Anda di halaman 1dari 21

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP)
Satuan Pendidikan : SMA / MA
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas / Semester :X/I
Materi : Gerak Melingkar
Alokasi Waktu : 3 x 45 Menit

A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


1. KOMPETENSI INTI
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

2. KOMPETENSI DASAR
3.5. Menganalisis gerak pada gerak melingkar dengan laju konstan dan penerapannya
dalam teknologi
4.5. Menyajikan ide/gagasan terkait gerak melingkar (misalnya pada hubungan roda-
roda)

3. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


3.5.1. Menejlaskan pengertian gerak melingkar
3.5.2. Mendeskripsikan besaran-besaran fisis yang terdapat dalam gerak melingkar
3.5.3. Menganalisis karakteristik gerak melingkar beraturan
3.5.4. Menganalisis karakteristik gerak melingkar berubah beraturan
3.5.5. Menghubungkan besaran fisis pada gerak melingkar dengan gerak lurus
3.5.6. Menjelaskan penerapan gerak melingkar dalam teknologi
3.5.7. Menerapkan persamaan hubungan besaran-besaran fisika yang ada dalam gerak
melingkar berubah beraturan pada permasalahan teknologi
3.5.8. Menerapkan persamaan hubungan besaran-besaran fisika yang ada dalam gerak
melingkar berubah beraturan pada permasalahan teknologi
3.5.9. Menerapkan hubungan persamaan-persamaan yang ada dalam gerak lurus dengan
gerak melingkar
3.5.10. Menganalisis pengaruh gaya sentripetik pada gerak melingkar
4.5.1. Membuat inovasi, baik berupa produk atau berupa ide/ide gagasan, berdasarkan
konsep penerapan gerak melingkar dalam teknologi.

4. TUJUAN PEMBELAJARAN
1) Mampu menjelaskan pengertian gerak melingkar
2) Mampu mendeskripsikan besaran-besaran fisis yang terdapat dalam gerak
melingkar
3) Mampu menganalisis karakteristik gerak melingkar beraturan
4) Mampu menganalisis karakteristik gerak melingkar berubah beraturan
5) Mampu menghubungkan besaran fisis pada gerak melingkar dengan gerak lurus
6) Mampu menjelaskan penerapan gerak melingkar dalam teknologi
7) Mampu menerapkan persamaan hubungan besaran-besaran fisika yang ada dalam
gerak melingkar berubah beraturan pada permasalahan teknologi
8) Mampu menerapkan persamaan hubungan besaran-besaran fisika yang ada dalam
gerak melingkar berubah beraturan pada permasalahan teknologi
9) Mampu menerapkan hubungan persamaan-persamaan yang ada dalam gerak lurus
dengan gerak melingkar
10) Mampu menganalisis pengaruh gaya sentripetik pada gerak melingkar
11) Mampu membuat inovasi, baik berupa produk atau berupa ide/ide gagasan,
berdasarkan konsep penerapan gerak melingkar dalam teknologi.

B. ANALISIS MATERI PEMBELAJARAN STEM (S, T, E, M)


SAINS
1) Besaran-Besaran Fisis Dalam Gerak Melingkar
2) Gerak Melingkar Beraturan
3) Gerak Melingkar Berubah Beraturan
4) Hubungan Roda-Roda
TEKNOLOGI
1) Menggunakan komputer (internet) untuk mencari informasi (alangkah baiknya jika
diawali dengan contoh teknologi yang mempunyai sistem roda-roda yang ada di
lingkungan sekitar, apalagi memberi contoh alat-alat tradisional yang menggunakan
sistem roda-roda untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap keberagaman budaya
Indonesia)
2) Merancang purwarupa proyek sederhana (Eskalator Penyaring Sampah di Sungai)
untuk mengetahui hubungan roda-roda pada gerak melingkar
3) Menggunakan aplikasi presentasi untuk mengkomunikasikan proyek sederhana
(Eskalator Penyaring Sampah di Sungai) untuk mengetahui hubungan roda-roda pada
gerak melingkar
ENGINEERING
1) Merancang, membuat, menguji coba, merevisi purwarupa Eskalator Penyaring
Sampah di Sungai
2) Mengkomunikasikan hasil rancangan dan hasil ujicoba purwarupa Eskalator
Penyaring Sampah di Sungai
MATEMATIKA
1) Menentukan jari-jari roda purwarupa Eskalator Penyaring Sampah di Sungai
2) Menghitung panjang sabuk untuk purwarupa Eskalator Penyaring Sampah di Sungai
3) Menghitung besar penampang purwarupa Eskalator Penyaring Sampah di Sungai
4) Memanipulasi besaran-besaran fisis objek yang dirancang dalam bentuk simbol dan
persamaan (contoh membuat skala, menentukan bentuk)

