Anda di halaman 1dari 22

Pengenalan Alat- alat

Dasar Laboratorium
Keperawatan
LABORATORIUM KEPERAWATAN DASAR

A. Pengertian Laboratorium Keperawatan


Laboratorium Keperawatan merupakan laboratorium terpadu yang merupakan tempat
praktikum yang memberikan gambaran tentang hospital image sehingga bisa diakses oleh
keperawatan maupun kedokteran, bahkan bila mungkin bidang keilmuan yan lain.
B. Visi Laboratorium Keperawatan
Menjadi pusat kegiatan dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi seluruh
civitas akademika, khususnya D3 Keperawatan Stikes Persada Husada Indonesia.
C. Misi Laboratorium Keperawatan
1. Menyelenggarakan Kegiatan Praktikum Keperawatan baik sebagai bagian dari kegiatan
Akademik maupun Non-Akademik
2. Menunjang Kegiatan Pengabdian Masyarakat
3. Menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Ilmu Keahlian dan Pelatihan Keperawatan
4. Menyelenggarakan Pendampingan Keperawatan
5. Mengembangkan keahlian / keterampilan dan Riset di bidang Keperawatan
6. Turut serta mendukung dalam berbagai kegiatan untuk pengembangan Profesi
Keperawatan
D. Maksud dan Tujuan
Disediakannya Laboratorium Keperawatan dimaksudkan untuk :
1. Mengembangkan kemampuan Skill Keperawatan
2. Menjadi media Pembelajaran sebelum praktek di Lahan ( RS / Puskesmas / Komunitas )
3. Menjadi tempat / media diskusi / pengkajian masalah-masalah / Topik-topik
Keperawatan guna mengembangkan Model Keperawatan Profesional
4. Meningkatkan keahlian dalam menganalisis Masalah Keperawatan dalam Memberikan
Asuhan Keperawatan pada klien.
5. Meningkatkan Keahlian dalam memecahkan berbagai masalah Keperawatan
6. Menyiapkan Lulusan yang memiliki kompetensi dalam Keperawatan
7. Menyiapkan Lulusan yang mampu berkompetisi dalam dunia global
E. Fungsi
Fungsi Laboratorium Keperawatan :
1. Membantu kelancaran proses belajar mengajar praktikum Keperawatan
2. Membantu Mahasiswa / dosen belajar mandiri meningkatkan keterampilan keperawatan
3. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjadi asisten sebagai kaderisasi
sesuai spesifikasi
4. Sebagai mini hospital yang memberikan gambaran riil pada mahasiswa tentang kegiatan,
suasana dan rutinitas di Rumah sakit.
5. Menyelenggarakan Kegiatan Praktikum Keperawatan baik Reguler / Non-Reguler,
6. Menyelenggarakan konsultasi keperawatan
7. Menyelenggarakan Pelatihan Keperawatan
8. Menyelenggarakan Pengabdian Masyarakat
9. Sumber Informasi Keperawatan
F. Praktikum dan Keterampilan yang diajarkan di Laboratorium Keperawatan
Praktikum dan Ketrampilan yang diajarkan di Laboratorium Keperawatan adalah:
1. Keperawatan Kebutuhan Dasar Manusia ( KDM )
a) Keterampilan Pemeriksaan / Pengkajian Fisik : Pemeriksaan fisik head to Toe,
(Penglihatan, pendengaran, penciuman, pencernaan, kardiovaskuler, pernafasan,
integumen, muskuloskeletal, endokrin ) dan Tanda-tanda Vital ( TTV).
b) Keterampilan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Manusia : Oksigenasi, Cairan &
Elektrolit, Nutrisi, Eliminasi, Personal hygiene, Istirahat – Tidur, Mobilisasi,
Kenyamanan dan Keamanan, Sterilisasi & Desinfeksi, Medikasi, Kebutuhan
Spiritual dan Psikosososial dan Perawatan Menjelang ajal.

