Anda di halaman 1dari 37

6

COMMUNICATION PADA PESAWAT TERBANG


BOEING 737-800NG

LAPORAN PKL

Disusun Oleh:

NAMA : Anggy Dhea Nanda


NBPT : 161324
JURUSAN : Avionic Electrik

KOMPETENSI KEAHLIAN AVIONIC ELECTRIK


PADA PESAWAT TERBANG
PROGRAM STUDI KEAHLIAN TEKNOLOGI PESAWAT UDARA SMKS
PENERBANGAN NUSANTARA KETAPING
Jl. Penerbangan No. 7 Ketaping Selatan Kawasan Bandara Internasional
Minangkabau Kab. Padang Pariaman
2018-2019
6

COMMUNICATION PADA PESAWAT TERBANG


BOEING 737-800NG

LAPORAN PKL

diajukan untuk memenuhi tugas akhir PKL


dan syarat memperoleh sertifikat PKL

Disusun Oleh:

NAMA : Anggy Dhea Nanda


NBPT : 161324
JURUSAN : Avionic Electrik

KOMPETENSI KEAHLIAN AVIONIC ELECTRIK


PADA PESAWAT TERBANG
PROGRAM STUDI KEAHLIAN TEKNOLOGI PESAWAT UDARA
SMKS PENERBANGAN NUSANTARA KETAPING
Jl. Penerbangan No. 7 Ketaping Selatan Kawasan Bandara Internasional
Minangkabau Kab. Padang Pariaman
2018-2019
6

HALAMAN PERSETUJUAN LAPORAN PKL

Analisis Communicationpada Pesawat Terbang


Boieng 737-800NG

Nama :Anggy Dhea Nanda


NBPT : 161324
Kompetensi Keahkian : Avionic Electrik
Program Studi Keahilan :Teknologi Pesawat udara
Sekolah : SMKS Penerbangan Nusantara Ketaping

Pekan Baru, 03 Desember 2018

Disetujui Oleh :

Supervisor Pembina Lapangan

ARDIZELI FD

Diketahui Oleh :
Pembimbing Instansi
6

HALAMAN PENGESAHAN

Dinyatakan lulus setelah dipertahankan di depan penguji laporan PKL


program Studi Keahlian Teknolohi Pesawat Udara
SMKS Penerbangan Nusantar Ketaping

Nama : Anggy Dhea Nanda

NBPT : 161324
Kompetsi Keahlian : Avionic Electrik
Program Studi Keahlian : Teknologi Pesawat Udara
Sekolah : SMKS Penerbangan Ketaping

Pekan Baru, 03 Desember 2018

Disetujui Oleh :
Kepala Sekolah SPN Ketaping Pembimbing Sekolah

Makmur T.M.Pd Afrilola S.Pd


NRG. 1003009 NRG. 1703009
6

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah swt., karena dengan rahmat-Nya
penulis dapat menyelesaikan laporan PKL yang berjudul “Communication pada Pesawat
Terbang. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan
bimbingan dan bantuan, antara lain:
1. Bpk. Rendy Eka Hartandi sebagai instruktur Pembimbing PKL pada PT.GMF
AeroAsia
2. Makmur T, M.Pd., sebagai Kepala Sekolah SMKS Penerbangan Nusantara
Ketaping.
3. Eddy Suryadi sabagai wakil ketarunaan
4. Afrilola, S.Pd., sebagai wakil kurikulum.
5. Majelis guru SMKS Penerbangan Nusantara Ketaping.
6. Orang tua dan keluarga yang selalu member motivasi, dan
7. Semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam penyusunan laporan PKL ini.
Penulis menyadari laporan PKL ini masih terdapatkesalahan. Oleh sebab itu,
penulis mengharapkan kritik dan saran untuk kesempurnaan laporan PKL ini. Atas kritik
dan sarannya, penulis mengucapkan terima kasih.

Pekan Baru, 03 Desember 2018

Penulis
6

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................. i


HALAMAN PERSETUJUAN ............................................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN ................................................................. iii
KATA PENGANTAR ............................................................................ iv
DAFTAR ISI ............................................................................................ .vi
DAFTAR TABEL .................................................................................. vii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................... viii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah.............................................................. 1
1.2. Rumusan Masalah ...................................................................... 2
1.3. Tujuan Pembuatan Laporan ....................................................... 2
1.4. Manfaat Pembutan Laporan ........................................................ 2

BAB II PROFIL PERUSAHAAN


2.1 Perkenalan Perusahaan ................................................................ 4
2.2 Sejarah Perusahaan ..................................................................... 4
2.3 Bidang Usaha Perusahaan ........................................................... 10
2.4Line Maintenance ........................................................................ 10
2.5 Visi Misi PT.GMF ...................................................................... 18
BAB III PEMBAHASAN
4.1 Boeing 737 .......................................................................................... 20
4.1.1 Boeing 737 ........................................................................... 20
4.1.2 deskripsi umum ................................................................................ 21
4.2 Pengertian system comunication ............................................................ 22
4.3 Jenis-jenis fraquensy system comunication ................................ 23
4.3.1 HF ( High frequency ) .................................................... 27
6

