Anda di halaman 1dari 32

BAB 1

TINJAUAN TEORI

Dalam hal ini akan dijelaskan tentang Konsep Gastritis dan Asuhan
Keperawatan Pasien dengan Gastritis.
1.1 Konsep Gastritis
1.1.1 Definisi
Gastritis adalah suatu proses inflamasi pada lapisan mukosa dan sub mukosa
lambung (Mizieviez).
1.1.2 Etiologi
1. Gastritis Akut
Merupakan inflamasi akut dari dinding lambung, biasanya terbatas pada
mukosanya saja.
a. Gastritis eksogen akut, Disebabkan faktor dari luar yang terdiri dari
beberapa bagian:
1) Gastritis eksogen akut yang simple, disebabkan oleh :
a) Makanan dan minuman panas yang dapat merusak mukosa
lambung, seperti : rempah-rempah, alcohol dan sebagainya.
b) Obat-obatan, seperti : digitalis, iodium, SF, kortison, dsb.
2) Gastritis akut korosiva, disebabkan oleh:
a) Obat-obatan, seperti : Analgetik, Anti inflamasi, antibiotik dsb.
b) Bahan kimia dan minuman yang bersifat korosif, bahan alkali
yang kuat, seperti : soda, kaustik, (non-hydroxide) korosif
sublimat.
b. Gastritis endogen akut, disebabkan kelainan dalam tubuh yang terdiri
dalam beberapa bagian :
1) Gastritis infektiosa akut, disebabkan oleh toxin atau bakteri yang
beredar dalam darah dan masuk ke jantung, misalnya morbili,
dipteri , variola dsb.
2) Gastritis egmonos akut, disebabkan oleh invasi langsung dari bakteri
pirogen pada dinding lambung, seperti streptococcus, stpilacoccus
dsb.
2. Gastritis Kronis.
Merupakan suatu inflamasi kronik yang terjadi pada waktu lama pada
permukaan mukosa lambung, penyebabnya belum diketahui secara
langsung, namun diduga disebabkan oleh :
a. Bakteri, infeksi stapilococcus (akute) mungkin pada akhirnya akan
menjadi kronis.
b. Infeksi lokal, infeksi pada sinus, gigi dan post nasal dapat
menimbulkan gastritis.
c. Alkohol dapat menyebabkan kelainan pada mukosa lambung.
d. Faktor psikologis (stress/anxietas) dapat menimbulkan hipersekresi
asam lambung.

1
1.1.3 Manifestasi Klinis
1. Gastritis Akut.
a. Gastritis Akut Eksogen Simple :
1) Nyeri epigastrik mendadak.
2) Nausea yang disusul dengan vomitus.
3) Saat serangan pasien berkeringat, gelisah, sakit perut, dan kadang
disertai panas serta tachicardi.
4) Biasanya dalam 1-2 hari sembuh kembali.
b. Gastritis Akut Eksogen Korosiva :
1) Pasien kolaps dengan kulit yang dingin.
2) Tachicardi dan sianosis.
3) Perasaan seperti terbakar pada epigastrium.
4) Nyeri hebat / kolik.
c. Gast ritis Infeksiosa Akut :
1) Anoreksia
2) Perasaan tertekan pada epigastrium.
3) Vumitus.
4) Hematemisis.
d. Gastritis Hegmonos Akut :
1) Nyeri hebat mendadak di epigastrium.
2) Nausia.
3) Rasa tegang pada epigastrium.
4) Vomitus.
5) Panas tinggi dan lemas
6) Tachipneu.
7) Lidah kering sedikit ekterik.
8) Tachicardi
9) Sianosis pada ektremitas.
10) Diare.
11) Abdomen lembek.
12) Leukositosis
2. Gastritis Kronis Terdiri dari :

a. Gastritis Superfisialis.
1) Rasa tertekan yang samar pada epigastrium.

2) Penurunan BB.

3) Kembung / rasa penuh pada epigastrium.

4) Nousea.

5) Rasa perih sebelm dan sesudah makan.

6) Terasa pusing.

7) Vumitus.

b. Gastritis Atropikan.

2
1) Rasa tertekan pada epigastrium.

2) Anorexia.

3) Rasa penuh pada perut.

4) Nousea.

5) Keluar angin pada mulut.

6) Vumitus.

7) Mudah tersinggung.

8) Gelisah.

9) Mulut dan tenggorokan terasa kering.

c. Gastritis Hypertropik Kronik

1) Nyeri pada epigastrium yang tidak selalu berkurang setelah minum


susu.

2) Nyeri biasanya timbul pada malam hari.

3) Kadang disertai melena.

1.1.4 Pemeriksaan Penunjang


1) Endoskopi
2) Biopsi mukosa lambung
3) Analisa cairan lambung
4) Pemeriksaan barium
5) Radiologi abdomen
6) Kadar Hb, Ht, Pepsinogen darah
7) Feces bila melena
1.1.5 Komplikasi
1. Gastritis Akut.
a. Perdarahan saluran cerna atas, hingga anemia dan kematian.
b. Ulkus pada lambung.
c. Perforasi lambung.
2. Gastritis Kronis.
a. Gangguan penyerapan Vitamin B12 karena atropi lambung dan akan
terjadi anemia pernisiosa.
b. Gangguan penyerapan zat besi.
c. Penyempitan daearah fillorus.
d. Kanker lambung.