C. DESAIN PEMBELAJARAN
Pembelajaran pada topik Gerak Melingkar dengan pendekatan STEM dalam
materi ini dirancang dengan menggunakan model Projectbased Learning STEM.
Karakteristik utama dalam rancangan pembelajaran dengan pendekatan STEM ini
adalah adanya scientific dan engineering practices yang diterapkan kepada siswa serta
crosscutting concept yang menjadi jembatan yang menghubungkan antara sains yang
dipelajari dengan teknologi dan teknik (engineering) yang mendukung pemahaman
sains yang dipelajari.
Topik/Materi Konsep Deskripsi Project Scientific & Crosscuttin
Esensial Based Learning Engineering g Concept
STEM Practice
Gerak 1. Besaran Reflection 1. Membuat 1. Skala,
Melingkar Fisis Gerak 1. Mengidentifikasi pertanyaan (sains) proporsi
Melingkar masalah dan menemukan dan
2. Gerak mengenai gerak masalah kuantitas
Melingkar melingkar (engineering) 2. Struktur
Beraturan 2. Diberikan 2. Mengembangkan dan
3. Gerak persyaratan dan dan menggunakan fungsi
Melingkar batasan masalah model
Berubah pada gerak 3. Merencanakan
Beraturan melingkar dan melakukan
4. Hubungan investigasi
Roda-Roda Research 4. Analisis dan
Peserta didik interpretasi data
diskusi pemecahan 5. Menggunakan
masalah dengan pola berfikir
menggunakan matematis dan
konsep gmb, gmbb, komputasi
dan hubungan roda- 6. Membangun
roda dari berbagai eksplanasi (sains)
bahan bacaan dan mendesain
(buku, majalah, solusi
atau internet) (engineering)
7. Mendapatkan,
Discovery mengevaluasi dan
1. Berbagi pendapat mengkomunikasi
untuk
kan informasi
menyelesaikan
masalah serta
memilih cara
yang terbaik.
2. Membuat desain
sesuai dengan
solusi terbaik
Topik/Materi Konsep Deskripsi Project Scientific & Crosscutting
Esensial Based Learning Engineering Concept
STEM Practice
yang dipilih
3. Mengidentifikasi
alat dan bahan
yang diperlukan

Application
1. Membuat
purwarupa
Eskalator
Penyaring Sampah
di Sungai dan
sesuai dengan
desain
2. Menguji fungsi
purwarupa perahu
layar sesuai
dengan
persyaratan yang
diberikan
3. Mendiskusikan
kesesuaian hasil
uji coba dengan
persyaratan yang
diharapkan dan
melakukan
perbaikan atau
penyempurnaan.

Communication
Mempresentasikan
hasil pembuatan
purwarpa Eskalator
Penyaring Sampah di
Sungai dengan
menekankan pada
kemampuan
persuasif
D. BAHAN AJAR
Sebenarya kajian kinematika tidak hanya terbatas pada gerak lurus saja, tetapi
mencakup juga kajian gerak degan lintasa lainnya, misalnya gerak dengan lintasan ligkaran.
Konsep – konsep kinematika dan prinsip – prinsip gerak dapat diterapkan pada gerak benda –
benda yang mempunyai lintasan melingkar yang kemudian diperluas untuk menganalisa
gerak roller coaster, seorang pemain bola yang membuat putaran melingkar, sebuah planet
mengelilingi matahari dan lain sebagainya.

