Bacaan Dan Peraturan Perundang-Undangan

bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan

1.02.1.02.03.0

Penyediaan Makanan

jumlah makanan dan

14.553

box

0

2.488

1.895

76,17

5.170

7.065,00

48,55

1.01.017

Dan Minuman

minuman yang disediakan

1.02.1.02.03.0

Rapat-Rapat Koordinasi

Frekuensi rapat koordinasi

192

kali

0

60

60

100,00

64

124,00

64,58

1.01.018

Dan Konsultasi Ke Luar Daerah

dan konsultasi keluar daerah

1.02.03.01.01.

Penyediaan Jasa Surat

jumlah surat yang dikirim

100

surat

0

100

37

37,00

-

37,00

37,00

001

Menyurat

1.02.03.01.01.

Penyediaan Jasa

rentang waktu penyediaan

 

bulan

 

12

6

50,00

 

6,00

 

023

Administrasi Kantor

jasa administrasi kantor

1.02.1.02.03.0

Penyediaan Jasa

Rentang waktu penyediaan

36

bulan

0

12

12

100,00

12

24,00

66,67

1.01.019

Keamanan Kantor

jasa Keamanan kantor

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau

24

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

1.02.1.02.03.0

Program Peningkatan

Persentase kecukupan

100

%

       

100

   

1.02

Sarana dan Prasarana Aparatur

sarana dan prasarana kerja aparatur yang sesuai dengan standar kerja

1.02.03.01.02.

Pengadaan

Jumlah perlengakapan

45

unit

 

9

9

100,00

-

8,00

17,78

007

Perlengkapan Gedung

gedung yang diadakan

1

Kantor

1.02.03.01.02.

Pengadaan Peralatan

Jumlah peralatan gedung

105

unit

 

21

21

100,00

-

21,00

20,00

009

Gedung Kantor

kantor yang diadakan

1.02.03.01.02.

Pengadaan Mebeleur

Jumlah pengadaan mebeleur

48

unit

 

31

31

100,00

1

32,00

66,67

010

yang diadakan

1.02.1.02.03.0

Pemeliharaan

Jumlah gedung kantor yang

6

Unit

0

2

2

100,00

2

4,00

66,67

1.02.022

Rutin/Berkala Gedung

dipelihara

Kantor

1.02.1.02.03.0

Pemeliharaan

Jumlah mobil jabatan yang

22

Unit

0

7

7

100,00

7

14,00

63,64

1.02.023

Rutin/Berkala Mobil

dipelihara

Jabatan

1.02.1.02.03.0

Pemeliharaan

Jumlah peralatan dan

22

Unit

0

10

10

100,00

2

12,00

54,55

1.02.030

rutin/berkala peralatan dan perlengkapan kantor

perlengkapan kantor yang dipelihara

1.02.1.02.03.0

Program Peningkatan

Persentase meningkatnya

100

%

       

100

   

1.03

Disiplin Aparatur

kualitas dan disiplin aparatur

1.02.1.02.03.0

Pembinaan Fisik dan

Jumlah ASN yang dibina fisik

400

orang

160

80

80

100,00

80

320,00

80,00

1.03.006

Mental Aparatur

dan mentalnya

1.02.03.06

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

Persentase ketepatan penyampaian laporan

100

%

             

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau

25

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

1.02.03.06.00

Penyusunan Laporan

jumlah laporan capaian

16

dokumen

 

4

4

100,00

 

4,00

25,00

1

Capaian Kinerja Dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD

kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD yang disusun

1.02.03.06.00

Penyusunan Pelaporan

jumlah pelaporan prognosis

20

dokumen

 

5

5

100,00

 

5,00

25,00

3

Prognosis Realisasi Anggaran

realisasi anggaran yang disusun

1.02.03.06.00

Penyusunan Rencana

jumlah laporan Rencana Kerja

12

dokumen

 

3

3

100,00

 

3,00

25,00

5

Kerja SKPD

SKPD

1.02.03.06.00

Rapat Koordinasi pada

Jumlah peserta Rakor

400

orang

 

100

60

60,00

 

60,00

15,00

6

setiap SKPD

1.02.03.06.00

Penyusunan Penetapan

jumlah laporan Penetapan

12

dokumen

 

3

3

100,00

 

3,00

25,00

9

Kinerja (PENJA), Rencana Kinerja Tahunan (RKT), Laporan Ekuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)

Kinerja (PENJA), Rencana Kinerja Tahunan (RKT), Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)

1.02.1.02.03.0

Program Peningkatan

Persentase meningkatnya

100

%

       

100

   

1.05

Kapasitas Sumber Daya Aparatur

kualitas sumberdaya aparatur sipil negara

1.02.1.02.03.0

Pendidikan Dan

Jumlah ASN yang mengikuti

36

orang

0

3

3

100,00

15

18,00

50,00

1.05.001

Pelatihan Formal

pendidikan dan pelatihan formal

1.02.03.1.02.0

Program Peningkatan

                   

