Anda di halaman 1dari 10

Nama : RAFIKA AULIA

NIM : 1601103010013

MK : Auditing ll

BAB 23

AUDIT KAS DAN INSTRUMEN KEUANGAN

PERTANYAAN TINJAUAN

(23-1) Jelaskan hubungan antara penilaian awal resiko pengendalian, pengujian pengendalian
dan pengujian substantif atas transaksi untuk penerimaan kas, serta pengujian atas rincian saldo
kas.

Jawab :

Hubungannya terlihat dari prosedur pengukuran risiko dilakukan untuk menilai risiko salah saji
material dalam laporan keuangan. Auditor melakukan pengujian pengendalian, pengujian
substantif transaksi, prosedur analitis, serta pengujian atas perincian saldo dalam melakuan
penilaian terhadap salah saji material sebagaimana diharuskan dalam PSA 26 (SA 350). Gabungan
dari keempat jenis prosedur audit lanjutan ini akan memberikan dasar bagi opini auditor. Bagian
terbesar dari prosedur pengukuran risiko dilakukan untuk mendapatkan suatu pemaham atas
pengendalian internal, serta digunakan untuk mengukur risiko pengendalian untuk setiap tujuan
audit terkait transaksi. Auditor memverifikasi pencatatan dan pengikhtisaran transaksi penjualan
dan penerimaan kas dengan melakukan pengujian substantif transaksi.Dimana auditor dapat
melakukan pengujian pengendalian secaar terpisah dari semua pengujian lainnya, namun sering
kali lebih efisien untuk melakukan bersamaan dengan pengujian substantif transaksi.Metodologi
untuk mengevaluasi risiko pengendalian akan diterapkan baik pada penjualan maupun
penerimaan kas dalam audit piutang dagang. Pengendalian yang elektif akan mengurangi risiko
pengendalian dan, demikian pula jumlah bukti yang diperlukan untuk pengujian substantif
transaksi dan pengujian terperinci saldo akan berkurang. Sebaliknya, pengendalian yang tidak
memadai akan menaikkan jumlah bukti substantif yang diperlukan.
(23-2) Jelaskan hubungan antara penilaian awal risiko pengendalian, pengujian pengendalian dan
pengujian substantif atas transaksi untuk pengeluaran kas, serta pengujian atas rincian saldo kas.
Berikan satu contoh di mana kesimpulan yang dicapai mengenai pengendalian internal dalam
pengeluaran kas akan mempengaruhi pengujian saldo kas.

Jawab :

Kesimpulan yang di capai tentang pengendalian internal dalam pengeluaran kas.


Mempertimbangkan komponen pengendalian internal.

1. Lingkungan pengendalian pemahaman tentang bagaimana manajemen bertanggung


jawab atas penggunaan sumber daya.
2. Penilaian risiko manajemen terhadap kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kebutuhan kas untuk transaksi pembelian.
3. Penilaian awal atas resiko pengendalian auditor dapat melaksanakan beberapa pengujian
pengendalian secara berbarengan.

(23-3) Apa yang dimaksud dengan akun bank imprest untuk operasi cabang? Jelaskan tujuan
penggunaan jenis akun bank tersebut.

Jawab :

Akun impress untuk operasi cabang adalah rekening yang digunakan untuk membuat sejumlah
kas tertentu tersedian bagi tujuan terbatas yang berbeda ditiap lokasi. Rekening / akun bank
imprest berfungsi sebagai rekening kliring untuk sejumlah besar cek atau untuk jenis cek tertentu.

Tujuan dari penggunaan akun bank semacam ini sebagai salah satu bentuk pengendalian kas
dalam akuntansi perusahaan.Hal ini dikarenakan pembentukan rekening penagihan pada lokasi
yang strategis dan dapat mempercepat arus kas ke dalam perusahaan dengan memperpendek
waktu antara pengiriman pembayaran dari pelanggan dan penggunaan kas oleh perusahaan

(23-4) Mengapa rekonsiliasi bulanan atas akun oleh orang yang independen merupakan
pengendalian internal yang penting terhadap saldo kas? Individu mana yang biasanya tidak
dianggap independen untuk memikul tanggung jawab itu?

