Anda di halaman 1dari 116

RENCANA TATA RUANG

WILAYAH (RTRW)
KOTA MALANG
TAHUN 2010-2030

Pemerintah Kota Malang


Latar Belakang
• Pertumbuhan dan perkembangan suatu
wilayah apabila tidak ditata mengakibatkan
perkembangan yang tidak terarah dan
penurunan kualitas pemanfaatan ruang
• Dokumen RTRW :
– Merupakan suatu paket kebijakan umum
pengembangan daerah.
– Bagi wilayah kota, merupakan dasar
strategi pembangunan fisik, rencana
kegiatan sektoral seperti kawasan
perdagangan, industri, permukiman,
serta fasilitas umum dan sosial.
• Adanya perkembangan internal kota Malang
yang cepat mengakibatkan penyimpangan
terhadap RTRW 2001-2011

RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MALANG TAHUN


Latar Belakang
• Kondisi Eksternal yg berubah juga mempengaruhi
keberadaan RTRW Kota Malang, antara lain:
– Peraturan Daerah Propinsi Jawa Timur Nomor 2
Tahun 2006 tentang RTRW Propinsi Jawa Timur
saat ini juga sedang dalam proses perubahan;
– UU No 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;
– Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 2010
tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang;
– Disusunnya RPJPD Kota Malang 2005-2025;
– Disusunnya RPJMD Kota Malang.
• Berdasarkan hasil evaluasi, RTRW Kota Malang
tahun 2001-2011 termasuk TIPOLOGI III, sehingga
diperlukan revisi.
• Diperlukan upaya untuk mengevaluasi/merevisi
RTRW agar tetap aktual, mampu mengakomodir
aktivitas kota dan menjadi pedoman dalam
pembangunan kota.

RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MALANG TAHUN


Maksud, Tujuan dan
• MAKSUD
Sasaran
– Tersedianya Naskah Akademis Rencana Tata Ruang
Wilayah Kota Malang 2010-2030;
– Tersusunnya Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Kota Malang Tahun 2010-2030.
• TUJUAN
– Mengetahui kondisi pemanfaatan ruang eksisting di Kota
Malang;
– Adanya rekomendasi bagi perlu tidaknya evaluasi tata
ruang sesuai dengan tipologi peninjauan kembali tata
ruang;
– Menelaah secara teoritis dan praktis terhadap Peraturan
Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota
Malang Tahun 2001-2011 agar sinkron dengan peraturan
perundang-undangan yang lebih tinggi, sehingga tidak
terjadi konflik peraturan perundang-undangan;
– Menelaah secara teoritis dan praktis terhadap Peraturan
Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota
Malang Tahun 2001-2011 agar sesuai dengan kehendak
umum masyarakat.

RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MALANG TAHUN


Maksud, Tujuan dan
Sasaran
• SASARAN
– Melakukan survei pendahuluan (scanning
awal);
– Melakukan pengumpulan data sekunder dan
primer, inventarisasi dan mengidentifikasi
kondisi fisik, sosial. ekonomi. spasial, sistem
kelembagaan penataan ruang. sistem
transportasi, sistem drainase, dan
infrastruktur lainnya serta permasalahannya
di wilayah Kota Malang;
– Menyajikan informasi tata ruang baik dalam
bentuk data spasial maupun data tabular;
– Mengevaluasi data dan informasi;
– Meiakukan analisis dan hasil super impose
atas deviasi pemanfataan ruang;
– Menentukan perlu/tidaknya Peninjauan
Kembali;
– Menentukan Tipologi Peninjauan Kembali;
– Menyusun rekomendasi;
– Menyusun Perda RTRW Tahun 2009-2029.

RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MALANG TAHUN


Visi dan Misi Penataan
Ruang
Visi penataan ruang Kota Malang 20 tahun ke depan adalah:
“Terwujudnya Kota Malang sebagai kota Pendidikan yang
Berkualitas, Berbudaya, Berwawasan Lingkungan menuju
Masyarakat Sejahtera”.

Misi-misi penataan ruang untuk 20 tahun kedepan sebagai berikut:


• Menjadikan kota malang sebagai kota pendidikan yang berorientasi
global dengan kearifan lokal.
• Mewujudkan SDM yang berkualitas dengan penguasaan,
pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi
yang berbudaya.
• Mewujudkan lingkungan kota yang kondusif sebagai kota
pendidikan yang berkualitas.
• Mengembangkan pembangunan wilayah dan infrastruktur yang
berwawasan lingkungan.
• Mewujudkan tata pemerintahan dan aparatur yang professional.
• Mewujudkan Kota Malang yang agamis, bermoral, beretika,
beradab, berbudaya, beriman dan bertakwa kepada tuhan yang
maha esa.
• Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang efisien, produktif dan
berkelanjutan.
• Mewujudkan Kota Malang yang sejahtera.

RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MALANG TAHUN


(+) Eksternal
Kuadran (KESEMPATAN Kuadran
X = Potensi + II ) I
Kota
Masalah Agresif
Kota
Malan
Malan Stabel
Mainte-
= 1,372+ (-1,425) gg
nance
Growth

= -0.053
Selectiv
Y = Peluang + e Rapid
Ancaman (-) Internal
Mainte- Growth
nance
= 1.461+ (-1.27) (KELEMAHAN
= 0.191 )

Turn Conglo-
Around merate

Concen
Guirelle
-tric

Kuadran Kuadran
III (-) Eksternal IV
(ANCAMAN)

RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MALANG TAHUN


Strategi Dasar
• Memanfaatkan potensi yang ada
untuk menangkap Peluang
n
a na
elay l
MASALAH UTAMA P a
sat gion
1. Penyimpangan Pu Re
Rencana
2. Kemacetan Peluang
Persaingan Sektor
Ekonomi dg Kaw 3. Ketidakmerataan
Lain Pelayanan
POTENSI UTAMA
1. Pusat Pelayanan
skala Regional dan Ke
Nasional b
Pe ijak
2. SarPra relatif baik md an
Pa idik Kot
riw an a
isa &
ta
Internal

RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MALANG TAHUN


Analisis Internal
Faktor-faktor Keterangan Bobot Rating Bx
Strategi Internal Rating
Struktur Ruang Pembagian wilayah Kota Malang secara administrasi dan spasial sudah baik dan 0.022 4 0.088
konsisten
Sistem struktur ruang secara konseptual telah ada (pusat dan pusat BWK) 0.022 3 0.066
Pemanfaatan Intensitas pemanfaatan ruang berpotensi menuju arah vertical 0.012 2 0.024
Ruang
Jenis pemanfaatan ruang mulai menuju multifungsi dengan nilai tambah yang 0.015 4 0.060
menguntungkan
Tersedianya lahan kering/tegalan di wilayah hinterland yang dapat dimanfaatkan 0.015 1 0.015
masyarakat
Sistem Jaringan jalan relative bagus dan berpola grid 0.014 3 0.042
Transportasi
Angkutan Malang beroperasi 24 jam dengan warna yang sama 0.022 3 0.066
Tersedianya 3 terminal utama Kota Malang 0.022 3 0.066
Sempadan-sempadan rel di Kota Malang dapat digunakan sebagai ruang terbuka 0.024 2 0.048
hijau yang dapat mereduksi polusi udara dan getaran kereta api.
Potensi untuk pengadaan SAUM di Kota Malang tinggi. 0.020 2 0.040
Sarana Adanya kawasan perdagangan jasa skala regional (pusat Kota) sebagai pusat 0.032 4 0.128
kegiatan perekonomian dan daya tarik di Kota Malang
Adanya fasilitas pendidikan yang akan berkembang sesuai standar internasional 0.021 4 0.084
Tersedianya fasilitas peribadatan di hampir wilayah Kota Malang 0.023 2 0.046
Telah tersedianya fasilitas kesehatan di hampir seluruh wilayah Kota Malang 0.014 2 9 0.028
RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MALANG TAHUN
Adanya fasilitas olahraga skala nasional 0.030 4 0.120
Analisis Eksternal
Faktor-faktor Keterangan Bobot Rating Bobot x
Strategi Internal Rating
Struktur Ruang Wilayah lingkar Malang berfungsi sebagai pusat pertumbuhan kecamatan 0.038 4 0.152
hinterland dan wilayah sekitarnya
Dalam Tingkat propinsi Jawa Timur, Kota Malang sebagai Orde II 0.023 4 0.092
Kota Malang sebagai pusat pelayanan SWP Malang Raya 0.053 3 0.159
Pemanfaatan Secara spasial berada pada kawasan strategis antara potensi pariwisata dan 0.06 4 0.24
Ruang agrobisnis Kabupaten Malang dan potensi wisata akomodasi Kota Batu
Sistem Adanya kebijakan Pembangunan jalan tol Gempol-Malang direncanakan dapat 0.016 3 0.048
Transportasi memperlancar aksesibilitas dari dan menuju ke luar Kota Malang
Adanya kebijakan Pengembangan Jalan Lingkar Timur dan Lingkar Barat dapat 0.034 3 0.102
mengantisipasi penurunan kinerja lalu lintas di pusat kota.
Adanya kebijakan pengembangan kereta komuter Malang Raya dapat 0.042 2 0.084
meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan perkerataapian di Kota Malang.
Sarana Adanya kebijakan penetapan Kota Malang sebagai kota pendidikan bertaraf 0.038 3 0.114
internasional serta sebagai kota pariwisata
Prasarana Adanya Arahan Penanganan drainase Sesuai peruntukan lahan 0.038 3 0.114
Adanya penetapan kawasan yang diprioritaskan dalam penanganan sanitasi Kota 0.015 3 0.045
Malang yaitu Kelurahan Jodipan, Kotalama, Lesanpuro, Wonokoyo yang bersifat
pro poor dan penetapan sistem IPAL di Kelurahan Sawojajar dengan teknologi
Centralized Sewerage System
Adanya arahan pengembangan dan penyebaran TPS dalam mengatasi 0.067 2 0.134
permasalahan sampah yang jauh dari jangkauan TPS
10
Adanya arahan pengembangan dan optimasi TPA eksisting 0.025 3 0.075
Waktu Perencanaan

• Waktu perencanaan dalam penyusunan


Rencana Tata Ruang Wilayah Kota
Malang adalah 20 tahun, yang dibagi
dalam 5 tahunan, yaitu :
– Tahap Penyusunan : 2008
– Tahap Pengesahan : 2009
– Tahap I : 2010-2014
– Tahap II : 2015-2019
– Tahap III : 2020-2024
– Tahap IV : 2025-2029

RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MALANG TAHUN


Konsep
Pengembangan
• KONSEP DASAR
– Perencanaan Kota Malang secara terpadu
melalui pendekatan Berwawasan Lingkungan
(Ekonomi, Masyarakat, Lingkungan)

MASALA
KONSEP H-
BERKELANJU POTENSI
TAN INTERNA
L

ANCAMA
N- KONSEP
PELUANG TERPADU
EKSTERN
AL

RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MALANG TAHUN


Anatomi Skenario
DIMENSI KUNCI:
Ruang
Multidemensi BATAS/ LINGKUP:
Variabel Spasial, Tematik,
Waktu
Perkembangan Kekuatan
dan Kondisi KOTA Pendorong
MALANG Saat Ini: •Trend
•Proses lain

KOTA
MALAN
G MASA
DEPAN

FAKTOR
KETIDAKPASTIAN yg INTEGRASI
KRITIS (yg dpt • Aspek Aspek
mengubah trend) Dinamis
• Komunikasikan
scr Efektif

RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MALANG TAHUN


Kebijakan dan
Strategi
Pengembangan
RTRW Kota Malang 2001-

KOTA MALANG 2011
RENCANA STRUKTUR PELAYANAN

1. Pusat Kota Malang


 diarahkan masih berada di
pusat kota yang ada saat ini
yaitu di sekitar alun-alun.
2. BWK Malang Tengah
 meliputi wilayah Kecamatan
Klojen dibagi menjadi 3 (tiga)
Sub Bagian Wilayah Kota.
 diarahkan sebagai pusat
pelayanan BWK Malang
Tengah sekaligus sebagai
pusat pelayanan Kota Malang
terutama berada di
Kelurahan Sukoharjo,
Kiduldalem, Kauman dan
sekitarnya.
3. BWK Malang Timur Laut,
 meliputi wilayah Kecamatan
Blimbing,
 dibagi menjadi 7 (tujuh) Sub
Bagian Wilayah Kota.
 pusat pelayanan BWK
RTRW Kota Malang 2001-
4. BWK Malang Tenggara
2011
meliputi wilayah Kecamatan

Kedungkandang, dibagi
menjadi 4 (empat) Sub Bagian
Wilayah Kota.
– Pusat pelayanan BWK
diarahkan di Buring dan
sekitarnya.
5. BWK Malang Barat Daya,
– meliputi wilayah Kecamatan
Sukun, dibagi menjadi 3 (tiga)
Sub Bagian Wilayah Kota
– pusat BWK sekaligus sebagai
pusat Sub BWK berada di
Desa Mulyorejo dan
sekitarnya.
6. BWK Malang Barat Laut,
– meliputi wilayah Kecamatan
Lowokwaru dibagi menjadi 2
(dua) Sub BagianWilayah Kota
– pusat BWK diarahkan di
Kelurahan Dinoyo dan
sekitarnya.
RTRW Kota Malang 2001-
2011Fungsional
• Renc Struktur
Pendidikan Tinggi, Industri,
Perdagangan, Perdagangan, Jasa,
Transportasi dan Transportasi,
Pertanian Perumahan,
Perkntoran,
Pusat Kota, Pemerintahan
Perdagangan, Olah
Raga, Jasa,
Pariwisata,
Pemerintahan,
Perkantoran

Pendidikan,
Perdagangan, Industri Pendidikan, Olah
Besar/ Menengah dan Raga, Perkantoran,
Kecil, Pergudangan Industri menengah/
fan Pertanian besar, Transportasi,
Pertanian

RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MALANG TAHUN


RTRW Kota Malang 2001-
• 2011
KEBIJAKAN KAWASAN PRIORITAS
1. Wilayah Yang Memiliki Pertumbuhan Yang Tinggi
• Pengemb kaw permukiman baru.
• terletak pada bagian Utara kota yaitu Desa
Tunjungsekar, Tunggulwulung, Tasikmadu, sampai
Balearjosari.
2. Wilayah yang memiliki aksesibilitas yg Tinggi. (Jalan
Tol terealisasi)
• Kawasan G.Buring .
• Pembangan industri di Kelurahan Arjowinangun.
3. Lokasi Pengembangan Industri.
• di Kelurahan Arjowinangun.
4. Wilayah Yang Pertumbuhannya Perlu Didorong/Dipacu
• Kawasan pinggiran kota
5. Wilayah Yang Memerlukan Penanganan Secara Intensif
• Wilayah yang rawan (mis sekitar bantaran sungai
dan perkampungan yang kurang layak huni) ,
• Wilayah yang mudah menimbulkan konflik guna
tanah yang disebabkan nilai ekonomisnya tinggi.
RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MALANG TAHUN
Kebijakan dan Strategi Penetapan Struktur Tata
Ruang Kota Malang
• Konsep SURABAYA-LAWANG

Plaza
Araya,
T.Arjosari
dsk

BATU-KEDIRI Pasar Blimbing,


Jl .LA Sucipto TUMPANG
dsk
T.Krida
Budaya
dsk

Unisma,
Pasar Dinoyo
dsk

Unmer, Kawasan Kaw


Dieng Plaza Alun-alun Perum
dsk dsk Sawojajar

Kaw
sekitar GOR
Ken Arok
Pasar Gadang
dsk (jl S.Tubun –
Gadang-Bumiayu)

KEPANJEN-
BLITAR
Pembagian BWK
TASIKMADU

BALEARJOSARI

TUNGGULWULUNG

Eksisting
POLOWIJEN
TANJUNGSEKAR

ARJOSARI

TLOGOMAS

2
MOJOLANGU BARU

PURWODADI

3
MOJOLANGU LAMA
DINOYO

MERJOSARI
TULUSREJO
PANDANWANGI
BLIMBING BARU

JATIMULYO

KETAWANG-
GEDE

KARANGBESUKI

PENANGGUNGAN PANDANWANGI
LOWOKWARU LAMA
LAMA PURWANTORO
LOWOKWARU
BARU
SUMBERSARI

BUNUL-
RAMPAL- REJO
SAMAAN CELAKET
LAMA

1
ORO-ORO DOWO BUNUL-
REJO
BARU
PISANGCANDI GADINGKASRI
LAMA

KLOJEN

6
PISANGCANDI
BARU KSATRIAN SAWOJAJAR

KAUMAN
BARENG
BANDULAN BARU BARENG
LAMA KIDULDALEM

4
MADYOPURO CEMOROKANDANG
TANJUNGREJO
LAMA JODIPAN
MULYOREJO POLEHAN
SUKOHARJO
KASIN
TANJUNGREJO
BARU KOTALAMA LESANPURO
LAMA

SUKUN KOTALAMA
BARU

KEDUNGKANDANG
CIPTOMULYO

MERGOSONO
BANDUNGREJOSARI
BARU

BAKALANKRAJAN
BANDUNG-
REJOSARI
LAMA

BURING

5
GADANG
BARU

BUMIAYU

GADANG
LAMA

KEBONSARI

WONOKOYO

ARJOWINANGUN TLOGOWARU
Rencana Pembagian BWK
1. BWK Malang Tengah,
TASIKMADU

BALEARJOSARI

(Kecamatan Klojen)
TUNGGULWULUNG
POLOWIJEN
TANJUNGSEKAR

ARJOSARI

2. BWK Malang Utara,


TLOGOMAS

2
MOJOLANGU BARU

(Kecamatan Lowokwaru)
PURWODADI

3
MOJOLANGU LAMA
DINOYO

MERJOSARI
TULUSREJO
PANDANWANGI

3. BWK Malang Timur Laut,


BLIMBING BARU

JATIMULYO

KETAWANG-
GEDE

(Sebagian Kecamatan
KARANGBESUKI

PENANGGUNGAN PANDANWANGI
LOWOKWARU LAMA

Blimbing)
LAMA PURWANTORO
LOWOKWARU
BARU
SUMBERSARI

4. BWK Malang Timur,


BUNUL-
RAMPAL- REJO
SAMAAN CELAKET
LAMA

1
ORO-ORO DOWO BUNUL-
REJO
BARU
PISANGCANDI

(Sebagian Kecamatan
GADINGKASRI
LAMA

KLOJEN

6
PISANGCANDI
BARU KSATRIAN SAWOJAJAR

Kedungkandang dan
KAUMAN
BARENG
BANDULAN BARU BARENG
LAMA KIDULDALEM

Sebagian Kecamatan
4
MADYOPURO CEMOROKANDANG
TANJUNGREJO
LAMA JODIPAN
MULYOREJO POLEHAN
SUKOHARJO

Blimbing).
KASIN
TANJUNGREJO
BARU KOTALAMA LESANPURO
LAMA

SUKUN KOTALAMA
BARU

5. BWK Malang Tenggara,


KEDUNGKANDANG
CIPTOMULYO

MERGOSONO
BANDUNGREJOSARI
BARU

(Sebagian Kecamatan
BAKALANKRAJAN
BANDUNG-
REJOSARI
LAMA

Sukun dan Sebagian


BURING

5
GADANG
BARU

Kecamatan BUMIAYU

Kedungkandang)
GADANG
LAMA

KEBONSARI

WONOKOYO

6. BWK Malang Barat,


(Sebagian Kecamatan ARJOWINANGUN

Sukun)
TLOGOWARU
Kebijakan dan Strategi Penetapan
Struktur Tata Ruang Kota Malang
SURABAYA-LAWANG

Plaza
Araya,
T.Arjosari
3
dsk
BATU-KEDIRI
Pasar Blimbing,
2 Jl .LA Sucipto
dsk
TUMPANG
T.Krida
Budaya

1. BWK Malang Tengah dsk

2. BWK Malang Utara Unisma,


Pasar Dinoyo
dsk
3. BWK Malang Timur 1
Laut
4. BWK Timur Unmer,
Dieng Plaza
Kawasan
Alun-alun
Kaw
Perum
4
dsk dsk Sawojajar
5. BWK Malang Tenggara
6. BWK Malang Barat
6
Kaw
sekitar GOR
Ken Arok
Pasar Gadang
dsk (jl S.Tubun –
Gadang-Bumiayu)

