Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH KEPERAWATAN KELUARGA

TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan
makalah tentang Tahapan Perkembangan Keluarga ini dengan baik. Kami
berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kita mengenai khasiat mentimun yang dapat mengobati hipertensi.
Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya
kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa
yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang
membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Surakarta, Maret 2017

Penyusun

i
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ................................ ...................... i


KATA PENGANTAR ................................ ...................... ii
DAFTAR ISI .................................... ...................... iii
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .......................... ...................... 1
B. Ruang Lingkup ............................ ...................... 2
C. Tujuan Penulisan ........................ ...................... 2
BAB 2 PEMBAHASAN
A. Tahap Perkembangan Keluarga .............. ...................... 3
1. Keluarga pemula 3
2. Keluarga yang sedang mengasuh anak 3
3. Keluarga dengan anak usia prasekolah 4
4. Keluarga dengan anak usia sekolah 5
5. Keluarga dengan anak remaja 5
6. Keluarga yang melepaskan anak usia dewasa muda 6
7. Keluarga Orang tua usia pertengahan 7
8. Keluarga usia tua 8
B. Tugas keluarga sesuai tumbuh kembang ..... ...................... 10
1. Keluarga pemula 10
2. Keluarga yang sedang mengasuh anak 10
3. Keluarga dengan anak usia prasekolah 10
4. Keluarga dengan anak usia sekolah 11
5. Keluarga dengan anak remaja 11
6. Keluarga yang melepaskan anak usia dewasa muda 11
7. Orang tua usia pertengahan 12

ii
8. Keluarga usia tua 12
C. Persepsi keluarga tentang kesehatan ...... ...................... 16
BAB 3 PENUTUP
A. Kesimpulan ............................... ...................... 20
B. Saran .................................... ...................... 21
DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Keluarga adalah kumpulan dua orang tau lebih yang hidup bersama
dengan keterkaitan aturan dan emosional dan individu mempunyai peran
masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga. Selain itu keluarga
jug diartikan ikatan/ persekutuan hidup atas dasar perkawinan antara orang
dewasa yang berlainan jenis yang hidup bersama atau seorang laki-laki
atau seorang perempuan yang sudah hidup sendirian dengan atau tanpa
anak, baik anak kandung atau adopsi, dan tinggal dalam sebuah rumah.
Dari perngertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pasangan
suami istri yang tinggal dalam satu rumah juga disebut sebagai keluarga.
Pertumbuhan dalam keluarga memanjang lebih dari beberapa tahun.
Keberhasilan pemecahan masalah yang dihadapi yang terjadi dalam
perkawinan menimbulkan saling pengertian pada masing-masing
pasangan. Hubungan keluarga termasuk mencangkup tahapan yang
berbeda. Tahap pemula mulai saat pernikahan dan beranjut sejaan dengan
usaha pasangan untuk berfungsi sebagai pasangan. Tahapan orientasi
keluarga ditunjukan pada aktivitas menanti kelahiran anak dan mengasuh
anak. Penerapan orang tua harus dipahami dan dipraktikan.
Perkembangan keluarga adalah proses perubahan yang terjadi pada
sistem keluarga meliputi:perubahan pola interaksi dan hubungan antar
keluarga disepanjang waktu. Perubahan ini berlangsung melalui beberapa
tahapan tersebut bisa dilalui dengan berhasil. Perawat butuh memahami
setiap tahap perkembangan keluarga serta tugas perkembangannya. Hal ini
penting mengingat bahwa tugas perawat dalam mendeteksi adanya
masalah keperawatan yang dilakukan terkait erat dengan sifat masalah
yang ada yaitu potensial dan aktual. Tahap perkembangan keluarga dibagi
menurut kurun waktu tertentu yang dianggap stabil.

1
B. Ruang Lingkup.
1. Tahap Perkembangan Keluarga.
2. Perberbedaan Tahap Perkembangan.
3. Tugas Keluarga Sesuai Tumbuh Kembang Keluarga.
4. Perbedaan Tugas Perkembangan Keluarga Sesuai Tahap
Perkembangan.
5. Persepsi keluarga tentang kesehatan.
C. Tujuan Pembuatan Makalah.
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebgai berikut:
1. Pembuatan makalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah
keperawatan keluarga.
2. Memberikan informasi kepada pembaca tentang tahap perkembangan
keluarga.
3. Memberikan pengetahuan kepada pembaca tentang peran individu
dalam keluarga.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Tahap Perkembangan Keluarga.


