Anda di halaman 1dari 5

LKPD 3

Kompetensi Keahlian : TITL Kelas : XI TL


Judul Praktik : Perencanaan Instalasi Tenaga 1 fasa Semester : Gasal

Nama peserta didik :......................................


Kelas. :......................................

A • Kompetensi dasar

3.3.Menentukan jumlah bahan, tata letak dan rencana biaya pada instalasi tenaga listrik 1
fasa.
3.4.Menghitung jumlah bahan, tata letak dan rencana biaya pada instalasi tenaga listrik 1
fasa.

B • Indikator

3.3.1 Menghitung Jumlah dan jenis kabel, penghantar dan perlengkapannya, jenis PHB .
3.3.2 Menunjukkan dengan jelas letak gedung dan rencana penyambungannya dengan
sumber tenaga listrik
3.3.3 Merencana tata letak yang menunjukkan dengan jelas tata letak perlengkapan
listrik beserta sarana kendalinya (pelayanannya), seperti titik lampu, kotak kontak,
sakelar motor listrik, PHB, dan lain-lain.
3.3.4 Menghitung biaya pembelian bahan, biaya upah kerja, biaya PPN,dan biaya pajak
4.3.1. Merancang Jumlah dan jenis kabel, penghantar dan perlengkapannya, jenis PHB
4.3.2. Merancang dengan jelas letak gedung dan rencana penyambungannya dengan
sumber tenaga listrik.
4.3.3. Merancang tata letak yang menunjukkan dengan jelas tata letak perlengkapan
listrik beserta sarana kendalinya (pelayanannya), seperti titik lampu, kotak
kontak, sakelar motor listrik, PHB, dan lain-lain
4.3.4. Merancang biaya pembelian bahan, biaya upah kerja, biaya PPN,dan biaya
pajak

C • Tujuan

3.3.1 Setelah melaksanakan pembelajaran siswa mampu menghitung Jumlah dan jenis
kabel, penghantar dan perlengkapannya, jenis PHB sesuai ukuran luas suatu
bangunan.
3.3.2 Setelah melaksanakan pembelajaran siswa mampu menunjukkan dengan jelas letak
gedung dan rencana penyambungannya sesuai denah lokasi gedung
3.3.3 Setelah melaksanakan pebelajaran siswa mampu Merencana tata letak yang
menunjukkan dengan jelas tata letak perlengkapan listrik beserta sarana kendalinya
(pelayanannya), seperti titik lampu, kotak kontak, sakelar motor listrik, PHB, dan
lain-lain sesuai kebutuhan ruangan.
3.3.4 Setelah melaksanakan pebelajaran siswa mampu Menghitung biaya pembelian
bahan, biaya upah kerja, biaya PPN,dan biaya pajak sesuai standart pembiayaan

4.3.1 Setelah melaksanakan pembelajaran siswa mampu merancang Jumlah dan jenis
kabel, penghantar dan perlengkapannya, jenis PHB sesuai ukuran luas suatu
bangunan.
4.3.2 Setelah melaksanakan pembelajaran siswa mampu merancang dengan jelas letak
gedung dan rencana penyambungannya sesuai denah lokasi gedung
4.3.3 Setelah melaksanakan pebelajaran siswa mampu merancang tata letak yang
menunjukkan dengan jelas tata letak perlengkapan listrik beserta sarana kendalinya
(pelayanannya), seperti titik lampu, kotak kontak, sakelar motor listrik, PHB, dan
lain-lain sesuai kebutuhan ruangan.
Setelah melaksanakan pebelajaran siswa mampu merancang biaya pembelian bahan,
biaya upah kerja, biaya PPN,dan biaya pajak sesuai standart pembiayaan.