Jawab :

Karena dalam pemeriksaan rekonsiliasi bulanan akun bank kita memeriksa atau mencocokkan
akun-akun yang peting dan berhubungan akan saldo kas, sehingga dalam pengendalian yang baik
untuk mengurangi resiko kesalahan pihak independenlah yang merupakan seseorang yang tepat.
Individu yang di anggap independan dalam hal ini adalah auditor independen diluar perusahaan
atau bank

(23-5) Evaluasilah keefektifan dan sebutkan kekurangan dari penyiapan rekonsiliasi bank oleh
kontroler dengan cara yang diuraikan dalam pernyataan berikut: “Ketika saya merekonsiliasi
rekening bank, hal pertama yang saya lakukan adalah menyortir cek sesuai dengan urutan nomor
dan menemukan nomor mana yang hilang. Kemudian saya menentukan jumlah cek yang belum
dikliring dengan merujuk pada jurnal pengeluaran kas. Jika rekening bank sama pada saat tersebut,
saya selesai dengan rekonsiliasi. Jika tidak, saya mencari setoran dalam perjalanan, cek dari daftar
cek yang beredar awal yang masih belum dikliring, item yang direkonsiliasi lainnya, dan kesalahan
bank hingga sama. Di sebagian besar kejadian, saya dapat melakukan rekonsiliasi dalam waktu 20
menit.

Jawab:

Pendekatan pengendalian adalah untuk melakukan rekonsiliasi hingga saldo disetujui. Kelemahan
dari pendekatan ini adalah bahwa itu tidak termasuk review dari item yang berjalan melalui akun
dan pemrosesan items yang tidak tepat. Barang-barang seperti cek dibayarkan kepada pihak-pihak
yang tidak tepat, penerbitan kembali cek yang belum dibayar kepada pihak-pihak yang tidak tepat,
dan pemberian dana tidak akan ditemukan dengan pendekatan pengontrol. Prosedur pengontrol
harus mencakup hal berikut:

1. Pemeriksaan semua cek kliring dengan pernyataan (termasuk yang ada dalam daftar
periksa bulan sebelumnya yang beredar) dan perbandingan penerima pembayaran dan
jumlah dengan jurnal pembayaran kas.
2. Tes penerimaan kas untuk menentukan bahwa mereka disetor dalam jumlah waktu yang
wajar.
3. Menindaklanjuti cek lama yang beredar sehingga mereka dapat diakui sebagai pendapatan
setelah ditentukan bahwa mereka tidak akan diuangkan, dan tidak ada kewajiban.

(23-6) Bagaimana konfirmsi bank berbeda dari konfirmasi positif piutang usaha? Bedakan
keduanya dalam hal sifat informasi yang dikonfirmasi, ukuran sample,dan tindakan yang tepat jika
konfirmasi tidak di kembalikan setelah permintaan kedua. Jelaskan alasan perbedaan antara kedua
jenis konfirmasi trsebut.

