Anda di halaman 1dari 13

LAMPIRAN PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT ISLAM NAMIRA

NOMOR : /PER/RSIN/I0/2015
TANGGAL : 13 OKTOBER 2014

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Organisasi merupakan kesatuan dari kelompok yang bekerjasama untuk menggerakkan


aktifitas untuk mencapai tujuan . Peran orgasnisasi dalam pelayanan sangat penting karena
membutuhkan kordinasi yang baik dari anggota untuk mencapai tujuan organisasi.

Penyusunan pengorganisasian di RSI Namira menggunakan sistem organisasi lintas


fungsional agar tujuan pelayanan kepada pasien dapat dilakukan secara tepat, cepat
terintegrasi, holistik, dan tidak terkotak kotak dalam hal birokrasi.

Intensive Care Unit (ICU) adalah suatu bagian dari rumah sakit yang mandiri (instalasi
dibawah Manager Pelayanan), dengan staf yang khusus dan perlengkapan yang khusus
yang ditujukan untuk observasi, perawatan dan terapi pasien-pasien yang menderita
penyakit, cidera atau penyulit-penyulit yang mengancam nyawa atau potensial mengancam
nyawa dengan prognosis dubia. ICU RSI Namira menyediakan kemampuan dan sarana,
prasarana serta peralatan khusus untuk menunjang fungsi-fungsi vital dengan
menggunakan keterampilan staf medik, perawat dan staf lain yang berpengalaman dalam
pengelolaan keadaan-keadaan tersebut. Untuk itu pedoman organisasi ini disusun untuk
mewujudkan pelayanan yang profesional dan berkualitas.

B. TUJUAN
1. Pelayanan kepada pasien dapat dilakukan secara cepat, tepat, terintegrasi dan holistik
2. Permasalahan yang timbul dapat segera diantisipasi dan diatasi
3. Agar karyawan dapat mengembangkan kemampuannya danmenyeleseikan tugas dan
permasalahan pelayanan secara mandiri
4. Agar pasien dapat memperoleh pelayanan yang lebih bermutu dan sesuai dengan
harapan

BAB II
GAMBARAN UMUM RS

RSI Namira pada awalnya berupa klinik spesialis yang mulai beroperasi pada 11 Mei 2008. berdiri pada b
tahun 1970 sebagai
BAB III

VISI, MISI DAN VALUE

1. VISI

Rumah Sakit pilihan masyarakat Lombok Timur dan sekitarnya

2. MISI
a. menciptakan tata kelola rumah sakit yang baik melalui penataan dan perbaikan
manajemen yang berkualitas, profesional serta akuntabel
b. menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang dapat memenuhi kebutuhan dan
keinginan masyarakat melalui pengembangan sistem pelayanan yang terintegrasi
dan komprehensif
c. meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan tenaga yang
terlatih dan terdidik secara profesional.

3. TUJUAN STRATEGI
a. meningkatkan kualitas manajemen dan profesionalisme untuk mewujudkan
kemandirian rumah sakit
b. meningkatkan kualitas pelayanan dalam rangka mencapai standar rumah sakit
terakreditasi paripurna
c. mengembangkan produk pelayanan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat
akan pelayanan kesehatan

4. VALUE

Respect

Safety

Islamik

Nyaman
BAB IV

STRUKTUR ORGANISASI
BAB V

STRUKTUR ORGANISASI INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

MANAJER
PELAYANAN

KEPALA
INSTALASI

PENANGGUNGJAWAB

KA TIM A KA TIM B

KA SHIFT KA SHIFT

PELAKSANA PELAKSANA PELAKSANA PELAKSANA


BAB VI

URAIAN JABATAN

Uraian Tugas dan Wewenang

A. Kepala Instalasi Intensive Care Unit (ICU)


1. Nama Jabatan : Kepala Instalasi ICU
2. Nama Atasan Langsung : Manager Pelayanan
3. Nama Bawahan Langsung : Penanggung Jawab ICU
4. Tugas Dan Tanggung Jawab :
a. Merencanakan program kerja Instalasi ICU
b. Melakukan koordinasi lintas program dalam melaksanakan program di ICU
c. Melakukan koordinasi lintas sector pelaksanaan program di Instalasi ICU
d. Mengarahkan pelaksanan program di ICU
e. Membagi tugas kepada bawahan dalam melaksanakan program pelayanan di
Instalasi ICU
f. Mengendalikan pelaksanaan program di ICU
g. Mengevaluasi pelaksanaan program di ICU
h. Menyusun laporan bidang pengembangan berdasarkan obyektifitas hasil kerja yang
telah dicapai sebagai pertanggung jawaban pelaksanaan tugas
i. Melaksanakan dan memonitoring kegiatan tindak lanjut dan hasil evaluasi kerja di
Instalasi Intensive Care
j. Mengambil langkah-langkah yang perlu dan menyelesaikan urusan yang berkaitan
dengan pelayanan ICU baik yang berada dlgaris koordinasi maupun yang ada di
unit lain
k. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh direktur
l. Penentuan unit cost tindakan di ICU
m. Perencanaan anggaran tahunan ICU
n. Pengelolaan program safety pasien

