Anda di halaman 1dari 110

2nd – 5th September

2019
SESI 01–
PENGENALAN
JEMBATAN DAN ELEMEN
JEMBATAN
SESI 01–
PENGENALAN
JEMBATAN DAN
ELEMEN JEMBATAN

ROBBY PERMATA, ST, MT, PHD(ENG)


- UNIVERSITAS BUNG HATTA
- PT REKAYASA PRATAMA KONSULTAN
1. Peserta mengetahui kriteria ‘jembatan standar’ dan ‘jembatan
khusus’
2. Peserta memahami elemen-elemen pada jembatan standar
3. Peserta memahami beberapa tipe jembatan standar
1. Pendahuluan
2. Pengenalan jembatan secara umum
3. Pengenalan pembagian elemen jembatan
 Pengenalan bangunan di aliran air
 Pengenalan bangunan di bangunan di timbunan/oprit
 Pengenalan bangunan bawah
 Pengenalan bangunan atas
4. Contoh beberapa tipe bangunan atas jembatan standar
5. Contoh beberapa tipe bangunan bawah jembatan
APA ITU JEMBATAN???

Menurut KBBI:
Jembatan adalah jalan (dari bambu, kayu, beton, dan sebagainya) yang direntangkan di atas sungai
(jurang, tepi pangkalan, dan sebagainya); titian besar

Tang, 2014:
The basic purpose of a bridge is to carry traffic over an opening or discontinuity in the landscape.
Various type of bridge traffic can include pedestrians, vehicles, pipelines, cables, water and trains,
or a combination thereof. An opening can occur over a highway, a river, a valley, or any other type
of physical obstacle. The need to carry over such opening defines a function of a bridge.
A1 P1 P2 A2

25550 26100 25550

WF.850.300.12.19 WF.850.300.12.19 WF.850.300.12.19 WF.850.300.12.19 WF.850.300.12.19 WF.850.300.12.19 WF.850.300.12.19 WF.850.300.12.19 WF.850.300.12.19 WF.850.300.12.19 WF.850.300.12.19 WF.850.300.12.19

CSP Ø600 L=18M CSP Ø600 L=20M CSP Ø600 L=20M CSP Ø600 L=18M
CLASS - C CLASS - C CLASS - C CLASS - C

POTONGAN MEMANJANG 2
SKALA 1 : 150 -
Abutment/
Abutment/
Pier/pilar kepala jembatan
Pondasi kepala jembatan
A1 P1 P2 A2
77200

25550 26100 25550


840

0
840
0
7600

9600

6000

6000

9600

7600
6000 6000
3000 3000

DENAH PONDASI 1
0

840
840

SKALA 1 : 150 -

0
Kelas A: minimal 1 + 7 + 1 m

Kelas B: minimal 0.5 + 6 + 0.5 m

Kelas C: minimal 0.5 + 4.5 + 0.5 m


Surat Edaran Dirjen Bina Marga No 05/SE/Db/2017

 Tipe struktur atas


jembatan ‘standar’
Kepmen PUPR no 485/KPTS/M/2015 tentang Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan

 Kriteria ini (yang untuk


jembatan) dikenal di dunia
praktis sebagai ‘jembatan
khusus’
Materi pelatihan ini adalah membahas jembatan standar.

Jembatan standar adalah ‘tulang punggung’ konektivitas jalan di Indonesia.

Jembatan dengan bentang >100 m hanya 2%

83% jembatan adalah tipe rangka baja dan balok 60% jembatan berusia 30-
78% jembatan memiliki bentang <20 m 50 tahun atau lebih

Data jembatan di Indonesia tahun 2010 (hasil olahan dari beberapa sumber)
Hierarki elemen jembatan yang ditampilkan pada slide ini diambil dari buku draft
‘Panduan Pemeriksaan Jembatan’ (Kementerian PUPR).