.
2. Keperawatan Maternitas
a) Keterampilan Pemeriksaan Fisik Ibu hamil
b) Keterampilan Pemeriksaan Fisik Ibu melahirkan / Masa Nifas & Menyusui
c) Keterampilan Pemeriksaan Fisik dan pemeriksaan dalam akseptor KB
3. Keperawatan Anak & Tumbuh Kembang
a. Laboratorium Keperawatan Anak
b. Laboratorium Tumbuh Kembang anak

4. Keperawatan Medikal Bedah


a. Sistem Kardiovaskular
 Keterampilan Pemeriksaan Fisik Kardiovaskuler
 Keterampilan Mengenal Abnormalitas sistem kardiovaskuler
 Keterampilan melakukan & interpretasi pemeriksaan Elektrokardiografi
b. Sistem Persyarafan
 Keterampilan Pemeriksaan Fisik Persyarafan
 Keterampilan Mengenal Abnormalitas sistem persyarafan
 Keterampilan membantu persiapan pemeriksaan Lumbal Punctie
c. Sistem Pencernaan
 Keterampilan Pemeriksaan Fisik Pencernaan
 Keterampilan Mengenal Abnormalitas sistem pencernaan
 Keterampilan pemasangan NGT
 Keterampilan perawatan Colostomy
 Keterampilan Kumbah lambung ( Gastric Cooling )
 Keterampilan mengambil & menyiapkan sediaan feses untuk pemeriksaan
laboratorium
d. Sistem Penglihatan
 Keterampilan Pemeriksaan Fisik Penglihatan
 Keterampilan Perawatan Klien Perioperatif terkait sistem penglihatan
e. Sistem ( Telinga-Hidung-Tenggorokan )
 Ketrampilan Pemeriksaan THT
 Ketrampilan Mengenal Abnormalitas sistem THT
 Ketrampilan mempersiapkan klien sinusitis dengan tindakan Kass Spooling
 Mengenal pemeriksaan Audiometri
f. Sistem Muskuloskeletal
 Ketrampilan Pemeriksaan Fisik Muskuloskeletal
 Ketrampilan Mengenal Abnormalitas sistem Muskuloskeletal
 Ketrampilan pemasangan dan perawatan klien dengan gips
g. Sistem Endokrin
 Ketrampilan Pemeriksaan Fisik Endokrin
 Ketrampilan Mengenal Abnormalitas sistem endokrin
h. Sistem Perkemihan
 Ketrampilan Pemeriksaan Fisik Perkemihan
 Ketrampilan Mengenal Abnormalitas sistem perkemihan
i. Sistem Integumen
 Ketrampilan Pemeriksaan Fisik Integumen
 Ketrampilan Mengenal Abnormalitas sistem integumen
 Ketrampilan Perhitungan Luas Luka Bakar
 Ketrampilan perawatan Luka Bakar
 Ketrampilan perawatan Decubitus
j. Sistem Cairan dan darah
 Ketrampilan Pemeriksaan Fisik terkait Cairan & Darah
 Ketrampilan Mengenal Abnormalitas sistem integumen
 Ketrampilan Memenuhi Kebutuhan Cairan untuk pasien dengan berbagai
gangguan keseimbangan cairan ( Dehidrasi, Overhidrasi dll)
k. Sistem pernafasan
 Ketrampilan Pemeriksaan Fisik sistem pernafasan
 Ketrampilan Mengenal Abnormalitas sistem pernafasan
 Ketrampilan pemberian Fisioterapi dada ( nebulizer, suctioning, clapping, postural
drainage, nafas dalam, batuk efektif )
 Ketrampilan pemasangan alat bantu pernafasan