5. Wewenang
a. Memberi masukan kepada Direktur Pelayanan
b. Mengarahkan, membimbing dan menegur Penanggung Jawab di lingkungan ICU
c. Memberi penilaian DP3 Penanggung Jawab ICU
d. Menolak hasil kinerja Penanggung Jawab ICU yang tidak sesuai dengan ketentuan
e. Meminta kelengkapan data dan informasi dari unit terkait
f. Merekomendasikan izin dan cuti Penanggung Jawab

6. Hubungan Kerja
a. Penanggung Jawab ICU
b. Dokter (umum, spesialis )
c. Farmasi
d. Pengadaan
e. IPSRS
f. House keeping
g. IGD
h. Rawat Inap
i. Instalasi Gizi
j. SDI
k. Laboratorium
l. Radiologi

B.Penanggung Jawab Intensive Care Unit

1. Nama Jabatan : Penanggung Jawab ICU


2. Nama Atasan Langsung : Kepala Instalasi ICU
3. Nama Bawahan Langsung : Perawat Pelaksana dan Pekarya
4. Tugas Pokok :

Membantu Kepala Instalasi dalam merencanakan, mengarahkan, mengkoordinasi,


mengendalikan, mengevaluasi pelaksanaan program-program di ICU

5. Tugas Dan Tanggung Jawab :


a. Merencanakan program-program kerja ICU
b. Melakukan koordinasi lintas program dalam pelaksanaan program-program di ICU
c. Melakukan koordinasi lintas sektor pelaksanaan program-program di ICU
d. Mengarahkan pelaksanaan program di ICU
e. Membagi tugas kepada bawahan dalam pelaksanaan program pelayanan di ICU
f. Mengendalikan pelaksanaan program di ICU
g. Mengevaluasi pelaksanaan program ICU
h. Menyusun laporan bidang pengembangan berdasarkan obyektivitas hasil kerja yang
telah dicapai sebagai pertanggung jawaban pelaksanaan tugas
i. Melaksanakan dan memonitor kegiatan tindak lanjut dari hasil evaluasi kinerja di ICU
j. Mengambil langkah-langkah yang perlu dan menyelesai kan urusan yang berkaitan
dengan pelayanan ICU, baik yang berada dalam garis koordinasi maupun yang ada
di unit lain.
k. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ka Instalasi ICU

6. Wewenang
a. Memberikan masukan kepada Kepala Instalasi ICU
b. Mengarahkan, membimbing dan menegur pelaksana di lingkungan ICU
c. Memberikan penilaian DP3 Penanggung Jawab di ICU
d. Menolak hasil kerja Penanggung Jawab di ICU yang tidak sesuai dengan ketentuan
e. Meminta kelengkapan data dan informasi dari unit kerja terkait
f. Merekomendasi ijin dan atau menyetujui cuti pelaksana

7. Hubungan Kerja
a. Kepala Instalasi ICU : konsultasi dan koordinasi pelayanan ICU
b. Manager penunjang : konsultasi dan koordinasi pelayanan ICU
c. Dokter :kolaborasi dalam memberikan pelayanan penunjang
d. Farmasi : koordinasi untuk penyediaan obat dan alkes
e. Pengadaan : koordinasi untuk penyediaan alat medis dan non medis
f. IPSRS : koordinasi untuk perbaikan dan pemeliharaanalat medis dan non medis
secara berkala
g. House keeping : koordinasi untuk kebersihan dan penanganan sampah
h. Laundry : koordinasi untuk penyediaan alat/linen
i. Pendaftaran : bekerjasama dalam proses administrasi pasien
j. Instalasi Gizi : koordinasi untuk mendapatkan pelayanan kesejahteraan karyawan
k. SDI : koordinasi untuk mendapatkan informasi terkait dengan ketenagaan
l. Keperawatan : koordinasi untuk pelayanan ICU