Jawab:
Konfirmasi positif merupakan konfirmasi yang repondennya diminta untuk menyatakan persetujuan atau
penolakan terhadap informasi yang dinyatakan. Konfirmasi yang ditujukan kepada debitur agar yang
bersangkutan menunjukkan apakahpiutang yang dimilikinya dalam perusahaan memang benar sesuai
yang dicantumkan dalam surat konfirmasi. apabila saldo piutang tidak sama, debitur harus menunjukkan
perbedaan saldo piutangtersebut apakah kurang atau lebih. Bentuk konfirmasi positif lain tidak
menyebutkan jumlah atauinformasi lain pada permintaan konfirmasi tetapi meminta responden untuk
mengisi saldo atauinformasi lain pada ruang kosong yang disediakan dalam formulir permintaan
konfirmasi. Bentuk konfirmasi positif menyediakan bukti hanya jika jawaban diterima oleh auditor dari
penerima permintaan konfirmasi.Permintaan konfirmasi yang tidak dijawab tidak memberikan bukti audit
mengenai asersi laporan keuangan yang dituju oleh prosedur konfirmasi. Apabila surat konfirmasi tidak
kembali sesuai dengan jadwal maka dapat dilakukan prosedur alternatif. Yaitu tindak lanjut terhadap
konfirmasi positif yang tidak dikembalikan oleh debitur.Prosedur alternatif dapat dilakukan dengan
memeriksa bukti pelunasan piutang oleh debitur bersangkutan setelah tanggal neraca. Hak klien atas
piutang dagang biasanya tidak menyebabkan masalah audit karena piutang umumnya memang milik klien.
Untuk mendapatkan informasi mengenai keterbatasan hak klien atas piutangnya, auditor perlu
mendiskusikan dengan klien, melakukan konfirmasi ke bank, atau memeriksa kontrak utang sebagai bukti
bahwa piutang dagang dipakai sebagai jaminan, dan memeriksa berkas korespondensi.Sedangkan untuk
konfirmasi kebank sifat informasi ukuran sample dan tindakan yang tepat apabila konfirmasi tidak
dikembalikan setelah konfirmasi yang kedua masih terbilang belum sejelas konfirmasi positif.Karena
dalam konfirmasi ke bank tidak langsung diberikan tindakan dan juga jika dilihat dari sifat informasinya
masih terlalu kaku karena menggunakan form konfirmasi bank yang membuat pihak debitur memberi
jawaban melalui bank yang perlu konfirmasi lebih intensif apabilah pihak debitur tidak memberikan
balasan

(23-7) Evaluasilah kebutuhan mengikuti praktik yang digambarkan oleh auditor: “Dalam
mengkonfirmasi rekening bank, saya sangat memperhatikan respons dari setiap bank tempat klien
melakukan bisnis selama 2 tahun terakhir, walaupun rekening itu mungkin di tutup pada tanggal
neraca.”

Jawab:

Ini adalah prosedur audit yang baik yang berusaha untuk mengetahui apakah ada akun yang
seharusnya telah ditutup masih digunakan, seperti oleh karyawan perusahaan untuk menyetor
pengiriman uang pelanggan. Prosedur ini juga dapat menemukan kewajiban yang tidak tercatat
dan bergantung.

(23-8) Gambarkan apa yang dimaksud dengan laporan pisah batas bank dan sebutkan tujuannya.
Jawab:

Cutoff bank statement adalah laporan bank sebagian ( tidak sebulan penuh, tapi hanya meliputi
beberapa hari sesudah tanggal neraca) yang dikirimkan oleh bank langsung kepada auditor atau
secara online ke catatan elektronik akun klien di bank.

Tujuan cutoff bank statement adalah untuk memeriksa hal-hal yang direkonsiliasi dalam
rekonsliasi bank akhir tahun yang dibuat klien dengan bukti yang belum terdapat pada klien

(23-9) Mengapa biasanya auditor kurang menaruh perhatian pada pisah batas penerimaan kas klien
ketimbang pisah batas untuk penjualaan? Jelaskan prosedur yang terlibat dalam menguji pisah
batas untuk penerimaan kas.

Jawab:

Pisah Batas Penerimaan KasDalam audit, biasanya penentuanbatas penerimaan kasdianggaptidak


terlalu pentingdibandingkan pisah batas untuk penjualan, retur, dan cadanganpenjualan. Hal ini
disebabkan karena penentuan pisah batas penerimaan kas yang kurangtepat hanya akan
memengaruhi saldo kas dan piutang dagang bukan laba. Jika salah sajitersebut material, maka hal
tersebut dapat memengaruhi penyajian wajar atas akun-akun ini,terutama ketika jumlah kas kecil
atau bersaldo negative.Prosedur pengujian pisah batas ini terjadi pada akhir tahun yang sangat
penting bagi penyajian yan tepat pada tanggal neraca.Pengujian ini berkaitan erat dengan
pernyataan keberadaan atau keterjadian dan pernyataan kelengkapan.

