Anda di halaman 1dari 278

PROFIL

KOTA CIREBON
2014
PROFIL KOTA CIREBON 2014
Cirebon Profile 2014

Ukuran Buku/Book Size : 25,5 x 18 cm


Jumlah Halaman/Number of Page : 207 hal

Naskah/Manuscript:

Seksi Integrasi, Pengolahan, dan Diseminsi Statistik BPS Kota Cirebon


Section of Integration, Processing and Dissemination of Statistics

Gambar Kulit/Cover Design:

Seksi Integrasi, Pengolahan, dan Diseminsi Statistik BPS Kota Cirebon


Section of Integration, Processing and Dissemination of Statistics

Diterbitkan Oleh/Published by:

Badan Pusat Statistik Kota Cirebon


BPS Statistics of Cirebon Municipality

Boleh mengutip dengan menyebutkan sumbernya


May be cited with references to the source
SAMBUTAN
KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN PEMBANGUNAN
KOTA CIREBON

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas terbitnya buku
”Profil Kota Cirebon 2014” yang merupakan hasil kerjasama Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Cirebon dengan Badan Pusat Statistik
(BPS) Kota Cirebon.
Informasi yang disajikan dalam publikasi ini adalah tentang gambaran
kondisi makro Kota Cirebon, dan dapat digunakan sebagai bahan penyusunan
kebijakan pembangunan yang lebih komprehensif.
Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
dalam mewujudkan terbitnya buku Profil Kota Cirebon ini. Semoga buku ini
bermanfaat, terutama bagi penyelenggara pemerintahan dan masyarakat pada
umumnya.

Cirebon, September 2014


Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah Kota Cirebon
Kepala,

Ir. Budi Raharjo M.Ba.


NIP. 19580404 198903 1 009
KATA PENGANTAR

Publikasi Kota Cirebon Dalam Angka Tahun 2013 adalah publikasi tahunan,
yang merupakan kelanjutan publikasi sejenis dari tahun-tahun sebelumnya.
Publikasi ini berupaya menyajikan beragam jenis data dari berbagai instansi yang
ada di Kota Cirebon, baik instansi-instansi pemerintah maupun swasta, yang
bermaksud untuk memberikan gambaran umum tentang geografi, iklim dan
keadaan sosial ekonomi di Kota Cirebon.

Data yang disajikan disini umumnya berupa tabel yang telah disusun secara
sistematis dan dilengkapi dengan beberapa grafik agar dapat memberikan
kemudahan bagi pengguna data.

Kami menyadari publikasi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu,
saran maupun kritik dari berbagai pihak sangat diperlukan agar publikasi ini
dimasa yang akan datang menjadi lebih baik sesuai harapan pengguna data.

Akhirnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan hingga


terbitnya publikasi ini, kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Cirebon, September 2014


Badan Pusat Statistik Kota Cirebon
Kepala

IMRON BUDIANTO, MM
NIP. 19600929 198312 1 001
DAFTAR ISI

Halaman

SAMBUTAN WALIKOTA CIREBON

KATA PENGANTAR KEPALA BAPPEDA KOTA CIREBON

KATA PENGANTAR KEPALA BPS KOTA CIREBON


PREFACE

DAFTAR ISI vii


TABLE OF CONTENTS

DAFTAR GRAFIK xxii


GRAFICS LIST

PENDAHULUAN 3
SEKILAS KOTA CIREBON 4
VISI DAN MISI KOTA CIREBON 2008-2013 11
UNDANG-UNDANG RI NO 16/1997 TENTANG STATISTIK 12

BAB I : LETAK GEOGRAFIS 33


CHAPTER 1 : GEOGRAPHICAL POSITION

1.1 Banyaknya Hari dan Curah Hujan Tahun 2011-2013 . . . . . . . . 39


Number of Rainy Days and Rain fall in Cirebon 2011-2013

1.2 Temperatur di Kota Cirebon Tahun 2011-2013. . . . . . . . . . . . . . 40


Temperature in Cirebon 2011-2013

1.3 Perkiraan Jarak AntarKota Kabupaten se-Jawa Barat,


Banten dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta (kilometer) . . . . 41
Distance Among Selected Cities in West Java,Banten and
Jakarta

Profil Kota Cirebon 2014 vii


BAB II : PEMERINTAHAN 47
CHAPTER II : GOVERNMENT

2.1 Struktur Pemerintahan di Lingkungan Pemerintah Daerah


Kota Cirebon, Nomor Telepon dan Alamat ……………………. 50
Institutional Struture in Cirebon Municipality Government,
Phone Number, and Address

2.2 Banyaknya Kelurahan, RW, RT dan Rumahtangga


Menurut Kecamatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 52
Number of Special Villages, RW, RT, and Household
by district in Cirebon

2.3 Jarak dari IbuKota Kecamatan ke Balaikota dan Alamat


Kecamatan di Kota Cirebon . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 53
Distance Among Capital of District into Capital of
Municipality and Disctrict Addreses

2.4 Nama-nama Kecamatan dan Kelurahan Tahun 2013. . . . . . 54


Name of Distric and Special Special Villages 2013

2.5 Banyaknya RW, RT, Rumahtangga dan luas wilayah


Menurut Kelurahan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 55
Number of Special Villages, RW, RT, and Household
by district in Cirebon

2.6 Jumlah Anggota DPRD Menurut Fraksi an Komisi


Keanggotaan Tahun 2013 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 56
Number of Parliament members at second level by political
party and member of compotitions 2012

2.7 Jumlah Anggota DPRD Menurut Komisi dan Tingkat


Pendidikan Tahun 2013 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 57
Number of Parliament members at second level by
education level 2013

2.8. Jumlah Anggota DPRD Menurut Komisi dan Jenis Kelamin


Tahun 2013 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 58
Number of Parliament Members at Seconds Level by
Gender 2013

2.9 Rekapitulasi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan


Pemerintahan Kota Cirebon dirinci menurut Unit Kerja dan
viii Profil Kota Cirebon 2014
Pendidikan Tahun 2013. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 59
Number of Civil Servants in Cirebon by Units and Education
2013

2.10 Rekapitulasi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan


Pemerintahan Kota Cirebon dirinci menurut Unit Kerja dan
Pendidikan Tahun 2013 (laki-laki) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 60
Number of civil Servants in Cirebon by Units and Education
2013 (Male)

2.11 Rekapitulasi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan


Pemerintahan Kota Cirebon dirinci menurut Unit Kerja dan
Pendidikan Tahun 2013 (Perempuan) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 61
Number of civil Servants in Cirebon by Units and Education
2013(Female)

2.12 Rekapitulasi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan


Pemerintahan Kota Cirebon Dirinci menurut Pangkat dan
Pendidikan Tahun 2013. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 62
Number of Civil Servants in Cirebon by level and education
2013

BAB III : PENDUDUK DAN TENAGA KERJA 65


CHAPTER III : POPULATION AND MAN POWER

3.1 Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin


Kota Cirebon Tahun 2013 . . . . . . . . . . . . . 69
Population by Age Group and Sex in Cirebon 2013

3.2 Penduduk, Jumlah Kelurahan dan Rasio Jenis Kelamin


Menurut Kecamatan Tahun 2012-2013 . . . . . . . . . . . . . . 70
Population, number of special villages and sex ratio by
district 2012-2013

3.3 Penduduk, Kelahiran dan Rata-Rata Kelahiran


Menurut Kecamatan Tahun 2013 . . . . . . . . . . . . . . . . . . 71
Number of Population, Birth and Average by Distric 2013

3.4 Penduduk, Kematian dan Rata-Rata Kematian


Menurut Kecamatan Tahun 2013 . . . . . . . . . . . . . . . . . . 72

Profil Kota Cirebon 2014 ix


Number of Population, Death and Average by District 2013

3.5 Penduduk, Rumahtangga, Kepadatan dan Rata-Rata


Penduduk per Ruta Menurut Kecamatan Tahun 2013 . 73
Number of Population, House Hold, Density and Average
by District 2013

3.6 Banyaknya Pencari Kerja Yang Terdaftar, Pencari Kerja


Yang Terpenuhi dan Penghapusan Menurut Jenis
Kelamin dan Tingkat Pendidikan ……………………………….. 74
Number who looked for job by sex and education level

3.7 Banyaknya Pencari Kerja Sisa Tahun Lalu dan Sisa Akhir
Tahun Ini Menurut Jenis Kelamin dan Tingkat Pendidikan di
Kota Cirebon ……………………………………………………… 75
Number who looked for job last year and this year rest
by sex and education level

3.8 Penduduk 10 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut 76


Lapangan Usaha Utama Tahun 2012 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Number of population aged 10 years and over who worked
by types of primary job 2012

3.9 Jumlah Perusahaan dan Tenaga Kerja yang Ikut Serta


Dalam Program Jamsostek di Kota Cirebon Tahun 2010-
2013 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 77
Number of Company and Employee Who Joined
Jamsostek Program In Cirebon 2009 - 2012

3.10 Pertumbuhan Penduduk Kota Cirebon Tahun 2012-2013 … 78

Tingkat Partisipasi angkatan Kerja (TPAK) Kota Cirebon


3.11
Tahun 2012-2014 ……………………………………………………. 79

BAB IV : PENDIDIKAN 83
CHAPTER IV: EDUCATION

4.1 Banyaknya Sekolah, Rombel, Murid dan Guru Sekolah Dasar


(SD) Menurut Kecamatan 2009/2010-2013/2014. . . . . . . . . 87
Number of School, Classroom, pupils and teachers of
x Profil Kota Cirebon 2014
elementary school by district 2009/2010-2013/2014

4.2 Banyaknya Sekolah, Rombel, Murid dan Guru Sekolah


Lanjutan Pertama (SLTP) Menurut Kecamatan Tahun
2009/2010-2013/2014. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 88
Number of School, Classroom, pupils and teachers of junior
high school by district 2009/2010-2013/2014

4.3 Banyaknya Sekolah, Rombongan Belajar, Murid dan Guru


Sekolah Mengah Umum (SMU) Menurut Kecamatan Tahun
2009/2010-2013/2014. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 89
Number of School, Classroom, pupils and teachers of senior
high school by district 2009/2010-2013/2014

4.4 Banyaknya Sekolah, Rombongan Belajar, Murid dan Guru


Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Menurut Kecamatan
Tahun 2009/2010-2013/2014. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 90
Number of School, Classroom, pupils and teachers of senior
vocational high school by district 2009/2010-2013/2014

4.5 Banyaknya Sekolah, Rombongan Belajar, Murid dan Guru


Madrasah Ibtidaiyah (MI) Menurut Kecamatan Tahun
2009/2010-2013/2014. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 91
Number of School, Classroom, pupils and teachers of
Madrasah Ibtidaiyah (MI) by district 2009/2010-2013/2014

4.6 Banyaknya Sekolah, Rombongan Belajar, Murid dan Guru


Madarasah Tsanawiyah (MTs) Menurut Kecamatan Tahun
2009/2010-2013/2014. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 92
Number of School, Classroom, pupils and teachers of
Madarasah Tsanawiyah (MTs) by district 2009/2010-
2013/2014

4.7 Banyaknya Sekolah, Rombongan Belajar, Murid dan Guru


Madrasah Aliyah (MA) Menurut Kecamatan Tahun
2009/2010-2013/2014. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 93
Number of School, Classroom, pupils and teachers of
Madrasah Aliyah (MA) by district 2009/2010-2013/2014

4.8 Banyaknya Sekolah, Rombongan Belajar, Murid dan Guru


Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Terbuka (SLTP Terbuka)

Profil Kota Cirebon 2014 xi


Menurut Kecamatan 2009/2010-2013/2014. . . . . . . . . 94
Number of School, Classroom, pupils and teachers of Open
junior high school by district 2009/2010-2013/2014

4.9 Banyaknya Sekolah, Rombongan Belajar, Murid dan Guru


Taman Kanak-kanak Menurut Kecamatan Tahun 2009/2010-
2013/2014 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 95
Number of School, Classroom, pupils and teachers of
Kindergarten by district 2009/2010-2013/2014

4.10 Angka Partisipasi Murni dan Angka Partisipasi Kasar di


Cirebon Tahun Ajaran 2009/2010-2013/2014 (persen). . . . . . 96
Pure Paticipation Number and Crude Participation Number
in Cirebon 2009/2010-2013/2014

4.11 Banyaknya Buta Huruf Usia 7 – 44 Tahun Menurut


Kecamatan dan Jenis Kelamin Tahun 2009-2013 . . . . . . . . . . . 97
Number of illiterate aged 7-44 year by Distric and sex 2009 -
2013

4.12 Banyaknya Pendidikan Luar Sekolah Swasta Menurut 98


Kecamatan Tahun 2009 - 2013 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Number of private informal school by district 2009 – 2013

4.13 Banyaknya Mahasiswa, Tenaga Edukasi, Kelulusan


Perguruan Tinggi/Akademi, Tahun 2012/2013 - 2013/2014. . . 99
Number of Students, teachers and Graduates of
Colleges/Universities In Cirebon 2012/2013 - 2013/2014

4.14 Banyaknya Mahasiswa, Tenaga Edukasi, Kelulusan Kampus


UNTAG Cirebon Tahun 2012/2013 - 2013/2014 . . . . . . . . . . . 100
Number of Students, teachers and Graduates of UNTAG
Universities In Cirebon 2021/2013 - 2013/2014

4.15 Banyaknya Mahasiswa, Tenaga Edukasi, Kelulusan Kampus


UNSWAGATI Cirebon Tahun 2012/2013 - 2013/2014 . . . . . . . 101
Number of Students, teachers and Graduates of
UNSWAGATI Universities In Cirebon 2012/2013 - 2013/2014

4.16 Banyaknya Mahasiswa, Tenaga Edukasi, Kelulusan Kampus


IAIN SYEKH NURJATI Cirebon Tahun 2013/2013 - 2013/2014 102
Number of Students, teachers and Graduates of
xii Profil Kota Cirebon 2014
UNSWAGATI Universities In Cirebon 2012/2013 - 2013/2014

BAB V 109
KESEHATAN DAN KELUARGA BERENCANA
CHAPTER V
HEALTH AND FAMILY PLANNING

5.1 Sarana Kesehatan Menurut Kecamatan dan Jenisnya


Tahun 2009 - 2013 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 114
Number of Health centers by districs 2009 – 2013

5.2 Banyaknya Tenaga Medis dan Paramedis Tahun 2010 - 2013 115
Number of Health Personel 2010 – 2013

5.3 Banyaknya Rumah Sakit dan Tempat Tidur Tahun 2010 - 2013 116
Number of Hospitals and beds 2010 - 2013

5.4 Rumah Sakit Menurut Jenis, Pemilikan, Kelas dan Jumlah


Tempat Tidur Tahun 2013 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 117
Hospital by kind of hospital, owner, class and beds 2013

5.5 Banyaknya Penduduk Yang Diimunisasi dan Jenis Imunisasi


Tahun 2010 - 2013. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 118
Number of Immunized People and kind of immunitation
2010 – 2013

5.6 Jumlah Balita Dan Balita Gizi Buruk Menurut Kecamatan


di Kota Cirebon tahun 2010 - 2013.. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 119
Number of Infant and Low Nutrition Infant by District in
Cirebon 2010 – 2013

5.7 Jumlah Kematian Bayi per Kecamatan di Kota Cirebon


Tahun 2010 - 2013. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 120
Number of Infant Mortality by District in Cirebon 2010 – 2013

5.8 Jumlah Kematian Bayi Baru Lahir (Neonatal) Berdasarkan


Penyebab kematian di Kota Cirebon Tahun 2010 - 2013 121
Number of Neonatal Death by Cause of Death in Cirebon
2010 – 2013

5.9 Jumlah Kematian Ibu Bersalin per Kecamatan di Kota

Profil Kota Cirebon 2014 xiii


Cirebon Tahun 2009 - 2013. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 122
Number of Maternal Delivery by Distric in Cirebon 2009 -
2013

5.10 Jumlah Kematian Ibu Berdasarkan Penyebab di Kota


Cirebon Tahun 2009 - 2013. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 123
Number of Maternal Mortality by Cause of Death in Cirebon
2009 – 2013

5.11 Banyaknya Petugas Pelayanan Keluarga Berencana (KB)


Menurut Kecamatan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . 124
Number of Family Planning Personnels by Districs

5.12 Banyaknya Akseptor KB Aktif dan Drop Out Menurut


Kecamatan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 125
Number of Active Acceptors and Drop Out by Districs

5.13 Jumlah PUS, Peserta KB Aktif Menurut Alat Kontrasepsi yang


dipergunakan Menurut Kecamatan. . . . . . 126
Number of PUS and Active Acceptors by Type of
contraception and districs

5.14 Jumlah Keluarga Menurut Tahapan Keluarga Sejahtera


Tahun 2013. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 127
Number of Family by wealth Family Step 2013

5.15 Jumlah Keluarga dan Keluarga Miskin di Kota Cirebon


Tahun 2013 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 130
Number of Family and Poor Family in Cirebon 2013

BAB VI 141
SOSIAL DAN LINGKUNGAN
CHAPTER VI
CIVIL SOCIETY AND ENVIROMENT

6.1 Jumlah Narapidana berdasarkan putusan pengadilan


Menurut Jenis kejahatan/pelanggaran di LP Kelas I
Kesambi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 144
Number of Conviction in Civil Court by type of Criminal

6.2 Jumlah Narapidana Berdasarkan Putusan Pengadilan


xiv Profil Kota Cirebon 2014
Menurut Jenis kejahatan/pelanggaran di di Rutan Benteng
Tahun 2012. . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 145
Number of Conviction in Civil Court by type of Criminal 2012
6.3 Jumlah Tahanan menurut Status dan Jenis Kelamin di Rutan
Benteng Tahun 2013 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 146
Number of Conviction in Civil Court by age and sex 2013

6.4 Jumlah Narapidana Berdasarkan Putusan Pengadilan


Menurut Lama Dipenjara/Dikurung dan Jenis Kelamin di
Rutan Benteng Tahun 2013 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 147
Number of Conviction in Civil Court by period of sentence
and sex 2013

6.5 Banyaknya Penerbitan Akte-Akte Catatan Sipil di Kota


Cirebon 2011 - 2013 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 148
Number of Civil Publishing akte in Cirebon 2011 – 2013

6.6 Banyaknya Tempat Peribadatan Menurut Kecamatan dan


jenis agama Tahun 2010 - 2013. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 149
Number of Worship Facilities by Districs and Religion 2010 -
2013

6.7 Banyaknya Jemaah Haji Yang Berangkat Menurut


Kecamatan dan Jenis Kelamin Tahun 2010 - 2013. . . . . . . . . . 150
Number of Departing Pilgrimage by Districs and Sex 2010 -
2013

6.8 Banyaknya Pondok Pesantren, Kiai, Ustad dan santri


Diasramakan Menurut Kecamatan Tahun 2010 – 2013. . . . . . 151
Number Of Moslem Boarding School, Religion Teachers and
Students by Districs 2010 – 2013

6.9 Banyaknya Pengeluaran Beras Oleh Sub Dolog Wilayah IV


Menurut Jenis Penerima Di Kota Cirebon 2010 – 2013. . . . . . . 152
Number of Rice Expenditure From Sub Dolog by type of
Recepient in Cirebon 2010 - 2013

6.10 Jumlah Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) di


Kota Cirebon Tahun 2010 - 2013. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 153
Number of Garbage Storage by District in Cirebon 2010 -2013

6.11 Jumlah Peralatan Berat Operasional Kebersihan di Kota


Cirebon Tahun 2010- 2013. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 154
Profil Kota Cirebon 2014 xv
Number of Heavy Cleaning Equipment in Cirebon 2009-2012
6.12 Volume Sampah per Kecamatan (m3) di Kota Cirebon
Tahun 2010 - 2013. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 155
Garbage Volume by Distric 2010 - 2013

6.13 Jumlah Surat IMB yang Dikeluarkan di Kota Cirebon Tahun


2010-2013 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 156

BAB VII : PERTANIAN 163


CAPTER VII : AGRICULTURE

7.1 Produksi Tanaman Bahan Makanan Tahun 2010 - 2013 . . . . . 168


Production of Foods Crops Agriculture 2010 - 2013

7.2 Produksi Tanaman Sayur-sayuran Tahun 2010 - 2013. . . . . . . . 169


Production of Vegetables Crops Agriculture 2010 – 2013

7.3 Produksi Tanaman Buah-buahan Tahun 2010 - 2013 . . . . . . . . 170


Production of Fruits Crops Agriculture 2010 – 2013

7.4 Populasi Ternak Pada Tahun 2010 - 2013 . . . . . . . . . . . . . . . . . 171


Population of Livestocks 2010 – 2013

7.5 Produksi Telur dan Susu Pada Tahun 2013. . . . . . . . . . . . . . 172


Production of eggs and Milks 2013

7.6 Perkembangan Produksi Tangkapan di Kota Cirebon 2011-


2013 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 173
Production of Fish in Cirebon 2011 - 2013

BAB VIII : INDUSTRI, LISTRIK, GAS DAN AIR MINUM 177


CHAPTER VIII : MANUFACTURING, ELECTRICITY, GAS AND
WATER SUPPLY

8.1 Jumlah Perusahaan Pada Industri Besar dan Sedang


Menurut Kelompok Industri Tahun 2010 - 2013. . . . . . . . . . . . . . 181
Number of Company in Big and Midle Manufacturing by
Group of Industry 2010 – 2013

8.2 Jumlah Tenaga Kerja pada Industri Besar dan Sedang


menurut Kelompok Industri Tahun 2010 - 2013 . . . . . . . . . . . . 183
xvi Profil Kota Cirebon 2014
Number of Employment in Big and Midle Manufacturing
by Group of Industry 2010 – 2013

8.3 Banyaknya Pelanggan, Daya Terpasang, KWH Terjual dan


Nilai Penjualan Menurut Golongan Tarif Tahun 2012 - 2013 . . 185
Number of Customer, Power Installed, Quantity of electricity
Sold and Selling Value by Kind of Rate 2012 – 2013

8.4 Tarif per KWH Menurut Golongan Tarif Tahun 2010 - 2013 . . . . 186
Rate of Electricity by Kind of Rate 2010 – 2013

8.5 Banyaknya Pelanggan, dan Gas Bumi yang Disalurkan 187


Menurut Jenis Penggunaan Tahun 2013 . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Number of Customer, Distibuted Gas and Selling Volume by
Type of Use 2013

8.6 Banyaknya Air Minum Yang Disalurkan dan Nilai 188


Penjualannya Menurut Kategori Pelanggan Tahun 2013 . . . .
Number of Distibuted Water and Sold Value by Type of
Customer 2013

8.7 Jumlah Produksi Air dan Distribusinya menurut Penggunaan 189


di Kota Cirebon Tahun 2010 - 2013 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Water Production and The Distribution by Kind of Use in
Cirebon 2010 – 2013

Jumlah Perusahaan/Usaha yang Mempumyai Surat Izin 190


8.8
Usaha Perdagangan (SIUP) Berdasarkan Kategori
Permodalan di Kota Cirebon Tahun 2010-2013 . . . . . . . . . . .

BAB IX : PERDAGANGAN 193


CHAPTER IX : TRADE

9.1 Banyaknya Pedagang di Pasar Tradisional menurut Nama


Pasar di Kota Cirebon Tahun 2013 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 196
Number of Trader in Traditional Market by Name Of Market
In Cirebon 2013

9.2 Banyaknya Perusahaan Akomodasi/Hotel dan Kamar


Menurut Klasifikasi Banyaknya Kamar Tahun 2010 - 2013 . . . . 197

Profil Kota Cirebon 2014 xvii


Number of Hotels and Room by Classification 2010 – 2013

9.3 Tingkat Penghunian Kamar dan tempat Tidur pada Hotel


Berbintang dan Tidak Berbintang Tahun 2010 - 2013. . . . . . . . 198
Level of Room and Beds Filled at the Star Hotels and Non
Star Hotels 2010 – 2013

9.4 Tingkat Penghunian Ganda Atas Kamar (GPR) dan Rata-


rata Lama Tamu Menginap Pada Hotel Berbintang dan
Tidak Berbintang Tahun 2010 - 2013. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 199
Double Level of Room and Stays Average at the Star Hotels
and Non Star Hotels 2010 – 2013

9.5 Banyaknya Kamar/Luas, Tenaga Kerja, dan Pengunjung 200


menurut Jenis Fasilitas Kepariwisataan di Kota Cirebon
Tahun 2013 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ..
Number of Room/Width, Employer, and Guest by type of
Tourism Facilities in Cirebon 2013

9.6 Banyaknya Fasilitas Kepariwisataan Kota Cirebon Tahun 201


2013
Number of Tourism Facilities in Cirebon 2013

9.7 Jumlah Wisatawan Yang Berkunjung ke Kota Cirebon Tahun


2009 - 2013 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 202
Number of Tourist who visited Cirebon 2009 – 2013

BAB X : PERHUBUNGAN 205


CHAPTER X : TRANSPORTATION

10.1 Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan, Kondisi Jalan dan


Kelas Jalan Tahun 2012/2013 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 212
Length by Type of Surface, Conditions and Category of
Road 2012/2013

10.2 Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Jenisnya Kota


Cirebon Tahun 2010 - 2013 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 213
Number of Vehicle by type in Cirebon 2010 - 2013

10.3 Jumlah Kendaraan Angkutan Penumpang Umum Kota

xviii Profil Kota Cirebon 2014


Cirebon Tahun 2010 - 2013. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 214
Number of Public Vehicle in Cirebon 2010 – 2013

10.4 Jumlah Armada Angkutan Kota dan Panjang Trayek di Kota


Cirebon Tahun 2013 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 215
Number of City Transportation and The Length oh trajeck
In Cirebon 2012

10.5 Lalu-lintas Barang dengan Kereta Api Melalui Stasiun 216


Cirebon Tahun 2010 - 2013. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Traffic of Tranin Bagage Through Cirebon Station 2010 – 2013

10.6 Lalu-lintas Penumpang dengan Kereta Api Melalui Stasiun 217


Cirebon Tahun 2010 - 2013. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Traffic of Tranin Passengers Through Cirebon Station 2010 -
2013

10.7 Banyaknya Kapal Menurut Jenis Pelayaran dan Bongkar 218


Muat Barang Tahun 2010 - 2013. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Number pf Ships by Type of Shipings and Loaded Unloaded
2010 – 2013

10.8 Arus Barang Berdasarkan Perdagangan dari dan ke


Pelabuhan Cirebon 2010 - 2013. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 219
Number of Commodities by Type of Trading in and Out
Cirebon 210 – 2013

10.9 Arus Barang Berdasarkan Jenis Komoditi Impor dari dan ke


Pelabuhan Cirebon 2010 - 2013. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 220
Number of Commodities by Type of Import Commodities in
and Out Cirebon 2009 – 2012

10.10 Arus Barang Berdasarkan Jenis Komoditi Antar Pulau Muat


dari dan ke Pelabuhan Cirebon 2010 - 2013. . . . . . . . . . . . . . . 221
Number of Commodities by Tpe of Inter Island Import
Commodities in Cirebon 2010 – 2013

10.11 Arus Barang Berdasarkan Jenis Komoditi Antar Pulau


Bongkar dari dan ke Pelabuhan Cirebon 2010 - 2013. . . . . . . 222
Number of Commodities by Tpe of Inter Island Import
Commodities in Cirebon 2010 – 2013
Profil Kota Cirebon 2014 xix
10.12 Banyaknya Pesawat Terbang, Penumpang Yang Datang 223
dan Berangkat dari Bandara Penggung Tahun 2010 - 2013. .
Number of Air Plane and Passengers From Penggung Airport
2010 – 2013

10.13 Banyaknya Surat Yang Dikirim Melalui Pos Menurut Jenis


Pengiriman di Dalam Negeri. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 224
Number of Domestic Mails Sent Out Via Post Office by
Mailling Type

10.14 Banyaknya Surat Ke Luar Negeri Melalui Pos dan Jumlah


Penjualan Benda Pos. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 225
Number of Mail Sent Abroad Via Post anf Value of Sold
Postal Goodies

10.15 Banyaknya Pos Paket Yang Diterima Menurut Jenis


Pengiriman Dalam Negeri dan Luar Negeri . . . . . . . . . . . . . . 226
Number of Parcel Post Received by Kind of Mailing

BAB XI : KEUANGAN 229


CHAPTER XI : FINANCE

11.1 Realisasi Penerimaan Tahun Anggaran 2010 - 2013( 000 Rp) 234
Actual Receipts in 2010 – 2013

11.2 Realisasi Penerimaan daerah Tahun Anggaran 2013 235


Regional Actual Receipts Realization 2013

11.3 Realisasi Belanja Aparatur Tahun Anggaran 2013. . . . . . . . . . 236


Regional Institution Expenditure Realization 2013

11.4 Posisi Giro, Simpanan Berjangka dan Tabungan Pada Bank


Umum di Kabupaten/Kota Cirebon Tahun 2013 . . . . . . . . . . . 237
Giro Position, Measured Saving, and Saving at The Public
Bank 2013

11.5 Posisi Kredit Perbankan dan Kredit Usaha Kecil (KUK) Pada
Bank Umum di Kabupaten/kota Cirebon Tahun 2013 . . . . . . . 238
Credit Position of Bank and Small Loan Credit at Public Bank
2013

xx Profil Kota Cirebon 2014


11.6 Nilai Tengah Kurs Beberapa Mata Uang Asing Terhadap
Rupiah di Bank Indonesia Tahun 2013 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 239
Midle Foreign Exchange Rate in Indonesian Bank 2013

11.7 Jumlah Kantor Bank Umum menurut Statusnya di Wilayah


Kantor Bank Indonesia Cirebon 2009 - 2012. . . . . . . . . . . . . . . . 240
Number of Public Bank by Status in BI Cirebon Area 2009 -
2012

11.8 Jumlah Jaringan Kantor Bank Umum Wilayah Kota Cirebon 241
Number of Public Bank in Cirebon

11.9 Nama dan Alamat Kantor Bank Umum Wilayah Kota


Cirebon. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 242
Name and Address of Public Bank in Cirebon

11.10 Keadaan Koperasi di Kota Cirebon Tahun 2012-2013 . . . . . . . 243


Cooperation Situation in Cirebon Municipality 2021 - 2013

11.11 Laju Inflasi Bulanan Kota Cirebon Tahun 2010 – 2013 . . . . . . . 244
Monthlly Inflation Rate Cirebon 2010 – 2013

11.12 Laju Inflasi/Deflasi Bulanan Kota Cirebon Tahun 2013 . . . . . . . 245


Monthlly Inflation Rate Cirebon 2013

11.13 Laju Inflasi/Deflasi Bulan Berjalan terhadap Desember 2013 . 247


Monthlly Inflation Rate Cirebon 2012 Compared to 2013,
December

11.14 IHK Menurut Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran 2013 . . . 249


Consumers Price Index by Groups of Expenditure 2013

Profil Kota Cirebon 2014 xxi


DAFTAR GRAFIK

Grafik Hal

1.1 Curah Hujan per Bulan di Kota Cirebon Tahun 2011 – 2013 37

1.2 Temperatur Kota Cirebon Tahun 2013 38

2.1 Luas Wilayah Per Kecamatan di Kota Cirebon Tahun 2013 48

2.2 Persentase PNS Pemda Kota Cirebon Menurut Jenjang Pendidikan 49


Tahun 2013

3.1 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin per Kecamatan di Kota 66


Cirebon Tahun 2013

3.2 Kepadatan Penduduk per Kecamatan di Kota Cirebon Tahun 2013 67

3.3 Piramida Penduduk Kota Cirebon Tahun 2013 68

4.1 Jumlah Sekolah Menurut Tingkatan di Kota Cirebon Tahun 2013 85

4.2 Perkembangan Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI di Kota 86


Cirebon 2009/2009 – 2013/2014

5.1 Banyaknya Tenaga Medis dan Paramedis di Kota Cirebon Tahun 111
2013

5.2 Perkembangan Jumlah Kematian Bayi di Kota Cirebon 112


Tahun 2010 – 2013

5.3 Perkembangan Jumlah balita Gizi Buruk di Kota Cirebon Tahun 113
2011 – 2013

6.1 Jumlah Narapidana berdasarkan putusan pengadilan menurut 142


jenis pelanggaran di Kota Cirebon

xxii Profil Kota Cirebon 2014


6.2 Banyaknya Akte-akte yang diterbitkan di Kota Cirebon 2011 – 2013 143

7.1 Perkembangan Produksi Mangga di Kota Cirebon Tahun 2010-2013 165

7.2 Perkembangan Populasi Ayam Buras Di Kota Cirebon 2010 – 2013 166

7.3 Perkembangan Produksi Ikan dan Udang Di Kota Cirebon Tahun 167
2012 – 2013

8.1 Persentase Pelanggan Listrik Di Kota Cirebon Tahun 2013 179

8.2 Persentase Jumlah Pelanggan PAM di Kota Cirebon Tahun 2013 180

9.1 Perkembangan Jumlah Wisatawan Mancanegara Yang 194


Berkunjung ke Kota Cirebon Tahun 2009-2013

9.2 Tingkat Penghunian Hotel Di Kota Cirebon Tahun 2010 – 2032 195

10.1 Perkembangan Panjang Jalan di Kota Cirebon Menurut Jenis 208


Permukaan Tahun 2012/2013

10.2 Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Jenisnya di Kota Cirebon 209


Tahun 2010 – 2013

10.3 Perkembangan Arus Kunjungan Kapal dari dan Ke Pelabuhan 210


Cirebon Tahun 2010 – 2013

10.4 Banyaknya penumpang Kereta Api melalui Stasiun Cirebon per 211
Bulan Tahun 2013

11.1 Realisasi Penerimaan Daerah Kota Cirebon Tahun 2010 – 2013 231

11.2 Laju Inflasi Kota Cirebon Tahun 2010 - 2013 232

11.3 Jumlah Koperasi di Kota Cirebon Tahun 2012 – 2013 233

Profil Kota Cirebon 2014 xxiii


xxiv Profil Kota Cirebon 2014
PENDAHULUAN

Publikasi Kota Cirebon Dalam Angka Tahun 2012 menyajikan data statistik
yang terdiri dari data primer maupun data sekunder, yang bermaksud untuk
memberikan gambaran Kota Cirebon pada tahun 2011. Adapun publikasi ini
merupakan kelanjutan dari publikasi sejenis tahun-tahun sebelumnya.