3
1.1.6 Patofisiologi

Peningkatan hormon kortisol


(stress)

Saluran pencernaan

Gangguan difusi pada mukosa lambung dan


peningkatan sekresi asam lambung

Nyeri ulu hati Gangguan rasa Spasme lambung


nyaman nyeri meningkat

Gangguan sphingter
esofagus

Mual, muntah,
anorexia

Nutrisi kurang dari


kebutuhan tubuh

1.1.7 Penatalaksanaan
2. Gastritis Akut
a. Gastritis Eksogen Akut Simple.
Fase akut
2) istirahat total 1-2 hari.
3) Hari I sebaiknya jangan diberikan makan, setelah mual dan muntah
berkurang, coba berikan teh hangat dan air minum.
4) Hari kedua berikan susu hangat, benintton dengan garam terutama
setelah banyak muntah.
5) Hari ketiga boleh makan bubur dan bisa makan lembek lainnya.
6) Kolaborasi medik :
- Pemberian cairan.
- Antiemetik untuk mengurangi muntah ~ Sotatik.
- Anti spasmodik untuk memperbaiki spasme otot.
b. Gastritis Infektiosa Akut.
1) Pengaturan diet.
2) Beri makanan lembek dan tidak merangsang mual dan muntah.
3) Kolaborasi medik :

4
- Pemberian antibiotik untuk penanganan faktor penyebab.
- Pemberian anti spasmodik.
c. Gastritis Hegmonos Akut.
1) Pengaturan diet.
2) Pada abses lokal perlu dilakukan drainase.
3) Pada pasien dengan hegmonos dispus perlu gastriktomy.
4) Kolaborasi medik :
Antibiotik untuk penanganan faktor penyebab.
2. Gastritis Kronis.
a. Gastritis Superfisialis.
1) Istirahat yang cukup.
2) Pemberian makanan yang cair utuk penderita yang mengalami
erosi dan perdarahan sedikit.
3) Makanan lembek untuk yang tidak terjadi perdarahan.
4) Kolaborasi medik :
Pemberian anti spasmodic.
b. Gastritis Atropikan.
1) Setelah makan sebaiknya istirahat untuk mencegah terjadinya
nausea dan vumitus.
2) Beri makanan lembek dan porsi kecil tapi sering.
3) Kolaborasi medik :
- Pemberian anti spasmodik.
- Beri ekstrak hati, Vit. B12, dan zat besi.
c. Gastritis Hypertropikan.
1) Istirahat yang cukup.
2) Hindari merokok.
3) Beri makanan cair dan lembek.
4) Kolaborasi medik :
- Anti spasmodik.
- Anti perdarahan.
1.2 Tinjauan Asuhan Keperawatan
1.2.1 Pengkajian
1) Aktivitas dan Istirahat
Gejala : Kelemahan/ kelelahan.
Tanda : Takhikardi, takipnoe, ( hiperventilasi ).
2) Sirkulasi
Gejala : Hipotensi.
1. Takhikardi, Disritmia.
2. Kelemahan nadi / perifer
3. Pengisiankapiler lambat.
4. Warna kulit pucat, sianosis.
5. Kelembaban kulit, berkeringat.
3) Integritas Ego
Gejala : Faktor stress akut / psikologi : Perasaan tidak berdaya.
Tanda : Tanda ansietas, misalnya ; pucat, gelisah, berkeringat. Perhatian
menyempit.
4) Eliminasi
Gejala : Perubahan pola defekasi / karakteristik feces.
Tanda : Nyeri tekan abdomen, Distensi abdomen, Peningkatan bunyi usus,
Karakteristik : feses ; diare dan konstipasi.
5) Makanan / Cairan

5
Gejala : Anorexia, mual, dan muntah, cegukan, Tidak toleran terhadap
makanan.
Tanda : Muntah, membran mukosa kering, turgor kulit menurun.
6) Neurosensori
Gejala : Pusing, sakit kepala, terasa berdengung.
Tanda : Status mental, tingkat kesadaran terganggu, cenderung mengantuk,
disorientasi, bingung.
7) Nyeri / Kenyamanan
Gejala : Nyeri digambarkan tajam, dangkal, rasa terbakar, perih
- Rasa ketidaknyamanan / distres samar-samar setelah banyak makan
dan hilang setelah minum obat antasida.
- Nyeri epigastrium kiri menyebar ketengah dan menjalar tembus
kepinggang 1-2 jam setelah makan ( ulkus peptik ).
- Nyeri epigastrium kanan  4 jam
setelah makan dan hilang setelah diberi antasida (ulkus doudenum).
- Faktor pencetus : makanan, rokok, alkohol penggunaan obat
tertentu.
- Stress psikologis.
8) Keamanan
Gejala : Alergi terhadap obat.
Tanda : Peningkatan suhu.

1.2.2 Rencana Asuhan Keperawatan

Nyeri akut berhungan dengan agens cedera fisik (00132)

Definisi :Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan yang muncul


akibat kerusakan jaringan aktual atau pontensial atau yang digambarkan
sebagai kerusakan (international association for the study of pain); awitan yang
tiba-tiba atau lambat dari intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang
dapat diantisipasi atau diprediksi.

6
Batasan karakteristik Faktor yang berhubungan

 Bukti nyeri dengan  Agens cedera biologis ( mis.,


menggunakan standar daftar infeksi, iskimia, neoplasma)
 Agens cedera fisik ( mis.,abses,
periksa nyeri untuk pasien yang
amputasi, luka bakar, terpotong,
tidak dapat mengungkapkannya
mengangkat berat, prosedur
(mis., Neonatal Infant Pain
bedah, trauma, olaraga
Scale, Pain Assessment
berlebihan)
Checklist for Senior with
 Agens cedera kimiawi( mis.,
Limited Ability to communicate)
 Diaforesis luka bakar, kapsaisin, metilen
 Dilatasi pupil klorida, agens mustard)
 Ekspresi wajah nyeri (mis., mata
kurang bercahaya, tampak
kacau, gerak mata berpencar
atau tetap pada satu fokus,
meringis)
 Fokus menyempit (mis.,
persepsi waktu, proses berfikir,
interaksi dengan orang dan
kingkungan)
 Fokus pada diri sendiri
 Keluhan tentang intensitas
menggunakan standar skala
nyeri (mis., skala Wong –Baker
FACES, skala analog visual,
skala penilaian numerik)
 Keluhan tentang karakteristik
nyeri dengan menggunakan
standar instrumen nyeri (mis.,
McGill Pain Questionnaire,
Brief Pain Inventory)
 Laporan tentang perilaku nyeri/
perubahan aktivitas (mis.,
anggota keluarga, pemberi
asuhan)
 Mengekspresikan perilaku (mis.,
gelisah,merengek, menangis
waspada)
 Perilaku distraksi

7
 Perubahan pada parameter
fisiologis (mis., tekanan darah,
frekuensi jantung, frekuensi
pernapasan,saturasi oksigen, dan
end-tidal karbon dioksida
[CO2])
 Perubahan posisi untuk
menghindari nyeri
 Perubahan selera makan
 Putus asa
 Sikap melindungi area nyeri
 Sikap tubuh melindungi

