Anda di halaman 1dari 5

AKTIFITAS 6

1) Saat Panjang otot diubah, apa yang terjadi dengan jumlah total force yang dihasilkan
otot selama kedutan distimulasikan ?
Jawab :
Panjang otot rangka sangat berpengaruh terhadap total force yang dihasilkan.
Saat panjang otot rangka semakin besar, jumlah total force yang dihasilkan akan
semakin besar. Hal ini disebabkan karena terjadi peningkatan active force Sebaliknya,
saat panjang otot rangka diperkecil jumlah total force yang dihasilkan juga akan kecil.
Namun pada saat panjang otot rangka mendekati batas maksimum maka jumlah total
force akan menurun karena terjadi penurunan active force dan peningkatan passive
force dalam waktu yang bersamaan. (dari percobaan yang telah dilakukan penurunan
total force terjadi pada saat panjang otot rangka sebesar 80 mm). Saat panjang otot telah
mencapai plateu, jumlah total force akan kembali meningkat karena passive force
meningkat secara signifikan. (dari percobaan yang telah dilakukan panjang otot
mencapai plateu pada saat panjang otot sebesar 100 mm)
2) Jelaskan apa yang terjadi dengan sarkomer pada otot rangka pada saat terjadi perubahan
active force, passive force, dan total force saat panjang otot istirahat berubah !
Jawab :
Bila otot diregangkan,atau pada saat terjadi peningkatan passive force maka
sliding antara filamen aktin dan miosin berkurang sehingga jembatan silang
berkurang. Sebaliknya bila otot dipendekkan, atau terjadi peningkatan active force
maka sliding antara filamen aktin dan miosin bertambah sehingga jembatan
silang yang terbentuk bertambah juga.
3) Apakah Panjang otot rangka meningkatkan passive force ?
Jawab :
Passive force adalah kekuatan yang dihasilkan saat otot meregang atau
berelaksasi. Passive force sebagian besar disebabkan oleh protein titin yang bertindak
sebagai tali bunge molekuler. Dari percobaan yang telah dilakukan, panjang otot rangka
akan meningkatkan passive force pada saat panjang otot rangka sebesar 80 – 100 mm.
Hal ini disebabkan karena otot rangka telah memasuki fase relaksasi
4) Saat kamu mengangkat barbel seberat 7 kg, kapan otot bisepmu mulai berkontraksi
secara isometrik ?
Jawab :
Saat mengangkat barbel seberat 7 kg, otot bisep mulai berkontraksi secara
isometrik pada saat besarnya barbel yang diangkat sama dengan besarnya tegangan otot
bisep yang dihasilkan , dengan syarat menjaga kedua ujung otot bisep dalam posisi
tetap dan diberikan rangsangan. Sehingga saat mengakat barbel 7 kg, panjang otot bisep
tetap, meskipun tegangan otot bisep meningkat. Kontraksi yang terjadi pada otot bisep
tersebut adalah kontraksi secara isometrik.
5) Apa yang terjadi dengan jumlah total force yang dihasilkan otot selama kedutan otot
distimulasikan ?
Jawab :
Total force adalah penjumlahan dari kekuatan pasif (passive force) dan
kekuatan aktif (active force). Pada saat kedutan otot distimulasikan akan terjadi
peningkatan active force yaitu gaya aktif yang terjadi saat miosin berikatan dengan
aktin saat otot berkontraksi. Namun saat otot berelaksasi, passive force akan meningkat.
Dengan demikian adanya peningkatan active force dan passive force akan
menyebabkan terjadi peningkatan total force.

AKTIFITAS 7

1) Apakah variable untuk kontraksi isometrik pada otot rangka ?