Penyajian publikasi Kota Cirebon Dalam Angka ini dilakukan dengan


mengelompokkan ke dalam sebelas bab, adalah sebagai berikut :

Bab I : Letak Geografis

Bab II : Pemerintahan

Bab III : Kependudukan

Bab IV : Pendidikan

Bab V : Kesehatan dan Keluarga Berencana

Bab VI : Sosial dan Lingkungan

Bab VII : Pertanian

Bab VIII : Listrik, Gas, dan Air

Bab IX : Perdagangan

Bab X : Pengangkutan dan Komunikasi

Bab XI : Keuangan dan Harga-Harga

Yang disajikan dalam bentuk tabel-tabel menurut kelompok tersebut di


atas, yang dilengkapi pula dengan rincian seperti angka rata-rata, jumlah, rasio
dan persentase, dengan harapan akan diperoleh gambaran mengenai masing-
masing kelompok.

Profil Kota Cirebon 2014 3


SEKILAS KOTA CIREBON

4 Profil Kota Cirebon 2014


I. Arti Lambang dan Motto Kota Cirebon

A. Bentuk Lambang Daerah

Lambang daerah terdiri dari 3 (tiga) bagian yaitu :

a. Bagian atas berupa sebuah pita yang bertuliskan Kota Cirebon

b. Bagian dalam berupa sebuah perisai yang didalamnya terdapat gambar

sebagai berikut :

 Bagian atas berupa sebuah daun jati dan sembilan bintang

 Bagian tengah berupa garis bergerigi sembilan buah

 Bagian bawah berupa lukisan laut berombak dan gambar udang

rebon

c. Bagian bawah berupa sebuah pita yang bertuliskan Gemah Ripah Loh

Jinawi

B. Tata Warna Lambang Daerah

Tata warna lambang daerah adalah sebagai berikut :

a. Warna dasar perisai

 Perisai bagian atas berwarna kuning emas

 Perisai bagian bawah berwarna putih

b. Isi perisai

 Daun jati berwarna hijau tua

 Lukisan laut berombak berwarna biru

 Gambar udang rebon berwarna kuning emas

Profil Kota Cirebon 2014 5


 Garis bergerigi sembilan buah berwarna hitam

 Sembilan bintang berwarna putih

C. Warna dasar lambang adalah berwarna hitam yang menghiasi perisai dan

pita

D. Arti dan Lambang Daerah

Lambang daerah yang dilukiskan dalam tata warna sebagai mana yang

tertuang dalam Peraturan Daerah No.2 Tahun 1989 sebagai berikut :

a. Daun jati yang berwarna hijau tua, mengandung arti bahwa pada

zaman dahulu di Cirebon ada seorang pemimpin para wali yang

berbudi luhur dan bertahta serta disemayamkan di Gunungjati dengan

nama Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunungjati yang menyebarkan

Agama Islam di tanah Jawa.

b. Sembilan buah bintang berwarna putih, mengandung arti Walisanga.

Kota Cirebon terkenal sebagai tempat berkumpulnya para wali untuk

bermusyawarah dalam hubungannya dengan ilmu Agama Islam yaitu :

- 4 (empat) buah bintang diatas dasar kuning emas menggambarkan

ilmu syariat, hakekar, terekat dan ma’rifat.

- 5 (lima) buah bintang di dalam gambar daun jati menggambarkan

rukun Islam, yaitu syahadat, sholat, zakat, puasa dan haji.

c. Lukisan laut berombak berwarna biru, mengandung arti bahwa

masyarakat Kota Cirebon mempunyai kegiatan bekerja di daerah

6 Profil Kota Cirebon 2014


pantai (nelayan), dengan penuh keikhlasan (jalur putih) dalam

menunaikan kewajiban masing-masing untuk kepentingan bangsa dan

negara

d. Gambar udang rebon berwarna kuning emas, mengandung arti

bahwa hasil laut telah memberikan kemakmuran kepada masyarakat

Cirebon. Adapun udang rebon merupakan bahan baku untuk

pembuatan terasi yang terkenal dari Kota Cirebon

e. Garis bergerigi sembilan buah berwarna hitam yang melukiskan

benteng yang mendatar berpuncak sembilan buah, menggambarkan

arti bahwa Kota Cirebon bercita-cita melaksanakan pembangunan di

segala bidang/sektor di seluruh kotanya untuk kemakmuran rakyat.

f. Perisai yang bersudut lima, mengandung arti bahwa perjuangan dalam

mempertahankan dan menegakkan Negara Kesatuan Republik

Indonesia yang diprolamasikan tanggal 17 Agustus 1945.

g. Warna dasar kuning emas perisai bagian atas melambangkan Kota

Cirebon sebagai kota pantai yang bercita-cita melaksanakan

pembangunan untuk mewujudkan masyarakat yang tertib, tentram,

adil dan makmur.

h. Warna putih pada perisai bagian bawah melambangkan Kota Cirebon

letaknya di pinggir laut atau Kota Pantai yang siap sedia (jalur biru)

Profil Kota Cirebon 2014 7


memberikan hasil laut yang berguna dan berharga bagi kehidupan

rakyatnya

i. Pita melingkari perisai dengan warna kuning melambangkan

persatuan, kebesaran dan kejayaan.

j. Dasar lambang yang berwarna hitam melambangkan keabadian.

E. Motto Daerah

Motto daerah yang merupakan semboyan kerja adalah Gemah Ripah Loh

Jinawi yang bermakna :

a. Pengertian Bahasa

 Gemah Ripah berarti Negara jembar serta banyak rakyatnya

 Loh Jinawi berarti subur makmur

b. Pengertian Keseluruhan

Gemah Ripah Loh Jinawi adalah perjuangan masyarakat Cirebon

sebagai bagian bangsa Indonesia bercita-cita menciptakan

ketentraman/perdamaian, kesuburan, keadilan, kemakmuran, tata

raharja dan mulia abadi.

8 Profil Kota Cirebon 2014


II. Riwayat Pemerintahan
A. Periode Tahun 1270-1910

Pada abad ke XIII Kota Cirebon ditandai dengan kehidupan yang masih

tradisional dan pada tahun 1479 berkembang pesat menjadi pusat

penyebaran dari kerajaan islam terutama di Wilayah Jawa Barat.

Kemudian setelah penjajahan Belanda dibangunlah jalan raya darat dan

kereta api sehingga mempengaruhi perkembangan industri dan

perdagangan.

B. Periode Tahun 1910 – 1937. Pada periode ini Kota Cirebon disahkan

menjadi Gumente Cheirebon dengan luas 1.100 hektar dan berpenduduk

20.000 jiwa ( Stlb 1906 No. 122 dan Stlb 1921 No. 370)

C. Periode 1937 - 1967

Tahun 1942 Kota Cirebon diperluas menjadi 2.450 hektar dan tahun 1957

status pemerintahannya ditetapkan menjadi Kota Praja dengan luas 3.300

hektar, setelah ditetapkan menjadi Kotamadya tahun 1965 luas wilayahnya

menjadi 3.600 hektar.

D. Periode Tahun 1967 – Sekarang

Wilayah Kota Cirebon sampai saat ini adalah 3.735,82 hektar. Adapun

urutan nama-nama yang pernah memimpin Kota Cirebon dari jaman

Belanda sampai dengan saat ini adalah sebagai berikut :

a. 1920 – 1925 Burger Meester YH Johan


b. 1925 – 1928 Burger Meester SE Hotman

Profil Kota Cirebon 2014 9


c. 1928 – 1933 Burger Meester Gostrom Slede
d. 1933 – 1938 Burger Meester HEC Kontic
e. 1938 – 1942 Burger Meester HSC Hupen
f. 1942 – 1943 SHITO Asikin Nataatmaja
g. 1943 – 1949 SHITO Muniran Suria Negara
h. 1949 – 1950 Wakil Kota Prinata Kusuma
i. 1950 – 1954 Wakil Kota Mustafa Suryadi
j. 1954 – 1957 Wali Kota Hardian Karta Atmaja
k. 1957 – 1959 Wali Kota Prawira Amijaya
l. 1959 – 1960 Wali Kota Moh Safei
m. 1960 – 1965 Wali Kota RSA. Prabowo
n. 1965 – 1966 Wali Kota R. Sukardi
o. 1966 – 1974 Wali Kota Tatang Suwardi
p. 1974 – 1981 Wali Kota H Aboeng Koesman
q. 1981 – 1983 Wali Kota Drs. H. Achmad Endang
r. 1983 – 1988 Wali Kota Drs. Moh. Dasawarsa
s. 1988 – 1993 Wali Kota Drs. H. Kumaedhi Syafrudin
t. 1993 – 1998 Wali Kota Drs. H. Kumaedhi Syafrudin
u. 1998 – 2003 Wali Kota Drs. H. Lasmana Suriaatmadja
v. 2003 – 2008 Wali Kota Subardi
w. 2008 – 2013 Wali Kota Subardi
x. 2013 – 2018 Drs. H. Ano sutrisno, M.M

10 Profil Kota Cirebon 2014


Visi dan Misi Kota Cirebon 2008 - 2013

Visi dan Misi Kepala Daerah : “Terwujudnya Kota Cirebon Sebagai Kota yang
Religius, Aman, Maju, Aspiratif dan Hijau (RAMAH) pada Tahun 2018”

MISI :

1. Mewujudkan aparatur pemerintahan dan masyarakat Kota Cirebon yang


religius
2. Meningkatkan integritas dan profesionalisme aparatur serta merevitalisasi
kelembagaan yang efektif dan efisien menuju tata pemerintahan yang baik,
amanah, bersih, dan bebas dari KKN
3. Meningkatkan kualitas keamanan dan ketertiban umum.
4. Meningkatkan kualitas sumber daya Kota Cirebon dalam bidang
pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosial untuk kesejahteraan masyarakat
5. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan
6. Meningkatkan kualitas keseimbangan dan pelestarian lingkungan hidup

Profil Kota Cirebon 2014 11


UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 16 TAHUN 1997
TENTANG
STATISTIK

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Menimbang:
a. bahwa statistik penting artinya bagi perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan
berbagai kegiatan di segenap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam
pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila, untuk memajukan kesejahteraan rakyat dalam
rangka mencapai cita-cita bangsa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945;
b. bahwa dengan memperhatikan pentingnya peranan statistik tersebut, diperlukan langkah-langkah untuk
mengatur penyelenggaraan statistik nasional terpadu dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasional
yang andal, efektif dan efisien;
c. bahwa Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960
tentang Statistik pada saat ini tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan, tuntutan masyarakat dan
kebutuhan pembangunan nasional;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b dan c di atas, dipandang perlu
membentuk Undang-Undang tentang Statistik yang baru.

Mengingat:
Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 20 (1) Undang-Undang Dasar 1945

Dengan Persetujuan
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
MEMUTUSKAN:
Menetapkan:
UNDANG -UNDANG TENTANG STATISTIK

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan:
1. Statistik adalah data yang diperoleh dengan cara pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan analisis serta
sebagai sistem yang meng-atur keterkaitan antar unsur dalam penyelenggaraan statistik.
2. Data adalah informasi yang berupa angka tentang karakteristik (ciri-ciri khusus) suatu populasi.
3. Sistem Statistik Nasional adalah suatu tatanan yang terdiri atas unsur-unsur yang secara teratur saling
berkaitan, sehingga mem-bentuk totalitas dalam penyelenggaraan statistik.
4. Kegiatan statistik adalah tindakan yang meliputi upaya penyediaan dan penyebarluasan data, upaya
pengembangan ilmu statistik, dan upaya yang mengarah pada berkembangnya Sistem Statistik Nasional.

12 Profil Kota Cirebon 2014


5. Statistik Dasar adalah tindakan yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan yang bersifat luas, baik
bagi pemerintah maupun masyarakat, yang memiliki ciri-ciri lintas sektoral, berskala nasional, makro dan
yang penyelenggaraannya menjadi tanggung jawab Badan.
6. Statistik sektoral adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan instansi
tertentu dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pemerintah dan pembangunan yang merupakan tugas
pokok instansi yang bersangkutan.
7. Statistik khusus adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan spesifik
dunia usaha, pendidikan, sosial budaya dan kepentingan lain dalam kehidupan masyarakat, yang
penyelenggaraannya dilakukan oleh lembaga, organisasi, perorangan dan atau unsur masyarakat lainnya.
8. Sensus adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan semua unit populasi di seluruh
wilayah Republik Indonesia untuk memeperoleh karakteristik suatu populasi pada saat tertentu.
9. Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel untuk memperkirakan
karakteristik suatu populasi pada saat tertentu.
10. Kompilasi produk administrasi adalah cara Pengumpulan, Peng-olahan, Penyajian dan Analisis data
yang didasarkan pada catatan administrasi yag ada pada pemerintah dan atau masyarakat.
11. Badan adalah Badan Pusat Statistik.
12. Populasi adalah keseluruhan unit yang menjadi obyek kegiatan statistik baik yang berupa instansi
pemerintah, lembaga, organisasi, orang, benda maupun obyek lain.
13. Sampel adalah sebagian unit populasi yang menjadi obyek penelitian untuk memperkirakan karakteristik
suatu populasi.
14. Sinopsis adalah suatu ikhtisar penyelenggaraan statistik.
15. Penyelenggara kegiatan statistik adalah instansi pemerintah, lembaga, organisasi, perorangan dan atau
unsur masyarakat lainnya.
16. Petugas statistik adalah orang yang diberi tugas oleh penyelenggara kegiatan statistik untuk
melaksanakan pengumpulan data, baik melalui wawancara, pengukuran, maupun cara lain terhadap obyek
kegiatan statistik.
17. Responden adalah instansi pemerintah, lembaga, organisasi, orang dan atau unsur masyarakat lainnya
yang ditentukan sebagai obyek kegiatan statistik.

BAB II
ASAS, ARAH DAN TUJUAN

Pasal 2
Selain berlandaskan asas-asas pembangunan nasional, Undang-Undang ini juga berasaskan :
a. Keterpaduan;
b. Keakuratan dan;
c. Kemutakhiran.
Pasal 3
Kegiatan Statistik diarahkan untuk:
a. Mendukung pembangunan nasional;
b. Mengembangkan Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif dan efisien;
c. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik; dan
d. Mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

Pasal 4

Profil Kota Cirebon 2014 13


Kegiatan statistik bertujuan untuk menyediakan data statistik yang lengkap, akurat dan mutakhir dalam rangka
mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif dan efisien guna mendukung pembangunan nasional.

BAB III
JENIS STATISTIK DAN CARA PENGUMPULAN DATA

Bagian pertama
Jenis Statistik

Pasal 5
Berdasarkan tujuan pemanfaatannya jenis statistik terdiri atas :
a. Statistik dasar;
b. Statistik sektoral; dan
c. Statistik khusus.
Pasal 6
(1) Statistik dasar dan statistik sektoral terbuka pemanfaatannya untuk umum, kecuali ditentukan oleh
peraturan per undang-undangan yang berlaku.
(2) Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan statistik khusus
dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang dilindungi undang-undang.

Bagian pertama
Cara Pengumpulan Data

Pasal 7
Statistik diselenggarakan melalui pengumpulan data yang dilakukan dengan cara:
a. Sensus;
b. Survei;
c. Kompilasi produk administrasi; dan
d. Cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pasal 8
(1) Sensus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf a diselenggarakan sekurang-kurangnya sekali dalam
10 (sepuluh) tahun oleh Badan, yang meliputi:
a. Sensus Penduduk
b. Sensus Pertanian; dan
c. Sensus Ekonomi
(2) Penetapan tahun penyelenggaraan dan perubahan jenis sensus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur
lebih lanjut dengan Peraturan pemerintah.

14 Profil Kota Cirebon 2014


Pasal 9
(1) Survei sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b diselenggarakan secara berkala dan sewaktu-waktu
untuk memperoleh data yang rinci.
(2) Survei antar sensus dilakukan pada pertengahan 2 (dua) sensus sejenis untuk menjembatani 2 (dua) sensus
tersebut.
Pasal 10
(1) Kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf c dilaksanakan dengan
memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi.
(2) Hasil kompetensi produk administrasi milik instansi pemerintah terbuka pemanfaatannya untuk umum.
Kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(3) Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan hasil kompilasi
produk administrasi milik lembaga, organisasi, perorangan dan atau unsur masyarakat lainnya dengan
tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang dilindungi undang-undang.

BAB IV
PENYELENGGARAAN STATISTIK

Bagian Pertama
Statistik Dasar
Pasal 11
(1) Statistik dasar diselenggarakan oleh Badan.
(2) Dalam menyelenggarakan statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Badan memperoleh data
dengan cara:
a. Sensus;
b. Survei;
c. Kompilasi Produk administrasi; dan
d. Cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Bagian Kedua
Statistik Sektoral
Pasal 12
(1) Statistik sektoral diselenggarakan oleh instansi pemerintah sesuai lingkup tugas dan fungsinya, secara
mandiri atau bersama dengan Badan.
(2) Dalam menyelenggarakan statistik sektoral, instansi pemerintah memperoleh data dengan cara:
a. Survei;
b. Kompilasi produk administrasi; dan
c. Cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
(3) Statistik sektoral harus diselenggarakan bersama dengan Badan apabila statistik tersebut hanya dapat
diperoleh dengan cara sensus dan dengan jangkauan populasi berskala nasional.
(4) Hasil statistik sektoral yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah wajib diserahkan kepada Badan.

Profil Kota Cirebon 2014 15


Bagian Ketiga
Statistik Khusus
Pasal 13
(1) Statistik khusus diselenggarakan oleh masyarakat baik lembaga, organisasi, perorangan maupun unsur
masyarakat lainnya secara mandiri atau bersama dengan Badan.
(2) Dalam menyelenggarakan statistik khusus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), masyarakat memperoleh
data dengan cara:
a. Survei;
b. Kompilasi produk administrasi; dan
c. Cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pasal 14
(1) Dalam rangka pengembangan Sistem Statistik Nasional, masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal
13 ayat (1) wajib mem-beritahukan sinopsis kegiatan statistik yang telah selesai di-selenggarakannya
Kepada Badan.
(2) Sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat:
a. Judul;
b. Wilayah kegiatan statistik;
c. Obyek populasi;
d. Jumlah responden;
e. Waktu pelaksanaan;
f. Metode statistik;
g. Nama dan alamat penyelenggara; dan
h. Abstrak.
(3) Penyampaian pemberitahuan sinopsis dapat dilakukan melalui pos, jaringan komunikasi data atau cara
penyampaian lainnya yang dianggap mudah bagi penyelenggara kegiatan statistik.
(4) Kewajiban memberitahukan sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), tidak berlaku bagi statistik
yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan intern.

BAB V
PENGUMPULAN DAN PENYEBARLUASAN

Pasal 15
(1) Badan berwenang mengumumkan hasil statistik yang diselenggara-kannya.
(2) Pengumuman hasil statistik dimulai dalam Berita Resmi Statistik.

Pasal 16
Badan menyebarluaskan hasil statistik yang diselenggarakannya.

BAB VI

16 Profil Kota Cirebon 2014


KOORDINASI DAN KERJASAMA

Pasal 17
(1) Koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik dilakukan oleh Badan dengan instansi pemerintah dan
masyarakat, di tingkat pusat dan daerah.
(2) Dalam rangka mewujudkan dan mengembangkan Sistem Statistik Nasional, Badan bekerjasama dengan
instansi pemerintah dan masyarakat untuk untuk membangun pembakuan konsep, definisi, klasifikasi dan
ukuran-ukuran.
(3) Koordinasi dan kerjasama sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan atas dasar kemitraan dan
dengan tetap mengantisipasi serta menerapkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
(4) Ketentuan mengenai tata cara dan lingkup koordinasi dan kerjasama penyelenggara statistik antara Badan,
instansi pemerintah, dan masyarakat diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden.

Pasal 18
(1) Kerjasama penyelenggaraan statistik dapat juga dilakukan oleh Badan, instansi pemerintah dan atau
masyarakat dengan lembaga international, negara asing, atau lembaga swasta asing sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(2) Kerjasama penyelenggaraan statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) didasarkan pada prinsip bahwa
penyelenggara utama adalah Badan, instansi pemerintah, dan atau masyarakat Indonesia.

BAB VII
HAK DAN KEWAJIBAN

Bagian Pertama
Penyelenggara Kegiatan Statistik

Pasal 19
Penyelenggara kegiatan statistik berhak memperoleh keterangan dari responden mengenai karakteristik setiap
unit populasi yang menjadi objek.

Pasal 20
Penyelenggara kegiatan wajib memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk mengetahui dan
memperoleh manfaat dari statistik yang tersedia, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.

Pasal 21
Penyelenggara kegiatan statistik wajib menjamin kerahasiaan keterangan yang diperoleh dari responden.

Bagian Kedua
Petugas statistik

Pasal 22
Setiap petugas statistik Badan berhak memasuki wilayah kerja yang telah ditentukan untuk memperoleh
keterangan yang diperlukan.

Profil Kota Cirebon 2014 17


Pasal 23
Setiap petugas statistik wajib menyampaikan hasil pelaksanaan statistik sebagaimana adanya.

Pasal 24
Ketentuan mengenai jaminan kerahasiaan keterangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 berlaku juga bagi
petugas statistik.
Pasal 25
Setiap petugas statistik harus memperlihatkan surat tugas dan atau tanda pengenal, serta wajib memperhatikan
nilai-nilai agama, adat istiadat, tata krama dan ketertiban umum.

Bagian Ketiga
Responden

Pasal 26
(1) Setiap orang berhak menolak untuk dijadikan responden, kecuali dalam penyelenggaraan statistik dasar
oleh Badan.
(2) Setiap responden berhak menolak petugas statistik yang tidak dapat memenuhi ketentuan sebagaimana
dimaksud dalam pasal 25.

Pasal 27
Setaip responden wajib memberikan keterangan yang diperlukan dalam penyelenggaraan statistik dasar oleh
Badan.

BAB VIII
KELEMBAGAAN

Pasal 28
(1) Pemerintah membentuk Badan yang berada di bawah dan ber-tanggung jawab langsung kepada Presiden.
(2) Badan mempunyai perwakilan wilayah di Daerah yang merupakan instansi vertikal.
(3) Ketentuan mengenai tugas, susunan organisasi, dan tata kerja Badan. Sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1) dan ayat (2), diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden.
Pasal 29
(1) Pemerintah membentuk Forum Masyarakat Statistik yang bertugas memberikan saran dan pertimbangan di
bidang statistik kepada Badan.
(2) Forum serbagaiman dimaksud dalam ayat (1) bersifat non struktural dan indepeden yang anggotanya
terdiri atas unsur pemerintah, pakar, praktisi dan tokoh masyarakat.
Pasal 30
(1) Instansi pemerintah dapat membentuk satuan organisasi di lingkungannya untuk melaksanakan statistik
sektoral.
(2) Ketentuan mengenai tugas, fungsi, susunan organisasi, dan tata kerja satuan organisasi sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh instansi yang bersangkutan berdasarkan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
(3) Dalam menyelenggarakan statistik sektoral, satuan organisasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus
mengadakan koordinasi dengan Badan untuk menerapkan penggunaan konsep, definisi, klasifikasi, dan
ukuran-ukuran yang telah dibakukan dalam rangka pengembangan Sistem Statistik Nasional.

18 Profil Kota Cirebon 2014


BAB IX
PEMBINAAN

Pasal 31
Badan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan unsur masyarakat melakukan pembinaan terhadap
penyelenggaraan kegiatan statistik dan masyarakat, agar lebih meningkatkan kontribusi dan apresiasi
masyarakat terhadap statistik, mengembangkan Sistem Statistik Nasional, dan mendukung pembangunan
Nasional.

Pasal 32
Dalam rangka pembinaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 31. Badan melakukan upaya-upaya sebagai
berikut:
a. Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam pe-nyelenggaraan statistik;
b. Mengembangkan statistik sebagai ilmu;
c. Meningkatkan penguasaan ilmu pengetahun dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan
statistik;
d. Mewujudkan kondisi yang mendukung terbentuknya pem-bakuan dan pengembangan konsep, definisi,
klasifikasi dan ukuran-ukuran dalam rangka semangat kerjasama dengan cara penyelenggaraan kegiatan
statistik lainnya;
e. Mengembangkan sistem informasi statistik;
f. Meningkatkan penyebarluasan informasi statistik;
g. Meningkatkan kemampuan penggunaan dan pemamfaatan hasil statistik untuk mendukung pembanguan
nasional; dan
h. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik.

Pasal 33
Pelaksanaan pembinaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 diatur lebih lanjut dengan Peraturan
Pemerintah.
BAB X
KETENTUAN PIDANA

Pasal 34
Setiap orang yang tanpa hak menyelenggarakan sensus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) huruf a,
dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp
50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).
Pasal 35
Setiap orang yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1),
dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 25.000.000,00 (dua
puluh lima juta rupiah).
Pasal 36
(1) Penyelenggara kegiatan statistik yang dengan sengaja dan tanpa alasan yang sah tidak memenuhi
kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu)
tahun atau denda paling banyak Rp 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah).
(2) Penyelenggaraan kegiatan statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 21, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp
100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Profil Kota Cirebon 2014 19


Pasal 37
Petugas statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24, dipidana
dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp 15.000.000,00
(lima belas juta rupiah).
Pasal 38
Responden yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27, dipidana dengan
pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp 25.000.000,00 (dua
puluh lima juta rupiah).
Pasal 39
Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa alasan yang sah mencegah, menghalang-halangi, atau
menggagalkan jalannya penyelanggaraan statistik yang dilakukan oleh penyelenggara kegiatan stasistik dasar
dan atau sektoral, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp
100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Pasal 40
(1) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34, Pasal 36 ayat (2), Pasal 37, Pasal 38, dan Pasal 39
adalah kejahatan.
(2) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dan Pasal 36 ayat (1) adalah pelanggaran.

BAB XI
KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 41
Semua peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-Undang
Nomor 7 tentang Statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau belum diganti dengan
yang baru berdasarkan Undang-Undang ini.

BAB XII
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 42
Pada saat mulai berlakunya Undang-Undang ini, maka Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus
dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 43
Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-Undang ini dengan
penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

20 Profil Kota Cirebon 2014


Disahkan di Jakarta
Pada tanggal 19 Mei 1997
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
ttd
SOEHARTO
Diundangkan di Jakarta
Pada tanggal 19 Mei 1997
MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA
REPUBLIK INDONESIA
ttd
MOERDIONO
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 1997 NOMOR 39

Salinan sesuai dengan aslinya Salinan sesuai dengan salinan aslinya


SEKRETARIAT KABINET RI BIRO PUSAT STATISTIK
Kepala Biro Hukum Kepala Biro Kepegawaian
dan Perundang-undangan dan Organisasi

ttd ttd

Lambock V. Nahattands Pietojo, MSA

Salinan sesuai salinan aslinya


KEPALA KANTOR STATISTIK PROPINSI JAWA BARAT
Drs. H. LUKMAN ISMAIL, MA

Profil Kota Cirebon 2014 21


PENJELASAN ATAS
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 16 TAHUN 1997
TENTANG
STATISTIK

UMUM
Undang-undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-undang Nomor 7 Tahun
1960 tentang Statistik sudah tidak sesuai lagi dan tidak dapat menampung berbagai perkembangan
keadaan, tuntutan masyarakat, dan kebutuhan pembangunan nasional. Kondisi kehidupan bangsa
dan tingkat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, saat kedua Undang-undang tersebut
diundangkan sangat jauh berbeda dengan keadaan sekarang.
Selain lebih dari tiga puluh tahun ini telah terjadi perubahan mendasar yang mempengaruhi
penyelenggaraan statistik. Pertama, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai hasil dari
pembangunan nasional menyebabkan data statistik yang dibutuhkan masyarakat semakin beragam.
Kedua, ragam data yang pada awal tahun enam puluhan cukup dikumpulkan oleh Biro Pusat
Statistik (BPS), sekarang memerlukan keterlibatan penyelenggara
kegiatan statistik lainnya di luar Badan. Ketiga, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
berdampak terhadap perkembangan kegiatan statistik. Keempat, perubahan tersebut mengakibatkan
penyelenggaraan statistik memerlukan pengaturan yang lebih memadai untuk dapat menjamin
terhindarnya duplikasi, kemudahan akses oleh pengguna data, kepastian hukum bagi penyelenggara
kegiatan statistik dan perlindungan kepada responden.
Prinsip pokok yang harus diterapkan dan dipegang teguh dalam penyelenggaraan statistik
adalah asas-asas pembangunan nasional yang meliputi asas keimanan dan ketaqwaan terhadap
Tuhan Yang Maha Esa, asas manfaat asas Demokrasi Pancasila, asas adil dan merata, asas
keseimbangan, keserasian dan keselarasan dalam perikehidupan, asas hukum, asas kemandirian, asas
kejuangan, serta asas ilmu pengetahuan dan asas teknologi. Dalam pelaksanaannya, Undang-undang
ini juga berasaskan keterpaduan, keakuratan, dan kemutakhiran agar dapat menyedia-kan data
statistik yang andal dan terpecaya.
Pengertian statistik dalam Undang-undang ini adalah luas, baik statistik sebagai data atau
informasi, maupun sebagai ilmu yang mempelajari cara pengumpulan, pengolahan, penyajian dan
analisis data. Ketiga pengertian tentang statistik tersebut menjadi landasan penyelenggaraan statistik
dalam mendukung pembangunan nasional.
Undang-undang ini menetapkan jenis berdasarkan tujuan pemanfaatannya serta mengatur
lingkup tugas dan fungsi para penyelenggara kegiatan statistik. Berdasarkan tujuan pemanfaat-
annya, jenis statistik terdiri atas statistik dasar, statistik sektoral, dan statistik khusus. Pengaturan
lingkup tugas dan fungsi para penyelenggara kegiatan statistik bertujuan untuk: pertama, menjamin
kepastian hukum bagi para penyelenggara kegiatan statistik baik pemerintah maupun masyarakat;
kedua, menjamin kepentingan masyarakat pengguna statistik atas nilai informasi yang diperolehnya;
ketiga, mengupayakan koordinasi dan kerja-sama agar kegiatan statistik yang dilakukan oleh
berbagai pihak berjalan secara efektif dan efisien, tidak terjadi duplikasi, serta saling mengisi dan
memperkuat; dan keempat, mengantisipasi perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang berdampak pada penyelenggaraan statistik.

