Anda di halaman 1dari 33

RANCANGAN AKTUALISASI

MENURUNKAN RESIKO INFEKSI MELALUI EDUKASI


PEMAKAIAN MASKER UNTUK PETUGAS, KELUARGA PASIEN DAN
PENGUNJUNG
DI RUANG KOHORTING AIRBONE
RSUD BENDAN KOTA PEKALONGAN

DISUSUN OLEH :
Nama : Yusi Anita, AMK
Kelas : 3A
No Absen : 34 (Tiga Puluh Empat)

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA


KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REGIONAL YOGYAKARTA
TAHUN 2019
DAFTAR ISI

BERITA ACARA SEMINAR RANCANGAN AKTUALISASI .............................................. ii

KATA PENGANTAR
.........................................................................................................................................

iii

LEMBAR PENGESAHAN RANCANGAN AKTUALISASI


.........................................................................................................................................

iv

DAFTAR TABEL
.........................................................................................................................................

DAFTAR LAMPIRAN
.........................................................................................................................................

BAB I

PENDAHULUAN
.........................................................................................................................................

1.1 Latar Belakang


.........................................................................................................................................

1.2 Tujuan Aktualisasi


.........................................................................................................................................

1.3 Ruang Lingkup Aktualisasi


.........................................................................................................................................

BAB II
GAMBARAN UMUM INSTANSI DAN DESKRIPSI LOKASI AKTUALISASI
.........................................................................................................................................

2.1 Sejarah dan Deskripsi Organisasi


.........................................................................................................................................

2.2 Visi Misi dan Moto RSUD Bendan


.........................................................................................................................................

2.3 Struktur Organisasi RSUD Bendan


.........................................................................................................................................

2.4 Tugas Unit Kerja


.........................................................................................................................................

2.5 Tugas Pegawai


.........................................................................................................................................

BAB III

RANCANGAN AKTUALISASI
.........................................................................................................................................

10

3.1 Tabel Rancangan Aktualisasi


.........................................................................................................................................

10

BAB IV
CAPAIAN AKTUALISASI
.........................................................................................................................................

18

4.1 Urian Kegiatan Aktualisasi


.........................................................................................................................................

18

Tabel 4.1.1 Tabel Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi


.........................................................................................................................................

18

Tabel 4.1.2 Tabel Kegiatan 1


.........................................................................................................................................

19

Tabel 4.1.3 Tabel Kegiatan 2


.........................................................................................................................................

22

Tabel 4.1.4 Tabel Kegiatan 3


.........................................................................................................................................

25

Tabel 4.1.5 Tabel Kegiatan 4


.........................................................................................................................................

31

Tabel 4.1.6 Tabel Kegiatan 5


.........................................................................................................................................

34

BAB IV

PENUTUP
.........................................................................................................................................

38

5.1 Kesimpulan
.........................................................................................................................................

38

5.2 Saran
.........................................................................................................................................

39

DAFTAR PUSTAKA
.........................................................................................................................................

40

LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bekerja pada instansi
pemerintah. Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disebut ASN adalah pegawai negeri
sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat
pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi
tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan. Tugas dan
fungsi ASN adalah melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh pejabat pembina
kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, memberikan
pelayanan publik yang profesional dan berkualitas serta mempererat persatuan dan
kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Setelah
disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang ASN (selanjutnya disebut
Undang-Undang ASN), PNS memiliki kekuatan dan kemampuan profesional,
berintegritas tinggi dalam melaksanakan tugas, berbudaya kerja serta dipercaya publik
dengan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal.
Dalam Undang-undang ASN dijelaskan bahwa setiap CPNS (Calon Pegawai
Negeri Sipil) wajib menjalani masa percobaan yang dilaksanakan melalui proses Diklat
terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi
nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggungjawab,
dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Hal tersebut perlu dilakukan
semata-mata untuk mewujudkan visi Negara sebagaimana tertuang dalam Pembukaan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Untuk merealisasikan hal tersebut, diperlukan sebuah penyelenggaraan pelatihan


yang inovatif dan terintegrasi.Dalam hal ini, Peraturan Lembaga Administrasi Negara
Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyelenggaraan Latsar CPNS mengatur
tentang penyelenggaraan pelatihan yang memadukan pembelajaran klasikal dan non-
klasikal di tempat pelatihan dan di tempat kerja. Sehingga, memungkinkan peserta
mampu menginternalisasi, menerapkan, dan mengaktulisasikan, serta membuatnya
menjadi kebiasaan (habituasi), dan merasakan manfaatnya, sehingga terpatri dalam
dirinya sebagai karakter PNS yang profesional sesuai bidang tugas.

