Anda di halaman 1dari 9

1. Sebutkan definisi dari : Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) dan kelas jalan!

 Lalu lintas harian rata-rata disingkat LHR adalah volume lalu lintas yang dua arah
yang melalui suatu titik rata-rata dalam satu hari, biasanya dihitung sepanjang
tahun. LHR adalah istilah yang baku digunakan dalam menghitung beban lalu
lintas pada suatu ruas jalan dan merupakan dasar dalam proses perencanaan
transportasi ataupun dalam pengukuran polusi yang diakibatkan oleh arus lalu
lintas pada suatu ruas jalan.

LHR = jumlah lalu lintas selama pengamatan


Lamanya waktu pengamatan

 Klasifikasi jalan atau hierarki jalan adalah pengelompokan jalan berdasarkan


fungsi jalan, berdasarkan administrasi pemerintahan dan berdasarkan muatan
sumbu yang menyangkut dimensi dan berat kendaraan. Penentuan klasifikasi jalan
terkait dengan besarnya volume lalu lintas yang menggunakan jalan tersebut,
besarnya kapasitas jalan, keekonomian dari jalan tersebut serta pembiayaan
pembangunan dan perawatan jalan.

2. Sebut dan terangkan masing-masing kelas jalan!

1. Jalan Arteri

Jalan Arteri Primer adalah ruas jalan yang menghubungkan antar kota jenjang kesatu
yang berdampingan atau menghubungkan kota jenjang kesatu dengan kota jenjang
kedua. (R. Desutama. 2007).

2. Jalan Kolektor

Jalan Kolektor Primer adalah ruas jalan yang menghubungkan antar kota kedua
dengan kota jenjang kedua, atau kota jenjang kesatu dengan kota jenjang ketiga. (R.
Desutama. 2007).
3. Jalan Lokal

Jalan Lokal Primer adalah ruas jalan yang menghubungkan kota jenjang kesatu
dengan persil, kota jenjang kedua dengan persil, kota jenjang ketiga dengan kota
jenjang ketiga lainnya, kota jenjang ketiga dengan kota jenjang di bawahnya. (R.
Desutama, 2007).
4. Jalan Lingkungan

Jalan Lingkungan adalah merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan
lingkungan dengan ciri perjalanan jarak dekat,dan kecepatan rata-rata rendah.

3. Sebut dan terangkan klasifikasi jalan berdasarkan sungsinya!


1. Jalan Arteri
Jalan Arteri Primer adalah ruas jalan yang menghubungkan antar kota jenjang kesatu
yang berdampingan atau menghubungkan kota jenjang kesatu dengan kota jenjang
kedua. (R. Desutama. 2007)
Jika ditinjau dari peranan jalan maka persyaratan yang harus dipenuhi oleh Jalan
Arteri Primer adalah :
a. Kecepatan rencana > 60 km/jam.
b. Lebar badan jalan > 8,0 m.
c. Kapasitas jalan lebih besar dari volume lalu lintas rata-rata.
d. Jalan masuk dibatasi secara efisien sehingga kecepatan rencana dan
kapasitas jalan dapat tercapai.
e. Tidak boleh terganggu oleh kegiatan lokal, lalu lintas lokal.
f. Jalan primer tidak terputus walaupun memasuki kota.
Jalan Arteri Sekunder adalah ruas jalan yang menghubungkan kawasan primer
dengan kawasan sekunder kesatu atau menghubungkan kawasan sekunder kesatu
dengan kawasan sekunder lainnya atau kawasan sekunder kesatu dengan kawasan
sekunder kedua.

Jika ditinjau dari peranan jalan maka persyaratan yang harus dipenuhi oleh Jalan
Arteri Sekunder adalah :

a. Kecepatan rencana > 30 km/jam


b. Lebar jalan > 8,0 m.
c. Kapasitas jalan lebih besar atau sama dari volume lalu lintas rata-rata.
d. Tidak boleh diganggu oleh lalu lintas lambat.