1. Tahap I: Keluarga pemula
Keluarga pemula adalah keluarga yang baru menikah, keluarga
baru, dan perpindahan dari keluarga asal atau status lajang ke hubungan
baru yang intim.
Tugas perkembangan keluarganya adalah membangun perkawinan
yang saling memuaskan, menghubungkan ikatan persaudaraan secara
harmonis, keluarga berencana (keputusan tentang kedudukan sebagai
orang tua).
Masalah kesehatan tahap ini adalah :
a. Penyesuaian seksual dan peran pernikahan.
b. Penyuluhan dan konseling keluarga berencana.
c. Penyuluhan dan konseling prenatal.
d. Komunikasi dan informasi, kurangnya informasi dapat mengakibatkan
masalah seksual, emosional, ketakutan, rasa bersalah, kehamilan yang
tidak direncankan, penyakit kelamin (sebelum dan sesudah
pernikahan) (Ali, 2009).
2. Tahap II : Keluarga yang sedang mengasuh anak
Keluarga yang sedang mengasuh anak adalah tahap yang dimulai
dari kelahiran anak pertama hingga bayi berusia 30 bulan. Tugas
perkembangan keluarnya adalah membentuk keluarga muda sebagai
sebuah unit yang mantap (mengintregasikanbayibarukedalamkeluarga),
memperthankanpernikahan yang memuaskan, dan memperluas
persahabatan dengan keluarga besar dengan menambahkan peran orang
tua, kakek dan nenek.
Masalah kesehatan tahap ini adalah :
a. Pendidikan maternitas yang berpusat pada keluarga.

3
b. Perawatan bayi yang baik.
c. Pengenalan dan penanganan masalah kesehatan fisik secara dini.
d. Imunisasi
e. Konseling perkembangan anak.
f. Keluarga berencana.
3. Tahap III : keluarga dengan anak usia prasekolah
Keluarga dengan anak usia prasekolah adalah dimulai ketika anak
pertama berusia 2,5 tahun dan berakhir ketika anak berusia 5 tahun (saat
ini keluarga terdiri dari 3-5 orang anggota keluarga yaitu suami, istri dan
anak).
Tugas perkembangan keluarganya adalah memenuhi kebutuhan
anggota keluarga seperti rumah, ruang bermain, privasi, keamanan dan
lain lain kemudian mensosialisasikan anak, mempertahankan hubungan
yang sehat didalam keluarga (hubungan perkawinan dan hubungan
orangtua serta anak) dan diluar keluarga (keluarga besar dan komunitas).
Masalah kesehatan fisik utama pada tahap ini adalah :
a. Penyakit menular yang lazim pada anak-anak.
b. Anak terjatuh.
c. Luka, luka bakar.
d. Keracunan
Sedangkan masalah psikososial keluarga yang utama adalah :
a. Hubungan pernikahan, beberapa studi meneliti adanya penurunan
kepuasan yang dirasakan oleh banyak pasangan suami istri pada tahap
ini.
b. Persaingan antara kakak dan adik.
c. Keluarga berencana.
d. Kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan.
e. Masalah komunikasi keluarga.
f. Peran perawat pada tahap ini adalah:
1) Memberikan penyuluhan kesehatan dan konseling dalam hal
pencegahan masalah kesehatan utama, seperti merokok,

4
penyalahgunaan obat dan alkohol, seksualitas, keselamatan, diet
dan nutrisi, olahraga, dan penanganan stres/dukungan sosial.
2) Membantu anak membentuk gaya hidup yang sehat dan
memfasilitasi pertumbuhan fisik, intelektual, emosional, dan sosial
secara optimal (Ali, 2009).
4. Tahap IV : Keluarga dengan anak usia sekolah.
Keluarga dengan anak usia sekolah adalah dimulai ketika anak
pertama telah berusia 6 tahun (dimulai masuk sekolah dasar) dan berakhir
pada usia 13 tahun (awal dari masa remaja).
Tugas perkembangan keluarganya adalah mensosialisasikan anak-
anak, termasuk meningkatkan prestasi sekolah dan mengembangkan
hubungan dengan teman sebaya yang sehat, mempertahankan hubungan
pernikahan yang memuaskan, memenuhi kebutuhan kesehatan fisik
anggota keluarga.
Masalah kesehatan tahap ini adalah :
a. Orang tua akan mulai berpisah dengan anak karena anak sudah mulai
memiliki banyak teman sebaya (hati-hati dengan pengaruh lingkungan
anak).
b. Orang tua mengalami banyak tekanan dari luar, misalnya dari sekolah
dan komunitas, untuk menyesuaikan anak dengan komunitas dan
sekolah.
c. Kecacatan/kelemahan anak akan tampak pada periode ini melalui
pengamatan perawat sekolah dan guru. Mereka dapat mendeteksi
gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, gangguan wicara,
kesulitan belajar, gangguan tingkah laku, perawatan gigi yang tidak
adekat, pengamanan anak, penyalahgunaan obat/zat, dan penyakit
menular.
5. Tahap V : Keluarga dengan anak remaja.
Keluarga dengan anak remaja adalah dimulai ketika anak petama
berusia 13 tahun hingga berusia 19 tahun atau 20 tahun. Tugas
perkembangan keluarganya adalah mengembangkan kebebasan
bertanggungjawab ketika anak remaja menjadi dewasa dan semakin