1.2.3 Rencana keperawatan

DIAGNOSA KEPERAWATAN: Nyeri akut berhungan dengan agens cedera


fisik

NOC : Kontrol Nyeri.........................................................................Kode: ( 1605 )

Definisi : Tindakan pribadi untuk mengontrol nyeri

Tidak Jarang Kadang Sering Secar


pernah menunj - menunju a
menunju ukkan kadang kkan konsis
kkan menunj ten
ukkan menu
njukk
an

SKALA OUTCOME
1 2 3 4 5 NA
KESELURUHAN
INDIKATOR

160502 Mengena 1 2 3 4 5 NA
li kapan
nyeri
terjadi

8
160501 Mengam 1 2 3 4 5 NA
barkan
faktor
penyeba
b

160510 Menggu 1 2 3 4 5 NA
nakan
jurnal
harian
untuk
memonit
ori gejala
dari
waktu
-kewaktu

160503 Menggu 1 2 3 4 5 NA
nakan
tindakan
pencegah
an

160504 Menggu 1 2 3 4 5 NA
nakan
tindakan
pengukur
an
[nyeri]
tanpa
analgesik

160505 Menggu 1 2 3 4 5 NA
nakan
analgesik
yang
direkome
ndasikan

9
160513 Melapor 1 2 3 4 5 NA
kan
perubaha
n
terhadap
gejala
nyeri
pada
profision
al
kesehata
n

160507 Melapor 1 2 3 4 5 NA
kan
gejala
yang
tidak
terkontro
l pada
profision
al
kesehata
n

160508 Menggu 1 2 3 4 5 NA
nakan
sumber
daya
yang
tersedia

160509 Mengena 1 2 3 4 5 NA
li apa
yang
terkait
dengan
gejala
nyeri

10
160511 Melapor 1 2 3 4 5 NA
kan nyeri
yang
terkontro
l

NOC : Tingkat Nyeri.........................................................................Kode: ( 2102 )

Definisi : Keperahan dari nyeri yang diamati atau yang dilaporkan

Berat Cukup Sedang Ringan Tidak


berat ada

SKALA OUTCOME
1 2 3 4 5 NA
KESELURUHAN

INDIKATOR

210201 Nyeri 1 2 3 4 5 NA
yang
dilaporka
n

210204 Panjangn 1 2 3 4 5 NA
ya
episoden
yeri

210221 Menggos 1 2 3 4 5 NA
ok area
yang
terkena
dampak

210217 Mengera 1 2 3 4 5 NA
ng dan
menangi
s

210206 Ekspresi 1 2 3 4 5 NA
nyeri
wajah

11
210208 Tidak 1 2 3 4 5 NA
bisa
beristirah
at

210222 Agitasi 1 2 3 4 5 NA

210224 Mengeri 1 2 3 4 5 NA
nyit

210225 Mengelu 1 2 3 4 5 NA
arkan
keringat

210226 Berkerin 1 2 3 4 5 NA
gat
berlebiha
an

210218 Mondar 1 2 3 4 5 NA
mandir

210219 Fokus 1 2 3 4 5 NA
menyem
pit

210209 Ketegan 1 2 3 4 5 NA
gan otot

210215 Kehilang 1 2 3 4 5 NA
an nafsu
makan

210227 Mual 1 2 3 4 5 NA

210228 Intoleran 1 2 3 4 5 NA
si
makanan

210210 Frekuens 1 2 3 4 5 NA
i napas

210211 Denyut 1 2 3 4 5 NA
nadi
apikal

12
210220 Denyut 1 2 3 4 5 NA
nadi
radial

210212 Tekanan 1 2 3 4 5 NA
darah

210214 Berkerin 1 2 3 4 5 NA
gat

NIC

Manajemen Nyeri (1400)

Definisi : pengurangan atau reduksi nyeri sampai pada tingkat kenyamanan yang
dapat diterima oleh pasien

Aktivitas-aktivitas

Lakukan pengkajian nyeri Berikan informasi mengenai nyeri,


komprehensif yang meliputi lokasi, seperti pada penyebab nyeri,
karakteristik, onset/durasi, berapa lama nyeri akan dirasakan,
frekuensi, kualitas, intensitas, atau dan antisipasi dari
beratnya nyeri dan faktor pencetus tindaknyamanan akibat prosedur

Observasi adanya petunjuk Kendalikan faktor lingkungan


nonverbal mengenai yang dapat mempengaruhi respon
ketidaknyamana terutama pada pasien terhadap ketidaknyamanan
mereka yang tidak dapat ( misalnya., suhu ruangan,

13
berkomunikasi secara efektif pencahayaan, suara bising)

Pastikan perawat analgesik bagi Kurangi atau eliminasi faktor-


pasien dilakukan dengan faktor yang dapat mencetuskan
pemantauan yang ketat atau meningkatkan nyeri
( misalnya., ketakutan,kelelahan,
Gunakan strategi komunikasi
keadaan monoton, dan kurang
terapeutik untuk mengetahui
pengetahuan )
pengalaman nyeri dan sampaikan
penerimaan pasien terhadap nyeri Pertimbangkan keinginan pasien
untuk berpartisipasi, kemampuan
Gali pengetahuan dan kepercayaan
berpartisipasi, kecenderungan,
pasien mengenai nyeri
dukungan dari orang terdekat
pertimbangkan pengaruh budaya
terhadap metode dan kontraidikasi
terhadap respon nyeri tentukan
ketika memilih strategi penurunan
akibat dari pengalaman nyeri
nyeri
terhadap kualitas hidup pasien
( misalnya., tidur, nafsu makan,
Pilih dan implementasikan
pengertian, perasaan, hubungan,
tindakan yang beragam (misalnya.,
performa kerja dan tanggung jawab
farmakologi,nonfarmakologi,
peran)
interpersonal) untuk memfasilitasi
Gali bersama pasien faktor-faktor
penurunan nyeri,sesuai dengan
yang dapat menurunkan atau
kebutuhan
memperberat nyeri
Ajarkan prinsip-prinsip
Evaluasi pengalaman nyeri di masa
manajemen nyeri
lalu yang meliputi riwayat nyeri
Pertimbangkan tipe dan sumber
kronik individu atau keluarga atau
nyeri ketika memilih strategi
nyeri yang menyebabkan disability/
penurunan nyeri
ketidakmampuan/kecatatan, dengan
tepat Dorong pasien untuk memonitor
nyeri dan menangani nyeri dengan
Evaluasi bersama pasien dan tim
tepat
kesehatan lainnya, mengenai
efektifitas tindakan mengontrol Ajarkan penggunaan teknik non
nyeri yang pernah digunakan farmakologi (seperti, biofeedback,
sebelumnya TENS, hypnosis, relaksasi,
bimbingan antisipatif, terapi
Bantu keluarga dalam mencari dan
musik, terapi bermain, terapi
menyediakan dukungan
aktivitas, akupressur, aplikasi