Gerak Melingkar Beraturan


Gerak melingkar beraturan didefinisikan sebagai perubahan posisi suatu benda yang
menempuh lintasan berbentuk lingkaran dengan kelajuan linear konstan. Kelajuan linear
disini tidak boleh disamakan dengan kecepatan linear. Benda yang bergerak melingkar
beraturan memiliki kelajuan linear yang tetap namun memiliki kecepatan linear yang tidak
tetap karena arahnya yang selalu berubah. Contoh gerak melingkar beraturan yang kita
saksikan dalam kehidupan sehari – hari adalah gerak jarum jam ataupun gerak komedi putar.
Dapat disimpulkan bahwa gerak melingkar beraturan memiliki beberapa ciri – ciri
sebagai berikut :
a. Lintasannya berbentuk lingkaran.
b. Frekuensi putaran, periode putaran, kecepatan sudut, kelajuan linear, dan besar percepatan
sentripetal semua kontan.
c. Kecepatan linearnya selalu tegak lurus dengan percepatan sentripetal dimana arah
percepatan sentripetal selalu menuju pusat lingkaran, dan arah kecepatan linear selalu
menyinggung lingkaran.

Besaran – besara pada gerak melingkar beraturan


a. Periode dan frekuensi
Frekuensi suatu benda yang bergerak melingkar beraturan dapat didefinisikan sebagai
banyaknya putaran yang dilakukan oleh benda persatuan waktu. Jadi jika dalam waktu 1
sekon sebuah benda berputar 4 kali, kita katakan bahwa frekuensi putaran benda tersebut
adalah 4 putaran/ sekon, atau biasa disebut 4 Hertz (Hz). Secara umum jika dalam waktu t
sekon sebuah benda berputar sebanyak n kali, frekuensi putaran benda dituliskan seperti pada
rumus di bawah ini.
𝑛
𝑓=
𝑡
Dengan :

f = frekuensi putaran benda (Hz)


n = banyaknya putaran yang dilakukan benda dalam selang waktu t
t = lamanya benda berputar (s)
Periode putaran suatu benda didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan benda untuk
menempuh satu putaran. Jika untuk menempuh satu putaran sebuah beda memerlukan waktu
2 sekon, maka kita katakan bahwa periode putaran benda adalah 2 s. Secara umum jika untuk
menempuh n putaran benda memerlukan waktu t sekon, maka periode putaran benda
dituliskan seperti pada rumus di bawah ini.
𝑡
𝑇=
𝑛
Dengan :
T = Periode putaran benda (s)
t = lamanya benda berputar (s)
n = banyaknya putaran yang dilakukan benda dalam selang waktu t

b. Kecepatan sudut atau kecepatan anguler


Dalam gerak melingkar beraturan, kecepatan sudut atau kecepatan anguler untuk waktu
yang sama selalu konstan. Kecepatan sudut bisa didefinisikan sebagai besar sudut yang
ditempuh tiap satu satuan waktu. Untuk partikel yang melakukan gerak satu kali putaran,
didapatkan sudut yang ditempuh θ = 2π dan waktu tempuh t = T. Berarti, kecepatan sudut (ω)
2𝜋
pada gerak melingkar beraturan dirumuskan : 𝜔 = = 2𝜋𝑓
𝑇
Dengan :
ω = kecepatan sudut (rad/s)
T = periode (s)
F = frekuensi (Hz)

c. Kelajuan linear
Kelajuan linear didefinisikan sebagai panjang lintasan yang ditempuh persatuan waktu.
𝑠
𝑣=
𝑡
Untuk satu putaran penuh, jarak yang ditempuh benda merupakan keliling lingkaran,
sedangkan waktu yang diperlukannya merupakan periode putaran, sehingga untuk satu
putaran : 𝑠 = 𝑘𝑒𝑙𝑖𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑙𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑟𝑎𝑛 = 2𝜋𝑟 ; 𝑡 = 𝑇
𝑠
Dengan mensubstitusikan persamaan diatas, rumus kelajuan linear benda, yaitu : 𝑣 = 𝑡 =
2𝜋𝑟
= 2𝜋𝑟𝑓 = 𝜔𝑟
𝑇