C.Ketua Tim

1. Nama Jabatan : Ketua Tim


2. Nama Atasan Langsung : Penanggung Jawab
3. Tanggung Jawab :
a. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan asehan keperawatan di shif kerjanya
b. Bertanggung Jawab terhadap pelaksanaan SPO yang berlaku
c. Kebenaran dan ketepatan administrasi
4. Tugas :
a. Memberikan pelayanan secara langsung pada setiap pelaksanaan rencana
keperawatan dan medis
b. Bertanggung Jawab terhadap pelaksanaan askep di timnya
c. Menbantu kepala ruang dalam pengawasan pemberian asuhan keperawatan oleh
perawat pelaksana
d. Melakukan supervisi kepada anggota tim dalam pelaksanaan askep dan spo
e. Menjaga hubungan yang harmonis antar perawat dengan perawat, perawat dengan
dokter dan etugas kesehatan yang lain
f. Dapat menjadi decision maker dalam setiap permasalahan yang di hadapi oleh
angota tim
g. Melaksanakan serah terima antara tanggung jawab dari tim lain
h. Menghadiri pertemuan ilmiah untuk meningkatkan pengetahuan dan karier
i. Membina hubungan yang baik dengan keluarga pasien dan pasien
j. Ikut mebimbing anggota tim dan mahasiswa praktek
k. Melaksanakan dinas sesuai dengan jadwal yang telah di buat oleh penanggung
jawab

D.Ketua Shift

1. Nama Jabatan : Ketua SHIFT


2. Nama Atasan Langsung : Penanggung Jawab ICU
3. Tugas Dan Tanggung Jawab :
a. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan asehan keperawatan di shif kerjanya
b. Bertanggung Jawab terhadap pelaksanaan SPO yang berlaku
c. Kebenaran dan ketepatan administrasi
4. Tugas :
a. Memberikan pelayanan secara langsung pada setiap pelaksanaan rencana
keperawatan dan medis
b. Bertanggung Jawab terhadap pelaksanaan askep di timnya
c. Menbantu kepala ruang dalam pengawasan pemberian asuhan keperawatan oleh
perawat pelaksana
d. Melakukan supervisi kepada anggota tim dalam pelaksanaan askep dan spo
e. Menjaga hubungan yang harmonis antar perawat dengan perawat, perawat dengan
dokter dan etugas kesehatan yang lain
f. Dapat menjadi decision maker dalam setiap permasalahan yang di hadapi oleh
angota tim
g. Melaksanakan serah terima antara tanggung jawab dari tim lain
h. Menghadiri pertemuan ilmiah untuk meningkatkan pengetahuan dan karier
i. Membina hubungan yang baik dengan keluarga pasien dan pasien
j. Ikut mebimbing anggota tim dan mahasiswa praktek
k. Melaksanakan dinas sesuai dengan jadwal yang telah di buat oleh penanggung
jawab

5. PELAKSANA
1. Nama Atasan Langsung : Penanggung Jawab ICU
2. Tugas
a. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan asehan keperawatan di shif kerjanya
b. Bertanggung Jawab terhadap pelaksanaan SPO yang berlaku
c. Kebenaran dan ketepatan administrasi
d. Mengikuti serah terima oleh ketua tim dan ketua shift
e. Melaksanakan rencana keperawatan yang telah di susun sesuai pioritas
f. Melakukan kerjasama dan berkonsultasi kepada penanggung jawab ataupun katim
g. Membina hubungan yang baik dengan pasien dan keluarga
h. Memberikan bimbingan kepada sesama anggota pelaksana dalam hal asuhan
keperawatan
i. Melaksanakan tanggung jawab yang telah didelegasikan oleh ka shift
j. Menghadiri rapat dan pertemuan untuk peningkatan mutu keperawatan dan
pelayanan
k. Melaksanakan tugas yang diberikan oleh atasan dalam hal yang berkaitan dengan
pelaksanaan askep dan peningkatana pelayanan

BAB VII

TATA HUBUNGAN KERJA


Tata kerja menggambarkan sistem aliran kegiatan dalam organisasi dalam hal ini ICU
berfungsi. Agar fungsi ICU tersebut produktif, maka perlu diterapkan beberapa prinsip, proses,
deskripsi pekerjaan dan alur pekerjaan. Berikut tata hubungan kerja ICU:

BAB VIII

POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL

A.Intensivist

RSI Sultan Agung telah memiliki tenaga intensivist sebayak 2 (dua) orang, yang telah sesuai
dengan kualifikasi standar dari Depkes.

