Anda di halaman 1dari 68

10.

1 PENDAHULUAN 207

10

Balok Pelat Berdinding


Penuh (Pelat Girder)
(a)

Gambar 10.1 Penamp~lng


(b)
I
(c)

B.1lok Pc:Lu BLrdinJins P;;'nuh

Scbelum dikenal metodc pengebsan maka digunakan sambungan b<lllr atau pakll keling
TUJUAN PEMBELAJARAN seperti pada Gambar 10.1.e. Jenis lain dari balok pelat berdinding penllh adalah balok hibrida
SSesudah melTIpelajari bab ini, mahasis\va diharapkan dapar: yang terdiri dari pelat badan dan pelat sayap dengan nlutu baja yang berbeda.
fv1emahami perilaku suatu balok pelat berdinding penuh, termasuk perilaku lentur, Pada dasarnya balok pelar berdinding penllh adalah nlerupakan sebllah balok yang
geser, aksi Illedan tarik serta pengaku vertikalnya tinggi. Batasan yang digunakan bagi sebllah balok seperti dibahas dalam Bab IX, masih
tvlelakukan anal isis dan desain suatu komponen struktur lentur ben tang panjang akan digllnakan. Gambar 10.2 menunjllkkan kurva hllbungan antara kuat mon1en nonli­
dengan rnenggunakan balok pelat berdinding penuh nal Aln vs rasio kelangsingan A. Barasan untuk tekuk rorsi lateral (Gam bar 10.2.a) hanra
berlakll llntuk penampang yang konlpak.
Pokok-pokok Pembahasan Bab
1.1 Pendahllluan
1.2 Persyaratan Balok Pelat Berdinding Penllh
1.3 Kuat l\1omen NODlinal Balok Pelat Berdinding Penllh Mp~ Cb =1 (a) Batasan Tekuk Torsi Lateral
I
1.4 Kuat Geser Nominal I
I
1.5 Kuat Geser Nominal dengan Pengaruh Aksi Medan Tarik
1.6 Interaksi Geser dan Lentur Mr I------~----------------
I

1.7 Pengaku Vertikal I

1.8 Pengaku Penahan Gaya ll11l1pU A = L/ry


~
1.9 Desain Balok Pelat Berdinding Penuh }.p = 1,76/~ Ar = Lr/ry
\ fy

(b) Batasan Tekuk Lokal Flens


10.1 PENDAHULUAN Tak kompak
Mp
Balok pelar berdinding penuh atau yang lebih sering disebut peht girder adalah merupakan Kompak:
komponen stfllkrur lentur yang tersUSlln d:ui beberapa elemen pelat. Balok pelat berdin­ I Langsing
I
Mr I
ding penuh p;.H.1a dasarnya adalah sebuah balok dengan ukuran penampang I11elintang yang ------r------------
I
besar serra ben tang yang panjang. Penampang nlelintang yang besar tersebut nlerupakan I
I
konsekuensi dari panjangnya bcntang balok. Jika profil baja gilas panas yang terbesar I
). = b/2t,
masih kurang cllkup untuk nlemikul beban yang bckerja akibat panjangnya ben tang, }. _ 170 420

.<, = ~(f" -115)/k,


p -----r=

nlaka alrernatif pertama yang ditenlpuh adalah dengan menambahkan elemen pelat pada ~fy
salah saW atau kedua Hens profil. Jika altcrnatif ini masih belunl mampu nlemberikan
tahanan momen yang mencukupi, maka biasanya dibuat sebuah balok yang tersusun dari (c) Batasan Tekuk Lokal Web
Tak kompak
elemen-elemen pelat yang disambung satu dengan yang lainnya (balok pelat berdinding M I

P I Kompak:
penuh). Jika ben rang yang diperlukan sangat panjang, nlaka tinggi dan berat balok pelat
berdinding penuh akan cukup besar pula, sehingga alrernatif lain adalah dengan meng­ ~: ... ''',.1 • Balok pelat berdinding penuh
I
I
gunakan StfUktllr rangka batang. Mr ----­ -t-­ - - - ­ ---I
I I
Beberapa penampang I11elintang dari bdlok pelat berdinding penuh ditunjukkan I I
I I
I I
dalam Gambar 10.1. Bentuk penanlpang yang sering digunakan terdiri dari sebuah pelat
A=h1t
I w
badan (\veb) dengan dua buah pelat sayap (Hens) yang dihiJbllngkan satu sarna lain dengan 1680 2550
las (Ganlbar 1O.I.a). Jenis penampang kotak (Gambar 1O.I.b) yang nlempunyai dua buah ).p
F: 1\= F:
pdat badan dan dua buah pelat sayap, adalah bentuk penanlpang yang mempunyai tahanan
tor:i cukup baik dan dapat digunakan untuk panjang ben tang tak terkekang yang besar. Gambar 10.2 Kondisi BJtas untuk Balok Terlentllf

1
~
-.~~~~~~~~,i·7'~7'~t~£
208 SAS 10 BALOK PELAT BERDINDING PENUH (PELAT GIRDER) 10.2 PERSY': ~.';TAN SALOK PELAT . 209

Kuat momen nomin~l, AI}), untuk pcnampang yang tak kompak (}~p < ;~ < )~) Gamhar 10.3 NiJai (I d.\I1 !J B.duk ilL·La Btrdindin~ T'C:luh
h,lfllS ditentukan berdasarkan ketiga ma(~In kondisi batas, yaitll tckuk torsi LueraL tckllk Dari Gambar 10.4, dipcrolch hubu0f::1.n:
lakal £lens serta tekllk lokal web. Nilai AI}) yang tcrkecil dari ketig,lnya adabh nilai yang
menentukan bes:unya kllat momcn nominal dari suatu kOIl1ponen sUllktllr terlentur. El'dx = dB· ~ 10.1
- 2
Profil baja dengan web yang langsing, A (= hit) < }or (= 2550/ \fJ;), dikategorikan
sebagai balok pelat berdinding penuh. Penampang dengan nilai I. tidak melehihi Ar akan
_ 2£f
atall dB - --- .d\' 10.2
mampll mencapai J; tanpa mengalami tckuk clastis. Kuat lentur dan geser ddri sllatu IJ
balok pelat berdinding penllh sangat tergantung dari web prohl, \\ cb y~lng langsing akan KOlnponen gaya y;lng mcnyebabkan [Ck.lnan d.1lam .:.:- 2h vertikal padJ Garnbar 10.5
menimbulkan beberapa hal sebagai berikut: adalah ~.A/r/e, sehingga jika gaya rersebur J.ib'lgi dengan L':2.<U1 weh tz, . akJn diperolc-'h ax,
1. tekuk akibat lentur pada bidang web, akan mengurangi ehsiensi dari web untllk tcgangan tekan /::
memikul momen lentllr CJf·A ·dB 2·CJ r .A ·£f
2. tekuk pada Hens teklI1 dalam arah vertikal akihat kllrang kakunya \veb f = - -f - - - -f- - 10.3
tUI ·dx- tu' ./;
3. tekuk akibat geser

/1\
Hal khuSllS yang dijul11pai pada konlponen srruktur balok pelat berdinding penuh
ialah adanya pemasangan pengaku nlelintang (stiffener). Perencln,un pcngaku yang tcpat
dapat meningkatkan kuat geser pasel tekuk (post buckling srTtngth) dari balok pelat
berdinding penuh. Pengaku yang dipasang pada balok pelat berdinding penuh akan
mengakibatkan balok tersebut menliliki perilaku seperti rangka barang, bagian web akan
/ I:'
memikul gaya tarik diagonal sedangkan pengakll akan memikul gaya tckan. Perilaku ini / ! \
disebut sebagai aksi nledan tarik (ten.iioll-field action). /~ e-:d8~
I \

/ \
/ \

10.2 PERSYARATAN BALOK PELAT BERDINDING PENUH

Komponen s[ruktur dapat dikategorikan sebagai balok biasa auu sebJgai balok pelat
II E.dx AtG r

berdinJing penuh, tergantung dari rasio keLlngsingan web, hit,.., dengan h ad,llah tinggi
bersih bagian web dan til' adalah tebal dari web. Jika hltw < 2550/ ,f7:, maka komponen
strukrur rersebllt dikategorikan sebagai balok bias,l, dan jika nilai IJltw > 2550/.J7:,
~/
111aka dabm perencanaannya h~lfUS dikategorikan schagai balok pebt berdinding pcnuh.
Untuk balok hibrida maka nibi f;
diarnbil dari nilai ~ £lens, lui ini diseb:lbk.Hl karena
Ara r

stabilitas dari web untuk menaha'n tekuk lentur tergailtung pad.l regangan yang terjadi --------
dalam Hens.
Batas atas dari kelangsingan \veb, harus ditetapkan untllk mencegah terjadinya tekuk
Afar
vertikal dari Hens. Batas atas dari hit/(' merupakan fungsi dari perbandingan alh, dengan

I t
w
l h
ar,A r

~(jf.Af.d8
f
c
= crf·A, .dt]
tw.dx

I IIJj ~
I
I T h - dx
de

L-a-J
1

a aetllah jarak antar pcngaku vertikal, dan


potongan 1-1

h adalah tinggi bersih dari web.


1 ~f
de
Gambar 10.4 Gaya pJ.(b Flem AkibJ[ Kclengkuns.m B.llok

---
i
-~I

210 ~ 0.3 KUAT ~'OMEN NOMli-JAL BALOK PELAT. 211


BAB 10 BALOK PELAT BERDINDING PENUH (PELAT GIRDER)

(;ambar 10.5 Kompl~nen GJfJ Vt:r(ikJ.1 d,ni Flcns D~n~an:

Tcgangan tekllk ebstis llntuk elemen pdat diJdlnisikan seb.lg.li: fr a.\.:iJlah ~C"gang,'..n kriri;; yan; bc)arn~\'a akan ditentukan kCIlllldian
k.Jr2. E 5 J(blah modulus pen.~mpang
Ir 12(1- \,2 Xb It )2
10.4 ~ ad.1lah ~:0efisicn halok pcht berdinding penuh

t-:oehsicn b-:.~ok p~:,?l bcrJinding penuh. A~, di,lmbil sebesar:


Untllk b = h, t = J!l serta nibi k =1, nuka:
- r l
r: .E2
Kg 1_1 11
_- Ill~_ ~_?Q I < 1 10.14
.fr 10.5 11200+ .~OO·,l• it If!J ­
12(1-\,2 Xh1tll')2 L L II \' ,'T

Deng,lIl ilr adalaI-: perb..lnding3.r1 IUds reLl( badan terhadap pelat sayap (a r =­ At/A). KUJt
Dengan nlen)'anlakan persanlaan 10.3 dan 10.5 maka diperolch: momen nominal d,lfi b:l1ok pdat berdinding penuh diambil dari nilai terkecil dari kerun­
3~~' A.FEf 1[2. E
tuh:m tekuk tors; lateral (yang tergantung panjang bentang) dan tekuk 10kal Hens (yang
10.6 tergantung rada lcbal Bens tekan).
tw.J) 12(I-V2Xhltu,)2
Tipe Keruntuhan Tekuk Torsi Lateral
rnengingat bahwa tll:h = All" nl,lka persarn~lan 10.6 dapat diselesaikan untuk h/\,: i
h
tu'
1[2 . E

24(I-V 2 )
( Au'
-:4;
r 1
,Ore!)
I
10.7
Kebngsingan yar.; diperhitungkan adaldh kebngsingan dari bagian balok pelat berdinding
penuh yang men;J.lami tekan.
L

Besarnya o";.harus nlencapai regangan lelch £lens 1;,1' dan jika tegangan residll diperhitung­
kan nlaka:
I
t
)"C
rr
10.15.a

A­ 1,76 E 10.15.b
Ef = v: +j;)IE 10.8 e I
I'
"f Iy
Substi tusikan (Jf = E dari
f
!;.r' persam~un 10.8 serra Illcng3.mbil nilai E = 200000 A,
'j,
= 4,40 , -
IE
10.15.c
MPa dan V = 0,3, maka dipero1eh:

~ _ 134500jAJA;
I \ fy
Dengan L adalah panjang ben(ang tak terkekang, dan r T ada1ah jari-jari girasi daerah pelat
~ I yl Cry! + Ir )
10.9 sayap ditambah seperriga bagian web yang mengalalni tekan.
tl,' ­

Nilai Au/A(llmumnya di bawah 0,5, dan besarnya tegangan residu untuk penampang dibs ]ika );.c ~ lOop keruntuhan akan (erjadi akibat leleh, sehingga:
adalah 115 MPa, sehingga persamaan 10.9 menjadi: fer =!;
10.16.a
h 95110

10.10 ]ika ),,1' < I.. ~ )~r kerun tuhan yang terjadi adalah tekuk torsi lateral inela~tis:
~ I y! (Ill + 1 15)
- 1(
=C··1--4
)~c -)~ J JJ 10.16.b
Untllk perencanaan besarnya h/tu1 nlaksimum dianlbiI sebesar: fer b f 2l ).. ---
r - ).?
<
- 1;
h 95000
]ika ),c > )"T maLl keruntuhan yang rerjadi adalah tekuk torsi lateral elastis:
~ fyf (/)l + 1 15)

10.11
til'

fer
= f.( ;'r Y) i.~
10.16.c
Persamaan 10.11 berlaku llntuk nilai ill/; > 1,5, sedangkan untuk all} ~ 1,5 nilai hltll.'
maksirnllm dapat diambil sebesar: Dengan:
C,·(
h 5250 l C' -' ~. <
-.11
r 10.16.d
ti, p;; 10.12

Tipe Keruntuhan Tekuk Lokal Flens Tekan


10.3 KUAT MOMEN NOMINAL BALOK PELAT BERDINDING PENUH
Fakror kelangsingan yang diperhitungkan adalah berdasarkan perbandingan 1ebar dengan
Kuat momen nOlnina1 dari kornponen srruktur balok pebt berdinding penllh, ditentukan reba! £lens rekan.
dalam SNI 03-1729-2002 pasal 8.4.1:
A = bl 10.17.a
C
A~n = ~.SJ;r 10.13 2·t f
212 BAB 10 BALOK PELAT BERDINDING PENUH (PELAT GIRDER)
10.4 KUAT GESER NOMINAL 213

AI' =: 0,38. [4­ 10.17.b


Balok pelat berdinJing pcnuh dengan kuat kith yang bcrbed..l ~lI1tara Hens dengan
\vch, sering dirumakan sebagai balok hibriJJ. Pada Ul11umnya kllat ldeh bagian Hens
VII'
lebih tinggi daripada bagian \veb, sehingga bagian web akan mtngabmi leleh terlebih
}~r = 1,35. /k,..£ 10.17.c
dahulll sebdllm kllat maksimum Hen~ rereap.li. KUC1r momen nominal dari balok hibrida

V fl' adalah:
dengan: Aln = I\'S·5.fr'Re 10.19
= 4 0,35 ~ ke ~ 0,763 Dengan:
k"
{I Re
12+fl r (3m-rn
J

------=-----------'-­
)
< 1,0 10.20
VII" 12+2.tl r -

]ika Ac .s: Ap keruntuhan akan terjadi akiba( Jeleh, sehingga: dan:


fer =1; a r
= Az/A! rasio an tara Iuas pcrumpang Dlelintang web dengan
10.18.a
penampang melintang Hens

Jika Ap < A oS. A( ke:t(ln~:~a~pYJaJng terjadi adabh tekllk lokal Rens ineLIstis: m = 1;u/frf = rasia an tara kuat lelch web dengan kllat ldeh Hens

fe, = 1;f -2 A, - A
p
oS. 1; 10.18.b
10.4 KUAT GESER NOMINAL
]ika Ac > Ar maka kerllntuhan yang terjadi adalah tekllk lok3.1 Hens dastis,
Kuat geser desain dari balok pelat herdinding penuh adalah 9z: ~:' deng:ul ¢v = 0,9. Kuat

fe, =lUJ' 10.18.c


geser balok pelat berdinding penuh merupdkan fungsi dari rasia tinggi dan tebal web
(hlt z) serta dipengaruhi pula oleh jarak di antara pengakll vertikal yang dipasang. Kuat
geser balok pelat berdinding penuh dapat dibedakan menjadi kuat geser pratekuk dan
Dengan:
kuat geser pasea tekuk yang dihasilkan dari aksi n1edan tarik. Aksi medan tarik hanya
Ie 17 10.18.d terjadi jika pada balok pelat berdinding penuh dipasang pengaku vertikal. Jika tak ada
2 pengaku vertikal, atau bila jarak antara pengakll vertikal ellkllp jauh, Inaka kuat geser
balok berdinding penuh hanya disun1bang olch kuar geser pratekuk.
Perhatikan sebllah panel pada balak peldt berdinding penllh yang memiliki jarak antar
pengaku vertikal sebesar a dan tinggi bersih sebesar h, pada Gambar 10.7. Dalanl daerah
fyt--I- - ­
I
CI .[1- ~( AA-AA J]
b y 2
G

,
-
p

p (a)
yang meo1iklll gaya geser besar serta n10men lentur yang kecil, nlaka dapat diasumsikan
bahwa panel tersebllt akan memikul geser ffillrni (Gan1bar 10.7.e).
I
I
0, 5 Cb.fy I

(~J2
-----~-----------
I CbIy Tekuk Elastis Akibat Geser Murni
, I
2 AG
Tegangan tekuk elasris untuk sebllah elemen pelat adalah:
I

AG = LlrT = k- rc"!..E 10.21


fer
}~p ~ 1, 76ft A, ~ 4,40ft 12(1- v2Xblt)2

Untllk kaslls geser n1urni pada balok pelat berdinding penuh, maka persamaan 10.21

{l-M ~:~~:)J
fyt--I- - ­
I (b)

dapat dituliskan menjadi:


I
fy
I rc 2 .E.kn

O,5fy
I r cr 10.22
-----~-----------
I f A,
2
1~1- v2 Xhl t)2
I
I
I
I
---- t(;:;; J Nilai k n merupakan fungsi dari rasia illh, dJ.bm S~I 03-1729-2002 pasal 8.8.2, ditetap­
}'G ~ b,/2t, }-;:an:

~O,38·ft
5
Ap A,~1,35J¥ kn =5+ 10.23
( /)2
//7
Jika didefinisikan besaran baru tanpa dimensi, C z• sebagai rasia an tara tegangan tekuk
Gambar 10.6 Batasan Balak Pelat Berdinding Penuh (a) Tekuk Torsi Lateral, (b)Tekuk Laka! Flens geser 'r cr dengan tegangan geser leleh 1 y ' maka:
214 BAB 10 SALOK PELAT BERDIND1NG PENUH (PELAT GIRDER)
10.4 KUAT GESER ~~O~~'INAL 215

T 1[2.£.k 1. Untllk niLli C = 1, maka persanuan 10.28 dapat ditllliskJI1 d,llJrn hentllk:

Cz' _.!.-~I~ - _ .._ _.__....'!..- _ _


10.24
l

1/7 It)}.
Ty - [.1' L2(1- v}.
.! =
t u'
1,IO·t('IJ 10.30

JDr
Jika nilai hit tidak melebihi batas tersebut maka kuat geser nominal balok

~tj
pelar berdinding l~enuh adalah:

"'</ \'~z = O,GJ;u:Al/' (5:\'1 03-1729-2002, pefs. 8.8-3.a) 10.31

(a) Geser murni dalam elemen

/"" a
2. Batds antara tekuk inelastis dengan tekuk elastis dicapai llntllk nibi Cl • = 0,8,
sehingga persamaan ] 0.28 dapat ditlliiskan dalan1 bentllk:

(t.Ef;
Y<
~a~ -h = 1,37. _11_ 10.32
(b) Tegangan utama pada panel til'
akibat mengalami geser murni

)v( Jika 1,10·

pelat berdinding penuh adalah:


)kn.E
Iy
< (hit) < 1.37· )kn'~' maka kuat geser nominal balok
(y
(b) Tegangan utama dalam elemen

akibat geser murni

Gambar 10.7 Teori Geser pad~l BJlok Pel.u Berdinding Pelluh


V n =06.+.A·r
':Jyll' II' 1,10 ·t ·£l_1­
n

Ii'
. (11 It )
I.'

Dengan mensllbstitusikan t y = 0,6iy serra V = 0,3 nuka diperoleh nilai C untuk , (5NI 03-1729-2002, pers. 8.8-4.a) 10.33
t
daerah tckuk elastis:

Cv t5 kn .E._1_) (SN1 03-1729-2002, pasal 8.8,5)


10.25
3. Unruk b > 1,37. )~n'£ , maka kuat geser nominal balok pelat berdinding
!Y (hltu.r f;
penuh adalah:
Tekuk Inelastis Akibat Geser Murni 0,9·A ·k·E
V = W 11 (5NI03-1729-2002,pers.8.8-5.a) 10.34
Pada daerah transisi antara tekllk elastis dcngan leIeh, besarnva t adalah: n (hi tllJ~
'fcr = ~ ('f pm/urlOlI,1! ).( Tai'/'UfIS ) .I cr 10.26

Jika persamaan 10.26 dibagi dengan t y serta n1engambil nilai tprol'or~ional = 0,8. t ' c=~
r
=1,10 ~k"E/fy
y ~
maka diperoleh bentllk: . y
C

C r 1 I
= ......£C..=_ 08.T .
7[2·£·k
10.27 \
v
lh\f
' 'I~l- v2Xb/tJ2
fI

v ry r, 'J \

\
1,0 I " .... ,...... .I

\
Dengan mengan1bil t y = 0,6i serra V = 0,3 maka diperoleh nilai C ' untllk daerah 0,8 --I-~\
z
tekuk inelastis: .I

! I
= 1,10· Jk:E1l; (SNI 03-1729-2002, pasa! 8.8.4) I kE 1
C
v (hltzJ 10.28
.
Vn = 0,6 f'j'J\.
."
I Vn = C,
~
(0,6 f]'W1 ~
Cv =1,S-r°(h t",)2

, I

Kllat geser nominal dari balok pelat berdinding penuh ditentukan sebagai berikllt: h/tw
V:l I ~=1.10ffnE
= C .(O,6J;).A u . 10.29 oE
t . f .!!..=137ffn
t ' f
w y w y
Nilai C ditentukan dalam persamaan 10.25 untllk tekuk e1astis (C < 0,8) dan llntuk
tekuk ..inelascis nilai C I' ditentukan dalam persamaan 10.28 (CV > 0,8). v
Gambar 10.8 Tekuk pad.! \X!eb BJ10k PeLH Badinding Penuh Akibat Geser ~lurni

~~;;~:~..t:"-~;~'!,i£.,~.~"!~~!,:',:~:~'7".;.'!".:,,...

1
I
f
216 BAB 10 B.A.LOK PELAT BERDINDING PENUH (PELAT GIRDER) 10.5 KUAT GESER NOfv1INJ..,L DENGAN PENGARUH.. 217

10.5 KUAT GESER NOMINAL DENGAN PENGARUH AKSI MEDAN TARIK KUJt gescr nornmal balok pelat berJinding pelluh dengan mempcnimbLlngkan aksi
medan tarik dapat diekspresikan sebagai:
Caya geser yang hekerja pada balok pelat berdinding penllh dapa( 11lenimbulkan tekuk
(elastis dan inelastis). Tahanan pasea tekllk yang timbul dari mekanisme rangka batang
~I = Vcr + ~f 10.35
yang bekerja pada panel balok pelat berdinding penuh yang dibatasi oleh pengaku-pengaku Dengan Vcr = C1:.(0,G:().A Il . sesuai per~amaan 10.29. .\:"i1ai C1 ditentukan dalalTI persa­

vertikal. :\ fekanisme rangka batang ini dinamakan sebagai aksi medan tarik, gaya-gaya maan 10.25 d<ln 10.28 untllk tekuk elastis dan indastis. \ merllpakan sumbangan dari >
tekan dipiklll oleh pengaku vertikal sedangkan gaya-gaya tarik diterima oleh pelat web aksi n1edan tarik yang akan diturllnkan dalan1 bab ini.
(Gambar 10.9).

Arah Optimum Aksi Medan Tarik


Perhatikan tegangan td!"1k 0t yan~ timbul pada sliatu panel balok pebt berdinding penuh
I ,. ; , ~ r , .. i
i
dengan n1etnbentuk sudut r terhadap bidang horizontal. pada Gambar 10.11. Besarnya

*" ,
~
~}.
1~ ~ ~ ~ ~ gaya tarik diagonal tota!, T yang timbul sepanj;lng tinggi web adalah:

Ii
* , ,e *
T = o/tu:h.eos r 10.36

* * *,
~

,.A ~ ~B r D
l
~
~
(~V
l ~ ~ ~ l ~ l
I ~(Jt
~
Gamoar J0.9 Aksi Medan Tuik Ralok PeLu Berdinding Pcnuh
I ~
~
~
I
-- i ~4y
Kapasitas geser balok pelat berdinding penuh dengan tnempertimbangkan tahanan
pasea tekuk akibat medan tarik ditunjukkan dalam Gambar 10.10.
II Gambar 10.11 Tegangan Tarik pad a \V'eb Akib.H .-\ksi M-:dan Tarik

Cv
"t y
"tel
I
I Komponen gaya dalan1 arah vertikal n1erupakan gaya geser V yang besarnya:
Pergeseran regangan, Cv > 1
I

V = Tsin r = (J/tw·!J.eos r ·sin y 10.37


I

, .­ boleh tanpa pengaku vertikal ~ 1-" perlu pengaku vertikal


Jika gaya tarik diagonal, T, ini timbul pada Bens n1aka diperlllkan pengaku vertikal,
1,0
E sebab kekakuan vertikal dari Bens eukup keeil dn Bens telah bekerjd untuk men1iklll
n10men lentllr yang diterima oleh balok pelat berdinding penuh. Dalam keadaan ini
0,8 Pasca tekuk biasanya diberi pengaku vertikal yang d<lpat didisain untuk n1enahan komponen venikal
(pakai pengaku
dari gaya tarik tersebuL Gaya geser ~ V~r yang timbul pad.l pengakll verrikal adalah:
vertikal)
~Vif= o(s.tw·sin r 10.38

k -E .... h t 1
f;
1,10
N 1,37N 260 I. h
~h.cos ./

~~'
s
Gambar 10.10 Kapasitas Geser dengan Aksi I\kd,ll1 Tdrik y

La~
Aksi medan tarik boleh disertakan dalam perhitungan kllat geser balok pelat berdin­
ding penuh apabila a/h < 3 dan tllh < [260/ hltJf. Selain itu aksi medan tarik tak boleh
diperhitungkan untuk balok hibrida sena pada panel-panel ujung (panel A pada Gambar
a.SiV
10.9) balok pelat berdinding penuh.
~
Gambar 10.12 Gaya yang Timbul Akiba( Aksi :-'kJ~m Tarik

.;l~;.:!~_ ,-";44;L-,.;".Aw;>,~e. 4 T-i4M.(.;;tfJjl~~.f;'!Jt~f'*t~"'"",~@'t"'f,,~.<~ l-:.:::' ~~;,,:,;~""~~~'~:-r;,r-.......,p--~.,- ~------.,:, ...;-:,.",.

218 BAB 10 BALOK PELAT BERDINDING PENUH (PELAT GIRDER)


10.5 KUAT GESER NO~,,1INAL DENGAN PENGARUH ... 219

Dari Gambar 10.12 dipcraleh hubungan:


Den§:2:". mcmperharikan kcsetimbangan gaya arah harizonral serra kcsctilnb:mgan
momen ter:-..lddp titik 0 pada Gambar 10.13, nlaka:
= /.J·eos y - a·sin y
10.39
Dcngan a adalah jarak antara pengaku vertikal. I FH =0
o = Gtot:..:.,.sin -(:·eos -/ ~ FU' + fj - F u
. - (L1F + F)
f
Sllbsritllsikan persamaan 10.39 ke dalanl persanlaan 10.38: ~Ff = Gc·tu -.zosin y'eos y

L1 \~r = 0/ tu,·(IJ.eos Y - a·sin y). sin y


= Gto ~ ;,1 .sin ~:( 10.45
= 0/ t,,:(IJ/2.sin 2y - a·sin] y) 10.40
I 1\fo = 0
Nibi nuksimllnl L1. Vif dipcroleh jika d(L1 V iff dy = O. o = ~FI(h.'2) - (T.~/2)({Z!1) - (~~J2)(a/2)
d(D. V )
_ _rf_ = Or" tu:(!J.eos 2y - 2·a·sin yeas r? = 0 doFf = Vif C::lb) 10.46
10.41
dy
Persanlaan 10.41 terpenuhi jika: SamaL.n persama::m 10.45 dengan 10.46 untuk mendapatkan nilai V,-Il
o= IJ·eos 2y - ,z·sin 2y 10.42 \'if~ = 0_ (:.. .. t1 .sin 2y 'J

h
sehingga:


2
keos 2 y = a·sin 2 y

~l(all:
10.43
Vif = ,
°. /7.1,2. ... "[ \l+(al
1
hr)] 10.47

1
tan 2y= h 10.44.a
a a/
Kondl,i akrual tegangan pada bagian \veb terdiri dari tegang:ln geser 't dan tegangan
/17
nornla1 (Jr' schingga keruntuhan web akibat konlbinasi kedlla tegangan ini harus diperhi­
tungkan.

~l +(/~)'
I
10.44.a
sin 2y =
~1 +(%l' .

71;--r 'I
;J
at
a/
/17
2y
cos 2 Y = I (/)2 10.44c
II
1+ /h
% ~ J _7
/":1/
Gy~450
T ~~~~
1· %~~llrvl

Gambar IO.U Tegangan Gc;.cr dan Tegangan ~orm.ll pada \X!eb

I I
~ t=::::=~==+=~~+==~========~==:j Teori Energi Distoisi memberikan hubungan untuk keruntuhan tegangan dalam
r---: a
a.siny bidang der.~iln benruk eHips seperti pada Gambar 10.15 (lihat kembali bab II), dan dapat

Il p,~/~ dinyarakaE seb:lgai sebt.:ah persamaan:

m
Tengah-lengah
/ t / Y-4lingg; (J1
2
- u./ - G/J2 = f/ 10.48

Vtf /2J 0 ~ Vtf/2 h/2 dengan v] dan 02 adal.h1. tegangan utarna.


Fw . . . - - - I -..... F w
tlF,+F,1-- ~~
Pada GIDlbar 10.15, Titik .A merupakan kondisi geser murni, dan titik B merupakan
F,

kondisi tas:"'!.;;. Keruntuhm web dari balok pelat berdinding penuh akan terjadi di antara
Gambar 10.13 Gaya-Gaya Akibat Aksi l-v1edan T,uik titik A dar: tirik B. Hubungan antara titik A dan titik B dapat didekati dengan sebuah
garis lurus :;ang mempunyai persamaan:

-l ··-'-~··.:r~!f··~'~:f>~_*'!'1","'::1"':'!i,~,"""""-"'--'··-··'
220 BAB 10 SALOK PELAT BERDINDING PENUH (PELAT GIRDER) 10.6 INTERAKSI GESER DAN LENTUR 221

Dcngan nlcngingat pcrSanlClJT1 trigonolnctri:


garis lurus (slope = \'3-1)
01
,;'
,;'
,//f .
0-«3-1)
i. sin :2 Y= 1- cos2 Y

v~ + -v 2 2

A
(g~ser murni)

~~_t"+cr,
nlJka persarnaan 10.52 dJpat dituliskan nlcnjadi:

P, =
a.t f
G, ( 2'''-f-Jl+ (;117)2
alh] 10.53
°2
/Y",,:, -
-te,

Substitusikan nilai at da.ri perSanU,ll1 10.50 ke dalam persan1aan 10.53:

(a) (b)
1~. = OS)' ·(1 - C).(/.t . 1 r
u·1
a/h ] 10.54

L ~(a/h)2
, jU' L

Gambar 10.15 Teori Energi Distorsi

(5) =1; + O"f(~3 - 1) 10.49


10.6 INTERAKSI GESER DAN LENTUR
Untuk kondisi 0"1 = TO' + O"t dan 0"2 = -Ter , maka persamaan 10.49 nlenjadi:
Jika kuat geser balok peldt berdinding penuh diperhitungkan dengan men1pertimbangkan
(5r =1-~=1-~ = 1- C aksi medan tarik, nlaka konlbinasi lentur dan geser harus turut diperhitungkan pula.
Iy lylE T y v
10.50
Hubllngan interaksi antara kuat lentur dengan kuat geser ditllnjukkan dalam Gambar
10.16.
Substitusikan persanlaan 10.50 ke dalam persamaan 10.47 untuk nlenlperoleh kuat
geser yang diberikan oleh aksi nledan tarik.
A
1,011-----­

Vif =
h-t -(1- C
w 2
L, ) [

Jl+(alh)Z
1 ]
10.51
0,75
- - .- - -- - - -1- - - - ­
I
I
,s
I

,
I

Kuat geser nominal balok pelat berdinding penuh dengan n1erDpertinlbangkan adanya
aksi medan tarik adalah: ~
¢.Mn
V = V + V
" cr if
~
= C :(0,6-J;J.h.t
L w +
h-t CJ[ 1 ]
U' -( 1-
- - 2 - - Jl+(a/h)2 0,6 1,0
¢Vn

Gambar 10.16 Interaksi Geser dan Lenrur

lr r a
= ' :6l1v ' A . [ C + 1- C II ] 10.51
Gambar 10.16 hendak nlenyatakan:
lW W I' 1,15~1+ ( a/ h) 2 a. Jika VJ ¢. Vn < 0,60, maka Jvfu = ¢.Jvfn
b. Jika MJ ¢.Mn < 0,75, maka v: = cp. V n
(SNI 03-1729-2002,pers.8.8-4.b dan 8.8-S.b)
Dalanl desain LRFD kedua kondisi tersebllt dapat ditllliskan sebagai:
l\:ilai Cv dalam persanlaan 10.51 ditentukan seperti pada persamaan 10.25 (untuk 1. untuk V:/¢. Vn ~ 0,60, berlaku
tekuk elastis) atau 10.28 (untuk tekuk inelastis).
Jvfu ~ ¢.Afn 10.55
Caya yang bekerja pada pengaku vertikal didapat dengan menghitung kesetimbangan
gaya dalam arah vertikaI dari Gambar 10.13, dan diperoleh hubungan:
2. untuk MJ¢.1'vln ~ 0,75, berlakll
)p; = (O"r·tw·a.sin J1·sin Y 10.52
v: ~ ¢. Vn 10.56
222 SAB 10 SALOK PELAT BERDINDING PENUH (PELAT GIRDER) 10.7 PENGAKU VERTIKAL 223

Apabila kedlla kondisi di atas tidak terpenllhi maka harus diperhitllngkan interaksi mampll menahan gaya tekan yang tin1bul akib~H aksi medan tarik, sehingga mekanisme
geser d.ln lentllr, yang direpresen tasikan sebagai garis IlIrlls AB d,lLlIn Garl1bar 10.16, yang rangka b~ltang dapat timblll pada panel-panel balok pelat berdinding penllh.
merniliki persamaan: Pengakll vertikal boleh tidak digllnakan jika kllat lentur penampang dapat tercapai
tanpa terjadinya tekuk akib80t geser. D80ri G80mbar 10.10 pengaku vertikal tak perIu di­
j~! 5 V

_!!.-+---"-= 1,375
10.57 gunakan jika:
¢.A1n 8 ¢·\~l
:J S 1,10· J~,.E 10.63
Dalam SNI 03-1729-2002 pasaI 8.9.3, persamaan 8.9-2, interaksi geser dan lentur ~ fy
disyaratkan:
Nilai k ll dapat diambil s80ma dengan 5, jika pengaku venikal t;}k digllnakan sehingga
A! V
--II-+0,625·-u- ~ 1,375 persamaan 10.G3 menjadi:

dengan:
A1
9· J1 ¢·~l
10.58

t
h
1._
S 2,46· f4
~I y
10.64

V:z adalah kuat geser nominal balok pelat berdinding penuh


A!n adabh kuat Ientur nonlinal balok pelat berdinding penllh Jika batasan pada persamaan 10.64 tak terlampaui, maka kuat geser nominal maksi­
n1um dapat tercapai:
\~t adalah gaya geser ultinlit yang bekerja
Alu adalah nlon1en lentur llitimit yang bekerja V:l = O,6J;u.. A w 10.65

Jika kua( geser rencana yang diperlukan lebih kecil dari kuat geser maksimunl, nlaka
Kondisi 1 dan 2 dapat dikonlbinasikan llntllk nlemperoleh batasan-batasan peng­
pengaku vertikal tak dibutuhkan bila:
gllnaan persamaan interaksi geser-Ientur. ASllInsikan penidaksamaan 10.57 dan 10.58 tidak
terpenuhi, maka nldsing-masing akan memberikan sepasang penidaksJ.rnaan baru. Vrz ~ Cv·O,6J;t~:Au.. 10.66
l~4 > </>.0,6· ~l 10.59.a Persamaan 10.66 tidak berbku jika rasio hltw nlelebihi 260, sebab pengaku vertikal
A1 u < lIJ·A1n 10.59.b harus dipasang bila hltw melebihi 260. Nilai Cv dapat diambil sesllai persanlaan 10.25
AIu > </>.0,75·lvfJl 10.60.a (untuk tekuk elastis) dan 10.28 (untuk tekuk inelastis) dengan nilai kJl = 5:

v: < AVn
'f' 10.60.b 1. jib: 2,46· ff
V fy
s ~s
tU'
3,06· rz
~7;
(tekuk inelastis)

Bagi persamaan 10.59.a dengan 10.59.b sena persamaan 10.60.a dengan 10.60.b
sehingga menghasilkan: C = 2,46.~ E/ly 10.67.a
v ---;;;;:­
~> O,6·Vn
10.61.a
Iv! It - !vIn
2. jib: 3,06· ~ s ~ s 260 (tekuk eJastis)
Jv!u > 0,75·1dn ~ fy t u.
10.61.b
Vu - V,z
E 10.67.b
Kedua persanlaan ini dapat ditlliiskan kembali menjadi:
C
y
= 7,5· if (hit w ) 2
~,6.Vn<~<~
10.62
M n - .A1u - 0,75·.A1J1 Secara ringkas, pengaku venikal tak diperlukan apabila kcdua kriteria berikut ter­
Persamaan 10.62 nlemberikan batasan-batasan penggunaan persan1aan interaksi geser­ penuhi:
lentur (persamaan 10.58). 1. hltw ~ 260 10.68
2. Vn ~ C,,:0,6J;w·Aw 10.69

10.7 PENGAKU VERTIKAL


Pengaku venikal harus mempunyai kekakuan yang cukup untuk mencegah web ber­
Ciri-ciri suatu balok pelat berdinding penuh adalah adanya pengakll-pengaku venikal defornlasi keluar bidang ketika terjadi tekuk pada web. Oleh karena itu, perlu ditentukan
yang dipasang. Dua mJ.canl parameter stabilitas balok pelat berdinding penuh adalah rasia momen inersia minimum yang harus dimiliki oleh pengaku vertikal, yaitu:
hltw sena alh. Jika kedua parameter ini diambil serendah mungkin maka tekuk yang di­ Is ~ fa.t w 3 10.70
akibatkan oleh geser dapat dihindarkan. Untuk profil-profil gilas panas yang ada umumnya
memiliki rasio hi t w yang kecil sehingga tekuk akibat geser tidak akan terjadi. Jika pengaku Dengan:
venikal yang dipasang setiap jarak ([ sedemikian rupa sehingga nilai alh cukup kecil maka Is adalah momen inersia pengaku venikal yang diambil terhadap tengah tebal
akaq timbul aksi nledan tarik yang dapat meningkatkan kuat geser nominal dari balok pelat web untuk sepasang pengaku venikal, dan diambil terhadap bidang kon­
pelat berdinding penuh. Dimensi pengakll venikal harus direncanakan sedemikian hingga tak dengan web jika hanya ada sebuah pengaku venikal

....
-..",,~ "","-~!~ •.,-~
~":;,. ~~·.Il~·~~ .~ ;. ,. ~:;f ;u@~£,.'._~~f{Si?$~jit;;:\:./c:;)f~>\>_~W·:?~:~?i~.:,::'l';J""'~~?)~~'·'- > ·':.~,?:~Z~:.;~~':"~~F;·~,:'~'·~':;~~~·~'F~<:.~:.
10.8 PENGAKU PENAHAN GAYA TUi\1PU 225
224 BAS 10 SALOK PELAT BERDINDING PENUH (PELAT GIRDER)

j = 2,5
-2
-2 ~ 0,5 10.71
(alh) sambungan flens dan web
sambungan flens dan pengaku vertikal
Pengaku vertikal harus mempunyai luas yang cukup guna menahan gaya tekan yang
timbul akibat aksi medan tarik. Akibat aksi medan tarik, pengaku vertikal memiklll gaya segmen las terputus-putus
tekan sebesar:
t....