22 Profil Kota Cirebon 2014


Badan sebagai instansi pemerintah yang mandiri berwenang mengumumkan hasil statistik yang
diselenggarakannya secara teratur dan transparan melalui Berita Resmi Statistik. Kesahihan seluruh
hasil statistik yang diumumkan tersebut sepenuhnya menjadi tanggungjawab Badan.
Koordinasi dan kerjasama yang diatur dalam Undang-undang ini menjadi sangat penting untuk
dapat dikembangkan antara Badan dengan instansi pemerintah, lembaga, organisasi, perorangan dan
atau unsur masayarakat lainnya, serta kerjasama dengan lembaga asing yang bergerak dalam
kegiatan statistik. Makin beraneka ragamnya informasi statistik yang berkembang seiring dengan
kebutuhan dan kemajuan kehidupan bangsa serta ilmu pengetahuan dan teknologi, maka pembakuan
konsep, definisi, klasifikasi dan ukuran-ukuran perlu memperoleh perhatian secara seksama.
Hak dan kewajiban penyelenggara kegiatan statistik, petugas statistik, responden dan pengguna
data statistik diatur secara seimbang. Sejalan dengan hal tersebut, sanksi terhadap pelanggaran
norma dalam penyelenggaraan statistik ditetapkan dengan maksud memberikan perlindungan bagi
pihak yang dirugikan.
Badan mempunyai perwakilan wilayah di Daerah yang merupakan instansi vertikal. Satuan
organisasi di lingkungan instansi pemerintah yang melaksanakan statistik sektoral harus
mengadakan koordinasi dengan Badan dalam menerapkan keseragaman konsep, definisi, klasifikasi,
dan ukuran-ukuran yang telah dibakukan. Untuk meng-optimalkan penyelenggaraan statistik, Badan
memperoleh saran dan pertimbangan dari Forum Statistik yang keanggotaannya terdiri atas unsur
pemerintah, pakar, praktisi, dan tokoh masyarakat.
Badan melakukan pembinaan terhadap penyelenggara kegiatan statistik dan masyarakat pada
umumnya untuk meningkatkan kontribusi dalam mendukung pembangunan nasional,
mengembangkan Sistem Statistik Nasional, dan meningkatkan kesadaran masyarakat baik sebagai
responden maupun pengguna data statistik akan arti dan kegunaan statistik. Dalam pelaksanaannya,
badan bekerjasama dengan instansi pemerintah dan unsur masyarakat.
Materi yang merupakan muatan baru dalam Undang-undang tentang statistik ini, antara lain:
1. Jenis statistik berdasarkan tujuan pemanfaatannya terdiri atas statistik dasar, yang sepenuhnya
diselenggarakan oleh Badan, statistik sektoral yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah
secara mandiri atau bersama dengan Badan, serta statistik khgusus yang diselenggarakan oleh
lembaga, organisasi, perorangan, dan atau unsur masyarakat lainnya secara mandiri atau
bersama dengan Badan.
2. Hasil statistik yang diselenggarakan oleh Badan diumumkan dalam Berita Resmi Statistik
secara teratur dan transparan agar masyarakat dengan mudah mengetahui dan atau mendapatkan
data yang diperlukan.
3. Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif dan efisien.
4. Dibentuknya forum Masyarakat Statistik sebagai wadah untuk menampung aspirasi masyarakat
statistik, yang bertugas memberikan saran dan pertimbangan kepada Badan.

Ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Undang-undang ini perlu dimasyarakatkan secara intensif.
Undang-undang ini hanya mengatur hal-hal yang pokok, oleh karena itu ketentuan lebih lanjut akan
diatur dalam peraturan pelaksanaannya.

PASAL DEMI PASAL

Pasal 1
Cukup jelas

Profil Kota Cirebon 2014 23


Pasal 2
Dengan berlandaskan asas-asas pembangunan nasional, secara operasional Undang-undang ini juga
berasaskan keterpaduan, keakuratan, dan kemutakhiran.
Huruf a
Yang dimaksud dengan "asas keterpaduan" ialah bahwa penyelenggaraan statistik yang dilakukan
bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat harus saling mengisi dan saling memperkuat dalam
memenuhi kebutuhan statistik, serta menghindari terjadinya duplikasi kegiatan.
Huruf b
Yang dimaksud dengan "asas keakuratan" ialah bahwa semua kegiatan statistik harus diupayakan
untuk menghasilkan data statistik yang seksama, cermat, tepat, dan benar.
Huruf c
Yang dimaksud dengan "asas kemutakhiran" ialah bahwa data statistik yang disajikan dan atau
tersedia harus dapat meng-gambarkan fenomena dan atau perubahannya menurut keadaan yang
terbaru. Oleh karena itu, pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan analisis data statistik harus
senantiasa diupayakan secara terus menerus, berkesinambungan, dan runtun waktu.

Pasal 3
Huruf a
Cukup jelas
Huruf b
Cukup jelas
Huruf c
Yang dimaksud dengan "kesadaran masyarakat" adalah tumbuh dan berkembangnya sadar statistik,
sehingga meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya arti dan kegunaan statistik.
Huruf d
Cukup jelas

Pasal 4
Unsur-unsur yang saling berkaitan dan sangat perlu diperhatikan dalam Sistem Statistik Nasional
adalah unsur kelembagaan penyelenggara kegiatan statistik, cara yang digunakan, kualitas sumber
daya manusia yang tersedia, perangkat keras dan perangkat lunak termasuk penunjangnya, serta
jaminan hukum agar sistem itu mampu menyajikan data statistik yang lengkap, akurat, dan
mutakhir.

Pasal 5
Jenis statistik berdasarkan tujuan pemanfaatannya, yang terdiri atas statistik dasar, statistik sektoral,
dan statistik khusus tersebut, mencakup statistik bidang ekonomi, bidang kesejahteraan rakyat, dan
bidang-bidang lainnya. Statistik bidang ekonomi meliputi antara lain statistik pertanian, statistik
industri, statistik perdagangan, dan statistik bidang ekonomi lainnya; sedangkan statistik bidang
kesejahteraan rakyat meliputi antara lain statistik kependudukan dan statistik lingkungan hidup.
Hasil kompilasi produk administrasi dan atau pengolahan statistik dasar, statistik sektoral, atau
statistik khusus tersebut dapat disajikan baik dalam bentuk statistik lintas sektoral maupun statistik
regional seperti angka produk domestik bruto, angka produk domestik regional bruto, angka
pendapatan nasional, indikator ekonomi, indikator sosial serta statistik lintas sektoral dan statistik
regional lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan data di tingkat wilayah dapat disajikan statistik
regional.

24 Profil Kota Cirebon 2014


Pasal 6
ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Hak yang dilindungi oleh Undang-undang tersebut meliputi antara lain hak cipta.

Pasal 7
Huruf a
Cukup jelas
Huruf b
Cukup jelas
Huruf c
Cukup jelas
Huruf d
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi dan teknologi
komunikasi, memungkinkan dilakukannya cara lain dalam pengumpulan data yang sifatnya khas dan
karena itu penyelenggara kegiatan statistik harus mengantisipasinya.

Pasal 8
Ayat (1)
Mengingat sensus akan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, maka sebelum sensus
diselenggarakan, Badan wajib mengumumkannya kepada masyarakat.
Ayat (2)
Penetapan tahun penyelenggaraan sensus selain memperhatikan kebutuhan juga mengacu kepada
berbagai konvensi internasional agar mempunyai aspek keterbandingan antarnegara. Berbagai
sensus yang telah dilaksanakan adalah Sensus Penduduk 1930, 1961, 1971, 1980, dan 1990; Sensus
Pertanian tahun 1963, 1973, 1983, dan 1993; sedangkan Sensus Ekonomi tahun 1986 dan 1996.

Pasal 9
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Survei antar sensus dilaksanakan dalam rangka pemutakhiran data, misalnya Survei Penduduk
Antarsensus (Supas).

Pasal 10
Cukup jelas

Pasal 11
Ayat (1)
Mengingat pemanfaatan statistik dasar sangat luas, maka pe-nyelenggaraannya menjadi tanggung
jawab Badan.
Ayat (2)
Huruf a
Cukup jelas
Huruf b

Profil Kota Cirebon 2014 25


Cukup jelas
Huruf c
Dalam rangka penyelenggaraan statistik dasar dengan cara kompilasi produk administrasi, Badan
dapat memperoleh produk administrasi yang ada pada instansi pemerintah dan atau unsur
masyarakat dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
Huruf d
Cukup jelas

Pasal 12
Ayat (1)
yang dimaksud dengan "instansi pemerintah" adalah instansi pemerintah di luar Badan.
Ayat (2)
Cukup jelas
Ayat (3)
Cukup jelas
Ayat (4)
Cukup jelas

Pasal 13
Cukup jelas
Pasal 14
Ayat (1)
Penyampaian sinopsis dimaksudkan untuk mewujudkan Badan sebagai pusat rujukan informasi
statistik.
Ayat (2)
Huruf a
Cukup jelas
Huruf b
Cukup jelas
Huruf c
Cukup jelas
Huruf d
Cukup jelas
Huruf e
Cukup jelas
Huruf f
Cukup jelas
Huruf g
Cukup jelas
Huruf h
Yang dimaksud dengan "abstrak" adalah ikhtisar singkat pe-nyelenggaraan statistik secara kualitatif.
Ayat (3)
Untuk menyampaikan sinopsis kegiatan statistik dimaksud, penyelenggara tidak harus datang
sendiri, tetapi penyelenggara dapat memilih cara yang mudah atau yang tidak memberatkan baginya.
Ayat (4)

26 Profil Kota Cirebon 2014


Yang dimaksud dengan "kebutuhan intern" adalah kebutuhan akan statistik yang sifatnya untuk
memenuhi kepentingan sendiri serta tidak untuk dipublikasikan.

Pasal 15
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Berita Resmi Statistik sepenuhnya dikelola oleh Badan untuk menjamin kelancaran penerbitan,
keotentikan, dan kesinambungannya.
Pasal 16
Penyebarluasan hasil statistik wajib dilakukan oleh Badan melalui berbagai media seperti media
cetak, media eletronik, dan media informasi lainnya.

Pasal 17
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Cukup jelas
Ayat (3)
Cukup jelas
Ayat (4)
Dalam Keputusan Presiden diatur juga hal-hal pokok sebagai berikut:
a. kewajiban instansi pemerintah untuk memberitahukan kepada Badan sebelum penyelenggaraan
statistik;
b. kewajiban instansi pemerintah yang menyelenggarakan statistik untuk mengikuti rekomendasi
Badan; dan
c. kewajiban instansi pemerintah untuk menyerahkan hasil pe-nyelenggaraan statistik kepada
Badan.

Pasal 18
Cukup jelas
Pasal 19
Cukup jelas
Pasal 20
Cukup jelas
Pasal 21
Keterangan individu yang disampaikan oleh responden dijamin kerahasiaannnya, karena semua
penyelenggara kegiatan statistik hanya menyajikan hasil penyelenggaraan statistik yang dilakukan
dalam bentuk data statistik yang berupa agregat.
Pasal 22
Yang dimaksud dengan "wilayah kerja" adalah domisili responden dalam bentuk wilayah
administratif, wilayah pencacahan, atau bagian terkecil termasuk halaman atau bangunan fisik yang
ada di dalamnya.
Pasal 23

Profil Kota Cirebon 2014 27


Yang dimaksud dengan "sebagaimana adanya" ialah bahwa hasil pelaksanaan pengumpulan data
statistik dari lapangan disampaikan kepada penyelenggara kegiatan statistik yang menugasinya,
tanpa ada unsur rekayasa.
Pasal 24
Cukup jelas
Pasal 25
Surat tugas dan atau tanda pengenal mutlak diperlukan oleh setiap petugas statistik, baik dalam
rangka menjamin keabsahan petugas statistik yang bersangkutan maupun untuk meyakinkan
responden.
Pasal 26
Cukup jelas

Pasal 27
Yang dimaksud dengan "keterangan yang diperlukan" adalah keterangan yang diminta melalui
kuesioner yang harus dijawab secara lengkap dan benar.
Pasal 28
Cukup jelas
Pasal 29
Cukup jelas
Pasal 30
Ayat (1)
Dalam rangka mendukung terwujudnya Sistem Statistik Nasional dan untuk mengembangkannya
lebih lanjut, instansi pemerintah dapat membentuk satuan organisasi untuk menyelenggarakan
statistik sektoral, sedangkan lembaga swasta dapat pula mengupayakan terbentuknya satuan
organisasi dalam penyelenggaraan statistik khusus.
Ayat (2)
Cukup jelas
Ayat (3)
Cukup jelas
Pasal 31
Cukup jelas
Pasal 32
Cukup jelas
Pasal 33
Cukup jelas
Pasal 34
Cukup jelas
Pasal 35
Cukup jelas
Pasal 36
Cukup jelas
Pasal 37
Cukup jelas
Pasal 38
Cukup jelas
Pasal 39

28 Profil Kota Cirebon 2014


Cukup jelas
Pasal 40
Cukup jelas
Pasal 41
Cukup jelas
Pasal 42
Cukup jelas
Pasal 43
Cukup jelas

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3683

Profil Kota Cirebon 2014 29


30 Profil Kota Cirebon 2014
Letak Geografis
1 Geographical Position
BAB I
LETAK GEOGRAFIS
CHAPTER I
GEOGRAPHICAL POSITION

K
ota Wali, demikianlah julukan untuk Kota Cirebon. Kota Cirebon

terletak di daerah pantai utara Propinsi Jawa Barat bagian timur.

Dengan Letak geografis yang strategis, yang merupakan jalur utama

transportasi dari Jakarta menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, yang melalui daerah

utara atau pantai utara (pantura). Letak tersebut menjadikan suatu keuntungan

bagi Kota Cirebon, terutama dari segi perhubungan dan komunikasi. Geografis

Kota Cirebon terletak pada posisi 108.33o dan 6.41o Lintang Selatan pada pantai

Utara Pulau Jawa, bagian timur Jawa Barat, memanjang dari barat ke timur  8

kilometer, Utara Selatan  11 kilometer dengan ketinggian dari permukaan laut 

5 meter dengan demikian Kota Cirebon merupakan daerah dataran rendah

dengan luas wilayah administrasi  37,35 km2 atau  3.735,8 hektar yang

mempunyai batas-batas :

- Sebelah Utara : Sungai Kedung Pane

- Sebelah Barat : Sungai Banjir Kanal / Kabupaten Cirebon

- Sebelah Selatan : Sungai Kalijaga

- Sebelah Timur : Laut Jawa

Profil Kota Cirebon 2014 33


Iklim, Air Tanah dan Sungai

Keadaan angin terdapat tiga macam angin :

1. Angin Muson Barat : Desember – Maret

2. Angin Muson Timur : Mei – Oktober

3. Angin Pancaroba : April – Nopember

Kota Cirebon termasuk daerah iklim tropis, dengan suhu udara minimum

rata-rata 24,98 oC dan maksimun rata-rata 31,25 OC dan banyaknya curah hujan

2.686,3 mm per tahun dengan hari hujan 106 hari. Keadaan air tanah pada

umumnya dipengaruhi oleh intrusi air laut, sehingga kebutuhan air bersih

masyarakat untuk keperluan minum sebagian besar bersumber dari pasokan

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Cirebon yang sumber mata airnya

berasal dari Kabupaten Kuningan.

Sedangkan untuk keperluan lainnya sebagian besar diperoleh dari sumur

dengan kedalaman antara dua meter sampai dengan enam meter, di samping

itu ada beberapa daerah/wilayah kondisi air tanah relatif sangat rendah dan

rasanya asin karena intrusi air laut dan tidak dapat digunakan untuk keperluan air

minum.

Tanah sebagian subur dan sebagian kurang produktif disebabkan tanah

pantai yang semakin luas akibat endapan sungai-sungai. Pada umumnya tanah di

Kota Cirebon adalah tanah jenis regosal yang berasal dari endapan lava dan

34 Profil Kota Cirebon 2014


piroklasik ( pasir, lempung, tanah liat, tupa, breksi lumpur dan kerikil). Secara umum

jenis tanah yang tersebar di Kota Cirebon ini relatif mudah untuk pengembangan

berbagai macam jenis vegetasi.

Di Kota Cirebon terdapat empat sungai yang tersebar merata di seluruh

wilayah yaitu Sungai Kedung Pane, Sungai Sukalila, Sungai Kesunean(Kriyan) dan

Sungai Kalijaga. Sungai berfungsi sebagai batas wilayah antara Kabupaten

Cirebon dan sebagai saluran pembuangan air.

Profil Kota Cirebon 2014 35


PETA ADMINISTRATIF KOTA CIREBON

36 Profil Kota Cirebon 2014


Grafik 1.1 Curah Hujan per Bulan di Kota Cirebon 2011-2013
800

700

600

500
Axis Title

400
2011
2012
300
2013

200

100

Profil Kota Cirebon 2014 37


Grafik 1.2 Temperatur Kota Cirebon 2013

35
31.25
30 28.12

24.98
25

20

15

10

0
Min Max Rata-rata

38 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 1.1
Banyaknya Hari dan Curah Hujan Tahun 2011-2013
Number of Rainy Days and Rain fall in Cirebon 2011-2013

2011 2012 2013


Bulan Curah Curah Curah
Hari Hari Hari
Hujan Hujan Hujan
Hujan Hujan Hujan
(mm) (mm) (mm)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Januari 17,8 4 145,3 11 404,5 16


2. Pebruari 95 7 487,2 14 161,0 5
3. Maret 424,2 12 358,1 14 334,0 10
4. April 215 10 52,5 5 175,7 12
5. Mei 134,3 12 164 4 214,5 13
6. Juni 110 5 10,9 2 235,5 10
7. Juli 29,5 3 0 0 190,0 8
8. Agustus 0 0 0 0 0 0
9. September 0 0 0 0 30,0 2
10. Oktober 133,9 3 17 1 74,0 3
11. Nopember 256,5 8,3 70,5 4 136,0 5
12. Desember 208 6,7 385,8 15 731,1 22

Jumlah 1.624,2 71 1.691,3 70 2.686,3 106


Rata-rata
135,35 5,92 140,94 5,83 223,86 8,83
per Bulan
Sumber : BMG,Stasiun Klimatologi Dermaga Bogor

Profil Kota Cirebon 2014 39


Tabel 1.2
Temperatur di Kota Cirebon Tahun 2011-2013
Temperature in Cirebon 2011-2013

Temperatur
Bulan
Rata-rata Min Max
(1) (2) (3) (4)

1. Januari 28,6 25,2 31,3


2. Februari 26,4 23,1 28,7

3. Maret 29,2 25,9 31,8


4. April 27,8 24,9 30,1
5. Mei 29,5 24,9 31,7

6. Juni 28,7 24,7 30,6

7. Juli 29,8 24,8 31,8

8. Agustus 29,8 24,5 32,4


9. September 29,3 23,8 31,7
10. Oktober 30,7 26,1 32,7
11. November 28,9 25,9 30,8

12. Desember 29,1 26,0 31,4


Rata-rata per bulan
Tahun 2013 28,12 24,98 31,25
2012 26,7 24,0 29,4
2011 27,73 25,43 30,48
Sumber : BMG, Stasiun Klimatologi Dermaga Bogor

40 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 1.3
Perkiraan Jarak Antarkota Kabupaten Se-Jawa Barat,
Banten, dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Kilometer)
Distance Among Selected Cities in West Java, Banten, and Jakarta

Kota Cirebon Indramayu Kuningan Majalengka Garut Tasikmalaya


(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Cirebon - 54 35 61 157 120


Indramayu 54 - 89 82 211 174
Kuningan 35 89 - 51 192 185
Majalengka 61 82 51 - 118 101
Garut 157 211 192 118 - 57
Tasikmalaya 120 174 185 101 57 -
Ciamis 103 157 68 84 74 17
Sumedang 85 139 120 46 72 115
Bandung 130 `184 165 91 63 106
Cianjur 195 249 203 156 128 171
Sukabumi 226 280 261 187 159 202
Bogor 259 313 194 220 192 235
Bekasi 229 176 261 239 217 260
Karawang 184 134 219 230 175 218
Purwakarta 200 130 235 161 133 176
Subang 156 102 191 149 121 164
Jakarta 258 205 293 278 250 293
Tangerang 283 230 318 303 275 318
Serang 348 295 383 368 340 383
Pandeglang 369 316 404 389 361 404
Lebak 357 336 392 318 290 333

Profil Kota Cirebon 2014 41


Tabel 1.3 (Lanjutan)

Kota Ciamis Sumedang Bandung Cianjur Sukabumi


(1) (8) (9) (10) (11) (12)

Cirebon 103 85 130 195 226


Indramayu 157 139 184 249 280
Kuningan 68 120 165 230 261
Majalengka 84 46 91 156 187
Garut 74 72 63 128 159
Tasikmalaya 17 115 106 171 202
Ciamis - 130 121 136 217
Sumedang 130 - 45 110 141
Bandung 121 45 - 65 96
Cianjur 186 110 65 - 32
Sukabumi 217 141 96 32 -
Bogor 250 174 129 74 61
Bekasi 279 199 154 151 148
Karawang 233 157 112 147 172
Purwakarta 191 115 70 99 136
Subang 179 61 58 39 42
Jakarta 308 232 187 122 119
Tangerang 333 257 212 147 144
Serang 398 322 277 212 209
Pandeglang 419 343 298 182 179
Lebak 348 272 227 172 159

42 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 1.3 (Lanjutan)

Kota Bogor Bekasi Karawang Purwakarta Subang


(1) (13) (14) (15) (16) (17)

Cirebon 295 229 184 200 156


Indramayu 313 176 134 130 102
Kuningan 194 261 219 235 191
Majalengka 220 239 203 161 149
Garut 192 217 175 133 121
Tasikmalaya 235 260 218 176 164
Ciamis 250 279 233 191 179
Sumedang 174 199 157 115 61
Bandung 129 154 112 70 58
Cianjur 74 151 147 99 39
Sukabumi 61 148 172 136 42
Bogor - 87 96 163 186
Bekasi 87 - 42 84 132
Karawang 96 42 - 42 90
Purwakarta 163 84 42 - 48
Subang 186 132 90 48 -
Jakarta 58 29 71 113 161
Tangerang 83 54 96 138 186
Serang 148 119 161 203 251
Pandeglang 118 140 182 224 272
Lebak 98 160 202 244 292

Profil Kota Cirebon 2014 43


Tabel 1.3 (Lanjutan)

Kota Jakarta Tangerang Serang Pandeglang Lebak


(1) (18) (19) (20) (21) (22)

Cirebon 258 283 348 369 357


Indramayu 205 230 295 316 336
Kuningan 293 318 383 404 392
Majalengka 278 303 368 389 318
Garut 250 275 340 361 290
Tasikmalaya 293 318 383 404 333
Ciamis 308 333 398 419 348
Sumedang 232 257 322 343 272
Bandung 187 212 277 298 227
Cianjur 122 147 212 182 172
Sukabumi 119 144 209 179 159
Bogor 58 83 148 118 98
Bekasi 29 54 119 140 160
Karawang 71 96 161 182 202
Purwakarta 113 138 203 224 244
Subang 161 186 251 272 292
Jakarta - 25 90 111 131
Tangerang 25 - 65 86 106
Serang 90 65 - 21 41
Pandeglang 111 86 21 - 20
Lebak 131 106 41 20 -

44 Profil Kota Cirebon 2014


Pemerintahan
2 Government
BAB II
PEMERINTAHAN
CHAPTER II
GOVERNMENT

W
ilayah administrasi Pemerintah Kota Cirebon dengan luas 37,358
km2 , pada tahun 2013 ini terdiri dari 5 wilayah Kecamatan, 22
Kelurahan, 247 Rukun Warga (RW) dan 1.362 Rukun Tetangga
(RT). Harjamukti merupakan kecamatan terluas (47 %), kemudian
berturut-turut kecematan Kesambi (22%), Lemahwungkuk (17%), Kejaksan (10%)
dan Pekalipan (4%).
Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di Pemerintahan Kota Cirebon
mencapai 6.344 orang, dengan komposisi pegawai laki-laki sebanyak 3.057 orang
dan pegawai perempuan sebanya 3.287 orang. Tingkat pendidikan PNS di
Pemerintahan Kota Cirebon yang terbanyak adalah lulusan S1 dan SLTA (lihat
Grafik 2.2.), lulusan S1 mencapai 52,63 persen, sedangkan lulusan SLTA mencapai
22,15 persen. Sementara itu lulusan D3 mencapai 10,07 persen, SLTP sekitar 1,70
persen, D1/D3 sekitar 15,63 persen, S2 sekitar 7,22 persen, S3 sekitar 0.05 persen dan
masih ada lulusan SD yang bekerja yaitu mencapai 0,61 persen.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Cirebon pada tahun 2013 sebanyak 26
orang, yang terdiri 23 laki-laki dan 3 perempuan, dengan mayoritas tingkat
pendidikan anggota DPRD adalah lulusan D4/S1 sebesar 9 orang, kemudian
terbanyak kedua lulusan SLTA sebesar 8 orang, dan lulusan S2 sebanyak 7 orang.
Anggota DPRD tersebut terbagi kedalam 7 fraksi, Anggota fraksi terbanyak adalah
Fraksi Demokrat, 23,08 persen, disusul Fraksi Golkar mencapai 19,23 persen,
sedangkan fraksi-fraksi lainnya yaitu ; PDIP, PAN, Hanura, PKS dan Bintang
Pembaharuan masing-masing 11,54 persen.

Profil Kota Cirebon 2014 47


Grafik 2.1 Luas Wilayah Per Kecamatan
di Kota Cirebon 2013

Kejaksan
10%

Kesambi
22% Harjamukti
47%
Pekalipan
4%

Lemahwungkuk
17%

48 Profil Kota Cirebon 2014


Grafik 2.2 Presentase PNS Pemda Menurut
Jenjang Pendidikan Tahun 2013
S3, 0.05
SD, 0.61
SLTP, 1.70

S2, 7.22
SLTA, 22.15

D1/D2, 5.56

SM/S1, 52.63
D3, 10.07

Profil Kota Cirebon 2014 49


Tabel 2.1
Struktur Pemerintahan di Lingkungan Pemerintah Daerah Kota Cirebon, Nomor
Telepon dan Alamat
Institutional Struture in Cirebon Municipality Government, Phone Number, and
Addres

INSTITUSI NO TELP ALAMAT


(1) (2) (3)

A. SEKRETARIS DAERAH 206011Fax 202344


Asisten Pemerintahan
1.Bagian Tata Pemerintahan 206011 pst. 243 Jl. Sliwangi No.84
2.Bagian Otonomi Daerah 206011 pst. 283 Jl. Sliwangi No.84
3.Bagian Hukum 206011 pst. 219 Jl. Sliwangi No.84
4.Bagian Organisasi Dan Manajemen 206011 pst. 258 Jl. Sliwangi No.84
Asisten Pembangunan
5.Bagian Perekonomian 206011 pst. 250 Jl. Sliwangi No.84
6.Bagian Bina Program 206011 pst. 223 Jl. Sliwangi No.84
7.Bagian Kesejahteraan Rakyat Jl. Sliwangi No.84
Asisten Administrasi
8.Bagian Keuangan 206011 pst. 225 Jl. Sliwangi No.84
9.Bagian Akuntansi Keuangan 206011 pst. 297 Jl. Sliwangi No.84
10.Bagian Umum 206011 pst. 277 Jl. Sliwangi No.84
11.Bagian Perlengkapan Dan Aset Pemerintah 206011 pst. 290 Jl. Sliwangi No.84
B. SEKRETARIS DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH
1.Bagian Umum 206011 pst. 270 Jl. Sliwangi No.90
2.Bagian Rapat Dan Risalah Jl. Sliwangi No.90
C. DINAS-DINAS DAERAH
1.Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Sosial 486867 Jl. Brigjend Dharsono
2.Dinas Pemukiman Dan Prasarana Wilayah 484015 Jl. Brigjend Dharsono
3.Dinas Perindustrian Dan Perdagangan 209155 Jl. Dr. Cipto
4.Dinas Kependudukan, Catatan Sipil Dan Tenaga Kerja 486561 Jl. Dr. Cipto
5.Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata 486366 Jl. Brigjend Dharsono
6.Dinas Pertanian Dan Kelautan 203600 Jl. Yos Sudarso
7.Dinas Perhubungan 204870 Jl. Brigjend Dharsono
8.Dinas Pendapatan Daerah 205454 Jl. Pengampon
9.Dinas Kebersihan Dan Pertamanan 485132 Jl. Ampera
10.Dinas Komunikasi Dan Informatika 209324 Jl. Brigjend Dharsono
11.Dinas Pendidikan 486579 Jl. Brigjend Dharsono
12.Dinas Kesehatan 208879 Jl. Kesambi

50 Profil Kota Cirebon 2014


Lanjutan tabel 2.1

INSTITUSI NO TELP ALAMAT


(1) (2) (3)

D. LEMBAGA TEKNIS
Jl. Brigjen Dharsono
1. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah 203588
(by pass)-Tamansari
2. Badan Pengawasan Daerah 237968, 206604 Jl. Sliwangi No.92
3. Badan Kepegawaian Daerah 246402 Jl. Tanda Barat
4. Badan Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah 486992, 486605 Jl. Brigjend Dharsono
5. Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik 222796 Jl. Sasana Budaya
6. Kantor Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah 209263 Jl. Dr. Cipto

Kantor Keluarga Berencana Dan Pemberdayaan Jl. Brigjen Dharsono


7. 486867-206145
Perempuan
(bypass)
8. Kantor Pengelola Lingkungan Hidup 203988 Jl. Dr. Wahidin
9. Kantor Pemadam Kebakaran 481900 Jl. Brigjend Dharsono
10. Kantor Polisi Pamong Praja 211962 Jl. Kebumen
11. Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati 206330, 203336 Jl. Kesambi
G. PERUSAHAAN DAERAH
1. Perusahaan Daerah Pembangunan 202738 Jl. Dipenogoro
2. Perusahaan Daerah Farmasi 203700 Jl. Siliwangi
3. Perusahaan Daerah Air Minum 202594, 204800 Jl. Tuparev
4. Perusahaan Daerah Pasar 206565 Jl. Kesambi
5. Bank Pasar 207220, 507997 Jl. Talang
H. INSTANSI VERTIKAL
1 Badan Pusat Statistik 485524 Jl. Sekar Kemuning 1
2 Kantor Administrasi Pelabuhan 209723, 208078 Jl. Donggala
3 Pengadilan Negeri 207725, 203454 Jl. Wahidin
4 Kejaksaan Negeri 202777 Jl. Wahidin
5 Lembaga Pemasyarakatan Kesambi 204522, 202322 Jl. Kesambi
6 Rumah Tahanan Negara Benteng 209044 Jl. Benteng
7 Kantor Imigrasi 202955 Jl. Sisingamagaraja
8 Kantor Pelayanan Pajak 485927 Jl. Evakuasi NO. 9
9 Kantor Lelang Negara (KP2LN) 202513 Jl. Wahidin NO. 48

Profil Kota Cirebon 2014 51


Tabel 2.2
Banyaknya Kelurahan, RW, RT dan Rumahtangga
Menurut Kecamatan
Number of Special Villages, RW, RT, and Household
by district in Cirebon

Luas Wilayah
Kecamatan Kelurahan Rukun Warga Rukun Tetangga
(km2)
(1) (2) (3) (4) (5)

1. Harjamukti 17,615 5 76 454

2. Lemahwungkuk 6,507 4 42 232

3. Pekalipan 1,561 4 39 186

4. Kesambi 8,059 5 55 307

5. Kejaksan 3,616 4 35 183

Jumlah 37,358 22 247 1.362

Sumber : Bagian Administrasi Pemerintahan Umum Setda Kota Cirebon

52 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 2.3
Jarak dari IbuKota Kecamatan ke Balaikota dan Alamat Kecamatan
di Kota Cirebon
Distance Among Capital of District into Capital of Municipality
and Disctrict Addreses

Jarak dari
Kecamatan Kecamatan Ke Alamat Kecamatan Telp
Balaikota (Km)
(1) (2) (3) (4)