2. Jalan Kolektor
Jalan Kolektor Primer adalah ruas jalan yang menghubungkan antar kota kedua
dengan kota jenjang kedua, atau kota jenjang kesatu dengan kota jenjang ketiga. (R.
Desutama. 2007)
Jika ditinjau dari peranan jalan maka persyaratan yang harus dipenuhi oleh Jalan
Kolektor Primer adalah :
a. Kecepatan rencana > 40 km/jam.
b. Lebar badan jalan > 7,0 m.
c. Kapasitas jalan lebih besar atau sama dengan volume lalu lintas rata-rata.
d. Jalan masuk dibatasi secara efisien sehingga kecepatan rencana dan
kapasitas jalan tidak terganggu.
e. Tidak boleh terganggu oleh kegiatan lokal, lalu lintas lokal.
f. Jalan kolektor primer tidak terputus walaupun memasuki daerah kota.
Jalan Kolektor Sekunder adalah ruas jalan yang menghubungkan kawasan sekunder
kedua dengan kawasan sekunder lainnya atau menghubungkan kawasan sekunder
kedua dengan kawasan sekunder ketiga.

Jika ditinjau dari peranan jalan maka persyaratan yang harus dipenuhi oleh Jalan
Kolektor Sekunder adalah :

a. Kecepatan rencana > 20 km/jam.


b. Lebar jalan > 7,0 m.

3. Jalan Lokal
Jalan Lokal Primer adalah ruas jalan yang menghubungkan kota jenjang kesatu
dengan persil, kota jenjang kedua dengan persil, kota jenjang ketiga dengan kota
jenjang ketiga lainnya, kota jenjang ketiga dengan kota jenjang di bawahnya. (R.
Desutama, 2007)
Jika ditinjau dari peranan jalan maka persyaratan yang harus dipenuhi oleh Jalan
Lokal Primer adalah :
a. Kecepatan rencana > 20 km/jam.
b. Lebar badan jalan > 6,0 m.
c. Jalan lokal primer tidak terputus walaupun memasuki desa

Jalan Lokal Sekunder adalah ruas jalan yang menghubungkan kawasan sekunder
kesatu dengan perumahan, atau kawasan sekunder kedua dengan perumahan, atau
kawasan sekunder ketiga dan seterusnya dengan perumahan.

Jika ditinjau dari peranan jalan maka persyaratan yang harus dipenuhi oleh Jalan
Lokal Sekunder adalah :

a. Kecepatan rencana > 10 km/jam.


b. Lebar jalan > 5,0 m.

4. Jalan Lingkungan
Jalan Lingkungan adalah merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan
lingkungan dengan ciri-ciri seperti pada Tabel 2.1 sebagai berikut
Tabel 1.1 Ciri-ciri Jalan Lingkungan

Jalan Ciri-ciri
1. Perjalanan jarak dekat
Lingkungan 2. Kecepatan rata-rata rendah

4, Sebut dan terangkan klasifikasi jalan berdasarkan status dan pembinanya!

Pengelompokan jalan dimaksudkan untuk mewujudkan kepastian hukum


penyelenggaraan jalan sesuai dengan kewenangan Pemerintah dan pemerintah daerah.
Jalan umum menurut statusnya dikelompokkan ke dalam jalan nasional, jalan provinsi,
jalan kabupaten, jalan kota, dan jalan desa.
a. Jalan nasional, merupakan jalan arteri dan jalan kolektor dalam sistem jaringan
jalan primer yang menghubungkan antaribukota provinsi, dan jalan strategis
nasional, serta jalan tol.
b. Jalan provinsi, merupakan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang
menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota kabupaten/kota, atau
antaribukota kabupaten/kota, dan jalan strategis provinsi.
c. Jalan kabupaten, merupakan jalan lokal dalam sistem jaringan jalan primer yang
tidak termasuk jalan yang menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota
kecamatan, antaribukota kecamatan, ibukota kabupaten dengan pusat kegiatan
lokal, antarpusat kegiatan lokal, serta jalan umum dalam sistem jaringan jalan
sekunder dalam wilayah kabupaten, dan jalan strategis kabupaten.
d. Jalan kota, adalah jalan umum dalam sistem jaringan jalan sekunder yang
menghubungkan antarpusat pelayanan dalam kota, menghubungkan pusat
pelayanan dengan persil, menghubungkan antarpersil, serta menghubungkan
antarpusat permukiman yang berada di dalam kota.
e. Jalan desa, merupakan jalan umum yang menghubungkan kawasan dan/atau
antarpermukiman di dalam desa, serta jalan lingkungan.

