Anda di halaman 1dari 17

Praktikum kesepuluh Sosiologi Agribisnis

Hari, Tanggal : Selasa, 9 April 2019

Tema : Budaya Industri-Pertanian

Bacaan 1 : Bergelut Menyongsong Masa Depan

Bacaan 2 : Kasus Sony Harus Dijadikan Intropeksi

Bacaan 3 : Tipu-Tipu dalam Bisnis Gula Aren

Kelompok 1

Anggota :

1. Ade Syukron Taufik (J3J118013)


2. Maharani Nabilah Delima (J3J118093)
3. Meidiena K (J3J218492)
4. Aldino Nur Alamsyah (J3J218446)
5. Lutfia Utami Sukmawan (J3J218470)
6. Rahmah Nur Aqmarina (J3J218483)

Pembimbing praktikum : Ir. Wien Kuntari, M. Si

PROGRAM STUDI MANAJEMEN AGRIBISNIS

SEKOLAH VOKASI INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2019
RINGKASAN BACAAN 1

Bergelut Menyongsong Masa Depan

Menilikusiake 47, Phapros tak ubahnya di nasaurustua yang akan segera mati di hajar
alam bisnis yang ganas dengan paradigm “siapa kuat, dia menang” (Survival of the fittest).
Sebab perusahaan ini tak lagi gesit menapaki zaman yang terus bergerak.

Tragis dan itulah yang ingin diubah Su (PresDir. Phapros). Asumsinya sederhana;
kemajuan tehnologi farmasi membuat daur hidup suatu produk semakin singkat. Industri farmasi
nasional sendiri terfragmentasi dengan jumlah perusahaan mencapai 198, sehingga tak ada yang
dominan dan membuat persaingan semakin ketat. Di sisi lain AFTA 2004 akan memacu
liberalisasi yang menambah ketatnya persaingan.

Menurut Presdir Phapros, terdapa tdua factor yang menyebabkan aphapros berjalan
lamban, pertama : status perusahaan ini serba tanggung (banci), kendati berstatus Perseroan
Terbatas (PT) dan sejak 19 Desember 2000 (Bapepam) dinyatakan terbuka (Tbk), karena
pemiliknya sudah lebih dari 800 orang, mayoritas pemiliknya adalah BUMN yaitu PT. Rajawali
Nusantara Indonesia (RNI) sebesar 51% sejak 1963, konsekuensinya, Phapros dibebani misi
social,yaitu pemerataan pelayanan kesehatan untuk masyarakat luas, termasuk lewat OGB.
Kedua: budaya kerja bertahun – tahun yang tak sesuai lagi dengan zaman dan kebutuhan
kemajuan yang diinginkan.

Diawali dengan konsolidasi para pemimpin puncak, untukmenyamakan persepsi;


pemecahan permasalahan pertama (status) perusahaan; dengan tidak meninggalkan misi social
lewat OGB, mereka berusaha menggenjot penjualan OND. Sedangkan permasalahan budaya;
diluncurkan budaya JADI (Jujur-Adil-Disiplin-Ikhlas) serta cara kerja FAST
(Focus,Action,Smile and Team).

Budaya dan cara kerja ini diinginkan menjadi kebiasaan (folkways) setiap insane
Phapros dalam bertindak dan berperilaku. JADI dan FAST sangat diperlukan agar perusahaan
mampu merealisasikan visi-misinyayaitu “menyediakan produk dan pelayanan terbaik dibidang
kesehatan agar dapatmeningkatkan kualitas hidup manusia dengan biaya yang efektif”.
Sedangkan untuk focus, Phapros mencoba konsentrasi pada pelanggan inti dan produk utama
(AntimodanLivron B-Plex) yang merupakan kompetensi intinya.

Upayamencapaivisi-misi, Presdir (Su), dilakukan melalui empatlangkah membangun


sukses, yaitu : tahap membangun budaya (1999), membangun strategi (2000), menegakkan
efisiensi (2001) dan menerapkan teknologi (2002).

