Anda di halaman 1dari 14

lOMoARcPSD|3762830

lOMoARcPSD|3762830

StuDocu is not sponsored or endorsed by any college or university

StuDocu is not sponsored or endorsed by any college or university

Downloaded by kevin jonathan (kevinjonathankenjo@gmail.com)

lOMoARcPSD|3762830

REFERAT:

DISFAGIA

lOMoARcPSD|3762830 REFERAT: DISFAGIA Pembimbing : dr. Kote Noordhianta Sp. THT-KL Dibuat Oleh : Yuliana 2016-061-086
lOMoARcPSD|3762830 REFERAT: DISFAGIA Pembimbing : dr. Kote Noordhianta Sp. THT-KL Dibuat Oleh : Yuliana 2016-061-086

Pembimbing :

dr. Kote Noordhianta Sp. THT-KL

Dibuat Oleh :

Yuliana 2016-061-086

KEPANITERAAN KLINIK DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN THT – KL

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIKA ATMA JAYA JAKARTA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH R. SYAMSUDIN, S.H. SUKABUMI

PERIODE 8 JANUARI 2018 – 3 FEBRUARI 2018

S.H. SUKABUMI PERIODE 8 JANUARI 2018 – 3 FEBRUARI 2018 Downloaded by kevin jonathan (kevinjonathankenjo@gmail.com)

Downloaded by kevin jonathan (kevinjonathankenjo@gmail.com)

lOMoARcPSD|3762830

DEFINISI Disfagia merupakan gejala kesulitan menelan akibat gangguan dari proses menelan. Disfagia merupakan gejala yang sering dikeluhkan. 1 dari 17 orang dapat mengalami gejala disfagia selama hidupnya. Namun seringkali gejala ini tidak dilaporkan akibat ketidaktahuan dari masyarakat. Disfagia dapat dialami oleh semua kelompok usia, namun prevalensinya meningkat seiring dengan pertambahan usia.

KLASIFIKASI Disfagia dibagi menjadi dua jenis yaitu disfagia orofaringeal dan esofageal. Gejala yang dialami pasien dapat berupa kesulitan saat mulai menelan pada disfagia orofaringeal maupun sensasi tersangkut pada saat makanan atau cairan menuju ke lambung pada disfagia esofageal. Disfagia harus dibedakan dari nyeri menelan (odinofagia) dan fobia menelan (phagophobia).

FISIOLOGI MENELAN Menelan adalah proses memasukkan bolus makanan atau cairan dari mulut ke faring, esofagus dan pada akhirnya menuju ke lambung. Proses menelan secara normal berlangsung dengan lembut dan merupakan koordinasi yang kompleks antara otot dan saraf volunter dan involunter. Fase menelan terbagi menjadi tiga fase yaitu fase oral, orofaringeal dan esofageal. Fase menelan orofaringeal merupakan proses yang diatur oleh pusat menelan di medula. Pada mid- esofagus dan distal esofagus, proses menelan diatur oleh refleks peristaltik otonom. Gangguan menelan dapat terjadi pada ketiga fase tersebut Proses menelan dimulai dari input sensorik dari reseptor di dasar lidah, palatum mole, arkus faring, tonsil dan orofaring posterior. Input ini kemudian ditransmisikan ke pusat mudah di sistem retikular pontin melalui N. Fasialis (VII), N. Glosofaringeal (IX) dan N. Vagus (X). Informasi dari pusat menelan kemudian diproses dan melalui N. Trigeminus (V), N. Fasialis (VII), N. Glosofaringeal (IX) dan N. Vagus (X) kemudian merangsang otot-otot untuk berkontraksi dan relaksasi.

1

Downloaded by kevin jonathan (kevinjonathankenjo@gmail.com)

lOMoARcPSD|3762830

lOMoARcPSD|3762830 Fase oral Fase oral Propulsif makanan Propulsif makanan Penutupan esofagus Penutupan esofagus

Fase oral

Fase oral

Propulsif makanan

Propulsif makanan

Penutupan esofagus Penutupan esofagus Fase faringeal Fase faringeal
Penutupan esofagus Penutupan esofagus Fase faringeal Fase faringeal
Penutupan esofagus Penutupan esofagus Fase faringeal Fase faringeal
Penutupan esofagus Penutupan esofagus Fase faringeal Fase faringeal