5
KEPANJEN-
BLITAR
BATU-KEDIRI TASIKMADU
SURABAYA-LAWANG
BALEARJOSARI

TUNGGULWULUNG
POLOWIJEN
TANJUNGSEKAR

Pembagian BWK
Terminal Arjosari,
ARJOSARI

TLOGOMAS VEDC dsk


MOJOLANGU BARU
Unisma, Plaza
Pasar Dinoyo Taman Krida Araya
PURWODADI
dsk

dan Struktur
dsk Budaya,
DINOYO Griyashanta MOJOLANGU LAMA

dsk
MERJOSARI
TULUSREJO Pas
ar PANDANWANGI

.LABlimb
PasarJlBlimbingBLIMBING BARU

dsk S in
dskuciptog,

Ruang
JATIMULYO

KETAWANG-
GEDE

KARANGBESUKI

PENANGGUNGAN
LOWOKWARU
LAMA
PANDANWANGI
LAMA TUMPANG
LOWOKWARU PURWANTORO
BARU
SUMBERSARI

BUNUL-
RAMPAL- REJO
SAMAAN CELAKET
LAMA

1. BWK Malang Tengah


ORO-ORO DOWO BUNUL-
Unmer,
PISANGCANDI
REJO
BARU
DiengLAMA
Plaza GADINGKASRI

dsk Kawasa KLOJEN

2. BWK Malang Utara


PISANGCANDI
BARU nAlun- KSATRIAN SAWOJAJAR

alunKAUMAN
Kaw Sekitar
Velodrom
BARENG dsk
3. BWK Malang Timur
BANDULAN BARU BARENG
LAMA KIDULDALEM

MADYOPURO CEMOROKANDANG
TANJUNGREJO Kaw Perum

Laut
MULYOREJO
LAMA JODIPAN
POLEHAN Sawojajar
SUKOHARJO
KASIN
TANJUNGREJO
BARU KOTALAMA LESANPURO
LAMA

4. BWK Timur
SUKUN KOTALAMA
BARU

CIPTOMULYO KEDUNGKANDANG

5. BWK Malang Tenggara


MERGOSONO
BANDUNGREJOSARI
BARU

BAKALANKRAJAN
BANDUNG-

6. BWK Malang Barat


REJOSARI
LAMA

BURING

GADANG
BARU

Kaw sekitar
BUMIAYU

GADANG
Mayjend Singkono
LAMA
Dsk Pasa
( r
Gadjl Sas Gadan
KEBONSARI

ang uit T g
-Bu ubu WONOKOYO

mia n –
yu)

ARJOWINANGUN TLOGOWARU

KEPANJEN-
BLITAR

TUREN
FP: pemerintahan, perkantoran,
perdagangan dan jasa, sarana
olahraga, pendidikan dan
Fungsi TASIKMADU
peribadatan.
FS : pendidikan, fasilitas umum
dan sosial, perdagangan barang
BWK TUNGGULWULUNG

TANJUNGSEKAR
POLOWIJEN
BALEARJOSARI

dan jasa, perumahan dan ruang


terbuka hijau.
ARJOSARI

TLOGOMAS
FP : terminal, industri besar,

2
MOJOLANGU BARU

PURWODADI
menengah, dan kecil,
perdagangan dan jasa,

3
MOJOLANGU LAMA
DINOYO

MERJOSARI
TULUSREJO
PANDANWANGI
pendidikan dan sarana olah raga.
FS : permukiman, sarana
BLIMBING BARU

JATIMULYO

KETAWANG-
GEDE olahraga, perkantoran,
FP : pendidikan, KARANGBESUKI
pendidikan dan fasilitas umum,
perdagangan dan jasa, PENANGGUNGAN

LOWOKWARU
LOWOKWARU
LAMA PURWANTORO
PANDANWANGI
LAMA serta ruang terbuka hijau.
industri besar/menengah dan
BARU
SUMBERSARI

kecil serta wisata budaya.


FS : perumahan, perkantoran, RAMPAL-
SAMAAN CELAKET
BUNUL-
REJO
FP : perkantoran,
sarana olahraga,
LAMA

1
fasilitas umum, dan ruang ORO-ORO DOWO BUNUL-
REJO

industri, dan
BARU
PISANGCANDI GADINGKASRI

terbuka hijau.
LAMA

KLOJEN

perumahan.

6
PISANGCANDI
BARU KSATRIAN SAWOJAJAR

KAUMAN FS : perdagangan dan


jasa, peribadatan,
BARENG
BANDULAN BARU BARENG
LAMA KIDULDALEM

4
TANJUNGREJO
MADYOPURO CEMOROKANDANG
pendidikan, fasilitas
MULYOREJO
LAMA

SUKOHARJO
JODIPAN
POLEHAN
umum, dan ruang
terbuka hijau.
KASIN
TANJUNGREJO
BARU KOTALAMA LESANPURO
LAMA

SUKUN KOTALAMA
BARU

KEDUNGKANDANG
CIPTOMULYO

MERGOSONO
BANDUNGREJOSARI
BARU

FP : industri, fasilitas BAKALANKRAJAN


BANDUNG-
REJOSARI

umum, dan perumahan. LAMA

FS : pendidikan, pertanian, BURING


FP : perkantoran,

5
perdagangan dan jasa, GADANG perdagangan dan jasa,
sport centre (gor ken arok),
BARU

sarana olah raga, dan ruang


terbuka hijau.
BUMIAYU
gedung convention center,
industri, dan perumahan
GADANG
LAMA

FS : perdagangan dan jasa,


KEBONSARI

WONOKOYO

peribadatan, pendidikan
dan fasilitas umum, serta
ruang terbuka hijau.
ARJOWINANGUN TLOGOWARU
Rencana Pusat Kota,
Pusat BWK,
Pusat Lingkungan

25
Kebijakan dan Strategi Pengembangan
Kependudukan

• Kebijakan Distribusi Penduduk


– Pendistribusian penduduk pada kecamatan dengan
kepadatan penduduk tinggi diarahkan ke kecamatan
dengan kepadatan rendah/ sedang.
– Prioritas pendistribusian penduduk ke daerah dengan
lahan kosong lebih banyak daripada daerah lain.

• Kebijakan Pengendalian Pertumbuhan Penduduk


– Pengendalian jumlah penduduk pada Kecamatan
Klojen tetap/stabil hingga akhir tahun perencanaan.
– Pengendalian jumlah penduduk di kecamatan lain di
Kota Malang tidak diprioritaskan dalam waktu dekat
karena pertumbuhan penduduk masih dimungkinkan.

26
RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MALANG TAHUN
Kebijakan dan Strategi Pengembangan
Fasilitas
• Mendukung terciptanya pusat-pusat pelayanan baru yang
diharapkan dapat menciptakan pemerataan pembangunan
di Kota Malang dengan pengembangan fasilitas yang
memperhatikan rencana struktur tata ruang yang ada.
• Mendukung terciptanya hirarki sistem kegiatan kota dengan
meningkatkan skala pelayanan fasilitas yang memenuhi
arahan untuk fasilitas dengan skala pelayanan regional,
kota serta lokal yang menciptakan fungsi kegiatan primer,
sekunder dan tersier.
• Menciptakan efisiensi serta efektifitas pelayanan yang ada
sehingga mampu menjangkau seluruh penduduk di semua
bagian kota yang ada dengan cara:
– Membatasi dan mengarahkan perkembangan fasilitas
yang berkelompok pada bagian wilayah kota tertentu.
– Melakukan upaya pemerataan penyediaan fasilitas pada
bagian-bagian kota yang memerlukan dengan
pertimbangan konsentrasi penduduk.

27
RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MALANG TAHUN
Kebijakan dan Strategi Pengembangan
Sistem Transportasi

• Kebijakan dan Strategi Jaringan Jalan


– Pengaturan rute arus pergerakan/lalu lintas untuk
menghindari kemacetan.
– Peninjauan/pengkondisian kembali fungsi-fungsi jalan di
Kota Malang
– Pembangunan jaringan jalan baru (jalan lingkar)
• Kebijakan dan Strategi Sarana Transportasi
– Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan angkutan
umum terutama pada wilayah-wilayah yang belum terlayani
– Pengadaan angkutan umum massal
– Peningkatan kualitas dan kuantitas fasilitas-fasilitas
penunjang beroperasinya sarana transportasi di Kota
Malang.

28
RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MALANG TAHUN
Kebijakan dan Strategi Pengembangan Sistem
Transportasi……..
• Kebijakan dan Strategi Prasarana Transportasi
– Peningkatan dan perbaikan kualitas sarana dan prasarana terminal
dan sub terminal
– Pengalihan fungsi Terminal Gadang menuju ke Terminal Tlogowaru
sebagai salah satu upaya untuk mengurangi beban jalan disekitar
Terminal Gadang saat ini.
– Pengadaan terminal kargo di sekitar jalan lingkar sebagai terminal
angkutan barang di Kota Malang.
– Pengadaan alat dan lokasi untuk melakukan uji Kir di Kota Malang
dengan sasaran tahun-tahun ke depannya tidak hanya diujikan untuk
kendaraan bermuatan terbuka saja, namun juga untuk kendaraan
pribadi pula.
– Pengadaan stasiun/shelter dan halte baru dalam mendukung rencana
pengembangan kereta api komuter dan angkutan umum semi Busway.

• Kebijakan dan Strategi Sarana Penunjang Jalan


– Penambahan sarana penunjang jalan pada wilayah-wilayah yang
membutuhkan (persimpangan jalan, perlintasan kereta api, kawasan
kegiatan umum)
– Peremajaan dan pembaharuan kembali sarana-sarana penunjang jalan
yang telah rusak atau mengalami penurunan kualitas fisikc.
– Optimalisasi keberadaan sempadan rel kereta api agar tidak dijadikan
kawasan permukiman atau kegiatan lain

29
RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MALANG TAHUN
Kebijakan dan Strategi Pengembangan
Prasarana

• Kebijakan dan Strategi Pengembangan Sistem Utilitas Air Bersih


– Penambahan tingkat pelayanan PDAM menjadi 80% hingga
dapat menjangkau semua wilayah Kota Malang
– Mempertahankan keseimbangan kebutuhan air bersih antara
kapasitas dan volume air bersih dengan jumlah pelanggan
PDAM.

• Kebijakan dan Strategi Pengembangan Listrik


– Pengoptimalan sumber-sumber tenaga listrik,
– Penghematan penggunaan listrik tiap harinya
– Penyelarasan pengembangan pelayanan listrik yang
disesuaikan dengan pengembangan perumahan dan
kebutuhannya.