4.3.2 VHF ( Very High Frequency) ........................................ 29


4.3.3 UHF ( Ultra High Frequancy ) ...................................... 31
4.4 Jenis-jenis System Communication ............................................ 33
4.4.1 External Communication ................................................. 37
4.4.2 Internal Communication ................................................. 38
4.5 Emergency Locator Transmiter ( Emergency Radio Beacon) ... 40
4.6 Cockpit Voicer Recorder ( CVR) ............................................. 42
4.7 Static Discharge ......................................................................... 43
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan ................................................................................. 44
5.2 Saran ........................................................................................... 45
5.2.1 Saran Utuk Sekolah ......................................................................... 46
5.2.2 Saran Untuk Perusahaan ...................................................................... 47
KEPUSTAKAAN
LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Teknologi modern sangat berpengaruh dalam kehidupan kita sekarang. Barang siapa
yang bisa memanfaatkannya dengan baik maka akan bisa hidup dengan mudah. Disini
kita akan mengetahui salah satu teknologi yang sampai saat ini masih terus
dikembangkan, yaitu pesawat terbang. Yang saat ini sangat membantu kita. Yaitu untuk
alat transportasi yang sangat penting dalam kehidupan sekarang. Karena pesawat
terbang, kita dapat menempuh jarak yang sangat jauh dengan begitu cepat. Secara umum
istilah pesawat terbang sering juga disebut dengan pesawat udara atau kapal terbang
6

dengan tujuan pendefenisian yang sama sebagai kendaraan yang mampu terbang di
atmosfir atau udara. Seiring perkembangan zaman bentuk dan mesin pesawat terbang
mulai disempurnakan dengan alternatif yang modern. Pada 1949, dibuatlah pesawat
komersial. Pesawat ini lebih besar dari pada pesawat – pesawat sebelumnya. Didalam
pesawat terbang tersebut terdapat banyak sistem, salah satunya sistem Communication.
Communicationadalahsalah satu unsur yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan
manusia. Dalam dunia penerbangan, sistem komunikasi sangat diperlukan pilot pada saat
take off dan landing hingga selamat. Sedangkan telekomunikasi sangat diperlukan untuk
setiap pengeriman atau penerima tanda dan isyarat, dari setiap sifat dasar melalui radio,
sistem optik atau sistem elektromagnetik lainnya.
Communication eksternal diperlukan untuk hubungan komunikasi antara pesawat dengan
petugas didarat sedangkan communication internal diperlukan untuk komunikasih dalam
pesawat.
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, rumusan masalah penelitian ini yaitu
bagaimanakah cara penerapan communication pada pesawat terbang ?
3. Tujuan Pembuatan Laporan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan penelitian ini yaitu
mendeskripsikancara penerapan communication pada pesawat terbang.

4. Manfaat Pembuatan Laporan


Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak sebagai berikut:
1. Taruna/i dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama menjalani PKL.
2. Menambah ilmu yang belum didapat di sekolah atau dapat juga memperdalam
ilmu yang sudah didapat pada saat dilapangan.
3. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan taruna/i dalam memecahkan suatu
permasalahan.
4. Taruna/i dapat membandingkan kemampuan yang diperoleh di sekolah dengan
yang dibutuhkan di dunia kerja,
6

BAB II
PROFIL PERUSAHAAN

2.1 Perkenalan Perusahaan


Nama : PT. GMF (Garuda Maintanence Facility) AeroAsia.

Jasa : Penerbangan

Genre : Maintenance Repair and Overhaul (MRO)

Didirikan : 26 April 2002

Beroperasi : 01 Agustus 2002

Pendiri : PT. Garuda Indonesia, Tbk.


6

Wilayah : Bandara Sutan Syarif Kasim II

Pelayanan :Dasar dan Pemeliharaan Berat, Cargo Conversion, Pemeliharaan


Mesin, Pemeliharaan Komponen, Line Maintenance, Engineering
Services, dan Perdagangan dan Manajemen Aset.

2.2 Sejarah Perusahaan

Sejalan dengan perkembangan bisnis yang terjadi saat ini maka sekitar tahun 1998
PT. Garuda Indonesia berusaha memaksimalkan setiap divisinya untuk membentuk
strategi dua kali bisnis unit yang diharapkan dapat menghasilkan laba dan mengurangi
biaya operasi perusahaan.Hal ini sudah dilakukan oleh perusahaan penerbangan asing,
maka untuk itu PT. Garuda Indonesia harus memisahkan atau melepas salah satu divisi
perbengkelan baik komponen maupun perawatan aircraft maka dibentuknya SBU GMF
(Strategi Bussines Unit Garuda Maintenance Facility).

