Anda di halaman 1dari 10

MEMAHAMI PENDIDIKAN KEBANGSAAN, DEMOKRASI,

DAN HAK ASASI MANUSIA (KADEHAM)

Disusun Oleh:
Kadek Elda Primadistya (022125003)

Della Vionita Minagi (022125001)

Ning Ayu Khuthrunnada (022125002)

Dosen Pengajar:
Ahmad Cholil

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS TRISAKTI
2012
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan
hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah KADEHAM yang berjudul MEMAHAMI PENDIDIKAN
KEBANGSAAN, DEMOKRASI, DAN HAK ASASI MANUSIA ini dengan baik. Penulis juga ingin mengucapkan
terima kasih kepada bapak Ahmad Cholil selaku dosen mata kuliah KADEHAM yang telah memberikan
bimbingannya, dan kepada teman-teman yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
Saran dan kritik yang membangun, sangat diharapkan agar kelak dapat memberikan karya yang
lebih baik lagi.
Akhir kata, semoga makalah ini berguna bagi penulis pada umumnya, dan bagi para pembaca pada
khususnya. Semoga setiap tingkah laku kita dilindungi oleh Tuhan yang Maha Esa.

Jakarta, Maret 2013


Penulis

i
DAFTAR ISI

Hal

Kata Pengantar ………………………………………………………………………………………………………………………………………. i

Daftar Isi ……………………………………………………………………………………………………………………………………………….. ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ……………………………………………………………………………………………………………………. 1


B. Rumusan Masalah ……………………………………………………………………………………………………………... 1
C. Manfaat dan Tujuan Makalah …………………………………………………………………………………………….. 1
D. Metode Penelitian ………………………………………………………………………………………………………….. 1-2

BAB II MASALAH

A. Pentingnya Mempelajari KADEHAM …………………………………………………………………………………... 3

BAB III PEMBAHASAN

A. Landasan Pendidikan KADEHAM …………………………………………………………………………………….. 4-5


1. Landasan Hukum ………………………………………………………………………………………………………. 4-5
2. Landasan Konseptual …………………………………………………………………………………………………… 5
B. Pendidikan KADEHAM dan Visi Indonesia 2030 ………………………………………………………………. 5-7
C. Hakikat Visi dan Misi Pendidikan KADEHAM ………………………………………………………………………. 7
1. Hakikat Pendidikan KADEHAM …………………………………………………………………………………….. 7
2. Visi, Misi, Tujuan Pendidikan KADEHAM ………………………………………………………………………. 7
D. Tujuan Pendidikan KADEHAM ………………………………………………………………………………….……… 7-8
E. Kompetensi Pendidikan KADEHAM …………………………………………………………………………………. 8-9
F. Penyelenggaraan Pendidikan KADEHAM ………………………………………………………………………. 9-10

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ………………………………………………………………………………………………………………………. 11
B. Saran …………………………………………………….…………………………………………………………………………. 11

BAB V PENUTUP ………………………………………..……………………………………………………………………………………… 12

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………………………………………………………… 13

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ancaman yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia 2030 yang
lebih mengarah pada tantangan non fisik, kondisi ini menuntut bela Negara dalam berbagai
aspek. Untuk itulah bangsa Indonesia harus menyusun rumusan/konsep bela Negara yang
dikaitkan dengan lingkungan strategi yaitu pemahaman tentang wilayah Negara yang berada
dalam kesatuan dan persatuan pedidikan kewarganegaraan. Pendidikan KADEHAM pada
hakikatnya adalah pendidikan kewarganegaraan dalam arti luas, dan pendidikan
kewarganegaraan merupakan mata kuliah wajib disemua jenjang perguruan tinggi maka dari itu
pendidikan KADEHAM merupakan pendidikan yang wajib diberikan bagi mahasiswa di lingkup
TRISAKTI, hal ini tertuang dalam UU lama, yaitu UU Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem
Pendidikan Nasional dan selanjutnya tetap dipertahankan sebagai pendidikan wajib menurut
ketentuan baru UU system pendidikan nasional, yaitu UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
B. Rumusan Masalah
1. Apa landasan hukum pendidikan KADEHAM di Indonesia?
2. Apa itu pendidikan KADEHAM?
3. Apa yang menjadi tujuan dari pendidikan KADEHAM?
4. Bagaimana penyelenggaraan KADEHAM di Indonesia?
C. Manfaat dan Tujuan Makalah
1. Mengetahui landasan pendidikan KADEHAM
2. Mengetahui hakikat, visi, misi pendidikan KADEHAM
3. Tahu tujuan dari adanya pendidikan KADEHAM
D. Metode Penulisan
Dalam penyusunan dari makalah ini, penulis menggunakan metode, yaitu Metode
Kepustakaan :