Pengujian ini dirancang auditor untuk mengetahui bahwa pengeluaran kas dilakuakn pada periode
yang tepat. Bukti tersebut dapat diperoleh melalui observasi dan penelaahan atas dokumentasi
internal , pengujian ini berguna untuk mengetahui berapa jumlah kas yang harus tercatat didalam
neraca pada akhir tahun. Oleh karena itu pengujian ini semestinya dilakukan pada tanggal neraca.

Selain itu, auditor dapat memeriksa cek yang dikeluarkan pada akhir tahun dan mengusutnya ke
pencatatan akuntansinya, hal ini untuk menilai ketetapan pisah batas pengeluaran kas. Pengujian
ini meghasilkan bukti yang berkaitan dengan pernyataan kelengkapan dan pernyataan keberadaan
atau keterjadian.

(23-10) Jelaskan tujuan dari bukti kas empat kolom. Sebutkan dua jenis salah saji yang dimgin
diungkapkan oleh bukti kas tersebut.

Jawab:

Tujuan penggunaan pengujian kas(proff of cash)


1. Merekonsiliasi saldo pada laporan bank dengan saldo di buku besar pada awal periode
pengujian kas.
2. Merekonsiliasi penerimaan kas yang disetorkan ke bank dengan penerimaan yang dicatat
dalam jurnal penerimaan kas pada periode yang direkonsiliasi.
3. Merekonsiliasi check-check yang di bayar bank dan pembayaran secara elektronik dengan
pengeluaran yang di catat dalam jurnal pengeluaran kas pada periode yang direkonsiliasi.
4. Merekonsiliasi saldo pada laporan bank dengan saldo di buku besar pada akhir periode
yang di uji.

Dua jenis kesalahan penyajian yang di harapkan bisa diungkapkan

1. Pengujian kas tidak efektif untuk menemukan check yang dibuat dalam jumlah yang tdk
tepat, check yang mengandung kecurangan atau kesalahan penyajian lain yang tercantum
dalam pengeluaran kas yang tdk benar,
2. Pengujian kas tidak berguna dalam menemukan penerimaan kas atau pencatatan dan
penyetoran jumlah kas yang tidak tepat.

(23-11) Bedakan antara lapping dan kiting. Gambarkan prosedur audit yang dapat digunakan untuk
mengungkapkan masing-masing.

Jawab:

Lapping:

Penundaan pencatatan penerimaaan kas dari debitur tertentu dan memasukkan uang yang diterimanya
untuk dirinya sendiri. Penerimaan kas berikutnya digunakan untuk menutupi kecurangannya dengan
mengkredit akun piutang debitur pertama. Hal ini dapat terjadi jika penyimpan kas merangkap fungsi
sebagai pencatat transaksi penerimaan kas dan pengeluaran kas. Prosedur audit: Membandingkan nama,
jumlah dan tanggal yang ditunjukkan dalam nota pemabyaran dengan jurnal penerimaan kas dan salinan
slip setoran.

Kitting:

Mentransfer uang dari satu bank ke bank laindan mencatat transaksi secara tidak tepat. Prosedur audit:
Dengan mencatat semua transfer bank yang dilakukan beberapa hari sebelum dan sesudah tanggal neraca
dan menelusuri masing2 ke catatan akuntansi untuk dicatat dengan semestinya

(23-12) Jelaskan mengapa auditor membandingkan “tanggal setoran menurut pembukuan” dengan
“tanggal pengeluaran menurut pembukuan” pada skedul transfer anatarbank untuk mendeteksi
kiting.