Dunia bisnis penerbangan terpuruk sedemikian hebatnya dengan berkurangnya


jumlah penumpang akibat isu terorisme Internasional pasca tragedy “World Trade
Center” 11 September 2001.Kemudian diperparah lagi oleh Wabah Flu burung dan
SARS. Akhirnya beberapa perusahaan penerbangan kelas duniapun berguguran
.Dampaknya telah dirasakan oleh Garuda Indonesia yang pada saat ini telah menjadi
induk PT. Garuda Maintenance Facility AeroAsia.Kemandirian PT. Garuda Maintenance
6

Facility AeroAsia (GMFAA) ditandai dengan pendirian badan usaha pada tanggal 26
April 2002, Kemudian mulai beroperasi sejak 1 Agustus 2002.Hal tersebut merupakan
strategi jangka panjang Garuda Indonesia yang dikenal dengan istilah “Airline Business
Model”.Tujuannya adalah agar Garuda kembali ke “Core Business” dan memberi
peluang bisnis yang lebih luas dan fleksibel kepada PT.Garuda Maintenance Facility
AeroAsia.Tantangan untuk berusaha mandiri Garuda Maintenance Facility diawali
dengan pengalihan karyawan Garuda ke Garuda Maintenance Facility pada bulan Juli
2003, yang sudah barang tentu menimbulkan serangkaian resiko dan dampak psikologis
baik terhadap perusahaan maupun terhadap karyawan.

Dimulai pada tahun 1949, PT. Garuda Maintenance Facility AeroAsia berasal
sebagai Divisi Teknis Garuda Indonesia Airlines di Kemayoran dan Halim
Perdanakusuma bandara di Jakarta, Indonesia. Kembali pada tahun 1984, PT. Garuda
Maintenance Facility AeroAsia pindah ke Bandara Internasional Soekarno Hatta dan
namanya sendiri sebagai Divisi Maintenance & Engineering (M & E), yang berkembang
menjadi unit bisnis mandiri langsung. Selanjutnya, pada tahun 1998 Divisi Maintenance
& Engineering berubah menjadi Unit Bisnis Strategis (SBU-GMF), yang menangani
semua kegiatan pemeliharaan armada Garuda Indonesia, sehingga mengasah daya
saingnya. Akhirnya pada tahun 2002 SBU-GMF dipisahkan dari Garuda Indonesia, dan
resmi menjadi anak perusahaan independen di bawah nama PT Garuda Maintenance
Facility AeroAsia. Selanjutnya, PT. Garuda Maintenance Facility AeroAsia kini benar
dianggap sebagai salah satu yang terbaik dan terbesar perusahaan perawatan pesawat di
wilayah tersebut serta menjadi penyedia MRO pelanggan pilihan pada tahun 2015.
Kapasitas PT. Garuda Maintenance Facility AeroAsia di rancang untuk mengakomodir
perawatan pesawat sebanyak 123 pesawat dan dapat dikembangkan sampai dengan 200
pesawat per tahun dengan mengoptimalkan hangar yang ada. PT. Garuda Maintenance
Facility AeroAsia memiliki fasilitas perawatan yang cukup untuk mendukung domestic
airline.

Sejalan dengan perkembangan waktu, PT. Garuda Maintenance FacilityAeroAsia


senantiasa berbenah diri dengan melengkapi berbagai fasilitas yang dibutuhkan dalam
perawatan untuk semua jenis pesawat, engine maupun komponen dan berusaha menjadi
“The Best Workshop In Asia”.
6

PT. Garuda Maintenance Facility AeroAsia bertanggung jawab untuk


memberikan jasa Line Maintenance pada seluruh pesawat Garuda Indonesia dan 20
bandara di kota besar lainnya di Indonesia. PT. Garuda Maintenance Facility AeroAsia
sadar begitu pentingnya ketepatan waktu dan reliability pada setiap terminal udara, oleh
sebab itu PT. Garuda Maintenance Facility AeroAsia menjamin pesawat yang ditangani
mendapatkan pelayanan yang benar dan dalam waktu yang sesingkat mungkin. Saat ini
GMF Line Maintenance menangani sekitar 20 pesawat setiap hari, manpower yang
bertugas 20 jam sehari dan 7 hari seminggu .

2.4 Line Maintenance


Sekarang tanpa diragukan bisnis penerbangan adalah industri yang paling
penting.Dalam hal mempertahankan bisnisnya, setiap perusahaan penerbangan
dihadapkan pada tantangan untuk meneruskan operasional yang efisien dan
menguntungkan, saat teknologi dan biaya dalam bersaing berkembang begitu cepat.
Sebagai hasilnya, setiap operator penerbangan membutuhkan asisten untuk
menurunkan biaya perawatan pesawat, sementara itu juga mencari cara terbaik dalam
meningkatkan efisiensi dan ketersediaan pesawat. Dalam hal memperhatikan hal tersebut,
PT. Garuda Maintenance FacilityAeroAsia sekarang memperlengkapi untuk
menyediakan jasa-jasa engineering untuk membantu operator penerbangan memperbaiki
efisiensi dan profibility, melalui penjadwalan perawatan yang koheren dan engineering
monitoring system yang akan memfasilitasi alokasi dan mendistribusikan semua sumber
daya.
Dengan pengalaman luas, dalam melayani Garuda Indonesia lebih dari satu
dekade, Garuda Maintenance Facility engineering services menawarkan kerjasama dalam
mengelola planningdan cheduling system, mengembangkan Maintenance Program yang
responsif, mengirimkan petunjuk dalam efisiensi, program engineering dengan OEM dan
evaluasi Aircraft Engineering dan modifikasi.
6