~ , Jyu '.(1- C)·a·t


=05·+ vi u .[1 alh ] 10.72
~1+(tllhr _-+---------'-~ maksimum
' 6tw

Jika kedua ruas dalam persamaan 10.72 dibagi dengan kuat leleh dari pengaku vertikal
t minimum 4t w

if;), maka akan didapat luas minimum yang dibutuhkan dari pengaku vertikal.
Gambaf 10.17 Sambungan Las pada Balok Pe!at Berdinding Penuh

A = ~=05/YW -(l-C ).h.t .[!!-h (al h)2 ]


10.73
st f)'Jt f)'Jt v zv
~1+(alh)2 Kuat Leleh Web
Kuat tumpu terhadap leleh suatu \veb adalah:
Untuk balok non hibrida serta dengan mempertimbangkan pengaruh eksentrisitas a. Bila jarak beban terpusat terhadap ujung balok lebih besar dari tinggi balok:
pada pengaku vertikaI nlaka SNI 03-1729-2002 (pasal 8.12.2, persamaan 8.12-I) men­
syaratkan luas minimum pengaku vertikal adalah:
R
b
= (5.k + N)fyu,.t
w
10.75.a
b. Bila jarak beban terpusat terhadap ujung balok lebih kecil atau sarna dengan

AJ ~ 0,5.Aw D·(1 - CJ- [ f ]


1 ~1+(alhr
(al h 10.74 j tinggi balok:
Rb = (2,5·k + N)!;zv·tw
10.75.b

Dengan:

I
- f
Dengan:
k adalah tebal Hens ditambah jari-jari peralihan
Cv ditentukan dari persamaan 10.25 atau 10.28
I lVadalah dimensi longitudinal peIat perletakan atau tumpuan (mininlal = k)
A U1 = h.tw ; adalah luas web
D = 1,0 untuk sepasang pengaku vertikal
= 1,8 untuk pengaku vertikal dari profil siku tunggal Kuat Tekuk Dukung Web
= 2,4 untuk pengaku tunggal dari pelat Kuat web terhadap tekuk di sekitar £lens yang dibebani adalah:
a. Bila beban terpusat dikenakan pada jarak lebih dari dl2 dari ujung balok
Sanlbungan pengaku vertikal ke web dan ke Hens tekan harus diperhitungkan
sedemikian rupa sehingga las dapat nlentransfer gaya tekan, ~' dengan baik. Sedangkan
antara pengaku vertikal dengan Hens tarik tidak pedu dilakllkan penyambungan dengan
Rb = O,79.t}- [l+{ ~X:; rYE.~:.tf 10.76.a

las, sebab konsentrasi tegangan pada Hens tarik akan nlenyebabkan terjadinya keruntuhan
b.

1,5F
Bila beban terpusat dikenakan pada jarak kurang dari hl2 dari ujung balok
akibat leIah (fatigue) dan keruntuhan getas. Tanpa adanya pengelasan antara pengaku
Untuk N/d ~ 0,2:
vertikal dengan web diharapkan dapat menimbulkan keruntuhan yang daktail. Jarak sam­
bungan las web dan pengaku vertikal dengan sambungan las Hens tarik dan web harus N t £. .tf
10.76.b
diambil sedemikian rupa sehingga tidak lebih dari 6 kali tebal web dan tidak kurang dari
4 kali tebal web. Gambar 10.17 menunjukkan sambungan-sambungan yang harus diper­
Rb = O,39.t}- [ 1+ {d
Xt;
J ----;;:­
hitungkan pada balok pelat berdinding penuh.
Untuk A'ld> 0,2: JI.5YEfy.t

[1+{4C~J-02X:;
f
10.76.c
10.8 PENGAKU PENAHAN GAYA TUMPU Rb = O,39.t}- -tzv-
Balok peIat berdinding penuh yang menerima beban terpusat, maka bagian web harus
diperiksa terhadap kuat leIeh, kuat tekuk dukung, kuat tekuk lateral serta kuat tekuk Dengan:
lenturnya. Prosedur pemeriksaannya sarna seperti yang dilakukan terhadap balok biasa yang
d adalah tinggi total balok pelat berdinding penuh
t adalah tebal £lens balok pelat berdinding penuh
dibahas dalam bab V. Pemeriksaan kekuatan web terhadap gaya tekan terpusat dibahas f
dalam~NI 03-1729-2002 pasal 8.10.

..~. ">" .."';;' -':, ;'~i '~-i'~~' .;">.;:,....~' •...;;-~~,:~;:. ....., -.. ;,'.,.-- --~,...- ..,--......
226 SAS 10 SALOK PELAT SERDINDING PENUH (PELP.,T GIRDER) 10.8 PENGAKU PENAHAN GAYA TUMPU 227

Kuat Tekuk Lateral Web di keJua ujung tur:1puan serra pada lokasi-Iokasi beban (crpusar. Pcngakll penahan gaya
Kuat tckuk lateral 'vveb adaldh: rumru dipas~lng r.:. Ja tumpuan serta p,H.1a beban-beban terpusat. Tidak ada pengaku ver­
a. Untuk £lens yang dikekang terhadap rotasi d,ln hanya dihitung bib tikal da.n mutu baiJ. yang menggunakan BJ 37. Asum~ikan sanlbungan las sudah nlen­
(hltu)I(Llb) ~ 2,3: cukupi. Periksalah kll.lt lentur, kuat geser, interaksi geser lentur, dan pengaku penahan

(hIt )3
C ·E·t 3'_tf_ 1+0,4-_w-
R b = _r_~
3
l j 10.77.a
gaya tumpu!

h- (Llb )' JAWAB:


f
Hirung Pli dan q:.:
b. Untuk flens yang tidak dikekang terhadap rotasi dan hany,l dihitung bib P: = (1.2 x :'4 X 18) + (1,6 X .% X 18) = 5,4 + 21,6 = 27 ton
(IJltu)1 (Lib) ~ 1,7: a.
l
= (1,2 >< 1 4 X 6) + 0,6 X ~.~ X 6) = 1,8 + 7,2 == 9 ron/m

C .E·t .tf [ 3 (h It )3] Perik;~· apakah komponen struktur rersebut memenl.lhi syarat unruk dianalisa sebagai balok

R, = _ T_ IV 04-- IV
­
10.77.b
o h2 ' (
Llbf )3 pelat berdinding penuh:

Dengan: - !!- = 170 = 17 0

t;,.. 1

Cr =6,6.10
6
jikaMu~~
jika lvfll > Jv~
6
= 3,3.10 2550 _ 2550 1646
~ - r--:-- ,

L adalah panjang ben tang tak terkekang dari £lens yang terbesar ~fy ".}240

Kuat Tekuk Lentur Web


Kuat tekuk lentur dari web adalah:
karena h~ > 255Yrr nlaka balok ini nlemenuhi syarat untuk dianalisa sebagai balok
/ t u' / " }

2408.t pelat berdinding pcnuh.


R
b
= _ '_ _U_'
3
gE.! 10.78
h Y
Bagian web harus memenuhi syarat kelangsingan. Batasan h{
/tllJ tergantung dari rasio
Jika pada tiap lokasi beban terpusat telah dipasang pengaku penahan gaya tumpu,
maka tidak perlu lagi dilakukan pemeriksaan kuat \veb terhadap leleh, tekuk dukung, aI . Dalaol soal di atas pengaku penahan gaya tllnlpU sekaligus diaoggap sebagai pengaku
rekuk lateral dan tekuk lentuf. Ih

Lebar pengaku pada setiap sisi web harus dialnbil lebih besar dari sepertiga lebar verrikal, sehingga: tzl = 365 = 2,147

£lens dikurangi setengah tebal web, sedangkan rebal pengaku harus dianlbil lebih rebal I h 170
dari setengah tebal £lens serta memenuhi syarat kelangsingan: Nilai a hany3. sebuah perkiraan sebab a tidak tepat 365 cm. Pada panel-panel dalam,
365 em adalah jarak dari as ke as antara pengaku vertikal dan bllkan jarak bersihnya. Pada
b [E
---!- ~ 0,56 IT 10.79 panel ujung (tumpuan) jarak a kurang dari 365 COl karena pada tllmpllan dipasang dua
t, ~ fy pengJ.ku vertikal.
dengan bs adalah lebar pengaku dan ts adalah tebal pengaku.
Karen;l ~ > 1,5 maka:
Tahanan tunlpu dari sebuah pengaku penahan gaya tumpu diambil sebesar:
95000 95000
¢.Rn = 0,750,8J;oApJ 10.80
J240(240+ 115) = 325,46 > ; { = 170
OK
~.lYf(JYf+115)
Dengan Arb adalah luas penampang dari pengaku penahan gaya tumpu. Selanjutnya
pengaku ini harus diperiksa seperti halnya sebuah b~ltang tekan dengan persyaratan: a. Tahanan Lentur

1. pengaku harus dipasang sepasang seringgi pelat web diperoleh dari persamaan: Aln = ~ X 5 X fer

2. penampang yang dihitung sebagai batang tekan adalah penalnpang melintang


d,ui pengaku ditalnbah dengan 12.tw (untuk panel ujung) arau 25.tu ' (untuk 18 ton 18 ton 18 ton

Alll:IJ~ 111111'\b! \~llllli;


panel dalam). Dengan t w adalah tebal web
3. panjang tekuk dianlbil sebesar 0,7'S.h

1I11I 6 ton/m
• CONTOH 10.1:

Sebuah komponen struktur balok pelat berdinding penuh seperti tampak pada gambar,

menlikul beban layan dengan rasio beban hidup rerhadap beban mati adalah 3. Beban
I I .1
merata 6 ton/m sudah ternusuk berar sendiri balok. Flens tekan diberi kekangan lateral

10.8 PENGAKU PENAHAN GAYA TUMPU 229


228 BAB 10 BALOK PELAT BERDINDING PENUH (PELAT GIRDER)

I = 1/12 X 2,5 X 40 3 + 1/12 X 85 X 13

2TJr
J
106,2 ton 73,35 ton = 13340,4133 em -4
A = (40 X 2,5) + (85 X 1)
46,35 ton = 185 em 2 ~- L~-
~
13,5 ton
13340,4133
= 8,492 ~I
rT
= \A = 185
em
SFD -13,5 ton

Panjang bentang tak terkekang dari Rens tekan adalah 3,65 ill, sehingga kelangsing3.n

-106,2 ton untuk tekuk torsi lateral adalah


L 365
Ac = - = - - = 42,982
rT 8,492

~ 200000_
AI' = 1,76 I~ = 1,76 - - = )0,807
Vfr 240
436,905 ton
karena AC < itp maka ler = = 240 MPa 1;
Untuk pe01criksaan terhadap tekuk lokal £lens

pI 2,5 x 40
A =SL=~=8
c 2.tf 2·2,5

AI' = 0,38
H - = 0,38
200000
- - = 10,97

I
fy 240
> ...
2 pI karena AC < itp 01aka ler = = 240 MPa 1;
Besarnya koefisien balok pelat berdinding penuh, Kg tergantung dari rasio ar:
2 pi
2 x 19 ---...
2 x 19 pi 1 x 170
175
ar ~= lx170 =17< 10

1
AI 2,5x40 '

.. Kg 1-[ 1200 +a r
Jf ~- 2550] ~ 1,00
300-a r Lttw f7:
--1 r- 12 em --1 ~2t5 1-f 1,7 lJ[170 - 2550 J = 0,99463
1200+300(1,7) E40
Tahanan lentur nominal dari balok pelat berdinding penuh:
M n =~xSxler
Pcrhirungan momen inersia ditampilkan sebagai berikut: = 0,99463 X 21682,62 X 10 3 X 240
= 5175884239,34 Nmm = 517,5884 ton 01
Komponen A Ix d !, + A .J! ¢Jvfrz = 0,9 X 517,5884
\Y/eb 409416,66 409416,66 = 465,82956 ton m > M u (= 436,905 ton m)
Flens 100 86,25 743906,25
Flens 100 86,25 743906,25
b. Tahanan geser
Toral 1897229,16
Kuat geser balok pelat berdinding penuh merupakan fungsi dari rasio kelangsingan \\-eb
fyfodulus penan1pang elastis, 5 diperoleh dari: (J(,) dan rasia jarak pcngaku ,enibl dengan tinggi web (;;'), Aksi medan tarik dl['lt
s l x
= 1897~,l6 = 21682,62 cm 3 diperhitungkan jika ;;, < 3,0 dan tidak lebih dari:
Jh2
d 175
2
260]2
, = [260J2
Nilai ler didasarkan pada pemeriksaan terhadap tekuk torsi lateral dan tekuk lokal - - =2339
hi 170 '
I Bens. Untuk memeriksa terhadap tekuk torsi lateral diperlukan jari-jari girasi seperti pada
gambar.
[
/t~,

i
.d
230
BAB 10 BALOK PELAT BERDINDING PENUH (PELAT GIRDER)
10.8 PE:NGAKU PENAHAN GAYA TUMPU 231

Nilai a/h kurang lebih 2,147, sehingga aksi Il1edan Luik dapat diperhitungkan dahm
¢1,XV
menenrukan kuat geser nominal balok pelat berdinding penuh. Aksi medan tarik hanya C/,
1l

dapat diperhitungkan pada panel-panel seIJin panel ujung. Hitung nilai k dan C/.: ¢1'X (0,6x AII.xf),u )
n
5 106,2 X 10 i
k = 5+__ = 5+_5_ = 6085 -----,------=048 '
,

" (~)' 2,147' ' 0,9X(O,6)x(10XI700)X(240) ,-

llO,P
'fy V
0= 110 !6,085X200000
=
, ~ 240 /
~8 '"'31
,J

Dengan mengingat persamaan 10.25:

C = 15--
k·£ 1

11
_ . - ­

V ' I (~/: J2
y

1 37 j'k•.E = !G,085X200000 97 'i'i7 II'


~ ~ . ",.
0 0= I
,. /y 1,.'">7 V 240
C,X!,X(lJ'
buena Y. = 170 > 1,37) klyE , maka C,. dihitung dari persamaan 10.25: kn
1,5xE

0,482 X240 X(170)2


C = 1,5.kn ·E._ _1_ ---------:--'----- = 11,144
'> f, (:;:)2
=: 1,5.6,085X200000._1_ = 0,263
240 170 2 l,5x 200000

\/ /lI k 5+_5_
Kuat geser nominal balok pelar berdinding penuh dengaD memperrimbangkan adJnra n (a /)2
aksi n1edan tarik adalah: ,Ih

~ k 5-5
= VllJ44=5
x~". -1,1-5~-;=I ~=(~='<=r
a/h 0= 1 5 = 0,90211

n
\1" 0= O,G X Au. [ C, + ]
sehingga jarak pengaku vertikal yang dibutllhkan adalah:
a = 0,90211 x h = 0,90211 X 170 =: 153,3 en1 ::= 150 em

0= O,G X 240 X (10 X 1700) 0,2G3+ r


l
I 0,2G3~
1,15,,1+2,147 2
J =: 130,62 ton
Ineskipun a didefinisikan sebagai jarak bersih antar pengaku vertikal, dalam eontoh ini
seeara konservatif jarak antar pengaku vertikal diambil dari as ke as dan pengaku vertikal
pertama diletakkan sejarak 150 em dari ujung balok pelat berdinding penuh. Penambahan
q.>. ~ = 0,9 X 130,62 = 117,558 ton> 46,35 ton pengdkll vertikal ini akan memberikan kuat geser balok pelat berdinding penuh yang lebih
besar daripada beban geser terfaktor maksimum (= 106,2 ton).
Untllk panel ujung aksi medan tarik tidak boleh diperhitungkan, sehingga kuat geser
nominal ul1tuk panel ujllng ditentukan dari persan1aaD 10.34: c. Interaksi Geser-Lentur
V O,9xA w xk n xE Interaksi geser-Ientur harus diperiksa jika ada aksi n1edan tarik, dengan demikian interaksi

" (yJ geser-lentur tidak periu diperiksa untllk panel-panel ujung. Interaksi geser-Ientur hanya
diperiksa jika dipenuhi syarat:
0,6,Vn < ~ < -~

0,9 x (lOX 1700)X 6,085 X 200000 A1 n - M u - 0,75./\1


n
=: = 64,43 ton
170
2
O,6(130,62) < ~< 130,62

¢. Vn == 0,9 X 64,43 = 57,987 ton < 106,2 ton 517,5884 - M u - 0,75(517,5884)

0, 1514 ~ \t:/Mu 5 0,3365


Karcna kuat geser panel ujung kurang dJri kuat geser perlll, l':I' mJka dapat ditempuh
2 solusi. Solusi pertama adaJah I11engurangi kelangsingan web ( dengan n1enambah ke­ Nilai V/lvfll ma..x = 46,35/327,67875 = 0,1414
tebalan web), soIusi kedua adalah dengan mengurangi rasio a/h pada tiap panel uj~ Karena nilai V/Alu di luar baras syarat pemeriksaan interaksi geser-Ientur, maka dalarn
dengan menamhah pengaku vertikal. Dalam contoh 50a1 ini ditempllh soIusi yang contoh ini tidak pedu diperiksa masalah interaksi geser-Ientur.
kedua.
Lokasi dari pengaku vertikaI yang pertama ditempuh dengan strategi sebagai beri­ d. Pengaku penahan gaya tumpu
kut: l
Karena pada tiap lokasi beban terpusat telah dipasang pengaku penahan gaya tumpu,
<PrJ X ~ = <Pt , X (0,6 X A w X J;.U/ X C) n1aka tidak perlu lagi pemeriksaan kuat web terhadap leleh, tekuK dukung, tekuk lateral
10.9 DESAIN SALOK PELAT SERDINDING PENUH 233
232 BAB 10 BALOK PELAT BERDINDING PENUH (PELAT GIRDER)

lJntuk panel ujung, tahanan tumpu pengakunya adalah:


dan tekuk len cur. Selanjumya pengaku penahan gaya tumpu harus dianalisa seperti analisis
ep.Rn = ¢(l,S .t;.ApJ == 0,75(1,8)(240)(4)(165)(20)
batang tekan. OK
Untuk pengaku penahan gaya tumpu pada panel-panel ujung dan panel dalam: == 427,68 ton > 106,2 ton

~ = ~ = 9,5
ts 2

o 56· [K = 0 56· /200000 = 16 166


, VI y , V 240 '
> 95
,
OK r --.
Tahanan tumpu untuk pengaku pacia panel-panel dalarrl, dihitung sebagai berikut:
Apb = 2.a.t = 2(19 - 2,5)(2) = 66 em 2
Rn = 1,8.J;.Apb = 1,8(240)(6600) = 285,12 ton
r-­ --~

2
T
12.t w=25 e
2 .l­
¢.Rn = O,75.Rn = 0,75(285,12) = 213,84 ton> 27 ton OK
a:= 16,5 em-\ 1- 19 er;l r­
potongan 1-1 Potongan 2-2

r---ir--~
Periksa kekuatan pengaku sebagai batang tekan:

2
IT em
T
25.tw=25 e
-:L
A
I
I
A
A
J
g
== 12(1) + 4(19)(2) == 164
== I, (10 + A.d 1
en1
2

_ - - + (19X2\19
_ + {2.(19?
12.(1? -+­ 1)2J
a
l--I
= 16,5 em
r----1
19 em
12 12 2 2
4
19773,66 em
Potongan 1-1 Potongan 2-2
Jari-jari girasi:
Periksa kekuatan pengaku sebagai batang tekan dengan:
Ag = 2(2)(19) + (1)(25) = 101 em 2
""~~ 19773,66 == 10,9805 em
164

Momen inersia terhadap sumbu web: Rasia kelangsingan:


J = L (I + A.d 1 A
k.L
=-=-
k·h 0,75.(170)
=116115
"" 25.(1)3 + J2.(19)3 +(1 9Xi.!2. + 1.)2l
10,9805 '

12 1 12 '" 2 J

2 A
c
1 ~J
= -.A.
n
-
E n
1(
== -11,6115 )~ -240-
200000
= O,12S1

~ (0 = 1
= 9888,4166 em 4

Jari-jari girasi: Kuat tekan nominal penampang:

" g"" 9888,4166


101
= 9,8947 em
N" = Agler = 164.102 .(240/0 = 393,6 ton
</J.N" = 0,85(393,6) = 334,56 ton> 106,2 ton
OK

Rasia kelangsingan: Hingga langkah ini semua persyaratan bagi balok pelat berdinding penuh telah di­
k·L k·h 0,75.(170) periksa, sehingga profil balok tersebut beserta pengaku-pengakunya cukup kuat untuk
A = -=-=-- = 12,8857
9,8947 men1ikul beo.ln yang bekerja padanya.

Ac "" l.A. U; "" ~12,8857) 240


= 0,142 ~ (0 = 1
n VE n 200000 10.9 DESAIN SALOK PELAT SERDINOING PENUH

Kuat tekan nominal penampang: Tujuan urama dari proses desain sebuah balok pelat berdinding penuh adalah menenrukan
N n = Agler = 101.10 2 .(240/1) = 242,4 ton ukuran-ukuran dari Hens ataupun web, di samping iru perlu juga diputllskan terlebih
dahulu pemakaian pengaku-pengaku vertikal serta pengaku-pengaku penahan gaya tumpu.
lep.Nn = 0,85(242,4) = 206,04 ton> 27 ton
234 BAB 10 BALOK PELAT BERDINDING PENUH (PELAT GIRDER) 10.9 DESAIN SALOK PELAT BERDINDING PENUH 235

Prose~ akhir dcsain adalah menyarnbllngkan bagian-bagian dari suarll balok pelat bcrdin­ 4. Pcriksa kuat mamen nominal dari p~nanlpang yang slldah ada
ding penuh dengan rnenggunakan alat sambllng las. Seeara umllm proses dcsain Slldtll 5. Periksa kuat gesernya, juga rentllkan jarak antar pengakll vertikal
balok pelat berdinding penllh adalah sebagai berikut: 6. Periksa interaksi geser-Ientur
I. Tentukan tinggi dari balok pelat berdinding penuh, seeara prakris seperri h.llnya 7. Periksa kekuatan web terhadap gaya tumpu yang bekerja, rencanakan pula
pada desain balok biasa, Inaka tinggi dari bJ.lok pelat berdinding penuh dapar pengaku penahan gaya tumpu jika diperlukan
diarnbil 1110 - 1/12 dari panjang bentJ.ng 8. Rencanakan sambungan-sambungan yang diperlukan
2. Tentukan ukuran web, tinggi web dapat ditentukan dengan eara mengurangi
tinggi total balok pelat berdinding penuh dengan dua kali rebal Hens, renru­ II CONTOH 10.2:

nya rebal Hens harlls ditentukan dahulll. Sebnjllrnya tebal web ditentukan dari Desainlah suaru balok pelat bcrdinding penuh yang rerrumpu sederhana d~ngan bentangan

barasan-batasan berikur:
18 m. Tinggi balok maksimunl yang diizinkan addlah 165 em. ./\sumsikan balok terkekang

Untllk a/I; > 1:5:


lateral menerus dan mutu baja BJ 37.

h 95000
t u. ­ ~ f)/(fyf +115) JAWAB:
Menghitung PII dan 1 u
:
Untuk a/h ~ 1,5: Pu = (1,2 X 35) + (1,6 X 25) = 82 ton

h 5250 qu = (1,2 X 2,5) + (1,6 X 1,8) = 5,88 ton/m


-;: = [i; t\.1enenrukan ringgi dari balok pelar berdinding penuh:
L/10= 1800/10 = 180 em
3. Tenrukan ukuran dari Rens, ukuran dari Hens dapar direntukan berdasarkan L/12= 1800/12 = 150 enl
n10men yang bekerja pada balok pelat berdinding penuh. Prosedllr penenrllan
Gunakan ringgi Inaksimum yang diijinkan, yaitu sebesar 165 em. Jika tebal Hens diambil
ukuran Hens dilakukan dengan Inenghitung dahuiu nilai momen inersia balok
pelar berdinding penuh: sebesar 4 em, Inaka tinggi dari web adalah:
h = 165 - 2(4) = 157 em
Ix = IU1t:b + ~ms
-1· t .!J 3 + 2· Al,-y')
12 11.' ~.t .f? + 2.A/(h/2)2 Po = 35 ton
J' 12 u' J
PL = 25 ton
Dengan Af adalah Iuas satu buah Hens. Selanjurnya Inodllius penampang dapar
dihitung:

/12 + 2.~{h/2)2 2 +A.h


3
5 Ix = tw ·h t w
·h
c h/2 h/2 6 f

Dari persamaan kuat nlomen nominal:


Mn
S
= ~.SJ;,
Jv!n Nfu /¢
I. 9m J 9m .I
Kg·fer Kg·fer
Samakan dengan nilai 5 yang diperoleh sebelurnnya:
93,92 ton
/¢ t ·h2

A1u
---=--+A w
·11
(97,7 ton)
+
K·f
g er 6 f
SFD
illU t ·h -41 ton
Atau A = _1l_J_
(-41 ton) -93,92 ton
'I ¢b .!J.Kg ·fer 6
(-97,7 ton)

]ika diambil nilai ~ = 1, dan Ie, =1;, maka:

A - ldu _ _ A ~

f - 090·h.j,
, y 6

Dengan AU! adalah luas web. Selanjutnya ukuran Hens dapat direnrukan, dan
perhirungan berat sendiri balok juga dapat ditentukan, sehingga besar momen 607,14 ton m
dan gaya linrang dapat dihirung ulang. (624,15 ton m)
236 BAB 10 SALOK PELAT SERDINDING PENUH (PELAT GIRDER) 10.9 DESAIN SALOK PELAT BERDINDING PENUH 237

Untuk menentukan tebal web, dapat diambil dari nilai-nilai batds hit : 4 3
J. = O,8X157 + 2(4)(42)(80,5)2

8r 8r
1. agar dapat memenuhi syarat sebagai balok pelat berdinding penuuh, maka:
T .\ 12
!!...- ~ 2550 = 2550 = 164,602 = 2435356,866 em 4
t u• J7: E40 dan modulus penan1pang:
157 ~ = 2435356,866
t w .$. h/164,602 = 157/164,602 = 0,9538 em Sx

L 0,8 d/2 82,5


2. untuk alh .$. 1,5:
= 29519,47 em 3
!!...- ~ 5250 = 5250 = 338,886
t u' J7: E40 r--42-J
tr;.. ~ 157/338,886 = 0,4633 em
Karena balok terkekang lateral seeara menerus, maka tidak perlu dilakukan pemerik­
3. untuk alh > 1,5: saan terhadap tekuk torsi lateral, untuk batasan terhadap tekuk lokal Bens tekan:
h 95000 95000 Ae = !L=~ = 5,25
-<---;::::::===
till - ~ f yl (fyl + 115)
~240(240+ 115) = 325,4646 2.t f
2x 4
200000

t UI ~ 157/325,4646 = 0,4824
Dieoba menggunakan ukuran \veb 0,8 em X 157 em.
em A
P

!\oe <
= 038·
'fy
H:
- =0,38· - -
240
Ap sehingga Ie, = 1; = 240 MPa
1097
'

Menentukan ukuran Rens:

I
A - _M _u_ _ A ~ Selanjutnya dihitung pula nilai koefisien balok pelat berdinding penuh, ~:
f - 09.h.f 6
~ 1-
, 'Y
K [ ar h 2550]
607,14.10 7 8x1570 = 15810,06 mm 2 = 158,1 em 2 g - 1200 + 300.ar t Ul - JJ;
O,9x 1570x240 6 Dengan:
Berat sendiri balok sekarang dapat dihitung: A w = 0,8 X157 = 0,7476
ar
Luas web = 0,8 X 157 = 125,6 em 2 AI 4x42
Luas Rens= 2(158,1) = 316,2 em1 h 157
- = - = 196,25
Total = 441,8 em 2 tlo<' 0,8
Berat sendiri balok = 441,8 x7,85 = 0,3468 ton/m ~ 0,35 ton/m

10000
K
g
= 1- r1200+(300
0,7476
x O,7476)
][196,25- 2550] = 0,9834
E40
Besar rna men lentur dengan tambahan berat sendiri balok adalah:
2
M = 607 14 + (1,2XO,35).18 = 624 15 ton m

u ' 8 '
Sehingga kuat momen lentur nominal balok:

(Angka-angka di dalam kurung pada gambar bidang momen dan lintang menunjukkan
j\l n = ~.s.ler = 0,9834(29519.10 3)(240) = 696,7 ton m
besarnya gaya lin tang dan momen lentur terfaktor setelah ditambah dengan berat sendiri ¢-Afn = 0,9(696,7) = 627,03 ton n1 > 624,15 ton m OK
balok)
Menghitung jarak antar pengaku vertikal!