• Kebijakan dan Strategi Pengembangan Telematika


– Peningkatan kualitas sambungan telepon
– Penyediaan sarana prasarana telematika
– Penetapan dan pemanfaatan tower bersama dalam penyediaan
antena telekomunikasi

30 RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MALANG TAHUN


Kebijakan dan Strategi
Pengembangan Prasarana……
• Kebijakan dan Strategi Pengembangan Sistem Persampahan
– Pengendalian Volume persampahan
– Penyediaan sarana prasarana persampahan di Kota Malang
– Kebijakan dan strategi Sistem pengelolaan sampah di TPA
Supiturang dengan sistem Sanitary Landfill

• Kebijakan dan Strategi Pengembangan Sistem Sanitasi


– Pengolahan limbah on site system diarahkan dengan sumur
resapan sehingga tidak mencemari tanah kemudian dialirkan
ke saluran pematusan kota.
– Pengolahan limbah dengan off site system
– Penanganan IPLT Supiturang agar tidak menimbulkan
pencemaran.
– Mengoptimalkan penggunaan IPAL yang ada di Kota Malang

• Kebijakan dan Strategi Pengembangan Sistem Drainase


– Perbaikan terhadap sistem drainase yang telah ada
– Penurunan debit dengan pembuatan bangunan resapan air,
– Perbaikan dan/atau normalisasi saluran drainase.
– Pembuatan sudetan pada saluran drainase yang bermasalah
– Perencanaan terhadap sistem drainase yang akan dibuat sesuai
dengan kebutuhan akan guna lahan yang terus meningkat
31
RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MALANG TAHUN
Kebijakan dan Strategi Penyediaan dan
Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
• Penataan RTH sesuai fungsinya: ekologis, sosial-
ekonomi, dan arsitektural.
• Penanaman pohon sesuai jenis dan fungsi RTH
• Penempatan RTH sebagai pendukung identitas
kawasan
• Pengelompokan RTH sesuai fungsi, hirarki, dan skala
ruang lingkungannya.
• Pembangunan hutan kota; kebun bibit; taman kota;
taman lingkungan.
• Pembangunan RTH pada ruas jalan utama kota.
• Pembangunan RTH pada lokasi fasilitas umum kota.
• Pembangunan RTH pada sempadan sungai; jalur KA;
SUTT.
• Penghijauan halaman/kavling rumah.
Kebijakan dan Strategi Penyediaan dan
Pemanfaatan Jaringan Pejalan Kaki

• Pemasangan fasilitas pejalan kaki pada


lokasi-lokasi dimana pemasangan fasilitas
tersebut memberikan manfaat yang
maksimal, baik dari segi keamanan,
kenyamanan ataupun kelancaran
perjalanan bagi pemakainya.
• Penambahan dan perbaikan fasilitas
pejalan kaki pada lokasi-lokasi/kawasan
yang terdapat sarana dan prasarana
umum

33
Kebijakan dan Strategi Penyediaan dan
Pemanfaatan Sektor Informal

• Pengaturan persebaran pedagang kaki lima pada


wilayah-wilayah tertentu sesuai dengan jenisnya.
• Memberikan kemudahan dalam proses
penyediaan modal dan bantuan teknis bagi untuk
sektor informal
• Mengadakan kerjasama dengan pihak-pihak lain
agar sektor informal lebih berkembang.
• Penetapan regulasi yang tepat bagi keberadaan
sektor informal

34
RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MALANG TAHUN
Kebijakan dan Strategi Penetapan Pola
Ruang Kota Malang

• Kebijakan dan Strategi Pemantapan Kawasan Lindung


– Kebijakan dan strategi pengembangan kawsan lindung
diarahkan agar dapat memelihara dan mewujudkan
kelestarian fungsi lingkungan hidup dan mencegah
timbulnya kerusakan lingkungan hidup.

• Kebijakan dan Strategi Pengembangan Kawasan Budidaya


– Kebijakan dan strategi kawasan budidaya meliputi
pengembangan berbagai usaha dan kegiatan
pengembangan sistem permukiman, pengembangan
jaringan transportasi nasional, pengembangan energi
dan jaringan kelistrikan nasional, pengemabangan
jaringan teekomunikasi nasional serta pengembangan
infrastruktur air baku nasional.

RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MALANG TAHUN


Kebijakan dan Strategi Penetapan Kawasan
Strategis Kota Malang

• Penetapan kawasan strategis di Kota Malang meliputi


kawasan strategis dari sudut kepentingan pertahanan dan
keamanan (kawasan militer), pertumbuhan ekonomi (kawasan
perdagangan dan jasa, pendidikan tinggi, pariwisata, industri),
dan sosial budaya (kawasan cagar budaya dan bangunan
bersejarah).

• Pengembangan kawasan strategis diarahkan agar dapat


berpengaruh terhadap:
– Tata ruang di wilayah sekitarnya;
– Kegiatan lain di bidang yang sejenis dan kegiatan di bidang
lainnya;
– Peningkatan kesejahteraan masyarakat.

36
RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MALANG TAHUN
Renc. Proyeksi Penduduk

proyeksi
tahun penduduk
2008 823040
2009 832930
2010 842610
2011 855500
2012 868400
2013 894100
2014 913540
2015 932890
2016 939340
2017 958690
2018 984310
2019 1010280
2020 1029630
2021 1048970
2022 1061870
2023 1071440
2024 1079610
2025 1086050
RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MALANG
TAHUN 2010-2030 38
2026 1088470
Rencana
Distribusi
Penduduk Kota
Malang

39
Rencana Kepadatan
Penduduk

Jumlah Penduduk Kepadatan


Luas
No Kecamatan Wilayah
2006 2008 2013 2018 2023 2028 2006 2008 2013 2018 2023 2028
(Ha)

1 Kedungkandang 185539 186720 225480 264940 290680 291410 4089 95 95 113 129 142 142

2 Sukun 161008 170000 171340 185540 204710 206420 1997 162 171 173 186 205 206

3 Klojen 103928 105400 107330 108400 108790 108790 883 236 239 243 245 246 246

4 Blimbing 166239 166450 186730 188030 196370 197010 1707 203 203 225 227 235 236

5 Lowokwaru 190422 194470 203220 237400 270890 287130 2260 167 171 178 208 237 251

40
RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MALANG TAHUN
Rencana
Kepadatan
Penduduk

41
Rencana Pengembangan Fasilitas
Perdagangan dan jasa
TAHUN
Jenis 2009
2008 2014
2013 2019
2018 2024
2023 2029
2028
No.
Fasilitas Jmlh Jmlh Jmlh Jmlh Jmlh
Keb. Keb. Keb. Keb. Keb.
Pend Pend Pend Pend Pend
1. Warung 823.040 6.584 894.100 7.153 984.310 7.874 1.071.440 8.572 1.090.760 8.726
2. Pertokoan 3.292 3.576 3.937 4.286 4.363
3. Kaw. 27 30 33 36 36
Perbelanjaan
Sumber: Hasil RencanaTahun 2008
• Peningkatan kualitas pasar yang telah ada seperti Pasar Besar,
Pasar Dinoyo, Pasar Blimbing, dan Pasar Tawangmangu. Selain
itu sesuai dengan pemekaran wilayah Kota Malang maka
diperlukan penambahan Pasar baru di Buring (Kedungkandang).
• Sedangkan untuk Pasar Burung dan Pasar Bunga diarahkan di
Kawasan Splendid.
• Rencana fasilitas perdagangan dan jasa diarahkan pada
pendistribusian fasilitas secara merata terutama di daerah
hinterland/pinggiran.

42
Rencana Persebaran
Fasilitas Perdagangan

dan Jasa

43
Rencana Pengembangan Fasilitas
Pendidikan
TAHUN
2008
2009 2013
2014 2018
2019 2023
2024 2028
2029
No. Jenis Fasilitas
Jmlh Jmlh Jmlh Jmlh Jmlh
Keb. Keb. Keb. Keb. Keb.
Pend Pend Pend Pend Pend
1. TK 24.270 303 26.365 330 29.026 363 31.595 395 32.165 402
2. SD 74.639 311 81.084 338 89.264 372 97.166 405 98.918 412
3. SMP/sederajat 44.338 74 48.166 80 53.025 88 57.719 96 58.760 98
4. SMA/sederajat 56.545 94 61.427 102 67.624 113 73.610 123 74.938 125
Sumber: Hasil RencanaTahun 2008
• Peningkatan kualitas fasilitas berupa pemeliharaan serta perbaikan yang
diutamakan untuk bangunan yang mengalami kerusakan, serta peningkatan
pelayanan fasilitas pendidikan dimulai dari TK sampai dengan Perguruan
Tinggi, hal ini untuk mendukung salah satu Tri Bina Cita Kota Malang yaitu
sebagai Kota Pendidikan yang bertaraf internasional.
• Peningkatan perpustakaan Kota Malang sebagai pusat pendidikan dan
pariwisata.
• Pembangunan tempat-tempat pelatihan di Kota Malang di lokasi strategis
kawasan pendidikan dan perkantoran di Kota Malang.
• Pemanfaatan ruko sebagai tempat kursus pendidikan, seni, olah raga, dan
lain sebagainya di sekitar kawasan pendidikan yang terdapat di Kota
Malang.
• Pembangunan Malang International Education Park (MIEP) seperti sekolah
44 model dan Poltekom di wilayah timur Kota Malang.
Rencana
Persebaran
Fasilitas
Pendidikan

45
Rencana Pengembangan Fasilitas
Peribadatan
• Untuk kebutuhan fasilitas peribadatan di Kota Malang yaitu
berupa masjid, musholla, gereja, pura, dan vihara pada
umumnya telah memenuhi kebutuhan masyarakatnya.
• Rencana fasilitas peribadatan diarahkan pada
pemeliharaan bangunan untuk bangunan yang rusak
ataupun konservasi untuk fasilitas peribadatan yang
mempunyai nilai historis/arsitektur tinggi.
• Selain itu direncanakan Asrama Haji yang terletak di
wilayah timur Kota Malang
• Untuk fasilitas peribadatan lainnya disesuaikan dengan
jumlah kebutuhan pemeluk agama-agama tersebut. Untuk
rencana ke depannya, penambahan dilakukan sesuai
kebutuhan untuk setiap pemeluk agama yang ada.