Setelah pembentukan nilai-nilai dasar PNS yang mencakup ANEKA yaitu :


Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi, agenda
penting yang harus dilakukan oleh peserta pendidikan dan pelatihan adalah habituasi.
Agenda habituasi memfasilitasi peserta untuk melakukan proses aktualisasi melalui
pembiasaan diri terhadap kompetensi yang telah diperoleh melalui mata diklat yang telah
dipelajari. Selain itu, dalam proses habituasi peserta dibekali dengan konsepsi dan tahap
aktualisasi, penyusunan dan penyajian rancangan aktualisasi, pelaksanaan aktualisasi di
tempat kerja, dan penyajian hasil aktualisasi di tempat kerja dengan menyajikan bukti
belajar yang relevan.
Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan
pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat
inap, rawat jalan dan gawat darurat. Rumah Sakit mempunyai misi memberikan
pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh masyarakat dalam rangka
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tugas rumah sakit umum adalah
melaksanakan upaya pelayanan kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan
mengutamakan penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dan
terpadu dengan peningkatan dan pencegahan serta pelaksanaan upaya rujukan.

Penyakit infeksi terkait pelayanan kesehatan merupakan salah satu masalah


kesehatan diberbagai Negara di dunia, termasuk Indonesia. Dan hal ini berdampak
langsung terhadap beban ekonomi Negara. Secara prinsip penyakit infeksi dapat dicegah
bila fasilitas kesehatan secara konsisten melaksanakan program PPI. Pemakaian masker
dan pelepasan masker dengan benar di ruang kohorting merupakan salah satu cara untuk
mengurangi infeksi yang berkaitan dengan perawatan kesehatan.

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan di ruang jlamprang ditemukan


beberapa isu yang belum optimal diantaranya yang pertama sebagian pasien diabetus
militus di ruang jlamprang tidak melakukan mobilisasi selama dirawat, kurangnya
pengetahuan pasien dm tentang olah raga yang tepat bagi dirinya, rendahnya pemberian
informasi pendidikan kesehatan tentang olah raga yang tepat bagi penderita dm di
lingkungan ruang jlamprang, yang kedua kurangnya kepatuhan petugas kesehatan
dalam melaksanakan kebersihan tangan di RSUD Bendan, Pekalongan Barat,
Kota Pekalongan, yang ketiga kurangnya kepatuhan petugas, keluarga pasien dan
pengunjung dalam memakai masker, melepas masker dengan benar dan ketidaktahuan
keluarga pasien dan pengunjung tentang penularan penyakit TBC melalui udara, percikan
ludah di ruang kohorting airbone
Di RSUD Bendan angka kepatuhan pemakaian masker dan pelepasan masker pada
keluarga pasien dan pengunjung masih kurang, dan cara memakai dan melepas masker
yang benar belum efektif, karena hal tersebut sangat penting karena akan melindungi
petugas, keluarga pasien dan pengunjung dari bahaya penyakit TBC di ruang kohorting
airbone

Di RSUD Bendan terdapat ruangan kohorting airbone diruang Jlamprang yang


terbagi menjadi dua ruangan kohorting airbone, dimana ada kohorting kamar laki laki
dan kohorting airbone kamar perempuan. Ruang kohorting airbone adalah ruangan yang
membutuhkan tingkat kepatuhan pemakaian masker, karena penularan penyakit TBC
adalah melalui droplet, udara.

1.2 Tujuan

Tujuan Aktualisasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran petugas, keluarga


pasien dan pengunjung agar memakai masker, melepas masker dengan cara yang benar,
sehingga menurunkan resiko infeksi pada tenaga kesehatan, pasien dan masyarakat dari
infeksi kuman tuberculosis di ruang kohorting airbone. Dengan Penerapan memakai,
melepas masker dengan benar, diharapkan mampu mencegah penularan penyakit infeksi
tuberculosis dan menerapkan subtansinilai nilai dasar profesi PNS, yaitu ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi)
Manajemen Publik, Whole of Goverment dan Pelayanan Publik serta mengetahui
dampak-dampaknya terhadap pencapaian visi misi organisasi apabila nilai-nilai dasar
tersebut tidak diaplikasikan dalam pekerjaan sehari hari dengan baik.

1.3 Ruang Lingkup

Penerapan Aktualisasi menurunkan resiko infeksi melalui edukasi pemakaian


masker untuk petugas, keluarga pasien dan pengunjung mulai tanggal 10 September
2019 sampai tanggal 5 Oktober 2019, di ruang kohorting RSUD Bendan Kota
Pekalongan

BAB II
GAMBARAN UMUM (LOKASI) ORGANISASI

2.1 Deskripsi Organisasi

2.1.1 Sejarah Singkat

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) “Bendan” Kota Pekalongan adalah


Lembaga Teknis Daerah yang didirikan berdasarkan Perda Kota Pekalongan No.
5 Tahun 2008, tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum
Daerah (RSUD) ”Bendan” Kota Pekalongan. Dalam upaya untuk meningkatkan
pelayanan kepada masyarakat, mulai tahun 2009, RSUD Bendan Kota
Pekalongan menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
Daerah (BLUD) yang merupakan pola pengelolaan keuangan yang memberikan
fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan praktik-praktik bisnis yang
sehat.