2.4 Visi Misi PT.GMF AeroAsia.tbk


1. GMF VISION
Top 10 MRO’S in the world

2. GMF MISSION
“To provide integrated and reliable Aircraft maintenance solution
for a safer sky and secured quality of life of mankind”
Di PT. GMF AeroAsia, Tbk. selain memiliki visi dan misi PT.GMF AeroAsia memiliki
nilai-nilai inti GMF atau biasa disebut dengan GMF Values, yaitu :

1. Concern for people


Insan GMF harus saling menghargai, peduli, memberi kesempatan serta membangun
hubungan yang tulus dan saling percaya antar insan GMF melalui sistem perekrutan,
penempatan, pengembangan dan pemberdayaan SDM secara terbuka, adil, pbyektif dan
proposional.
2. Integrity
Insan GMF harus memiliki ketulusan dan kelurusan hati yang diekspresikan melalui
satunya kata dengan perbuatan dalam menerapkan nilai - nilai, etika bisnis dan profesi
serta peraturan secara konsisten meskipun dalam keadaan yang sulit untuk
melakukannya, sehingga dapat dipercaya.

3. Professional
Insan GMF harus piawai dan sungguh - sungguh dalam menuntaskan tugas sesuai standar
teknis, bisnis dan etika yang berlaku.

4. Teamwork
Insan GMF harus senantiasa bekerjasama secara kompak yang dilandasi oleh rasa saling
menghormati, saling memahami fungsi dan peran masing - masing agar dapat
menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas dengan memberdayakan seluruh sumber daya
yang dimiliki untuk mencapai tujuan perusahaan.

5. Costumer Focused.
6

Insan GMF senantiasa melakukan segala upaya dan tindakan untuk memenuhi kebutuhan
bahkan lebih dari yang diharapkan pelanggan, secara tulus dan penuh semangat.

4.1 SPESIFIKASI PESAWAT BOEING 737-800NG


4.1.1.Sejarah Boeing 737-800 NG

Boeing memulai pembangunan '737 - X Next Generation (NG)'. Program ini


adalah untuk pembinaan seri -600, -700, -800 dan -900. Dalam pembuatan NG ini,
perubahan dilakukan dengan merancang sayap baru, peralatan elektronik yang baru dan
rancangan ulang mesin pesawat. 737 NG dilengkapi dengan teknologi-teknologi dari
Boeing 777, tinkap kokpit berteknologi tinggi, sistem dalaman pesawat yang baru
(diambil dari 777), dengan penambahan berupa 'wingtip' sehingga menjadi sayap lawi
yang mengurangi biaya bahan bakar dan memperbaiki proses 'take-off' pesawat. Pesawat
737 NG boleh dikatakan sebagai sebuah model baru kerana ciri-cirinya yang banyak
berbeda dengan seri-seri yang lama.Boeing membuat 737-800 yang mampu terbang lebih
jauh dam menampung penumpang lebih banyak daripada vesi sebelumnya.

Pada varian ini, yaitu Boeing 737-800 , cockpitnya telah dilengkapi dengan HUD
(Head Up Display). Peralatan ini biasanya dipakai pada pesawat militer / pesawat tempur.
Fungsinya adalah untuk mempermudah pilot dalam menentukan kemiringan pesawat baik
secara vertikal maupun horizontal. Pesawat ini menggunakan layar LCD yang terpadu
dalam bentuk glass cockpit. Pesawat ini menggunakan Glass Cockpit secara menyeluruh.
Sistem Glass cockpit ini dipercaya akan menjadi trend bagi pesawat-pesawat baru. Lion
Air merupakan launch customer pesawat ini.

Di Indonesia, Boeing 737 merupakan "standar" armada bagi maskapai-maskapai


di Indonesia. Hampir semua maskapai penerbangan di Indonesia pernah dan atau masih
mengoperasikan 737, baik varian "original" (seri -200) varian "Classic" (seri -300, -400,
dan -500), maupun "Next Generation" (seri -800 dan -900ER)
6

Gambar.4.1 Garuda Indonesia Boeing 737 800 NG

4.1.2 Statistik Boieng 737-800NG

1. Kecepatan terbang : Mach 0,78 , 440 kt (815 km/h) (NG).

2. Mesin : dua mesin Turbofan, antara 64,4 kN sampai 117,3 kN per mesin, CFM56-7
(600, 700, 800, 900, 900X).

3. Jangkauan jelajah maksimum : 2.745 mil laut (5.080 km) (800).

4. Jarak dari ujung sayap kiri ke ujung sayap kanan : antara 28,3 m sampai 34,3 m (93,0
kaki – 112,6 kaki) (36 m untuk sayap lawi bagi -700, -800, -900).