Setelah menghitung ulang besar momen lentur, maka luas Rens dihitung kembali:
Kuat geser untuk panel ujung (tanpa memperhitungkan aksi medan tarik):
7

A = 624,15xl0 8x1570 = 16311,65 mm 2 = 163,1 em 2


¢. Vn= ¢(O,6.A w -J;u: C)

f 0,9x1570x240 6

~ 97,7.10
4
= 0,6
Jika rebal Rens semula 4 em masih digunakan, maka lebar Rens menjadi: c". ¢.O,6.Aw ·fyw 0,9 X0,6 X8 X1570 X240

AI 163,1

b = - = - - = 40,775 em ~ 42 em Dari persamaan 10.25: (asumsikan Cv berada dalam daerah elastis)


l t 4
l
Coba ukuran Rens 4 em X 42 em. C LI
= 1,5·_kn-.£· - -
1
-

Hiturtg momen inersia penampang terhadap sumbu lentur: f y (hlt w ) 2


238 BAB 10 BALOK PELAT BERDINDING PENUH (PELAT GIRDER) 10.9 DESAIN SALOK PELAT BERDINDING PENUH 239

kn S,~£~~~~ItU.)2 = 0,6 x 240 x 196,25~ = 18,48675 1,37, t,,'E


f}'
0= 137.
"~
1~,043~EOOClQCl
240
0= 112,6 < hit", (= 196,25)
15·£ 1,5 x 200000

ell diambil
a/h
r;~--
k-- -= \1 • - , ~ 5
,,)
I
/- -
v
-
-061
,
maka dari persamaan 10.25:

C • == 1,5. kn·E .__1_ = 1,5.~~432 x 20~~QQ._~--, == 0,261


(, (hi t .)2 196,25~
I
240
a = 0,61·h = 0,61 (157) == 95,77 em ::::: 95 en1 dari lljung balok u

Kuat geser nominal balok pelar berdinding penuh dengan n1emperhitungkan aksi
Pcriksa kembali kuat geser dari panel ujung dengan nilai a = 95 em: medan tarik:
k == 5 + 5 = 18,6559
°61.A . l-C l
1,15~1+(alh)' J
n (95/157)2 V == C.+ l'

" ' J W
[ '

1,37· )kn.E 0= 1,37. 18,6559x200000 0= 170,8197 > hit., (~196,25)


ry 240
== 0,6(240)(8)(1570). 0,261 +
1-0,261
1 .,
J == 118,69 ton
[ 1,15\/1 + 1,2818­
Kuat geser nOIninal untuk panel ujung:
<p. ~1 == 0,9(118,69) == 106,821 ton> 82 ron OK
V = 0,9·Au .·kn ·E = 0,9x8xI570X18,6559x200000_ = 109,51 ton
11 (hlt
k
.)2 196,25 2 Selanjutnya adalah mereneanakan p~ngaku vertikal. Penan1pallg melintang dari
pengaku vertikal ditentukan bcrdasarkan 3 kriceria:
</>. ~1 = 0,9(109,51) = 98,559 ton> 97,7 ton OK
luas minimum
momen inersia minimum
Untuk panel-pand tengah, aksi n1edan tarik dapat diperhitungkan jik~:
2 rasio lebar dan tebal yang maksimum

alh > [
a/h ::::: 1,6
260

(hlt )
w

-7
J
0= 1,75

a == 1,6(157) = 251,2 en1 (max)


As III in == 0,5·A 1L:D.(1 ­ C)'[~- h
,K]
I
\' 1+ alo,
( ,)2
Agar diperoleh jarak pengaku vertikal yang seragam, maka panjang yang tersisa antara 2

pengakll vertikal lljung hingga tengah bentang balok pelat berdinding penuh dibagi secara = 0,5(8)(1570)(1)(1 - 0,2G1)·f1,2818 /1,2818 2 J
seragam. Dalam eontoh ini direneanakan 4 buah panel seperti pada gaInbar: ~1 + 1,2818
2
== 12,58 em

Dari persamaan 10.70:


~uu em
I Is min == fa.tUJ3

J D engan: J. 2,5 -2 == - -
== --.., 2,5- , -2 == - 0 .4,
/78 < , 5 ° -7 J. = °,5
I Is
(alhr

== 0,5(201,25)(0,8)3 =
1,2818­
51,52 em
4

I IE ~
~f;
Nilai maksimum bit adalah: 0,56.
~.. 4 @ 201, 25 em -I " 16,1658

Dieoba pengaku vertikal berllkuran 0,8 em X 12 em, sehingga:


As = 2(0,8)(12) == 19,2 em > 12,58 cm~
2 OK

I
s
== L (l +
0
A.tf) = J.- (0,8)(12)3
12
+ (0,8)(12) (g2
+ 0,8)2
2
Rasio alh = 201,25 / 157 = 1,281 S 4 4 OK
= 508,416 em > 51,52 em

k = 5 + _5_ = 5 + _ _
5 _ = 8,0432

bit == ~ = 15 < 16,1658 OK


1 n (a/hr (1,2818f s s 0,8
240 BAS 10 SALOK PELAT BERDINDING PENUH (PELAT GIRDER)
10.9 DESAIN SALOK PELAT BERDINDING PENUH 241

O.S em .rI,. ::: 2(2Cn(1,S) -"- (0,8)(9.6)


-[ c' ::: 6-:" .G8 em'::

~ (9,6)(0.8) ~.(1 ,5)(20)3


l J + 2·

web
T em
9.6

~
--I +1.5
i
em
12
+ 2(20)(1.5)(10 + (0,8/2»2
::: 8-i90 cm-!
12

N I J
8490 = 11,2 cnl

r- \ fig \ 67,68
Unruk menentukan pJnjang pengaku verrikal, hirung dJhulu jarak r: 20 em-1 k·L k·/7 0,75x157
---­ ::: 10,51
e min = 4.tu' = 4(0,8) ::: 3,2 em 11,2
e m:lt~ ::: 6.tUJ ::: 6(0.8) ::: 4,8 em
j
Il
).. rT
= - 1- = - - 1 - - - = 0
1051 I 240 _
11)9 ~ CO::: 1

c JT ~ E If ~ 200000 '

Jib diasumsikan ukuran bs alltara Rens dengan web adalah 4 mm, sena mengambil
c = 3,2 em, maka panjang pengaku verrikal adalah: N n ::: '-\'hr ::: 67,68.102(240/1) = 162,-±32 ron

h - ukuran las - 3,2 = 157 - 0,4 - 3,2 = 153,4 em ep.Nn = 0,85':\:1 = 0.85(162.432) = 138,0672 > 97,7 ron OK

Gunakan pengaku venikal 0,8 em X 12 em X 153 em. Karena pengaku pcnahan gaya runlpu n:lrus rerlcrak pada tengah-rengah panjang
Periksa persyaratan illteraksi geser-Ielltur untuk panel-panel yang diperhiwngkan terhadap daerah web 9,6 em, maka titik perlerakan h2fUS terletak di sekitar 9,6/2 = 4,8 em dari
aksi rnedan tarik:

ujung balok pelat bcrdinding pcnuh (dipasang sejarak 7,5 em seperti pada gambar).
0,6.~: < ~ < - L

l'vfn - Afu - 0,75·1d


n

I
-<

0,6(118,69) <~<~

696,7 - Mu - 0,75(696,7)

4(;:
0,1022 ~ ~/A1u s 0,2271

Karena tidak ada nibi V;:/Mu yang berada dal am batasan tersebur, maka tidak perlu
dibkukJn penleriksaan terhadap interaksi geser-Ientur. \ I
7,5 95 em
I
Untuk pengaku penahan gaya rumpu, dieoba menggunakan pengaku dengan lebar
b 0= 20 em, sehingga lebar total menjadi 2b + tw 0= 2(20) + 0,8 0= 40,8 em < lebar Rens
::: 42 em. Tebal p~ngaku dihitung dari syarat kelangsingan: Pengaku penahan gaya tumpu dipasang pad a masing-masing tunlpuan dan pada

b
-$0,56·
t
- g; !y 0,56 E
Fi 20~40
arau t ~ -b- --L ::: - - - - - ::: 1,237 em

0,56 200000

lokasi beban terpusat. Karena pada tengah ben tang beban lebih keeil daripada tum­
puan, nlaka dapat digunakan pengaku penahan gaya tumpu yang sarna dengan ukuran
1,5 em x 20 em.
Sambungan las akan dihirung dengan menggunakan mutu las hu. = 490 I\.fPa.
Gunakan pengaku berukuran 1,5 em x 20 em dengan uk uran las 4 mm sena pemo­

a. Sambllngan anrara f1cns dengan web:

tongan selebar 2,5 em ulltuk tempat pengelasan . Periksa tahanan tllmpu pengaku pada

tumpuan: Hitung aliran geser Fada perremuan antara web dengan flens:

¢·Rll ::: 0,75(1,8/:.A


p
J ":-z}:i v:
= 97,- ton

Q = Iuas f1ens x 80,5 em

::: 0,75(1,8)(240)(15)(200 - 2,5)(2)


::: (-± :.: 42)\30,5) = 1352~ em 3

::: 191,97 ton> 97,7 ton

OK
!... = 2~3535G,S66 cm~

~'~.Q . = 97.-xIO" x1352~xIO' = 542546 N/mm


Selanjutnya pengaku penahan gaya tumpu dianalisa sebagai batang tekan. Panjang Tm~~ 2435356,866x10 '
web yang dapat bekerja dengan pengaku sebagai batang tekan adalah sepanjang 12 kali
tebal web (12 x 0,8 = 9,6 em). Tebal pelat terkecil ad.·dah 0,8 em schingga ukuran minimum las adalah 4 mm.
Panjang nlinimum lc.s:
242 BAB 10 BALOK PELAT BERDINDING PENUH (PELAT GIRDER) 10.9 DESAIN BALOK PELAT BERDINDING PENUH 243

IlL'mill = 4·t > 4 em Sehingga kapasitas las per mm adalah 1332 N. Cara geser yang harus
= 4(61~8) = 3,2 em ~ ambil II<' = 4 em dipiklll adabh sebesar:

Tahanan nominal las:


f
f7
= 0,045·/;. I/-'­ = 0,045(1570)· I~
Y ~
¢.Rnll.' = ¢.te·O,6flll: 2 = 0,75(0,707 x 4)(0,6)(490) ~ E '\ 200000
=1247,148 N/nlm = 587,373 0:lmm
atau ¢·Rmu Kapasitas las sudut dengan ukuran las 4 mm dan panjang 4 eITl adalah
= rp.t.O,6fu = 0,75(8)(0,6)(370)
1332 N/nlI1l sebesar 1332 X 40 = 53280 ~.

Jarak las yang dibutuhkan: 53280 :- 587,373 ~ s = 90,71 111Ill =9 elll


Cun.lkan ¢.RfI!{' =: 1247,148 N/mm. Untuk panjang las 4 enl, Inaka kapasitas s
sepasang las adalah 1247,148 X 40 =: 49885,92 N. SNI 03-1729-2002 pasal 13.5.3.8 nlensy,uatkan juak antar las sudut tidak
Untuk menentukan jarak antar bs nlaka harus dipenuhi hubungan: boleh melebihi 16.t dan tidak lebih dari 300 mm
49885,92 _ V:, .Q t
16.tw = 16(0,8) = 12,8 em < 30 em
( ...
dengan 5 adalah jarak las dari as ke as: ambil jarak antar las sudut sesuai perhitungan yaitu sebesar 9 em (as ke as).
Jarak bersih antar las = 9 ­ 4 = 5 enl < 12,8 em OK
s = 49885,92:::: 49885,92 = 91,95 mm ~ anlbil s =9 enl
.Q/
V:, J.\. 542,546
Jarak bersih antar las menjadi 9 - 4 =: 5 em. Meskipun jarak as ke as antar l I I
las sebesar 9 enl dapar digunakan untuk seluruh ben tang balok, namun jarak las
T
ini dapat diperbesar pada daerah-daerah yang nlemikul geser kurang dari V:t maks

=: 97,7 t·on. Dieoba pengaturan las sebagai berikur: (untuk Y2 I)

1) Daerah 0 - 6,75 m dari tumpuan digunakan jarak antar las sebesar 9 em

'" /

sesuai perhitungan

2) Daerah 6,75 - 9 m dari tumpuan (~t =: 55,175 ton) jarak las dihitung
153 em
sebagai berikut:

- - - - Potongan 1-1
= 49885,92. = 49885,92 X2435356,866 xl 0 4
f )
J 1 1

Vu·Q x 55,175xI0 4 X13524xl0 3


Las sudut 4 mm x 4 em
@ 9 em (as ke as)
=
162,81 mm
1 '"-­
diambil s = 150 nl111 (15 em)

I I

7,5 75 @ 9 em 15 @ 15 em
I I I I

+
Gunakan ukuran las 4 mm X 4 enl dengan jarak 9 em di ukur dari as ke as.

+T\ \ las sudut a


T
=4 mm Lw =4
T c. Sambungan las pengaku penahan gaya tumpu
Ukuran minimum las = 4 nlm
I 9m-----+ol Panjang minimum = 4·t = 3,2 em < 4 em ~ L = 4 em
Gunakan 2 buah las untuk m~~ing-masing pengaku, sehin~ga total ada 4 buah
b. Sanlbungan las pengaku vertikal: las, kapasitas las dari hitungan sebelumnya adalah 1332 N/nlm atau 53280 1'\
Ukuran .minimum las = 4 mm untuk 4 em panjang las.
Panjang minimum = 4.tu ' = 4(0,8) = 3,2 em < 4 em ~ L ' = 4 em Untuk bagian tumpuan, beban per mm adalah sebesar:
u
Kapasitas las per nlm untuk 4 buah las (2 buah per pengaku vertikal): Reaksi 97,7xI0 4

panjang tersedia untuk las


= 1570-2(2,5 ) = 624,7631 Nlrnnl

¢.Rnw == ¢.te'0,6fuu/ 2 = 0,75(0,707 X 4)(0,6)(490)(4)


== 2494,296 N/mm Jarak antar las dihitung sebagai berikut:
atau ¢.Rnw == ¢.t.O,6.fu = 0,75(8)(0,6)(370) 53280 = 624,7631 ~ s = 85,28 mm = 8,5 enl
= 1332 N/mm s
244 BAB 10 SALOK PELAT BERDINDING PENUH (PELAT GIRDER) SOAL-SO,A.L LATIHAN 245

Gllnakan las slldut 4 mm x 4 enl dcngan jarak 8,5 em (as ke as). P.10.4 Sebuah balok pdat b~rdil1ding penuh d,ui baja B] .37, memi!iki pd,J..( badan 12 mm x
1750 111m serta peLn sayap 75 nlm X 550 nlm. Hittll1glah kU<l( len(ur reneal1,l-nya, jika
panjang ben tang tak terkekang adalah sebesar 12 n1. Gllnakan nilai Ch = 1,30.
I
]
~ V
P.10.5 Untllk soal PI 0.4:

r! a) Hitungbh kll<lt geser rencana p,lda panel ujllng jika pengakll vertikal diletakkan 165
em dari tllnlpllan
b) Hitllngbh kllat geser rencana dari panel interior jika jarak pengaku verrikalnya adalah
157 em 450 em
_.~" II "y e) Hirunglah kllat geser rencana dari balok pcLlt bcrdinding pcnuh tersebut jika tidak
f -­ - -
t digllnakan pengaku verrikal
2 2 Las sudut 4 mm x 4 em

I I
L--­
@ 8,5 em (as ke as) P.10.6 Sebuah balok pelat berdinding penuh dari baja BJ 37 dengan pelat badan 9 mnl X 2150
nlm serta pelat sayap 22 Inm X 500 mIn. Panjang benrang balok adalah 14 mm. Pengaku
verrikal diletakkan pada jarak 90 enl, 275 em dan 4GO eln dari ujung kiri, seperti pada
1 gambar. :Hitunglah kllat geser reneana masing-masing panel dari balok pelat berdinding
penllh tersebut!

0,95 0,95 m
SOAL-SOAL LATIHAN
2 @ 1,85 m 4,8 m 2 @ 1,85 m

P.10.1 Hitllnglah kuat lentur rencana dari suatu balok pelat berdinding penuh yang terdiri dari
pelat badan 8 111m X 1750 mnl dan pelat sayap 19 lnm X 450 nlITI. Mutu baja BJ 37
dan bagian sayap tekan diberi kekangan lateral seeara menerus.

P.10.2 Sebuah balok pelat berdinding penllh (BJ 37) menlpunyai pelat badan 8 mm X 1500 mm
dan pebt sayap 16 mm X 400 mOl.
a) Hitunglah kuat lentur reneana balok pelat berdinding penllh tersebur, jika terdapat
pengekang lateral yang menerus pada bagian sayar tekan
b) Hitunglah kllat lentllr reneana-nya jika panjang ben tang tak terkekang ada1ah 3 m Gambar P.I O.G

P.10.3 Balok pelat berdinding penllh (B] 37) terdiri dari pelat badan 12 nlnl X 2000 mm serra P.10.7 Untllk soal 10.2:r
pelat sayap 50 n1m X GOO mm dengan panjang bentang 21 In. Pengekang lateral di­ a) Hitunglah kllat geser reneana pada panel ujllng jika pengaku vertikal diletakkan 165
berikan pada lljllng-ujllng balok serra pada tiap 1/3 bentang. Beban yang harus dipikul, em dari tumpllan
ditunjllkkan dalam Gambar P.l 0.3. Beban tersebut sudah merupakan beban terfaktor dan b) Hitunglah kllat geser reneana dari panel interior jika jarak pengaku vertikalnya adalah
sudah termasuk pula berat sendiri stfllktuf. Tentukan apakah balok pelat berdinding r enuh 450 em
tersebllt memiliki kuat lentur yang eukup guna memikul beban yang bekerja! c) Hitunglah kllat geser reneana dari balok pelat berdinding penuh tersebllt jika tidak
digllnakan pengaku vertikal
1200 kN

~
1200 kN

~ 100 kN/m P.10.8 Desain awal dari suatu balok pebt berdinding penuh menghasilkan ukuran pelat badan

~
10 ITIm X 1720 mm. Momen lentur terfaktor maksimunl adalah 8000 kN.m. Gllnakan
informasi ini untuk menentukan ukllran dari pelat sayap. Asumsikan terdapat sokongan
.);/;'1111111 CIIIIIIII! [1111111
Lueral seeara menerus pada bagian sayap tekan. Gunakan mutu baja BJ 37.

~7m17mJ~7mJ
,
Gambar P.IO.}
11.1 PENDAHULUAN 247

11
Balok-Kolom
TUJUAN PEMBELAJARAN
Sesudah mempelajari bab ini, mahasisv.'3 diharapkan dapat:
• Memahami pengaruh kombinasi antara beban aksial tekan serra nlomen lentur
yang bekerja secara bersamaan pada suatu komponen struktur balok-kolom
n.1enganalisis dan mendesain snatu komponen struktllr balok-kolo m

Pokok-pokok Pembahasan Bab Gambar 11.1 Struktur Porr;}l Sraris Tak T~nru

1.1 Persamaan DiferensiaI untuk Kombinasi Caya Aksial dan Lentur


1.2 Faktor Perbesaran Momen
1.3 Desain LRFD Komponen Struktur Balok-Kolonl
akan Inemikul gaya aksial tarik atdu tekan saja, melihat kondisi pembebanan seperri pada
1.4 Perbesaran Mornen untuk Struktur Tak Bergoyang Galnbar 11.1 maka batang DE akan nlemikul gaya aksial tarik. sedangkan batang CF
1.5 Perbesaran Momen untuk Struktur Bergoyang
akan sedikit kendur.
1.6 Tekuk Loka! Web pada Komponen Struktur Balok-Kolom Selain batang AB yang didesain sebagai e1emen balok-kolon1, batang-batang AC, BD,
CE, DF juga harus didesain sebagai suatu elen1en balok-kolon1, karena selain rnemikul gaya
aksial akibat reaksi dari balok-balok AB dan CD, batang-batang ini juga harus menerima
transfer rnomen yang diberikan oleh batang AB dan CD, sehingga efek lentur dan efek
gaya aksial yang bekerja tidak boleh diabaikan salah satunya.
11.1 PENDAHULUAN
Contoh lain dari elenlen balok-kolom dapat ditemukan pada struktur rangka atap.
Jika letak gording pada bagian atas rangka atap tepat terletak pada titik buhul, rnaka
Suatu kon1ponen struktur biasanya harus memiklll beban aksial (tarik atau tekan) serra
nlomen lentuf. Apabila besarnya gaya aksial yang bekerja cukup kecil dibandingkan momen batang-batang atas dapat didesain sebagai suatu konlponen struktur tekan saja. Narnun
lentur yang bekerja, maka efek dari gaya aksial tersebut dapat diabaikan, dan komponen terkadang gording terletak pada tengah-tengah batang atas, sehingga reaksi dari gording
strllktur tersebut dapat didesain sebagai komponen balok terlentur yang tdah dipeJajari akan nlemberikan efek lentur pada batang atas tersebllt. Dalanl hal ini maka kombinasi
aksial dan lentur harus diperhitungkan, sehingga batang-batang atas tersebut harus didesain
dalam bab 5 dan 9. Sedangkan jika gaya aksial yang bekerja lebih donlinan daripada 010­
IHen lentur, nlaka komponen struktur tersebut harus didesain menjadi komponen strukrur sebagai suatu e1emen balok-kolom.
Tipe-tipe keruntuhan dari suatu komponen struktur yang nlemikul beban kon1binasi
tarik (jika yang bekerja adalah gaya aksiaI tarik) atau didesain sebagai konlpanen struktur
antara gaya aksial dan lentur, secara ringkas dapat dikategorikan sebagai berikllt:
tekan (jika yang bekerja adalah gaya aksial tekan). Komponen struktur tarik [dah dibahas
pada bab 3, sedangkan komponen struktur tekan dibahas dalam bab 4. a. Aksial tarik ddn lentur, keruntuhan biasanya disebabkan oleh leleh
b. Aksial tekan dan Ientur satu sumbu, keruntuhan disebabkan oleh ketidakstabilan
Pada suatu komponen struktur terkadang efek gaya aksial nlaupun mamen lentur
dalam bidang lentur, tanpa terpuntir (sebagai contoh adalah balok-balok dengan
tidak dapat diabaikan sabh satunya, kombinasi dari gaya aksial dan momen Ientur harus
beban transversal tanpa ada pengaruh tekuk torsi lateral)
dipertimbangkan dalam proses desain komponen struktur tersebut. Kompanen struktur
c. Aksial tekan dan lentur terhadap sumbu kuat, keruntuhan disebabkan oleh pen­
tersebut sering disebllt sebagai eIemen balok-kolo l1l (beam-column). Pada struktur-struktur
garuh tekuk torsi lateral
statis tak tentu umumnya sering dijumpai eIemen balok-kolom ini. Perhatikan struktur
porral statis tak tentu pada Gambar 11.1. d. Aksial tekan dan lentur dua arah, llntuk penalnpang yang menliIiki kekakuan
torsi yang cukup besar, keruntuhan disebabkan oleh ketidakstabilan dalam salah
Akibat kondisi pen1bebanan yang bekerja, maka batang AB tidak hanya memikul
beban merata saia. namun juga harus memikul beban lateral P Dalam hal ioi efek lenmr satli sun1bu utama (sebagai contoh adalah penampang IWF)
r e. Aksial tekan dan lentur dua arah, untuk penalnpang terbuka berdinding tipis,
dan efek gaya tekan P J yang bekerja pada b;.1tang AB harus dipertimbangkan dalam proses
k~runtLlhan akan disebabkan oleh kombinasi antara puntir dan lentur
desain penampang batang AB, atau dengan kata lain batang AB harus didesain sebagai
suatu eIemen balok-kolonl. f. Aksial tekan, Ientur dua arah dan torsi, keruntuhan akan disebabkan oleh kombi­
nasi antara puntir dan lentur jika pusat geser tidak terletak pada bidang lentur
Berbeda dengan batang CD yang hanya didominasi oleh efek lentur saja, gaya lateral
P2 sudah dipikul oleh pengaku-pengaku (bracing) bentuk X, sehingga batang CD dapat
dide~ain sebagai suatu eIemen balok tanpa pengaruh gaya aksiaI. Batang CF dan DE hanya Beberapa prosedur desain rang dapat digunakan untuk suatu e1emen balok-kolorn an­
tara lain adalah (1) pembatasan tegangan kombinasi, (2) pemakaian rumus interaksi serni­

.---L
248 BAB 11 BALOK-KOLOM 11.2 PERSAMAAN DIFERENSIAL UNTUK ... 249

enlpiris berdasarkan tegangan kerja (metode ASD), serrd (3) penukaian rumus interaksi Solusi homogen dari persamadn 11.6 ada.lah:
semi-empiris berdasarkan kekllatan penampang (metode LRFD). Bllkll ini hdnya menganut 1\1: = C(sin kz + C~.cos kz 11.7
prosedur desain yang ketiga yaitu proses desain metode LRFD sesuai dengan "Tata Cara
Perencanaan Struktllr Baja Untuk Bangunan Gedllng" SNI 03-1729-2002. Untuk nlcnlperoleh solusi lengkap dari persanlaan diferensial 11.6, maka persanlaan
11.7 mdsih harus ditambahkan solusi parrikulirnya. Karena 1\1/ = j{z), dengan j{z) pada
llmumnya adalah sebuah polinomial dalam z, nlaka solusi partikulir akan menlpunyai
11.2 PERSAMAAN DIFERENSIAL UNTUK KOMBINASI GAYA AKSIAL DAN LENTUR
bentllk yang sarna pula. Solusi lengkap dari persanlaan 10.6 adalah:
Perhatikan sebuah balok yang men1iklll beban merata q(z), momen-nlomen ujung AIJ dan AI: = C(sin kz + C2 ·cos kz + ~(z) 11.8
M;1 serta gaya aksial tckan, P yang bekerja pada kedua ujungnya. Manlen primer yang
tin~bul akibat beban merata dan ~omen uj~lng M J , !VI] dinotasikan sebagai M i , meng~ Dcngan 1;(z) saOla dengan nilai JvIz yang menlenuhi persamaan 11.6. Jika A1z adalah
akibatkan lendutan balok sebesar y. Momen sekunder tinlbul sebesar I?y. Besarnya momen fllngsi kontinll, maka nilai maksimunl dari M z d3.pat dicari dengan melakllkan diferen­
pada jarak z dari tepi kiri balok adalah: SlaSl:
d 2
dl\f ~ _ _ . d~ (z)
M = M. + p.y =- £. J. ---.1.. 11.1 - - - 0 - C.·k-cos kz - C~k·sln kz + - -
~ ~ ~
11.9
z 1 dz 2 1

Pada beberapa kasus pembebanan, seperri beban terpllsat, beban Inerata, nlomen
M1 M2 lljung atau kombinasi keduanya, dapat ditunjukkan bahwa:

d~ ( z) = 0 11.10
dz
Dari persamaan 11.10 dan 11.9, maka dapat dituliskan hllbllngan:
Perjanjian tanda Cj.k-cos kz = Cfk.sin kz 11.11
~2
d y
+ dz 2

~ ~ 2/
~ ~Cl
Ie,
atau tan kz = + 11.12
C2
y
kz
Gambar 11.2 Pembebanan pada Elemen Balok-Kolorn
C2

Untuk nilai EI yang konstan, maka persamaan 11.1 dapat dituliskan kembali men­ Pada saat Ajz maksimunl:
jadi:
d 2y P AI
sin kz C\
~Cl- +C2-
COS kz = PC'
C 2
11.13
--+-.y=_---.!...- 11.2 C1 + 2

dz2 EI EI
Persamaan 10.2 dapat didiferensialkan dua kali ke-z sehingga menjadi: SubstitLlsikan persamaan 11.13 ke dalam persamaan 11.8:

4 2 2 2
d y P d Y _ 1 d !V!i C, C,2
-- +-.- - --.-­ 11.3 M -mu/::I = - - '- +
,--- ~
- +(z)
+ Jj
dz 4 E1 dz2 2
EI dz2 ~CI2+C22
2
4­ \;CI +C
Dari persamaan 10.1:
d 2y _
dz 2 - -
Mz
EI
dan
d 4y _
dz 4 - -
1 d 2M z
E1 dz 2
11.4
"C
~
1­ +C 2 + 1;(z) 11.14

Jika d1;(z)/dz ::,t. O. maka persamaan 11.9 harus diselesaikan dan hasilnya dapat di­
Substitllsikan persamaan-persamaan tersebut ke dalam persanlaan 11.3:

-- d-
1- M+
EI dz 2
z
2

EI
-Af
-z ) -_ - -
£1
i(
1 d-lvf
-i

£1 dz 2
2

11.5
substitusikan kembali ke persamaan 11.8.

Kasus I: Momen Ujung tak Seragam tanpa Beban Transversal


Persamaan tersebut dapat disederhanakan dengan memisalkan k
2
= PIE1: Dari Gambar 10.3, mOD1en primer 1'1/ dapat diekspresikan sebagai:

d 2 M z +k2.},tj
__
d M.
=__
2
1 11.6 j\1i = M j + M 2 -M1 . z 11.15
ldz2 Z dz2 L
250 BAB 11 BALOK-KOLOM 11.2 PERSAMAAN DIFERENSIAL UNTUK... 251

Sehingga: Dan:

d~A{
2
=0 11.16 AI.: milks = ~(M,-M'COSkL)' +M,'
dz slI1kL
D~ri h~sil persarna~n 1] .16, maka persamaan 11.6 menjadi persamaan diferensial = M. /1- 2(A1 IAI )coskL + (AIJ Ai
1 2 2 )2 11.22
hOlnogen, dan f/ z ) dalam persamJ.an 11.8 Inenjadi sama dengan noi. MOInen maksimllnl 2 V sin 2 kL
pada persama~n 11.14 menjadi:
Kasus II: Beban Merata
A! = ~CI2+CJ2 11.17
Z l!lll.h ­ J\10nlen primer akibar beban merata pada sllatll potong:l11 sejarak z dap:H dinyatakan
Konst~nr~ C] dan C2 ditentllkan dengaJ: menggllnakan kondisi batas yang ada ke sebagai:
dalam persamaan II.S. Solusi llmllm persamaan 11.6 nlenjadi: M. = !l.z.(L - z) 11.23
1 2
AIz = C{sin kz + C2 ·cos kz ILlS
TlIrunan kedlla dari Alj adalah:
Kondisi batas yang digllnakan adalah:

1) Pada z = 0 -1 Alz = M 1 11.19.a


d 2 A1. =-a
__I
11.24
dz 2 ~
2) Pada z = L -1 NIz = A!] 11.19.b

D~ri kondisi baras yang pertama diperoleh:

*
Karenah(z) 0, maka diperlukan solusi partiklllir dari persamaan diferensial tersebut,
misalkan diambil h(z) = A + Bz, substitusikan solusi partikulir ke dalam persamaan 10.6
C2 = AI]
11.20.a
sehingga diperoleh:
Dan dari kondisi batas yang kedua diperoleh pula: o+ k2(A + B· z) = - q 11.25
C = M~-lvf\coskL 11.20.b dari kesamaan kedua ruas nlaka didapatkan bahwa A =- 2
qlk serra B = 0, sehingga
1 sinkL persamaan II.S menjadi:
Aiz = C{sin kz + C2 ·cos kz - ql k2 11.26

p !'~_ ---ty
~
~p
---:;-

~z
~Jillllllllllllllllllllllll!!!!Ii-~
q

Lz~----- M

2 L .1

Momen utama, M1 Gambar 11.4 Balok Sederhana d~ngal1 Beban Merata

M 2 >M1
Dari kondisi baras yang ada:

1) Pada z = 0 -1 Mz =0 ; C2 = q/V

2) Pada z =L ~ NI = 0 . C = -q2 (l-coskL)


--­
Momen sekunder, Py z '1 k sinkL
Karena dh(z)/dz = 0, maka momen maksimum diperoleh dari persamaan 11.14:
2

Gambar 11.3 Balok deng::m Marnen Uiung Tanpa BebJn Transversal A!


z mtlh
= 3-
k• 2 ~I (l-coskL
. 1 T
SlnJ?L)
1+1-3­ k'"..

Sllbstitllsikan persamaan 11.20 a dan b ke dalam 11.18, sehingga:


= ~(sec
k-
kL
2
-1)
~'f = (/,.;1 2 -A!1 coskL) ·Sll1
IV.
. kZ + ~1
lV' ·cos
k Z
11.21
sinkL
X
z 1
2
- q.L ( 2 kL
- -S- (kLI2? sec2 -1
J 11.27
11.3 FAKTOR PERBESARAN ~.IOMEN 253
252 BAS 11 SALOK-KOLOM

Dengan (J. = PI Pt' Lendutan maksimum yang terjadi dengan mempertimban;kan


Kasus III: Momen Ujung Seragam Tanpa Beban Transversal
efek momen sekunder adalah:
= lvf2
[~J = ~
Jika pada Gambar 11.3, lvll = M, ouka persamaan 11.22 menjadi:
Ym.:~s = 80 + Y1 = 80 + 8·0 1_ a
r
1- a 11.32
M , =M /2(I-coskL)

z maRS "sin 2 kL
!'v1omen lentur Dlaksimum dengan rnemasukkan efek gaya tekan aksial adaldJ~:
11.33
2(1- coskL) = ]vf. ( _1__) lvlz 1!lt1ks = A10 + P'Ymtzks
2
= M· I coskLI2 =

t (n rj
Subsrirusikan }'maks dari persamaan 11.32 serta P a.Pe = a .."rz·E.J/L , maka persamaan
atau }dz mtlh = Af·sec (kLI2) 11.28 j8
r
11.33 men di:= M. ( 1 2 £.J .8 11.34
11.3 FAKTOR PERBESARAN MOMEN A1z mtlks 0
o - - 1+ - - - - - 1
I-a Mo.L2
Selain dengan menggunakan persamaan diferensial, prosedur yang lebih sederhana untuk ~

olenurunkan persamaan bagi clemen balok-kolom diturunkan dalam sub bab ini. Asumsi­ em
kan sebuah clemen balok-kolom yang dikenai beban q(z) sehingga timbul lendutan &> Dari persamaan 11.34, maka besarnya faktor perbesaran momen dapat dinyatakan
pada rengah ben tang. Momen lentur sekunder diasunlsikan berbentuk sinusoidal. sebagai C,)(l- a). Berbagai nilai Cm untuk tipe pembebanan yang urnum dijumpai
ditampilkan dalam gambar

p_~ITlmllllll[l.- p__ z M
-f:-;;;
M
q
P_l!ll!ll!i!~IIIIi!I!!q;;b,. - P

LzJ ­
-.:::-
:---rO~:---
8 _--::;...
p
,
em = 1+0,2a
lit;j- P em - 1,0

w
Mz = M o + Py

p-f:~--p

maks maks

LJCI:~ Momen primer


m '
P(80 + Y1)
Gambar 11.6 Variasi Nilai em pada Berbagai Pembebanan

~~ Momen sekunder

• CONTOH 11.1:

LU2
Gambar 11.5 Momen Primer dan Mornen Sekunder pada Elemen Balok-Kolorn
Bandingkan besarnya faktor perbesaran momen untuk struktur balok pada Gambar 11.4
yang diperoleh dari hasil solusi persamaan diferensial (persamaan 11.27) dengan hasil
pendekatan (persamaan 11.34)!

JAWAB:
Dengan menggunakan prinsip Momen-Area untuk menghitung lendutan, maka di­ Hasil dari solusi persamaan diferensial:
(a)
peroleh: B] = faktor perbesaran momen = (__2_J(sec kL -IJ
2 (kLI2)2 2
Y1 P
= -(Yl+8o ) (L)( 2 )( L) = (Yl+8 P.L
- - - o )2 - 11.29
£1 n n n El

2
Dengan kL = !:.. rP =!!.--Ja
P
2 2 ~Ei 2
arau Y] = (y] + 8). - 11.30
~ Hasil pendekatan dari persamaan 11.34:
dengan P~ = 1[2£.1/L 2 , selesaikan persamaan 11.30 untuk Y1' maka didapatkan hubun­ B] = Cm nilai C diambil = 1,0 dari Gambar 11.6

gan: I-a m

(b)
- 8 [ PI ~ ] - 8 [ a ]
B) = 1 I (1 - a)
\
y] - o' I-P/~ - o' I-a
254 BAB 11 BALOK-KOLOM
11.6 PERBESARAN MOMEN UNTUK STRUKTUR ... 255

--
a kL/2 sec kL/2 D,llam bukll ini pengaruh orde kedua akan diperhitllngkan dengan menggllnakan cara
~;ang pcrtama, yaitu anal isis orde pertalna dengan mernperhitllngkan perbesaran Inomen.
0,50 1,14
1,11 I,ll
0,2 0,70 1,31 1,26 1,25

0,3 0,86 1,53 1,44 1,43

0,4
11.5 PERBESARAN MOMEN UNTUK STRUKTUR TAK BERGOYANG
0,99 1,83 1,69 1,67
0,5 1,11 2,25 2,03 2,00 Untuk suatll komponen struktur tak bergoyang, rnaka besarnya mom en lentur terfaktor
0,6 1,22 2,88 2,54 2,50 harlls dihitung sebagai:
0,7 1,31 3,9.3 3,40 3,33
0.8 1,40
JI: = b//Alnw . 11.37
6,03 5,10 5,00 I

0.9 1,49 12,30 10,19 10,00 .1\(1:11 adalah momen lentur terfaktor orde pertama yang diakibatkan oleh beban-beban
yang tidak nlenimbulkan goyangan, sedangkan 0b adalah faktor perbesaran nlonlen untuk
Dari hasil perbandingan di atas, nampaknya nilai faktor perbesaran monlen yang konlponen struktur tak bergoyang, yang besarnya ditentukan sebagai berikllt:
diperoleh dari solusi persamaan diferensial dan cara pendekatan tidak nlenunjukkan hasil
yang berbeda terlalu jauh.
° 0 C~ll J ~ 1,0 11.38

1- ( lV(!
11.4 DESAIN LRFD KOMPONEN STRUKTUR BALOK - KOLOM
Dengan:
Perencanaan komponen struktur balok-kolom, diatllr dalam SNI 03-1729-2002 pasal 11.3 iV;< adalah gaya tekan aksial terfaktor

yang nlenyatakan bahwa Suatll komponen struktur yang mengaialni momen lentur dan j\~] adalah gaya tekan nlenurllt Euler dengan kIfr terhadap sunlbu lentur dan k ~

gaya aksial harus direncanakan llntuk memenuhi ketentllan sebagai berikur: 1,0 (llntuk konlponen struktur tak bergoyang)

Untuk ~-
¢.N -
> 02
, Kilai Cm ditentukan sebagai berikllt:
n
1. llntuk komponen struktur tak bergoyang dengan beban transversal di antara
__u_+
th·Nn
N (At'IX_·_+ __
__
9 'f'v
th, ·Af1/-'
AI) ,_ry_
t/lb. M ny
~ 1,0 11.35
kedua tunlpllannya, maka besar Cm dapat ditentukan berdasarkan anal isis
rasional sebagai berikut:

'f' 'f'.
C m = diambil dari persamaan 11.34 atall Ganlbar 11.6
Untllk Nu < 0,2 Cm = 1,0, untuk komponen struktllr dcngan lljung sederhana
l/J.Nn C m = 0,85, untuk komponen struktur dengan ujllng kaku

_ _'_I N _+ (AI
2.tfIf"' ·Nn
_~+
mb·Af
__t_ry_MJ < 1,0 11.36
2. sedangkan llntuk komponen struktur tak bergoyang tanpa beban transversal di
antara kedua tumpuannya, namun nlempunyai momen ujllng AI] dan M 2 (!v!]