46
Rencana Pengembangan Fasilitas Kesehatan

• Rencana fasilitas kesehatan di Kota Malang


untuk 20 tahun kedepan diarahkan pada
peningkatan kualitas pelayanan kesehatan
dengan penambahan fasilitas kesehatan.
• Untuk rumah sakit diperlukan 5 unit, 36
unit puskesmas, 73 unit puskesmas
pembantu, 545 unit posyandu, 109 unit
apotik dan klinik KB, serta 364 balai
pengobatan yang persebarannya
direncanakan secara merata disetiap
kecamatan di Kota Malang

47
Rencana Pengembangan Fasilitas Olahraga dan
Rekreasi
TAHUN
22009
008 22014
013 22019
018 2023
2024 2028
2029
No. Jenis Fasilitas
Jmlh Jmlh Jmlh Jmlh Jmlh
Keb. Keb. Keb. Keb. Keb.
Pend Pend Pend Pend Pend
1. Taman dan Lap. 823.040 27 894.100 30 984.310 33 1.071.440 36 1.090.760 36
OR (30.000
penduduk)
2. Taman dan Lap. 7 7 8 9 9
OR (120.000
penduduk)
Sumber: Hasil RencanaTahun 2008
• Taman olahraga/sport centre yang dilengkapi dengan sirkuit, gokart, pacuan kuda,
golf, kolam pancing, motor cross, dan olahraga air. Sport Centre diarahkan di
Kedungkandang.
• Pengembangan pasar seni yang diletakkan di Kedungkandang bersatu dengan
Malang Convention Centre.
• Pengembangan fasilitas rekreasi di Kota Malang.
• Pengembangan wisata kuliner diarahkan terhadap PKL makanan di Pasar Besar, Pasar
Tugu, Simpang Balapan, dan Pulosari sebagai lokasi wisata kuliner Kota Malang.
• Pengembangan lapangan olahraga di areal pendidikan dan permukiman di Kota
Malang.
• Pengembangan kawasan Kayutangan, kawasan Pecinan, kawasan Kauman, dan
kawasan Ijen sebagai kawasan wisata budaya di Kota Malang.
• Penyediaan pusat informasi wisata (tourism information centre) Kota Malang yang
memberikan informasi wisata dan potensi Kota Malang, namun juga informasi wisata
48
dalam dan luar negeri.
Rencana
Persebaran
Fasilitas Rekreasi
dan Olahraga

49
Rencana
Pola
Pergeraka
n

50
Rencana
Fungsi
Jalan

51
Rencana
Pengembangan

Jalan Tol

52
Rencana Rute
Pelayanan
Sarana
Transportasi

53
Rencana
Rute
Semibusway

54
Rencana Rute
KA Komuter

55
Rencana
Sarana Pengembangan

Terminal
Terminal Arjosari
menjadi Terminal
Modern

56
Rencana Penyediaan dan Pemanfaatan
Fasilitas Pejalan Kaki
• Penyediaan dan peningkatan kualitas trotoar sebagai fasilitas pejalan
kaki yang memadai untuk menumbuhkan budaya berjalan kaki,
terutama untuk perjalanan yang relatif pendek. Pembangunan fasilitas
ini memperhitungkan penggunaannya bagi penyandang cacat.
• Peyediaan fasilitas penunjang halte yang berfungsi untuk istirahat dan
menunggu angkutan umum.
• Peyediaan fasilitas telepon umum di sepanjang jalur pejalan kaki.
• Penyediaan papan informasi yang diperuntukkan bagi pejalan kaki
sebagai wadah informasi mengenai titik-titik lokasi yang menarik untuk
dikunjungi, reklame, serta informasi keadaan jalur pejalan kaki.
• Penyediaan dan peningkatan kualitas lampu penerangan.
• Penyediaan dan peningkatan kualitas tempat sampah di jalur pejalan
kaki.
• Penyediaan dan peningkatan pohon peneduh atau pelindung serta
tanaman hias.

57
Peta Rencana
Jalur
Pedestrian

58
Rencana Prasarana Telematika
• Rencana Jaringan Telepon
– Peningkatan kualitas sambungan telepon
– Penyediaan sarana prasarana
– Penetapan dan pemanfaatan tower bersama dalam penyediaan
antena telekomunikasi, dengan arahan sbb:
• Kawasan dimana terdapat banyak bangunan tower
telekomunikasi dengan jarak kurang dari 1,5 km.
– Pembatasan terhadap pembangunan tower baru pada
kawasan tersebut.
– Pemanfaatan bangunan tower yang telah ada untuk
digunakan sebagai tower bersama
• Kawasan yang jauh dari permukiman dan aktivitas guna lahan
yang padat.
– Di kawasan ini direncanakan pembangunan tower bersama
yaitu di Kecamatan Kedungkandang teutama kelurahan
Madyopuro dan Cemorokandang untuk menunjang
prasarana telematika di kawasan yang akan dikembangkan
sebagai kawasan perkantoran, gedung konvensi, taman
burung, dan taman anggrek di Kecamatan Kedungkandang
• Rencana Jaringan Internet
– Peningkatan kualitas dan penambahan akses internet (hotspot)
– Pemanfaatan titik akses internet di kawasan RTH seperti alon-alon
merdeka, alon-alon Tugu, taman rekreasi majapahit sebagai taman
teknologi.
59
Rencana Tower

(BTS) Bersama

60
Rencana Sistem Prasarana Air Bersih

• Rencana Kebutuhan Reservoir/ Tandon PDAM


– Sistem Tandon Tlogomas
• Penambahan volume dilakukan pada 10 tahun kedua
(2023) sehingga akan menjadi 7600 m 3 dan dapat
melayani kebutuhan sambungan rumah hingga 38000 SR.
– Sistem Tandon Betek
• Mulai tahun 2018 diperlukan penambahan volume tandon
sebesar 700 m3 sehingga menjadi 2700 m3.
– Sistem Tandon Mojolangu
• Mulai tahun 2018 diperlukan penambahan volume tandon
sebesar 1000 m3 sehingga menjadi 4700 m3.
– Sistem Tandon Buring
• Penambahan volume dilakukan pada 10 tahun kedua
sebesar 1370 m3 sehingga volume tandon menjadi 6200
m3 dan dapat melayani kebutuhan sambungan rumah
hingga 31100 SR.
61
Rencana Sistem Prasarana Air Bersih

Kebutuhan Air Bersih Kota Malang Tahun 2009-2029

Kebutuhan Non Domestik (liter/jiwa)


Kebutuhan
Jumlah domestik Hidrant Kehilangan Kebutuhan
no tahun Penduduk (liter/jiwa) (10%x air (10%x Total
(170xjml pddk) Fasos Komersil Kantor Industri D+ND) D+ND) (D+ND+H)
(15%x KD) (20%x KD) (15%xKD) (10%xKD)
1 2008 823040 139916877 18967410 2718785271 18967410 12644940 20231904 20231904 222550944
2 2013 894100 151997000 22799550 30399400 22799550 15199700 24319520 24319520 267514720
3 2018 984310 167332700 25099905 33466540 25099905 16733270 26773232 26773232 294505552
4 2023 1071440 182144800 27321720 36428960 27321720 18214480 29143168 29143168 320574848
5 2028 1090760 185429200 27814380 37085840 27814380 18542920 29668672 29668672 326355392

62
RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MALANG TAHUN
Rencana
Distribusi
Jaringan Air
Bersih

63
Rencana Pengembangan Sistem
Persampahan
Pewadahan dan Pengolahan
Pengumpulan Sampah Pengelolaan di TPS Pengangkutan Sampah TPA
di Sumber Timbulan Sampah
 Pemisahan sampah  Radius layanan  Pemilihan  Pemisahan alat
dari sumber pengumpulan sampah angkut sampah
timbulan sampah : sampah ± 1 km organik dan organik dan non
sampah organik dan dengan non organik. organik dengan
non organik. pengumpulan  Pembuatan pembedaan warna
 Volume wadah menggunakan kompos dari truk dan container
individual 30 L gerobak gerobak sampah yang digunakan
dimana dapat berkapasitas 0,8 – organik. untuk mengangkut
menampung sampah 1,0 m3 yang dapat  Daur ulang sampah.
rumah tangga dihela oleh 1 orang.  Sampah organik
sampah non
selama dua hari  Rotasi gerobak organik. diangkut setiap hari,
dengan asumsi satu untuk pengumpulan  Penambahan sedangkan sampah
KK rata-rata terdiri dari sumber non organik diangkut
Lokasi TPS
atas 4 orang. timbulan sampah 1 tiga hari sekali.
– 2 ritasi per hari.  Sampah harus
 Sampah paling tertutup selama
lama berada di pengangkutan
dalam wadah sehingga tidak
selama 2 hari untuk tercecer di jalan.
menghindari  Pengangkutan
pembentukan lindi melewati jalur jalan
selama di dalam yang tidak macet dan
wadah. dijadwalkan bukan
pada jam-jam lalu
lintas sibuk.
64
Rencana
Penambahan
TPS

Pengembangan
Laboratorium Gas
Metan di TPA Supit
Urang

65
Rencana Pengembangan Sanitasi

Rencana Pengelolaan Limbah On Site System

SUMBER LIMBAH PEMBUANGAN PENGELOLA


AKHIR
Limbah domestic/ Sumur resapan Saluran Pematusan Dinas PU
Limbah domestic/ Sumur resapan Saluran Pematusan Dinas PU
air kotor dari rumah tangki septic Kota (drainase)
air kotor dari rumah tangki septic Kota (drainase)
tangga
tangga

Rencana Pengelolaan Limbah Off Site System

SUMBER LIMBAH PEMBUANGAN PENGELOLA


AKHIR
Limbah rumah Instalasi Badan Air Gol D
Dinas
Limbah rumah Instalasi Badan Air Gol D
Dinas
tangga, limbah Pengelolaan Air Saluran
tangga, limbah Pengelolaan Air Saluran Lingkungan
industri, rumah Limbah (IPAL) Pematusan Kota Lingkungan
industri, rumah Limbah (IPAL) Pematusan Kota Hidup
sakit Hidup
Dinas
sakit DinasPU
PU

Rencana Pengelolaan Limbah Tinja

SUMBER LIMBAH PEMBUANGAN PENGELOLA


AKHIR
Tinja, septic tank Instalasi Badan Air Gol D/ Dinas Kebersihan
Tinja, septic tank Instalasi Badan Air Gol D/ Dinas Kebersihan
rumah tangga Pengolahan Limbah Saluran Pematusan
rumah tangga Pengolahan Limbah Saluran Pematusan
Tinja Kota
Tinja Kota