Tahun 2000, langkah strategis yang ditempuh oleh manajemen antaralain;

Pertama, untuk pemasaran dengan mengenjot OND, merekrut 150 orang tenaga customer

relations executive untuk memperkenalkan obat-obatan etikal perusahaan ini ketangan

dokter;

Kedua, untuk OND, dalam upaya menambah produk andalan, membentuk divisi

Agromed yang bertugas mengembangkan obat-obatalan terpadu. Divisi ini menghasilkan

enam produk andalan yaitu :Tensigred (obattekanandarahtinggi), Hemorogard

(obatwasir), Livegard (kanker), Hepagard (hati), Lapogard (penggumpalanplakdarah) dan

pitagard (sistem kekebalan tubuh).

Ketiga, dalam upaya meletakkan dasar-dasar efisiensi, phaposmeminta RNI mengurangi

biaya distribusi dari 27% menjadi 22%, sementara untuk obat-obatan baru hanya 15%.

Keempat, memperkokoh upaya pencapaian visi-misi; November 2000 perusahaan ini

menyambat lembaga konsultan MarkPlus (pimpinan Hermawan Kertajaya) untuk

membantu menyiapkan blue print.

Riset MarkPlusk sebagai acuan cetak biru perusahaan, menemukan empat kelemahan

Phapros;

Pertama : karena hanya diberikan pada RNI, Distribusi sangat lemah;

Kedua : Citra koorporasinya kurang jelas, dicontahkan dari kurang diketahuinya Phapros

sebagai produsen Antimo, artinya Phapros kurang beken.

Ketiga : Kurang terintegrasinya antara bagian. Contoh bagian pemasaran dan produksi,
karena bertahun-tahun product oriented, bagian produksi hanya berfikir memproduksi

tanpa mau tahu apakah itu akan laku di pasar

Keempat : pemanfaatan tehnologi informasi yang belum optimal untuk kemajuan

perusahaan.

Phapros juga memiliki kekuatan antara lain :

Pertama : secara financial bagus (asset senilai Rp 193 milyar, hutang hanya Rp 626 juta).

Kedua : memiliki produk yang sangat kuat dipasar, yaitu Antimo.

Ketiga : memperoleh sertifikat ISO14001 (sistem manajemen kualitas) tahun 2000, yang

merupakan tiket memasuki pasar global.

Visi Phapros (baru) yaitu to be the admitted national pharmaceutical company to be


the top-5 pharmaceutical company interm of revenue. Sedangkan misinya adalah menjadi
perusahaan farmasi yang sangat dipuja atas integritasnya dan total dedikasinya pada Indonesia.
PERTANYAAN DAN JAWABAN BACAAN 1

