Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN ASTIGMATISME


DI RUANG POLI MATA RSUD ULIN BANJARMASIN

Tanggal 2 April – 4 April 2018

Oleh:
DESYKA YUNIARTI, S. Kep
NIM. 1730913320041

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
2018
LEMBAR PENGESAHAN

NAMA : Desyka Yuniarti, S. Kep

NIM : 1730913320041

JUDUL LP : Asuhan Keperawatn Pasien dengan Astigmatisme di Ruang


Poli Mata RSUD Ulin Banjarmasin

Banjarmasin, April 2018

Mengetahui,

Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan

Noor Diani, Ns.,M.Kep, Sp.Kep. KMB Efnita, SKM., MM


NIP. 19780317200812 2 001 NIP. 19640604 199101 2 001
KONSEP KONJUNGTIVITIS

KONJUNGTIVITIS

DEFINISI ETIOLOGI

Konjungtivitis merupakan inflamasi yang terjadi a. Infeksi (virus dan bakteri)


pada konjungtiva yang bisa dikarenakan oleh b. Non infeksi ( alergi, reaksi toksik, inflamasi
invasi mikroorganisme, reaksi hipersensitivitas sekunder lainnya)
atau perubahan degeneratif di konjungtiva

KLASIFIKASI MANIFESTASI KLINIS


a. Konjungtivitis virus (pharyngoconjunctival fever, Pembesaran kelenjar limfe, edema palpebra, adanya
picorna virus, konjungtivitis adenovirus, sekret mata, hiperemi, umumnya mengenai satu mata,
konjungtivitis herpes simpleks, konjungtivitis mata berair
herpes-zooster, konjungtivitis pox virus,
konjungtivitis miksovirus, konjungtivitis
paramiksovirus, dan konjungtivitis arbovirus)

b. Konjungtivitis bakteri (Staphylococcus, Mukosa purulen, edema kelopak, kemosis


Streptococcus, Pneumococcus, Haemophillus) konjungtiva, mudah menular dari satu mata ke mata
di sebelahnya.
c. Konjungtivitis alergi (bahan kimia) Inflamasi (merah, sakit, edema, dan panas), gatal,
terdapat papil besar pada konjungtiva.
d. Konjungtivitis jamur (Candida Ditandai dengan bercak putih pada pasien diabetes
albicans, Sporothtrix schenckii, Rhinosporidium dan sistem imun yang terganggu
serberi, Coccidioides)

PEMERIKSAAN PENUNJANG PENATALAKSANAAN

a. Pemeriksaan Kultur a. Kompres dingin


b. Tes Diagnostik Viral b. Deksametason 0,1% topikal
c. Tes Diagnostik Klamidial c. Neospirin, basitrasin, gentamisin,
d. Sitologi/Smear kloramfenikol, tobramisin, eritromisin, sulfa
e. Biopsi selama 2-3 hari
f. Tes Darah d. Antihistamin : antazidine 0,5%, rapazoline
g. 0,05%
e. Menggunakan larutan saline untuk membilas
KOMPLIKASI mata dengan konjungtivitis agar
menghilangkan sekret konjungtiva
a. Glaukoma
b. Katarak
c. Ulkus kornea
PATHWAY KONJUNGTIVITIS

Mata terpapar virus, bakteri, alergi

Inflamasi di konjungtiva Kelopak mata terinfeksi

Nyeri Akut Nyeri Dilatasi pembuluh konjungtiva


posterior

Hiperemia

Edema dan hipertrofi di papila Sensasi benda asing, tergores


dan gatal

Gangguan Rasa Nyaman Merangsang sekresi air


mata
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN
KONJUNGTIVITIS

Pengkajian Diagnosa Keperawatan

1. Identitas 1. Nyeri Akut


2. Keluhan Utama 2. Gangguan Rasa Nyaman
3. Riwayat Penyakit
4. Pola Fungsional Gordon
5. Pemeriksaan Fisik

Gangguan Rasa Nyaman


Nyeri
NOC:
NOC:
1. Pain Level 1. Comfort Status: Physical
2. Knowledge: Pain Management
Setelah dilakukan tindakan keperawatan Setelah dilakukan tindakkan keperawatan selama
selama 1 × 60 menit nyeri pasien 1× 60 menit, gangguan rasa nyaman pasien
berkurang dengan kriteria hasil : berkurang dengan kriteria hasil:
- Melaporkan bahwa nyeri berkurang
- Klien mampu mngontrol gejala
dengan menggunakan manajemen - Klien mampu melakukan perawatan
nyeri pribadi dan kebersihan
NIC:
Pain Management NIC:
1. Kaji nyeri dengan PQRST
2. Kontrol lingkungan yang mempengaruhi nyeri Pruritus Management
seperti pencahayaan
3. Tingkatkan istirahat/posisi nyaman 1. Tentukan penyebab gatal
4. Kolaborasi (pemberian analgesik) 2. Berikan krim antihistamine sesuai
kebutuhan
3. Instruksikan pasien untuk meminimalkan
keringat dengan menghindari lingkungan
yang panas
Daftar Pustaka

Doctherman McCloskey Joanne, Bulecheck .N Gloria. 2008. Nursing


interventions Classification (NIC). United states of America : Mosby.

Ilyas, Sidarta dkk. 2002. Ilmu Penyakit Mata Perhimpunan Dokter Spesialis Mata
Indonesia. Jakarta : CV. Sagung Seto

Moorhead Sue , Jonson Marion , L.Mass dkk. 2008 Nursing Outcomes


Classification (NOC). United states of America : Mosby .

NANDA International. 2014. Nursing Diagnosis: Definitions and Classification


2015 – 2017. Oxford: Wiley Blackwell

Smeltzer, Suzzane C dan Brenda G. Bare. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal
Bedah volume 3. Jakarta : EGC