Kebutuhan untuk segera dapat memiliki sebuah Rumah Sakit Umum


Pemerintah sendiri dirasakan menjadi sesuatu hal yang cukup penting. Hal ini
sejalan dengan salah satu Misi yang diemban oleh Walikota dan Wakil Walikota
Pekalongan Peride Jabatan 2005 – 2010 di bidang kesehatan yaitu Meningkatkan
mutu dan jangkauan Pelayanan Kesehatan bagi masyarakat Kota Pekalongan.
Kota Pekalongan merupakan salah satu Daerah di Jawa Tengah yang belum
memiliki RSUD.

Dalam menentukan lokasi mengalami beberapa pembahasan yang cukup


panjang. Beberapa lokasi yang diusulkan antara lain SMP 13, bekas terminal,
Puskesmas Bendan dan terakhir di BLK dengan menempati tanah yang masih
kosong. Lokasi ini dianggap cukup strategis, namun terdapat beberapa kendala
antara lain : tanahnya kurang luas; ada beberapa bangunan di sebelah barat yang
menghadap Jl. Sriwijaya yang sebenarnya lebih cocok untuk dijadikan sebagai
muka/depan bangunan RSUD.

Atas tekad dan niat serta iktikad tulus yang kuat dari Walikota dan Wakil
Walikota, maka maksud tersebut diajukan kepada DPRD Kota Pekalongan.
Beberapa pertemuan dilaksanakan baik secara internal maupun mengundang
masyarakat untuk mendapatkan masukan, saran dan pendapat tentang rencana
Pemerintah membangun RSUD. Dan dari pertemuan tersebut dihasilkan
kesimpulan bahwa masyarakat mendukung upaya Pemerintah Kota Pekalongan
untuk membangun RSUD. Atas dasar hal tersebut pihak DPRD menyetujui
rencana tersebut dan dituangkan dalam Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah Kota Pekalongan Nomor 08/DPRD/IV/2007 tanggal 11 April 2007
tentang Persetujuan Surat Walikota Pekalongan Nomor 050/0198 Tanggal 17
Januari 2007 Perihal Rencana Anggaran Biaya (RAB) Kegiatan Peningkatan
Puskesmas Bendan (Pembangunan RSUD) Kota Pekalongan. Dan untuk
merealisasikan lebih lanjut dari Rencana Pembangunan RSUD tersebut, maka
telah disepakati bersama bahwa pembangunannya akan dilaksanakan secara
Multiyears selama 3 (tiga) tahun dimulai pada tahun 2007, 2008 dan 2009

Lokasi Pembangunan RSUD Kota Pekalongan menempati lahan kosong


UPTD BLK yang luasnya ± 1 Ha ditambah dengan tanah yang sekarang ditempati
Kantor Kelurahan Bendan, Gedung Golkar, Balai Pertemuan dan Rumah Dinas
Tenaga Kesehatan, sehingga luas keseluruhan ± 1,35 Ha terletak di Jalan
Sriwijaya No. 2 Pekalongan yang termasuk dalam wilayah Kelurahan Bendan
Kecamatan Pekalongan Barat dan berjarak 300 m dari Pemerintah Kota
Pekalongan. Luas bangunan gedung utama dan penunjangnya adalah ± 12.000
m2 terdiri dari bangunan 4 lantai ditambah 1 lantai basement. Adapun rincian
bangunan terdiri dari :

- Lantai basement digunakan untuk Instalasi Dapur / Gizi, Instalsi Laundry /

CSSD, Radiologi, Laboratorium, Fisioterapi dan Perkantoran.

- Lantai 1 digunakan untuk Instalasi Rawat Jalan, Hemodialisa serta Instalasi

Gawat Darurat, Buketan

- Lantai 2 digunakan untuk Instalasi Bedah Sentral / Operasi, ICU, Persalinan

dan Rawat Inap Kelas III.

- Lantai 3 digunakan untuk Rawat Inap Kelas II, Kelas I, dan Kelas Utama.

- Lantai 4 digunakan untuk Rawat Inap VIP dan Aula.