5. Panjang : 42,1 m (138,2 kaki) (900).

6. Ketinggian ekor pesawat : 12,5 m (41,2 kaki) (700, 800, 900).

7. Berat maksimum saat lepas landas (takeoff) : 79.010 kg (174.200 lb) (900).

8. Kapasitas : 85 hingga 189 penumpang.

9. Biaya : US$44 juta – US$74 juta menurut daftar harga 2004.

10. Autopilot , display, navigasi, dan sensor oleh Honeywell (win 10).

4.2 PENGERTIAN COMMUNICATION


4.2.1.general
4.4 .2 deskripsi
-fungsi
-operational

4.2 Pengertian system Comunication.


4.2.1.General
Komunikasi adalah salah satu unsur yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan
manusia. Dalam dunia penerbangan, system komunikasi ini sangat diperlukan untuk
berkomunikasi yang merupakan penuntun bagi pilot pada saat TAKE OFF hingga
6

LANDING dan sistem komunikasi memungkinkan crew pesawat berkomunikasi dengan


lainnya , yaitu : penumpang, pesawat lain, dan Ground station. Perkiraan jarakfrekuensi
dari speech communication yang dapat diterima diantara 2 MHz dan 400 MHz.
4.2.2 Deskripsi
Fungsi Cumunication pada pesawat terbang yaitu penyapaian seluruh data atau
bentuk interaksi tentang pesawat, baik dalam bentuk percakapan/suara maupun berbentuk
sebuah data,antara pilot dengan ATC maupun crew awak pesawat dan sbg.

4.3 Jenis-jenis fraquencysystem communication


4.3.1 HF ( High frequency )
Frequancy yang digunakan untuk komunikasi antara pesawat dengan stasiun bumi
pada jarak jauh, perkiraan komunikasi yang cukup panjang diantara 2 MHz-30M
4.3.2 VHF ( Very High Frequency)
Frekuensi yang digunakan untuk komunikasi antara pesawat dengan Ground station
dan pesawat yang lain pada jarak dekat, perkiraan jarak komunikasi diantara 30MHZ-
300MHz.
4.3.3 UHF ( Ultra High Frequancy ) 10
Frekuensi yang digunakan untuk komunikasih pesawat dengan pesawat. Perkiraan
diantara 200MHz-400MHz.
Pembagian frekuensi radio pada pesawat adalah, sebagai berikut:Radio frequency
Spectrum dengan satuan;

No Jenis Frequency Frequency

1 Very Low Frequency(VLF) 3Hz-30KHz

2 Low Frequency(LF) 30KHz-300KHz

3 Medium Frequency(MF) 300KHz-3MHz

4 High Frequenct(HF) 3MHz-30MHz

5 Very High Frequency(VHF) 30MHz-300MHz

6 Ultra High Frequency(UHF) 300MHz-3GHz


6

7 Super HighFrequency(SHF) 3GHz-30GHz

8 Extra High Frequency(EHF) 30GHZ-300GHz

4.4 Jenis-jenis Sistem communication


3.4.1 External communication
Diperlukan untuk hubungan komunikasih antara pesawat dengan petugas didarat atau
antar pesawat. Komunikasi yang digunakan untuk mengadakan hubungan keluar, terdiri
antar sistem-sistem berikut :
A. High frequency
Sistem yang digunakan untuk komunikasi jarak jauh, hal ini dikarenakan sinyal
komunikasih High frequency (HF) dapat merabat lebih jauh sebagai hasil pantulan
lapisan ionosphere atau biasanya disebut Skip Distane Phenomena. Biasanya pada
pesawat terbang terpasang 2 sistem yaitu system HF 1 dan HF 2.

a. .Komponen sistem komunikasi HF”


1. Transceiver.
HF Transceiver – sebagai komponen utama, komputer yang mengolah sinyal HF yang
diterima dan akan dipancarkan.

Gambar.4.1 Transceiver Boieng 737


6

2. Antenna.
HF Antenna – untuk menerima dan memancarkan sinyal, posisi antena di vertical
stabiliser

Gambar.4.2 Lokasi antena HFboieng 737

3. HF Coupler – untuk coupling antara antenna dengan transceiver


4. HF Comm Control Panel – sebagai interface ke flight crew

Gambar 4.3. HF Communication control panel boieng 737

b. Spesifikasih sistem komunikasi HF


1. Range Frequency 2 MHz- 30 Mhz.
6

2. Spacing frequency 1 KHz.


3. Emergency frequency 8364 KHz.
4. Power output :
a. AM Transmitter 100 watt
b. Transmitter 400 watt
c. Receiver 500 watt
6

(Gambar 4.4 High Frequency)