3.01.15

Ketahanan Pangan

   

1. Skor Pola Pangan harapan (PPH)

83,5

Skor

       

83

   

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau

26

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

1.02.03.1.02.0

Gerakan

Jumlah peserta gerakan

39.120

orang

0

9.820

9.820

100,00

13.800

23.620,00

60,38

3.01.15.030

Penganekaragaman

Pangan

1.02.03.1.02.0

Analisis Situasi

Jenis kelompok pangan yang

45

Jenis

0

9

9

100,00

9

18,00

40,00

3.01.15.013

Konsumsi Pangan

dianalisis

Penduduk

1.02.03.1.02.0

Pengelolaan

Jumlah KK yang menerima

7.456

KK

0

576

576

100,00

3.880

4.456,00

59,76

3.01.15.014

Pemanfaatan

bantuan

Pekarangan/Peran

Perempuan Dalam

Ketahanan Pangan

1.02.03.1.02.0

Pengembangan Pangan

Jumlah unit pengolah pangan

60

unit

0

20

20

100,00

20

40,00

66,67

3.01.15.015

Lokal

lokal

1.02.03.1.02.0

Lomba Cipta Menu

Jumlah menu pangan lokal

15

jenis pangan

0

3

3

100,00

3

6,00

40,00

3.01.15.012

B2SA Tingkat Provinsi dan Nasional

yang dilombakan

lokal

1.02.03.1.02.0

Sertifikasi dan

Jumlah pengawasan

240

sampel

-

-

-

-

48

48,00

20,00

3.01.15.031

Pengawasan Pangan

keamanan pangan segar dan komoditi yang disertifikasi

pengawasan

Segar

     

10

komoditi

       

10

10,00

100,00

     

10

komoditi

       

10

10,00

100,00

surveylan

   

2. Persentase penguatan cadangan pangan

80%

80%

       

80%

   

1.02.03.1.02.0

Analisis Ketersediaan

Jenis kelompok pangan yang

65

jenis

0

13

13

100,00

13

26,00

40,00

3.01.15.005

Pangan Wilayah

dianalisis

1.02.03.1.02.0

Pengembangan Sistem

Jumlah buku SKPG

5

judul buku

0

1

1

100,00

1

2,00

40,00

3.01.15.009

Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG)

1.02.03.1.02.0

Pengembangan

Jumlah kawasan

20

kawasan

0

   

-

4

4,00

20,00

3.01.15.032

Kawasan Mandiri

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau

27

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
 

Pangan

                   

1.02.03.1.02.0

Penghargaan Adikarya

Jumlah kategori, peserta

25

kategori

0

   

- 5

 

5,00

20,00

3.01.15.033

Pangan Nusantara (APN) dan Koodinasi Dewan Ketahanan Pangan

rapat, dan jumlah rekomendasi yang dihasilkan

250

orang

0

   

- 50

 

50,00

20,00

 

10

rekomendasi

0

   

- 2

 

2,00

20,00

1.02.03.1.02.0

Pemantauan dan

Frekwensi pemantauan dan

250

kali

0

52

52

100,00

50

102,00

40,80

3.01.15.001

Analisis Harga Pangan Pokok

jenis pangan yang dianalisis

1.02.03.1.02.0

Penguatan Cadangan

Jumlah Bantuan Pangan

200

ton

0

20

-

-

2,512

2,51

1,26

3.01.15.001

Pangan Pemerintah

Pokok Beras

Daerah Riau

1.02.03.1.02.0

Pengembangan

Jumlah gapoktan penerima

10

gapoktan

0

     

2

2,00

20,00

3.01.15.036

Lumbung Pangan

bantuan

Masyarakat

1.02.03.15.00

Pengembangan dan

Jumlah kelompok penerima bantuan

76

kelompok

 

19

19

100,00

 

19,00

25,00

4.

Pemberdayaan

Cadangan Pangan

 

Masyarakat

1.02.03.15.00

Monitoring, Evaluasi

Frekuensi Monev yang

96

kali

 

24

24

100,00

 

24,00

25,00

6.

dan Pelaporan

dilaksanakan

Ketahanan Pangan

1.02.03.15.00

Koordinasi dan

Jumlah Peserta

144

orang

 

36

36

100,00

 

36,00

25,00

7.

Sinkronisasi

peserta

Perencanaan

Pembangunan

Ketahanan Pangan

1.02.03.15.01

Peningkatan Kapasitas

Jumlah rekomendasi

8

rekomendasi

 

2

2

100,00

 

2,00

25,00

0.

dan Operasional Pengembangan Kelembagaan Dewan Ketahanan Pangan

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau

28

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

1.02.03.15.01

Pemberdayaan

Jumlah Gapoktan penerima

120

gapoktan

30

30

100,00

 

30,00

25,00

7.