Gerak Melingkar Berubah Beraturan

Gerak melingkar berubah beraturan adalah gerak suatu benda dengan bentuk lintasan
melingkar dan percepatan sudut/anguler (𝛼) konstan. Jika percepatan anguler benda searah
dengan perubahan kecepatan anguler maka perputaran benda semakin cepat, dan dikatakan
GMBB dipercepat. Sebaliknya jika percepatan anguler berlawanan arah dengan perubahan
kecepatan anguler benda akan semakin lambat, dan dikatakan GMBB diperlambat.
Gerak melingkar berubah beraturan analog dengan gerak lurus berubah beraturan,
sehingga persamaan gerak melingkar berubah beraturan analog juga dengan persamaan gerak
lurus berubah beraturan.
1. Jarak atau Perpindahan Sudut
Jika pada gerak lurus berubah beraturan, jarak dan perpindahan partikel dinyatak
1
dengan ∆𝑥 = 𝑉0 𝑡 + 𝑎𝑡 2 , maka pada gerak melingkar berubah beraturan jarak atau
2

perpindahan sudut partikel dapat dinyatakan dengan persamaan berikut :


1 2
∆𝜃 = 𝜔0 𝑡 + 𝛼𝑡
sehingga 2 1
𝜃 = 𝜃0 𝑡 + 𝜔0 𝑡 + 𝛼𝑡 2
Jika 𝜃0 = 0, maka 2
1
𝜃 = 𝜔0 𝑡 + 2 𝛼𝑡 2

2. Kecepatan Sudut
Kecepatan sudut benda dapat dinyatakan dengan persamaan berikut.
𝜔 = 𝜔0 + 𝛼𝑡
𝜔𝑡 2 = 𝜔0 2 + 2𝛼𝜃
𝑉
Karena 𝜔 = 𝑅, maka 𝑉 = 𝑅(𝜔0 + 𝛼𝑡)

3. Percepatan Sudut
Gerak melingkar berubah beraturan memliki kecepatan sudut (𝜔)tidak tetap. Ingat
hubungannya V=𝜔. 𝑟 , dimana r adalah jari jari lingkaran yang besarnya tetap. Gerak
melingkar berubah beratura dapat juga dikatakan gerak meligkar yang beraturan atau gerak
melingkar yang mengalami percepatan sudut konstan (tetap).
Jika kecepatan sudut suatu benda berubah beraturan dari kecepatan sudut 𝜔0 menjadi
𝜔𝑡 dalam waktu t, maka secara matematis percepatan sudut pada gerak melingkar berubah
beraturan adalah sebagai berikut.
𝜔𝑡 − 𝜔0
𝛼=
𝑡
Keterangan : 𝜔𝑡 = besar kecepatan sudut akhir (m/s)
𝜔0 = besar kecepatan sudut awal (m/s)
𝛼 = besar percepatan sudut (m/s2)
𝑡 = waktu (s)
4. Percepatan Tangensial
Pada gerak melingkar berubah beraturan terdapat besaran yang dapat mengubah besar
kecepatan partikel. Besaran tersebut adalah percepatan tangensial (at) yang arahnya bisa sama
atau berlawanan dengan arah kecepatan linearnya (v). Secara matematis percepatan
tangensial dapat dirumuskan, sebagai berikut.
𝑎𝑡 = 𝛼𝑟
Keterangan :
𝑎𝑡 = besar percepatan tangensial (m/s2)
𝛼 = besar percepatan sudut (rad/s2)
𝑟 = jari jari lingkaran (m)
Pada gerak melingkar berubah beraturan (GMBB), partikel atau benda akan
mengalami dua macam percepatan, yaitu percepatan sentripetal (radial) dan percepatan
tangensial. Seperti yang telah dibahas di atas bahwa percepatan sentripetal arahnya selalu
menuju ke pusat lingkaran. Sedangkan pada percepatan tangensial menyinggung lingkaran.