'fJ. llX
t/lb·
If" M ny
Dengan: < M), maka Cm
akan nlengkonversikan momen lentur yang bervariasi secara

«I adalah gaya tekan aksial terfaktor


linear menjadi momen lentllr seragam AfE = Cm .M2 ,

N,l adalah tahanan tekan nonlinal dengan menganggap batang sebagai sllatu elemen Cm = 0,6 - O,4(M/M) 11.38
tekan murni (seperti dibahas dalam bab IV)
Rasio M/M 2 bernilai negatif untuk kelengkungan tunggal, dan bernilai positif
l/J adalah faktor redllksi tahanan tekan = 0,85
untuk kelengkungan ganda.
A~IX adalah momen lentur terfaktor terhadap sumbu x, dengan memperhitungkan
efek orde kedua, yang akan dibahas kemudian
M nx adalah tahanan momen nominal untuk lentur terhadap sumbu x 11.6 PERBESARAN MOMEN UNTUK STRUKTUR BERGOYANG
¢b adalah faktor reduksi tahanan lentur = 0,90
Untuk komponen strllktur bergoyang, maka besarnya momen lentllr terfaktor, harus di­
M uy sama dengan Mu..\Y namun dihitung dengan acuan sunlbu y
perhitungkan sebagai berikut:
Afn} sarna dengan Mn.\Y nanlun dihitung dengan acuan sUlnbu y

A~I = 0b·Mntu + 0iMltlt


11.39
Dalam pembahasan di atas diseblltkan bahwa besarnya nlonlen lentur terhktor dari
JI 1tll adalah momen lentllr terfaktor orde pertama yang diakibatkan oleh beban-beban
suatu komponen struktur balok kolom dihitung dengan menggunakan anal isis orde kedua.
yang dapar" menimbulkan goyangan. Faktor perbesaran momen, Os' ditentukan sebagai
SNI 03-1729-2002 menyatakan bahwa pengaruh orde kedua harus diperhatikan melalui
berikut:
salah satll dari dua analisis berikut:
1. suatu analisis orde pertama dengan memperhitungkan perbesaran momen OJ 11.40
~. analisis orde kedua menurllt cara-cara yang tdah baku dan tdah diterima secara
umum 1- LNu(~1J
11.7 TEKUK LOKAL 'NEB PADA ... 257
256 BAB 11 BALOK-KOLOM

Diketahui bahwa kolom menerima beban aksial tekan sebesar 15 [on (0) dan 30 ton
atau 8$ 11.41 (L) sena momen lentur sebesar 2 ton.m (D) dan 6 ton.m (L). Panjang ko!om diketahui
1- ­
IN u sebesar 3,5 m.
IN t2
dengan: JAWAB:

L N u adalah jumlah gaya aksial tekan terfaktor akibat beban gravitasi llntuk seluruh a. Menghitung beban terfaktor

kolom pada satu tingkat yang ditinjau Nu = 1,2 ND + 1,6 NL = 1,2(15) + 1,6(30) = 66 ron
N e2 sarna dengan N e1 namun dengan menggunakan k untuk komponen struktur M u = 1,2 M D + 1,6 M L == 1,2(2) + 1,6(6) == 12 ton.m
bergoyang, k ~ 1,0
L10h adalah simpangan antar lantai pada tingkat yang sedang ditinjau
b. Aksi kolom

'LH adalah jumlah gaya horizontal yang menghasilkan L10h pada tingkat yang di­
l\1enghitung rasio ke1angsingan maksimum:
tinjau
L adalah tinggi tingkat
k·L I,Ox350
A -r-==~ =77,1
y

11.7 TEKUK LOKAL WEB PADA KOMPONEN STRUKTUR BALOK-KOLOM

Untuk menentukan tahanan lentur rencana dari suatu profil, maka terlebih dahulu hanls
Ac
1 k·L -
= -.-.
n ry
fiy
E
1
==-x77,lX
Jr
-250
-
200000
~ = 0,8677
diperiksa kekornpakan dari penampang tersebut. Dengan menggunakan notasi A = hltw'

D1aka kelangsingan dari web dapat dikategorikan menjadi tiga bagian: w ~ == 1,43 = 1,4038

1. jika}~ ~ Ap' maka penampang kompak 1,6 - 0,67 Ac 1,6 - (0,67 X0,8677)

2. jika Ap < A ~ AT' maka penampang tak kompak


Nn == Agler = AgV;lw) == 8412(250/1,4038) = 149,8 ton
3. jika A > AT' maka penampang langsing
_u_
N 66 == 0,52 > 0,2 Gunakan persamaan 11.35
Tabel 7.5.1 SNI 03-1729-2002 memberikan batasan nilai untuk Ap dan Ar sebagai ¢.N n 0,85 X 149,8
berikut:
c. Aksi balok
Untuk t/J~~ < 0,125, Ap
= 1~[1_ 2,75.N u
] 11.42 Periksa apakah WF 400.200.8.13 kompak atau tidak:
b J -V f y ¢b·NJ
h 200 170
-f = - - == 7,6923 < A = - - == 10,75
2.t 2x13
f
p P;
665
U ntu'k -Nu
- > 0,125, I\.
'1
= -500-[ 2 , 3 3N- -u- ] > 11.43

(h· N y p P; ¢b·NJ P; ~ 66.10


4

== 0,3487 > 0,125


¢b·Ny 0,9 X 250x 8412
Untuk sernua '1'
01aI, '1
I\. = rr 1 -0,74.N
2550[ --- u ]
11.44

-Vfy
33-~J >
r ¢b.NJ

A p = 500 (2 665
Dengan N = A.1v adalah gaya aksial yang diperlukan untuk mencapai kondisi batas
leleh. y g y N N
P;' ¢bNJ - P;
M 500 _ 665
M x A p = ~ (2,33 - 0,3487) = 62,6) > r7 == 42,06
• CONTOH 11.2:
--J250 -V IT
II

Periksalah kecukupan profil WF 400.200.8.13


II

sebagai elemen balok-kolom dari portal tak


II

II

A = -h ==
400 - 2 (13)
= 46,7).­ < )..... (penampang kompak)
bergoyang seperti pada gambar berikut.
II
t u/ 8 r

(mutu baja BJ 41)

"

II
11
II
Lp (== 2,2684 m) < L (== 3.5 m) < I r (= 6,582 m)

1/ Karena L < L < LT' maka M n terletak antara Alp dan M r (untuk Co = 1). Namun
II
p
II
dalam kasus ini Cb = 1,67 sehingga ada kemungkinan Nln sarna dengan M p'

Mp = Zx.J; = 1285,95.10\250) = 32,14875 ton.m

N N
Mr =Sxif; - f) = 1190.10\250 - 70) = 21,42 ton.m
258 SAB 11 BALOK-KOLOM
11.7 TEKUK LOKAL VIfES PADA ... 259

AI = CbrV +(M -M ) [,-I


!l l r :' '. L - L
J < A1
-- P
N

( ) t
r f

= 1,67· ~ 21,42+
l 32J-4875-21,42 658)-=)5
' - -,
6,582 - 2,2684
J '1'
q
N = 60 ton(D)
= 48,57 ton.m
25 ton (L)
Karena A(, tidak baleh melebihi Mp ' maka d~lam kaslIS ini AI" = M ' sehingga 4m Q = 0,4 ton/n1 (0)
¢b· Al,L'( = 0,9(52,72395) = 47,451555 ton.m p
1,25 ton/n1 (L)
11 = 20 ton
d. Perbesaran momen
i\1utu baja B] 37
Rasio kelangsingan kLlr yang diperhitllngkan d3.lam perbesaran monlen harus
berhubungan dengan sumbu Ienrurnya, dalan1 soaI ini sumbu Ientur adaIah

L- 8,5 m --1
sun1bll x, sehingga:

Kombinasi 2, beban gravitasi + angin:


k.\.. Lx I,Ox350 = 20,83 N u = 1,2IY'[) + 0,5NL = 1,2(60) + 0,5(25) == 84,5 ton
".\. 16,8 H/I = 1,3(20j = 26 ton
Cm = 0,6 - 0,4A1/Jf2 = 0,6 - 0,4(0/12) = 0,6 Qu = 1,2q[j + 0,5QL = 1,2(0,4) + 0,5(1,25) = 1,105 ton/n1

b. Asumsikan beban gravitasi terfaktor (kolnbinasi 1) menghasilkan InOmen-1l10n1en


~I 1[2 EoAg _ 1[2 X 200000x 8412 = 3826,93 ton

(k.Llr/- 20.83 2 terfaktor pada gambar (a) Beban gravitasi + angin (kombinasi 2) dianalisa dengan
2 bagian: analisa portal tak bergoyang akibat beban gravitasi saja dan analisa portal
C 0,6 bergoyang akibat beban lateral saja. HasiI analisa ditunjukkan dalam gambar (b) dan
~b = 0,61 < 1,0
_ N :// = - - 6 6 (c) Analisa portal bergoyang menimbulkan beban tekan terfaktor sebesar 4 ton pada
I . 1--­
/ Na 3826,93 masing-masing kolom. Asumsikan kombin3.si beban (2) adalah yang menentukan
dalalTI analisa balok-kolom struktur tersebut.
An1biI 0b = 1,0.
112 ton 112 ton
e. Periksa terhadap persamaan 11.35
M ux = 0b·Mnru = 1,0(2) = 12
J s: 1,0
ton.n1
t t
rh.;
N
'f' n
+~
8( A!
rh
Y\.. 'f'b
,j~;
JZX

8( I? J= 0,89
0,52 + - - _.....-
9 32,14875
< 1,0
OK

Jadi, profiI WF 400.200.8.13 mencukupi untuk n1emikul beban-beban tersebut,

sesuai dengan desain LRFD. Ca) beban gravitasi

• CONTOH 11.3:
84,5 ton
84'! ton I I
Periksalah kekuatan profil WF 400.400.13.2] dari Suatll portal bergoyang rada gambar
berikut ini:
l 1,105 ton/m 26 ton ~~ --l~
]AWAB:
a. Perhitungan beban terfaktor
---'~----"'"

1i17t0nm
r 36,6 tanm
lJ
Kombinasi 1, beban gravitasi:
Nu = 1,2ND + 1,61VL = 1,2(60) + 1,6(25) = 112 ton
qu = 1,2qD + 1,6QL = 1,2(0,4) + 1,6(1,25) = 2,48 ton/m +4 ton t4 ton
(b) analisa portal bergoyang (c) analisa portal tak bergoyang
260 BAS 11 BALOK-KOLOM
11.7 TEKUK LOKAL 'NEB PADA ... 261

c. Aksi kolom
e. Perbesaran mon1en, 8b

Faktor panjang efektif kx ' ditentukan dengan menggunakan faktor G:


en [uk menghitung 8b diperlukan rasio kelangsingan dari portal tak bergoyang
GA = 1,0 (jepit)

G = r(IIL)kolom = 2(114) =304


kx·Lx = I,Ox400 = 22,857
~"( 17,5
B L(II L)balok 1,4.J18,5 ,
kx = 1,57

em = 0,6 - O,4(l\I/M) = 0,6 - 0,4(1,05/2,11) = 0,4


2

Dalarn arah y kolo m diasumsikan rertumpu sendi di ujung atas dan bawahnya, N el n E.Ag n 2 x 200000x 21870 = 8263,04 ton
sehingga ,k :::: 1,0. (k.LI r)2 = 22,857 2
J

kx .Lx Nu = 84,5 1,105(8,5/2) == 89,19625 ton


_ 1,57 X400 = 35,88 kyoLy = I,Ox400 = 39,60 +
~- 17,5 ry 10,1
8b ~ = 0,4 = 0,4044 < 1,0

~40 1- NYv 89,19625


1- --­
1 ky.L fjy 1 y u
Ac = -.--. - =-X39,60x -- = 04366 N~! 8263,04
n ry E n 200000'
Ambil 8b = 1,0.

OJ ~=
1,6-0,67.Ac
1,43
1,6-(O,67x0,4366)

= 1,0937 f. Perbesaran n1omen, 8$


'L N u = 2(84,5) + 1,105(8,5) = 178.3925 ton

Nn = Ag.J;r = 21870(240/1,0937) = 479,91 ton

n'2 E .A 2

n X200000 X21870 = 3356 ton


lVu = 84,5 + 4 + 1,105(8,5/2) N" --g

= 0,2284 > 0,2 (k.L/r)2 35,88


¢J.Nn O,85x 479,91
Gunakan persamaan 11.35 I. ~! = 2(3356) = 6712 ton
1 1
d. Aksi baIok 8s ---- = 1,0273
I- 'LN u 1- 89,19625

Periksa apakah \VF 400.400.13.21 kompak atau tidak:


LN~/ 8263,04
bf400 170
- = - - = 9,52 < A = - -
2-tf 2x21 P [f; = 10,97 g. Periksa persamaan 11.35
M ux = 8b.Jvlntu + ;\lvl1trt = 1,0(2,11) + 1,0273(36,6) = 39,7373 ton.m
Nu 93,19625.10 4

¢Jb .Ny O,9x 240 X21870 = 0,1973 > 0,125


l\'u +~( M", J < 10
¢.jV" ~ ¢b .A-In."( - ,
A = 500(2'33-~J ~~
P [1; ¢bNy -fiAO 0,2284 + ~(39,7373 J= 0,6826 < 1,0 OK
9 77,7628

500 665

A., = r---:- (2,33 - 0,1973) = 68,8325 > rr = 42,925


-v240 -V f y ]adi, profil WF 400.400.13.21 mencukupi untuk memikul beban-beban tersebut,

A = ~ =: 400-2(21) = 2754 < A


sesuai dengan desain LRFD.
tw ] 3 ' P (penampang kompak)

Lp (= 5,15 m) > L (= 3,5 nl) • CONTOH 11.4:


Periksalah apakah profil \X'F 350.350.12.19 cukup untuk memikul beban aksial tekan yang
Karena L < Lp' maka M n dapat mencapai M ' [erdiri dart beban mati 40 ton dan beban hidup 10 too, serta momen lentur sebesar 10
p ton.m(D) dan 10 ton.m (L) serta 30 ton.m (beban angin). Struktur tersebut adalah bagian
Jdp = Zx·J; = 3600,13.10\240) = 86,40312 ton.m dari portal dengan pengaku (tak bergoyang). Asumsikan momen lentur menimbulkan
¢b·Mnx = 0,9(86,40312) = 77,7628 ton.m kelengkungan tunggal pada struktur (mutu baja BJ 37).
11.7 TEKUK LOKAL WEB PADA ... 263
262 BAB 11 BALOK-KOLOM

N c. Aksi b:llok
Periksa apdkah \,(IF 350.350.12.19 kompak arau tidak:

t ~
M _
?
bl
_t
350
') 1 9 '
_x
l
p
170
= _ - = 92105 < A == - - == 1097
\jJ y

4
rr '

f!
N It_=
__ 5'"'.10
J == 0 1411> 0125

9b. N y 0,9X240XI7390' ,

500 ( iV '\ 665

I I }) = \1/, l2.33 - ¢J:;j .Jl ?

L
4m
500 665
}" == -==(2,33 - 0,1411) == 70,6466 > ~ == 42,925
~240 \j~
\1 p

== !!...- = 350-2(19) == 26 < A- (penampang kompak)

~
} ..
t:., 12 p

L (== 4,5078 m) > L (= 401), sehingga l"ln == !'vfp


t
Af == Zx~ = 2493,18.10 3 (240) == 59,836 ton.m
p

JAWAB: ¢b. lvl llX == 0,9(59,836) == 53,8524 ton.m


a. h.1enghitung beban terfaktor
Kombinasi 1, beban gravitasi: d. Perbesaran momen

Perhitungan rasio kelangsingan terhadap sun1bll lentur:

Nit == l,21VD + 1,6lVL = 1,2(40) + 1,6(10) == 64 ton

Atfu == l,2MD + 1,6AJ[ = 1,2(10) + 1,6(10) == 28 tonlIn k·L =1,0


_ _ X 400
- - = 26 ,31 5 8

rx 152

Kombinasi 2, beban gravitasi + angin: C = 1,0 (llntuk momen konstan)

rn

N u == 1,2ND + O,SNL == 1,2(40) + 0,5(10) == 53 ton


lV _ Jr2 £·A 7[2 X 200000 X 17390 == 4960,73 ton
1Y1 u = 1,2A1D + O,5M[ + 1,3Jv1w el - ~---,,-g 2
(k.Llr)2 26,3158
== 1,2(0) + 0,5(0) + 1,3(20) == 43 ton.m
Asumsikan kombinasi 2 yang menentukan. Cm ~ == 1,011 < 1,0

bb = 1_ N14 / 53

1---­
b. Aksi kolom /N d 4960,73
Menghitllng rasio kelangsingan maksimum:

= k·L = 1,0 X 400 = 45,2488 e. Cek terhadap persamaan 11.36


A
~'I 8,84 M == D{M
nru
= 1,011(43) == 43,473 ton.m.
ux

Ac == -1 .k·L
n ry
1 Fiy
- . - =-x45,2488x
E T[
-240
- = 0,4987
200000
J _N_u_+_- lvfux
2·¢·Nn ¢b .Jy1nx
~ 1,0

53 + 43,473 = 0,8917 < 1,0


OK
L43 1,43
(lJ ------ = == 1 1296 2xO,85 x 369,476 O,9x59,836
l,6-0,67A( 1,6-(V,G7x0,4987) ,

Nn == AiL = Ag<J;lw) = 17390(240/1,1296) = 369,476 ton Jadi, profil WF 350.350.12.19 cukup untuk memikul beban-beban tersebut, sesuai
dengan desain LRFD.

Nu _ 43

¢.t;tn - 0,85 X 369,476 = 0,1369 < 0,2 Gunakan persamaan 11.36


264 BAB 11 BALOK-KOLOM
11.7 TEKUK LOKAL WEB PADA ... 265

• CONTOH 11.5:
500 665
Pilihlah profil \V'F yang seekonomis n1ungkin untuk men1ikul gaya aksial tekan sebesar
10 ton (D) dan 30 ton (L) yang bekerja dengan eksentrisitas sebesar 5 em seperti pada

A, r::-;-:: (2,33 - 0,44 )


"V 240
= 60,99 > 11:::: 42,925

"fy
gambar. Struktur tersebut adalah bagian dari portal dengan pengaku (tak bergoyang) dan
asumsikan batang menliliki kelengkungan tunggal. (Mutu baja B] 37) A = !!...-::= 350-2(11) = 46,857 < A (penampang kompak)
t u• 7 p
JAWAB:
Lp (::= 2,006 n1) < L (= 4 m) < L r (= 5,925 m)
Coba menggunakan profil \V'F 350.175.7.11
a. Aksi kolom Af, ::= ZxJ; = 840,85.10 3(240) ::= 20,1804 ton.m
Rasia ke1angsingan n1aksimum:
k.L::: I,Ox400 ::: 101266
lvIr ::= ~~(j; - f,) :=
3
775.10 (240 - 70) = 13,175 tOIl.Ill

= Cb'lM,+(Mp-M,):,~~] ScMp
'y 3,95 '
Mn
A = LH. f7; =~XlOl,266X) 240
C Jr,
J
VE TC 200000 = 1,1166 := 1,67.[13,175+(20,1804-13,175) 5,925-4 ]
5,925 - 2,006
OJ = 1,25.).} ::: 1,25(1,1166)2 = 1,5585

::: 16,616 ton.m

Nn ::= Agler::= 6314(240/1,5585) = 97,232 ton

¢b·Mn ::: 0,9(16,616) ::: 14,9544 ton.m

N 60
_ u _ ::= ::= 0,726 > 0,2 Gunakan persamaan 11.35
¢·Nn 0,85x97,232 c. Perbesaran momen

Rasio kelangsingan dalam sumbu. lentur:

r-Jr
L=4m
e

:
5cm Beban-beban terfaktor:
N u = 1,2ND + 1,6NL

Mntu
=
=
1,2(10) + 1,6(30)
P.e
u
= 60(0,05) = 3 ton.m
= 60 ton
k.L:= I,Ox400

Cm

Na
'x 14,7
= 1,0
Jr2 E.Ag

(k.Llr)2
= 27,211

Jr2 X 200000 X 6314


27,lle
= 1683,24 ton

C 1,0
Db N: l
= 1,037

L
/ =--60
1­ I Nfl 1- 1683,24
N
d. Periksa persamaan 11.35

J ~e:5crn 1'vIux

Nu +
¢.Nn
::: Db·Mntu

8(
9\ ¢b·Mnx
M tAO
::: 1,037(3) ::: 3,111 ton.m

) < 1,0

b. i\ksi balok
0,726 + = 0,911 < 1,0 OK

Periksa rasio kelangsingan penampang: Jadi, profil WF 350.175.7.11 mencukupi untuk memikul beban-beban tersebut,
sesuai dengan desain LRFD.
hf 175 170
-::=--
2·tf 2 X II
::= 7,95 < A ::: - ­
'.[f; = 10,97
II CONTOH 11.6:
Nu 60.10 4 Desainlah· sebuah komponen struktur balok-kolom dari profil \W yang memikul beban
A-. .N
'rb J
09x240x6314
'
= 0,44 > 0,125 seperti tampak pada gambar. Behan aksial tekan P sebesar 20 toneD) dan 40 ton(L). Beban
WT dari sebuah crane adalah sebesar 2 toneD) dan 15 ton(L). Gaya horizontal H sebesar 4

.A, 500 (2 33-~) > 665


ton(L) timbul akibat pergerakan crane. Struktur dianggap merupakan bagian dari portal
.[f;' ¢b N y -.[f; tak bergoyang serta diberi sokongan lateral pada sumbu lemah tepat di tengah-tengah
bentang. (Mutu baja B] 37)
11.7 TEKUK LOKAL WEB PADA ... 267
266 BAB 11 BALOK-KOLOM

c. Aksi balok
N PeriksJ kelangsingan penampang:
b 250 170
-l = - - = 8,93 < A = -- == 10,97
H/2 - 0,05 W 2·tI 2 x 14 p.f7:
114,4.10 4 ~

I
Nu
(h. N ) 0,9x240xl0150 = 0,522 > 0,12)
1 25H - 0,125 VI
53~( 2,33-~ I > 665
0,25 m
X =
. "p l
~ I J ¢ N ) ) - ~I b
J
1,25H + 0, 125 ~'l
500 665
H
A = r::-;:: (2,33 - 0,522) == 58,35 > rr = 42,925
p -V 240 'J I J

'1
A = -h ==
350-2(14) = 35,77 <
'1
A (penampang kompak)
tu- 9 p

karena Lp (== 3,0596 m) > L (== 2,5 m), maka ]yIn == M p


/'vln == ZxJ; == 1360,02.10\240) == 32,64 ton.m
H/2 + 0,05 W ¢r A1n == u,9(32,64) = 29,376 ton.m
Di..l~r..lm nlomen prinler
d. Perbesaran momen
N+W Rasia kelangsingan terhadap sumbu lentur:

JAWAB:
kx .Lx == 1,0 X 500 = 34,246
a. Menghitung beban terfaktor
rx 14,6
N u == 1,2ND + 1,6NL == 1,2(20) + 1,6(40) == 88 ton (pada bagian atas) 2£ A 2 ~
N~f = ~~= 1C x200000xl0l)0 == 1709,72 ton

W~ == 1,2 \\7D + 1,6 WL = 1,2(2) + 1,6(15) = 26,4 ton


2

(k.L/r)2 34,246
N u = 88 + 26,4 ton (pada bagian bawah)

Nilai Cm
diperoleh dari Gambar 11.6
Hu = 1,6(4) = 6,4 ton
Reaksi horizontal pada dasar kolom sebesar H/2 + 0,05'r: menimbulkan nlomen C == 1 - 0,2· N u == 1 - 0,2. 114,4 = 0,9866

m N tl 1709,72
maksimum:
M ntu = 2,5(H/2 + 0,05 \\I') = 1,25H + 0,125 \11
8b
~ = 0,9866 == 1,05733

= 1,25(6,4) + 0,125(26,4) == 11,3 ron.m I_N~ 1-~


Coba menggunakan profil WF 350.250.9.14 N tl 1709,72
e. Periksa terhadap persamaan 11.35
b. Aksi kolom M w : = 8b·Mntu == 1,05733(11,3) = 11,95 ton.m
kx .Lx 1,0 X 500 = 34,246 ky.LJ I,Ox250 = 41,67
~1vf J -< 1,
°
_ _
~-- 6
----;:- - 14,6 rJ N +
_'_I __ux_
¢.Nn 9 ¢b·Mnx
Ac -1.k.L
1C
-. -
r
fjJ E
1
= -x41,67x
1C
-240 ~
- _

- 0,4593
200000 0,6114 + - -11,95 8(
- ) == 0,973 < 1,0 OK
9 29,376
1,43 1,43 Jadi, profil WF 350.250.9.14 nlencukupi untuk mernikul beban-beban ter~ebut,
OJ
1,6-0,67.Ac 1,6-(0,67xO,4593) = 1,1066 sesuai dengan desain LRFD.

Nn = Ag"ler = 10150(240/1,1066) = 220,134 ton


• CONTOH 11.7:

N 114,4 G una k~an persamaan 11.3)~ Periksalah kekuatan profil \VF 250.125.6.9 (BJ 37) yang digunakan untuk memikul beban

_u_ = = 0, 6 11 4 > 0,2 seperti pada gambar berikut ini. Diketahui pula besarnya beban tekan aksial adalah sebesar
(fJ.N n 0,85x220,134
11.7 TEKUK LOKAL WEB PADA ... 269
268 BAB 11 BALOK-KOLOM

2 toneD) dan 8 ton(L) serta beban merata sebesar 0,15 ton/m (D) dan 0,3 ton/m (L) em = 1
yang mengakibatkan lentur terhadap sumbu lemah profil.
bb ~ ~ = 1,31
N" 15,2
1---
q = 0,15 ton/m (0) ; 0,6 ton/m (L) X N rl 1- 64,343
I

--.!!...-.lll~llllllllllllllllllllllll7J1,.~ ++t- y e. Periksa terhadap persamaan 11.35


lvJ
uy
= 8{Mntu = 1,31(0,78246) = 1,025 ton.m

I I I __ (1 I \

N u +~ J < 1,0
I 3m ----1 ep.Nn 9l ¢b .M
lVluy

n "!

JAWAB:
a.. Menghitung beban terfaktor: 0,347 + -8( -
1,025
-
9 1,56384
J= 0,93 < 1,0
OK
N u = 1,2ND
+ 1,6NL = 1,2(2) + 1,6(8) = 15,2 ton
qu = 1,2qD + 1,6qL = 1,2(0,15 + 0,0296) + 1,6(0,3) = 0,69552 ton/m
Jadi, profil \X!F 250.125.6.9 mencukupi untuk meInikul beban-beban tersebut.
(tambahan beban mati sebesar 0,0296 ton/m berasal dari ber~lt sendiri profit)
1 1 = 0 ,782 46
8 u ·L = -(069552)(3)
M ntu = _.q 2 2 ton.m
8' • CONTOH 11.8:

Pilihlah profil WF yang dapat digunakan sebagai elemen kolom dalam struktur portal

b. Aksi kolom berikut ini. Portal dihubungkan dengan bresing, sehingga dapat diasumsikan portal ter­
Dalam contoh ini tekuk dan Ientur terjadi pada bidang yang sarna sebut sebagai sistem struktur tak bergoyang. Dari hasil perhitungan analisa struktur di­
k·L = 1,0 X 300 = 107,53 dapatkan gaya aksial terfaktor yang bekerja pada kolom tersebut adalah sebesar 70 ton dan
ry 2,79 momen terfaktor pada ujung atas A1nw2 = 30 ton.m serta momen terfaktor pada ujung
BJ
1
11.,
-
-
1 k·L
-.-.
n r
fiy
-
E
1
=-xl0753x
n
~ -...- -
-.:v

200000
-- 1, 185
bawah M
ntu1
= 15 ton.m. Gunakan mutu baja 37.
N

OJ = 1,25· A} = 1,25(1,185)2 = 1,755


30 ton.m
Nn = Agler = 3766(240/1,755) = 51,5 ton 31
I
-N-
u
=
¢J.Nn
15,2
0,85x51,5
= 0,347 > 0,2 Gunakan persamaan 11.35
I
I -4
3m

c. Aksi balok
Karena lent~r terjadi pada sumbu lemah, maka tidak terjadi tekuk torsi lateral dan
tekuk lokal web. Sedangkan kelangsingan £lens diperiksa sebagai berikut:
,~~ 1m L ~
3m

15 ton.m

b
= ---L- 125
= 6,94 AP = -170 L- 9m ---1
A -
__
2.t f 2x9
<
rc­-
'If]
= 10,97 N N

penampang kompak, sehingga M n = M p JAWAB:

Coba gunakan profil WF 500.12.10.16, asumsikan kx :::: 0,7

Mn = ~J; = 72400(240) = 1,7376 ton.m a. Aksi kolom


(h·Mn = 0,9(1,7376) = 1,56384 ton.m

kx·Lx _ 0,7x600 = 20,488 ky.Ly _1,Ox300 = 69,284

- r - 433
d. Perbesaran momen -----;:- - 205 y

k ·L
Rasia kelangsingan dalam sumbu lentur -.L....-L = 107,53 A, ~. k.L. f7; = ~ X 69,284 X J 240 = 0,7636

2E A 2
r
y
n r ~E n V200000

N~l = ~= n x200000x3766 = 64,343 ton

2 1,43 1,43

(k.L/r)2 10753 OJ
1,6 - 0,67·)." 1,6- (0,67 X 0,7636) = 1,314
Nilai em diperoleh dari Gambar 11.6
270 BAB 11 BALOK-KOLOM
11.7 TEKUK LOKAL \NEB PADA '" 271

,Vn ;::: ~gJ;, = 11~20(240/l,314) ;::: 208,58 ron


N
--_l!- = = 0,3948 > 0,2
AIn ;: : c.·fA! +(Af
lJ , F
-At)
'.[_[
I,-L] < AIf'
Gunakan persan1aan 1 i.35 , !'
o.Nn 0,85 X 208,58

b. Aksi balok
= 1,43.[32,47+(50,31264-32.47) 6.68-3
6,68-2,19
J

Periksa kelangsingan penampang: ;::: 67,34 ron.m

bf 200 _ ) - _ 170 _ 7

Karena l\fn ridak boleh lebih dari Alp' maka J\ln = l\/p = 50,31264 ron.n1

- - - - - 6,_) <}" - r-;:- - 10,91


]..: r 2 X 16 p ~ fy

¢{Af'L>: = 0,9(50,31264) = 45,281 ron.m


~_ 70.10 4
c. Perbesaran momen
0b .N} - 0,9 X 240 x 11420 = 0,284 > 0,125
k.[ k·[
Dalam sumbu lenrur: - =~~ ;: : 20,488

;'p = g(2.33- ¢;,) ~ fl Net

rc £.Ag _ n
2
X
rx

200000x 11420 = 5374,6 ron


(k.[/ r)2- - 20,488 2

;.
~ (2,33
t"
-v 240
- 0,284 ) = 66,034 >
rr = '
665
'J- -"
42 925
C
rn
J\1 1 = 0,6 - 0,4· (15
;::: 0,6 - 0,4._
A1 1
-
\ ~O
J= 0 L1
,1

I.
= -
h
=
500-2(16)
10
= 46,8 < )-,
(penanlpang kon1pak) ~ 0,4 = 0,405 < 1,0
t Db
w
1_ Nu 70
Lt" (= 2,19 m) < L (= 3 m) < I r (== 6,68 m)
N~l 5374,6
Ambil 8b = 1,0

\'ilai AI" harus diinrerpohsi anrara M dan AI)


p d. Periksa rerhadap persaInaan 11.35

~\Ip == 2.'(.J; ;: : 2096,36.10 3(240) = 50,31264 ron.m


A114->: = 8b·A1ntu
= 1,0(30) ;::: 30 ron.m
JIr SxV; - f) = 1910.10\240 - 70) = 32,47 ron.m

~ __
;:::
_u_+
lV M l~ )
~ 1,0
¢·Nn 9 ¢b ·j\{n:<
:\ilai Cb diperoJeh dari persamaan:
C.
o
;::: 12,5Nlmu
2,5JvJ r.:J~ + 3Af A + 4A1 B+ 31\;1c
0,3948 + ~(~J
9 45,281
= 0,9837 < 1,0 OK
=

ry,1
]adi, profil \VF 500.12.10.16 dapar digunakan sebagai kolon1 dalam srrukrur ter­
M
sebur.
M max = M
3
m MA = O,8125M • CONTOH 11.9:
~AB =: O.625M
Ulangi kembali contoh 11.7, namun dengan menganggap bah\va portal adalah portal
4m Me =: 0,4375M
bergoyang. Beban aksial terfakror 70 ron dan mon1en rerfakror hasil analisa portal ranpa

1 M/2
goyangan adalah sebesar M

bagian aras dan ba\vah.