- Bangunan penunjang antara lain : Pemulasaran Jenazah, Ruang Genset, IPAL,

2.1.2 Visi dan Misi, Moto Rumah Sakit

a. Visi RSUD Bendan Kota Pekalongan

Visi RSUD Bendan Kota Pekalongan adalah unggulan dalam pelayanan

b. Misi RSUD Bendan Kota Pekalongan


Memberikan Pelayanan Kesehatan Rujukan Yang Bermutu Dan Terjangka
Sesuai Standar Profesi
c. Motto

Motto dari RSUD Bendan Kota Pekalongan adalah Kesembuhanmu ibadahku


2.1.3 Struktur Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Bendan Kota Pekalongan

DIREKTUR DEWAN PENGAWAS

KELOMPOK JABATAN KOMITE-KOMITE


FUNGSIONAL TERTENTU

KABAG.TATA USAHA

KASUBAG.PERENCANAAN KASUBAG.UMUM DAN


KASUBAG.KEUANGAN
DAN EVALUASI KEPEGAWAIAN

KABID. PELAYANAN KABID. KEPERAWATAN KABID.PENGEMBANGAN DAN


PENUNJANG PELAYANAN

KASI.PELAYANAN DAN RM KABID.PELAYANAN


KEPERAWATAN KASI.SARANA PRASARANA

KASI. PENGEMBANGAN
PELAYANAN KASI.PENGEMBANGAN MUTU
KASI.ASUHAN DAN ETIKA DAN PENGOLAHAN DATA
KEPERAWATAN
KA INSTALASI :
IGD KA INSTALASI : KA.INSTALASI
HEMODIALISA CSSD GIZI
KA.INSTALASI :
RAWAT JALAN IPSRS FARMASI
RAWAT INAP
REKAM MEDIK RADIOLOGI LABORAT
IBS
PONEK REHABILITASI
ICU
MEDIK
Keterangan :

Direktur : dr. Junaedi Wibawa, M.Si Med, Sp. PK

Kabag Tata Usaha : Dwi Yuniastuti, SKM

Kasubbag Umum dan Kepegawaian : Febry Wahyu S, S.Psi, M.Si

Kasubbag Keuangan : Mukhsin Hadi, SE, M.Si

Kasubbag Renval : Desi Testiyanto, SKM

Kabid Keperawatan : dr.Megawati Hartono, M.Kes

Kasi Pelayanan Keperawatan : Himawati, S.Kep. Ns

Kasi Asuhan dan Etika Keperawatan : Mahmudah, SKM

Kabid Pengembangan Penunjang Pelayanan : dr. Rikza Dini

Kasi PMPD : Ahmad Arofik, S.Si.Apt

Kasi Sarana dan Prasarana : Anik Susilowati, S.SiT

Kabid Pelayanan Medis : dr. Endang Ataswati B

Kasi Pengembangan Pelayanan : dr. Rini Handayani

Kasi Pelayanan dan Rekam Medis : dr. Difayana


2.2 Tugas Unit Kerja
Adapun Tugas berdasarkan Peraturan Walikota Pekalongan Nomor 48 Tahun 2013
Tentang Tugas dan Fungsi Lembaga Teknis Daerah, Dalam Peraturan Daerah ini yang
dimaksud dengan Rumah Sakit Umum Daerah Bendan Kota Pekalongan adalah sarana
kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang
menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. Menurut Lokakarya
Nasional tentang Keperawatan tahun1983 peran perawat untuk Indonesia disepakati sebagai:
1. Pemberi pelayanan Perawatan
Perawat harus :
a. Memperhatikan individu dalam konteks sesuai kehidupan klien, perawat harus
memperhatikan klien berdasarkan kebutuhan significant dari klien
b. Perawat menggunakan Nursing Proces untuk mengidentifikasi diagnosa keperawatan
c. Peran utamanya adalah memberikan pelayanan keperawatan kepada individu,
keluarga, kelompok atau masyarakat sesuai diagnosa masalah yang terjadi mulai dari
masalah yang bersifat sederhana sampai yang kompleks
2. Advokat
Sebagai client advocate, perawat bertanggung jawab untuk membantu klien dan
keluarga dalam menginterprestasikan informasi dari berbagai pemberi pelayanan dan
dalam memberikan informasi lain yang diperlukan untuk mengambil persetujuan
(inform concent) atas tindakan keperawatan yang diberikan kepadanya
3. Konselor
Mengidentifikasi perubahan pola interkasi klien terhadap keadaan sehat sakitnya,
konseling diberikan kepada individu/keluarga dalam menintegrasikan pengalaman
kesehatan dengan pengalaman yang lalu
4. Pendidik
Membantu klien mempertinggi pengetahuan dalam meningkatkan kesehatan, gejala
penyakit sesuai kondisi dan tindakan yang spesifik
5. Koordinator
Mengarahkan, merencanakan, mengorganisasikan pelayanan dari semua anggota tim
kesehatan, karena klien menerima pelayanan dari banyak profesional