Jawab:

Kitting merupakan transfer uang dari satu bank ke bank lain dan pembukuan transfer yang tidak
semestinya sehingga jumlah yang dibukukan sebagai aktiva di dalam kedua akun itu; praktek ini digunakan
dengan penyelewengan guna menyembunyikan defalkasi kas.Kiting yang mungkin ketika kelemahan
pengendalian internal mengizinkan satu orang untuk masalah dan memeriksa catatan atau kolusi ada
antara dua orang yang bertanggung jawab atas dua fungsi. Kiting dapat dideteksi dengan mendapatkan
dan menggunakan pernyataan cutoff bank karena cek kited kliring pada Januari tidak akan muncul pada
daftar cek yang beredar untuk Desember dan melakukan tes cutoff tunai karena cek terakhir dikeluarkan
pada bulan Desember tidak akan disimpan di cek mendaftar. Sehingga kiting terdeteksi dengan
mempersiapkan jadwal transfer bank : Ini adalah dokumen yang disiapkan oleh auditor untuk
merekamsemua transfer antar rekening bank perusahaan selama beberapa hari sebelumnya, dan
beberapa hari setelah akhir tahun tanggal transfer dicairkan di bank dan tanggal mereka dicatat dalam
buku dasarnya auditor memeriksa apakah deposit dan penarikan dicatat dalam periode akuntansi yang
sama. Kiting ditunjukkan ketika tanggal distempel oleh bank penerima mendahului tanggal pencairan
dicatat.

(23-13) Mengapa terdapat penekanaan yang lebih besar pada pendektesian kecurangan dalam
pengujian atas rincian saldo kas ketimbang untuk akun neraca lainnya? Berikan dua contoh
spesifik yang menunjukkan bagaimana penekanan ini mempengaruhi akumulasi bukti dalam
mengaudit kas akhir tahun.

Jawab:

Mengapa pengujian rinci saldo kas lebih diutamakan karena dalam audit dalam kas, auditor harus
membedakan antara verifikasi rekonsiliasi saldo laporan bank oleh klien dengan saldo baru besar
dan verifikasi bahwa pencatatan kas dalam buku besar merefleksikan dengan benar seluruh
transaksi kas yang terjadi di sepanjang tahun. Contoh: Setiap salah saji berikut ini menghasilkan
kesalahan dalam pembayaran atau menyebabkan kesalahan dalam penerimaan kas.

(23-14) Jelaskan mengapa, dalam memverifikasi rekonsiliasi bank, sebagaian besar auditor
menekankan kemungkinan setoran dalam perjalanan yang tidak ada dilibatkan dalam
merekonsiliasi dan cek yang beredar diabaikan dan bukan menghapus setoran dalam perjalanan
serta mencantumkan cek yang beredar yang tidak ada.

Jawab:

Setoran dalam perjalanan pada awal periode rekonsiliasi, mengakibatkan:

 Saldo awal kas menurut bank terlalu rendah


 Penerimaan kas menurut bank untuk periode rekonsiliasi terlalu besar. Ini dengan asumsi setoran
dalam perjalanan awalperiode tersebut, diterima oleh bank pada periode berikutnya (sekarang).

Untuk mengoreksi, agar jumlah saldo awal menurut bank dan penerimaan menurut bank benar:

 Saldo awal menurut bank harus ditambah sejumlah setoran dalam perjalanan awal periode
tersebut, dan
 Penerimaan kas menurut bank harus dikurangi sejumlah setoran dalam perjalanan awal periode
tersebut.

Setoran dalam perjalanan pada akhir periode, mengakibatkan:

 Saldo akhir kas menurut bank terlalu rendah.


 Penerimaan kas periode rekonsiliasi menurut bank terlalu rendah.

Untuk mengoreksi agar saldo akhir kas menurut bank dan jumlah penerimaan kas menurut bank benar,
dibuat koreksi sebagaiberikut:

 Saldo akhir kas menurut bank ditambah sejumlah setoran dalam perjalanan akhir periode, dan
 Jumlah penerimaan kas menurut bank ditambah sejumlah setoran dalam perjalanan tersebut.

(23-15) Bagaimana rekonsiliasi bank perusahaan akan merefleksikan setoran secara elektronik atas
kas yang diterima oleh bank dari agen kartu kredit yang melakukan pembayaran atas nama
pelanggan yang membeli produk dari situs Web online perusahaan, tetapi belum dicatat dalam
perusahaan.