14
Gunakan metode penilaian yang panas/dingin dan pijatan, sebelum,
sesuai dengan tahapan sesudah dan jika memungkinkan,
perkembangan yang ketika melakukan aktivitas yang
memungkinkan untuk memonitor menimbulkan nyeri;sebelum nyeri
perubahan nyeri dan akan dapat terjadi atau meningkat; dan
membantu mengidentifikasi faktor bersamaan dengan tindakan
pencetus aktual dan pontensial penurunan rasa nyeri lainnya)
( misalnya., catatan perkembangan,
Gali penggunaan metode
catatan harian)
farmakologi yang dipakai pasien
saat ini untuk menurunkan nyeri
Tentukan kebutuhan frekuensi
Ajarkan metode farmakologi untuk
untuk melakukan pengkajian
menurunkan nyeri
ketidaknyaman pasien dan
menginplementasikan rencana Dorong pasien untuk
monitor menggunakan obat-obatan penurun
nyeri yang adekuat
Berikan individu penurun nyeri
yang optimal dengan peresepan Kolaborasi dengan pasien, orang
analgesik terdekat dan tim kesehatan lainnya
untuk memilih dan
Implementasikan penggunaan
menginplementasikan tindakan
pasien terkontrol analgesik (PCA),
penurun nyeri nonfarmakologi,
jika sesuai
sesuai kebutuhan
Gunakan tindakan pengontrol nyeri
Pertimbangkan untuk merujuk
sebelum nyeri bertambah berat
pasien, keluarga dan orang
Berikan obat sebelum melakukan
terdekat pada kelompok
aktivitas untuk meningkatkan
pendukung dan sumber-
partisipasi,namun [lakukan]
sumbernya, sesuai kebutuhan
evaluasi [mengenai] bahaya dari
Berikan informasi yang akurat
sedasi
untuk meningkatkan pengetahuan
Pastikan pemberian analgesik dan
dan respon keluarga terhadap
atau strategi nonfarmakologi
pengalaman nyeri
sebelum dilakukan prosedur yang
Libatkan keluarga dalam modalitas
menimbulkan nyeri
penurun nyeri, jika memungkinkan
Periksa tingkat ketidaknyamanan
Monitor kepuasaan pasien
bersama pasien, catat perubahan
terhadap manajemen nyeri dalam
dalam catatan medis pasien,

15
informasikan petugas kesehatan interval yang spesifik
lain yang merawat pasien

Evaluasi keektifan dari tindakan


pengontrol nyeri yang dipakai
selama pengkajian nyeri dilakukan

Mulai dan memodifikasi tindakan


pengontrol nyeri berdasarkan
respon pasien

Dukung istirahat/tidur yang adekuat


untuk membantu penurunan nyeri

Dorong pasien untuk


mendiskusikan pengalaman nyeri
sebelumnya

Beri tahu dokter jika tindakan


berhasil atau jika keluhan pasien
saat ini bersifat signitifikan dari
pengalaman nyeri sebelumnya

Informasikan tim kesehatan


lain/anggota keluarga mengenai
strategi nonfarmakologi yang
sedang digunakan untuk
mendorong pendekatan preventif
terkait dengan manajemen nyeri

Gunakan pendekatan multi disiplin


untuk manajemen nyeri, jika sesuai

Manajemen Sedasi (2260)

Definisi : pemberian sedatif, pemantuan respon klien dan pemberian


dukungan psikologis selama prosedur terapi dan diagnostik

a. Aktivitas- aktivitas 15. Moniter klien mengenai efek


lanjut obat termasuk agitasi,
2. Review riwayat kesehatan klien
depresi pernapasan, hipotensi,
dan hasil pemeriksaan

16
diagnostik untuk mengantuk berlebihan,
mempertimbangkan apakah hipoksemia, aritmia, apnea,
klien memenuhi kri-teria untuk atau eksaserbasi, dari kondisi
dilakukan pembiusan parsial sebelumnya
16. Pastikan ketersediaan dan
oleh perawat yang telah
pemberian antagonis sesuia
teregistrasi
3. Tanyakan klien atau keluarga dengan prosedur protokol dan
mengenai pengalaman diresepkan dokter dengan benar
17. Pertimbangkan jika pasien
pembiusan parsial sebelumnya
4. Periksa elergi terhadap obat memenuhi persyaratan untuk
5. Pertimbangkan intake cairan
dipulangkan atau dipindahkan
dan intake terakhir makan
sesuai dengan prosedur
6. Review obat-obatan lain yang
protokol (misalnya., skala
dikomsumsi klien dan verifikasi
Aldrete)
ada tidaknya kontraidikasi
18. Dokumentasikan tindakan dan
terhadap pembiusan
respon klien sesuai dengan
7. Instruksikan klien dan/ atau
prosedur
keluarga mengenai efek
19. Pulangkan atau pindahkan
pembiusan
pasien sesuai dengan prosedur
8. Dapatkan persetujuan tertulis
20. Berikan instruksi kepulangan
9. Evaluasi tingkat kesadaran
secara tertulis sesuai prosedur
klien dan refleks protektif
sebelum pembiusan
10. Dapatkan data tanda-tanda
vital, saturasi oksigen, EKG,
tinggi dan berat badan
11. Pastikan peralatan resusitasi
gawat darurat tersedia ditempat,
khususnya sumber pemberian
oksigen 100%, obat-obatan
kegawatdaruratan dan
defibrillator
12. Insiasi pemasangan infus
13. Berikan obat-obatan sesuai
protokol yang diresepkan
dokter, titrasi dengan hati
sesuai dengan respon klien
14. Monitor tungkat kesadaran dan
tanda-tanda vital klien, saturasi
oksigen dan EKG sesuai
dengan panduan protokol