01. Harjamukti ±8 Km Jl. Kebon Pelok No 1 484671

02. Lemahwungkuk ±6 Km Jl. Pronggol No.16A 206312

03. Pekalipan ±4,5 Km Jl. Kesambi Dalam No 3 206280

04. Kesambi ±5 Km Jl. Sudarsono no 12 204063

05. Kejaksan ±2 Km Jl. Kapt Samadikun No 5 207885


Sumber : Bagian Administrasi Pemerintahan Umum Setda Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 53


Tabel 2.4
Nama-Nama Kecamatan dan Kelurahan Tahun 2012
Name of Distric and Special Special Villages 2012

Kecamatan Kelurahan Alamat Telp

1. Harjamukti 1.1. Argasunya Jl. Pramuka No. 41 -


1.2. Kalijaga Jl. Pramuka Kebon Pelok No. 45 485164
1.3. Harjamukti Jl. Kebon Pelok No.1 484671
1.4. Kecapi Jl. Ciremai Raya Perumnas 480992
1.5. Larangan Jl. Gn. Rinjani No.1 487910
2. Lemahwungkuk 2.1. Pegambiran Jl. Jend. A. Yani No. 58 203761
2.2. Kesepuhan Jl. Pesayidan no 7 232773
2.3. Lemahwungkuk Jl. Lemahwungkuk 206312
2.4. Panjunan Jl. Sisimangaraja No.27 208843
3. Pekalipan 3.1. Pekalipan Jl. Kesambi Dalam No.3 206280
3.2. Pulasaren Jl. Kacirebonan No.20 231060
3.3. Jagasatru Jl. Kesambi Dalam No 4 211098
3.4. Pekalangan Jl. Nyi Mas Gandasari No.101 202766
4. Kesambi 4.1. Karyamulya Jl. Kandang Perahu No.41 480672
4.2. Sunyaragi Jl. Brigjen Darsono By Pass No.1 487216
4.3. Drajat Jl. Lapang Bola No.20 248336
4.4. Kesambi Jl. Kesambi No.113 203734
4.5. Pekiringan Jl. Aria Kemuning No.85 209033
5. Kejaksaan 5.1. Kejaksan Jl. RA. Kartini No.9 208093
5.2. Sukapura Jl. Dr. Wahidin.S No.4 Cirebon 203801
5.3. Kebonbaru Jl. Kapten Samadikun No.99 239057
5.4 Kesenden Jl. Diponegoro No 36 204450
Sumber: Setda Kota Cirebon

54 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 2.5
Banyaknya RW, RT, Rumahtangga dan luas wilayah
Menurut Kelurahan
Number of Special Villages, RW, RT, and Household
by district in Cirebon

Luas Wilayah
Kelurahan Rukun Warga Rukun Tetangga
(Km2)
(1) (2) (3) (4)

1.1. Argasunya 6,75 11 58


1.2. Kalijaga 4,65 15 111
1.3. Harjamukti 2,23 13 59
1.4. Kecapi 2,01 18 113
1.5. Larangan 1,98 19 113
2.1. Pegambiran 4,05 17 83
2.2. Kesepuhan 0,64 9 63
2.3. Lemahwungkuk 0,54 6 44
2.4. Panjunan 1,28 10 42
3.1. Jagasatru 0,35 10 51
3.2. Pulasaren 0,29 8 40
3.3. Pekalipan 0,41 12 50
3.4. Pekalangan 0,51 9 45
4.1. Karyamulya 2,53 17 87
4.2. Sunyaragi 2,45 11 55
4.3. Drajat 0,92 9 62
4.4. Kesambi 0,92 7 46
4.5. Pekiringan 1,24 11 57
5.1. Kejaksan 0,67 7 40
5.2. Sukapura 0,80 7 37
5.3. Kebonbaru 0,89 10 58
5.4 Kesenden 1,25 11 48
Jumlah 37,36 247 1.362

Sumber : Sumber : Bagian Administrasi Pemerintahan Umum Setda Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 55


Tabel 2.6
Jumlah Anggota DPRD Menurut Fraksi dan Komisi Keanggotaan Tahun 2013
Number of Parliament members at second level by Frakci and member of
compotitions 2013

Fraksi
Bintang
Komisi Han Demo Pembaharuan/
Golkar PDIP PAN PKS
ura krat Gabungan

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. Pimpinan DPRD 1 1 - - - 1 -

2. Komisi A 2 - 1 1 1 2 1

3. Komisi B 1 1 1 1 1 1 1

4. Komisi C 1 1 1 1 1 2 1

Jumlah 5 3 3 3 3 6 3
Sumber: Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Cirebon

56 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel. 2.7
Jumlah Anggota DPRD Menurut Komisi dan Tingkat Pendidikan Tahun 2013
Number of Parliament members at second level by education level 2013

Tingkat Pendidikan
Komisi Jumlah
SLTA D1/D2/D3 D4/SI S2
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Pimpinan DPRD - 1 - - 1

2. Wakil Ketua - - - 1 1

3. Komisi A 3 - 2 3 8

4. Komisi B 2 1 2 3 8
5. Komisi C 3 - 5 - 8

Jumlah 8 2 9 7 26
Sumber: Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 57


Tabel. 2.8
Jumlah Anggota DPRD Menurut Komisi dan Jenis Kelamin Tahun 2013
Number of Parliament members at second level by Gender 2013

Jenis Kelamin
Komisi Jumlah
Laki-Laki Perempuan
(1) (2) (3) (4)

1. Pimpinan DPRD 2 - 2

2. Komisi A 7 1 8

3. Komisi B 7 1 8

4. Komisi C 7 1 8

Jumlah 23 3 26
Sumber: Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Cirebon

58 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 2.9
Rekapitulasi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintahan Kota Cirebon
dirinci menurut Unit Kerja dan Pendidikan Tahun 2013
Number of civil Servants in Cirebon by Units and Education 2013

Pendidikan
No Unit Kerja
SD SLTP SLTA D1/D2 D3 SM/S1 S2 S3 Jumlah
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

1 Setda Kota 3 5 71 5 9 76 23 - 192

2 Sekretariat DPRD - 2 11 - 2 12 8 - 35

Badan/Inspektora
3 t/ 7 11 368 16 260 333 87 - 1.082
RSUD
4 DINAS-DINAS 22 76 741 329 333 2.716 322 3 4.542

5 Satuan/Kantor 2 6 67 - 9 70 2 - 156

Kecamatan/
6 5 8 146 3 26 132 17 - 337
Kelurahan
Perusahaan
7 - - - - - - - - -
Daerah

JUMLAH 39 108 1.404 353 639 3.339 459 3 6.344


Sumber : Badan Kepegawaian dan Pendidikan Pelatihan Kota Cirebon
Catatan : Tidak Termasuk PNS yang diperbantukan, dipekerjakan dan vertikal

Profil Kota Cirebon 2014 59


Tabel 2.10
Rekapitulasi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintahan Kota Cirebon
dirinci menurut Unit Kerja dan Pendidikan Tahun 2013(laki-laki)
Number of civil Servants in Cirebon by Units and Education 2013 (Male)

Pendidikan
No Unit Kerja
SD SLTP SMA D1/D2 D3 SM/S1 S2 S3 Jumlah
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

1 Setda Kota 3 4 61 4 7 48 19 - 146

2 Sekretariat DPRD - 2 9 - 1 5 6 - 23

Badan/Inspektorat/
3 7 9 181 6 84 176 58 - 521
RSUD
4 DINAS-DINAS 22 70 523 74 101 1.047 188 2 2.027

5 Satuan/Kantor 2 6 63 - 8 49 2 - 130

Kecamatan/
6 4 7 93 2 16 77 11 - 210
Kelurahan
7 Perusahaan Daerah - - - - - - - - -

38 98 930 86 217 1.402 284 2 3.057


JUMLAH
Sumber : Badan Kepegawaian dan Pendidikan Pelatihan Kota Cirebon

60 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 2.11
Rekapitulasi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintahan Kota Cirebon
dirinci menurut Unit Kerja dan Pendidikan Tahun 2013 (Perempuan)
Number of civil Servants in Cirebon by Units and Education 2013 (Female)

Pendidikan
No Unit Kerja
SD SLTP SLTA D1/D2 D3 SM/S1 S2 S3 Jumlah
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

1 Setda Kota - 1 10 1 2 28 4 - 46

2 Sekretariat DPRD - - 2 - 1 7 2 - 12
Badan/Inspektorat/
3 - 2 187 10 176 157 29 - 561
RSUD
4 DINAS-DINAS - 6 218 255 232 1.669 134 1 2.515

5 Satuan/Kantor - - 4 - 1 21 - - 26
Kecamatan/
6 1 1 53 1 10 55 6 - 127
Kelurahan
Perusahaan
7 - - - - - - - - -
Daerah

JUMLAH 1 10 474 267 422 1.937 175 1 3.287

Sumber: Badan Kepegawaian dan Pendidikan Pelatihan Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 61


Tabel 2.12
Rekapitulasi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintahan Kota Cirebon
dirinci menurut Pangkat dan Pendidikan Tahun 2013
Number of civil Servants in Cirebon by Level and Education 2013

Pendidikan
No Pangkat
SD SLTP SLTA D1/D2 D3 SM/S1 S2 S3 Jumlah
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

1 Golongan IV - - 35 180 47 1.243 300 3 1.808

2 Golongan III - 2 515 98 342 2.096 158 - 3.211

3 Golongan II 17 47 850 75 250 - - - 1.239

4 Golongan I 22 59 5 - - - - - 86

JUMLAH 39 108 1.405 353 639 3.339 458 3 6.344


Sumber: Badan Kepegawaian dan Pendidikan Pelatihan Kota Cirebon

62 Profil Kota Cirebon 2014


Penduduk dan Tenaga Kerja
3 Population and Employment
BAB III
PENDUDUK DAN KETENAGAKERJAAN
CHAPTER III
POPULATION AND MAN POWER

P
enduduk yang jumlah besar merupakan asset bagi pembangunan jika
penduduknya berkualitas. Dengan besarnya jumlah penduduk akan
menyebabkan besarnya jumlah angkatan kerja. Besarnya angkatan
kerja ini akan membutuhkan lapangan pekerjaan yang lebih banyak
lagi, dan membuka lapangan kerja tidak semudah membalik telapak tangan.
Melalui data kependudukan akan diperoleh gambaran mengenai dinamika dan
perkembangan penduduk.
Data kependudukan dapat diperoleh dari berbagai sumber di antaranya
dari hasil sensus penduduk tahun 2010 (SP 2010), survei penduduk antar sensus
(SUPAS) ,dan survei-survei yang lain seperti survei sosial ekonomi nasional (susenas)
dan survei sosial ekonomi daerah suseda), serta dari catatan administrasi
pemerintahan yang disebut Registrasi Penduduk.
Menurut hasil Estimasi Sensus Penduduk Tahun 2010 (lihat table 3.1) jumlah
penduduk Kota Cirebon telah mencapai jumlah 304.313 ribu jiwa. Dengan
komposisi penduduk laki-laki 152.573 jiwa dan perempuan 151.740 jiwa, dan ratio
jenis kelamin sekitar 100,55
Penduduk Kota Cirebon tersebar di lima kecamatan, kecamatan yang
memiliki tingkat kepadatan penduduk tertinggi adalah Kecamatan Pekalipan
sebesar 19,02 ribu jiwa/km², terpadat kedua adalah Kecamatan Kejaksan 12,01
ribu jiwa/km², kemudian kecamatan Kesambi 8,94 ribu jiwa/km², Kecamatan
Lemahwungkuk 8,33 ribu jiwa/km², dan kepadatan terendah terdapat di
Kecamatan Harjamukti hampir 5,95 ribu jiwa/km².

Profil Kota Cirebon 2014 65


Grafik 3.1 Jumlah penduduk Menurut Jenis
Kelamin per Kecamatan di Kota Cirebon
60,000
Tahun 2013

50,000

40,000

30,000

20,000

10,000

Laki-laki
Perempuan

66 Profil Kota Cirebon 2014


Grafik 3.2 Kepadatan Penduduk Per
Kecamatan di Kota Cirebon Tahun 2013
20000 19025

18000

16000

14000
12010
12000

10000 8942
8333
8000
5955
6000

4000

2000

0
1. Harjamukti 2. 3. Pekalipan 4. Kesambi 5. Kejaksan
Lemahwungkuk

Profil Kota Cirebon 2014 67


Grafik 3.3 Piramida Penduduk Kota Cirebon
Tahun 2013
75 +
70 – 74
65 – 69
60 – 64
55 – 59
50 – 54
45 – 49
40 – 44
35 – 39
30 – 34
25 – 29
20 – 24
15 – 19
10 – 14
5– 9
0– 4

-20,000 -15,000 -10,000 -5,000 0 5,000 10,000 15,000 20,000

Laki-laki Perempuan

68 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 3.1
Penduduk Menurut Kelompok Umur, Jenis Kelamin Kota Cirebon Tahun 2013
Population by Age Group, Sex in Cirebon 2013

Kelompok Jenis Kelamin


Umur Laki-Laki Perempuan Jumlah
(1) (2) (3) (4)

0– 4 14.225 13.119 27.344


5– 9 13.273 12.368 25.641
10 – 14 13.443 12.856 26.299
15 – 19 14.274 14.270 28.544
20 – 24 13.344 12.678 26.022
25 – 29 13.007 12.381 25.388
30 – 34 13.149 12.627 25.776
35 – 39 11.710 11.470 23.180
40 – 44 11.101 11.349 22.450
45 – 49 9.352 10.040 19.392
50 – 54 8.193 8.911 17.104
55 – 59 7.079 7.131 14.210
60 – 64 4.550 4.518 9.068
65 – 69 2.740 3.144 5.884
70 – 74 1.706 2.321 4.027
75 + 1.427 2.557 3.984

Jumlah 152.573 151.740 304.313

Sumber : BPS, Hasil Estimasi SP2010

Profil Kota Cirebon 2014 69


[

Tabel 3.2
Penduduk, Jumlah Kelurahan dan Rasio Jenis Kelamin
Menurut Kecamatan Tahun 2012-2013
Number of Population, Specials Village, and Sex Ratio by District 2012-2013

Penduduk Rasio
No Kecamatan Kelurahan
laki-laki Perempuan Jumlah Jenis Kelamin
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1 Harjamukti 5 52.964 51.932 104.896 101.99

2 Lemahwungkuk 4 27.609 26.612 54.221 103.75

3 Pekalipan 4 14.627 15.072 29.699 97.05

4 Kesambi 5 36.138 35.929 72.067 100.58

5 Kejaksan 4 21.235 22.195 43.430 95.67

Jumlah 2013 22 152.573 151.740 304.313 100.55


2012 22 151.273 150.447 301.720 100.55

Sumber : BPS, Hasil Estimasi SP2010

70 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 3.3.
Penduduk, Kelahiran dan Rata-Rata Kelahiran
Menurut Kecamatan Tahun 2013
Number of Population, Birth and Average by District 2013

Penduduk Kelahiran Rata-Rata


Kelahiran
Kecamatan
per 1000
Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan Jumlah Penduduk

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Harjamukti 52.964 51.932 878 736 1.614 15,39

2. Lemahwungkuk 27.609 26.612 454 360 814 15,01

3. Pekalipan 14.627 15.072 203 179 382 12,86

4. Kesambi 36.138 35.929 591 530 1.121 15,55

5. Kejaksan 21.235 22.195 379 348 727 16,74

Jumlah 152.573 151.740 2.505 2.153 4.658 15,31

Sumber : BPS, Data Podes 2014

Profil Kota Cirebon 2014 71


Tabel 3.4.
Penduduk, Kematian dan Rata-Rata Kematian
Menurut Kecamatan Tahun 2013
Number of Population, Death and Average by District 2013

Penduduk Kematian Rata-Rata


kematian per
Kecamatan
1000
Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan Jumlah Penduduk

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Harjamukti 52.964 51.932 266 190 456 4,35

2. Lemahwungkuk 27.609 26.612 171 114 285 5,26

3. Pekalipan 14.627 15.072 125 99 224 7,54

4. Kesambi 36.138 35.929 223 190 413 5,73

5. Kejaksan 21.235 22.195 178 137 315 7,25

Jumlah 152.573 151.740 963 730 1.693 5,56


Sumber : BPS, Podes 2014

72 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 3.5.
Penduduk, Luas Wilayah, dan Kepadatan Penduduk Per Kilometer Persegi
Menurut Kecamatan Tahun 2013
Number of Population, Area Square, and Density
Per Kilometres square 2013 by Distrisct

Kepadatan
Luas Wilayah
Kecamatan Penduduk Penduduk
(km2)
per KM2
(1) (2) (3) (4)

1. Harjamukti 17,615 104.896 5,955

2. Lemahwungkuk 6,507 54.221 8,333

3. Pekalipan 1,561 29.699 19,025

4. Kesambi 8,059 72.067 8,942

5. Kejaksan 3,616 43.430 12,010

Jumlah 2013 37,358 304.313 8,146

2012 37,358 301.720 8.076

Sumber : BPS

Profil Kota Cirebon 2014 73


Tabel 3.6
Banyaknya Pencari Kerja Yang Terdaftar, Pencari Kerja
Yang Terpenuhi dan Penghapusan Menurut Jenis
Kelamin dan Tingkat Pendidikan
Number who looked for job by sex and education level

Tingkat Terdaftar Terpenuhi Penghapusan


Pendidikan Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. SD 11 63 - 64 - 21

2. SLTP 49 89 27 63 24 17

3. SMU/Sederajat 1191 1080 470 371 763 208

4. Diploma I dan II 3 4 - 1 - 3

5. Diploma III 219 278 76 51 15 114

6. Sarjana 468 479 73 28 303 298

7. Pasca Sarjana 6 7 - - 1 0

Sumber : Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Cirebon

74 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 3.7
Banyaknya Pencari Kerja Sisa Tahun Lalu dan Sisa Akhir Tahun Ini
Menurut Jenis Kelamin dan Tingkat Pendidikan
Number who looked for job last year and this year rest
by sex and education level

Sisa Tahun Lalu Sisa Akhir Tahun


Tingkat Pendidikan
Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan
(1) (2) (3) (4) (5)

1. SD 14 40 25 18

2. SLTP 94 82 92 91

3. SMU/Sederajat 2589 1210 2547 1711

4. Diploma I dan II 60 90 63 90

5. Diploma III 403 674 531 787

6. Sarjana 1.778 2.018 1.870 2.171

7. Pasca Sarjana 18 11 23 18

Sumber : Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 75


Tabel 3.8
Penduduk 10 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut
Lapangan Usaha Utama Tahun 2013
Number of population aged 10 years and over who worked
by types of primary job 2013

Lapangan Pekerjaan Jumlah Penduduk

(1) (2)

1. Pertanian 2.445

2. Industri Pengolahan 7.485

3. Perdagangan, Hotel & Restoran 58.839

4. Jasa-jasa 27.402

5. Lainnya 32.343

Jumlah 128.514

Sumber : BPS

76 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 3.9
Jumlah Perusahaan dan Tenaga Kerja yang Ikut Serta Dalam
Program BPJS Ketenagakerjaan di Kota Cirebon Tahun 2010-2013
Number of Company and Employee Who Joined BPJS Program
In Cirebon 2010-2013

Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan

T AHUN Tenaga Kerja


Perusahaan
Aktif Tidak Aktif
(1) (2) (3) (4)

2009 1.196 57.118 102.528


2013 1.772 82.395 162.472

2012 1.566 73.045 148.025

2011 1.529 63.523 134.146

2010 1.400 60.467 121.306

Sumber : PT Jamsostek Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 77


Tabel 3.10
Pertumbuhan Penduduk Kota Cirebon
Tahun 2012-2013

Jenis Kelamin Jumlah Laki


No. Tahun dan LPP
Laki-laki Perempuan Perempuan

1. 2012 151.273 150.447 301.720 0,42

2. 2013 152.573 151.740 304.313 0,86

Sumber : Kota Cirebon Dalam Angka Tahun 2013,


Hasil Proyeksi angka sementara

78 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 3.11
Tingkat Patisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kota Cirebon
Tahun 2012-2014
Tahun 2014
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)
Kecamatan
Laki-laki Perempuan Laki-laki+Permpuan
78,66 46,68 62,42
Harjamukti
86,68 53,66 70,69
Lemahwungkuk
85,53 54,89 70,26
Pekalipan
77,95 46,84 62,52
Kesambi
79,08 51,26 64,02
Kejaksan
81,72 48,43 64,94
Kota Cirebon
Tahun 2013

Kecamatan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)


Laki-laki Perempuan Laki-laki+Permpuan
97,35 43,67 61,25
Harjamukti
87,44 50,20 69,36
Lemahwungkuk
86,28 51,35 68,94
Pekalipan
78,64 43,82 61,35
Kesambi
79,78 47,95 62,82
Kejaksan
82,44 45,31 63,72
Kota Cirebon

Tahun 2012
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)
Kecamatan
Laki-laki Perempuan Laki-laki+Permpuan
Harjamukti 75,38 40,37 57,34
Lemahwungkuk 83,06 46,41 64,93
Pekalipan 81,96 47,47 64,54
Kesambi 74,70 40,51 57,43
Kejaksan 75,78 44,33 58,81
Kota Cirebon 77,36 42,76 59,65

Sumber : BPS Kota Cirebon


Profil Kota Cirebon 2014 79
80 Profil Kota Cirebon 2014
Pendidikan
4 Education
BAB IV
PENDIDIKAN
CHAPTER IV
EDUCATION

K
eberhasilan pembangunan di suatu daerah, diantaranya dapat di lihat
dari tingkat pendidikan penduduknya. Semakin maju tingkat
pendidikan penduduknya, maka akan membawa kepada tingkat
kesejahteraan bagi penduduk tersebut.

Paradigma pembangunan dewasa ini telah bergeser dari pembangunan


ekonomi ke Pembangunan Manusia, dengan perioritas kepada peningkatan
kualitas penduduknya, baik dilihat dari aspek pendidikannya maupun
kesehatannya. Telah di sadari bahwa peningkatan sumber daya manusia menjadi
sangat perlu guna peningkatan kualitas manusia menghadapi tantangan
kehidupan di masa yang akan datang.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) satu di antaranya


diupayakan melalui pembangunan di bidang pendidikan, terutama melalui
pendidikan formal. Sementara itu, untuk memajukan dunia pendidikan upaya
yang dilakukan di antaranya meningkatkan prasarana dan sarana agar dapat
memperluas jangkauan pelayanan dan kesempatan kepada masyarakat dalam
memperoleh pendidikan.

Profil Kota Cirebon 2014 83


Tersedianya sarana dan prasarana pendidikan di Kota Cirebon merupakan
salah satu wujud nyata pembangunan dalam bidang pendidikan. Tahun
2013/2014 SD berjumlah 163, dengan jumlah guru sekitar 1.870 orang. SLTP
berjumlah 42, dengan jumlah guru 1.104 orang, di tingkat SMU terdapat 26 Sekolah
mempunyai guru + 834 orang. Di Sekolah Kejuruan (SMK) terdapat 27 Sekolah
dengan jumlah guru 902 orang. Untuk Madrasah Ibtidaiyah keagamaan di Kota
Cirebon tahun 2013/2014 berjumlah 20, dengan jumlah guru sekitar 256 orang. MTs
berjumlah 11, dengan jumlah guru 236 orang, di tingkat MA jumlahnya 7 Sekolah
mempunyai guru 170 orang.

84 Profil Kota Cirebon 2014


Grafik 4.1 Jumlah Sekolah per Kecamatan di
Kota Cirebon 2013

50
45
45 43

40

35 34
Jumlah Sekolah

30
27

25

20
15
15 14 14 15
13

10 9
7
6
5 5 5
5 4 44 4 4
3
2 2 2 2
1 1 1 1 11 1 1 111
0 0 0 0
0

SD SLTP SMU SMK MI MTs MA SLTP Tbuka

Profil Kota Cirebon 2014 85


Grafik 4.2 Perkembangan Angka Partisipasi Murni (APM)
SD/MI, SLTP/MTs dan SMU/MA/SMK di Kota Cirebon
2009/2010-2013/2014
700

600

500
Persentase

400

300

200

100

0
2009/2010 2010/2011 2011/2012 2013/2014
1. SD/MI 2. SMP/MTS 3. SMA/MA/SMK

86 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 4.1
Banyaknya Sekolah Rombel, Murid dan Guru
Sekolah Dasar (SD) Menurut Kecamatan Tahun 2009/2010-2013/2014
Number of School, Classroom, pupils and teachers
of elementary school by district 2009/2010-2013/2014

Rasio Murid
Kecamatan Sekolah Rombel Murid Guru
Terhadap Guru
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Harjamukti 43 325 11.081 483 23

2. Lemahwungkuk 27 184 5.582 292 19

3. Pekalipan 14 98 2.873 145 20

4. Kesambi 45 355 10.999 607 18

5. Kejaksan 34 215 7.495 343 22

Jumlah 2013/2014 163 1.177 38.030 1.870 20

2012/2013 163 1.919 38.964 1.919 20

2011/2012 160 1.154 38.599 1.853 21

2010/2011 162 1.145 39.191 1.856 21

2009/2010 160 1.134 39.328 1.886 21

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 87


Tabel 4.2
Banyaknya Sekolah, Rombel, Murid dan Guru Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama
(SLTP) Menurut Kecamatan Tahun 2009/2010-2013/2014
Number of School, Classroom, pupils and teachers of junior high school
by district 2009/2010-2013/2014

Rasio Murid
Kecamatan Sekolah Rombel Murid Guru
Terhadap Guru
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Harjamukti 7 146 5.367 264 20

2. Lemahwungkuk 13 194 6.426 374 17

3. Pekalipan 2 6 73 16 5

4. Kesambi 14 103 3.894 284 14

5. Kejaksan 6 102 3.725 166 22

Jumlah 2013/2014 42 551 19.485 1.104 18

2012/2013 40 535 18.750 1.123 16

2011/2012 40 506 18.092 1.145 16

2010/2011 40 506 18.047 1.106 16

2009/2010 40 510 17.817 1.072 17

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Cirebon

88 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 4.3
Banyaknya Sekolah, Rombel, Murid dan Guru
Sekolah Menengah Umum (SMU) Menurut Kecamatan Tahun 2009/2010-2013/2014
Number of School, Classroom, pupils and teachers of senior high school
by district 2009/2010-2013/2014

Rasio Murid
Kecamatan Sekolah Rombel Murid Guru
Terhadap Guru
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Harjamukti 2 47 1.709 105 16

2. Lemahwungkuk 4 51 1.318 118 11

3. Pekalipan - - - - -

4. Kesambi 15 172 5.444 421 13

5. Kejaksan 5 80 2.579 190 14

Jumlah 2013/2014 26 350 11.050 834 13

2012/2013 26 345 11.330 848 13

2011/2012 23 316 11.157 822 14

2010/2011 24 325 11.340 817 14

2009/2010 24 343 11.421 831 14

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 89


Tabel 4.4
Banyaknya Sekolah, Rombel, Murid dan Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Menurut Kecamatan Tahun 2008/2009-2012/2013
Number of School, Classroom, pupils and teachers of senior vocational high school
by district 2009/2010-2013/2014

Rasio Murid
Kecamatan Sekolah Rombel Murid Guru
Terhadap Guru
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Harjamukti 5 28 1.004 123 8

2. Lemahwungkuk 4 17 337 58 6

3. Pekalipan 1 9 171 27 6

4. Kesambi 15 215 6.472 614 11

5. Kejaksan 2 50 2.092 80 26

Jumlah 2013/2014 27 319 10.076 902 11

2012/2013 25 319 10.244 893 11

2011/2012 17 278 10.129 704 14

2010/2011 17 278 9.641 704 14

2009/2010 17 280 9.596 661 15

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Cirebon

90 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 4.5
Banyaknya Sekolah, Rombel, Murid dan Guru
Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Menurut Kecamatan Tahun 2009/2010-2013/2014
Number of School, Classroom, pupils and Teachers of Madrasah Ibtidaiyah (MI)
by district 2009/2010-2013/2014

Rasio Murid
Kecamatan Sekolah Rombel Murid Guru
Terhadap Guru
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Harjamukti 9 76 1.881 107 18

2. Lemahwungkuk 5 51 1.430 76 19

3. Pekalipan 4 35 719 54 13

4. Kesambi 1 6 76 12 6

5. Kejaksan 1 3 67 7 10

Jumlah 2013/2014 20 171 4.173 256 16

2012/2013 20 167 3.971 254 16

2011/2012 18 130 3.488 240 15

2010/2011 18 150 3.486 242 14

2009/2010 17 135 3.366 255 13

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 91


Tabel 4.6
Banyaknya Sekolah, Rombel, Murid dan Guru Sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs)
Menurut Kecamatan Tahun 2009/2010-2013/2014
Number of School, Classroom, pupils and teachers of Madarasah Tsanawiyah (MTs)
by district 2009/2010-2013/2014

Rasio Murid
Kecamatan Sekolah Rombel Murid Guru
Terhadap Guru
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Harjamukti 4 29 1.144 66 17
2. Lemahwungkuk 1 7 155 14 11
3. Pekalipan 1 8 299 20 15

4. Kesambi 4 28 789 83 10
5. Kejaksan 1 25 1.033 53 19

Jumlah 2013/2014 11 97 3.420 236 14


2012/2013 11 89 2.916 236 12
2011/2012 12 76 2.482 231 12
2010/2011 11 79 2.462 201 12

2009/2010 12 86 2.607 270 10

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Cirebon

92 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 4.7
Banyaknya Sekolah, Rombel, Murid dan Guru
Sekolah Madrasah Aliyah (MA) Menurut Kecamatan Tahun 2009/2010-2013/2014
Number of School, Classroom, pupils and teachers of Madrasah Aliyah (MA)
by district 2009/2010-2013/2014

Rasio Murid
Kecamatan Sekolah Rombel Murid Guru
Terhadap Guru
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Harjamukti 3 12 259 54 5

2. Lemahwungkuk - - - - -

3. Pekalipan 1 3 74 15 5

4. Kesambi 2 26 927 61 15

5. Kejaksan 1 21 807 40 20

Jumlah 2013/2014 7 62 2.067 170 12

2012/2013 7 59 2.080 173 12

2011/2012 7 49 1.808 164 11

2010/2011 7 51 1.856 164 11

2009/2010 6 51 1.640 146 11

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 93


Tabel 4.8
Banyaknya Sekolah, Rombel, Murid dan Guru Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama
Terbuka (SLTP Terbuka) Menurut Kecamatan Tahun 2009/2010-2013/2014
Number of School, Classroom, pupils and teachers of Open junior high school
by district 2009/2010-2013/2014

Rasio Murid
Kecamatan Sekolah Rombel Murid Guru
Terhadap Guru
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Harjamukti 1 5 150 26 6

2. Lemahwungkuk 1 3 43 25 2

3. Pekalipan - - - - -

4. Kesambi 1 3 46 23 2

5. Kejaksan - - - - -

Jumlah 2013/2014 3 11 239 74 3

2012/2013 3 13 324 80 4

2011/2012 3 35 455 62 7

2010/2011 3 13 437 62 7

2009/2010 3 14 523 74 7

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Cirebon

94 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 4.9
Banyaknya Sekolah Rombel, Murid dan Guru
Taman Kanak-Kanak (TK) Menurut Kecamatan Tahun 2009/2010-2013/2014
Number of School, Classroom, pupils and teachers of Kindergarten
by district 2009/2010-2013/2014

Rasio Murid
Kecamatan Sekolah Rombel Murid Guru
Terhadap Guru
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Harjamukti 26 106 1.167 113 10

2. Lemahwungkuk 9 39 684 56 12

3. Pekalipan 2 9 135 13 10

4. Kesambi 29 93 1.323 171 8

5. Kejaksan 18 40 646 87 7

Jumlah 2013/2014 84 287 3.955 440 9

2012/2013 81 484 3.823 409 9

2011/2012 68 196 3.436 350 10

2010/2011 76 233 3.461 364 10


2009/2010 72 208 3.800 375 10

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 95


Tabel 4.10
Angka Partisipasi Murni dan Angka Partisipasi Kasar
Tahun Ajaran 2010/2011-2013/2014 (persen)
Pure Paticipation Number and Crude Participation Number in Cirebon
2010/2011-2013/2014

Tingkat Sekolah
2009/2010 2010/2011 2011/2012 2013/2014
( APM / APK )
(1) (2) (3) (4) (5)

