Anda di halaman 1dari 6

Halaman 1

Fisiologi
Aktivitas Seksual Pria
Rahma * na B. Herman
Bagian Fisiologi
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
Kuliah 5

Halaman 2
Pengenalan
 Untuk mencapai reproduksi dibutuhkan:
− Persatuan gamet laki dan perempuan
− Melepaskan sperma dalam semen ke vagina wanita
− Tindakan seksual, juga dikenal sebagai hubungan seksual, koitus atau kopulasi
(berhubungan badan)
− Tindakan seks pria ditandai oleh ereksi pada dan ejakulasi

Halaman 3
Rangsangan Neuronal dari aktivitas seksual Pria
 Glans penis:
− Sumber yang paling penting dari sinyal saraf sensorik untuk memulai tindakan
seksual laki-laki
− mengandung sistem organ indra-akhir yang sangat sensitif ( reseptor sensorik ) yang
mentransmisikan ke sistem saraf pusat (SSP) dan sensasi modalitas khusus disebut
sensasi seksual
 Sensor organ-akhir berawal dari aksi pijatan licin dari hubungan intim pada kelenjar,
dan sinyal seksual → saraf pudendal → sakral pleksus → bagian sacral pada medula
spinalis → daerah tak terdefinisi di otak

Halaman 4
Elemen psikis dari rangsangan seksual pada Pria
 Stimulasi psikis yang tepat dapat sangat meningkatkan kemampuan untuk melakukan
tindakan seksual
 Cukup memikirkan pikiran seksual atau bahkan bermimpi melakukan hubungan intim
dapat memulai (merangsang) perilaku lak-laki mencapai puncak ejakulasi
 Emisi(pengeluaran) malam hari selama mimpi banyak terjadi pada laki-laki selama
beberapa tahap kehidupan seksual, khususnya selama remaja

Halaman 5
Integrasi (penggabungan faktor) dari perilaku seksual laki-laki
 Faktor psikis biasanya memainkan peran penting dalam seksual pria dalam
bertindak, yang dapat memulai atau menghambatnya
 Fungsi otak mungkin tidak diperlukan untuk kinerjanya karena menstimulasi alat
genital yang tepat dapat menyebabkan ejakulasi pada beberapa hewan dan kadang-
kadang pada manusia, seperti tulang belakang mereka terlebih lagi wilayah lumbar
 Tindakan seksual pria dihasilkan dari mekanisme refleks yang melekat dan
terintegrasi dalam sumsum tulang belakang sakral dan lumbar
 Mekanisme tindakan seksual Pria dapat dimulai dengan baik dari salah satu stimulasi
psikis dari otak atau stimulasi seksual yg sebenarnya (langsung) dari organ seks,
tetapi biasanya kombinasi dari keduanya

Halaman 6
Tahapan dari aktivitas Seksual Pria
 komponen terkait Reproduksi
1. Ereksi Penis - peran saraf parasimpatik
2. Lubrication (cairan licin) – fungsi parasimpatik
3. Emisi dan ejakulasi - fungsi saraf simpatik
a. fase emisi
b. fase pengeluasan
4. Orgasme
5. Resolusi

Halaman 7
 Siklus respons seksual:
Meliputi respons fisiologis yang lebih luas, dibagi menjadi 4 fase:
1. Fase kegembiraan :
Ereksi dan peningkatkan kesadaran seksual
2. Fase batas wajar :
dicirikan oleh intensifikasi respons, seperti meningkatkan HR,BP, RR, dan
ketegangan otot
3. Fase orgasmik :
ejaculasi dan respons lain yang berujung pada timbulnya gairah seksual, dialami
sebagai kenikmatan fisik yang intens
4. Fase Resolusi :
mengembalikan alat kelamin dan sistem tubuh ke keadaan prearousal

Halaman 8
1. Ereksi Penis
 Definisi : pengerasan penis yang biasanya lembek agar dpt masuk ke dalam vagina
 Ereksi Penis adalah efek pertama dari stimulasi seksual pria
 Derajat ereksi adalah sebanding dg derajat stimulasi, baik psikis atau fisik
 Kesalahan ereksi disebabkan oleh impuls parasimpatik yang lewat dari bagian sakral
di pada tulang belakang hingga saraf pelvis ke penis
 Serabut saraf parasimpatik ini, berbeda dengan serat parasimpatik yang lain, diyakini
akan melepaskan nitric oxide (NO) dan / atau Vasoactive intestinal peptide (VIP) di
tambah acetylcholine (A Ch)