Gapoktan dalam Penyedia Pangan Masyarakat se Provinsi Riau

bantuan

1.02.03.15.02

Pengembangan dan

Jumlah kelompok penerima

80

kelompok

20

20

100,00

 

20,00

25,00

0

Pemberdayaan Ketersediaan Pangan Sagu sebagai Pangan Alternatif

bantuan

1.02.03.15.02

Penguatan Jaringan

Jumlah jaringan distribusi

8

jaringan

2

2

100,00

 

2,00

25,00

1

Ketersediaan dan Distribusi Pangan antar Wilayah (Lokal dan Regional)

yang dikerjasamakan

1.02.03.15.02

Penghargaan Adikarya

Jumlah pemberian penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara

4

kali

1

1

100,00

 

1,00

25,00

4

Pangan Nusantara

1.02.03.15.02

Pengawasan Keamanan

Jumlah pengawasan mutu

192

sampel

48

48

100,00

 

48,00

25,00

8

Pangan

keamanan pangan segar

1.02.03.15.02

Sertifikasi Pangan Segar

Jumlah sertifikat prima 3

80

komoditi

20

20

100,00

 

20,00

25,00

9

(Buah dan Sayur)

1.02.03.16

Program Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan

Persentase Pengawasan dan Pembinaan Kemanan Pangan

95

%

     

100

   

1.02.03.16.00

Peningkatan

Jumlah SDM

96

orang

24

24

100,00

 

24,00

25,00

3

Kompetensi SDM

Keamanan Pangan

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau

29

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

3.00.01.1.02.0

Program

Persentase Ketersediaan

100

%

       

100

   

3.01.15

Pengembangan

data/ informasi ketahanan pangan

Data/Informasi

3.00.01.1.02.0

Partisipasi Dalam

Jumlah Event yang diikuti

5

event

0

3

3

100,00

1

4,00

80,00

3.01.15.006

Pelaksanaan Pameran

Tahunan

3.00.01.1.02.0

Pengembangan Sistem

Jumlah Sistem Informasi yang

5

sistem

0

1

1

100,00

1

2,00

40,00

3.01.15.013

Informasi Manajemen Ketahanan Pangan

dikembangkan

3.00.01.1.02.0

Monitoring, Evaluasi,

1. Frekuensi Monev yang

12

kali

0

     

12

12,00

100,00

3.01.15.074

Pelaporan, dan Statistik Ketahanan Pangan

dilaksanakan; 2. Jumlah buku statistik pangan

     

1

judul buku

0

   

-

1

1,00

100,00

3.00.01.15.01

Penyusunan Statistik

Jumlah Buku Statistik Pangan

5

buku

 

1

1

100,00

 

1,00

20,00

4

Pangan

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau

30

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

2.2 Analisis Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah

Acuan dalam menganalisis kinerja pelayanan Dinas Ketahanan Pangan masih mengacu pada analis kinerja pelayanan Badan Ketahanan Pangan. Berdasarkan indikator kinerja dapat menggunakan Standar Pelayanan Minimum (SPM) untuk mengukur jenis dan mutu pelayanan dasar serta Indikator Kinerja Kunci (IKK). Perubahan urusan Ketahanan Pangan dalam UU No. 23 Tahun 2014 dari Urusan Wajib Pelayanan Dasar menjadi Urusan Wajib Non Pelayanan Dasar belum diikuti dengan perubahan SPM. SPM Bidang Ketahanan Pangan berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 65/Permentan/OT.140/12/2010 Tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Ketahanan Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota. Tingkat Pencapaian Standar Pelayanan Minimal berdasarkan rencana tingkat pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) standar umum yang akan dicapai adalah sebagai berikut :

a. Mewujudkan masyarakat yang makmur dan sejahtera;

b. Memandirikan masyarakat di bidang Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan di seluruh kecamatan yang ada dalam Provinsi Riau;

c. Meningkatnya kinerja Penyuluh Pertanian, Penyuluh Perikanan dan Penyuluh Kehutanan dalam memberikan pelayanan Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan kepada masyarakat;

d. Tersedianya barang dan terbayarnya gaji pegawai secara maksimal dengan persentase 100%.