17
NIC

Pemberian Analgesik (2210)

Definisi : Penggunaan agen farmakologi untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri

Aktivitas-aktivitas  Berikan kebutuhan Kenyamana dan


 Tentukan Lokasi, Karateristik, Kualitas
aktivitasi lain yang dapat membantu
dan keparahan nyeri sebelum mengobati
relaksassi untuk memfasilitasi penurunan
pasien.
nyeri
 Cek perintah pengobatan meliputi obat,
 Berikan analgesic sesuai waktu
dosis, dan frekuensi obat analgesic yang
paruhnya, terutama pada nyeri yang berat
diresepkan  Susun harapan yang positif mengenal
 Cek adanya riwayat alergi obat
keefektifan analgesic untuk
 Evaluasi kemampuan pasien untuk
mengoptimalkan repon pasien
berperan serta dalam pemulihan
 Berikan analgesic tambahan dan/atau
analgetik, rute dan dosis dan keterlibatan
pengobatan jika diperlukan untuk
pasien, sesuai kebutuhan.
meningkatkan efek pengurangan nyeri
 Pilih analgetik (narkotik, non narkotik,
 Pertimbangkan Penggunaan infus terus
atau NSAID), Berdasarkan tipe dan
menerus, baik sendiri atau digabungkan
keparahan nyeri
dengan opiod bolus, untuk
 Tentukan analgesic sebelumnya, rute
mempertahankan level serum.
pemeberian, dan dosis untuk mencapai
 Jalankan tindakan keselamatan pada
hasil pengurangan nyeri yang optimal
pasien yang menerima analgesic
 Pilih Rute Intravena daripada rute
narkotika, sesuai kebutuhan.
intramuscular, Untuk injeksi pengobatan
 Mintakan pengobatan nyeri PRN
nyeri yang sering, jika memungkinkan
sebelum nyeri parah
 Tinggalkan narkotik dan obat-obat lain
 Informasikan pasien yang mendapatkan
yang dibatasi, sesuai dengan aturan
narkotika bahwa rasa Mengantuk kadang
rumah sakit
terjadi selama 2-3 Hari pertama
 Monitor Tanda vital sebelum dan setelah
pemberian dan selanjutnya akan
memberikan analgesic narkotik pada
menghilang
pemberian dosis pertama kali atau jika
 Perbaiki kesalahan pengertian /mitos
ditemukan tanda-tanda yang tidak
yang dimiliki pasien dan anggota
biasanya mulut kering dan kostipasi
keluarga yang mungkin keliru tentang
 Dokumentasikan respon terhadap
Analgesik
analgesic dan adanya efek samping
 Evaluasi kefektifan analgesic dengan
 Evaluasi dan dokumentasikan tingkat

18
sedasi dari pasien yang menerima opioid interval yang teratur pada setiap setelah
 Lakukan tindakan-tindakan untuk
pemberian khususnya setelah pemberian
menurunkan efek samping analgesic pertama kali, juga observasi adanya
(Misalnya, konstipasi dan iritasi tanda dan gejala efek samping
lambung) ( Misalnya, depresi pernafasan, mual dan
 Kolaborasikan dengan dokter apakah
muntah
obat, dosis, rute pemeberian atau
perubahan interval dibutuhkan, buat
rekomendasi khusus berdasarkan prinsip
analgesic
 Ajarkan tentang penggunaan analgesic,
strategi Untuk menurunkan efek
samping, dan harapan terkait dengan
keterlibatan dalam keputusan
pengurangan nyeri

NIC

Bantuan pasien untuk mengontrol pemberian analgesik (2400)

Definisi: memfasilitasi proses pemberian dan regulasi dalam hal pemberian analgesik
terkontrol

Aktivitas-aktivitas:  Kolaborasi dengan pasien dan


keluarga untuk memilih tipe alat
 Berkolaborasi dengan dokter, infus PCA yang sesuai
pasien dan anggota keluarga  Instruksikan pasien dan anggota
dalam memilih jenis narkotik keluarga mengenai bagaimana
yang akan digunakan cara menggunakan alat PCA
 Rekomendasikan pemberian  Bantu pasien dan keluarga untuk
aspirin dan obat-obat anti-iflamasi menghitung konsentrasi yang
nonsteroid sebagai pengganti tepat antara obat dan cairan,
narkotik, sesuai kebutuhan menetapkan jumlah cairan yang
 Rekomendasikan penghentian mengalir setiap jam melalui alat
pemberian opioid melalui jalur lan PCA
 Hindari penggunaan meperidine  Bantu pasien dan keluarga untuk
hydrochloride ( Demerol) memberikan dosis bolus
 Pastikan bahwa pasien tidak alergi analgesik yang tepat
terhadap analgesik yang akan  Instruksikan pasien dan keluarga
diberikan untuk mengatur laju dasar infus
 Instruksikan pasien dan keluarga yang tepat pada alat PCA
untuk memonitor intensitas,  Bantu pasien dan keluarga pasien
kualitas dan durasi nyeri untuk mengatur dosis tepat yang
 Instruksikan pasien dan keluarga dibutuhkan pada alat PCA
pasien untuk memonitor laju  Konsultasikan dengan pasien,
pernapasan dan tekanan darah anggota keluarga dan dokter
 Pasang akses nasogastrik, vena, untuk menyesuaikan interval
subkutan atau spinal, sesuai penghentian, laju dasar dan dosis

19
kebutuhan yang dibutuhkan sesuai dengan
 Validasi bahwa pasien dapat respon pasien
menggunakan alat PCA  Konsultasikan dengan ahli nyeri
(misalnya, mampu berkomunikasi, diklinik bagi pasien yang
memahami penejelasan dan mengalami kesulitan dalam
mengikuti arahan) mencapai pengontrolan nyeri.
 Instruksikan pasien bagaimana
meingkatkan atau menurunkan
titrasi dosis, sesuai dengan laju
pernapasan, intensitas dan kualitas
nyeri
 Instruksikan pasien dan anggota
keluarga terkait reaksi dan efek
samping dari agen pengurang rasa
nyeri
 Dokumnetasikan nyeri pasien,
jumlah frekuensi obat dan respon
terhadap pengobatan nyeri dalam
catatan perkembangannya
 Monitor ketat ada tidaknya
depresi pernapasan pada pasien
yang berisiko (misalnya, usia
lebih dari 70 tahun; riwayat henti
napas saat tidur; penggunaan
bersama PCA dengan agen
penekan fungsi sistem saraf pusat,
obesitas, pembedahan abdomen
bagian atas atau pembedahan
thoraks dan pemberian bolus PCA
lebih dari 1 mg; riwayat
kerusakan ginjal, hati, paru-paru
dan jantung)
 Rekomendasikan rejimen bowel
untuk menghindari konstipasi.