5
mandiri, memfokuskan kembali hubungan pernikahan, berkomunikasi
secara terbuka antara orangtua dan anak.
Masalah kesehatan tahap ini adalah :
a. Pada orang tua yang berusia 35 tahun resiko penyakit jantung koroner
meningkat di kalangan pria dan perubahan perkembangan dari
biasanya sudah mulai tampak.
b. Penyalahgunaaan obat dan alkohol, keluarga berencana, kehamilan
yang tidak di kehendaki.
c. Hubungan keluarga orangtua dan anak perlu mendapat perhatian
serius karena periode ini adalah periode rawan.
d. Peran perawat dalam tahap ini:
1) Mendeteksi perubahan yang terjadi pada orang tua dan anak-anak.
2) Memberi pendidikan dan konseling yang intensif.
3) Melaksanakan upaya penanggulangan (pencegahan peningkatan
kesehatan dan penyembuhan) dengan mandiri atau tujukan.
6. Tahap VI : Keluarga yang melepaskan anak usia dewasa muda.
Keluarga yang melepaskan anak usia dewasa muda adalah fase
yang ditandai oleh anak pertama meninggalkan rumah orang tua dan
berakhir dengan “rumah kososng” ketika anak terakhir meninggalkan
rumah.
Tugas perkembangan keluarganya adalah memperluas siklus
keluarga dengan memasukkan anggota keluarga yang baru yang didapat
melalui pernikahan anak-anak, melanjutkan/memperbarui keharmonisan
pernikahan dan menyesuaikan kembali hubungan pernikahan, membantu
orangtua lanjut usia dan cenderung sakit-sakitan dalam kehidupan dan
kesehatannya.
Masalah kesehatan tahap ini adalah :
a. Komunikasi kaum dewasa muda dengan orangtua mereka perlu
ditingkatkan.
b. Masalah dalam hal transisi peran bagi suami istri.
c. Masalah perawatan orangtua lanjut usia.

6
d. Munculnya masalah kesehatan yang bersifat kronis dan perubahan
situasi fisik (kolesterol tinggi, obesitas, tekanan darah tinggi).
e. Masalah gaya hidup perlu mendapat perhatian, kebiasaan minum
alkohol, merokok, makan dan lain-lain.
f. Peran perawat pada tahap ini adalah memberi pendidikan dan
konseling pada keluarga, merawat orang tua lanjut usia dengan
anggota keluarga yang bermasalah, mengkaji kebutuhan/permasalahan
keluarga dan berupaya menanggulanginya (Ali, 2009).
7. Tahap VII : Orangtua usia pertengahan.
Orangtua usia pertengahan adalah dimulai ketika anak terakhir
meninggalkan rumah dan berakhir pada pension atau kematian salah satu
pasangan orang tua (44-45 tahun sampai dengan 16-18 tahun kemudian).
Tugas perkembangan keluarganya adalah menciptakan lingkungan
yang meningkatkan kesehatan, mempertahankan hubungan harmonis dan
penuh arti dengan para orangtua lansia dan anak-anak, memperkokoh
hubungan pernikahan.
Masalah kesehatan tahap ini adalah :
a. Masalah yang berhubungan dengan pemahaman mengenai kebutuhan,
misalnya promosi kesehatan, istirahat yang cukup, kegiatan pada
waktu luang, tidur, nutrisi yang baik, program olahraga yang teratur.
b. Maslah yang berhubungan dengan keharmonisan hubungan
pernikahan.
c. Masalah yang berkaitan dengan keharmonisan hubungan dengan
anggota keluarga (anak-anak, cucu, orangtua lansia dan lain-lain).
d. Masalah yang berhubungan dengan perawatan keluarga, antara lain
perawatan orangtua lanjut usia atau yang tidak mampu merawat
dirinya sendiri.
e. Peran perawat:
1) Memberikan pendidikan dan konseling keluarga dalam hal
pemenuhan kebutuhan keluarga, keharmonisan pernikahan,
hubungan keluarga, pencegahan penyakit.