B. Very High Frequency ( VHF )


Sistem komunikasih ini merupakan Static Frequencydan digunakan untuk jarak dekat
(batas horizon / line of sight). untuk jarak jangkaun VHF dalam satuan mil
sedangkanuntuk ketinggian pesawat dalam satuan feet, hal ini karenakan sinyal VHF
memancar lurus menembus lapisan Ionosphere atau dalam kata lain tidak dipantulkan.
Biasanya pada pesawat terbang terpasang 2 sistem komunikasi VHF dan salah satunya
sebagai persiapan jika yang pertama rusak.
1. Komponen sistem Komuniksai VHF
a. VHF Transceiver , sebagai komponen utama, pengolah sinyal yang diterima dan
akan dipancarkan.
6

Gambar.4.5 VHF Transceiver Boeing 737

b. Antenna
VHF Antenna, untuk menangkap sinyal VHF, Antenna VHF di pesawat
berbentuk sirip hiu, terletak di bagian atas fuselage atau bawah fuselage.

Gambar.4.6 Antena VHF Boeing 737


c. Control panel
VHF Comm Control panel, sebagai interface, untuk memilih frekuensi VHF yang akan
dipakai.
6

Gambar4.7 Radio Tuning Panel (RTP)


RTP dapat dipakai sebagai HF Comm Control Panel atau VHF Comm Control Panel

2.Spesifikasih Sistem Komunikasi VHF


a. Range Frequency 116/118MHz-136Mhz
b. Spacing Frequency 25/50 KHz
c. Emergency Frequency 121.5 Khz
d. Output power 25 watt & 7 ampere
e. Power supply 218 vol

14

(Gambar.4.8. Very High Frequency)


6

C. Selective calling (sel-Call)


Sistem ini membebaskan keharusan flight crew untuk secara terus menerus memantau
(memonitor) saluran komunikasi. Yaitu ketika pesawat mendapat panggilan dari petugas
di darat ( ground control personel ), dengan system ini petugas di darat dapat memilih
pesawat mana yang akan dihubungi.
Komponen sistem komunikasi sel-call
 Selective decoder ( 2 channel decoder ).
 Control panel ( selector switch dan lampu sel-call.
 Bell/ chime (bell listrik)

15

(Gambar.4.9. SEL-CALL(Sellective Calling)


6

3.3.2 Internal Communication


Merupakan sistem komunikasi yang digunakan untuk keperluan didalam pesawat, baik
pada saat didarat maupun pada saat terbang. Sistem ini terdiri atas :
 Pessenger address (PA).
 Komponen public address system.
 Intercommunication system (Intercom).
A. pessenger address (PA)
Digunakan untuk keperluan awak pesawat, dalam menyampaikan pengumuman atau
pemberitahuan kepada penumpang pesawat melalui pengeras suara yang ada pada cabin
16
dan lavatory. Sistem ini juga digunakan pula untuk penyiaran music dari pita rekaman
(music reproducer) dan peringatan (audio warning) kepada penumpang dan cabin crew.
 Komponen-komponen passenger address system terdiri atas :
a. Passenger address amplifier.
b. Microphone.
c. Speakers.
d. Music reproducer.
e. Tone isolator.

Gambar 4.10.Pessenger Address(PA)

B.Komponen Public Address System.


6

Sistem ini terdiri dari item-item dibawah ini :


a. Tape Reproducer.
Diletakkan pada rak (E2-1) dalam kompartemen peralatan elektronik dan listrik.
b. Audio Accessory Unit.
Diletakkan pada rak (E2-1) dalam kompartemen peralatan elektronik dan listrik.
c. Passenger Address Amplifier.
Diletakkan pada rak (E2-1) dalam kompartemen peralatan elektronik dan listrik.
d. Control Stand Microphone Jack.
Diletakkan pada ujung belakang dari cockpit control stand.
e. Forward Attendants Panel Microphone & Music Switch.
Pada panel pelayan (pramugari), yang diletakkan pada windscreen tepat dibelakang dari
forward service door.
f. Aft Attendants Panel Microphone.
Pada panel pelayan (pramugari), yang diletakkan pada pembatas lavatory belakang tepat
disebelah kiri dari center isleway.
g. Forward Attendants Panel Microphone.
Diletakkan pada stasiun 370L tepat dibelakang dari forward entry doo.
6

(Gambar.5.1. PAS- Component Passangger Address System)

20

17

(Gambar.5.2. PAS Annoucement dan PAS- Cabin interphone).


6

C.Intercommunication System (Intercom).