B.Perawat

Penghitungan kebutuhan tenaga perawat di ICU RSI menggunakan penghitungan depkes yaitu
Penetapan jumlah dan kualifikasi tenaga keperawatandi unit perawatan intensif
direkomendasikan formulasi ketenagaan sebagai berikut :

Keterangan :

A = Jumlah shift perhari

B = Jumlah tempat tidur di unit

C = Jumlah hari di unit yang dipakai dalam satu minggu

D = Jumlah pasien yang menginap

E = Tenaga tambahan untuk libur, sakit (dalam %) biasanya 20-25%

F = Jumlah pasien yang dibantu oleh seorang perawat(rasio pasien:perawat)

G = Jumlah hari dari setiap perawat yang bekerja dalam satu minggu. Rasio perawat: pasien
tergantung kompleksitas kondisi pasien (1:1,1:2, 1:3 atau 2:1)

(sumber: management of intensive care, guidance for better use of resources, 2000)

Kompetensi Perawat Intensif

Untuk dapat memberikan pelayanan sesuai dengan kompleksitas pasien di ICU maka
dibutuhkan perawat yang memiliki kompetensi klinis ICU Kompetensi minimal/dasar dan
khusus/lanjut dapat dilihat:

KOMPETENSI DASAR MINIMAL KOMPETENSI KHUSUS/LANJUT


1. Memahami konsep keperawatan intensif 1. Seluruh kompetensi dasar no. 1 s/d 23
2. Memahami issue etik dan hukum pada 2. Mengelola pasien yang menggunakan
perawatan intensif ventilasi mekanik
3. Mempergunakan keterampilan komunikasi 3. Mempersiapkan pemasangan kateter arteri
yang efektif untuk mencapai asuhan yang 4. Mempersiapkan pemasangan kateter vena
optimal sentral
4. Melakukan pengkajian dan menganalisa 5. Mempersiapkan pemasangan kateter arteri
data yang didapat khususnya mengenai: pulmonal
henti nafas dan jantung, status 6. Melakukan pengukuran curah jantung
pernafasan, gangguan irama jantung, 7. Melakukan pengukuran tekanan vena
status hemodinamik pasien dan status sentral
kesadaran pasien 8. Melakukan persiapan pemasangan Intra
5. Mempertahankan bersihkan jalan nafas Aortic Baloon Pump (IABP)
pada pasien yang terpasang Endo 9. Melakukan pengelolaan asuhan
Tracheal Tube (ETT) keperawatan pasien yang terpasang IABP
6. Mempertahankan potensi jalan nafas 10. Melakukan persiapan pemasangan alat
dengan menggunakan ETT hemodialisis, hemotitrasi (Continous
7. Melakukan fisoterapi dada Arterial Venous Hemofiltration [CAVH]/
8. Memberikan terapi inhalasi Continous Venous Venous Hemofiltration
9. Mengukur saturasi oksigen dengan [CVVH])
menggunakan pulse oximetri 11. Melakukan pengelolaan pengukuran
10. Memberikan terapi oksigen dengan tekanan intra cranial
berbagai metode 12. Melakukan pengelolaan pasien yang
11. Melakukan monitoring hemodinamik non terpasang kateter invasive (Arteri line, Cup
invasive line, kateter Swan Ganz)
12. Memberikan BLS (basic life support) dan 13. Melakukan pengelolaan pasien yang
ALS (advanced life support) menggunakan terapi trombolitik
13. Melakukan perekaman elektro kardiogram 14. Melakukan pengukuran
(EKG) PETCO2(Konsentrasi CO2pada akhir
14. Melakukan interpretasi hasil rekaman ekspirasi)
elektro kardiogram (EKG 15.
a. Gangguan Sistem Konduksi
b. Gangguan Irama
c. Pasien dengan gangguan miocard
(iskemik, injury, dan infark)
15. Melakukan pengambilan contoh darah
untuk pemeriksaan analisa gas darah
(AGD)
16. Melakukan interpretasi hasil pemeriksaan
AGD
17. Melakukan pengambilan terhadap hasil
analisa untuk pemeriksaan elektrolit
18. Mengetahui koreksi terhadap hasil analisa
gas darah yang tidak normal
19. Melakukan interpretasi hasil photo torax
vena sentral
20. 20.Melakukan persiapan pemasangan
Water Seal Drainage (WSD)
21. Mempersiapkan pemberian terapi melalui
syringe pump dan infuse pump
22. Melakukan pengelolaan pasien dengan
nutrisi parenteral
23. Melakukan pengelolaan pasien dengan
terapi cairan intra vena
24. Melakukan pengelolaan pasien dengan
sindroma koroner akut
25. Melakukan penanggulangan infeksi
nosokomial di ICU.