Berdasarkan gambar diatas dapat diketahui bahwa percepatan sentripetal


tegak lurus dengan percepatan tangensial. Oleh karena itu, besarnya percepatan total pada
gerak melingkar berubah beraturan adalah sebagai berikut.
𝑎 = √𝑎𝑡 2 + 𝑎𝑠 2
Sedangkan untuk menentukan arah percepatan totalnya (𝜃) terhadap arah radial, yaitu
secara matematis dapat menggunakan perbandingan tangen.
𝑎𝑡
tan 𝜃 =
𝑎𝑡
Hubungan Roda-Roda

Penerapan gerak melingkar dalam kehidupan sehari-hari, dapat dijumpai dengan mudah
pada hubungan roda-roda. Adapun macam-macam hubungan roda-roda adalah sebagai
berikut.
1. Hubungan Roda Bersinggungan.
Dua buah roda disusun sehingga keduanya saling bersinggungan seperti ditunjukkan
pada gambar 1, maka arah putaran kedua roda tersebut berlawanan dan kedua roda tersebut
mempunyai kecepatan linier yang sama (vA= vB). Hubungan pada roda yang bersinggungan
berlaku persamaan :
𝑣𝐴 = 𝑣𝐵 atau 𝑟𝐴 𝜔𝐴 = 𝑟𝐵 𝜔𝐵

Gambar 1. Dua buah roda yang saling berhubungan

2. Roda-roda yang Dihubungkan dengan Sabuk.


Dua buah roda yang dihubungkan dengan sabuk seperti ditunjukkan pada gambar 2,
maka arah putaran roda-roda tersebut sama dan kecepatan linier keduanya juga sama (vA= vB).
Roda-roda yang dihubungkan dengan sabuk berlaku persamaan :
𝑣𝐴 = 𝑣𝐵 atau 𝑟𝐴 𝜔𝐴 = 𝑟𝐵 𝜔𝐵

Gambar 2. Roda-roda yang dihubungkan dengan sabuk

3. Hubungan Roda Sepusat.


Dua buah roda atau lebih disusun seperti pada gambar 3, sehingga poros dari masing-
masing roda terpusat pada satu titik, maka arah putaran roda-roda tersebut sama dan
kecepatan sudut dari roda-roda tersebut juga sama (ɷA=ɷB). Hubungan roda-roda yang
sepusat berlaku persamaan :
𝑣𝐴 𝑣
𝜔𝐴 = 𝜔𝐵 atau = 𝑟𝐵
𝑟𝐴 𝐵
Gambar 3. Hubungan roda-roda sepusat

ɷ = 360˚/ T v = 2πR / T
ɷ = 2π / T v = kecepatan linier (m/s)
ɷ = kecepatan anguler /sudut (rad/s) R= jari-jari lingkaran (m)
T = periode (s) T = periode (s)

E. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN


1. Model Pembelajaran : Project Base Learning
2. Metode : Ceramah, tanya jawab, diskusi, eksperimen, studi-
mandiri, demonstrasi, sumbang pendapat, dan
persentasi.
3. Pendekatan : STEM (Sains, Technology, Engineering, Mathematic)

F. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR


Alokasi Waktu
No Sintaks Kegiatan Guru Kegiatan Siswa
1 Kegiatan  Guru mengucapkan salam pembuka,  Siswa menjawab salam dari guru,  10 menit
Pendahuluan berdoa, memeriksa kehadiran siswa. berdoa dan mendengarkan guru
mengabsen siswa.
 Guru menyampaikan tujuan dan manfaat  Siswa mendengarkan dan
pembelajaran yang dipelajari hari ini dan menyimak guru.
memotivasi siswa.
 Guru menjelaskan materi pelajaran
sebelumnya dan mengaitkannya dengan  Mengingat dan menanggapi
materi yang akan disampaikan. (memberi jawaban) apa yang
disampaikan oleh guru.
2 Kegiatan Inti  Guru memberikan video animasi  Siswa melihat dan mendengarkan  10 menit
Fase I mengenai gerak melingkar dalam video yang ditayangkan oleh
Start With the kehidupan sehari-hari dan meminta siswa guru
Essential Question
menjelaskan apa yang telah dia dapatkan  Siswa mengamati dan
(Penentuan
pertanyaan dalam video tersebut. Lalu guru mengambil informasi yang
mendasar) menyajikan sebuah masalah : disampaikan melalui video yang
“Pernahkah kalian memperhatikan diberikan oleh guru.
sebuah sepeda? Mengapa roda sepedanya  Siswa mengemukaan
bisa berjalan? pendapatnya sesuai pertanyaan
guru
 Guru memberikan ruang kepada siswa
untuk menyatakan semua ide dan  Siswa mengajukan pertanyaan
gagasan mereka. tentang apa yang tidak dipahami
Alokasi Waktu
No Sintaks Kegiatan Guru Kegiatan Siswa
Fase II  Guru mengorganisir siswa untuk  Siswa duduk sesuai kelompok  10 menit
Design a Plan for membentuk yang masing-masing
the Project kelompok terdiri dari 6 orang siswa.
(Mendesain
Perencanaan  Guru memfasilitasi setiap kelompok  Siswa memilih ketua dan
Proyek) untuk menentukan ketua dan sekretaris sekretaris kelompok.
secara demokratis.

 Guru menyebutkan proyek yang akan di


kerjakan oleh siswa.  Siswa mendengarkan dan
menyimak apa yang di
sampaikan guru

 Guru membuat perencanaan tentang


percobaan hubungan roda-roda seperti
alat dan bahan apa saja yang digunakan  Siswa menyimak dan
untuk membuat proyek. mendengarkan arahan dari guru
Fase III  Guru memfasilitasi peserta didik untuk  Siswa berdiskusi untuk  20 menit
Create a Schedelu membuat jadwal aktifitas yang mengacu menentukan jadwal dan waktu
(Menyusun jadwal) pada waktu maksimal yang disepakati. untuk membuat proyek.
No Sintaks Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
 Guru memfasilitasi peserta didik untuk  Secara berkelompok siswa
menyusun langkah alternatif, jika ada melakukan diskusi untuk mencari
sub aktifitas yang molor dari waktu yang alternatif yang cocok.
telah dijadwalkan
 Guru memberikan pendampingan kepada  Siswa menjadwalkan semua
peserta didik melakukan penjadwalan kegiatan dan bertanya mengenai
semua kegiatan yang telah dirancangnya. penjadwalan yang dibuat.
Fase IV  Guru membagikan lembar kerja siswa  Siswa secara berkelompok  35 menit
Monitor the yang berisi tugas peroyek dengan mendiskusikan isi LKPD.
Students and the tagihan:
Progress of the
1. Menuliskan konsep-konsep mengenai
Project
hubungan roda-roda.
(Memonitor
2. Mengalisis konsep-konsep mengenai
peserta didik dan
hubungan roda-roda dengan konsep /
kemajuan proyek)
prinsip fisika berdasarkan
pengalaman dari proyek hubungan
roda-roda.
3. Menyebutkan penerapan hubungan
roda-roda dalam teknologi (minimal
3) !
4. Membuat kesimpulan dari proyek
yang di lakukan !
 Guru memonitoring terhadap aktivitas
peserta didik selama menyelesaikan  Siswa mengerjakan proyek secara
berkelompok
proyek dan melakukan skaffolding jika
ada kelompok membuat langkah yang
tidak tepat dalam proyek.
No Sintaks Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
Fase V  Meminta siswa mempresentasikan  Siswa mempresentasikan hasil  20 menit
Assess the produk proyek yang telah di selesaikan proyek yang mereka kerjakan
Outcome secara kelompok dan siswa lain
(Menguji hasil)
juga ikut bertanya
 Menilai presentasi setiap kelompok dan  Mendengarkan hasil penilaian
produk yang dihasilkan. guru terhadap hasil proyek siswa.

