Anda di halaman 1dari 4

Nama : Humaira Azzahra

NIM : P07223119025
Program Studi : D-IV Gizi dan Dietetika
Mata Kuliah : Ilmu Gizi

Karbohidrat
A. Definisi
Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi manusia dan hewan yang
harganya relatif murah. Semua jenis karbohidrat terdiri atas unsur-unsur karbon (C),
Hidrogen (H), dan Oksigen (O). Dalam bentuk sederhana, formula umumnya adalah
𝐶𝑛 𝐻2𝑛 𝑂𝑛 .

B. Ciri kimiawi karbohidrat


 Mereduksi (dalam suasana basa)
 Pembentukan furfural (jika dipanaskan bersama fenilhidrazin)
 Pembentukan ester (apabila bereaksi dengan asam)
 Isomerisasi (dalam basa encer)
 Pembentukan glikosida (jika direaksikan dengan metil alkohol)

C. Klasifikasi Karbohidrat
Karbohidrat dibagi dalam dua golongan, yaitu :
a. Karbohidrat sederhana terdiri atas :
1) Monosakarida yang terdiri atas jumlah atom C yang sama dengan molekul air,
yaitu [𝐶6 (𝐻2 𝑂)6 ] dan [𝐶5 (𝐻2 𝑂)5 ]. Ada tiga jenis monosakarida yang penting
dalam ilmu gizi, yaitu : Glukosa dinamakan juga dekstrosa atau gula anggur.
Fruktosa dinamakan juga levulosa atau gula buah. Galaktosa, tidak terdapat
bebas di alam, tapi terdapat dalam tubuh sebagai hasil pencernaan laktosa.
2) Disakarida terdiri atas dua unit monosakarida yang terikat satu sama lain
melalui reaksi kondensasi. Ada empat jenis disakarida, yaitu sukrosa atau
sakarosa, maltose, laktosa, dan trehalosa. Sukrosa atau sakarosa dinamakan
juga gula tebu atau gula bit. Jika sukrosa dihidrolisis menjadi Glukosa dan
Fruktosa. Maltosa (gula malt) jika dihidrolisis menjadi Glukosa dengan
Glukosa. Laktosa jika dihidrolisis menjadi Glukosa dan Galaktosa.
3) Gula Alkohol terdapat di dalam alam dan dapat pula dibuat secara sintetis . Ada
empat jenis gula alkohol yaitu sorbitol, manitol, dulsitol, dan inositol.
4) Oligosakarida terdiri atas polimer dua hingga sepuluh monosakarida (oligo
berarti sedikit). Rafinoda, stakiosa, dan verbaskosa adalah oligosakarida yang
terdiri atas unit-unit glukosa, fruktosa dan galaktosa.
a. Karbohidrat kompleks trerdiri atas :
1) Polisakarida yang terdiri atas lebih dari dua ikatan monosakarida.
2) Serat yang dinamakan juga polisakarida non pati.
D. Pencernaan karbohidrat
Makanan dikunyah dalam rongga mulut, dipotong-potong dan dicampur dengan
air liur (saliva) yang dihasilkan oleh tiga pasang kelenjar ludah. Kemudian yang menjadi
gumpalan ditelan melalui faring dan esophagus masuk ke dalam lambung.
Zat tepung di dalam rongga mulut sudah mengalami pencernaan oleh enzim ptialin
yang terdapat didalam air liur. Ptialin melepaskan satuan-satuan maltosa. Zat sisa dari
pembakaran karbohidrat ialah karbondioksida (CO2 ) dan air (H2 O). Sebagian CO2 diubah
menjadi gugusan asam karbohidrat (HCO3 ) yang larut dalam cairan tubuh, sedangkan
sebagian lagi tetap berbentuik gas CO2 yang kemudian diikat oleh hemoglobin didalam sel
darah merah, untuk dibawa ke paru-paru.
Sekresi pankreas mengandung enzim amilopepsin , sedangkan sekresi dinding usus
halus mengandung enzim – enzim yang memecah disakarida menjadi monosakarida,
sukrase memecah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa, maltase memecah maltose
menjadi dua molekul glukosa, dan laktase memecah laktosa menjadi glukosa dan
galaktosa.

E. Penyerapan karbohidrat
Glukosa , fruktosa, dan galaktosa kemudian diserap ke dalam dinding usus, masuk
ke dalam cairan limfe, kemudian ke dalam pembuluh darah kapiler dan dialirkan melalui
vena porta ke dalam hati. Penyerapan karbohidrat dimulai didalam duodenum, setelah
terbentuk hasil pencernaan monosakarida. Monosakarida diserap secara aktif.