Penutupan esofagus

Penutupan esofagus

Fase faringeal

Fase faringeal

Penutupan esofagus Penutupan esofagus Fase faringeal Fase faringeal
Penutupan esofagus Penutupan esofagus Fase faringeal Fase faringeal
Penutupan esofagus Penutupan esofagus Fase faringeal Fase faringeal
Penutupan esofagus Penutupan esofagus Fase faringeal Fase faringeal

Fase esofageal

Fase esofageal

faringeal Fase faringeal Fase esofageal Fase esofageal 2 Downloaded by kevin jonathan (kevinjonathankenjo@gmail.com)
faringeal Fase faringeal Fase esofageal Fase esofageal 2 Downloaded by kevin jonathan (kevinjonathankenjo@gmail.com)

2

Downloaded by kevin jonathan (kevinjonathankenjo@gmail.com)

ETIOLOGI

lOMoARcPSD|3762830

ETIOLOGI lOMoARcPSD|3762830 Disfagia orofaringeal disebabkan oleh gangguan pada faring dan esofagus proksimal sedangkan

Disfagia orofaringeal disebabkan oleh gangguan pada faring dan esofagus proksimal

sedangkan disfagia esofageal disebabkan karena adanya gangguan pada esofagus dan esophagogastric junction. Akan tetapi, beberapa penyakit juga dapat memiliki kedua gejala disfagia orofaringeal dan esofageal.

Disfagia Orofaringeal Disfagia orofaringeal pada anak sering disebabkan oleh penyakit kelainan otot, sedangkan pada orang tua lebih banyak disebabkan oleh gangguan susunan saraf pusat

(SSP). Secara normal orang tua juga sering kali mengalami disfagia ringan. Penyebab disfagia secara umum terbagi menjadi gangguan mekanik dan gangguan motilitas neuromuskular. Gangguan mekanik pada disfagia disebabkan oleh :

o

Infeksi (contoh : abses retrofaringeal)

o

Thyromegaly

o

Limfadenopati

o

Berkurangnya daya compliance otot akibat myositis dan fibrosis

3

Downloaded by kevin jonathan (kevinjonathankenjo@gmail.com)

lOMoARcPSD|3762830

o

Eosinofilik esofagitis

o

Keganasan kepala dan leher dan efek terapinya (pembedahan dan intervensi

radioterapi). Di Asia, keganasan terbanyak disebabkan oleh karsinoma sel skuamosa. Gangguan neuromuskular pada disfagia disebabkan oleh :

o

Gangguan SSP akibat stroke, Parkinson Disease, Cerebral Palsy, kelumpuhan saraf

kranial, multiple sclerosis, amyotrophic lateral sclerosis. 42-67% pasien stroke mengalami disfagia orofaringeal dan 30% diantaranya mengalami pneumonia aspirasi. Untuk itu, perlu dilakukan skrining disfagia pada pasien stroke dalam 24 jam pertama untuk mencegah aspirasi, kekurangan nutrisi dan dehidrasi. 50% dari penderita Parkinson Disease juga mengalami gejala disfagia orofaringeal.

o

Gangguan kontraktilitas seperti myasthenia gravis, distrofi otot oculofaringeal.

Disfagia Esofageal

distrofi otot oculofaringeal.  Disfagia Esofageal 4 Downloaded by kevin jonathan (kevinjonathankenjo@gmail.com)
distrofi otot oculofaringeal.  Disfagia Esofageal 4 Downloaded by kevin jonathan (kevinjonathankenjo@gmail.com)

4

Downloaded by kevin jonathan (kevinjonathankenjo@gmail.com)

DIAGNOSIS

lOMoARcPSD|3762830

Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik Yang penting untuk dilakukan pada penilaian awal ialah membedakan disfagia

orofaringeal dan esofageal. Secara umum, diperlukan penilaian terhadap lokasi, jenis makanan atau minuman, progresif atau intermiten dan durasi dari gejala sulit menelan.

o

Disfagia Orofaringeal

Gejala yang sering ditemukan adalah :

Kesulitan pada saat mulai menelan, menelan berulang-ulang. Umumnya lokasi yang ditunjuk adalah pada daerah setinggi servikal.