1. Jelaskan sejauh mana paragdigma bisnis modern telah diterapkan dalam perusahaan PT
Phapros, sehingga perusahaan berhasil bangkit dari keterpurukan!
JAWABAN :
Diawali dengan konsolidasi para pemimpin puncak, untuk menyamakan presepsi, agar
sepakat segera berlari sejak menduduki posisi puncak; pemecahan permasalahan pertama
(status) perusahaan; dengan tidak meninggalkan misi sosial lewat OGB, mereka berusaha
menggenjot penjualan OND. Sedangkan permasalahan budaya; diluncurkan budaya JADI
(Jujur-Adil-Disiplin-Iklas) serta cara kerja FAST (Focus, Action, Smile, and Team).
Upaya mencapai visi-misi, Presdir (Su), dilakukan melalui empat langkah membangun
sukses, yaitu: tahap membangun budaya (1999), membangun strategi (2000),
menegakkan efisiensi (2001) dan menerapkan teknologi (2002).
2. Kinerja perusahaan sangat ditentukan oleh bagaimana manajemen (pimpinan perusahaan)
mampu membangkitkan budaya kerja perusahaan. Jelaskan upaya manajemen dalam
membangkitkan budaya kerja tersebut, dan apakah terdapat resistensi dari pemilik
saham?
JAWABAN :
Dalam membangkitkan budaya kerja diluncurkan budaya JADI (Jujur-Adil-
Disiplin-Iklas) serta cara kerja FAST (Focus, Action, Smile, and Team). Budaya dan cara
kerja ini diinginkan menjadi kebiasaan (folkways) setiap insan Phapros dalam bertindak
dan berprilaku agar perusahaan mampu merealisasikan visi-misinya yaitu “menyediakan
produk dan pelayanan terbaik di bidang kesehatan agar dapat meningkatkan kualitas
hidup manusia dengan biaya yang efektif”.
Ya, terdapat resistensi dari pemilik saham (pada paragraph 9). Tahun 1999, upaya
membangun budaya (JADI dan FAST) disosialisasikan dalam bentuk buku yang
kemudian disempurnakan dalam bentuk bulletin phapros dan optimalisasi situs
perusahaan, phapros-co.com. di situs ini dibangun komunikasi baik dengan karyawan
maupun dengan pemegang saham via e-mail, untuk menerima semua masukan dari
manajemen.
3. Permasalahan apa saja (kelemahan manajemen) yang sangat mendasar, pada PT
PHAPROS, sehingga selama ini tidak dapat bersaing ?
JAWABAN :
 -Status perusahaan yang serba tanggung, yaitu perubahaan dari perseroan terbatas
lalu menjadi perusahaan terbuka (Tbk)
-Budaya kerja bertahun tahun yang tak sesuai lagi dengan zaman dan kebutuhan
kemajuan yang diinginkan.
 Selain itu tidak ada aktivitas pemasaran yang dikembangkan oleh perusahaan,
baik ide maupun konsep – konsep yang market oriented. Dan proses pemasaran
hanya dilakukan oleh RNI .
 Kelemahan PT Phapros
- distribusi sangat lemah karena hanya dijalan kan ole RNI.
- citra koorporasinya kurang jelas.
- kurang terintegrasinya antar bagian.
- pemanfaatan teknologi informasi yang belum optimal untuk kemajuan
perusahaan.
4. Sejumlah langkah dilakukan manajemen untuk memperbaiki kinerja perusahaan agar
dapat bersaing. Apa saja sturkturisasi manajemen yang dilakukan, dan apakah langkah
yang di ambil manajemen phapros dapat diterapkan pada perusahaan lain, jelaskan !
JAWABAN :
- Sebelum mereka memperbaiki, harus dilakukan strategi quo agar perusahaan tetap
bertahan, yang artinya tetap mengandalkan OGB (Obat Generik Berlogo), namun ini
hanya menunda kekalahan dan mengulur waktu untuk terperosok.
- Empat langkah membangun sukses : tahap membangun budaya, membangun strategi,
menegakan efisiensi, dan menerapkan teknologi.
- Sedangkan permasalahan budaya, di selesaikan dengan meluncurkan budaya JADI
(Jujur-Adil-Disiplin-Ikhlas) serta cara kerja FAST (Focus, Action, Smile and Team)
- Membuat lima tim : tim reposisi produk, tim channel distribution management, tim
komunikasi, tim optimalisasi.
KESIMPULAN BACAAN 1

PT.PHAPROS mengalami ketertinggalan teknologi, budaya, dan perencanaan. Sehingga


mereka harus mengejar ketertinggalan tersebut dengan melakukan perencanaan ulang
manajemen perusahaan dari manajemen produksi, manajemen pemasaran, manajemen
sumberdaya manusia, manajemen keuangan agar mampu bersaing kembali dengan perusahaan
farmasi nasional maupun internasional.
RINGKASAN BACAAN 2

Kasus Sony Harus Dijadikan Intropeksi

Kasus rencana hengkangnya produsen audio Sony keluar Indonesia dan akan
memutuskan hubungan kerja (PHK) karyawan pabriknya jelas tak bisa dihadapi dengan soal
rapat atau pembentukan tim. Apalagi kalau ada badan yang terkait soal investasi langsung
menyatakan tak bertanggung jawab. Seorang mantan Top Eksekutif Toyota MotorCorporation,
yang pernah bertugas di Indonesia, Koji Hasegawa, menyatakan Indonesia selalu terlambat
bertindak. “ Kalau sudah muncul masalah, baru ribut mencari kambing hitam”.