Jawab :
Kontraksi isometrik {iso berarti tetap metric berarti jarak} kontraksi dimana
otot otot tidak memanjang/memendek sehingga tidak tampak suatu gerakan yang nyata
tetapi di dalaam otot ada tegangan dan semua tenaga yang dikeluarkan pada otot dan
diubah menjadi panas. Variabel untuk kontraksi isometrik paada otot rangka adalah
panjang otot rangka tetap sedangkan tegangan otot rangka meningkat pada saat otot
rangka berkontraksi.
2) Saat beban pada otot rangka ditingkatkan apa yang akan terjadi dengan latent period,
shortening velocity, dan lamanya waktu otot rangka berkontraksi ?
Jawab :
Pada saat beban otot rangka ditingkatkan periode laten yang dibutuhkan
semakin lama dan shortening velocity semakin kecil yang menyebabkan waktu untuk
otot rangka berkontraksi semakin lama.
3) Jelaskan hubungan antara beban yang menempel pada otot rangka dan besarnya
shortening velocity otot rangka !
Jawab :
Shortening velocity bergantung pada berat beban yang menempel pada otot
rangka. Shortening velocity maksimal akan dicapai saat beban yang menempel pada
otot rangka lebih ringan. Semakin besar beban yang menempel pada otot rangka,
shortening velocity yang dihasilkan akan semakin kecil. Hal ini disebabkan karena
semakin berat beban yang menempel pada otot rangka, semakin lambat pula otot rangka
bergerak.
4) Jelakan mengapa periode laten menjadi lebih lama ketika beban yang menempel pada
otot rangka lebih berat !
Jawab :
Periode laten adalah waktu antara pemberian rangsangan dengan dimulai
kontraksi otot. Saat beban yang menempel pada otot rangka semakin berat, periode
laten akan semakin lama. Hal ini disebabkan karena untuk mengangkat beban yang
berat dibutuhkan kekuatan yang besar dampaknya adalah asetilkolin yang dibutukan
lebih banyak untuk merangsang ion kalsiun atau Ca2+ dengan jumlah yang banyak
keluar dari reticulum sarkoplasma. Ion kalsium ini kemudian akan bergerak menuju
tropomyosin sehingga membuat aktin dan miosin berikatan. Proses ini disebut eksitasi-
kontraksi kopling. Karena ion kalsium yang dibutuhkan jumlahnya banyak untuk
membuat aktin dan miosin berikatan akibatnya waktu untuk terjadinya eksitasi-
kontraksi kopling lebih besar sehingga menyebabkan periode laten semakin lama.
5) Jelaskan mengapa shortening velocity menjadi lebih lambat saat beban yang menempel
pada otot rangka lebih berat !
Jawab :
Kecepatan pemendekan atau kecepatan kontraksi (shortening velocity)
dipengaruhi oleh beban yang diangkat. Semakin besar beban yang diangkat
menyebabkan pada suatu saat resultan kontraksi otot sama dengan nol. Akibatnya otot
tidak dapat mengangkat beban kembali. saat otot menerima beban yang ringan
kontraksinya juga akan cepat, tetapi ketika otot diberi beban yang berat maka
kontraksinya mulai melambat. Hingga pada akhirnya otot tidak mampu berkontraksi
atau otot sudah berkontraksi secara maksimal.
6) Jelaskan mengapa akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk melakukan 10
pengulangan mengangkat beban 10 kg dari pada melakukan pengulangan dengan
jumlah yang sama untuk berat 5 kg !
Jawab :
Karena otot akan menjadi pendek ketika mengangkat beban dengan kecepatan
kinetik yang sama. Kemudian pada saat otot mengangkat beban maka akan terjadi
kontraksi otot. Kekuatan dari otot dilakukan sedikit pengulangan gerakan dengan
beban yang relatif ringan dahulu. Hingga pengulangan sebanyak 10 kali lalu
beban dinaikkan menjadi 10 kg. Dan saat otot mengangkat beban 10 kg, otot akan
bekerja lebih maksimal sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama pada saat akan
mengangkat beban. Tetapi ketika dibandingkan dengan mengangkat beban yang
lebih ringan 5 kg,otot tidak perlu bekerja terlalu maksimal, dan waktu untuk
mengangkat beban tersebut juga akan lebih cepat dari pada mengangkat beban yang
berat dengan pengulangan yang sama.
7) Jelaskan bagaimana jarak pemendekan berubah saat beban menjadi lebih berat dalam
percobaan tersebut !
Jawab :
Pada saat pemendekan sarkomer, panjang filamen tidak berubah, dengan melihat
tetapnya lebar pita A dan jarak garis Z sampai ujung zona H. Namun pada daerah pita
A dan daerah H mengalami reduksi yang sama besarnya. Gaya kontraksi otot dihasilkan
oleh suatu proses yang membuat beberapa set filamen tebal dan tipis dapat bergeser
antar sesamanya. Selankutnya, aktin akan merangsang aktivasi ATPase miosin. Maka
dari itu,ATP akan mengurangi daya tarik atau afinitas miosin terhadap aktin.
Selanjutnya ATP akan dihidrolisis oleh kompleks aktin-miosin yang mengubah ATP
menjadi ATP-Pi. Dan pada akhirnya akan terjadi kontraksi kecepatan otot
atau pemendekan otot yang menghasilkan gaya vektorial.
8) Jelaskan apa yang akan terjadi dengan percobaan berikut ini : beban seberat 2,5 gram
menempel pada ujung otot rangka yang diisolasi. Pada waktu yang bersamaan, otot
rangka dirangsang secara maksimal dengan tegangan 8,5 volt dan platform yang
menompang beban di pindahkan kembali. Akankah otot menghasilkan kekuatan ?
akankah Panjang otot berubah ? apakah jenis kontraksi yang terjadi ?
Jawab :
Pada percobaan yang terdapat pada soal tidak akan menghasilkan kekuatan
karena pada beban 2,0 gram otot katak tidak mampu lagi melakukan suatu kontraksi.
Apabila diberi beban 2,5 gram maka otot sudah tidak bisa menahan beban, karena pada
berat 2,0 gram otot sudah mencapai kontraksi maksimumnya..Panjang otot akan
berubah seiring dengan beban yang diberikan. Semakin ringan beban yang diberikan
otot akan semakin memendek, dan semakin berat beban yang diberikan otot akan
lebih memanjang. Jenis kontraksi otot yang terjadi adalah Kontraksi isotonik, karena
merupakan kontraksi yang memiliki respon kekuatan kontraksi yang bergantung pada
beratnya beban yang diberikan. Seluruh kekuatan otot akan digunakan bila mengangkat
beban yang berat. Meskipun pada praktikum telah dilihat bahwa otot katak tidak
mampu mengangkat beban seberat 2,5 gram.