Regurgitasi nasal

Batuk

Suara hidung (sengau atau bindeng)

Refleks batuk berkurang

Tersedak yang terkadang disertai dengan aspirasi

Disartria dan diplopia

Halitosis pada pasien divertikulum Zenker atau achalasia akibat penumpukan makanan

Pneumonia berulang

Selain gejala tersebut, yang perlu diperhatikan adalah kondisi penyerta seperti dehidrasi, malnutrisi, pneumonia dan ketakutan saat menelan. Beberapa gejala penyerta juga dapat membantu menegakkan diagnosis seperti :

Hemiparesis yang menunjukkan gangguan kardiovaskular

Ptosis pada kelopak mata dan kelelahan yang menunjukkan myasthenia gravis

Kekakuan, tremor dan disautonomia yang menunjukkan Parkinson Disease.

o

Disfagia Esofageal

Disfagia esofageal memiliki gejala gangguan menelan pada daerah distal

esofagus, namun dapat juga dirasakan pada daerah servikal sehingga terkadang sulit untuk dibedakan dengan disfagia orofaringeal. Beberapa penyakit yang dapat didiagnosis dengan gejala khas yaitu :

Gangguan Motilitas Esofagus Disfagia yang muncul hilang timbul pada saat menelan makanan padat dan cairan yang disertai dengan nyeri dada

Obstruksi Mekanik

5

Downloaded by kevin jonathan (kevinjonathankenjo@gmail.com)

lOMoARcPSD|3762830

Disfagia yang muncul hanya pada saat menelan makanan menunjukkan

adanya obstruksi mekanik dengan penyempitan lumen berdiameter < 15 mm.

Striktur peptikum Disfagia progresif disertai dengan rasa terbakar pada dada dan regurgitasi tanpa penurunan berat badan

Keganasan esofagus

Sedangkan disfagia progresif selama kurang dari 4 bulan yang disertai dengan penurunan berat badan pada laki-laki berusia lanjut. Pada pemeriksaan fisik, juga dapat ditemukan limfadenopati servikal ataupun supraklavikular.

Esofagitis Eosinofilik Disfagia yang hilang timbul disertai dengan impaksi makanan pada laki-laki usia muda dapat dicurigai adanya esofagitis eosinofilik.

Achalasia Disfagia yang disertai dengan halitosis menunjukkan adanya penumpukan makanan yang sudah mengalami dekomposisi akibat obstruksi jangka

panjang (beberapa bulan sampai dengan tahunan). Disfagia dialami pada saat menelan makanan padat maupun cairan, namun terutama pada saat menelan cairan. Gejala lainnya ialah regurgitasi makanan atau mukus secara pasif pada malam hari. Pasien sering memerlukan cairan atau merubah posisi tubuh untuk membantu menelan.

Pemeriksaan Penunjang

o Disfagia Orofaringeal

menelan.  Pemeriksaan Penunjang o Disfagia Orofaringeal 6 Downloaded by kevin jonathan (kevinjonathankenjo@gmail.com)
menelan.  Pemeriksaan Penunjang o Disfagia Orofaringeal 6 Downloaded by kevin jonathan (kevinjonathankenjo@gmail.com)

6

Downloaded by kevin jonathan (kevinjonathankenjo@gmail.com)

lOMoARcPSD|3762830

o Disfagia Esofageal

lOMoARcPSD|3762830 o Disfagia Esofageal ALGORITMA DISFAGIA 7 Downloaded by kevin jonathan (kevinjonathankenjo@gmail.com)

ALGORITMA DISFAGIA

lOMoARcPSD|3762830 o Disfagia Esofageal ALGORITMA DISFAGIA 7 Downloaded by kevin jonathan (kevinjonathankenjo@gmail.com)

7

Downloaded by kevin jonathan (kevinjonathankenjo@gmail.com)

lOMoARcPSD|3762830

lOMoARcPSD|3762830 TATALAKSANA  Disfagia Orofaringeal Tujuannya adalah untuk mencegah aspirasi dan pemberian nutrisi

TATALAKSANA

Disfagia Orofaringeal

Tujuannya adalah untuk mencegah aspirasi dan pemberian nutrisi dan cairan yang adekuat. Tatalaksana diberikan berdasarkan etiologi. Tatalaksana sederhana yang secara umum dapat diberikan adalah:

o Edukasi dan rehabilitasi

Terdapat beberapa manuver dan posisi yang dapat membantu menelan seperti :

manuver dan posisi yang dapat membantu menelan seperti : 8 Downloaded by kevin jonathan (kevinjonathankenjo@gmail.com)
manuver dan posisi yang dapat membantu menelan seperti : 8 Downloaded by kevin jonathan (kevinjonathankenjo@gmail.com)

8

Downloaded by kevin jonathan (kevinjonathankenjo@gmail.com)

lOMoARcPSD|3762830

lOMoARcPSD|3762830 Head tilt ke sisi yang normal Chin-tuck position o Penggunaan gigi palsu jika mengalami masalah