66
Rencana
Normalisasi
Saluran
Drainase

67
Rencana
Pembuatan
Sudetan
Drainase

68
Rencana Penyediaan dan Pemanfaatan
Ruang Terbuka Hijau

NO FUNGSI MANFAAT RENCANA BENTUK RTH


1 Ekologis  Meningkatkan kandungan air tanah  Hutan kota
 Membangun jejaring habitat kehidupan liar  Taman kota
 Menurunkan tingkat pencemaran udara  Kawasan dan jalur hijau
 Mencegah longsor dan banjir  lindung sempadan sungai, kereta api,
dan jalur dibawah tegangan tinggi
(SUTT)
2 Sosial-ekonomi  Pendidikan lingkungan  Hutan kota
 Sebagai sarana rekreasi  Taman kota
 Sebagai ruang interaksi sosial  Taman rekreasi
 Taman lingkungan perumahan dan
permukiman
 Lapangan olahraga
3 Arsitektural  Meningkatkan kerapian dan keteraturan kota  Kawasan dan jalur hijau
 Meningkatkan kenyamanan kota  Taman kota berupa alun-alun dan
 Meningkatkan keindahan kota monumen kota
 Taman lingkungan perkantoran dan
gedung komersil
 Jalur pengaman jalan dan media jalan
 Taman atap (roof garden)
Sumber: Hasil Rencana Tahun 2008

69
Rencana Penyediaan dan Pemanfaatan
Ruang Terbuka Hijau……
• Pemeliharaan dan pelestarian kawasan RTH yang masih tersisa, seperti yang
telah ditetapkan dalam rencana tata ruang kota.
• Pengembangan Taman Anggrek di Kedungkandang yang dilengkapi dengan
sarana dan prasarana.
• Pengembangan Taman Pintar di kawasan perumahan Dieng, Araya, dan
Permata Jingga.
• Pengembangan Taman Teknologi diarahkan di alun-alun kota, alun-alun tugu,
velodrom yang dilengkapi dengan fasilitas gazebo dan shelter. Selain itu di
setiap perumahan diarahkan untuk menyediakan taman teknologi
• Pengembangan lapangan Rampal sebagai taman teknologi, lapangan
pertunjukan, dan pameran.
• Peningkatan GOR Ken Arok sebagai taman olahraga di Kota Malang
• Mengisi dan memelihara taman-taman kota yang sudah ada, sebaik-baiknya
dan berdasar pada prinsip fungsi pokok RTH (identifikasi dan keindahan)
masing-masing lokasi.
• Pengembangan RTH halaman rumah dan bangunan umum, serta di puncak
gedung (rooftop garden), dengan tanaman aerofonik atau hidrofonik, dan
semacamnya oleh pemilik bangunan
• Pengembangan RTH sebagai zone pengaman pada jalur KA; sempadan
sungai; sempadan SUTT, kawasan industri.
70
Rencana Penyediaan dan Pemanfaatan
Ruang Terbuka Hijau……
• Refungsionalisasi dan pengamanan jalur-jalur hijau alami, seperti di sepanjang
tepian jalan raya, jalan tol, bawah jalan layang (fly-over), tempat pemakaman
umum (TPU), dan lapangan olahraga, dari okupasi permukiman liar.
• Penyediaan jalur hijau dan taman kota diarahkan di Kecamatan Buring dan
Kecamatan Kedungkandang, selain itu di setiap jalan lingkar.
• Memberikan ciri-ciri khusus pada tempat-tempat strategis, seperti batas-batas
kota dan alun-alun kota.
• Peremajaan dan peningkatan kualitas tanaman pada jalur jalan utama kota,
sesuai klasifikasinya.
• Pengembangan hutan kota dan kebun bibit pada kawasan Malang Timur
(Kecamatan Kedungkandang) yang relatif masih banyak lahan belum terbangun.
• Pembangunan taman lingkungan; lapangan olahraga di tiap unit lingkungan.
• Rehabilitasi kawasan taman sebagai pendukung monumen kota.
• Peningkatan fungsi lahan terbuka kota menjadi RTH.
• Pengembangan RTH pada kawasan perbatasan wilayah kota.
• Penetapan kawasan konservasi sesuai karakteristik kawasan sebagai
pendukung ikon kota.
• Peningkatan pendanaan baik dari pemerintah, swasta, dan swadaya
masyarakat yang memadai untuk program RTH kota.
• Mengikut sertakan peran serta masyarakat untuk meningkatkan apresiasi dan
kepedulian terhadap kualitas lingkungan alami perkotaan.
71
Rencana RTH
Rencana RTH Publik
Jenis Lokasi Luas
Hutan Kota Hutan Kota Malabar, Hutan Kota Velodrom, Hutan Kota Kediri, Hutan Kota Pandanwangi, 874.988 m2
Hutan Kota Indragiri, Taman Jakarta, Taman Trunojoyo, Taman Ronggowarsito, Taman Alun-
alun Merdeka, Taman Alun-alun Tugu, rencana hutan kota, hutan wisata, dan kebun bibit yang
terletak di Kecamatan Kedungkandang, Kecamatan Sukun, dan Kecamatan Lowokwaru
Kawasan/Jalur Tengah/Hijau Taman Chairil Anwar, Taman Kertanegara, Taman Jalur Tengah Ijen, Taman Adipura/Arjuno, 500.012 m2
Taman TGP, Taman Oepet/Semeru, Taman Melati, Taman Simpang Balapan, Taman Wilis,
Taman Jalur Tengah Langsep, Taman Jalur Tengah Galunggung, Taman Jalur Tengah Dieng,
Taman Jalur Tengah Veteran, Taman Jalur Tengah Sukarno Hatta, Taman Segitiga Pekalongan,
Taman Bundaran Bandung, Taman Jalur Tengah JA. Suprapto, Taman Bundaran P. Sudirman,
Taman Jalur Tengah Borobudur, Taman Dr. Sutomo, Taman Jalur Tengah Kalimewek, Taman
Jalur Tengah Raden Intan, Taman Kalimewek, Taman Segitiga Arjosari, Taman Jalur Tengah
Sawojajar, Taman Jalur Tengah Terminal Madyopuro, Taman Madyopuro, Kebun Bibit Garbis,
Kebun Bibit Sawojajar, Kebun Bibit Kediri, Taman Dempo, Taman Merbabu, Taman Ungaran,
Taman Cerme, Taman Terusan Dieng, Taman Anggur, Taman Agung, Taman Sawo, Taman
Simpang Kawi, Taman Slamet, Taman Saparua, Taman Banda, Taman Sumba, Taman
Bengkalis, Taman Riau, Taman Belitung, Taman Bundaran Halmahera, Taman Ternate, Taman
Sarangan, Taman Tata Surya, Taman Batu Permata, Taman Serayu, Taman Cidurian, Taman
Ciujung, Taman Cisadea, dan taman-taman di wilayah Kota Malang
Taman RW Taman RW direncanakan tesebar di setiap RW di wilayah Kota Malang 545.380 m2
Taman Kelurahan Taman Kelurahan tersebar di kelurahan-kelurahan di sepuluh kecamatan yang meliputi 327.228 m2
Kecamatan Kedungkandang, Kecamatan Sukun, Kecamatan Klojen, Kecamatan Blimbing,
Kecamatan Lowokwaru
Taman Kecamatan Taman kecamatan tersebar di sepuluh kecamatan di Kota Malang meliputi Kecamatan 218.152 m2
Kedungkandang, Kecamatan Buring, Kecamatan Sukun, Kecamatan Mulyorejo, Kecamatan
Klojen, Kecamatan Oro-Doro dowo, Kecamatan Blimbing, Kecamatan Purwantoro, Kecamatan
Lowokwaru, Kecamatan Dinoyo
Lapangan olahraga Lapangan IKIP, Lapangan Rampal, Lapangan Tembalangan, Lapangan Taman Gayam, 972.065, 24 m2
Lapangan Blimbing, Stadion Luar Gajayana, GOR Ken Arok, Velodrom, Lapangan Dinoyo,
Stadion Gajayana, Lapangan Cenggger Ayam, Lapangan Merjosari, Lapangan olah raga
lingkungan perumahan
Sabuk hijau (green belt) Berupa lahan pertanian perkotaan (sawah) yang tetap dipertahankan keberadaannya yang 14.449.340 m2
tersebar di wilayah Kota Malang
2
Rencana
Persebaran
RTH (hutan kota,

taman kota, dll)

73
Rencana RTH
Sempadan Sungai,
Kereta Api dan SUTT

74
Rencana RTH
Jalur Jalan

75
Rencana Penyediaan dan Pemanfaatan
Sektor Informal

Bantuan
eksternal (jika
diperlukan)
PEMERINTAH SEKTOR
DAERAH SWASTA

Penciptaan kondisi Dukungan parsial dan


makro yang hubungan usaha
kondusif saling menguntungkan

MASYARAKAT PELAKU
UMUM EKONOMI
DAN LSM Dukungan parsial INFORMAL
dan hubungan
usaha saling
menguntungkan

Rekomendasi Kerjasama Ekonomi Sektor


Informal

76
Rencana Penyediaan dan Pemanfaatan
Sektor Informal

• PKL makanan diarahkan di Pasar Besar, Pasar Tugu,


Pasar Simpang Balapan, dan Pulosari.
• Untuk PKL jenis kue basah diarahkan di jalan Gajayana
dan di sekitar Taman Krida Budaya.
• Untuk jenis buku diarahkan di Jalan Wilis.
• PKL onderdil sepeda dan motor diarahkan di wilayah
Comboran.
• Menyediakan kredit mikro, fasilitas, dan bantuan teknis.
• Menyediakan lokasi atau ruang untuk berdagang.
• Menciptakan kerjasama antara ekonomi informal dengan
pemerintah daerah, masyarakat, LSM, dan sektor swasta.