1
BAB II

MASALAH

A. Pentingnya Mempelajari KADEHAM


Sebuah bangsa selalalu dipahami sebagai sebuah solidaritas yang mendalam dan
komprehensif. Solidaritas dan persaudaraan sebuah bangsa dapat berupa kesamaan etnis,
kepercayaan, agama, sejarah,kepentingan, dan hubungan darah.
Pencapaian cita-cita nasional harus didukung oleh kemampuan manusia indonesia yang
profesional dan berkualitas moral kebangsaan yang mewujudkan dalam sikap dan perilaku cinta
tanah air dan yakin akan perjuangan menuju cita-cita nasional.
Pendidikan Kadeham dalam arti luas merupakan proses yang berkaitan dengan upaya
pengembangan diri seseorang pada tiga aspek kehidupannya. Ketiga aspek tersebut meliputi
pandangan hidup, sikap hidup, dan ketrampilan hidup. Upaya untuk mengembangkan ketiga
aspek tersebut dilaksanakan dengan bentuk formal dalam sistem perkuliahan.
Untuk mewujudkan masyarakat demokratis yang santun diperlukan Pendidikan KADEHAM
agar peserta didik sebagai warga negara tidak sekedar mampu membaca dan berhitung. Peserta
didik sebagai warganegara perlu memahami fungsi pemerintahan yang demokratis sebagai
konstitusi (UUD 1945) dan memahami konsep operasional secara bebas. Hal ini karena kekuatan
suatu bangsa terletak pada kemampuan warganegara untuk mengambil keputusan secara
rasional. Selanjutnya Pendidikan Kadeham juga tidak hanya penting bagi negara-negara yang
sedang dalam transisi menuju demokrasi seperti indonesia, tetapi juga bagi negara-negara yang
telah mapan demokrasinya.

3
BAB III
PEMBAHASAN

A. Landasan Pendidikan KADEHAM


1. Landasan Hukum
 Pasal 27 ayat 3: “setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya
pembelaan negara”
 Pasal 30 ayat 1: “tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam
usaha pertahanan keamanan negara”
 Undang-Undang Nomor: 20/1982 tentang Pokok-Pokok Penyelenggaraan
Pertahanan Keamanan Negara
 Pendidikan Kewiraan berdasarkan SK Bersama Menteri Pertahanan dan
Keamanan,dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1973
 Undang-Undang Nomor: 2/1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas)
 Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi (SK Dirjen Dikti) 1993 menyatakan
bahwa Pendidikan Kewiraan termasuk Mata Kuliah Dasar Umum
 Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 1994; menyatakan bahwa
Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata kuliah umum bersama dengan
Pendidikan Agama dan Pendidikan Pancasila
 Keputusan Dirjen Dikti Nomor: 19/1997 menyatakan bahwa Pendidikan
Kewiraan termasuk muatan Pendidikan Kewarganegaraan merupakan
komponen mata kuliah umum di PT yang wajib ditempuh oleh mahasiswa
 SK Dirjen Dikti Nomor: 151/2000 menyatakan bahwa Pendidikan Kewiraan
bermuatan Pendidikan Kewarganegaraan termasuk Mata Kuliah Pengembangan
Kepribadian (MPK), wajib ditempuh oleh mahasiswa
 SK Dirjen Dikti Nomor: 267/2000 menyatakan bahwa Pendidikan
Kewarganegaraan dan PPBN termasuk MPK yang merupakan kurikulum inti di
PT serta wajib diikuti oleh setiap mahasiswa
 SK Dirjen Dikti Nomor: 232/2000 tentang Pedoman Penyusuna Kurikulum
Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa
 Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan
Nasional Republik Indonesia Nomor: 38/DIKTI/Kep/2002 tentang Rambu-Rambu
Pelaksanaan Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan
Tinggi
 Undang-Undang Nomor: 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
menyatakan bahwa kurikulum wajib di PT ialah Pendidikan
Bahasa,Agama,Kewarganegaraan.

4
BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Pendidikan KADEHAM merupakan proses yang berkaitan dengqn upaya pengembangan diri
seseorang pada tiga aspek dalam kehidupannya. Ketiga aspek tersebut meliputi pandangan
hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup. Upaya pengembangan ketiga aspek tersebut
dilaksanakan dengan bentuk formal dalam system perkuliahan.
Untuk mewujudkan masyarakat demokratis yang santun diperlukan pendidikan KADEHAM
agar peserta didik sebagai warganegara tidak sekedar mampu membaca dan berhitung. Peserta
didik sebagai warganegara perlu memahami fungsi pemerintahan yang demokratis sesuai
dengan konstitusi (UUD 1945) dan memahami konsep operasional secara bebas. Hal ini karena
kekuatan suatu bangsa terletak pada kemampuan warganegara untuk mengambil keputusan
secara rasional. Kadar pemahaman warganegara atas fungsi pemerintahan menentukan derajat
rasionalitas keputusan yang diambil.
B. Saran
Berdasarkan uraian diatas kiranya kita dapat menyadari bahwa pendidikan KADEHAM
sangatlah penting diterapkan pada pendidikan formal. Karena pendidikan KADEHAM merupakan
pandangan hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup dari individu.

11
BAB V

PENUTUP

Dengan demikian kami membahas materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya
masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan
atau referensi yang ada hubungannya dengan judul serta pembahasan makalah ini.

Kami banyak berharap teman-teman dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada
kami demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya.
Semoga makalah ini berguna bagi teman-teman.

12
DAFTAR PUSTAKA

 Prayitno, H.A., Trubus P Rahardiansyah. Pendidikan KADEHAM Kebangsaan, Demokrasi dan Hak
Asasi Manusia; UNIVERSITAS TRISAKTI.

13