6. Kolaborasi
Dalam Hal ini perawat bersama klien, keluarga, team kesehatan lain berupaya
mengidentifikasi pelayanan kesehatan yang diperlukan termasuk tukar pendapat
terhadap pelayanan yang diperlukan klien, pemberian dukungan, paduan keahlian dan
ketrampilan dari berbagai profesional pemberi pelayanan kesehatan.
7. Konsultan
Elemen ini secara tidak langsung berkaitan dengan permintaan klien terhadap informasi
tentang tujuan keperawatan yang diberikan. Dengan peran ini dapat dikatakan
perawatan adalahsumber informasi yang berkaitan dengan kondisi spesifik pasien
8. Agen Perubahan
Elemen ini mencakup perencanaan, kerjasama, perubahan yang sistematis dalam
berhubungan dengan klien dan cara pemberian keperawatan kepada klien

2.3 Tugas Peserta


Tugas pokok perawat fungsional adalah perawat yang bekerja dibidang perawat
dalam jabatan fungsional, mempunyai tugas yaitu :
1. Pelaksana Keperawatan
Perawat bertanggungjawab dalam memberikan pelayanan keperawatan dari yang
sederhana sampai yang kompleks kepada individu, keluarga, kelompok atau
masyarakat.
2. Pengelola (Administrator)
Sebagai administrator bukan berarti perawat harus berperan dalam kegiatan
administratif secara umum, Perawat sebagai tenaga kesehatan yang spesifik dalam
sistem pelayanan kesehatan tetap bersatu dengan profesi lain dalam pelayanan
keperawatan
3. Pendidik
Perawat bertanggung jawab dalam hal pendidikan dan pengajaran ilmu keperawatan
kepada klien, tenaga keperawatan maupun tenaga kesehatan lainnya. Salah satu aspek
yang perlu diperhatikan dalam keperawatan adalah aspek pendidikan, karena perubahan
perubahan tingkah laku merupakan salah satu sasaran dari pelayanan keperawatan

4. Peneliti
Seorang perawat diharapkan dapat menjadi pembaharu (inovator) dalam ilmu
keperawatan karena ia memiliki kreatifitas, inisiatif, cepat tanggap terhadap rangsangan
dari lingkungannya

LEMBAR PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI

JUDUL :MENURUNKAN RESIKO INFEKSI MELALUI EDUKASI


PEMAKAIAN MASKER UNTUK PETUGAS, KELUARGA PASIEN
DAN PENGUNJUNG DI RUANG KOHORTING AIRBONE RSUD
BENDAN PEKALONGAN
DISUSUN OLEH : Yusi Anita, AMK
NOMOR PRESENSI : 34
INSTANSI : RSUD Bendan Kota Pekalongan
Yogyakarta, 07 September 2019

Disetujui sebagai bahan Ujian/Seminar


COACH PESERTA

Dra. ENY SETYAWATI, M.T YUSI ANITA, AMK


NIP. 19680307 199403 2 001 NIP. 19900607 201903 2 004

Mengetahui,
Kepala PPSDM Kemendagri
Regional Yogyakarta

Dr. Ir. H. SUROYO, M.Si


NIP. 19630114 199103 1 001
BERITA ACARA UJIAN/SEMINAR
RANCANGAN AKTUALISASI

Pada Hari : Sabtu


Tanggal : 07 September 2019
Pukul : 14.15 – 14.40
Tempat : Hotel Bintang Fajar
Telah Diseminarkan Rancangan Aktualisasi Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan IX
Judul : MENURUNKAN RESIKO INFEKSI MELALUI EDUKASI
PEMAKAIAN MASKER UNTUK PETUGAS, KELUARGA
PASIEN DAN PENGUNJUNG DI RUANG KOHORTING
AIRBONE RSUD BENDAN PEKALONGAN

Disusun Oleh : Yusi Anita, AMK


Nomor Presensi : 34
Instansi : RSUD Bendan Kota Pekalongan
Dan telah mendapat pengujian/komentar/masukan/saran dari Penguji, Mentor dan Coach/Moderator.