1. SD/MI

a. Angka Partisipasi Murni 99,83 116,16 114,65 581,71

b. Angka Partisipasi Kasar 136,36 137,46 134,42 675,90

2. SMP/MTS

a. Angka Partisipasi Murni 99,84 98,44 99,62 233,84

b. Angka Partisipasi Kasar 137,75 139,21 138,29 327,54

3. SMA/MA/SMK

a. Angka Partisipasi Murni 89,32 98,61 108,68 279,43

b. Angka Partisipasi Kasar 146,49 138,03 141,61 372,95

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Cirebon

96 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 4.11
Banyaknya Buta Huruf Usia 7 sampai 44 Tahun
Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin Tahun 2009-2013
Number of illiterate aged 7-44 year by Distric and sex 2009-2013

Kecamatan Laki-Laki Perempuan Jumlah

(1) (2) (3) (4)

1. Harjamukti - - -

2. Lemahwungkuk - - -

3. Pekalipan - - -

4. Kesambi - - -

5. Kejaksan - - -

Jumlah 2013 - - -

2012 - - -

2011 - 19 19

2010 - 19 19

2009 361 39 400

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 97


Tabel 4.12
Banyaknya Pendidikan Luar Sekolah Swasta Menurut Kecamatan Tahun 2009-2013
Number of private informal school by distric 2009-2013

Kecamatan Menjahit Mengemudi Komputer Akuntasi Bahasa Lainnya*


(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Harjamukti 1 1 - - 3 13

2. Lemahwungkuk - - 1 4 3 8

3. Pekalipan - - - - 2 10

4. Kesambi 5 4 6 2 12 24

5. Kejaksan - - 2 - 7 11

Jumlah 2013 6 5 9 6 27 66

2012 6 3 7 8 25 122

2011 - - - - - -

2010 4 4 11 3 26 -

2009 4 4 11 3 26 -
Sumber : Dinas Pendidikan Kota Cirebon

*Lainnya belum dapat dirinci per Kecamatan

98 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 4.13
Banyaknya Mahasiswa, Tenaga Edukasi, Kelulusan Perguruan Tinggi/Akademi,
Tahun 2012/2013-2013/2014
Number of Students, teachers and Graduates of Colleges/Universities In Cirebon
2012/2013-2013/2014

2012/2013 2013/2014
No Nama Perguruan
Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
Tinggi/Akademi
Maha Tenaga Kelulusan Maha Tenaga Kelulusan
siswa Edukasi siswa Edukasi
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1 UNTAG Cirebon NA NA NA

2 UNSWAGATI NA NA NA 9.596 29 1.090

3 IAIN Syekh Nurjati 1.560 284 1.409 1.442 279 1.299

Sumber : Perguruan Tinggi/Akademi Na : Not Answer/ Data Tidak Tersedia

Profil Kota Cirebon 2014 99


Tabel 4.14
Banyaknya Mahasiswa, Tenaga Edukasi, Kelulusan Kampus UNTAG Cirebon
Tahun 2012/2013-2013/2014
Number of Students, teachers and Graduates of UNTAG Universities In Cirebon
2012/2013-2013/2014

2012/2013 2013/2014
No
Nama Fakultas Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
Maha Tenaga Kelulusan Maha Tenaga Kelulusan
siswa Edukasi siswa Edukasi
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1 Ekonomi 1.021 43 168

2 Hukum 1.324 45 225

3 FISIP 521 37 97

4 Perikanan 65 22 7

5 Teknik 369 43 48

6 Pasca Sarjana. 246 23 56

Jumlah 3546 213 601

Sumber : Universitas Tujuh Belas Agustus 1945, Cirebon

100 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 4.15
Banyaknya Mahasiswa, Tenaga Edukasi, Kelulusan Kampus UNSWAGATI Cirebon
Tahun 2012/2013-2013/2014
Number of Students, teachers and Graduates of UNSWAGATI Universities In
Cirebon 2012/2013-2013/2014

2012/2013 2013/2014
No
Nama Fakultas Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
Maha Tenaga Kelulusan Maha Tenaga Kelulusan
siswa Edukasi siswa Edukasi
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1 Hukum 183 - 74 678 - 88

2 Ekonomi 745 3 95 2.598 3 100


Keguruan dan Ilmu
3 1000 7 779 4.743 7 656
Pendidikan

4 Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 203 - 17 708 - 25

5 Pertanian 86 1 10 381 1 110

6 Teknik 111 15 16 487 15 26

7 Kedokteran 75 - - - - 27

8 Pasca Sarjana 164 - 23 - - 110

JUMLAH 2.567 29 1.014 9.596 29 1.090

Sumber : Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 101


Tabel 4.16
Banyaknya Mahasiswa, Tenaga Edukasi, Kelulusan Kampus IAIN SYEKH NURJATI
Cirebon
Tahun 2012/2013-2013/2014
Number of Students, teachers and Graduates of IAIN SYEKH NURJATI Universities In
Cirebon 2011/2012-2012/2013

2012/2013 2013/2014
No
Nama Fakultas Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
Maha Tenaga Kelulusan Maha Tenaga Kelulusan
siswa Edukasi siswa Edukasi
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1 Ekonomi Islam 307 45 155 271 45 157

2 Dakwah 239 46 41 241 44 62

3 Tarbiyah 834 144 885 816 141 944

4 Pasca Sarjana 157 53 117 114 49 136

Sumber : IAIN SYEKH NURJATI, Cirebon


Na : Not Answer/ Data Tidak Tersedia

102 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 4.17
Perkembangan Angka Partisipasi Sekolah (APS) Kota Cirebon
Tahun 2012-2013
Tahun
No. Jenjang Pendidikan
2012 2013
1. SD/MI
1.1 Jumlah murid SD usia 7-12 tahun 33.625 32.690
1.2 Jumlah murid MI usia 7-12 tahun 3.318 3.632
1.3 Jumlah murid SMP usia < 13 tahun 5.612 4.821
1.4 Jumlah murid MTs usia < 13 tahun 530 669
Total 43.085 41.821
1.5 Jumlah penduduk kelompok usia 7-12
NA 38.842
tahun
2. SMP/ MTS 2012 2013
2.1 Jumlah murid SMP usia 11.949 13.949
13-15 tahun
2.2 Jumlah murid MTs usia 2.238 2.574
13-15 tahun
2.3 Jumlah murid SMA/SMK < 16 tahun 6.014 5.107
2.4 Jumlah murid MA usia < 16 tahun 495 406
Total 20.696 22.036
2.5 Jumlah penduduk kelompok usia 13-15
NA 19724
tahun
3. SMA/SMK/MA 2012 2013
3.1 Jumlah murid SMA/SMK usia 16-18 15.245 15.532
tahun
3.2 Jumlah murid MA usia 16 – 18 tahun 1.507 1.595
Total
3.3 Jumlah penduduk kelompok usia 16-18
NA 19322
tahun
Sumber : Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Tahun 2012.

Profil Kota Cirebon 2014 103


Tabel 4.18
Ketersediaan Sekolah dan Penduduk Usia Sekolah Kota Cirebon
Tahun 2012-2013

Tahun
No. Jenjang Pendidikan
2012 2013

1. SD/MI

1.1 Jumlah gedung sekolah 183 183

1.2 Jumlah penduduk kelompok


NA 38.842
usia 7-12 tahun

2. SMP/MTS

2.1 Jumlah gedung sekolah 54 56

Jumlah penduduk kelompok


2.2 NA 19.724
usia 13-15 tahun

3. SMA/SMK/MA

3.1 Jumlah gedung sekolah 58 60

Jumlah penduduk kelompok


3.2 NA 19.322
usia 16-18 tahun
Sumber : Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Tahun 2013

104 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 4.19
Jumlah Guru dan Murid Jenjang Pendidikan Dasar Kota Cirebon
Tahun 2012 -2013

Jenjang Tahun
No.
Pendidikan 2012 2013

1. SD/MI

1.1 Jumlah Guru 2.319 2.126

1.2 Jumlah Murid 36.322 42.203

2. SMP/ MTS

2.1 Jumlah Guru 1.467 1.414

2.2 Jumlah Murid 16.523 42.203

3. SMA/SMK/MA

3.1 Jumlah guru 1.966 5.643

3.2 Jumlah murid 17.127 23.193

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Tahun 2011

Profil Kota Cirebon 2014 105


Tabel 4.20
Kondisi Ruang Kelas Baik Berdasarkan Jenjang Pendidikan
di Kota Cirebon Tahun 2012-2013

Tahun
No. Jenjang Pendidikan
2012 2013

1. SD/MI
1.1 Jumlah ruang kelas kondisi baik 949 949
1.2 Jumlah ruang kelas kondisi rusak 285 283
1.3 Jumlah seluruh ruang kelas 1.234 1.232
1.4 % ruang kelas kondisi baik 77% 77%
1.5 % ruang kelas kondisi rusak 23% 23%
2. SMP/MTs

2.1 Jumlah ruang kelas kondisi baik 639 607


2.2 Jumlah ruang kelas kondisi rusak 83 83
2.3 Jumlah seluruh ruang kelas 722 690

2.4 % ruang kelas kondisi baik 89% 88%


2.5 % ruang kelas kondisi rusak 11% 12%

3. SMA/SMK/MA
3.1 Jumlah ruang kelas kondisi baik 668 668

3.2 Jumlah ruang kelas kondisi rusak 30 30


3.3 Jumlah seluruh ruang kelas 698 698
3.4 % ruang kelas kondisi baik 96% 96%
3.5 % ruang kelas kondisi rusak 4% 4%
Sumber : Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Tahun 2013

106 Profil Kota Cirebon 2014


Kesehatan dan
5 Keluarga Berencana
Health and Family Planning
BAB V
KESEHATAN DAN KELUARGA BERENCANA
CHAPTER V
HEALTH AND FAMILY PLANNING

A
gar derajat kesehatan masyarkat dapat terus meningkat, maka perlu
diupayakan terus menerus pembangunan di bidang kesehatan.
Dengan harapan semua lapisan masyarakat dapat memperoleh
pelayanan kesehatan secara merata dan murah. Demikian pula
halnya dengan Pemda Kota Cirebon yang telah mencanangkan program Kota
Cirebon Sehat. Berupaya terus melakukan pembangunan di bidang kesehatan
dengan melakukan berbagai program-program pembangunan.

Diantaranya adalah dengan menyediakan prasarana dan sarana


kesehatan, agar jangkauan pelayanan kesehatan makin meluas sehingga semua
lapisan social-ekonomi masyarakat dapat dilayani dengan biaya yang terjangkau.
Disisi lain dilakukan pula penyuluhan dan edukasi terhadap masyarakat akan
pentingnya pencegahan penyakit dan pola hidup sehat.

Pada tahun 2013 di Kota Cirebon telah tersedia sekitar 7 rumah sakit umum,
2 rumah sakit bersalin, 22 Puskesmas, 15 Puskemas Pembantu, 21 Puskesmas
Keliling, serta 91 Apotik, dan 36 Toko Obat. Dengan jumlah tenaga medis seperti
dokter spesialist sekitar 89 orang, dan 133 dokter umum, 41 dokter gigi, 1.080
perawat, serta 415 bidan. Jumlah tenaga medis ini cenderung terus mengalami
peningkatan dari tahun ke tahun sebagaimana dapat dilihat dari Grafik 5.1
kecuali dokter gigi yang mengalami penurunan.

Tingkat kesehatan suatu kelompok masyarakat dapat dilihat dari berbagai


macam indikator. Salah satu indikator yang dapat di gunakan untuk mengukur hal
tersebut adalah jumlah kematian bayi yang terjadi. Grafik 5.2. memberikan

Profil Kota Cirebon 2014 109


informasi jumlah kematian bayi di Kota Cirebon dari tahun 2010-2013. Dari grafik
tersebut dapat dilihat bahwa Jumlah Kematian bayi di Kota Cirebon mengalami
turun naik. Tahun 2011, terdapat 67 kasus kematian bayi. Angka ini jauh lebih besar
dari kasus yang terjadi di tahun 2010 yang mencapai 52 kasus.

Masa depan sebuah bangsa terletak pada kualitas generasi penerusnya.


Generasi yang sehat dan kuat mencerminkan masa depan yang baik. Sebaliknya,
generasi yang buruk kualitas kesehatannya mencerminkan masa depan yang
buruk pula. Grafik 5.3. menggambarkan perkembangan jumlah balita gizi buruk di
kota Cirebon tahun 2011-2013. Dari grafik tersebut dapat dilihat bahwa jumlah
balita gizi buruk di kota cirebon masih cukup tinggi. Tahun 2011 terdapat 241 kasus,
tahun 2012 ada 226, dan tahun 2013 terdapat 235 kasus bayi gizi buruk.

110 Profil Kota Cirebon 2014


Grafik 5.1 Banyaknya Tenaga Medis dan
Paramedis Di Kota Cirebon Tahun 2010 -2013
1200

1000

800

600

400

200

0
Dokter Dokter Umum Dokter Gigi Perawat Bidan
Spesialis

2010 2011 2012 2013

Profil Kota Cirebon 2014 111


Grafik 5.2 Perkembnagan Jumlah
Kematian bayi Di Kota Cirebon Tahun
2010 - 2013
80
67
70
61
60
52
50

40

30

20 15

10

0
2010 2011 2012 2013

Jumlah Bayi

112 Profil Kota Cirebon 2014


Grafik 5.3 Perkembangan Jumlah Balita Gizi
Buruk di Kota Cirebon Tahun 2011 - 2013
245
241

240

235
235

230
226

225

220

215
2011 2012 2013

Balita Gizi Buruk

Profil Kota Cirebon 2014 113


Tabel 5.1
Sarana Kesehatan dan Jenisnya Tahun 2009-2013
Number of Health centers and Type 2009-2013

Rumah Rumah Sakit


Puskesmas/ Toko
Tahun Sakit Bersalin/ Apotik
Pustu/Pusling Obat
Umum RS Khusus
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

2013 7 2 22/15/21 91 36

2012 6 4 22/16/20 83 31

2011 6 4 21/16/20 79 28

2010 6 4 22/16/20 85 27

2009 6 4 21/15/20 81 31

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Cirebon

114 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 5.2
Banyaknya Tenaga Medis dan Paramedis Tahun 2010-2013
Number of Health Personel 2010-2013

Tenaga Medis dan Paramedis 2010 2011 2012 2013


(1) (2) (3) (4) (5)

1. Dokter Spesialis 152 67 68 89

2. Dokter Umum 118 129 122 133

3. Dokter Gigi 45 46 42 41

4. Apoteker (+ Apotik) 15 92 126 37

5. Sarjana Kesehatan Lainnya

a. S.K. Masyarakat 43 56 47 43

b. S.K. Gizi 5 48 52 51

c. Kes.Lingkungan (D1+D3) 45 45 61 33

6. Paramedis Perawatan

a. Perawat 330 952 659 1.080

b. Bidan 208 273 223 415

7. Paramedis Nonperawatan - - 126 -

8. Paramedis Pembantu - - - -

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 115


Tabel 5.3
Banyaknya Rumah Sakit dan Tempat Tidur Tahun 2010-2013
Number of Hospitals and beds 2010-2013

Tahun Rumah Sakit Tempat Tidur

(1) (2) (3)

2013 10 959

2012 10 932

2011 10 917

2010 10 917

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Cirebon

116 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 5.4
Rumah Sakit Menurut Jenis, Pemilikan, Kelas dan
Jumlah Tempat Tidur Tahun 2013
Hospital by kind of hospital, owner, class and beds 2013

Kel Jumlah Jumlah Pasien Keluar Jumlah


Rumah Sakit Umum/ Jumla
as Hari Hari Lama Pasien
Khusus h TT RS Hdp Mati
RS Perawatan Dirawat Keluar
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. RS Umum
a. Pemerintah
1.RSUD Gn Jati B 305 86.792 21.785 18.955 1.414 20.369

2. RST Ciremai B 175 47.437 23.793 12.642 461 13.103


b. Swasta
1. RS Pelabuhan C 113 26.690 6.782 7.392 322 7.714

2. RS Budi Luhur D 50 1.690 2.525 491 - 491


2. RS Khusus
1. RSB PAD C 28 1.726 1.715 636 - 636

2. RSU P.Bahagia C 80 16.161 16.538 5.508 121 5.629

3. RSIA S Kasih C 93 12.340 16.055 4.860 50 4.910

4. RSU Budi Asta D 50 - 520 - - -

5. RSB Muhammadiyah C 25 2.205 697 829 - 829

6. RSK.Bedah Medimas C 40 3.017 541 692 - 692

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 117


Tabel 5.5
Banyaknya Penduduk Yang Diimunisasi
dan Jenis Imunisasi Di Kota Cirebon Tahun 2010-2013
Number of Immunized People by districs and kind of immunitation 2010-2013

Jenis Imunisasi
Tahun DPT I+ DPT II+
Polio Campak BCG TT I TT II
HB1 HB3
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7 (8)

2013 4.886 4.791 5.266 5.418 5.096 3.197 3.037

2012 5.225 5.242 5.389 5.381 5.193 4.978 4.528

2011 4.942 5.106 5.462 5.160 4.997 6.450 5.836

2010 5.107 5.012 5.412 5.317 5.130 1.169 5.530

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Cirebon

118 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 5.6
Jumlah Balita Dan Balita Gizi Buruk Menurut Kecamatan
di Kota Cirebon tahun 2010-2013
Number of Infant and Low Nutrition Infant by District in Cirebon 2010-2013

2010 2011 2012 2013


Kecamatan Balita Balita Balita Balita
Balita Gizi Balita Gizi Balita Gizi Balita Gizi
Buruk Buruk Buruk Buruk
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

Harjamukti NA NA 7.567 51 8.139 95 7.971 102

Lemahwungkuk NA NA 4.025 57 4.198 35 4.151 42

Pekalipan NA NA 1.885 27 1.885 13 1.785 22

Kesambi NA NA 4.381 22 4.632 30 4.549 42

Kejaksan NA NA 3.052 31 3.168 53 3.124 27

Jumlah NA NA 20.910 241 22.022 226 21.580 235

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 119


Tabel 5.7
Jumlah Kematian Bayi per Kecamatan di Kota Cirebon Tahun 2010-2013
Number of Infant Mortality by District in Cirebon 2010-2013

Kecamatan 2010 2011 2012 2013


(1) (2) (3) (4) (5)

Harjamukti 25 27 20 8

Lemahwungkuk 14 14 13 3

Pekalipan 3 6 8 2

Kesambi 8 12 13 1

Kejaksan 2 8 7 1

Jumlah 52 67 61 15

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Cirebon

120 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 5.8
Jumlah Kematian Bayi Baru Lahir (Neonatal) Berdasarkan Penyebab kematian
Di Kota Cirebon Tahun 2010-2013
Number of Neonatal Death by Cause of Death in Cirebon 2010-2013

Penyebab
2010 2011 2012 2013
Kematian
(1) (2) (3) (4) (5)

BBLR NA 10 NA NA

Asfixia NA 13 NA NA

ISPA- infeksi
NA 24 NA NA
Aspirasi

Respirasi Disstress NA - NA NA

Cacat Bawaan
NA - NA NA
dan premature

Lain-lain NA - NA NA

Jumlah NA 47 NA NA

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 121


Tabel 5.9
Jumlah Kematian Ibu Bersalin per Kecamatan di Kota Cirebon Tahun 2010-2013
Number of Maternal Delivery by Distric in Cirebon 2010-2013

Kecamatan 2010 2011 2012 2013


(1) (2) (3) (4) (5)

Harjamukti NA 2 0 1

Lemahwungkuk NA 0 0 0

Pekalipan NA 1 0 0

Kesambi NA 0 0 2

Kejaksan NA 0 0 0

Jumlah NA 3 3 3

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Cirebon

122 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 5.10
Jumlah Kematian Ibu Berdasarkan Penyebab di Kota Cirebon Tahun 2010-2013
Number of Maternal Mortality by Cause of Death in Cirebon 2010-2013

Penyebab
2010 2011 2012 2013
Kematian
(1) (2) (3) (4) (5)

Hamil NA NA 0 0

Bersalin NA NA 0 3

Nifas NA NA 3 0

Jumlah NA NA 3 3

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 123


Tabel 5.11
Banyaknya Petugas Pelayanan Keluarga Berencana (KB)
Menurut Kecamatan Tahun 2013
Number of Family Planning Personnels by Districs in Cirebon 2013

Kecamatan PLKB/PKB Dokter Bidan


(1) (2) (3) (4)

1. Harjamukti 2 8 17

2. Lemahwungkuk 2 1 5

3. Pekalipan 2 3 4

4. Kesambi 3 6 11

5. Kejaksan 1 8 9

Jumlah 9 26 46

Sumber : Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan


Keluarga Berencana Kota Cirebon

124 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 5.12
Banyaknya Akseptor KB Aktif dan Drop Out Menurut Kecamatan Tahun 2013
Number of Active Acceptors and Drop Out by Districs in Cirebon 2013

Persentase
Kecamatan Akseptor KB Aktif Drop Out
Drop Out
(1) (2) (3) (4)

1. Harjamukti 11.767 564 4,79

2. Lemahwungkuk 5.929 379 6,40

3. Pekalipan 2.807 333 11,86

4. Kesambi 7.392 538 7,28

5. Kejaksan 4.290 328 7,64

Jumlah 32.185 2.142 6,65

Sumber : Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan


Keluarga Berencana Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 125


Tabel 5.13
Jumlah PUS, Peserta KB Aktif Menurut Alat Kontrasepsi Yang Dipergunakan
Menurut Kecamatan Tahun 2013
Number of PUS and Active Acceptors by Type of contraception and Districs in
Cirebon 2013

Peserta KB Aktif Akseptor


Jumlah Terhadap
Kecamatan Impla MOP/ Lain Jum
PUS IUD Suntik Pil PUS
nt MOw nya lah %
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

1. Harjamukti 14.628 1.626 7.113 484 35/8 1.265 423 11.767 80,45
10
2. Lemahwungkuk 7.327 585 3.586 543 32/4 626 96 5.929 80,92
61
3. Pekalipan 3.695 397 2.553 85 9/32 380 69 3.813 75,97
0
4. Kesambi 9.404 1.408 4.051 431 16/5 64 156 6.681 78,60
55
5. Kejaksan 5.394 613 2.553 200 11/3 416 123 4.290 79,53
74

103/
Jumlah 40.448 4.629 19.856 1.743 2.751 867 32.480 80,30
2.520

Sumber : Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan


Keluarga Berencana Kota Cirebon

126 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 5.14
Jumlah Keluarga Menurut Tahapan Keluarga Sejahtera Tahun 2013
Number of Family by wealth Family Step and Special Villages 2013

Pra Sejahtera
Kecamatan/
Kelurahan Non Alasan
Alasan Ekonomi Jumlah
Ekonomi
(1) (2) (3) (4)
I. Harjamukti 2.593 100 2.693
1. Argasunya 1.053 22 1.075
2. Kalijaga 979 19 998
3. Harjamukti 306 4 310
4. Kecapi 162 6 168
5. Larangan 93 49
II. Lemahwungkuk 1.607 71 1.678
1. Pegambiran 415 22 437
2. Kesepuhan 674 10 684
3. Lemahwungkuk 199 31 230
4. Panjunan 319 8 327
III. Pekalipan 818 33 851
1. Pekalipan 93 12 105
2. Pulasaren 346 7 353
3. Jagasatru 204 8 212
4. Pekalangan 175 6 181
IV. Kesambi 1.871 55 1.926
1. Karyamulya 829 10 830
2. Sunyaragi 401 31 432
3. Drajat 85 6 91
4. Kesambi 182 2 184
5. Pekiringan 374 6 380
V. Kejaksan 1.478 43 1.521
1. Kejaksan 568 2 570
2. Sukapura 185 6 191
3. Kebonbaru 94 1 95
4. Kesenden 631 34 665

Sumber : Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan


Keluarga Berencana Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 127


Tabel 5.14(lanjutan)

Keluarga Sejahtera I
Kecamatan/
Kelurahan Non Alasan
Alasan Ekonomi Jumlah
Ekonomi
(1) (2) (3) (4)
I. Harjamukti 1.921 2.525 4.446
1. Argasunya 642 505 1.147
2. Kalijaga 390 818 1.208
3. Harjamukti 540 394 934
4. Kecapi 254 436 690
5. Larangan 95 372 467
II. Lemahwungkuk 1.885 2.079 3.964
1. Pegambiran 371 870 1.241
2. Kesepuhan 679 456 1.135
3. Lemahwungkuk 447 319 766
4. Panjunan 388 434 822
III. Pekalipan 1.409 900 2.309
1. Pekalipan 493 94 587
2. Pulasaren 179 139 318
3. Jagasatru 493 371 864
4. Pekalangan 244 296 540
IV. Kesambi 2.478 1.532 4.010
1. Karyamulya 391 472 863
2. Sunyaragi 168 418 586
3. Drajat 1.124 77 1.201
4. Kesambi 642 214 856
5. Pekiringan 153 351 504
V. Kejaksan 1.850 761 2.611
1. Kejaksan 101 232 333
2. Sukapura 870 89 959
3. Kebonbaru 512 103 615
4. Kesenden 367 337 704

Sumber : Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan


Keluarga Berencana Kota Cirebon

128 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 5.14(lanjutan)

Keluarga Sejahtera
Kecamatan/
Kelurahan
II III III+

(1) (2) (3) (4)


I. Harjamukti 3.754 7.518 6.242
1. Argasunya 379 780 879
2. Kalijaga 1.071 1.887 1.748
3. Harjamukti 1.494 1.098 1.681
4. Kecapi 497 2.203 669
5. Larangan 313 1.550 1.265
II. Lemahwungkuk 2.201 4.365 865
1. Pegambiran 485 2.156 244
2. Kesepuhan 929 919 266
3. Lemahwungkuk 642 406 38
4. Panjunan 155 875 317
III. Pekalipan 1.504 2.202 938
1. Pekalipan 597 526 96
2. Pulasaren 529 578 123
3. Jagasatru 229 767 318
4. Pekalangan 149 331 401
IV. Kesambi 2.999 5.330 3.060
1. Karyamulya 909 1.604 1.325
2. Sunyaragi 301 977 664
3. Drajat 1.002 1.199 214
4. Kesambi 400 542 341
5. Pekiringan 387 1.008 516
V. Kejaksan 1.676 3.073 1.882
1. Kejaksan 159 410 805
2. Sukapura 634 1.085 433
3. Kebonbaru 322 845 164
4. Kesenden 561 733 480

Sumber : Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan


Keluarga Berencana Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 129


Tabel 5.15
Jumlah Keluarga dan Keluarga Miskin di Kota Cirebon Tahun 2013
Number of Family and Poor Family in Cirebon 2013

Kecamatan/
Jumlah Keluarga Keluarga Miskin Persentase
Kelurahan
(1) (2) (3) (4)
I. Harjamukti
1. Argasunya 4.260 2.222 52,16
2. Kalijaga 6.912 2.206 31,91
3. Harjamukti 4.517 1.244 27,54
4. Kecapi 5.227 858 16,41
5. Larangan 3.737 609 16,30
II. Lemahwungkuk
1. Pegambiran 4.572 1.678 36,70
2. Kesepuhan 3.923 1.819 46,37
3. Lemahwungkuk 2.082 996 47,84
4. Panjunan 2.496 1.149 46,03
III. Pekalipan
1. Jagasatru 2.390 692 28,95
2. Pulasaren 1.901 671 35,30
3. Pekalipan 1.911 1.076 56,30
4. Pekalangan 1.602 721 45,01
IV. Kesambi
1. Karyamulya 5.540 1.693 30,56
2. Sunyaragi 2.960 1.018 34,39
3. Drajat 3.707 1.292 34,85
4. Kesambi 2.323 1.040 44,77
5. Pekiringan 2.795 884 31,63
V. Kejaksan
1. Kejaksan 2.277 903 39,66
2. Kebon Baru 2.041 1.150 56,34
3. Sukapura 3.302 710 21,50
4. Kesenden 3.143 1.369 43,56
JUMLAH 73.618 26.000 35,32

Sumber : Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan


Keluarga Berencana Kota Cirebon

130 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 5.16
Rasio Puskesmas, Balai Pengobatan dan Puskesmas Pembantu
di Kota Cirebon Tahun 2012-2013

Tahun
No. Uraian
2012 2013

1. Jumlah Puskesmas 22 22

2. Jumlah Balai Pengobatan 11 13

3. Jumlah Pustu 15 15

Jumlah 1 s/d 3 48 50

4. Jumlah penduduk 301.720 304.313

Rasio Puskesmas per satuan penduduk 0,0072 0,0072


Rasio Balai Pengobatan per satuan
0,0036 0,0042
penduduk
Rasio Pustu per satuan penduduk 0,005 0,0049
Rasio Puskesmas, Balai Pengobatan dan
0,0159 0,0164
Pustu per satuan penduduk
5. Jumlah kecamatan 5 5

6. Jumlah kelurahan 22 22

7. Rasio Puskesmas per kecamatan. 440 440

Sumber : Kota Cirebon Dalam Angka Tahun 2012

Profil Kota Cirebon 2014 131


Tabel 5.17
Jumlah dan Rasio Dokter per Satuan Penduduk Kota Cirebon
Tahun 2012-2013

Tahun
No. Uraian
2012 2013

1. Jumlah dokter 227 263

2. Jumlah penduduk 301.720 304.313

Rasio dokter per 1.000


3. 75,2 86,4
penduduk

Rasio dokter terhadap


4. 0,075 0,086
penduduk

Sumber : Kota Cirebon Dalam Angka Tahun 2013

132 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 5.18
Jumlah Posyandu dan Balita di Kota Cirebon
Tahun 2012-2013

Tahun
No. Uraian
2012 2013

1. Jumlah Posyandu 325 329

2. Jumlah Balita 22.152 22.075

3. Rasio 1,467 1,490

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Cirebon : 2013

Profil Kota Cirebon 2014 133


Tabel 5.19
Persentase Keadaan Gizi Balita Kota Cirebon
Tahun 2012-2013

Tahun
No. Uraian
2012 2013

1. Jumlah Balita seluruhnya 22152 22075

2. Jumlah Balita gizi kurang 2216 2278

3. Jumlah Balita gizi buruk 226 225

4. Persentase balita gizi kurang 10,06 10,32

5. Persentase balita gizi buruk 1,03 1,02

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Cirebon.

134 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 5.20
Jumlah Kematian Ibu di Kota Cirebon Tahun 2012-2013

Tahun
No. Uraian
2012 2013

Jumlah kematian ibu


1. 3/5541 3/5540

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Cirebon.

Profil Kota Cirebon 2014 135


Tabel 5.21
Jumlah Kematian Bayi Kota Cirebon Tahun 2012-2013

Tahun
No. Uraian
2012 2013

1. Jumlah kematian bayi 51/5504 39/5416

2. Jumlah lahir hidup 5.504 5.416

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Cirebon.

136 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 5.22
Pencapaian Peserta KB Aktif di Kota Cirebon
Tahun 2012 – 2014

Tahun
No. Uraian
2012 2013 2014*

1. Jumlah PUS 43.066 40.446 40.707

2. Jumlah PUS peserta KB Aktif 33.618 32.185 32.571

3. Jumlah PUS tidak ikut KB 9.448 8.261 8.136

Rata-rata jumlah anak Per


4. 3,54 3,53 3,53
Keluarga

Sumber : BPMPPKB Kota Cirebon


*)Keadaan sampai Oktober 2014

Profil Kota Cirebon 2014 137


138 Profil Kota Cirebon 2014
Sosial dan Lingkungan
6 Civil Society and environment
BAB VI
SOSIAL DAN LINGKUNGAN
CHAPTER VI
CIVIL SOCIETY AND ENVIROMENT

S
Ituasi aman dan tertib di dalam kehidupan masyarakat sangat
diperlukan. Dengan keamanan dan ketertiban yang Kondusif akan
meningkatkan produktifitas masyarakat.

Tabel 6.1. menampilkan jumlah narapidana di kota Cirebon berdasarkan


berdasarkan putusan pengadilan menurut jenis pelanggaran tahun 2013. Dari
grafik tersebut dapat kita lihat bahwa jenis pelanggaran yang terbanyak adalah
Kesusilaan terhadap anak yang mencapai 199 orang narapidana. Kemudian
disusul jumlah narapidana Pembunuhan sebanyak 167 orang dan perampokan
sebanyak 38 orang.

