Anda di halaman 1dari 2

Hasil Wawancara

Penyusunan Bahan Materi Standar Operasional Prosedur Pelaksanaan Pemantauan


dan Evaluasi Tertib Penyelenggaraan Jasa Konstruksi Di Direktorat Bina
Penyelenggaraan Jasa Konstruksi
Hari/Tanggal : Jumat, 9 Agustus 2019
Narasumber : Vita Puspitasari

Pokok Bahasan :
Metode Kerja Pemantauan dan Evaluasi Tertib Penyelenggaraan Jasa Konstruksi

Hal yang dilakukan pada saat akan melakukan pemantauan dan evaluasi adalah dengan
menetapkan target sasaran pemantauan evaluasi terlebih dahulu, yaitu Satuan Kerja. Tim harus
dapat memprediksi kapan waktu kerja satker-satker tersebut. Kontrak satker paling lambat bulan
Juni 2019, dibulan-bulan sebelumnya masih dalam waktu tender atau lelang. Dari mulai bulan
Januari hingga Februari tim pelaksana melakukan tahap koordinasi dengan unit organisasi ABCP
terkait satker mana saja yang sudah melakukan pelelangan, paket pekerjaan mana saja yang bisa
dikunjungi.

Setelah melakukan koordinasi dengan unor, tahap selanjutnya adalah melakukan Sosialisasi
Pengisian SPIM kepada satker-satker yang sudah terpilih untuk di jadikan target PE. Pelaksanaan
sosialisasi ini dilakukan setelah satker sudah melaksanakan 10% pekerjaan, yang diprediksi adalah
bulan Agustus. Prediksi ini berdasarkan dari waktu mulai kontrak pada bulan Juni, 10%
pelaksanaan dapat dilakukan kurang lebih dalam jangka waktu 2 bulan.

Setelah sosialisasi kemudian dilaksanakan Pengisian Daftar SIMAK. Tahapan ini


dilaksanakan berbarengan dengan tahap sosialisasi. Pelaksanaan dari Sosialisasi ini dibarengi
dengan pengisian daftar simak dan pengunggahan bukti kerja di aplikasi SPIM. Pelaksanaan acara
ini dilakukan di satu tahapan peneyelenggaraan yang terbagi menjadi tiga regional yaitu, Barat,
Tengah dan Timur. Terdapat 58 pertanyaan daftar SIMAK yang harus di isi oleh satker beserta
bukti kerjanya.

Kemudian tahapan selanjutnya adalah melakukan Validasi Data, untuk mengecek kebenaran
data yang sudah di isi oleh satker. Validasi data ini dilakukan sehari setelah melakukan sosialisasi
dan pengisian daftar SIMAK di hari sebelumnya. Pengisian daftar simak ini terdiri dari 69
pertanyaan umum dan 36 pertanyaan kondisional, apakah pertanyaan tersebut dijawab dengan
tepat oleh para satker. Setelah itu dilakukan monitoring terhadap satker-satker dalam spare waktu
selama 2 minggu, kemudian didapatkan hasil satker mana saja yang sudah tepat dan yang tidak
tepat melakukan pengisian daftar simak dan mengunggah bukti kerja.
Satker yang belum tepat melakukan pengisian daftar simak dan mengunggah bukti kerja
kemudian didampingi oleh tim pelaksana untuk melakukan pengisian. Pendampingan dilakukan
dengan cara mendampingi ke kantor atau site visit. Pendampingan dilakukan dalam jangka watu
satu bulan dari 1 September hingga 1 Oktober. Pendampingan ini dilakukan dengan bantuan balai
jasa konstruksi wilayah, yaitu BJKW I, BJKW II, BJKW III, BJKW IV, BJKW V, BJKW VI,
BJKW VII.

Tahap selanjutnya setelah melakukan pendampingan adalah melakukan Analisa dan


Pengolahan Data. Hasil dari pengolahan data adalah profil dari 86 satker yang menjadi target PE.
Output akhirnya adalah profil berupa tertib Peneyelenggaraan Jasa Konstruksi tiap Satker.