Head tilt ke sisi yang normal

lOMoARcPSD|3762830 Head tilt ke sisi yang normal Chin-tuck position o Penggunaan gigi palsu jika mengalami masalah

Chin-tuck position

o

Penggunaan gigi palsu jika mengalami masalah pada gigi

o

Modifikasi tekstur makanan menjadi makanan lembut.

o

Merubah volume bolus makanan

o

Menambah asam sitrat pada makanan untuk merangsang refleks menelan dari nervus trigeminal dan gustatorik.

o

Terapi adjuvan dengan ACE-inhibitor untuk merangsang refleks batuk

o

Pemasangan tube nasogastrik dan nasojejunal pada kondisi akut serta perkutaneus

endoskopik gastrostomi dan jejunostomi pada kondisi kronis jika pasien berisiko tinggi mengalami aspirasi dan nutrisi yang tidak adekuat.

tinggi mengalami aspirasi dan nutrisi yang tidak adekuat. 9 Downloaded by kevin jonathan (kevinjonathankenjo@gmail.com)
tinggi mengalami aspirasi dan nutrisi yang tidak adekuat. 9 Downloaded by kevin jonathan (kevinjonathankenjo@gmail.com)

9

Downloaded by kevin jonathan (kevinjonathankenjo@gmail.com)

lOMoARcPSD|3762830

lOMoARcPSD|3762830  Disfagia Esofageal terbanyak disfagia akut adalah impaksi makanan sehingga gejala akan cepat

Disfagia Esofageal

terbanyak

disfagia akut adalah impaksi makanan sehingga gejala akan cepat membaik saat menghilangkan sumbatan makanan.

Disfagia

akut

memerlukan

tatalaksana

dan

evaluasi

dini.

Penyebab

akut memerlukan tatalaksana dan evaluasi dini. Penyebab 10 Downloaded by kevin jonathan
akut memerlukan tatalaksana dan evaluasi dini. Penyebab 10 Downloaded by kevin jonathan

10

Downloaded by kevin jonathan (kevinjonathankenjo@gmail.com)

lOMoARcPSD|3762830

lOMoARcPSD|3762830 KOMPLIKASI  Pneumonia Aspirasi. Pneumonia aspirasi merupakan penyebab ketiga terbanyak dari

KOMPLIKASI

Pneumonia Aspirasi. Pneumonia aspirasi merupakan penyebab ketiga terbanyak dari kematian dalam 1 bulan pertama pasca stroke. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi terhadap fungsi menelan dalam 3 hari pasca serangan stroke untuk mencegah aspirasi.

Malnutrisi. Kesulitan menelan menurunkan intake oral dan menyebabkan malnutrisi. 49% pasien stroke mengalami malnutrisi akibat disfagia. Malnutrisi membuat penderita juga mengalami penurunan daya tahan tubuh dan rentan tertular penyakit. Selain itu malnutrisi juga mengakibatkan kelemahan tubuh, menurunkan refleks batuk sehingga rentan mengalami pneumonia

Dehidrasi. Dehidrasi akibat disfagia menyebabkan penurunan sekresi kelenjar liur dan penurunan kesadaran sehingga meningkatkan risiko terkena pneumonia

PROGNOSIS Sebanyak 87% dari pasien pasca stroke yang menjalani rehabilitasi dapat kembali makan dan minum seperti biasa setelah 6 bulan. Pasien yang tetap mengalami disfagia setelah 6 bulan berhubungan dengan meningkatnya angka mortalitas dan morbiditas. Kondisi disfagia yang statis atau progresif (contoh : kelainan neuromuskular) perlu untuk selalu dievaluasi dan menggunakan teknik feeding non-oral.

11

Downloaded by kevin jonathan (kevinjonathankenjo@gmail.com)

lOMoARcPSD|3762830

DAFTAR PUSTAKA

1. Malagelada J, Bazzoli F, Boeckxstaens G, De Looze D, Fried M, Kahrilas P. Dysphagia :

global guidelines & cascades. World Gastroenterology Organisation Global Guidelines.

2014;1-22

2. Textbook of Ear Nose and Throat 2nd EditionX

3. Dysphagia: Practice Essentials, Background, Anatomy. 2016 Apr 10 [cited 2016 Sep 4]; Available from: http://emedicine.medscape.com/article/2212409-overview Textbook of Ear Nose and Throat 2nd EditionX

Textbook of Ear Nose and Throat 2nd Edition X 12 Downloaded by kevin jonathan

12

Downloaded by kevin jonathan (kevinjonathankenjo@gmail.com)