Coach/Moderator Peserta

Dra. ENY SETYAWATI, M.T YUSI ANITA, AMK


19680307 199403 2 001 NIP.19900607 201903 2 004

Mentor Penguji

NURUL HENDAYANI, S.Kep.Ns ANDRI TRI KUNCORO, M.A


NIP. 19830214 200501 2 006 19820419 200912 1 001
PEMERINTAH KOTA PEKALONGAN
DINAS KESEHATAN
RSUD BENDAN KOTA PEKALONGAN
Alamat: Jl. Sriwijaya No. 2, Bendan, Kec. Pekalongan Barat (0285) 437222

SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN MENTOR

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : Nurul Hendayani, S.kep, Ns
NIP : 19830214 200501 2 006

Jabatan : Perawat Supervisi


Instansi : RSUD Bendan Kota Pekalongan
Mendukung atau menyetujui Rancangan Aktualisasi dari :
Nama : Yusi Anita, AMK
NIP : 19900607 201903 2 004
Jabatan : Perawat Terampil
Instansi : RSUD Bendan Kota Pekalongan
Judul : Menurunkan Resiko Infeksi Melalui Edukasi Pemakaian Masker Untuk Petugas,
Keluarga Pasien Dan pengunjung Di Rusng Kohorting RSUD Bendan Kota
Pekalongan

Demikian surat pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Pekalongan, 07 September 2019


MENTOR

Nurul Hendayani, S.kep, Ns


NIP. 19830214 200501 2 006
BAB III

RANCANGAN AKTUALISASI NILAI DASAR AKUNTABILITAS, NASIONALISME, ETIKA PUBLIK, KOMITMEN


MUTU DAN ANTI KORUPSI (ANEKA)
DIKLAT PRAJABATAN GOLONGAN II ANGKATAN IX

NAMA : Yusi Anita, AMK


UNIT KERJA : RSUD Bendan Kota Pekalongan
ISU : Kurangnya kepatuhan petugas, keluarga pasien dan pengunjung dalam memakai masker,
melepas masker dengan benar, dan ketidaktahuan keluarga pasien dan pengunjung tentang
penularan penyakit TBC melalui udara, percikan ludah di ruang kohorting airbone RSUD
Bendan
GAGASAN PEMECAHAN ISU : Menurunkan Resiko Infeksi Melalui Edukasi Pemakaian Masker Untuk Petugas, Keluarga
Pasien dan Pengunjung di Ruang Kohorting Airbone RSUD Bendan Kota Pekalongan
NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN OUTPUT/HASIL KETERKAITAN DENGAN KONTRIBUSI PENGUATAN
KEGIATAN NILAI DASSAR ANEKA TERHADAP NILAI-NILAI
TUPOKSI UNIT ORGANISASI
KERJA
1 2 3 4 5 6 7
1. Konsultasi dengan a. Mencatat arahan a. Catatan hasil Akuntabilitas ; tanggung Sesuai dengan Dengan
mentor mentor diskusi dengan jawab ; melaksanakan hasil Peraturan Walikota melaksanakan
b. Mancatat arahan mentor diskusi dan arahan dengan Pekalongan Nomor koordinasi
tindak lanjut mentor dengan penuh 48 tahun 2013, dan konsultasi
kegiatan tanggung jawab, sesuai dengan koordinasi maka
dengan arahan yang telah mendukung memperkuat
diberikan untuk pencapaian tupoksi nilai
menyelesaikan aktualisasi “Penyusunan organisasi
Program Kerja” RSUD
Nasionalisme; kerakyatan ;
Bendan yaitu
kekeluargaan; konsultasi
“Profesional”
dengan mentor dilakukan
dengan kekeluargaan
sehingga tercipta suasana
harmonis antara pimpinan
dan bawahan

Etika public ; hormat ;


dalam konsultasi dengan
mentor diutamakan sikap
menghormati karena
apapun kenyataannya
beliau adalah pemimpin di
instansi tersebut

Komitmen Mutu ;
Orientasi Mutu ; mampu
menjelaskan kekurangan
dan kelebihan rumah sakit
tentang peningkatan
pelayanan pasien agar
bermutu

Anti Korupsi ; Sederhana;


dalam menyampaikan ke
mentor mampu
menjelaskan secara
sederhana namun terperinci
tentang kegiatan yang
harus dilakukan sehingga
terjadi kejelasan target
2. Konsultasi dengan a. Menyiapkan konsep a. Konsep diskusi Dengan melakukan Kegiatan ini
b. Catatan dan Akuntabilitas ; transparan
TIM PPI konsultasi pengecekan berperan
b. Melakukan saran ; saya melakukan kegiatan
(Pencegahan dan dokumen spo maka dalam
konsultasi dengan dengan jelas dan terbuka
Pengendalian mendukung penguatan
Tim PPI
Infeksi) Nasionalisme ; kerakyatan pencapaian tupoksi Nilai-Nilai
c. Melaporkan hasil
; musyawarah ; saya bidang keperawatan Organisasi
konsultasi dengan
mengedepankan “Pengembangan yaitu Bersih,
mentor
musyawarah untuk Bidang Empati,

mufakat Keperawatan dan Nyaman,


“Menyelenggarakan Disiplin,
Etika public ; sopan ; saya tata kelola rumah Aman, Netral.
sakit” Serta selaras
menjalin komunikasi
dengan
dengan sopan dan santun
karakter yang