Penerbitan Akte oleh Kantor Catatan Sipil sangat penting untuk


memberikan indentitas seorang individu agar keberadaanya diakui oleh negara,
seperti akte kelahiran untuk seorang anak sangat penting, baik untuk urusan
masuk sekolah maupun hal-hal yang lain. Dari Tabel 6.5. tercatat akte kelahiran
yang diterbitkan pada tahun 2011 sebanyak 8.360 akte, kemudian di tahun 2012
turun menjadi 6.024 akte, dan pada tahun 2013 jumlah akte kelahirkan yang
diterbitkan meningkat menjadi 9.427 akte.
Indikator makin membaiknya tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat
diantaranya adalah semakin mudahnya masyarakat melakukan ibadah menurut
agama yang dianutnya. Untuk kemudahan tersebut diantaranya tersedia tempat
untuk melakukan ibadah. Pada tahun 2013 di Kota Cirebon terdapat 267 masjid,
22 gereja, 1 pura, 5 vihara dan 1 kelenteng.

Profil Kota Cirebon 2014 141


Grafik 6.1 Jumlah Narapidana Berdasarkan
Putusan Pengadilan Menurut Jenis
Kejahatan/Pelanggaran di LP Kelas I Kesambi
250

199
200
167

150

100

50 38
30 27
19
10
0

Jenis Pelanggaran

142 Profil Kota Cirebon 2014


Grafik 6.2 Banyaknya Penerbitan Akte Catatan
Sipil di Kota Cirebon Tahun 2011 - 2013
10,000 9,427

9,000
8,360
8,000

7,000
6,024
6,000

5,000

4,000

3,000

2,000

1,000
215 149 186 364 437 446
18 28 24
0
Kelahiran Perkawinan Perceraian Kematian

2011 2012 2013

Profil Kota Cirebon 2014 143


Tabel 6.1
Jumlah Narapidana Berdasarkan Putusan Pengadilan
Menurut Jenis kejahatan/pelanggaran di LP Kelas I Kesambi
Number of Conviction in Civil Court by type of Criminal
Jenis Kelamin
Jenis Kejahatan dan Pelanggaran
Laki-laki Perempuan Jumlah

(1) (2) (3) (4)

1. Terhadap Ketertiban 19 - 19

2. Kesusilaan Terhadap Anak 199 - 199


3. Penyuapan - - -
4. Mata uang 1 - 1
5. Memalsu materai/surat - - -
6. Kesusilaan 10 - 10
7. Perjudian - - -
8. Penculikan 3 - 3
9. Pembunuhan 167 - 167
10. Penganiayaan 5 - 5
11. Kelalaian 1 - 1
12. Pencurian 27 - 27
13. Perampokan 38 - 38
14. Memeras/Mengancam 1 - 1
15. Penggelapan 8 - 8
16. Penipuan 8 - 8
17. KDRT 5 - 5
18. Perompakan/Pembajakan Laut - - -
19. Penadahan 3 - 3
20. Narkotika 30 - 30
21. Psikotropika - - -
22. Korupsi 2 - 2
23. Senjata Api/Tajam 1 - 1
Sumber : Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cirebon

144 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 6.2
Jumlah Narapidana Berdasarkan Putusan Pengadilan
Menurut Jenis kejahatan/pelanggaran di di Rutan Benteng Tahun 2012
Number of Conviction in Civil Court by type of Criminal 2012

Jenis Kelamin
Jenis Kejahatan dan Pelanggaran
Laki-laki Perempuan Jumlah
(1) (2) (3) (4)

1. Terhadap Ketertiban
17 - 17
2. Pembakaran 2 - 2
3. Mata uang 4 - 4
4. Memalsu materai/surat 4 - 4
5. Kesusilaan 5 - 5
6. Perjudian 39 3 42
7. Penculikan - - -
8. Pembunuhan 6 1 7
9. Penganiayaan 10 1 11
10. Pencurian 80 2 82
11. Perampokan 1 - 1
12. Memeras/Mengancam - - -
13. Penggelapan 30 3 33
14. Penipuan 23 5 28
15 Merusak barang - - -
16. Dalam Jabatan - - -
17. Penadahan - - -
18. Narkotika 4 - 4
19. Psikotropika 73 2 75
20. Korupsi 5 - 5
21 Kenakalan - - -
Jumlah 303 17 320

Sumber : Rutan Benteng

Profil Kota Cirebon 2014 145


Tabel 6.3
Jumlah Tahanan menurut Status dan Jenis Kelamin di Rutan Benteng Tahun 2013
Number of Conviction in Civil Court by age and sex 2013

Status Laki-Laki Perempuan Jumlah

(1) (2) (3) (4)

1. Dalam pemeriksaan Kejaksaan 30 3 32

2. Dalam Pemeriksaan pihak hakim 133 7 140


pertama

5 - 5
3. Dengan surat keputusan yang masih
dapat dirubah

Jumlah 168 10 178

Sumber : Rutan Benteng

146 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 6.4
Jumlah Narapidana Berdasarkan Putusan Pengadilan
Menurut Lama Dipenjara/Dikurung dan Jenis Kelamin di Rutan Benteng Tahun 2013
Number of Conviction in Civil Court by period of sentence and sex 2013

Laki-Laki dan
Lama Dipenjara/Dikurung Laki-Laki Perempuan
Perempuan

(1) (2) (3) (4)

1. Dipidana
Mati - - -

Seumur Hidup 1 - 1

Lebih dari 1 tahun 103 5 108

3 bln s/d 1 tahun 68 - 68

Kurang Dari 3 bulan 1 - 1

2. Dikurung

Pidana Kurungan - - -
Pidana Denda - - -

3. JUMLAH RESIDIVIST 35 - 35

Jumlah 208 5 213


Sumber : Rutan Benteng

Profil Kota Cirebon 2014 147


Tabel 6.5
Banyaknya Penerbitan Akte-Akte Catatan Sipil di Kota Cirebon 2011-2013
Number of Civil Publishing in Cirebon 2011-2013

2011 2012 2013


No Jenis Akte
WNI WNA WNI WNA WNI WNA
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1 Kelahiran 8.360 - 6.024 - 9.427 -

2 Perkawinan 215 - 149 - 186 -

3 Perceraian 18 - 28 - 24 -

4 Kematian 364 - 437 - 446 -

5 Pengesahan Anak 6 - - - - -

6 Pengangkatan 1 - 4 - 5 -
Anak
7 Perubahan Nama - - 40 - 49 -

8 Kutipan Kedua 165 - 182 - 239 -

9 Ganti Nama 39 - - - - -

10 Salinan Kutipan II - - - - - -

11 Pelaporan lainnya 6 - 5 - 2 -
JUMLAH 9.174 - 6.869 - 10.423 -
Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Cirebon

148 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 6.6
Banyaknya Tempat Peribadatan Menurut Kecamatan
dan Jenis Agama Tahun 2010-2013
Number of Worship Facilities by Districs and Religion 2010-2013

Islam Kristen Hindu Budha Konghuchu


Kecamatan
Masjid Gereja Pura Vihara Klenteng

(1) (2) (5) (6) (7) (8)

1.Harjamukti 87 1 1 0 0

2. Lemahwungkuk 42 11 0 2 1

3. Pekalipan 14 7 0 1 0

4. Kesambi 79 1 0 0 0

5. Kejaksan 45 2 0 2 0

Jumlah 2013 267 22 1 5 1

2012 264 20 1 4 1

2011 234 28 1 4 1

2010 213 26 1 4 1

Sumber : Kantor Kementrian Agama Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 149


Tabel 6.7
Banyaknya Jemaah Haji Yang Berangkat Menurut
Kecamatan dan Jenis Kelamin Tahun 2010-2013
Number of Departing Pilgrimage by Districs and Sex 2010-2013

Kecamatan Laki-laki Perempuan Jumlah


(1) (2) (3) (4)

1. Harjamukti 36 49 85

2. Lemahwungkuk 2 3 5

3. Pekalipan 3 3 6

4. Kesambi 44 53 97

5. Kejaksan 11 19 30

Jumlah 2013 96 127 223

2012 142 175 317

2011 156 168 324

2010 141 183 324

Sumber : Kantor Kementrian Agama Kota Cirebon

150 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 6.8
Banyaknya Pondok Pesantren, Kiai, Ustad Dan Santri
Diasramakan Menurut Kecamatan Tahun 2010-2013
Number Of Moslem Boarding School, Religion Teachers
and Students by Districs 2010-2013

Kecamatan Pondok Pesantren Kiai/Ustad Santri diasramakan

(1) (2) (3) (4)

1. Harjamukti 17 147 1.313

2. Lemahwungkuk 2 11 46

3. Pekalipan 1 7 270

4. Kesambi 8 68 1.214

5. Kejaksan 2 39 176

Jumlah 2013 41 532 2.879

2012 33 470 2.072

2011 30 191 2.609

2010 27 178 2.325

Sumber : Kantor Kementrian Agama Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 151


Tabel. 6.9
Banyaknya Pengeluaran Beras Oleh Sub DIVRE CIREBON
Menurut Jenis Penerima Di Kota Cirebon 2010-2013
Number of Rice Ependiture From Sub Divre by type of Recepient 2010-2013

PENERIMA BANYAKNYA (TON)

(1) (2)

01. TNI AD dan Keluarganya -

02. POLRI dan Keluarganya -


03. PNS Pusat dan Keluarganya -
04. PNS Otonom dan Keluarganya -
05. Departemen Sosial 8.500
06. Karyawan Sub Divre Cirebon -
07. Move Out Nasional -
08. Move Out Regional 10.000
09. O.P Sub Dolog -
10. O.P Bulog -
11. BTW / LP Cirebon/Kehakiman 434.500
12. Zakat Fitrah 10.220
13. RASKIN 68.736.420
14. Lain-lain :
a. Bantuan kekeringan/Pemda -
b. BKP 17.500
JUMLAH 2013 96.472.008
2012 116.968.572
2011 82.603,1
2010 145.303.120

Sumber : Sub Drive Cirebon

152 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 6.10
Jumlah Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS)
di Kota Cirebon Tahun 2010-2013
Number of Garbage Storage by District in Cirebon 2010-2013

Jumlah TPS
NO Kecamatan
2010 2011 2012 2013
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1 Harjamukti 4 3 4 7

2 Lemahwungkuk 3 3 4 4

3 Pekalipan 3 3 3 5

4 Kesambi 10 8 10 14

5 Kejaksan 6 4 6 6

Jumlah 26 21 27 36

Sumber: Dinas Kebersihan dan Pertamanan

Profil Kota Cirebon 2014 153


Tabel. 6.11
Jumlah Peralatan Berat Operasional Kebersihan di Kota Cirebon
Tahun 2010-2013
Number of Heavy Cleaning Equipment in Cirebon 2010-2013

Jumlah
No Nama Peralatan
2010 2011 2012 2013

(1) (2) (4) (5) (6) (6)

1 Arm Roll Besar 3 3 3 3

2 Arm Roll Kecil 4 4 4 7

3 Dump Truck 7 8 8 9

4 Pick Up 3 4 4 5

5 Container Besar 13 13 13 12

6 Container Kecil 30 30 30 47

7 Kendaraan Roda 3 6 10 10 13
Sumber: Dinas Kebersihan dan Pertamanan

154 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel. 6.12
Volume Sampah Perhari per Kecamatan (m3) di Kota Cirebon Tahun 2010-2013
Garbage Volume by Distric 2010-2013

Volume Sampah
No Kecamatan
2010 2011 2012 2013

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1 Harjamukti 234 240 250 255

2 Lemahwungkuk 153 157 165 170

3 Pekalipan 111 110 119 124

4 Kesambi 150 154 162 167

5 Kejaksan 184 189 196 201

Sumber: Dinas Kebersihan dan Pertamanan

Profil Kota Cirebon 2014 155


Tabel. 6.13
Jumlah Surat IMB yang dikeluarkan Kota Cirebon Tahun 2010-2013

Tahun
No Jenis Bangunan
2010 2011 2012 2013

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1 Tempat Tinggal 371 679 621 1.070

2 Bukan Tempat Tinggal 132 252 245 122

JUMLAH 503 931 866 1.192

Sumber: Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Kota Cirebon

156 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 6.14
Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kota Cirebon
Tahun 2012 - 2014

Tahun
No. Uraian
2012 2013 2014*

1. Kekerasan terhadap anak 33 32 33

2. Kekerasan terhadap perempuan 35 30 8

Jumlah 68 62 41

Sumber : BPMPPKB Kota Cirebon Tahun 2014.


*) Data sampai bulan Oktober 2014

Profil Kota Cirebon 2014 157


Tabel 6.15
Capaian Kinerja dan Jumlah Penyandang Masalah
Kesejahteraan Sosial di Kota Cirebon Tahun 2012-2014

Tahun
No. Uraian
2012 2013 2014
1. Anak Balita Terlantar
a. Jumlah NA 265 473
b. Ditangani - 4
2. Anak Terlantar
a. Jumlah NA 1.000 1.067
b. Ditangani 140 1.067
3. Anak Nakal
a. Jumlah NA 12 30
b. Ditangani - 30
4. Anak Jalanan
a. Jumlah NA 189 250
b. Ditangani 172 250
5. Wanita Rawan Sosek
a. Jumlah NA 3.536 8.079
b. Ditangani 270 -
6. Korban tindak kekerasan
a. Jumlah NA 50 87
b. Ditangani 25 -
7. Lanjut usia terlantar
a. Jumlah NA 249 4.199
b. Ditangani 169 -
8. Penyandang cacat
a. Jumlah NA 384 1.090
b. Ditangani 162 42
158 Profil Kota Cirebon 2014
Tahun
No. Uraian
2012 2013 2014
9. Tuna susila
a. Jumlah NA 38 18
b. Ditangani - 14
10. Pengemis
a. Jumlah NA 21 26
b. Ditangani - -
11. Gelandangan
a. Jumlah NA 45 42
b. Ditangani - 18
12. Bekas warga binaan
lembaga
kemasyarakatan
a. Jumlah NA 19 35
b. Ditangani - -
13. Korban penyalahgunaan
Narkoba (NAPZA)
a. Jumlah NA 159 165
b. Ditangani 62 6
14. Fakir miskin
a. Jumlah NA 66.328 66.328
b. Ditangani 26.090 -
15. Rumah tidak layak huni
a. Jumlah NA NA NA
b. Ditangani
16. Keluarga bermasalah
sosial psikologis
a. Jumlah NA 118 42
Profil Kota Cirebon 2014 159
Tahun
No. Uraian
2012 2013 2014
b. Ditangani - -
17. Komunitas adat terpencil
a. Jumlah NA - -
b. Ditangani
18. Korban bencana alam
a. Jumlah NA - -
b. Ditangani
19. Pekerja imigran terlantar
a. Jumlah NA - -
b. Ditangani
20. Penyandang HIV/AIDs
a. Jumlah NA 517 658
b. Ditangani 517 658
21. Keluarga rentan
a. Jumlah NA - -
b. Ditangani
Sumber : Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Cirebon 2014

160 Profil Kota Cirebon 2014


Pertanian
7 Agriculture
BAB VII
PERTANIAN
CHAPTER VII
AGRICULTURE

K ota Cirebon meskipun telah menjadi kota yang memfokuskan


pengembangan perekonomian di sektor perdagangan dan jasa, namun
pengembangan sektor pertanian masih dilakukan. Hal ini karena

B
beberapa wilayah di Kota Cirebon masih dimungkinkan untuk dikembangkannya
sektor pertanian, disamping itu pula untuk meningkatkan pendapatan petani.

Jeni-jenis usaha pertanian yang dilakukan di Kota Cirebon, terdiri dari


pertanian tanaman pangan, tanaman sayur-sayuran, dan tanaman buah-
buahan, serta usaha perternakan, mulai dari sapi perah sampai itik.

Untuk produksi tanaman pangan yang produksinya terbanyak adalah


padi, dimana produksi padi pada 2013 mengalami kenaikan bila dibandingkan
produksi tahun 2012. Pada tahun 2012 produksi padi di Kota Cirebon tercatat
sebesar 2.825 ton dan di tahun 2013 meningkat menjadi 2.888 ton. Demikian pula
dengan tanaman ketela pohon, Jagung dan Kacang Hijau yang mengalami
penurunan bila dibandingkan tahun 2012. Produksi masing-masing tercatat
sebesar 258, 49 dan 10 Ton.

Sedangkan untuk tanaman buah-buahan yang terbanyak produksi adalah


tanaman mangga, memang buah mangga merupakan tanaman primadona
bagi daerah Cirebon dan sekitarnya. Dalam periode 2010-2013 produksi tanaman

Profil Kota Cirebon 2014 163


mangga ini mengalami naik turun. DKP3 Kota Cirebon mencatat di tahun 2010-
2013 produksi mangga sebesar 1.211 ton, 884 ton, 1.647, dan 639 ton.

Semengtara itu, untuk usaha peternakan, populasi yang terbanyak adalah


ayam ras pedaging yang mencapai 66.352 ekor, diikuti ayam buras sebesar 45.224
ekor dan populasi domba sebesar 6.539 ekor.

164 Profil Kota Cirebon 2014


Grafik 7.1 Perkembangan Produksi Mangga di
Kota Cirebon Tahun 2010 - 2013

1,800 1,647

1,600

1,400
1,211
1,200

1,000 884

800 639

600

400

200

0
2010 2011 2012 2013

Mangga

Profil Kota Cirebon 2014 165


Grafik 7.2 Perkembangan Populasi Ayam
Buras di Kota Cirebon Tahun 2010 - 2013
50,000
45,224
44,202
42,132

40,000

30,000
25,863
Jumlah

20,000

10,000

0
2010 2011 2012 2013

Ayam Buras

166 Profil Kota Cirebon 2014


Grafik 7.3 Perkembangan Produksi Ikan dan
Udang di Kota Cirebon Tahun 2012 - 2013
4,000.00

3,497.20
3,500.00

3,000.00

2,500.00
2,198.73

2,000.00

1,500.00

1,000.00

500.00
272.13
50.3
0.00
2012 2013
Ikan Udang

Profil Kota Cirebon 2014 167


Tabel 7.1
Produksi Tanaman Bahan Makanan Tahun 2010/2013 ( dalam ton )
Production of Foods Crops Agriculture 2010/2013

Produksi (Ton)
Komoditi
2010 2011 2012 2013
(1) (2) (3) (4) (5)

1. Padi
4.821 4.091 2.825 2.888
2. Jagung
88 95 56 49
3. Ketela Pohon
413 345 298 258
4. Ketela Rambat
101 154 60 103
5. Kacang Tanah
18 15 15 15
6. Kacang Kedelai
- - - -

7. Kacang Hijau 18 19 5 10

Sumber : Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Cirebon

168 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 7. 2
Produksi Tanaman Sayur–sayuran Tahun 2010/2013 (dalam ton )
Production of Vegetables Crops Agriculture 2010/2013

Produksi (Ton)
Komoditi
2010 2011 2012 2013
(1) (2) (3) (4) (5)

1. Kangkung 165 178 151 122

2. Kacang Panjang 119 36 76 40

3. Cabe 24 27 45 21

4. Terung 15 23 9 9

5. Ketimun 69 78 71 57

6. Bayam 138 143 124 107

Sumber : Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 169


Tabel 7.3
Produksi Tanaman Buah-Buahan Tahunan Tahun 2010-2013 ( dalam ton )
Production of Fruits Crops Agriculture 2010-2013

Produksi
Komoditi
2010 2011 2012 2013
(1) (2) (3) (4) (5)

1. Mangga 1.211 884 1.647 639

2. Rambutan 28 35 20 20

3. Jeruk 14 38 2 -

4. Jambu Biji 185 221 169 539

5. Jambu Air 162 136 126 670

6. Sawo 42 38 40 236

7. Pepaya 44 43 41 440

8. Pisang 680 513 623 591

9. Belimbing 49 29 80 449

Sumber : RKSP-BST, Data Statistik DKP3 kota Cirebon

170 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 7.4
Populasi Ternak Pada Tahun 2010-2013 (ekor)
Population of Livestocks 2010-2013

Jumlah Ternak
Komoditi
2010 2011 2012 2013
(1) (2) (3) (4) (5)

1. Sapi Perah 6 6 6 3

2. Kerbau 27 33 35 31

3. Kambing 1.963 1.479 1.305 1.281

4. Domba 4.438 6.019 6.715 6.539

5. Ayam Buras 25.863 42.132 44.202 45.224

6. Ayam Ras

- Pedaging 11.958 16.867 69.018 66.352

- Petelur 495 495 495 495

7. Itik 2.477 2.649 2.858 2.944

Sumber : Seksi Produksi dan Teknologi Peternakan,DKP3 Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 171


Tabel 7.5
Produksi Telur dan Susu Pada Tahun 2013
Production of eggs and Milks 2013

Jenis Produksi
Jenis Ternak Telur Susu
(Butir) ( Kg )
(1) (2) (3)

1. Sapi Perah 6.529


-
2. Ayam Buras 27.735 -

3. Ayam Ras 4.549 -

4. Itik 19.248 -

Sumber : Seksi Produksi dan Teknologi Peternakan,DKP3 Kota Cirebon, 2011

172 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 7.6
Perkembangan Produksi Tangkapan di Kota Cirebon 2012-2013
Production of Fish in Cirebon 2012-2013

Produksi (Ton)
Jenis Tangkapan
2012 2013

(1) (2) (3)

1. Ikan 3.497,2 2.198,731

2. Udang 50,3 272,130

3. Lain-lain 787 2.102,478

Jumlah 4.788,3 4.573,339

Sumber : Data Statistik Perikanan, DKP3 Kota Cirebon, 2011

Profil Kota Cirebon 2014 173


174 Profil Kota Cirebon 2014
Industri, Listrik, Gas
dan Air Minum
8 Manufacturing, Electricity
Gas and Water Supply
BAB VIII
INDUSTRI, LISTRIK, GAS DAN AIR MINUM
CHAPTER VIII
MANUFACTURING, ELECTRICITY, GAS
AND WATER SUPPLY

L
istrik selain untuk menunjang kegiatan ekonomi seperti industri, juga untuk
meningkatkan kesejahteraan penduduk dengan cara membuat
kemudahan penduduk beraktifitas.

Dari data kelistrikan yang disajikan, tercatat jumlah pelanggan pengguna


listrik mencapai pelanggan pada tahun 2013, dengan rincian sekitar 91 persen
adalah pelanggan rumah tangga (R) dan 5 persen pelanggan bisnis (B),
pelanggan golongan tarif sosial (S) sekitar 1 persen dan pelanggan industri (I)
sekitar 0,1 persen. Daya terpasang pada tahun 2013 ini sebesar 247.987.079 KVA.

Penyedian sumber air minum sangat penting untuk sebuah kota seperti
Kota Cirebon yang merupakan sebagian wilayahnya berbatasan dengan pantai,
yang cenderung sebagian besar sumber airnya tidak layak untuk air minum. Oleh
karena itu, ketersedian air oleh PDAM menjadi sangat penting.

Pada Tabel 8.6. terlihat komposisi air yang dialirkan oleh PDAM Kota
Cirebon tahun 2013 Untuk air yang disalurkan pada mencapai 17.765.416 m3.
Dengan rincian, air minum yang disalurkan pada rumahtangga sebesar 12.707.636
m3 ; hotel, obyek wisata dan industri sebesar 2.525.528 m3 ; Badan Sosial/Rumah
Sakit sebesar 636.875 m3 ; sisanya disalurkan kepada kategori pelanggan lainnya.

Profil Kota Cirebon 2014 177


Nilai penjualan air minum pada tahun 2013 mencapai 59.612 miliar rupiah.
Nilai penjualan terbesar dihasilkan dari penjualan kepada golongan pelanggan
rumahtangga dengan nilai sebesar 36.496 miliar rupiah atau 61,22 persen dari
total penjualan.

178 Profil Kota Cirebon 2014


Grafik 8.1 Persentase Pelanggan Listrik di
Kota Cirebon Tahun 2013
0.2 0.5
0.1
0.3
1.8
5.8

91.3

Sosial Rumah tangga Bisnis


Industri Gedung Pemerintah Penerangan Jalan Umum
Lain-lain

Profil Kota Cirebon 2014 179


Grafik 8.2 Persentase Air Minum Yang
Disalurkan Menurut Kategori Pelanggan di Kota
Cirebon Tahun 2013
0.15
0.82

1.32
3.7 4.67
3.58

14.22

71.53

Rumah tangga (tempat tinggal) Hotel, Toko, Industri, Perusahaan


Badan Sosial / Rumah Sakit Tempat Peribadatan
Sarana / Fasilitas Umum Instansi / Kantor Pemerintah
Pelabuhan Lainnya

180 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 8.1
Jumlah Perusahaan pada Industri Besar
dan Sedang menurut Kelompok Industri Tahun 2010-2013
Number of Company in Big and Midle Manufacturing
by Group of Industry 2010-2013
Perusahaan
Kode Penjelasan
2010 2011 2012 2013
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
15 Industri makanan dan minuman 35 34 34
16 Industri pengolahan tembakau - - -
17 Industri tekstil - -
18 Industri pakaian jadi - - -
19 Industri kulit, barang dari kulit, dan alas
kaki 1 1 1
20 Industri kayu, barang-barang dari
kayu (tidak termasuk mebeller), dan
barang-barang anyaman dari rotan,
bambu dan sejenisnya - -
21 Industri kertas, barang dari kertas, dan
sejenisnya - - -
22 Industri penerbitan, percetakan dan
reproduksi media rekaman - - -
23 Industri barang-barang dari batu
bara, pengilangan minyak bumi dan
pengolahan gas bumi, barang-
barang dari hasil pengilangan minyak
bumi, dan bahan bakar nuklir
- - -
24 Industri kimia dan barang-barang dari
bahan kimia 2 1 1
25 Industri karet, barang dari karet, dan
barang dari plastik 3 3 2

Profil Kota Cirebon 2014 181


Lanjutan Tabel 8.1
Perusahaan
Kode Penjelasan
2010 2011 2012 2013
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
26 Industri barang galian bukan logam - - -
27 Industri logam dasar - - -
28 Industri barang dari logam, kecuali
mesin dan peralatannya - - -
29 Industri mesin dan perlengkapannya 1 1 1
30 Industri mesin dan peralatan kantor,
akuntansi, dan pengolahan data - - -
31 Industri mesin listrik lainnya dan
perlengkapannya - - -
32 Industri radio, televisi, dan peralatan
komunikasi, serta perlengkapannya - - -
33 Industri peralatan kedokteran, alat-
alat ukur, peralatan navigasi,
peralatan optik, jam dan lonceng - - -
34 Industri kendaraan bermotor 3 3 2
35 Industri alat angkutan, selain
kendaraan bermotor roda empat
atau lebih 1 1 1
36 Industri furnitur dan industri
pengolahan lainnya 4 4 3
37 Daur ulang - - -
Jumlah 49 50 45

182 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 8.2
Jumlah Tenaga Kerja pada Industri Besar
dan Sedang menurut Kelompok Industri Tahun 2010-2013
Number of Employment in Big and Midle Manufacturing
by Group of Industry 2010-2013

Tenaga Kerja
Kode Penjelasan
2010 2011 2012 2013
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
15 Industri makanan dan minuman 1.577 NA 1.694
16 Industri pengolahan tembakau - -
17 Industri tekstil 2.523 - NA
18 Industri pakaian jadi - -
19 Industri kulit, barang dari kulit, dan alas
kaki 27 NA 27
20 Industri kayu, barang-barang dari kayu
(tidak termasuk mebeller), dan barang-
barang anyaman dari rotan, bambu
dan sejenisnya
- -
21 Industri kertas, barang dari kertas, dan
sejenisnya - -
22 Industri penerbitan, percetakan dan
reproduksi media rekaman - -
23 Industri barang-barang dari batu bara,
pengilangan minyak bumi dan
pengolahan gas bumi, barang-barang
dari hasil pengilangan minyak bumi, dan
bahan bakar nuklir
- -

Profil Kota Cirebon 2014 183


Lanjutan Tabel 8.2
Tenaga Kerja
Kode Penjelasan
2010 2011 2012 2013

(1) (2) (3) (4) (5) (6)


24 Industri kimia dan barang-barang dari
bahan kimia 50 81
25 Industri karet, barang dari karet, dan
barang dari plastik 2572 2430
26 Industri barang galian bukan logam - -
27 Industri logam dasar - -
28 Industri barang dari logam, kecuali
mesin dan peralatannya - -
29 Industri mesin dan perlengkapannya 28 26
30 Industri mesin dan peralatan kantor,
akuntansi, dan pengolahan data - -
31 Industri mesin listrik lainnya dan
perlengkapannya - -
32 Industri radio, televisi, dan peralatan
komunikasi, serta perlengkapannya - -
33 Industri peralatan kedokteran, alat-alat
ukur, peralatan navigasi, peralatan
optik, jam dan lonceng - -
34 Industri kendaraan bermotor 206 145
35 Industri alat angkutan, selain kendaraan
bermotor roda empat atau lebih 115 117
36 Industri furnitur dan industri pengolahan
lainnya 168 169
37 Daur ulang - -
Jumlah 5.421 4689
Sumber : BPS

184 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 8.3
Banyaknya Pelanggan, Daya Terpasang, KWH Terjual dan Nilai
Penjualan Menurut Golongan Tarif Kota Cirebon Tahun 2011-2012
Number of Customer, Power Installed, Quantity of electricity Sold and Selling Value
by Kind of Rate 2012-2013

Daya Terpasang Nilai Penjualan


Pelanggan kWH Terjual
(KVA) (000Rp)
Gol Tarif
Jumlah % Jumlah % Jumlah Jumlah %

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

S 2.533 1,8 9.431.552 3,8 14.702.663 3,0 10.718.241.327 3

R 125.889 91,3 122.263.705 49,3 243.256.043 49,2 166.143.877.369 39

B 7.963 5,8 82.065.342 33,1 141.766.985 28,7 161.897.896.870 38

I 157 0,1 22.839.981 9,2 54.761.279 11,1 45.944.713.081 11

P 331 0,2 4.966.378 2,0 7.846.710 1,6 8.317.512.600 2

P3 645 0,5 2.654.843 1,1 9.375.484 1,9 8.700.449.152 2

348 0,3 3.765.278 1,5 22.614.438 4,6 24.446.207.478 6


L

2013 137.866 100 247.987.079 100 494.323.602 100 426.168.897.877 100

2012 101.689 100 185.309.020 100 475.514.227 100 378.533.591.525 100

Sumber : PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat Cabang Cirebon


Keterangan Golongan Tarif :
S : Sosial
R : Rumah Tangga
B : Bisnis
I : Industri
P : Gedung Pemerintah
P3 : Penerangan Jalan Umum

Profil Kota Cirebon 2014 185


Tabel 8.4
Tarif per KWH menurut Golongan Tarif Tahun 2010-2013
Rate of Electricity by Kind of Rate 2010-2013

Tarif per KWH (Rp)


Golongan Tarif
2010 2011 2012 2013
(1) (2) (3) (4) (5)

S Sosial
615 667 679 729
R Rumahtangga
591 622 643 683
9B Bisnis
956 998 1005 1.142
I Industri
664 758 764 839
P Gedung Pemerintah
847 944 1093 1.060
P3 Penerangan Jalan Umum
647 820 819 928

Sumber : PT. PLN (PERSERO) Distribusi Jawa Barat Cabang Cirebon

186 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 8.5
Banyaknya Pelanggan, dan Gas Bumi yang disalurkan
Menurut Jenis Penggunaan Tahun 2013
Number of Customer, Distibuted Gas and Selling Volume by Type of Use

Gas yang Disalurkan


Pelanggan
(000 M3)
Jenis Pelanggan
Banyak Percent Banyak Persen
(1) (2) (3) (4) (5)

Rumahtangga 12.853 98,10 3.027.006 7,32

Industri 92 0,70 476.025 1,15

Komersil 157 1,20 37.855.309 91,53

13.102
Jumlah 100 41.358.339 100

Sumber : PT. Perusahaan Gas Negara ( Persero ) Cabang Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 187


Tabel 8.6
Banyaknya Air Minum yang Disalurkan dan Nilai
Penjualannya Menurut Kategori Pelanggan Tahun 2013
Number of Distibuted Water and Sold Value by Type of Customer 2013

Air Minum Tersalurkan Nilai Penjualan


(m3) (Juta Rp)
Kategori Pelanggan
Banyak % Banyak %

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Rumah tangga (tempat tinggal) 12.707.636 71,53 36.496.958 61,22

2. Hotel, Toko, Industri, Perusahaan 2.525.528 14,22 15.063.624 25,27

3. Badan Sosial / Rumah Sakit 636.875 3,58 906.916 1,52

4. Tempat Peribadatan 234.435 1,32 231.639 0,39

5. Sarana / Fasilitas Umum 146.374 0,82 2.864.580 0,54

6. Instansi / Kantor Pemerintah 658.111 3,70 2.864.580 4,81

7. Pelabuhan 27.370 0,15 476.785 0,80

8. Lainnya 829.087 4,67 3.251.654 5,45

Jumlah 17.765.416 100,00 59.612.025 100,00

Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Kota Cirebon

188 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 8.7
Jumlah Produksi Air dan Distribusinya
Menurut Penggunaan di Kota Cirebon Tahun 2010-2013
Water Production and The Distribution by Kind of Use in Cirebon 2010-2013

Tahun
Kategori Penggunaan Air
2010 2011 2012 2013

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Jumlah Penjualan Air 19.068.316 19.444.217 19,988,799 17.765.524

2. Jumlah Non Rekening 22.782 19.151 19,622 31.789

3. Jumlah Distribusi Air 19.091.098 19.460.368 20,008,421 17.797.313

4. Susut/Hilang dalam Penyaluran 6.062.237 6.700.158 10,123,362 12.422.081

5. Jumlah Produksi Air 25.153.335 26.160.526 30,131,763 30.219.394

Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 189


Tabel 8.8
Jumlah Perusahaan/Usaha yang mempunyai Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
Berdasarkan Kategori Permodalan di Kota Cirebon Tahun 2010-2013
Cirebon 2010-2013

Tahun
Kategori Modal Usaha
2010 2011 2012 2013

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Kecil (0 – 200 Jt) - 780 NA NA

2. Sedang (201 – 500 Jt) - 172 NA NA

3. Besar (> 501 Jt) - 70 NA NA

Sumber : Kantor Departemen Perindustrian dan Perdagangan Kota Cirebon

190 Profil Kota Cirebon 2014


Perdagangan
9 Trade
BAB IX
PERDAGANGAN
CHAPTER IX
TRADE

S ektor perdagangan dan jasa merupakan sektor andalan


perekonomian Kota Cirebon. Majunya kedua sektor ini dikarenakan
letak geografis Kota Cirebon yang strategis, sehingga menjadi pusat
perdagangan bagi Wilayah III Cirebon yang meliputi Kabupaten Kuningan,
bagi

Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Indramayu, dan


juga merupakan kota lintasan yang menghubungkan Jawa Barat dan Jawa
Tengah. Kondisi tersebut memacu perkembangan perdagangan, jasa perhotelan
dan pariswisata di Kota Cirebon. Namun Tabel 9.7. memperlihatkan bahwa jumlah
wisatawan mancanegara mengalami penurunan, dari sekitar 20.618 wisatawan
pada tahun 2012 menurun menjadi 10.328 wisatawan mancanegara yang
berkunjung di tahun 2013.
Kota Cirebon yang merupakan pusat perdagangan di Wilayah III Cirebon
dan daerah lintasan Jawa Barat ke Jawa Tengah melalui jalur pantai utara
(pantura), karenanya keberadaan industri perhotelan yang representatif menjadi
sangat penting. Untuk melihat perkembangan industri perhotelan diantaranya
dapat dilihat dari indikator tingkat penghunian kamar hotel, dari Grafik 9.2.
tampak tingkat penghunian kamar hotel tahun 2010 sampai dengan 2012 sudah
mencapai diatas 50 persen untuk hotel berbintang dan hotel tak berbintang.
Kondisi tahun 2013 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu tahun 2012,
tingkat penghunian kamar hotel berbintang mengalami penurunan, namun
sebaliknya untuk hotel tak berbintang mengalami kenaikan.