= 4,5 ron.m dan 2 ron.m unruk kolom bagian aras dan
bawah. Sedangkan hasil an:{i~a portal bergoyang adalah M 1tu 25 ton.m unruk kolom =

JAWAB:
a. Aksi kolom
c 12,5xk/
GA ;::: LO (jepir)
(2,5Al) +( 3 XO,8125M)+( 4 X O,6251vI)+(3x 0,4375Al)
1/9
= 1A3 GB = -;::: 0,22
3//6
Dari nomogram unruk portal bergoyang, diperoleh kx = 1,2
272 BAB 11 BALOK-KOLOM
11.7 TEKUK LOKAL ViEB PADA ... 273

Nu = 130 ton Nu = 130 ton


kx"Lx _ 1,2X60~ = 35,12 k .Ly
y -=
1,0 x 300
433
= 69,284
-----;:- - 20,5 'y
=5 Mntu,y = 1,8 ton.m

r
Mntu,x ton.m

I
Sarna seperti contoh 11.7, tekuk terjadi pada sunlbu lemah, sehingga:
¢Nn = 177,293 ton
2,25 m
lVJ ¢Nn = 0,3948

1
~
1
b. li\~si balok
Sarna dengan perhitungan dalanl contoh 11.7: I

¢b·Mnx = 45,281 ton.m 2,25 m

I
c. Perbesaran momen
Db = 1,0 (sarna seperti contoh 11.7) L~
Mencari OJ:
2 2
N = .n -E.A
-g =
n x200000xl1420
2
= 1829 ton Nu = 130 ton
I
e (k.Llr)2 35,12

Dalam contoh ini, dua buah kolonl memiliki ukuran yang sarna dan memikul beban
A, lJL. f7; =~X49.56X~ 410 = 0,714

yang salna pula, sehingga: 1C r VE n 200000

L Nel = 2(1829) = 3658 ton 1,43

1,43
L Nu = 2(70) = 140 ton OJ
1,6- 0,67·)."
1,6- (0,67 X 0,714) = 1,275

b = __1 _ = __1 _ 10398

s 1- LN u 1_ 140 ' N n ==Agfcr =8412(410/1,275) = 270,5 ton

LN a 3658
Nu ~ 130 = 0,5654 > 0,2
¢.Nn 0,85 X 270,5
d. Periksa terhadap persamaan 11.35
Gu~akan persamaan 11.35
M ux = 0b·!'v[ntu + 0s·Mltu

= 1,0(4,5) + 1,0398(25) = 30,495 ton.m


b. Aksi balok
Periksa kelangsingan penampang:

N
¢.Nn
u
+~(~)
9 ¢b .!YI :.:
<
-
10
, L=--
b' 200
= 7,69 < Ap =
170 _
f7 - 8,3957
n 2·t( 2x 13 -V fy

0,3948 + ~ 30,495 J = 0,993 < 1,0 OK ,:"~,:;~;~NIl _ 130.10


4
= 0,4188 > 0,125

~ 45,281 -'~~"~'~ip;,·.N, O,9x 410x8412

~tr!4~":.;!" 500 { N J 665


• CONTOH 11.10: -:J~~)., . =
'."-
rr
'" (,
2,33 -
¢hNy
rr­
_u_
fy
2:
\J
Periksalah kecukupan profil WF 400.200.8.13 untuk memikul beban-beban seperti pada
gambar berikut. Gunakan rnutu baja BJ 55. 500 665
=' r.:-:-:-(2,33 - 04188) = 47,195 > f7 = 32,84
-v 240 ' -V fy
JAWAB:
a. Aksi koloID h 400-2(13) = 46,75 < A, (penampang kompak)
t., = 8

k ·L 1,2 X 450 = 26,78


k .Ly 1,0 X 225
= 4,54
= 49,56
\ xrxx=~ y-
ry

.. /
274 BAB 11 BALOK-KOLOM
11.6 TEKUK LOKAL WEB PADA ... 275

l\1encari JvIn \:

Karena L
an tara p dan A!.
r
AI (~1.764
m) < L (==2,25 m) < L, (~4,427 m), mab .\1" hlms diinterpolasi
m '
- = 0 6 - 0I.4
C =0 6 - 04· /Vfl
'!'vIz ' ,
(0,4)
· - =0)1
1,8 '

/I,/[p == Zx:!y =: 1285,95.10 3(410) =: 52,72 ton.rn

lvI, 5)1; - f) 1190.103 (410 - 70) 40,46 ton.rn ~ 051 = 0,635 < 1,0

=: =: =:
°b 1_~V:t 130
C == 12,5A! m:iX
i'v' (/ 676,57

b 2,5Af max +3JvI A +4M B +3Al

c
Ambil of;- = 1,0

12,5x5

- - - - - - - - =: 1,25
(2,5x5) + (3 X4,375) + (4 X3,75) +(3 X3,125) d. Periksa terhacbp persan-laan 11.35
J'vlux 0bx·!'vIJ/txlI = 1,0(5) = 5 ton.rn

1\1 == C)1\1 + (M - 1\1 ) L, - L


n l r p , L, - L
J < Jd

P
=:

A11~Y = O~}:!'v1J/t)'lt = 1,0(1,8) =: 1,8 ton.rn

=: 1,25,[40,46+(52,72-40,46) 4,427-2,25 J _u_+


N __ ~!VI
w.:_+ _A1
_9'_ 1
J < 1,0
4,427 -1,764 q;.Nn 9 (h·Mnx ¢b .Mny
=: 63,10 ton.rn > Af
AImo =: jv/p =: 52,72 ton.rn
p

05654
,
+ -
8(9 -47,448
5- +9,81
1,8
- )
= 0,822 < 10
'
OK
¢/;·Jt,~/X 0,9(52,72) =: =: 47,448 ton.rn

!v1encari M :

ny

Karena pada sumbu y tidak ada pengaruh tekuk torsi lateral, maka: • CONTOH 11.11:
JvIny =: lvIp =: ~:!y =: 265,98.103(410) =: 10,9 ton.01 Suatu struktur rangka atap seperti pada gambar rnernikul gording-gording pada sisi atas.
Beban terfaktor dari gording dirunjukkan pada gambar. Desainlah batang-batang atas un­
¢h· M ny =: 0,9(10,9) =: 9,81 ton.m

tuk struktur rangka atap tersebut!

c. Perbesaran n10rnen
~ 15 @ 1 ton ...
Sumbu - x:
0,5 ton
k ·L
~ =: 26,78

':
T

2 1,2 m

N =: _
Jr _ =: E'1 Jr2X200000x8412
') == 2317,17 ton X­
d (k.Llr/ 26,78­
8 ton

, - 0, 4.(~)
8@3m~__ ~

Cm ~ 0,6 - 0,4. /i.l,


AIl == 06 30 =: 0,6

JAWAB:
Db == ~-
m
C - 0,6
= 0,635 < 1,0
130 Pada masing-masing batang atas timbul fixed end moment:

1 u 1--­
-N ([ 2317,17 AI =: M =: PxL == ~ =: 0,375 ton.rn

ntrt 8 8
Ambil Db.. . =: 1,0

Sumbu -y:
k ·L
---L..L =: 49,56
.
0,375 ton.m ~~
I ~ I
~) 0.375 ton.m
r
y
I I

N
t'l
- -
-
_g_
Jr2-E.A _ Jr2 X 200000x
(k.Llr/
') 8412
49,56­
== 676,57 ton
t 0,5 ton 0,5 ton f
J
a .. ,>-~ . . , ..- .. --~, .....-.-,,_.• _,.,-- - - ....- - .......­

1
SOAL-SOAL LATIHAN 277
276 BAB 11 BALOK-KOLOM

3
/I.{: »:,;!:, == 1,5 /:5.l.' == 1,5(240)(63,7 .10 ) == 2,2932 tor1.nl
Jika reaksi-reaksi yang timbul akibar pembebanan di tengah batIng tersebur ditambah­
kan pada beban-beban yang bekerja pada joint, n1aka diperoleh konfigurasi pembebanan ¢rJfl/ == 0,9(2,2932) ::: 2,06388 ron.m
sebagai berikur:
c. Perbesaran momen
c: c: C C C C C C c
.9 .9 .9 .9 .9 .8 .8 .8 .9 k·L
NNNNNNN - == 82.1917
i:-..:

2
lr E·A<7 n 2
X 200000 X 5989 == 175,137 ron
l\Tt .' ---~ == - - - ~-')--
I, T J \- 0") 1 Cl 1 7~

V:.Llrj 0.:.,1./1/

Cl'l == 0,85

8.o ~=~ == 1,0814

Gaya tekan aksial maksinlum akan terjadi pada batang DE dan besarnya gaya batang 1- N u 1- 37,5

akan dicari dengan menggunakan cara Ritter jV~1 175,137

c
.9
c
.9
c
.9
c:
.9
L M1 = ° Periksa terhadap persamaan 11.35

N N N 9·(8 - 1) - 2(6 + 3) + FDE·1,2 = 0 d.


FDE = - 37,5 ton 1\J:....- == Do.Al1/t1l == 1,0814(0,375) = 0,405525 ton.m

~FOE
lV A!
_u_+-={~ s( J < 1,0
¢.Nll 9\,¢b·J\,!r-'(

s( 0,405525) OK
0,4 42 + -I 6 == 0,61 7 < 1, 0
9\ 2,0 388
8 ton

Dicoba menggunakan profil T 300.150.1 0.15 sebagai batang DE untuk memikul


gaya tekan aksial N,j = 37,5 ton dan momen lentur sebesar M ntu =: 0.375 ton.m.
a. Aksi kolom SOAL-SOAL LATIHAN

k·L =: k·L = 1,Ox300 = 82,1917


P.11.1 - P.11 .3
r maks. rx 3,65
Periksalah apakah komponen struktur balok kolom dalan1 galnbar berikut memenuhi

-\ -- -1 .k·L 1
- . ~=-x82,l917X
n r
fiv
-240
- _- 0,9059
E n
~
200000
persamaan inreraksi balok kolom dengan mengabaikan faktor perbesaran momen. Gaya
aksial dan momen yang tercantum dalam gambar merupakan beban-beban terfaktor dan
lenrur terjadi dalam arah sumbu kuat.
(V == 1,43 1,43 = 1,44
2500 kN 350 kN
1,6- 0,67._\. 1,6 - (0,67 X0,9059)
350 kN

I
N n == Agler = 5989(240/1,44) = 99,8167 ton

I I
1'150kN.m
N 375 1'275kN.m
1'150kN.m
_1_1 == == 0,442 > 0,2 Gunakan persamaan 11.35
f/J.Nn

b. Aksi balok
0,85 X99,8167

170 = 10,97 T WF 250.250.9.14


(BJ 37)
T 4,5 m
WF 350.350.12.19
(BJ 41)
T
4 m
WF 250.250.9.14
(BJ 37)
4m ~
bf = 300 = 10 < Ap = ff I
k x kj = =
1,0 \ k=k=10
x y 1
k,=k y =1,0

---I­
= 21,624
--l-­
2·tf 2x 15
ff
335
~75kN.m ~150kN.m
h 400-2(13)
-=:- 8 = 46,75 < A,= ~150kN.m
tw

Penampang kompak. Karena lentur terjadi pada sumbu lemah profit maka tidak 2500 kN 350 kN
350 kN
perlu dilakukan pemeriksaan terhadap tekuk torsi lateral.
Gambar P.Il.2 Gambar P.II.3
Mn = Mp = Zx.J; == 115,60.10 3 (240) == 2,7744 ton.m Gambar PII.I

---- , --F'F<:!';.'i!!,_~~- .... -\~'"l'~-·~,-~~'r.,.~:~ ,


278 BAB 11 BALOK-KOLOM
SOAL-SOAL LATIHAN 279

P. 11.4 - P. 11 .5
P.11.7 Profil \'VF 400.400.13.21 dari BJ 41 digunakan sebagai komponen srrllkrllr balok-kolom
Sehllah komponen strllktllr b.1Jok-kol om yang merllpakan b.lgian dari porr.l] tak bergoyang pada suatll portal bergoyang. Panjang kon1ponen strukrur tersebllr 4,25 m dan ridak
ditllnjllkbn da]am Gambar P.11.4 dan P.11.5. Dengan mengasllmsikan k, = k = 1,0, rerdapJr bcban transversal yang bckerja. Analisis orde pertama dilakukan terhadap kaslls
y
periksalah apakJ.h komponen strukrur balok-kolo m tersebur memenllhi persamdan inrer­
tanpa goyangan dan kaslls dcngan goyangan. Beban tcrfaktor dan monlen lenrur yang
aksi baJok-kolom seperti yang dis)-aratkan dalam SNI 03-1729-2002.
rimblll ditanlpilkan dalam rabel berikllt.

1200 kN Tipe Analisis Nt! (kN) (kN.m)


600 kN 1vfborwm(kN.m)

~
~ AJ =-'){"\{"\I,"/~
Tlk bergo)'ang 1300 SO 45
Bergoyang 70 180
t 130 kN.m
• '·'ntu x L.VV,f\/V.11l

Mntu y - 20 xN.m
----.­ Lentllr terjadi dalam arah sllmbu kuat dan semua lnomen lentllr yang terjadi nleng­

I
--j- I akibarkan lentllr dengan kelengkungan ganda. Diperoleh juga dara:
I WF 300.300.10.15 WF 400.200.8.13
4.75 m
(BJ 37) 4.75 m (BJ 41) L N e2 = 240000 kN L Nu = 36000 kN
. lentur terjadi da/am lentur terjadi dalam
-y-
I arah sumbu kuat I
---'--­
arah sumbu kuat
Gunakan kx = 1,0 (kasus tanpa goyangan), kx = 1,7 (untuk kasus bergoyang) dan ky
1,0. Periksalah apakah komponen strukrur balok-kolOID ini memenllhi persamaan interaksi
=

~130kN.m ". + Mnlu , : 200 kN.m


sesuai SNI 03-1729-2002?

~ Mntuy - 20 kN.m P.11.8 Pilihlah profil \VF yang ekononlis untuk digllnakan dalam komponen strllkrur balok­
1200 kN kolom berikut ini (mutu baja BJ 37). Lentur terjadi dalam arah sun1bu kuat dan pengekang
600 kN
lateral diberikan pada titik A, B dan C. Asumsikan kx = k y = 1,0.
GambJr P.11.4
Gambar P.1l.5
50 kN/m

I
P.11.6
ProfiJ WF 250.250.9.14 dari baja B] 4 I dibebani seperti p.lda gambar. Lentur terjadi
terhadap sumbu kuat profil, asumsikan kx = kr
= 1,0. Pengekang lateral hanya diberikan
200~ ~I i II 11111 I I[[[rlTlIIHnTIJ I r;); ......­200 kN
1 pada kedua ujungnya, dan kon1ponen struktllr' tersebur merupakan bagian dari portal tak

bergoyang. Berapakah beban aksia] terfakror maksimum, N


u
' yang dapat bekerja pada L- 1,5 m \ 1,5 m -J
komponen struktur balok-kolom tersebut?
Gambar P.ll.8
Nu

! P.11.9 Suatu struktur rangka kuda-kllda memikul beban-beban dari gording seperti pada gambar
berikllt. Desainlah batang-batang atas dari rangka tersebllr, gllnakan n1utu baja BJ 37!

T------- -.- ­
2,75 m

1_ ~ ~ ~ W V ~ ~

i
8 @ 2 m = 16 m
L-
Gambar P.ll.9

t
Nu

Gamhar P.ll.6
12.1 STRUKTUR KOMPOSIT 281

12

Komponen Struktur (b)

Komposit (a)
(c)

Gambar 12.1 (,1) Lanrai Jemhatan Komposit deng;m Penghubul1g Cc~er. (b) Kl!"k Baja yang Disdubung' B~(On,
TUJUAN PEMBELAJARAN (c) Lwtai Komposit GeJung dengan Pcnghubung Geser
Sesudah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan dapat:
!v1emahami periJaku beton dan baja yang digabungkan menjadi suaru komponen Pada awal rahlln 1960 mulai dikembangkan pula penggllnaan komponen srrukrur
struktur komposit nlenggunakan penghubung geser komposit llntllk bangunan gedung yang nlenganut pada spesifikasi yang dikeluarkan oleh
lYfelakukan proses anaJisis dan desain suaru baJok atau kolom komposir AlSC (AmerictlN Institute of Steel Co !L\tn/etion) pada rahun 1952. Komponen srrukrur
Pokok-pokok Pembahasan Bab komposit yang digunakan dapat berupa balok baja ~/ang diselubungi de-ngan beron (Ganl­
1.1 Struktur Komposit bar 12.l.b) atau berupa balok baja yang nlenopang pelat beton tanpa penghubung geser
1.2 Tegangan Elastis dalam Balok Kornposit (Gambar 12.1.c). Namun sekarang struktur balok baja yang diselubungi dengan beron
1.3 Lebar Efektif Balok KOlnposit sudah i,lfa~g digunakan, dan hampir seluruh srruktur komposit untuk bangunan gedung
1.4 Sistem Pelaksanaan Komponen Struktur Komposit nlempunyai pen~l!npang seperti pada Ganlb~u 12.1.c.
1.5 Kuat Lentur NOIninal Perilaku kornposit hanya akan terjadi jika porensi terjadinya slip antara kedlla marerial
1.6 Penghubung Geser ini dapar dicegah. Telah dijelaskan sebelumnya bahwa hal ini dapat teratasi jika gaya geser
1.7 Balok Komposit pada Daerah Mornen Negatif horizontal pada keJlla pernlukaan baja dan beron dapat dirahan dengan menggunakan
1.8 Lendutan penghllbung geser. Tipe-tipe penghubung geser yang sering digunakan dapar berupa srud,
1.9 Dek Baja Ge10mbang baja rulangan spiral, atau profil kanal kecil yang pcndek. Penghubung geser ini selanjurnya
1.10 Kolom Konlposit dihubllngkan pada bagian flens atas balok dcngan jarak terrenru dan akan memberikan
sambungan secara mekanik meialui mekanisme pengangkuran dalan1 beron yang relah
mengeras. Penghubung geser tipe stud paling banyak digllnakan, dan lebih dari satu buah
12.1 STRUKTUR KOMPOSIT srud dapat dipasangkan pada tiap lokasi, jika lebar Bens memllngkinkannya. Di samping
itll pemasangan stud juga relatif lebih mudah dan hanya membutuhkan tenaga kerja dalam
Penggunaan balok baja untllk menopang suatu pelar beton tebh ditemukan sejak larna.
jumlah yang sedikir.
Namun pada saar iru pelat beton dan balok baja tidak dihubllngkan dengan suatu peng­
Sejumlah penghubung geser diperlukan unruk membuat sebuah balok dapat berfungsi
hubung geser sehingga yang dihasilkan adalah suatu penanlpang non komposit. Pada
komposit secara penllh. Nanlun terkadang jumLlh penghubung geser dapat dipasang lebih
penampang non komposir, peLIt beton akan mengalami lendutan yang cukup besar yang
scdikit daripada yang diperlukan ullruk menimbulkan perilaku komposit penuh, hal ini
disebabkan oleh besarnya beban yang harus dipikul oleh pelar beton tersebut. Seiring
akan mengakibarkan terjadinya slip antara baja dan beton; balok seperri ini dikarakan
berkembangnya merode pcngebsan yang balk serra ditemukannya alat-alar penghllbllng
nlcngalami aksi komposit parsial.
gcser yang mcnahan gaya geser horizontal, maka lekatan antara pelat beron dan balok
Seiring dengan perkelnbangan teknologi, mulai ditemukan pula pelar baja gel0l11bang
baja dar ar diringkarkan. Pada akhirnya kedu3 material ini (baja dan beton) akan menjadi
yang digunakan dalam pembuatan struktur pellr komposir dan rerbuar dari bahan yang
saw kesatllan kOlnponen srrukrllr yang disebut dengan komponen srrllktuf komposit.
nlempunyai tegangan tarik tinggi sena dilapisi bahan anti karar. Pelat baja gelombang ini
Komponen sUllkrll r konlposir ini dapat nlcnahan beban sekirar 33 hingga 5090 Jebih besar
mempunyai dua macam fungsi yaitu sebagai bekisting retap dan sebagai penulangan positif
daripada beban yang dapat dipikul oleh balok baja saja tanpa adanya pcrilaku kOlnposir.
satu arah pada lantai bcton bangunan gedung batingkat. Arah gelonlbang (rib) dari pelat
Pada awal rahun 1930 konstruksi jembatan juga slldah nlulai menggunakan pen am­
baja ini dapat dilerakkan dalam arah tegak lurus atall sejajar terhadap balok. Namun pada
pang komposit, nanll1I1 barll pada tahun 1944 dikeluarkan peratllran oleh AASHTO
(American AssociatiOIl of Stflte HigIJll'(~Y and TmllJportiltioll OfficiaL-) te-ntang spcsifikasi jem­
batan jalaa raya dengan struktur komposit. Pada sekitar tahull 1950 penggllnaan lantai
jembatan komposit nlldai berkembang dengan pesat (terutalna di Amerika). Pada jembatan
ini gaya geser longitudinal ditransfer dari balok baja kepada pelar beton berrulang dengan
menggllnakan penghubung geser. Hal ini rnengakibatkan pelat beton tersebut akan turut
sena membantll memikul nlonlen lentur yang timbui. Penampang komposir ini dapat
dilih~h dalam Gambar 12.1.30.
Gambar 12.2 Pelat Lmtai Komposit dcngan Pebt Baja Gelombmg
282 BAB 12 KOMPONEN STRUKTUR KOMPOSIT 12.2 TEGANGAN ELASTIS DALAM BALOK .,. 283

Ec fc
sistem ptlat 1.lnrai komposit , umurnnya arah rib diletakkan tegak lurus terhadap balok
.l
Ian ui dan sejelj.u dengan arah balok induk. Gambar 12.2 111emperlihatkan sistem pdat
(,,-.y 1)/
Iantai yang 1l1enggunakan peIat baja gelombang dengan arah rib tegak lurus terhadap

-------~---1' ~
sUlllbu balok.
Pembahasan awal dalam bab ini akan difokuskan pada konlponen struktur komposit
biasa dengan penghubung geser (Gambar 12.l.e) dan akan dilanjutkan dengan pembahasan Yb
mengenai pelat lantai komposit dengan menggunakan pelat baja gelombang.
Dengan 1l1enggunakan kontruksi komposir dalam desain suatu komponen struktur Es I f sb I
ternyara dapat diperoleh beberapa keuntungan sebagai berikut:
(a) (b)
a. dlpar nll:reduksi berat profil baja yang dipakai
Gambar 12.3 (a) Diagram Regangan Balok Komposir, (b) DiJ.gram Tegangan pada B;;lok Komposir dengan
b. tinggi profit baja yang dipakai dapat dikurangi
Pemmpang Terrransformasi
c. meningkatkan kekakuan lantai
d. dapat nlenambah panjang ben rang layan diagram regangan akan mempunyai benruk seperti pada gambar tersebut. Hal ini sesuai
dengan teori lendlltan keeil, yang menyarakan bahwa penampang melintang akan tetap
Reduksi beeu sekitar 20-300/0 dapat diperoleh dengan memanfaatkan perilaku sistem datar sebelllm atau seslldah terjadi lentue. Namun, distribusi tegangan linear seperti dalam
konlposit penuh. Dengan adanya reduksi berat ini maka seeara langsung juga dapat mengu­ gam bar hanya tepat untuk balok yang homogen. Hubungan antara tegangan dan regangan
rangi tinggi profil baja yang dipJ.kai. Berkurangnya tinggi profil baja yang dipakai akan baja dan beton dapat dinyatakan sebagai:
mengakibatkan berkurangnya tinggi bangunan seeara keseluruhan, dan nlelnbawa dampak
pula berupa penghenutan material bangunan, terutama untuk dinding luar dan tangga. E
c
= E5 atau f· = .f 12.2
Ee E j
Kekakuan dari pelar lantai komposit pada dasarnya Jebih besar daripada kekakuan
E 12.3
pelat beron dan balok baja yang beraksi non komposit. Seeara normal pelat beton ber­
perilaku sebagai pdar satu arah yang membentang di antara balok-baJok penopang. Oalanl
atau Is = E: f = rife
desain komposit, nlomen inersia balok akan bertambah sehingga kekakuan pelat lantai akan dengan:

meningkat. Meningkatnya kekakuan ini akan memberikan beberapa keuntungan dalam Ec = modulus elasrisitas beton

pelaksanaan konstruksi, anrara lain bahwa lenduran akibat beban hidup akan berkurang, n = E5/Ec = rasio modulus
dan penggunaan peraneah selam,l proses konstruksi struktur komposit akan mampu men­
!\10dulus elasrisitas beron diberikan dalanl SNI pasal 12.3.2:
gurangi lenduran akibat beban nuti. Oi samping itu dengan 1l1enggunakan asunlsi desain
komposir, maka kapasitas penampang dalam menahan beban akan jauh lebih besar dari­ E =0,041w 1
c
.5fj': 12.4
pada kapasiras pdar beron arau profil bajJ. yang bekerja sendiri-sendiri. Namun dalam 3
Oengan adalah berat jenis beton (2400 kg/m )

w
daerah momen negarif, kekakuJ.n dari sisrem komposit harus dihitung kembali karena
fie adalah kuat tekan beton berumur 28 hari (J\1Pa)

daIanl daerah ini beron (yang mengalami tarik) harus diabaikan. Oalam daerah momen 3
Berat jenis beron normal dapat diambil sebesar 2400 kg/m .

negarif biasanya harus disediakan tulangan tekan pada pelat beron.


Perhatikan penampang komposit yang ditunjukkan dalanl Gambar 12.3 (tata eara per­
hitllngan lebar efektif balok komposir akan dijelaskan kemudian). Untuk mentransformasi
12.2 TEGANGAN ELASTIS DALAM SALOK KOMPOSIT luas beton, A ' maka lebar efektif pelat beton dapat dibagi dengan dengan n, sedangkan
c
tebal beton tidak perlu diubah. Hasil proses transformasi ini ditunjukkan dalam G'lmbar
Kuat rencana dari balok konlposir biasanya didasarkan pada kondisi saar terjadi kerun­
12.3.b. Untuk menghitung tegangan, maka harus dihitung terlebih dahulu letak garis
[uhan, na1TILln peribku balok komposir paJa saat beban layan nlerupakan salah satu hal
netral dan momen inersia dari penampang tersebut. Sehingga selanjutnya dapat dihitung
penring yang han1s dipahal11i. Lenduran harus selalu dikontrol pada saat beban layan, dan
besarnya tegangan lentur pada bagian atas dan bawah profil baja, dengan menggunakan
dalam beberapa kasus kuat reneana bisa ditentukan oleh syarat kemampulayanan.
persamaan:
Tegangan lentur dan geser dalam balok homogen dapat dihitung berdasarkan for­
mula: f. = M'Yt 12.5
5[ f
_ l\!C _ VQ
h- - danh'-- 12.1
tr

I l.t /:' = j\1'Yb 12.6


Balok komposit bukan merupakan suaru balok homogen, sehingga persamaan di
50 f
tr

atas tidak dapat digunakan. Unrllk dapar menghitung tegangan-tegangan pada suatu dengan:

penanlpang konlposit, diperlukan transformasi penampang. Umumnya penampang beton M adalah momen lentur yang harus dipikul

I adalah momen inersia terhadap sumbu netral

ditransformasikan Inenjadi baja, nalnlln mempunyai efek yang sarna dengan beton. Gam­ [f

adalah jarak dari sumbu netral ke serat atas profil baja


bar 1~.3 menllnjukkan sebuah segmen dari balok komposit dengan diagram tegangan Y[
dan regangannya. Jika pelat beron dihubungkan seeara kaku terhadap profil baja, maka Yb adalah jarak dari sumbu netral ke serat bawah profil baja
284 BAB 12 KOMPONEN STRUKTUR KOf\,1POSIT 12.3 LEBAR EFEKTIF BA.LOK KO~'w'1POSIT 285

Tegangan yang terjadi pada serat atas beron dihitllng bcrdasarkan persanlaan ] AWAB:
Ai.}! Lebar efektif pelar beton diambil nilai terkeeil dari:
[= -~ 12.7
L 1'1.[
n· bE = L/4 = 600/4 = 150 em } _
b
E
= b = 300 em bE = 1)0 em
Prosedur ini hanya tepat llntllk nlomen lentur positif, dcngan serat aus penampang 0

konlposit berada dalanl tekan, sedangkan untllk nlomen lentllr positif akan nlengakibatkan
Iv1enentukan nilai 1'1:
beron berada dalam kondisi tarik, padahal tegangan tarik beton sangat keeil sehingga tidak
dapat Inenahan tegangan tarik yang terjadi.
E bewn = 4700-lfl e = 4700-125 = 23500 l'vfPa
EbajJ = 200000 MPa
r: ,)flQfIfIfI

i 2.3 LEBAR EFEKTIF SALOK KOMPOSIT n


~b'lJ'i = ~ = 8,51 ::::: 8
Ebmf/ 23500
Konsep lebar efektif sangat bcrguna dalaIn proses desain suatu kOInponen struktur (kom­
Pelat beton ditransformasi ke penampang baja, sehingga:
posit), terutama ketika proses desain harus dilakukan terhadap suatu elemen yang menga­
!ami distribusi tegangan yang tidak seragam. Besarnya lebar efektif dari suaru komponen bE = 150 = 18,75 em

struktllr komposit dapat ditentukan sebagai berikllt: n 8

1. Unruk balok-balok interior: i'v1enentukan letak garis netral:

bF
.
~ !:...
4
12.8 Luas Transformasi Lengan J\lomen

A (em 2) .y (em) A.), (cm 3 )

bE ~ bo 12.9
Pe!at Beton 225 6 1350

2. Untuk balok-balok eksterior: Profit \'VF 119,8 27 3234,6

bE ~ !:... + (jarak pusat balok ke tepi pelat) 12.10 344,8 4584,6


8
bE ~ ~ bo + (jarak pusat balok ke tepi pelat)
2
balok interior
12.11
".4' 18,75

T
T 30
------------1- -­
13,2964

balok eksterior
L!lJ I
L - b o - l - - - bo
W
I
I
bo-J 1 28,7036

~
Gambar 12.4 Lebar Efektif Balok Komposir 2,A.y _ 4584,6 = 132964 em
y= I.A - 344,8
II CONTOI-I 12.1:

Hitunglah momen inersia (I) dan modulus tam pang (5) untuk penampang komposit
Momen inersia penampang dihitung dengan nlenggunakan teorema sumbu sejajar
berikut ini, jika diketahui mutu beton untuk pelat adalah fIe = 25 MPa.

A (cm 2) y(em) f
o
(em 4) d (em) 10 + AJ2 (cm-i)
,..--t= 12cm---,

~umwnwlfli
,,\ I = ~ rYl
I !
Pelat Beton 225 6 2700 7,2964 14678,42692

Profil WF 119,8 27 20400 13.7036 42897,08062

WF 300.300.10.15
fa = 57575,50754

Selanjutnya modulus penampang (5) dapat dihitung sebagai berikut:

5 = 5 , = 57575,50754 = 4330,1576 em 3

c bewn 132964

\!
• _-- .••- ~~{, ........~~,.. '.!" .... ~_";."',.,~;.:.:'£.w..:f''!I!",~~~'~~~~~.';:..··T - ....",-,""'r-..".,.

286 BAB 12 KOMPONEN STRUKTUR KOMPOSIT 12.3 LEBAR EFEKTIF BALOK KOMPOSIT 287

57575,50754 = 44411,8386 en1 3


5SJ = 5bJjJ am = 1,2964 LA.y _ 2419,5 = 8,1525 em
y= LA - 296,78 (diukur dari bagian atas pelat)

57575,50754 = 2005,8636 em 3
5sb = 5bJjJ bJ\\Jh = 28,7036 l\1omen inersia penampang selanjutnya dihitung dengan nlenggunakan teori sumbu
sejajar:

.. CONTOH 12.2:
A (em 2) y(cm) 10 (em 4) d (em) 10 + Ad2 (cm 4)
Hitunglah tegangan-tegangan dari balok komposit dalam gambar berikut, jika diketahui

Pelat Beton 250 5 2083,3 3,1525 4567,864


mlltll beton fie = 20 ~1Pa dar! Eb:rj;l = 200000 MPa dan momen lentllr yang bekerja
Profil \V'F 46,78 25 7210 16,8475 20487,954
sebesar 150 kN m.

l er = 25055,818

JAWAB:

Tegangan pada serat atas baja:


Meneari lebar efektif: 6
f = MXYa = 150X10 X18,475 = 11,06 MPa (tarik)

bE = L/4 = 900/4 = 225 em} bE = 225 em I tr 25055,818x10 4

Jrn
sa
I
WF 300.150.6,5.9 i bE = b0 = 250 em (bagian atas baja terletak di bawah sumbu netral, sehingga ha adalah tegangan tarik)
.N1encntukan nilai n: Tegangan pada serat bawah baja:
6
Eberon= 4700')fl( = 4700.)20 = 21000 MPa f = MXYb = 150X10 x318,475 = 190,66 1-1Pa (tarik)

sb I tr 25055,818 x1q 4

~o = 2,5 40 = 2,5 ~ Tegangan pada serat atas beton:


6
~
'j
f. = A1xy = 150x10 x81,525 = 5,42 MPa (tekan)

1 E baja = 200000 MPa ( nxltr 9x25055,818x10 4

~
. '.:~ n = Eb,zja = 200000 = 9,52 :::: 9 ]ika beton diasumsikan tidak memikul tegangan tarik, beton di bawah sumbu netral
.1 E bmm 21000 harus diabaikan. Perhitungan sumbu netral diulangi lagi sebagai berikut:
l3 pelat beton ditransformasi ke penampang baja, sehingga: 25 em
¢, J
~
bE = 225 = 25 em A Y A.y
n 9
Beton 25.1 1/2 12,5y2
I til 25 em .1 30 em Proill 46,78 25 1169,5

Ya=Y- t = 8,1525 -10


1_­
.]
10

30
1 9
=- 1,8475 em
Yb = t + d -

= 31,8475
Y
= 10 + 30 - 8,1525
em
_ LA.y
Y = I,A =
12,5y2+ 11695

25y +46,78

lYb 1(25'1 + 46,78) = 12,5'12 + 1169,5

2
251 + 46,78 = 12,5'1 2
+ 1169,5

Menentukan lokasi sumbu netral:


12,5'1 2 T 46,78 - 1169,5 =- 0

Luas Transformasi Lengan Momen


A (em 2) y (em) A.y (em 3) y = 7,98 em

Pelat Beton 250 5 1250


Profil WF 46,78 25 1169,5 IvIomen inersia penampang:

] oJ
296,78 2419,5
1
I tr -(25)(7,98)3
3

+ 7210 + 46,78(25 - 7,98)2 = 24995,996 em 4

~;~~~.~''''~,f,,-$''~ ~~~~~_~~......- .- , . , . "........_ .~ - -.. ".~~~~,c~~·""'''''':.+:.A,.l;

288 BAB 12 KOMPONEN STRUKTUR KOMPOSIT 12.4 SISTE~.' PEIJ.,KSANAAN KOMPONEN ... 289

Tegangan-tegangan pada penampang:


JAWAB:

~fenentuk.ln lebar efektif, bE' diambil nibi terkecil dari:

150x 10(,X(l00-79,8)

fs~ 4
12,12 MPa (tarik)
bE = L/4 = 600/4 = 150 em } b
24995,996x 10 - E = 150 em

bE = b0 = 250 em ­
6
150X10 X(300+100-79,8) = 192,15 Iv'1Pa (tarik)
J:b 24995,996 xl 0'1 rvfenentukan nilai n:

Ebeton = 4700~f/c = 4700~20 = 21000 ~lPa


150X10(,X79,8 = 5,32 MPa
~~ 4
(tckan) Eb~p = 200000 IvfP8
9 X 24995,996 xl 0
E. ?0."tOOO
Pcrbedaan hasil anal isis perran1a dan kedua tidak terialu besar, sehingga dalan1 prak­ n ~=~:==9
Eberon 21000
teknya perhitungan kembali letak sumbu netral tidak terblu periu dilakukan.

lebar efektif ekivalen = !!..L = .!2Q = 16,67 em


12.4 SISTEM PELAKSANAAN KOMPONEN STRUKTUR KOMPOSIT n 9
Menentukan letak garis netral:
Mctode pelaksanaan suatu kon1ponen srruktur komposit (khususnya untuk kon1ponen
srruktllr lentllr), secua umllm dapat dibedakan berdasarkan ada atau tidaknya tumpuan Luas Transformasi Lengan [vfamen

sementara (peraneah). A (cm 2) y (em) A.) (em})

Jika tumpuan sell1entara tidak digunakan (unshored) rnaka profil baja akan berperilaku 200,04 6 1200.24

Pebr Beron
sebagai penumpu dari bekisting pelat beton, selama beton beluln n1engeras. Dalan1 tahap Profil \X'F 96,76 34,5 3338,22

ini, balok baja harus mampu men1ikul beban-beban yang meliputi berat sendiri, berat
bekisting pelat serra berat beton yang masih belum mengeras. Setelah pelat beton mengeras 296,80 4538,46
n1aka aksi komposit akan mulai bekerja, sehingga semua beban layan yang ada (meliputi
beban mati dan hidup) akan dipikul oleh kon1ponen srruktur komposit.