Jawab:

Pertanyaan ini berkaitan dengan situasi di mana bank perusahaan menerima setoran tunai
elektronik dari agen kartu kredit yang melakukan pembayaran atas nama pelanggan yang membeli
produk dari situs web online perusahaan. Perusahaan tidak memiliki setoran elektronik yang
dicatat dalam buku besar. Rekonsiliasi bank perusahaan harus mencakup penyesuaian untuk
transaksi ini, yang akan meningkatkan saldo buku kas dan mengurangi piutang dari agen kartu
kredit.

(23-16) Jelaskan secara singkat mengapa standar akuntansi yang berkaitan dengan estimasi nilai
wajar melakukan audit atas instrumen keuangan jauh lebih kompleks.

Jawab:

Mengapa standar akuntansi yang berkaitan dengan estimasi nilai wajar menjadikan pengauditan
instrument keuangan menjadi semakin kompleks karena berdasrkan Us GAAp (FAS 157) nilai wajar adalah
jumlah dimana asset dapat di beli atau di jual dalam transaksi saat ini antara pihak mau atau dialihkan
kepihak setara, selain dalam penjualan likuidasi.

(23-17) Bagaimana auditor akan menguju tujuan audit nilai realisasi untuk instrumen keuangan
yang diklasifikasikan sebagai estimasi nilai wajar tingkat 3?

Jawab:
1. Tujjuan audit adalah memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat mengenai apakah:
2. Estimasi akuntansi termasuk estimasi akuntansi dengan nilai wajar dalam laporan keuangan
3. Estimasi yang berkaitan dengan estimasi akuntansi dalam laporan keuangan sudah cukup sesuai
dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku.

PERTANYAAN PILIHAN BERGANDA DARI UJIAN CPA

(23-18) Pertanyaan berikut berkaitan dengan audit kas akhir tahun dan instrumen keuangan.
Pilihlah jawaban yang paling tepat.

a. Seorang akuntan publik memperoleh laporan pisah batas bank pada tanggal 10 Januari
untuk klien secara langsung dari bank. Beberapa cek dari daftar cek yang beredar pada
rekonsiliasi bank per 31 Desember milik klien telah dikliring selama periode pisah batas.
Penyebab yang mungkin untuk hal ini adalah bahwa klien
Jawab:
(4) Mengirimkan cek ke payee setelah akhir tahun
b. Dalam menetapkan eksistensi dan kepemilikan investasi yang dipegang oleh korporasi
dalam wujud saham yang diperdagangankan kepada publik, auditor harus memeriksa
sekuritas atau
Jawab:
(1) Memperoleh representasi tertulis dari manajemen yang mengkonfirmasi bahwa
sekuritas tersebut telah di klasifikasikan dengan tepat sebagai sekuritas perdagangan.
c. Auditor harus mengirimkan permintaan konfirmasi ke semua bank dimana klien
melakukan bisnis selama tahun tersebut, tanpa memandang saldo akhir tahun karena
Jawab:
(2) Formulir konformasi juga mencari informasi mengenai utang kepada bank

(23-19) Pertanyaan berikut berkaitan dengan pengungkapan kecurangan dalam mengaudit kas
akhir tahun. Pilihlah jawaban yang tepat.
a. Auditor harus mengendalikan dan memverifikasi semua aset likuid secara simultan untuk
mencegah
Jawab:
(4) penggelapan
b. Mana dari hal berikut ini yang merupakan teknik audit yang lebih baik untuk mendeteksi
kiting?

Jawab:
(4) Menyiapkan skedul transfer bank dari pembukuan klien
c. Mana dari transfer kas berikut yang menghasilkan salah saji kas per 31 Desember 2013?
Jawab:
(2) 4/1/14 (Dibuku) 5/1/14 ( Pengeluaran). 31/12/13 (Di buku) 4/1/14 (Penerimaan).