G. Sarana dan Prasarana Laboratorium Keperawatan


Sarana dan Prasarana Laboratorium Keperawatan
1. Ruang Demontrasi yang representative, Ruang laboratorium keperawatan dasar &
Medikal Bedah, Ruang Laboratorium Keperawatan Anak yang terdiri dari Unit
pemeriksaan, Pediatric Intensive Care Unit , Unit rawat Inap Anak dan Ruang Bermain,
Ruang laboratorium Keperawatan maternitas yang terdiri dari Unit Pre-Natal, Unit Intra-
Natal dan Unit Post-Natal, serta Pojok Laktasi, Ruang Laboratorium Keperawatan Jiwa,
Ruang Laboratorium Keperawatan komunitas, Ruang Laboratorium Keperawatan
Tumbuh-Kembang Anak.
2. Berbagai Peralatan penunjang kegiatan praktikum yang tersedia ditiap-tiap ruang
laboratorium termasuk peralatan peraga/ simulasi / phantom yang dapat digunakan untuk
aplikasi langsung sebagaimana kondisi riil dilapangan, seperti : Phantom pemeriksaan
jantung-Paru, Phantom Kehamilan dan Persalinan, Phantom Resusitasi jantung-Paru,
Phantom pemasangan kateter, NGT, Infus, dan lain-lain
3. Berbagai alat penunjang pemeriksaan fisik baik manual maupun electric seperti :
Elektrokardiografi, ophtalmoscope, Otoscope, Tonometri dan lain-lain.
4. Berbagai Penunjang kebutuhan belajar secara visual : Berbagai CD Ketrampilan
Keperawatan, dan lain-lain

Pengenalan Alat –alat Dasar Laboratorium Keperawatan


Nama dan fungsi Alat –alat Dasar Laboratorium Keperawatan

Dalam Laboratorium terdapat alat-alat Dasar Keperawatan yang bisa digunakan perawat
dalam melayani pasien, sebagai mahasiswa keperawatan wajib hukumnya mengetahui nama
alat-alat dasar dalam laboratorium keperawatan dan mengetahui cara penggunaan alat-alat
tersebut, berikut alat-alat dasar laboratorium keperawatan :
1. Sphygmomanometer (tensimeter)
Tensimeter atau Sphygmomanometer adalah alat kesehatan yang berfungsi untuk
mengukur tekanan darah. Ada 2 jenis yaitu Tensi meter Manual dan tensi meter
Digital

2. Stetoskop
Mendengarkan deyut nadi

3. Termometer
Mengukur suhu tubuh

4. Penlight (senter pensil/kecil)


 Melihat pupil
5. Reflex Hammer
 Mengetahui reflek saraf

6. Stopwatch / jam tangan


 untuk menghitung denyut nadi/ pernafasan

7. Meteran Tinggi Badan


untuk mengukur tinggi badan

8. Timbangan berat badan


 untuk menimbang Berat badan
9. Otoscope
 untuk memeriksa telinga

10. Garpu Tala


untuk mengukur pendengaran

11. Snelen chart


 untuk mengukur jarak pandang mata

12. Sarung Tangan ( Hanskun)


melindungi tangan petugas kesehatan dari cairan tubuh pasien

13. Spuit (Jarum Suntik)


alat untuk injeksi atau menyuntik

14. Jarum infus (Abocath, Wing needle, Venplon)

15. Pincet Anatomis


untuk membantu proses menjahit luka, utk menjepit otot, dll.

16. Pincet Cirurgis


Alat ini memiliki fungsi yang sama dengan pinset anatomi yakni untuk membentu
pola jahitan, meremove jahitan, dan fungsi-fungsi lainnya.

17. Gunting Jaringan


18. Klem / arteri klem
menjepit pembuluh darah

19. Botol EDTA


 sebagai tempai sampel darah

20. Kom sedang


sebagai tempat kapas cebok

21. Kom sedang dengan tutup


 sebagai tempat kapas alkohol
22. Bengkok
 Tempat meletakkan alat –alat kotor.