1.1
Sistem pelaksanaan yang lain adalah dengan menggunakan tumpuan sementara
(shored) selama pelat beton belUlll mengeras. Turnpuan semen tara ini akan memikul berat 16 67
.
dari profil baja, bekisting pelat serra beton yang belum mengeras. Dengan digunakannya
tumpuan sementara akan dapat mengurangi tegangan yang timbul pada profil baja selama T
proses konstruksi. Setelah beton mengeras, pereneah dilepas dan beban-beban layan dipikul
n1elalui aksi komposit baja dan pelat beton.
T 45
------------l
15,29

41,71
• CONTOH 12.3:
Diketahui suatu penampang komposit dengan jarak antar balok 2,5 m. ~1utu beton yang
digunakan adalah lIe= 20 MPa dan mutu baja BJ 41. Beban hidup yang bekerja sebe­
sar 500 kg/m 2 • Hitunglah tegangan-tegangan yang terjadi pada penalnpang untuk sistem
1 ~
pelaksanaan tanpa peraneah (ullshored) dan untuk sisten1 pelaksanaan dengan peraneah __ IA.y _ 4538,46
= 15,29 em
(shored)~ y- IA - 296,80

I tr = 33500 + 96,76(34,5 - 15,29)2 + ~ (16,67)(12)3 + 200,04(15,29 - 6f


HIJ1IUTTIlllllllllfB 12 em 12
= 88871,524 em 4

t
I" 6 m ~I Sc 88871,524 = 5812,39 em 3

15,29

WF 450.200.9.14
88871,524 = 2130,7 em 3

Ssb
41,71

Ssa
88871,524 = 27012,62 em 3

L2,5 m -1 15,29-12
290 BAS 12 KOMPONEN STRUKTUR KOMPOSIT 12.4 SISTEM PELAKSANAAN KOMPONEN ... 291

a. Pemeriksaan tegangan untuk sistem pelaksanaan tanpa perancah (ullshored)


Perhitungan beban konstruksi:
lDIlIIIIuum;} I [III [11111 I IIII~
1. berat profil \'?F = 76 kg/m
2. berat pelat beron = 0,12(2400)(2,5) = 720 kg/m 3/8.q/L 5/4.q/L 3/8.q/L
3. berat bekisting = 50(2,5) = 125 kg/m

Total

,, ,,"l
= 921 kg/m

Tahap I: pelat beton belum mengeras, beban seluruhnya dipikul oleh profil baja
•, 1, ••• _ • ., . . .. ...,
t 3m J 3m J
jVi
max
= -~~Ll)(6r
8 = 4144,) kg.nl
... = 4,1445 ton.m = 4:1445.10 Nmm
1

M+ == JL .qL 2
128

A
7

~
A1IT'.L'C _ 4,1445xI0 = 27,815 MPa
ha = T - 1490xI0~ A

+
Jsb + = 27,815 f\.1Pa
= JsJ. '<4JlIllil1lP M- == 1,8.qL2
'ZQ[[[[[I1JY
2
'tthap II: beron sudah mengeras, beban hidup 500 kglm dipikul oleh penampang komposit.
= 3,91 ~1Pa
7
Beban hidup yang harus dipikul = 500(2,5) = 1250 kg/m Pada f.r : 0,58282 X 10
- ha =hb = 1490x10 3
M max = ~(I250)(6)2 = 5625 kg.m = 5,625.10 7
Nmm
8 7

Pada Ai : 1,036125xl0 = 6,95 MPa


Tambahan tegangan yang terjadi: ha = -hb = 1490xl03
7
f. = MIT''= = 5,625xl0 = _ 1,075 MPa
Tahap II: pel at beton sudah mengeras penunjang di tengah dilepaskan
c nxSc 9x581239xl0 3
Pada tengah bentang timbul momen lentur akibat RB dan beban hidup, yang besarnya:
7
7

Ar = 5180,625 + 5625 = 10805,625 kg.m = 10,805625.10 Nmm


= Al m.u _ 5,625xl0 7
ha SJ4 - 27012,62xl0 3 = - 2,08 MPa
+
J,
_
-
!v!
-- -
_ 10.S05625x10 _
- - 2,0
6 MP
.L a
c nXSc 9x5812,39xl03
7

M rr.= 5,625 X 10
hb = Sib 2130,7xl0 3 = 26,39 MPa
At[10,S05625xI0
7
= _ 4 Iv1Pa
ha = Sf': = 27012,62 X 10 3

-1,075 MPa -1,075 MPa i\I


7
10,805625 X 10 = + 50,71 MPa
-27,815 P-..1Pa hb = -- 3
Sih 2130,7xl0

I +27,815 MPa +26,39 MPa +54,205 MPa

b. Pemeriksaan tegangan untuk sistem pelaksanaan dengan perancah (shored) di


tengah bentang ~ BMD akibat R B

3885,47 5180,625

Tahap I: balok memikul 921 kg/m


kg.m kg.m

M + = ~.q.L2 = ~(921)(3)2 = 582,82 kg.m = 0,58282.10 7 N.mm

~
max 128 128
BMD akibat
q = 1250 kg/m
Mmax J:.... q.L 2 = !(92l)(3)2 = 1036,125 kg.ill = 1,036125.10 7 N.mnl
3885,47 5625

8 8
.,~
kg.m kg.m

; ~- j~ . . ~"---~-----......--------
j
292 BAB 12 KOMPONEN STRUKTUR KOMPOSIT 12.5 KUAT LENTUR NOMINAL 293

PadJ 3/8L dari tepi kiri tin1bul momen sebesar: Kuat lentur nominal dapat dihitung dari Gambar 1~.5.b:
7
lvr = 3885,47 + 3427,73 = 7313,2 kg.n1 = 7,3132.10 Nmm lvIn = C·dl
7
12.15
AI = 7,3132xl0
Ie 1,39 !v1Pa
Td 1 =A'f.(~+t-!!-)
3
n x 5c 9 x 5812,39 x 10 Atau = s- y 2 2 J
12.16
!v! 7,3132xl0
-~J =- 2,71 MPa
= 5s 'l = 27012,62 X 10 3
0,85.f'
I -I 4
r
7
lebar efektif bE
73132xl0 = + 3432 c

Ish =
~.~
!I If
5sb
I,
= 2130,7 x 10 3
, tl1Pa
rz-! !
1-.1
a
p---=- -
TegJngan total:
t L

f
d/2
L1? '
Pada tengah bentang Pada 3/8L dari kiri d 1 _ - - titik berat
Ie - 2,06 MPa - 1,39 MPa
Isa + 6,95 - 4 = + 2,95 MPa - 3,91 - 2,71 = - 6,62 MPa
Isb - 6,95 + 50,71 = + 54,62 MPa + 3,91 + 34,32 = + 38,23 MPa

U fy
UJ
fy fy

12.5 KUAT LENTUR NOMINAL Gambar 12.5 Kuat Lemur Nominal Berd:lSarkan Distribusi Tep.ngan Pbstis

Kuat lentur non1inal dari suatu komponen strllktur komposit (untuk n10men positif),
menurut SNI 03-1729-2002 pasal 12.4.2.1 ditentukan sebagai berikut:
Jika dari hasil perhitungan persamaan 12.14 ternyata a > t s' maka asumsi harus
h < 1680 diubah. Hasil ini menyarakan bahwa pelat beton tidak cukup kuat unruk
a. Untuk - - (J: mengimbangi gaya tarik yang timbul pada profl baja.
tw "J!

A1n kuat mon1en nominal yang dihitung berdasarkan distribllsi tegangan plastis 2. 5umbu netral plastis jatuh pada profil baja
pada penampang kon1posit Apabila ke dalan1 blok tegangan beton, fl, ternyata melebihi tebal pelat beton,
¢b = 0,85 maka distribusi tegangan dapat ditunjukkan seperti pada Gambar 12.5.c. Gaya
tekan, Cc' yang bekerja pada beron adalah sebesar:
A·f
S]
b. Untu k Cc = 0,85· f'c·bE·ts 12.17
O,85·f'·b E
i\!n kuat mon1en nominal yang dihitung berdasarkan superpOSlSl tegangan­ Dari keseimbangan gaya, diperoleh hubungan:
tegangan elastis yang mernperhitungkan pengaruh tun1puan sementara (perancah) T'=Cc+Cs 12.18
¢b = 0,90
Besarnya T' sekarang lebih kecil daripada AsJ;~ yaitu:
Kuat lentur nominal yang dihitung berdasarkan distribusi tegangan plastis, dapat
dikategorikan menjadi dua kasus sebagai berikut:
T' = As·!; - Cs 12.19
1. Sumbu nerral plastis jatuh pada pelat beton
Dengan menyamakan persamaan 12.18 dan 12.19 diperoleh:
Dengan mengacu pada Gambar 12.5, n1aka besar gaya tekan C adalah:
Cs = As·f]-Cc 12.20
C = 0,85f'c·fl·bE 12.12 2

Caya tarik T racia profl baja adalah sebesar: Atau dengan Inensubstitusikan persamaan 12.17, dipcroleh bentuk:

T = As!; 12.13
Cs
= As ·f] - 0,85·fc~bE·tJ
12.21
2
Dari keseimbangan gaya C = T, maka diperoleh:

Kuat lentur nominal diperoleh dengan memperhatikan Gambar 12.5.c:

As·fy
fl 12.14
O,85·f'·b E }yIn = Cc·d/ + ~·d/' 12.22

,
I
12.6 PENGHUBUNG GESER 295
294 BAB 12 KOMPONEN STRUKTUR KOMPOSIT

• CONTOH 12.5:
II CONTOH 12.4: Hitunglah kuat lentur nominal 1\1n dari penampang komposit berikut:
Hitunglah kuat lentur reneana dari komponen struktur balok komposit pada eontoh 12.2.
Asumsikan terdapat eukup penghubung geser sehingga balok dapat berperilaku sebagai JAWAB:
komponen struktur kornposit penuh. Asumsikan sumbu neual plastis jatuh di pe1at
beton, sehingga:
JAWAB: AI'f] 13440x240
Tentukan gaya tekan C dalam beron (gaya geser horizontal pada penemudn antara beton
dan baja). Karena balok diasumsikan berperilaku sebagai kOH1posit penuh, maka nilai C "- ~,,'utu pelat beton
a
0.85./ c·bE
1 °
0,85 X 2 x 1500

diamuil dari niiai terkeeil antara Asj~ dan 0,85j-;c·A. c:


AsJ;, == 4678(240) == 1122720 N J[ f
n
'c
:=
=
9
20 MPa
== 126,49 mm > tp (=120 mm)

0,85f'c·Ac == 0,85(20)(100)(2250) = 3825000 N


Karena tebal pelat bewn hanya 12 em, maka pelat bewn tidak dapat mengimbangi gaya
sehingga C == 1122720 N tarik A,/y yang timbul pada baja, sehingga lokasi sumbu netral plastis akan jatuh pada
profil baja (kasus 2).
C~ == 0,85f'c.bE.ts = 0,85(20)(1500)(120) == 3060000 ~

!' 1t, b l
~
,r
~

:=t~
O,85.f'c

C 1 a
C
5
= Ad] -0,85-1' ,-bE'I, = (l3440x240)-3060000 = 82800 N
2
Tinggi blok tekan pada sayap profil baja dihitung sebagai berikut:
2

I T Cs
bfxf]
82800
= 200x240 = 1,725 mm < If (= 17 mm)
d/2 df
d ~ T

1 ~fy~
1
d/2 Lokasi titik berat dari bagian tarik profil baja diukur dari serat bawah profil adalah

-;- == 134,4(30)-0,1725(20)(59,91375) == 29,21 em


Y 134,4 - 0,1725(20)

Gaya tekan resultan dapat diekspresikan sebagai: Kuat lentur nominal


C == 0,85f'c.Ac A1n = Cc.d2' + Cs·d2"
= 3060000(367,9) + 82800(307)
AtaUtl == C 1122720 = 29,3521 mm
O$5·f1c· b 0,85x 20x 2250 = 1151193600 Nmm
Cc
Gaya tekan resultan C terletak pada jarak al2 dari serat atas beton. Gaya tarik resultan
T terletak pada titik bercH profil WF, lengan momen dari momen kopel C dan T adalah
sebesar:
= (300/2)
C
s
d/\
• ~2'
t
y == d/2 + t - al2 + 100 - (29,3521/2) = 235,32395 mm I
T.,..l

Kuat lentur nominal dari komponen struktur komposit tersebut:

lvfn == C·.y == Ty == 1122720(235,32395) == 264202905,1 Nmm

Kuat lentur reneana:


¢bMn = 0,85(264202905,1) 12.6 PENGHUBUNG GESER
== 224572469,3 Nmm == 22,457 ton.m Gaya geser yang terjadi antara pelat bewn dan profil baja harus dipikul oleh sejumlah
penghubung geser, sehingga tidak terjadi slip pada saat masa layan.

12.6 PENGHUBUNG GESER 297


296 BAB 12 KOMPONEN STRUKTUR KOMPOSIT

Jika jllmbh penghubung geser tidJ.k cllkup banyak llnruk mencegah terjadinya slip
Besarnya gaya geser horizontal yang harus dipikul oleh penghubung geser diatllr
antara pe1at beron dan balok baja, mdka ana.lisis h.1rUS didasarkan pada perilJku aksi
dalaITI SNI 03-1729-2002 pasal 12.6.2. Pasal ini menyatakan bahwa untuk aksi kom­
komposit parsial. Unruk komponen srruktur konlposit yang dianggap berperilaku sebagai
posit di mana beton nlengalanli gaya tekan akibat lentllr, gaya geser horizontal total yang
komposit parsial, maka momen inersia efektif Ieff balok komposit h~lfUS dihitung sebagai
bekerja pada daerah yang dibatasi oleh titik-titik rrlomen positif nuksinlum dan momen
nol yang berdekatan, harus diarrlbil sebagai nilai tcrkecil dari : As·J;~ 0,85!'c·Ac atall IQf1. berikut:
Selanjlltnya kita notasikan gaya geser horizontal ini dengan ~.
= l~ \~
12.26
1err- + (lrr - 1)
Jika besarnya ~ ditentukan oleh As!; atau 0,85! 'c·Ac' nlaka yang terjadi adalah
perilakll aksi komposit penllh, dan jllmlah penghllbung geser yang diperlukan an tara titik
Dengan:

nlomen nol dan momen n13ksimum adabh: adalah gaya tekan pada pelat beton untllk kondisi komposit penuh, N

Cf

Vh Is adalah monlen inersia penampang baja, mm~

lV1 = Qn 12.23 1tr adalah momen inersia penampang balok komposit penuh yang belum retak,
mm 4
Dengan ~ adalah kuat geser nominal satu buah penghubung geser. Jenis penghubung
IC2n adalah jllnllah kekuatan penghubung geser di sepanjang daerah yang dibatasi
geser yang disyaratkan dalanl SNI 03-1729-2002 pasal 12.6.1 adalah berupa jenis paku oleh momen positif dan momen nol, N
berkepaIa (stud) dengan panjang dalam kondisi terpasang tidak kurang dari 4 kali dia­
Il1eternya, atau berupa profil baja kanal hasil gilas panas. Rasio IQn/C minimal adalah 0,25 agar tidak rcrjadi slip berlebihan pada balok.
f
Kuat nominal penghubung geser jenis paku yang ditanam di dalam pelat beton masir~
ditentukan sesuai pasal 12.6.3, yaitu:
• CONTOH 12.6:

n
'<..n
== 05·A
'
~ /'.£c ~ A scJ./u
sc J, 12.24
Hitllnglah jumlah penghubung geser yang diperlukan pada komponen srruktur komposit

dalanl contoh 12.4~


Dengan:
A sc adalah luas penanlpang penghubung geser jenis paku, mm 2 JAWAB:

fu adalah tegangan punis penghubung geser jenis paku, lvfPa Data yang ada:
\X!f 300.150.6,5.9 BJ37
~ adalah kuat geser nominal untuk penghubung geser, N f'c = 20 ~!1Pa
rebal pelat beron, t = 10 enl
Kuat nominal penghubung geser jenis kanal yang ditanaln dalanl pelat beton masif,
panjang bentang, L = 9 m
diatur sesuai pasal 12.6.4, yaitu:

~ = 0,3(tf- + 0,5·tw)·Lc . ~ f'·E, 12.25


Gaya geser horizontal Vh akibat aksi komposit penuh adalah:

V = C= 1122720 )J

h
Dengan:

Lc adalah panjang penghubung geser jenis kanal, mnl


Gunakan stud connector 1;2 " X 5 em. Diameter maksimum stud yang diizinkan:

t f adalah tebal pelat sayap, mm 2,5.t = 2,5(9) = 22,) mm > Y2 " ( = 12,7 nlm)

f
t w adalah tebal pelat badan, mm
Luas penampang nlelintang satu buah stud COl1nector.
Persamaan 12.23 olenlberikan jumlah penghubung geser antara titik dengan nlonlen
nol dan momen maksimum, sehingga untuk sebuah balok yang tertumpu sederhana, di­ A = Jrx12,7:! = 12673 mm 2
sc 4 '
perlukan penghubung geser sejumlah 2·N1 yang harus diletakkan dengan jarak/spasi yang
sarna. }vfodulus elastisitas beton:
Persyaratan mengenai jarak antar penghubung geser diatur dalam SNI 03-1729-2002
pasa! 12.6.6 yang antara lain mensyararkan: £
c
= O,041.w L5 ft = 0,041 (2400) 1,5.J20 = 21550 l\.1Pa
1. selimut lateral minimum = 2S mm, kecuali ada dek baja
2. diameter maksimum == 2,5 X reba1 Hens profil baja Kllat geser satu buah stud connector.
3. jarak longitudinal minimum = 6 X diameter penghubung geser
4. jarak longitudinal maksimum = 8 X teba! pelat beron
C2n = 0,5·Asc ~ ['·E, = 0,5(126,73) ~20X21550 = 41599 N
5. jarak minimum dalam arah tegak lurus sumbu longitudinal = 4 X diameter Asci = 126,73(400) = 50692 N > 41599 N

6. jika digunakan dek baja gelombang, jarak minimum penghubung geser dapat
diperkecil menjadi 4 X diameter :. C2n = 41599 N

"- ••..----.,.. ..•, .. ~-r""..,.,.~~::""~ .. t'.-.-~-"""""------~---------------- --_ ..


298 12.6 PENGHUBUNG GESER 299
BAB 12 KOMPONEN STRUKTUR KOMPOSIT

Persyaratan jarak antar penghubung geser: JAWAB:


Jarak minimum longitudinal == 6d == 6(12,7) == 76,2 mnl a. perhitllngan beban

Jarak maksimum longitudinal == St == 8(100) = 800 mnl


beban mati: pelat beton = 0,1 x2400 = 240 kg/m
2
bekisting 15 kg/m
Jarak transversal == 4d = 4(12,7) == 50,8 nlm
2
mekanikal 20 ka/m
JllmIah stud yang diperlukan: 2
plafond 28 k;/m
partisi
9) kg!nl~
Vj, 1122720 2

iV== - = - - - == 2698:::: 28 buah = 398 kg/n1


Qn 41599 '
qo 2
beban hidup qL
= 400 kg/m
2
Gllnakan minimum 28 stud unruk ~/2 ben tang balok, atall 56 buah untuk keseluruhan beban konstruksi: D == 255 kg/m (beton + bekisting)

2
ben tang. Jika satu buah stud dipasang tiap penampang olelinrang, jarak antar stud
L == 100 kg/n1
adalah:
b. desain terhadap beban konstruksi (aksi komposit belum bekerja, karena beton belum
s = 9000/ = 320 mm
/56/2
mengeras)
qu = 2,25(1,2(255) + 1,6(100)) = 1048,5 kg/m

Gunakan 58 buah stud dengan penempatan seperti pada gambar berikut ini:
1
M == _.q.L 1
2 = -(1048,5)(8,5)2 = 9469,26 kgnl = 9,4693 ton.m
~ 2 x (1/2" x5 em stud) u 8 u 8

*
~
Mil = 438,39 em
3

4- U.
2 em
.1 ..1
Zperlu == ¢b X f,
Kontrol terhadap lendutan selama konstfuksi:
Batas lendutan = LI360 (tanpa beban hidup)
28 @ 32 em 2 em

q = 2,25(255) = 573,75 kglm = 5,7375 N/mm

~I
4 4
4
jj, == 5qL == 5qL == 5 X 5,7375 X 8500 == 8258,7 em4
• CONTOH 12.7: 384£1 xperlu 384m 384x200000x23,61
Desainlah sebuah balok komposit interior pada denah lantai berikut. Asumsikan bahwa
seIaIna konstruksi tidak digunakan peraneah (ulZJhored). Gunakan mutu baja BJ 37, f'e
c. desain balok komposit
== 20 MPa (n == 9) dan tebal pelat Jantai adalah 10 em.
qu = 2,25(1,2(398) + 1,6(400)) = 2514,6 kg/m

I 9,00 m (4@2,25 m) M == ~.q .I2 == ~(2514,6)(8,5)2 = 22709,98 kgm


u 8 u 8
= 2,270998 x 10
8
Nmm

I
I~

~ Mu
A, p,du == ¢x fJX(~ +t-!i')
Untuk t = 100 mm dan a diasumsikan sarna dengan 25 mm, maka
I t - Y2 a = 87,5 mm
8,5 m
8
2,270998 X 10 = 4687,3 mm 2 (untuk WF 300)
A~ perlu == 0,85(240)(150 + 87,5)

8
2,270998 X 10 = 4240,89 mm 2 (untuk \Xlf 350)
As perlu =
0,85(240)(175 + 87,5)
G=D I I I ,~
8
2,270998 X 10 2 (untuk W'F 400)
As perlu == 0,85(240)(200 + 87,5) == 3872,11 mm

~ )

•.•,i't:~
~t'\:;?S
300 BAB 12 KOMPONEN STRUKTUR KOMPOSIT 12.6 PENGHUBUNG GESER 301

Dicoba \'VF 350.175 (!x = 11100 eD1 4, z'x = 689,12 3


em , A = 52,68 2
em )
I;;;~ ~ 2 stud -" -5 em
tv1cnentukan lebar efektif, bE' diarnbil nilai tcrkeeit dari:
bE = lJi·L = lA (8,5) = 2,125 01

= bo = 2,25 m
bE
sehingga bE diambil sarna dengan 2,125 m U,
2 em 36 @ 23,5 em
.U 2 em

Asumsikan sumbu nctral plastis berada di pelat beton, sehingga:

a = AsXfy _ 5268x240 e. menghitung kuat geser penampang


0,85xffcxbE - 0,85x20x2125 = 35 mm 100 nlm OK
< Vu = (2514,6 + 1,2(49,6))(8,5/2) = 10940 kg = 10,94 ton

lj>Vn = 0,9(0,6f)·h.tw = 0,9(0,6)(240)(346)(6)


Kuat lentur nominal dihitung sebagai berikut:
= 26,9 ton > Vu OK
lvfn =A.I'(d
sly
. 2
aJ
-+t-­
2 !!...- = 346-2(9+14) == 42,85 < 1100 = 71
til' 7 "rt:
= 5268(240) ( 3~6 + 100 - ~J
II CONTOH 12.8:
= 323033760 Nmm Desainlah sebuah balok komposit interior dengan bentang 9 m dan jarak antar balok
tj>b·!Vln == 0,85(323033760) 2,4 m. Gunakan jumlah minimum stud -% " - 7,5 em. Tebal pelat beton adalah 12 effi.
= 274578696 Nmm > M u (2,3247.10 8 N01nl) OK Tidak digunakan peraneah selarna konstruksi, dan mutu baja yang digunakan adalah BJ
41, f'c = 20 tv1Pa, 11 = 9.
(Mu direvisi setelah ditambahkan berat sendiri balok)

fUJI~
d. menghitung jumlah stud 12 em
r--------------,~
Vh = 0,85flc·a.bE = As x J;, = 5268(240) = 1264320 N
I
Gunakan stud Yz II x 5 em, kuat geser 1 buah stud diambil dari nilai yang terkeeil I.. L=9m ~I
di antara:

Ql = 0,5.Asc~ffcXEc = 0,5(l26,73).-)20X21550 = 41599 N

Ascj~ = 126,73(400) = 50692 N > 41599 N

Ambit ~ = 41599 N
]umlah stud yang dibutuhkan: L2,4 m-J
Vh _ 1264320 = 30,39 ~ 32 buah (untuk Yz bentang)
N = Qn - 41599 JAWAB:
a. perhitungan beban
Untuk keseluruhan ben tang dipasang 64 buah stud, jika pada tiap penampang melin­ beban mati : pelat bewn = 0,12(2400) 288 kglrn 2
tang dipasang 2 buah stud, maka jarak an tar stud adalah: bekisting 15 kg/m 2
8500 mekanikal 20 kg/m:!
S =- - = 274,2 mm ::::: 27,5 em

\
31 plafond 28 kg/m 2

I
partisi 100 kg/m~
Smin = 6t1 = 7,62 em qo 451 kg/m 2
S
max
= 8t = 80 COl beban hidup: qL = 400 kg/m
2
I

f
J

j
-~ ~
302 BAB 12 KOMPONEN STRUKTUR KOMPOSIT
12.6 PENGHUBUNG GESER 303

be ban konstruksi : D = 303 kg/m 2 (beron + bekisting)


L = 100 kg/m 2 d. untllk mcndapatkan jllnllah minimunl penghubllng gescr maka jarak :lI1t.U peng­
hllbung gescr harlls dibuat maksimal:
b. desain terhadap beban konstruksi (pebt beton belum mengeras) = 8 X t pdat = 8(12) =: 96 em
qu = 2,4(1,2(303) + 1,6(100)) = 1256,64 kg/m

Mu = ~.q ·L
2
= -.!.(1256,64)(9)2 = 12723,48 jllnl1ah penghubung geser = ~L = ~X9 = 10,375 ::::: 12 buah
8 u 8 kgm 4 4
dipasang total 12 buah penghllbung geser, sehingga ul1tuk V2 bentang terdapat 6
= 12723,48 . 10 4 Nmm bllah penghllbung geser.
4
Zperlu ~ = 12723,48xl0 = 565488 mn1 3 = 565,488 em 3 Kual geser nOininal 6 buah penghubung geser tipe stud adalah:

¢·f] 0,9 x 250

L ~ =: 6 x (0,5 X Asc X~f'c.E()

Kontrol terhadap Iendutan selama konstruksi

=
Batas Iendutan L/360 = 9000/360 = 25 mm =6 X (0,5 x~xnx252x.J20x21550) = 967170 N

4
q = 2,4(303) = 727,2 kg/m = 7,272 N/mm

4 Tmax =: As X 1; = 6314 X 250 == 1578500 N

L1 5·q·L
=- -- ---+1 = 5.q. L4_
384·E·l perlu 384.E.~ Karena L ~ < Tmax maka sumbu netral plastis jatuh pada penampang baja.

4 e. filenentllkan letak sumbu netral plastis


perlu
5X7,272x9000 = 12424,9 em 4
I = 384 x 200000x 25 asumsikan bahwa sllmbu netrai plastis jatuh pada Bens tekan, sehingga dari kese--­
imbangan gaya diperoleh hubungan:
c. desain balok komposit L ~ + Cf = Tmax - Cf

qu = 2,4(1,2(451) + 1,6(400)) = 2834,88 kg/m


967170 + Cf == 1578500 - Cf

Mu = -.!..q 2
2·Cf = 611330 -7 Cf = 305665 N
8 u ·L = -.!.(2834,88)(9)2
8 = 28703,16 kgm

= 28703,16 . 10 4 Nmm
. . . CI 305665
letak sumbu netral plastls dan tept atas £lens == - b I =--­
IX] 250x175
Mil
As perlu = 6,986 mm
¢·I .(!i+t-~J
2
J 2

Untuk t = 120 mm & a = 25 mm -7 t - a/2 = 120 - 25/2 = 107,5 mm


+ - - I Qn
A
s perlu
= 0,85(240)(150+
28703,16xlO'
107,5)
= 4687,3 mm 2 (umuk WF 300) • t ~I -=:::::::=J..L.-­ ... c,

A - 28703,16xI0 4
2

s perlu - 0,85(240)(175+ 107,5) = 4781,37 mm (untuk WF 350)


T~I t

I 133,84

28703,16xl0 4
II.+­ f ---.4
A s perlu = 2 y

0,85(240)(200 + 87,5) = 3872,11 mm (untuk WF 400)

Coba profl WF 350.175.7.11


Letak garis kerja T diukur dari tepi bawah Bens baja dihitung sebagai berikut
Menentukan lebar efektif bE:
Luas, A(em 2) Lengan, y( em) A Xy (em 3)
1 1
bE ="4L = "4x9 = 2,25 m }
ProfiI WF 63,14 17.5 llO-i,95
£lens - 12,22 34,65 - 423,423
Ambil bE = 2,25 m
bE = bo = 2,4 m 50,92 681,527

~
---I
304 8/\8 12 KOMPONEN STRUKTUR KOMPOSIT 12.7 8ALOK KOMPOSIT PADA DAERAH ... 305

681,527 / Tn (uDruk d,~;:rah I1h.lmen negatif) = AsrfT 12.27


Y= - - - - = 13,384 em = 13.:3 84 n1m
. 50,92 '
n
C (unruk d~~~rah nlomen positif) = A s'l:r 12.28
f. menghitung ku~t lentur nominal
untuk menghitung kllat lentur nominal, terlebih dahulu harlls dihitung nilai a dengan Dengan:
menyamakan LQ, dengan Cc = O,85/'c· bE· a· .1,r adabh !L:1S torJ..! tulangan longitudinal pada tumpuan interior yang terletak di
LQ __ dalam ld:\.lf efektif £lens bE
a !l = 2),18) mOl A;' addbh h:'lS toul rulangan tekan, pada lokasi nlonlen positif maksimum dan
0,85 X 20 X 2250
terletak 2i dalJD1 lebar efektif bE
Tentukan n10men internal terhad~F' ritik kerja T
ir actalah r;:gJ.ngan leleh minimum dan tuiangan longitlldinai
L Qn : M nl = LQn(d - j + t s - a/2.)

= 967170(350 - 133,84 + 120 - (25,285/2))


= 312896420,5 ~mm
• CONTOH 12.9: __

Tentukan letak sllmbu nerral plastis dan hitung kuat lentur nominal A1n dari suatu balok

Cf : M n2 = Ct~d - Y - (6,986/2)) komposit yang rncmiklll momen negatif. Profil \X!F 300x150x6,5x9 dengan mutu baja
= 175(6,986)(250)(350 - 133,84 - 3,493) B] 3: serra tulans~n berdiameter 16 mm If;r
= 400 l\1Pa).
= 64999010,2 Nmm
lvIn = /V/nl + /VIIl ? = 377895430,7 Nmm JA\~-\B:
a. menentukan !~tak sumbu netraI plastis
<p{Al1l = O,85x377895430,7 Akib,H momeil negarif pelar heton berada dalam kondisi tarik, sehingga pelat diabai­
= 321211116,1 Nnun:::: 32,12 ton.m > l\l ( = 29,3056 ton.m) kan dalam an.uisa. Tulangan memberikan kontribusi berupa tahanan tarik nominal
u
Alu yang diperhitllngkan adalah Alu setelah ditanlbahkan berat sendiri balok, yaitu T yang besarn va adalah:
~ A" 'X.I;, = ~ x It X 162)(400) = 804247 N
= 28703,16 kg.m + X (1,2)(49,6)(9)1 = 29305,8 kg.m = 29,3056 ton.ln
" T" 10(

Caya tekan nominal maksimum dari profil \'\TF 300 adalah sebesar:

12.7
Cmak~ = As X f; = 4678(240) = 1122720 N

SALOK KOMPOSIT PADA DAERAH MOMEN NEGATIF


Karena Cmaks > ~r' sumbu netral plastis akan jatuh pada profil WF, dan kesetimban­
Pada umumnya daerah momen positif pada suatu struktur b~lok n1cnerus dapat didesain gan gaya dapar diekspresikan sebagai berikur:
sebagai suatu komponen struktur komposit, sedangkan daerah n10men negatif lebih sering T +T =C , - TS
Sf > IT:.i...--.5
didesain sebagai kon1ponen struktur non komposit. Namun SNI 03-1729-2002 nlengi­
2Ts , - TH = 1122720 - 804247 = 318473 N
= C m.i.."-S
jinkan penggunaan sistem komposit ini pada daerah n10men negatif Pada pasal 12.4.2.3
~ = 159236,5 N
dinyatakan bahwa penampang komposit dapat didesain untuk memikul rnon1en negatif
sejauh hal-hal berikllt dipenuhi: Jika sun1bu ncual plastis jatuh di £lens, maka jarak sumbu netral plastis dari tepi atas
1. balok baja mempunyai penampang kOlnpak yang diberi pengaku n1cmadai Hens adalah sebesar:
2. pelat beton dan balok baja di daerah n10men negatif harlls disatukan dengan
penghubung geser ~ 159236,5 = 4,42 mm < t (= 9 mnl) OK
f
f}xb f 240x150
3. tlllangan pelat yang sejajar dengan balok baja di sepanjang d~erah lebar efektif
pelat beton harus diangker dengan baik
b. menghitung k~at lentur nominal, i\In • Terlebih dahulu tentukan letak garis kerja gaya
Tulangan yang diletakkan sejajar dengan sunlbu longitudinal balok b~ja, dan terle­ Cs yang diukur dari bagian bawah profil.
tak pada pelat beton yang men1iliki lebar efektif bE dapat digunakan sebagai bagian dari
Luas, /hcrn l ) Lengan, y(cm) A x y (cm'~)
penan1pang komposit efektif Hal ini dapat digunakan pada daerah momen positif mallplln
negatif Namun pada daerah n10nlen posirif, tulangan hanya men1berikan kontribusi yang Profil \\/F 46,:"3 15 701,7
sedikit. Hal yang sebaliknya terjadi pada pelat beton, di daerah nlomen negatif pelat beton Hens - 6,6.3 29,779 - 197,435
berada dalam keadaan tarik, padahal beton tidak memiliki kemampuan yang CUkllp dalanl
40,15 504,265
menahan gaya tarik, sehingga pada daerah monlen negatif pelat beton dapat diabaikan.
Jika tulangan yang dipasang pada pe1at beton hendak diperhitllngkan kontribusinya
pad~ penampang komposit, maka gaya yang timbul pada tulangan harlls ditransfer oleh - - 504265 = 12,56 em = 125,6 mOl
penghllbung geser. Kuat nominal yang timbul pada tlliangan dapat dihitung sebesar: l - 40.15

12.8 LENDUTAN 307


306 BAS 12 KOMPONEN STRUKTUR KOMPOSIT

Hirung momcn rerhJ.dap garis keria Cs : JAWAB:


Tsr : l\fni = ~r(d - .f + t - 50) Pcrhitllngan beban:
Beban mati:
= 804247(300 - 125,6 + 100 - 50)
Pelat beron = 0,12(2400)(2,5) 720 kg/m = 7,2 N/mnl
180473026,8 N mm Bekisring = 20(2,5) 50 kg/m = 0,5 N/mm
T) : A/n2 = ~(d - Y- (4,42/2)) l\1ekanikal = 20(2,5) 50 kg/nl = 0,5 N/mm
159236.5(300 - 125,6 - 2,21) Plafond = 28(2,5) 70 kg/m = 0,7 N/mm
Parrisi = 100(2,5) 250 kg/m = 2,5 N/mm
= 27418932,94 Nlnm 36,7 kg/nl= 0,367 N/mnl
B.s Profil
AIr. = j\l"l + .I.\/n2 = 207891959,7 Beban hidllp = 400(2,5) 1000 kg/m = 10 N/rnm
¢o'j\1n = 0,85(207891959,7) = 176708165,8 N mnl ~ 17,67 ton.Ol
Lendutan pada saat konsullksi:
Akibat pelat dan berat sendiri profil:
12.8 LENDUTAN
~
4
= 5X(7,2+0,367)x6000 = 8,85 mOl

Komponen suuktur komposir menliliki momen inersia yang lebih besar daripada kom­ ~l 4