Kasus Sony sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan pengamat Indonesia akan
terjadi, karena Indonesia sudah dianggap tidak kondusif, khususnya sektor industri elektronik.
Buruknya iklim investasi yang dirasakan investor Jepang, maupun asosiasi pengusaha Jepang
kepada pejabat terkait di Indonesia. Namun tanggapan atas keluhan itu kerapkali tidak ditanggapi
serius. Seringkali berbagai keluhan itu dianggap sebagai geretak yang tak dapat direalisasikan,
karena buruh di Indonesia relatif murah.

Kondisi buruk-pun kian belarut dirasakan oleh para investor sehingga putusan-pun
diambil Sony menghentikan produksinya di Indonesia. Putusan itu berarti menghentikan 1.000
orang karyawan Sony atau 4.000 jiwa jika diasumsikan setiap buruh memilik tiga orang anggota
keluarga. Penutupan itu-pun kini di blow-up besar-besaran sebagai berita utama di surat kabar di
Jepang. Dampak yang ditimbulkan terhadap citra Indonesia semakin buruk dan jauh kebih buruk
dari pada sebelum raksasa elektronik Jepang itu menyatakan keluar dari Indonesia.

Hal itu jugaa diperketat dengan beberapa survei yang dilakukan JETRO, yang intinya
mengeluh soal kepastian hukum dan maraknya aksi serikat pekerja yang melakukan unjuk rasa.
Kurangnya tenaga kerja Indonesia yang berkualitas baik tentang perpajakan. Khususnya
menyangkut otonomi daerah di Indonesia yang berbeda-beda perlakuannya. Menurut kalangan
pengusaha Jepang keluhan itu tak hanya disampaikan melalui berbagai lembaga kajian ekonomi
Jepang kepada pemerintah di Indonesia, akan tetapi juga langsung oleh mereka melalui Jakarta
Jepang Club.
Lebih gawat lagi, di tengah iklim investasi yang tidak kondusif, jumlah mereka yang
korupsi semakin banyak, dan berbagai jenis pungutan yang tidak jelas semakin marak. Hal itu
menyebabkan biaya produksi pengusaha semakin tinggi dan kegiatan operasional di Indonesia
semakin tidak menguntungkan. Kini semua keburukan itu masih ditandai lagi dengan sika lepas
tangan para pejabat teknis bidang investasi, yang menyatakan lembaganya tidak bertanggung
jawab atas hengkangnya Sony.

Hal itulah yang diselesaikan oleh pengusaha Jepang. Pasalnya sebuah badan promosi
investasi tidak hanya sekedar bertugas seperti layaknya seorang pedagang jamu, yang berusaha
menjual produksinya sebanyak mungkin tanpa mau bertanggung jawab atas resiko yang bakal
dihadapi para investor. Tanpa kejasama semua pihak tentu saja promosi produk dan jasa tersebut
tidak akan berhasil. Seharusnya pola itulah menjadi acuan oleh para juru promosi di Badan
Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Buruknya pola pelayanan dan opengamatan bagi investor asing tak lain karena lemahnya
kerjasama lintas sektoral. Pemda tidak peduli apakah kebijakan itu mencekik investor atau tidak.
Semangat itulah yang membuat berbagai kebijakan di daerah berbeda-beda antara daerah yang
satu dengan daerah yang lainnya, pajaknya beda, tarif pungutan restribusinya berbeda. Padahal
Jepang terkenal sebagai negara yang berfikiran jangka panjang dan bukan model hit and run
gaya barat. Selain itu Jepang juga terkenal dengan negara pelayanan. Produsen Jepang selalu
melihat konsumen sebagai raja. Karena mencari uang di Jepang memang sangat sulit dan berat.