7
2) Memberi/ membina/ melatih keluarga dalam hal perawatan orang
tua lanjut usia (Ali, 2009).

8. Tahap VIII : Keluarga usia tua.


Tahap ini dimulai ketika salah satu/ pasangan suami istri memasuki
masa pensiun, sampai dengan salah satu pasangan meninggal dunia.
Tugas perkembangan keluarganya adalah mempertahankan
pengaturan hidup yang memuaskan : menyesuaikan diri terhadap
pendapatan yang menurunkan, menyesuaikan diri terhadap kehilangan
pasangan, mempertahankan ikatan keluarga antar generasi, meneruskan
upaya memahami eksistensi mereka/penelaahan dan integrasi hidup.
Masalah kesehatan adalah :
a. Masalah kesehatan lanjut usia karena menurunnya kekuatan fisik,
sumber finansial yang tidak memadai, isolasi sosial, kesepian dan
banyak kehilangan yang lain mengakibatkan lansia rentan secara
psikologis.
b. Isolasi sosial, depresi, gangguan kognitif, masalah psikologis
merupakan masalah kesehatan yang serius.
c. Kemampuan saling menolong suami-istri lansia dalam merawat
pasangannya perlu ditingkatkan. Karena penuaan dan banyaknya
masalah, suami istri lansia perlu saling menolong. Umumnya suami
lebih sulit merawat orang lain, sementara istri kebalikannya.
d. Defisiensi nutrisi yang dapat mengganggu kesehatan, misalnya lemah,
bingung, depresi, konstipasi, dan lain-lain.
e. Masalah yang berkaitan dengan perumahan, penghasilan yang kurang
cocok, kurang rekreasi, dan fasilitas perawatan yang kurang memadai
banyak merugikan kesehatan lansia
f. Peran perawat adalah memberi bantuan tidak langsung dengan
merujuk individu atau pasangan lansia ke sumber-sumber komunitas
yang sesuai untuk mengatasi masalah mereka(Ali, 2009).

8
Perberbedaan Tahap Perkembangan
Carter dan McGoldrick Duvall
(Family therapy perspective, (sociological perspective, 1985)
1989)
Keluarga antara : masa bebas Tidak diidentifikasi karena
(pacaran) deawasa muda periode waktu antara dewasa dan
menikah tak dapat ditentukan
Terbentuknya keluarga baru Keluarga baru menikah
melalui suatu perkawinan
Keluarga yang memiliki anak 1. Keluarga dengan anak baru
usia muda (anak usia bayi sampai lahir (usia anak tertua sampai
usia sekolah). 30 bulan)
2. Keluarga dengan anak pra
sekolah (usia anak tertua 2,5-
5 tahun)
3. Keluarga dengan anak usia
sekolah (usia anak tertua 6-
12 tahun)
Keluarga yang memiliki anak Keluarga dengan anak remaja
dewasa (usia anak tertua 13-20 tahun)
Keluarga yang mulai melepas 1. Keluarga mulai melepas
anaknya untuk keluar rumah anak sebagai dewasa (anak-
anaknya mulai meninggalkan
rumah)
2. Keluarga yang hanya terdiri
dari orang tua saja/keluarga
usia pertengahan (semua
anak meninggalkan rumah)
Keluarga lansia Keluarga lansia
(Suprajitno, 2004).