384.£-1 5
384 X200000 X7210-10
ponen strukrur non komposir, akibatnya lendutan pada komponen strukrur komposit
Akibar bekisting:
akan lebih keci!. l\Iomen inersia dari komponen srruktur konlposit hanya dapat tercapai 1 4
setelah beton mengeras, sehingga lenduran yang diakibatkan oleh beban-beban yang bekerja A
ti)
5·q·L 5x0,5x6000
.
-
-
05
, 8 mOl
~
4
sebelunl beron mengeras, dihirung berdasarkan nlomen inersia dari profit baja saja. 384.£-15 384 X 200000 X7210-10
Pada daerah momen posirif, beron akan mengalami tekan secara berkesinambungan Total lendutan selama konstrllksi = ~l + ~2 = 9,43 mOl
yang akan mengakibatkan beton mengalami gejala rangkak (creep). Rangkak adalah salah Serelah pelat beton mengeras, aksi konlposit mulai bekerja sehingga monlen inersia ber­
satu bentuk deformasi suuktur yang terjadi akibat beban tekan yang bekerja secara terus tanlbah menjadi Irf' yang dapat dihitung sebagai berikut:
menerus. Serelah deformasi awal tercapai, deformasi tanlbahan yang diakibatkan rangkak b
akan terjadi secara perlahan dan dalam jangka waktu yang cukup lama. Lendutan jangka -.£ = -225 = 28,125 cnl
n 8
panjang yang terjadi pada komponen struktur komposit dapat diperkirakan dengan cara
mengurangi luas pelat beron sehingga momen inersia akan mengecil. Luasan pelat beton
biasanya direduksi dengan eara nlembagi lebar pelat dengan angka 2n atau 3n, dengan n
adalah rasio modulus.
r-- 28,125 em II
Pada konstruksi tanpa peraneah (umhored), diperlukan sebanyak tiga buah momen I 12 em
inersia yang berbeda untuk menentukan lendutan jangka panjang, yaitu:
1. Is' momen inersia dari profil baja, yang digunakan untuk menghitung lendutan
yang ditimbulkan oleh beban-beban yang bekerja sebelunl beton mengeras
2. It? momen inersia dari penampang komposit yang dihitung berdasarkan lebar
efekrif bin, digunakan untuk menghitung lendutan yang ditimbulkan oleh
beban hidup dan beban mati yang bekerja setelah beron mengeras
I ---­ -----1 30 em
3. It? yang dihitung berdasarkan lebar efektif bl2n, untuk menentukan besar len­


duran jangka panjang yang disebabkan oleh beban nlati yang bekerja setelah
beron mengeras

CONTOH 12.10:

Tentukan lendutan pada saat konstruksi serra lendutan jangka panjang dari konstruksi

1
komposit dengan profil wr: 300 X 150 X 6,5 X 9 dan data-data sebagai berikut:
Komponen A (em 2) y (em) Axy /0 d /0 + A·J2
Tebal pelat, t = 12 em 6261,84
Pelat Beton 337,5 6 2025 4050 2,56
bE = 225 em WF 300 46,78 27 1263,06 7210 18,44 23116,77
bo = 2,5 m 3288,06 29378,61
384,28
f'e = 27,5 MPa
L = Gm Y = 3288,06 = 8,56 em
\ n =8 . 384,28
308 BAB 12 KOMPONEN STRUKTUR KOMPOSIT 12.9 DEK BAJA GELO~J1BANG 309

Lcndutan akibat bcban nlekanikal, plafand dan partlSl: 4. Lendlltan j.mgka panjang tanpa bebJ.n hiclup:
L1.1 ~ = 5x(0,5+0,7+2,5)x6000'\ ~I + ~~ = 8,85 + 1,23 = 10,08 mm
1,06 mm

384·E.Jtr
384 X 200000 X 29378,61.1 0 4

5. Lendut.ln jangka ranjang dcngan beban hidllp:


Lendutan akibat beban hidllp:
~I + ~-t + L1 3 = 8,85 + 2,87 + 1,23 = 12,95 nun
L1 = 5· q' L ~ = 5 X 10 X 6000 -i . = 2,87 m n1
4 384·E·!tr 3S4x200000x29378,61.10-i
12.9 DEK BAJA GELOMBANG

Untuk nlcnghitung lendutan jangka panjang akibat bcban rangkak kbar efektif pelat beron

direduksi SCbCScli 50(}~J seLiIlgga:


Perkemb.lngan sUllktur komposit dimubi dengan digunakannya dek baja gelombang.
b 225 _
yang sebin berfungsi sebagai bekisting s~at pebt beron dieetak, juga berfungsi sebagai
-L = - - = 14,062) em tubngan positif bagi pelat beron. Pengguruan dek baja juga d~lpat dipertimbangkan se­
2" 2x8
bdgai dukllngan dalam arah !Jteral dari balok sebelum beron l1Hdai mengeras. Arah dari

r-Li4,0625 em
gelombang dek baja biasanya diletakkan tegak lurus balok penopangnya.
Persy·aratan dek baja gelon1bang dan penghubllng gesernya llntuk digllnakan dalam
komponcn strukrur kOInposit diatur dalam SNI 03-1729-2002 pasal 12.4.5.1. DalaIn pasal
-l ini disyaratkan:

12em T 1. tinggi maksinllUTI dek baja, h < 75 n1m


2. leba; r.ua-rara minimum dari ~elombang dek, u'r > 50 n101, lebar ini tidak baleh

T1
30 em
lebih bc:sar dari leb3r bersih minin1UI11 pada tepi atas dek baja
3. rebal pelat Ininimum diukllr dari tepi atas dek baja = 50 n1m
4. diarnerer maksimum stud rang dipakai = 20 mm, dan dibs 1angsung pada Bens
balok baja
5. tinggi minimum stud diukllr dari sisi dek baja paling atas = 40 01n1

L T
h'sl hrI

Komponcn A (em 2) y (em) Axy 10 d 10 + A·,i­


Pela( Beroll 168,75 6 1012,5 2025 4,56 5533,92
WF 300 46.78 27 1263,06 7210 16,44 19853,4 GambaI' 12.6 Pcnampang ~1dinrJ.ng Dck Baja Gdnmbang

215,53 2275,56 25387,32


Jika gelombang pada dek baja dipasang tegak lurus terhadap balok penopangnya,
- 2275,56 = 10,56 em nMka kuat nominal penghubung geser jenis paku harus direduksi dengan suatu faktor. r~
~y = 215,53 yang besarnya ditetapkan sebagai berikut:
Lendutan jangka panjang akibat rangkak:

L1 5
l
5·q·L _ 5x(0,5+0,7+2,5)x6000 4 "s =' ~,8: (~)[(
\J 1\ , h,
~', )-1,0] ~ 1,0 12.29
1,23 mIn
384·E.Jtr - 384 X 200000 X 25387,32,1 0 4

Dengan:

RANGKU~IAN: r, adalah faktor reduksi


1. Lendutan pada saat konstruksi (aksi komposit belurn bckerja): iVr adabh jumlah penghllbllng geser jenis p~l--u pada setiap gelombang pada
L1\ + L1 2 = 8,85 + 0,58 = 9,43 mm potongan n1e1intang balok baja
Hs adalah tinggi penghubung geser jenis paku ~ (h r + 75 rom)
2. Lendutan jangka pendek tanpa beban hidllp: hr adalah tinggi nominal ge10mbang dek baja
~I + L1} = 8,85 + 1,06 = 9,91 mm w r adalah lebar efekrif ge10mbang dek baja
3. , Lendlltan jangka pendek dengan beban hidup: Jarak antar penghllbung geser tersebut dalam arah longitudinal tidak baleh lebih dari
L1 1 + L1 3 + L14 = 8,85 + 1,06 + 2,87 = 12,78 I11nl 900 n101.
J

1
"Ji
------------ ~ ,....".-··""----3" H, 'F""",~'"''
310 BAB 12 KOMPONEN STRUKTUR KOMPOSIT 12.9 DEK B.t..J:', GELOMBANG 311

b. lv1enghitung kuat lentur balok komposit


II CONTOH 12.11:
l':onstruksi balok lantJ.i yang digunakan bersama dengan dek baja gelombang (eompodeck)
Setelah pelat beron mengeras, n1aka beban terfaktor yang har-us dipikul oleh baJok
dan beron membentuk suatu struktur komposir. Gelombang dari eompodeek diletakkan kon1posit adaIah:

tegak lurus balok. Panjang bentang balok adabh lOIn dan jarak an tar balok 3 In (as ke qu = 1,2(3 X (240 + 50 + 66» + 1,6(3 X 250) = 2481.6 kg/m
as). Tebal total pelat beton adalah 12 em. Ivlutll baja BJ 37, f'c = 20 ~'lPa. Berat pelat
2
Ai = ~'q
8 u
·I 2 = ~(2481,6)(10)2 = 31020
8 ---.
kg.m = 31020-10 4 Nmm
dan deek adalah 240 kg/m 2, beban hid up 250 kg/m 2 , beban partisi 50 kg/m . Tidak ada
u

2
peraneah selama konstruksi dan beban hidup konstrllksi adalah 100 kg/ m . Desainlah Lebar efektif pelat beton diambil dari nilai terkeeil antara:

balok tersebllt hitung pula kebutuhan penghubung geser yang diperlllkaI1. bE = Vl L = ~:i (10) = 2,5 m

Data compodeck adalah sebagai berikllt:


bE = bo = 3 111
Sehingga lebar efektif diambil sebesar 2,5 m.
tc = 7 cm Misalkan sumbu nerral plastis jatllh di pelat beton, maka tinggi blok tegangan tekan
pada balok beron adalah:
I I
hr =51 cm I I I As X f y 8412 x240
a , = 47,5 mm < t = 70 mn1
0,85xf'cxb£ O,85x20x2500 ::
Karena a < t c' berarti sumbu netral plastis jatuh pada pelat beton, dan sesuai dengan
asumsi semula.
KUJt lentur nominal balok komposit:
Mn = A s'f)d/2 + t - a/2) = 8412(240)(200 + 120 - (-47,5/2)
= 598093200 Nmm
(h· j \1n = 0,85(598093200) = 508379220 Nn1m > lvfu OK

JAWAB: Selanjutnya balok harus diperiksa pula terhadap geser:


a. Desain balok baja V == ~.q ·I = ~(2481,6)(10) = 12408 kg = 124080 N
Beban mati: Pelat beton + metal deck = 240(3) = 720 kg/m u 2 u 2
Partisi = 50(3) = 150 kg/n1
¢V:l = ¢·0,6J;.h tUJ o
= 0,9(0,6)(240)(342)(8) = 354585,6 N > Vu OK
Beban hidup: 250(3) = 750 kg/nl
qu = 1,2QD + 1,6Q1. = 1,2(720 + 150) + 1,6(750) = 2244 kg/m
b - 400-2(13+16) '" 42,75 < 1100 _ 71
- - 8
.fJ; - OK
!vi 1 ·I-I
= -.q = 1 22 44 x 10­I = 28050 k'g.m
-x = 28050·10 4 NOln1 till
1I 8 u 8
c. l\1enghitllng kebutuhan penghubung geser
Asumsikan a = 50 mm dan d = 400 Karena kuat lentur balok kon1posit eukup besar dibandingkan 1110men lentur yang
4
AI,. _ 28050.10 timbul akibat beban, nlaka akan lebih mengllntungkan jika digunakan aksi komposit
As perlu = ¢I (1S. +t- ~) - 0,85(240)(200+ 120-25) parsiai. TerIebih dahulu dihitllng jumlah penghubung geser yang diperlukan unruk
J menimbulkan aksi kon1posit penuh.
= 4661 mm 2 = 46,61 cm
1 Untuk aksi komposit penuh, C = Vh = 0,85j'c·a·bE = As!; = 2018880 N
1 Gunakan stud -Mil - 10 em CAse = 285 mm 2) satu buah tiap penampang.
Dicoba menggunakan profil WF 400.200.8.13 (As = 84,12 CIn )
Faktor reduksi kekuatan stud, r (N = 1, H = 10 em)
0'85(~flrJ[HI_:0]r< 10
Sebdum beron mengeras balok baja n1emikul:
Beban hidup pada saat konstruksi = 3 X 100 = 300 kg/nl r =
Beban mati = 3(240 + 66) = 918 kg/m s IN: h, h,' ,
s

qu = 1,2(918) + 1,6(300) = 1581,6 kg/m O'85(200J[100 -1,0] = 3,4 > 1,0


1 50 50
Jdu = ·qu· L2 = (1581,6)(10)2 == 19770 kg.m = 19770·10·i Nmm
ambil rs == 1,0. Untuk f'c = 20 MPa, modulus elastisitas beton adalah:
Karena \VF 400.200.8.13 term:lsuk penampang kompak maka
Ec = O,041.w1. 5 .fj': == O,041(2400)l.s.J2Q = 21550 ~fPa
= M p == ZxJ; = 1285,95·103 X 240 = 308628000
lvin Nmm
Kuat geser satu buah stud:
¢Mn = 0,9(308628000) = 277765200 Nmm > lvfu OK
~ = O,5·A sc ~ ffcxE c == 0,5(285) ~20X21550 = 93550 ~

12.9 DEK BAJA GELOMBANG 313


312 BAB 12 KOMPONEN STRUKTUR KOMPOSIT

Asci= 285(400) = 114000 N > 93550 N OK


- 1020,59 = 15,14 em
]umlah stud yang diperlukan: .Y = 67,4

N = Vh = 2018880 = 21,58 ~ 22 stud (untuk 1/2 bentang)


Besarnya a dihitung d,lri persamaan:
Qn 93550 IQ 1216150
a = Of = 28 61 mrn
0,85 x ! ~XbE 0,85x20x2500 '
Sehingga untuk keseluruhan bentang dibutuhkan 44 buah stud agar terjadi aksi
komposit penuh. ]ika tiap 2 gelombang dipasang 1 buah stud, n1aka jarak antar Tentuk2n mamen internal terhadap garis kerja Ts:
)" () • 1'vf . = In (d - 1 =) 1.4 + t - a12)
stud adalah 2(200) = 400 mm, sehingga jumlah stud yang dipak;:l.i ~(b!ah sebaTIyak -~"1' - -n1 '-:"1'_. -- -, S '

(l0000/400) + 1 = 26 stud, atau 13 buah tiap Y2 ben tang. = 1216150(400 - 151,4 + 120 - 28.61/2)

I ~ = 13(93550) = 1216150 N = 430875864,3 1\ mm


Ci : !vIn2 = Ct{d - 151,4 - 4,18)
karena As!; = 8412(240) = 2018880 N > L~, maka ada bagian dari prafil baja
== 401365(400 - 151,4 - 4,18)
yang berada dalam tekan.
== 96-i2392/,6 Nmm
fif':l = !vInl + l\-!::2 = 52729979,19 Kmm
¢c·.\-In == 0,85(52729979,19)
4,18 mm
== 4.48204823,1 Kmm = 44,82 ton.m > !vIu ( = 31,02 ton.m)
1 ..
L On
Cf Jadi dapat dipasang 26 buah stud 314" - 10 em dengan jarak 400 mrn (tiap 2
T gelombmg dek baja)

1--... d. Kontrol lendutan


Sebelum beton mengeras
1D = 3(240 + 66) = 918 kglrn == 9,18 N/mm
I T
~. = 5x9.l8XI0000~
~ ~
151,4 mm = 25,22 mnl
4
1 384 X200000 X23700.10

Keseimbangan gaya yang terjadi: lendutan akibat beban hidup selama konsuuksi
qr == 3 X 100 = 300 kg/m = 3 N/mm
L~ + Cf 4
Tm:u - Cf A-
o~
= 5x3X10000 .
== 8?4
,~ mm
1216150 + Cf = 2018880 - Cf 384 X200000 X23700.10
2 X Cf = 802730 setelah beton mengeras aksi komposit mulai bekerja, momen inersia penaInpang kon1­

Cf = 401365 N posit, It: dihitung sebagai berikut:


27,77
Letak sumbu netral plastis dihitung dari sebelah atas Bens tekan adalah:
Cf 401365

f = 200x2 4 0 = 8,36 = 13
-b
fX y
mnl « tf Olm )

1 7
5
}v1aka dari hitungan tersebut dapat dikatakan bahwa sumbu netral plastis jatuh pada T E 200000 _ 9 28 "" 9
Bens tekan. n =~
E = 21550 - ,
c

Letak garis kerja r: diukur dari tepi bawah Bens baja dihitung sebagai berikut: L'_ 2500 == 277,7rnr:t
-;; = -9

I
Luas, A(cm 2 ) Lengan, y(cm) A x y (cm 3)
Profil WF 84,12 20 1682,4
Hens - 16,72 39,582 - 661,81

67,4 1020,59

314 BAS 12 KOMPONEN STRUKTUR KOMPOSIT


12.10 KOLOM KOMPOSIT 315

Komponen A (cm 2 ) y (em) Axy 10 d ~) + A·J!- = 52429,2 em 4


4
Pelat Beron 194,39 3,5 680,365 793,76 8,61 15204,3 5 X 1,5 X 10000
\VF 300 Lis 1,86 mnl
84,12 32 2691,84 23700 19,89 56978,8 384 X 200000x 52429,2.10
4

278,51 3372,205 72183,1 Lendutan total yang terjadi:


~l + Li 3 + Lis = 25,22 + 7,96 + 1,86
= 35,04 n1m < = 41,6 mnl OK
- = 3372205 = 12,11 em
y 278,51
12.10 KOLorv' KOr~1POSIT
Karcna struktur dianggap sebagai balok komposit parsial, maka n10men inersia harus
direduksi sebagai berikut: Kololn komposit dapat dibentuk dari pipa baja yang diisi dengan beton polos arau dapat
It'"
er =I+(l-I)~Ln/Cf
s ts s '-<..JI
pula dari profil baja hasil gilas panas yang dibungkus dengan beton dan diberi tulangan
baja serta sengkang, seperti halnya pada kolom beton biasa. Analisis dari kolonl komposit
= 23700 + (72183,1 - 23700) ~1216150/2018880 hampir sarna dengan analisis komponen struktur tekan, namun dengan nilai J;~ E dan r
= 61327,7 em 4 yang telah dimodifikasi.
Persyaratan bagi suatu kolom komposit ditentukan dalam SNI 03-1729-2002 pasaI
lendutan akibat beban hidup:
12.3.1. Batasan-batasan berikut harus dipenuhi oleh suatll kolom komposit:
q = 3(250) = 750 kg/m = 7,5 N/nlnl 1. Luas penampang profil baja minimal sebesar 40/0 dari luas total penampang

~
4 melintang kolom komposit jika kurang maka komponen struktur tekan ini
5x7,5x10000 = 7,96 mIn J

akan beraksi sebagai kolom beton biasa


J 384 x200000x61327,7.10 4
2. Untuk profil baja yang diselubungi beton, persyaratan berikut harus dipenuhi:
lendutan jangka panjang akibat beban 11lati berupa partisi dihitung sebagai berikut: a. Tulangan longitudinal dan lateral harus digunakan, jarak antar pengikat
lateral tidak boleh lebih besar dari 2/3 dimensi terkecil penampang kolom
13,88 komposit. Luas penampang melintang dari tulangan longitudinal dan trans­

11
~ 1 7
versal 11linimum 0,18 mm2 per mm jarak antar tulangan longitudinal/trans­
versal
b. Selimut beton harus diberikan minimal setebal 40 mm dari tepi terluar
tulangan longitudinal dan transversal

- t
T r-- 1~-
c. Tulangan longitudinal harus dibuat menerus pada lantai tingkat kecuaIi
tulangan longitudinal yang hanya berfungsi sebagai kekangan beron
3. Kuat tekan beton,I'c berkisar antara 21 hingga 55 MPa untuk beton normal,
40 dan 11linimal 28 MPa untuk beton ringan
4. Tegangan leleh profil baja dan tulangan longitudinal tidak boleh melebihi 380

L
b 2500 = 138,8 mm
2; = 2x 9 !Y1Pa.
5. Untuk mencegah tekuk lokal pada pipa baja atau penampang baja berongga,
maka ketebalan dinding minimal disyaratkan sebagai berikut:
a. Untuk penampang persegi dengan sisi b, maka t 2: b ~ I y 1£ _
Komponen A (em:!) J (em) Axy 1 0 b. Untllk penampang lingkaran dengan diameter D maka t 2: D ~ I y 18£
d 10 + A·tP
J

Pelat Beton 97,16 3,5 340,06 396,73 13,22 17377,2 Tata cara perhitungan kuat rencana kolom komposit diatur dalam SNI 03-1729-2002
\XrF 300 84.12 32 2691,84 23700 15,28 43340,2 pasal 12.3.2. Dalam pasal ini dinyatakan bahwa kuat rencana kolom komposit adalah:
181,28 3031,9 60717,4 Nu = ¢c·Nn 12.30

Dengan:
- = 3031,9 = 16,72 em ¢c = 0,85
y 18128
N n = A.f
sJ cr
= ­ 1m] 12.31
IeFf = Is + (lu' - J~) ~r.Qn / Cf (j)

= 23700 + (60717,4 - 23700) ~1216150/2018880 Nilai dari w ditentukan sebagai berikut:


Untuk Ac < 0,25 maka w = 1 12.32.a

-~,-----

r"
316 BAB 12 KOMPONEN STRUKTUR KOMPOSIT 12.10 KOLOM KOMPOSIT 317

Kuat rencana maksimum yang dipikul oleh beton harus dianlbil sebesar 1,7·9c·f 'c·AB'
Untuk 0,25 < Ac < 1,2 maka CD==~ 12.32.b dengan ¢c = 0,60 dan A B adalah luas daerah pembebanan.
1,6 - 0,67.)..(

Untuk Ac ~ 1,2 maka CD == 1,25·'A/ 12.32.c • CONTOH 12.12:


Denaan' Hitunglah nilai kuat tekan rencana dari kolom komposit berikut:

rI;
~
vA " = k(L
12.33
c rm.n~E:: -r kL = 3.6 m

l(
iii ---'--1 4 em

i my == Ivy +c 1.Ivyr. J !' l/ A.'J


-Ar\ +c . . L 12.34
.~
'c = 25 MPa
As 2 C, Ai fy = 400 MPa

Em = E + C3"Ec"(~:J 12.35 ±m .. •
- <1>10-250

4022
E
c
== 0 041.w 1,5 .
'
.f1! 12.36
t- 50 em ----1
KETERANGAN: JA\VAB:

Ac adalah luas penampang beton, mm 2 Luas beton, A c == 500 X 500 == 250000 mm 2

Ar adalah luas penampang tulangan longitudinal, nlm 2 Luas protil, A s = 11980 mm 2


2

As adalah luas penanlpang profil baja, mm Periksa terhadap syarat luas minimum profil baja:
E adalah modulus eIastisitas baja, MPa

Ec adalah modulus eIastisitas beton, MPa


~ == 11980 xl000/o == 4,79~u > 40/0 OK
Ac 250000
Em adalah modulus eIastisitas kolom komposit, ~1Pa

Periksa syarat jarak sengkang/pengikat lateral:


fcr adalah tegangan tekan kritis, lv1Pa
2
m
1j'c
adalah tegangan leIeh kolom komposit, MPa
adalah tegangan leIeh profil baja, MPa
adalah kuat tekan karakteriscik beton, MPa

Jarak sengkang = 250 mm < -x 500 == 333,3 mm

Periksa syarat luas tulangan longitudinal:


3
OK

kc adalah faktor panjang efektif kolom


Jarak antar tulangan longitudinal == 500 - 2(40) - 2(10) - 22
L adalah panjang komponen struktur, mm
== 378 mm
rm adalah jari-jari girasi kolom komposit

w adalah berat jenis beton, kglm 3


Luas tulangan longitudinal == -.!..x It X 22 2

Ac
adalah paranleter kelangsingan

== 380,13 mm 2 > 0,18(378) == 68,04 mm 2 OK


<Pc
adalah faktor reduksi beban aksial tekan

w adalah faktor tekuk


Periksa syarat tulangan lateral:

Luas tulangan sengkang = !x It X 10 2

Koefisien cl' c 2' dan c3 ditentukan sebagai berikut: 4

a. Untuk pipa baja yang diisi beton: = 78,54 mm 2 > 0,18(250) == 45 nlm 2 OK
c t = 1,0 c2 = 0,85 c3 = 0,4
Hitung tegangan ldeh modifikasi:
b. Untuk profil baja yang dibungkus heron: Luas total tulangan longitudinal, A r = 4(380,13) = 1520,52 mm 2
=
c 1 0,7 c2 = 0,6 c3 == 0,2
Luas netto beton, A 250000 - 11980 - 1520,22 = 236499,78 mm 2
c ==

Jari-jari girasi kolom komposit diambil lebih besar daripada jari-jari girasi profil Untuk profil baja yang diberi selubung beton, maka:
baja dan kolom beton. Pendekatan yang konservatif adalah dengan menggunakan jari-jJ.ii c1 == 0,7 c2 = 0,6 c3 = 0,2
girasi yang terbesar antara profil baja dan kolonl beton, yang dapat dianlbil sebesar 0,3
kali dimensi dalam bidang tekuk. /., =i+ci.(Ar)+Cfl.(A
my As y AsI yr 2 c
c
)

rm = r > O,3·b 12.37


= 240 + 0,7(400) (1520,52) + 0,6(25) (236499,78)

Dengan
11980 11980

\ r adalah jari-jari girasi profil baja dalam bidang tekuk

b adalah dimensi terluar kolom heton dalam bidang rekuk


= 571,66 MPa
12.10 KOLOM KO~,lPOSIT 319
318 BAS 12 KOMPONEN STRUKTUR KOMPOSIT

Hitung modulus elastisiras nlodifikasi: Periksa keteb::d,lI1 minimum pipa

~
E = E + (3· E . ( A c
/; ~40-
A
) t. = D - =190,7 =2,33 mOl < 7 mm OK
01 C
01111 8£ 11~ 8x200000 =
J

= 200000 + 0,2(24100) (236499,78) Periksa luas penampdng minimum prahl baja terhadap Iuas ror;ll penampang komposir:
= 295152,66 MPa 11980 1 ( ' )) = 4"Jr
1 ( 190,7--176,7-
)
As = 4"Jr D--d- 1 ')
= 4039,77 mm­ )

]ari-jari girasi kolom komposit dianlbil dari niIai terbesar antara:


a. O,3b = 0,3(500) = 150 film l ,. _ ~n ~,.~, 1
A ~'Ti.~2
4···· = ~4 .IT{17(-.. 7)2 = )4'))/.4• .mm
2

b. r == 75,1 film
y
J ' m - l.-lV 111111
, .L
c ··\~'-·J·I -----, .

~ _ 4039,77 OK
Langkah selanjutnya adalah menghitung kuat tekan kolom komposir: A,+A, - 4039,77+24522,4 =0 0,141> 0,04

""< =o!.J:... rr::: =0 3600 571,66 = 0,336 Hirung nilai tegangan leleh modifikasi (f;n)' D10dulus elasrisiras D10difikasi (Em) dan
rm·Jr~E:: 150xJr 295152,66 jari-jari girasi (rm ): .

karena 0,25 < Ac < 1,2, maka I'


lmy
- I' + ( .f .
- lr I .If ~
(A,) + c
2
.f' .
c
(A.As. )
0) ~= 1,43 = 1,04
1,6 - 0,67 Ac 1,6 - 0,67(0,336) 2
= 240 + 0 + 0,85(25) (2452 ,4 )
4039,77
I' = !my = 571,66 = 549,67 MPa

lcr OJ 1,04

= 368,99 i\1Pa

N n = Asfcr = 11980(549,67) = 6585046,6 N


E = O,041.w l ,5fl' = O,041(2400)l.,m = 24100 rv1Pa
c
l/>Nn = 0,85(6585046,6) = 5597289,61 = 559,73
(~:)
ton
Em = E + (3· E<·
Kuat tekan aksiaI rencana dari profil WF 300.300.10.15 adalah:
¢Nns = 0,85(11980)(240) = 2443920 N = 200000 + 0,4(24100) (~4522~41
4039,;7 )

Beban tekan aksial rencana yang dipikul oleh beton:

= 258517 tv1Pa

l/>Nnc = ¢Nn - <t>Nns = 5597289,61 - 2443920 = 3153369,61 N rm = r pipJ = 65 mOl

1,7·if>-!'c·A b = 1,7(0,6)(25)(250000) = 6375000 > ¢Nnc OK tapi tidak kurang dari O,3D = 0,3(190,7) = 57,21 mn1 OK

Ac =0 !!:- [& =0 4000 /368,99 = 0,74


• CONTOH 12.13: rm·Jr~ E", 65xJr~ 258517
Periksalah apakah kolom pipa komposit berikut ini cukup untuk n1enahan gaya aksial

tekan Po = 20 ton dan PI. = 45 ton. Mutu baja yang digunakan adalah B] 37. karena 0,25 < )"c < 1,2, maka

OJ = 1,43 = 1,43 = 1,295


1,6-0,67 Ac 1,6-0,67(0,74)
Data lain:
!'c = 25 !v1Pa
D = 190,7 mm hr Imy = 368,9: = 284,93 tv1Pa
ill 1,29)
t = 7 mm
d = 0 - 2t = 190,7 - 2(7) = 176,7 nln1 Nn = A,ir = 4039,77(284,93) = 1151051,66 N
¢N = 0,85(1151051,66) = 978393,91 N = 97,84 ton> P u (= 96 ton)
n

JAWAB:
i Hitung gaya tekan aksial perlu, Pu :
lPU = 1,2Po + 1,6PL = 1,2(20) + 1,6(45) = 96 ton

I
I
_1_...
" --~. .- . ,>.~
320 BAB 12 KOMPONEN STRUKTUR KOMPOSIT SOAL-SOAL LJ.,TIHAN 321

SOAL-SOAL LATIHAN memikul b~ban konstruksi sebesar 90 kg/n1 2 dan bcban hidup 400 kg/n1 2• Desainlah profil
\,(/F yang meneukupi untuk memikul bebL1I1-beb.u1 terscbut!
P.12.1 - P.12.3

Hitunglah/tentukan lokasi sllnlbll netral penanlpang (diukllr d:lri sisi atas pdat beron)
P.12.12 Desainlah profil haja berikut penghubung gesernya berdasarkan kondisi berikut ini:
dan nlomen inersia, fer' untuk masing-masing penanlpang berikut ini:
Jarak antar balok = 1,5 nl
Panjang balok = 9 nl
Iv lebal Lebar f'e Tebal pelat total = 12 em
50a1 Profit UvfPa) peLu, efekrif. UvlPa)
Beban konstrllksi = 90 kg/rn 2
t, (em) bE (em)
Beban hidllp konstfuksi = 100 kg/ m 2
Pi 2. i '\\!F 500.200. i O. i 6 250 5 2U Berat pelat ~.c deck = 250 kg/m
2
P.12.2 \XfF 600.200.11.17 410 250 22,5
Behan partisi = 90 kg/m
2
P.12.3 WF 350.350.12.19 240 180 20
Beban plafon = 25 kg/n1 2
Beban hidup = 300 kglIn 2
Mutu baja, Iv = 240 MPa
r--bEi ~1utu beton,Y/,c = 27,5 .NIPa
I I
fu
Kuat tarik PUtllS stud, = 400 !v1Pa

~~It Dalam sistem konlposit ini digunakan dek baja gelonlbang dengan ukuran seperti ditun­
jukkan dalam Gambar 1: 12.12.

-.l
4 em
Profil baja T

6 em
Gambar P.l2.12

Gambar P.l2.1 - EI2.3 P.12.13 I-litunglah kuat tekan rencana dari konlponen struktur tekan komposit seperti pada
Gambar 1:12.13, dengan menggunakan mutu baja 1;. = 240 MPa dan mutu beton I'e =
30 MPa. Profil baja yang digunakan adalah \VT 350.350.12.19, dengan tulangan longi­
P.12.4 - P.12.6 tudinal 4D25 dan tulangan sengkang <p 10 - 250 mm.
Dari soal ~ 12.1 - :Po 12.3, hitunglah lokasi sumbu netral plastis diukur dari tepi atas pelat,

r~
tentukan pula besarnya kuat lentLlr nonlinal, Jdn , dari pen am pang tersebut! Asumsikan
penampang berperilaku komposit penuh.

P.12.7 - P.12.9
Agar terjadi perilaku aksi konlposit penuh dari penampang pada soal P 12.1 - 1: 12.3
hitunglah jumlah stud (penghubung geser) yang diperlukan, serta tentukan pula jarak antar 12 m

L
stud tersebut! Asumsikan balok mempunyai panjang ben tang sebesar 4 X bE' Gunakan
llkuran stud Y/' X 5 em, dengan fu
= 400 ~1Pa.

P.12.10 Sebuah sistem balok komposit interior dari profil \\7F 350.175.7.11 memikul pelat beron
setebal 10 em. Jarak an tar balok adalah sebesar 150 em dan panjang bentang balok adalah
750 em (7,5 m). Beban yang harus dipikul meliputi beban konstruksi 90 kg/n1 2 , beban
Gambar P.12.13
partisi 70 kg/m 2 , serta beban hidup 400 kg/m 2 . Baja yang digunakan adalah BJ 37, serra
aSllmsikan n = 9. Hitunglah lendutan yang terjadi berikut ini:
a) Lendlltan maksimum sebelum pelat beton mengeras
1 b) Lendlltan maksimum jangka pendek setelah terjadi perilaku komposit
'I c) Lendutan maksimum jangka panjang setelah terjadi perilaku komposit
'1
P.12.11 Sllatll sistem pelat lantai komposit terdiri dari balok baja sepanjang 12 m dengan jarak
'!l ,
antar balok adalah 2,5 m, mutu baja BJ 37 dan mutu beron I c = 25 ~1Pa. Pelat tersebut

-j
t
t
13.1 SAMBUNGAN 8ALOK INDUK DENGAN.. 323

13 Periksa gcser blok pada \v'F 300:


A gv
Am
= 180(6,5) = 1170
= (180 - 2,5(19 + 2))(6,5)
n1rn 2
= 828,75 mm~
2
Ag[ = 40(6,5) = 260 rTIm

Sambungan pada Am
Ill,A m
= (40 - 0,5(19 + 2))(6,5)
= 370(191,75) = 70947,5 N

= 191,75 nlm 2

Konstruksi Bangunan 0,6.1:I·Anv = 0,6(370)(828,75) = 183982,5 N

Gedung Karena fu.A nc < 0,6il·Any n1aka


7~ = 0,6il·Anv + J;.A g[ = 183982,5 + (240)(260) = 246382,5 N
= 24,64 ton
TUJUAN PEMBELAJARAN ¢.Tn = 0,75(24,64) = 18,48 ton> Pltl = 18 ton OK
Sesudah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan dapat:
Melakukan desain sambungan baut atau las atau kon1binasi baut dan las pada suatu Periksa geser blok pada \X!F 400:
daerah sambungan dalam konstruksi bangunan gedung pada umumnya
A gv = 280(8) = 2240 rTIm 2
Pokok-pokok Pembahasan Bah Anv = (280 - 3,5(19 + 2))(8) = 1652 mm 2
1.1 Sambungan Balok Induk dengan Balok f..I?~ 2
1.2 Sambungan Balok KoioID .
Ag[ = 40(8) = 320 n1n1
1.3 Sambungan Balok KoioID Diperkaku A IH = (40 - 0,5(19 + 2))(6,5) = 236 rTIm 2
1.4 Sambungan Penahan Mornen fu·A nc
= 370(236) = 87320 N
1.5 Sambungan Balok Kolom dengan Peng~ku = 0,6(370)(1652) = 366744 N

0,6.1:I· A nv

Karena .l:1·Am < 0,6i·Anv maka


Tn = 0,6i·A nv + J;.A g[ = 366744 + (240)(320) = 443544 N = 44,35 ton
13.1 SAMBUNGAN SALOK INDUK DENGAN SALOK ANAK
cp. Tn = 0,75(44,35) = 33,26 ton> Pul = 32 ton OK
• CONTOH 13.1:

,II,
Rencanakan sanlbungan antara balok induk (\X·rp 600.200) dengan balok anak (\VF

300.150 dan WF 400.200) dengan menggunakan baut A325 ¢ 19 nln1. Reaksi terfaktor 40 40
WF 300.150
balok WF 300 adalah sebesar 18 ton, sedangkan pada \\fF 400 adalah sebesar 32 ton.
Mutu baja profil BJ37.