Halaman 9
 Oksida nitrat (NO) terutama melemaskan arteri penis, serta melemaskan meshwork
trabecular dari serat-serat otot halus dalam ereksi karena korpus cavernosa dan corpus
spongiosum di batang penis
 Ereksi Penis sebagai berikut:
− Refleks : refleks ereksi
− Pembengkakannya (tegang) penis yang ereksi karena jaringan penuh dg darah
hal ini akibat dari parasimpatik yang terinduksi
− Vasodilatasi dari arteriol penis
− Kompresi mekanis pembuluh darah oleh penis yang bengkak (membesar)

Halaman 10
Ganbar jaringan yang berperan pada saat terjadi ereksi pada penis

Halaman 11
Bagaimana terjadinya (yang berperan) saat ereksi Penis
 Penis terdiri dari hampir semua jaringan yang berperan dalam ereksi tersusun atas 3
kolom ruang vaskula spongelike memperpanjang sepanjang organ
 Dengan tidak adanya eksitasi seksual, jaringan erekil mengandung sedikit darah,
karena arteriol yang memasok ini ruang pembuluh darah mengerut → penis tetap
kecil dan lembek
 Selama gairah seksual, arteriol ini secara refleks melebar dan jaringan erektil terisi
dengan darah → penis membesar dan menjadi lebih kaku
 Vena yang mengeringkan jaringan erektil bersifat mekanis terkompresi →
mengurangi aliran pada vena

Halaman 12
 Neurotransmiter TIDAK dirilis sebagai respons terhadap stimulasi parasimpatik;
penyebab:
- Relaks pada arteriol penis
- Relaks dari trabecular meshwork dari corpora cavernosa & corpus spongiosum
→ dilatasi dari sinusoid kavernosa

 Penuh dengan darah + lapisan berserat yang kuat dari jaringan erektil

- Aliran darah arteri yang cepat
- mekanik menutup Scr parsial dari vena rendah/berkurang

Halaman 13
 TIDAK ADA aktivitas guanylate cyclase (ikatan membran Enzim) dalam sel otot
polos arteriolar di dekatnya
 Aktifitas Guanylate cyclase cyclic guanosine monofosfat (cGMP), messenger kedua
intraseluler
 cGMP menyebabkan relaks pada arteriol penis otot halus → dinyatakan oleh vasodila
lokal
 Dalam keadaan normal, setelah cGMP diakses dan menyebabkan ereksi, cGMP
dipecah oleh enzim fosfat-di-esterase 5 intraseluler (PDE 5)

Halaman 14
 Sensasi Modalitas: sensasi seksual
 Pusat terjadinya ereksi terletak di medula spinalis bawah
 Reseptor ( mechanoreceptors ):
o Glans penis
o Area yang berdekatan dengan penis
 Stimulus:
− eksternal: aksi pijatan
− internal:
 gangguan pada uretra, VU, prostat, VS, testis, vas deferens
 diisi dg sekresi
− obat: 'afrodisiak'
− Elemen psikis
− peran dari otak?

Halaman 15

Halaman 16
Refleks Ereksi (untuk jelas liat bagan di PPT)
Sti mulasi pada reseptor
1. Parasimpatik pasokan ke kelenjar bulbourethral dan kelenjar uretra – Mukus -
Lubrication (pemberian lendir)
2. Parasimpatik pasokan ke penis arteriol
3. Pasokan simpatik untuk arteriol penis
(unk 2&3) Arteriol penis membesar – ereksi - Mengompresi pembuluh darah

Halaman 17
Jalur Saraf pada Refleks Ereksi (untuk jelas liat bagan di PPT)
Reseptor- Saraf pudendal -Pleksus sakral- Bagian sacral pada medula spinalis
Area otak yang tidak terdefinisi- Saraf panggul- Efek

Halaman 18
2. Lubrication (Proses Pelumasan) (untuk jelas liat bagan di PPT)
Refleks parasimpatik - Sekresi Lendir pada: • kelenjar uretra • kelenjar bulbourethral – uretra
- Lubrica saat coitus - Sekresi lendir pada organ seksual wanita (lebih banyak !!!)