F. Fungsi
Sumber energi, pemberi rasa manis, penghemat protein, pengatur metabolism lemak,
membantu pengeluaran feses.

G. Kebutuhan
Tidak ada ketentuan tentang kebutuhuan karbohidrat sehari untuk manusia. WHO
(1990) menganjurkan agar 50-65% konsumsi energi total berasal dari karbohidrat
kompleks dan paling banyak hanya 10% berasal dari gula sederhana.

H. Sumber Karbohidrat
Sumber utama karbohidrat di dalam makanan berasal dari tumbuh-tumbuhan
nabati. Di dalam makanan manusia terutama berasal dari tumbuhan, yaitu biji, batang
dan akar. Sumber karbohidrat lainnya seperti pisang, sawo, nangka, beras, serta ekstra
tepung sagu, dan kacang-kacangan. Karbohidrat hewani, terutama terdapat didalam otot
(daging) , hati.
I. Proses Perubahan Karbohidrat Menjadi Energi dan Disimpan Dalam Tubuh
Glukosa dalam darah masuk lewat vena porta hepatica kemudian masuk ke sel
hati. Selanjutnya glukosa diubah menjadi glikogen (glikogenesis). Sebaliknya, jika tubuh
kekurangan glukosa, maka glikogen akan segera diubah lagi menjadi glukosa
(glikogenolisis). Glukagon berperan merangsang proses glikogenolisis dan
glukoneogenesis. Insulin berfungsi mempermudah dan mempercepat masuknya glukosa
ke dalam sel dengan meningkatkan afinitas molekul karier glukosa.
Glikogenesis : Glukosa setelah masuk ke dalam sel akan bergabung dengan gugus posfat
radikal menjadi Glu-6-P (Posforilasi). Glu-6-P dapat langsung digunakan untuk sumber
energi atau disimpan dalam bentuk glikogen. Selain itu, glukosa dapat dipecah menjadi
asetil Ko-A kemudian diubah menjadi lemak yang kemudian disimpan di dalam hati dan
jaringan adiposa (lemak) terutama di peritoneum.
Glikolisis : Glukosa di dalam sitoplasma akan dipecah secara enzimatis berantai menjadi
asam piruvat dengan menghasilkan 2 mol ATP. Proses ini disebut respirasi anaerob
(glikolisis anaerob). Asam piruvat selanjutnya akan mengalami beberapa kemungkinan
diubah menjadi:
1. Asam laktat dengan menghasilkan 2 mol ATP.
2. Asetaldehida kemudian menjadi alkohol. Proses ini disebut fermentasi.
3. Asetil Ko-A selanjutnya siklus Kreb’s dan transport elektron menjadi ATP.
Glikogenolisis : Pada saat seseorang berpuasa atau sedang melakukan aktivitas (latihan
olahraga, bekerja) yang berlebihan akan menyebabkan turunnya kadar glukosa darah
menjadi 60 mg/100ml darah. Keadaan ini (kadar gula darah turun) akan memacu hati
untuk membebaskan glukosa dari pemecahan glikogen yang disebut proses
glikogenolisis.
Glukoneogenesis : Apabila ketersediaan glukosa tidak tercukupi, maka lemak dan protein
akan diubah menjadi Asetil Ko-A sehingga dapat masuk ke siklus Krebs.
Respirasi (Okisidasi) Seluler : Glukosa di dalam sel dipecah secara oksidasi dengan
menggunakan molekul oksigen menjadi karbondioksida , air , energi , dan panas. Jika
kadar oksigen tercukupi, maka asam piruvat selanjutnya akan diubah menjadi Asetil Ko-
A sehingga dapat masuk ke siklus Kreb's, atau setelah menjadi asetil Ko-A kemudian
masuk ke dalam siklus Kreb's dengan menghasilkan NADH ,FAD , ATP , CO2 dan H2 O.
Transport electron : mengubah NADH dan FADH menjadi ATP di dalam membran dalam
mitokondria. Satu mol glukosa akan menghasilkan sebanyak 36 mol ATP.

J. Efek Kelebihan dan Kekurangan Karbohidrat


Kelebihan Karbohidrat Kekurangan Karbohidrat
Lactose intolerance Marasmus
Galaktosemia Hipoglekimia
Penyakit Jantung Koroner (PJK) Kekurangan Kalori dan Protein
Obesitas
Diabetes Melitus
DAFTAR PUSTAKA

Almatsier, Sunita. 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama

Ambarwati, Fitri Respati. 2015. Gizi dan Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta : Cakrawala Ilmu

Staf Universitas Negeri Yogyakarta. Metabolisme makanan.


http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/tmp/Bb6-Metabolisme.pdf