23. Buli-buli air panas


 sebagai alat kompres panas

24. Gunting plester/ verban dan gunting benang


 sebagai alat penggunting plester/ perban

25. Tabung Oksigen


26. Phantom gigi

27. Spekulum vagina

28. Standart Infus

29. Cairan infus


30. Infus Set Makro
infus set untuk orang dewasa

31. Tourniqet
 Untuk membendung vena

32. Tranfusi set


Set infus untuk tranfusi darah

33. Infus set Mikro


Set infus untuk bayi/anak-anak
34. Slang NGT ( Naso Gastric Tube)
 alat yang digunakan untuk memasukkan nutrisi ke dalam lambung..

35. Kanula nasal


alat sederhana yang dapat dimasukkan ke dalam lubang hidung untuk memberikan
oksigen dan memungkinkan klien untuk bernapas melalui hidung atau mulutnya

36. Masker Oksigen


masker khusus untuk alat bantu pernafasan yang dihubungkan dengan tabung
oksigen.

37. Phantom tangan


sebagai alat peraga dalam pratikum pemasangan infus/ perawtan luka.
38. Inkubator
alat yang berfungsi untuk merawat bayi premature atau mempunyai berat badan lahir
rendah (BBLR), dengan cara memberikan suhu dan kelembapan yang stabil dan
kebutuhan oxygen sesuai dengan kondisi dalam kandungan ibu.

39. Nald Phowder


benang untuk tindakan heating

40. Urine Bag


 sebagai tempat penampung urine pasien

41. Lancet
 Untuk mengecek golongan
42. Tongue Spatel
alat untuk Membersihkan/membuka mulutatau untuk menekan lidah pada pasien
kejang.

43. Trolly
Tempat meletakkan alat pemeriksaan/ tindakan keperawatan

44. Masker
mencegah menbran mukosa petugas kesehatan kontak dengan percikan darah atau
cairan pasien.

45. Suction
Untuk menghisap lendir pada rongga mulut
46. Phantom ibu hamil

47. Bak instrument


Sebagai tempat alat-alat steril atau sbg tempat alat2 yang akan digunakan untuk
menolong persalinan/merawat luka, dsb.

48. Urinal
 sebagai tempat BAK untuk laki-laki

49. Pispot
 sebagai tempat BAK/BAB untukwanita
50. Kursi roda

51. Phantom Bayi


 sebagai alat peraga dalam pratikum pemeriksaan bayi

52. Kom kecil


 sebagai tempat betadine

53. Sterilitator
 sebagai tempat untuk mensterilkan alat-alat
54. Microscop

55. Korentang
untuk mengambil alat-alat steril pada saat tindakan keperawatan

56. Tromol Kassa


 Sebagi tempat kassa

57. Kateter
alat untuk membantu mengeluarkan BAK pasien, jika pasien mengalami kesulian
BAK/ pasca Bedah.

58. Lumpang obat


 alat untuk menghaluskan obat
59. Kassa Steril
 untuk menutup luka

60. Plester

61. Meteran biasa


 untuk mengur lingkar lengan, lingkar dada, tinggi bayi, tinggi bayi.

62. Waskom besar


 sebagai tempar air hangat, dll.

63. Pisau Bedah ( Scapel)


Scapel adalah pisau oprasi, yang bentuknya ada dua macam, ujungnya runcing, tajam,
dan bentuk convex.
Scapel blade adalah pisaunya saja tanpa pegangan, sedangkan scapel handle
pegangannya saja tanpa pisau

64. Gunting episiotomi


Digunakan untuk keperluan obstetrik, untuk memotong vulva diwaktu melahirkan
bayi, untuk mencegah robeknya dinding perinium, yaitu bagian anus dan bagian
bawah vagina

65. Doek klem


alat yang digunakan untuk menjepit kain, terutama kain oprasi, yaitu kain linen yang
tengahnya berlubang yang diletakkan diatas tubuh yang akan dioperasi.

66. Sampiran / screen


 untuk menjaga privasi klien
67. Standar waskom
 sebagai tempat waskom