1.2.3 Intervensi Keperawatan

NANDA (00002)

Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh

Definisi : Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.

20
Batasan Karakteristik Faktor yang Berhubungan

 Berat badan 20% atau lebih dari  Faktor biologis


rentang berat badan ideal
 Bisig usus hiperaktif  Faktor ekonomi
 Cepat kenyang setalah makan  Ganguan psikososial
 Diere
 Ganguan sensasi rasa  Ketidakmampuan makan
 Kehilangan rambut berlebihan  Ketidakmampuan mencerna
 Kelemahan otot pengunyah makanan
 Kelemahan otot untuk menelan  Ketidakmampuan mengabsorpsi
 Kerapuhan kapiler nutrien
 Kesalahan informasi  Kurang asupan makanan
 Kesalahan persepsi
 Ketidakmampuan memakana
makanan
 Kram abdomen
 Kurang informasi
 Kurang minat pada makanan
 Kurang minat pada makanan
 Membran mukosa pucat
 Nyeri abdomen
 Penurunan berat badan dengan
asupan makan adekuat
 Penurunan berat badan dengan
asupan makanan adekuat
 Sariawan rongga mulut
 Tonus otot menurun

NOC
Status Nutrisi : ventilasi (1004)

21
Sangat Banyak Cukup Sedikit Tidak
menyimpan menyimpan menyimpan menyimpan menyimpan
g dari g dari g dari g dari g dari
rentang rentang rentang rentang rentang
normal normal normal normal normal

SKALA OUTCOME 1 2 3 4 5 N
KESELURUHAN A

INDIKAT
OR

100401 Asupan 1 2 3 4 5 N
gizi A

100402 Asupan 1 2 3 4 5 N
makanan A

100408 Asupan 1 2 3 4 5 N
cairan A

100403 energi 1 2 3 4 5 N
A

100405 Rasio berat 1 2 3 4 5 N


badan/tingg A
i badan

100411 Hidrasi 1 2 3 4 5 N
A

Definisi : sejauh mana nutrisi dicerna dan diserap untuk memenuhi kebutuhan
metabolik.
Skala target outcome : dipertahankan pad...........tingkatan ke...........

NOC

22
Status nutrisi bayi : ventilasi (1020)
Definisi : jumlah nutrisi dicerna dan diserap untuk memenuhi kebutuhan metabolise
serta meningkatkan pertumbuhan bayi.
Skala target outcome : dipertahankan pada......ditingkan ke......

Tidak Sedikit Cukup Sebagia Sepenuhny


adekua adekua adekua n besar a adekuat
t t t adekuat

SKALA OUTCOME 1 2 3 4 5 N
KESELURUHAN A

INDIKATO
R

102001 Inteke 1 2 3 4 5 N
nutrisi A

102002 Inteke 1 2 3 4 5 N
makanan A
lewat mulut

102003 Intake 1 2 3 4 5 N
cairan lewat A
mulut

102004 Toleransi 1 2 3 4 5 N
makanan A

102005 Perbandinga 1 2 3 4 5 N
n A
berat/tinggi

102006 Hidrasi 1 2 3 4 5 N
A

102007 Pertumbuha 1 2 3 4 5 N
n A

102008 Glukosa 1 2 3 4 5 N
darah A

102009 Hemoglobin 1 2 3 4 5 N
A

23
102010 Kapasitas 1 2 3 4 5 N
peningkatan A
zat besi total

102011 Salam 1 2 3 4 5 N
albumin A

102012 Intake kalori 1 2 3 4 5 N


A

102013 Intake 1 2 3 4 5 N
protein A

102014 Inteke 1 2 3 4 5 N
lemak A

102015 Inteke 1 2 3 4 5 N
karbohidrat A

102016 Intake 1 2 3 4 5 N
vitamin A

102017 Intake 1 2 3 4 5 N
mineral A

102018 Intake Zat 1 2 3 4 5 N


besi A

102019 Intake 1 2 3 4 5 N
kalsium A

102020 Intake 1 2 3 4 5 N
sodium A

102021 Inteke 1 2 3 4 5 N
makanan A
lewat selang

102022 Inteke 1 2 3 4 5 N
cairan A
intravena

102023 Inteke 1 2 3 4 5 N
cairan A
parenteral

NOC
Status Nutrisi : Asupan nutrisi: ventilasi (1009)
Definisi : asupan gizi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan metabolik

24
Skala target outcome : dipertahankan pada........ditingkatkan ke......

Tidak Sedikit Cukup Sebagia Sepenuhny


adekua adekua adekua n besar a adekuat
t t t adekuat

SKALA OUTCOME 1 2 3 4 5 N
KESELURUHAN A

INDIKATO
R

100901 Asupan 1 2 3 4 5 N
kalori A

100902 Asupan 1 2 3 4 5 N
protein A

100903 Asupan 1 2 3 4 5 N
lemak A

100904 Asupan 1 2 3 4 5 N
karbohidra A
t

100910 Asupan 1 2 3 4 5 N
serat A

100905 Asupan 1 2 3 4 5 N
vitamin A

100906 Asupan 1 2 3 4 5 N
mineral A

100907 Asupan 1 2 3 4 5 N
zat besi A

100908 Asupan 1 2 3 4 5 N
kalsium A
100911 1 2 3 4 5
Asupan N
natrium A

NIC

25
Bantuan pningkatan berat badan (1240)

Definisi : memfasilitasi peningkatan berat badan

Aktivitas-aktivitas :