5. Apa yang dimaksud dengan Ruang Milik Jalan (RUMIJA)? Sebutkan apa saja
yang termasuk dalam RUMIJA!

Merupakan ruas sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar dan tinggi tertentu yang
dikuasai oleh Pembina Jalan guna peruntukkan daerah manfaat jalan dan perlebaran jalan
maupun menambahkan jalur lalu lintas dikemudian hari serta kebutuhan ruangan untuk
pengamanan jalan.
Lebar Minimum
Lebar Damija sekurang-kurangnya sama dengan lebar Damaja.Tinggi atau kedalaman,
yang diukur dari permukaan jalur lalu lintas, serta penentuannya didasarkan pada
keamanan,pemakai jalan sehubungan dengan pemanfaatan Daerah Milik Jalan, Daerah
Manfaat Jalan serta ditentukan oleh Pembina Jalan.
6. Apa yang dimaksud dengan Ruang Manfaat Jalan (RUMAJA)? Sebutkan apa
saja yang termasuk dalam RUMAJA!

Merupakan ruas sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar, tinggi dan kedalaman ruang
bebas tertentu yang ditetapkan oleh Pembina Jalan dan diperuntukkan bagi median,
perkerasan jalan, pemisahan jalur, bahu jalan, saluran tepi jalan, trotoar, lereng, ambang
pengaman timbunan dan galian gorong-gorong perlengkapan jalan
dan bangunan pelengkap lainnya.
Lebar Damaja ditetapkan oleh Pembina Jalan sesuai dengan keperluannya. Tinggi
minimum 5.0 meter dan kedalaman mimimum 1,5 meter diukur dari permukaan
perkerasan.

7. Apa yang dimaksud dengan Ruang Pengawasan Jalan (RUMASJA)? Sebutkan


apa saja yang termasuk dalam RUMASJA!

Merupakan ruas disepanjang jalan di luar Daerah Milik Jalan yang ditentukan
berdasarkan kebutuhan terhadap pandangan pengemudi, ditetapkan oleh Pembina Jalan.
Daerah Pengawasan Jalan dibatasi oleh :
Lebar diukur dari As Jalan.
 Untuk Jalan Arteri Primer tidak kurang dari 20 meter.
 Untuk Jalan Arteri Sekunder tidak kurang dari 20 meter.
 Untuk Jalan Kolektor Primer tidak kurang dari 15 meter.
 Untuk Jalan Kolektor Sekunder tidak kurang dari 7 meter.
 Untuk Jalan Lokal Primer tidak kurang dari 10 meter.
 Untuk Jalan Lokal Sekunder tidak kurang dari 4 meter.
 Untuk Jembatan tidak kurang dari 100 meter ke arah hulu dan hilir.
Tinggi yang diukur dari permukaan jalur lalu lintas dan penentuannya didasarkan pada
keamanan pemakai jalan baik di jalan lurus, maupun di tikungan dalam hal pandangan

bebas pengemudi, ditentukan oleh Pembina Jalan.

8. Sebutkan bangunan pelengkap jalan!


a. Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan,
termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu
lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah
permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api,
jalan lori, dan jalan kabel.
b. Jalan umum adalah jalan yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum.
c. Jalan khusus adalah jalan yang di bangun oleh instasi, badan usaha. Perseorangan,
atau kelompok masyarakat untuk kepentingan sendiri.
d. Jalan tol adalah jalan umum yang merupakan bagian sistem jaringan jalan dan
sebagai jalan nasional yang penggunanya diwajibkan membayar tol.
e. Tol adalah sejumlah uang tertentu yang dibayarkan untuk penggunaan jalan tol.
f. Penyelenggaraan jalan adalah kegiatan yang meliputi pengaturan, pembinaan,
pembangunan, dan pengawasan jalan.
g. Pengaturan jalan kegiatan perumusan kebijakan perencanaan, penyusunan
perencanaan umum, dan penyusunan peraturan perundang-undangan jalan.
h. Pembinaan jalan adalah kegiatan penyusunan pedoman dan standar teknis,
pelayanan, pemberdayaan sumber daya manusia, serta penelitian dan pengembangan
jalan.
i. Pengembangan jalan adalah kegiatan pemrograman dan penganggaran,
perencanaan teknis, pelaksanaan konstruksi, serta pengoperasian dan pemeliharaan
jalan
j. Pengawasan jalan adalah kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkan tertib
pengaturan, pembinaan, dan pengembangan jalan.
k. Penyelenggara jalan adalah pihak yang melakukan peraturan, pembinaan,
pembangunan, dan pengawasan jalan sesuai dengan kewenangannya.
l. Jalan bebas hambatan adalah jalan umum untuk lalu lintas menerus dengan
pengendalian jalan masuk secara penuh dan tanpa adanya persimpangan sebanding
serta dilengkapai dengan pagar ruang milik jalan.