Apabila hal itu dapat dibenahi, tidak mustahil investasi Jepang akan mengalir ke
Indonesia. Jadi rasa manis mungkin mungkin berbeda-beda, tetapi dalam soal bisnis, rasa manis
bentuk pelayanan itu sangan konkrit, yaitu mereka bisa menghasilkan keuntungan yang besar,
layaknya seorang pengusaha dari negara manapun. Kini daya tarik itu yang disediakan oleh
China untuk menarik investor asing masuk ke sana.

Tidak perlu dicari kambing hitam yang salah. Terpenting bagi Indonesia adalah
memberikan pelayanan yang lebih baik lagi bagi pengusaha Jepang yang telah ada di Indonesia,
agar jangan kabur. Kepuasan mereka akan menjalar cepat ke pengusaha Jepang lainnya di
Jepang. Ujung dari semua beban itu adalah kembali ke pundak buruh, yang kini menjadi
pengangguran.
PERTANYAAN DAN JAWABAN BACAAN 2

1. Uraikan dari fenomena bacaan bahwa perusahaan multinasional yang masuk ke Indonesia
dengan rangsangan kebijakan comparative advantage (keuntungan relatif) berupa upah
buruh murah dan sebagainya adalah industri yang bersifat foot loose.
JAWABAN :
Indonesia sudah dianggap tidak kondusif,khususnya sektor industri elektronik, raksasa
teknologi jepang menganggap investasi di indonesia tidak pantas karena sumberdaya
manusia nya sangat terbatas yang mampu menguasai teknologi tinggi.
Namun tanggapan atas keluhan itu tidak dianggap serius. Seringkali keluhan itu dianggap
sebagai gertak yang tak akan direalisasikan, karena buruh di indonesia relatif murah.
2. Uraikan pula indikasi-indikasi yang menunjukkan bahwa perusahaan multinasional
menuntut “kebebasan” dalam arti penghapusan sejumlah restriksi jika tetap ingin investor
bertahan di Indonesia.
JAWABAN :
Para investor menuntut Agar keluhannya ditanggapi dengan serius. Hal ini diperkuat
dengan beberapa survai yang dilakukan, baik itu hukum yang ditetapkan da maraknya
aksi Serikat Pekerja yang melakukan unjuk rasa, kurangnya kualitas tenaga kerja
Indonesia yang baik ,serta soal perpajakan.
Para investor menginginkan pembenahan atas beberapa kekurangan di indonesia tersebut,
agar Para investor betah di Indonesia.
3. Dalam kerangka otonomi daerah, apa hambatan yang seharusnya dihapuskan jika daerah
akan memperoleh keuntungan jangka panjang dari investasi.
JAWABAN :
Otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur
dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai
dengan peraturan perundang-undangan.
Faktor yang dapat mempengaruhi investasi yang dijadikan bahan pertimbangan investor
dalam menanamkan modalnya, antara lain : Pertama faktor Sumber Daya Alam, Kedua
faktor Sumber Daya Manusia, Ketiga faktor stabilitas politik dan perekonomian, guna
menjamin kepastian dalam berusaha, Keempat faktor kebijakan pemerintah, Kelima
faktor kemudahan dalam peizinan.
Hambatan yang harus di hapuskan untuk memperoleh keuntungan jangka panjang yaitu
dengan menuntaskan masalah korupsi dan membenahi tiadanya pungutan liar yang
berdampak buruk pada biaya produksi.
4. Birokrat-birokrat BKPM nampaknya hanya berfikir jangka pendek dan masih
memendam persoalan laten korupsi dan inefisiensi birokrasi, sehingga terdapat sindiran
bahwa “orang Indonesia pandai berdiskusi, rapat, dll...” tetapi tidak memecahkan inti
permasalahan yang dihadapi. Jelaskan!
JAWABAN :
Penyakit korupsi dalam birokrasi bisa disebabkan oleh relasi antar berbagai sistem yang
terkait, misalnya kooptasi dan intervensi politik. Dalam banyak kasus korupsi birokrasi di
daerah, tekanan politik menjadi salah satu sumber penyebab. Hal ini bermula dari proses
pengisian jabatan yang sangat tertutup dan berbasis hubungan afiliasi. Faktor eksternal
lain adalah budaya masyarakat yang sangat permisif dan menjadikan suap /gratifikasi
dalam proses pemerintahan dan pelayanan publik sebagai hal yang biasa. Artinya, terjadi
penawaran dan permintaan antara birokrasi dan masyarakat untuk sebuah pelayanan.
Kesadaran masyarakat untuk mengawasi perilaku birokrasi juga cenderung apatis,
meskipun secara kasat mata mereka menyadari akan perilaku korupsi birokrat, banyak
orang Indonesia yang ketika timbul masalah tidak segera cepat di atasi dan tidak
dianggap serius.
KESIMPULAN BACAAN 2