Komitmen mutu ; diharapkan

efektifitas ; kegiatan yaitu

dilakukan dengan efektif “Disiplin”

Anti korupsi ; kerja


keras ; saya melakukan
kegiatan dengan kerja
keras dan menyediakan
segala sesuatu agar
kegiatan terlaksana
dengan lancar
3. Membuat media a. Melakukan syuting a. Video cara Akuntabilitas ; tanggung Pembuatan video Dengan
video cara memakai dan jawab ; Saya melakukan cara memakai, membuat
b. Mengedit dan video
memakai, melepas menyusun video melepas masker kegiatan membuat vidio melepas masker vidio maka
menguatkan
masker dengan c. Mengkonsultasikan dengan benar dengan penuh rasa dengan benar terkait
nilai
benar video dengan mentor tanggung jawab tupoksi perawat
Nasionalisme ; organisasi:
sebagai pendidik
kemanusiaan ; saling aman dalam
pelayanan dan
menghormati ; saya
nyaman bagi
melaksanakan kegiatan
membuat vidio melibatkan pelanggan
orang lain dengan saling internal

menghormati, penuh
tanggung jawab dan
amanah.
Etika public ; cermat ;
Saya
mengimplementasikan
sikap cermat dalam
membuat
vidio serta dilandasi
dengan
kejujuran , berintegritas
tinggi
dan menjaga kesopanan.
Komitmen mutu ;
efisien ; saya melakukan
pembuatan
vidio secara efisien, efektif
dan berorientasi mutu
Anti korupsi ; tanggung
jawab ;
Saya melakukan
pembuatan vidio dengan
penuh tanggung jawab
4 Penyusunan a. Penyusunan isi materi a. Materi pemakaian Akuntabilitas ; tanggung Dengan Membuat Dengan
pembuatan leflet pemakaian dan dan pelepasan jawab ; saya menyiapkan spo, leflet, banner membuat
dan banner pelepasan masker pada masker semua alat dan bahan untuk pemakaian masker leflet/lembar

leflet/ banner b. Draft leflet / banner sosialiasi dengan penuh dan pelepasan masker balik
maka mendukung pemakaian,
b. Mendesaign leflet/ c. Dokumentasi dan tanggung jawab.
Nasionalisme ; pencapaian pelepasan
banner notulen hasil
kerakyatan ; musyawarah “Penyusunan Program masker maka
c. Mengkonsultasikan konsultasi
mufakat ; saya melakukan Kerja Kegiatan memperkuat
materi dan design leflet/
Keperawatan” nilai organisasi
konsultasi dengan atasan
banner kepada mentor RSUD Bendan
tentang kegiatan sosialisasi
yaitu “inovatif,
dengan cara musyawarah.
jujur”
Etika public ; sopan ;
menjalin kerjasama yang
baik dan sopan dalam
penyusunan materi dan
design.
Komitmen mutu ;
orientasi mutu ; materi
dipersiapkan dengan baik
agar dapat meningkatkan
mutu
Anti korupsi ; sederhana ;
saya merancang materi
secara sederhana dalam
setiap kalimatnya agar
mudah di pahami

5 Menresosialisasikan a. Membuat undangan a. Undangan Akuntabilitas ; kejelasan Kegiatan melakukan Kegiatan ini
sop pemakaian, resosialisasi kepada resosialisasi target ; saya melakukan resosisalisasi ke berperan dalam

pelepasan masker petugas kesehatan di b. Daftar hadir resosialisasi dengan jelas petugas berkontribusi penguatan
terhadap Tupoksi Unit Nilai-Nilai
kepada petugas ruangan c. Foto agar target tercapai.
Nasionalisme ; Kerja yaitu Organisasi
b. Melakukan dokumentasi
kemanusiaan ; tidak mengajarkan cara yaitu Bersih,
resosialisasi cara hasil kegiatan
diskriminatif ; saya memakai, melepas Empati,
pemakaian,
masker dengan benar. Nyaman,
melakukan sosialisasi tanpa
pelepasan masker Disiplin,
membeda bedakan.
c. Melakukan Aman, Netral.
Etika public ; sopan ; saya
resosialisasi bila mau Serta selaras
melakukan resosialisasi
masuk ke ruang dengan
dengan baik, sopan santun.
kohorting airbone Komitmen mutu ; karakter yang
mohon memakai efektifitas ; kegiatan diharapkan

masker dilakukan dengan efektif yaitu “Empati”