Profil Kota Cirebon 2014 193


Grafik 9.1 Jumlah Wisatawan Mancanegara Yang
Berkunjung Ke kota Cirebon Tahun 2009 - 2013
25,000

20,000

15,000

10,000

5,000

0
2009 2010 2011 2012 2013

Wisatawan Mancanegara

194 Profil Kota Cirebon 2014


Grafik 9.1 Tingkat Penghunian Hotel di Kota
Cirebon Tahun 2010 - 2013
70.00
64.50
59.79 58.68
60.00
52.89 54.10
50.74 49.93
50.00 47.31

40.00

30.00

20.00

10.00

0.00
2010 2011 2012 2013

Berbintang Tidak Berbintang

Profil Kota Cirebon 2014 195


Tabel 9.1
Banyaknya Pedagang di Pasar Tradisional menurut Nama Pasar
di Kota Cirebon Tahun 2013
Number of Trader in Traditional Market by Name Of Market In Cirebon 2013

Nama Pasar
No Banyaknya Pedagang
Tradisional
(1) (2) (3)

1 Pasar Kanoman 1.948

2 Pasar Pagi 1.231

3 Pasar Jagasatru 589

4 Pasar Kramat 232

5 Pasar Drajat 297

6 Pasar Perumnas 402

Pasar Pangan
7 1.384
Harjamukti

8 Pasar Balong 73

9 Pasar Gunung Sari 188


10 Pasar Kesepuhan Besi 77

Sumber: PD Pasar Kota Cirebon


*) Pasar Kalitanjung direlokasi menjadi Pasar Pangan Harjamukti (PPH)
**) Data tidak tersedia

196 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 9.2
Banyaknya Perusahaan Akomodasi/Hotel dan Kamar Menurut
Klasifikasi Banyaknya Kamar Tahun 2010-2013
Number of Hotels and Room by Classification 2010-2013

Rincian/Kelompok Kamar 2010 2011 2012 2013

(1) (2) (3) (4) (5)

A. Hotel 44 44 46 43
1. Hotel Berbintang 8 9 8 11
2. Akomodasi Lainnya 36 35 38 32
 9 Kamar 3 2 NA NA
10 – 24 Kamar 10 12 NA NA
25 – 40 Kamar 11 9 NA NA
 41 Kamar 12 12 NA NA

B. Kamar 1.621 1.642 1.745 1.823


1. Hotel Berbintang 525 514 537 731
2. Akomodasi Lainnya 1.096 1.128 1.208 1.092

 9 Kamar 11 10 NA NA
10 – 24 Kamar 170 216 NA NA
25 – 40 Kamar 354 266 NA NA

 41 Kamar 561 636 NA NA

Sumber: Survei Bulanan Hotel, BPS Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 197


Tabel 9.3
Tingkat Penghunian Kamar dan Tempat Tidur pada Hotel
Berbintang dan Tidak Berbintang Tahun 2010-2013
Level of Room and Beds Filled at the Star Hotels and Non Star Hotels 2010-2013

Tingkat Penghunian

Kamar Tempat Tidur


Tahun
Hotel Hotel Tidak Hotel Hotel Tidak
Berbintang Berbintang Berbintang Berbintang
(1) (2) (3) (4) (5)

Persentase 2013 49,93 54,10 60,32 70,46


2012 64,50 52,89 71,18 64,64
2011 58,68 50,74 68,10 61,20
2010 59,79 47,31 69,62 15,22

Sumber: Survei Bulanan Hotel, BPS Kota Cirebon

198 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 9.4
Rata-rata Lama Tamu Mancanegara dan Nusantara Menginap Pada Hotel
Berbintang dan Tidak Berbintang Tahun 2010-2013
Stays Average at the Star Hotels and Non Star Hotels 2010-2013

Rata-Rata Lama Tamu Menginap (Hari)

Tahun Hotel Berbintang Hotel Tidak Berbintang

Mancanegara Nusantara Mancanegara Nusantara


(1) (2) [3) (4) [5)

Rata-rata 2013 2,57 1,55 8,69 1,97


2012 4,46 1,43 7,50 1,71
2011 4,41 1,60 8,15 1,83
2010 2,69 1,40 5,11 1,76

Sumber: Survei Bulanan Hotel, BPS Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 199


Tabel 9.5
Banyaknya Kamar/Luas, Tenaga Kerja, dan Pengunjung menurut Jenis Fasilitas
Kepariwisataan di Kota Cirebon Tahun 2013
Number of Room/Width, Employer, and Guest by type of
Tourism Facilities in Cirebon 2013

FASILITAS Kamar/Luas Tenaga Pengunjung


KEPARIWISATAAN (Ha) Kerja

(1) (2) (3) (4)

Taman Ade Irma - - -


Suryani

Kraton Kasepuhan 12 NA 87.226

Kraton Kanoman 5 NA 1.883

Gua Sunyaragi 3 NA 16.447

Kraton Kacirebonan 3 NA 5.585


Taman Kera Situs
2 NA 95.147
Sunan Kalijaga

Masjid Agung Sang


1 NA -
Cipta Rasa
Sumber : Dinas Pemuda Olah raga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon

200 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 9.6
Banyaknya Fasilitas Kepariwisataan di Kota Cirebon Tahun 2013
Number of Tourism Facilities in Cirebon 2013

Jenis Kepariwisataan 2012 2013


(1) (2) (3)

1. Hotel 54 53
2. Obyek Rekreasi 1 -
3. Bilyard 5 4
4. Mesin Ketangkasan 10 14
5. Kolam Renang 3 2
6. Kesenian Tradisional 32 -
7. Rumah Makan 80 129
8. Biro Perjalanan Wisata 14 23
9. Imresariat/EO 9 -
10. Bioskop 3 2
Sumber : Dinas Pemuda Olah raga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 201


Tabel 9.7
Jumlah Wisatawan Yang Berkunjung ke Kota Cirebon Tahun 2009-2013
Number of Tourist who visited Cirebon 2009-2013

Wisatawan
Tahun
Mancanegara Nusantara Jumlah
(1) (2) (3) (4)

2013 10.328 530.617 540.945

2012 20.618 456.589 477.207

2011 15.254 340.713 355.967

2010 1.099 339.229 340.328

2009 1.248 358.416 359.664


Sumber : Dinas Pemuda Olah raga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon

202 Profil Kota Cirebon 2014


Perhubungan
10 Transportation
BAB X
PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI
CHAPTER X
TRANSPORTATION COMMUNICATION

S
elain produksi barang dan jasa, distribusi barang dan jasa juga
mempunyai peranan yang sangat penting untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat. Lancarnya distribusi barang dan jasa akan
menyebabkan penyediaan barang dan jasa tidak berkurang dan
harganya relatif lebih murah.
Salah satu untuk melancarkan distribusi barang dan jasa adalah
tersedianya infrastruktur perhubungan darat. Kota Cirebon merupakan wilayah
daratan sehingga infrastruktur perhubungan darat memiliki peranan cukup besar
dan sangat dibutuhkan dalam melayani kebutuhan masyarakat.

Menurut catatan Dinas Kimpraswil Kota Cirebon, panjang jalan di Kota


Cirebon pada tahun 2013, tercatat panjangnya mencapai 163,863 km. Dari
panjang jalan tersebut, sebagian besar (99%) merupakan jalan yang sudah
diaspal yaitu sepanjang 161,697 km; dan sepanjang 1,448 km (1%) merupakan
jalan berkerikil. Dilihat dari kondisi jalan, sepanjang 136,675 km kondisinya baik, dan
sekitar 17,106 km kondisi sedang, serta sebanyak 10, 442 km kondisinya rusak, baik
rusak berat maupun ringan.

Sarana transportasi berupa jumlah kendaraan bermotor yang ada di kota


cirebon dapat dilihat dari Tabel 10.2. Tabel ini menggambarkan perkembangan
jumlah kendaraan bermotor menurut jenisnya tahun 2010-2013. Dari tabel tersebut
dapat dilihat bahwa jumlah sepeda motor, mobil penumpang dan mobil barang
cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tahun 2012 jumlah

Profil Kota Cirebon 2014 205


sepeda motor tercatat sebanyak 128.781 buah dan di tahun 2013 jumlahnya
meningkat menjadi 131.294 buah.

Sarana lain yang tidak kalah penting untuk penunjang transportasi adalah
pelabuhan laut tempat bongkar muat barang, pelabuhan angkutan penumpang
dari dan ke Cirebon dan pelabuhan perikanan laut serta bandara.

Dari Grafik 10.3. dapat diketahui bahwa volume kegiatan di pelabuhan


laut Cirebon sepanjang tahun 2012-2013 mengalami kenaikan dari 1.711 kapal
yang berlabuh pada tahun 2012 menjadi 2.096 kapal yang berlabuh pada tahun
2013. Dari sejumlah kapal tersebut 93 kapal merupakan jenis pelayaran luar negeri,
sebanyak 1.992 kapal merupakan jenis kapal pelayaran dalam negeri dan 9 kapal
merupakan pelayaran rakyat. Arus barang berdasarkan perdagangan di
pelabuhan Cirebon di dominasi oleh bongkar muatan antar pulau.

Kota Cirebon dilalui pula oleh transportasi darat melalui kereta api,
angkutan kereta api merupakan angkutan yang dapat mengangkut penumpang
dalam jumlah banyak sekali berangkat, sehingga angkutan melalui kereta api
merupakan angkatan massal yang berbiaya relatif lebih murah. Dari tabel 10.6.
tampak penumpang yang diangkut melalui stasiun kereta Cirebon tiap bulannya
pada tahun 2013 rata-rata mencapai 79 ribu orang. Bulan Desember merupakan
jumlah penumpang kereta api terbanyak yaitu mencapai 107.732 orang,
sedangkan yang terendah terjadi di bulan Januari yang mencapai 65.092 orang.

Pengiriman surat masih merupakan salah satu alternatif untuk melakukan


komunikasi yang terbentang karena jarak yang jauh. Untuk melihat
perkembangan jasa pelayanan pengiriman surat disajikan dalam tabel 10.13 –
10.15. Tabel 10.13 menyajikan data pengiriman surat dalam negeri melalui kantor

206 Profil Kota Cirebon 2014


pos. Untuk jenis pengiriman surat yang terbanyak adalah pengiriman surat Kilat
Khusus, kemudian pengiriman surat biasa dan pengiriman surat tercatat.

Profil Kota Cirebon 2014 207


Grafik 10.1 Perkembangan Panjang Jalan Di Kota
Cirebon Menurut Jenis Permukaan Tahun 2012 -
2013

180 165.304 161.697

160

140

120
Kilometer

100

80

60

40

20 1.448 1.448 0.718 0.718

0
Diaspal Kerikil Tanah

2012 2013

208 Profil Kota Cirebon 2014


Grafik 10.2 Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut
Jenisnya di Kota Cirebon Tahun 2010 - 2013

160,000

140,000

120,000

100,000

80,000

60,000

40,000

20,000

0
Sepeda Motor Mobil Penumpang Mobil Barang

2010 2011 2012 2013

Profil Kota Cirebon 2014 209


Grafik 10.3 Perkembangan Arus Kunjungan
Kapal dari dan Ke Pelabuhan Kota Cirebon
Tahun 2010 - 2013
1,992
2000

1800 1,637
1600 1,538
1,369
1400

1200

1000

800

600

400

200 48 51 56 93 62 30 18
9 0 0 12 2
0
Pelayaran Luar Pelayaran Dalam PELRA Kapal Lainnya
Negeri Negeri

2010 2011 2012 2013

210 Profil Kota Cirebon 2014


Grafik 10.4 Banyaknya Penumpang Kereta
Api Melalui Statsiun Cirebon per Bulan
Tahun 2013
120,000

100,000

80,000

60,000

40,000

20,000

Profil Kota Cirebon 2014 211


Tabel 10.1
Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan, Kondisi Jalan
Dan Kelas Jalan Tahun 2012/2013(Km)
Length by Type of Surface, Conditions and Category of Road 2012/2013

Uraian 2012 2013

(1) (2) (3)

I. Status Jalan
1.1. Jalan Nasional 15,780 15,780
1.2. Jalan Propinsi 8,760 8,760
1.3. Jalan Kota 142,930 139,323
Jumlah 167,470 163,863

II. Jenis Permukaan


2.1. Diaspal 165,304 161,697
2.2. Kerikil 1,448 1,448
2.3. Tanah 0,718 0,718
2.4. Tidak Dirinci - -
Jumlah 167,470 163,863

III. Kondisi Jalan


3.1. Baik 139,555 136,675
3.2. Sedang 17,293 17,106
3.3. Rusak Ringan 3,822 3,822
3.3. Rusak Berat 6,810 6,620
Jumlah 167,470 163,863

IV. Kelas Jalan


4.1. Kelas I NA NA
4.2. Kelas II NA NA
4.3. Kelas III A NA NA
4.4. Kelas III B NA NA
4.5. Kelas III C NA NA
Jumlah
Sumber : Dinas Kimpraswil Kota Cirebon

212 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 10.2
Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Jenisnya
Kota Cirebon Tahun 2010/2013
Number of Vehicle by type in Cirebon 2010/2013

Banyaknya Kendaraan
No Jenis Kendaraan
2010 2011 2012 2013
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1 Sepeda Motor 122.715 144.375 128.781 131.294

2 Mobil Penumpang 20.203 23.411 22.509 24.209

3 Mobil Barang 13.917 14.791 13.663 13.771

Jumlah 142.337 182.557 164.953 169.274


Sumber: Kantor Samsat Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 213


Tabel 10.3
Jumlah Kendaraan Angkutan Penumpang Umum
Kota Cirebon Tahun 2010/2013
Number of Public Vehicle in Cirebon 2010/2013

Jenis Banyaknya Kendaraan


No
Kendaraan 2010 2011 2012 2013
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1 Bus Besar 427 427 427 215

2 Bus Kecil 54 54 54 44

3 Angkutan Kota 979 979 885 979

4 Taxi Argo 20 20 25 25

Jumlah 1.480 1.480 1.391 1.263

Sumber: Dinas Perhubungan, Informatika dan Komunikasi Kota Cirebon

214 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 10.4
Jumlah Armada Angkutan Kota dan Panjang Trayek
di Kota Cirebon Tahun 2013
Number of City Transportation and The Length oh trajeck
In Cirebon 2013

Panjang Trayek Jumlah Armada


No Trayek
(km) Alokasi Realisasi
(1) (2) (3) (4) (5)

1 D1 22,80 113 112


2 D2 20,20 142 131
3 D3 15,60 71 65
4 D4 15,68 128 127
5 D5 15,08 146 134
6 D6 20,70 204 198
7 D7 20,20 40 40
8 D8 16,30 95 89
9 D9 16,40 40 40
10 D10 27,30 60 43

JUMLAH 190,26 1.039 979


Sumber: Dinas Perhubungan, Informatika dan Komunikasi Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 215


Tabel 10.5
Lalu Lintas Barang Dengan Kereta Api Melalui Stasiun Cirebon Tahun 2012/2013
Traffic of Train Bagage Through Cirebon Station 2012/2013

Lalu Lintas Barang


Bulan
Berat diangkut Ton Rata-Rata Jarak
(Ton) (Km) (Km)
(1) (2) (3) (4)

1. Januari 25.320 4.786.560 189


2. Pebruari 19.860 3.753.540 189
3. Maret 22.344 4.223.484 189
4. April 20.988 3.966.732 189
5. Mei 15.012 2.837.736 189
6. Juni 19.602 3.708.180 189
7. Juli 20.592 3.980.340 189
8. Agustus 16.920 3.198.348 189
9. September 21.060 3.980.340 189
10. Oktober 22.608 4.008.636 177
11. Nopember 22.236 4.202.604 189
12. Desember 25.604 4.839.156 189

Jumlah 2013 252.164 47.398.140 188


2012 177.789 66.136.294 776
2011 2.640 1.081.419 410
2010 3.240 1.298.800 401

Sumber : PT. Kereta Api (Persero) Daop III Cirebon

216 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 10.6
Lalu Lintas Penumpang Kereta Api Melalui Stasiun Cirebon Tahun 2012/2013
Traffic of Train Passengers Through Cirebon Station 2012/2013

Lalu Lintas Penumpang


Bulan
Penumpang Rata-Rata Jarak
Penumpang(Km)
diangkut (orang) (Km)
(1) (2) (3) (4)

65.092 16.340.292 251


1. Januari
2. Februari 66.809 16.589.819 248
3. Maret 75.342 18.332.271 243
4. April 73.281 17.749.598 242
5. Mei 82.431 20.128.574 244
6. Juni 85.559 21.001.364 245
7. Juli 72.032 17.474.064 243
8. Agustus 72.528 18.647.176 257
9. September 77.151 19.627.325 254
10. Oktober 90.882 22.600.471 249
11. Nopember 89.901 22.545.259 251
12. Desember 107.731 26.206.271 243

Jumlah 2013 958.739 237.242.927 247


2012 628.146 143.768.220 229
2011 785.907 194.401.565 247
2010 732.296 181.083.092 247

Sumber : PT. Kereta Api (Persero) Daop III Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 217


Tabel 10.7
Banyaknya Kapal Menurut Jenis Pelayaran Tahun 2010/2013
Number of Ships by Type of Shipings and Loaded Unloaded 2010/2013

Tahun
Jenis Pelayaran
2010 2011 2012 2013
(1) (2) (3) (4) (5)

Pelayaran Luar Negeri


-Unit 48 51 56 93
-GRT 92.169 119.188 162.396 1.092.618

Pelayaran Dalam Negeri


-Unit 1.369 1.538 1.637 1.992
-GRT 1.771.205 1.853.945 2.147.973 11.297.320

PELRA
-Unit 62 30 18 9
-GRT 7.010 3.965 3.455 1.812

Kapal Lainnya
-Unit - - 12 2
-GRT - - 1.991 1.800

JUMLAH
-Unit 1.479 1.619 1.711 2.096
-GRT 1.870.384 1.977.098 2.313.824 12.393.550

Sumber : Dirjen Hubla Kantor Adpel Cirebon

218 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 10.8
Arus Barang Berdasarkan Perdagangan dari dan ke Pelabuhan Cirebon 2009/2013
Number of Commodities by Type of Trading in and Out Cirebon 2009/2013

Tahun
Jenis Pelayaran
2009 2010 2011 2012 2013
(1) (2) (3) (4) (5) (7)

1. EXPORT 2.414 0 0 0 0 0

2. IMPORT 76.701 123.539 117.463 159.748 229.332

3. ANTAR PULAU BONGKAR 13.502.922 3.461.185 3.751.123 3.977.460 3.784.493

4. ANTAR PULAU MUAT 51.956 54.838 215.534 39.964 32.348

JUMLAH 3.633.993 3.639.562 4.084.120 4.177.172 4.046.173

Sumber : Dirjen Hubla Kantor Adpel Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 219


Tabel 10.9
Arus Barang Berdasarkan Jenis Komoditi Impor
dari dan ke Pelabuhan Cirebon 2010/2013
Number of Commodities by Type of Import Commodities
in and Out Cirebon 2010/2013

Tahun
Jenis Pelayaran
2010 2011 2012 2013
(1) (2) (3) (4) (5)

1. Barang Berbahaya 0
2. Belerang 0
3. Beras 0
4. Gypsun 79.400 93.303 105.359 138.232
5. Aspal 44.139 24.160 50.541 81.538
6. Container Kosong 0
7. Material & Equipment 0 3.848
8. Hasil Bumi Lainnya 0
9. Lain-lain 0 9.562

JUMLAH 123.539 117.463 159.748 229.332

Sumber : Dirjen Hubla Kantor Adpel Cirebon

220 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 10.10
Arus Barang Berdasarkan Jenis Komoditi Antar Pulau Muat
dari dan ke Pelabuhan Cirebon 2010/2013
Number of Commodities by Tpe of Inter Island Import Commodities
in Cirebon 2010/2013

Tahun
Jenis Pelayaran
2010 2011 2012 2013
(1) (2) (3) (4) (5)

1.Minyak Sawit 0
2.Baja/besi/pipa 0
3.Jagung 30 - -
4.Garam 448 - -
5.Gula pasir 0 1.700 -
6.Semen 31.404 193.094 23.454 27.550
7.Beras 15.419
8.Tepung terigu 0
9.Kacang-kacangan 6
10.Dedek/pakan ternak 0
11.Genteng 0
12.Barang berbahaya 0 7.524
13.Makanan /minuman 0
14.Sayur-sayuran 24 - -
15.Kendaraan/mesin- 10 - -
mesin
16.Lain-lain 7.497 20.740 8.986 4.810
17.Tepung Tapioka 0 - -
18.Kliker 0

JUMLAH 51.956 215.534 39.964 32.360


Sumber : Dirjen Hubla Kantor Adpel Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 221


Tabel 10.11
Arus Barang Berdasarkan Jenis Komoditi Antar Pulau Bongkar
dari dan ke Pelabuhan Cirebon 2010/2013
Number of Commodities by Tpe of Inter Island Import Commodities
in Cirebon 2010/2013

Tahun
Jenis Pelayaran
2010 2011 2012 2013
(1) (2) (3) (4) (5)
1.Aspal 8.257 40.589 7.686 4.306
2.Batubara 2.898.494 3.033.356 3.186.612 3.131.200
3.Gypsum 27.231 35.000 37.768 17.618
4.Pupuk 91.994 64.288 11.306 643
5.Ikan asin / terasi 2.852 - -
6.Kayu 2.025 - -
7.Minyak Sawit 286.986 331.524 283.564 244.386
8. Rotan 1.001 116 116
9.Baja/ besi/ pipa 0 - -
10.Kayu log 0 1.195 -
11.Kertas 0 - -
12.Pasir kwarsa 12.605 40.981 13.238 26.444
13.Tepung sagu 102.592 84.785 78.311 85.852
14.Jagung 0 - -
15.Ply Wood 6.421 1.831 -
16.Bungkil 3.248 350 -
17.Garam 0 7.040 31.000 23.154
18.Gula pasir 0 - -
19.Semen 0 - - -
20.Beras 0 - -
21.Kacang-kacangan 0 - -
22.Buah-buahan 0 - -
23. Tanah Liat 0 16.274 13.215
23.Ikan/ hasil laut 0 - - 408
24.Kendaraan/ mesin 9 - - 4.469
25.Lain-lain 17.469 22.742 - 245.885

JUMLAH 3.461.184 3.680.071 3.662.700 3.784.481


Sumber : Dirjen Hubla Kantor Adpel Cirebon

222 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 10.12
Banyaknya Pesawat Terbang, Penumpang Yang Datang dan Berangkat dari
Bandara Penggung Tahun 2010/2013
Number of Air Plane and Passengers From Penggung Airport 2010/2013

Pesawat Terbang Penumpang (Orang)


Tahun
Datang Berangkat Datang Berangkat
(1) (2) (3) (4) (5)

2013 NA NA - -

2012 1.341 1.341 - -

2011 3.801 3.801 - -

2010 1.110 1.117 - -

Sumber : Bandar Udara Penggung Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 223


Tabel 10.13
Banyaknya Surat Yang Dikirim Melalui Pos Menurut Jenis
Pengiriman di Dalam Negeri
Number of Domestic Mails Sent Out Via Post Office by Mailling Type

Bulan Biasa Tercatat Kilat Kilat Khusus Jumlah

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Januari 5.630 62 0 8.886 14.578

2. Pebruari 5.232 66 0 8.382 13.688

3. Maret 4.980 58 0 8.424 13.462

4. April 6.210 43 0 10.150 16.403

5. Mei 6.420 59 0 11.183 17.662

6. Juni 5.890 48 0 9.566 15.504

7. Juli 5.991 57 0 11.032 17.080

8. Agustus 6.125 55 0 10.720 16.900

9. September 6.332 76 0 11.990 18.398

10. Oktober 6.154 91 0 10.842 17.087

11. Nopember 5.985 89 0 10.566 16.640

12. Desember 6.127 76 0 10.909 17.112

Jumlah 71.076 780 0 122.650 194.506

Sumber : PT. Pos Indonesia (PERSERO) Kantor Pos Cirebon 45100

224 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 10.14
Banyaknya Surat Ke Luar Negeri Melalui Pos dan Jumlah
Penjualan Benda Pos
Number of Mail Sent Abroad Via Post anf Value of
Sold Postal Goodies

Surat Pos
Penjualan Benda Pos
Bulan Biasa Tercatat
(Ribuan Rupiah)
Laut Udara Laut Udara
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Januari NA NA NA NA 2.522.375
2. Pebruari NA NA NA NA 2.391.100
3. Maret NA NA NA NA 2.585.660
4. April NA NA NA NA 2.348.900
5. Mei NA NA NA NA 2.516.753
6. Juni NA NA NA NA 2.449.720
7. Juli NA NA NA NA 2.814.730
8. Agustus NA NA NA NA 1.922.650
9. September NA NA NA NA 2.597.800
10. Oktober NA NA NA NA 2.518.628
11. Nopember NA NA NA NA 2.420.200
12. Desember NA NA NA NA 2.670.400
Jumlah NA NA NA NA 29.758.916

Sumber : PT. Pos Indonesia (PERSERO) Kantor Pos Cirebon 45100

Profil Kota Cirebon 2014 225


Tabel 10.15
Banyaknya Pos Paket yang Diterima Menurut Jenis Pengiriman Dalam Negeri
dan Luar Negeri
Number of Parcel Post Received by Kind of Mailing

Bulan Dalam Negeri Luar Negeri

(1) (2) (4)

1. Januari NA NA
2. Pebruari NA NA
3. Maret NA NA
4. April NA NA
5. Mei NA NA
6. Juni NA NA
7. Juli NA NA
8. Agustus NA NA
9. September NA NA
10. Oktober NA NA
11. Nopember NA NA
12. Desember NA NA

Jumlah NA NA

Sumber : PT. Pos Indonesia (PERSERO) Kantor Pos Cirebon 45100

226 Profil Kota Cirebon 2014


Keuangan
11 Finance
BAB XI
KEUANGAN DAN HARGA
CHAPTER XI
FINANCE AND PRICE

K
euangan merupakan salah satu fasilitas yang harus tersedia agar
pembangunan tetap berlangsung. Dengan tersedianya anggaran yang
optimal diharapkan pembangunan dapat berjalan lancar sesuai dengan
tahapannya dan berkesinambungan sehingga tujuan yang telah
ditetapkan dapat tercapai. Di bawah ini disajikan data keuangan daerah yang
bersumber dari Pemerintah Kota Cirebon berupa realisasi penerimaan, belanja
aparatur daerah dan belanja pelayanan publik.
Penerimaan pemerintah daerah merupakan salah satu faktor utama untuk
membiayai pembangunan. Penerimaan pemerintah daerah bersumber dari
pendapatan asli daerah yang meliputi pajak, retribusi, laba BUMD dan
penerimaan lainya, pajak daerah dan bantuan pemerintah pusat. Realisasi
penerimaan Pemerintah Kota Cirebon dari tahun ke tahun terus meningkat (lihat
Tabel 11.1.). Pada tahun anggaran 2010 penerimaan mencapai 758,6 miliar
rupiah, sementara itu pada tahun anggaran 2013 meningkat menjadi 1.009,9 miliar
rupiah.
Pos penerimaan terbesar masih diperoleh dari bagian Dana Perimbangan
yaitu sebesar 630,2 miliar rupiah.
Besarnya Dana Perimbangan ini, terutama merupakan kontribusi dari dana
alokasi umum (DAU) kepada pemerintah daerah Kota Cirebon yang pada tahun
2013 jumlahnya mencapai 536,8 miliar rupiah.
Pada tahun anggaran 2013 ini untuk realisasi belanja tidak langsung dan
belanja langsung, tercatat belanja tidak langsung langsung sebesar 523,1 miliar
rupiah dan belanja langsung sebesar 452,1 miliar rupiah. Dari sejumlah belanja

Profil Kota Cirebon 2014 229


tidak langsung, yang menggunakan keuangan terbesar adalah untuk pos belanja
pegawai yaitu sebesar 476,7 miliar rupiah. Sementara itu untuk belanja langsung,
pos terbesar adalah untuk belanja barang dan jasa yaitu sebesar 224,9 miliar.
Usaha yang berbentuk koperasi diharapkan dapat menjadi pilar dari
perekonomian nasional. Karena badan usaha berbentuk koperasi pada dasarnya
dimiliki oleh para anggota yang berasal dari masyarakat, maka apabila koperasi
maju yang akan diuntungkan adalah masyarakat yang menjadi anggota
koperasi. Yang pada gilirannya, kemajuan koperasi ini akan berdampak pada
peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun sampai saat ini koperasi belum
menjadi badan usaha yang dominan dalam perekonomian nasional. Jumlah
Koperasi di kota Cirebon tahun 2013 sebanyak 235 buah koperasi dengan
anggota aktif sebanyak 33.052 orang. Angka tersebut meningkat dari tahun
sebelumnya yang tercatat sebanyak 231 buah koperasi.