2016

tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah maka Dinas Ketahanan Pangan mempunyai tugas membantu Gubernur dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang ketahanan pangan. Adapun kewenangan yang menyertainya adalah menyusun kebijakan, program dan kegiatan yang dibutuhkan guna membantu Gubernur dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang ketahanan pangan, dengan fungsi yang melekat yaitu :

Berdasarkan pada Perda

Provinsi

Riau

Nomor

73

Tahun

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

1. Perumusan kebijakan teknis di bidang ketahanan pangan;

2. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang ketahanan pangan;

3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang ketahanan pangan; dan

4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Urusan ketahanan pangan berdasarkan berdasarkan Pergub Nomor 82 Tahun 2017 dengan Nomenklatur “Dinas Ketahanan Pangan” memiliki struktur seperti gambar dibawah ini. Struktur Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang bertanggung jawab langsung kepada Gubernur Riau, dengan susunan organisasi seperti yang disajikan pada gambar berikut:

Acuan dalam menganalisis kinerja pelayanan OPD berdasarkan indikator kinerja dapat menggunakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk mengukur jenis dan mutu pelayanan dasar, dan IKU (Indikator Kinerja Utama), sesuai dengan PP Nomor 8 tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Capaian kinerja pelayanan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau berdasarkan indikator yang telah ditetapkan pada periode sebelumnya yang mengacu kepada uraian tugas pokok, fungsi dan struktur organisasi, pelaksanaan kapasitas pelayanan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau. Keberhasilan kinerja Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau dapat dilihat dari pencapaian indikator dan yang telah ditetapkan. Hasil keberhasilan kinerja pelayanan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau dapat dilihat pada Tabel 2 (Tabel.T-C.30) berikut ini :

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019 Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 33
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019 Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 33
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Tabel 2. 2

(Tabel T-C.30, Lampiran Permendagri No. 86 Tahun 2017)

Pencapaian Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau

No

Indikator *)

SPM/Standar

IKK (PP-6/08)

 

Target Renstra SKPD

 

Realisasi Capaian

Proyeksi

Catatan Analisa

Nasional

Tahun 2017

Tahun 2018

Tahun 2019

Tahun 2020

Tahun 2017

Tahun 2018

Tahun 2019

Tahun 2020

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

(11)

(12)

(13)

1

                 

-

-

 

a.

Ketersediaan Pangan :

                     

-

Energi (Kk/Kap/Hari)

 

2400

2400

2400

2400

2400

3.168

N/A

3180

3185

 

-

Protein(Gram/Kap/Hari)

 

63

63

63

63

63

75,12

N/A

76

76.5

 

b.

Penguatan Cadangan Pangan pemerintah(CPP) Provinsi (Beras/Ton)

60%

 

120

120

120

120

140

N/A

120

120

 

2

Ketersediaan Pangan utama (Beras/Ton)

 

750.000

825.000

850.000

825.000

850.000

843.661

N/A

840.000

850.000

 

3

                       

c

Konsumsi Pangan :

                   

-

Energi (Kk/Kap/Hari)

 

2.050

2.125

2.150

2.150

2.150

2.081

N/A

2.085

2.090

 

-

Protein(Gram/Kap/Hari)

 

55

55

55

55

55

59,8

N/A

60

55

 

4

Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Konsumsi

85%

 

82,5

83

83,5

84

84,9

N/A

85

85,5

 
 

Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Ketersediaan

   

85

85,5

86

86,5

84,85

N/A

86

86,5

 

5

Penanganan Kerawanan Pangan

60%

 

60

60

60

60

25%

       

6

Persentase Ketersediaan Informasi Harga Pangan

100%

 

100

100

100

100

100

N/A

100

100

 

7

Persentase Pengawasan Keamanan Pangan

80%

 

80

80

80

80

84,44

N/A

80

80

 

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau

34

Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Secara umum, kondisi ketahanan pangan Riau 2017 - 2018 semakin baik dan kondusif. Hal tersebut ditunjukkan oleh beberapa indikator berikut :

a. Produksi komoditas pangan strategis menunjukkan pertumbuhan yang positif.

b. Ketersediaan pangan cukup mantap dan mampu mencukupi kebutuhan bagi seluruh penduduk Riau.

c. Harga pangan relatif stabil dan terjangkau masyarakat baik secara umum maupun menjelang hari besar keagamaan.

d. Peningkatan kualitas konsumsi dan keberagaman pola konsumsi masyarakatyang nantinya diharapkan terjadi peningkatan IPM (Indeks Pembangunan Manusia).

e. Peran serta masyarakat dalam upaya pemantapan ketahanan pangan semakin meningkat.

Tabel 2. 3 Kebutuhan Pangan Tahun 2014 - 2017

No

Komoditi Pangan

 

Tahun

 

Pert (%)

2014

2015

2016

2017

 

1

Beras

652.876

666.162

679.351

695.752

1,6

2

Jagung

53.220

50.790

35.105

30.560

-12,9

3

Kedelai

24.135

50.550

41.606

42.611

15,3

4

Kc. Tanah

9.901

9.788

8.516

7.390

-7,1

5

Kc. Hijau

13.614

8.745

7.606

6.591

-16,6

6

Ubi Jalar

8.446

8.446

11.702

11.984

9,1

7

Ubi Kayu

85.065