9
B. Tugas Keluarga Sesuai Tumbuh Kembang Keluarga.
1. Keluarga pemula.
perkembangan keluarga tahap ini antara lain adalah:
a. Membina hubungan intim yang memuaskan.
b. Menetapkan tujuan bersama.
c. Membina hubungan dengan keluarga lain, teman dan kelompok
social.
d. Mendiskusikan rencana memiliki anak atau KB.
e. Persiapan menjadi orang tua.
f. Memahami
2. Keluarga yang sedang mengasuh anak.
Tugas perkembangan keluarga tahap ini antara lain adalah:
a. Adaptasi perubahan anggota keluarga (peran, interaksi, seksual,
dan kegiatan).
b. Mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan pasangan.
c. Membagi peran dan tanggung jawab (bagaimana peran orang tua
terhadap bayi dengan memberi sentuhan dan kehangatan.
d. Bimbingan orang tua tentang pertumbuhan dan perkembangan
anak.
e. Konseling KB post partum 6 minggu.
f. Menata ruang untuk anak.
g. Biaya atau dana Child Bearing.
h. Memfasilitasi role learning anggota keluarga .
i. Mengadakan kebiasaan keagamaan secara rutin.
3. Keluarga dengan anak usia pra sekolah.
Tugas perkembangan adalah menyesuaikan pada kebutuhan pada
anak pra sekolah (sesuai dengan tumbuh kembang, proses belajar, dan
kontak sosial) dan merencanakan kelahiran berikutnya.
Tugas perkembangan keluarga saat ini adalah:
a. Pemenuhan anggota keluarga.
b. Membantu anak bersosialisasi.
c. Beradaptasi dengan anak baru lahir, anak yang lain juga terpenuhi.

10
d. Mempertahankan hubungan di dalam maupun di luar keluarga.
e. Pembagian waktu individu, pasangan dan anak.
f. Pembagian tanggung jawab.
g. Merencanakan kegiatan dan waktu stimulasi tumbuh dan kembang
anak.
4. Keluarga dengan anak usia sekolah.
Tugas perkembangan keluarga pada saat ini adalah:
a. Membantu sosialisasi anak terhadap lingkungan di luar rumah,
sekolah dan lingkungan lebih luas.
b. Mendorong anak untuk mencapai pengembangan daya intelektual.
c. Menyediakan aktivitas untuk anak.
d. Menyesuaikan pada aktivitas komuniti dengan mengikutsertakan
anak.
e. Memenuhi kebutuhan yang meningkat termasuk biaya kehidupan
dan kesehatan anggota keluarga
5. Keluarga dengan anak remaja.
Tugas perkembangan keluarga pada saat ini adalah:
a. Pengembangan terhadap remaja (memberikan kebebasan yang
seimbang dan bertanggung jawab mengingat remaja adalah
seorang yang dewasa muda dan mulai memiliki otonomi).
b. Mememlihara komunikasi terbuka.
c. Memelihara hubunga intim dalam keluarga.
d. Mempersiapkan perubahan sistem peran dan peraturan anggota
keluarga untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anggota
keluarga.
6. Keluarga yang melepaskan anak usia dewasa muda.
Tugas perkembangan keluarga pada saat ini adalah:
a. Memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar.
b. Mempertahankan keintiman.
c. Membantu anak untuk mandiri sebagai keluarga baru di
masyarakat.

11
d. Mempersiapkan anak untuk hidup mandiri dan menerima
kepergian anaknya.
e. Menata kembali fasilitas dan sumber yang ada pada keluarga.
f. Berperan suami-istri, kakek dan nenek.
g. Menciptakan lingkungan rumah yang dapat mejadi contoh bagi
anak-anaknya.
7. Orang tua usia pertengahan
Tugas perkembangan keluarga pada saat ini adalah:
a. Mempunyai lebih banyak waktu dan kebebasan dalam mengolah
minat sosial dan waktu santai.
b. Memulihkan hubungan antara generasi muda tua.
c. Keakraban dengan pasangan.
d. Memelihara hubungan atau kontak dengan anak dan keluarga.
e. Persiapan masa tua atau pensiun
8. Keluarga usia tua.
Tugas perkembangan keluarga pada saat ini adalah:
a. Penyesuaian tahap masa pension dengan merubah cara hidup.
b. Menerima kematian pasangan, kawan, dan mempersiapkan
kematian.
c. Mempertahankan keakraban pasangan dan saling merawat.
d. Melakukan life review masa lalu.

12
Tugas Perkembangan Keluarga Sesuai Tahap Perkembangan.

No. Tahap Perkembangan Tugas Perkembangan (Utama)


1. Keluarga baru menikah. a. Membina hubungan intim yang
memuaskan.
b. Membina hubungan dengan
keluarga lain, teman, dan kelompok
social.
c. Mendiskusikan rencana memilki
anak.
2. Keluarga dengan anak baru a. Mempersiapkan menjadi orang tua.
lahir. b. Adaptasi dengan perubahan adanya
anggota keluarga, interaksi
keluarga, hubungan seksual, dan
kegiatan.
c. Mempertahankan hubungan dalam
rangka memuaskan pasangannya.
3. Keluarga dengan anak usia a. Memenuhi kebutuhan anggota
pra sekolah. keluarga, misal kebutuhan tempat
tinggal, privasi, dan rasa aman.
b. Membantu anak untuk
bersosialisasi.
c. Beradaptasi dengan anak yang baru
lahir, sementara kebutuhan anak
yang lain (tua) juga harus terpenuhi.
d. Mempertahankan hubungan yang
sehat, baik di dalam atau luar
keluarga (keluarga lain dan
lingkungan sekitar).
e. Pembagian waktu untuk individu,
pasangan, dan anak (biasanya
keluarga mempunyai tingkat