77
Rencana Sektor
Informal

Pengembang
an Pasar
Tugu

78
Rencana Pelestarian Kawasan
Lindung
 Rencana Kawasan Lindung Setempat
 Rencana pelestarian kawasan lindung setempat diarahkan ke kawasan kumuh di
sekitar kawasan DAS Brantas dan sempadan KA.
 Adapun pengelolaan kawasan sempadan sungai di Kota Malang antara lain
dilakukan dengan :
 Pengamanan dan perlindungan sekitar sungai atau sempadan sungai baik

sungai-sungai besar maupun kecil dilarang untuk alih fungsi lindung yang
menyebabkan atau merusak kualitas air, kondisi fisik dan dasar sungai serta
alirannya.
 Pengendalian kegiatan yang telah ada di sekitar sungai atau angunan di

sepanjang sempadan sungai yang tidak memiliki kaitan dengan pelestarian


atau pengelolaan sungai dilarang untuk didirikan.
 Perlunya pembangunan jalan inspeksi di sepanjang sungai untuk memudahkan

pengawasan terhadap berkembangnya kawasan terbangun pada sempadan


sungai maupun alihfungsi lahan lainnya.
 Sungai yang melintasi kawasan permukiman perlu dilakukan re-orientasi

pembangunan dengan menjadikan sungai sebagai bagian latar depan.


 Selain itu kawasan perlindungan setempat yang harus dilstarikan di Kota

Malang yaitu kawasan sempadan irigasi.


 Pencegahan dilakukan kegiatan budidaya di sepanjang sungai

80
Rencana Pelestarian
Kawasan Lindung
Rencana Kawasan Lindung Setempat
 Penataan pada kawasan kumuh dapat
dilakukan pada:
 Pola tata bangunan

 Pola jaringan jalan

 Fasilitas kamar mandi dan tempat


pembuangan kotoran manusia, dimana dapat
melalui program KIP/P2LPK
 Tempat Pembuangan Sampah

 Pembuangan Limbah Rumah Tangga

 Penyediaan Air Bersih

 Fasilitas Penerangan
81
Rencana
Penanganan
Kawasan Kumuh

82
Rencana Kawasan
Lindung
Setempat

83
Rencana Pelestarian Kawasan
Lindung
 Rencana Kawasan Rawan Bencana Alam
Adapun upaya penanganan lainnya selain penetapan ruang evakuasi
bencana terhadap bencana banjir di Kota Malang adalah sebagai berikut:
 Mempertahankan ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai resapan air,
sehingga run off dari air hujan berkurang karena terjadinya peresapan.
 Pada kawasan-kawasan permukiman padat khususnya di Kec. Klojen
diharapkan membuat sumur resapan yang disesuaikan dengan kebutuhan
sehingga meskipun lahan didominasi dengan tutupan bangunan tapi
masih bisa meresapkan air, selain itu bisa juga dilakukan dengan metode
biopori.
 Pemeliharaan dan normalisasi saluran drainase dengan mengangkat
sedimen dan sampah yang ada di saluran.
 Inventarisasi saluran-saluran yang berfungsi ganda sebagai saluran
drainase dan saluran irigasi.
 Dibangunnya inlet di kanan-kiri jalan pada kawasan genangan dan pada
jalan-jalan yang belum ada inlet drainasenya
 Sosialisasi kepada masyarakat untuk hidup sehat dan memelihara
lingkungannya.

84
Rencana Pelestarian Kawasan
Lindung
Rencana Kawasan Cagar Budaya dan Ilmu Pengetahuan
 Di Kota Malang daerah yang teridentifikasi memiliki Benda
Cagar Budaya (BCB) yang perlu dilindungi dan dilestarikan
keberadaanya antara lain terdapat pada : Candi Badut,
Candi Tidar, Gunung Buring, Polowijen, dan lain sebagainya.
 Bangunan lain yang juga patut dilestarikan adalah kawasan
dengan bangunan kolonial seperti Balai Kota Malang, Stasiun
Kereta Api, Bank Indonesia, Dinas Perbendaharaan dan Kas
Negara, Bangunan Gereja misalnya Gereja Kathedral Hati
Kudus, Gedung Sekolah misalnya Sekolah Cor-Jessu, Gedung
PLN, serta perumahan yang ada di sepanjang Jalan Ijen
 Untuk menjaga kelestarian serta upaya perlindungan
terhadap peninggalan ini maka perlu penegakan peraturan
dan ketentuan yang mengikat bagi perlindungan terhadap
bangunan bersejarah dan peninggalan yang ada tersebut

85
Rencana Pelestarian Kawasan
Budidaya
 Rencana Kawasan Pertanian
 Sawah-sawah teknis yang ada di Kota Malang sebaiknya tetap
dipertahankan keberadaannya. Pengalihfungsian dapat dilakukan jika tidak
terdapat lahan kosong lagi dalam pembangunan fasilitas dan
pengembangan kota dan harus mendapatkan ijin dari instansi yang terkait.
 Kawasan pertanian yang masih dapat dipertahankan di wilayah Kota
Malang adalah kawasan pertanian yang ada di wilayah Kecamatan
Blimbing seluas 31,4 Ha, Kecamatan Lowokwaru seluas 94,2 Ha,
Kecamatan Kedungkandang 316,4 Ha serta Kecamatan Sukun 408 Ha .
 Rencana Kawasan Peruntukan Industri
 Kawasan industri dan pergudangan di jalan Tenaga, pengembangannya
dibatasi.
 Kawasan industri dan pergudangan di Bandulan, pengembangannya
dibatasi. Untuk pengembangan industri di jalan Kolonel Sugiono diarahkan
dijalan kolektor primer arah ke Bululawang setelah perempatan.
 Kawasan industri dan pergudangan di Ciptomulyo, diarahkan untuk
direlokasi ke Kelurahan Arjowinangun Kecamatan Kedungkandang
 Kawasan industri keramik di sepanjang Jalan Majyen Panjaitan dan Jalan
Mayjend Haryono.

86
Rencana Pelestarian Kawasan
Budidaya
 Rencana Kawasan Pariwisata
Kawasan obyek wisata yang diprioritaskan dikembangkan antara lain
adalah :
 Stadion Gajayana
 Perpusatakaan Umum dan Arsip Kota Malang
 Taman Rekreasi Tlogomas Permai
 Sentra Industri Keramik Dinoyo
 Malang Town Square (MATOS)
 Kawasan Alun-Alun Merdeka Malang
 Hutan Kota Malabar
 Kompleks Perguruan Tinggi
 Taman Rekreasi Kota Malang
 Sentra Industri Tempe Sanan
 Pasar Besar Malang
 Kawasan Alun-Alun Tugu

87
Rencana Pelestarian Kawasan
Budidaya
 Rencana Kawasan Pariwisata
Peningkatan obyek wisata yang ada dan pengembangan obyek
wisata, antara lain:
 Perlindungan dan pelestarian bangunan bersejarah
 Peningkatan tempat-tempat khusus pada sarana dan
prasarana wisata sebagai daya tarik wisata seperti pasar
bunga, pasar burung, kampung tradisional, gardu pandang
dan lain sebagainya;
 Promosi pariwisata Kota Malang dalam berbagai media
informasi;
 Peningkatan sarana prasarana penunjang
 Peningkatan Taman Wisata Senaputra dan Pemandian
Tlogomas;
 Peningkatan fungsi dan peran Museum Brawijaya;

88
Rencana Pelestarian Kawasan
Budidaya
 Rencana Kawasan Permukiman
 Pengembangan kawasan permukiman di Kota Malang
diarahkan untuk pemenuhan perumahan yang layak huni
dan manusiawi untuk berbagai lapisan masyarakat.
Untuk klasifikasi dari permukiman yang ada di Kota
Malang dapat dibagi menjadi tiga yaitu :
 Permukiman yang dibangun oleh pribadi (masyarakat).

 Permukiman yang dibangun oleh pengembang.

 Permukiman/rumah dinas.

 Pengembangan perumahan pada masa mendatang harus


didorong melalui pembentukan rumah bertingkat/vertikal
(tidak berlantai satu) berupa rusun (rumah susun)
mengingat terbatasnya ruang yang tersedia.

89
Rencana Pelestarian Kawasan
Budidaya
Kapling
Kapling kecil Kapling besar
Penamb sedang
Penamb
ahan
ahan
Jumlah
Jumlah
Pendudu luas
Kecamatan Rumah
k Jumla Luas Jumla Luas Jumla Luas total
Hingga
Hingga h (Ha) h (Ha) h (Ha)
Tahun
Tahun
2029
2029

Kedungkandang 104690 26173 15704 157 7852 157 2617 157 471

Sukun 36420 9105 5463 54 2732 54 910 54 164


Klojen 3390 848 509 6 255 6 85 6 16

Blimbing 30560 7640 4584 46 2292 46 764 46 138

Lowokwaru 92660 23166 13900 139 6950 139 2316 139 417

Total 267720 66932 40160 402 20081 402 6692 402 1206

90
Rencana Kawasan
Permukiman

91
Rencana Pelestarian Kawasan
Budidaya
 Pengembangan Fasilitas Umum
 Kawasan Perkantoran; lokasi perkantoran pemerintahan Kota Malang
sudah tepat berada di tengah-tengah kota, untuk pengembangan
perkantoran baru baik perkantoran pemerintah maupun perkantoran
swasta diarahkan di wilayah timur Kota Malang dengan pembangunan
komplek perkantoran.
 Kawasan Pendidikaan; Bagian Utara Kota arahan diarahkan pada sekitar
Kelurahan Tasikmadu - Tunjung Sekar (Kecamatan Lowokwaru). Bagian
Timur Kota yaitu di sekitar Kelurahan Kedungkandang dan Lesanpuro,
sekaligus untuk memacu perkembangan wilayah dan pertumbuhan
permukiman di kawasan Gunung Buring dan sekitarnya.
 Kawasan Pelayanan Kesehatan; untuk kawasan kesehatan lokasi yang
ada sekarang sudah tepat karena berada ditengah-tengah kota dan
memiliki akses yang baik. Untuk kedepannya hany apeningkatan mutu
dan fasilitas, sedangkan untuk puskesmas lebih ditingkatkan lagi pada
masing-masing BWK.
 Kawasan Militer; kawasan militer di daerah rampal dan sekitarnya
diarahkan tetap dipertahankan.
 Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Olah Raga; untuk kawasan ini fungsi yang
sudah ada tetap dipertahankan dan tidak boleh adanya pembangunan.