Dengan cara meningkat kan kualitas kerja orang indonesia dan membenahi kekurangan di
indonesia(sumber daya manusia ) maka para investor akan betah di indonesia .

Secara umum tujuan orang atau organisasi melakukan investasi adalah sebagai berikut;

1. Memperoleh pengasilan atau return di masa yang akan datang baik dari sector riil
maupun sector financial. Untuk jangka pendek biasanya didapat ari sector financial,
Sedangkan untuk jangka panjang dari sector riil
2. Mengurangi atau menekan inflasi. Selain untuk memperoleh penghasilan, kegiatan
investasi ini dapat menekan inflasi, karena dengan adanya kegiatan investasi uang yang
beredar akan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif sehingga menekan
kegiatan konsumtif.
3. Melindungi nilai terhadap kekayaan, sebab kekayaan yang tidak diproduktifkan suatu
saat akan berkurang nilainya meski tidak digunakan.
4. Mendorong adanya penghematan pajak. Ini karena pajak pertanmbahan nilai yang bisa
kita bayar jika mengkonsumsi sesuatu akan berkurang. Tentu ini akan membuat kita
hemat membayar pajak.
RINGKASAN BACAAN 3

Tipu-Tipu dalam Bisnis Gula Aren

Tipu – tipu dalam bisnis gula aren itu…belum dibudidaya masal dan tumbuh berpencar
merupakan persoalan klasik dalam bisnis gula aren. Ada daerah yang sebaran arennya padat
namun tak kunjung membuat gula karena terkendala berbagai persoalan. Entah teknologinya
yang belum dikenal.

Caranya…gula arena atau gula merah itu berwarna coklat. Dicetak menyerupai batok
kelapa atau tabung pendek. Sebagian besarmasyarakat mengidentifikasi atau mengenal hanya
lewat dua cara : warna dan bentuk. Gula merah itu selain berasal dari nira aren, kelapa, dan
siwalan juga bisa dibuat dari tebu.

Nah budaya tipu-tipu dalam bisnis gula aren di mulai dari sana: memanfaatkan ketidak
tahuan konsumen. Produsen atau pedagang tak jujur mengatakan gula yang bukan berasal dari
nira aren murni sebagai gula aren asli. Malah ada yang bohonnya yang tak tanggung-
tanggung. Seperti gula merah dari tebu, ditambah essen atau wewangian gula aren, lalu
dipasarkan sebagai gula aren asli.