Halaman 19
3. Ejakulasi
 Fase emisi:
− Mengosongkan sperma dan sekresi (semen) aksesori kelenjar seks ke dalam uretra
− Simpatik menginduksi kontraksi dlm penghalusan otot pada dinding prostat,
mereproduksi pada saluran dan vesikula seminalis → mengirim semen ke uretra
− Selama itu, sphingter di leher kandung kemih ditutup untuk mencegah:
 air mani memasuki kandung kemih, dan
 Urin dikeluarkan bersamaan dengan ejakulasi melalui uretra

Halaman 20
− puncak dari tindakan seksual laki-laki
− refleks simpatik:
L1 & L2 → pleksus hipogastrik dan panggul

kontrasepsi dari
≈ vas deferens dan ampula
semen ⇐
≈ prostat

≈ vesicula seminalis

Uretra
(+ lendir sudah disekresikan)

Halaman 21
 Fase pengeluaran:
− Pengeluaran paksa semen dari penis
− Kontraksi yang diinduksi motor-neuron pada rangka otot-otot di pangkal penis
− Mengisi jika uretra dengan semen memicu impuls saraf yang diaktifasi dari
serangkaian otot rangka dasar penis
− Kontras ritmik otot-otot ini terjadi pada interval 0,8 detik dan meningkatkan tekanan
dalam penis, secara paksa mengeluarkan semen melalui uretra ke luar

Halaman 22
− pncak dari tindakan seksual laki-laki
− refleks – simpatik
− mengisi uretra internal → saraf pudendal

Bagian sakral pada medula spinalis

(1) kontras * pada :
− Organ genital internal
− Otot ischiocavernosus & bulbocavernosus

Pengeluaran melalui uretra ke luar

Halaman 23
(2) kontras * berirama dari:
− Otot panggul
− Batang tubuh

Melalui gerakan panggul dan penis

membantu mendorong semen masuk ke relung terdalam
vagina dan bahkan sedikit ke serviks

Halaman 24
4. Orgasme
 Kontraksi ritmik yang terjadi selama semen dikeluarkan disertai dengan
− Denyut nadi otot panggul yang tidak disengaja, dan
− Intensitas respons keseluruhan tubuh memuncak selama fase sebelumnya:
 Napas berat
 HR hingga 180 bpm
 ditandai dengan kontraksi pada otot rangka
 emosi tinggi
 Dikaitkan dengan kesenangan intens yang ditandai dengan perasaan bebas dan
kepuasan penuh

Halaman 25
5. Resolusi (hasil akhir)
 Fase ini sejalan dg orgasme
 Vasokonstriksi Simpatik pada impuls memperlambat aliran darah ke dalam penis →
ereksi berhenti dalam waktu 1-2 menit
 Relaksasi mendalam kemudian terjadi, seringkali disertai dengan perasaan lelah
 Nada otot kembali normal
 CVS, sistem pernapasan kembali ke tingkat prearousal
 Setelah ejakulasi terjadi, periode refraktori sementara dari variabel durasi terjadi
kemudian sebelum stimulasi seksual dapat memicu ereksi lain → pria tidak bisa
mengalami multiple orgasm dalam beberapa menit, pd wanita terkadang terjadi

Halaman 26
Volume dan Konten Sperma Ejakulasi
 Bergantung pada panjangnya waktu antara ejakulasi
 Rata-rata:
− Volume semen adalah 2,75 ml (2 - 6 ml)
− Mengandung 180 - 400 juta sperma (66 juta / ml)
 Kualitas dan kualitas sperma penting penentu dari fertilisasi
− Secara klinis menyimpulkan: konsentrasi sperma <20 juta / ml
− Persentase jumlah sperma dg kelainan atau pd struktur yang tidak normal,
mengurangi kemungkinan fertilisasi

Halaman 27
Kerangka Hipotalamo - Hipofisis - Gonad (lebih jelas liat Bagan PPT)
Hipotalamus
Pelepasan Gonadotropin
Hipofisis anterior
FSH LH
Testis
Sel Sertoli Sel Leydig
Spermatogenesis
Inhibin Testosteron

Halaman 28

Halaman 29

Halaman 30