Kompetensi tersebut diatas dapat diapklikasikan tergantung pada masalah pasien yang
dihadapi

C.Dokter Umum

Dokter Umun yang bertugas sebagai dokter jaga ICU sudah memiliki pelatihan ACLS dan
FCCA dan mempunyai skill yang baik dalam tindakan resusitasi.

BAB IX

KEGIATAN ORIENTASI

A. Pendahuluan

Kegiatan orientasi Instalasi ICU di RS Namira dilaksanakan oleh bagian ICU. Dalam
pelaksanaan kegiatannya melibatkan bagian lain yang tidak lepas dalam satu sistem pelayanan
Instalasi ICU.

Program orientasi diperlukan agar pegawai baru di Instalasi ICU dapat bekerja dengan baik,
sesuai ketentuan dan prosedur yang ada, sehingga kegiatan dalam pelayanan dapat berjalan
dengan baik.

B. Tujuan
A. Umum

Memberikan petunjuk pada karyawan Instalasi ICU baru yang bertugas di ICU dalam
mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan.

B. Khusus
a. Dokter
 Adaptasi
 Inventarisasi permasalahan
 Menyusun alternatif solusi
b. Analis

C. Materi
A. Pengetahuan Umum Rumah Sakit
a. Sejarah Rumah Sakit dan Yayasan
b. Visi dan Misi RSI Namira
c. Budaya kerja RSI Namira
d. Organisasi dan staffing RSI Namira
e. Akreditasi RSI Namira
f. Sarana dan Prasarana RSI Namira
g. Wajib Simpan Rahasia RSI Namira
h. Peraturan Kepegawaian RSI Namira
i. Pengenalan Lingkungan RSI Namira

B. Pengetahuan Khusus
a. Struktur Organisasi, Visi dan Misi ICU
b. Lingkungan Kerja ICU
c. Uraian Tugas pelaksana ICU
d. Prosedur, Instruksi Kerja, Alur Kerja ICU
e. Prosedur pemeriksaan pasien ICU
f. Administrasi ICU

C. Keterampilan
a. Meningkatkan keterampilan dalam memotivasi pasien
b. Meningkatkan keterampilan dalam manajemen instalasi ICU
c. Meningkatkan keterampilan dalam memberikan pelayanan (Customer Service)

D. Metode
a. Tatap muka, yaitu menerima materi
b. Magang, yaitu orientasi kerja pegawai baru di unit-unit kerja bagian ICU

BAB X

PERTEMUAN RAPAT

A. Pendahuluan

Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Instalasi ICU, perlu adanya forum komunikasi
untuk melakukan koordinasi terhadap program-program yang telah direncanakan. Salah
satu bentuk media komunikasi tersebut adalah rapat.

Pertemuan komunikasi dalam bentuk rapat yang dilakukan secara berjenjang mulai dari top
manajemen ICU sampai dengan pelaksana yang dilakukan secara formal maupun informal
baik yang terencana sesuai jadwal maupun yang tidak direncana atau rapat cito sesuai
kebutuhan. Untuk itu penyelenggaranya perlu diatur dalam suatu pedoman rapat ICU di RSI
Namira

B. Tujuan

Adapun yang menjadi tujuan pelaksanaan pertemuan/rapat :

1. Untuk memecahkan/mencari jalan keluar suatu masalah


2. Untuk menyampaikan informasi, perintah/pernyataan
3. Sebagai alat koordinasi antar intern atau antar ekstern
4. Agar peserta rapat dapat ikut berpartisipasi kepada masalah-masalah yang sedang
terjadi
5. Mempersiapkan suatu acara atau kegiatan
6. Menampung semua permasalahan dari arus bawah (para peserta rapat)
7. Mendengarkan keluhan pasien

C. Kriteria Rapat
1. Membicarakan suatu masalah yang berkaitan dengan tujuan organisasi,
perusahaan, instansi pemerintah, dan lain-lain yang harus dirundingkan/didiskusikan
secara musyawarah
2. Pada saat rapat seluruh peserta harus berperan aktif
3. Setiap pembicaraan ketika rapat harus bersifat terbuka (tidak ada yang
disembunyikan serta prasangka)
4. Adanya unsur-unsur rapat seperti memimpin, notulen,moderator, peserta rapat,
masalah yang dibahas
5. 5.Presentasi secara perwakilan peserta rapat

D. Sifat Rapat Sesuai Dengan Frekuensinya


1. Rapat rutin dilaksanakan tiap bulan sekali di instalasi ICU
2. Rapat insidentil yang sifatnya urgent harus dilaksanakan hari itu juga segera

Adapun form pencatatan pelaksanaan rapat di instalasi ICU adalah sebagai berikut :

1. Notulen rapat
2. Daftar had