92
Rencana Pola
Ruang

93
Penetapan Kawasan Strategis

Kota Malang memiliki beberapa kawasan


strategis yang didalamnya terdapat berbagai
fungsi pelayanan perkotaan dengan skala
pelayanan lokal, regional dan skala nasional.
Kawasan strategis tersebut meliputi;
Kawasan Strategis Pendidikan
Kawasan Strategis Hankam
Kawasan Strategis Sosio Kultural
Kawasan Strategis Pertumbuan Ekonomi

94
Kawasan Strategis
Pendidikan
Kawasan pendidikan yang terdapat di
Kota Malang memiliki skala pelayanan
hingga skala pelayanan nasional,
dimana kawasan pendidikan ini
merupakan kompleks pendidikan
perguruan tinggi berskala nasional
yang bergerak pada standar
internasional. Kawasan pendidikan ini
seperti UNIBRAW, Universitas Negeri
Malang, ITN, UNMUH Malang dan
perguruan tinggi swasta lainnya di
Kota Malang yang tersebar di seluruh
Kecamatan.

Pengembangan sarana pendidikan


menengah dan atas ditetapkan di
kawasan Tugu yang terdiri dari SMU 1,
SMU 3 dan SMU 4. Dikembangkan
dengan cara peningkatan mutu
pelajaran hingga taraf internasional
yang saat ini sudah dilaksanakan di Pengembangan
SMU 3, di harapkan SMU 1 dan SMU 4 Malang
menerapkan sistem pendidikan SNBI
(Sekolah Nasional Bertaraf
International
Internasional) yang sama. Education Park 95
Kawasan Strategis
Hankam
Penetapan kawasan
hankam adalah
kawasan militer yang
terletak di Lapangan
Rampal yang terletak
di Kecamatan
Blimbing dan
SKODAM Brawijaya di
Kecamatan Klojen.

96
Kawasan Strategis
Sosio Kultural
Di Kota Malang daerah
yang teridentifikasi
memiliki Benda Cagar
Budaya (BCB) yang perlu
dilindungi dan
dilestarikan Candi
keberadaanya antara lain Badut
terdapat pada : kawasan
kayu tangan dan jalan
gunung-gunung. Terkait
dengan BCB ini untuk
pengembangan lebih
lanjut mengenai
keberadaan BCB di Kota
Malang perlu adanya
studi tersendiri dan
kelayakan mengenai
perlindungan dan
pelestariaanya. 97
Kawasan Strategis
Pertumbuhan Ekonomi
Kawasan strategis
pertumbuhan ekonomi di
Kota Malang terdapat
pada kawasan
perdagangan seperti di
Pasar Besar yang terletak
di pusat Kota Malang,
Pasar Blimbing, Pasar
Dinoyo, Pasar Oro-
orodowo, Pasar
Tawangmangu, Pasar
Mergan, Pasar Kasin,
Pasar Sukun, dll.
Persebaran perdagangan
lainnya secara merata
tersebar di setiap wilayah
kecamatan Kota Malang. 98
Kawasan Strategis
Pertumbuhan Ekonomi
Selain berupa kawasan
perdagangan, kawasan
strategis pertumbuhan
ekonomi juga juga berupa
sentra-sentra industri
yang tersebar di Kota
Malang, seperti sentra
industri kripik tempe di
sanan, sentra industri
meubel di daerah
kelurahan tunjungsekar
dan purwodadi, sentra
industri kerajinan rotan di
arjosari, sentra industri
keramik di dinoyo, dan
sentra industri saniter di
karangbesuki.
99
100
101
102
103
104
105
106
PERATURAN ZONASI
 Pada penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota
Malang tahun 2009-2029, indikasi arahan peraturan
zonasi didasarkan pada Undang-Undang Penatan Ruang
Nomor 26 tahun 2007. Adapun isi peraturan zonasi sesuai
adalah sebagai berikut:
 Peraturan zonasi disusun sebagai pedoman
pengendalian pemanfaatan ruang
 Peraturan zonasi disusun berdasarkan rencana rinci
tata ruang untuk setiap zona pemanfaatan ruang
 Peraturan zonasi ditetapkan dengan :
 Peraturan pemerintah untuk arahan peraturan zonasi

sistem nasional
 Peraturan daerah provinsi untuk arahan peraturan

zonasi sistem provinsi, dan


107
 Peraturan daerah kabupaten/kota untuk peraturan

zonasi
ARAHAN PERIZINAN
 Perizinan pemanfaatan ruang dimaksudkan sebagai upaya
penertiban pemanfaatan ruang sehingga setiap pemanfaatan
ruang harus dilakukan sesuai dengan rencana tata ruang.
 Izin pemanfaatan ruang diatur dan diterbitkan oleh
Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan
kewenangannya masing-masing.
 Pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata
ruang, baik yang dilengkapi dengan izin maupun yang tidak
memiliki izin, dikenai sanksi adminstratif, sanksi pidana
penjara, dan/atau sanksi pidana denda.
 Perizinan yang terkait dengan izin pemanfaatan ruang sesuai
dengan Undang-Undang Penatan Ruang Nomor 26 tahun
2007 harus dimiliki sebelum pelaksanaan pemanfaatan
ruang.
 Izin yang dimaksud adalah izin lokasi/fungsi ruang, amplop
ruang dan kualitas ruang.
108
ARAHAN INSENTIF DAN
DISINSENTIF

 Dalam Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 pasal 38 disebutkan


bahwa:
 Dalam pelaksanaan pemanfaatan ruang agar pemanfaatan ruang
sesuai dengan rencana tata ruang wilayah dapat diberikan insentif
dan/atau disinsentif oleh Pemerintah dan pemerintah daerah.
 Insentif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35, yang merupakan
perangkat atau upaya untuk memberikan imbalan terhadap
pelaksanaan kegiatan yang sejalan dengan rencana tata ruang
 Disinsentif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 yang
merupakan perangkat untuk mencegah, membatasi pertumbuhan
atau mengurangi kegiatan yang tidak yang tidak sejalan dengan
rencana tata ruang
 Insentif dan disinsentif diberikan dengan tetap menghormati hak
masyarakat.
 Ketentuan lebih lanjut mengenai bentuk dan tata cara pemberian
insentif dan disinsentif diatur dengan peraturan pemerintah.
109
ARAHAN INSENTIF DAN
DISINSENTIF

 Arahan Insentif
Insentif merupakan perangkat atau upaya untuk
memberikan imbalan terhadap pelaksanaan
kegiatan yang sejalan dengan rencana tata ruang
dengan tetap menghormati hak masyarakat.
Insentif dapat berupa:
 Keringanan pajak, pemberian kompensasi,
subsidi silang, imbalan, sewa ruang dan urung
saham;
 Pembanghunan serta pengadaan infrastruktur;
 Kemudahan prosedur perizinan; dan/
 Pemberian penghargaan kepada masyarakat,
swasta dan/ pemerintah daerah. 110
ARAHAN INSENTIF DAN
DISINSENTIF

 Arahan Disinsentif
Disinsentif merupakan perangkat untuk mencegah, membatasi
pertumbuhan atau mengurangi kegiatan yang tidak sejalan
dengan rencana tata ruang dengan tetap menghormati hal
masyarakat. Disinsentif dapat berupa:
 Pengenaan pajak yang tinggi yang disesuaikan dengan
besarnya biaya yang dibutuhkan untuk mengatasi
dampak yang ditimbulkan akibat pemanfaatan ruang.
 Disinsentif berupa pengenaan pajak yang tinggi dapat
dikenakan untuk pemanfaatan ruang yang tidak sesuai
rencana tata ruang melalui penetapan nilai jual objek
pajak (NJOP) dan nilai jual kena pajak (NJKP) sehingga
pemanfaat ruang membayar pajak lebih tinggi.
 Pembatasan penyedian infrastruktur, pengenaan
kompensasi dan penalti.
111
ARAHAN PENGENDALIAN SANKSI
 Dalam Undang-Undang No 26 Tahun 2007
menyebutkan bahwa pengenaan sanksi tidak hanya
diberikan kepada pemanfaat ruang yang tidak sesuai
dengan ketentuan perizinan pemanfaatan ruang,
tetapi dikenakan pula kepada pejabat pemerintah
yang berwenang yang menerbitkan izin pemanfaatan
ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang.
 Arahan pengenaan sanksi yang dilakukan sesuai
dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 dibagi
menjadi 2, yaitu:
 Pengenaan sanksi administratif atas pelanggaran
terhadap pemanfaatan ruang
 Pengenaan sanksi pidana bagi pelanggaran
terhadap rencana tata ruang
112
HAK-HAK MASYARAKAT DALAM PENATAAN
RUANG

 Hak-hak setiap orang atau masyarakat yang berkaitan


dengan penataan ruang, ditegaskan dalam Undang-Undang
Nomor 26 tahun 2007 pasal 60 beserta penjelasannya,
sebagai berikut :
 Mengetahui rencana tata ruang;
 Menikmati pertambahan nilai ruang sebagai akibat
penataan ruang;
 Memperoleh penggantian yang layak atas kerugian yang
timbul akibat pelaksanaan kegiatan pembangunan yang
sesuai dengan rencana tata ruang;
 Mengajukan keberatan kepada pejabat berwenang
terhadap pembangunan yang tidak sesuai dengan
ren¬cana tata ruang di wilayahnya;
 Mengajukan tuntutan pembatalan izin dan penghentian
pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata
ruang kepada pejabat berwenang; dan
 Mengajukan gugatan ganti kerugian kepada pemerintah
dan/atau pemegang izin apabila kegiatan pembangunan
yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang
menim¬bulkan kerugian. 113
KEWAJIBAN MASYARAKAT DALAM PENATAAN
RUANG

 Kewajiban masyarakat dalam pemanfaatan ruang


diatur dalam Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007
pasal 61 beserta penjelasannya disebutkan bahwa
dalam pemanfaatan ruang, setiap orang wajib :
 Menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan
 Memanfaatkan ruang sesuai dengan izin
pemanfaatan ruang dari pejabat yang berwenang
 Mematuhi ketentuan yang ditetapkan dalam
persyaratan izin pemanfaatan ruang
 Memberikan akses terhadap kawasan yang oleh
ketentuan peraturan perundang-undangan
dinyatakan sebagai milik umum.

114
SANKSI ADMINISTRATIF
 Peringatantertulis;
 Penghentian sementara kegiatan;

 Penghentian sementara pelayanan


umum;
 Penutupan lokasi;

 Pencabutan izin;

 Pembatalan izin;

 Pembongkaran bangunan;

 Pemulihan fungsi ruang; dan/atau

 Denda administratif.
115
Sekian...
Terima kasih...