13
kerepotan yang tinggi).
f. Pembagian tanggung jawab anggota
keluarga.
g. Merencanakan kegiatan dan waktu
untuk menstimulasi pertumbuhan
dan perkembangan anak.
4. Keluarga dengan anak usia a. Membantu sosialisasi anak terhadap
sekolah. lingkungan luar rumah, sekolah, dan
lingkungan lebih luas (yang tidak
atau kurang diperoleh dari sekolah
atau masyarakat).
b. Mempertahankan keintiman
pasangan.
c. Memenuhi kebutuhan yang
meningkat, termasuk biaya
kehidupan dan kesehatan anggota
keluarga.
5. Keluarga dengan anak a. Memberikan kebebasan yang
remaja. seimbang dan bertanggung jawab
mengingat remaja adalah seorang
dewasa muda dan mulai memiliki
otonomi.
b. Mempertahankan hubungan intim
dalam keluarga.
c. Mempertahankan komunikasi
terbuka antara anak dan orang tua.
Hindarkan terjadinya perdebatan,
kecurigaan, dan permusuhan.
d. Mempersiapkan perubahan sistem
peran dan peraturan (anggota)
keluarga untuk memenuhi
kebutuhan tumbuh-kembang

14
anggota keluarga.
6. Keluarga mulai melepas a. Memperluas jaringan keluarga dari
anak sebagai dewasa. keluarga inti menjadi keluarga
besar.
b. Mempertahankan keintiman
pasangan.
c. Membantu anak untuk mandiri
sebagai keluarga baru di
masyarakat.
d. Penataan kembali peran orang tua
dan kegiatan di rumah.
7. Keluarga usia pertengahan. a. Mempertahankan kesehatan
individu dan pasangan usia
pertengahan.
b. Mempertahankan hubungan yang
serasi dan memuaskan dengan anak-
anaknya dan sebaya.
c. Meningkatkan keakraban pasangan.
8. Keluarga usia tua a. Mempertahankan suasana
kehidupan rumah tangga yang
saling menyenangkan pasangannya.
b. Adaptasi dengan perubahan yang
akan terjadi: kehilangan pasangan,
kekuatan fisik, dan penghasilan
keluarga.
c. Mempertahankan keakraban
pasangan dan saling merawat.
d. Melakukan life review masa lalu.

15
C. Persepsi keluarga tentang kesehatan.
Persepsi ini untuk mempertahankan keadaan keluarga agar tetap
memiliki produktivitas yang tinggi kemampuan keluarga dalam
memberikan perawatan kesehatan mempengaruhi status kesehatan
keluarga. Bagi tenaga kesehatan yang profesional , persepsi tentang
kesehatan merupakanpertimbangan vital dalam pengkajian keluarga.
Untuk menempatkan dalam perspektif, persepsi ini merupakan
salah satu persepsi fungsi keluarga dalampemenuhan kebutuhan fisik
seperti makan, pakaian, tempat tinggal dan perawatan kesehatan, keluarga
menyedikan makanan, pakaian, perlindungan dan memelihara kesehatan.
Keluarga merawat anggota keluarga yan mengalami gangguan kesehatan.
Keluarga juga berperan penting untuk melaksanakan praktek
asuhan keperawatan , yaitu mencegah terjadinya gangguan kesehatan dan
atau merawat anggota keluarga yang sakit. Kemampuan kelurga dalam
memberikan asuhan keperawatan mempengaruhi status kesehatan
keluarga. Kesangupan keluarga melaksanakan pemeliharaan kesehatan
dapat dilihat dan tugas kesehatan keluarga yang dilaksanakan. Keluarga
yang dapat melaksanakan tugas kesehatan berarti sanggup menyelesaikan
masalah kesehatan. Perawat perlu memberikan intervensi pada keluarga
untuk membantu keluarga dalam peningkatan pemberdayaan peran
keluarga. Memberikan alasan mengapa keluarga menjadi penting, karena
keluarga sebagai sistem diatasnya. Keluarga sebagai suatu sistem, dimana
sistem keluarga merupakan bagian dari subsistem, perubahan pada salah
satu anggota kelurga akan mempengaruhi semua anggota keluarga,
mempelajari keluarga secara utuh lebih mudah dari pada mempelajari
masing-masing anggotanya.keluarga masih merupakan unit utaa dimana
pencegahan dan penobatan penyakit dilakukan. Masih sangat ditemukan
keterlibatan dan dukungan dalam keluarga dimana tnpa hal ini proses
rehabilitas akan susah dilakukan didalam kelurga.ketidakmampuan
kelurga mengenal masalah kesehatan, termasuk bagaimana persepsi
kelurga terhadap tingkat keparahan penyaki, pengertian, tanda dan gejala,
faktor penyebab dan persepsi kelurga terhadap masalah yang dialami