230 Profil Kota Cirebon 2014


Grafik 11.1 Realisasi Penerimaan Daerah Kota
Cirebon tahun 2010 - 2013
1,200,000,000

1,009,950,399
1,000,000,000
872,125,300
838,617,783
758,677,816
800,000,000
Realisasi penerimaan

600,000,000

400,000,000

200,000,000

0
2010 2011 2012 2013

Profil Kota Cirebon 2014 231


Grafik 11.2 Laju Inflasi Kota Cirebon Tahun
2010 - 2013
3.5

3.24
3

2.5

2 1.81
1.7

1.4 1.42
1.5

1.05
1
0.75
0.62 0.7
0.5
0.6 0.58 0.67
0.5 0.26 0.29 0.27
0.12 0.16 0.12 0.24
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
-0.18 -0.04 0.09 0.05
0 -0.1
-0.26 -0.02
-0.24 -0.12
-0.49 -0.23
-0.5 -0.3
-0.45 -0.56
-0.58 -0.52

-1
Jan Peb Mar Apr Mei Juni Juli Agust Sept Okt Nop Des

2010 2011 2012 2013

232 Profil Kota Cirebon 2014


Grafik 11.3 Jumlah Koperasi Aktif Di Kota
Cirebon Tahun 2012 -2013

235
235

234

233

232 231
231

230

229
2012 2013

Koprasi Aktif

Profil Kota Cirebon 2014 233


Tabel 11.1
Realisasi Penerimaan Tahun Anggaran 2010-2013( 000 Rp)
Actual Receipts in 2010-2013

Tahun Anggaran Penerimaan

(1) (2)

2013 1.009.950.399

2012 872.125.300

2011 838.617.783

2010 758.677.816

Sumber : Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah

234 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 11.2
Realisasi Penerimaan Daerah Tahun Anggaran 2013 (000 Rp)
Regional Actual Receipts Realization 2013

Jenis Penerimaan Jumlah

(1) (2)

1. Pendapatan Asli Daerah


206.019.069.726
2.1. Pajak Daerah
92.498.096.461
2.2. Retribusi Daerah 13.784.018.042

2.3. Bagian Laba BUMD & Hasil 2.803.654.544


Pengelolaan Kekayaan Daerah

2.4. Penerimaan Lain-Lain 96.933.300.679

2. Dana Perimbangan
630.248.138.233
3.1. Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak 64.517.532.233

3.2. Dana Alokasi Umum 536.884.996.000

3.3. Dana Alokasi Khusus 28.845.610.000

3. Lain-Lain Pendapatan Yang Sah 173.683.191.280

Jumlah Penerimaan 1.009.950.399.239


Sumber : Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah

Profil Kota Cirebon 2014 235


Tabel 11.3
Realisasi Belanja Aparatur Tahun Anggaran 2013 ( 000 Rp)
Regional Institution Expenditure Realization 2013

Jenis Belanja Daerah Jumlah

(1) (2)

1. Belanja Tidak Langsung 523.136.921.216


1. Belanja Pegawai 476.707.327.036
2. Belanja Hibah 27.452.202.180
3. Belanja Bantuan Sosial 18.195.130.000
4. Belanja Bantuan Keuangan 532.262.000

5. Belanja Tidak Terduga 250.000.000

2. Belanja Langsung 452.112.755.547

1. Belanja Pegawai 57.707.273.466


2. Belanja Barang dan Jasa 224.907.967.616

3. Belanja Modal 169.497.514.465

JUMLAH 975.249.676.763

Sumber : Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah

236 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 11.4
Posisi Giro, Simpanan Berjangka dan Tabungan Pada Bank
Umum di Kabupaten/Kota Cirebon Tahun 2013 (jutaan rupiah)
Giro Position, Measured Saving, and Saving at The Publick Bank 2013

Bulan Giro Deposito Tabungan Jumlah

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Januari 1.455.282 2.847.899 6.977.384 11.280.564

2. Pebruari 1.432.220 2.798.419 6.948.589 11.179.228

3. Maret 1.460.934 2.791.859 7.034.498 11.287.291

4. April 1.558.471 2.774.894 7.174.224 11.507.589

5. Mei 1.443.679 2.767.804 7.291.178 11.502.661

6. Juni 1.534.831 2.738.694 7.416.114 11.689.639

7. Juli 1.584.071 2.809.631 7.580.799 11.974.501

8. Agustus 1.586.181 2.857.515 7.722.344 12.166.040

9. September 1.670.261 3.051.309 7.795.279 12.516.849

10. Oktober 1.556.895 3.068.467 7.786.174 12.411.536

11. Nopember 1.557.657 3.160.239 7.885.616 12.603.512

12. Desember 1.564.236 3.349.299 8.463.244 13.376.779

Jumlah
18.404.718 35.016.029 90.075.443 143.496.190

Sumber : Bank Indonesia Cabang Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 237


Tabel 11.5
Posisi Kredit Perbankkan dan Kredit Usaha Kecil Menengah (KUKM) Pada
Bank Umum di Kabupaten/Kota Cirebon Tahun 2013 (jutaan rupiah)
Credit Position of Bank and Small Loan Credit at Public Bank 2013

Bulan Kredit Perbankan Kredit UMKM

(1) (2) (3)

1. Januari 12.956.448 4.664.436

2. Pebruari 13.179.062 4.796.844

3. Maret 13.500.535 4.773.323

4. April 14.173.159 4.919.517

5. Mei 14.385.592 4.977.970


6. Juni 14.756.689 5.105.078
7. Juli 15.054.919 5.189.709
8. Agustus 15.114.309 5.153.472

9. September 15.378.695 5.243.948

10. Oktober 15.511.393 5.309.793

11. Nopember 15.730.025 5.367.882

12. Desember 15.891.321 5.409.888


Jumlah 175.632.147 60.911.860

Sumber : Bank Indonesia Cabang Cirebon

238 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 11.6
Nilai Tengah Kurs Beberapa Mata Uang Asing Terhadap Rupiah di
Bank Indonesia Tahun 2013
Midle Foreign Exchange Rate in Indonesian Bank 2013

Bulan / Dollar Euro Ringgit Yen Dollar


Tahun Amerika (Eropa) Malaysia Jepang Singapura
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Januari 9.698 16.821 3.708 11.617 9.628


2. Pebruari 9.667 16.310 3.712 11.680 9.537
3. Maret 9.719 15.428 3.561 11.415 9.068
4. April 9.722 15.671 3.564 11.869 9.234

5. Mei 9.802 14.470 3.307 11.129 8.563


6. Juni 9.929 13.634 3.166 10.486 8.086
7. Juli 10.278 12.977 3.124 10.035 7.841
8. Agustus 10.924 12.784 3.185 9.705 7.786

9. September 11.613 12.730 3.207 9.925 7.879


10. Oktober 11.234 12.423 3.133 10.323 7.816
11. Nopember 11.977 12.708 3.125 10.460 7.822
12. Desember 12.189 13.154 3.133 10.676 7.834

Sumber : Bank Indonesia Cabang Cirebon

Keterangang : Nilai Yen Jepang 100

Profil Kota Cirebon 2014 239


Tabel 11.7
Jumlah Kantor Bank Umum menurut Statusnya
di Kota Indonesia Cirebon 2010-2013
Number of Public Bank by Status in Cirebon 2010-2013

BANK
BANK PEMERINTAH PEMBANGUNAN BANK SWASTA
Tahun DAERAH JUMLAH
KC KCP KK KU KC KCP KK KC KCP KK
(1) (2) (3) (4) (5) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13)

2013 6 4 13 7 1 4 5 28 25 3 96

2012 8 5 13 9 2 4 5 25 23 4 98

2011 5 4 9 7 1 3 2 28 21 7 87

2010 7 4 9 7 2 1 2 25 17 7 81

Sumber: Bank Indonesia Cirebon


Keterangan:

KC : Kantor Cabang
KCP : Kantor Cabang Pembantu
KK : Kantor Kas
KU : Kantor Unit

240 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 11.8
Jumlah Jaringan Kantor Bank Umum Wilayah Kota Cirebon
Number of Public Bank in Cirebon

Kantor
Kantor Kantor Kantor
No Nama Bank Cabang ATM
Cabang Kas unit
Pembantu
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Bank Mandiri 1 2 1 0 26
2 Bank Negara Indonesia 1 1 2 0 27
3 Bank Rakyat Indonesia 2 0 5 7 25
4 Bank BRI Syari’ah 1 0 0 2 2
5 Bank Tabungan Negara 1 1 5 0 8
6 Bank BPD Jabar Banten 1 4 5 0 15
7 Bank Jabar Syari’ah 1 0 0 0 1
8 Bank Permata 1 0 0 0 2
9 Bank Central Asia 1 2 0 0 29
10 Bank Internasional Indonesia 1 1 0 0 9
11 Bank CIMB Niaga 1 4 0 0 9
12 Bank Danamon Indonesia 1 4 1 0 5
13 Bank Panin 1 3 0 0 4
14 Bank UOB Buana 1 1 0 0 1
15 Bank Rabobank International 1 0 0 0 1
16 Bank OCBC NISP 1 1 0 0 6
17 Bank Artha Graha 1 1 0 0 1
18 Bank Nusantara Parhyangan 1 1 1 0 2
19 Bank Mega 1 1 0 0 6
20 Bank BTPN 1 1 0 0 1
21 Bank EKonomi Raharja 1 0 0 0 1
22 Bank victoria Syariah 1 0 0 0 0
23 Bank Commonwealth 1 0 0 0 1
24 Bank Bukopin 1 0 0 0 5
25 Bank Syari’ah Mandiri 1 1 0 0 2
26 Bank Muamalat Indonesia 1 1 0 8 8
27 Bank BNI Syari’ah 1 1 0 0 1
28 Bank Sinarmas 1 1 1 0 4
29 Bank BTN Syariah 1 0 0 0 1
30 Bank Himpunan Saudara 1906 1 0 0 0 1
31 Bank Niaga Syariah 1 0 0 0 0
32 Bank Danamon Syariah 1 0 0 0 0
33 Bank Mayapada 1 1 0 0 1
34 Bank Pundi Indonesia 1 0 0 0 0
Jumlah 34 33 21 17 205
Profil Kota Cirebon 2014 241
Tabel 11.9
Nama dan Alamat Kantor Bank Umum Wilayah Kota Cirebon
Name and Address of Public Bank in Cirebon

No Nama Bank ALAMAT Telp


(1) (2) (3) (4)
1 Bank Mandiri Jl. Yos Sudarso No 11 Cirebon 205506
2 Bank Negara Indonesia Jl. Yos Sudarso No 3 Cirebon 230741
3 Bank Rakyat Indonesia Jl. Kartini No 83 Cirebon 208996
4 Bank BRI Syari’ah Jl. Siliwangi No 181 Cirebon 231313
5 Bank Tabungan Negara Jl. Siliwangi No 16 Cirebon 209777
6 Bank BPD Jabar Banten Jl.Siliwangi No 30 Cirebon 205898
7 Bank Jabar Syari’ah Jl. Siliwangi No 100 Cirebon 232528
8 Bank Permata Jl. Yos Sudarso No 2A Cirebon 208134
9 Bank Central Asia Jl. Yos Sudarso No 27 Cirebon 232701
10 Bank Internasional Indonesia Jl. Siliwangi No 49 Cirebon 202150
11 Bank CIMB Niaga Jl. Siliwangi No 22 Cirebon 206981
12 Bank Danamon Indonesia Jl. Yos Sudarso No 33 Cirebon 242278
13 Bank Panin Jl. Yos Sudarso No 17 Cirebon 205588
14 Bank UOB Buana Jl. Yos Sudarso No 29 Cirebon 209595
15 Bank Rabobank International Jl. Karanggetas No 70 Cirebon 246141
16 Bank OCBC NISP Jl. Yos Sudarso No 37 Cirebon 221222
17 Bank Artha Graha Jl. Kartini No 3 Cirebon 201741
18 Bank Nusantara Parhyangan Jl. Yos Sudarso No 2 Cirebon 221500
19 Bank Mega Jl. Suryanegara Blok D 10-11 Cirebon 211110
20 Bank BTPN Jl. Dr. Wahidin S No 72 Cirebon 208224
21 Bank EKonomi Raharja Jl.Yos sudarso No 15A-C Cirebon 221222
22 Bank Commonwealth Jl. Siliwangi Cirebon 235252
23 Bank Bukopin Jl. Cipto MK No 101 Cirebon 230707
24 Bank Syari’ah Mandiri Jl. Siliwangi No 102 Cirebon 202093
25 Bank Muamalat Indonesia Jl. Siliwangi No 60 Cirebon 200760
26 Bank BNI Syari’ah Jl. Sisingamangaraja No 28 Cirebon
27 Bank Sinarmas Jl. Dr. Wahidin S No 29 Cirebon 246388
28 Bank BTN Syariah Jl Sisingamangaraja Cirebon City Center
29 Bank Himpunan Saudara 1906 Jl. Dr. Wahidin S No 51 Cirebon 237497
30 Bank Niaga Syariah Jl.Yos sudarso No 15D-F Cirebon
31 Bank Mayapada Jl. Lemahwungkuk No 82 Cirebon

Sumber : Bank Indonesia Cabang Cirebon

242 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 11.10
Keadaan Koperasi di Kota Cirebon Tahun 2012-2013
Cooperation Situation in Cirebon Municipality 2012-2013

Tahun
Indikator Satuan
2012 2013
(1) (2) (3) (4)

1. Jumlah Koperasi

 Aktif Unit 231 235

 Pasif Unit 129 129

2. Jumlah Anggota Orang 32.864 33.052

3. Jumlah Karyawan Orang 332 337

4. Jumlah Manajer Orang 16 16

5. Jumlah Asset Ribuan 635.150.357 630.341.687


Rupiah

6. Jumlah Modal Sendiri Ribuan 449.871.380 449.950.820


Rupiah
7. Jumlah Modal Luar Ribuan 185.278.995 180.435.867
Rupiah
8. Jumlah Volume Usaha Ribuan 278.879.510 278.879.510
Rupiah
9. Jumlah SHU Ribuan 17.779.745 12.385.776
Rupiah

Sumber: Dinas Perindustrian, Perdagangan dan KUMKM Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 243


Tabel 11.11
Laju Inflasi Bulanan Kota Cirebon Tahun 2010-2013
Monthlly Inflation Rate Cirebon 2010-2013

Tahun
Bulan
2010 2011 2012 2013
(1) (2) (3) (4) (5)

1. Januari 0.84 0,12 0,62 0,6

2. Pebruari 0.07 -0,18 -0,24 0,58

3. Maret -0.54 -0,26 -0,3 1,7

4. April 0.07 -0,49 -0,04 -0,58

5. Mei 0.22 0,26 -0,1 -0,23

6. Juni 0.95 0,29 -0,45 1,4

7. Juli 1.17 0,75 1,81 3,24

8. Agustus 1.33 1,05 -0,52 1,42

9. September 0.98 0,27 -0,02 -0,56

10. Oktober 0.14 0,16 0,09 -0,12

11. Nopember 0.79 0,5 0,12 0,05

12. Desember 0.50 0,67 0,24 0,7

Inflasi year to
6.70 3.20 3,36 7,86
year

244 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 11.12
Laju Inflasi/Deflasi Bulanan Kota Cirebon Tahun 2013
Monthlly Inflation Rate Cirebon 2013

Bulan
Kelompok/Sub Kelompok Jan Peb Mar Apr Mei Jun
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]

UMUM 0.60 0.58 1.70 -0.58 -0.23 1.40


I BAHAN MAKANAN 2.42 1.62 3.69 -3.17 -2.07 2.43
PADI-PADIAN, UMBI-UMBIAN DAN
HASILNYA 0.94 0.02 1.10 -4.31 -0.41 2.04
DAGING DAN HASIL-HASILNYA 5.26 -0.68 -1.67 -0.67 -1.01 3.20
IKAN SEGAR -0.22 2.54 0.26 1.59 0.19 1.52
IKAN DIAWETKAN -0.66 1.93 -1.19 -0.27 -0.80 1.57
TELUR SUSU DAN HASIL-HASILNYA 4.48 1.11 -4.02 -0.97 2.06 3.73
SAYUR SAYURAN -0.07 9.47 1.36 -2.46 -1.16 1.02
KACANG KACANGAN 0.03 0.09 -0.05 -2.44 0.06 -0.12
BUAH BUAHAN 1.77 -0.47 -0.74 1.55 -1.94 1.15
BUMBU BUMBUAN 12.41 8.37 51.00 -11.85 -16.40 7.15
LEMAK DAN MINYAK 0.78 2.56 -1.89 -2.98 -0.44 1.26
BAHAN MAKANAN LAINNYA 0.00 -0.56 -0.32 -0.84 0.43 -0.61
MAKANAN JADI ,MINUMAN,ROKOK
II &TEMBAKAU -0.03 0.00 0.07 0.65 0.53 1.59
MAKANAN JADI 0.00 0.00 0.00 0.23 0.20 1.05
MINUMAN TIDAK BERALKOHOL -0.22 -0.01 -0.16 0.98 -0.03 0.18
TEMBAKAU DAN MINUMAN BERALKOHO 0.00 0.00 0.38 1.64 1.71 3.78
III PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS 0.01 0.68 3.10 0.46 0.64 0.08
BIAYA TEMPAT TINGGAL 0.00 0.56 0.00 0.42 0.43 0.16
BAHAN BAKAR, PENERANGAN DAN AI 0.00 1.25 10.68 0.65 1.25 0.00
PERLENGKAPAN RUMAHTANGGA 0.05 -0.37 2.90 -0.14 -0.04 0.00
PENYELENGGARAAN RUMAHTANGGA 0.03 0.13 0.02 0.37 0.22 -0.09
IV SANDANG 0.00 0.00 0.00 -0.24 -0.21 -0.31
V KESEHATAN 0.00 0.02 0.00 0.00 0.01 0.22
VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA 0.00 -0.02 0.06 -0.03 0.00 -0.02
VII TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA 0.08 0.11 0.06 -0.08 0.14 3.57

Profil Kota Cirebon 2014 245


Lanjutan Tabel 11.12

Bulan
Kelompok/Sub Kelompok Juli Agu. Sep. Okt. Nov. Des.
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]

UMUM 3.24 1.42 -0.56 -0.12 0.05 0.17


I BAHAN MAKANAN 6.75 2.78 -2.27 -0.79 -0.91 -0.14
PADI-PADIAN, UMBI-UMBIAN DAN HASILNYA 2.50 -0.08 0.30 0.32 -0.05 0.81
DAGING DAN HASIL-HASILNYA 9.59 2.64 1.73 -5.86 -2.34 -2.68
IKAN SEGAR 2.62 5.80 1.68 -1.30 1.25 -1.43
IKAN DIAWETKAN 4.77 2.42 -1.58 3.26 -1.13 -1.29
TELUR SUSU DAN HASIL-HASILNYA 1.50 0.68 -0.60 -2.47 -1.67 2.71
SAYUR SAYURAN 24.11 15.70 -8.22 -2.79 -2.30 -0.85
KACANG KACANGAN 1.47 2.54 10.76 0.27 -0.02 0.00
BUAH BUAHAN 5.73 1.22 0.21 0.03 -0.02 -1.98
BUMBU BUMBUAN 22.29 5.56 -22.20 2.39 -4.88 -0.32
LEMAK DAN MINYAK 1.33 -0.49 1.53 0.50 2.30 0.72
BAHAN MAKANAN LAINNYA 1.20 0.00 -0.15 0.81 0.00 -0.05
II MAKANAN JADI & MINUMAN TIDAK 2.24 -0.01 0.07 -0.03 0.65 0.03
MAKANAN JADI 3.35 0.00 0.16 0.00 0.00 0.26
MINUMAN TIDAK BERALKOHOL 0.93 -0.10 -0.23 -0.31 -0.24 -1.13
TEMBAKAU DAN MINUMAN BERALKOHO 0.00 0.00 0.00 0.00 2.87 0.00
III PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS 0.22 0.42 0.43 0.22 0.51 0.31
BIAYA TEMPAT TINGGAL 0.39 0.03 0.75 0.31 0.20 0.54
BAHAN BAKAR, PENERANGAN DAN AI 0.00 1.34 0.00 0.00 1.27 -0.06
PERLENGKAPAN RUMAHTANGGA 0.38 0.03 0.00 1.53 0.03 0.00
PENYELENGGARAAN RUMAHTANGGA -0.16 -0.10 0.05 0.01 0.10 0.19
IV SANDANG -0.60 0.84 0.75 0.15 -0.24 1.68
V KESEHATAN 0.34 0.00 -0.09 0.03 0.45 0.35
VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA 0.32 7.90 0.00 0.00 0.00 0.05
VII TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA 77.60 7.90 0.00 0.00 0.00 0.05

246 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 11.13
Laju Inflasi/Deflasi IHK Tahunan 2013 Bulan Berjalan terhadap Desember 2013
Monthlly Inflation Rate Cirebon 2013 Compared to 2013, December

Kelompok/Sub Kelompok Jan Peb Mar Apr Mei Jun


[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]

UMUM 0.60 1.18 2.90 2.30 2.07 3.51


I BAHAN MAKANAN 2.42 4.07 7.91 4.49 2.33 4.81
PADI-PADIAN, UMBI-UMBIAN DAN
HASILNYA 0.94 0.96 2.08 -2.32 -2.72 -0.73
DAGING DAN HASIL-HASILNYA 5.26 4.55 2.81 2.12 1.08 4.32
IKAN SEGAR -0.22 2.32 2.58 4.21 4.41 6.00
IKAN DIAWETKAN -0.66 1.26 0.06 -0.21 -1.01 0.55
TELUR SUSU DAN HASIL-HASILNYA 4.48 5.65 1.40 0.42 2.49 6.32
SAYUR SAYURAN -0.07 9.40 10.89 8.16 6.91 7.99
KACANG KACANGAN 0.03 0.12 0.07 -2.38 -2.32 -2.43
BUAH BUAHAN 1.77 1.30 0.55 2.11 0.12 1.27
BUMBU BUMBUAN 12.41 21.82 83.96 62.16 35.56 45.26
LEMAK DAN MINYAK 0.78 3.37 1.41 -1.61 -2.04 -0.80
BAHAN MAKANAN LAINNYA 0.00 -0.56 -0.88 -1.71 -1.30 -1.90
II MAKANAN JADI DAN MINUMAN TIDAK -0.03 -0.03 0.04 0.69 1.22 2.83
MAKANAN JADI 0.00 0.00 0.00 0.23 0.43 1.48
MINUMAN TIDAK BERALKOHOL -0.22 -0.23 -0.39 0.58 0.55 0.73
TEMBAKAU DAN MINUMAN BERALKOHO 0.00 0.00 0.38 2.03 3.77 7.70
III PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS 0.01 0.69 3.81 4.30 4.97 5.06
BIAYA TEMPAT TINGGAL 0.00 0.56 0.56 0.98 1.42 1.58
BAHAN BAKAR, PENERANGAN DAN AI 0.00 1.25 12.06 12.79 14.19 14.19
PERLENGKAPAN RUMAHTANGGA 0.05 -0.32 2.56 2.42 2.38 2.38
PENYELENGGARAAN RUMAHTANGGA 0.03 0.16 0.18 0.54 0.76 0.67
IV SANDANG 0.00 0.00 0.00 -0.24 -0.45 -0.76
V KESEHATAN 0.00 0.02 0.02 0.02 0.03 0.25
VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA 0.00 -0.02 0.05 0.02 0.02 0.00
VII TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA 0.08 0.19 0.26 0.18 0.31 3.90

Profil Kota Cirebon 2014 247


Lanjutan Tabel 11.13

Kelompok/Sub Kelompok Juli Agu. Sep. Okt. Nov. Des.


[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]

UMUM 6.86 8.38 7.76 7.63 7.68 7.86


I BAHAN MAKANAN 11.88 14.99 12.39 11.50 10.49 10.34
PADI-PADIAN, UMBI-UMBIAN DAN
HASILNYA 1.75 1.67 1.98 2.30 2.25 3.08
DAGING DAN HASIL-HASILNYA 14.32 17.34 19.37 12.37 9.75 6.81
IKAN SEGAR 8.77 15.08 17.01 15.49 16.93 15.26
IKAN DIAWETKAN 5.35 7.89 6.19 9.66 8.42 7.02
TELUR SUSU DAN HASIL-HASILNYA 7.91 8.64 7.99 5.32 3.57 6.37
SAYUR SAYURAN 34.03 55.08 42.33 38.36 35.18 34.04
KACANG KACANGAN -0.99 1.53 12.45 12.75 12.72 12.72
BUAH BUAHAN 7.07 8.38 8.60 8.64 8.62 6.46
BUMBU BUMBUAN 77.64 87.51 45.89 49.38 42.09 41.64
LEMAK DAN MINYAK 0.52 0.03 1.55 2.06 4.41 5.16
BAHAN MAKANAN LAINNYA -0.72 -0.72 -0.87 -0.07 -0.07 -0.11
II MAKANAN JADI DAN MINUMAN TIDAK 5.14 5.12 5.20 5.16 5.85 5.89
MAKANAN JADI 4.88 4.88 5.05 5.05 5.05 5.33
MINUMAN TIDAK BERALKOHOL 1.67 1.56 1.33 1.01 0.77 -0.37
TEMBAKAU DAN MINUMAN BERALKOHOl 7.70 7.70 7.70 7.70 10.79 10.79
III PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS 5.29 5.73 6.19 6.42 6.96 7.29
BIAYA TEMPAT TINGGAL 1.98 2.01 2.77 3.09 3.29 3.85
BAHAN BAKAR, PENERANGAN DAN AI 14.19 15.72 15.72 15.72 17.20 17.13
PERLENGKAPAN RUMAHTANGGA 2.77 2.80 2.80 4.38 4.41 4.41
PENYELENGGARAAN RUMAHTANGGA 0.52 0.41 0.46 0.47 0.58 0.77
IV SANDANG -1.36 -0.53 0.22 0.37 0.13 1.81
V KESEHATAN 0.59 0.59 0.50 0.54 0.99 1.35
VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA 0.32 8.24 8.25 8.25 8.25 8.30
VII TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA 84.52 99.10 99.10 99.10 99.10 99.20

248 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 11.14
IHK Menurut Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran 2013
Consumers Price Index by Groups of Expenditure 2013

Bulan
Kelompok/Sub Kelompok Jan Peb Mar Apr Mei Jun
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]

UMUM 139.69 140.50 142.89 142.06 141.74 143.73


I BAHAN MAKANAN 163.39 166.03 172.15 166.69 163.24 167.21
PADI-PADIAN, UMBI-UMBIAN DAN HASILNYA 172.61 172.65 174.55 167.03 166.35 169.75
DAGING DAN HASIL-HASILNYA 144.81 143.83 141.43 140.48 139.06 143.51
IKAN SEGAR 156.54 160.52 160.93 163.49 163.80 166.29
IKAN DIAWETKAN 178.70 182.15 179.99 179.51 178.08 180.88
TELUR SUSU DAN HASIL-HASILNYA 160.81 162.60 156.07 154.55 157.74 163.63
SAYUR SAYURAN 152.76 167.23 169.50 165.33 163.42 165.08
KACANG KACANGAN 148.13 148.26 148.18 144.56 144.65 144.48
BUAH BUAHAN 173.42 172.61 171.33 173.99 170.61 172.57
BUMBU BUMBUAN 187.44 203.13 306.73 270.38 226.04 242.21
LEMAK DAN MINYAK 151.84 155.73 152.79 148.24 147.59 149.45
BAHAN MAKANAN LAINNYA 131.26 130.52 130.10 129.01 129.56 128.77
II MAKANAN JADI & MINUMAN TIDAK 139.78 139.78 139.88 140.79 141.53 143.78
MAKANAN JADI 133.27 133.27 133.27 133.57 133.84 135.24
MINUMAN TIDAK BERALKOHOL 142.62 142.61 142.38 143.77 143.72 143.98
TEMBAKAU DAN MINUMAN BERALKOHO 159.57 159.57 160.18 162.81 165.59 171.85
III PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS 126.40 127.26 131.21 131.82 132.67 132.78
BIAYA TEMPAT TINGGAL 133.34 134.09 134.09 134.65 135.23 135.45
BAHAN BAKAR, PENERANGAN DAN AI 118.73 120.21 133.05 133.91 135.58 135.58
PERLENGKAPAN RUMAHTANGGA 117.53 117.09 120.48 120.31 120.26 120.26
PENYELENGGARAAN RUMAHTANGGA 114.18 114.33 114.35 114.77 115.02 114.92
IV SANDANG 140.70 140.70 140.70 140.36 140.07 139.63
V KESEHATAN 148.67 148.70 148.70 148.70 148.71 149.04
VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA 199.20 199.17 199.29 199.24 199.24 199.2
VII TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA 108.39 108.51 108.58 108.49 108.64 112.52

Profil Kota Cirebon 2014 249


Lanjutan Tabel 11.14

Bulan
Kelompok/Sub Kelompok Juli Agu. Sep. Okt. Nov. Des.
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]

UMUM 148.38 150.49 149.64 149.46 149.53 149.78


I BAHAN MAKANAN 178.49 183.45 179.29 177.87 176.26 176.02
PADI-PADIAN, UMBI-UMBIAN DAN HASILNYA 173.99 173.85 174.38 174.93 174.84 176.26
DAGING DAN HASIL-HASILNYA 157.27 161.42 164.22 154.59 150.98 146.94
IKAN SEGAR 170.64 180.53 183.57 181.18 183.44 180.82
IKAN DIAWETKAN 189.51 194.09 191.03 197.26 195.03 192.51
TELUR SUSU DAN HASIL-HASILNYA 166.08 167.21 166.21 162.10 159.40 163.72
SAYUR SAYURAN 204.88 237.05 217.57 211.50 206.64 204.89
KACANG KACANGAN 146.61 150.34 166.51 166.96 166.92 166.92
BUAH BUAHAN 182.45 184.68 185.06 185.12 185.08 181.41
BUMBU BUMBUAN 296.19 312.65 243.25 249.07 236.92 236.17
LEMAK DAN MINYAK 151.44 150.70 153.00 153.76 157.30 158.43
BAHAN MAKANAN LAINNYA 130.32 130.32 130.12 131.17 131.17 131.11
II MAKANAN JADI & MINUMAN TIDAK 147.00 146.98 147.09 147.04 148.00 148.05
MAKANAN JADI 139.77 139.77 140.00 140.00 140.00 140.37
MINUMAN TIDAK BERALKOHOL 145.32 145.17 144.84 144.39 144.04 142.41
TEMBAKAU DAN MINUMAN BERALKOHO 171.85 171.85 171.85 171.85 176.78 176.78
III PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS 133.07 133.63 134.21 134.50 135.19 135.61
BIAYA TEMPAT TINGGAL 135.98 136.02 137.04 137.46 137.73 138.48
BAHAN BAKAR, PENERANGAN DAN AI 135.58 137.40 137.40 137.40 139.15 139.07
PERLENGKAPAN RUMAHTANGGA 120.72 120.76 120.76 122.61 122.65 122.65
PENYELENGGARAAN RUMAHTANGGA 114.74 114.62 114.68 114.69 114.81 115.03
IV SANDANG 138.79 139.96 141.01 141.22 140.88 143.25
V KESEHATAN 149.55 149.55 149.42 149.47 150.14 150.67
VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA 199.83 215.62 215.63 215.63 215.63 215.73
VII TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA 199.83 215.62 215.63 215.63 215.63 215.73

250 Profil Kota Cirebon 2014


Tabel 11.15
Jumlah Investasi yang di terima Berdasarkan Jenis Penanaman Modal
DiKota Cirebon Tahun 2010-2013

Tahun
Jenis Penanam
Modal
2010 2011 2012 2013

(1) (2) (3) (4) (5)

1. PMA 4.250.000.000 727.380.480.00 745.380.480.000 775.380.480.000

2. PMDN 40.125.000.000 261.198.000.000 243.198.000.000 543.198.000.000

3. Non PMDN NA NA NA NA

4. Perorangan NA NA 446.695.035.000 624.198.000.000

Sumber : Kantor Perizinan Kota Cirebon

Profil Kota Cirebon 2014 251


252 Profil Kota Cirebon 2014