Sistem ini memungkinkan adanya komunikasi antara cockpit crew, cabin crew dan
maintenance/servicing personnel dari cockpit, cabin dan tempat maintenance/servicing
sekitar pesawat.Sistem ini terbagi dua, yaitu :
 Flight intercom
Digunakan untuk intercommunication antara cockpit crew dan maintenance personnel,
antara cockpit dan tempat-tempat bagian perawatan di sekitar pesawat. Tempat-tempat
tersebuat antara lain external power receptable dan electronic dan electrical equiqment
compartment.
komponen –komponen service intercomterdiri atas:
- Amplifier
- Headset dan telemic dari cockpit dan cabin
Beberapa jack pada area perbaikan /perawatan untuk pemasangan headset atau
kombinasi headset dan handmic

(Gambar.5.2. Flight intercom)

 Service Intercom.
System ini digunakan intercom antara cockpit/pilot dan cabin crew didalam pesawat atau
antara cockpit/cabin dengan petugas maintenance/servicing di beberapa tempat di sekitar
pesawat :
 Komponen service Intercom
a. Amplifie
6

b. Headset dan telemic dari cockpit dan cabin


c. Area perbaikan atau perawatan pemasangan headset.
Dan menyediakan sarana berkomunikasi dengan penumpang dan untuk menghibur
mereka (musik). Serta digunakan untuk menyediakan salah satu
(pengumuman/pemberitahuan atau musik). Semua suara akan masuk ke passenger
address speaker yang dilintasi melalui passenger address amplifier dimana sistem tersebut
dikuatkan dan diprioritas masukannya dimantapkan.
Pengumuman / pemberitahuan dapat dikeluarkan oleh Pilot, atau siapa saja dari pelayan
(pramugari). Pilot mempunyai prioritas yang lebih tinggi /diatas dari pada pelayan
(pramugari). Auto announcement, boarding music atau kedua-duanya dari tape
reproducer dapat menyediakan masukan pada saluran prioritas yang lain.

20

4.5 Emergency locator Transmiter ( Emergency Radio Beacon )


System ini akan digunakan atau bekerja dalam keadaan darurat. Alat ini secara
otomatis akan memancarkan sinyal radio apabila terendam air ( tawar,asin, urin ).
Frekuensi yang dipancarkan adalah Very High Frequency (VHF) 121,5 MHz dan 243
MHz secera terus menerus.

19
6

(Gambar.5.3.Emergency Locator Transmitter/Emergency Radio Beacon/ELT)

4.6 Cockpit Voice Recorder ( CVR )


Sistem ini akan merekam pembicaraan diruangan cockpit, baik pembicaraan lansung
maupun melalui sistem komunikasi. Rekaman tersebut akan tersimpan dalam CVR dan
akan dibaca apabila diperlukan ( bila terjadi kecelakaan ). Pita rekaman berupa lingkaran,
sehingga bisa membuat rekaman secara terus menerus selama terbang, tanpa harus rewind
21
terlebih dahulu. Rekaman yang tersimpan merupakan rekaman setengah jam terakhir
pembicaraan, sebelum CVR terhenti (off). hal ini terjadi dikarenakan setelah setengah
jam operasi dari CVR maka akan terjadi penghapusan pita yang sudah ada isinya (
rekaman ) dan kemudian akan diisi rekaman selanjutnya.
6

(Gambar.5.4.Isi sebuah Cockpit Voice Recorder (CVR))

4.7 Static Discharge


Berguna untuk menghilangkan muatan listrik statis pada badan pesawat , yaitu
dengan cara melepaskannya ke udara bebas melalui statis discharge , alat ini ditempatkan
pada ujung-ujung permukaan pesawat. Hasil ini diperlukan agar bekerjanya peralatan
radio tidak terganggu muatan listrik statis.
Sedangkan Flight Data Recorder (FDR),
FDR ini merekam data-data penerbangan. lat ini merekam data-data teknis pesawat
seperti ketinggian, kecepatan, putaran mesin, radar, auto pilot dan lain-lain. Ada 5
sampai 300 parameter data penerbangan yang direkam dalam black box ini

22

(Gambar.5.5. Isi sebuah Flight Data Recorder (FDR))


6

(Gambar.5.6. Data analisa sebuah Flight Data Recorder (FDR))

23
6

BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan

Setelah penulis melaksanakan Praktek Kerja Lapangan(PKL) yang dimulai


dari tanggal 2 Oktober 2018 s/d 21 Desember 2018, maka penulis dapat
menyimpulkan bahwa:
1. Pentingnya mempunyai pengalaman prakerin, karenateori saja tidaklah cukup,
diperlukan keahlian kerja juga.
2. Kegiatan Prakerin sangat bermanfaat bagi para taruna/i khususnya SMK
Penerbangan Nusantara(SPN) ketaping dengan adanya kegiatan Prakerin taruna/i
di tuntut untuk mempunyai sikap mandiri dan untuk berinteraksi dengan orang
lain sehingga taruna/i di harapkan dapat memiliki keterampilan serta wawasan
yangtinggi.
3. Prakerin merupakan kegiatan Praktek di luar jam sekolah yang bekerjasama
dengan masyarakat atau instansi,sehingga taruna/i dapat berlatih untuk bergaul
dan bekerja sama dengan masyarakat luas.
4. Melatih kedisiplinan yang merupakan kunci utama untuk dapat melakukan suatu
pekerjaan agar mendapatkan hasil yang baik dan benar.
5. Melatih serta mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang didapat
di sekolah pada dunia kerja sesungguhnya.
6. Mewujudkan keharmonisan kerja sama diantara unit-unit pemeliharaan baik
mekanik,pilot maupun operator agar berjalan lancer dan berhasil dalam sebuah
misi penerbangan.
7. Patuh terhadap peraturan dan tidak mengabaikan prosedur keselamatan kerja, agar
tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
6

24
4.2 Saran

4.2.1 Saran untuk Sekolah

1. Sekolah lebih mengontrol dalam setiap yang dikerjakan oleh taruna/i dan
menerima laporan perkembangan selama praktek kerja industri.