D • Materi singkat

INSTALASI LISTRIK 1 PHASE


Definisi :
Jenis Instalasi Listrik yang dalam proses instalasinya menggunakan 2 buah
kawat penghantar, yaitu 1 kawat penghantar untuk phase (Sumber/Tegangan)
dan 1 kawat penghantar untuk 0 (Netral) atau kawat ground. Sederhananya
adalah Instalasi Listrik 1Phase terdiri dari 2 buah kabel, yaitu ` kabel yang
memiliki tegangan dan 1 kabel Netral. Instalasi Listrik 1 Phase adalah Ilistrik
AC (Alternating Current) yang mempunyai tegangan 220V
Komponen

1. MCB
MCB pada dasarnya memiliki fungsi yang hampir sama dengan Sekering
(FUSE) yaitu memutuskan aliran arus listrik rangkaian ketika terjadi gangguan
kelebihan arus. Terjadinya kelebihan arus listrik ini dapat dikarenakan adanya
hubung singkat (Short Circuit) ataupun adanya beban lebih (Overload).

2. FUSE
Fuse atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Sekering adalah komponen
yang berfungsi sebagai pengaman dalam Rangkaian Elektronika maupun
perangkat listrik. Fuse (Sekering) pada dasarnya terdiri dari sebuah kawat
halus pendek yang akan meleleh dan terputus jika dialiri oleh Arus Listrik
yang berlebihan ataupun terjadinya hubungan arus pendek (short circuit)
dalam sebuah peralatan listrik / Elektronika. Dengan putusnya Fuse (sekering)
tersebut, Arus listrik yang berlebihan tersebut tidak dapat masuk ke dalam
Rangkaian Elektronika sehingga tidak merusak komponen-komponen yang
terdapat dalam rangkaian Elektronika yang bersangkutan. Karena fungsinya
yang dapat melindungi peralatan listrik dan peralatan Elektronika dari
kerusakan akibat arus listrik yang berlebihan, Fuse atau sekering juga sering
disebut sebagai Pengaman Listrik.

3. FUSE BOX
adalah satu komponen di sistem kelistrikan adalah fuse box atau kotak sekring.
Fuse box berperan sebagai tempat lewatnya arus listrik sekaligus pengaman
bagi sistem kelistrikan.

4. Kotak kontak
Stop kontak merupakan material instalasi listrik yang berfungsi sebagai muara
penghubung antara arus listrik dengan peralatan listrik. Di bawah ini adalah
gambar stop kontak out bow yang dipasang di luar tebok (tidak ditanam di
dalam tembok) dan memiliki beberapa colokan sehingga sering disebut
terminal.

5. saklar
akelar adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk memutuskan jaringan
listrik, atau untuk menghubungkannya. Jadi saklar pada dasarnya adalah alat
penyambung atau pemutus aliran listrik. Selain untuk jaringan listrik arus kuat,
saklar berbentuk kecil juga dipakai untuk alat komponen elektronika arus
lemah.
6. lampu
Lampu adalah sebuah peranti yang memproduksi cahaya. Kata "lampu" dapat
juga berarti bola lampu. Lampu pertama kali ditemukan oleh Sir Joseph
William Swan.
Lampu adalah sebuah benda yang berfungsi sebagai penerang, lampu memiliki
bentuk seperti botol dengan ronga yang beisi kawat kecil yang akan menyalah
apabila disambungkan ke aliran listrik.
Awal hadirnya lampu dari seorang ilmuan yang dianggap bodoh walau
dianggap bodoh dan sering gagal tapi orang ini tidak menyerah dalam
eksperimen menciptakan lampu setelah bertahun-tahun lamanya sang ilmuwan
pun menciptakan bola lampu.

E • Langkah Kerja

1. Menggunakan pakaian kerja sebelum melaksanakan praktik


2. Menyiapkan alat dan bahan sesuai kebutuhan praktik
3. Mengecek bahan yang akan dipasang
4. Membaca gambar rangkian dengan teliti
5. Pasang rangkaian sesuai SOP
6. Melakukan commisioning sebelum uji coba
7. Uji coba rangkaian catat hasil pengukuran

F • Alat dan Bahan

NO ALAT : JUMLAH NO BAHAN JUMLAH


1 Tang kombinasi 1 1 Fuse Box 2 group 1
2 Tang potong 1 2 MCB 1 fasa 1
3 Tang pengupas kabel 1 3 kabel 1
4 Tang lancip 1 4 Saklar tunggal 1
5 Obeng + 1 5 Saklar seri 1
6 Obeng – 1 6 Kotak kontak 1
7 Testpen 1 7 lampu 3
8 Volt meter 1
9 Megger 1
G • gambar rangkaian