1. Jika diperlikan lakukan 23. Ajukan pasien da keluarga


pemeriksaan diagnostik untuk merencanakan makan.
mengetahui penyebab penurunan 24. Kenali apakaah penurunan berat
berat badan. badan yang dialami pasien
2. Timbang pasien pada jam yang merupakan tanda penyakit
sama setiap hari terminal (misalanya,kanker)
3. Diskusikan kemungkinan 25. Instruksikan pasien dan keluarga
penyebab berat badan berkurang mengenai target yang realitas
4. Monitor mual muntah terkait penyakit dan peningkatan
5. Kaji penyebab mual muntah dan berat badannya
tangani dengan tepat 26. Kaji makanan kesukaan
6. Berikan obat-obat untuk pasien,bubu kesukaan,apakah
meredakan mual dan nyeri pasien suka makan yang hangat
sebulum makan. atau dingin.
7. Monitor asupan kalori setiap hari 27. Sediakan suplemen makanan jika
8. Monitor nilai albumin,limosit,dan diperlukan
nilai elektrolit 28. Ciptakan suasana sosial yang tepat
9. Dukung peningkatan asupan untuk makan
kalori 29. Ajarkan pasien dan keluarga
10. Instruksikan cara meningkatkan bagamana cara membeli makanan
asupan kalori murah tapi bergizi tinggi
11. Sedaiakan variasi makanan yang 30. Berikan hadiah jika pasien
tinggi pada kalori dan bernutrisi mengalami kenaikan berat badan
tinggi 31. Gambarkan dalam grafik kenaikan
12. Kaji makanan kesukaan berat badan pasien dan buat
pasien,baik itu kesukaan pribadi rencana yang sesuai
atau yang dianjurkan budaya dan 32. Dorong kehadiran pasien dalam
agamanya. komunitas pendukung.
13. Lakukan perawatan mulut
sebelum makan
14. Berikan istirahat yang cukup
15. Yakinkan bahwa pasien duduk
sebelum makan atau disuapi
makanan.
16. Bantu pasien untuk makan atau
suapi pasien
17. Berikan makanan yang sesuai
dengan instruksi dokter untuk
asien;diet umum ,teksturnya
lembut,memblender atau
menghaluskan makanan melalui
selang NGT atau PEG,atau
memberikan makanan total
parenteral
18. Ciptakan lingkungan yang
menyenangkan dan menenangkan
19. Sajikan makanan dengan menarik

26
20. Diskusikan dengan pasien dan
keluarga faktor bahwa faktor
sosial ekonomi mempegaruhi
nutrisi yang tidak adekuat
21. Diskusikan dengan pasien dan
keluarga mengenai persepsi atau
faktor penghambat kemampuan
atau keinginan untuk makan
22. Rujuk pada lembaga di komunitas
yang dapat membantu dalam
memenuhi makanan.

NIC

Menejemen ganguan makan (1030)

Definisi : pencegahan dan perawatan terhadap pembatasan diet ketat dan olahraga
yang berlebihan atau perilaku memuntahkan makanan dan cairan.

Aktivitas-aktivitas

1. Kolab orasi dengan tim 25. Batasi aktivitas fisik sesuai


kesehatan lain untuk kebtuhan untuk meningkatkan
mengembangkan rencana berat badan
keperawatan dengan melibatkan 26. Sediakan program latihan dibawah
klien dan rang-orang terdekatnya observasi jika diperlukan.
dengan tepat 27. Beri kesempatan untuk membatasi
2. Rundingkan dengan tim dan pilihan makanan dan latihan untuk
klien untuk mengatur target meningkatkan berat badan
pencapaian berat badan jika sebagaimana berat badan meingkat
berat badan klien tidak berada sesuai dengan sikap yang
dalam rentang berat badab dan diinginkan
direkomendasikan sesuai umur 28. Bantu klien (orang-orang terdekat
dan bentuk tubuh klien dengan tepat) untuk mengkaji
3. Tentukan pencapaian berat badan dan memecahkan masalah-masalah
harian sesuai keinginan personal yang berkontribusi
4. Rundingan dengan ahli gizi terhadap (terjadinya)ganguan
dalam menentukan asupan kalori makan
harian yang diperlukan untuk 29. Bantu klien untuk mengembangkan
mempertahankan berat badan harga diri yang sesuai dengan berat
yang sudah ditentukan badan yang sehat
5. Ajarkan dan dukung konsep 30. Rundingan dengan tim kesehatan
nutrisi yang baik dengan klien lainnya setiap hari terkait
(dan orang terdekat klien dengan perkembangan klien
tepat) 31. Inisiasi mempertahankan
6. Dorong klien untuk perawatan klien,ketika klien
mendiskusikan makanan yang mudah mencapai berat badan
disukai bersama dengan ahli gizi sesuai dengan target dan secara
7. Kembangkan hubungan yang konsisten menunjukan perilaku
mendukung dengan klien manakan yang diingnkan sesuai
8. Monitor tanda-tanda fisiologis periode waktu tertentu
(tanda-tanda vital,elektrolit)yang 32. Monitor berat badan klien secara
diperlukan rutin

27
9. Timbang berat badan klien 33. Pertimbangan variasi berat badan
secara rutin (pada hari yang yang dapat diterima sesuai target
pertama dan setelah BAB/BAK) 34. Beri tanggung jawab terkait
10. Monitor intake/asupan dan dengan pilihan-pilihan makanan
asupan cairan secara tepat dan aktivitas fisik dengan klien
11. Monitor asupn kalori makanan dengan cara yang tepat
harian 35. Berikan dukungan dan arahan jika
12. Dorong klien utuk memonitor diperlukan
sendiri asupan makanan harian 36. Bantu klien untuk mengevaluasi
dan menimbang berat badan kesesuaian/konsekuensi pilihan
secara tepat makanan dan aktifitas fisik
13. Bangun harapan terkait dengan 37. Dudukkan kembli protokol
perolaku makan yang baik,intake penambahan berat jika klien tidak
asupan/asupan makanan/cairan mampu mempertahankan
dan jumlah aktivitas fisik. penambahan berat badan
14. Gunakan kontrak dalam 38. Bangun program perawatan dan
berperilaku dengan klien untuk follow up(medis,konseling) untuk
mendapatkan perolehan berat menejemen dirumah.
badan yang diinginkan ataupun
mempertahankan perilaku
15. Batasi makanan sesuai dengan
jdwal makanan pembuka
maupun makanan ringan
16. Observasi klien selama dan
setelah pemberian
makan/makanan ringan untuk
meyakikan bahwa intake/asupan
makanan jyang cukup tercapai
dan dipertahankan
17. Temani klien kekamar mandi
selama observasi pemberian
makanan/makanan ringan
18. Batasi waktu klien dikamar
mandi selama waktu klien tidak
dalam observasi
19. Monitor perilaku klien yang
berhubungan dengan pola
makan,penambahan dan
kehilangan berat badan
20. Gunakan teknik modifikasi
perilaku untuk meningkatkan
perilaku yang berkontribusi
terhadap penambahan berat
badan dan batasi perilaku yang
engurangi berat badan,dengan
tepat
21. Berikan dukungan terhadap
peningkatan berat badan dan
perilaku yang meningkatkan
berat badan
22. Berikan konsekuesi pengulangan
ketika berespon dengan
kehilangan berat badan,perilaku
mengurangi berat badan atau
kurang berat badan.

