Anda di halaman 1dari 3

Resusitasi Jantung Paru (RJP)

SOP No. Dokumen


Tanggal Terbit
No.Revisi
:
:
:0
Jumlah Hal. :2
Praktek Dokter Mandiri
Dr. Dovi Pratama

1. Pengertian Resusitasi jantung paru adalah suatu tindakan untuk mengembalikan fungsi
pernafasan dan jantung guna kelangsungan hidup pasien

2. Tujuan  Mengembalikan fungsi jantung dan fungsi paru


 Sebagai acuan dalam melakukan resusitasi jantung paru pada pasien di
praktek dokter mandiri.

3. Referensi  UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan


 Permenkes RI No. 46 Tahun 2015 Tentang Akreditasi Puskesmas,
Klinik Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter, dan Tempat Praktik
Mandiri Dokter Gigi.
 Basic life support AHA 2017

4. Prosedur Persiapan
1) Alat
a) Alat pelindung diri (masker, handscoen)
b) Set therapy oksigen lengkap dan siap pakai
c) Set penghisap sekresi lengkap dan siap pakai
2) Pasien
a) Keluarga diberi penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan
b) Posisi pasien diatur terlentang di tempat datar dan alas keras
c) Baju bagian atas pasien dibuka
Pelaksanaan
a) DANGER
Lakukan dengan cara 3 A :
- Amankan diri :Petugas menggunakan alat pelindung diri (masker,
handscoen)
- Amankan pasien
- Amankan lingkungan
b) RESPON (CEK KESADARAN )
Mengecek kesadaran pasien dengan cara : (AVPU)
1) Memanggil nama
2) Menanyakan keadaannya
3) Menggoyangkan bahu pasien
4) Merangsang dengan nyeri
c) AIRWAY (JALAN NAPAS)
1) Bersihkan jalan nafas dari sumbatan.
2) Buka jalan nafas dengan head tilt chin lift atau Jaw Thrust
untuk pasien trauma
3) Menilai pernafasan dengan cara : (Look, Listen and Feel)
- Melihat pergerakan dada/perut
- Mendengar suara keluar/masuk udara dari hidung
- Merasakan adanya udara dari mulut/hidung pipi
Jika pasien tidak bernafas, berikan nafas buatan dengan BVM sebanyak 2
kali secara perlahan – lanjutkan ke ke langkah Circulation
d) CIRCULATION (SIRKULASI)
1) Periksa denyut jantung pasien dengan cara meraba arteri karotis,
jika arteri carotis teraba cukupdan px tetap tidak bernapas berikan
nafas buatan setiap 5 detik sekali (10 -12 kali permenit)
2) Jika arteri carotis tidak teraba lakukan kombinasi nafas buatan
dan kompresi jantung luar dengan perbandingan 30:2 untuk
dewasa baik 1 atau 2 penolong. Setiap 5 siklus (5 kali kompresi
dan 5 kali ventilasi) cek ulang nadi
3) Jika nadi tetap belum ada lanjutkan teknik kombinasi dimulai
dengan kompresi jantung luar.
4) Jika nadi teraba lakukan cek pernapasan (look listern and feel)
jika tidak ada napas lakukan Rescue Breathing 10 – 12 kali per
menit
5) Cek pernapasan setiap 1 menit jika ada napas dan ada nadi
pertahankan jalan napas.

Hal-hal yang perlu diperhatikan :


a. Evaluasi nadi pasien tiap 2 menit saat dilakukan RJP BC
kombinasi
b. Lakukan RJP BC sampai :
1) Timbul nafas spontan
2) Dinyatakan meninggal
3) Penolong tidak mampu atau sudah 30 menit tidak ada
respon
c. Kompresi jantung luar dilakukan dengan cara :
1) Dewasa
(a) Penekanan menggunakan dua pangkal telapak tangan
dengan kejutan bahu
(b) Penekanan pada daerah sternum 2 jari di atas proses
xyphoideus
(c) Kedalaman tekanan 5 cm
(d) Frekuensi penekanan minimal 100 kali per menit
2) Anak
(a) Penekanan menggunakan satu pangkal telapak tangan
(b) Kedalaman tekanan 2 – 3 cm
(c) Frekuensi penekanan minmal 100 kali per menit
3) Neonatus
a) Punggung bayi diletakkan pada lengan bawah kiri
penolong sedangkan tangan kiri memegang lengan atas
bayi sambil meraba arteri brakhialis sebelah kiri
b) Jari tangan dan telunjuk tangan penolong menekan dada
bayi pada posisi sejajar putting susu 1 cm ke bawah
c) Kedalaman tekanan 1-2 cm
d) Perbandingan kompresi jantung dengan begging adalah
3:1

5. Unit terkait  Dokter

6. Rekaman Histori Perubahan


No Yang dirubah Isi perubahan Tanggal mulai diberlakukan
1.
2.