Gambar/ilustrasi yang diberikan juga sebagian besar diambil dari buku tersebut.
 Terima kasih kepada ilustrator atas gambar-gambar yang sangat informatif

Elemen jembatan dibagi atas 4 level atau hieraki, di mana:


Level 1  jembatan
Level 2  bangunan di aliran sungai & tanah timbunan; bangunan bawah;
bangunan atas; gorong-gorong; lintasan basah.
Level 3  pembagian yang lebih detail dari level 2
Level 4  menunjukkan elemen jembatan
JEMBATAN
Level 1

Aliran sungai &


Bangunan bawah Bangunan atas Gorong-gorong Lintasan basah
tanah timbunan Level 2

Gorong-gorong Lintasan dengan


Aliran sungai Pondasi Sistem gelagar
persegi perkerasan

Bangunan Kepala jembatan & Gorong-gorong


Jembatan pelat Lintasan alam
pengaman pilar pipa

Gorong-gorong
Tanah timbunan Pelengkung Ferry / ponton
pelengkung

Balok pelengkung

Rangka
Level 3
Jembatan gantung
& beruji kabel

Gelagar boks
pratekan

Sistem lantai

Sambungan / siar
muai

Perletakan

Sandaran

Perlengkapan
Contoh talud dengan dinding penahan dan pasangan batu
• Pelat injak adalah pelat di belakang abutment, di
atas timbunan oprit
• Pelat injak berfungsi menjaga kontinuitas
permukaan jalan jika terjadi penurunan pada
timbunan tanah oprit
• Sangat sering dijumpai jembatan tanpa pelat injak
di Indonesia, terutama di jembatan kecil di
kabupaten atau jalan antar kota
Kondisi yang mungkin terjadi jika jembatan tanpa pelat injak
Balok penahan gempa/horizontal stopper

• Horizontal stopper ini berfungsi sebagai penahan struktur atas agar tidak bergeser atau
malah collapsed jika terjadi gempa
• Jembatan dengan struktur atas baja (balok baja komposit atau rangka baja), umumnya
telah memiliki horizontal stopper (elemen standar dari pabrikasi)
• Jembatan beton di Indonesia banyak yang tidak menggunakan horizontal stopper,
sehingga sangat berbahaya terutama pada daerah resiko gempa kuat
 Balok penahan gempa yang
‘mengkhawatirkan’  Pemasangan horizontal stopper dan balok penahan
gempa pada pilar tipe cap sederhana. Gaya gempa
arah transversal harus ditahan oleh tiang pondasi yang
freestanding
Kerusakan pada horizontal stopper 
beton rusak akibat gempa besar

Kerusakan pada horizontal stopper 


baja rusak akibat gempa besar
Posisi siar muai/expansion joint
pada jembatan PCI girder
Posisi tumpuan pada jembatan PCI
girder
Posisi tumpuan pada jembatan
rangka baja
Contoh kondisi tumpuan
pada jembatan
Contoh variasi bentuk sandaran
Box Culvert (single, double, triple cell) bentang 6-10 m
Jembatan Pelat Beton (pelat biasa dan voided slab) bentang 6-16 m
Gelagar Beton Bertulang Tipe T, bentang 6-20 m
Gelagar Beton Pratekan Tipe I, bentang 16-60 m
Gelagar Beton Pratekan Tipe Tee, bentang 16-60 m
Gelagar Beton Pratekan Tipe Box, bentang 30-60 m
Gelagar Komposit Tipe I, bentang 8-30 m
Gelagar Komposit Tipe Box, bentang 40-60 m
Rangka Baja, bentang 40-100 m
Beberapa Tipe Abutment/Kepala Jembatan
Beberapa Tipe Pilar Jembatan
Pilar kolom tunggal
Pilar tipe dinding
Beberapa Tipe Pondasi Jembatan
Pondasi langsung

A1 A2
1
Pondasi tiang pancang
Pondasi tiang bor