;~EIO
30
JAWAB:
75 WF 400.200
Tahanan tumpu pada bagian web dari balok: 75 0 75
¢Rn = 0,75(2,4iP).~.tp 30 0
100
= 0,75(2,4)(370)(19)(6,5) = 8,22 ton/baut (WF 300)

= 0,75(2,4)(370)(19)(8) = 10,12 ton/baut (\\fF 400)

Tahanan geser baut dengan dua bidang geser:


¢Rn = 0,75(0,5£b).m.A b
= 0,75(0,5)(825)(2)(283,6-i) = 1755 ton/baut baut /.. . 2,25 d 19 mm

Perhitungan junllah baut:


WF 600.200
\VF 300 n = ~ = 2,2 =:: 3 buah baut

8,22

,WF 400 n = ~ = 3,2 =:: 4 buah baut

10,12

~.:~:.,.~;"~,;,:=::~iJ:~~::~'::::~~'~·~~4;q4iji¥~~~.:.~{~
:-.;,;24·d~b~~::,t::c~*\~;,,~,~~~::~:::::~~~,7:',~:~~j~;-"
324 BAB 13 SAMBUNGAN PADA KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG 13.3 SAMBUNGAN BALOK KOLO~vl DIPERKAKU 325

13.2 SAMBUNGAN BALOK-KOLOM baut A 325 d 19 mm


'!'/F 400.200

.. CONTOH 13.2:
Sebuah profil siku digunakan untuk mcnghubungkan balok \'\TF 400.200 dengan bagian
web dari kolom \'VF 250.250 (mutu baja BJ37 dan InutLl baut A325). Reak'\i dari balok
adalah sebesar 75 kN yang terdiri dari 15 kN (D) dan GO kN (L).
Set back
JAWAB: 20 mm
Karena reaksi balok tidak terlalu besar (kurang dari 200 kN) maka tidak perlu pengaku 60
vertikal. Kapasitas yang diperlukan adalah
Pu = 1,2D + 1,GL = 1,2(15) + 1,6(60) = 114 kN LU
Untuk profil \X1F 400.200, k
~ (N + 2 5k)
= 29 mnl, sehingga
~
Pn = -P/I.¢ = Jf·t
y w ' L -.J 150

Oengan ¢ = 1,1; = 240 ~1Pa, dan tw = 8 mm, n1,lka diperoleh N = -13,125 111m. Karena
disyaratkan bahwa N. m
= k, maka dianlbil lV = 29 111111. \ penampang
Asumsikan k' :l....ll = 25 ;nl, sehinbCTga n10fT1en pada penampan bu kritis adalah:
L.
kritis untuk lentur

M u = Pu (NI2 + 20 - ksik )
'= 114000(14,5 + 20 - 25) = 1083000 Nn1111

Oieoba Jeat angle dengan panjang 15 em, sehingg3. kapasitas momen nominal dari seat 13.3 SAMBUNGAN BALOK-KOLOM DIPERKAKU
angle adalah:
2
}v! = lyfp = !v! 1m, bxt
= J+.y __ • CONTOH 13.3:
n u 't' 4 Oesainlah sebuah sambungan balok kolom dengan menggunakan las, an tara balok WF
500.200 dengan web dari kolonl WF 250.250. Oiketahui reaksi balok adalah sebesar
A1u 1083000 b Xt 2
= i·--
T
M -
¢
= - 0,9
- - = 1203330 Nml11
y 4
275 kN yang terdiri dari 75 kN (D) dan 200 kN (L). Nlutu baja BJ37, sedangkan mutu
las hi = 480 tvlPa.
n

Sehingga
JAWAB:
4x AI /II.

~ = /4X1203330 = 11,56 111m


Properties dari \'VF 500.200 adalah:
b XI y ~ 150 X240 d = 500 mm tf = 16 111m tw = '10 mIn k = 36 mn1
Gunakan sikll 120.120.12 (k = 25 mm, sesuai asuIllsi awal) Beban desain adalah sebesar:

Selanjlltnya, kuat tekuk dukung dari balok juga harus diperiksa, dengan 111engingat
Pu = 1,20 + 1,6L = 1,2(75) + 1,6(200) = 410 kN

N = 29 n1n1 d = 400 mnl tf = 13 mm tw =8 nun Iyw = 240 MPa Unruk n1'::~ncegah leleh dari web, maka panjang tUl11pUan ditentukan oieh:
¢Pn = ¢!;.tw(N + 2,5k)
Serra N/d = 29/400 = 0,075 ( < 0,2 ), maka:

2[1+3N(~Jlj]
P 410000
arau lV = -_u--2,5k = - 2,5(36) = 80,83 nlm
(j)P = 0,75(0,39).t !EX!y",Xt f
rp'ly't Ix240xl0
. n w d t ~ tll.J w
l
periksa terhadap kuat tekuk dukung balok
= 182690 N > Pu (= 114 kN) OK

lV t 15]'. Ex Xt

[1+ 3d ( t; ) ~ !, f
Asumsikan sambungan baut tipe tun1pU dengan ulir di luar bida;1g geser, gunak:1l1 2
I/JPn = O,75(O,39).tw
baur ¢19 ml1l, I} = 82S l\1Pa
¢Rn = ¢.O,Sfub.m.A b

dengan:

= 0,75(0,5)(825)(1)(283,64) = 87716,7 N = 87,7 kN


Pu = 410000 N serra d = 500 mm, t = 16 mm, t w
= 10 mm, diperoleh
f
\ n 114 ::::: 2 buah baut
N = 202,21 mm ::::: 20S mm
87,7

. t~f!!!'+;*f,) ~AA# :I ,~o~,',-.4j;·, "'~~~"'.'~7!' ..,---".~::~ ,'."


13.4 SA~.~3UNG,I\N PE~4AHAN MOMEN 327
326 BAB 13 SAMBUNGAN PADA KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG

Karena N/d = 205/500 = [0,41 > 0,2 m.lk(a hJJr~:]dir;~ksa ~adar pCrSJlllaan:
8 mm
ifJPn = O,75(0,39l·t,,' +( d
1 4
lV t
-0.2 J -:; ~
lEx
f,
Xt·
J

=
1 r
O,75(O,3 9l(lOlr + 4· 500 -0,2
(205 10 )15] f 200000 x 240 x 16
J(l16 ~ 10

6 rnm
= 438719,1 N > P II
= 410000 N OK

Untuk sedt plate digunakan pelat dengan ketebalan 16 mm (sarna dengan tebal Hens
balok). Ukuran las minimum untuk pelat tebal 16 mnl adalah 6 Inm, dahlin conroh ini 8 mm 'I < II
digunakan ukuran las 8 mm.

J
\~X'r111 = fl + set b:lck = 205 + 15 = 220 mm
---~
Ketebalan stiffener (t) ditentukan sebagai berikllt:
II
-.J ~ 16
a) ts ~ tw = 10 n11ll

220
b) t > ~ 220
,- 25?/ = 250/ = 13,63 mOl
1ft /J240 13.4 SAMBUNGAN PENAHAN MOM EN

es = \XI" - NI2 = 220 - (205/2) = 117,5 mn1 • CONTOH 13.4:

Desainlah sebllah sambungan balok kolom antara balok \V'F 300.150 dengan kolom \X,'F

~i (6'e s -2-\V) 410000 x (6(117,5) - 2(220)) 200.200. Gllnakan mutu baja BJ37 dan baut A325 ¢ 19 ml11 dengan ulir pada bidang

c) ts ~ --=--~--) = ') = 6,93 mm


geser. Diketahui momen ujung sebesar 15 kNnl (D) dan 30 kNn1 ell· Gaya geser ujung

¢;(l,S'!y)\t7- 0,75 x (1.8 x 240) x 220"


yang bekerja sebesar 20 kN (D) dan 50 kN (L).
Properties penanlpang adalah:
Tebal stiffener diambil sebesar 16 mm, sehingga llkuran las efektif maksim1ll11 dapar
ditcntllkan sebagai berikllt:
WF 300.150 d = 300 n1m tf =9 n1m tw = 6,5 mm
WF 200.200 d = 200 mm tf = 12 nlDl t\\ =8 n1m
a ff = 0,707' j,P Xt = 0707 X -
_11_ _'
370x16
- - = 8,72
.
mm (ambd a = 8 mm)
flUX C f)as' 480
JAWAB:
Al
u
= 1,20 + 1,6L = 1,2(15) + 1,6(30) = 66 k~ m
Panjang las yang diperlukan (L), direntukan dengan persJmaan:
P
u
= 1,20 + 1,6L = 1,2(20) + 1,6(50) = 104 Ki'J
R p~.,
= _u _ 16.e-+L­
2 Menghitung tahanan nominal baut:
2,4.L s

Geser:

Untuk desain LRFD, maka:

1 bidang geser: ¢R = 0,75(0,4J:lb )Ab = 0,75(0,4)(825)(283,64) = 70,2


n
kN

R = ¢Rn = ¢;(0,707a)(0,6fu I.J


2 bidang geser: ¢Rn = 2(70,2) = 140,4 kN

= 0,75(0,70 7 )(8)(0,60)(430) = 1221,7 N/n1Il1 Tllmpll:

Web b~lok: ¢R = 0,75(2,4J:/1).db .tp = 0,75(2.~)(370)(l9)(ll,)~ = 82,2 kN

n
Sehingga panjang las sekarang dapat dihirung sebagai berikut:
FLens balok: ¢R = 0,75(2,4)(370)(19)(9) = 113,8 kN
n
1221,7 = 410000 ~16(1175)2+L~
2,4·L2 Tarik:

¢R
n
= 0,75(0,75:f:t b).A b = 0,75(0,75)(825)(283,64) = 131,6 L"J

dipert>leh L = 276,08 mm :::: 280 mm

Jadi, digllnakan las ukllran 8 01ffi dengan panjang L = 280 mm.

~--- : '§J~~"F~~-;~Y:':
328 BAB 13 SAMBUNGAN PADA KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG 13.5 SAMBUNGAN BALOK KOLOM DENGAN PENGAKU 329

Perhitungan siku penyambung atas dan bawah


Dicoba dua buah bJllt rada nldsing-Olasing profil sikll, sehingg.1:
!v! 66 x 10 3 L 100.200.14
d = ----:- = ---= 250.76 mOl :::: 400 111111
2T 2 X 131,6
170 I
jarak baut terhadap Hens atas balok = V2 (400 - 300) 50 mm. Gunakan profil siku i
100.200.14, sehingga:
tl = 50 - t - r = 5() - 14 - 15 = 2 1 n1m
WF 390.150
siku s1ku 60
i
i II
17i i

WF 200.200
~
dengan = 400 mm, n1aka gaya yang
d bekerja pada profil siku adalah:
3
T = Al = 6GxI0 = 165 kN

d 400

Gaya ini meniOlblllkan mon1en pada profil siku sebcsar:


lv! = 0,5.Ta = 0,5(165000)(21) = 1732500 NIl1I11
o 0
Kapasitas non1inal penampang persegi adalah: 200 T100
¢Mn = 0,9 ( b.~' )!r o 0 J-­

4 X 1-:".32500
sehingga diperoleh: b= -, = 163,7 n1m
~ 0,9x240xI4"
GunakaI1 siku 100.200.14 dengan panjang 200 rnm rada Rens kolorn. 13.5 SAMBUNGAN BALOK KOLOM DENGAN PENGAKU

Perhitungan sambungan pada flens balok • CONTOH 13.5:


3
Desainlah sambungan balok kolom berikut, antara balok \VF 600.200 dengan kolom
66x10
Cava geser pada Rens balok adalah = - - - = 220 kN
r
WF 350.350. Gunakin mutu baja B]37, fu
las = 480 N1Pa, baut A325 <j)19. Diketahui
, 300 beban-beban yang bekerja adalah:
Baut penyan1bung adalah ball( dengan satu bidang geser, sehingga:
beban Geser (kN) l\1omen (k~ m)
n 220 = 3,13 :::: 4 buah baut
70,2 0 90 110
L 30 60
W 100 220
Perhitungan sambungan web balok' dengan siku 100.200.14
Tahanan dua bidang geser (140,4 kN) lebih besar daripada tahanan tumpu (82,2 kN)
Properties penampang:
sehingga tahanan baut ditentukan oleh tahanan tUlnpu.
\VF GOO.200 d = GOO mm bf := 200 mm tf = 17 Olm tw = 11 mm
n = 104 :::: 2 buah baur
WF 350.350 d = 350 mm bf = 350 mm t f = 19 n1m t w = 12 Oln1
82,2

jA\VAB:
Sambungan web balok dengan flens kolom
Perhi tungan kombinasi pernbebanan:
Baut yang n1enghubungkan balok dengan Bens kolom adalah sdn1bungan dengan satlI
U = 1,2D + L6L := 15G lu"J (Geser)
bidang geser (¢Rn = 70,2 kN), sehingga:
= 228 kNm (Mamen)
,n 104 ~ 2 buah baul U:= 1,2D + O,5L + 1,3 WI = 253 kN (Geser)
70,2
:= 448 ~Nm (Nlamen)
13.5 SArv1BUNGAN BALOK KOLOi'..1 DENGAi'J PENGAKU 331
330 BAB 13 SAMBUNGAN PAOA KONSTRUKSI BANGUN:\N GEDUNG

2
a. Perhitungan pelat penyambung atas (fIens tarik) Gunakan dua buah stiffener lOx 100 (As = 2000 mm )

Tu = 448.10·;/600 = 746,66 k:\ b 100 250


- =- = 10 < = 16,14 OK
¢~1 = O,9·AC'~( = 0,9(240).A" = 746,66·103 N t 10
Jf)
-----=

.I1 g = 3456 "n~m2 Gunak~ln pelat ukurdn 20 X 175 (.1:: = 3500 mm 2).

f. Geser pada web kolonl


Las sam bung gunakan ids sudut ukuran 8 mm dcngan kapasitJs:
¢Rn = O,75(0,707'Ll)(0,6i LJ = 0,75(0,70 7)(8)(0,6)(480)
¢ ~l = (/>·0,7 f;:dc·tw
= 1221,7 N/mm = 0,9(0,7)(240)(350)(12) = 635040 N < Tu

Panjang las yang diperlukal1 = 746,66.10 3/1221,- = 611 1 l/ /'vI T ,


mOl. periu stiffener dengan As = f y X cos 8 -d- - 1/ )i
0,9· b
'1

Cunakan b.s sepanjang 175 111m (pad a ujung pe!Jt) dan 120 mm (pdda k;:-ctua sisi).

3
b. Perhitungan pelat penyanlbung bawah (Rens tekan):
Gunakan pdat ukuran 10 X 350 = 3500 mm 2 , dengan !.l.s sudut ukurdn 8 mm sepanjang A5 = l (746,66XI0 -)
635 0 40J = 9'"
2.),2 nlm 2
"'l/.r"'~f\ Cf\"10 0,9
310 mm tiap sisi. 2
2
Gunakan dua buah stiffener lOX 100 mm (As = 2000 n1n1 )

c. Perhitungan pelat geser (shear plate)


Baut penyambung digundkan baut A315 ¢19 mm dengan sattI bidang ge5ei:
¢Rn = O,75(0.4 . (b)'.l1 b = 0,75(0,4)(825)(283.64) = 70,2 L~

II = 253 = 3,6 ::= 4 buah baut

20'l75 PL 20 x 175
70,2

Panjang sheilr plate = 3(75) + 2(30) = 285 n1m


1
253xl0·
O,9x(O,6.f.)xb
. -'
O,9xO,6x240x2S5 = 6,84 mm

Gunakan sheilr plate dengan ukuran 10 x 285 n1m 2 • Sebagai penyambung shear pf,zte dengan PL 10 x 100 Ell Y\
Bens kolom digunakan bs sudut ukuran 6 rom dengan kapasir3s:
¢R == 0.75(0,707)(6)(0,6)(480)
ll
= 916,3 N/mm
Panjang las sudut yang diperlukan = 253.103/916.3 = 276 mm ::= 280 mm

d. Stiffener flens kolom pada flens tarik balok


¢Rn = 6-6,251;:t/ = 0,9(6,25)(240)(192) = 437350 N < Tu (746,66 k:\)
periu dipasang stiffener!
10"l350

e. Stiffener web kolom pada Hens tekan balok

¢R = 0-0 39·t 2 - (I I
1+3-
LV t .
--!£..J "J""
Exf Xt·

l
yu· r

d tf V

l
n " W til'

I5
20 (12 J rlOOOOOX240X19
= 0.75(0.39)(12)2 L + 350~ r ~~
1 3
19 12

= 398788,75 1\ < Tu perlu stiffener~


3
ifJR 1X746,66 X10
tw = n = = 14 47 mnl > 12 mm

f,(lV+5k) 240(20+5(39») ,

As = 3500 - 12(20 + 5(39») = 920 mm 2


332 BAB 13 SAMBUNGAN PADA KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG SOAL-SOAL LATIHAN 333

SOAl-SOAl lATIHAN
WF 400.200

P.13.1 Rencanakan sanlbllngan anura balok induk \'V'F 500.200 dengan balok anak \'V'F 250.125
Inenggunakan baut A325 0 16 mIl1 (dengan ulir di lllar bidang geser). Reaksi terfaktor
balok anak adalah 8 ton. Gunakan Il1utu baja dari B] 37

WF 300.15 0

• 0­ I

1
WF 250.125
*0

WF 400.200

WF 500.200 Gambar P.13.4

Gambar P.13.1
P.13.5 Suatu balok tertumpu sederhana, dari \"XTF 500.200, dengan bentang 12 m, memikul beban
merata yang terdiri dari beban mati 5 k1\J"/m dan beban hidup 15 kN/m. Balok tersebut
P.13.2 Rencanakan kembali sambungan balok anak dengan balok induk pada soal P.13.1 tersebut,
harus disambung pada jarak 4 m dari perletakan A dengan menggunakan alat sambung
namun jika dikehendaki sanlbungan tanpa slip.
baut A325 berdiameter 22 mm. Rencanakan sambungan pada titik tersebur.
P.13.3 Desainlah san1bungan balok kolom antara balok WF 300.150 dengan kolom WF 400.200
(B] 37) dengan menggunakan baut A325 berdiameter 19 nlm (dengan ulir di luar bidang
geser). Balok WF 300.150 memikul gaya lintang terfaktor sebesar 100 kN dan momen
lentur terfaktor sebesar 30 kN m. Sebagai penghubung balok dan kolom digunakan profil
siku.

12 m

Gambar P.13.5

P.13.6 Rencanakan kembali sambungan pada soal ~ 13.1 dengan menggunakan alat sambung las
WF 300.150
lfuw = 490 !v1Pa)

WF 400.200
Gambar P.13.3

P.13.4 Kerjakan kembali soal ~ 13.3, namun jika penghubung antara kolom dengan balok
adalah menggunakan profil WF yang dipotong salah satu flens-nya, seperti pada Gambar
~13t4

-r

LAMPlRAN 335

Lampiran
AI
a = 0,) t1 = 0.4 a = 0,3 a = 0,2
{31 = {32 {31 f3 2 f3 1 f3 2 f3 1 /32
0,5 0,99 1,00 0,99 1,00 0,99 1,00 0,99
1,0 0,98 0,98 0,98 0,98 0,98 0,99 0,98
2,0 0,92 0,93 0,92 0,9-4 0,92 0,96 0,92
Lampiran 1.A 3,0 0,85 0,86 0,84 0,88 0,84 0,91 0,85
4,0 0,76 0,78 0.75 0,81 0,75 0,86 0,77
NiLAi P,BEBAN TERPUSAT, TUMPUAN TORSI SEDERHANA 5,0 0,68 0,70 0,67 0,74 0,67 0,80 0,69
(Salmon, C.G. & Johnson, J.E., "Steel Srructun:s" 4th ed.) 6,0 0,60 0,63 0,59 0,67 0,60 0,75 0,62
8,0 0,48 0,51 0,47 0,56 0,49 0,65 0,52
10,0 0,39 0,42 0,39 0,47 0,41 0,56 0,44
l\f(h = {3 ('[;tb L)

~+--aL_'~T ~ pada z = ttL

bL " Lampiran 1.C

I~ I _
NILAI f3. BEBAN MERATA, TUMPUAN TORSI SEDERHANA
(Salmon, C.G. & Johnson, J .E., "Steel Structures" 4th ed.)

Nilai {3
AL m Af.-b = f3(mabL2)
. 2
a = 0,5 a = 0,4 a = 0,3 a = 0,2 a = 0,1
pa& z = aL
0,5
],0
2,0
0,98
0,92
0,98
0,93
0,98
0,94
0,99
0,95
0,99
0,97
-aL --..1. bL • I

0,76 0,77 0,80 0,84 0,91


3,0 0,60 0,62 0,65 0,72 0.83 f L ..
4,0 0,48 0,50 0,54 0,62 0,76
5,0 0,39 0,41 0,45 0,54 0,70
6,0 0,33 0,34 0,39 0,47 0,65
8,0 0,25 0,26 0,30 0,37 0.55
10,0 0,20 0,21 0,24 0,31 0,48 AI Nitai {3

a = 0,5 a = 0,4 a = 0,3 .z = 0,2 a = 0,1


0,5 0,97 0,97 0,98 0,98 0,98
Lampiran 1.8
1,0 0,91 0,91 0,91 0,91 0,92
2,0 0,70 0,71 0,71 0,72 0,74
NILAI f3. BEBAN TERPUSAT, TUMPUAN TORSI TERJEPIT
3,0 0,51 0,51 0,52 0,54 0,57
(Salmon, C.G. & Johnson, J.E., "Steel Structures" 4th ed.)
4,0 0,37 0,37 0,38 0.41 0,44
5,0 0,27 0,27 0,29 0,31 0,34

~)T ~
6,0 0,20 0,20 0,22 0,24 0,28
Af;h = {3/ lab2 L)
pada z = ° 8,0
10,0
0,12
0,08
0,12
0,08
0,13
0,09
0,16
0,11
0,19
0,14
1
l+--aL_ • bL i\frh = {3,{ 7(/b L)
pa'da z =-L
I( L ..

,.L.

336 LAMPIRAN

Lampiran 1.D
Jawaban
NILAI /3, BEBAN MERATA, TUMPUAN TORSI TERJEPIT
(Salmon, C.G. & Johnson, J.E., "Sreel Srrucrures" 4rh ed.) 50al-50al Latihan
M h = J3 (-IT L2)
~IIIIIIIIIIIIIIII~1IIII 11111111111111 ~ f
pada z =0 dan z =L
I~ aL "I~I bL
"II
I~ L ... 1 Bab 6
Bab 3
264,6 kN P.6.1 218,3 kN
P.3.1
if>T = 412 05 kN < T = 452 kN P.6.2 248,8 kN
P.3.2
a. 1500 m:n2 u P.6.3 a. 6 baur
P.3.3
AL 0,5 2 3 4 6 2 b. 9 baur
b. 2000 mm
2 c. 5 baur
J3 0,99 0,98 0,94 0,88 0,81 - , 0,74 0,67 0,56 c. 1616 mm
d. 7 baur
P.3.4 186,7 kN

if>Tn = 406,2 kN < Tu = 880 b~


P.6.4 6 buah baur
P.3.5
168,75 kN P.6.5 519,4 kN
P.3.6
P.6.6 a. 107,5 kl~
P.3.7 540 kN
b. 240,8 kN (ro = 55,406 mm)
P.3.8 434,1 kN
264,9 kN P.6.7 a. 159,73 kJ."I
P.3.9
b. 194,2 kN (ro = 55,406 mm)
P.3.l0 592,9 kN
P.6.8 6 buah baur
P.6.9 sambungan A: 5 buah baur
Bab 4 sambungan B: 10 buah bam
P.4.1 2266,1 kN (2 sisi @ 5 baur)
P.4.2 1919 kN
P.6.10 sambungan A: 5 buah baur
P.4.3 2353 kN sambungan B: 6 buah bam
P.4.4 penarnpang kompak. (2 sisi @ 3 baur)
P.4.5 penampang kompak
P.4.6 penampang kompak
P.4.7 3477,38 kN Bab 7
2315,6 kN P.7.1 259,2 kN
P.4.8
P.7.2 2 buah las @ 200 mm

P.4.9 2871,35 kN
P.7.3 201,46 kN

P.4.10 642,21 kN
P.7.4 Lw1 = 40 mm

P.4.11 WF 350.350.12.19
Lw2 = 50 mm

P.7.5 182,74 kN

Bab 5 P.7.6 177,6 kN

P.5.l a. 1402768,58 mm 3; 336,6 kNm


P.7.7 1015,19 N/mm

b. 1226430,28 mm 3; 294,3 kNm


P.7.8 1085,58 N/mm
P.5.2 1471730,3 mm3; 353,2 kNm
P.53 cf\,/¥fn = 452,8 kNm > M u = 423 kNm
P.5.4 ~Mn = 79,17 kNm < M u = 150,3 kNm Bab 8
P.5.5 14,8 kN/m P.8.1 On = 134,72 MPa

't = 27,41 MPa

P.5.6 WF 500.200.10.16 web

P.5.7 a. 804,6 kN 'tAem = 37,21 l\1Pa

b. 551,1 kN P.8.2 On = 85,83MPa

c. 230,85 kN \veb = 18,34 MPa

P.5.8 N= 115 mm; 't


flens
= 22,97 MPa

B = 230 mm; P.8.3 On = 40,15 MPa

t = 30 mm 't = 6,51 MPa

web
P.5.9 22,61° 't
flens
= 4,03 MPa

P.5.10 WF 600.200.11.17

- ~ '9f$Mi ;. ; *" ~r~~,~~,::-",,'~~~~·-~;:~'CJ'Ow~.~~{~tt.:·~,:,i!~.;:,.~~,{-""'·~


338 JAWABAN SOAl-SOAl lATIHAN

P8.4 a = 134,24 NfPa


eo = 34,70 MPa

't",n
't Hens = 49,68 }v1Pa
PIO.7 a. 552,87 kl\:

b. 857 kN Daftar Pustaka


c. 276,48 kN
P8.5 an = 85,99 MPa P10.8 ukuran peLIt sayap/Hens =

't web = 25,38 MPa 50 mm x 395 mm

't Hens = 35,45 MPa


P.8.6 an = 40,14 MPa Bab 11

't web
= 8,00 [,iPa P1l.1 Hasil perS:Ullaan inreraksi = 0,9145

't Hens = 6,45 ~1Pa P.11.2 Hasil persamaan inreraksi = 1,2264

PII.3 Hasil persam:un inrerdksi - 0,8943


P.8.7 f..n ~ 209,19 lvlPa < 9J; = 216 ;.\lPa
l~ 11.4 Pelat badan kompak 1. American Institute of Steel Construction, '·lvb.nual of Steel Construction, LRFD vol.
P.S.8 \VF 250.250.9.14;
P.1l.5 Pe!a( badan kompak 1", 2 nd ed.
fun = 211.25 MPa P11.6 Hasil persamaan inreraksi = 0,985
P.1l.7 Hasil persamaan inreraksi 2. American Institute of Steel Construction, "1\1anual of Steel Construction, LRFD vol.
= 1,6286
Bab 9 P.1l.8 1195 kN 2", 2 nd ed.
P.9.1 120,4 kN P.11.9 Hasil persamaan inreraksi =0,6321 3. Jhdan Standarisasi Nasional, "Tata Cara Perencanaan Strukrur Baja Untuk Bangunan
P.9.2 68,7 kN P1l.10 \VF 250.125.6.9 Gedung, SNI 03-1729-2002", Bandung, 2000
P.9.3 78,86 kN
P.9.4 \XlF 250.250.9.14 4. Englekirk, R., "Steel Structures, Controlling Behavior Through Design", John \"\Tiley
Bab 12
P9.5 WF 300.150.6,5.9 & Sons Inc., Canada, 1996
P12.1 14,407 em; 120435,22 em 4
P9.6 WF 600.200.11.17 5. Gaylord, E.H., Gaylord, C.N., & Stallmeyer, J.E., "Design of Steel Structures", tvIc­
P12.2 16,34 em; 205732,6 em 4
P.9.7 WF 800.300.14.26
P.12.3 15,206 em; 101953,6 em 4 Graw Hill Inc., 1992
P.9.8 <}>Af = 148 52 ki~m <!vI = 2106 k."'m P.12.4 74,64 mm; 892,7 kNm
P9.9 30,3 kN/n~ u' 6. Johnston, B.G., Lin, EJ., Galambos, T.V, "Basic Steel Design") 2 nd ed. Prentice Hall
P.12.5 115,25 mm; 1996,83 kNm
Inc., Englewood Cliffs, New Jersey, 1980
P.12.6 122.98 mm; 949,98 kNm
Bab 10 P.12.7 70 buah; s = 125 mm 7. Kuzmanovic, B.a., Willems, N., "Steel Design for Structural Engineers", Prentice
P.10.1 3752,5 kNm P.12.8 122 buah; s = 80 mm Hall Inc., Englewood Cliffs, New Jersey, 1977

P10.2 a. 2489,84 k.l\lm


P.12.9 180 buah; s = 80 mm 8. NIangkoesoebroto, S."P., "Diktat Kuliah Struktur Baja", Insritut Teknologi Bandung
b. 2489,84 kl'!m P12.10 a. 8,249 mm
P.10,3 ¢bMn = 14595,9 L~m > /Yfu = 13912,5 lL"'1m b. 10,008 mm 9. !\1c Cormack, J.C., Nelson, J.K.Jr., "Structural Steel Design, LRFD Method", 3 rd ed.,
P.10.4 ]6201,21 kNm c. 10,108 mm Prentice Hall, New Jersey, 2003

P10.5 a. 503,5 kN
P12.11 WF 450.200.9.14 10. Salmon, C.G., & Johnson, J.E., "Steel Structures, Design and Behavior" 4[h ed.,
b. 272,82 lu~ P.12.12 \VF 300.150.6,5.9; Harper Collins College Publishers, New York, 1996
e. 236,98 kN srud (Y2 " X 10 em) = 46 buah;
P.10.6 panel ujung, Vu = 1841,95 kt"J s = 40 em
11. Segui, \'<ZT., "LRFD Steel Design", 2 nd ed., Brooks/Cole Publishing Company, Pacific
panel ke-2 dan ke-3, v:
= 1872,97 kt"'-: P.12.13 6162,7 kN Grove, 1999

panel cengah, Vu = 274,64 kt'J"


12. Sn1ith, J.C., "Structural Steel Design, LRFD Approach", John Wiley & Sons Inc.,
Canada, 1996
13. Tamboli, A.R., "Steel Design Handbokk, LRFD IvIe:hod", ~Ic Gray\' Hill Con1panies~
1996
14. Theodosius, G., Saleh, M.) "Teori Soal dan Penyelesaian Konstruksi Baja I jilid 1',
Delta Teknik Group, Jakarta, 2000

~
I1

--1
---------------~-------. ---­
--~

INDEKS 341

Indeks Mewde
~1ewde
FOS~1 6

LRF 0 5

Sejarah Peng,sunaan ~\ LHer!.::.1 Baja 15

Sendi rLlsris 84

Mewde Probabilitas Penuh 6


Sifat m~kanik material bajJ. 18

i\1odulus Geser 22
Sifat :\fekanis Baja Srruktur2.1 20

lvlodulus plastis 82
Sistem Pelaksanaan Komponen Scrukcur f..:omposit

~1omen leleh 82
283

Momen plastis 82
S~I 03-1729-2003 1

Sobekan lamdar 27

N
Standar Devi15i 6

A Fakwr tahanan 13
Nilai rerata 6
Strain aging 23

AASHTO 280
Fungsi distribl.lsi probabilitas G
Scruktur Komposit 280

AISC 281
Fungsi Kerapatan Probabilitas 6
P
Aksi medan tarik 208, 216

AnalisJ. elastik 115

Panjang Tekuk 57
T
G
Pelat girder 206
Tahana.n Geser Baur 11 0
Analisa plastis 115
Geser eksen cris 115
penampang kompak 85
Tahan:Ll Geser Nominal Penampang Gilas 94

Analogi Torsi Dengan Lentur 172


Geser Pada Penampang Gilas 91
Penampang Tak Kompak 85
Tahanal1 nominal 31

Angka Poisson 22

Pengakll Penahan 0aya Tumpll 22.:i Tahanan nominal bam 110

Arah Optimum Aksi lvfedan Tarik 217


H
Pengaku Vertikal 222
Tahana.": Nominal Sambungan Las 141

Hukum Hooke 2
Pengelasan 137
Tahan2.!1 Tarik Bam 110

B
Pengerjaan dingin 25
Tahana.n Tek~n Nom~nal 56

Baja 17
I
Penghubung geser 295
Tahanan Tllmpu Bam 110

Baja karbon 17
Indeks keandalan 9
Perbesaran lYfomen Untuk Strukrur Bergoyang 255
Teganp.n Elastis Dalam Balak Komposit 282

Baja paduan 17
Interaksi Geser Dan Lentur 221
Perbesaran Momen Untuk Scrllk:ur Tak Bergoyang
Tegangan Geser Lelch 22

Baja paduan rendah muru tinggi 17

255
Tegangan mul(iaksial 22

Balok 81
K
Perencanaan 1
Tegangan sisa 52

Balok-kolom 246
Kegagalan 8
Perencanaan struktur 1
Tegang'<1.n Torsi 169

Balok Komposit Pada Daerah Momen Negatif 304


Kekuatan Kolom 51
Perilaku Balok Terkekang Lateral 82
Tekuk Ientur 66

Batang tarik 29
Kelangsingan Struktur Tarik 44
Persamaan Diferensial Untuk Kombinasi Gaya Aksial
Tekuk l~ntur torsi 67

Baut 109
Keruntuhan getas 26
Dan Lentur 248
Tekuk l~ntur torsi 17S

Beban 3
Kerun tuhan lelah 28
Persyaratan Balok Pelat Berdinding Penuh 208
Tekuk Lokal 61

Beban Angin 4
Keuletan material 21
Proof load 109
Tekuk Lokal Web Pada Komponen Struktur Balok-

Beban Gempa 5
Koefisien Variasi 7
Proses Bessemer 16
Kolom 256

Beban Hidup 4
Kolom Komposit 315
Pusat Geser 159
Tekuk torsi 66

Beban Mati 3
Kombinasi Geser Dan Tarik 123
Tekuk Torsi Inelastis 184

Beban Tcrpusat Pada Balok 94


Kombinasi pembebanan 11
R
tekuk torsi lateral ela.sris 180

Besi 15
Kriteria leleh 22
Rangkak 306
Teori Cmum Lentur 99

Kuat Geser Nominal 213


Tipe K~runtuhan Tekuk Lokal Flens Tekan 211

C
Kuat Leleh Web 225
S Tipe K~run[Uhan Tekuk Torsi Lateral 211

Coalbrookdale Arch Bridge 15


Kllat Lentur Nominal 292
Sambungan Balok Induk Dengan Balak Anak 322
Torsi 156

Kuat Tekuk Dukung \X'eb 225


Sambungan Balok Kolom Dengan Pengaku 329
Torsi murni 165

D
Kuat Tekllk Lateral \X'eb 226
Sambungan Balok Kolom DiperkaI~u 325
Torsi ~1urni Pada Penamp:1:1g Homogen 156

Dakeilitas 21
Kuat Tekuk Lentur Web 226
sambungan las 137
Torsi terpilin 165

Dek Baja Gelombang 309

Sambungan lewatan 138


Transfer Gaya Pada Sambungan 46

Desain Balak Pelat Berdinding Penuh 233


L
Sambungan Penahan Momen 32 7

Desain Balok Terkekang Lateral 85


Las baji dan pasak 138
Sambungan sebidang 138
U

Desain LRFD Balak I 186


Las sudut 138
Sambungan sisi 138
Uji Ch.lfpy 21

Desain LRFD Komponen Scrukrur Balak - Kolam


Las tumpul 138
Sambungan sudur 138

254
Lebar Efektif Balok Komposit 284
Sambungan tegak 138
V

Desain LRFD Struktll[ Baja 11


Lendutan 306
Sambungan Yang Ivlengalami Beban Tarik Aksi.1l
\'.uian 6

Lenduran Balok 88
127

E
Lentur Dua Arah 200

Efek penguatan regangan 25


Lenrur Sederhana Profil Simetris 81

F M
j Fakwr beban 11

J Mekanisme keruntuhan 84

Fakwr Bias 7
Metode ASD 5

-1

-j

J. -----'. .