Fase VI  Guru mengarahkan peserta didik secara  Siswa melakukan refleksi  15 menit
Evaluate the berkelompok melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil
Experience terhadap aktivitas dan hasil proyek yang proyek yang sudah dijalankan.
(Mengevaluasi
sudah dijalankan. Hal-hal yang direfleksi
pengalaman)
adalah kesulitan-kesulitan yang dialami
dan cara mengatasinya dan perasaan
yang dirasakan pada saat menemukan
solusi dari masalah yang dihadapi.
Selanjutnya kelompok lain diminta
menanggapi.
3 Kegiatan  Guru mengarahkan siswa untuk  Siswa menyimpulkan  15 menit
Penutup membuat kesimpulan dari hasil pembelajaran mengenai
pembelajaran hari ini. hubungan roda-roda.
 Guru memberikan tugas.  Siswa menerima tugas
 Guru menyampaikan salam penutup  Siswa menjawab salam.
untuk mengakhiri proses pembelajaran.
G. ALAT DAN BAHAN

No Nama Alat / Jumlah


Bahan
1 Kardus 2 lbr
2 Mistar 1 buah
3 Gunting 1 lbr
4 Lem Alteco 1 buah
5 Doubletip 1 buah
6 Dinamo 1 buah
7 Baterai 1,5 V 4 buah
8 Tang 1 buah
9 Roda mobil- 3 buah
mobilan
10 Kawat 20 cm 3 buah
11. Kertas HVS secukup
nya

H. ALAT/MEDIA/SUMBER BELAJAR
1. Media : Papan tulis, buku sumber, power point, video
2. Sumber Belajar :
a. Rufaida, Sufi Ani. 2016. Fisika Peminatan Matematika dan Ilmu Alam. Surakarta: Mediatama
b. Zenab, Siti & Sunardi. 2013. Fisika untuk SMA/MA Kelas X. Bandung: Yrama Widya
c. Internet,dll
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
GERAK MELINGKAR

A. KOMPETENSI DASAR
3.5. Menganalisis gerak pada gerak melingkar dengan laju konstan dan penerapannya
dalam teknologi
4.5. Menyajikan ide/gagasan terkait gerak melingkar (misalnya pada hubungan roda-
roda)

B. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Siswa mampu menyajikan ide/gagasan terkait gerak melingkar dan penerapannya
dalam teknologi (misalnya pada hubungan roda-roda pada eskalator penyaring
sampah di sungai).
2. Siswa mampu menganalisis besaran fisis pada proyek yang dihasilkan.
3. Siswa memiliki keterampilan memecahkan masalah, serta menghubungkan hasil
proyek dengan teori tentang hubungan roda-roda dalam gerak melingkar beraturan.
4. Siswa mampu menyajikan laporan sederhana mengenai percobaan hubungan roda-
roda pada gerak melingkar beraturan.

C. MASALAH
Kota-kota besar seperti kota Medan, sering kebanjiran ketika hujan turun
meskipun tidak terlalu deras. Penyebabnya adalah banyaknya masyarakat yang
membuang sampah ke selokan maupun sungai sehingga air tidak dapat mengalir.
Bagaimana solusi yang dapat dibuat untuk memecahkan masalah tersebut dengan
menggunakan prinsip hubungan roda-roda ?

D. MATERI
Penerapan gerak melingkar dalam kehidupan sehari-hari, dapat dijumpai dengan
mudah pada hubungan roda-roda. Adapun macam-macam hubungan roda-roda adalah
sebagai berikut.
1. Hubungan Roda Bersinggungan.
Dua buah roda disusun sehingga keduanya saling bersinggungan seperti
ditunjukkan pada gambar 1, maka arah putaran kedua roda tersebut berlawanan dan
kedua roda tersebut mempunyai kecepatan linier yang sama (vA = vB). Hubungan
pada roda yang bersinggungan berlaku persamaan :
𝑣𝐴 = 𝑣𝐵 atau 𝑟𝐴 𝜔𝐴 = 𝑟𝐵 𝜔𝐵