2. Menjalin lebih banyak lag perusahaan-perusahaan penerbangan agar


mempermudah taruna/i,untuk melaksanakan prakerin.

3. Memberikan arahan serta susunan laporan apa saja yang harus dibuat agar
tersusun secara kompak dan rapih dan mencapai target.

4. Tidak menjadikan praktek kerja industries(prakerin),sebagai asset komersial


yang akan merugikan pihak taruna/i sebagai peserta (prakerin) ini.

4.2.2 Adanya saran Untuk instansi:

1. LebihmengaturJob Sheetkepadaparataruna/i yang melakukanprakerin.

2. Lebih ditekankan untuk target apa saja yg harus dikuasai pada tingkat prakerin.

3. Benar-benar menuntut taruna/i dalam melakukan pekerjaan selama taruna/i


prakerin agar terlaksananya kerja yang lancer dan tanpa hambatan apapun.

4. Menyediakan sarana dan prasarana yang menujang keberhasilan dan kelancaran


(prakerin).

5. Meningkatkan kerja sama yang lebih kuat lagi dengan Sekolah Penenrbangan
Nusantara (SPN) Ketaping.
6

Setelah pelaksanaan on job training di PT. GMF AeroAsia,Selama 3 bulan, ada beberapa
hal yang dapat kami sampaikan, antara lain :

1. Kami dapat mengetahui tentang kerjasama PT.GMF AeroAsia dengan perusahaan


penerbangan lain.
2. Kami dapat mengetahui kegiatan yang berada di PT.GMF AeroAsia.

3. Kami dapat mengerti bagian-bagian luar maupun dalam pesawat yang berada pada
PT.GMF Aeroasia.

25

26
6

DAFTAR PUSTAKA
Arif, Gangguan Sinyal HP Penerbangan, http://www.iptek.net.id/, diakses pada hari
Selasa, tanggal 14 April 2009, pukul 13.55 WIB,
http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/451/jbptunikompp-gdl-herissadel-22527-6-babi.pdf
.
…………………………………….Aircraft Maintenance Manual
………………………………………ATA CHAPTER
Dwie at . 2007/08. 6:57 PM …………
http://dwie-cutedonxz.blogspot.com/2007/08/laporan-pkl.html.
Garuda Maintenance Fasility,Maintenance Organization Exposition
E."Network of Branches". 2008-02-14.GMF AeroAsia .http://www.gmf-
aeroasia.co.id/index.php?map=1,4 . Indonesia
F.Training Manual Book
G………………………….. http://www.gmf-aeroasia.co.id/.
H………………………………...https://id.wikipedia.org/wiki/GMF_AeroAsia.

Arif, Gangguan Sinyal HP Penerbangan, http://www.iptek.net.id/, diakses pada hari Selasa,


tanggal 14 April 2009, pukul 13.55 WIB,
http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/451/jbptunikompp-gdl-herissadel-22527-6-babi.pdf

Gitoyo,Yohanes , S Pd. 2013. Perbedaan fungsi cvr dan fdr. http://tiada-


haluan.blogspot.com/2013/10/ini-dia-perbedaan-fungsi-cvr-dan-fdr.html. Tiada haluan.
Indonesia.
Gitoyo,Yohanes , S Pd. 2015. Menelisik peran black box
http://pustakadigitalindonesia.blogspot.com/2015/01/menelisik-peran-black-box-dalam.html.
Pustaka digtigal. Indonesia.
6

BAB IV

KAJIAN TEORI

4.1.water dan waste systemA320

4.1.1.Pengertian

Water dan waste sistem merupakan suatu sistem pendistribusian air dan
limbah pembuangan dari portable water ke gelly dan
lavatory,pendistribusian ini memakai suatu sistem yang di sebut pneumatic
system.Pesawat Airbus A320 dilengkapi fasilitas dengan gelly dan lavatory
sebulum mengetahui lebih lanjut tentang sistemnya seharus sudah dapat
mengetahui apa itu gally dan lavatory penjelasannya sebagai berikut:

- Gally atau istilah umumnya yaitu dapur, digunakan minuman atau


makanan selama perjalanan oeh pramugari atau pramugara. Bagian
ini biasanya terdapat pada dua lokasi, yaitu dibagian depan lorong
(dibelakang ruangan pilot) dan di belakang lorong.
- Lavarory istilah umumnya adalah toilet merupan tempat untuk
melakukan kebutuhan sanitasi. Pada pesawat Airbus A320 biasanya
terdapat tiga lavatory atau lebih, yaitu pada bagian depan lorong dan
dibelakang lorong pesawat.
6

1.4.2.

Anda mungkin juga menyukai