16
keluarga, keluarga merawat anggota keluarga anggota keluarga yang sakit,
seperti bagaimana keluarga mengetahui keadaan sakitnya, sifat dan
perkembangan perawatan yangdiperlukan, sumber-sumber yang ada dalam
keluarga serta sikap kelurga terhadap sakit.
Mengenal masalah kesehatan keluarga. Kesehatan merupakan
kebutuhan kelurga yang tidak boleh diabaikan karena tanpa kesehatan
segala sesuatu tidak akan berarti dan karena kesehatan lah kadang seluruh
kekuatan sumber daya dan keluarga habis, memutuskan tindakan kesehata
yang tepat bagikelurga, tugas ini merupakanupaya keluarga yang utama
untuk mencari pertolongan yang tepat sesuaiengan keadaan kelurg, dengan
pertimbangansiapa diantara kelurga yang mempunyai
kemampuanmemutuskan untuk menentukan tindakan keluarga. Merawat
kelurga yang dialami gangguan kesehatan. Seringkali kelurga telah
mengambil tindakan yang tepat dan benar, tetapi keluarga memiliki
keterbatasan yang telah diketahui oleh keluarga sendiri. (Sumijatu, 2005).
Beberapa hal persepsi keluarga mengenai kesehatan, yaitu :
1. Ketidaksanggupan keluarga mengenal masalah kesehatan keluarga,
disebabkan karena:
a. Kurang pengetahuan/ketidaktahuan fakta.
b. Rasa takut akibat masalah yang diketahui.
c. Sikap dan falsafah hidup.
2. Ketidaksanggupan keluarga mengambil keputusan dalam melakukan
tindakan yang tepat, karena:
a. Tidak memahami mengenai sifat,berat dan luasnya masalah.
b. Masalah kesehatan tidak begitu menonjol.
c. Keluarga tidak sanggup memecahkan masalah karena kurang
pengetahuan dan kurangnya sumber daya keluarga.
d. Tidak sanggup memilih tindakan diantara beberapa pilihan.
e. Ketidakcocokan pendapat dari anggota-anggota keluarga.
f. Tidak tahu tentang fasilitas kesehatan yang ada.
g. Takut dari akibat tindakan.
h. Sikap negatif terhadap masalah kesehatan.

17
i. Fasilitas kesehatan tidak terjangkau.
j. Kurang percaya terhadap petugas dan lembaga kesehatan.
k. Kesalahan informasi terhadap tindakan yang diharapkan.
3. Ketidakmampuan merawat anggota keluarga yang sakit, disebabkan
karena:
a. Tidak mengetahui keadaan penyakit, misalnya sifat, penyebab,
penyebaran, perjalanan penyakit, gejala dan perawatannya serta
pertumbuhan dan perkembangan anak.
b. Tidak mengetahui tentang perkembangan perawatan yang
diperlukan.
c. Kurang/tidak ada fasilitas yang diperlukan untuk perawatan.
d. Tidak seimbang sumber-sumber yang ada dalam keluarga,
misalnya keuangan, anggota keluarga yang bertanggung jawab,
fasilitas fisik untuk perawatan.
e. Sikap negatif terhadap penyakit.
f. Konflik individu dalam keluarga.
g. Sikap dan pandangan hidup.
h. Perilaku yang mementingkan diri sendiri.
4. Ketidaksanggupan memelihara lingkungan rumah yang dapat
mempengaruhi kesehatan dan perkembangan pribadi anggota
keluarga, disebabkan karena:
a. Sumber-sumber keluarga tidak cukup, diantaranya keuangan,
tanggung jawab/wewenang, keadaan fisik rumah yang tidak
memenuhi syarat.
b. Kurang dapat melihat keuntungan dan manfaat pemeliharaan
lingkungan rumah.
c. Ketidaktahuan pentingnya sanitasi lingkungan.
d. Konflik personal dengan keluarga.
e. Ketidaktahuan tentang usaha pencegahan penyakit.
f. Sikap dan pandangan hidup.