28
23. Beri dukungan (misalnya,terapi
relaksasi,latihan
desentisasi,kesempatan utuk
membicaraan perasaan) sembari
klien juga berusaha
mengintegrasikan perilaku
makan yang baru,perubahan citra
tubuh dan perubahan gaya hidup
24. Dukung klien dalam
menggunakan buku harian untuk
mendokumentasikan perasaan
disela-sela keinginan yang
memaksa klien untuk
memuntahkan makanan dan
latihan berlebihan

NIC

Manajemen nutrisi (1100)

Definisi : menyediakan dan meningkatkan intake nutrisi yang seimbang

29
Aktivitas-aktivitas:

Mentukan status gizi pasien dan kemampuan Ciptakan ligkungan yang optimal pada
(pasien) untuk memenuhi kebutuhan gizi saat mengkondumsi
makanan(misalnya,bersih,berventilasi,sant
Identifikasi 9adanya) alergi atau intoleransi ai,dan bebas dari bau yang menyengat)
makanan yang dimiliki pasien
Lakukan atau bantu pasien terkait dengan
mentukan apa yang menjadi preferensi perawatan mulutsebelum makan
makanan bagi pasien
Pastikan pasien menggunakan gigi palsu
instruksikan pasien mengenai kebutuhan yang pas,dengan cara yang tepat
nutrisi (yaitu;mambahas pedoman diet dan
piramida makanan) Beri obta-obatan sebelum makan
(misalnya,penghilang rasa
Bantu pasien dalam menentukan pedoman sakit,antimetik)jika diperlukan
atau piramida makanan yang paling cocok
dalam memenuhi kebutuhan nutrisi dan Anjurkan pasien untuk duduk pada posisi
preferensi(misalnya,piramida makanan tegak di kursi,jika memungkinkan
vegetarian,piramida paduan makanan,dan
piramida makanan untuk lanjut usia lebih Pastikan makanan disajikan dengan cara
dari 70) yang menarik dan pada suhu yang paling
cocok untuk konsumsi secara optimal
nutrisi yang dibutuhkan untuk memenhi
persyaratan gizi Anjurkan keluarga untuk membawa
makanan fovorite pasien
Berikan pilihan makanan sambil menawarkan sementara(pasien) berada dirumah sakit
bimbingan terhadap pilihan (makan)yang atau fasilitas perawatan,yang sesuai
lebih sehat,jika diperlukan
Bantu pasien membuka kemasan
Atur diet yang diperlukan (yaitu: makaan,memotong makanan,dan makan
menyediakan makanan protein jika diperlukan
tinggi;menyrankan menggunakan bumbu dan
rempah-rempahsebagai alternatif untuk Anjurkan pasien mengenai modifikasi diet
garam,menyediakan pengganti yang diperlukan (misalnya,NPO,cairan
gula;menambah atau mengurangi bening,cairan penuh,lembut atau diet
kalori,menambang atau menggurangi sesuai toleransi)
vitamin,mineral,atau suplemen)
sakit(yaituuntuk pasindengan penyakit ginjal Anjurkan pasien terkait dengan kebutuhan
pembatasan natrium,kalium,protein,dan diet untuk kondisi dan makanan yang
cairan) diantar ke rumah

Anjurkan pasien terkait dengan kebutuhan Berikan arahan,bila diperlukan


makan tertentu berdasarkan perkembangan
atau usia(misalnya,peningkatan
kalsium,protein,cairan da kalori untuk wanita
menyusui;peningkatan asupan serat untuk
mencegah konstipasi pada orang dewasa atau
lebih tua)

Tawarkan makanan ringan yang padat gizi

Pastikan diet mencakup makanan tinggi

30
kandungan serat untuk mencegah konstipasi

Monitor kalori dan asupan makanan

Monior kecenderungan terjadinya penurunan


dan kenaikan berat badan

Anjurkan pasien untuk memantau kalori dan


intake makanan (misalnya,buku harian
makanan)

Dorong untuk (melakukan) bagaimana cara


menyiapkan makanan (dengan) aman dan
teknik pengawetan makanan

Bantu pasien untuk mengakses program-


program gizi
komunitas(misalnya,perempuan,bayi dan
anak,kupon makanan

1.2.3 Evaluasi
1. Dapat mengindentifikasi aktivitas yang meningkatkan atau menurunkan
menurunkan nyeri.
2. Pasien tidak gelisah
3. Secara subjektif melaporkan nyeri berkurang atau dapat diadaptasi
4. Skala nyeri 0-1 (0-4)

DAFTAR PUSTAKA

Carpenito Lynda Juall (2000), Diagnosa Keperawatan: Aplikasi Pada Praktek Klinik,
Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

31
Evelyn C.pearce (1999), Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis, Penerbit PT
Gramedia, Jakarta.

Gallo, J.J (1998). Buku Saku Gerontologi Edisi 2. Aliha Bahasa James Veldman.
EGC. Jakarta

Guyton and Hall (1997), Buku Ajar: Fisiologi Kedokteran, Penerbit Buku Kedokteran
EGC, Jakarta.

Marilynn E, Doengoes, 2000, Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3, Jakarta : EGC

32