Yang kelewatan bohong ditemani pembohong setengah. Gula aren asli dicairkan kembali
(biasanya yang sudah lumer atau mulai rusak), dimasak ulang dengan dicampur nira tebu, gula
pasir atau nira tanaman palem lain seperti kelapa dan siwalan.

Faktor harga alasan lain penipuan…kelangkaan pohon aren bukan satu-satunya alasan
tipu-tipu dalam bisnis gula merah. Diakui bahwa harga gula aren asli relative mahal
dibandingkan gula pasir atau gula merah lain. Sekalipun tetap lebih memilih gula aren asli tapi
harga membuat orang berkompromi. Terutama dikalangan industry.

Ketoprak atau rujak, misalnya ditemukan ditempat-tempat makan umum. Dua kuliner ini
merupakan contoh makanan yang memakai gula merah atau gula jawa sebagai bahan-
bahannya. Gula jawa ditumbuk dengan bahan lainnya, seperti kacang dan cabai,
menjadikannya campuran bumbu yang lezat untuk rujak. Namun, dibalik kelezatan serta
kesegarannya, beredar kabar ada segelintir pedagang nakal yang meramu gula jawa dengan zat
tertentu sehingga bisa berdampak tidak baik untuk kesehatan.
Rahasia adonan gula jawa yang dicampur dengan obat kimia ternyata sudah diketahui
sipembuat sejak lama, obat kimia yang tak jelas dari sisi keamanannya untuk makanan ini
mudah didapati dan dijual bebas.

Dari salah satu karung obat kimia kami mendapati tulisan sodium metabisulfit, yakni
unsure kimia bersifat korosif dan mengandung asam yang cukup tinggi. Sodium Meta Bisulfit
sebernya masih bisa digunakan pada produk pangan sebagai pengawet, namun dalam takar
tertentu. Sementara dari sempel gula jawa yang diuji jauh melebihi ambang batang penggunaan
padam akanan sehingga berbahaya.
PERTANYAAN DAN JAWABAN BACAAN 3

1. Budaya modern adalah budaya industri. Menurut L Soetrino, terdapat enam macam unsur
atau elemen Budaya masyarakat industri. Tipu – tipu dalam tataniaga Gula Aren,
merupakan penyimpangan budaya masyarakat industri apa jelaskan ?
JAWABAN :
1. Kreativitas tinggi
Penyimpangan budaya industri yaitu kreativitas tinggi, terlihat bahwa dimana
produsen tidak berusaha menciptakan inovasi gula aren asli yang variatif untuk
mengatasi kendala keterbatasan sumberdaya, terlihat dalam bacaan diatas bahwa cara
yang digunakan produsen adalah dengan membohongi konsumen dengan cara
memakai gula pasir kemudian ditambah dengan essen atau wewangian gula aren,
lalu dipasarkan sebagai gula aren asli.
2. Komitmen tinggi
Penyimpangan budaya industri yang dilakukan yaitu komitmen tinggi, terlihat dalam
bacaan diatas bahwa produsen memasarkan produk gula aren sebagai gula aren asli,
tetapi mereka tidak berkomitmen dengan apa yang dipasarkan, maksudnya mereka
membohongi konsumen dengan cara membuat gula aren yang tidak asli. Kemudian
mereka menambahakan essen atau wewangian gula aren bahkan menambahkan juga
bahan kimia yang berlebihan.
3. Tingkat obyektivitas
Penyimpangan budaya industri yang dilakukan yaitu tingkat obyektivitas tinggi,
dimana produsen melakukan pelanggaran dalam dosis penambahan zat kimia
(Sodium Meta Bisulfit) secara berlebihan, yang dapat membahayakan dan
menyebabkan kerusakan pada tubuh konsumen jika dikonsumsi.