Gambar 1. Dua buah roda yang saling berhubungan


2. Roda-roda yang Dihubungkan dengan Sabuk.
Dua buah roda yang dihubungkan dengan sabuk seperti ditunjukkan pada
gambar 2, maka arah putaran roda-roda tersebut sama dan kecepatan linier keduanya
juga sama (vA = vB). Roda-roda yang dihubungkan dengan sabuk berlaku persamaan :
𝑣𝐴 = 𝑣𝐵 atau 𝑟𝐴 𝜔𝐴 = 𝑟𝐵 𝜔𝐵

Gambar 2. Roda-roda yang dihubungkan dengan sabuk

3. Hubungan Roda Sepusat.


Dua buah roda atau lebih disusun seperti pada gambar 3, sehingga poros dari masing-
masing roda terpusat pada satu titik, maka arah putaran roda-roda tersebut sama dan
kecepatan sudut dari roda-roda tersebut juga sama (ɷA=ɷB). Hubungan roda-roda
yang sepusat berlaku persamaan :

𝑣𝐴 𝑣
𝜔𝐴 = 𝜔𝐵 atau = 𝑟𝐵
𝑟𝐴 𝐵

Gambar 3. Hubungan roda-roda sepusat


ɷ = 360˚/ T v = 2πR / T
ɷ = 2π / T v = kecepatan linier (m/s)
ɷ = kecepatan anguler /sudut (rad/s) R= jari-jari lingkaran (m)
T = periode (s) T = periode (s)

E. ALAT DAN BAHAN


No Nama Alat / Jumlah
Bahan
1 Kardus 2 lbr
2 Mistar 1 buah
3 Gunting 1 lbr
4 Lem Alteco 1 buah
5 Doubletip 1 buah
6 Dinamo 1 buah
7 Baterai 1,5 V 4 buah
8 Tang 1 buah
9 Roda mobil- 3 buah
mobilan
10 Kawat 20 cm 3 buah
11. Kertas HVS secukup
nya

F. PROSEDUR KERJA
a) Siapkan alat dan bahan tersebut.
b) Siapkan wadah sebagai sungai yang memiliki banyak sampah dengan ukuran 22 x
11 x 11,5 cm dari selembar kardus dan buat juga wadah penampungan sampah
dengan ukuran 10 x 10 x10 cm.
c) Masing-masing roda dihubungkan dengan kawat dengan panjang kawat 20 cm.
d) Hubungkan kawat dan roda ke wadah sungai
dengan aturan dinamo sebagai alat penggerak
bersinggungan dengan roda paling atas dan
kedua roda yang berada di bawah sejajar, atur
ketinggian kedua roda tadi agar penyaring dapat
bergerak seperti pada gambar.
e) Hubungkan dinamo ke baterai yang bertegangan 3 V, amati bagaimana arah putaran
roda yang bersinggungan dengan dinamo dan catat ke tabel pengamatan.
f) Hubungkan roda-roda yang telah dirangkai dengan
kertas HVS sebagai penyaring sampah seperti pada
gambar.
g) Hubungkan kembali dinamo ke baterai, amati
bagaimana arah putaran roda 1,2,3,4 dan kecepatan
pada roda tersebut. Catat ke tabel pengamatan.
Tabel pengamatan hubungan roda-roda pada gerak melingkar.
Kecepatan Kecepatan
Nama Arah putaran
sudut linier
No. Roda-Roda hubungan roda (searah/ Ket
(sama/ (sama/
roda-roda tidak) tidak searah)
tidak)
1.
2.
3.

G. TUGAS
5. Tuliskan konsep-konsep mengenai hubungan roda-roda.
6. Analisislah konsep-konsep mengenai hubungan roda-roda dengan konsep / prinsip
fisika berdasarkan pengalaman dari proyek hubungan roda-roda.
7. Berdasarkan proyek yang telah dilakukan, sebutkan penerapan hubungan roda-
roda dalam teknologi (minimal 3) !
8. Buatlah kesimpulan dari proyek yang anda lakukan !

Anda mungkin juga menyukai