Anti korupsi; sederhana ;
d. Melaporkan kegiatan
dalam menyampaikan ke
resosialisasi kepada
petugas, keluarga pasien
mentor
dan pengunjung mampu
menjelaskan secara
sederhana namun
terperinci.
6 Melakukan edukasi a. Melakukan edukasi a. Foto Akuntabilitas ; kejelasan Kegiatan melakukan Kegiatan ini
cara pemakaian, cara pemakaian dan dokumentasi target ; saya melakukan edukasi kepada berperan dalam

cara pelepasan pelepasan masker hasil kegiatan sosialisasi dengan jelas keluarga pasien dan penguatan
pengunjung Nilai-Nilai
masker yang benar b. Melakukan edukasi agar target tercapai.
Nasionalisme ; berkontribusi terhadap Organisasi
kepada keluarga bila mau masuk ke
kemanusiaan ; tidak Tupoksi Unit Kerja yaitu Bersih,
pasien dan ruang kohorting
diskriminatif ; saya yaitu mengajarkan Empati,
pengunjung airbone mohon
cara memakai dan Nyaman,
melakukan sosialisasi tanpa
memakai masker melepas masker Disiplin,
membeda bedakan.
c. Melaporkan kegiatan dengan benar Aman, Netral.
Etika public ; sopan ; saya
soalisasi kepada Serta selaras
melakukan sosialisasi
mentor dengan
dengan baik, sopan santun.
Komitmen mutu ; karakter yang
efektifitas ; kegiatan diharapkan

dilakukan dengan efektif yaitu “Empati”


Anti korupsi; sederhana ;
dalam menyampaikan ke
petugas, keluarga pasien
dan pengunjung mampu
menjelaskan secara
sederhana namun
terperinci.
7 Melakukan Mengumpulkan hasil dan a. Checklist kegiatan Akuntabilitas ; transparan Dengan monitoring Dengan
evaluasi praktik evaluasi harian ; Memberikan hasil dan evaluasi maka monitoring
pemakaian, b. Video laporan dengan terbuka mendukung dan evaluasi
pelepasan dan transparan pencapaian tupoksi maka
Nasionalisme ; dalam“pengevaluasian
masker dengan memperkuat
kepentingan public ; dan pelaporan
benar oleh nilai
Menerima saran dari pelaksanaan kegiatan”
keluarga pasien kebijakan
pimpinan untuk
dan pengunjung mutu
kepentingan bersama
Etika public ; cermat ; organisasi
monitoring dan evaluasi RSUD
dilakukan dengan teliti dan Bendan
cermat “Dalam
Komitmen Mutu ;
meningkatkan
berorientasi mutu ;
kepuasan
kegiatan ini dilakukan
pelanggan
untuk meningkatkan mutu
yang
pelayanan
berkelanjutan
Anti Korupsi ; jujur ;
Membuat laporan dengan
jujur dan penuh
tanggungjawab
Tabel 4.1.1. Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi

No Rencana Aktualisasi September Oktober Output / Hasil Kegiatan


2 3 4 1 2
1 Konsultasi dengan a. Catatan hasil diskusi
mentor dengan mentor

2 Konsultasi dengan TIM a. Konsep diskusi


PPI (Pencegahan dan b. Catatan dan
Pengendalian Infeksi) saran

3 Membuat media video a. Video cara memakai


cara memakai, melepas dan melepas masker
masker dengan benar dengan benar
b. Surat persetujuan
video yang dibuat

4 Penyusunan a. Tersedianya materi


pembuatan leflet dan pemakaian dan
banner
pelepasan masker
b. Tersedianya design
leflet/ banner
c. Dokumentasi dan
notulen hasil
konsultasi
5 Menresosialisasikan a. Undangan
sop pemakaian dan resosialisasi
pelepasan masker b. Daftar hadir
kepada petugas c. Foto
dokumentasi
hasil kegiatan
6 Melakukan edukasi cara a. Foto
pemakaian, cara dokumentasi
pelepasan masker yang hasil kegiatan
benar kepada keluarga
pasien dan pengunjung

7 Melakukan evaluasi a. Checklist


praktik pemakaian, kegiatan harian
pelepasan masker b. Video
dengan benar oleh
keluarga pasien dan
pengunjung

BIMBINGAN COACH

NAMA PESERTA : YUSI ANITA, AMK


INSTANSI : RSUD BENDAN KOTA PEKALONGAN
TEMPAT AKTUALISASI: RSUD BENDAN KOTA PEKALONGAN

NO TANGGAL/ CATATAN BIMBINGAN TINDAK LANJUT PARAF COACH


WAKTU

1 2 3 4 5

BIMBINGAN MENTOR

NAMA PESERTA : YUSI ANITA, AMK


INSTANSI : RSUD BENDAN KOTA PEKALONGAN
TEMPAT AKTUALISASI: RSUD BENDAN KOTA PEKALONGAN
NO TANGGAL/ CATATAN BIMBINGAN TINDAK LANJUT PARAF MENTOR
WAKTU

1 2 3 4 5