2. Tipu – tipu tersebut merupakan penyimpangan penerapan etika bisnis dan komunitas
bisnis. Benarkan demikian, jelaskan!
JAWABAN :
Benar, penyimpangan penerapan etika bisnis dan komunitas bisnis yang ada pada bacaan
diatas adalah :
1. Prinsip Kejujuran
Produsen melakukan penyimpangan prinsip kejujuran, terlihat pada bacaan diatas
bahwa produsen tidak jujur dalam memasarkan gula aren atau gula jawa tersebut,
mereka membohongi para konsumen dengan mengatakan gula aren yang tidak asli
tersebut adalah gula aren asli.

2. Prinsip Otonomi
Produsen melakukan penyimpangan prinsip otonomi, yaitu kebebasan yang tidak
bertanggungjawab. Kebebasan dalam hal pemberian bahan baku dalam pembuatan
gula aren yang di salah gunakan , dimana dalam bacaan diatas produsen
menambahakan zat kimia (Sodium Meta Bisulfit) secara berlebihan. Kemudian secara
tidak langsung, produsen membahayakan kesehatan para konsumen yang membeli
gula aren mereka.
3. Industri gula Aren dan gula kelapa pada umumnya termasuk kategori industry kecil dan
industry rumah tangga, yang memiliki sejumlah kendala sehingga tidak mampu
memenuhi standar produksi dan bahkan sebagian tidak mampu mengusahakan perijinan.
Menurut Anda, apakah pemilik kantor industry tersebut memiliki kendala ekonomi,
budaya atau kendala birokrasi. Jelaskan!
JAWABAN :
Pemilik industri tersebut mempunyai kendala ekonomi dan birokrasi. Karena harga gula
aren asli relatif mahal dibanding gula pasir atau gula merah lain. Dan birokrasi adalah
penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan
(organisasi), ketatalaksanaan dan sumber daya manusia aparatur, kurang pekanya
pemerintah terhadap usaha-usaha kecil. Padahal usaha tersebut dapat menjadi komoditas
andalan negara.
Terdapat pada kutipan "Sekalipun tetap lebih memilih gula aren asli tapi harga membuat
orang berkompromi. Terutama di kalangan industri. Ketika harga tak masuk mereka
menutup sebelah mata." dan "Lainnya terpicu karena aren sebagai bahan baku belum
dibudidaya secara massal. Aren kebanyakan tumbuh berpencar. Ini sudah jadi persoalan
klasik dalam bisnis gula aren. Sebagai produsen nira, ketersediaan pohon aren hal krusial
bagi stok gula aren nasional".
KESIMPULAN BACAAN 3

Gula aren adalah komoditas penting setelah gula pasir. Yang berwarna coklat dan dicetak
menyerupai batok kelapa atau tabung pendek. Banyaknya masyarakat yang menggunakannya
membuat industri ini berdenyut kencang. Terutama menjelang hari raya seperti Bulan Suci
Ramadhan,Lebaran, dan Natal. Namun kenyataannya indonesia tidak memiliki kebun aren
seperti halnya kelapa gula aren yang kita gunakan sekarang datang dari kebun rakyat skala kecil.
Tempat tumbuhnyapun terpencar diseluruh nusantara, jadi produknya kurang efisien. Tipu-tipu
dalam bisnis gula aren pada belum dibudidaya masal dan tumbuh berpencar merupakan
persoalan klasik,ada daerah sebaran arennya padat namun tak kunjang membuat gula karena
terkendala berbagai persoalan. Entah teknologi belum dikenal, lebih suka membuat minuman
keras atau marketingnya belum jalan. Kombinasi dari berbagai hal itu tiap peakseasonspasar,
menjerit kurangnya gula aren. Keuntungan besar di depan mata tapi barangnya tak ada? ‘tikus-
tikus’ tertawa dibelakang dinding. Panggung mereka terbuka dan penipuan pun dimulai. Dengan
memanfaatkan tidak tahuannya konsumen. Pedagang yang tidak jujur menagatakan gula bukan
berasal dari aren murni melainkan gula merah dari tebu ditambahkan dengan essen atau
wewangian gula aren.