18
g. Ketidakompakan keluarga, karena sifat mementingkan diri sendiri,
tidak ada kesepakatan, acuh terhadap anggota keluarga yang
mempunyai masalah.
5. Ketidakmampuan menggunakan sumber dimasyarakat guna
memelihara kesehatan, disebabkan karena:
a. Tidak tahu bahwa fasilitas kesehatan itu ada.
b. Tidak memahami keuntungan yang diperoleh.
c. Kurang percaya terhadap petugas kesehatan dan lembaga
kesehatan.
d. Pengalaman yang kurang baik dari petugas kesehatan.
e. Rasa takut pada akibat dari tindakan.
f. Tidak terjangkau fasilitas yang diperlukan.
g. Tidak adanyafasilitas yang diperlukan.
h. Rasa asing dan tidak ada dukungan dari masyarakat.
i. Sikap dan falsafah hidup.
(Effendy, 2011)

19
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa tiap tahap
perkembangan berbeda satu sama lain. Namun pada perbedaan carter dan
dulvall yang ada ditabel pada dasaranya sama perbedaannya hanya pada
pembagian di usia. Teori carter hanya menyebutkan anak usia bayi sampai
lansia tidak spesifik menyebutkan usianya. Sedangkan dalam teroi dulvall
lebih spesifik dalam pembagian usianya. Dari mulai bayi usia 30bulan
sampai 20 tahun hingga individu dapat bebas dari keluarganya.
Pada tugas tiap individu setiap tahap perkembangan yang paling
berperan dalam hal ini adalah orangtua. Dalam uraian diatas yang ada pada
tabel lebih banyak dijelaskan tentang bagaimana orangtua, suami-istri
dalam membimbing, mengawasi anaknya sampai mampu melepas
anaknya. Setelah itu peran orang tua usia pertengahan sampai usia lanjut
lebih ditekankan untuk mempertahankan suasana dalam rumah tangga,
dalam hal ini anak juga turut serta dalam menciptakan suasana yang stabil
didalam keluarga karena anak sudah mengerti arti keluarga dan perannya.
Keluarga juga berperan penting untuk melaksanakan praktek asuhan
keperawatan , yaitu mencegah terjadinya gangguan kesehatan dan atau
merawat anggota keluarga yang sakit. Kemampuan kelurga dalam
memberikan asuhan keperawatan mempengaruhi status kesehatan
keluarga. Kesangupan keluarga melaksanakan pemeliharaan kesehatan
dapat dilihat dan tugas kesehatan keluarga yang dilaksanakan. Keluarga
yang dapat melaksanakan tugas kesehatan berarti sanggup menyelesaikan
masalah kesehatan. Perawat perlu memberikan intervensi pada keluarga
untuk membantu keluarga dalam peningkatan pemberdayaan peran
keluarga. Memberikan alasan mengapa keluarga menjadi penting, karena
keluarga sebagai sistem diatasnya.

20
B. Saran
Terima kasih atas partisipasi anggota kelompok yang telah
bekerjasama untuk menyelesaikan masalah ini. Makalah ini memang
belum sempurna ataupun belum sesuai dengan format penulisan makalah
terbaru tahun 2017. Pemilihan diksi yang belum tepat juga menjadi salah
satu masalah dari pembuatan makalah ini. Untuk itu kami mohon kepada
pembaca ataupun dosen pembimbing untuk memberikan masukan dan
kritikan tentang tulisan kami ini. Saran dan masukan yang anda berikan
akan menjadi acuan kami untuk menyusun makalah selanjutnya. Terima
kasih.

21
DAFTAR PUSTAKA
Ali, Z. (2009). Pengantar Keperawatan Keluarga. Jakarta: EGC.
Effendy, N. (2011). Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Jakarta:
EGC

Harnilawati. (2013). Konsep dan Proses Keperawatan Keluarga. Sulawesi


Selatan: Pustaka As Salam.

Sumijatu, d. (2005). Konsep Keperawatan Komunitas. Jakarta: EGC.

Suprajitno. (2004). Asuhan Keperawatan Keluarga : Aplikasi dalan Praktik.


Jakarta: EGC.

22